1 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
BAB IV
PROFIL KABUPATEN SLEMAN
4.1
Gambaran Geografi dan Administratif Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Sleman adalah 574,82 km2. Letak geografis Kabupaten Sleman terbentang mulai 11013”00” sampai33”00”dengan Bujur110 Timur,34”51”dan sampai dengan 00747”03” Lintang Selatan, dengan batas :
- Utara : Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah
- Timur : Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah
- Selatan : Kabupaten Bantul Pemerintah Daerah D.I.Yogyakarta - Barat : Kabupaten Kulon Progo Pemerintah Daerah D.I.Yogyakarta
Gambar 4. 1 Posisi Kabupaten Sleman
Wilayah administratif Kabupaten Sleman terdiri dari 17 Kecamatan, 86 Desa , dan 1212 Dusun
Tabel 4. 1 Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Sleman
No Kecamatan Banyaknya Luas (Ha)
Desa Dusun 1. Kec. Moyudan 4 65 2.762
2. Kec. Godean 7 57 2.684
3. Kec. Minggir 5 68 2.727
4. Kec. Gamping 5 59 2.925
5. Kec. Seyegan 5 67 2.663
2 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
No Kecamatan Banyaknya Luas (Ha)
Desa Dusun 6. Kec. Sleman 5 83 3.132 7. Kec. Ngaglik 6 87 3.852 8. Kec. Mlati 5 74 2.852
9. Kec. Tempel 8 98 3.249
10. Kec. Turi 4 54 4.309
11. Kec. Prambanan 6 68 4.135
12. Kec. Kalasan 4 80 3.584
13. Kec. Berbah 4 58 2.299
14. Kec. Ngemplak 5 82 3.571
15. Kec. Pakem 5 61 4.384
16. Kec. Depok 3 58 3.555
17. Kec. Cangkringan 5 73 4.799
Jumlah 86 1.212 57.482
3 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Gambar 4. 3 Peta Wilayah Perkotaan Kabupaten Sleman
4.2
Gambaran Demografi
Profil demografi menjelaskan mengenai struktur penduduk Kabupaten Sleman. Profil demografi menjelaskan pula laju pertambahan dan kepadatan penduduk di Kabupaten Sleman.
4.2.1 Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Jumlah penduduk Kabupaten Sleman Tahun 2013 menurut data BPS adalah 1.141.733 jiwa, yang terdiri atas 574.892 laki-laki dan 566.841 perempuan. Sex Ratio Kabupaten Sleman tahun 2013 sebesar 98,61, jumlah penduduk perempuan sedikit lebih rendah dari jumlah penduduk laki-laki. Sebaran penduduk masih bertumpu di daerah Kawasan Perkotaan Yogyakarta (Depok). Jumlah penduduk yang tinggal di Kecamatan Depok Mencapai 187.008 orang. Sedangkan kecamatan dengan penduduk terkecil adalah Kecamatan Cangkringan, 29.054 orang.
