• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Acuan Kegiatan Promkes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kerangka Acuan Kegiatan Promkes"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PELAKSANAAN KOORDINASI DESA SIAGA DAN PHBS

A. PENDAHULUAN

Desa siaga kesehatan adalah suatu kondisi masyarakat tingkat desa yang memiliki kesiapan sumber daya potensial dan kemampuan mengatasi masalah kesehatan tertentu secara mandiri. Komponen utama desa siaga adalah : Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), Forum Kesehatan Desa (FKD), pemberdayaan masyarakat (gotong royong), upaya kesehatan, survailans, pembiayaan kesehatan.

Disadari bahwa untuk mengatasi masalah tersebut sesuai dengan salah satu azas penyelenggaraan Puskesmas yaitu pemberdayaan masyarakat, artinya Puskesmas wajib menggerakkan dan memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya kesehatan, terutama dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, Oleh karena itu, upaya promosi kesehatan puskesmas membantu rnasyarakat agar mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga tercipta Desa Siaga Aktif.

B. LATAR BELAKANG

Pengembangan desa di wilayah kecamatan Jiken menuju Desa Siaga Aktif, perlu upaya fasilitatif non instrutif untuk mendorong masyarakat tahu, sadar, mau dan mampu serta peduli dalam mencegah dan mengatasi berbagai masalah di bidang kesehatan.Pemerintahan desa sebagai pengambil kebijakan di wilayahnya diharapkan mampu mendorong masyarakat dalam mengembangkan desa siaga. PKD adalah merupakan suatu upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat setempat atas dasar musyawarah desa yang didukung oleh tenaga professional kesehatan untuk melakukan upaya kesehatan promotif, preventif dan kuratif sesuai dengan kewenangannya di bawah pembinaan teknis UPTD Puskesmas Jiken.

Untuk mencapai dan mewujudkan desa siaga aktif peran serta aktif PKD sangat dibutuhkan khususnya tenaga kesehatan ( Bidan desa ) yang bertugas di Poliklinik Kesehatan Desa.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka perlu pembekalan bagi bidan desa di wilayah kecamatan Jiken untuk lebih berperan serta dalam mewujudkan desa siaga aktif.

(2)

Banyaknya kejadian peningkatan beberapa penyakit menular yang cenderung menjadi KLB (a.l. Flu Burung, DBD dll), Meningkatnya jumlah kematian pada penduduk terutama anak dan kelompok rentan akibat kejadian diatas, AKI di Jawa Tengah sebesar 116/100.000 (nasional 307/100.000 kelahiran hidup), AKB di Jawa Tengah sebesar 36/1.000 (nasional 35/1.000 kelahiran hidup), masih jauh dari harapan, Angka kematian Balita belum bisa ditekan , sementara Balita merupakan kelompok resiko. Masyarakat belum optimal melakukan respon terhadap kejadian diatas serta belum optimal memanfaatkan sumber daya

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS 1. Tujuan Umun

Meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dalam pengembangan desa siaga aktif di wilauyah kerjanya.

2. Tujuan Khusus

a. Meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan tentang konsep dan stratifikasi desa siaga

b. Meningkatkan peran aktif tenaga kesehatan dalam pengembangan kegiatan desa siaga c. Diperoleh kesepakatan dalam pengembangan desa siaga aktif

d. Terjalin kerja sama dan koordinasi yang baik tenaga kesehatan dalam pengembangan desa siaga aktif

e. Tenaga kesehatan mampu menjadi fasilitator dalam pengembangan desa siaga di wilayah kerjanya

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN Penyampaian materi tentang :

a. Pengertian Desa Siaga

b. Tugas pokok dan peran FKD Desa Siaga c. Upaya Pemberdayaan

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Metode yang digunakan adalah :

a. Temu muka b. Ceramah

c. Diskusi ( Tanya jawab ) F. SASARAN

Bidan desa dan tenaga kesehatan yang lain G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

(3)

1 Koordinasi desa siaga

dan PHBS V

H. MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN

Monitoring evaluasi kegiatan koordinasi desa siaga dan PHBS dilaksanakan setelah kegiatan selesai dilaksanakan oleh penanggung jawab UKM.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan , pelaporan dan evaluasi kegiatan dilaksanakan setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

J. BIAYA

Kegiatan ini dibebankan pada Anggaran APBD II Kab. Blora K. TATA NILAI UPTD PUSKESMAS JIKEN

