1
PENERAPAN METODE KUADRAT TERKECIL UNTUK
PERAMALAN (FORECASTING) TINGKAT KRIMINALITAS DI
KOTA BOGOR
(Studi Kasus: Polres Bogor Kota)
Sri Setyaningsih, Sufiatul Maryana, Aniko Puji Lestari Program Studi Ilmu Komputer-FMIPA Universitas Pakuan
Jl. Pakuan PO BOX 452, Bogor Telp/Fax (0251) 8375 547 E-mail: [email protected]
ABSTRAK
Peramalan digunakan memperkirakan berapa kebutuhan dimasa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa. Metode Peramalan antara lain metode kuadrat terkecil. Metode kuadrat terkecil merupakan suatu metode yang digunakan untuk menentukan hubungan linier dari suatu data agar dapat diprediksi nilai-nilainya yang mana nilai tersebut tidak terdapat pada data-data yang kita miliki, terkadang proses yang melibatkan metode kuadrat terkecil untuk menentukan hubungan dua variabel data berupa fungsi linier disebut sebagai regresi linier.
Hal-hal yang perlu diketahui sebelum melakukan peramalan dengan metode regresi adalah mengetahui terlebih dahulu kondisi- kondisi seperti adanya informasi masa lalu, informasi yang ada dapat dibuatkan dalam bentuk data (dikuantifikasikan). Diasumsikan bahwa pola data yang ada dari data masa lalu akan berkelanjutan dimasa yang akan datang.
Kata Kunci : Peramalan, Kuadrat Terkecil
PENDAHULUAN
Pidana atau tindak kriminal merupakan segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Tindak kriminal bisa dilakukan oleh siapapun juga, baik wanita maupun pria dapat berlangsung pada usia anak, dewasa ataupun lanjut umur. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang
dianggap kriminal adalah seorang
pencuri, perampok, pembunuh, teroris. Tingkah laku kriminal itu bisa dilakukan oleh siapapun juga, baik wanita maupun pria dapat berlangsung pada usia anak, dewasa ataupun lanjut umur. Tindak kejahatan bisa dilakukan secara tidak sadar, yaitu difikirkan, direncanakan dan
diarahkan pada satu maksud tertentu secara sadar. Namun bisa juga dilakukan secara setengah sadar, misalnya didorong oleh impuls-impuls yang hebat, didera oleh dorongan-dorongan paksaan yang sangat kuat (kompulsi-kompulsi), dan oleh obsesi-obsesi, kejahatan bisa juga dilakukan secara tidak sadar sama sekali.
Berdasarkan pertimbangan tersebut
maka dibutuhkan sistem untuk
memfokuskan pencegahan dan menekan
angka tindakan kriminal supaya
memudahkan Kepolisian Resor Bogor Kota terkait dalam melaksanakan tugas laporan suatu kegiatan atau laporan suatu kejadian untuk dievaluasi peningkatan pencegahan dan meningkatkan kualitas kinerja kegiatan sehingga dibutuhkan
2
Penerapan Metode Kuadrat Terkecil untuk Peramalan (Forecasting) Tingkat Kriminalitas di Kota Bogor.
Tujuan
Merancang dan mengimplementasi Aplikasi Penerapan Metode Kuadrat Terkecil untuk Peramalan (Forecasting) Tingkat Kriminalitas di Kota Bogor.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup penelitian ini
dibatasi jenis tindakan kriminal secara terperinci sehingga hanya di masukan secara garis besarnya saja untuk wilayah hukum Polres Bogor Kota dalam bentuk data yang sudah dikomputerisasikan. Data-data yang digunakan adalah
data-data tindakan kriminal sebelumnya
selama periode 1 tahun s.d 3 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuadrat terkecil.
Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini meliputi :
1. Membantu pihak kepolisian dalam pengolahan data hasil kejahatan yang dilakukan di daerah sekitar Kota Bogor.
2. Memberikan ramalan tentang
jumlah tindakan kriminal untuk tahun selanjutnya.
DASAR TEORI Peramalan
Peramalan adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan dimasa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa. (Nasution dan Prasetyawan, 2008).
