Rencana KERJA (RENJA)
Tahun 2014
KATA PENGANTAR
Bismillahirohmannirrohim Assalammualaikum Wr Wb
Alhamdulilah, Rencana Kerja (Renja) SKPD Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2014 ini telah selesai disusun. Renja ini berisikan tentang
rencana Program dan kegiatan untun tahun 2014 serta evaluasi program dan kegiatan tahun
yang lalu.
Penyusunan Renja ini juga dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi
antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan, sehingga pelaksanaan
kegiatan bisa lebih terarah dan terencana secara optimal.
Penyusunan rencana program dan kegiatan diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan
masyarakat berwawasan lingkungan melalui pengelolaan sumber daya hutan, energi dan
mineral secara lestari dan sistem kebersamaan ekonomi berkelanjutan.
Kami menyadari bahwa Rencana Kerja (Renja) yang disusun masih jauh dari sempurna
baik dalam ketajaman analisa maupun dalam penyajian penyusunannya, dikarenakan
keterbatasan waktu dan kurangnya data pendukung bahan analisa dalam mengolah dan
menyajikan data yang ada. Besar harapan kami agar renja ini dapat dijadikan pedoman dalam
mengevaluasi dan menentukan pencapaian target kinerja SKPD yang bersangkutan. Oleh
karena itu segala masukan dan koreksi terhadap Naskah Renja ini sangat kami harapkan, demi
perbaikan-perbaikan untuk waktu yang akan datang. Terima Kasih.
KATA PENGANTAR
Bismillahirohmannirrohim Assalammualaikum Wr Wb
Alhamdulilah, Rencana Kerja (Renja) SKPD Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2014 ini telah selesai disusun. Renja ini berisikan tentang
rencana Program dan kegiatan untun tahun 2014 serta evaluasi program dan kegiatan tahun
yang lalu.
Penyusunan Renja ini juga dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi
antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan, sehingga pelaksanaan
kegiatan bisa lebih terarah dan terencana secara optimal.
Penyusunan rencana program dan kegiatan diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan
masyarakat berwawasan lingkungan melalui pengelolaan sumber daya hutan, energi dan
mineral secara lestari dan sistem kebersamaan ekonomi berkelanjutan.
Kami menyadari bahwa Rencana Kerja (Renja) yang disusun masih jauh dari sempurna
baik dalam ketajaman analisa maupun dalam penyajian penyusunannya, dikarenakan
keterbatasan waktu dan kurangnya data pendukung bahan analisa dalam mengolah dan
menyajikan data yang ada. Besar harapan kami agar renja ini dapat dijadikan pedoman dalam
mengevaluasi dan menentukan pencapaian target kinerja SKPD yang bersangkutan. Oleh
karena itu segala masukan dan koreksi terhadap Naskah Renja ini sangat kami harapkan, demi
perbaikan-perbaikan untuk waktu yang akan datang. Terima Kasih.
KATA PENGANTAR
Bismillahirohmannirrohim Assalammualaikum Wr Wb
Alhamdulilah, Rencana Kerja (Renja) SKPD Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2014 ini telah selesai disusun. Renja ini berisikan tentang
rencana Program dan kegiatan untun tahun 2014 serta evaluasi program dan kegiatan tahun
yang lalu.
Penyusunan Renja ini juga dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi
antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan, sehingga pelaksanaan
kegiatan bisa lebih terarah dan terencana secara optimal.
Penyusunan rencana program dan kegiatan diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan
masyarakat berwawasan lingkungan melalui pengelolaan sumber daya hutan, energi dan
mineral secara lestari dan sistem kebersamaan ekonomi berkelanjutan.
Kami menyadari bahwa Rencana Kerja (Renja) yang disusun masih jauh dari sempurna
baik dalam ketajaman analisa maupun dalam penyajian penyusunannya, dikarenakan
keterbatasan waktu dan kurangnya data pendukung bahan analisa dalam mengolah dan
menyajikan data yang ada. Besar harapan kami agar renja ini dapat dijadikan pedoman dalam
mengevaluasi dan menentukan pencapaian target kinerja SKPD yang bersangkutan. Oleh
karena itu segala masukan dan koreksi terhadap Naskah Renja ini sangat kami harapkan, demi
perbaikan-perbaikan untuk waktu yang akan datang. Terima Kasih.
KATA PENGANTAR
Bismillahirohmannirrohim Assalammualaikum Wr Wb
Alhamdulilah, Rencana Kerja (Renja) SKPD Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2014 ini telah selesai disusun. Renja ini berisikan tentang
rencana Program dan kegiatan untun tahun 2014 serta evaluasi program dan kegiatan tahun
yang lalu.
Penyusunan Renja ini juga dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi
antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan, sehingga pelaksanaan
kegiatan bisa lebih terarah dan terencana secara optimal.
Penyusunan rencana program dan kegiatan diarahkan untuk terwujudnya kesejahteraan
masyarakat berwawasan lingkungan melalui pengelolaan sumber daya hutan, energi dan
mineral secara lestari dan sistem kebersamaan ekonomi berkelanjutan.
Kami menyadari bahwa Rencana Kerja (Renja) yang disusun masih jauh dari sempurna
baik dalam ketajaman analisa maupun dalam penyajian penyusunannya, dikarenakan
keterbatasan waktu dan kurangnya data pendukung bahan analisa dalam mengolah dan
menyajikan data yang ada. Besar harapan kami agar renja ini dapat dijadikan pedoman dalam
mengevaluasi dan menentukan pencapaian target kinerja SKPD yang bersangkutan. Oleh
karena itu segala masukan dan koreksi terhadap Naskah Renja ini sangat kami harapkan, demi
DAFTAR ISI
Kata Pengatar... i
Daftar Isi...ii
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1 . Latar Belakang ... 1
1.2. Landasan Hukum... 2
1.3 Maksud dan Tujuan... 3
BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU ... 4
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2013 ... 4
BAB III. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH... 15
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional... 15
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Dinas ... 15
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Renja SKPD merupakan dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu)
tahun. Undang-undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah telah
mewajibkan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk menyusun Rencana Kerja
(Renja) SKPD sebagai pedoman kerja selama periode 1 (satu) tahun dan berfungsi
untuk menterjemahkan perencanaan strategis lima tahunan yang dituangkan dalam
Renstra SKPD kedalam perencanaan tahunan yang sifatnya lebih operasional. Sebagai
sebuah dokumen resmi SKPD, Renja SKPD mempunyai kedudukan yang strategis yaitu
menjembatani antara perencanaan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), sebagai implementasi
pelaksanaan strategis jangka menengah (RPJMD) daerah dan Renstra SKPD yang
menjadi satu kesatuan untuk mendukung pencapaian Visi dan Misi Daerah. Renja SKPD
disusun oleh masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah secara terpadu,
partisipatif dan demokratis. Renja SKPD digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana
Kerja Anggaran (RKA) Perangkat Daerah untuk penyusunan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Kota dan sebagai dasar pengusulan program/kegiatan yang
akan dibiayai APBD Propinsi dan APBN.
