SPEKTRUM JAMUR PENYEBAB KELAINAN KULIT PADA KAKI PELAJAR DI SMAN 15 MEDAN
Oleh:
DANIEL HALOMOAN 120100260
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
SPEKTRUM JAMUR PENYEBAB KELAINAN KULIT PADA KAKI PELAJAR DI SMAN 15 MEDAN
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Kelulusan Sarjana Kedokteran
Oleh:
DANIEL HALOMOAN 120100260
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
ABSTRAK
Faktor kelembaban dan higienitas disebabkan oleh penggunaan kaos kaki dan sepatu yang diwajibkan bagi pelajar serta area sekolah dan sekitarnya yang sering tergenang air dapat meningkatkan faktor risko infeksi jamur pada kaki. Hal ini melatarbelakangi penelitian spektrum jamur penyebab kelainan kulit kaki pada pelajar di SMAN 15 Medan.
Penelitian ini melibatkan siswa SMAN 15 Medan yang mempunyai kelainan kulit kaki. Siswa diperiksa untuk menemukan lesi pada kulit kaki. Sampel kerokan kulit untuk pemeriksaan mikrobiologi dan kultur jamur diambil dari lesi kulit kaki.
Penelitian ini melibatkan 30 siswa. Hasil pemeriksaan kerokan kulit kaki dengan KOH 10%, didapati 9 orang (30.0%) spora (+) hifa (+), 13 orang (43.3%) spora (+) hifa (-), 3 orang (10.0%) spora (-) hifa (+), dan 5 orang (16.7%) spora (-) hifa (-). Hasil pemeriksaan kultur secara mikroskopis dan makroskopis didapati
Cladosporium sp. pada 6 orang (20.0%), Aspergillus sp. pada 5 orang (16.7%),
Bipolaris sp. pada 5 orang (16.7%), Paecilomyces sp. pada 3 orang (10.0%),
Candida sp. pada 2 orang (6.7%), Trichophyton rubrum pada 2 orang (6.7%),
Trichophyton mentagrophytespada 2 orang (6.7%), Trichophyton erinaceipada 1 orang (3.3%), Trichophyton verrucosum pada 1 orang (3.3%), dan Fusarium sp.
pada 1 orang (3.3%), dan pada 2 orang (6.7%) tidak ditemukan spesies jamur. Ditemukan jamur penyebab kelainan kulit kaki pada 19 siswa SMAN 15 dengan spesies jamur penyebab kelainan kulit kaki terbanyak adalah
Cladosporium sp. Disarankan agar siswa memahami pentingnya berperilaku bersih dan menghindari kelembaban agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh jamur.
iii ABSTRACT
Factor of moist and hygienity caused by wearing shoes and socks which is a must for student and also school’s area which is frequently flooded could increase the risk of fungal infection on foot. These factors are the background of the study of spectrum of fungi that cause foot’s skin disorder on students of SMAN 15 Medan.
This study involves the students of SMAN 15 Medan who have foot skin disorder. Student examined to find lesion on their foot. Samples of skin scraping for microbiological examination and fungi culture were obtained from lesion of foot’s skin.
This study involves 30 students of SMAN 15 Medan. The result of foot’s skin disorder examination with KOH 10% found that 9 samples (30.0%) are spore (+) hyphae (+), 13 samples (43.3%) are spore (+) hyphae (-), 3 samples (10.0%) are spore (-) hyphae (+), and 5 samples (16.7%) are spore (-) hyphae (-). The result of culture examination microscopically and macroscopically found Cladosporium sp. on 6 samples (20.0%), Aspergillus sp. on 5 samples (16.7%), Bipolaris sp. on 5 samples (16.7%), Paecilomyces sp. on 3 samples (10.0%), Candida sp. on 2 samples (6.7%), Trichophyton rubrum on 2 samples (6.7%), Trichophyton mentagrophytes on 2 samples (6.7%), Trichophyton erinacei on 1 sample (3.3%), Trichophyton verrucosum on 1 sample (3.3%), and Fusarium sp on 1 sample (3.3%), and fungi are not found on 2 samples (6.7%).
