BAB III METODE PENELITIAN. adalah cross sectional yaitu suatu penelitian dengan cara pendekatan,

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian Non Experimental (Nazir, 1999). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis rancangan korelasi yaitu mengkaji hubungan antara variable dependen dan independen (Arikunto, 2002). Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah cross sectional yaitu suatu penelitian dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach) (Notoadmodjo, 2002). Pada penelitian ini variabel yang akan dihubungkan adalah jenis kalamin dengan persepsi perilaku seksual pranikah.

B. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang merupakan kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2005). Populasi juga diartikan sebagai subjek penelitian, dimana seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Arikunto, 2006 & Nursalam, 2003). Populasi dalam penelitian ini adalah remaja atau

(2)

siswa yang sedang melaksanakan studi di SMA Muhammadiyah I Kabupaten Sragen kelas X dan XI yang berjumlah 607 siswa.

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki (Notoadmodjo, 2005). Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling atau pengambilan sampel secara acak stratifikasi, agar pertimbangan sampel strata memadai maka dilakukan pertimbangan antara jumlah anggota populasi berdasarkan masing-masing strata (proportional stratified sampling) (Notoatmodjo, 2005).

Menurut Notoatmodjo (2005) untuk populasi kecil atau lebih kecil dari 10.000 maka untuk menetapkan jumlah sempel menggunakan rumus sederhana yaitu :

( )

d2 N 1 N n + = Keterangan n = Besar populasi N = Besar sampel

d = Tingkat kepercayaan atau ketetapan yang diinginkan yaitu 0,05. Perhitungan jumlah sampelnya sebagai berikut :

n =

(

0,05

)

2 607 1 607 +

(3)

= 5175 , 2 607 = 241,11 = 242 siswa

Jadi besar sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 242 siswa. Penentuan sampel untuk masing-masing kelas dilakukan dengan cara undian berdasarkan daftar nama siswa dengan memperhatikan proporsi pada masing-masing kelas, yaitu :

Kelas X : berjumlah 267, dengan laki-laki 109 dan perempuan 138. Kelas XI: berjumlah 340, dengan laki-laki 132 dan perempuan 208. Sehingga sampel diambil dari kelas X dan kelas XI berjumlah :

a. Kelas X : 607 267 x 242 = 106,44 =106 siswa Kelas X-A : x 106 15,08 15 267 38 = = siswa Kelas X-B : x 106 15,08 15 267 38 = = siswa Kelas X-C : x 106 15,08 15 267 38 = = siswa Kelas X-D : x 106 15,08 15 267 38 = = siswa Kelas X-E : x 106 15,08 15 267 38 = = siswa Kelas X-F : x 106 15,48 15 267 39 = = siswa Kelas X-G : 39 x 106=15,48=16 siswa

(4)

b. Kelas XI IPA : 607 145 x 242= 57,80 = 58 siswa Kelas XI-A1 : x 58 14,40 15 145 36 = = siswa Kelas XI-A2 : x 58 14,40 15 145 36 = = siswa Kelas XI-A3 : x 58 14,79 15 145 37 = = siswa Kelas XI-A4 : x 58 14,40 14 145 36 = = siswa c. Kelas XI IPS : 607 195 x 242= 77,74= 78 siswa Kelas XI-S 1 : x 78 15,79 16 195 40 = = siswa Kelas XI-S 2 : x 78 15,79 16 195 40 = = siswa Kelas XI-S3 : x 78 15,79 16 195 40 = = siswa Kelas XI-S 4 : x 78 14,61 15 195 37 = = siswa Kelas XI-S5 : x 78 15,00 15 195 38 = = siswa

Dalam menetapkan sampel perlu mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi sebagai berikut :

a. Kriteria inklusi

Adapun kriteria inklusi sampel yang diteliti dalam penelitian ini adalah:

(5)

1. Bersedia menjadi responden 2. Siswa kelas X dan XI

3. Berjenis kelamin laki-laki dan perempuan b. Kriteria eksklusi

Kriteria eksklusi adalah keadaan yang menyebabkan subjek memenuhi kriteria inklusi namun tidak dapat diikutsertakan dalam penelitian (Nursalam, 2003). Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah siswa yang tidak masuk sekolah saat pengambilan data.