Tata nilai UPTD Puskesmas Jiken dalam kegiatan koordinasi desa siaga dan PHBS meliputi “ S E H A T I “ :

Santun : santun dalam melayani pelanggan

Edukatif : selalu mengembangkan inovasi dan keilmuan sesuai bidangnya guna

memperbaiki pelayanan

Harmonis : selalu menjalin kerja sama yang baik dengan karyawan dan masyarakat

Amanah : menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh tanggung jawab

Tanggap : merespon cepat dan tepat terhadap terhadap segala permasalahan

kesehatan

Ikhlas : menjalankan tugas dengan tulus

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PENDATAAN PHBS TINGKAT RUMAH TANGGA

A. PENDAHULUAN

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan sekumpulan perilaku berdasarkan kesadaran hasil dari pembelajaran supaya individu ataupun kelompok mampu mengatasi masalah kesehatannya secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatannya. Pengembangan desa di wilayah kecamatan Jiken menuju Desa Siaga Aktif, perlu

(4)

didukung komponen – komponen yang mendukung diantaranya adalah PHBS. Perlu upaya fasilitatif non instrutif untuk mendorong masyarakat tahu, sadar, mau dan mampu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka mencegah dan mengatasi berbagai masalah di bidang kesehatan. Pendataan PHBS diharapkan menjadi salah satu langkah awal dalam mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada di desa. Kader kesehatan sebagai ujung tombak dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat diharapkan lebih peka terhadap setiap masalah kesehatan yang ada di masyarakat, salah satunya melalui pendataan PHBS.

B. LATAR BELAKANG

Perilaku hidup bersih dan sehat wajib dilaksanakan oleh suatu desa yang mengembangkan desa siaga aktif. Sebagai bagian dalam pengembangan desa siaga aktif perlu dilakukan upaya yang terus menerus dalam menciptakan perilaku masyarakat yang bersih dan sehat sehingga tujuan akhir dari desa siaga untuk mewujudkan masyarakat kecamatan Jiken yang sehat dan mandiri bisa tercapai. Langkah awal tindakan yang dilakukan adalah dengan mengadakan pendataan PHBS tingkat rumah tangga. Dengan adanya data tentang PHBS yang akurat akan didapatkan gambaran masalah kesehatan yang ada di desa, sehingga maslah yang ada bias diinventarisir / diidentifikasi.

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS 1. Tujuan Umun

Mendapatkan gambaran strata desa sehat di suatu desa

2. Tujuan Khusus

a. Meningkatkan peran aktif kader kesehatan dalam bidang kesehatan b. Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ber PHBS

c. Diperoleh gambaran tentang masalah kesehatan yang ada di desa

d. Terjalin kerja sama dan koordinasi yang baik dengan kader kesehatan yang ada di desa

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Pendataan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tingkat rumah tangga. E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Metode yang digunakan adalah :

Pengamatan langsung / survey aktif ke rumah tangga F. SASARAN

(5)

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No Kegiatan 2016

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sept Okt Nov Des 1 Pendataan PHBS

tingkat rumah tangga

H. MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN

Monitoring evaluasi kegiatan pendataan PHBS dilaksanakan setelah kegiatan selesai dilaksanakan oleh penanggung jawab UKM.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan , pelaporan dan evaluasi kegiatan dilaksanakan setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

J. BIAYA

Kegiatan ini dibebankan pada Anggaran APBD II Kab. Blora

K. TATA NILAI UPTD PUSKESMAS JIKEN

Tata nilai UPTD Puskesmas Jiken dalam kegiatan pendataan PHBS tingkat rumah tangga meliputi “ S E H A T I “ :

Santun : santun dalam melayani pelanggan

Edukatif : selalu mengembangkan inovasi dan keilmuan sesuai bidangnya guna

memperbaiki pelayanan

Harmonis : selalu menjalin kerja sama yang baik dengan karyawan dan masyarakat

Amanah : menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh tanggung jawab

Tanggap : merespon cepat dan tepat terhadap terhadap segala permasalahan

kesehatan

(6)

KERANGKA ACUAN

RENCANA PROGRAM PROMOSI KESEHATAN

A. Pendahuluan

Perencanaan program disusun berdasarkan perencanaan puskesmas dan mengacu pada pedoman program untuk memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat. Perencanaan program dilakukan bersama dengan program yang lain secara terintegrasi melalui tahapan perencanaan puskesmas, yaitu penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) untuk tahun anggaran mendatang , Rencana pelaksanaan Kegiatan (RPK) untuk tahun berjalan