Dokumen Renja SKPD pada dasarnya merupakan suatu proses pemikiran
strategis untuk menyikapi isu-isu yang berkembang dan mengimplementasikannya
dalam program dan kegiatan SKPD. Kualitas dokumen Renja sangat ditentukan oleh
kualitas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga penyusunan Renja
SKPD sangat ditentukan oleh kemampuan SKPD dalam menyusun, mengorganisasikan,
mengimplementasikan, mengendalikan dan mengevaluasi capaian program dan
kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD. Berdasarkan Permendagri No.54 Tahun
2010 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan
rencana pembangunan daerah, proses penyusunan Renja SKPD terdiri dari tiga
tahapan utama yaitu tahap persiapan penyusunan, tahap penyusunan rancangan, dan
tahap penetapan renja SKPD. Tahapan persiapan meliputi pembentukan tim penyusun
RKPD dan Renja SKPD, orientasi mengenai RKPD dan Renja SKPD, penyusunan agenda
kerja, serta penyiapan data dan informasi. Penyusunan rancangan Renja SKPD
merupakan tahapan awal yang harus dilakukan sebelum disempurnakan menjadi
SKPD mengacu pada kerangka arahan yang dirumuskan dalam rancangan awal RKPD.
Oleh karena itu penyusunan rancangan Renja SKPD dapat dikerjakan secara
simultan/paralel dengan penyusunan rancangan awal RKPD, dengan focus melakukan
pengkajian terlebih dahulu terhadap kondisi eksisting SKPD, evaluasi pelaksanaan
Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya dan evaluasi kinerja terhadap pencapaian
Renstra SKPD. Tahap penetapan rancangan akhir
Rencana Kerja SKPD dilakukan dengan pengesahan oleh Kepala Daerah, selanjutnya
Kepala SKPD menetapkan Renja SKPD untuk menjadi pedoman di lingkungan SKPD
dalam menyusun program dan kegiatan prioritas SKPD pada tahun anggaran
berkenaan.
1.2. Landasan Hukum
Landasan Hukum Penyusunan Rancangan Renja SKPD adalah :
1) Undang-Undang Nomor 58 Tahun 2003 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);
4) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
5) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah;
6) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubahdengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
7) Permendagri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah nomor
8 tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi
pelaksanaan rencana pembangunan daerah.
8) Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2010 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan;
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan renja SKPD adalah:
1) Memenuhi kebutuhan akan adanya perencanaan strategis sebagai acuan dalam
penyusunan rencana kegiatan sesuai dengan UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional, yang mewajibkan setiap instansi pemerintah
untuk menyusun perencanaan strategis.
2) Sebagai dokumen pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Kehutanan Energi dan
BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2013
Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pesisir Selatan pada
tahun 2013 telah melaksanakan 13 Program dan 49 Kegiatan. Terhadap masing-masing
program dan kegiatan tersebut akan dianalisis sebagai berikut :
I. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan anggaran sebesar
Rp.428.360.650,-Kegiatannya adalah:
1. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
Merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan jasa komunikasi, air dan listrik pada
Kantor Dinas Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral selama satu tahun. Realisasi
keuangan kegiatan ini mencapai 83.74% dengan realisasi fisik 100%
2. Penyediaan Jasa Administrasi dan Keuangan
Merupakan kegiatan untuk memenuhi Jasa Administrasi dan Keuangan pada Kantor
Dinas Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral selama satu tahun. Realisasi
keuangan kegiatan ini mencapai 99.99% dengan realisasi fisik 100%
3. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor
Merupakan kegiatan untuk operasional kebersihan kantor. Dengan realisasi keuangan
mencapai 99.99% dan fisik 100%
4. Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
Merupakan kegiatan untuk menyediakan biaya berbagai perbaikan atau service
berbagai peralatan kantor. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 99,94% dengan
realisasi fisik mencapai 100%
5. Penyediaan alat tulis kantor
Merupakan kegiatan pengadaan alat tulis kantor untuk keperluan penyelenggaraan
administrasi kantor. Dengan realisasi keuangan 99.97% dan realisasi fisik 100%
6. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
Merupakan kegiatan penyediaan barang cetakan dan penggandaan untuk
penyelenggaraan administrasi kantor. Dengan realisasi keuangan mencapai 99.87%
dengan realisasi fisik mencapai 100%
7. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor.
Merupakan pengadaan berbagai komponen listrik untuk penunjang penyelenggaraan
kegiatan perkantoran. Dengan realisasi keuangan 97.68% dan realisasi fisik mencapai
8. Penyediaan bahan bacaan dan peralihan perundang-undangan
Merupakan kegiatan pengadaan buku-buku dan berbagai referensi teknis untuk
menunjang pelaksanaan pekerjaan dan pembayaran rekening koran. Realisasi
keuangan kegiatan ini mencapai 100% dengan realisasi fisik 100%
9. Penyediaan makanan dan minuman
Merupakan kegiatan penunjang untuk penyediaan makanan dan minuman
rapat/pertemuan. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 99.96% dengan realisasi
fisik mencapai 100%
10. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah
Merupakan kegiatan penunjang biaya perjalanan ke luar daerah untuk memenuhi
berbagai undangan, koordinasi dan konsultasi. Realisasi keuangan kegiatan ini
mencapai 97,64% dengan realisasi fisik mencapai 100%
11. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah
Merupakan kegiatan penyediaan biaya operasional untuk menghadiri berbagai
undangan, koordinasi dan kunsultasi dalam daerah. Realisasi keuangan kegiatan ini
mencapai 99.97% dengan realisasi fisik mencapai 100%
II. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan anggaran sebesar
Rp.256.450.000,-Kegiatannya adalah:
1. Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional
Merupakan kegiatan pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional berupa pengadaan
sepeda motor 3 unit. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 95.42% dengan
realisasi fisik 100%
2. Pengadaan peralatan gedung kantor
Merupakan kegiatan pengadaan berbagai perlatan gedung kantor berupa pengadaan
peralatan kantor 1 paket. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 95.58% dengan
realisasi fisik 100%
3. Pengadaan Mobileur
Merupakan kegiatan pengadaan Mobileur di Dinas Kehutanan, Energi dan Sumber
Daya Mineral sebanyak 3 jenis. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 83.58%
dengan realisasi fisik 100%
4. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
Merupakan kegiatan pemeliharaan gedung kantor. Pada tahun 2013 digunakan untuk
pembuatan atap dan parkir. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 99.72 %
5. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional
Merupakan kegiatan untuk biaya pemeliharaan kendaraan dinas/operasional yang
terdiri dari Motor roda dua 15 unit kendaraan roda empat 2 unit. Realisasi keuangan
kegiatan ini mencapai 99.38% dengan realisasi fisik mencapai 100%.
III. Program Peningkatan Disiplin Aparatur dengan anggaran sebesar
Rp.28.000.000,-Kegiatannya:
1. Pengadaan Khusus hari-hari tertentu
Merupakan kegiatan pengadaan khusus hari-hari tertentu di Dinas Kehutanan,
Energi dan Sumber Daya Mineral. Dengan Realisasi keuangan mencapai 100% dan
realisasi fisik mencapai 100%.
