JL. RONGGOLAWE NO.137 CEPU 58311 BLORA JAWA TENGAH
JL. RONGGOLAWE NO.137 CEPU 58311 BLORA JAWA TENGAH
TLP. (0296)421727 FAX (0296) 424678, 424569
TLP. (0296)421727 FAX (0296) 424678, 424569
EMAIL :
DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR GAMBAR BAB 1. PENDAHULUAN BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 GAMBAR UMUM 1.1 GAMBAR UMUM 1.2 TUJUAN 1.2 TUJUAN 1.3 SASARAN 1.3 SASARAN 1.4 RUANG LINGKUP 1.4 RUANG LINGKUP BAB 2. HASIL KEGIATAN BAB 2. HASIL KEGIATAN
2.1
2.1 PERTUMBUHAPERTUMBUHAN DAN N DAN PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN SDISDI 2.2
2.2 STRUKTUR STRUKTUR ORGANISASIORGANISASI 2.3
2.3 PERTUMBUHAPERTUMBUHAN INFRN INFRASTRUKTURASTRUKTUR 2.3.1.
2.3.1. Distribusi Distribusi Tempat Tidur Tempat Tidur RSRS 2.3.2.
2.3.2. Jenis LaJenis Layanan Ryanan Rumah Sakitumah Sakit 2.4
2.4 PENGUATAN PENGUATAN JARINGANJARINGAN BAB 3. HASIL KEGIATAN
BAB 3. HASIL KEGIATAN 3.1
3.1 BIDANG BIDANG PELAYANAN PELAYANAN MEDISMEDIS 3.1.1.
3.1.1. Instalasi Instalasi Rawat Rawat JalamJalam 3.1.2.
3.1.2. Instalasi Instalasi Bedah Bedah SentralSentral 3.1.3.
3.1.3. Instalasi Instalasi Gawat Gawat DaruratDarurat 3.1.4.
3.1.4. Instalasi Instalasi Rawat Rawat InapInap 3.2
3.2 BIDANG BIDANG PENUNJANG PENUNJANG MEDISMEDIS 3.2.1.
3.2.1. Instalasi Instalasi RadiologiRadiologi 3.2.2.
3.2.2. Instalasi Instalasi Laboratorium Laboratorium KlinikKlinik 3.2.3.
3.2.3. Instalasi Instalasi FarmasiFarmasi 3.2.4.
3.2.4. Instalasi Instalasi GiziGizi 3.3
3.3 BIDANG BIDANG KEPERAWATANKEPERAWATAN 3.4
3.4 BIDANG BIDANG ADMINISTRASIADMINISTRASI 3.4.1.
3.4.1. Sanitasi Sanitasi dan Rumah dan Rumah TanggaTangga 3.4.2.
3.4.2. Pe3ngembangan Pe3ngembangan DakwahDakwah 3.5
3.5 KINERJA KINERJA KEUANGANKEUANGAN BAB
BAB 4 4 EVALUASO EVALUASO INDIKATORINDIKATOR 4.1
4.1 KEPUASAN KEPUASAN PELANGGANPELANGGAN 4.2
4.2 GRAFIK BGRAFIK BARBER ARBER JOHNSONJOHNSON 4.3
4.3 TINGKAT TINGKAT KESEHATAN KESEHATAN KEUANGANKEUANGAN 4.4
4.4 STANDAR STANDAR AKREDITASI RAKREDITASI RUMAH SAKITUMAH SAKIT 4.5
4.5 PENINGKATAN PENINGKATAN MUTU DAN MUTU DAN KESELAMATAN PAKESELAMATAN PASIENSIEN 4.5.1.
4.5.1. Pencapaian InPencapaian Indikator Ardikator Area Klinisea Klinis 4.5.2.
4.5.2. Pencapaian InPencapaian Indikator Ardikator Area Manajemenea Manajemen 4.5.3.
4.5.3. Pencapaian IndiPencapaian Indikator Sasarakator Sasaran Keselamatan Pasn Keselamatan Pasienien 4.6
4.6 INSIDEN INSIDEN KESELAMATAN KESELAMATAN PAASIENPAASIEN 4.7
4.7 PENCAPAIAN PPENCAPAIAN PENCEGAHAN DAENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENGENDALIAN INFEKSIN INFEKSI BAB 5.