Fungi that cause foot’s skin disorder are found on 19 students of SMAN 15 with majority of fungus is Cladosporium sp.. It is recommended that students understand the importance of hygiene and avoid moist to avoid diseases that inflicted by fungi.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Berkat dan Karunia - Nya sehingga penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul ”Spektrum Jamur Penyebab Kelainan Kulit pada Kaki Pelajar di SMAN 15 Medan ” dapat selesai tepat pada waktunya.
Penyusunan karya tulis ilmiah ini diajukan sebagai syarat menyelesaikan pendidikan gelar Sarjana Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis banyak mendapat bimbingan dan petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Prof. dr. Gontar A. Siregar, SpPD - KGEH. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
2. Dr. dr. Nelva Kamila Jusuf, Sp.KK (K). Dosen pembimbing yang dengan penuh kesabaran dan ketekunan memberikan dorongan, perhatian, bimbingan, pengarahan, serta saran dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini mulai dari awal sampai akhir.
3. Dr. dr. H.R. Yusa Herwanto, M.Ked (ORL-HNS), Sp.THT – KL (K). Dosen penguji I yang banyak membantu dan memberikan masukan sehingga karya tulis ilmiah ini dapat terselesaikan.
4. dr. Mustafa Mahmud Amin, M.Ked (KJ), Sp.KJ. Dosen penguji II yang telah banyak memberikan saran dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini.
5. dr. Sofyan Lubis, DMM dan ibu Rafidah yang banyak membantu penulis melaksanakan penelitian di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran USU.
v
7. Seluruh staf S – 1 Kedokteran yang telah membantu administrasi dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
8. Bapak, ibu, adik, dan abang, atas dukungan dan doa yang selalu diberikan sehingga karya tulis ilmiah ini selesai pada waktunya.
9. Teman - temanku mahasiswa Kedokteran, atas perhatian dan kerja samanya. Semoga kita tetap menjalin serta menjaga hubungan di antara kita semua.
10. Rekan-rekan dan semua pihak yang telah banyak membantu dalam penelitian.
Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini masih belum sempurna, maka saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan demi perbaikan karya tulis ilmiah selanjutnya. Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini bermanfaat.
Medan, Desember 2015
DAFTAR ISI
1.1. Latar Belakang ...1
1.2. Rumusan Masalah ...3
1.3. Tujuan Penelitian ...3
1.3.1. Tujuan umum ...3
1.3.2. Tujuan khusus ...4
1.4. Manfaat Penelitian ...4
2.1.1.4. Patogenesis dan Cara Penularan ...12
2.1.1.5. Prosedur Diagnostik ...13
2.1.1.6. Tinea Pedis ...13
2.1.2. Infeksi Kandida (Kandidiasis) ...15
vii
2.1.2.3. Etiologi ...16
2.1.2.4. Patogenesis ...16
2.1.2.5. Prosedur Diagnostik ...16
2.1.2.6. Kandidiasis Kutan ...16
BAB III KERANGKA KONSEP PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL...18
3.1. Kerangka Konsep ...18
3.2. Definisi Operasional ...18
3.2.1. Kelainan kulit pada kaki ...18
3.2.2. Keluhan objektif ...18
3.2.3. Keluhan subjektif ...19
3.2.4. Pemeriksaan KOH 10% ...19
3.2.5. Kultur jamur ...19
3.2.6. Jamur penyebab kelainan pada kulit kaki ...20
BAB IV METODE PENELITIAN...21
