1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan kemajuan pesat teknologi, dunia bagaikan tanpa batas
(borderless), sehingga hidup manusia terasa lebih mudah dan efektif.
Perkembangan teknologi menjadi hal yang sangat biasa dalam realitas kehidupan manusia. Hal itu ditandai dengan semakin canggihnya teknologi baik berupa sarana dan prasarana untuk mendukung kinerja manusia.
Pada masa sekarang ini pegawai suatu perusahaan/lembaga sudah terbiasa memproses data secara elektronik. Para pimpinan baik pada saat ini ataupun di masa mendatang setiap saat dituntut untuk mengetahui perkembangan informasi yang dapat diakses dari media telekomuniasi ataupun digital. Hal ini merupakan tantangan besar bagi organisasi bisnis untuk bagaimana bersikap dan bertindak.
Menurut Sutopo (2012), teknologi informasi merupakan salah satu dari jenis teknologi berbentuk peralatan teknis yang fungsinya untuk menyampaikan serta memproses informasi. Teknologi informasi dapat diartikan serangkaian peralatan yang berfungsi sebagai alat untuk memproses data atau informasi, alat bantu, alat manipulasi dan alat pengelolaan informasi. Teknologi informasi di dalam suatu perusahaan akan membantu penyediaan informasi dengan cepat sesuai dengan kebutuhan pimpinan dalam pengambilan suatu keputusan. Untuk mengantisipasi semua ini, perusahaan selalu mencari terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi.
Namun, dalam menerapkan teknologi informasi didalam sebuah perusahaan harus didukung dengan kemampuan pegawai yang kompeten dalam menggunakan teknologi informasi tersebut. Hal ini dikarenakan yang mengoperasionalkan teknologi informasi sebagian besar adalah sumber daya manusia (SDM), dengan demikian perusahaan perlu memperhatikan kemampuan pegawai dalam menggunakan teknologi informasi yang diterapkan. Selain itu kemampuan seseorang dalam bekerja sangat mempengaruhi keberhasilan seorang pegawai dalam pekerjaannya.
2
Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai sumber daya yang ada di dalam organisasi termasuk sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), ilmu pengetahuan dan teknologi. Sumber daya yang paling berperan penting adalah sumber daya manusia (SDM), karena dengan kemampuan yang dimiliki karyawan dalam mengoperasikan unit-unit kerja yang terdapat didalam organisasi yang akan menentukan keberhasilan perusahaan.
Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa, teknologi informasi sangat berperan penting bagi perusahaan dalam memenangkan persaingan karena, melalui teknologi informasi perusahaan dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien (Sumber: https://www.kompasiana.com/). Melalui teknologi informasi perusahaan, juga dapat memperoleh informasi lebih cepat, akurat dibandingkan dengan cara konvensional. Oleh karena itu adalah keputusan tepat apabila perusahaan menerapkan teknologi informasi dalam menyelesaikan pekerjaannya. Pemanfaatan teknologi informasi itu sendiri bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai disuatu perusahaan.
Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, merupakan dinas yang menangani khusunya di bidang pariwisata. Dinas pariwisata memiliki visi misi yang luar biasa yaitu agar terciptanya pemuda pemudi yang berbudaya, mandiri dan olahraga yang berkarakter untuk pariwisata yang berdaya saing untuk meningkatkan pemanfaatan potensi khususnya dibidang pariwisata.
Berdasarkan hasil wawancara awal dengan Kepala Seksi Promosi dan Informasi bidang Pariwisata, penelitian dapat info bahwa pada tahun 2010 hingga 2012 sektor pariwisata di Kabupaten Semarang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Salah satu hal yang menjadi penyebab penurunan tersebut adalah kegiatan promosi yang dilakukan secara konvensional untuk menjelaskan hal tersebut, sehingga kurangnya informasi serta promosi di bidang pariwisata terutama fasilitas teknologi yang memadai sehingga kondisi pariwisata di Indonesia khususnya di Kabupaten Semarang masih kurangnya usaha untuk mempromosikan objek wisata.
3
Pada tahun 2014 sektor pariwisata di Kabupaten Semarang mulai mengalami perubahan yang positif, berkat adanya teknologi yang memberikan manfaat besar sehingga kinerja dinas pariwisata demi meningkatkan kinerja teknologi informasi yang lebih baik. Dinas pariwisata mencakup inovasi dalam sistem promosi dengan menggunakan teknologi informasi. Namun, untuk mewujudkan kinerja yang profesional diperlukan berbagai usaha, salah satunya dengan pengembangan diri pegawai dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi.
Dampak dari penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan promosi adalah meningkatnya kinerja faktor pariwisata di Kabupaten Semarang. Meningkatnya kinerja Dinas Pariwisata di Kabupaten Semarang tentu tidak lepas dari peran dengan pegawai Dinas Pariwisata tersebut. Dengan inovasi yang telah dilakukan tetapi tuntutan kepada pegawai untuk teknologi informasi masih kurang optimal. Oleh sebab itu, penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan teknologi terhadap kinerja pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Nugroho (2016) dan Handayani, dkk (2018), kemanfaatan teknologi informasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan di mana menunjukkan bahwa kemanfaatan TI mampu meningkatkan produktivitas menjadi lebih efektif, dan pekerjaan menjadi lebih mudah. Sehingga dapat di simpulkan bahwa teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Apabila kemanfaatan TI dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu akan mendukung kinerja karyawan menjadi optimal. Tetapi berbeda dengan penelitian Tsani (2017), yang menyatakan bahwa penggunaan teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena gangguan teknologi sering mengalami gangguan sistem di mana akan menghambat kinerja karyawan. Gangguan tersebut merupakan kesalahan dari sarana dan sistem dalam suatu perusahaan.
Dari uraian di atas penulis tertarik untuk menganalisis pengaruh penggunaan teknologi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pariwisata, sehingga penelitian ini diberi judul “Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang”.
4
Berdasarkan latar belakang masalah maka diperoleh rumusan masalah yaitu apakah teknologi informasi memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai pada dinas pariwisata Kabupaten Semarang ?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk menguji pengaruh penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja pegawai pada dinas pariwisata Kabupaten Semarang.
Berdasarkan rumusan dan tujuan masalah maka di harapkan manfaat penelitian yaitu: 1. Manfaat Teori yaitu penelitian ini merupakan salah satu bukti penulis dalam menerapkan ilmu-ilmu selama perkuliahan sekaligus menggali ilmu pengetahuan dan diharapkan dapat memberikan referensi menguatkan terkait MSDM 2. Manfaat Praktisi yaitu diharapkan menjadi masukan yang berguna dan pertimbangan dalam membuat kebijakan-kebijakan dengan peningkatan dan pemahaman teknologi informasi sehingga dapat meningkatkan kinerja pegawai.
5
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Teknologi
Menurut Lantip dan Rianto (2011), teknologi informasi adalah pengetahuan dibidang informasi berbasis komputer yang perkembangannya tumbuh dengan pesat. Menurut Hamzah dan Nina (2011), teknologi informasi merupakan teknologi yang digunakan manusia yang tujuannya untuk mengolah data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi berkualitas, akurat, relevan serta tepat waktu. Sedangkan menurut Information Technology Association of America (ITAA) dalam Sutarman (2009), teknologi informasi merupakan fungsi perancangan, pengembangan, dukungan serta mengimplementasi manajemen sistem informasi menggunakan komputer. Komputer sangat membantu dalam mengerjakan, mengolah, memproses, menyimpan, melindungi, mentransmisi serta memperoleh informasi secara aman.
Berdasarkan defenisi para ahli di atas, maka dapat peroleh kesimpulan yaitu teknologi informasi adalah ilmu pengetahuan dalam bidang informasi berbasis komputer sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat.
1. Fungsi Teknologi Informasi
Menurut Simarmata (2006), teknologi informasi memiliki enam fungsi, yaitu: a. Menangkap (Capture), yaitu proses penyusunan (record) aktivitas yang terperinci. b. Mengolah (Processing), yaitu proses dalam menganalisis, menghitung, mengumpulkan data dan informasi. c. Menghasilkan (Generating), yaitu menghasilkan dan mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang bermanfaat. d. Menyimpan (Storage), yaitu proses merekam dan menyimpan data beserta informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk masa yang akan datang. e. Mencari kembali (Retrival), yaitu menelusuri dan mendapatkan kembali informasi yang sudah tersimpan untuk pengolahan. f. Transmisi (Transmission), yaitu proses mendistribusikan informasi dari komputer melalui jaringan komunikasi.
