• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERW AKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RAPAT PANITIA KHUSUS TEN TANG PERUBAHAN PERATURAN TATA TERTIB DPR RI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERW AKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA RISALAH RAPAT PANITIA KHUSUS TEN TANG PERUBAHAN PERATURAN TATA TERTIB DPR RI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERW AKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH

RAPAT PANITIA KHUSUS TEN TANG

PERUBAHAN PERATURAN TATA TERTIB DPR RI

Tahun Sidang Masa Pcrsidangan· Si fat Hari, tanggal Waktu Tempat Ketua Rapat Sekretaris rapat Hadir : 1998-1999

: IV

: Terbuka : Rabu, 14 Juli 1999 : 09.00 W113-Selesai

: Ruang Rapat Prolegnas Gedung Nusantara : Ir. Darxatmo Mar<liyanto

: Achmad Djuned, SH : 8 Anggota dari l 8 Anggota

Pimpinan :

l.

Ir. Daryatmo Mardiyanto

2. Soenarto, SH F. ABRI:

1. Drs. Paiman

2. Suyanto SK, MBA F.KP:

l. Dra.

I-lj.

Popong Otje Djundjunan 2. Ir. Umbu Mchang Kunda

3.

Mallatang

Alfred Tambunan, S.IP

F.PP:

H. Lukman Hakiem F. PDI:

(2)

Ketua Pansus (Ir. Daryatmo Mardiyanto)

Ibu-ibu Bapak-bapak sekalin skorsing sidang rapat pembahasan peraturar~ tatib DPR

RI dicabut. ·

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera dan selamat pagi.

Ibu-ibu Bapak-bapak sekalian, pada hari Senin yang lalu tanggal 12 Jult 1999 kita telah melaksanakan persidangan Pansus dan sampai pembahasan komi~i dan sub komisi. Pada akhir sidang pansus tanggal 12 Juli 1999 yang lalu disepaf<ati bahwa tersedia waktu senin senin dan selasa. Fraksi-fraksi di dalamnya ada in~ern panitia pansus melakukan pertemuan-pertemuan melalui rapat untuk memperdalam tentang rumusan komisi dan sub komisi dengan demikian pada hari ini Kamis tanggal 14 Juli 1999 kita akan bersama-sama mendiskusikan dan diarahkan untuk bisa in.emperoleh hasil-hasil atau kesepakatan tentang jumlah komisi, jumlah sub komisi dari setiap komisi masing-masing serta penamaan dari komisi-komisinya tersebut. Nama perlu diingatkan bahwa di dalam Rancangan tatib baik naskah tatib yang lama maupun usulan perubahan bahwa nama komisi, ju ml ah komisi, maupun sub komisinya tidak · dituliskan sebagai rumusan Bab, pasal maupun ayat tetapi perubahan kita tentang komisi, jumlah komisi maupun penamaan komisi dan sub komisi ditujukan untuk mendekati penempatan atau kesepakatan kita dalam membahas dan ;mengambil kesimpulan tentang fraksi. Saya kira ingat bahwa pasa saat kita menetapkan fraksi terjadi beberapa diskusi tentang jumlah minimal keanggotaan fraksi di dalam DPR, Pimpinan DPR tetapi kita sduah mengambil kesepakatkan tentang' pemilihan pimpinan DPR namun belum mengambil kesepakatan tentang jumlah anggota sebuah fraksi untuk itulah dalam menelusuri itu kita membahas tentang komisi. ·

Demikian pula kita ingin menyegarkan kembali bahwa selain pendekatan jumlah komisi, jumlah sub komisi dan nama dari komisi serta sub komisinya masing-masing sebagai pendekatan pertama untuk mencari atau mengambil keputusan tentang fraksi. Yang kedua adalah juga pendekatan yang dilakukan mengambil semangat yang ada pada penjelasan pasal 37 Undang-undarig susduk bahwa DPR itu akan :bisa efektif dan optimal dengan membentuk fraksi-fraksi dua hal itulah yang menjadi pendekatan ketika kita · akan memutuskan sebuah fraksi, jumlah anggotanya minim~nya berapa untuk itu pada hari ini kita akan memulai membahas kembali tentang has11-hasil yang sudah dirundingkan/sudah didiskusikan secara mendalam dalam pertenman

fraksi-fraksi, tentang koq1isi dan sub komisi. ·

Disamping itu dfrlam menetapkan komisi dan sub komisi yang dibahas melalui fraksi-fraksi, rujukan kita antara lain masukan dari Tim Asistensi yang ada di dalam masukan yang disampaikai1 pada hari senin. Dan kira-kira juga mehjadi acuan ataupun masukan dalam pembahasan di fraksi-fraksi.

Ibu-ibu Bapak-bapak sekalian, saya kira itu usaha kami untuk menyegarkan kembali tentang target-target/jadwal-jadwal yang akan kita lalui dan berili,utnya. Jadi mengingat ini tersedia hari Rabu dan kamis, dan kita hari ini akan membahas komisi dan sub komisi untuk itu kita akan mulai dengan menyampaikan pandatlgan tentang

(3)

komisi dan sub komisi, fraksi-fraksi untuk itu kita akan mulai dan kita silahkan <lulu FKP, untuk menyampaikan, F. ABRI lalu FPP dan sementara itu FPDI tidak hadir, berarti akhir rapat pada hari Senin sudah menyampaikan amanat bahwa rapat ini bisa diteruskan yang akan mengikuti keputusan-keputusan, kemudian pada kesempatan berikutnya akan hadir, setelah kembeli dari melaksanakan penjelajahan atau study banding ke luar negeri. Demikian dan waktunya diserahkan kepada FKP.

Tanggapan FKP (Dra.

Hi.

Popong Otje Djundjunan) Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Saudara Pimpinan dan rekan-rekan sekalin peserta rapat ·yang kami honnati sesuai dengan kesepakatan kita hari Senin bahwa setiap fraksi diberikan kesempatan untuk mempelajari bahan masukan yang sudah disampaikan dari Tim Asistensi. Dengan alokasi waktu yang diberikan, maka kami sudah mencoba untuk mengambil beberapa alternatif yang perlu disampaikan pada forum ini dehgan catatan tentu saja belum merupakan keputusan yang final karena ini sebagaimana kita tahu bahwa kita tida . sampai kepada ditail dengan hiasa-biasa rumahnya dengan mebel-mebelnya hanya benar-benar menyiapkan rumah dengan bagian-bagian yang perlu ada. Dan berdasarkan dengan itu maka kami telah mencoba, karena tugas kita 2 macam, hanya komisi, jumlah komisi dan sub komisinya kemudian bidang-bidangnya.

Kami mencoba bahwa komisinya terdiri jum}ahnya I 0, itu hanya bisa menjadi 9 komisi dikurangi 1, justru sub komisinya yang kami tambah karena berdasarkan isu-isu itu, yaitu yang tadinya 24 maka kami kembangkan menjadi 31 dengan catatan nanti untuk ditanggapi oleh ibu-ibu bapak-bapak sekalian. ·

Saya mau tanya kepada Bapak Pimpinan apakah perlu disampaikan satu.:satu dan yang lain dikasih atau tidak akan cukup jumlahnya saja.

Ketua Pansus (Ir. Daryatmo Mardiyanto}

Saya kira perlu disebutkan, karena kemarin kita sudah ingin menyelurusi komisi-komisi denganjumlah 15 dan 30. ·

Tanggapan FKP (Dra. Hj. Popong Otje Ditmdiunan)

Jadi akan saya sampaikan bahwa 9 komisi ini dengan catatan bahwa urutannya bukan komi&i I, II, ad.ajalisementara bukan urutaimya sama dengan nomor urut :

Yang pertama adalah : Komisi Hankam, Luar negeri dan Penerangan yang meliputi sub komisi pertahanan, sub komisi luar negeri, dan sub komisi penerangan. Jadi menjadi 3 sub komisi yang tadiny;i dar{ acuannya 2.