IV. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dengan anggaran sebesar
Rp.20.000.000,-Kegiatannya:
1. Pendidikan dan pelatihan formal
Merupakan kegiatan penunjang untuk peningkatan SDM petugas teknis Dinas
Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral. Dengan Realisasi keuangan
mencapai 99% dan realisasi fisik mencapai 100%
V. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
dengan anggaran sebesar
Rp.75.103.250,-Kegiatannya:
1. Penyusunan Laporan Tahunan dan Statistik
Merupakan kegiatan Penyusunan Laporan Tahunan dan Statistik di Dinas
Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral. Dengan Realisasi keuangan mencapai
99.75% dan realisasi fisik mencapai 100%
2. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan
Merupakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kegiatan di Dinas Kehutanan, Energi
dan Sumber Daya Mineral. Dengan Realisasi keuangan mencapai 99.88% dan
realisasi fisik mencapai 100%
VI. Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan dengan anggaran sebesar
Rp.231.217.800,-Kegiatannya:
Merupakan kegiatan memfasilitasi masyarakat dalam pengembangan Hutan
Tanaman Rakyat. Pada tahun ini telah keluar SK Bupati Izin Usaha Pemanfaatan
Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat (IUPHHK-HTR) untuk 2 Kelompok Tani
Hutan Mekar Jaya sebanyak 25 orang dan Kelompok Tani Giat Bersama sebanyak
42 orang . Dan jumlah kelompok tani 5 kelompok yaitu : Mekar Jaya 25 orang,
Giat Bersama 42 orang, Suka Jadi 83 orang, Bukik Tapanggang 42 orang,
Punggasan Timur 89 orang. Sementara dalam proses verifikasi untuk 3 Kelompok
Tani Hutan Suka Jadi, Bukik Tapanggang dan Punggasan Timur . Total luas yang
sudah dikeluarkan IUPHHK-HTR seluas 440 Ha. Realisasi keuangan kegiatan ini
mencapai 99.47% dengan realisasi fisik 100%.
2. Inventarisasi Potensi Kayu Perdagangan di Areal Penggunaan Lainnya (APL)
Merupakan kegiatan menfasilitasi masyarakat dalam Inventarisasi Potensi Kayu
Perdagangan di Areal Penggunaan Lainnya. Pada tahun ini telah terdata Potensi
Kayu Perdagangan di Areal Penggunaan Lainnya terdapat di 14 Kecamatan di
Kabupaten Pesisir Selatan yaitu Kec. Koto XI Tarusan sebanyak 903,5000 M3, Kec.
Bayang sebanyak 1.826,8519 M3, Kec. IV Nagari Bayang Utara sebanyak
2.474,3946 M3, Kec. IV Jurai sebanyak 1.289,9904 M3, Kec. Batang Kapas sebanyak
4.632,2563 M3, Kec. Sutera sebanyak 669,7313 M3, Kec. Ranah Pasisir sebanyak
802,4128 M3, Kec. Linggo Sari Baganti sebanyak 45,8164 M3, Kec. Air Pura
sebanyak 3.499,4860 M3, Kec. Pancung Soal sebanyak 7.779,2384 M3, Kec. Basa
Ampek Balai Tapan sebanyak 7.359,1529 M3, Kec. Ranah IV Hulu Tapan sebanyak
4.089,8293 M3, Kec. Lunang sebanyak 14.183,9273 M3, Kec. Silaut sebanyak
2.077,6740 M3. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 99.96% dengan realisasi
fisik 100%
3. Pengembangan Hutan Nagari dan Hutan Kemasyarakatan
Merupakan kegiatan Pengembangan Hutan Nagari dan Hutan Kemasyarakatan.
Pada tahun ini telah terbentuknya calon Kelompok Tani pada calon lokasi Hutan
Kemasyarakatan dan calon lokasi Hutan Nagari yaitu di Kecamatan Ranah Pasisir di
Nagari Pelangai Gadang sebanyak 19 Kelompok Tani dan di Kecamatan Linggo Sari
Baganti di Nagari Rantau Simalenang Air Haji sebanyak 25 Kelompok Tani. Realisasi
VII. Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan anggaran sebesar
Rp.1.284.812.350,-Kegiatannya:
1. Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DBH SDA-DR)
Merupakan kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam
Dana Reboisasi (DBH SDA-DR). Pada tahun ini telah tersusunnya Rencana Tahunan
Rehabilitas Hutan dan Lahan tahun 2014 dan tersusunnya Rancangan Teknik
Rehabilitas Hutan dan Lahan. Rencana Tahunan Rehabilitas Hutan dan Lahan
Tahun 2014 dibuat sebanyak 5 eksemplar. Rancangan Teknik Rehabilitas Hutan
dan Lahan yang di susun adalah Rancangan Teknik Hutan Rakyat dan Rancangan
Teknik Demplot Gaharu. Rancangan Teknik Hutan Rakyat disusun pada 5 lokasi
yaitu Nagari Muaro Aie di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara seluas 100 Ha,
Nagari Koto Taratak di Kecamatan Sutera seluas 100 Ha, Nagari Koto Nan Tigo
Selatan Surantih di Kecamatan Sutera seluas 100 Ha, Nagari Air Haji Tenggara di
Kecamatan Linggo Sari Baganti seluas 200 Ha dan untuk Rancangan Teknik
Demplot Gaharu disusun pada 1 lokasi yaitu Nagari Ampang Tulak Tapan di
Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan seluas 5 Ha. Realisasi keuangan kegiatan ini
mencapai 98.80% dengan realisasi fisik 97,94%.
2. Penunjang Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DAK dan Pendamping)
Merupakan kegiatan penunjang Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DAK dan
Pendamping) berupa biaya operasional kegiatan RHL. Pada tahun ini telah
terbentuknya Biaya Operasional Kegiatan Rehabilitas Hutan dan Lahan (RHL)
seluas 500 Ha dan penyediaan bibit penghijauan lingkungan sebanyak 60.300
batang. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 98,26% dengan realisasi fisik
100%
3. Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DAK dan Pendamping)
Merupakan kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang
Kehutanan. Pada kegiatan ini telah terselenggaranya Pembuatan Hutan Rakyat
pada 5 Kelompok Tani, seluas 500 Ha yaitu Kelompok Tani Gunuang Padamaran
Nagari Air Haji di Kecamatan Linggo Sari Baganti seluas 100 Ha, Kelompok Tani
Lubuk Hulu Renda Talatau Nagari Punggasan Timur Kecamatan Linggo Sari Baganti
seluas 100 Ha, Kelompok Tani Nanggalo Indah Nagari Koto Taratak di Kecamatan
Sutera seluas 100 Ha, Kelompok Tani Selayang Pandang Nagari Koto Taratak
Kecamatan Sutera seluas 100 Ha, Kelompok Tani Tunas Muda Nagari Limau
Gadang Pancuang Taba di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara seluas 100 Ha.
VIII. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan dengan aggaran sebesar
Rp.811.878.950,-Kegiatannya:
1. Pengamanan Hutan Berbasis Nagari
Merupakan kegiatan untuk memfasilitasi masyarakat sekitar kawasan hutan untuk
dapat menjaga dan mengamakan kawasan hutan dengan membentuk Kelompok
Masyarakat Penjaga Hutan Berbasis Nagari. Pada tahun ini telah terbentuk
kelembagaannya pada 5 nagari yaitu Nagari Lakitan Timur, Nagari Taratak Sungai
Lundang, Nagari Lumpo, Nagari Painan Timur dan Nagari Ampiang Parak Timur.