6
2. Peranan Teknologi Informasi
Teknologi informasi memiliki peranan penting bagi aktivitas manusia saat ini. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas yang utama bagi kegiatan-kegiatan usaha dan bisnis, dan berdampak baik bagi perubahan-perubahan mendasar dan terstruktur untuk manajemen organisasi/perusahaan. Sehingga, berkat adanya teknologi berbagai kemudahan dapat dirasakan oleh semua kalangan manusia.
Menurut Jogiyanto (2009), peranan teknologi terdiri dari berbagai jenis teknologi yang terdiri dari teknologi komputer, komunikasi dan informasi. Secara garis besar, peranan teknologi terdiri dari: a. Teknologi informasi menggantikan peran manusia, di mana teknologi informasi melakukan otonomi terhadap suatu tugas atau proses. b. Teknologi memperkuat peran manusia, yaitu dengan menyajikan informasi tehadap suatu tugas atau proses. c. Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia, yakni teknologi sebagai melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.
3. Penggunaan Teknologi Informasi
Kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat menyebabkan dunia menjadi tanpa batas (borderless), karena teknologi informasi jangkauannya sangat luas, sehingga teknologi informasi menjadi kebutuhan umum dalam sebuah usaha atau organisasi. Sistem teknologi informasi yang modern dan super canggih telah mengimplementasi banyak perusahaan dan organsisasi dengan biaya besar, namun yang menjad masalah yaitu penggunaan yang masih rendah secara terus menerus dan berkelanjutan. Masih rendahnya penggunaan teknologi informasi di identifikasikan sebagai penyebab utama yang mendasari terjadinya productivity
paradox, yaitu inverstasi yang mahal tetapi menghasilkan return yang rendah.
Efektivitas pemanfaatan teknologi informasi menurunkan (Human Error) seperti lupa, turunnya presisi karena kelelahan, dan lain sebagainya (Hamzah, 2011). Tujuan penggunaan teknologi informasi bagi perusahaan/organisasi adalah untuk mendapatkan rantai nilai dari teknologi informasi yang mempunyai manfaat untuk semua aspek bisnis dengan berorientasi pada peningkatan kerja dan produktivitas
7
perusahaan yang berguna untuk meningkatkan keuntungan yang maksimal dengan resiko seminimal mungkin.
4. Indikator Penggunaan Teknologi Informasi
Menurut Sutarman (2009), penggunaan teknologi informasi terdiri dari 5 (lima) indikator, yaitu: a. Faktor sosial (Social factor), merupakan faktor yang timbulnya atau dipengaruhi oleh lingkungan sosial tempat bekerja. b. Perasaan
(Affect), merupakan faktor yang dipengaruhi perasaan pegawai dalam bekerja,
seperti apakah dalam menjalankan pekerjaannya pegawai merasa senang, tidak senang, serta kenyamananan jika didukung oleh kemajauan teknologi informasi. c. Kesesuaian tugas (Job Fit), yaitu faktor yang menunjukkan apakah terdapat hubungan antara pemanfaatan teknologi informasi dengan kebutuhan yang dikerjakan. d. Konsekuensi jangka panjang, yaitu hasil yang diperoleh dan manfaat dimasa yang akan datang, faktor ini diukur melalui output yang dihasilkan untuk mengetahui apakah mempunyai manfaat jangka panjang atau tidak. e. Kondisi yang memfasilitasi, yaitu faktor ini membantu dan memudahkan pegawai dilingkungan kerja dalam melakukan pekerjaannya.
B. Pengertian Kinerja
Keberhasilan dalam pencapaian tugas terhadap individu seseorang dapat mengarahkan kinerja organisasi. Dalam mempersiapkan dan melaksanakan pengukuran yang dapat memerikan hasil yang optimal tidaklah mudah, mengingat banyaknya hal yang diperlukan dan dipersiapkan dengan sangat teliti. Menurut Mangkunegara (2013) kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan.
Menurut Wibowo (2016), kinerja adalah proses maupun hasil pekerja. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan itu berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Sedangkan menurut Fahmi (2016), kinerja adalah sesuatu yang dikerjakan seseorang untuk hasil yang diperoleh yang bersifat profit
8
Berdasarkan pendapat para ahli di atas maka dapat diperoleh kesimpulan, kinerja yaitu proses yang lakukan seseorang untuk hasil berupa profit oriented dan
non oriented.
Kinerja dipengaruhi oleh 7 (tujuh) faktor menurut Setianto, dkk (2008), yaitu sebagai berikut: 1. Faktor tujuan, yaitu menilai kemampuan anggota kelompok, tujuan dan komitmen untuk mencapainya. 2. Faktor manajemen, yaitu menilai peran, tanggung jawab, tugas dan pelaksanaan suatu individu atau kelompok. 3. Faktor dasar kelompok, yaitu menilai apa saja yang menjadi komponen dasar kinerja. 4. Faktor proses dalam kelompok, yaitu menilai dalam hal pengerjaan yang dilakukan oleh kelompok. 5. Faktor semangat kelompok, yaitu menilai tentang kepercayaan diri, semangat dan antusias yang dimiliki dalam suatu kelompok/organisasi. 6. Faktor pembelajaran, yaitu menilai hasil yang telah dikerjakan atau dicapai suatu kelompok. 7. Faktor pembelajaran kelompok, yaitu menilai kemampuan suatu kelompok untuk belajaran dan mengupgrade kemampuan kelompok tersebut.
Sementara menurut Kasmir (2017), faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja dipengaruhi oleh 8 (delapan) faktor yaitu: 1. Kemampuan dan keahlian, yatiu kemampuan/skill yang dimiliki seseorang dalam melakukan suatu pekerjaannya. 2. Pengetahuan, yaitu pengetahuan tentang pekerjaan seseorang. 3. Rancangan kerja, yaitu merupakan rancangan yang akan memudahkan karyawan dalam mencapai tujuannya. 4. Kepribadian, yaitu merupakan karakter yang dimiliki seseorang. 5. Motivasi kerja, yaitu dorongan bagi seseorang untuk melakukan pekerjaannya. 6. Kepemimpinan, yaitu perilaku seseorang pemimpin dalam mengatur, mengelola dan memerintah bawahannya untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. 7. Gaya kepemimpinan, yaitu gaya/sikap seorang pemimpin dalam memerintah bawahannya. 8. Budaya organisasi, yaitu kebiasaan-kebiasaan / norma-norma yang berlaku dan dimiliki suatu organisasi atau perusahaan.
9
1. Indikator Kinerja
Menurut Mangkunegara (2013), kinerja memiliki beberapa indikator, yaitu: a. Kualitas Kerja, yaitu hasil kerja yang di didasarkan pada standar yang telah ditetapkan diukur melalui ketepatan, ketelitian, keterampilan dan keberhasilan kerja seseorang. b. Kuantitas, kuantitas dari seorang karyawan. c. Keandalan, yaitu dapat tidaknya pegawai tersebut diandalkan dan bagaimana kemampuan pegawai dalam mengikuti instruksi yang diberikan. d. Kehadiran, yaitu bagaimana pegawai dalam bekerja dapat diukur melalui kehadiran setiap hari ketempat kerja. e. Kemampuan bekerja sama, yaitu bagaiamana pegawai dapat saling bekerja sama antara sesama pegawai dalam mengerjakan pekerjaan yang diberikan.
2. Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja
Kehadiran teknologi informasi mendorong perubahan manajemen secara keseluruhan dan pendekatan organisasi kepada sesama pegawai. Perubahan yang terjadi tentu saja akan berdampak pada inovasi dalam mengelola layanan yang ada. Beberapa literatur menyebutkan bahwa terdapat keunggulana dari penggunaan teknologi informasi antara lain sebagai alat untuk bertransaksi, mengolah data, menyimpan dan memperoleh data dalam jumlah besar dengan cepat, serta menjadi alat bantu dalam mengambil keputusan yang terstruktur.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Nugroho (2016) dan Handayani, dkk (2018), kemanfaatan teknologi informasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa kemanfaatan TI mampu meningkatkan produktivitas menjadi lebih efektif, dan pekerjaan menjadi lebih mudah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Apabila kemanfaatan TI dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu akan mendukung kinerja karyawan menjadi optimal.
Hariyani (2014), meneliti dan didapat hasil bahwa pada era globalisasi seperti saat ini, pegawai hendaknya berupaya agar dirinya dapat menguasai teknologi informasi dengan tujuan dapat mengembangkan kemampuan diri dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan diri dan organisasi di mana dia bekerja. Sedangkan penelitian Wahyuni (2018), teknologi informasi berpengaruh positif
10
terhadap kegiatan-kegiatan atau aktivitas karyawan melaksanakan tugasnya sehingga meningkatkan kinerja karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya dihampir semua elemen diperusahaan seperti pemasaran, personalia bahkan manajemen puncak.
Dalam hal ini, salat satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah teknologi informasi. Penggunaan teknologi informasi khususnya yang menyangkut pemanfaatan di ukur berdasarkan ketergantungan pemakai terhadap sistem informasi yang ada untuk melaksanakan tugas dan kinerjanya.
Dari uraian di atas, maka dapat dirumuskan variabel sebagai berikut: Hi : Teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada
Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang.
Gambar II-1. Model Kerangka Konseptual
3. Pengukuran Variabel
Menurut Sugiyono (2011), variabel penelitian adalah suatu atibut/sifat dari orang dan objek penelitian yang menjadi titik perhatian dalam penelitian dan kegiatan tertentu yang diterapkan untuk dipelajari dan diperoleh kesimpulannya. Penelitian ini terdiri dari variabel dependen (terikat) dan independen (bebas).
Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau sebab timbulnya variabel independen. Yang menjadi variabel independen dalam penelitian ini yaitu : Teknologi Informasi (X). Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atas akibat karena adanya variabel bebas. Yang menjadi variabel dependen dalam penelitian ini yaitu: Kinerja Pegawai (Y)
Teknologi Informasi
Kinerja Pegawai
11
Tabel II-1. Operasional Variabel
No Variabel Definisi Variabel Dimensi Indikator
1 Teknologi Informasi (X) Teknologi informasi merupakan fungsi perancangan, pengembangan, dukungan serta mengimplementasi manajemen sistem informasi menggunakan komputer. Komputer sangat membantu dalam mengerjakan, mengolah, memproses, menyimpan, melindungi, mentransmisi serta memperoleh informasi secara aman. (Sutarman, 2009)
1. Faktor sosial (Social
Factor)
1. Pihak perusahaan mengembangkan bahan ajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk memudahkan karyawan menggunakan perangkat yang ada secara optimal
2. Teknologi informasi dapat membantu para pimpinan sehingga dapat lebih mudah dalam berinteraksi dan menyampaikan informasi terhadap pegawai
2. Perasaan (Affect)
1. Teknologi informasi yang digunakan Dinas Pariwisata telah memiliki
software yang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam
memperoleh informasi dan pengambilan keputusan
2. Berkat adanya teknologi informasi yang dapat mendukung kerja saya menjadi lebih baik sehingga saya senang dalam melakukan pekerjaan
3. Konsekuensi jangka panjang
1. Teknologi informasi pada Dinas Pariwisata sangat memudahkan membuat laporan sesuai dengan kebutuhan saya
2. Jenis teknologi yang di gunakan dapat di upgrade/perbaharui programnya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan saya
4. Kesesuaian tugas (Job
fit)
1. Teknologi yang ada di Dinas Pariwisata dapat membantu dalam meningkatkan daya saing dalam menarik minat masyarakat karena selalu dapat beradaptasi terhadap perubahan.
2. Teknologi yang tersedia dapat membantu saudara dalam mempromosikan serta untuk mengetahui keluhan-keluhan dari masyarakat
5. Kondisi yang memfasilitasi
1. Teknologi yang ada di Dinas Pariwisata dilengkapi fasilitas yang cukup baik (Software, Jaringan Internet, dll)
2. Fasilitas yang cukup baik dapat membantu dan memudahkan saya dalam melakukan pekerjaan
12
2
Kinerja Pegawai (Y)
Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang
karyawan dalam
melaksanakan
tugasnya sesuai
dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya.
(Mangkunegara, 2013)
1. Kualitas kerja
1. Pegawai selalu lebih cepat dan rapi dalam bekerja dan dalam mengerjakan pekerjaan
2. Pegawai terampil dan teliti dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsi
2. Kuantitas kerja 1. Perusahaan selalu mengevaluasi standar yang ditetapkan agar pekerjaan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan selalu tepat
3. Keandalan
1. Pegawai mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja baik di dalam maupun di lapangan.
2. Pegawai merasa kenyamanan dengan sistem kerja yang diterapkan oleh perusahaan
3. Pegawai tidak pernah mengeluh dalam mengerjakan pekerjaan
4. Kehadiran
1. Pegawai selalu hadir bekerja tepat waktu dan dalam kegiatan ataupun acara-acara yang diprogramkan di kantor
2. Pegawai mengambil hak cuti saya sebaik-baiknya 5. Kemampuan bekerja
sama
1. Pegawai memiliki rekan kerja yang membantu dalam melakukan proses kegiatan pekerjaaan.
2. Rekan sekerja memiliki peranan penting terhadap pekerjaan saya. Sumber: Data Primer (2019)
13
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Pendekatan deskriptif menurut Gunawan (2017), yaitu mengubah kumpulan data mentah menjadi lebih mudah dipahami dalam bentuk uji multikinformasi yang lebih ringkas. Penelitian kuantitatif yaitu sarana untuk menguji teori objektif dengan memeriksa hubungan antar variabel (Kurniawan, 2015). Dalam teknik analisis data, metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana.
1. Objek Penelitian
Objek yang dipilih dalam penelitian ini adalah Karyawan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang yang beralamat di jalan Diponegoro no. 202. Telp (024) 921424, 6921463, Fax (024) 6921424, Gedang anak – Ungaran Barat – Kode Pos 50519.
2. Populasi dan Sampel
Menurut Sutopo (2017), populasi adalah seluruh kumpulan objek atau orang yang akan ditelit. Populasi terdiri dari 2 sifat, yang pertama bersifat terukur
(countable) dan yang kedua bersifat tidak terukur (uncountable). Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh pegawai dinas pariwisata yang berjumlah 40 orang. Menurut Sutopo (2017), sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut untuk dijadikan sampel. Dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling atau sampel jenuh yaitu teknik ini digunakan jika jumlah subjeknya kurang dari 100 orang/responden, sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang.
3. Teknik Pengambilan Data
Menurut Sekaran dan Bougie (2016), teknik pengambilan data bertujuan untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang telah diuraikan dan bahan yang diperlukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu:
14
a. Wawancara (Interview), memperoleh data dan informas yang akuran dengan mengajukan pertanyaan langsung ke responden. Di mana dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara langsung ke pihak-pihak yang bersangkutan yaitu Pegawai dinas pariwisata Kabupaten Semarang.
b. Kuesioner (Qoustionaire), menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan cara memilih alternative jawaban yang sudah disediakan. Di mana dalam hal ini penulis melakuka penyebaran kuesioner kepada pegawai dinas pariwisata Kabupaten Semarang.
B. Teknik Analisis Data 1. Uji Validitas
Menurut Sekaran dan Bougie (2016), uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya data. Data dapat dikatakan valid bila pertanyaan kuesioner dapat mengungkapkan suatu yang diukur dengan melakukan uji signifikan. Uji signifikan dilakukan dengan membandingkan rhitung jika lebih besar
dari rtabel maka indikator dinyatakan valid dan sebaliknya jika rhitung lebih kecil dari
rtabel maka indikator dinyatakan tidak valid. Pengujian ini menggunakan program
SPSS dengan kriteria sebagai berikut:
a. Jika rhitung > rtabel maka pertanyaan di nyatakan valid
b. Jika rhitung < rtabel maka pertanyaan di nyatakan tidak valid
2. Uji Reliabilitas
Menurut Sugiyono (2016), uji reliabilitas yaitu uji yang digunakan untuk mengetahui konsistensi dan kestabilan suatu alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat dihandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut di ulang. Pengujian dengan menggukana SPSS vers 24. Alat ukur dinyatakan reliabel jika nilai cronbach alpha > 0.6.