BAB 5. KESIMPULAN KESIMPULAN DAN SARANDAN SARAN 5.1 KERSIMPULAN
5.2 SARAN BAB 6. PENUTUP
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Tabel Halaman
Tabel 2.1 Distribusi Karyawan RS PKU Muhammadiyah Cepu Berdasarkan Jenis Ketenagaan per 31 Desember 2017
Tabel 2.2 Distribusi Tenaga Perawat dan Bidan Tiap Unit Kerja per 31 Desember 2017
Tabel 2.3 Perbandingan Ketenagakerjaan RS PKU Muhammadiyah dengan Standart RS Tipe C (Berdasarkan PERMENKES
NO.340/MENKES/PER/III/2010)
Tabel 2.4 Penyebaran Tempat Tidur RS PKU Muhammadiyah Cepu pada Tahun 2017
Tabel 2.5 Fasilitas Yang Diberikan Pada Tiap Kelas Perawatan DI RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 3.1 Jumlah Kunjungan Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 3.2 Jumlah Kasus Operasi Di Instalasi Bedah Sentral RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2015-2017
Tabel 3.3 Kunjungan Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2015-2017
Tabel 3.4 Data Indikator Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 3.5 Perbandingan Data Indikator Pelayanan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2015-2017
Tabel 3.6 Tingkat Hunian Tiap Kelas Perawatan Di RS PKU Muhammadiyah Cepu Pada Tahun 2015-2017
Tabel 3.7 Sepuluh Besar Penyakit Di Instalasi Rawat inap RS PKU Muhammadiyah Cepu Pada Tahun 2015-2017
Tabel 3.8 Jumlah Kunjungan Dan Tindakan Radiologi RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 3.9 Perbandingan Jumlah Kunjungan Radiologi Tahun 2015-2017
Tabel 3.10 Rekapitulasi Kendali Mutu Radiologi RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 3.11 Jumlah Kunjungan Dan Pemeriksaan Unit Laboratorium Klinik RS PKU Muhammadiyah Cepu
Tabel 3.12 Perbandingan Jumlah Pemeriksaan Unit Laboratorium Klinik RS PKU Muhammadiyah Cepu 2015-2017
Tabel 3.13 Jumlah Lembara Resep Dan Total Resep Instalasi Farmasi RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 3.14 Pelayanan Resep Obat Generik Dan Obat Paten Instalasi Farmasi RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 3.15 Jumlah Pasien yang Dilayani Instalasi Gizi RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahn 2017
Tabel 3.16 Jumlah Hari Perawatan Per Bulan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
2017
Tabel 3.18 Hasil Pemeriksaan Air Bersih RS PKU Muhammadiyah Cepu Bulan Februari 2017
Tabel 3.19 Hasil Pemeriksaan Air Bersih RS PKU Muhammadiyah Cepu Bulan September 2017
Tabel 3.20 Kegiatan Dakwah RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 3.21 Pencapaian Kinerja Keuangan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 3.22 Neraca Keuangan RS PKU Muhammadiyah Cepu ( per 31 Desember 2017)
Tabel 4.1 Tingkat Kesehatan Keuangan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 4.2 Pencapaian Mutu Indikator Area Klinis Tahun 2017
Tabel 4.3 Pencapaian Mutu Indikator Area Manajemen Tahun 2017
Tabel 4.4 Pencapaian Mutu Indikator Sasaran Keselamatan Pasien RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 4.5 Rekap Insiden Keselamatan Pasien RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 4.6 Angka Kepatuhan Hand Hygiene RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Tabel 4.7 Angka Kejadian Hals RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017 Tabel 4.8 Angka Kejadian Plebitis Dan Decubitus RS PKU Muhammadiyah
Cepu Tahun 2017
Tabel 4.9 Angka Kepatuhan Pemilahan Sampah Di RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Gambar Halaman
Gambar 2.1 Pelaksanaan Pelatihan bagi Karyawan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Gambar 2.2 Pelaksanaan Pendidikan Bagi Karyawan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Gambar 2.3 Struktur Organisasi RS PKU Muhammadiyah Cepu Periode 2017-2019
Gambar 3.1 Grafik perbandingan Kunjungan Rawat Jalan Tahun 2015-2017 RS PKU Muhammadiyah Cepu
Gambar 3.2 Grafik perbandingan Jumlah Operasi Tahun 2015-2017 RS PKU Muhammadiyah Cepu
Gambar 3.3 Grafik 10 Besar Penyakit Rawat Inap RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Gambar 3.4 Grafik Jumlah Pasien yang Dilayani Instalasi Gizi RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Gambar 4.1 Kepuasan Pelanggan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017 Gambar 4.2 Grafik Barbel Jhonson RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017 Gambar 4.3 Peta Demogerafi Pasien Dengan Diagnosa Klinis DHF Di
Peningkatan kualitas SDI , pelatihan, pengayaan penge tahuan diusahakan agar merata kepada seluruh karyawan melalui workshop, pelatihan khusus, dari 414 karyawan yang sudah melaksanakan pelatihan lebih dari 20 jam sebanyak 18.05% . Secara lengkap dapat dilihat pada gambar 2.1
Gambar 2.1 Grafik Pelaksanaan Pelatihan Bagi Karyawan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
Sedangkan bagi karyawan yang melaksanakan pendidikan khusus antara lain, yang melaksanakan pendidikan S2 sebanyak 0,72%, PPDS 2,17% dan D3 farmasi 0,48% secara lengkap dapat dilihat dalam tabel berikut.
Gambar 2.2 Grafik Pelaksanaan Pendidikan Bagi Karyawan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017
2.2 STRUKTUR ORGANISASI
Pengorganisasian di internal rumah sakit juga berusaha untuk ditata sebaik mungkin agar dapat menunjang kinerja rumah sakit. Perubahan struktur organisasi dan seleksi
pejabat struktural dilakukan pada Bulan Mei-Juni 2017. Struktur organisasi baru dapat dilihat di gambar 2.3
2.3. PERTUMBUHAN INFRASTUKTUR RS
Pertumbuhan Infrastruktur di RS PKU Muhammadiyah Cepu ada di berbagi bidang. Baik daris segi sarana dan prasarana maupun penambahan ragam layanan yang diberikan. Penambahan tersebut diantaranya : dimulainya pembangunan gedung baru , perubahan jumlah tempat tidur, perbaikan fasilitas serta penambahan layanan pada instalasi rawat jalan.
2.3.1 Distribusi Tempat Tidur
Jumlah tempat tidur RS pada tahun 2017 ada 170 TT, terbagi dalam 6 ruang. Penyebaran TTRS sebagaimana Tabel 2.4 berikut.
Tabel 2.4 Penyebaran Tempat Tidur RS PKU Muhammadiyah Cepu pada Tahun 2017
NO UNIT
PERAWATAN
PEMBAGIAN TT TOTAL
ICU/ HCU
ISOLASI NICU VIP I II III
1 Marwah 2 Sofha 3 Arofah 4 Aggrek 5 Wijaya Kusuma 6 ICU TOTAL PERSENTASE ( % )
Gedung Bi’r Ali lantai 1 digunakan untuk ruang perawatan pasien kelas VIP , IA, IIA, dan
HCU. Lantai 2 untuk ruang kamar operasi ( OK ), ICU dan NICU, sedangkan Lantai 3 untuk ruang kebidanan serta lantai 4 untuk ruang perawatan anak. Gedung arofah dimanfaatkan untuk ruang perawatan VIP A dan VVIP. Sedangkan Muzdalifah untuk kelas III, HCU dan ruang isolasi.