Yang kedua adalah : Komisi yang membidangi politik dalam negeri dan hokum terdiri dari sub komisi dalam negeri dan sub komisi hukum, 2 sub komisi,

Yang ketiga adalah : Komisi yang membidangi pertanahan, kehutanan, transmigrasi ada ralat disini bukan perikanan tapi transmigrasi dan pertanian yang

(4)

meliputi sub komisi pertanahan, sub . komisi kehutanan, kemudian ~ub komisi transmigrasi dan sub komisi pertanian dan pangan.

Maksudnya mengapa disebut pangan karena kebetulan memang ada Undang-undang pangan itu .. Jadi memang harus tersendiri nanti kami mohon tanggapan c;lari ibu-ibu bapak-bapak sekalian apakah nanti di dalam komisi juga haius disebutkan pertanian

I

dan pangan, karena kami menganggap bahwa cukup dengan pertanian saja.

Yang keempat adalah : Komisi transportasi dan infrastruktur yang meUputi 4 sub komisi. Sub Komisi PU, Sub Koinisi Perhubungan dan Telekomunikasi, Sub Komisi Pariwisata dan Sub Komisi Perumahan dan Pemukiman.

Yang kelima adalah: Komisi yang membidangi lndustri dan Perdaga~gan terdiri I

dari 4 sub komisi, yang pertama Sub Komisi Industri dan Investasi, yang kedua sub komisi Perdagangan, ketiga Sub Komisi Pertambangan dan Energi dan k~ empat Sub Komisi Koperasi Perusahaan Kecil dan menengah. Dimana pengertian peIJUsahaan ini kami setuju dengan Wakil Sekjen dari Prolegnas bahwa perusahaan yarig tennasuk itu juga ten tu manusia atati pengusahanya.

Yang keenam adalah: Komisi yang membidangi Agama, pendidikan d~n Ketenga kerjaan yang meliputi sub komisi agama, sub komisi pendidikan dan K.ebudayaan, sub komisi generasi muda dan olahraga, dan sub komisi tenaga kerja. Mengapa generasi muda karena kalau kita menyangkut pemuda itu konotasinya 1seolah-olah

tidak ada pemudinya masuk. Jadi generasi muda termasu~ pemudinya juga kemudian Peranan Wanita kami hilangkan bukai1 berarti tidak penting, tapi kita anggap kita harus konsisten kepada tidak adalagi dikotomi wawasan glember itu. Jadi dianggap sudah sama setera. Jikalau ada Peranan Wanita yag harus ada peranan Pria oleh karena itu peranan wanita itu sudah ingkudit kepada semua sektor. .

Yang ketujuh adalah : Komisi Kesehatan, Sosial dan Kependudukan tineliputi sub kom~si kesehatan, sub kornisi sosial, sub komisi kependudukan dan BKKBN. Jadi sebetulnya ada ralat sedikit (salah kasih nomor) kalau seandainya no~nor ini ada penganihnya dari konvensi maka kami ingin menempatkan bahwa butir i6 ini adalah butir 7. jadi butir 7 dijadikan butir 6 karena kami menganggap bahwa ~umber daya manusia melalui pendidikan itu sangat penting kalau bisa disetujui dianggap ada

pengaruh11ya ke nomor 6. ·

Yang kedeJapan adalah : Komisi Teknologi dan Lingkungan terdiri dari 2 sub k01nisi_ yaitu sub komisi ristek BPPT, LIPI dan Batan dan sub Komisi Lingkungan Hidup dan Bapec:lal.

Kem~dian ada :P,.erubahan dari komisi yang terakhir yaitu komisi perencanaan keuan:gan dan,,..APBN. Dalam hal ini kami ada 2 alternatif yang kami

~ajikan

pada forum ini. Silahkan nanti ditanggapi kedua-duanya.

Alternatif pertama yaitu komisi perencanaan keuangan dan APBN kemudian yang meliputi sub komisi perencanaan maksudnya. perencanaan pembangunan Bapenas.

I

Kemudian sub komisi keuangan ini alternatif pertama dulu, kemudiaq. sub komisi

perbankan dan sub komisi APBN. ·

Alternatif Kedua _yang berkembang yaitu bahwa sub komisi APBN ini dihilangkan judulnya menjadi komisi perencanaan keuangan ini altematifkedua.

(5)

,

Komisi perencanaan keuangan yang terdiri dari sub komisi perencanaan kemudian sub komisi keuangan dan sub komisi perbankan.

Sedangkan BUMN itu disebarkan menjadi tanggungjawab dan menjadi lingkup dari setiap komisi yang ada BUMN saja misalnya kesehatan disana ada BUMN. Farmasi dan lalu lintasnya. Maka otomatis menjadi garapan ruang lingk~1p dari komisi yang melindungi kesehatan tidak disendirikan BUMN. Semua BUMN otomatis ada ruang lingkupnya itu bisa menjadi ruang lingkup komisi, kemudian juga APBNnya. jadi kita sebarkan ke setiap komisi itu ada sub komisi anggaran seperti yang s~karang ada pokja APBN. Jadi semua komisi itu menggarap atau membahas perencanaan anggarannya, sehingga kalau misalnya ada rancangan undang-undang tentang APBN yang notaben adalah RUU tidak berbeda dengan RUU yang lainnya ha1).ya ini rutin setiap tahun, maka otomatis dibentuk pansus untuk menangani itu yang :tidak paten, pansus untuk menangani itu yang terdiri dari masing-masing komisi (pansus besar). Sehingga tidak ada lagi komisi APBN, jadi kita kembalikan sebelum 20 tahun yang lalu atau

15

tahun yang lalu,

15

tahmr yang lalu memang seperti itu dan memang sebenarnya lebih intern.

Itulah rancangan dari kami dengan catatan khusus untuk nomor 5 ada 2 altematif silahkan nanti ditanggapi oleh ibu-ibu bapak-bapak sekalian.

Untuk sementara ini <lulu yang bisa disampaikan, mungkin ada tambahalil dari rekan-rekan. Terima kasih.

Ketua Pansus (Ir. Daryatmo Mardiyanto)

Terima kasih dari FKP yang telah menyampaikan nama-nama komisi daq nama-nama sub komisi dari setiap komisi dan sebuah uraian yang masih mengandJng altematif

khususnya komisi ke 9. ·

Apabila ini dicermati tentang jumlahnya maka ada 9 komisi dan untuk altematif pertama tadi ada 30 sub komisi dari FKP sedangkan pada altematif kedua itu ada 9 komisi 29 sub komisi. Saya kira ini berkaitan dengan jumlah perkara distribusinya dan penataannya. Ada 9 komisi dan 30 sub komisi.

Dan alternatifberikutnya akan ada soal redusing dari APBN maka ada 29 sub komisi, saya kira ini sebagai gambaran kita untuk menelusuri jumlahnya fraksi.' Itu tadi dari FKP dan giliran berikutnya. kami silahkan dari F. ABRI untuk menyampaikan pandanganya. Terjma kasih.

Tanggapan F.ABRI (Drs. Paiman)

Terima kasih pimpinan, Bapak-bapa~ibu-ibu yang saya hormati.

Bertitik tolak daripada yagn kita balms hari ini yaitu menyangkut komisi dan sub komisi. Kemudian Fraksi ABRI setelah melihat apa yang disampaikan ataupttn acuan daripada Tim Asistensi dimana dalam hal ini Fraksi ABRI dapat menerfana apa yang

(6)

disampaikan oleh Tim Asistensi karena masih mengacu kepada Departemen dan

isu-isu yang berkembang. ·

Kemudian yang perlu diperhatikan adalah ada sub-sub komisi yang belmh terdaftar seperti Bapeten yang kami sampaikan pada rapat pada waktu yang lalu.