15
C. Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik sangat diperlukan untuk mengetahui apakah hasil estimasi dalam sebuah regresi yang dilakukan terdapat atau bebas dari adanya gejala heteroskestisitas, multikolonieritas dan gejala normalitas.
1. Uji Normalitas
Menurut pandangan statistka distribusi variable pada populasi mengikuti distribusi normal. Distribusi normsl menurut Gunawan (2017) adalah bentuk distribusi yang memusat ditengah (mean, mede, median yang berada ditengah). Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah sampel mewakili distribusi sebuah populasi. Jika distribusi sampel adalah normal, maka dapat dikatakan sampel yang di ambil mewakili populasi. Prinsip uji distribusi adalah membandingkan antara distribusi data yang didapatkan (observed) dan distribusi data normal (expected).
2. Uji Heteroskedastisitas
Salkind dalam Gunawan (2017) mengemukakan bahwa heteroskedastisitas
is perhaps most often considered in cases of linear regression thouh the origin, although that is by no means the limitation of its usefulness. Heteroskedastisitas
artinya varians variabel dalam model tidak sama. Konsekuensi heteroskedastisitas dalam model regresi menurut Karim dan Hadi dalam Gunawan (2017) adalah penaksiran yang diperoleh tidak efisien, baik dalam sampel kecil maupun dalam sampel besar. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melihat adanya kasus heteroskedastisitas adalah dengan memperhatikan plot dari sebaran residual (*ZRESID) dan variabel yang diprediksikan (*ZPRED). Jika sebaran titik-titik dalam plot tidak menunjukkan adanya suatu pola tertentu, maka dapat dikatakan bahwa model terbebas dari asumsi heteroskedastisitas.
3. Uji Regresi Linear Sederhana
Jika pola hubungan hanya melibatkan satu variabel prediktor dan satu variabel kriterium, maka hubungan linear untuk keduanya adalah regresi sederhana (Gunawan, 2017)
16
Y= a + bx
Keterangan:Y : Kinerja
a : Konstanta
b : Koefisien variabel Teknologi informasi x : Variabel Teknologi informasi
4. Uji Hipotesis
Dalam penelitian ini, terdapat beberapa uji hipotesis yang berfungsi menunjukkan dugaan sementara terhadap hasil dari penelitian yang dilakukan ini. Untuk menguji hipotesis tersebut maka yang digunakan yaitu uji parsial (uji-t) dan uji simultan (uji-f).
5. Uji Koefisien Korelasi Determinasi (R2)
Menurut Kurniawan (2014), koefisien korelasi berguna mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen. Jika nilai koefisien determinasi kecil berarti variabel bebas memiliki kemampuan dalam menjelaskan variabel terikat terbatas. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Jika nilai R2 yang kecil berarti variabel bebas dalam menjelaskan variasi
17
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Profil Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang
Sejak 4 abad yang lalu dimasa Pajang-Mataram, Kabupaten Semarang telah ada dengan ibukota Semarang. Pada jaman itu "Gemente" (Kotapraja) belum ada. Ki Pandan Arang II atau dikenal sebagai Raden Kaji Kasepuhan (1547-1553) merupakan Bupati Semarang yang pertama, dinobatkan tanggal 2 Mei 1547, berkuasa hingga tahun 1574 dan mendapat pengesahan Sultan Hadiwijaya. Pada masa itu berhasil membuat bangunan yang dipergunakan sebagai pusat kegiatan pemerintah kabupaten. Pada jaman Pemerintahan Bupati R.M. Soebiyono, "Gemente (Kotapraja)" Semarang lahir, yaitu tepat tahun 1906. Berdasarkan Stadblad tahun 1906 S.O 120 dibentuklah pemerintahan kota. Pemerintah Kabupaten Semarang yang dipimpim oleh seorang Bupati dan Pemerintah Kotapraja untuk wilayah Semarang yang dipimpin oleh seorang Burgenmester. Dan semenjak itulah terjadi pemisahan antara Kabupaten Semarang dengan Kotapraja Semarang hingga saat ini. Berdasarkan UU no 13/1950 tentang Pembentukan Kabupaten-kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Tengah, Kota Semarang ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Semarang. Namun Kota Semarang adalah kotamadya yang memiliki pemerintahan sendiri, ditinjau dari segi pemerintahan Kota Semarang sebagai ibukota Kabupaten sangatlah kurang menguntungkan, maka timbullah gagasan untuk memindahkan ibukota Kabupaten Semarang ke Kota Ungaran yang pada saat itu masih dalam status kawedanan. Dilakukan pembenahan, tanggal 30 Juli 1979 oleh Bupati Kepala Daerah Tk. II Semarang diusulkan oleh Pemerintah Pusat melalui Gubernur, agar Kota Ungaran secara definitif ditetapkan sebagai ibukota Pemerintah Kabupaten Dati II Semarang. Dan ditetapkan dengan PP no 29/1983 tentang Penetapan Status Kota Ungaran sebagai Ibukota Pemerintah Kabupaten Dati II Semarang, yang berlaku peresmiannya tanggal 20 Desember 1983, yang terjadi pada masa pemerintahan Bupati Ir. Soesmono Martosiswojo (1979-1985).
18
Dinas Pariwisata adalah sebuah dinas yang di bentuk oleh pemerintah Kabupaten Semarang dengan fungsi pokok mengurusi masalah Kepariwisataan di Kabupaten Semarang. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah merupakan gabungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.
Susunan organisasi di Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang yaitu satu orang Kepala Dinas di bantu oleh Sekretaris Dinas dan di bawahnya ada lima bidang antara lain :
1. Bidang Umum dan Kepegawaian 2. Bidang PerencanaanKeuangan (PRK) 3. Bidang Pemasaran
4. Bidang Destinasi Pariwisata 5. Bidang Pengembangan Industri
2. Logo Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang
19
a. Makna Logo Dinas Pariwisata
1. Lambang Daerah
Lambang Kabupaten Semarang berbentuk perisai bersudut lima. Didalam perisai terlukis bintang persegi lima, disebelah kanan rangkaian kapas dan sebelah kiri setangkai padi. Lukisan gunung adalah gunung Kendalisodo dengan warna hijau berarti perkebunan dan warna hitam berarti pabrik.
2. Sedangkan Lukisan "Rawa Pening" sebagai pembangkit tenaga listrik dan ditengah ada bambu runcing yang melambangkan perjuangan rakyat Kabupaten Semarang dalam mengusir penjajah.
3. Pada tanggal 14 Desember 1944 merupakan hari bersejarah bagi kota Ambarawa yang dijadikan Hari Infanteri Nasional. Adapun Lukisan Candi Siwa menggambarkan peninggalan kuno abad VII.
4. Tanda pengenal Kabupaten Semarang menunjukan bahwa potensi yang terkandung di wilayah Kabupaten Semarang daerah sumber air, tenaga listrik, obyek wisata dan budaya, pangan, sayur dan buah.
5. Dibawah bentuk perisai Lambang Daerah di tulis " DHARMOTTAMA SATYA PRAJA " mempunyai arti " Berbuat yang terbaik untuk kepentingan rakyat " merupakan sesanti guna mewujudkan upaya nyata dari Visi tersebut diatas.
3. Visi dan Misi Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang
a. Visi
Terciptanya Sumber Daya dan Pariwisata Yang Berdaya Saing
b. Misi
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manuasia , alam ,buatan dan budaya 2. Meningkatkan kapasitas promosi pariwisata kabupaten semarang kepada
wisatawan secara ekti , inovatif dan kreatif serta meningkatkan kerja sama dengan pihak ketiga
20
B. Hasil Penelitian
Penelitan ini menggunakan data primer yang diperoleh dengan cara membagikan kuesioner kepada pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang khususnya pegawai dengan jumlah 40 responden.