2.3.2. Jenis Layanan Rumah Sakit A. Rawat Jalan
Layanan Medis (untuk pasien umum) UGD 24 Jam
Klinik Umum
Dokter Umum RS PKU Senin - Sabtu Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Senin - Jumat Pukul 14.00 – 20.00 WIB
Klinik Gizi
Ahli Gizi RS PKU Senini - Sabtu Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Klinik Psioterapi
Ahli Fisioterapi RS PKU Senin-sabtu Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Klinik TB/ Unit DOTS Senin-sabtu Pukul 07.00 – 12.00 WIB
Klinik KIA
Bidan RS PKU Senin-sabtu Pukul 07.00 – 10.30 WIB
Drg. Dita Ika P Senin-sabtu Pukul 07.00 – 10.30 WIB
Drg. Aris Mukti H Senin-sabtu Pukul 07.00 – 12.00 WIB
Senin –Jumat Pukul 17.00 – 20.00 WIB Klinik Spesialisasi Bedah
Umum
Dr.Gagak Ismanoe, Sp.B Senin –Jumat Pukul 17.00 – 19.00 WIB
Sabtu Pukul 08.00 – 11.00 WIB
Selasa dan Kamis Pukul 07.00 – 09.00 WIB
Dr. Arif, Sp.B Senin, Rabu, Jumat Pukul 08.00 – 09.00 WIB
Klinik Spesialis Bedah Urologi
Dr. Roy Dwi A.K.Sp.U Selasa dan Rabu Pukul 07.00 – 08.00 WIB Senin, Selas Kamis Pukul 17.00 – 20.00 WIB Klinik Spesialis Bedah
Tulang
Dr. Imam Sp.OT Senin-Selasa-Kamis Pukul 15.00 – 17.00 WIB
Dr. Faesal A, Sp.OT Senin Pukul 18.00 – 20.00 WIB
Jumat Pukul 15.00 – 17.00 WIB
Dr. Doni, Sp.OT Rabu Pukul 14.00 – 17.00 WIB
Klinik Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Dr. L.Arthur Siregar Sp. OG Senin –Jumat Pukul 07.00 – 09.00 WIB Senin & Rabu Pukul 17.00 – 19.00 WIB Dr. Ika Maret Tania Sp.OG Senin –Jumat Pukul 10.00 – 12.00 WIB
Sabtu Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Selasa, Kamis, Jumat Pukul 17.00 – 19.00 WIB Klinik Spesialis Pjantung dan Pembuluh Darah
Dr.Susetyo Atmojo,Sp.JP Sabtu Pukul 07.00-11.00 WIB
Dr.Ahadi,Sp,JP Senin-Sabtu Pukul 17.00-19.00 WIB
Klinik Spesialis Penyakit Dalam
Dr. M Thoyyib. Sp.PD Senin –Sabtu Pukul 08.00 – 12.00 WIB Klinik Spesialis Mata
Dr. Agung Sp.M Pukul 14.00 – 17.00 WIB
Dr. Muthia Hapsari Sp.M Pukul 14.00 – 16.00 WIB
Klinik Spesialis Anak
Dr. Retno N. Sp. A.M Biomed Pukul 08.00 – 12.00 WIB
Klinik Spesialis Bedak Syaraf
Dr. Suhariyanto Sp. BS Pukul 16.00 – 17.00 WIB
Klinik Spesialis Syaraf
Dr. Ida Dewi SP.S Pukul 07.00 – 09.00 WIB
Dr. Sunarto Sp.S Pukul 07.00 – 11.00 WIB
Klinik Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Dr. Mei Ria Rahayu, Sp KFR Pukul 14.00 – 16.00 WIB
Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin
Dr.Ira Puspita Rinie Pukul 15.00 – 17.00 WIB
Dr.Netiana Sp.THT-KL Senin-rabu-jumat Pukul 15.00 – 17.00 WIB
Layanan Medis (untuk pasien BPJS Kesehatan) Klinik Spesialis Bedah Umum
Dr. Gagak Ismanoe., Sp. B Senin-Jumat PUKUL 17.00-19.00 WIB
Sabtu PUKUL 08.00-11.00 WIB
Selasa & Kamis PUKUL 07.00-09.00 WIB
Dr. Arif, Sp. B Senin, Rabu, Jum’at PUKUL 08.00-09.00 WIB
Klinik Spesialis Kebidanan dan Kandungan
Dr. Ika Maret Tania,Sp.OG Senin-Jumat Pukul 10.00-12.00 WIB
Sabtu Pukul 08.00-12.00 WIB
Klinik Spesialis Penyakit Dalam
Dr. M Thoyyib, Sp. Pd Senin-Sabtu Pukul 08.00-12.00 WIB
Klinik Spesialis Anak Dr. Retno N,
Sp.A,M.Biomed
Senin-Sabtu Pukul 08.00-12.00 WIB
Klinik Spesialis Mata
Dr. Agung, Sp.M Kamis Pukul 14.00-17.00 WIB
Dr. Muthia Hapsari, Sp.M Senin-Rabu-Jumat Pukul 14.00-16.00 WIB Klinik Spesialis THT
Dr.Netina, Sp.M Senin-Rabu-Jumat Pukul 15.00-17.00 WIB
Klinik Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitas
Dr. Mei Ria Rahayu,Sp.KFR Senin-Rabu-Jumat Pukul 14.00-16.00 WIB Klinik Spesialis Bedah Tulang
Dr. Imam,Sp.OT Selasa dan kamis Pukul 15.00-17.00 WIB
Dr. Faesal A,Sp.OT Jumat Pukul 15.00-16.00 WIB
Dr. Doni, Sp.OT Rabu Pukul 14.00-17.00 WIB
Klinik Spesialis Syaraf
Dr. Sunarto,Sp.BS Senin-Rabu-Jumat Pukul 07.00-11.00 WIB
Klinik Spesialis Bedah Syaraf
Dr. Suhariyanto,Sp.BS Rabu Pukul 16.00-17.00 WIB