Kemudian memang tadi transmigrasi supaya dimasukan oleh karena itu Frf}ksi ABRI menginginkan kombinasi antara yang telah disampaikan oleh PPI dengan'!FKP. Jadi F. ABRI fleksibel yang penting adalah semua terkaver dan tujuari daripada pelaksanaan DPR ini bisa semaksiinal mungkin itu yang pertama. ,

Kemudian yang kedua menanggapi tentang komisi APBN kami sependapat untuk masing-masing komisi ini adanya sub-sub daripada sub APBN karena sub-sub APBN ini dan akan mempelajari seberapa bes.ar anggaran yang ada pada komisi tersebut. Nanti di dalam pelaksanaannya penentuan daripada perhitungan anggaran dan penetapan APBN ini untuk pansus tertentu di dalam penanganan. Sehingga dengan demikian untuk sub komisi APBN ini untuk pimpinan, tapi anggota"".anggo~anya nanti bisa merangkap atau mengambil daripada sub-sub komisi dengan demikian akan terbentuk pansus secara bergiliran menanggapi daripadai ·sub komisi APBN tadi. Kemudian kalau masalah judul mungkin kita akan menyesuaikan mana yang baik apakah perencanaan anggaran atau APBN atau perencanaan daripada keuangan.

Untuk sementara tanggapan dari F. ABRI cukup sekian. Terima kasih. Ketua Pansus (Ir. Daryatmo Mardiyanto)

Terima kasih dari Fraksi ABRI yang telah menyampaikan pandangannya dan akan dilanjutkan, namun sebelum itu ada 2 hal yang ingin kami sampaikan :

I .Surat masuk dari BKSAP· yang ditujukan kepada pansus DPR RI tentang masukan dalam penyusunan Tatib DPR RI derajatnya segera yang sampaikan oleh BKSAP. Diberitahukan dengan hormat bahwa peranan DPRRI dalam melaksanakan diplimasi keluar negeri telah diakui keberadaannya sebagaimana terungkap dalam pembahasan RUU tentang Hublu oleh DPR RI bersama pemerintah~ berkaitan dengan hal tersebut dan mengingat semakin meningkatnya kegiatan-kegiatan DPR RI yaQg berhubungan dengan kerjasama Luar Negeri maka kami mengharap agar kedudukan tugas dan fungsi BKSAP sebagai alat pelengkap Dewan yang niemp_unyai tugas melaksanakan hal-hal tersebut di atas dapat ditingkatkan pada masa yang akan cjatang.

Sehubungan dentan itu maka kami mengusulkan agar dalam DPR RI ·yang barn BKSAP dapat dipertimbangkan menjadi komisi tersendiri yaitu Kdmisi Luar Negeri melalui penggabungan antara Komisi I yang khusus menangani masalah Luar Negeri dengan BKSAP sekarang sehingga keanggotaannya tidak dirangkap dengan komisi lain, hal ini kami sampaikan mengingat peran BKSAP selama ini dirasakan ·belum optimal, salah satu penyebab kurang aktifnya partisipasi anggota BKSAP dalam kegiatan BKSAP antara lain karena merangkap dengan keanggotaan komisi. Sementara itu permasalahan kerjasama antara pademen baik

(7)

I

secara bilaterar maupun multilateral dirasakan . semakin komp~eks yang memerlukan peningkatan kedudukan dan peranan dari BKSAP DPR

RI

terlebih lagi dalam menghadapi penyelenggaraan konferensi IP ke 104 di Jakarta pada bulan Oktober tahun 2000.

Demikian usulan kami sampaikan · atas perhatian dan kerjasamanya: diucapkan terima kasih. Atas nama pimpinan BKSAP Ketua (Drs. Zamharir AR, M,~c ).

Itu adalah surat yang kami terima dan karena ditujukan kepada pansus1 lebih baik kami bacakan sekaligus.

2. Sebelum diteruskan, jadi usulan dari F.ABRI juga merespon dari FKP tentang Sub Komisi anggaran jadi kalau ini matematis linier, kalau sub komisi antara 29 dan 30. J adi kalau masing-masing ada .. sub anggaran di tam bah 9 lagi sub • komisinya kira-kira itu adalah bentuk konsekwensi dari rumusan. Perkara pengaturannya dan gambarannya sesuai dengan sub komisi ditambah lagi 9 barangkali itu adalah suatu usulan.

Dan berikutnya silahkan dari FPP.

Tanggapan Fraksi PP (H. Lukman hakiem) Terima kasih Saudara Pimpinan.

Ibu-ibu Bapak-bapak anggota pansus, ibu-ibu dan bapak-bapak P3I seperti1 yang telah disampaikan beberapa hari yang lalu sikap FPP ... .

Tanggapan Fraksi PP (H. Lukman Hakiem) Terima kasih Saudara Pimpinan.

Ibu-ibu Bapak-bapak anggota Pansus, Ibu-ibu dan Bapak-bapak P31. Seperti yang telah disampaikan beberapa hari yang lalu sikap fraksi kami tentang pdmbentukan komisi ini didasari oleh pandangan tentang bagaimana kita meningkatkan jperan DPR ini. Karena itu kemungkinannya dua, apakah komisi

ini

akan kita perbanyak atau kita perkecil Kalau kita perkecil maka sub-sub komisi kita perbanyak, • kalau kita perbanyak jumlah komisinya kami cenderung jumlah komisi itu diserahl(an kepada · komisi yang bersangkutan untuk menentukan barangkali dia memerh~kan I 5 sub komisi. ·_Terserah saja komisi yang bersangkutan saya kira lebih fleRsibel. Jadi misalnya komisi I:Jankam perlu ada penerangan barangkali nanti ketua1 komisinya merasa -perlu nr€rnbentuk sub komisi BKSAP, kita merespon. Jadi tidak perlu lagi menjadi satu komisi tersendiri. jadi dasar berpikirnya itu. Lalu kami berterimakasih ada gagasan dari FKP, sebenarnya juga ingin kami pertanyakan. Sudah kita pelajari transmigrasi tidak ada. Jadi terhadhp gagasan FKP ini kami terbuka untuk mendiskusikan lebih lanjut. Hanya sajajuga kami ingin agar dalam penyebutan nama komisi kita jangan menyebut kelembagaan misalnya BAPPENAS, nanti. itu seolah-olah lalu sudah pasti ada BAPPENAS lagi. Kita tahu W ANHANKAMNAS merekomertdasikan supaya BAPENAS itu dibubarkan. Jadi misalnya cukup kalau

(8)

"

I

BAPPENAS itu perencanaan pembangunan misalnya. Yang berikutnya soal komisi. Kalau yang di P31 itu nomor 9, komisi Pendidikan dan Ketenagakerjaan. Kalau didalam gagasan FKP ini yang keenam. Kami cenderung itu namapya bukan ketenagakerjaan tetapi komisi--kalau menurut FKP-- Agama, Pendidikan: dan SDM. Sebab pada akhirnya akan kita urus disini bukan sekedar soal tenaga kerj~nya tetapi sumber daya manusianya.

