• Tidak ada hasil yang ditemukan

Eksistensi Samurai Pada Masa Pemerintahan Meiji

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Eksistensi Samurai Pada Masa Pemerintahan Meiji"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN UMUM TERHADAP SAMURAI DAN RESTORASI

MEIJI

2.1. Pengertian Samurai

Samurai ( 侍 ), atau dalam bahasa Jepang disebut bushi ( 武士 ) atau buke

( 武家 ), adalah bangsawan militer abad pertengahan dan awal-modern Jepang.

Menurut Wikipedia, samurai adalah sebutan untuk bangsawan militer pada masa pra-industri Jepang. Kata “samurai” diambil dari bahasa Jepang kuno “samorau”

lalu berubah menjadi “saburau” yang berarti “pelayan”

Menurut penerjemah William Scott Wilson: "Di Cina, karakter ( 侍 )

adalah kata yang berarti menunggu atau menemani seseorang di jajaran

masyarakat, dan ini juga sebenarnya dari istilah aslinya dalam bahasa Jepang,

saburau. Di kedua negara tersebut istilah tersebut biasanya berarti "mereka yang melayani hadir dekat dengan kaum bangsawan", kemudian lafal tersebut berganti

menjadi saburai. Menurut Wilson, referensi awal untuk kata "samurai" muncul di Kokin Wakashū (905-914), kekaisaran pertama antologi puisi, selesai pada bagian

pertama abad ke-10. Pada akhir abad ke-12, samurai menjadi hampir seluruhnya

identik dengan Bushi, dan kata itu terkait erat dengan ksatria kelas menengah dan

(2)

Tidak jauh berbeda dari apa yang disampaikan oleh A.L. Sadler ( 1990 )

dalam buku “The Code of Samurai”, disana dia memberikan pengertian tentang

samurai, yaitu :

Samurai” is an expression of respectable antiquity incidentally, and a pure Japanese one, fisrt used in the sense of military retainer in the tenth century, and adopted in the late twelfth century by the Kamakura military government as the official designation of the War Departement or Samurai-Dokoro ( Sadler, 1990: 11 )

(“Samurai” adalah suatu ungkapan terhormat yang ada pada masa lalu , dan hanya dimiliki oleh Jepang, pertama digunakan sebagai pengertian dari para militer sewaan pada abad ke-10, dan kemudian di adopsi secara resmi pada akhir abad ke-12 ketika masa pemerintahan Kamakura dalam Departemen Perang atau Samurai-Dokoro )

Samurai mengikuti seperangkat aturan yang kemudian dikenal sebagai

Bushido. walaupun samaurai masih kurang dari 10% dari populasi Jepang, ajaran

mereka masih dapat ditemukan hingga hari ini baik dalam kehidupan sehari - hari

maupun dalam seni bela diri modern Jepang.

2.1.1 Sejarah Dan Terbentuknya Samurai

Dalam catatan sejarah militer di Jepang, terdapat data-data yang

menjelaskan bahwa pada zaman Nara (710 – 784), pasukan militer Jepang

mengikuti model yang ada di Cina dengan memberlakukan wajib militer dan

dibawah komando langsung Kaisar. Dalam peraturan yang diberlakukan tersebut

setiap laki-laki dewasa baik dari kalangan petani maupun bangsawan, kecuali

budak, diwajibkan untuk mengikuti dinas militer. Secara materi peraturan ini amat

berat, karena para wakil tersebut atau kaum milter harus membekali diri secara

(3)

Selain itu pula pada waktu itu kaum petani juga dibebani wajib pajak yang cukup

berat sehingga mereka melarikan diri dari kewajiban ini. Pasukan yang kemudian

terbentuk dari wajib militer tersebut dikenal dengan sakimori ( 防人 ) yang secara

harfiah berarti “pembela”, namun pasukan ini tidak ada hubungannya dengan

samurai yang ada pada zaman berikutnya.