Klinik Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
B. Instalasi Rawat Inap
Rumah sakit ‘Pku Muhammadiyah Cepu juga menyediakan fasilitas rawat
inap yang ditangani oleh para tenaga dokter organik dan dokter mitra. Selain dokter mitra yang melayani rawat jalan di RS PKU, ada beberapa dokter mitra lain yang memilih dokter yang akan menangani selama perawatan din RS PKU. Kelas
perawatan yang disediakanjuga beragam,mulai dari kelas III A sampai dengan VVIP. Fasilitas yang diberikan untuk masing-masimg kelas tentunya berbeda. Kelas VVIP dan VIP A tiap ruang hanya untuk 1 pasien, sedangkan kelas lain dihuni 2 -3 orang pasien. Secara lengkap, fasilitas yang dimiliki masing-masing ruang terlihat pada tabel 2.5
Tabel 2.5 Fasilitas yang diberikan pada tiapn kelas perawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu
KELAS JML TT/KAMAR FASILITAS
III A 2/3 TT Kipas angin
IIA 3TT Kipas angin,TV, Kamar mandi
IA 3TT AC, TV, Kamar mandi
VIP 2TT TV, AC, Kamar mandi
VIP A 1TT TV,AC,sofa, kulkas, kamar mandi, nurse call, O2
central
VVIP 1TT 2 TV, Ruang tamu, AC, kulkas, ekstra bed, kamar
mandi, mini bar, nurse call, O2 central
C. Instalasi Penunjang Lain
Instalasi Pengolahan Air Limbah Instalasi Laboratorium 24 Jam Instalasi Radiologi 24 jam Instalasi Farmasi 24 Jam Instalasi Bedah
Instalasi Gizi Ruang Persalinan Ruang ICU
1 unit ambulans jenazah, 1 unit mobil ambulans transport, 2 unit mobil ambulans rujuk.
2.4 PENGUATAN JARINGAN
Alhamdulillah, RS PKU Muhammadiyah sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yang dimulai pada awal tahun 2014. Kunjungan peserta BPJS Kesehatan terus meningkatn dari waktu ke waktu. pada 2017 ini,tingkat hunian pasien BPJS Kesehatan adalah sebesar 43,42%. Sedangkan untuk rawat jalan sebesar 25,63% dari total kunjungan rawat jalan.
Selain dengan BPJS Kesehatan , RSA juga bekerjasama dengan asuransi swasta lain maupun perusahaan. Adapun tingkat hunian untuk pasien asuransi swasta sebesar 8,03% dan untuk rawat jalan 10,18%
Kerjasama antar jaringan AUMKES di Bojonegoro (RS Muhammadiyah Kalitidu, RSI Muhammadiyah Sumberejo, BP Muhammadiyah Kedunganem) berjalan dengan baik ,selain dengan AUMKES, RS PKU juga menjaga hubungan baik dengan perujuk antara lain berupa silaturahmi/ kunjungan ke puskesmas/ bidan desa, dokter serta perawat perujuk.
BAB 4
EVALUASI INDIKATOR KINERJA
Indikator kinerja suatu rumah sakit dapat dilihat dari berbagai sisi. Dalam laporan evaluasi ini, evaluasi indikator kinerja yang ditampilkan adalag data kepuasan pelanggan, analisis grafik barber johnson, tingkat kesehatan keuangan, standar akreditasi rumah sakit , evaluasi kegiatan peningkatan Mtu dan Keselamatan Pasien ( PMKP) , serta capaian kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di RS Aiyiyah Bojonegoro.
4.1 KEPUASAN PELANGGAN
Survey kepuasan pelanggan yang tercover pada tahun 2017 adalah survey kepuasan pelanggan external dalam hal ini pasien dan keluarga. Dari survey tersebut didapatkan bahwa 94,7% pelanggan puas dan 5,3% tidak puas. Pelanggan yang tidak puas terutama terhadap pelayanan terhadap fasilitas parkir dan biaya ( kewajaran dan kepastian biaya ). Data lengkap dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut.
Gambar 4.1 Kepuasan Pelanggan RS’Aisyiyah Bojonegoro Tahun 2017
4.2 GRAFIK BARBER JOHNSON
Grafik Barber Johnson merupakan salah satu alat untuk mengukur tingkat eisiensi pengelolaan rumah sakit. Grafik Barber Johnson sendiri diperoleh dari hasil perhitunganbeberapa data statistik rumah sakit, diantaranya BOR, AvLOS, TOI, dan BTO. Data tersebut merupakan indikator untuk menilai efisiansi pengelolaan RS Grafik Barber Johnson RS Aisyiyah Bojonegoro dapat dilihat pada gambar 4.2 berikut.