Kalau kita mau pakai P31 maka namanya komisi Pendidikan dan SDM. Berikutnya saya berterimakasih tadi atas Acc-nya Pak Umbu tadi. Jadi saya kira memang logis sekali bahwa APBN itu tidak perlu ada komisi sendiri. Cukup menjadi seperti DPRD, dia menjadi panitia Anggaran. Selama ini tiap komisi --tapi dikomisi VI tidak ada Pokja APBN-- tetapi disetiap Pokja ada salah seorang yang diberi tugas 1

menguasai anggaran itu. Walaupun kadang selama ini kita sudah capek-capek membahas dengan menteri terkait begitu ke APBN disana juga sudah jadi, disini cmma sekedar menghadap saja ke komisi APBN. Barangkali itu juga. Karena komisi-kamisi itulah yang lebih mengetahui dan memahami apa-apa yang diperlukan untuk anggaran pembangunan berikutnya jadi saya kira itu yang dapat. saya sampaikan. Soal surat BKSAP tadi kita hams kembalikan lagi bahwa tugas DPR itu kan legislasi anggaran dan pengawasan, bukan jalan-jalan ke luar negeri. Kalau jalan-jalan keluar negeri itu sunat, bukan wajib. Padahal kalau kita lihat tata tertib yang lama itu yallJg namanya BKSAP itu sama kedudukannya dengan komisi dengan BURT dia satu bab sendiri. Bab I 0 itu BKSAP jadi pasalnya itu l,2, 3, 4, empat pasal. Jadi saya kira pengaturannya sudah cukup. Saya lupa di susduk itu masuk Badan atau k~lengkapan. Jadi kalau itu diturunkan menjadi komisi saya tidak tahu nanti komisi luaf" negeri itu nanti urusannya jal().n-jalan saja, tidak ada lagi ngurus Raker dsb. Terimakasih.

Kettm Pansus (Ir. Daryatmo Mardiyanto)

Terimakasih bapak ibu sekalian. Demikian tadi pandangan dari FPP yang memberikan respon terhadap usulan-usulan dari P31/tim asistensi serta masukan dari FKP. Bapak/ibu sekalian, sebelum putaran lebih lanjut, kalau kita ingifl mencoba mengelo.mpokan terhadap masalah-masalah yang muncul maka yang pe11ama adalah semangat untuk melakukan penyempurnaan bahwa keterlibatan setiap komisi berlanggung jawab terhadap bidangnya khususnya juga yang menyangktit keuangan adalah membrikan;uang gerak yang cukup leluasa tidak hanya pada tingkat komisi tetapi ~da tingka~ lintas komsi tentang penyusunan-penyusunan anggatan dan ini

• I

akan berkaitan erat dengan perencanaan pembagunannya maupun dengjan. alokasi-alokasi anggarannya saya kira ini semangat yang ada pada putaran pertama sehinga penempatan berikutnya seandainya ini diambil sebagai kesepakatan tentu akan dicarikan lebih lanjut rumusannya apakah dalam bentuk sub komisi dise~iap komisi yang ada kemudian yang keduaatas masukan dari BKSAP tadi yang mehgharapkan menjadi sebuah komisi memang terasa sebagai sesudah nuansa yang berbeda ketika putaran pertama ini muncul karena sebuah komisi tersendirt yang namanya komisi

(9)

. i

luar negeri dengan ruang lingkup seperti yang dikerjakan oleh BKSAP

s~ya

kira itu.

catatan yang kedua. Lalu catatan yang ketiga masih ada pertimbangan tentang

penetapan jumlajh komisi FPP mengusulkan mengenai jumlah yang belum

dirumuskan lebih lanjut apakah 9 atau 8 dst. Kemudian masalah yang

ke~mpat

yang

muncul bahwa usul tentang penamaannya baik itu komisi maupun sub k01}1isi dengan

semangat yang memadukan antara isu-isu maupun semangat yang didekati dengan

kemitraan kerja.

Jadi ini memang belum menjadi suatu

k~putusan

tetapi bagaimana membuat

nama-nama yang mungkin ini menjadi lebih longgar yang berkaitan dengan merespon

keputusan pemerintah yang baru tentang jumlah departenien. Jadi usul mengenai

nama BAPENAS usul nama Iainnya jadi itu memang sangat banyak kemngkinannya.

Oleh sebab itu kami ingin mengundang pada putaran yang kedua ada beberapa hal.

Yang pertama tentang kepastian anggaran tadi kepastian sub komisi anggaran dari

setiap komisi tetang penamaannya kemudian yang kedua tentang jumlah komisi lalu

yang ketiga tentang jmnlah dari setiap komisi yaitu jumlah sub

komisiny~

apakah ini

nanti merupakan amanat untuk komisi untuk menetapkan sub komisinya dalam

bentuk angka saja atau dalam bentuk rincian namanya sekaligus dengan demikian

agar kita bisa mengarah kepada finalisasi basil pembahasan kita tentang komisi dan

sub komisi, jadi barangkali itu putaran yang kedua. Tentang jadwal komisi, nama

komisi nama dan jumlah sub komisi )au tentang konsistensi kita terhadap penyusunan

anggaran dan alokasi anggaran disetiap komisi maupun diakhir dari sebuah

pembahasan anggaran yang namanya itu APBN lalu beberapa hal lainnya. Disamping

itu juga ingin kita ingatkan juga ini adalah pendekatan untuk menu ju pada penetapan

persyaratan jumlah sebuah fraksi. Jadi itu saya kalau itu tadi yang altematif FKP

mencapai 29 sub komisi ditambah 9 pimpinan --38-- seandainya itu adalal1 mendekati

ABRI tapi kalau kemudian salah satu Faksi ABRI menjadi pimpinan maka yang

tersedia alokasi tenaganya 37,jadi itu satu haljuga yang perlu menjadi pertimbangan.

Baik, untuk itu kita mengundang piltaran kedua dan mungkin kembali lagi pada FKP

<lulu gilirannya karena usulannya agak konkrit tentang hal ini. Silakan.

·

Tanggap~n

FKP (Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan)

Terimak~sih.

Petama sebelum menyampaikan pandangan kami untuk

pertanyaan-pertanyaan atau

m~!eri-materi

yang disampaikan oleh pimpinan kami terlebih dahulu

ingin menanggapi -secara formal karena tadi , kita juga dibacakan formal oleh

pimpinan. Usul teman-teman dari BKSAP pertama-tama tentu kami hargai sekali

pennohonan itu karena tentu ada maksud positifnya. Namun karena kita itu

melihatnya dari tugas pokok DPR ini yaitu pengawasan, pembuatan undang-undang

dan menyerap aspirasi, jadi sebenarnya memang kurang pas. Bukan tidak baik, tetapi

mungkin kurang pas kalau kita melihat khusus komisi BKSAP merupakan satu

komisi tersendiri karena perlu kami sampaikan juga bahwa sebelum kita mengadakan

rapat-rapat ini maka kami sebenamya dari FKP mencoba untuk mencari

(10)

masukan-I

masukan dari beberapa pihak, termasuk dari rekan-rekan anggota FKP: yang lain mengenai keberadaan BKSAP ini. Dan pada umumnya mereka berpend~pat bahwa justru tadinya kalau bel um termasuk dalam undang-undang susduk itu sebenamya untuk efektifitas justru sebaiknya BKSAP itu dihapuskan. Ini untuk informasi saja pembicaraan-pembicaraan sebelum disusun undang-undang susduk sebenarnya BKSAP itu dihapuskan kemudian justru dilebur masuk kedalam komisi Iµar neg~ri, begitu tadinya itu. Akan tetapi akhirnya dilihat dari berbagai sudut tetap ditempatkan sebagai kelengkapan khusus BKSAP dan dimasukan didalam susduk.