Pada kegiatan ini dilaksanakan pertemuan/koordinasi sebanyak 16 kali dengan
jumlah laporan yang disampaikan sebanyak 240 laporan dan bentuk/jenis laporan
adalah Perambahan Hutan, Pembakaran Hutan dan Lahan, illegal Longging dan
Penampungan dan Peredaran Hasil Hutan tanpa Dokumen/izin. Realisasi keuangan
kegiatan ini mencapai 99.83% dengan realisasi fisik 100%.
2. Operasionalisasi Polisi Kehutanan
Merupakan kegiatan untuk menyediakan berbagai sarana prasarana polisi
kehutanan dan biaya opersionalnya. Pada kegiatan ini tersedia operasional Polhut
yaitu: biaya operasional rutin 1 kali 1 bulan, pengadaan perlengkapan Polhut, dan
latihan menembak/penggunaan senjata api dengan jumlah operasi sebanyak 18
kali. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 94,09% dengan realisasi fisik 100%
3. Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Hot Spot)
Merupakan kegiatan pemantauan titik api dilakukan dengan cara pemantauan
satelit (NOA 18) dan peninjauan langsung. Pada tahun ini jumlah kasus kebakaran
hutan sebanyak 2 kasus yaitu Kasus di Nagari Pasir Pelangai Kecamatan Ranah
Pasisir luas kebakaran hutan sebanyak 3 Ha yang hutannya berstatus APL dan
Kasus di Nagari Tluk Ampalu Indrapura Kecamatan Pancung Soal luas kebakaran
hutan sebanyak 12 Ha yang hutannya berstatus HPK-APL. Realisasi keuangan
kegiatan ini mencapai 99,81 % dengan realisasi fisik 100%
4. Pengadaan Sarpras Pengamanan dan Penyuluhan Kehutanan (DAK dan
Pendamping)
Merupakan kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang
Kehutanan. Pada kegiatan ini telah terlaksananya pengadaan yaitu papan
penyuluhan 7 unit, sepeda motor 5 unit, sepada motor trail 6 unit, chainsaw 1
unit, laptop 3 unit, printer laser jet 1 unit, printer A3 1 unit, ploter 1 unit, kamera
loupe kayu 10 unit dan water pump backpack 5 unit. Realisasi keuangan kegiatan
ini mencapai 96.83% dengan realisasi fisik 100%
5. Penunjang Pengadaan Sarpras Pengamanan dan Penyuluhan Kehutanan
Merupakan kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang
Kehutanan. Pada kegiatan ini telah terbentuknya biaya operasional kegiatan
pengadaan sarpras dan prasarana pengamanan dan penyuluhan kehutanan.
Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 96.02% dengan realisasi fisik 100%
IX. Program Pembinaan dan Penertiban Industri Hasil Hutan dengan anggaran sebesar
Rp.216.970.700,-Kegiatannya:
1. Pengawasan Penertiban Pelaksanaan Peraturan mengenai Pengelolaan Industri
Hasil Hutan.
Merupakan kegiatan pengawasan peredaran hasil hutan dan penertiban industri
hasil hutan. Diwaktu pengawasan ditemukan 7 kasus illegal logging dengan kayu
tangkapan sebanyak 6,7789 M3 dan telah diproses 5 kasus dalam persidangan di
Pengadilan dan 2 kasus dalam proses penyelidikan serta ditemukan 1 kasus
industri pengaolahan kayu (sawmill) tanpa izin di Kecamatan Lunang. Realisasi
keuangan kegiatan ini mencapai 98.46% dengan realisasi fisik mencapai 100%
2. Monitoring Pembinaan produksi hasil hutan
Merupakan kegiatan Monitoring pembinaan produksi hasil hutan, dalam kegiatan
tersebut telah dikeluarkan dokumen SKAU sebanyak 7 buah dengan jumlah kayu
87,67 M3. Dan juga dikeluarkan dokumen SKSKB sebanyak 129 buah dengan
jumlah kayu 1.865,74 M3. Jumlah pemegang Izin Usaha Industri Primer
Pengolahan Hasil Hutan (IUIPHHK) atau sawmill yang dimonitoring sebanyak 5 izin. Jumlah PNPB sektor kehutanan tahun 2013 yaitu provisi Sumber Daya Hutan
(PSDH) Rp. 51.577.142,50 dan Dana Reboisasi (DR) $ 15.735,40
(Rp.150.300.010,02). Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai100% dengan
realisasi fisik mencapai 100%
X. Program Perencanaan dan Pengembangan Hutan dengan anggaran sebesar
Rp.171.724.000,-Kegiatannya:
1. Penggandaan Peta Kawasan Hutan
kantor wali nagari, Kantor Camat dan Kantor Lingkungan Hidup. Realisasi
keuangan kegiatan ini mencapai 99.45% dengan realisasi fisik mencapai 100%.
2. Monitoring Batas Kawasan Hutan
Dalam melaksanakan kegiatan Monitoring Batas Kawasan Hutan, banyak ditemui
antara lain : masih banyaknya kawasan hutan yang belum jelas tata batasnya,
maka pada tahun ini kawasan hutan yang ditata batas adalah HL Teluk Kabung,
HPT Air Haji, HPT Tapan Lunang, HP Lunang, HL Tanjung Medan. Panjang kawasan
yang ditatabatas yaitu untuk batas luar sepanjang ± 179 KM dan untuk batas
fungsi sepanjang ± 143 KM. Dalam penataan batas terdapat permasalahan yaitu
masih banyak masyarakat yang berkebun dalam kawasan hutan, untuk kampung
dan persawahan yang masuk dalam kawasan hutan (untuk batas luar) akan
dikeluarkan sementara perkampungan yang masuk dalam batas fungsi kawasan
hutan. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 99.77% dengan realisasi fisik
mencapai 100%.
3. Inventarisasi Potensi Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Ekowisata
Merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk inventarisasi potensi pemanfaatan
jasa lingkungan dan ekowisata terdapat di kecamatan Koto XI Tarusan di nagari
Taratak Sungai Lundang, kecamatan IV Nagari Bayang Utara di nagari Muara Air
dan nagari Pancung Taba, kecamatan Batang Kapas di nagari Taratak Tampatih dan
nagari Koto Gunuang, kecamatan Sutera di nagari Langgai dan nagari Ampiang
Parak Timur, kecamatan Ranah Pasisir di nagari Sungai Liku Pelangai, nagari
Pelangai Gadang dan nagari Pelangai Kaciak. Potensi yang dapat dikembangkan
adalah pembuatan PLTMH, pembangunan lokasi Ekowisata dan pembangunan
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai
99,99% dengan realisasi fisik mencapai 100%.
XI. Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Ketenagalistrikan dengan anggaran
sebesar
Rp.496.053.850,-Kegiatannya:
1. Monitoring Evaluasi dan Koordinasi Energi Alternatif PLTMH dan PLTS
Merupakan kegiatan untok memonitoring dan mengevaluasi penggunaan PLTMH
dan PLTS. Jumlah unit PLTMH yang dimonitoring sebanyak 621 unit dan sebanyak
2.338 rumah tangga teraliri dengan kapasitas 519 KW yang terdapat di Kec. IV
Nagari Bayang Utara, Kec. Sutera, Kec. Batang Kapas, Kec. Ranah Pasisir, Kec. Air
Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 98.14% dengan realisasi fisik mencapai
100%.
