• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI OKTOBER 2016 DEFLASI 1,08 PERSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI OKTOBER 2016 DEFLASI 1,08 PERSEN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik No.036/63/09 Th. III, 02 November 2016 1

No. 036/63/09 Th. III, 02 November 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI OKTOBER 2016

DEFLASI 1,08 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada Bulan Oktober 2016 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Tanjung dengan menggunakan perhitungan tahun dasar 2012=100, pada Oktober 2016 terjadi deflasi sebesar 1,08 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 125,24 pada September 2016 menjadi 123,89 pada bulan Oktober 2016. Laju kumulatif Tahun 2016 (Oktober 2016 terhadap Desember 2015) Kota Tanjung

deflasi sebesar 0,69 persen, sedangkan jika dilihat secara umum laju inflasi tahun ke tahun atau laju inflasi “year on year

(Oktober 2015 terhadap Oktober 2016) sebesar 0,90 persen. Sepuluh komoditas yang mendorong inflasi dan penahan inflasi pada bulan Oktober 2016 yang ditunjukkan pada Tabel 1 dan Tabel 2.

Di kota Tanjung, pada bulan Oktober 2016 mengalami deflasi sebesar 1,08 persen. Laju inflasi kumulatif Tahun 2016

(Oktober 2016 terhadap Desember 2015) terjadi deflasi sebesar 0,69 persen dan laju inflasi “year on year” (Oktober 2016

terhadap Oktober 2015) adalah 0,90 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain: bawang merah, jagung manis, kacang panjang, kangkung, telepon seluler, tomat sayur, cabai merah, cabai rawit, buncis, terong panjang. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain: beras, ketimun, minyak goreng, ikan sepat siam, daging ayam ras, ikan layang/benggol, tarip listrik, bayam, rokok putih, udang basah.

Deflasi di Kota Tanjung terjadi karena adanya penurunan indeks harga secara umum yang ditunjukkan pada kelompok Bahan Makanan sebesar 3,86 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,01 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,01 persen, kelompok Sandang sebesar 0,29 persen, dan kelompok Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,46 persen. Sedangkan kelompok yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok Kesehatan dan kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga.

Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Oktober 2016 Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami deflasi sebesar 4,21 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami deflasi sebesar 0,15 persen.

(2)

Berita Resmi Statistik No.036/63/09 Th. III, 02 November 2016 2

Tabel 1 Sepuluh Komoditas Pendorong Inflasi Kota Tanjung Bulan Oktober 2016

Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil terhadap deflasi tertinggi di Kota Tanjung bulan Oktober 2016, ditunjukkan pada tabel 2.

Tabel 2 Sepuluh Komoditas Penahan Inflasi Kota Tanjung Bulan Oktober 2016

No Komoditas Andil Inflasi

(1) (2) (3)

1 BERAS 0,1143

2 KETIMUN 0,0298

3 MINYAK GORENG 0,021

4 SEPAT SIAM 0,0196

5 DAGING AYAM RAS 0,0167

6 LAYANG/BENGGOL 0,0145

7 TARIP LISTRIK 0,0144

8 BAYAM 0,0125

9 ROKOK PUTIH 0,0125

10 UDANG BASAH 0,0109

No Komoditas Andil Inflasi

(1) (2) (3) 1 BAWANG MERAH -0,3735 2 JAGUNG MANIS -0,2361 3 KACANG PANJANG -0,2019 4 KANGKUNG -0,1396 5 TELEPON SELULER -0,0506 6 TOMAT SAYUR -0,0487 7 CABAI MERAH -0,0479 8 CABAI RAWIT -0,0396 9 BUNCIS -0,0277 10 TERONG PANJANG -0,0255

(3)

Berita Resmi Statistik No.036/63/09 Th. III, 02 November 2016 3

Menurut komponennya,barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum di bulan Oktober 2016 Kota Tanjung mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami deflasi sebesar 4,21 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami deflasi sebesar 0,15 persen.