Jadi sekali lagi dari kami tanpa mengurangi penghargaan kami kepada maksud baik itu kami anggap bahwa kalau dijadikan komisi tersendiri itu kurang relevan dengan tugas pokok dari DPR itu sendiri dan nanti akan terjadi mungkin andaikata dijadikan komisi tersendiri itu bisa saja menyebabkan semua ingin menjadi anggota komisi BKSAP. Padahal tugasnya sebenarnya bukan tugas pokok. ltu tanggapan 'dari kami. kami lanjutkan dengan apa yang ditanyakan oleh bapak pimpinan yang per1tama kami kira jumlah komisi sudah mendekati kebutuhan yaitu sekitar 8-10 komisi. Kemudian

r

nama-nama kalu dari komisi saya rasa perlu itu namanya ada paling tidak walaupun mungkin itu nanti akan diubah oleh karena kawan-kawan kita akan tetapi paling tidak kita sudah memberikan bahan untuk nama-nama. Kemudian sub-sub komisinya kalau misalnya tidak disebutkan nama-namanya mungkin bisa. Tapi paling tiqak jumlah berdasarkan dari nama komisi ini. Kita paling tidak melemparkan ' sebaiknya dibentuk/dibuat sub komisi sekian. kemudian untuk jumlah ini saya :kira perlu walaupun namanya mungkin tidak disebutkan oleh kita tapi kalujumlah perlu karena nanti kaitannya dengan jumlah fraksi yang kita butuhkan. Selanjutnya: mengenai Pokja APBN itu kalau misalnya disebut sub komisi itu memang konsekuensinya sebagaimana yang disebutkan oleh bapak pimpinan yaitu menjadi jm111Iahnya di tambah menjadi 8 atau 9 mungkin agak merepotkan apakah mungkin tidal< eksplisit disebut komisi anggaran, akan tetapi dalam penj~lasannya kenapa komisi1

APBN itu • ditiadakan adalah otomatis nanti digarap dikomisinya masing-masing. Terimakasih,

untuk sementara itu <lulu.

Kettrn Pansus (Ir. Daryatmo Mardiyanto)

Terimakasih dari FKP yang sudah mendekati beberapa hal yang akan kita putuskan, tentang kesepakatag. lebih baik kita lanjutkan sekaligus. Berikutnya adalah FABRI .

Tanggapan F .ABRI (Drs. Paiman)

Terimakasih. menanggapi apa yang disampaikan oleh pimpinan yaitu tentang jumlah sub dari komisi.

Tanggapan FKP (Dra. Hj. Popong Otje Diundjunan)

(11)

I

Interupsi sebentar pak ada yang lupa. Kami sangat mendukung tadi istilah dari yang I

Pendidikan dan ketenaga kerjaan itu kami ras baik sekali dengan istilah sfilmber daya manusia. terimakasih.

Ketua Pansus (Ir. Daryatmo Mardiyanfo) Terimakasih dari FKP. Silakan dari FABRI.

Tanggapan F .ABRI (Drs. Paiman)

Terimakasih. Menanggapi tentang jumlah sub dari komisi, semula spdah kami sampaikan mengenai jumlah komisi dan sub komisi ini bisa saja digabung dari FKP dan dari tim asistensi jadi bisa 9 atau I 0 maksimal yang penting didalam pelaksanaannya nanti jangan sampai di Setjen · nanti mengadakan 1I>erubahan-perubahan. Kalau kita bilang jumlahnya sekian komisi berarti nanti otomatis penataannya harus disesuaikan. Kalau sekarang ini jumlahnya 8, kalau nanti ditambah satu atau katakanlah maksimal dua itu berarti harus ada petj;iapan dari Setjen. Yang keduanya masalah sub-sub komisi memang secara garis besar bisa saja kita buat. namun demikian nanti yang berkembang itu nanti di komisi masing-masing yagn tahu persis. Kemudian menanggapi tentang surat dari BKSAP 'kami juga merasakan bahwa orientasi kita terhadap tugas DPR ini seperti yang disebutkan tadi adalah menyusun Undang-undang, anggaran dan pengawasan. sedangkan BKSAP ini katakanlah bagian yang sangat kecil dari suatu komisi. Mungkin untuk nienjadi satu komisi sendiri, juga mungkin perlu pertimbangan lebih lanjut, jadi m4ngkin ada baiknya yang ada sekarang ini. Kemudian yang menyangkut sub kom.is~ anggaran, seperti menurut FPP kami sependapat memang anggotanya ini diambil dari sub-sub komisinya tadi karena dialah yang akan menguasai secara rinci tentang suTu komisi itu dari masalah anggaran, jadi akan ada jabatan rangkap, jadi bukan 1merupakan tambahan dari sub komisi, merupakan angoota yang diambil dari sub-sub ~omisi tadi. Inilah yang akan membicarakan mengenai anggaran di komisi itu. ; Sementara mungkii1 hanya itu yang kami sampaikan. terimakasih.

Ketua Pansus (Ir. Daryatmo Mardiyanto) ' ...

.

~

...

Terimakasih daru F ABRI. Selanjutnya dari FPP. Silakan. Tanggapan Fraksi PP (H. Lukman Halsiem)

Terima kasih saudara ketua. Jadi diskusi kita pagi ini sangat produktif saya kira. jadi kemttngkinan akan kita tentukan jumalah komisi antar 9 sampai 10. 1Cuma tadi mungkin masih kami cuma minta pertimbangan apakah sub komisi itu letiih baik kita

(12)

! I,

sebut langsung seperti ini atau jumlah dan namanya terserah komisi masing-masing barangkali nanti dalam iatib cuma kita sebutkan bahwa dalam komisi dapat dibentuk sesuai dengan undang-undang itu Stlb komisi, yang jumlah dan namanya ditentukan oleh komisi yang bersangkutan, itu barangkali mana yang lebih bagus. Yang kedua jadi kalau mau disebut nama sub komisi itu saya ingian menekankan lagi mari jangan kita pada tatib ini menyebut institusi. Misalnya disini BAPPEDAL, BRPT, LIPI, BATAN, BAPPENAS," itu cukup kalau akan disebut sub komisi disebut

mi~alnya

sub komisi Ristek dan badan-badan terkait. Bisa saja nanti apakah BPPT lni, kalau memang mak mega yang jadi kalau dia tidak suka pada pak Habibie bisa jadi BPPT dibubarkan, misalnya. atau bisa jadi bertambah badan-badan yang lain.

Jadi misalnya subkomisi lingkungan hidup tidak usah BAPPEDAL-nya, lingkungan hidup dan penelitian dampak lingkungan, misalnya begitu, tidak usah menyebut (instansi). yang ketiga tadi saya lupa BUMN, saya kira dia tidak perlu masuk, dalam APBN juga dia juga hams disebar. Ini ada kejadian yang ironis itu yang di komisi VII. Kita selama ini kan tahunya yang namanya sari Husada itu bagian dari BUMN nya Depkes, tahu-tahu waktu kita kunker sudah jadi 100% PMA, karena ini BUMN itu semuanya dikomisi VIII, kita tidak pernah taint Untung dia masih mau berbaik hati waktu kita kunker ke Yogya masih mau melayani kita. Ini kan ironis itu. Ini kan dibawah komisi VI kesehatan kita tidak tahu bahwa sudah I 00% PMA jadi sudah tidak ada lagi saham (pemerintah). Untuk menghindari itu jadi BUMN barns kita kembalikan kekomisi supaya kita gampang rnengontrol. Jangan ,kita mau (LDP?) dengan kimia farina hams konsultasi dulu dengan komisi VIII. Jadi itu saya kira. Ini dalam rancangan awal FKP kan masih ini. Saya kira tinggal kita sepakati saja jumlahnya saya kira sudah jelas 9 atau 10, . tinggal apakah akankita sebut langsung sub-sub komisi dan jumlahnya atau ini juga nanti kita jabarkan secara umum dalam tatib diserahkan pada komisi. Mana yang lebig baik saya kira bisa kitadiskusikan. Terimakasih.