2. Pembuatan FS dan DED PLTMH
Dalam pelaksanaan pembuatan untuk kegiatan FS dan DED PLTMH. Dari hasil
kegiatan ini diketahui tersedianya data potensi PLTMH pada daerah yang belum
terlistriki tetapi memiliki potensi energi air yang dapat dijadikan energi listrik
dalam bentuk pembangunan PLTMH yang terdapat di Kecamatan Air Pura dan
Kecamatan Batang Kapas. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 98.15%
dengan realisasi fisik mencapai 100%.
3. Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU)
Merupakan kegiatan untuk memberikan penerangan di Jalan Umum sehingga
dapat dinikmati oleh masyarakat. Dari kegiatan tersebut telah terlaksananya
pembangunan PJU sebanyak 36 unit. Dan kegiatan ini dilaksanakan nagari
Barung-barung Belantai di Kec. Koto XI Tarusan, nagari Lumpo di Kec. IV Jurai, nagari
Labuhan di Kec. Ranah Pasisir, nagari Labuhan Tanjak di Kec. Linggo Sari Baganti.
Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 97.18% dengan realisasi fisik mencapai
100%.
4. Pembangunan Jaringan Listrik Perdesaan
Kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan disebabkan oleh jaringan listrik PLN tidak
tersedia dilokasi kegiatan (pemukiman penduduk) dan adanya pemasangan
instalasi listrik liar kerumah penduduk, rencana kegiatan ini dilaksanakan di Dusun
Koto Baru Rawang Nagari Sungai Tunu Kecamatan Ranah Pasisir. Realisasi
keuangan kegiatan ini mencapai 4.94% dengan realisasi fisik mencapai 14,77%.
5. Pengadaan Tiang dan Jaringan Listrik PLTMH Bayang Janiah
Kegiatan ini telah dibangun jaringan listrik dengan 17 buah tiang, 18 meter
panjang jaringan listrik dan tersedianya instalasi rumah sebanyak 40 unit rumah
dilaksanakan di kampung Bayang Janiah nagari Koto Ranah Kecamatan IV Nagari
Bayang Utara. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 98.74% dengan realisasi
fisik mencapai 100%.
6. Survey Potensi Pembangkit Mini Hidro (PLTM)
Merupakan kegiatan yang mendata potensi energi air yang dapat dikembangkan
oleh pihak ketiga menjadi energi listrik yang bertujuan mengata si krisis dibidang
energi khususnya dibidang listrik dan dilaksanakan di kampung Ampiang Parak
Kecamatan Sutera dan kampung Batubala Kecamatan Sutera. Realisasi keuangan
XII. Program Pegembangan Energi Baru dan Terbarukan dengan anggaran sebesar
Rp.244.778.150,-Kegiatannya:
1. Pembuatan Biogas
Merupakan kegiatan untuk meingkatkan ketrampilan masyarakat dengan
memberikan pengetahuan tentang pembuatan Biogas. Dari kegiatan ini
memanfaatkan energy alternatif berupa pemanfaatan kotoran sapi menjadi
biogas. Dan telah dibangun sebanyak 5 unit Instalasi Biogas dengan lokasi di
kampung Lereng Bukit nagari Gurun Panjang Kec. Bayang, kampung Koto Panjang
nagari Koto Nan Tigo Kec. Sutera, di Seberang Tarok nagari Lakitan Selatan Kec.
Lengayang, di Labuhan Tanjak nagari Air Haji Barat Kec. Linggo Sari Baganti, di
Tanjung Mudik nagari Air Haji Tengah Kec. Linggo Sari Baganti. Realisasi keuangan
kegiatan ini mencapai 96.85% dengan realisasi fisik mencapai 100%.
2. Monitoring, Pengawasan, Pembinaan bahan bakar minyak dan gas
Merupakan kegiatan dilaksanakan untuk memonitoring, pengawasan, pembinaan,
bahan bakar minyak dan gas. Dari hasil kegiatan ini telah dilakukan monitoring
peredaran bahan bakar dan gas di Kabupaten Pesisir Selatan, sasaran monitoring
yaitu Pangkalan Minyak Tanah sebanyak 92 lokasi, SPBU sebanyak 6 lokasi dan
terdapat 8 agen minyak tanah. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 99.56%
dengan realisasi fisik mencapai 100%.
3. Sosialisasi Konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas
Kegiatan ini telah dilaksanakan tetapi belum tercapai sebagaimana mestinya
karena kekurangan anggaran dan untuk tindak lanjutnya kegiatan ini akan
dilaksanakan pada tahun 2014. Realisasi keuangan kegiatan ini mencapai 100%
dengan realisasi fisik mencapai 100%.
4. Survey Potensi Energi Alternatif
Merupakan kegiatan dilaksanakan untuk mensurvey potensi energi alternatif,
dalam kegiatan ini tersedianya potensi energi air menjadi energi listrik yang
dikembangkan oleh pihak investor untuk mengatasi krisis energi listrik. Realisasi
XIII. Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan dengan anggaran
sebesar
Rp.505.700.000,-Kegiatannya:
1. Pembinaan, Koordinasi, Monitoring Pertambangan
Merupakan kegiatan pengawasan, pembinaan dan koordinasi terhadap kegiatan
pertambangan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Selama tahun 2013 telah
dilakukan pengawasan dan pembinaan terhadap 15 Izin Usaha Pertambangan
Mineral dan Batu Bara (7 ekplorasi dan 8 operasi produksi) dan 17 Izin Usaha
Pertambangan Bantuan (Bantuan Galian C). Jumlah penerimaan pajak Galian C
pada tahun 2013 sebanyak Rp. 1.685.552.083,- dan jumlah PNBP sektor
pertambangan tahun 2013 adalah Landrent Rp. 160.126.586,- dan Royalty Rp.
