HUBUNGAN PERSONAL HYGIENEDAN TINGKAT KECUKUPAN MAKANAN TERHADAP INFEKSI KECACINGANPADA SISWA
SEKOLAHDASARDI KECAMATANMEDAN HELVETIA KOTA MEDANTAHUN 2014
TESIS
Oleh
DODI LASHON SIMANJUNTAK 127032089/IKM
PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
THE CORRELATION OF PERSONAL HYGIENE AND THE LEVEL OF FOOD ADEQUACY WITH WORMY INFECTION AT
THE ELEMENTARY SCHOOLS IN MEDAN HELVETIA SUBDISTRICT, MEDAN,
IN 2014
THESIS
By
DODI LASHON SIMANJUNTAK 127032089/IKM
MASTER IN PUBLIC HEALTH SCIENCE STUDY PROGRAM FACULTY OF PUBLIC HEALTH
UNIVERSITY OF SUMATERA UTARA MEDAN
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN TINGKAT KECUKUPAN MAKANAN TERHADAP INFEKSI KECACINGAN PADA SISWA
SEKOLAHDASARDI KECAMATANMEDAN HELVETIA KOTA MEDANTAHUN 2014
TESIS
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
untuk Memperoleh Gelar Magister Kesehatan (M.Kes) dalam Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi Manajemen Kesehatan Lingkungan Industri
pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
Oleh
DODI LASHON SIMANJUNTAK 127032089/IKM
PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
Judul Tesis : HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN TINGKAT KECUKUPAN MAKANAN
TERHADAP INFEKSI KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASARDI KECAMATAN MEDAN HELVETIA KOTA MEDAN TAHUN 2014
Nama Mahasiswa : Dodi Lashon Simanjuntak Nomor Induk Mahasiswa : 127032089
Program Studi : S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Minat Studi : Manajemen Kesehatan Lingkungan Industri
Menyetujui Komisi Pembimbing
(Ir. Etti Sudaryati, M.K.M, Ph.D) (Ir. Evi Naria, M.Kes
Ketua Anggota
)
Dekan
(Dr. Drs. Surya Utama, M.S)
Telah diuji
Pada tanggal : 21 Agustus 2015
PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua : Ir. Etti Sudaryati, M.K.M, Ph.D Anggota : 1. Ir. Evi Naria, M.Kes
2. dr. Taufik Ashar, M.K.M 3. Ir. Indra Cahaya, M.Si
PERNYATAAN
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN TINGKAT KECUKUPAN MAKANAN TERHADAP INFEKSI KECACINGAN PADA SISWA
SEKOLAHDASARDI KECAMATANMEDAN HELVETIA KOTA MEDANTAHUN 2014
TESIS
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Medan, Agustus 2015 Penulis
DODI LASHON SIMANJUNTAK 127032089/IKM
ABSTRAK
Infeksicacing yang ditularkanmelaluitanahmasihmerupakanpenyakitdenganprevalensi yang tinggi yang
seringmenginfeksisiswasekolahdasarkarenamerekaseringkontakdengantanahdanperso nal hygiene-nyarendah.Pemeriksaanlaboratoriumfesessiswasekolahdasarjarangdilakukanwalaupun diagnosa klinisbanyakmenunjukkangejalakecacingan.Faktorpersonal hygiene yang burukdanketidakkecukupanenergi dan protein, antara lain, adalahfaktor yang berkontribusiterhadapinfeksicacing.
Penelitianinibertujuanuntukmengetahuihubunganpersonal hygiene dantingkatkecukupanmakanandenganinfeksikecacingan di sekolahdasarKecamatan
Medan Helvetia Kota Medan tahun 2014.Jenispenelitianiniadalahpenelitiansurvei denganrancanganpenelitiancross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan V pada tujuh sekolah dasar negeri dengan jumlah sampel sebanyak 88 responden yang dipilihsecaraproporsional random sampling dengan
menghitung sampel fraction. Data personal
hygienedankecukupanmakanandikumpulkanmelaluiwawancaramenggunakankuesione rdaninfeksi kecacingan diperiksamelaluipemeriksaanlaboratorium. Penelitian ini menggunakanuji statistik Chi-square dan uji regresi logistik berganda.