Tabel 3 Laju Inflasi Kota Tanjung Bulan Oktober 2016 Menurut Komponen

1)Persentase IHK Oktober 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya 2)Persentase IHK Oktober 2016 terhadap IHK Desember 2015 3)Persentase IHK Oktober 2016 terhadap IHK Oktober 2015

Tabel 4 Laju Inflasi di Kota Tanjung Bulan Oktober 2016, Inflasi Kumulatif 2016 dan Inflasi Tahun ke Tahun 2016

Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

1)Persentase IHK Oktober 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya 2)Persentase IHK Oktober 2016 terhadap IHK Desember 2015 3)Persentase IHK Oktober 2016 terhadap IHK Oktober 2015

Andil/sumbangan dari kelompok pengeluaran tersebut dapat dilihat pada tabel 4 dan diilustrasikan dengan Grafik 1 berikut.

Kelompok Pengeluaran IHK Oktober

2016 IHK Desember 2015 Inflasi Oktober 2016 1) Inflasi Tahun Kalender 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Umum 123,89 124,75 -1,08 0,69 0,90 Diatur Pemerintah 113,59 116,27 0,06 -2,30 -1,54 Bergejolak (Volatile) 131,37 141,70 -4,21 -7,29 -2,12 Inti (Core) 123,95 121,12 -0,15 2,34 2,65

No Kelompok Pengeluaran IHK Oktober

2016 IHK Desember 2015 Inflasi Oktober 2016 1) Inflasi Tahun Kalender 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 123,89 124,75 -1,08 -0,69 0,90 1. Bahan Makanan 130,52 139,99 -3,86 -6,76 -1,78

2. Makanan Jadi, Minuman,

Rokok, dan Tembakau 140,13 133,48 -0,01 4,98 5,89

3. Perumahan, Air, Listrik,

Gas, dan Bahan Bakar 114,10 113,80 -0,01 0,26 0,22

4. Sandang 115,63 113,38 -0,29 1,98 1,66

5. Kesehatan 123,80 119,38 0,00 3,70 3,74

6. Pendidikan, Rekreasi,

dan Olah Raga 120,79 121,07 0,00 -0,23 -0,02

7. Transport, Komunikasi,

(4)

Berita Resmi Statistik No.036/63/09 Th. III, 02 November 2016 4

Grafik 1 Laju Andil Inflasi Kota Tanjung Oktober 2016

Grafik 2 Inflasi/Deflasi Kota Tanjung Tahun 2014 - 2015

(5)

Berita Resmi Statistik No.036/63/09 Th. III, 02 November 2016 5

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok Bahan Makanan pada Oktober 2016 mengalami deflasi sebesar 3,86 persen.Terjadi penurunan indeks dari

135,76 pada September 2016 menjadi 130,52 pada Oktober 2016. Dari 11 Sub Kelompok dalam Kelompok Bahan Makanan,

pada bulan ini 5 Sub Kelompok mengalami inflasi, 4 Sub Kelompok yang mengalami deflasi, dan 2 Sub Kelompok tidak mengalami perubahan. Sub Kelompok yang mengalami inflasi adalah Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya sebesar 1,90 persen, Daging dan Hasil-hasilnya sebesar 0,77 persen, Ikan Diawetkan sebesar 0,86 persen, Telur, Susu dan Hasil-hasilnya sebesar 0,02 persen, dan Lemak dan Minyak sebesar 1,66. Adapun Kelompok Bahan Makanan yang mengalami deflasi adalah Ikan Segar sebesar 0,41 persen, Sayur-sayuran sebesar 19,50 persen, Kacang-kacangan sebesar 0,65 persen, Bumbu-bumbuan sebesar 17,24 persen, sebesar 3,55 persen, sebesar 0,24 persen, dan sebesar 4,80 persen. Sedangkan Sub Kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah Buah-buahan dan Bahan Makanan Lainnya. Kelompok ini pada Oktober 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil deflasi sebesar 3,86 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok ini pada Oktober 2016 mengalami deflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi penurunan indeks dari 140,15