441.000.000,- dengan total Rp. 601.126.586. Realisasi keuangan kegiatan ini
mencapai 99.11% dengan realisasi fisik mencapai 100%
2. Pendataan pemakaian air bawah tanah
Merupakan kegiatan pendataan pemakaian air bawah tanah. Dari hasil kegiatan ini
telah dilakukan pendataan penggunaan air bawah tanah di 4 Kecamatan dan
diperoleh hasil : 1. sumber air berupa sumur gali, sumur bor, waduk, PDAM, dan
air gunung. Penggunaan berupa : Penginapan dan rumah makan sebanyak 1 buah
dengan kapasitas 30 M3, Depot Air Minum sebanyak 43 buah dengan kapasitas
1.409,9 M3. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Batang Kapas, Kecamatan
Bayang Utara, Kecamatan Bayang, Kecamatan Koto XI Tarusan. Realisasi keuangan
kegiatan ini mencapai 97.51% dengan realisasi fisik mencapai 100%
3. Survey Potensi Pertambangan Batubara
Merupakan kegiatan survey potensi pertambangan batubara di Kabupaten Pesisir
Selatan. Selama tahun 2013 dengan mengahsilkan antara lain Peta penyebaran
Batubara/Potensi, Peta Statigrafi/Morfologi, Laporan potensi Pertambangan
Batubara berupa cadangan Batubara dan kualitas Batubara serta Peta Geologi
yang dilaksanakan di Kecamatan Batang Kapas dan Kecamatan Bayang. Realisasi
BAB III. RENCANA KERJA TAHUN 2014
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
Seiring dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), diamanatkan bahwa setiap daerah
harus menyusun rencana pembangunan daerah secara sistematis, terarah, terpadu,
menyeluruh, dan tanggap terhadap perubahan (ayat (2) Pasal 2), dengan jenjang
perencanaan yaitu perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah,
maupun perencanaan tahunan. Sementara itu Paralel dengan pembuatan RKPD, sesuai
dengan pasal 7 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 juga mewajibkan setiap SKPD
membuat dan memiliki Renja-SKPD, yang disusun dengan berpedoman kepada
Renstra-SKPD dan mengacu kepada RKPD, memuat kebijakan, program, dan kegiatan
pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang
ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Dengan mengacu pada Undang-Undang tersebut, maka mekanisme perencanaan
pembangunan daerah ke depan juga dituntut untuk semakin mengedepankan
pendekatan perencanaan pembangunan partisipatif. Penyusunan perencanaan
pembangunan ini juga dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara
perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. Dengan terbitnya
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
(SPPN), telah merubah pola perencanaan yang ada dari shopping list ke working plan. Dimana SKPD menyusun perencanaan berdasarkan pagu indikatif dan perencanaan yang
disusun merupakan hasil dari proses perencanaan yang telah memadukan proses politik,
proses teknokratik, proses partisipatif dan proses bottom up dan top down. Keterpaduan proses perencanaan ini diharapkan akan lebih banyak dapat menampung
aspirasi masyarakat sehingga penyelenggaraan pembangunan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Mekanisme Musrenbang sebagai saluran formal bagi masyarakat untuk
berpartisipasi.
3.2. Tujuan Dan Sasaran Renja Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral
Berdasarkan Renstra Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten
Pesisir Selatan, maka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas dijabarkan dalam
Sasaran 1. Meningkatkan sarana prasarana petugas dalam rangka meningkatkan
efektifitas dan efesiensi kerja
Sasaran ini lebih menitik beratkan kepada penyediaan berbagai keperluan kantor dan
biaya operasionalnya demi terciptanya efektifitas dan efesiensi kerja. Terutama pada
upaya pelayanan administrasi perkantoran, penyediaa biaya rapat, biaya perjalanan
dinas.
Sasaran 2. Meningkatnya kemampuan Sumber Daya Manusia (Masyarakat dan
Petugas) dan aspek pengetahuan dan keterampilannya dibidang Kehutanan,Energi
dan Sumber Daya Mineral
Peningkatan SDM terus dilakukan dari tahun ke tahun sesuai dengan kebutuhan
pelaksanaan pekerjaan. Pada tahun anggaran 2015, peningkatan SDM lebih diutamakan
pada petugas dengan harapan akan terjadi alih teknologi dari petugas kepada
masyarakat, terutama petugas-petugas teknis dilapangan. Peningkatan SDM ini
dilakukan dengan pengiriman petugas-petugas kepada berbagai pelatihan-pelatihan,
baik di tingkat propinsi maupun ditingkat pusat.
Sasaran 3. Meningkatnya Partisipasi masyarakat dalam rangka pemanfaatan sumber
daya hutan
Salah satu bentuk upaya pemberdayaan masyarakat sekitar hutan untuk berperan serta
dalam pengelolaan kawasan hutan. Sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk
membuka akses terhadap masyarakat mengelola hutan produksi. Selain itu upaya yang
dilakukan berupa Pengembangan Hutan Nagari dan Hutan Kemasyarakatan yang
lokasinya berada dalam kawasan hutan yaitu Hutan Produksi Terbatas (HPT).
Sasaran 4. Meningkatkan upaya konservasi lahan dengan mengurangi lahan kritis
Dengan luas lahan kritis yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, memerlukan
penanganan yang cepat untuk dapat menyelamatkan berbagai dampak dari kerusakan
lingkungan tersebut. Upaya-upaya yang telah dilaksanakan berupa rehabilitasi hutan
dan lahan yang dananya berasal dari APBD.
Sasaran 5. Menurunkan intensitas kegiatan kegiatan Illegal Loging
Kebutuhan kayu yang terus meningkat untuk berbagai keperluan masyarakat seiring
dengan pertambahan penduduk menjadikan kayu sebagai barang yang bernilai jual
tinggi, sehingga berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mendapatkannya, baik secara
legal maupun illegal. Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah terutama Dinas
Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral bekerjasama dengan kepolisian. Selain itu
Dinas Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral melibatkan masyarakat dalam
5 nagari yaitu di Nagari Lakitan Timur, Nagari Taratak Sungai Lundang, Nagari Lumpo,
Nagari Painan Timur dan Nagari Ampiang Parak Timur.
Sasaran 6. Meningkatnya pembinaan, pengawasan, penertiban dan pelayanan
produksi hasil hutan
Dalam rangka penertiban penatausahaan hasil hutan baik berupa hasil hutan kayu
maupun hasil hutan bukan kayu, Dinas Kehutanan,Energi dan Sumber Daya Mineral
telah menerapkan pelayanan yang prima. Pelayanan ini ditujukan agar masyarakat
dimudahkan dalam pengurusan izin pemanfaatan hasil hutan serta tertibnya
pelaksanaan di lapangan.
Sasaran 7. Terlaksananya perencanaan kawasan hutan
Untuk tahun 2014 kegiatan perencanaan hutan di fokuskan pada Kegiatan Survey,
Pengecekan dan Pengukuran Kawasan Hutan dan Lahan yang berada di seluruh wilayah
Kabupaten Pesisir Selatan.
Sasaran 8. Meningkatnya jumlah rumah tangga yang teraliri listrik serta penggunaan
energi baru dan terbarukan
Sesuai dengan misi Bupati Pesisir Selatan agar seluru wilayah Kabupaten PesisirSelatan
teraliri listrik maka Dinas Kehutanan,Energi dan Sumber Daya Mineral berupaya untuk
mewujudkannya dengan memanfaatkan potensi energi yang ada di Kabupaten Pesisir
Selatan.
Sasaran 8. Meningkatnya jumlah perusahaan pemegang IUP/SPBU serta terlaksananya
pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan di Kabupaten Pesisir Selatan
Sasaran ke 8 ini dititik beratkan pada kegiatan pembinaan , koordinasi dan monitoring
terhadap perusahaan-perusahaan yang telah mempunyai izin baik izin ekplorasi maupun
izin produksi.
Untuk melihat rekapitulasi Renja Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral
BAB IV PENUTUP
Rencana Kerja Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pesisir
Selatan Tahun 2014 merupakan lanjutan dari pelaksanaan program-program tahun
sebelumnya. Penyusunan program dan kegiatan Renja Tahun 2014 ini tetap mengacu kepada
Renstra Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pesisir Selatan Tahun
2011-2015. Semoga pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2014 dapat terlaksana sesuai
dengan apa yang dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) Tahun 2014 ini, sehingga
pencapaian target kinerja dinas dapat terlaksana secara optimal.
BAB IV PENUTUP
Rencana Kerja Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pesisir
Selatan Tahun 2014 merupakan lanjutan dari pelaksanaan program-program tahun
sebelumnya. Penyusunan program dan kegiatan Renja Tahun 2014 ini tetap mengacu kepada
Renstra Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pesisir Selatan Tahun
2011-2015. Semoga pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2014 dapat terlaksana sesuai
dengan apa yang dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) Tahun 2014 ini, sehingga
pencapaian target kinerja dinas dapat terlaksana secara optimal.