Golongan samurai (bushi) adalah sebuah golongan istimewa dalam hirearki masyarakat Jepang. Kemunculan golongan ini terjadi beratus tahun lalu,

jauh sebelum Jepang mengalami masa modernisasi. Para tentara, pemanah

maupun prajurit pejalan kaki pada masa itu disebut sebagai proto-samurai atau

samurai kuno. Kaum samurai pertama kali muncul di Jepang pada zaman Yamato, yaitu pada masa kekaisaran pertama Jepang. Pada masa ini Jepang dipimpin oleh

kaisar pertamanya yang dipercaya sebagai keturunan Dewa Matahari. Pada

permulaan zaman ini diberlakukan sistem Shisei Seido, yaitu sistem pemerintahan yang berdasarkan pada klan-klan/ kelompok-kelompok. Namun kemudian sistem

ini diubah oleh pangeran Shotoku menjadi sistem Kan I Juni Kai No Seido, yaitu sistem pemerintahan yang berdasarkan kepandaian. Sehingga siapa saja dapat

memangku suatu jabatan sesuai dengan kecakapannya.

Zaman Heian (794-1185) merupakan zaman masyarakat feodal agraris.

Lahan pertanian yang dikenal dengan nama shoen dibuka dan dimiliki oleh kelompok tuan tanah bangsawan atau disebut juga sebagai daimyo. Mereka kemudian mempekerjakan para petani dan sekaligus menjadikannya sebagai

“budak”. Bangsawan-bangsawan tersebut hidup dalam kemewahan dan kekuasaan

(4)

Heian melahirkan ketidakpuasan dari para petani. Akibanya, terjadi gejolak dan pemberontakan di daerah-daerah. Penjarahan yang terjadi terhadap tuan tanah

baik dikota maupun didesa oleh para petani bersenjata mengakibatkan para shoen

atau tuan tanah mempersenjatai keluarga serta para petani miliknya. Kondisi

inilah yang kemudian melahirkan kelas prajurit bersenjata, yang dikenal dengan

nama bushi (samurai).

Eksistensi kaum samurai semakin menguat pada akhir zaman Heian. Pada masa ini, muncul dua kekuatanmiliter yang terbentuk dari dua klan besar, yaitu

Taira dan Minamoto. Kedua klan tersebut berselisih memperebutkan hegemoni di

Jepang, terutama dalam melakukan pendekatan terhadap pemerintah pusat yang

dipegang oleh Fujiwara. Keluarga Fujiwara merupakan satu klan pemegang

kekuasaan dalam istana kekaisaran, sehingga klan yang mempunyai hubungan

politik maupun memiliki ikatan perkawinan dengan keluarga Fujiwara akan

mendapatkan kedudukan dalam istana. Akan tetapi, muncul pula golongan yang

kontra terhadap istana dari kaisar-kaisar terdahulu yang anti terhadap keluarga

Fujiwara. Golongan anti keluarga Fujiwara ini membentuk suatu kekuatan militer

dengan kuil sebagai basis atau markas politik sekaligus pusat keagamaan. Kaum

kontra tersebut dipimpin oleh Shirakawa, seorang pendeta yang juga mantan

kaisar. Golongan ini kemudian memanfaatkan perselisihan antara klan Minamoto

dan Taira dengan melakukan pendekatan terhadap klan Minamoto. Perselisihan

antara klan Minamoto dan Taira memuncak, sehingga meletuslah pertempuran

diantara kedua klan itu dengan kemenangan berpihak kepada klan Taira.

Kekuasaan Taira tidak berlangsung lama (1160-1185). Klan Minamoto,

(5)

konsolidasi di Kamakura. Pada tahun 1185 dibawah pimpinan Yoritomo, klan

Minamoto berhasil membalas kekalahan mereka atas klan Taira. Setelah

mengalahkan Taira dan merebut kekuasaan, Yoritomo tidak menempatkan pusat

kekuatan di Kyoto, melainkan tetap bermarkas di Kamakura. Masa inilah yang

mengawali masa pemerintahan feodalisme militer Jepang yang lebih dikenal

dengan Bakufu Kamakura. Masa Kamakura juga menjadi masa keemasan bagi para samurai yang memang bekerja sesuai fungsi mereka sebagai prajurit militer Jepang. Selama masa peperangan (sengoku jidai) sepanjang pemerintahan

BakufuKamakura, samurai memegang peranan yang sangat penting bagi perputaran pemerintahan Jepang.

2.2 Kedudukan dan Fungsi Samurai

Samurai di zaman Edo menjalankan kewajiban melayani tuan tanah feodal

masing-masing dengan dua cara. Pertama, menjalankan tugas keprajuritan pada

masa damai, yakni menjaga benteng daimyo, mengawal daimyo ketika ia pergi ke

Edo dan pulang dari Edo, dan menyediakan pasukan yang dapat digunakan

daimyo untuk menjaga tanahnya. Namun, setelah Tokugawa berhasil mewujudkan

ketertiban di Jepang pada abad ke-17, para samurai ini kebanyakan menjalankan

tugas administrasi, dalam hal ini adalah administrasi keuangan seperti

menghimpun pendapatan dalam bentuk beras atau uang tunai untuk membayar

tunjangan, merawat rumah resmi di Edo, dan membayar biaya perjalanan ke Edo

(6)

Karena para samurai tidak dapat lagi diandalkan untuk bertempur, shogun

dan daimyo tidak ingin menghilangkan nilai kesetiaan dan keberanian samurai,

tetapi perkelahian dan balas dendam turun-temurun, sering terjadi dan merupakan

bagian dari kehidupan samurai yang tidak sesuai dalam masyarakat aman dan

damai yang sedang mereka bangun. Bakufu kemudian menindak tegas pelaku

perkelahian dan melarang balas dendam. Untuk mendorong agar para samurai

mau menerima perubahan, maka disediakan imbalan. Pada abad ke-18, pejabat

mendapat tunjangan tambahan untuk menambah gaji. Pekerjaan yang baik

menjadi salah satu pertimbangan untuk naik pangkat, yang membuka

kemungkinan naik jabatan.

Selain itu, pendidikan moral, etika, dan pengetahuan umum mulai

dikenalkan. Sampai saat itu sebagian besar samurai terutama samurai berpangkat

tinggi mendapat pendidikan secara individual. Pendidikan tersebut antara lain

pengetahuan mengenai etika selain keahlian menggunakan senjata, berikut

pengetahuan membaca dan menulis. Peran birokrasi dalam kehidupan telah

menjadi norma, para atasan menginginkan nilai-nilai lebih dari seorang samurai.

Seperti kaum bangsawan di zaman Nara dan Heian, mereka harus memiliki sikap

moral yang benar jika mereka ingin mendapat peranan dalan pemerintahan.

Terutama harus memahami ajaran-ajaran klasik Konfusius, oleh karena itu bakufu

dan para daimyo mulai mendirikan tempat-tempat pendidikan dimana hal-hal

tersebut dapat di pelajari

Seorang samurai, meskipun dia hanya mempunyai pangkat yang rendah di klan tempat dia mengabdi, tetapi jika dia berada dimasyarakat umum, dia

(7)

Samuraibebas melakukan atau memberikan hukuman apa saja terhadap rakyat yang mereka anggap tidak mematuhi atau melanggar apa saja yang mereka

perintahkan. Meskipun hal itu seringkali bertentangan dengan nila-nilai

kemanusiaan, tetapi tidak ada peraturan yang dapat menyalahkan, karena memang

itulah bagian dari hak para samurai terhadap golongan yan lebih rendah daripada mereka.

Bagi kaum samurai, ada tiga hal yang paling utama. Ketiga hal itu adalah loyalitas, perilaku yang baik dan keberanian. Ketiga hal itu harus berada dalam

satu samurai dan tidak bisa dipisahkan karena ketiganya merupakan sebuah kesatuan. Selain itu, ada kewajiban turun temurun yang harus dilakukan, yaitu

kepatuhan terhadap atasan sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang tua

samurai sebelumnya. Kepatuhan terhadap orang tua setara dengan kepatuhan mereka terhadap majikan mereka

2.3 Kehidupann Sehari-hari Samurai

Ada samurai yang tinggal di bangunan serupa barak, namun ada pula yang memiliki rumah sendiri. Penetapan tempat tinggal mereka ditentukan oleh

beragam faktor, antara lain pangkat, tugas, dan status perkawinan. Sebagian besar

samurai muda berpangkat rendah disuatu garnisum, misalnya, tinggal bersama dibangunan besar seperti barak di dalam pekarangan benteng. Para samurai yang sudah menikah mungkin memiliki rumah petak sendiri dikawasan khusus

pasangan suami-istri, sedangkan mereka yang lebih senior dapat menempati

(8)

Ketika bersantai dirumah, seorang samurai mungkin duduk-duduk sambil menyalakan pipa tembakaunya. Tembakau dibawa ke Jepanag oleh orang-orang

Eropa dan hampir seketika menjadi populer dikalangan orang berpangkat, dan

tidak lama kemudian juga sudah merambah ke barak-barak. Kiseru, pipa tembakau Jepang, hanya dapat menampung tembakau untuk beberapa isapan saja,

namun tetap menjadi bentuk relaksasi yan populer.

Sebagaimana umumnya kaum prajurit sepanjang sejarah, para samurai

pun gemar bermain judi. Meskipun ditantang oleh pemimpin marga, permainan

keberuntungan dengan kartu maupun dadu dapat ditemukan dimana. Baik demi

uang maupun kesenangan, permainan kartu, Go dan Shogi merupakan pengisi waktu luang yang disukai. Bahkan ada prajurit yang membawa buah shogi ke medan perang, lalu menggambar papan ditanah waktu hendak bermain.

2.4 Restorasi Meiji Sebagai Awal Modernisasi

Restorasi Meiji merupakan salah satu periode yang paling istimewa dalam

sejarah bangsa Jepang. Restorasi Meiji dipelopori oleh Kaisar Mutsuhito atau

Kaisar Meiji. Di bawah pimpinan Kaisar Meiji, Jepang bergerak maju sehingga

hampir dalam beberapa dasawarsa dapat mencontoh apa yang ada di Barat, yakni

pembentukan suatu bangsa yang modern yang memiliki perindustrian yang

modern, lembaga-lembaga politik yang modern, dan pola masyarakat yang

modern. Bangsa Jepang berusaha dengan segala daya untuk segera membangun

agar setaraf dengan dunia Barat dan mencapai posisi agar mendapat tempat dalam

(9)

pemimpin Jepang mengerahkan kemampuan mereka dengan semangat dan

antusiasme ke dalam studi dan pengambilalihan peradaban Barat modern.

Pada tahun-tahun pertama pemerintahannya, Kaisar Meiji memindahkan

ibukota kekaisaran dari Kyoto ke Edo. Edo diberi nama baru, Tokyo, yang berarti

ibukota Timur. Kemudian, diumumkanlah Gokajo no Go Seimon (Piagam

Sumpah Lima Pasal). Dokumen itu membentuk prinsip-prinsip dasar

pemerintahan yang kuat untuk memodernisasi dan meniru Barat hanpir dalam

setiap aspek penting kehidupan nasional. karena dengan demikian bangsa Jepang

akan mempunyai tempat dalam kehidupan bangsa-bangsa.

Kelima Undang-undang tersebut adalah sebagai berikut :

1. Rapat-rapat secara musyawarah akan diperlakukan dan semua masalah

akan ditetapkan menurut pendapat umum dengan suara terbanyak.

2. Seluruh bangsa Jepang harus bersatu dalam melaksanakan tugas-tugas

negara.

3. Setiap orang akan diberi kesempatan untuk memenuhi keinginan

masing-masing.

4. Adat-istiadat dan kebiasaan kuno yang jangggal akan dihapuskan dan

keadilan akan didasarkan pada hukum dunia dan akhirat.

5. Ilmu pengetahuan akan dicari di seluruh dunia untuk menetapkan secara

kuat dasar-dasar kemajuan negara.

Bertolak dari piagam tersebut, dimulailah modernisasi dalam setiap

aspek kehidupan di Jepang, diantaranya dalam :

(10)

Ide demokrasi mulai disebarkan melalui gagasan politik yang dikenal

dengan nama Jiyu Minken Undo (Gerakan Untuk Hak-hak Demokrasi). Beberapa

Samurai tua mulai mengganggu di beberapa daerah. Mereka berpendapat bahwa

kekuatan militer tidak dapat merobohkan pemerintahan, sehingga mereka

memutuskan untuk melakukan perubahan politik berdasarkan hak-hak demokrasi

dengan alasan bahwa kemerdekaan nasional itu berarti pemerintah harus

memenuhi keinginan rakyat dengan cara tanggap terhadap pendapat umum dan

berusaha memperkuat bangsa. Tujuan utama gerakan ini ialah untuk menuntut

diadakannya Dewan Perwakilan Rakyat yang dipilih, karena pemerintahan yang

berlaku pada saat itu adalah monopoli kekuasaan oleh para bekas Samurai dari

beberapa Han saja, yaitu Satsuma dan Chosu. Hal ini sama sekali tidak

mencerminkan keinginan rakyat. Susunan pemerintahan diperbaharui menurut

pola Jerman. Perdana Menteri bertanggung jawab atas seluruh politik

pemerintahan serta kedudukan Tenno diperkuat. Dalam Undang-Undang

ditegaskan bahwa Tenno merupakan sumber semua kekuasaan dan semua

Undang-Undang harus mendapat persetujuan dan diumumkan oleh Tenno.

Pada tahun1890 pemerintah berhasil membuat Dai Nippon Teikoku

Kenpo (Undang Negara Kekaisaran Jepang Raya). Dalam

Undang-Undang tersebut ditetapkan bahwa kabinet merupakan badan yang bertanggung

jawab kepada Tenno. Anggota Majelis Rendah dipilih oleh seluruh rakyat yang

telah berumur 20 tahun. Dengan demikian rakyat dapat turut ambil bagian dalam

(11)

2. Bidang Industri dan Ekonomi

Dalam usaha meningkatkan industri swasta, pemerintah membangun

industri-industri baru melalui pabrik percontohan yang pada mulanya dibiayai dan

dikelola dengan modal pemerintah. Untuk menciptakan peluang pengembangan

industri dan mendorong para Samurai memasuki lapangan bisnis, pemerintah juga

membuat kebijaksanaan pendirian perusahaan-perusahaan pemerintah dan

penciptaan kesempatan kerja. Pusat penelitian, laboratorium dan sekolah banyak

didirikan untuk melatih, membantu dan mendukung berbagai industri. Setelah

industri-industri tersebut terorganisasikan dengan rapi dan usahanya berjalan

dengan baik, secara bertahap pemerintah akan menjualnya kepada perusahaan

swasta dengan harga yang murah. Hal ini pun ditujukan untuk merangsang

pertumbuhan industri dan mendorong para Samurai untuk memasuki lapangan

bisnis.

Karena kurangnya pengalaman dan tidak hadirnya modal asing, maka

pertumbuhan perekonomian Jepang berjalan sangat lambat, tidak sesuai dengan

yang diharapkan. Walaupun begitu usaha mencari pinjaman luar negeri dilakukan

hanya kepada Inggris, dan penanaman modal asing dibatasi, karena orang Jepang

tidak menghendaki sebagian besar ekonominya dikuasai orang asing. Sebaliknya

bantuan teknik asing dibuka seluas-luasnya. Pemerintah banyak mendatangkan

teknisi dari luar negeri dan mengirimkan mahasiswa ke luar negeri untuk

mempelajari dan mengamati perkembangan teknologi Barat. Dalam usahanya

mendirikan dan membangun perusahaan tersebut, pemerintah banyak

menggunakan peralatan dan teknologi Barat. Para industriawan mengimpor pabrik

(12)

memasang peralatan dan mengajar para pekerja Jepang bagaimana cara

menjalankan peralatan tersebut.

Bersamaan dengan modernisasi ekonomi, untuk menunjang kemajuan

perindustrian, pemerintah menciptakan sistem perbankan modern. Pada tahun

1873,didirikan Bank Nasional dengan mencontoh Amerika. Penataan kembali

sistemkeuangan nasional dilakukan secara mendasar dengan mencontoh model

Eropa. Padatahun 1899, disusun Undang-Undang Perbankan dan Bank Sentral

Jepang didirikan,untuk lebih mendorong pertumbuhan ekonomi.Untuk memodali

perdagangan dan membantu eksportir Jepang dalampersaingan dengan

orang-orang asing, pemerintah mendirikan Bank SpacieYokohama sebagai bank utama

untuk pertukaran luar negeri. Bank Hipotik Jepang(Nihon Kangyo Ginko)

menyediakan pula pinjaman jangka panjang untuk membantuperkembangan

industri.Perluasan pelabuhan dan pembangunan yang dilakukan oleh

orang-orangasing telah mengakibatkan Jepang merubah bentuk negaranya dari agraris

menjadinegara industri.

3. Bidang Militer

Untuk melaksanakan negara yang modern, organisasi militer yang

efisienmerupakan kebutuhan yang mutlak. Suatu dinas militer yang dimonopoli

kelasSamurai bukan saja mencerminkan sistem feodal, tetapi juga merupakan

hambatanserius terhadap usaha penghapusan sistem kelas feodal.Dalam rangka

memperkuat militer, pemerintah segera mengambil alih fasilitas pembuatan

persenjataan dan penggunaannya untuk industri perang. Denganpembukaan jalan

kereta api yang pertama pada tahun 1872, rencana perluasanindustri perang dapat

(13)

pengembangan kekuatan militer. Karena itu pada tahun 1873,pemerintah

memberlakukan wajib militer umum untuk menggantikan pola lama

yangdidasarkan atas kelas bagi dinas militer. Untuk memajukan angkatan perang

yangbaru ini, pemerintah mewajibkan semua anak laki-laki berunur 20 tahun ke

atas,untuk menjalankan tugas militer.

Di samping itu pemerintah segera megirim seorang utusan bernama

YamagataAritomo ke Prancis dan Rusia untuk mempelajari organisasi militer

modern menurutmodel Barat. Sekembalinya ke Jepang, ia membentuk tentara

Jepang yang terdiri daripara Samurai dan rakyat umum. Pada tahun 1878

Yamagata mengorganisasikan StafUmum Angkatan Perang Jepang menurut

model Rusia dan pada tahun 1883, sebuahAkademi Militer dibangun, sehingga

para perwira muda Jepang tidak perlu dikirimuntuk belajar ke luar negeri. Rencna

pembangunan Angkatan Laut dimulai denganpembuatan badan-badan kapal oleh

Jepang sendiri. Hal ini dimaksudkan untukkeperluan pengawalan pantai Jepang.