(6)

C. Definisi Operasional

No Variabel Definisi operasional

Alat ukur Hasil ukur Skala

1 Jenis kelamin

Ciri seksual responden yang dibedakan atas laki-laki dan perempuan

kuesioner Laki-laki diberi kode 1 Perempuan diberi kode 2 nominal 2 Persepsi perilaku seksual pranikah pada remaja

Suatu proses mental yang terjadi pada diri manusia yang ditunjukkan dengan bagaimana melihat, mendengar, merasakan, meraba, serta memberi tanggapan tentang perilaku seksual pranikah kuesioner Persepsi kurang baik / negatif skornya 0 - 15 Persepsi baik / positif skornya 16 - 30 nominal

D. Metode Pengumpulan Data

Data primer yang meliputi demografi, dan persepsi dikumpulkan dengan panduan kuesioner yang terdiri atas pertanyaan tentang identitas responden, jenis kelamin, dan persepsi tentang perilaku seksual pranikah.

(7)

Langkah-langkah dalam melakukan penelitian adalah sebagai berikut : 1. Permohonan Ijin Kepada Pihak Universitas

Peneliti meminta surat permohonan ijin dari universitas untuk melakukan penelitian di SMA Muhammadiyah 1 Kabupaten Sragen.

2. Permohonan Ijin Kepada Pihak SMA

Setelah mendapat surat pengantar dari Universitas (nomor : 37/UNIMUS.G.4/AK/2008) peneliti menterahkan surat pengantar tersebut kapada Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah I Sragen.

3. Permohonan data awal

Setelah mendapat ijin dari kepala sekolah (nomor : 983/K-2/SMAM/I/2009) peneliti menemui Kepala TU untuk memperoleh data awal yang berupa daftar jumlah siswa dalam setiap kelas. Setelah memperoleh data awal Peneliti menemui guru BK untuk memperoleh informasi tentang seksual pranikah di SMA tersebut.

4. Proses penelitian

Pada tahap ini penelitian peneliti dibantu oleh satu teman. Penelitian ini dilakukan pada saat siswa kelas X dan XI selesai ujian semester sehingga sampel tidak dapat dikumpilkan dalam satu ruangan sehingga Peneliti mendatangi kelas perkelas. Penganbilan sampel dilakukan dengan cara mendata semua siswa yang ada dikelas kemudian diundi untuk mendapatkan sampel yang dibutuhkan peneliti. Setelah mendapatkan sampel kemudian peneliti menjelaskan proses dan tujuan penelitian

(8)

kemudian peneliti menyebarkan kuesioner untuk diisi responden saat itu juga dan satelah selesai diisi langsung dikembalikan kepada peneliti. 5. Kuesioner yang digunakan

Kuesioner yang digunakan sebagai alat penelitian diambil dari kuesioner penelitian sebelumnya yang dibuat oleh Hidayatul (2008). Kuesioner terdiri dari dua bagian yaitu :

a. Kuesioner A berisi pertanyaan data demografi dari responden yang terdiri dari nomor responden, jenis kelamin, dan umur responden. b. Kuesioner B digunakan untuk mengetahui persepsi responden tentang

perilaku seksual pranikah, yang terdiri dari 10 pertanyaan. Jenis pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan positif (favourable) yang ditunjukkan pada nomor 1, 5, 6, 9, dan 10 sedangkan pertanyaan negatif (unfavourable) ditunjukkan pada nomor 2, 3, 4, 7, dan 8. Untuk pertanyaan favourable jika responden sangat setuju diberi skor 4, setuju diberi skor 3, tidak setuju diberi skor 2, dan sangat tidak setuju diberi skor 1. Pada pertanyaan unfavourable, jika responden menjawab sangat setuju diberi skor 1, setuju diberi skor 2, tidak setuju diberi skor 3, dan sangat tidak setuju diberi skor 4. Skala persepsi terdiri dari 10 item dengan skor tertinggi adalah 40 dan skor terendah adalah 10, sehingga rentang sebenarnya adalah 10 - 40. Mean teoritisnya (skor maksimal - skor minimal)/2 = 15 sehingga hasil persepsi kurang / negatif skornya 0 - 15, persepsi baik / positif skornya 16 - 30.