B. Latar belakang

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, menurut data SDKI tahun 2012 sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup, padahal target Angka Kematian Ibu di Indonesia pada tahun 2015 adalah 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Di Jawa Tengah Angka Kematian Ibu pada tahun 2014 sebesar 711 kasus, sedangkan di Kabupaten Blora Angka Kematian Ibu pada tahun 2014 sebesar 204. Di wilayah kerja Puskesmas Jiken tidak dijumpai kematian Ibu, namun masih ada kematian Bayi pada tahun 2015 sebesar 2

(7)

bayi.. Penduduk lndonesiapun menurut hasil penelitian Kementerian Kesehatan tahun 2 0 1 4 masih mempunyai umur harapan hidup rata-rata adalah 72 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan data diatas menunjukkan adanya peningkatan

derajat kesehatan yang ada di masyarakat terutama yang berhubungan dengan kesehatan

ibu dan anak . Meningkatnya angka harapan hidup menunjukkan perbaikan kesehatan masyarakat. Namun jajaran kesehatan mesti lebih waspada untuk mengantisipasi perawatan dan pengobatan penduduk usia lanjut. Makin besar jumlah penduduk usia lanjut, maka tantangan di bidang kesehatan juga semakin besar.

Penduduk lansia sangat rentan terhadap berbagai penyakit, seperti depresi, demensia, gangguan jiwa dan psikis, insomnia, dan gangguan sistem organ. Hal ini justru menjadi pekerjaan besar bagi jajaran kesehatan untuk menyiapkan layanan kesehatan yang lebih baik. Bila penyakit-penyakit itu tak segera diatasi, akan menjadi kronis. Sehubungan dengan hal tersebut maka pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Jiken harus terus ditingkatkan baik yang bersifat prornotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif serta rehabilitatif.

C. Tujuan Umum dan tujuan khusus

Tujuan Umum :

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan sasaran upaya

Tujuan khusus :

1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat dan sasaran upaya dalam bidang kesehatan 2. Meningkatkan kewaspadaan dini masyarakat dan sasaran upaya dalam menghadapi

masalah kesehatan dan kegawatdaruratan yang terjadi 3. Menurunkan angka kematian Ibu dan anak

4. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit – penyakit menular 5. Meningkatkan kemandirian masyarakat dan sasaran upaya dalam bidang kesehatan

D. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan

No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan

1 Sosialisasi HIV/AIDS

Pemberian materi tentang penyakit HIVAIDS meliputi : pengertian, penyebab, tanda dan gejala, cara penularan, cara pencegahan serta penatalaksanaannya

2 Penyuluhan Kesehatan Remaja

Pemberian materi tentang alat – alat reproduksi dan cara menjaga kesehatan reproduksi

3 Penyuluhan TBC Pemberian materi tentang penyakit TBC meliputi :

pengertian, penyebab, tanda dan gejala, cara penularan, cara pencegahan serta penatalaksanaannya

4 Sosialisasi Desa Siaga Pemerian materi tentang desa siaga serta komponen – komponen yang ada dalam desa siaga

(8)

5 Sosialisasi ASI Eksklusif

Pemberian materi tentang ASI eksklusif dan cara menyusui yang benar

6 Sosialisasi IVA Pemberian materi tentang kanker leher rahim dan kanker payudara serta IVA

7 Pendataan PHBS tatanan Rumah Tangga

Melakukan survey kepada rumah tangga tentang PHBS dengan menggunakan 16 indikator

8 Pembinaan Battra Melakukan pembinaan dan pendampingan pengobatan tradisional

9 Fasilitasi Desa Siaga Pendampingan dan pembimbingan dalam pengembangan desa siaga

10 Pelatihan Kader kesehatan

Melatih kader kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan kegiatan upaya di bidang kesehatan

11 Cetak leaflet dan Banner

Pengadaan leaflet dan banner sebagai media penyuluhan kesehatan

12 Pembinaan Poskestren Pembinaan pondok pesantren dan wilayah sekitar pondok pesantren

13 Pendataan Upaya

Kesehatan Kerja Melakukan pendataan UKK di wilayah Puskesmas Jiken 14 Sosialisasi Desa