Tahap-Tahap Peramalan
Ada sembilan langkah yang harus
diperhatikan yang digunakan untuk
menjamin efektivitas dan efisiensi dari
sistem peramalan sebagai berikut
(Gasperzs, 2005) :
1. Menentukan tujuan dari peramalan. 2. Memilih item yang akan diramalkan. 3. Menentukan horizon waktu
peramalan : Apakah jangka panjang (lebih dari 1 tahun), jangka
menengah (1-12 bulan), atau jangka pendek 1-30 hari).
4. Memilih model-model peramalan. 5. Memperoleh data yang dibutuhkan
untuk melakukan peramalan. 6. Validasi model peramalan. 7. Membuat peramalan. 8. Implementasikan hasil-hasil
peramalan.
9. Memantau keandalan hasil peramalan.
Metode Kuadrat Terkecil
Metode Kuadrat Terkecil (Least
Square Method) linier adalah suatu
metode yang digunakan untuk
menentukan hubungan linier dari suatu data agar dapat diprediksi nilai-nilainya yang mana nilai tersebut tidak terdapat
pada data-data yang kita miliki,
terkadang proses yang melibatkan
metode kuadrat terkecil untuk
menentukan hubungan dua variabel data berupa fungsi linier disebut sebagai regresi linier.
Metode Kuadrat Terkecil
ditemukan oleh Carl F. Gauss
(matematikawan dan fisikawan ternama asal Jerman, abad ke-17) ketika ia masih berumur 18 tahun, dan karyanya ini masih dipakai sampai saat ini sebagai
metode yang paling baik untuk
menentukan hubungan linier dari dua variabel data. Dengan metode kuadrat terkecil, kita dapat menyajikan data dengan lebih berguna.
3
Metode ini merupakan cara lain
unuk menggambar garis regresi
menggunakan rumus garis linier
dengan perhitungan matematik.
Trend dengan metode kuadrat
terkecil diperoleh dengan menentukan garis trend yang mempunyai jumlah terkecil dari kuadrat selisih data asli dengan data pada garis trend.
Apabila Y menggambarkan data asli dan merupakan data trend, maka
metode terkecil dirumuskan dalam
persamaan 1 sebagai berikut:
Σ(Y – Y’)2
...(1)
Trend dengan metode kuadrat terkecil
dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Nilai trend dilambangkan dengan θ1,
sedangkan data asli Y dilambangkan
dengan θ2, sehingga kuadrat terkecil
dirumuskan denga persamaan 2 sebagai berikut:
Σ(Y – Y’)2 = Σ(θ
1 – θ2)2...(2)
2. Perlu diingat bahwa sifat dari nilai rata-rata hitung Σ(Y – Y’) sama dengan nol, sehingga nilai tersebut dikuadratkan.
Rumus garis trend dengan metode kuadrat terkecil dapat digambarkan pada pesamaan 3 sebagai berikut:
Y’ = a + b X...(3) Dimana:
Y’ : Nilai trend
a : Nilai konstanta yaitu nilai Y pada saat nilai X = 0
b : Nilai kemiringan garis, yaitu tambahan nilai Y, apabila X bertambah satu satuan
X : Nilai periode tahun.
Untuk memperoleh nilai a dan b dapat digunakan humus berikut;
a = ΣY / N...(4)
b = Σ(XY )/ ΣX2
...(5)
Studi Terdahulu
a. Studi Oleh Wahyu Wibowo (2009) Penelitian yang dilakukan Wahyu Wibowo (2009) berjudul Metode Kuadrat Terkecil Untuk Estimasi Kurva Regresi Semiparametrik Spline. Pada regresi semiparametrik, untuk memperoleh estimator spline pada dasarnya terdapat dua pendekatan optimasi,yaitu estimator spline yang
diperoleh berdasarkan optimasi
penalized least square (PLS) dan
estimator spline yang diperoleh
berdasarkan optimasi least square (LS) dengan menggunakan fungsi keluarga yang memuat titik-titik knots.
b. Studi Oleh Wiwik Aries Tanti (2013)
Penelitian yang dilakukan Wiwik
Aries Tanti (2013) melakukan
penelitian berjudul Perbandingan
Metode Kuadrat Terkecil Dengan Metode Regresi Komponen Utama Pada Kasus Multikolinearitas. Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh
ukuran contoh dan penambahan
komponen pada metode RKU terhadap hasil perbandingan kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan untuk
pengaruh ukuran contoh dan
penambahan komponen, metode RKU merupakan metode yang lebih baik
digunakan dalam penanganan
multikolinearitas dengan melihat
kriteria-kriteria untuk melihat
4 METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian berjudul Penerapan Metode
Kuadrat Terkecil Untuk Peramalan
(Forecasting) Tingkat Kriminalitas Di Kota Bogor adalah metode System
Development Life Cycle (SDLC).