1. Karakteristik Responden
Karakteristik responden dalam penelitian ini menganalisis mengenai jenis kelamin, usia, pendidikan, dan masa kerja. Hasil analisis ditunjukkan dengan tabel-tabel berikut ini :
a. Jenis Kelamin
Data ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jenis kelamin yang menjadi responden dalam penelitian ini. Karakteristik jenis kelamin pada penelitian ini yaitu responden dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 20 responden (50%), sedangkan responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 20 responden (50%). Dapat disimpulkan bahwa jumlah pegawai laki-laki sebanding dengan jumlah pegawai perempuan.
b. Usia
Data ini bertujuan untuk mengetahui usia seseorang yang menjadi responden pada penelitian ini. Deskripsi karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel berikut ini, yaitu :
Usia
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 20 – 30 18 45,0 45,0 45,0
31 – 40 6 15,0 15,0 60,0
41 – 50 4 10,0 10,0 70,0
51 – 60 12 30,0 30,0 100,0
Total 40 100,0 100,0
21
Dari tabel usia di atas terdapat 18 responden yang berusia antara 20 sampai 30 tahun (45%). 6 responden yang berusia antara 31 sampai 40 tahun (15%). 4 responden yang berusia antara 41 sampai 50 tahun (10%). 12 responden yang berusia antara 51 sampai 60 tahun (30%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berusia antara 20 sampai 30 tahun (45%).
c. Pendidikan
Data ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan terakhir dari responden. Karakteristik pendidikan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid SMU/SMK 4 10,0 10,0 10,0
Diploma 3 9 22,5 22,5 32,5
S1 24 60,0 60,0 92,5
S2 3 7,5 7,5 100,0
Total 40 100,0 100,0
Sumber : Data Primer yang diolah, 2019
Dari tabel pendidikan diatas terdapat 3 responden berpendidikan S2 (7,5%). 24 responden berpendidikan S1 (60%). 9 responden berpendidikan Diploma 3 (22,5%). 4 responden berpendidikan SMU/SMK (10%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden berpendidikan S1 yaitu 24 responden (60%).
2. Analisis Deskriptif Variabel
Analisis deskriptif variabel bertujuan untuk mengiterpretasikan distribusi frekuensi jawaban responden dari data yang diperoleh. Dalam penelitian ini jawaban responden dikategorikan menggunakan skala likert. Berikut ini adalah tabel skala kategori nilai rata-rata atau nilai skor jawaban responden, yaitu:
Range Kriteria
Teknologi Informasi Kinerja Pegawai
1-1,8 Sangat Kurang Sangat Rendah
1,9-2,6 Kurang Rendah
2,7-3,4 Cukup Baik Cukup Rendah
3,5-4,2 Baik Tinggi
22
a. Teknologi Informasi
Variabel teknologi informasi dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan 10 (sepuluh) indikator dengan 5 (lima) pilihan jawaban STS s/d SS dengan skor jawaban 1 s/d 5, berikut hasilnya yaitu:
Tabel IV-1. Distribusi Tanggapan Responden Teknologi Informasi
No Pernyataan Mean Kategori
1
Pihak perusahaan mengembangkan bahan ajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk memudahkan karyawan menggunakan perangkat yang ada secara optimal
3,75 Baik
2
Teknologi informasi dapat membantu para pimpinan sehingga dapat lebih mudah dalam berinteraksi dan menyampaikan informasi terhadap pegawai
4,08 Baik
3
Teknologi informasi yang digunakan Dinas Pariwisata telah memiliki software yang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam memperoleh informasi dan pengambilan keputusan
3,63 Baik
4
Berkat adanya teknologi informasi yang dapat mendukung kerja saya menjadi lebih baik sehingga saya senang dalam melakukan pekerjaan
3,98 Baik
5
Teknologi informasi pada Dinas Pariwisata sangat memudahkan membuat laporan sesuai dengan kebutuhan saya.
4,00 Baik
6
Jenis teknologi yang di gunakan dapat di
upgrade/perbaharui programnya untuk menyesuaikan
dengan kebutuhan pekerjaan saya.
3,88 Baik
7
Teknologi yang ada di Dinas Pariwisata dapat membantu dalam meningkatkan daya saing dalam menarik minat masyarakat karena selalu dapat beradaptasi terhadap perubahan.
3,98 Baik
8
Teknologi yang tersedia dapat membantu saudara dalam mempromosikan serta untuk mengetahui keluhan-keluhan dari masyarakat
3,65 Baik
9
Teknologi yang ada di Dinas Pariwisata dilengkapi fasilitas yang cukup baik (Software, Jaringan Internet, dll)
3,98 Baik
10 Fasilitas yang cukup baik dapat membantu dan
memudahkan saya dalam melakukan pekerjaan 4,05 Baik
Rata-Rata Skor Jawaban 38,90 Baik
23
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden adalah sebesar 38,90 yang artinya berdasarkan variabel teknologi informasi pada pegawai Dinas Pariwisata Kab. Semarang dinilai “Baik”. Sementara dari seluruh indikator secara keseluruhan juga menunjukkan penilaian “Baik”.
Tabel IV-2. Indikator Faktor sosial (Social Factor)
No Penyataan Mean Kategori
1 Pihak perusahaan mengembangkan bahan ajar
berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk memudahkan karyawan menggunakan perangkat yang ada secara optimal
3,75 Baik
2 Teknologi informasi dapat membantu para pimpinan sehingga dapat lebih mudah dalam berinteraksi dan
menyampaikan informasi terhadap pegawai 4,08 Baik
Rata-Rata 3,91 Baik
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden pada indikator Faktor sosial adalah sebesar 3,91 yang artinya berdasarkan variabel teknologi informasi pada indikator Faktor sosial dinilai “Baik”.
Tabel IV-3. Indikator Perasaan (Affect)
No Penyataan Mean Kategori
1 Teknologi informasi yang digunakan Dinas Pariwisata telah memiliki software yang
memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam memperoleh informasi dan pengambilan keputusan
3,63 Baik
2 Berkat adanya teknologi informasi yang dapat mendukung kerja saya menjadi lebih baik sehingga
saya senang dalam melakukan pekerjaan 3,98 Baik
Rata-Rata 3,80 Baik
24
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden pada indikator perasaan adalah sebesar 3,80 yang artinya berdasarkan variabel teknologi informasi pada indikator Perasaan dinilai “Baik”.
Tabel IV-4. Indikator Kesesuaian Tugas
No Penyataan Mean Kategori
1 Teknologi informasi pada Dinas Pariwisata sangat memudahkan membuat laporan sesuai dengan kebutuhan saya.
4,00 Baik
2 Jenis teknologi yang di gunakan dapat di
upgrade/perbaharui programnya untuk menyesuaikan
dengan kebutuhan pekerjaan saya.
3,88 Baik
Rata-Rata 3,94 Baik
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden pada indikator kesesuaian tugas adalah sebesar 3,94 yang artinya berdasarkan variabel teknologi informasi pada indikator kesesuaian tugas dinilai “Baik”.
Tabel IV-5. Indikator Konsekuensi Jangka Panjang
No Penyataan Mean Kategori
1
Teknologi yang ada di Dinas Pariwisata dapat membantu dalam meningkatkan daya saing dalam menarik minat masyarakat karena selalu dapat beradaptasi terhadap perubahan.
3,98 Baik
2
Teknologi yang tersedia dapat membantu saudara dalam mempromosikan serta untuk mengetahui keluhan-keluhan dari masyarakat
3,65 Baik
Rata-Rata 3,81 Baik
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden pada indikator konsekuensi jangka panjang adalah sebesar 3,81 yang artinya berdasarkan variabel teknologi informasi pada indikator konsekuensi jangka panjang dinilai “Baik”.