Siaga dan pendataan PHBS tatanan rumah tangga

Pemberian materi tentang desa siaga dan PHBS tingkat rumah tangga

E. Cara melaksanakan kegiatan

Metode yang digunakan adalah : a. Temu muka

b. Survey c. Ceramah d. Tanya jawab

F. Sasaran

Sasaran dari program promosi kesehatan adalah masyarakat dan sasaran upaya

G. Jadual pelaksanaan kegiatan

No Kegiatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul2016 Agus Sept Okt Nov Des

1 Sosialisasi HIV/AIDS v V v

2 Penyuluhan Kesehatan Remaja

v

3 Penyuluhan TBC v V v

4 Sosialisasi Desa Siaga v V V

(9)

Eksklusif 6 Sosialisasi IVA V V 7 Pendataan PHBS tatanan Rumah Tangga v 8 Pembinaan Battra V v

9 Fasilitasi Desa Siaga v v

10 Pelatihan Kader kesehatan

v v

11 Cetak leaflet dan Banner v 12 Pembinaan Poskestren v 13 Pendataan Upaya Kesehatan Kerja V 14 Sosialisasi Desa

Siaga dan pendataan PHBS tatanan rumah tangga

v V V

H. Monitoring evaluasi dan pelaporan

Rencana monitoring evaluasi program upaya dilaksanakan oleh penanggung jawab UKM pada saat mini lokakarya setiap bulan

I. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan

Pencatatan , pelaporan dan evaluasi kegiatan dilaksanakan setiap bulan

J. Biaya

Kegiatan ini dibebankan pada BOK UPTD Puskesmas Jiken , Anggaran APBD II Kabupaten Blora tahun 2016 dan sumber lain yang sah.

K. Tata nilai UPTD Puskesmas Jiken meliputi :

Tata nilai UPTD Puskesmas Jiken dalam rencana kegiatan program promosi kesehatan meliputi “ S E H A T I “ :

(10)

Edukatif : selalu mengembangkan inovasi dan keilmuan sesuai bidangnya guna

memperbaiki pelayanan

Harmonis : selalu menjalin kerja sama yang baik dengan karyawan dan masyarakat

Amanah : menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh tanggung jawab

Tanggap : merespon cepat dan tepat terhadap terhadap segala permasalahan

kesehatan

Ikhlas : menjalankan tugas dengan tulus

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PELAKSANAAN ORIENTASI PENGURUS DAN ANGGOTA FKD

A. PENDAHULUAN

Desa siaga kesehatan adalah suatu kondisi masyarakat tingkat desa yang memiliki kesiapan sumber daya potensial dan kemampuan mengatasi masalah kesehatan tertentu secara mandiri. Komponen utama desa siaga adalah : Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), Forum Kesehatan Desa (FKD), pemberdayaan masyarakat (gotong royong), upaya kesehatan, survailans, pembiayaan kesehatan.

(11)

Disadari bahwa untuk mengatasi masalah tersebut sesuai dengan salah satu azas penyelenggaraan Puskesmas yaitu pemberdayaan masyarakat, artinya Puskesmas wajib menggerakkan dan memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya kesehatan, terutama dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, Oleh karena itu, upaya promosi kesehatan puskesmas membantu rnasyarakat agar mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga tercipta Desa Siaga Aktif.

B. LATAR BELAKANG

Pengembangan desa di wilayah kecamatan Jiken menuju Desa Siaga Aktif, perlu upaya fasilitatif non instrutif untuk mendorong masyarakat tahu, sadar, mau dan mampu serta peduli dalam mencegah dan mengatasi berbagai masalah di bidang kesehatan.FKD adalah merupakan suatu wadah kesehatan bersumberdaya masyarakat yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat setempat atas dasar musyawarah desa yang didukung oleh sumber daya yang memadai untuk melakukan upaya kesehatan promotif, dan preventif sesuai dengan permasalahan yang ada di wilayah desa di bawah pembinaan teknis UPTD Puskesmas Jiken. Untuk mencapai dan mewujudkan desa siaga aktif, peran serta aktif FKD sangat dibutuhkan khususnya sumber daya manusia dalam rangka pengembangan desa siaga aktif. Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka perlu pembekalan bagi pengurus dan anggota FKD di wilayah kecamatan Jiken untuk lebih berperan serta dalam mewujudkan desa siaga aktif.