4 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Sumber: BPS Kabupaten Sleman
Gambar 4. 4 Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Kelompok Usia, 2013
Sumber: BPS Kabupaten Sleman, 2013
5 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Tabel 4. 2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kesejahteraan Tahun 2013
No Kecamatan Banyaknya KK Miskin KK Rentan Miskin KK Tidak Miskin
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1. Sayegan 15.385 3.660 24% 4.299 28% 7.426 48% 2. Godean 21.456 3.259 15% 3.732 17% 14.465 67% 3. Gamping 27.697 3.175 11% 3.613 13% 20.909 75% 4. Minggir 11.310 2.558 23% 3.444 30% 5.308 47% 5. Moyudan 10.768 1.821 17% 2.956 27% 5.991 56% 6. Prambanan 16.203 3.684 23% 4.011 25% 8.508 53% 7. Mlati 27.905 3.239 12% 4.076 15% 20.590 74% 8. Depok 38.497 1.572 4% 2.776 7% 34.149 89% 9. Berbah 15.906 2.081 13% 2.815 18% 11.010 69% 10. Kalasan 23.207 2.828 12% 3.920 17% 16.459 71% 11. Ngemplak 17.692 1.697 10% 2.943 17% 13.052 74% 12. Ngaglik 28.572 2.126 7% 3.359 12% 23.087 81% 13. Sleman 20.315 3.923 19% 5.337 26% 11.055 54% 14. Tempel 17.547 4.076 23% 4.015 23% 9.456 54% 15. Turi 10.783 2.147 20% 2.291 21% 6.345 59% 16. Pakem 11.344 1.145 10% 2.316 20% 7.883 69% 17. Cangkringan 9.554 2.046 21% 3.599 38% 3.909 41% Total 324.141 45.037 13,89% 59.502 18,36% 219.602 67,75% 4.2.2 Laju Pertambahan dan Kepadatan Penduduk
Sumber: BPS Kabupaten Sleman, 2013
6 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Dengan adanya universitas yang berdiri di dalam wilayah Kabupaten Sleman menyebabkan pertambahan kaum urban sehingga laju pertumbuhan di daerah tersebut cukup tinggi. Perkembangan pembangunan pemukiman/perumahan, perekonomian dan sektor pendidikan yang cepat mendorong pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Kecamatan Ngaglik. Rata-rata laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Sleman adalah 0,99% pertahun. Kecamatan dengan laju pertumbuhan tercepat adalah Ngaglik di atas 2,25% persen, sedangkan terkecil Minggir 0,25 –0,74% persen.
Proyeksi penduduk Kabupaten Sleman Tahun 2013-2019 disajikan dalam gambar di bawah ini.
Gambar 4. 7 Proyeksi Penduduk Kabupaten Sleman Tahun 2013-2019
Kepadatan penduduk di Kabupaten Sleman sebesar 1.986 jiwa/km2. Kecamatan dengan Kepadatan terbesar adalah Depok, 5.260 jiwa/km2. sedangkan kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah adalah Cangkringan, 605 jiwa/km2.
Sumber: BPS Kabupaten Sleman, 2013
7 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Sebaran penduduk per kecamatan Kab. Sleman tahun 2013 disajikan dalam gambar berikut ini.
Gambar 4. 9 Sebaran Penduduk Kab. Sleman Per Kecamatan Tahun 2013 (BPS, 2013) Sedangkan distribusi penduduk Kabupaten Sleman terbesar pada Kecamatan Depok dan terkecil di Kecamatan Moyudan, Turi, Minggir, Pakem dan Cangkringan sebagaimana dijelaskan oleh gambar berikut ini.
Sumber: BPS Kabupaten Sleman, 2013
8 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
4.3
Gambaran Topografi
Kondisi Topografi Kabupaten Sleman, Kabupaten Sleman keadaan tanahnya dibagian selatan relatif datar kecuali daerah perbukitan dibagian tenggara Kecamatan Prambanan dan sebagian di Kecamatan Gamping. Makin ke utara relatif miring dan dibagian utara sekitar Lereng Merapi relatif terjal serta terdapat sekitar 100 sumber mata air. Hampir setengah dari luas wilayah merupakan tanah pertanian yang subur dengan didukung irigasi teknis di bagian barat dan selatan. Topografi dapat dibedakan atas dasar ketinggian tempat dan kemiringan lahan (lereng).
Ketinggian wilayah Kabupaten Sleman berkisar antara < 100 sd >1000 m dari permukaan laut. Ketinggian tanahnya dapat dibagi menjadi tiga kelas yaitu ketinggian < 100 m, 100 - 499 m, 500 - 999 m dan > 1000 m dari permukaan laut. Ketinggian < 100 m dari permukaan laut seluas 6.203 ha atau 10,79 % dari luas wilayah terdapat di Kecamatan Moyudan, Minggir, Godean, Prambanan, Gamping dan Berbah. Ketinggian > 100 - 499 m dari permukaan laut seluas 43.246 ha atau 75,32 % dari luas wilayah, terdapat di 17 Kecamatan. Ketinggian > 500 - 999 m dari permukaan laut meliputi luas 6.538 ha atau 11,38 % dari luas wilayah, meliputi Kecamatan Tempel, Turi, Pakem dan Cangkringan. Ketinggian > 1000 m dari permukaan laut seluas 1.495 ha atau 2,60 % dari luas wilayah meliputi Kecamatan Turi, Pakem, dan Cangkringan.