(9)

E. Metode Pengolahan Dan Analisa Data

1. Pengolahan Data

Setelah kuesioner diisi dan dikembalikan oleh responden kepada peneliti maka selanjutnya dilakukan pengolahan data dengan tahap-tahap sebagai berikut :

a. Editing

Yaitu meneliti kembali apakah pengisian lembar kuesioner sudah lengkap atau belum, editing dilakukan di tempat pengumpulan data sehingga jika ada kekurangan data dapat dengan segera dikonfirmasikan pada responden yang bersangkutan.

b. Coding

Yaitu mengklasifikasikan jawaban-jawaban yang ada menurut macamnya. Klasifikasi dilakukan dengan menandai masing-masing jawaban dengan kode berupa angka, kemudian dimasukkan dalam lembaran tabel kerja guna mempermudah dalam membaca. Data yang diberi kode adalah jenis kelamin, laki-laki diberi kode 1 dan perempuan diberi kode 2.

c. Data Entry (memasukkan data)

Proses memasukkan data kedalam kategori tertentu untuk dilakukan analisis data dengan menggunakan bantuan program SPSS 16.00.

d. Tabulating

(10)

e. Cleaning

Membuang atau membersihkan data yang sudah tidak dipakai (Sugiyono, 1999).

2. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur relevan tidaknya pengukuran dan pengamatan yang dilakukan pada penelitian (Notoatmodjo, 2003). Pada penelitian ini dilakukan uji validitas pada 20 siswa di SMA Muhammadiyah 1 Sragen selain siswa yang menjadi sampel. Pada pengujian validitas kuesioner dilakukan dengan uji korelasi antara skor (nilai) tiap-tiap item pertanyaan terhadap skor total seluruh pertanyaan dengan menggunakan uji Pearson product moment

(Notoatmodjo, 2003). Dan setelah diuji validitasnya dengan hasil r hitung yaitu untuk nilai r tertinggi adalah 0,809 dan nilai r terendahnya adalah 0,595 lebih besar dari r tabel yaitu 0,448 sehingga item pertanyaan dikatakan valid.

3. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan telah reliabel (Notoatmodjo). Setelah diketahui bahwa setiap item pertanyaan cukup valid dilanjutkan dengan analisa reliabilitas untuk mengetahui apakah instrumen tersebut cukup konsisten untuk mengukur gejala yang sama pada pengukuran yang berulang. Pada awal tinggi rendahnya reliabilitas tes tercermin oleh nilai CronbachAlpha

(11)

reliabilitas yang diperoleh paling tidak mencapai 0,60 (Sugiyono, 1999). Setelah dilakukan uji reliabilitas dan didapatkan hasil persepsi memiliki alpha 0,8860 yaitu lebih besar dari 0,60. Hal ini menunjukkan bahwa variabel tersebut reliabel.

4. Analisa Data

a. Analisa Univariat

Analisa ini digunakan untuk mendeskripsikan variabel dependen (persepsi remaja tentang perilaku seksual pranikah) atau variabel independen (jenis kelamin) yaitu dengan menggunakan mean, standar deviasi, nilai minimum dan maksimum untuk data numerik dan menggunakan prosentase untuk data kategorik.

b. Analisa Bivariat

Analisa bivariat berfungsi untuk mengetahui perbedaan antara variabel independen yang berskala kategorik yaitu jenis kelamin dengan variabel dependen penelitian (persepsi) yang berskala kategorik. Analisa data yang digunakan adalah dengan uji Chi-square.

F. Etika Penelitian

Dalam melakukan penilitian ini, peneliti memenuhi tahapan etika penelitian sebagai berikut :

1. Lembar Persetujuan (informed consent)

(12)

harus menandatangani lembar persetujuan dan tidak memaksa (Nursalam, 2003).

2. Tanpa Nama (anonimity)

Untuk menjaga kerahasiaan responden dalam penelitian, peneliti tidak mencantumkan nama pada lembar kuesioner, cukup dengan memberi nomor kode pada masing-masing lembar yang hanya diketahui oleh peneliti (Nursalam, 2003).

3. Kerahasiaan (confidentiality)

Peneliti menjamin kerahasiaan semua informasi yang diberikan oleh responden dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian (Nursalam, 2003).

G. Jadwal Penelitian

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :