• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA AKADEMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TUGAS ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA AKADEMI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA

DISUSUN OLEH :

NAMA : TRI HARSIWI

NIM : 1117055

DOSEN : ANIS USWATUN KHASANAH, M.Sc

AKADEMI FARMASI AL_ISHLAH CILEGON

Jl.Al-Ishlah N0.02 Jombang,Cilegon,Banten

(2)

MENSTRUASI

A. PENGERTIAN MENSTRUASI

Menstruasi adalah siklus kompleks yang terjadi secara perodik dalam bentuk pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga anda menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun). Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari.

Hari pertama dimulainya pendarahan disebut hari pertama siklus, karena jam mulainya menstruasi tidak diperhitungkan dan tepatnya waktu keluar menstruasi dari ostium uteri eksternum tidak dapat diketahui, maka perkiraan panjang siklus bisa saja mengandung kesalahan kurang lebih 1 hari. Siklus menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan hampir 90% wanita memiliki siklus 25 – 35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki panjang siklus 28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur dan hal ini bisa menjadi indikasi adanya masalah kesuburan. Jumlah darah yang keluar rata-rata 33.2 ± 16 cc. Pada wanita yang lebih tua biasanya darah yang keluar lebih banyak. Wanita dengan anemia defisiensi besi jumlah darah menstruasinya juga lebih banyak. Kebanyakan wanita tidak merasakan gejala-gejala pada waktu menstruasi, tetapi sebagian kecil merasa berat di panggul atau merasa nyeri (dismenore) di beberapa bagian.

B. FUNGSI MENSTRUASI

Walaupun tampaknya menstruasi bukanlah hal yang penting untuk didalami fungsinya, tetapi mentruasi berefek luas bagi tubuh manusia maupun organ sistem reproduksi khususnya wanita. Berikut beberapa fungsi menstruasi :

 Tubuh mengalami sinkronasi, menstruasi setiap bulannya merupakan bukti bahwa tubuh melakukan sesuatu yang susah semestinya dilakukan dengan menyingkronkan alur menstruasi, organ sistem reproduksi akan terus bekerja sesuai fungsinya.

(3)

panjang daripada lelaki karena menstruasi. Hal ini dibuktikan secara langsung dengan hilangnya zat besi saat menstruasi.

 Proses pembersihan tubuh, menstruasi membantu melepaskan bakteri dari sistem reproduksi dan memungkinkan tubuh untuk menghilangkan zat besi sehingga dapat mengurangi resiko alzheimer, penyakt jantung dan stroke

 Merilekskan tubuh, perubahan hormonal yang terjadi membuat tubuh merasa lebih baik dan nyaman pasca menstruasi.

C. JENIS MENSTRUASI

Pada wanita menstruasi seringkali terjadi perubahan. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak factor (mulifaktoral), bisa saja karena stress maupun asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Berikut jenis menstruasi yang terjadi pada wanita:

 Menstruasi teratur adalah menstruasi yang berlangsung selama beberapa hari, berhenti selama beberapa minggu, dan kembali lagi seterusnya sampai perumpuan mengalami menopause, siklus mentruasi rata- rata terjadi sekitar 21- 35 hari.

 Menstruasi yang tidak teratur adalah kebanyakan terjadi akibat faktor hormonal. Seorang wanita yang memiliki hormon estrogen dan progesteron yang berlebihan dapat memungkinkan terjadinya menstruasi yang dikarenakan oleh faktor hormonal, maka dapat dipastikan wanita tersebut mengalami gangguan kesuburan. Hal ini dapat diatasi dengan suntikan untuk mempercepat pematangan sel telur.

D. SIKLUS MENSTRUASI

Menstruasi teratur adalah menstruasi yang berlangsung selama beberapa hari, berhenti selama beberapa minggu, dan kembali lagi seterusnya sampai perumpuan mengalami menopause, siklus mentruasi rata- rata terjadi sekitar 21- 35 hari.

(4)

Lamanya fase menstruasi ini selama 5-7hari. Hormon yang bertugas dalam proses ini adalah esterogen yang dihasilakan oleh ovarium dan progesterone, yang dihasilkan oleh korpus luteum. Jumlah esterogen dan progesterone pada tiga hari menstruasi, secara tiba-tiba sangat rendah. Akibatnya kedua hormon ini, sel telur yang tertanam di uterus lepas. Peristiwa ini diikuti dengan lepasnya endometrium sehingga dinding uterus menjadi sangat tipis. Secara singkatnya proses ini terjadinya endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Dinding rahim yang tidak dibuahi akan menipis dan terkikis keluar dari vagina dengan berupa darah.

b. Fase Praovulasi / Fase Proliferasi

Fase ini terjadi setelah fase Menstruasi selesai, yaitu selama hari ke 7-13. Hormon yang bertugas dalam fase ini adalah FSH yang dihasilkan oleh hipofisis anterior merangsang sel-sel folikel de Graaf untuk membentuk ovum dan menghasilkan hormon esterogen. Hormon esterogen akan merangsang hipofisis anterior kembali untuk menghasilkan hormone LH dan Prolaktin. Hormon LH merangsang korpus luteum untu k menghasilkan progesteron. Progesteron menyebabkan terjadinya pembentukan endometrium kembali. Singkatnya dalam fase ini luka akibat fase menstruasi akan disembuhkan setelah itu terjadinya penebalan endometrium ± 3,5 mm.

c. Fase Ovulasi / Fase Luteal

Fase ini ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah menstruasi. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel akan mengkerut dan berubah menjadi corpus luteum. Corpus luteum berfungsi untuk menghasilkan hormone progesterone yang ber&ungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah.

d. Fase Pasca Ovulasi / Fase Sekresi

(5)

Luteum yang mengalami degenerisasi.

Berubahnya korpus luteum menyebabkan progesteron menjadi rendah, produksi FSH dan LH meningkat kembali dan kemudian kembali pada Fase Menstruasi. Dengan penjelasan lain Fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Bagian dalam sel endometrium terdapat glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi.

Fase Pascaovulasi dibagi dalam 2 tahap, yaitu :

 Fase Pascaovulasi dini, pada fase ini endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena kehilangan cairan.

 Fase Pascaovulasi lanjut, pada fase ini kelenjar dalam endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Akhir masa ini, stroma endometrium berubah kearah sel-sel; desidua, terutama yang ada di seputar pembuluh-pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan terjadinya nidasi.

(6)

Siklus menstruasi

E. HORMON DALAM SIKLUS MENSTRUASI

Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH)

Gonadotropin releasing hormone (GnRH) dikeluarkan dari hipotalamus yang berdenyut di sepanjang siklus menstruasi. Agar siklus menstruasi berlangsung normal, GnRH harus dikeluarkan dalam denyutan. Rata-rata, frekuensi sekresi GnRH adalah satu kali per 90 menit pada awal fase folikular, meningkat menjadi sekali per 60-70 menit, dan menurun dengan amplitudo yang meningkat selama fase luteal. GnRH menginduksi pelepasan FSH dan LH, namun LH jauh lebih sensitif terhadap perubahan tingkat GnRH.

Follicle Stimulating Hormone (FSH)

Follcile stimulating hormone (FSH) disekresikan oleh kelenjar pituitari anterior dan sangat penting untuk pertumbuhan folikel sampai antrum berkembang. Sekresi FSH mencapai puncaknya dan paling kritis selama minggu pertama dari fase folikular siklus menstruasi. FSH menginduksi sekresi estrogen dan progesteron dari o#arium dengan mengaktifkan enzim aromatase dan p450 dan mengerahkan umpan balik negatif pada sekresi GnRH. FSH lebih lanjut menginduksi proliferasi sel-sel granulosa dan ekspresi reseptor LH di sel-sel granulosa.

Luteinizing Hormone (LH)

(7)

Lonjakan LH praovulasi mendorong oosit melakukan pembelahan meiosis pertama dan memulai luteinisasi sel-sel teka dan granulosa.

Korpus luteum yang dihasilkan kemudian memproduksi sejumlah progesteron dan estrogen.

Esterogen

Estrogen dihasilkan pada ovarium dan sangat penting untuk pengembangan antrum dan pematangan folikel Graafian. Estrogen berperan dominan pada akhir fase folikular sampai sebelum ovulasi. Estradiol, estrogen yang paling ampuh dan berlimpah, terutama berasal dari androgen yang diproduksi oleh sel-sel teka. Androgen bermigrasi dari sel-sel teka ke sel-sel granulosa, di mana mereka diubah menjadi estradiol oleh enzim aromatase. Sejumlah estradiol juga dapat diproduksi melalui sintesis de novo oleh sel-sel teka. Tindakan estradiol termasuk melakukan induksi reseptor FSH pada sel-sel granulosa, proliferasi dan sekresi sel-sel teka folikular, induksi reseptor LH di sel-sel granulosa, dan proliferasi sel-sel stroma dan epitel endometrium. Pada tingkat sirkulasi yang rendah, estrogen mengerahkan umpan balik negatif terhadap sekresi LH dan FSH, namun pada tingkat yang sangat tinggi estrogen mengerahkan umpan balik positif pada sekresi LH dan FSH. Estrogen selanjutnya menginduksi proliferasi sel-sel granulosa pengkonfersi estrogen dan mensintesis reseptor estrogen, sehingga men%iptakan umpan balik positif untuk dirinya sendiri. Pada siklus endometrial, estrogen menginduksi proliferasi kelenjar endometrium.

Progestin

(8)

dan dua bentuk sirkulasi progestin yaitu progesteron dan progesteron-hidroksi-17 progestin merangsang pelepasan enzim proteolitik dari sel-sel teka yang pada akhirnya mempersiapkan o#ulasi. Progestin lebih lanjut menginduksi migrasi dari pembuluh darah ke dinding folikel dan merangsang sekresi prostaglandin dalam jaringan folikel. Selama fase luteal, progestin menginduksi pembesaran dan peningkatan sekresi endometrium.

DAFTAR PUSTAKA

1.

https://mediskus.com/wanita/4-fase-siklus-menstruasi

2.

Referensi

Dokumen terkait

berkeberatan atas pengumuman ini diberikan kesempaBn unfuk FEngajukan sanggahan secara tertulis selambat -. lambatnya dalam waKu 5 (lima) hari kerja setelah

c) Memahami manfaat dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati di.. b) Siswa mampu mengidentifikasi dan membedakan berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen,

Dalam Tugas Akhir ini, tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengimplementasikan pencatatan data pegawai, pencatatan data kehadiran pegawai, pencatatan

Langkah selanjutnya adalah membuat peta morfologi yang berguna untuk memilih alternatif terbaik dalam merancang produk almari pakaian bayi serbaguna dan diakhiri dengan

dari energi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh pemancar televisi pada suatu frekuensi tertentu.. Dalam hal ini, field strength gelombang

Adapun hasil wawancara yang kami dapatkan dilapangan yang langsung dengan atlit pencak silat yang pernah meraih emas di event kejuaraan nasional Nusa Tenggara Barat

Prevalensi fraktur mandibula berdasarkan usia yang paling banyak dan sering terjadi adalah pada kelompok usia dewasa (18-40 tahun) dengan prosentase 65,15%.. Penderita

Melakukan penyuluhan atau menyampaikan informasi tentang pola asuh balita. Peran kader dalam melakukan penyuluhan tersebut dapat dilakukan pada hari buka Posyandu tetapi juga