Tahap-tahap pengembangan pada penelitian ini dapat dilihat dalam Gambar 1.
Uji Coba Sistem
Pemakaian Perencanaan Perancangan Sistem Analisa Sistem Implementasi Sistem Ya Tidak
Gambar 1. System Development Life
Cycle (SDLC).
Tahap Perencanaan
Perencanaan sistem yang akan dibahas yaitu dengan mengumpulkan informasi awal tentang sistem yang sudah berjalan secara manual. Tahap
perencanaan akan menghasilkan
identifikasi awal berupa pengenalan dan definisi masalah yang menjelaskan kebutuhan dari sistem yang akan dibangun, sebab dan area
permasalahannya.
Dalam penelitian ini masalah yang dihadapi yaitu membangun sebuah Implementasi Penerapan Metode Kuadrat Terkecil Untuk Peramalan (Forecasting) Tingkat Kriminalitas di Kota Bogor wilayah hukum Polres Bogor Kota
menggunakan bahasa pemrograman Mysql sebagai databasenya. Pada tahapan ini dilakukan proses identifikasi dan perencanaan guna mengidentifikasi data yang dibutuhkan berupa pengumpulan informasi dan data untuk menentukan batasan masalah terhadap objek
penelitian. Pengumpulan informasi dan data yang digunakan dalam studi ini sebagaimana dalam diagram alir diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Data primer
Data primer merupakan sumber utama dari objek yang diamati, data dalam penelitian ini diperoleh dengan dari wawancara, studi lapang, dan studi kepustakaan. Data – data tersebut meliputi informasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
2. Data sekunder
Data sekunder adalah kumpulan data yang diperoleh dari pencarian internet.
Tahap Analisis
Pada tahap analisis dilakukan tiga proses, yaitu pengolahan data analisis evaluasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, perhitungan peramalan jumlah tindakan kriminal, simulasi perhitungan.
a. Pengolahan data analisis evaluasi
gangguan keamanan dan
ketertiban masyarakat yaitu
proses pemilihan data tindakan kriminal dari Polres Bogor Kota. b. Perhitungan peramalan jumlah
tindakan kriminal yaitu proses perhitungan untuk meramalkan jumlah tindakan kriminal pada tahun berikutnya.
5
c. Simulasi perhitungan yaitu proses untuk menampilkan peramalan tindak kriminal di aplikasi.
Umum Admin Mulai Tampilan forntend web Selesai Input Data Kriminalitas Basis data Kriminalitas Selesai Output hasil input data Kriminalitas di backend
Flowchart Analisis Sistem yang akan
dikembangkan
Analisis Perhitungan menggunakan Metode Kuadrat Terkecil
Metode Kuadrat Terkecil (Least
Square Method) linier adalah suatu
metode yang digunakan untuk
menentukan hubungan linier dari suatu data agar dapat diprediksi nilai-nilainya yang mana nilai tersebut tidak terdapat pada data-data yang kita miliki;
terkadang proses yang melibatkan metode kuadrat terkecil untuk
menentukan hubungan dua variabel data berupa fungsi linier disebut sebagai regresi linier.
Metode Kuadrat Terkecil ditemukan oleh Carl F. Gauss
(matematikawan dan fisikawan ternama asal Jerman, abad ke-17) ketika ia masih
berumur 18 tahun, dan karyanya ini masih dipakai sampai saat ini sebagai metode yang paling baik untuk menentukan hubungan linier dari dua variabel data. Dengan metode kuadrat terkecil, kita dapat menyajikan data dengan lebih berguna.