BAB IV PENUTUP
Rencana Kerja Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pesisir
Selatan Tahun 2014 merupakan lanjutan dari pelaksanaan program-program tahun
sebelumnya. Penyusunan program dan kegiatan Renja Tahun 2014 ini tetap mengacu kepada
Renstra Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pesisir Selatan Tahun
2011-2015. Semoga pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2014 dapat terlaksana sesuai
dengan apa yang dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) Tahun 2014 ini, sehingga
pencapaian target kinerja dinas dapat terlaksana secara optimal.
BAB IV PENUTUP
Rencana Kerja Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pesisir
Selatan Tahun 2014 merupakan lanjutan dari pelaksanaan program-program tahun
sebelumnya. Penyusunan program dan kegiatan Renja Tahun 2014 ini tetap mengacu kepada
Renstra Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Pesisir Selatan Tahun
2011-2015. Semoga pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2014 dapat terlaksana sesuai
dengan apa yang dituangkan dalam Rencana Kerja (Renja) Tahun 2014 ini, sehingga
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2014 DAN PERKIRAAN MAJU TAHUN 2015
DINAS KEHUTANAN, ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif
I PROGRAM PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA HUTAN
1 Pengembangan Hutan Tanaman Rakyat Keluarnya Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat (HTR)
Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, BAB Tapan
685 Ha Rp 90.000.000 APBD 685 Ha Rp 95.000.000
2 Pengembangan Hutan Nagari dan Hutan Kemasyarakatan
II PROGRAM REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN
1 Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DBH SDA-DR) Terlaksananya pembuatan rancangan teknis rehabilitasi hutan dan lahan
Kab. Pessel 5 Paket Rp 15.000.000 APBD 5 Paket Rp 150.000.000
2 Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DAK dan Pendamping)
3 Penunjang Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tesedianya biaya operasional kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan
Kab. Pessel 1 paket Rp 75.000.000 APBD 1 paket Rp 80.000.000
III PROGRAM PERLINDUNGAN DAN KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN
1 Kegiatan Pemantauan Kebakaran Hutan (Hot Spot)
Terselenggaranya Pemantauan Hot Spot (Titik Api) di Kab. Pesisir Selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 60.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 70.000.000
2 Inventarisasi Kerusakan Kawasan Hutan dan Lahan
Terinventarisasinya Kerusakan Kawasan Hutan dan Lahan
Kab. Pessel Kab. Pessel Rp 110.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 120.000.000
3 Pengamanan Hutan Berbasis Nagari Telaksananya Pengamanan Hutan Berbasis Nagari
5 Nagari 5 Nagari Rp 75.000.000 APBD 5 Nagari Rp 85.000.000
4 Operasional Polisi Kehuatan Tersedianya Kebutuhan Operasional Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 120.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 140.000.000
Catatan Penting
Perkiraan Maju Rencana Tahun 2015 KODE Urusan Bidang/Pemerintahan Daerah dan
Program Kegiatan
Indikator - Indikator Kinerja Program/Kegiatan
5 Masyarakat Peduli Api (MPA) Timbulnya Partisipasi Masyarakat untuk Melindungi Kawasan Hutan dari Kebakaran
5 Nagari 5 Nagari Rp 25.000.000 APBD 5 Nagari Rp 35.000.000
IV PROGRAM PENERTIBAN INDUSTRI HASIL HUTAN KEGIATAN
1 Pengawasan Penertiban Pelaksanaan Peraturan Mengenai Pengelolaan Industri Hasil Hutan
Terpenuhi Biaya Operasional Pengawasan Industri Hasil Hutan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 150.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 180.000.000
2 Monitoring Produksi Hasil Hutan Terlaksananya pembinaan terhadap IUIPHHK dan kegiatan produksi hasil hutan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 92.000.000 15 Kecamatan Rp 98.000.000
3 Pengawasan dan Pengendalian Penegakan Hukum Bidang Kehutanan
1 Survey, Pengecekan dan Pengukuran Kawasan Hutan dan Lahan
Terselenggaranya Survey, Pengecekan dan Pengukuran Kawasan Hutan dan Lahan di Seluruh Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 150.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 170.000.000
VI PROGRAM PEMANFAATAN ENERGI DAN KETENGALISTRIKAN
1 Pembangunan PLTMH Terbangunnya PLTMH dan tersedianya listrik untuk masyarakat pedesaan
Ranah Pesisir dan Lunang 2 Lokasi Rp 3.000.000.000 APBD/ APBN
2 Lokasi Rp 3.000.000.000
2 Pembangunan PLTS Terbangunnya PLTS dan tersedianya listrik untuk masyarakat pedesaan
3 Pembuatan FS dan DED PLTMH Terlaksananya pembautan FS dan DED pembangunan PLTMH
Sutera, Batang Kapas, Ranah Pesisir, Linggo Sari
Baganti dan Tarusan
5 Lokasi Rp 130.000.000 APBD 2 Lokasi Rp 140.000.000
4 Survey Potensi PLTMH Tersedianya data potensi PLTMH Ranah Pesisir, Lengayang, Air Pura, Ranah IV Hulu
Tapan
4 Lokasi Rp 225.000.000 APBD 3 Lokasi Rp 250.000.000
5 Monitoring, Evaluasi dan Koordinasi PLTMH dan PLTS
Terdata dan termonitornya PLTMH dan PLTS di Kab. Pesisir Selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 150.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 175.000.000
6 Pembuatan Rencana Unum Kelistrikan Daerah Tersedianya data kelistrikan di Kab. Pesisir Selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 80.000.000 APBD - Rp
-7 Pendataan Izin Usaha Kelistrikan Kepentingan Sendiri (IUKS)
-1 Pembuatan Biogas Terbangunnya instalasi biogas Kab. Pessel 50 Unit Rp 750.000.000 APBD 50 Unit Rp 750.000.000
2 Monitoring, Evaluasi dan Koordinasi BBM dan Gas
Terdata dan termonitornya BBM dan Gas di Kab. Pesisir Selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 125.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 150.000.000
3 Pelatihan Operator dan Manajemen PLTMH Tersedianya operator PLTMH yang handal dan manajemen PLTMH yang trampil
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 150.000.000 APBD - Rp
-4 Pembuatan Rencanan Energi Daerah Tersedianya data energi di Kab. Pesisir selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 80.000.000 APBD - Rp
-5 Sosialisasi Pemakaian BBM dan Pemanfaatan Energi Alternatif
Tersosialisasinya pemakaian BBM dan Pemanfaatan energi baru/terbarukan di Kab. Pessel
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 90.000.000 APBD - Rp
-VIII PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGAWASAN BIDANG PERTAMBANGAN
1 Pembinaan, koordinasi dan monitoring Pertambangan