4.1. Desain Penelitian ...21
4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ...21
4.2.1. Lokasi penelitian ...21
4.2.2. Waktu Penelitian ...21
4.3. Populasi dan Sampel Penelitian ...21
4.3.1. Populasi ...21
4.3.2. Sampel ...21
4.3.2.1. Kriteria Inklusi ...21
4.3.2.2. Kriteria eksklusi ...22
4.4. Cara Pengambilan Sampel ...22
4.5. Pengolahan Data ...23
4.6. Analisis Data ...23
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...24
5.1. Hasil Penelitian ...24
5.1.2. Distribusi Karakteristik Subjek Berdasarkan Jenis
Kelamin ...24
5.1.3. Distribusi Karakteristik Subjek Berdasarkan Usia 25 5.1.4. Distribusi Lama Pemakaian Kaos Kaki dan Sepatu...25
5.1.5. Distribusi Keluhan Objektif pada Siswa ...26
5.1.6. Distribusi Jenis Keluhan Objektif pada Siswa ...26
5.1.7. Distribusi Lokalisasi Kelainan Kulit Kaki ...27
5.1.8. Distribusi Keluhan Subjektif pada Siswa ...27
5.1.9. Distribusi Jenis Keluhan Subjektif pada Siswa...28
5.1.10. Distribusi Riwayat Perjalanan Keluhan Objektif dan / atau Subjektif...28
5.1.11. Distribusi Pemeriksaan KOH 10% ...29
5.1.12. Distribusi Spesies Jamur ...30
5.2. Pembahasan...31
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ...34
6.1. Kesimpulan ...34
6.2. Saran ...35
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 5.1 Karakteristik Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin ...24
Tabel 5.2 Karakteristik Subjek Berdasarkan Usia...25
Tabel 5.3 Lama Pemakaian Kaos Kaki dan Sepatu...25
Tabel 5.4 Keluha n Objektif ...26
Tabel 5.5 Jenis Keluhan Objektif ...26
Tabel 5.6Lokalisasi Kelainan Kulit Kaki ...27
Tabel 5.7 Keluhan Subjektif...27
Tabel 5.8Jenis Keluhan Subjektif...28
Tabel 5.9Riwayat Perjalanan Keluhan Objektif dan / atau Subjektif...28
Tabel 5.10Pemeriksaan KOH 10%...29
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Mikroskopis Trichophyton interdigitale ...7
Gambar 2.2 KulturTrichophyton interdigitale ...7
Gambar 2.3 Mikroskopis Trichophyton rubrum ...8
Gambar 2.4 Kultur Trichophyton rubrum...8
Gambar 2.5 Mikroskopis Trichophyton verrucosum ...8
Gambar 2.6 Kultur Trichophyton verrucosum ...8
Gambar 2.7 Mikroskopis Trichophyton tonsurans ...9
Gambar 2.8 Kultur Trichophyton tonsurans ...9
Gambar 2.9 Mikroskopis Trichophyton violaceum ...9
Gambar 2.10 Kultur Trichophyton violaceum ...9
Gambar 2.11 Mikroskopis Trichophyton schoenleinii...10
Gambar 2.12 Kultur Trichophyton schoenleinii ...10
Gambar 2.13 Mikroskopis Microsporum canis ...10
Gambar 2.14 Kultur Microsporum canis ...10
Gambar 2.15 Mikroskopis Microsporum gypseum ...11
Gambar 2.16 Kultur Microsporum gypseum ...11
Gambar 2.17 Mikroskopis Microsporum audouinii ...11
Gambar 2.18 Kultur Microsporum audouinii ...11
Gambar 2.19 Mikroskopis Epidermophyton floccosum ...12
Gambar 2.20 Kultur Epidermophyton floccosum ...12
Gambar 2.21 Tinea pedis tipe mocassin ...14
Gambar 2.22 Tinea pedis tipe vesikulobula dan interdigitalis ...14
xi
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Riwayat Hidup
Lampiran 2 Lembar Penjelasan kepada Subjek
Lampiran 3 Lembar Persetujuan setelah Penjelasan (Informed Consent)
Lampiran 4 Data Responden
Lampiran 5 Surat – Surat penelitian
Lampiran 6 Data Induk SPSS
Lampiran 7 Output SPSS