Hasilpenelitianmenunjukkan 21,6% siswa sekolah dasar terinfeksi cacing (63,2% A.l; 36,8% T.t) dan terdapat hubungan yang bermaknaantarapersonal hygiene (kebiasaancucitangan, kebiasaanmandi, kebiasaangunting kuku dan penggunaan alas kaki) denganinfeksikecacingan dan antara tingkat kecukupan makanan (kecukupanenergi dan kecukupan protein) denganinfeksikecacingan. Ujiregresilogistik menjelaskanbahwa penggunaan alas kaki memiliki hubungan paling besar, yaitu 95%, terhadap infeksikecacinganpadasiswasekolahdasar.
Para siswa diharapkan selalu menjaga personal hygiene untuk mencegah penularan telur cacing dengan selalu memakai alas kaki ketika di sekolah dan setiap kali pergi keluar dari rumah. Selain itu, orang tua diharapkan selalu memerhatikan kecukupan makanan siswa untuk mencapai gizi baik dan seimbang demi daya tahan tubuh yang baik.Juga, pihak pemerintah sebagai regulator diharapkan untuk mengeluarkan kebijakan dan informasi terkait personal hygiene siswa sekolah dasar, meningkatkan promosi kesehatan dan program gizi seimbang, serta melakukan pemantauan infeksi kecacingan siswa sekolah dasar secara rutin.
Kata Kunci: Personal Hygiene, Kecukupan Makanan, Infeksi Cacing, SiswaSekolahDasar
ABSTRACT
Wormy infection, transmitted through dirt, is a disease with high prevalence; it usually infects elementary school children since they often make a contact with dirt and their personal hygiene is low. Examination on their feces is seldom done in the laboratory although clinical diagnosis shows that there is a symptom of being wormy. Bad personal hygiene and the lack of energy and protein, among others, is the factor which contributes to wormy infection.
The objective of the research was to find out the correlation of personal hygiene and the level of food adequacy with wormy infection at the Elementary Schools in Medan Helvetia Subdistrict, Medan, in 2014. The research was a survey with cross sectional design. The population was all Grades IV and V students at seven public schools, and 88 of them were used as the samples, taken by using proportional random sampling technique and calculating sample fractions. Data on personal hygiene and food adequacy were gathered through interviews and questionnaires, and wormy infection was examined in the laboratory. The gathered data were analyzed by using chi square statistic test and multiple logistic regression analysis.
The results of the research showed that 21,6% of elementary school students were infected by worm (63,2% A.l; 36,8% T.t) and there was significant correlation between personal hygiene (the habits of washing hand, taking a bath, cutting nails, and using footwear) and wormy infection and between the level of food adequacy (adequacy in energy and protein) and wormy infection. The result of logistic regression test showed that the use of footwear had the most dominant correlation (95%) with wormy infection in elementary school children.
It is recommended that students always keep personal hygiene to forestall the transmission of worm eggs by wearing footwear at schools and any time they go out of their houses. Besides that, parents should pay attention to their children’s food adequacy in order to get good and balanced nutrition to keep their stamina. The government as the regulator should make a policy and information about personal hygiene of elementary school children and increase health promotion and balanced nutrition program and monitor wormy infection in elementary school students.
Keywords: Personal Hygiene, Food Adequacy, Wormy Infection, Elementary School Students
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadiratTuhan Yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan limpahan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan Judul “Hubungan Personal Hygiene dan Tingkat Kecukupan Makanan terhadap Infeksi Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014”, ini merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Strata-2 pada Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Minat Studi Manajemen Kesehatan Lingkungan Industri di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
Selama proses penulisan tesis ini telah banyak bantuan, nasehat, bimbingan dan doa yang penulis terima dari berbagai pihak, dalam kesempatan ini perkenankan penulis menyampaikan rasa terimakasih yang tidak terhingga kepada yang terhormat: 1. Prof. Subhilhar, M.Si selaku Pejabat Rektor Universitas Sumatera Utara.
2. Dr. Drs. Surya Utama, M.S selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
3. Dr. Ir. Evawany Aritonang, M.Si selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
4. Ir. Etti Sudaryati, M.K.M, Ph.D selaku Ketua Komisi Pembimbing yang telah meluangkan waktu, memberikan saran, bimbingan serta masukan pada penulis sehingga tesis ini dapat diselesaikan.
5. Ir. Evi Naria, M.Kes selaku Anggota Komisi Pembimbing yang telah meluangkan waktu, memberikan saran, bimbingan serta masukan pada penulis sehingga tesis ini dapat diselesaikan.