2 Survey Potensi Bahan Galian Tambang Tersedianya data potensi pertambangan 4 kecamatan Data potensi pertambangan di 4
3 Pendataan Tambang Tanpa Izin/Illegal Tersedianya data tambang tanpa izin/illegal
5 kecamatan Data tambanag tanpa izin/illegal di 5
Kecamatan
75.000.000
Rp APBD Rp 85.000.000
4 Pelatihan Reklamasi dan Pasca Tambang Untuk Pemegang IUP
Terlaksananya kegiatan reklamasi tambangan oleh pemegang IUP pasca penambangan
Kab. Pessel Pemegang IUP di Kab. Pesisir Selatan
IX PROGRAM PEMANFAATAN PEMAKAIAN AIR TANAH
1 Pendataan Pemakaian Air Bawah Tanah Tersedianya data pemakaian air bawah tanah
4 kecamatan Data pemakaian air bawah tanah 4
2 Pendataan Daerah Sulit Air Bersih Tersedianya data dan peta daerah sulit air bersih
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2014 DAN PERKIRAAN MAJU TAHUN 2015 DINAS KEHUTANAN, ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Lokasi Target Capaian Kinerja Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif
I PROGRAM PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA HUTAN
1 Pengembangan Hutan Tanaman Rakyat Keluarnya Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat (HTR)
Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, BAB Tapan
685 Ha Rp 90.000.000 APBD 685 Ha Rp 95.000.000
2 Pengembangan Hutan Nagari dan Hutan Kemasyarakatan
II PROGRAM REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN
1 Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DBH SDA-DR) Terlaksananya pembuatan rancangan teknis rehabilitasi hutan dan lahan
Kab. Pessel 5 Paket Rp 15.000.000 APBD 5 Paket Rp 150.000.000
2 Rehabilitasi Hutan dan Lahan (DAK dan Pendamping)
3 Penunjang Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tesedianya biaya operasional kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan
Kab. Pessel 1 paket Rp 75.000.000 APBD 1 paket Rp 80.000.000
III PROGRAM PERLINDUNGAN DAN KONSERVASI SUMBER DAYA HUTAN
1 Kegiatan Pemantauan Kebakaran Hutan (Hot Spot)
Terselenggaranya Pemantauan Hot Spot (Titik Api) di Kab. Pesisir Selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 60.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 70.000.000 2 Inventarisasi Kerusakan Kawasan Hutan dan
Lahan
KODE Urusan Bidang/Pemerintahan Daerah dan Program Kegiatan
Indikator - Indikator Kinerja Program/Kegiatan
4 Operasional Polisi Kehuatan Tersedianya Kebutuhan Operasional Polisi Kehuatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 120.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 140.000.000
5 Masyarakat Peduli Api (MPA) Timbulnya Partisipasi Masyarakat untuk Melindungi Kawasan Hutan dari Kebakaran
5 Nagari 5 Nagari Rp 25.000.000 APBD 5 Nagari Rp 35.000.000
IV PROGRAM PENERTIBAN INDUSTRI HASIL HUTAN KEGIATAN
1 Pengawasan Penertiban Pelaksanaan Peraturan Mengenai Pengelolaan Industri Hasil Hutan
Terpenuhi Biaya Operasional Pengawasan Industri Hasil Hutan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 150.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 180.000.000 2 Monitoring Produksi Hasil Hutan Terlaksananya pembinaan terhadap
IUIPHHK dan kegiatan produksi hasil hutan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 92.000.000 15 Kecamatan Rp 98.000.000 3 Pengawasan dan Pengendalian Penegakan
Hukum Bidang Kehutanan
1 Survey, Pengecekan dan Pengukuran Kawasan Hutan dan Lahan
Terselenggaranya Survey, Pengecekan dan Pengukuran Kawasan Hutan dan Lahan di Seluruh Wilayah Kabupaten Pesisir Selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 150.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 170.000.000
VI PROGRAM PEMANFAATAN ENERGI DAN KETENGALISTRIKAN
1 Pembangunan PLTMH Terbangunnya PLTMH dan tersedianya listrik untuk masyarakat pedesaan
Ranah Pesisir dan Lunang 2 Lokasi Rp 3.000.000.000 APBD/ APBN
2 Lokasi Rp 3.000.000.000
2 Pembangunan PLTS Terbangunnya PLTS dan tersedianya listrik untuk masyarakat pedesaan
3 Pembuatan FS dan DED PLTMH Terlaksananya pembautan FS dan DED pembangunan PLTMH
Sutera, Batang Kapas, Ranah Pesisir, Linggo Sari
Baganti dan Tarusan
5 Lokasi Rp 130.000.000 APBD 2 Lokasi Rp 140.000.000
4 Survey Potensi PLTMH Tersedianya data potensi PLTMH Ranah Pesisir, Lengayang, Air Pura, Ranah IV Hulu
Tapan
4 Lokasi Rp 225.000.000 APBD 3 Lokasi Rp 250.000.000
5 Monitoring, Evaluasi dan Koordinasi PLTMH dan PLTS
Terdata dan termonitornya PLTMH dan PLTS di Kab. Pesisir Selatan
7 Pendataan Izin Usaha Kelistrikan Kepentingan Sendiri (IUKS)
Terdatanya IUKS di Kab. Pesisir Selatan Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 70.000.000 APBD - Rp
-VII PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN
1 Pembuatan Biogas Terbangunnya instalasi biogas Kab. Pessel 50 Unit Rp 750.000.000 APBD 50 Unit Rp 750.000.000
2 Monitoring, Evaluasi dan Koordinasi BBM dan Gas
Terdata dan termonitornya BBM dan Gas di Kab. Pesisir Selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 125.000.000 APBD 15 Kecamatan Rp 150.000.000 3 Pelatihan Operator dan Manajemen PLTMH Tersedianya operator PLTMH yang handal
dan manajemen PLTMH yang trampil
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 150.000.000 APBD - Rp
-4 Pembuatan Rencanan Energi Daerah Tersedianya data energi di Kab. Pesisir selatan
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 80.000.000 APBD - Rp
-5 Sosialisasi Pemakaian BBM dan Pemanfaatan Energi Alternatif
Tersosialisasinya pemakaian BBM dan Pemanfaatan energi baru/terbarukan di Kab. Pessel
Kab. Pessel 15 Kecamatan Rp 90.000.000 APBD - Rp -VIII PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
BIDANG PERTAMBANGAN
1 Pembinaan, koordinasi dan monitoring Pertambangan
2 Survey Potensi Bahan Galian Tambang Tersedianya data potensi pertambangan 4 kecamatan Data potensi pertambangan di 4
3 Pendataan Tambang Tanpa Izin/Illegal Tersedianya data tambang tanpa izin/illegal
5 kecamatan Data tambanag tanpa izin/illegal di 5
Kecamatan
75.000.000
Rp APBD Rp 85.000.000
4 Pelatihan Reklamasi dan Pasca Tambang Untuk Pemegang IUP
Terlaksananya kegiatan reklamasi tambangan oleh pemegang IUP pasca penambangan
Kab. Pessel Pemegang IUP di Kab. Pesisir Selatan
IX PROGRAM PEMANFAATAN PEMAKAIAN AIR TANAH
1 Pendataan Pemakaian Air Bawah Tanah Tersedianya data pemakaian air bawah tanah
4 kecamatan Data pemakaian air bawah tanah 4
2 Pendataan Daerah Sulit Air Bersih Tersedianya data dan peta daerah sulit air bersih
NIP. 19740618 199311 1 001 Painan, 02 April 2013
Kepala Dinas
Kehutanan, Energi dan Sumber daya Mineral