25
Tabel IV-6. Indikator Kondisi Yang Memfasilitas
1
Teknologi yang ada di Dinas Pariwisata dilengkapi fasilitas yang cukup baik (Software, Jaringan Internet, dll)
3,98 Baik
2 Fasilitas yang cukup baik dapat membantu dan
memudahkan saya dalam melakukan pekerjaan 4,05 Baik
Rata-Rata 4,01 Baik
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden pada indikator kondisi yang memfasilitasi adalah sebesar 4,01 yang artinya berdasarkan variabel teknologi informasi pada indikator kondisi yang memfasilitas dinilai “Baik”.
Dari perhitungan rata-rata dapat dilihat bahwa indikator teknologi informasi sudah baik dan indikator yang memiliki pengaruh paling rendah yaitu pada indikator perasaan (affect) dan indikator yang memiliki pengaruh paling tinggi yaitu indikator kondisi yang memfasilitas.
b. Kinerja Pegawai
Kinerja pegawai dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan 10 (sepuluh) indikator dengan 5 (lima) pilihan jawaban STS s/d SS dengan skor jawaban 1 s/d 5, berikut hasilnya, yaitu:
Tabel IV-7. Kinerja Pegawai
No Pernyataan Mean Kategori
1 Saya selalu lebih cepat dan rapi dalam bekerja dan
dalam mengerjakan pekerjaan. 4,18 Tinggi
2 Saya terampil dan teliti dalam melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsi 3,85 Tinggi
3
Perusahaan selalu mengevaluasi standar yang ditetapkan agar pekerjaan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan selalu tepat
3,98 Tinggi
4
Saya mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja baik di dalam maupun di lapangan.
4,10 Tinggi
5 Saya merasa kenyamanan dengan sistem kerja yang
diterapkan oleh perusahaan. 3,65 Tinggi
6 Saya tidak pernah mengeluh dalam mengerjakan
26
7
Saya selalu hadir bekerja tepat waktu dan dalam kegiatan ataupun acara-acara yang diprogramkan di kantor
3,98 Tinggi
8 Saya mengambil hak cuti saya sebaik-baiknya. 3,83 Tinggi
9 Saya memiliki rekan kerja yang membantu dalam
melakukan proses kegiatan pekerjaaan. 3,95 Tinggi
10 Rekan sekerja saya memiliki peranan penting terhadap
pekerjaan saya. 3,75 Tinggi
Rata-Rata Skor Jawaban 39,17 Tinggi
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden adalah sebesar 39,17 yang artinya berdasarkan variabel kinerja pada pegawai Dinas Pariwisata Kab. Semarang dinilai “Tinggi”. Sementara dari seluruh indikator secara keseluruhan juga menunjukkan penilaian “Tinggi”.
Tabel IV-8. Indikator Kualitas
No Pernyataan Mean Kategori
1
Saya selalu lebih cepat dan rapi dalam bekerja dan
dalam mengerjakan pekerjaan. 4,18 Tinggi
2
Saya terampil dan teliti dalam melaksanakan
pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsi 3,85 Tinggi
Rata-Rata 4,01 Tinggi
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden pada indikator kualitas adalah sebesar 4,01 yang artinya berdasarkan variabel kinerja pada indikator kualitas dinilai “Baik”.
Tabel IV-9. Indikator Kuantitas
3
Perusahaan selalu mengevaluasi standar yang ditetapkan agar pekerjaan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan selalu tepat
3,98 Tinggi
Rata-Rata 3,98 Tinggi
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden pada indikator kuantitas adalah sebesar 4,01 yang artinya berdasarkan variabel kinerja pada indikator kuantitas dinilai “Baik”.
27
Tabel IV-10. Indikator Keandalan
4
Saya mampu beradaptasi dengan perubahan
lingkungan kerja baik di dalam maupun di lapangan. 4,10 Tinggi
5
Saya merasa kenyamanan dengan sistem kerja yang
diterapkan oleh perusahaan. 3,65 Tinggi
6
Saya tidak pernah mengeluh dalam mengerjakan
pekerjaan. 3,93 Tinggi
Rata-Rata 3,89 Tinggi
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden pada indikator keandalan adalah sebesar 4,01 yang artinya berdasarkan variabel kinerja pada indikator keandalan dinilai “Baik”.
Tabel IV-11. Indikator Kehadiran
7
Saya selalu hadir bekerja tepat waktu dan dalam kegiatan ataupun acara-acara yang diprogramkan di kantor
3,98 Tinggi
8 Saya mengambil hak cuti saya sebaik-baiknya. 3,83 Tinggi
Rata-Rata 3,90 Tinggi
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden pada indikator kehadiran adalah sebesar 3,90 yang artinya berdasarkan variabel kinerja pada indikator kehadiran dinilai “Baik”.
Tabel IV-12. Indikator Kemampuan
9
Saya memiliki rekan kerja yang membantu dalam
melakukan proses kegiatan pekerjaaan. 3,95 Tinggi
10
Rekan sekerja saya memiliki peranan penting terhadap
pekerjaan saya. 3,75 Tinggi
Rata-Rata 3,85 Tinggi
Sumber: Data Diolah SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata tanggapan responden adalah sebesar 4,01 yang artinya berdasarkan variabel kinerja pada indikator kemampuan dinilai “Baik”.
28
Dari perhitungan rata-rata dapat dilihat bahwa indikator kinerja sudah baik dan indikator yang memiliki pengaruh paling rendah yaitu pada indikator kemampuan dan indikator yang memiliki pengaruh paling tinggi yaitu indikator kualitas.
C. Hasil Analisis Uji
Dalam penelitian ini menggunakan analisis uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan uji regresi sederhana. Berikut hasil pengujian menggunakan SPSS 21, yaitu :
1. Uji Validitas
Uji Validitas dalam penelitian ini menggunakan kolerasi Product Moment
Pearson pada tingkat kepercayaan (significance level) sebesar α = 0,05 atau
5%. Berikut data yang diperoleh, yaitu :
Tabel IV-13.Tanggapan Responden Berdasarkan Variabel Teknologi Informasi
Sumber: Data diolah SPSS, 2019
Tabel IV-14. Tanggapan Responden Berdasarkan Variabel Kinerja Karyawan
Variabel Nilai R Hitung Nilai R
tabel
Nilai Sig. Keputusan
X1.1 0,355 0.3120 0.025 Valid X1.2 0,390 0.3120 0.013 Valid X1.3 0,473 0.3120 0.002 Valid X1.4 0,612 0.3120 0.000 Valid X1.5 0,778 0.3120 0.000 Valid X1.6 0,759 0.3120 0.000 Valid X1.7 0,776 0.3120 0.000 Valid X1.8 0,698 0.3120 0.000 Valid X1.9 0,735 0.3120 0.000 Valid X1.10 0,733 0.3120 0,000 Valid
Variabel Nilai R Hitung Nilai R
tabel
Nilai Sig. Keputusan
Y1.1 0,482 0.3120 0.002 Valid
Y1.2 0,626 0.3120 0.000 Valid
29
Sumber: Data diolah SPSS, 2019
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa data variabel X dan Y valid dan kemudian dapat diuji reliabilitasnya.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan (significance level) sebesar α = 0,05 atau 5%, suatu variabel dikatakan reliabel jika memiliki nilai cronbach’s alpha (α) ≥ 0,6. Berikut hasil yang diperoleh, yaitu:
Tabel IV-15.Uji Reliabilitas Variabel Teknologi Informasi
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,831 10
Sumber: Hasil SPSS, 2019
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa data beban kerja reliabel karena nilai
Cronbach’s Alpha 0,831 ≥ 0,6.
3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji Normalitas dalam penelitian ini menggunakan metode P-Plot dimana jika data terdistribusi normal maka data atau titik akan menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, namun jika data tidak terdistribusi normal maka data atau titik akan mengumpul dan tidak mengikuti arah garis diagonal. Berikut hasil yang diperoleh, yaitu :
Y1.4 0,327 0.3120 0.040 Valid Y1.5 0,698 0.3120 0.000 Valid Y1.6 0,660 0.3120 0.000 Valid Y1.7 0,749 0.3120 0.000 Valid Y1.8 0,369 0.3120 0.019 Valid Y1.9 0,343 0.3120 0.010 Valid Y1.10 0,355 0.3120 0,025 Valid
30
Gambar IV-2. Grafik Distribusi Normal P-Plot Sumber: Hasil SPSS, 2019
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal karena data data atau titik akan menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.
b. Uji Heteroskedasitas
Uji Heteroskedasitas dalam penelitian ini menggunakan metode pola scatterplots dimana data dikatakan tidak terjadi masalah heteroskedasitas jika titik data menyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0 serta tidak berbentuk pola. Berikut hasil yang diperoleh, yaitu :
Gambar IV-3. Grafik Scaterplot Sumber: Hasil SPSS, 2019
31
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi masalah heteroskedasitas karena tititik data menyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0 serta tidak berbentuk pola.