Gambar 4.2 Grafik BARBER-JOHNSONRS’Aisyiyah Bojonegoro Tahun 2017
: Arofah I = 92,90 % : ICU = 92,90 %
: Arofah II = 92,90 % : Musdalifah = 92,90 %
: Arofah III = 92,90 % : Bi’r Ali III = 92,90 %
: Bi’r Ali I = 92,90 % : Neonatus = 92,90 %
: Bi’r Ali IV = 92,90 %
Analisa : A. Arofah I
BOR arofah I 92,90%, dengan TT 10, berada di luar daerah efisiensi, dengan rarata lama dirawat pasien 3 hari 12 jam 28 menit 48 detik. Dengan rerata selang waktu tidur kosong 0 hari 6 jam 43 menit 12 detik
B. Arofah II
BOR arofah II 92,44%, dengan TT 10, BOR berada di luar daerah efisiensi, dengan rarata lama dirawat pasien 3 hari 13 jam 26 menit 24 detik. Dengan rerata selang waktu tidur kosong 0 hari 7 jam 40 menit 48 detik
C. Arofah III
BOR arofah III 90,84%, dengan TT 9, BORdi luar daerah efisiensi, dengan rarata lama dirawat pasien 2 hari 21 jam 7 menit 12 detik. Dengan rerata selang waktu tidur kosong 0 hari 17 jam 16 menit 48 detik
D. Bi’r Ali I
BOR Bi’r Ali I 81,20%, dengan TT 41, BOR di luar daerah efisiensi, dengan rarata lama dirawat pasien 2 hari 21 jam 7 menit 12 detik. Dengan rerata selang waktu tidur kosong 0 hari 17 jam 16 menit 48 detik
E. Musdalifah
BOR perawatan Musdalifah 66,32%, dengan TT 30, BOR di dalam daerah efisiensi, dengan rarata lama dirawat pasien 2 hari 21 jam 36 menit. Dengan rerata selang waktu tidur kosong 1 hari 12 jam 57 menit 36 detik. BOR di luar daerah efisiensi
F. Bi’r Ali III
BOR diperawatan kandungan 41,95%, dengan rarata lama dirawat pasien 2 hari 21 jam 36 menit. rerata selang waktu tidur kosong 1 hari 12 jam 57 menit 36 detik. BOR diluar daerah efisiensi.
G. Bi’r Ali IV
BOR yang dihasilkan 73,09%, dengan TT 32, rerata lama dirawat pasien 2 hari 16 jam 48
menit. selang waktu tidur kosong 1 hari 0 jam 43 menit 12 detik. BOR di Bi’r Ali IV tidak
efisien sehingga BOR diluar daerah efisien GBJ. H. Ruang Neonatus
BOR 56,47%,berada di luar daerah efisiensi, dengan rerata lama dirawat pasien 2 hari 0 jam 28 menit 48 detik. rerata selang waktu TT kosong 1 hari 15 jam 36 menit. BOR
I. Ruang ICU
BOR ICU 58,71%, berada di luar daerah efisiensi, rarata lama dirawat pasien 2 hari. Dengan rerata selang waktu TT 1 hari 11 jam 2 menit 24 detik
4.3 TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN
Analisa tingkat kesehatan keuangan merupakan suatu indikator yang biasa digunakan oleh perusahaan untuk menilai efisientas penggunaan keuangan berdasarkan data perbandingan masing2 account keuangan yang ada dalam laporan keuangan seperti laporan neraca laba rugi dan arus kas dari periode tertentu. Untuk menentukan tingkat kesehatan perusahatan juga memerlukan ratio sebagai salah satu indikator. Terdapat 4 metode perhitungan rasio diataranya yaitu likuiditas, solvabilitas, rentabilitas atau profitabilitas dan rasio aktifitas. Dengan menggunaka 4 rasio ini perusahaan dapat mengetahui berapa besar laba yang didapat dan seberapa besar perusahaan dapat melunasi hutang, sehingga dapat diukur tingkat kesehatan perusahaan itu.
Tingkat kesehatan keuangan RS Aisyiyah Bojonegoro pada tahun 2017 dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.1 Tingkat Kesehatan Keuangan RS Aisiyah Bojonegoro Tahun 2017
NO INDIKATOR NILAI A ROI 20% B Cash Ratio 130% C Current Ratio 277% D CP 42 E ALOI 10 F TATO 106% G TETA 84%
Data yangh muncul pada tabel 4.1 tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. ROI (Return on invesment)
Pada tahun 2017 ini ROI yang berarti kemampuan rumah sakit memaksimalkan sumber-sumber yang menghasilkan laba. Perhitungan ROI adalah perbandingan laba kotor dan total aktiva. Sehingga bisa diartikan bahwa ROI adalah cara perhitungan perolehan
aktiva yang diperoleh dari laba kotor rumah sakit. ROI pada tahun 2017 ini tercapai 20% dengan skor 15. Hal ini dianggap baik, dan sudah maksimal hkarena skor maksimalnya adalah 15. Dibandingkan dengan ROI tahun 2016 juga tercapai 20% berarti prosentase dan skor sama.
2. CASH RATIO
Pada tahun 2017 ini Cash Ratio yang berarti kemampuan rumah sakit untuk membayar hutang jangka pendek dengan menggunakan kas, bank dan surat-surat berharga. Perhitungan Cash Ratio adalah perbandingan antara kas dan bank dan hutang lancar. Cash Ratio pada tahun 2017 ini telah mencapai 130% dengan skor 15. Hal ini dianggap baik sesuai nilai skor maksimal. Dibandingkan dengan Cash Ratio tahun 2016 dengan jumlah persentase 242% dan skor 15, jumlah persetase menurut tapi dengan skor sama
dan skor sudah maximal. 3. CURRENT RATIO
Pada tahun ini 2017 ini Current Ratio yang berarti kemampuan aktiva lancar rumah sakit untuk membayar hutang jangka pendek. Perhitungan Current Ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dan hutang lancar. Current Ratio pada tahun 2017 ini telah tercapai 277% dengan skor 15. Dibandingkan dengan Current Ratio pada athun 2016 dengan jumlah persentase 365% dan skor 15 kemampuan membayar hutang lancarnya sangat bagus karena aktiva lancarnya sangat tinggi.