9 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Kemiringan 0 - 2 % terdapat di 15 (lima belas ) Kecamatan meliputi luas 34.128 ha atau 59,32 % dari seluruh wilayah lereng, > 2 - 15 % terdapat di 13 (tiga belas ) Kecamatan dengan luas lereng 18.192 atau 31,65 % dari luas total wilayah. Kemiringan lahan > 15 - 40 % terdapat di 12 ( dua belas ) Kecamatan luas lereng ini sebesar 3.546 ha atau 6,17 % , lereng > 40 % terdapat di Kecamatan Godean, Gamping, Berbah, Prambanan, Turi, Pakem dan Cangkringan dengan luas 1.616 ha atau 2,81 %.
4.4
Gambaran Geohidrologi
Beberapa sungai yang mengalir melalui Kabupaten Sleman menuju Pantai Selatan antara lain Sungai Progo, Krasak, Sempor, Nyoho, Kuning dan Boyong. Secara umum wilayah Kabupaten Sleman adalah wilayah yang tidak pernah kekurangan air, terdapat akuifer air tanah dan sistem air permukaan yang didukung oleh Selokan Mataram. Kedalaman air tanah kurang dari 15 m. Kualitas air banyak mengandung unsur Fe dan Mn. Potensi wilayah khususnya bagian utara berdasar pertimbangan lingkungan hidup adalah sebagai kawasan resapan primer lereng kaki Merapi, namun saat ini dalam tekanan perubahan ke fungsi permukiman dan jasa.
10 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Gambar 4. 13 Kedalaman dan Kelulusan Air Tanah Kab. Sleman
4.5
Gambaran Geologi
Kondisi Geologi Kabupaten Sleman, terdominasi dari beradanya Gunung Merapi. Formasi Geologi dibedakan menjadi Endapan Vulkanik, Sedimen dan Batuan Trobosan, di mana Endapan Vulkanik mewakili lebih dari 90% dari seluruh wilayah. Secara fisiografi Sleman dapat dibagi empat bagian, yaitu Lereng Merapi, Batur Agung, Dataran Progo, dan Perbukitan Sentolo. Bahaya alam utama di Sleman adalah bahaya letusan Merapi. Jenis tanah adalah regosol yang berbatuan dasar vulkanik, secara umum kesuburan bagus dan porus. Tekanan konversi lahan untuk urbanisasi tinggi, khususnya ruang sekitar jalan dan kampus.
11 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Gambar 4. 15 Kondisi Jenis Tanah Kabupaten Sleman
4.6
Gambaran Klimatologi
Wilayah Kabupaten Sleman termasuk beriklim tropis basah dengan musim hujan antara bulan Nopember - April dan musim kemarau antara bulan Mei - Oktober. Banyaknya hari hujan pada tahun 2013 maksimum adalah 27 hari , dan minimum adalah 2 hari. Adapun kelembaban nisbi udara pada tahun 2013 terendah sebesar 55 % dan tertinggi 96,70%, sedangkan suhu udara terendah sebesar 21,5 derajat celcius dan suhu udara tertinggi 31,8 derajad celcius.
