• Tidak ada hasil yang ditemukan

Spektrum Jamur Penyebab Kelainan Kulit pada Kaki Pelajar di SMAN 15 Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Spektrum Jamur Penyebab Kelainan Kulit pada Kaki Pelajar di SMAN 15 Medan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ii ABSTRAK

Faktor kelembaban dan higienitas disebabkan oleh penggunaan kaos kaki dan sepatu yang diwajibkan bagi pelajar serta area sekolah dan sekitarnya yang sering tergenang air dapat meningkatkan faktor risko infeksi jamur pada kaki. Hal ini melatarbelakangi penelitian spektrum jamur penyebab kelainan kulit kaki pada pelajar di SMAN 15 Medan.

Penelitian ini melibatkan siswa SMAN 15 Medan yang mempunyai kelainan kulit kaki. Siswa diperiksa untuk menemukan lesi pada kulit kaki. Sampel kerokan kulit untuk pemeriksaan mikrobiologi dan kultur jamur diambil dari lesi kulit kaki.

Penelitian ini melibatkan 30 siswa. Hasil pemeriksaan kerokan kulit kaki dengan KOH 10%, didapati 9 orang (30.0%) spora (+) hifa (+), 13 orang (43.3%) spora (+) hifa (-), 3 orang (10.0%) spora (-) hifa (+), dan 5 orang (16.7%) spora (-) hifa (-). Hasil pemeriksaan kultur secara mikroskopis dan makroskopis didapati

Cladosporium sp. pada 6 orang (20.0%), Aspergillus sp. pada 5 orang (16.7%),

Bipolaris sp. pada 5 orang (16.7%), Paecilomyces sp. pada 3 orang (10.0%),

Candida sp. pada 2 orang (6.7%), Trichophyton rubrum pada 2 orang (6.7%),

Trichophyton mentagrophytespada 2 orang (6.7%), Trichophyton erinaceipada 1 orang (3.3%), Trichophyton verrucosum pada 1 orang (3.3%), dan Fusarium sp.

pada 1 orang (3.3%), dan pada 2 orang (6.7%) tidak ditemukan spesies jamur. Ditemukan jamur penyebab kelainan kulit kaki pada 19 siswa SMAN 15 dengan spesies jamur penyebab kelainan kulit kaki terbanyak adalah

Cladosporium sp. Disarankan agar siswa memahami pentingnya berperilaku bersih dan menghindari kelembaban agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Kata kunci:Jamur, kelainan kulit, kaki pelajar

(2)

iii ABSTRACT

Factor of moist and hygienity caused by wearing shoes and socks which is a must for student and also school’s area which is frequently flooded could increase the risk of fungal infection on foot. These factors are the background of the study of spectrum of fungi that cause foot’s skin disorder on students of SMAN 15 Medan.

This study involves the students of SMAN 15 Medan who have foot skin disorder. Student examined to find lesion on their foot. Samples of skin scraping for microbiological examination and fungi culture were obtained from lesion of foot’s skin.

This study involves 30 students of SMAN 15 Medan. The result of foot’s skin disorder examination with KOH 10% found that 9 samples (30.0%) are spore (+) hyphae (+), 13 samples (43.3%) are spore (+) hyphae (-), 3 samples (10.0%) are spore (-) hyphae (+), and 5 samples (16.7%) are spore (-) hyphae (-). The result of culture examination microscopically and macroscopically found Cladosporium sp. on 6 samples (20.0%), Aspergillus sp. on 5 samples (16.7%), Bipolaris sp. on 5 samples (16.7%), Paecilomyces sp. on 3 samples (10.0%), Candida sp. on 2 samples (6.7%), Trichophyton rubrum on 2 samples (6.7%), Trichophyton mentagrophytes on 2 samples (6.7%), Trichophyton erinacei on 1 sample (3.3%), Trichophyton verrucosum on 1 sample (3.3%), and Fusarium sp on 1 sample (3.3%), and fungi are not found on 2 samples (6.7%).

Fungi that cause foot’s skin disorder are found on 19 students of SMAN 15 with majority of fungus is Cladosporium sp.. It is recommended that students understand the importance of hygiene and avoid moist to avoid diseases that inflicted by fungi.

Keywords: Fungi, skin abnormality, student’s foot

Referensi

Dokumen terkait

Dapat disimpulkan bahwa prevalensi pasien bakteri penyebab infeksi kulit terbanyak adalah dari kelompok usia muda 16 – 30 tahun, dengan infeksi kulit terbanyak adalah

Hasil Pengukuran yang diperoleh adanya kelainan kulit kaki pada pekerja cuci mobil berdasarkan umur, tingkat pendidikan, lama kontak, masa bekerja, dan penggunaan

Kultur jamur dengan Sabaroud Dextrose Agar dan identifikasi spesies Candida pada Corn Meal Agar dengan Tween 80 ditemukan 2 spesies Candida pada kaki pengunjung kolam

Identifikasi jamur dermatofita pada sela jari kaki pekerja batu alam ditemukan jamur Tricophyton rubrum dan Tricophyton mentagropites dengan prosentas lebih banyak

Penggunaan alas kaki tertutup dapat didampingi dengan menggunakan kaus kaki yang tepat untuk mencegah tumbuhnya jamur kulit superfisialis.. Penggunaan alas kaki tertutup

Sifilis II adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema pallidum sangat kronis dan dengan gambaran klinis dapat berupa kelainan kulit di. telapak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ditemukan jenis-jenis jamur (Spesies Candida) pada sela-sela jari kaki pengunjung di Kolam Renang Selayang Medan

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar jamur patogen penyebab onikomikosis yang teridentifikasi dari kultur media sampel adalah jamur Aspergillus sp