4. Bidang Kebudayaan

Bersamaan dengan bergemanya cita-cita restorasi, pengaruh

kebudayaanEropa lambat laun dapat mempengaruhi kebudayaan dan kehidupan

rakyat Jepang.Dan karena kuatnya dorongan restorasi maka penyerapan peradaban

Baratberlangsung semakin cepat. Sebenarnya sejak akhir zaman Bakufu,

penghidupan alaEropa sudah dapat dilihat di sepanjang kota-kota pesisir. Hal ini

merupakan akibatkesenangan akan peradaban Barat yang meluas di kalangan

golongan atas di kota-kota besar.Tindakan ini disusul dengan penghapusan

beberapa kebiasaan tradisionalyang sudah lapuk. Sebagai gantinya mereka meniru

(14)

menjadi pendek, makandaging, minum susu dan sebagainya. Usaha-usaha untuk

menggunakankostum Baratmulai disebarluaskan. Begitu meluasnya pemakaian

kostum tersebut, sehinggapakaian kerja orang Jepang yang sejak dulu terdiri dari

dua potong, kini digantidengan pakaian kerja ala Eropa yang dapat dikatakan

lebih praktis, menarik dansesuai untuk diterapkan dalam kehidupan

sehari-hari.Yang pertama-tama memakaipakaian ala Eropa ini ialah para serdadu, karena

sejak akhir zaman Bakufu, merekasering mengadakan latihan dan memerlukan

pakaian yang lebih praktis.Sejak awal jaman Meiji pegawai pemerintah pun mulai

memakai pakaianEropa, kemudian Kaisar dan para pembantunya secara resmi

berpakaian ala Eropa. Selanjutnya pemerintah menetapkan undang-undang bahwa

pangkat, topi maupunpakaian seragam digunakan kostum ala Eropa. Pakaian

buruh dan pakaian resmi punpada akhirnya diganti dengan pakaian Eropa.

Dalam bentuk bangunan pun mereka banyak meniru arsitektur Eropa.

Padatahun 1868 didirikan hotel Tsukiji di Tokyo yang merupakan hotel pertama

yangarsitekturnya meniru Eropa. Pada tahun 1874 didirikan pusat pertokoan

bertingkatdua yang dinamakan Renga Zukuri di Ginza. Selanjutnya banyak

didirikan bangunanyang meniru gaya arsitektur Eropa.Untuk mempercepat

modernisasi kehidupan nasional, secara serentak pemerintah mengambil

langkah-langkah positif untuk mendorong adat kebiasaanBarat, terutama yang mendorong

kemajuan. Karena pengaruh kebudayaan dan teknologi Barat, banyak terjadi

perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat Jepang. Berbagai seni mengalami

perubahan, setiap gerak langkah dan kemajuan disesuaikan dengan paham Barat

(15)

Barat diadakan modifikasi dalam adat kebiasaan yang tidak sesuai dengan adat

kebiasaan Barat.

5. Bidang Pendidikan

Bersamaan dengan proses modernisasi, pemerintah mulai pula

memberiperhatian terhadap pendidikan rakyat, karena pendidikan mempunyai

dasar yang baikuntuk mendorong kemajuan. Para pemimpin Jepang segera

berpaling ke arahgagasan-gagasan Barat dalam pencarian mereka akan

westernisasi dan modernisasi.Pendidikan pada periode Meiji ini banyak meniru

sistem Barat. Cabang-cabang pendidikan yang dapat memperkokoh

landasan-landasan nasional barubanyak menarik perhatian mereka. Setelah itu orang Jepang

banyak melakukan penelitian mengenai berbagaicabang ilmu pengetahuan Barat.