4. Uji Regresi Linear Sederhana
Dengan menggunakan model analisis regresi linear sederhana sebagai berikut: Y = a + b1X1 + e Dimana : Y : Kinerja Karyawan a : Konstanta, b1 : Koefisien regresi X1 : Teknologi Informasi e : error.
Tabel IV-166.Uji Regresi Linear Sederhana
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 16,176 2,993 5,404 ,000
Teknologi Informasi
,591 ,076 ,782 7,743 ,000 1,000 1,000 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber: Hasil SPSS, 2019
Persamaan : Y = 16,176 + 0,591 Teknologi Informasi + 0,076
1. Konstanta (a) = 16,176
Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana di atas, bahwa kinerja sebesar 16,176 jika variabel lain dianggap konstan.
2. Koefisien X1 (b1) = 0,591
Menunjukan bahwa hubungan positif antara teknologi informasi dengan kinerja sebesar 0,591. Jika terjadi kenaikan satu satuan (1%) pada variabel teknologi informasi (X1), sementara variabel lain dianggap konstan maka kinerja akan
meningkat sebesar 59,1%.
32 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Chang e di m e ns i o n0 1 ,782 a ,612 ,602 2,343 ,612 59,947 1 38 ,000
a. Predictors: (Constant), Teknologi Informasi b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber: Hasil SPSS, 2019
Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa nilai R square adalah 0,612 artinya pengaruh variabel Teknologi Informasi terhadap Kinerja karyawan sebesar 61,2% dan sisanya 39,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
5. Uji Parsial
Uji ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi informasi dan kinerja pegawai secara parsial (X terhadap Y). Kriteria pengujian uji parsial yaitu:
a. Bila thitung > ttabel dan nilai signifikan < 0,05, maka variabel independen (X)
secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen (Y)
b. Bila thitung < ttabel dan nilai signifikan > 0,05, maka variabel independen (X)
secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (Y)
Nilai ttabel dilihat dari nilai df = n-k-1 dengan derajat kebebasan 5% (0.05).
Jumlah sampel penelitian (n) = 40, jumlah variabel bebas dan terikat (k) = 3 dan
dan α = 0.05 (5%). Sehingga diperoleh nilai ttabel dengan df = 40-2-1 = 37 dengan
α = 0.05 adalah sebesar 2.026. Hasil uji parsial pada penelitian ini adalah: Tabel IV-188.Uji Parsial
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 16,176 2,993 5,404 ,000 Teknologi Informasi ,591 ,076 ,782 7,743 ,000 a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber: Hasil SPSS, 2019
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai thitung 7,743 > ttabel 2,026
33
informasi secara parsial berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada dinas pariwisata Kabupaten Semarang.
D. Pembahasan
Pada pembahasan untuk menjelaskan mengenai hasil dari penelitian yang sudah dilakukan penulis yang berjudul teknologi informasi terhadap kinerja pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Teknologi informasi diukur dengan beberapa dimensi yaitu Faktor sosial (Social factor), Perasaan (Affect), Kesesuaian tugas (Job Fit), Konsekuensi jangka panjang dan Kondisi yang memfasilitasi. Sedangkan kinerja pegawai diukur dengan dimensi Kualitas Kerja, Kuantitas, Keandalan, Kehadiran dan Kemampuan bekerja sama.
Hasil pengujian rata-rata perindikator dapat dijelaskan bahwa indikator dalam variabel teknologi informasi sudah baik dan indikator yang memiliki pengaruh paling rendah yaitu pada indikator perasaan (affect) sebesar 3,80. Hal ini perlu diperhatikan kembali karena indikator ini pengaruhnya paling kecil. Perasaraan pegawai sangat menentukan hasil dari kinerja mereka baik atau tidaknya sehingga hal ini perlu lebih diperhatikan lagi dan indikator yang memiliki pengaruh paling tinggi yaitu indikator kondisi yang memfasilitasi perlu terus dipertahankan, indikator yang memiliki pengaruh paling tinggi yaitu indikator kondisi yang memfasilitasi sebesar 4,01. Dari perhitungan rata-rata dapat dilihat bahwa indikator dalam variabel kinerja juga sudah baik dan indikator yang memiliki pengaruh paling rendah yaitu pada indikator kemampuan sebesar 3,85. Diharapkan adanya peningkatan skill pegawai seperti pelatihan dan sosialisasi terhadap penggunaan teknologi tersebut agar para karyawan menjadi lebih mahir dan ahli dan dampaknya terhadap dinas pariwisata akan dapat dengan mudah dalam mengembangkan pariwisatanya sehingga dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.dan indikator yang memiliki pengaruh paling tinggi yaitu indikator kualitas sebesar 4,01.
Mengenai pengujian variabel teknologi informasi secara keseruhan diperoleh sebesar 38,90 yang artinya berdasarkan variabel teknologi informasi pada pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang dinilai “Baik”. Sementara dari seluruh indikator secara keseluruhan juga menunjukkan penilaian “Baik” dan hasil
34
pengujian rata-rata terhadap variabel kinerja pegawai secara keseluruhan diperoleh sebesar 39,17 yang artinya berdasarkan variabel kinerja pada pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang dinilai “Tinggi”. Sementara dari seluruh indikator secara keseluruhan juga menunjukkan penilaian “Tinggi”.
Berdasarkan hasil pengujian pada variabel independen yaitu teknologi informasi terhadap variabel kinerja pegawai, diperoleh hasil yang menunjukan bahwa variabel independen yang diuji memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji regresi teknologi informasi memiliki berpengaruh terhadap kinerja pegawai yaitu 0,591 atau 59,1%, dimana nilai R square adalah 0,612 artinya pengaruh variabel Teknologi Informasi terhadap Kinerja karyawan sebesar 61,2% dan sisanya 39,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hal ini berarti bahwa dalam menjalankan pekerjaannya pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang terbukti benar adanya mereka merasakan berkat adanya teknologi informasi kinerja pegawai menjadi terbantu sehingga pekerjaan akan lebih mudah dan tepat waktu. Hampir semua responden memiliki rasa ketertarikan terhadap pekerjaan yang mereka jalani saat ini ditambah latar belakang pendidikan mereka yang sesuai dengan pekerjaan mereka saat ini. Pengaruh teknologi informasi terhadap kinerja sejalan dengan penelitian yang dilakukan Nugroho (2016) dan Muzakki, dkk (2016), kemanfaatan teknologi informasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa kemanfaatan TI mampu meningkatkan produktivitas menjadi lebih efektif, dan pekerjaan menjadi lebih mudah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Apabila kemanfaatan TI dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu akan mendukung kinerja karyawan menjadi optimal.
Hariyani (2014), meneliti dan didapat hasil bahwa pada era globalisasi seperti saat ini, pegawai hendaknya berupaya agar dirinya dapat menguasai teknologi informasi dengan tujuan dapat mengembangkan kemampuan diri dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan diri dan organisasi di mana dia bekerja. Sedangkan penelitian Wahyuni (2018), teknologi informasi berpengaruh positif
35
terhadap kegiatan-kegiatan atau aktivitas karyawan melaksanakan tugasnya sehingga meningkatkan kinerja karyawan dalam melaksanakan tugas-tugasnya dihampir semua elemen diperusahaan seperti pemasaran, personalia bahkan manajemen puncak.
Hasil tersebut mempertegas penelitian yang penulis lakukan, di mana pihak perusahaan harus selalu memperhatikan kualitas teknologi informasi sehingga pegawai dapat selalu bekerja dengan optimal. Dengan demikian akan berdampak langsung terhadap kualitas kerja pegawai sehingga kinerjanya menjadi optimal.