Metode ini merupakan cara lain unuk menggambar garis regresi
menggunakan rumus garis linier dengan perhitungan matematik. Rumus umum garis linier yaitu
Dimana :
Pt : Jumlah tindakan kriminalitas yang di selidiki pada tahun t.
X : Nilai yang diambil dari variable bebas.
a, b : Konstanta
Nilai a dan b dapat dicari dengan metode selisih kuadrat minimum yaitu :
Perhitungan untuk forecasting
tindakan kriminalitas menggunakan metode kuadrat terkecil
Pada proses perhitungan untuk peramalan tindakan kriminalitas menggunakan metode kuadrat terkecil, dihitung berdasarkan jumlah
perbandingan 5 (lima) jenis tindakan kriminalitas dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014.
6 Tabel 2. Tabel Jenis Tindakan
Kriminalitas
No Jenis Kejahatan
Jumlah tindakan pada tahun 2103 2014 2015 1. Pencurian 36 31 46 2. Penipuan 277 252 211 3. Penganiayaan 94 94 117 4. Curanmor R.2 172 185 114 5. Narkoba 91 109 172
Tabel 3. Contoh forecasting kasus Pencurian pada tahun 2015
Tahun Jumlah Pencurian (y) Xy X2 Data Asli x (tahun) 2012 -1 36 -36 1 2013 0 31 0 0 2014 1 46 46 1 Total 2 113 10 2
Analisis Tren Peramalan Pencurian tahun 2015, untuk perhitungannya ialah:
a= b= y1= a+bx y1= 38+5(2) y1= 38+10 y1= 48
Jadi, perkiraan jumlah pencurian pada tahun 2015 sebanyak 48 kasus.
Tabel 4. Contoh forecasting kasus Penipuan pada tahun 2015
Tahun Jumlah Penipuan (y) Xy X2 Data Asli x (tahun) 2012 -1 277 -277 1 2013 0 252 0 0 2014 1 211 211 1 Total 2 740 -66 2
Analisis Tren Peramalan Penipuan tahun 2015, untuk perhitungannya ialah:
a= b= y1= a+bx y1= 246,7+(-33)(2) y1= 246,7+(-66) y1= 180,67
Jadi, perkiraan jumlah penipuan pada tahun 2015 sebanyak 181 kasus.
7 Tabel 5. Contoh forecasting kasus
Penganiayaan pada tahun 2015
Tahun Jumlah Penganiayaan (y) Xy X2 Data Asli x (tahun) 2012 -1 94 -94 1 2013 0 94 0 0 2014 1 117 117 1 Total 2 305 -23 2
Analisis Tren Peramalan Penganiayaan tahun 2015, untuk perhitungannya ialah:
a= b= y1= a+bx y1= 101,7+11,5(2) y1= 101,7+23 y1= 124,7
Jadi, perkiraan jumlah penipuan pada tahun 2015 sebanyak 125 kasus.
Tabel 6. Contoh forecasting kasus Curanmor Roda 2 pada tahun 2015
Tahun Jumlah Curanmor Roda 2 (y) Xy X2 Data Asli x (tahun) 2012 -1 172 -172 1 2013 0 185 0 0 2014 1 114 114 1 Total 2 471 -58 2
Analisis Tren Peramalan Curanmor Roda 2 tahun 2015, untuk perhitungannya ialah: a= b= y1= a+bx y1= 157+(-29)(2) y1= 157+58 y1= 215
Jadi, perkiraan jumlah Curanmor Roda 2 pada tahun 2015 sebanyak 215 kasus.
8 Tabel 7. Contoh forecasting kasus
Narkoba pada tahun 2015 Tahun Jumlah Narkoba (y) Xy X2 Data Asli x (tahun) 2012 -1 91 -91 1 2013 0 109 0 0 2014 1 172 172 1 Total 2 372 81 2
Analisis Tren Peramalan Narkoba tahun 2015, untuk perhitungannya ialah:
a= b= y1= a+bx y1= 124+(-40,5)(2) y1= 124+81 y1= 205
Jadi, perkiraan jumlah Narkoba pada tahun 2015 sebanyak 205 kasus.