Banyaknya kejadian peningkatan beberapa penyakit menular yang cenderung menjadi KLB (a.l. Flu Burung, DBD dll), Meningkatnya jumlah kematian pada penduduk terutama anak dan kelompok rentan akibat kejadian diatas, AKI di Jawa Tengah sebesar 116/100.000 (nasional 307/100.000 kelahiran hidup), AKB di Jawa Tengah sebesar 36/1.000 (nasional 35/1.000 kelahiran hidup), masih jauh dari harapan, Angka kematian Balita belum bisa ditekan , sementara Balita merupakan kelompok resiko

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS 1. Tujuan Umun

Meningkatkan pengetahuan pengurus dan anggota FKD dalam pengembangan desa siaga aktif di desanya.

(12)

a. Meningkatkan pemahaman pengurus dan anggota FKD tentang konsep dan stratifikasi desa siaga

b. Meningkatkan peran aktif pengurus dan anggota FKD dalam pengembangan kegiatan desa siaga

c. Diperoleh kesepakatan dalam pencatatan dan pelaporan desa siaga D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Penyampaian materi tentang : a. Pengertian Desa Siaga

b. Tugas pokok dan peran FKD Desa Siaga c. Upaya Pemberdayaan

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Metode yang digunakan adalah :

a. Temu muka b. Ceramah

c. Diskusi ( Tanya jawab ) F. SASARAN

Pengurus dan anggota FKD

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No Kegiatan 2016

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agus Sept Okt Nov Des 1 Orientasi Pengurus

dan anggota FKD

H. MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN

Monitoring evaluasi kegiatan orientasi Pengurus dan Anggota FKD dilaksanakan setelah kegiatan selesai dilaksanakan oleh penanggung jawab UKM.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan , pelaporan dan evaluasi kegiatan dilaksanakan setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

J. BIAYA

Kegiatan ini dibebankan pada Anggaran BOK UPTD Puskesmas Jiken tahun 2016 dan APBD II Kab. Blora

K. TATA NILAI UPTD PUSKESMAS JIKEN

Tata nilai UPTD Puskesmas Jiken dalam kegiatan orientasi pengurus dan anggota FKD meliputi “ S E H A T I “ :

(13)

Edukatif : selalu mengembangkan inovasi dan keilmuan sesuai bidangnya guna

memperbaiki pelayanan

Harmonis : selalu menjalin kerja sama yang baik dengan karyawan dan masyarakat

Amanah : menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh tanggung jawab

Tanggap : merespon cepat dan tepat terhadap terhadap segala permasalahan

kesehatan

Ikhlas : menjalankantugas dengan tulus

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PELAKSANAAN REFRESHING DESA SIAGA DAN PHBS

A. PENDAHULUAN

Desa siaga kesehatan adalah suatu kondisi masyarakat tingkat desa yang memiliki kesiapan sumber daya potensial dan kemampuan mengatasi masalah kesehatan tertentu secara mandiri. Komponen utama desa siaga adalah : Poliklinik Kesehatan Desa (PKD), Forum Kesehatan Desa (FKD), pemberdayaan masyarakat (gotong royong), upaya kesehatan, survailans, pembiayaan kesehatan.

Disadari bahwa untuk mengatasi masalah tersebut sesuai dengan salah satu azas penyelenggaraan Puskesmas yaitu pemberdayaan masyarakat, artinya Puskesmas wajib menggerakkan dan memberdayakan masyarakat agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya kesehatan, terutama dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, Oleh karena itu, upaya promosi kesehatan puskesmas

(14)

membantu rnasyarakat agar mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga tercipta Desa Siaga Aktif.

B. LATAR BELAKANG

Pengembangan desa di wilayah kecamatan Jiken menuju Desa Siaga Aktif, perlu upaya fasilitatif non instrutif untuk mendorong masyarakat tahu, sadar, mau dan mampu serta peduli dalam mencegah dan mengatasi berbagai masalah di bidang kesehatan.Pemerintahan desa sebagai pengambil kebijakan di wilayahnya diharapkan mampu mendorong masyarakat dalam mengembangkan desa siaga. Masyarakat setempat atas dasar musyawarah desa yang didukung oleh sumber daya yang memadai supaya melakukan upaya kesehatan promotif, dan preventif sesuai dengan permasalahan yang ada di wilayah desa di bawah pembinaan teknis UPTD Puskesmas Jiken. Untuk mencapai dan mewujudkan desa siaga aktif, peran serta aktif masyarakat sangat dibutuhkan khususnya sumber daya manusia dalam rangka pengembangan desa siaga aktif. Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka perlu adanya sosialisasi secara terus menerus tentang Desa Siaga dan PHBS di wilayah kecamatan Jiken untuk lebih berperan serta dalam mewujudkan desa siaga aktif.