36
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang (nilai thitung 7,743 > ttabel 2,028 dan nilai
signifikannya 0,000 < 0,05). Adanya teknologi informasi semakin baik dalam penggunaan TI maka berdampak positif terhadap kinerja pegawai.
2. Hasil uji determinasi diperoleh nilai R adalah 0,612 artinya pengaruh variabel Teknologi Informasi terhadap Kinerja karyawan sebesar 61,2% dan sisanya 49,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini diberikan beberapa saran untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan pemanfaatan teknologi informasi agar kinerja karyawan semakin meningkat, di mana berdasarkan hasil penelitian diperoleh:
1. Hasil pengujian rata-rata perindikator telah dijelaskan bahwa indikator dalam variabel teknologi informasi sudah baik tetapi pada indikator perasaan (affect) perlu diperhatikan kembali karena indikator ini pengaruhnya paling kecil. Perasaan pegawai sangat menentukan hasil dari kinerja mereka baik atau tidaknya sehingga hal ini perlu lebih diperhatikan lagi dan indikator yang memiliki pengaruh paling tinggi yaitu indikator kondisi yang memfasilitasi perlu terus dipertahankan.
2. Hasil pengujian rata-rata perindikator telah dijelaskan bahwa indikator dalam variabel kinerja juga sudah baik tetapi pada indikator kemampuan perlu diperhatikan kembali karena merupakan yang pengaruhnya sedikit. Diharapkan adanya peningkatan skill pegawai seperti pelatihan dan sosialisasi terhadap penggunaan teknologi tersebut agar para karyawan menjadi lebih
37
mahir dan ahli dan dampaknya terhadap dinas pariwisata akan dapat dengan mudah dalam mengembangkan pariwisatanya sehingga dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. dan untuk indikator yang memiliki pengaruh paling tinggi yaitu indikator kualitas perlu terus dipertahankan.
3. Penelitian ini mendukung penelitian yang telah dilakukan Nugroho (2016) dan Handayani, dkk (2018), kemanfaatan teknologi informasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa kemanfaatan TI mampu meningkatkan produktivitas menjadi lebih efektif, dan pekerjaan menjadi lebih mudah. Apabila kemanfaatan TI dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu akan mendukung kinerja karyawan menjadi optimal. dan diharapkan untuk penelitian selanjutnya, adanya mengembangkan penelitian ini pada model analisis, variabel-variabel lain seperti: variabel pelatihan, pengembangan karier dan sebagainya yang belum dibahas dalam penelitian ini, ataupun dapat mengembangkan pada obyek lain sehingga dapat digunakan sebagai sumber bahan referensi.
C. Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini tentunya terdapat keterbatasan penelitian, yaitu: 1. Waktu penelitian, di mana menyesuaikan waktu para pegawai yang terkadang
susah untuk ditemui.
2. Variabel dalam penelitian yang sangat sedikit hanya terdiri dari 1 (satu) variabel yaitu teknologi informasi sedangkan banyak faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan.
38
DAFTAR PUSTAKA
Cahyana, Raffiansyah Junisar. 2018. Fungsi dan Peranan Teknologi Informasi
Bagi Perusahaan. (diakses https://www.kompasiana.com/ raffiansyahjc/
5656f3cb159373db144f054d/fungsi-dan-peranan-teknologi-informasi-aplikasisoftware-bagi-perusahaan?page=all pada tanggal 30 Juni 2019) Fahmi, Irham. 2016. Perilaku Organisasi, Cetakan Ketiga. Bandung: Penerbit
Alfabeta.
Gunawan, Imam. 2017. Pengantar Statistika Inferensial. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
Hamzah, B.Uno dan Nina Lamatenggo. 2011. Teknologi Komunikasi dan Informasi
Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Handayani Ratina, Roy dan Sofia. 2018. Pengaruh Penguasaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Telkom Indonesia Cabang Manado. Vol. 6 No. 2. Jurnal Administrasi Bisnis Universitas Sam
Ratulangi, 1-16.
Hariyani, Tuti. 2014. Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Dan Minat
Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Bkkbn Kabupaten Madiun. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Jogiyanto, HM. 2009. Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi.
Kasmir. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktek). Depok: PT. Rajagrafindo Persada.
Kurniawan, Albert. 2014. Metode Riset untuk Ekonomi dan Bisnis. Bandung: Penerbit Alfabeta.
_________. 2015. Metode Riset Untuk Ekonomi dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Lantip, Diat dan Riyanto. 2011. Teknologi Informasi Pendidikan. Yogyakarta: Gava
Media.
Mangkunegara, A.A.Anwar Prabu. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia
39
Muzakki, Heru dan Saiful. 2016. Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi
Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan PT. TELKOM Pusat Divisi Regional V Surabaya). Malang: Universitas Brawijaya
Nugroho, Novemi Triyandari. 2016. Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Karyawan STMIK Duta Bangsa).
Jurnal Administrasi STMIK Duta Bangsa, 1-22.
Sekaran, U dan Bougie, R. 2016. Research Methods For Business: A Skill
Building Approach, 7th Edition. Chichester: John Wiley & Sons.
Setianto, Hasan dan Nugraha. 2008. Keterampilan Manajemen. Jakarta: Penerbit Yayasan Pendidikan Internal Audit.
Simarmata, Janner. 2006. Pengenalan Teknologi Komputer dan Informasi Yogyakarta: Andi.
Sutarman. 2009. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Sutopo, Ariesto Hadi. 2012. Teknologi informasi dan Komunikasi dalam
Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sutopo, Yeri dan Achmad Slamet. 2017. Statistika Inferensial. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
________. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Tsani, Wulan Mutiara. 2017. Pengaruh Motivasi Kerja, Penggunaan Teknologi
Informasi dan Kemampuan Berkomunikasi Interpersonal Terhadap Kinerja Karyawan (Studi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah Cabang Surakarta. Surakarta: Institut Agama Islam Negeri Surakarta.
Wahyuni, Tri. 2018. Pengaruh penerapan teknologi informasi terhadap kinerja
karyawan dengan kemampuan pengguna sebagai variabel moderasi pada Pd. BPR Bank Jombang kantor pusat. Surabaya: Universitas Islam Negeri
Sunan Ampel.
Wibowo. 2016. Manajemen Kinerja-Edisi Kelima. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
40
KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PARIWISATA KABUPATEN
SEMARANG
Responden Yth,
Saya Feti Diah Ahyani, mahasiswa jurusan Manajemen dengan konsentrasi Sumber Daya Manusia (SDM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga yang sedang mengadakan penelitian dalam rangka penyusunan skripsi. Oleh karena itu, saya memohon bantuan dan kerjasama Bapak/Ibu untuk mengisi beberapa pertanyaan dalam kuesioner in untuk melengkapi pengumpulan data skripsi saya.
Saya mengharapkan bantuan dari Bapak/Ibu untuk memberikan jawaban pada kuesioner ini secara jujur dan apa adanya, karena identitas dan informasi dari Bapak/Ibu akan dirahasiakan oleh peneliti dan tidak akan mempengaruhi jabatan atau posisi Bapak/Ibu saat ini.
Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
41
IDENTITAS RESPONDEN:
No. Responden: ... 1. Nama : ... 2. Usia : ... 3. Jenis Kelamin* : [ ] Laki-laki [ ] Perempuan
4. Lama Bekerja :
* Berilah tanda (√) pada jawaban yang sesuai dengan pilhan anda.
PETUNJUK PENGISIAN
1. Kuesioner ini terdiri dari pertanyaan dengan alternatif jawaban.
2. Cara mengisi jawaban dengan memberikan tanda centang (√) pada kolom:
* Sangat Setuju (SS) * Setuju (S) * Kurang Setuju (KS)
* Tidak Setuju (TS) * Sangat Tidak Setuju (STS) Contoh:
SS S KS TS STS
√
3. Apabila anda merasa jawaban yang dipilih kurang tepat, maka dapat diperbaiki dengan memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban yang dirasa kurang tepat tersebut, kemudian beri tanda centang (√) pada jawaban yang tepat. Contoh:
SS S KS TS STS
√