6. Dr. dr. Wirsal Hasan, M.P.H selaku Anggota Komisi Penguji yang telah banyak memberikan masukan dan saran untuk penyempurnaan penulisan tesis ini.
7. dr. Taufik Ashar, M.K.M selaku Anggota Komisi Penguji yang telah banyak memberikan masukan dan saran untuk penyempurnaan penulisan tesis ini, selamat atas perolehan gelar Doktornya ya Pak.
8. Ir. Indra Cahaya, M.Si selaku Anggota Komisi Penguji yang telah banyak memberikan masukan dan saran untuk penyempurnaan penulisan tesis ini.
9. Seluruh Bapak/Ibu Dosen dan staf/pegawai Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat khususnya Minat Studi Manajemen Kesehatan Lingkungan Industri yang telah memberikan pembelajaran selama penulis mengikuti pendidikan.
10. dr. Nurfida Khairina Arrasyid, M.Kes selaku Ketua Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan terhadap penelitian tesis ini.
11. Drg. Hj. Usma Polita NST, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan yang telah memberikan dukungan terhadap penelitian tesis ini.
12. Drs. Edi Mulia Matondangselaku Camat Medan Helvetia yang telah memberikan dukungan terhadap penelitian tesis ini.
13. Irfan Abdillah, S.STP selaku Pimpinan Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia yang telah memberikan dukungan terhadap penelitian tesis ini.
14. Dra. Hj. Lisiana Rahmadani, M.M selaku Kepala UPT TK SD Kecamatan Medan Helvetia yang telah memberikan dukungan terhadap penelitian tesis ini.
15. Kepala Sekolah, Guru dan siswa sekolah dasar se-Kecamatan Medan Helvetia yang telah memberikan dukungan terhadap penelitian tesis ini.
16. Paber Simanjuntak dan Dominer Hutauruk, S.Pd, selaku Orangtua yang telah memberikan segenap kasih sayang, perhatian, motivasi, dukungan dan Doa yang tulus kepada penulis dalam menjalani pendidikan ini, Tuhan Memberkati.
17. Abang dan Kakak penulis, Prof. Dr. Ir. Albiner Siagian, M.Si dan Rismaulina, S.K.M, M.Kes serta Alexander Siagian yang telah memberikan semangat dan dukungan terhadap penulis.
18. Adik-adik penulis, Damai Indah Jelita Simanjuntak, SKM dan Agung Karunia Simanjuntak yang telah memberikan semangat dan dukungan terhadap penulis. 19. Sahabat terbaik penulis Chi Izhar, SKM yang masih memberikan semangat dan
dukungan yang sangat berarti terhadap penulis.
20. Teman terbaik penulis Rina Mahyurni Nasution, S.K.M, M.Kes dan Any Walky, S.K.M dan Fadillah Widyaningsih, S.K.M, M.Kes yang telah meluangkan waktu serta memberikan dukungan dan bantuan yang luar biasa terhadap penulis.
21. Teman-teman staf/pegawai di Kantor Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia terkhusus kepada abangda Azwar Rivai Siregar, SH, Melkior Sinaga S.IP, Hardiyus, yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada penulis.
22. Rekan-rekan mahasiswa Minat Studi Manajemen Kesehatan Lingkungan Industri angkatan 2012.
23. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan tesis ini.
Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran-saran yang membangun demi kesempurnaan penulisan tesis ini. Semoga tesis ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya dan sebagai pemecahan masalah dalam memberantas angka kecacingan pada siswa sekolah dasar. Amin.
Medan, September 2015 Penulis
Dodi Lashon Simanjuntak 127032089/IKM
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama Dodi Lashon Simanjuntak berumur 28 tahun dilahirkan di Medan pada tanggal 13 Mei 1987beragama Kristen Protestan, penulis anak kedua dari empat bersaudara dengan status belum menikah dan anak dari pasangan P. Simanjuntak dan D. Hutauruk.