Sebagai penunjang kemajuan ilmu pengetahuantersebut pemerintah mulai

mengundang para pengajar asing. Karena itu pada waktu pertama kali Universitas

Tokyo didirikan, pengajarnya sebagian besar terdiri dari tenaga asing yang

jumlahnya kira-kira 5000 orang pada waktu itu. Selanjutnya

mahasiswa-mahasiswa Jepang mulai dikirim ke Eropa untuk mempelajari berbagaicabang

ilmu pengetahuan. Fukuzawa Yukichi, seorang terkemuka dalam bidang

pendidikan mulaimenerbitkan surat kabar dan mendirikan Universitas Keiogijuku

yang merupakanSekolah Tinggi swasta yang dilengkapi dengan organisasi

pendidikan tinggi,kebudayaan dan ilmu pengetahuan sosial. Ia adalah seorang

pelopor yangmembaktikan hidupnya untuk mengembangkan pendidikan di Jepang.

Pemerintah berusaha untuk memajukan tingkat kecerdasan masyarakat dengan

(16)

disebutdengan Gakusei pada tahun 1872. Sistem ini lebih menitikberatkan pada

ilmupengetahuan Barat.

6. Bidang Telekomunikasi

Untuk menyamakan kedudukannya dengan dunia Barat, pemerintah

Meijitelah mengadakan pembaharuan dalam segala bidang dengan mencontoh

Barat.Demikian juga halnya dengan bidang telekomunikasi. Alat-alat

telekomunikasi yangmempunyai kedudukan penting dalam kehidupan sehari-hari,

seperti telegraf, film,dan pers lambat laun mulai dibangun. Pada tahun 1871,

pemrintah mengumumkan untuk membangun fasilitas-fasilitas pengumpulan surat

dan penjualan benda pos sepanjang jalan raya Tokaido.Kemudian didirikan kantor

pos yang meniru model Eropa dan Amerika di Tokyo danOsaka.

Telegraf dimulai ketika datangnya Commodore Perry yang

mengirimseperangkat alat-alat sebagai hadiah kepada Shogun. Empat tahun

kemudian ShimazuNariakira, daimyo dari Satsuma memasang kabel-kabel

telegraf di purinya untukkeperluan sendiri yang mulai dipakai pada tahun 1869

ketika diadakan hubunganantara istananya dengan kantor penerangan di

Yokohama yang berjarak tidak lebihdari setengah mil. Ini kemudian segera diikuti

oleh pemasangan kabel telegraf antaraTokyo dan Yokohama yang kemudian

pengelolaannya diambil alih oleh pemerinyah. Dengan dimulainya pemasangan

kabel telegraf yang menghubungkan Nagasakidengan Shanghai dan Vladivostok

pada tahun 1871, maka komunikasi telegrafinternasional pun dibuka. Alat-alat

telekomunikasi tersebut terbukti sangat besar manfaatnya dalamusaha untuk

memacu pembangunan yang dicita-citakan bangsa Jepang. Karena itu pemerintah

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan berdasarkan teori dan studi kasus yang menyatakan bahwa ketunanetraan yang terjadi setelah dewasa akan menimbulkan banyak permasalahan,

Kerusakan Daun Tanaman sebagai Bioindikator Pencemaran Udara (Studi Kasus Tanaman Peneduh Jalan Angsana dan Mahoni dengan Pencemar Udara NOx dan SO2 ).. Program Studi

yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga.. dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan

Bahwa benar sebagai seorang prajurit Terdakwa mengetahui, memahami dan menyadari perbuatannya yang meninggalkan kesatuan tanpa ijin yang sah dan tidak memberi

INOVASI PROD UK NUGGET IKAN D ENGAN MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHAN BIT (BEETROOT) Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu.. DAFTAR

Hasil uji statistik dengan uji chi square diperoleh nilai P value= 0,080 > 0,05 oleh karena P Value lebih besar dari a maka Ha ditolak dan Ho diterima yaitu tidak ada

The response of a uric acid biosensor in which an enzyme uric oxidase is immobilized throughout the membrane for five cycles have been obtained from the determination of uric

Rapat memutuskan dengan suara bulat untuk menerima baik Laporan Keuangan Konsolidasian dan mengesahkan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian, Laporan Laba Rugi dan