Ketua Pansus (Ir. Daryatmo Mardiyanto)

Terimakasih dari FPP. Dan saya kira usulannya memang sudah mengalir ten.tang penamaan. Jadi ada semangat untuk menyepakati tentang jumlah ada semangat untuk memandu ·penamaan komisinya, seperti tadi ada sumber daya manusia, sumber daya alam. saya kira pengelompokan-pengelompokan supaya bisa memandu penyusunan kemudian·: Lalu ada semangat juga tentang menyebutkan jumlah sub kotnisinya. tetapi untuk lebih ·1engkap lagi barangkali tim asistensi ingin menyampaikan pandangannya kaTena ini berkaitan seperti yang disampaikan oleh FKP bahwa ada faktor-faktor dukungan yang kiranya juga menjadi pertimbangan kita dalam menetapkan lebih lanjut tentangjumlah kpmisi dan sub komisinya. Silakan.

Sebelum asistensi boleh ada interupsi sedikit. jadi memang yang pak Lukman tadi saya kira memang nama-nama sub komisinya tidak perlu pak tapi jumlalmy~ paling kurang ada karena ini terkait dengan berbagi macam keperluan tadi tentang fraksi

(13)

I

I

J

juga karena ini adalah peringkas undang-undang susduk m.aka ~au tidak m:au ~lok~si anggarannyapun harus ada sehingga dari awal harus b1sa k1ta sep~atl klfa-.k1ra berapa sub komisi karena itu menyangkut juga penganggaran. Mungkm n.ama t1dak perlu, tapi jumlah. Sehingga dengan jumlah itulah komisi bennain. jadi katakanlah salah satu komisi ditetapkan 3, namanya apa nanti tinggal bagi-bagi seridiri. Saya kira itu barangkali dari acuan yang ada dari tim asistensi yagn kita kembangkan ini kitasudah bisa bersepakat misalnya komisi yang ini kita sepakat berapa s~b komisi. Barangkali pertimbangan sebelum tim asistensi. Saya kira begitu. Terimakasih.

INTERUPSI DARI F ABRI

Tambahan. Beda pendapat boleh kan. Walaupun wakil saya di DPR tdak saya kenal barangkali karena dia tidur barangkali, tapi beda pendapat bolehkan. Ibu dan Bapak sekalian, memang dari tadi saya agak diam sedikit untuk mengetahui perkembangan dan kondisi situasi. Sejak semula kita memang berpendapat ujung tombak dari DPR itu adalah komisi dan sub komisi. Untuk kita menentukan fraksi yang paling menentukan adalah sub komisi jadi kalu k!ta berbicara sekarang dalam bed~ pendapat ini sub komisi itu menjadi sesuatu yang tidak jelas maka tugas kita jadi sepertinya tanggung-tanggung. Sejak semula kita sudah menyadari bahwa acuan tataj tertib ini boleh dipakai boleh tidak, boleh diperbaiki. Kenapa kita sekarang tid~ berani mengatakan ini-ini, toh kita yakin seyakin-yakinnya bahwa apa yang kita siapkan itu mempunyai beberapa alternatif. Kenapa kita sendiri bingung. sekian kom~s, sekian sub komisi. Sebenarnya FKP memberikan waktu atau menyediakan waktu! bagi kita semua satu setengah hari untuk merumuskan secara konkrit, maaf seperti y~g dibuat oleh FKP ini usulkan 9 komisi, 29 sub komisi. jadi agak konkrit Pak. jadi' FPP kita harapkan begitu, teman-teman saya dari F ABRI juga begitu. Jadi tidak ~.berbicara dunia akhirat bagaimana yang terbaik. Kalau kita berbicara mau yang terbaik tidak

I

akan selesai. Jadi maksud say begini, kalau bisa tolonglah, kalupun rapati kita kita undur dua hari lagi, tapi tolong secara konkrit dari FPP berapa komisi: dan sub komisi, dari F ABRI juga begitu ... .

Tanggapan F-KP ( Mallatang Alfred Tambunan, S.IP)

Kalau ~apat kitJ).;...i(li kita undur 2 hari lagi, mohonlah secara konkrit, dari F-PP berapa, ABRI, kemudian kita minta bila perlu, persiapan lagi Pak. Berapai kira-kira setelah pembicaraan ini. Jadi bagus. Pembicara pagi ini juga bagus. Karena tadi makin terbayang, makin mendekati. •

Jadi kalau soal nama saja sudah bingung, umpamanya nomor 1 komisi Hankam, luar negeri dan penerangan, langsung kita tulis disitu dibelakangnya 3 sub Komisi. 1 sub komisi pertahanan 2 sub komisi luar negeri 3 sub komisi penerangan, itu juga tidak dipakai tidak apa-apa tapi kita agak sedikit konkrit, jaman reformasi begitu. Ini

(14)

I

~

barang kali pendapat Bapak dianggap apa. Mohon maaf kalau beda penqapat. Jadi

usul saya konkrit. Mohon kita kalau bisa tidak hari ini, barang kali kita selesai

sebelum jam 12.00. Tapi besok pagi kita kumpul lagi , mohon sudah ada usul-usul

yang konkrit. Jadi kita juga minta dari P31 ada konsep yang konkrit. Sekali lagi

mohon maaf dan terima kasih.

Ketua Rapat

(Ir.

Daryatmo Mardiyanto)

Terima kasih usulan F-KP, Pak Tambunan, yang menyegarkan tadi memang

suasananya yang dari jam 09 .00 tadi grafiknya menurun, setelah ini grafiknya agak

naik sedik it.

Jadi setelah kami usulkan bahwa setelah nanti Tim Assistensi menyampaikan , kita

ada kesempatan sedikit untuk memecahi nunusan . Oleh sebab itu silakan saja untuk

Tim Assistensi untuk melengkapi pembicaraan kita.

Tanggapan Tim Assistensi ( Dra. Sri Sumarjati H.)

Terima kasih Bapak Ketua. Assalamualaikum Wb. Wr.

Untuk jajaran kami ada beberapa usul yang konkrit terutama yang bertama berkaitan

dengan usu) dari F-KP mengenai ditiadakannya komisi APBN yang 11anti kan

mnyebar. kepada Sub-sub komisi anggaran yang ada di komisi jadi kalau kami

sampaikan ini berarti memang kita kembali kepada semula atau habitatn)ta karena

semula itu memang panitya disana bukan komisi anggaran tahun-tahun sekitar tahun

60-70

itt~

namanya panitya anggaran. Jadi tugasnya memang. Bahkan pimpinannya

itu disebut ketuanya itu Ketua DPR, Wakil Ketua disebut Wakil Ketua DPR, lalu

anggotanya dari Fraksi-fraksi. Jadi berarti tidak hariharinya itu melembaga. In:i jadi

sejarahnya dulu sehingga kalu ini ada kei11ginan untuk itu kemudian memang tugas

pokok komisi itu sebetulnya ada 3 di bidang anggaran, dibidang pengawasqn dan di

bidang per-UU-an. Sekarang ini anggaran ini diambil oleh komisi Anggaran.