Pendidikan formal penulis dimulai dari pendidikan TK Markus Medanpada tahun 1992 - 1993. SD Swasta Santo Thomas II Medan pada tahun 1993-1999, penulis melanjutkan pendidikan di SMP Swasta Santo Thomas I Medan pada tahun 1999 - 2002, penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 4 Medan pada tahun 2002 - 2005, penulis melanjutkan kuliah S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara pada tahun 2005 - 2010. Pada tahun 2012 penulis melanjutkan kuliah di Program Studi S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Peminatan Manajemen Kesehatan Lingkungan Industri Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
Selanjutnya pada tahun 2005 - 2006 penulis bekerja di McDonald’s Restoran, pada tahun 2011 - 2013 bekerja sebagai Pegawai Badan Lingkungan Hidup Kota Medan dan pada tahun 2013 sampai sekarang bekerja sebagai Kepala Tata Pemerintahan Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan
DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
RIWAYAT HIDUP ... vii
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB 1. PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Permasalahan ... 7 1.3. Tujuan Penelitian ... 7 1.4. Hipotesis ... 7 1.5. Manfaat Penelitian ... 8
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 9
2.1. Kecacingan ... 9
2.2. Infeksi Kecacingan pada Manusia ... 9
2.2.1. Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) ... 10
2.2.1.1. Morfologi dan Daur Hidup ... 10
2.2.1.2. Patologi, Gejala Klinis dan Diagnosis ... 12
2.2.1.3. Epidemiologi dan Pengobatan ... 12
2.2.2. Cacing Cambuk (Trichuris trichura) ... 13
2.2.2.1. Morfologi dan Daur Hidup ... 13
2.2.2.2. Patologi, Gejala Klinis dan Diagnosis ... 14
2.2.2.3. Epidemiologi dan Pengobatan ... 14
2.2.3. Cacing Tambang (A.duodenele dan N.americanus) ... 15
2.2.3.1. Morfologi dan Daur Hidup ... 15
2.2.3.2. Patologi, Gejala Klinis dan Diagnosis ... 16
2.2.3.3. Epidemiologi dan Pengobatan ... 16
2.3. Pemeriksaan Telur Cacing ... 16
2.3.1. Pengumpulan Bahan Spesimen/Feses ... 17
2.3.2. Metode Pemeriksaan Feses ... 17
2.4. Personal Hygiene ... 19
2.4.1. Kebersihan Tangan, Kaki dan Kuku ... 19
2.4.3. Penggunaan Alas Kaki ... 22
2.4.4. Tujuan dan Faktor-faktor yang Memengaruhi Personal Hygiene ... 23
2.5. Tingkat Kecukupan Makanan ... 24
2.5.1. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan ... 26
2.5.2. Kecukupan Makanan Anak Usia Sekolah Dasar ... 27
2.5.3. Faktor-faktor yang Memengaruhi Status Gizi Anak Usia Sekolah Dasar ... 32
2.6. Siswa Usia Sekolah Dasar ... 33
2.7. Landasan Teori... 35
2.8. Kerangka Konsep ... 40
BAB 3. METODE PENELITIAN ... 41
3.1. Jenis Penelitian ... 41
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 41
3.2.1. Lokasi Penelitian ... 41
3.2.2. Waktu Penelitian ... 41
3.3. Populasi dan Sampel ... 41
3.3.1. Populasi ... 41
3.3.2. Sampel ... 42
3.4. Jenis dan Metode Pengumpulan Data ... 45
3.4.1. JenisData ... 44
3.4.2. Pengumpulan Data ... 45
3.5. Uji Validitas dan Reliabilitas ... 45
3.5.1. Uji Validitas ... 46
3.5.2. Uji Reliabilitas ... 46
3.6. Defenisi Operasional ... 47
3.7. Aspek Pengukuran ... 49
3.7.1. Personal Hygiene ... 49
3.7.2. Tingkat Kecukupan Makanan ... 52
3.8. Metode Pengukuran ... 52
3.8.1. Pengukuran Tingkat Kecukupan Makanan ... 52
3.8.2. Pemeriksaan Feses ... 53
3.9. Analisis Data ... 57
3.9.1. Analisis Univariat ... 57
3.9.2. Analisis Bivariat ... 57
3.9.3. Analisis Multivariat ... 57
BAB 4. HASIL PENELITIAN ... 58
4.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 58
4.3. Personal Hygiene ... 60
4.3.1. Kebiasaan Cuci Tangan ... 60
4.3.2. Kebiasaan Mandi ... 61
4.3.3. Kebiasaan Gunting Kuku ... 63
4.3.4. Kebiasaan Penggunaan Alas Kaki ... 64
4.4. Tingkat Kecukupan Makanan ... 66
4.5. Infeksi Kecacingan dan Jenis Telur Cacing ... 67
4.6. Analisis Bivariat... 68
4.6.1. Hubungan Personal Hygiene terhadap Infeksi Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014 ... 68