4. COLLECTION PERIOD (CP)
Pada tahun 2017 ini Collection Period yang berarti kemampuan rumah sakit untuk memperoleh pendapatan dari pembayaran piutang pasien. Perhitungan collection Period adalah perbandingan saldo piutang pasien dan total pendapatan usaha. Collection Period pada tahun 2017 ini 42 hari dengan skor 15. Dibandingkan dengan Collection Period pada tahun 2016 ini 44 hari dengan skor 15. Collection Period ini sudah mencapai skor maksimal.
5. AVERAGE LENGTH OF INVENTORI (ALOI)
Pada tahun 2017 ini ALOI yang berarti kemampuan pendapatan rumah sakit untuk memperoleh persedian. Perhitungan ALOI adalah perbandingan saldo persediaan dan total pendapatan usaha . ALOI pada tahun 2017 ini 10 hari dengan skor 10. Dibandingkan dengan ALOI tahun 2016 dengan jumlah 11 hari dan skor 10, dengan skor sama berarti tidak ada perubahan bila dibandingkan dengan tahun kemaren.
6. TOTAL ASSET TURNOVER (TATO)
Pada tahun 2017 ini TATO yang berarti kemapuan pendapatan rumah sakit untuk menambah aset rumah sakit. Perhitungan TATO adalah perbandingan total pendapatan usaha dan total aset . TATO pada tahun 2017 ini telah tercapai 106% dengan skor 9 .hal ini dianggap cukup karena skor 9 dibandingkan dengan TATO tahun 2016 dengan jumlah 98% dan skor 8 berarti ada kenaikan opendapatan usaha kan kenaikan
presentasi juga kenaikan skor.
7. TOTAL EQUITY TO TOTAL ASSET RATIO (TETA)
Pada tahun 2017 ini TETA yang berarti beberapa besar modal rumah sakit untuk menambah aset. Perhitungan TETA adalah perbandingan total modal dan modal aset . TETA pada tahun 2017 ini telah mencapai 84% dengan skor 14 dibandingkan dengan TETA pada tahun 2016 dengan jumlah 87% das skor 14 berarti skor sama walaupun persentase menurun.
4.4 STANDART AKREDITASI RUMAH SAKIT
Akreditasi Rumah Sakit merupakan suatu proses dimana suatu lembaga yang independem melakukan assesment terhadap rumah sakit. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah rumah sakit tersebut memenuhi standar yang dirancang untuk memperbaiki keselamatan dan mutu pelayanan. Akreditasi RS merupakan proses yang terus menerus sehingga persiapan dan perbaikan selalu dilakukan.
RS Aisyiyah Bojonegoro telah medapat penghargaan dari KARS sebagai rumah sakit terakreditasi paripurna pada bulan mei 2016. Visitasi ulang sudah dilakukan pada tanggal 22 mei 2017 , alhamdulilah dari hasil visitasi ulang tersebut RS Aisyiyah Bojonegoro dinyatakan masih layak untuk menyandang kategori terakreditasi paripurna. Ada bebrapa masukan yang menjadi catatan untuk dilakukan perbaikan atau disebut perencanaan perbaikan stategi (PPS) . perencanaan tersebut menjadi fokus tim KARS pada kunjungan di tahun berikutnya.
Upaya yang dilakukan RS Aisyiyah Bojonegoro untuk mempersiapkan PPS tersebut diantaranya :
A. Penyesuaian susunan Tim Akreditasi agar lebih aktif dan efisien B. Budgeting akreditasi
D. Penyiapan dokumen E. Study banding
F. Renovasi bangunan sesuai standar akreditasi G. Pelatihan internal dan eksternal
H. Sosialisai hasil pelatihan kepada unit terkait I. Budaya kerja
J. Pembiasaan penerapan standar akreditasi K. Pengawasan internal
L. Assesmen internal
Upaya tersebut dilakukan agar RS Aisyiyah Bojonegoro telah siap saat visitasi ulang. Upaya tersebut juga membutuhkan komitmen tinggi dari semua lini.
4.5 PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMAT PASIEN 4.5.1 Pencapaian Indikator Area Klinis
Tabel 4.2 Pencapaian Mutu Indikator Area Klinis Tahun 2017
No Indikator Capaian Standart
1 Assasment a. Angka Ketidak lengkapan
assesmen awal medis dalam 24 jam pada pasien rawat inap
7,95% 0%
b. Angka ketidak lengkapan
assesmen awal keperawatan dalam 24 jam pada pasien rawat inap
6,54% 0%
2 Pelayanan
Laboratorium
a. Tidak ada kesalahan penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium
99,99% 100%
b. Tidak adanya kerusakan sampel darah yang diperiksa
99,84% 100%
3 Pelayanan radiologi & diagnostic imaging
Faktor kerusakan film 1,90% <2%
4 Prosedur bedah a. Angka ketidaklengkapan informed concent pembedahan
b. Angka ketidaklengkapan laporan operasi
0,00% 0%
c. Angka ketidaklengkapan laporan anestesi
0,00% 0%
d. Kepatuhan penggunaan baju pre operasi
73,00% 0%
e. Angka ketidaksesuaian diagnosa pre operasi dan post operasi
0% 0%
5 Penggunaan
antibiotika& obat lainnya
Penggunaan antibiotik sesuai clinical pathway pada kasus appendicitis
97,67% 100%
6 Kesalahan medikasi dan kejadian nyaris Cedera (KNC)
KNC kesalahan pemberian obat 0% 0%
7 Penggunaan
anestesi & sedasi
Angka ketidaklengkapan informed concent anestesi
0% 0%
8 Penggunaan darah & produk darah
Angka kejadian reaksi tranfusi darah 0,8% 0%
9 Ketersediaan, isi & penggunaan rekam medis Px
Angka ketidaklengkapan ringkasan resume medis pasien rawat inap dalam waktu 1x24 jam
43% 0%
10 Pencegahan & pengendalian infeksi surveillance & pelaporan
a. Angka kejadian infeksi luka operasi (ILO)
0,1% <9%
b. Angka kejadian plebilitis 6,83% <90%
Angka ketidaklengkapan asesmen awal medis dalam 24 jam pada pasien rawat inap dan angkaketidaklengkapan asesmen awal keperawatan dalam 24 jam pada pasien rawat inap pada tahun 2017 belum mencapai target. Oleh karena itu perlu dipertahankan . untuk pelayanan laboratorium , masih ada kesalahan penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium . oleh karena itu perlu meningkatkan ketelitian dalam verifikasi hasil
lab.sedangkan untuk meminimalkan kerusakan sampel darah perlu OJT (On Job Training) pengambilan sampel darah.