Banyaknya kejadian peningkatan beberapa penyakit menular yang cenderung menjadi KLB (a.l. Flu Burung, DBD dll), Meningkatnya jumlah kematian pada penduduk terutama anak dan kelompok rentan akibat kejadian diatas, AKI di Jawa Tengah sebesar 116/100.000 (nasional 307/100.000 kelahiran hidup), AKB di Jawa Tengah sebesar 36/1.000 (nasional 35/1.000 kelahiran hidup), masih jauh dari harapan, Angka kematian Balita belum bisa ditekan , sementara Balita merupakan kelompok resiko. Masyarakat belum optimal melakukan respon terhadap kejadian diatas serta belum optimal memanfaatkan sumber daya

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS 1. Tujuan Umun

Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengembangan desa siaga aktif di desanya.

2. Tujuan Khusus

a. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep dan stratifikasi desa siaga b. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengembangan kegiatan desa siaga c. Diperoleh kesepakatan dalam pencatatan dan pelaporan desa siaga

(15)

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN Penyampaian materi tentang :

a. Pengertian Desa Siaga

b. Tugas pokok dan peran FKD Desa Siaga c. Upaya Pemberdayaan

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Metode yang digunakan adalah :

a. Temu muka b. Ceramah

c. Diskusi ( Tanya jawab )

F. SASARAN

Perangkat Desa, Tokoh masyarakat, Kader dan Pengurus FKD G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

No Kegiatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul2016 Agus Sept Okt Nov Des 1 Refreshing desa siaga

dan PHBS

H. MONITORING EVALUASI DAN PELAPORAN

Monitoring evaluasi kegiatan refreshing desa siaga dan PHBS dilaksanakan setelah kegiatan selesai dilaksanakan oleh penanggung jawab UKM.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan , pelaporan dan evaluasi kegiatan dilaksanakan setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

J. BIAYA

Kegiatan ini dibebankan pada Anggaran BOK UPTD Puskesmas Jiken tahun 2016 dan APBD II Kab. Blora

K. TATA NILAI UPTD PUSKESMAS JIKEN

Tata nilai UPTD Puskesmas Jiken dalam kegiatan refreshing desa siaga dan PHBS meliputi “ S E H A T I “ :

Santun : santun dalam melayani pelanggan

Edukatif : selalu mengembangkan inovasi dan keilmuan sesuai bidangnya guna

memperbaiki pelayanan

Harmonis : selalu menjalin kerja sama yang baik dengan karyawan dan masyarakat

(16)

Amanah : menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh tanggung jawab

Tanggap : merespon cepat dan tepat terhadap terhadap segala permasalahan

kesehatan

Referensi

Dokumen terkait

Langkah strategis membangun Desa Mandiri diantaranya; Mendorong masyarakat desa terlibat aktif dalam perumusan kebijakan pembangunan desa; Membangun sistem

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) stakeholders tingkat desa terhadap pengembangan Desa Siaga Aktif di Kabupaten Deli

Kecamatan/desa Koordinasi & motivasi kader Surat, telp, hp Mloko Kulon 08122687182 Lintas Program Fasilitasi pengembangan desa siaga sesuai program Surat, telp, hp Mloko Wetan

Program Kesehatan Nasional, dengan Rencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010, Vision 2020 dan Sound Hearing 2030 dengan pradigma Pengelola Kesehatan Indera Masyarakat

Kriteria Peserta Peserta yang hadir adalah yang termasuk dalam kelompok resiko tinggi dan rentan tertular HIV penyakit IMS dan juga siswa/siswi SMA/SMK serta masyarakat desa c..

Alasan kegiatan dilaksanakan Berkenaan dengan peningkatan mutu dan pelayanan Rumah Sakit yang sesuai dengan standar JKN serta untuk Peningkatan Kelas Rumah Sakit dan mendorong upaya

Berdasarkan buku pedoman pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat PHBS adalah sebuah perilaku sadar yang dilakukan sebagai hasil dari proses

Sasaran Yang menjadi peserta dalam kegiatan ini adalah Kepala Puskesmas, Kepala Desa Rarang Tengah, Bidan Puskesamas, Kepala Wilayah Desa Rarang Tengah, PKK Desa Rarang Tengah, Kader