Walaupun masing-masing komisi memiliki juga tugas pokja angggaran, sehingga

kalau ini dikembalikan, saya kira tidak ada masalah. jadi dengan catataµ bahwa

disetiap komisi itu harus ada sub komi_si anggaran. Sehingga yang kita usulkan yang

disampaikan oleh Pak Umbu terutama dan dari F-KP saya kira adalah sesuatu yang

baik , sehingga jumlah komisi yang kami usulkan 10 itu menjadi 9. 9 namanya tidak

usah keterkaitan dengan Iembaga tetapi namanya itu adalah misalnya: komisi

bagaimana yang kita usulkan misal komisi HANKAM dan Luar Negeri. Jadi

didalamnya misatifyg-- ada penerangan misal lain komisi Hukum dan Pemerintahan

Dalam Negeri atau komisi Politik dalam negeri dan hukum tersebut jaµi tidak

menggambarkan kelembagaan. Jadi kelembaga-annya disesuaikan di dalam komisi

yang bersangkutan. Jadi konkritnya dengan ditiadakan komisi APBN

berart~

jumlah

komisi menjadi 9, lalu kami mengusulkan sub komisi ini menjadi 27. Jadi tiap-tiap

komisi ini memiliki 3 sub komisi termasuk sub komisi anggaran. Nama dan sub

(15)

komisi tentunya · akan disesuaikan dcngan intcres kerja dari komisi yang bersangkutan, jadi tidak usah dimasukan nama sub komisi, jadi cukup menyebutkan jumlah 3 dengan termasuk sub komisi anggaran.

Jadi mengapa jumlah ini pcrlu kita sebutkan, karena akan sangat tcrkait dengan persyaratan jumlah Fraksi atau pcmbentukan Fraksi. Jadi kalau 27 sub komisi berarti anggota jumlah dari has ii atau jumlah Fraksi-fraksi minimal 27. Sehingga £raksi yang terkecil 27 itu bisa masuk kc dalam sub komisi. kalau jumlah banyaknya

itu

mereka

bjsa duduk dala111 pimpi11a11 dari Ko111isi. Jae.Ii kami laporkan bahwa dmi perolehan kursi DPR yang kami baca hari ini ac.la 24. ,

Propinsi itu, Fraksi PDI 147, GOLKAR 111, PKl3 52, PP 41, Stambus Accord yang bergabung itu 37. Kemudian PAN 35, PKP dan Jain-Jain kalau tidak salab ada 26. Sehingga kalau PKP dan Iain-lain itu akan bcrgabung dia bisa memlJentuk suatu Fraksi.

Sehingga oleh karena itu persyaratan jumlah kami pikir perlu tapi nama sub komisi itu tidak usah disebutkan. Kalau memm.1g sub komisi APBN itu kita mau .hapuskan berarli nanli kita akan me11gubah mckanismc taraf cara kcija APBN. Nanli akan kita rumuskan kembali apabila kami ditugaskan yang disesuaikan dengan kesewakan kita ~ hari ini. Saya kira itu scmcntara yang bisa kami sampaikan di dalam forum foi.

Terima kasih.

Ketua Rapat (Ir. Daryatmo Mardiyanto)

Terima kasih dari Tim Assistensi yang sudah memberikan gambaran teutang aspek-aspek yang menyangkut <lukungan serla argumcn lcbih lanjut terhadap usulan-usulan yang ada scrta usulan-usulan scmuanya. Silakan.

Tim Assistensi ( Dra. Sri Sumarjati H. )

Kami juga sependapat dengan usulan dari F-KP bahwa BUMN itu disebar Pak. Disebar tidak menjadi terscndiri. Jadi semua yang mengelahui itu komisi-komisi yang bersangkutan. Jadi anggaran pc11ugasa1111ya discbar, BUMN disebar, dan lnengenai BKSAP pcrlu kami laporkan dulunya l3KSAP namanya Panitya Kerja Sarna Antar Parlemen. Jadi karena berkcmbang pcmbahasan di forum lnternasional maka . . menjadi badan, tapi tidak menge1jaka11 lugas pokok, karena tugas pokok itu adalah penindang-undangan anggarnn dan pengawasan. Scdangkan BKSAP it u itugasnya adalah !ncnjalin,..-JJltJnbina, menggalang kc1jasama. Jae.Ii tidak masuk dalam tugas pokok. ·Han ya rrrerr'rang tadi

ilu

mcngatakan su<lah masuk SUSDUK kalau dulu namanya memang Panitya Ke1jasama Antar Parlcmcn. Dcmikian SDM juga saya kira setuju. Komisi Pendidikan, Agama dan Sumber Daya Manusia.

Sekian terima kasih. •

Ketua Rapat ( Ir. Daryatmo M·ardiyanto )

(16)

Terima kasih ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian demikian tadi adalah ptitaran yang kedua. Dilengkapi dengan Tim Assistensi. Kalan kita mengikuti prosedur yang kita lalui dalam membahas materi-materi TA TIB, maka memang setelah 2 x p~taran, · kita akan melakukan Tropi terlebih dahulu untuk ... Kemudian beberapa me1iiang perlu kita rumuskan. Oleh sebab itu barangkali kami ingin mengusulkan de1P.ikian Bu. Yang pertama sebelum kita lebih lanjut mengenai surat dari BKSAP say~ kita perlu kita jawab. Dan mungkin ada 2 hal yang bisa kita jadikan sebagai ... Yaitu yang pertama secara formalkita mengikuti ketentuan dalam UU SUSDUK, yaitu tugas dari Dewan. Kemudian yang kedua kita juga mengikuti UU SUSDUK tentang amanat alat-alat kelengkapan. Saya kira itu 2 hal yang menjadi acuan. Saat ini~ kita akan merumuskan jawaban terhadap BKSAP, supaya tidak menjadi koma supaya menjadi titik yang kita sampaikan, ya kita berikan jawabannya.

Itu yang pertama, saat ini disetujui. Lalu yang kedua memang kami usulkan ada skors sebentar. Tentang hal ini untuk membahas le.bib lanjut dalam kesempatan .. : .... tentang komisi.

Saya kira yang perlu menjadi pembahasan dalam ... adalah tentang jumlah, walaupun saya kira secra umum sudah nampak arahnya. Jumlah kemudi~n jumlah sub komis:i apah itu sama diseyiap komisi atat! tidak, lalu nama dari k~misi, lalu apakah ada nama dari sub komisi, lalu yang ketiga amanat tentang anggaran disetiap komisi. Saya kita itu kalau kita buat sub komisi akhirnya akan bertan11bah oleh sebabitu dibentuknya sebuab amanan yang ada. Bahwa itu periu dibuat disetiap komisi. Dan 5 hal itu saya kira yang perlu kita bicarakan dalam kesempatan lobby ataukah memang perlu kita ambil keputusan atau kesepakatan di dala.m forum sebelum lobby, sebab konsekuensi-konsekuensi tentang usul-usul yang refonnatif tadi itu apakah memerlukan waktu untuk berkonsultasi dengan pimpinain Fraksi-fraksi atau tidak. Saya kira ini suatu ... kalau demikian apakah kita lakulrnn skors sebentar, begitu

?

Supaya kita omong-omongnya lebih leluasa, k.hususnya karena pimpinan ... tadi Pak, sudah diambil...diambil itunya .... saya harus.

Baik sidang kita skors. Dan kita lakukan lobby sebentanmtuk membuat rumusan atau kesepakatan. Dengan demikian, sidang diskors untuk lobby.

Ketua Rapat ( Ir. Daryatmo Mardiyanto )

Bapak-bapak sekalian skorsing untuk lobby dicabut.

Ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian, anggota PANS US T ATIB dan Tim Assistensi serta hadirin sekalian. Setelah tadi kita melakukan loby maka · telah qihasilkan beberapa' · kesepcrr&t~h-kesepakatan yang sangat baik untuk mengakfairi atau menyelesaikan materi yang telah kita bicarakan. Materi hari ini adalah membahas tentang komisi dan sub komisi. Oleh sebab itu telah tercapai kesepakatan clan kami mohon ijin untuk dibacakan. Sementara" ibu-ibu dan bapak-bapak bisa m~ncermati dan apabila ada beberapa kekurangan atau kekeliruan mohon diinterupsi langsung.