Grafik Peramalan Tindakan Kriminalitas untuk tahun 2015
Gambar 3. Grafik Peramalan Tindakan Kriminalitas untuk tahun 2015
RANCANGAN DAN IMPLEMENTASI
Tahap ini berisi perancangan sistem yang akan dibangun yaitu meliputi proses peramalan menggunakan metode kuadrat terkecil, perancangan secara umum, perancangan secara rinci, perancangan ini
lebih dekat dengan perancangan
antarmuka (User Interface) sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya.
Rancangan Struktur Navigasi
Struktur navigasi website digunakan untuk menggambarkan secara garis besar
isi dari seluruh situs web dan
menggambarkan bagaimana hubungan antara tampilan dari halaman tersebut. Berikut ini Gambar 2 mengenai struktur navigasi aplikasi peramalan.
Halaman Utama
Home Profil Data Kriminal PeramalanHasil
Gambar 2. Struktur Navigasi Aplikasi
Flowchart Sistem
Flowchart sistem adalah alur
program pada aplikasi peramalan
menggunakan metode kuadrat terkecil terlihat pada Gambar 3.
0 50 100 150 200 250 300 Jumlah Kasus Pencurian Jumlah Kasus Penipuan
9 1. home 2. profile 3. data kriminalitas 4. grafik data 5. keluar Start Web kriminalitas
Home Profile KriminalitasData Grafik Data
Tampilan Data Kriminalitas Menampilkan data grafik kriminalitas di Kota Bogor untuk tahun berikutnya Sekilas tentang
Polres Bogor Kota dan Pengertian Kriminalitas Tampilan awal halaman utama web Kriminalitas Kota Bogor
Pilih 1 Pilih 2 Pilih 3 Pilih 4
Tampil Tampil Tampil Tampil
A Keluar A A A A
Gambar 3. Flowchart Aplikasi Peramalan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tampilan Halaman Utama
Pada halaman Utama ini terdapat menu home, profile, data kriteria, data kriminalitas, grafik. Tampilan halaman home dapat dilihat pada gambar 24.
Gambar 24.Tampilan Halaman Utama
Tampilan Halaman Profil
Pada halaman ini admin dapat melakukan proses. Admin dapat menambah data profil, dapat mengedit, dan dapat menghapus data profil. Pada halaman ini dapat terlihat data profil. Tampilan halaman profil dapat dilihat pada gambar 25.
Tampilan Halaman Profil
Tampilan Halaman Kriteria
Pada halaman ini admin dapat melakukan proses manipulasi data kriteria yang dijadikan sebagai acuan jenis tindakan dalam peramalan. Tampilan halaman input data kriteria dapat dilihat pada gambar 26.
Tampilan Halaman Data Kriteria
Tampilan Halaman Peramalan Data Kejadian
Pada from peramalan terdiri dari jenis-jenis data kejadian kriminal , from peramalan digunakan untuk melakukan peramalan pada from ini admin dapat menginputkan data kejadian kriminal dengan memilih nama kejadian dan tahun yang akan menjadi parameter sebagai data yang akan dicari hasil prediksi jumlah data kriminal pada tahun berikutnya, Tampilan halaman data kejadian dapat dilihat pada gambar 27.
10 Tampilan Halaman Data Kejadian
Pembahasan
Uji Coba Struktural Sistem
Uji coba struktural bertujuan untuk mengetahui apakah sistem yang dibuat sudah sesuai dengan rancangan. Hasil uji coba struktural aplikasi peramalan tindak kriminal ini dapat dilihat pada tabel 19.
Tabel 19. Uji Coba Struktural.
No Uji Coba Hasil
1. Tampilan Halaman Login Sesuai 2. Tampilan Halaman Profil Sesuai 3. Tampilan Halaman Data
Kriminal Sesuai
4. Tampilan Halaman Grafik Sesuai 5. Tampilan Halaman Hasil
Peramalan Sesuai
Berdasarkan hasil uji coba pada tabel 19 dinyatakan bahwa halaman-halaman sistem sudah sesuai dengan tampilan halaman pada tahap perancangan.
Uji Coba Fungsional Sistem
Uji coba fungsional merupakan tahap uji coba yang bertujuan untuk mengetahui apakah bagian dari proses sistem berjalan sesuai dengan fungsi masing-masing. Hasil uji coba fungsional sistem ini dapat dilihat pada tabel 20.