4.6.2. Hubungan Kecukupan Makanan terhadap Infeksi Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014 ... 72
4.7.Analisis Multivariat ... 74
BAB 5. PEMBAHASAN ... 77
5.1. InfeksiKecacingan pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Medan ... 77
5.2. Hubungan Personal Hygiene terhadap Infeksi Kecacingan ... 81
5.2.1. Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan terhadap Infeksi Kecacingan ... 81
5.2.2. Hubungan Kebiasaan Mandi terhadap Infeksi Kecacingan ... 82
5.2.3. Hubungan Kebiasaan Gunting Kuku terhadap Infeksi Kecacingan ... 84
5.2.4. Hubungan Kebiasaan Penggunaan Alas Kaki terhadap Infeksi Kecacingan ... 85
5.3. Hubungan Tingkat Kecukupan Makanan terhadap Infeksi Kecacingan ... 87
5.4. Analisis Multivariat ... 92
5.4.1. Faktor yang Paling Berhubungan terhadap Infeksi Kecacingan ... 92
BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN ... 96
6.1. Kesimpulan ... 96
6.2. Saran ... 97
DAFTAR PUSTAKA ... 100 LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
No Judul Halaman
2.1. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan (10-12 Tahun) ...27 3.1. Jumlah Unit Sampel pada Setiap Sekolah Dasar Negeri Berdasarkan
Proporsi ... 43 3.2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas pada Instrumen Personal Hygiene ...47 3.3. Defenisi Operasional Penelitian ... 48 4.1. Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Siswa Sekolah Dasar
di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014 ... 59 4.2. Distribusi Responden Berdasarkan Kebiasaan Cuci Tangan pada Siswa
Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014 ... 60 4.3. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Kebiasaan Cuci Tangan
Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan
Tahun 2014 ... 61 4.4. Distribusi Responden Berdasarkan Kebiasaan Mandi pada Siswa
Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014 ... 62 4.5. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Kebiasaan Mandi pada Siswa
Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014 ... 63 4.6. Distribusi Responden Berdasarkan Kebiasaan Gunting Kuku pada Siswa
Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014 ... 63 4.7. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Kebiasaan Gunting Kukupada
Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan
Tahun 2014 ... 64 4.8. Distribusi Responden Berdasarkan Kebiasaan PenggunaanAlas Kaki pada
Tahun 2014 ... 65 4.9. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Kebiasaan Penggunaan Alas
Kaki pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia
Kota Medan Tahun 2014 ... 66 4.10. Distribusi Responden Berdasarkan Kategori Tingkat Kecukupan Makanan
pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan
Tahun 2014 ... 67 4.11.Distribusi Responden Berdasarkan Infeksi Kecacingan dan Jenis Telur Cacing
pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan
Tahun 2014 ... 68 4.12. Hubungan Personal Hygiene terhadap Infeksi Kecacingan pada Siswa
Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014 ... 71 4.13. Hubungan Kecukupan Makanan terhadap Infeksi Kecacingan pada Siswa
Sekolah Dasar di Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan Tahun 2014 ... 74 4.14. Hasil Analisis Multivariat Regresi Logistik ... 75 4.15. Hasil Probabilitas Variabel Penggunaan Alas Kaki dan Kecukupan Energi ... 76
DAFTAR GAMBAR
No. Judul Halaman
2.1. Dinamika Penularan Penyakit Cacingan ... 36 2.2. Bagan Model Interaksi Tumbuh Kembang Anak ... 38 2.3. Kerangka Konsep... 40
DAFTAR LAMPIRAN
No. Judul Halaman
1. Surat Permohonan Izin Penelitian ... 110
2. Surat Keterangan Selesai Melaksanakan Penelitian ... 111
3. Hasil Pemeriksaan Laboratorium ... 113
4. Kuesioner Penelitian ... 114
5. Formulir Metode Food Recall 24 Jam ... 117
6. Uji Validitas dan Realibilitas ... ...118
7. Analisis Univariat ... 119
8. Analisis Bivariat ... 122
9. Analisis Multivariat ... 131
10. Master Data ... 136
11. Keterangan Master Data ... 144
12. Dokumentasi Penelitian ... 145