(17)

Kesepakatan yang kita peroleh dari dari hasil lobby adalah mencakup tentang jumlah komisi di setiap koinisi, serta nama-namanya dan beberapa amanat yang perlu dimasukan untuk memandu kerja komisi.

Ingin kami bacakan :

I. Tentang jumlah komisi adalah 9 komisi. Keinudian setiap komisi ada 3 buah sub komisi dengan nama-namanya akan dibacakan berikut ini.

I. Komisi (yang pertama) ada1ah komisi Pertahanan dan Keamanan dan Luar Negeri,

terdiri atas 3 sub komisi ; ·

1. Sub komisi Pertahanan Keamanan 2. Sub Komisi Luar Negeri

3. Sub Komisi Penerangan

II. Komisi (yang kedua) Hukum dan Dalam Negeri I. Sub Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia 2. Sub Komisi Dalam Negeri

3. Sub Komisi pertanahan.

III. Komisi Pertanian dan Transmigrasi. terdiri atas 3 Sub Komisi : I. Sub Komisi Pertanian dan Pangan

2. Sub Komisi Kehutanan 3. Sub Komisi Transmigrasi.

IV. Komisi transportasi dan Infrastruktur, terdiri dari 3 Sub komisi : I. Sub Komisi perhubungan dan telekomunikasi

2. Sub Komisi Pariwisata

3. Sub Komisi Sub Komisi Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pemukiman. , V. Komisi Industri dan Perdagangan, terdiri atas 3 Sub Komisi :

I. Sub Komisi Industri dan Investasi 2. Sub Komisi Perdagangan

3. Sub Komisi Koperasi

VI.Komisi Agama dan Sumber Daya Manusfa, terdiri atas 3 Sub Komisi : I. Sub Komisi Agama

2. Sub Komisi Pendidikan, Kebudayaan, Generasi Muda dan Olah raga 3. Sub Komisi Tenaga Kerja.

VII. Komisi Kependudukan dan Kesejahteraan, terdiri dari : I. Sub Komisi Kependudukan

2. Sub Komisi Kesehatan 3. Sub Komisi Sosial

VIII. -K01nisi Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Lingkungan, terdiri atas : I. Sub Komisi Riset dan Teknologi

2. Sub K'omisi Liifgidrngan Hidup

3. Sub Komisi Pertambangan dan Energi

IX. Komisi Keuangan dan Perencanaan Pembangunan, terdiri atas: 1. Sub Komisi Keuangan "

2. Sub Komisi Perencaan Pembangunan

3. Sub Komisi Perbankan dan Lembaga Keuangan. 17

(18)

Ibu-ibu dan Bapak-bapak sekalian saya kira ini adalah nama-nama komisi dan sub komisi serta jumlalmya masing-masing, sehingga dengan demikian ada 9 komisi dan ada 27 sub komisi. Apakah ini akan menjadi kesepakatan kita ? Ya.

Dengan demikian kesepakatan kita ambil.

Ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian, jadi kita sudah menyelesaikan ini, clan angka-angka yang berkaitan dengan jumlah komisi dan sub komisi akan menjadi acuan pada saat kita akan membahas Fraksi. Kita telah mengakhiri komisi dan ~uh komisi kemudian kita akan segera memasuki materi yang berikutnya untuk acara ltari Kamis, Pada tanggal 15 Juli 1999 dan kami usulkan ada beberapa alternatif adara. Kalau sesuai dengan urutan kita akan membahas adalah Tata Cara Pengambilan Keputusan. Tetapi kalau kita kembali pada urutan sejak awal, kita dimungkinkan untuk kembali pada Fraksi, oleh sebab itu saya mohon usul, apakah kita akan membicarakan tentang Fraksi atau Tata cara Pengambilan Keputusan. Fraksi? Karena ini ada keJillungkinan berkaitan dengan kala~t tidak salah kemarin pertimbangannya menunggu perhitungan suara. kalau tidak salah KPU meminta sampai

21.

.

Dan rencananya sebelum

21.

Oleh sebab itu kami ingatkan kembali . Mohon kiranya ada masukan untuk acara besok. Silakan.

Tanggapan F-ABRI ( Drs. Paiman)

Jadi saya kira perhitungan suara itu sudah jelas. Jadi saya kira besok kita ~raksi-kan. Saya kira begitu nanti akan berkaitan dengan Mekanisme Pengambilan keputusan di Komisi. Jadi kita hams bicara Fraksi terlebih dahulu. Apakah nanti ke~utusan itu diambil sah kalau sudah dihadiri oleh seluruh Fraksi. Jadi Fraksi <lulu besqk. Terima kasih.

Ketua Rapat ( Ir. Daryatmo Mardiyanto ) Baik. Terima kasih F-ABRI.

Tim Assistensi ( Dra. Sri Suniarjati H. )

Logikanya kalau urutannya sebelum pengambilan keputusan. Kita harus 1tahu dulu jumlah Fraksi.

Ketua Rapat ( Ir. Daryatmo Mardiyanto )

~--Dengan demikian kita sepakati jadwal acara besok untuk hari Kamis tanggal 15 Juli 1999 kita akan membicarakan materi tentang Fraksi kembali pada substansi yang pertama <lulu. Kemudianacara selanjutnya setlah hari Kamis, kita akan bicarakan besok siang atau besok pagi.

(19)

Baik ada masalah lain ? Kemudian rencananya besok setiap hari setiap jadwal rapatnyajam 09.00. Apakah ada usulan menjadi jam berapa?

Tanggapan F.KP ( M. Alfred Tambunan, S.IP)

Ada usul, Pak. kalau bisa jangan jam 09. 00 tepat. Karena biasanya kala jmµ 09. 00 itu ke Fraksi <lulu, tanda tangan. Kalau bisa jam 09 .30 tepat.

Terima kasih, Pak.

Ketua Rapat ( Ir. Daryatmo Mardiyanto )

Baik saya kira pukul 09.30. bapak-bapak sekalian. Kemudian sampai sore. atau tidak kita putuskan besok.

Baik dengan demikian ... ada usulan tambahan dari Tim Assistensi ? Ticlak Ada ? Baik dengan demikian kita segera bisa menyelesaikan ini dan rapat a(au sidang Panitya Khusus Perubahan Peraturan Tata tertib dengan ini pukul 12.20 diskors (ditutup)

19

JakaJt.ta,/4 Jul.ii 1999

A. ii. KETUA RAPAT

SEKRETARIS RAPAT

~

VJUNEV :sH

NIP.

:210001084 •

Referensi

Dokumen terkait

Kasdan birkaç soru daha sordu, ama çocukça cevaplardan başka bir şey

Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama

Perubahan terminologi atau istilah anak berkebutuhan khusus dari istilah anak luar biasa tidak lepas dari dinamika perubahan kehidupan masyarakat yang berkembang saat ini,

Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan secara seimbang. Setiap orang tidak bisa menggunakan haknya secara semena-mena karena dibatasi oleh hak

Pengembangan dari penelitian ini diantaranya adalah mencari digraph eksentrik dari graf buku [7], graf barbel [3], graf music [5], graf gear [4], hasil kali kartesian antara dua graf

Dengan menggunakan CVP analysis ini perusahaan dapat mengetahui bagaimana pengaruh pada perubahan biaya, harga jual, dan sales mix terhadap pencapaian target laba

Tampilan Form yang digunakan untuk mendefinisikan sistem yang dilakukan dalam akan melakukan olah data basis kasus yang ditunjukkan pada gambar IV.6:... Gambar IV.6 Tampilan

Hasil penerapan model pembelajaran Mastery Learning terhadap penguasaan kompetensi dasar mengaktualisasikan kemerdekaan mengemukakan pendapat secara bebas dan