Tabel 20. Uji Coba Fungsional.
No Uji Coba Hasil
1. Lihat, Simpan, Edit dan
Hapus Data Kriteria Berfungsi 2. Lihat, Simpan, Edit dan
Hapus Data Kriminal Berfungsi 3. Lihat, Simpan, Edit dan
Hapus Data User Berfungsi 4. Hitung dan Hasil
Peramalan Berfungsi
5. Proses LogOut Berfungsi
Berdasarkan hasil uji coba pada tabel 20 dinyatakan bahwa semua proses dari proses menampilkan data, proses simpan data, proses update data, proses hapus data, proses perhitungan dan hasil peramalan semua proses sudah berhasil sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Uji Coba Validasi Sistem
Uji coba ini merupakan uji coba untuk mengetahui keakuratan hasil data yang telah dimasukkan ke dalam sistem.Uji coba ini dilakukan dengan mencocokan hasil peramalan menggunakan metode kuadrat terkecil secara manual dan dengan hasil dari sistem.
1. Uji Coba Secara Manual
Hitung ramal menggunakan metode kuadrat terkecil untuk peramalan kejadian kriminalitas pada tahun 2015
11
Tabel 21. Contoh forecasting kasus Pencurian untuk tahun 2015
Tahun Jumlah Pencurian = Y XY X2 Data Asli X 2012 -1 36 -36 1 2013 0 31 0 0 2014 1 46 46 1 Total (Σ) 0 ΣY = 113 Σ(XY) = 10 ΣX 2 =2 Keterangan :
Kondisi negative (-) : Mengansumsikan tahun (x) kebelakang dari sekarang
Kondisi 0 : Mengansumsikan tahun saat ini
Kondisi positif (+) : Mengansumsikan tahun (x) kedepan dari sekarang
Analisis Tren Peramalan Pencurian tahun 2015, untuk perhitungannya ialah: a= b= y1= a+bx y1= 38+5(2) y1= 38+10 y1= 48
Sehingga dari perhitungan tersebut dapat diramalkan pada tahun 2015 jumlah kasus tindakan pencurian mencapai 48 kasus.
Tabel 22. Contoh forecasting kasus Penipuan pada tahun 2015
Tahun Jumlah Penipuan = Y XY X2 Data Asli X 2012 -1 277 -277 1 2013 0 252 0 0 2014 1 211 211 1 Total (Σ) 0 ΣY = 740 Σ(XY) = -66 ΣX2 =2
Analisis Tren Peramalan Penipuan tahun 2015, untuk perhitungannya ialah:
a= b= y1= a+bx y1= 246,7+(-33)(2) y1= 246,7+(-66) y1= 180,67
12 Sehingga dari perhitungan tersebut
dapat diramalkan pada tahun 2015 jumlah
kasus tindakan penipuan mencapai 181 kasus
Tabel 23. Contoh forecasting kasus Penganiayaan pada tahun 2015
Tahun Jumlah Penganiay aan = Y XY X2 Data Asli X 2012 -1 94 -94 1 2013 0 94 0 0 2014 1 117 117 1 Total (Σ) 0 ΣY = 305 Σ(XY) = 23 ΣX2= 2
Analisis Tren Peramalan Penganiayaan tahun 2015, untuk perhitungannya ialah:
a= b= y1= a+bx y1= 101,7+11,5(2) y1= 101,7+23 y1= 124,7
Sehingga dari perhitungan tersebut dapat diramalkan pada tahun 2015 jumlah kasus tindakan penganiayaan mencapai 125 kasus.
Analisis Tren Peramalan Curanmor Roda 2 tahun 2015, untuk perhitungannya ialah:
a= b= y1= a+bx y1= 157+(-29)(2) y1= 157-58 y1= 99
Sehingga dari perhitungan tersebut dapat diramalkan pada tahun 2015 jumlah kasus tindakan Curanmor Roda 2 mencapai 99 kasus.