Kesalahan pemberian obat masih terjadi , sehingga perlu menigkatkan ketelitian petugas.
Ketidaklengkapan ringkasan resume medis pasien rawat inap dalam waktu 1x24 jam masih jauh dari target yang ditentukan yaitu sebesar 50,67% dari target <20% . hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Adanya pasien yang PLP, meninggal, Rujuk APS, dll
4.52 pencapaian Indikator Area Manajemen
Tabel 4.3 Pencapaian Mutu Indikator Area Manajemen Thun 2017
No Indikator Capaian Standart
1 Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan obat penting untuk memenuhi kebutuhan pasien
Peresepan obat sesuai formularium
99,62% 100%
2 Pelaporan aktifitas yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan
Angka ketidaklengkapan pengisian formulir laporan IKP
5,01% 0%
3 Manajemen resiko Kejadian staf tertusuk jarum 0 0
4 Manajemen penggunaan sumber daya
Terlaksananya kalibrasi alat medis ( ventilator, bedside monitor, EKG, syringe pump, dll)
21,17% 0%
5 Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga
Persentase kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit
94,70% >80%
6 Harapan dan kepuasan staf Tingkat kepuasan staf 95,97% >75% 7 Demografi pasien dan diagnosa
klinis
Angka demografi pasien dengan diagnosa klinis DHF
GAMBAR
8 Manajemen keuangan Tagihan rawat inap pasien
BPJS
96,37% 100%
dari kejadian yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan, keluarga pasien dan staf
pelaksanaan hand hygiene
Ketidaklengkapan laporan IKP masih jauh dari target yaitu 5% dari target 0%. Sebagian besar disebabkan karena banyak laporan yang tidak di sertai grading. Oleh karena itu, penanggung jawab ruangan sangat dihimbau untuk mengisi grading dalam laporan IKP. Kepatuhan petugas dalam pelaksanaan hand hygiene sebesar 82% dari target >80% , sudah diatas target yang ditentukan.
Dari demografi pasien DHF dapat dilihat bahwa awbagian besar pasien dengan diagnose klinis DHF berasal dari kecamatan kota. Terbanyak kedua dari kecamatan dander dan ketiga dari kecamatan kapas. Oleh karena itu perlu direncanakan kegiatan PKRS untuk melakukan pencegahan.
Gambar 4.3 Peta Demografi Pasien dengan Diagnosa Klinis DHF DI Kabupaten Bojonegoro Tahun 2017
4.5.3 Pencapaian Indikator Sasaran Keselamatan Pasien
Tabel 4.4 Pencapaian Mutu Indikator Sasaran Keselamatan Pasien RS Aisyiyah Bojonegoro Tahun 2017
BAB 3 HASIL KEGIATAN
3.1 BIDANG PELAYANAN MEDIS
3.1.1 Instalasi Rawat Jalan
Jumlah kunjungan pasien ke Instalasi Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Cepu dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut
Tabel 3.1 Jumlah Jumlah Kunjungan Rawat Jalan RS PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2015-2017.
NO 2015 2016 2017
PELAYANAN JML TARGET % JML TARGET % JML TARGET %
1 Klinik Umum 4,100 5,076 2 Klinik Psikologi 183 3 Klinik Gigi 1,578 1,532 4 Klinik KIA 914 403 5 Klinik Gizi 83 6 Klinik TB 7 Klinik Fisioterapi 766 8 Klinik Bedah 2,992 2,884 9 Klinik Urologi 2,043 2,159 10 Klinik Orthopedi 547 579 11 Klinik Kandungan 5,193 5,224 12 Klinik Jantung 765 1,087 13 Klinik Penyakit Dalam 3,451 3,034
14 Klinik Mata 449 350
15 Klinik Anak 4,238 3,384
16 Klinik saraf 1,484 866
17 Klinik Bedah Saraf 96 61
18 Klinik Rehab Medik 19 Klinik Kulit &
Kelamin 20 Klinik THT
TOTAL 28,699 26,882
Kunjungan di setiap klinik hampir semuanya mencapai target yang telah ditetapkan. Klinik yang belum mencapai target adalah klinik umum, klinik psikologi, klinik gizi, klinik urologi, klinik penyakit dalam dan rehab medik.
Kunjungan rawat jalan dari tahun 2015-2017 bisa dilihat dalam grafik di bawah ini
Jumlah kegiatan operasi di Instalasi Bedah Sentral RS PKU Muhammadiyah Cepu dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut.
Tabel 3.2 Jumlah Kasus Operasi di Instalasi Bedah Sentral RS PKU Muhammadiyah Cepu pada Tahun 2015-2017.
PELAYANAN 2015 2016 2017
JML TARGET % JML TARGET % JML TARGET %
IBS 2.127 2.367 89.86 2.317 2.376 97,52 2.545 2.376 107,1
Dari data diatas bisa disimpulkan bahwa jumlah operasi pada tahun 2017 sudah memenuhi target, yaitu 212/ bulan atau 107,1%. Angka ini mengalami peningkatan jika dibanding dengan tahun 2016. Perbandingan jumlah kasus operasi tahun 2015-2017 bisa dilihat dalam grafik berikut.