12 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Tabel 4. 3 Rata-rata Faktor yang mempengaruhi kondisi Cuaca Kabupaten Sleman Tahun 2013
No Uraian Kondisi
Minimum Maksimum
1. Kecepatan Angin (m/s) 2,60 7,40
2. Arah Angin Barat Barat
3. Tekanan Udara (mb) 1.012,50 1.017,30
4. Kelembaban Udara (%) 55,00 96,70
5. Suhu Udara (derajat/°) 21,50 31,80
6. Curah Hujan (mm) 1,90 492,90
7. Hari Hujan dalam sebulan (kali) 2,00 27,00
Sumber; Kabupaten Sleman Dalam Angka, 2014
4.7
Kondisi Sosial dan Ekonomi
Dilihat dari tingkat kesejahteraan tahun 2013 banyaknya keluarga miskin di Kabupaten Sleman sebesar 45.037 KK atau sebesar 13,89 % dari total KK sebesar 219.602 KK. KK miskin terbanyak terdapat di Kecamatan Tempel yaitu sebesar 4.076 KK dan KK miskin terkecil sebesar 1.572 KK berada di Kecamatan Depok.
Tabel 4. 4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kesejahteraan Tahun 2013
No Kecamatan Banyaknya KK Miskin KK Rentan Miskin KK Tidak Miskin
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
1. Sayegan 15.385 3.660 24% 4.299 28% 7.426 48% 2. Godean 21.456 3.259 15% 3.732 17% 14.465 67% 3. Gamping 27.697 3.175 11% 3.613 13% 20.909 75% 4. Minggir 11.310 2.558 23% 3.444 30% 5.308 47% 5. Moyudan 10.768 1.821 17% 2.956 27% 5.991 56% 6. Prambanan 16.203 3.684 23% 4.011 25% 8.508 53% 7. Mlati 27.905 3.239 12% 4.076 15% 20.590 74% 8. Depok 38.497 1.572 4% 2.776 7% 34.149 89% 9. Berbah 15.906 2.081 13% 2.815 18% 11.010 69% 10. Kalasan 23.207 2.828 12% 3.920 17% 16.459 71% 11. Ngemplak 17.692 1.697 10% 2.943 17% 13.052 74% 12. Ngaglik 28.572 2.126 7% 3.359 12% 23.087 81% 13. Sleman 20.315 3.923 19% 5.337 26% 11.055 54% 14. Tempel 17.547 4.076 23% 4.015 23% 9.456 54% 15. Turi 10.783 2.147 20% 2.291 21% 6.345 59% 16. Pakem 11.344 1.145 10% 2.316 20% 7.883 69% 17. Cangkringan 9.554 2.046 21% 3.599 38% 3.909 41% Total 324.141 45.037 13,89% 59.502 18,36% 219.602 67,75%
13 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Gambar 4. 17 Persentase KK Miskin, Rentan Miskin, dan Tidak Miskin Kabupaten Sleman Tahun 2013 (Sumber: BPS Kab. Sleman)
Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman selama tahun 2013 sebesar 5,70 % lebih baik daripada tahun 2012 sebesar 5,45%. Perkembangan pertumbuhan ekonomi pada grafik sebagai berikut:
Gambar 4. 18 Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Sleman Tahun 2013 Tabel 4. 5 Pertumbuhan Ekonomi per sektor Kabupaten Sleman Tahun 2011-2013
No Lapangan Usaha Pertumbuhan per tahun (%)
2011* 2012** 2013*** Pertanian 14,6 13,84 1. 14,44 Pertambangan 0,57 0,53 2. 0,55 Industri Pengolahan 15,07 14,13 3. 14,25
Listrik, Gas, dan Air 0,91 0,93
4. 0,92
5. Bangunan 11,64 11,72 11,86
Perdagangan, Hotel & Rest 22,77 23,33
6. 23,04 Pengangkutan 6,12 6,14 7. 6,14 Keuangan 10,67 11,19 8. 11,05 Jasa 17,65 17,91 18,05 9.
Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Sleman. :*) = angka sementara; **)angka sangat sementara; ***)angka sangat sangat sementara
14 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Ada 4 sektor pendukung utama perekonomian di Kabupaten Sleman pada tahun 2013 yaitu: sektor perdagangan, hotel, dan restoran(23,33%); sektor jasa-jasa(18,05%); sektor industri pengolahan (14,13%); dan sektor pertanian(13,84%). Dua sektor lain yang cukup siginifikan kontribusinya adalah sektor bangunan (11,86%) dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa keuangan(11,19%).
PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) persektor selama 3 tahun terakhir tergambarkan sebagai berikut:
Tabel 4. 6 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sleman Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2011-2013 (Jutaan Rupiah)
No SEKTOR Tahun
2011* 2012** 2013***
1 Pertanian
979.024 1.019.264 1.034.154
2 Pertambangan & Penggalian
38.084 38.636 39.486
3 Industri Pengolahan
1.010.358 1.005.640 1.055.973
4 Listrik, Gas dan air Bersih
61.282 65.150 69.343
5 Bangunan
780.153 827.196 886.231
6 Perdagangan, hotel & Restoran 1.526.308 1.626.136 1.743.449
7 Pengangkutan & Komunikasi
410.323 433.134 458.432
8 Keuangan, persewaan & jasa Perusahaan 715.318 779.722 836.344
9 Jasa-jasa
1.183.250 1.264.352 1.348.485
Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Sleman. :*) = angka sementara; **)angka sangat sementara; ***) angka sangat sangat sementara
Tabel 4. 7 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Sleman Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 20011-2013 (Jutaan Rupiah)
No SEKTOR Tahun
2011* 2012** 2013***
1 Pertanian 1.922.985 2.153.451 2.461.393
2 Pertambangan & Penggalian 86.671 90.599 109.876
3 Industri Pengolahan 2.171.967 2.274.445 2.655.634
4 Listrik, Gas dan air Bersih 192.383 208.066 233.811
5 Bangunan 1.921.438 2.135.294 2.491.502
6 Perdagangan, hotel & Res-toran 3.453.129 3.872.092 4.444.678
7 Pengangkutan & Komunikasi 857.248 922.507 1.021.779
8 Keuangan, persewaan & jasa Perusahaan 1.645.918 1.861.498 2.092.642
15 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Tabel 4. 8 Persentase Kontribusi Sektor terhadap PDRB harga berlaku
No Lapangan Usaha 2011* 2012**Tahun 2013***
PRIMER
1 Pertanian 12,74 12,90 12,88
2 Pertambangan & Penggalian 0,57 0,54 0,57
SEKUNDER
3 Industri Pengolahan 14,39 13,62 13,90
4 Listrik, gas, & Air bersih 1,27 1,25 1,22
5 Bangunan 12,73 12,79 13,04
6 Perdagangan, Hotel & Restoran 22,87 23,19 23,26
TERSIER
7 Pengangkutan & Komunikasi 5,68 5,53 5,35
8 Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan 10,90 11,15 10,95
9 Jasa-jasa 18,85 19,04 18,81
Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Sleman. :*) = angka sementara; **)angka sangat sementara; ***) angka sangat sangat sementara
Secara makro tergambarkan capaian PDRB Kabupaten Sleman atas harga berlaku maupun harga konstan dapat tergambarkan sebagai berikut:
Tabel 4. 9 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sleman Tahun 2011-2013 (Jutaan Rupiah)
No PDRB Tahun 2011* Tahun 2012** Tahun 2013***
1 ADHB 15.097.600 16.696.582 19.105.499
2. ADHK 6.704.100 7.069.229 7.471.897
Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman dipengaruhi oleh inflasi dan deflasi sebagai salah satu Indikator. Pada Tabel 4.10 disajikan tingkat inflasi selama 7 tahun terakhir dengan menggunakan Tahun Dasar 1996 = 100
Tabel 4. 10 Tingkat Inflasi Kabupaten Sleman, dan Nasional 2007-2013 (Jutaan Rupiah) Tahun Dasar 1996 = 100
No. Tahun Tingkat Inflasi (%)
Nasional
Kabupaten Sleman
1 2007 6,59 7,18 2 2008 11,06 10,16 3 2009 2,78 4,03 4 2010 6,96 7,50 5 2011 3,79 3,19 6 2012 4,30 4,06 7 2013 8,38 6,92
16 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
Gambar 4. 19 Laju Inflasi di Kabupaten Sleman Tahun 2008 –2013 (Hasil Analisa)
Pertumbuhan penduduk dan Urbanisasi. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Sleman antara tahun 1990 - 2000 menunjukkan angka tertinggi dibandingkan dengan kota/Kabupaten lain di Propinsi DIY. Pertumbuhan penduduk tertinggi terutama terdapat di kecamatan-kecamatan yang berbatasan dengan wilayah Kota Yogyakarta (APY), yakni Kecamatan Depok, Gamping, Mlati,
Tabel 4. 11 Tingkat Pendidikan per Kecamatan Kabupaten Sleman (Jutaan Rupiah)
Kecamatan T ingkat Pendidikan per kecamatan T ahun 2012
Tidak Tamat SD SMP SMA Diploma Sarjana
Seyegan 246 272 440 724 90 88 Godean 356 542 670 926 136 114 Gamping 274 417 487 702 104 135 Minggir 210 210 315 443 76 93 Moyudan 59 168 312 818 83 100 Prambanan 376 541 632 1027 88 110 Mlati 294 377 505 844 231 254 Depok 184 270 360 612 225 284 Berbah 250 391 565 854 57 75 Kalasan 423 468 537 766 59 74 Ngemplak 153 190 364 1219 92 121 Ngaglik 290 564 686 1383 190 209 Sleman 357 502 698 1009 208 234 Tempel 248 354 416 676 36 58 T uri 141 161 266 393 79 86 Pakem 120 143 229 594 126 167 Cangkringan 74 116 186 428 41 31 Total 4.055 5.686 7.668 13.418 1.921 2.233
17 | P R O F I L K A B U P A T E N S L E M A N
dan Ngaglik, sebagai implikasi dari aktivitas perkotaan Yogyakarta yang antara lain ditandai dengan pemekaran permukiman baru. Kepadatan penduduk pada kecamatan-kecamatan tersebut di atas juga paling tinggi, dengan Kecamatan Depok sebagai kecamatan dengan penduduk terpadat, sejalan dengan tumbuhnya kecamatan Depok sebagai daerah pengembangan fasilitas pendidikan tinggi. Sementara kecamatan-kecamatan yang terletak di kawasan APY lainnya masih mempunyai kepadatan penduduk relatif rendah, terutama pada kawasan yang dalam konteks APY berfungsi sebagai daerah penyangga, seperti sebagian besar Kecamatan Ngaglik dan Ngemplak.
Sistem nilai budaya termasuk seni, gaya hidup Jawa Yogyakarta yang berkembang di Kabupaten Sleman amat dipengaruhi oleh keberadaan Kraton. Pertumbuhan aktivitas urban di Sleman sangat mempengaruhi munculnya pergeseran sistem nilai tradisional masyarakat pada pola moderen. Ancaman hilangnya bangunan cagar budaya yang tersebar di Sleman akibat rendahnya kesadaran pelestarian. Telah diinventarisasi 17 Kawasan Cagar Budaya di Sleman yang sebagian besar merupakan candi tinggalan masa masuknya Hindu-Budha. Fasilitas museum 3 buah, 17 lokasi galeri seni kerajinan maupun furnitur. Telah dibentuk 8 desa budaya yaitu Minomartani, Sinduarjo, Bangunkerto, Sendangmulyo, Banyurejo, Argomulyo, Wedomartani dan Sambirejo. Ada 2 desa cagar budaya yaitu Ambarketawang dan Bokoharjo. Kurangnya fasilitas seni budaya sangat berpengaruh terhadap pelestarian seni pertunjukkan tradisional maupun pengembangan seni moderen dan kontemporer.
P R O F I L K A B U P A T E N S L