Tabel 25. Contoh forecasting kasus Narkoba pada tahun 2015
Tahun Jumlah Narkoba = Y XY X2 Data Asli X 2012 -1 91 -91 1 2013 0 109 0 0 2014 1 172 172 1 Total (Σ) 0 ΣY = 372 Σ(XY) = 81 ΣX2= 2 Tahun Jumlah Curanmor Roda 2 = Y XY X2 Data Asli X 2012 -1 172 -172 1 2013 0 185 0 0 2014 1 114 114 1 Total (Σ) 0 ΣY = 471 Σ(XY) = 23 ΣX2= 2
13 Analisis Tren Peramalan Narkoba tahun
2015, untuk perhitungannya ialah: a= b= y1= a+bx y1= 124+(-40,5)(2) y1= 124+81 y1= 205
Sehingga dari perhitungan tersebut dapat diramalkan pada tahun 2015 jumlah tindakan Narkoba mencapai 99 kasus.
2. Uji Coba Dengan Sistem
Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan secara manual dan uji coba dengan menggunakan sistem dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan peramalan dengan menggunakan metode kuadrat terkecil yang dilakukan secara manual dan secara sistem sudah sesuai dan akurat.
Tampilan Hasil Peramalan
14 KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil pengamatan selama tahap
perencanaan, implementasi aplikasi
penerapan metode kuadrat terkecil untuk peramalan tingkat kriminalitas di Kota
Bogor, dapat diambil beberapa
kesimpulan. Hasil peramalan tindakan kriminal pada tahun 2015 adalah:
Berdasarkan perhitungan ramalan
kejadian pencurian dengan metode
kuadrat terkecil menghasilkan nilai
sebanyak 48 kasus, berdasarkan
perhitungan ramalan kejadian penipuan
dengan metode kuadrat terkecil
menghasilkan nilai sebanyak 181 kasus,
berdasarkan perhitungan ramalan
kejadian penganiayaan dengan metode
kuadrat terkecil menghasilkan nilai
sebanyak 125 kasus, berdasarkan
perhitungan ramalan kejadian pencurian kendaraan bermotor roda 2 dengan metode kuadrat terkecil menghasilkan nilai sebanyak 205 kasus, berdasarkan perhitungan ramalan kejadian narkoba
dengan metode kuadrat terkecil
menghasilkan nilai sebanyak 48 kasus. Dari hasil peramalan tingkat kejadian
kriminalitas dengan menggunakan
metode kuadrat terkecil dalam
menganalisis data, berfungsi sebagai alternatif untuk pihak kepolisian dalam
menanggulangi tingkat kejadian
kriminalitas per- tahun sehingga bisa diminimalisir tingkat kejadian nya.
Saran
Aplikasi penerapan metode
kuadrat terkecil untuk peramalan tingkat kriminalitas di kota Bogor ini masih dapat dikembangkan dengan studi kasus
lain seperti menghitung populasi
kepadatan penduduk, dan lain-lain. Untuk penelitian selanjutnya dapat digunakan
metode lain. Untuk memelihara
keakuratan data maka perlu dilakukan proses update basis pengetahuan secara berkala.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah. 2005. Teknis Analisis Tendensi Posisi.
Arniati J. Kalatasik. 2009. Aplikasi
Regresi Kuadrat Terkecil
Parsial Dan Model Resiko Proporsional Cox Untuk Data Microarray DNA.
Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam
UNPAK. 2014. Buku Panduan Skripsi dan Tugas Akhir. Program Studi S1 Ilmu Komputer dan D3 Komputer FMIPA UNPAK, Bogor.
Gaspersz, Vincent. 2005. Production
Planing and Inventory
Control, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Jay Heizer dan Barry Render. (2009).
Operation Management , 7th edition .
( ManajemenOperasi edisi 7, Buku 1 )
Penerbit Salemba Empat.
Jakarta.
Nasution, Hakim dan Prasetyawan, 2008. Perencanaan dan
Pengendalian Produksi,
Graha Ilmu, Yogyakarta.
Nurhasanah, dkk. 2012. Perbandingan
Metode Partial Least Square
(PLS) dengan Regresi
Komponen Utama untuk
Mengatasi Multikolinearitas.
Subagyo, Pangestu (2002). Forecasting :
Konsep dan Aplikasi. BPFE - Yogyakarta