Kunjungan Instalasi RS PKU Muhammadiyah Cepu pada tahun 2017dapat dilihat pada tabel 3.3 berikut.
Tabel 3.3 Kunjungan Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah CEPU pada tahun 2015-2017
PELAYANAN 2015 2016 2017
JML TARGET % JML TARGET % JML TARGET %
IGD 21.659 21.776 104.25 23.487 23.328 100.68 22.329 23.329 96.73
Dari data di atas bisa disimpulkan bahwa total kunjungan IGD belum mencapai target, yaitu 1881/ bulan dari target 1.944/ bulan, dan mengalami penurunan dibanding tahunn sebelumnya.
3.2.4 Instalasi Rawat Inap
A. Tingkat Hunian/ Bed Occupancy Rate (BOR)
Rata-rata BOR RS per bulan berada di bawah area BOR ideal yaitu 75-85%. Meski demikian, ada beberapa unit perawatan yang memiliki BOR melebihi BOR ideal. BOR
terendah ada pada unit perawatan kebidanan dan kandungan (Bi’r Ali III). Sedangkan BOR
tertinggi dicapai oleh unit perawatan Arofah III yang memberikan layanan kamar VIP dan VVIP. Gambaran secara lengkap dapat dilihat pada tabel 3.4 berikut.
Tabel 3.4 Data Indikator Pelayanan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Cepu Tahun 2017 N0 Indikator Arfh I Arfh II Arfh III BA I Muzd BA III BA IV Neo ICU TOTAL 1 BOR 92,90 92,44 90,84 81,20 66,32 41,95 73.09 56,47 58.71 71,89 2 ALOS 3,52 3,56 3,24 2,88 2,90 1,95 2.70 2,02 2 2,75 3 TOI 0,28 0,32 0.36 0,72 1,54 2,69 1.03 1,65 1,46 1,13 4 GDR 7 7 2 10 28 0 3 7 201 227 5 NDR 1 2 2 6 12 0 1 2 51 8 6 BTO 91,40 87,500 92,00 95,29 80,00 78.74 95.38 96,11 103,50 90,42 Tabel 3.5 Perbandingan Data Indikator Pelayanan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
Cepu Tahun 2015-2017 No Indikator 2015 2016 2017 1 BOR 74,94 73,70 71,89 2 ALOS 3,24 3,11 2,75 3 TOI 1,09 0,89 1,13 4 GDR 32 27 22 5 NDR 13 10 8 6 BTO 83,64 66,47 90,42
Dari data diatas bisa kita simpulkan bahwa rata-rata BOR RS perbulan hampir berada padda area BOR ideal yaitu 75-85%. Sedangkan apabila kita lihat dari masing-masing ruangan , maka untuk kelas VIP yaitu ruangan arofah 1, Arofah 2, dan Arofah 3 sudah melebihi angka ideal. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan penambahan jumlah TT untuk
Bi’r Ali III, Neonatus, ICU , ruang muzdalifah dan Bi’r Ali IV belum mencapai angka BOR ideal
sehingga perlu di evaluasi secara menyeluruh.
Tabel 3.6 Tingkat Hunian Tiap Kelas Perawatan di RS PKU Muhammadiyah Cepu pada Tahun 2017 (dalam persen)
NO KELAS PERAWATAN BOR
1 VVIP 57,18 2 VIP A 88,65 3 VIP 61,86 4 Kelas IA 73,45 5 Kelas IIA 69,52 6 Kelas IIIA 70,56 7 HCU 71,24 8 Isolasi 37,52 9 ICU 58,88 10 Neonatus 57,42 BOR RS 71,89
B. Sepuluh Besar Penyakit Rawat Inap
Berdasarkan kunjungan di Instalasi Rawat inap RS PKU Muhammadiyah Cepu,
didapatkan data sepuluh besar penyakit yang dominan. Kesepuluh penyakit tersebut dapat dilihat pada tabel 3.6
Tabel 3.7 Sepuluh Besar Penyakit di Instalasi Rawat Inap RS PKU Cepu pada Tahun 2017
No ICD Diagnosa Jumlah
1 A.09 .0\- Diarrhea acute 545
2 I.10.\- Hypertensi, essensial 473
3 1.64.\- CVA (Not specified as haemorrhage or infarction) 398
4 1.50.0\- Congestive Heart Failure 383
5 E.14.9\- DM tanpa komplikasi, tidak spesifik 365
6 K.29.9\- Gastritis, unspecified 337
7 D.64.9\- Anemia 262
8 K.30.\-- Dyspepsia 248
9 A.01.0\-- Typhoid fever / typhus abdominalis 221
10 A.91.\- DHF 207
Perlu dipikirkan lagi adanya sarana dan prasarana yang mendukung untuk pelayanan paripurna bagi kasus yang masuk dalam kategori 10 besar penyakit tersebut. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengoptimalkan PKRS (Penyuluhan Kesehatan Rumah Sakit) sebagai upaya memberikan ilmu kepada pasien dan keluarga atas penyakit yang diderita.
Ruangan menular selayaknya dibuat terpisah dengan ruangan tidak menular. Hal ini menjadi penting agar infeksi nosokomial RS dapat di cegah. Data menunjukkan bahwa 50%
pasien yang dirawat di RS adalah pasien dengan kategori penyakit tropis/ menular. Karena itu program PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) Rumah Sakit perlu menjadi perhatian.
RS PKU Cepu juga perlu dilengkapi dengan alat diagnostic yang lebih modern seperti treadmil dan CT-Scan. Hal ini selaras dengan visi dan misi RS PKU Muhammadiyah Cepu. selain