pada September 2016 menjadi 140,13 pada Oktober 2016 Dari 3 Sub Kelompok dalam Kelompok ini 1 Sub Kelompok

mengalami inflasi, 1 Sub Kelompok mengalami deflasi, dan 1 Sub Kelompok tidak mengalami perubahan. Sub Kelompok Tembakau dan Minuman Beralkohol mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Sub Kelompok Minuman yang Tidak Beralkohol mengalami deflasi sebesar 0,45 persen. Sedangkan Sub Kelompok Makanan Jadi tidak mengalami perubahan. Kelompok ini secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil deflasi sebesar 0,01 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Oktober 2016 mengalami deflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi penurunan indeks dari 114,11

pada September 2016 menjadi 114,10pada Oktober 2016. Dari 4 Sub Kelompok yang ada pada Kelompok ini, 1 Sub Kelompok

mengalami inflasi, 1 Sub Kelompok mengalami deflasi, dan 2 Sub Kelompok tidak mengalami perubahan. Inflasi terjadi pada Sub Kelompok Penyelenggaraan Rumah Tangga sebesar 0,09 persen. Deflasi terjadi pada Sub Kelompok Bahan Bakar, Penerangan, dan Air sebesar 0,08 persen. Sedangkan pada Sub Kelompok Biaya Tempat Tinggal dan Sub Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga tidak mengalami Perubahan. Pada Oktober 2016 Kelompok ini secara umum memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,01 persen.

4. Sandang

Kelompok Sandang pada Oktober 2016 mengalami deflasi sebesar 0,29 persen atau terjadi penurunan indeks dari

115,97pada September 2016 menjadi 114,87pada Oktober 2016. Dari 4 Sub Kelompok ini, hanya 1 Sub Kelompok mengalami

deflasi dan 3 Sub Kelompok lainnya tidak mengalami perubahan. Deflasi terjadi pada Sub Kelompok Barang Pribadi dan Sandang Lain sebesar 1,17 persen. Sedangkan Sub Kelompok Sandang Laki-laki, Sandang Wanita, dan Sandang Anak-anak tidak

(6)

Berita Resmi Statistik No.036/63/09 Th. III, 02 November 2016 6

mengalami perubahan. Kelompok ini pada Oktober 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil deflasi sebesar 0,29 persen.

5. Kesehatan

Kelompok Kesehatan pada Oktober 2016 tidak mengalami perubahan atau tidak terjadi perubahan indeks dari 123,80

pada September 2016 tetap menjadi 123,80 pada Oktober 2016. Dari 4 Sub Kelompok ini semua Sub Kelompok lainnya tidak

mengalami perubahan. Kelompok ini pada Oktober 2016 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,00 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga pada Oktober 2016 tidak mengalami perubahan atau tidak terjadi perubahan indeks dari September dan Oktober 2016 yaitu 120,79. Dari 5 Sub Kelompok semua Sub Kelompok tidak mengalami perubahan. Pada Oktober 2016 Kelompok ini memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,00 persen.

7. Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan pada Oktober 2016 mengalami deflasi sebesar 0,46 persen. Terjadi penurunan indeks dari 107,30 pada Bulan September 2016 menjadi 106,81 pada Oktober 2016. Dari 4 Sub Kelompok 1 Sub Kelompok mengalami deflasi, sedangkan 3 Sub Kelompok lainnya tidak mengalami perubahan. Sub Kelompok Komunikasi dan Pengiriman mengalami deflasi sebesar 2,37 persen. Sedangkan Sub Kelompok Transport, Sarana dan Penunjang Transport, dan Jasa Keuangan tidak mengalami perubahan. Kelompok ini pada Oktober 2016 memberikan sumbangan/andil deflasi sebesar 0,46 persen.

PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTA

Pada Oktober 2016 terjadi deflasi sebesar 1,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,89. Dari 82 kota IHK, 34 kota mengalami deflasi dan 48 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,32 persen dengan IHK 130,83 dan terendah terjadi di kota Depok dan Manado sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 123,65 dan 124,03. Sedangkan, deflasi tertinggi terjadi di kota Sorong sebesar 1,10 persen dengan IHK 125,95 dan terendah terjadi di kota Banda Aceh dan Merauke sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing 118,92 dan 130,73.

PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI KALIMANTAN

Dari kota-kota IHK di wilayah pulau Kalimantan, satu kota mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di kota Tarakan sebesar 0,31 persen dengan IHK 135,52. Delapan kota mengalami deflasi, deflasi tertinggi di kota Tanjung sebesar 1,08 persen dengan IHK 123,89 dan terendah di kota Balikpapan sebesar 0,07 persen dengan IHK 129,79.

(7)

Berita Resmi Statistik No.036/63/09 Th. III, 02 November 2016 7

Tabel 5 Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Oktober 2016 Kota-Kota di Pulau Kalimantan (2012=100)

No Kota IHK Inflasi/Deflasi (%)

(1) (2) (3) (4) 1 TARAKAN 135,52 0,31 2 BALIKPAPAN 129,79 -0,07 3 SAMARINDA 127,36 -0,10 4 BANJARMASIN 125,11 -0,26 5 PALANGKARAYA 121,57 -0,34 6 PONTIANAK 133,46 -0,36 7 SINGKAWANG 124,45 -0,40 8 SAMPIT 124,53 -0,63 9 TANJUNG 123,89 -1,08

(8)

Berita Resmi Statistik No.036/63/09 Th. III, 02 November 2016 8 Kelompok/Sub kelompok IHK Oktober 2015 IHK Desember 2015 IHK Oktober 2016 % perubahan terhadap September 2016 Tahun Kalender Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U M U M / T O T A L 122,78 124,75 123,89 -1,08 -0,69 0,90 BAHAN MAKANAN 132,88 139,99 130,52 -3,86 -6,76 -1,78

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 151,57 151,08 155,80 1,90 3,12 2,79

Daging dan Hasil-hasilnya 82,33 108,02 114,01 0,77 5,55 38,48

Ikan Segar 117,81 123,77 110,60 -0,41 -10,64 -6,12

Ikan Diawetkan 111,35 123,48 119,35 0,86 -3,34 7,18

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 113,59 115,05 114,43 0,02 -0,54 0,74

Sayur-sayuran 242,49 247,30 142,67 -19,50 -42,31 -41,16

Kacang - kacangan 118,82 118,72 117,38 -0,65 -1,13 -1,21

Buah - buahan 113,91 118,06 122,13 0,00 3,45 7,22

Bumbu - bumbuan 127,62 158,15 183,20 -17,24 15,84 43,55

Lemak dan Minyak 112,03 111,27 115,53 1,66 3,83 3,12

Bahan Makanan Lainnya 106,54 106,54 126,17 0,00 18,43 18,43

MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK &

TEMBAKAU 132,34 133,48 140,13 -0,01 4,98 5,89

Makanan Jadi 137,40 138,44 146,66 0,00 5,94 6,74

Minuman yang Tidak Beralkohol 117,46 117,40 123,59 -0,45 5,27 5,22

Tembakau dan Minuman Beralkohol 128,15 130,50 132,72 0,24 1,70 3,57

PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN

BAKAR 113,85 113,80 114,10 -0,01 0,26 0,22

Biaya Tempat Tinggal 114,74 114,00 114,15 0,00 0,13 -0,51

Bahan Bakar, Penerangan dan Air 109,46 110,33 110,11 -0,08 -0,20 0,59

Perlengkapan Rumahtangga 119,38 120,50 120,81 0,00 0,26 1,20 Penyelenggaraan Rumahtangga 114,74 114,94 117,47 0,09 2,20 2,38 SANDANG 113,74 113,38 115,63 -0,29 1,98 1,66 Sandang Laki-laki 113,32 112,67 112,20 0,00 -0,42 -0,99 Sandang Wanita 120,63 122,97 124,19 0,00 0,99 2,95 Sandang Anak-anak 109,57 109,57 111,73 0,00 1,97 1,97

Barang Pribadi dan Sandang Lain 111,95 108,88 114,87 -1,17 5,50 2,61

KESEHATAN 119,34 119,38 123,80 0,00 3,70 3,74

Jasa Kesehatan 113,80 113,80 119,70 0,00 5,18 5,18

Obat-obatan 115,20 115,20 120,32 0,00 4,44 4,44

Jasa Perawatan Jasmani 122,40 122,40 136,69 0,00 11,67 11,67

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 125,05 125,15 126,81 0,00 1,33 1,41

PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAH RAGA 120,82 121,07 120,79 0,00 -0,23 -0,02

Pendidikan 135,22 135,22 135,22 0,00 0,00 0,00

Kursus-kursus / Pelatihan 100,00 100,00 100,00 0,00 0,00 0,00

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 105,93 106,64 107,12 0,00 0,45 1,12

Rekreasi 113,48 113,89 112,58 0,00 -1,15 -0,79

Olahraga 104,66 104,27 104,66 0,00 0,37 0,00

TRANSPORT, KOMUNIKASI, DAN JASA

KEUANGAN 110,52 110,85 106,81 -0,46 -3,64 -3,36

Transport 114,78 114,90 109,26 0,00 -4,91 -4,81

Komunikasi Dan Pengiriman 88,52 89,50 87,34 -2,37 -2,41 -1,33

Sarana dan Penunjang Transport 134,28 134,45 135,00 0,00 0,41 0,54

Gambar

Tabel 1 Sepuluh Komoditas Pendorong Inflasi Kota Tanjung Bulan Oktober 2016
Tabel 4 Laju Inflasi di Kota Tanjung Bulan Oktober 2016, Inflasi Kumulatif 2016 dan Inflasi Tahun ke Tahun 2016   Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Grafik 1 Laju Andil Inflasi Kota Tanjung Oktober 2016
Tabel 5 Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Oktober 2016 Kota-Kota di Pulau Kalimantan (2012=100)

Referensi

Dokumen terkait

Lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh pihak pelaksana pekerjaan adalah melaksanakan Pengadaan dan Pemasangan air circuit breaker untuk PT.. PJB Unit Pembangkitan Paiton

KU-Kesalahan Utama, KP-Kesalahan Pindaan, KA-Kesalahan Alternatif Catatan Keputusan T-Tertuduh, K-Kesalahan 15 MA-83D-2661- 10/2020 Pendakwa Raya. ( Polis Diraja Malaysia

Adapun batasan masalah dalam pembuatan laporan berdasarkan dengan kerja praktek yang telah dilakukan yaitu, penulis hanya melakukan analisis pada prosedur pengiriman paket di

Pada bagian ini merupakan sisi kelebihan dari metoda Neural network , dimana setiap permasalahan yang akan dihadapi dapat dipecahkan dengan melalui tahapan pembelajaran,

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran Fisika berupa permainan Gasik pada pokok materi Cahaya untuk siswa SMP kelas VIII dengan kriteria

kalkulator dikemukakan oleh Van de Walle (2008) adalah sebagai berikut: 1) Kalkulator tidak membahayakan bagi siswa, dan setiap guru harus memberikan batasan pada

Akhirnya kami ucapkan selamat atas terbitnya PENA GENERASI DELIMA – SEBUAH GERAKAN LITERASI SEJAK DINI, semoga buah karya anak-anak di paguyuban Delima ini sebagai

Dengan adanya beragam metode ta’zir yang diterapkan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan penerapan metode ta’zir