• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nyeri Punggung Bawah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Nyeri Punggung Bawah"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

NYERI PUNGGUNG

BAWAH

(3)

pendahuluan

Keluhan 80% orang dewasa

Penyebab disabilitas,absen kerja

tersering ke2

85% = NPB nonspesifik

Insidensi : dekade tengah, awal dekade

(4)

Definisi NPB (LBP)

Nyeri dirasakan di punggung bawah

Bisa nyeri lokal, radikuler atau keduanya

Antara : tepi iga terbawah dan lipat bokong

bawah  daerah lumbal/lumbosakral

Sering disertai nyeri menjalar kearah

tungkai dan kaki

Akut : < 6 minggu

Subakut : 6 – 12 minggu

Kronik : > 12 minggu

(5)

patofisiologi

Jaringan peka nyari di lumbosakral:

kulit, jaringan subkutan, kapsul dan sendi,

ligamentum, vertebra, lapisan luar anulus

fibrosus duramater, jaringan epidural

fibroadiposa, dinding pembuluh darah dan

saraf

Trauma mayor/minor  mediator

inflamasi  mengaktivasi nosiseptor

 nyeri inflamasi

(6)

Sumber nyeri  banjir stimulasi ke kornu

dorsalis medspin  lebih sensitif

terhadap stimulasi

Proteksi nyeri : timbul spasme oto

paraspinal , kadang iskemia otot

Biomekanik : 80 – 85% gerakan

fleksi-ekstensi punggung : DIV V.L I – IV dan

V.LV- S1

(7)

STRUKTUR PEKA NYERI LUMBOSAKRAL +kulit, subkutan, jar.lemak

otot saraf pembuluh darah sendi sakroiliaka * * * *

(8)

distensi inflamasi iskhemia hipoksia viseral kulit otot Medula spinalis

(9)

Faktor risiko

Fisik

Usia 35 – 55 th – riw NPB sebelumnya

Kehamilan (trimester3) - kebugaran

merokok

Pekerjaan

Posisi tubuh statik (duduk/berdiri lama)

Tubuh terpapar getaran (supir truk)

Sering mengangkat/menarik beban berat, membungkuk,

berputar

Psikososial

Sikap /attitude, kognisi, depresi, ansietas, riw kekerasan

(10)

Faktor Risiko NPB

FISIK :

usia 35 – 55 tahun riwayat NPB

hamil tu trimester III, gemuk, merokok

PEKERJAAN :

getaran

bungkuk, berputar angkat berat

kepuasan kerja, dukungan sosial rendah

tuntutan kerja/mutu tinggi

Posisi statik(duduk, berdiri lama) PSIKOSOSIAL : sikap kognisi fear-avoidance beliefs depresi ansietas

distres Burton,1992; Bogduk 2006

(11)

PENYEBAB

NPB

Degeneratif diskus&facet(10%) Herniasi diskus (4%) Stenosis spinal (3%) Spondilolistesis (2%)

Strain, sprain lumbal (70%) Fraktur osteoporotik (4%) Fraktur traumatik (<1%) Penyakit kongenital(<1%): kifosis/skoliosis berat vertebra transisional Kanker/Neoplasma (0.7%) Infeksi (0.01%) : osteomyelitis abses epidural abses paraspinal diskitis septik Artritis inflamasi (0,3%) : ankilosing spondilitis psoriatik spondilitis sindroma Reiter

Penyakit Paget tulang

Kelainan viseral (2%) :

prostatitis, endometriosis, CIPD

nefrolitiasis, pyelonepritis, abses perinef, ulkurik aneurisma aorta

pankreatitis, kolelitiasis, ulkus GI HAS/Neuro

(12)

etiologi contoh Tumor/neoplasm Infeksi Fraktur vertebra Kelainan metabolik Inflamasi

Osteoartritis sendi faset Degenerasi diskus

Hernia nucleus pulposus (HNP) Kanal stenosis Spondilolistesis,spondilo lisis Strain, sprain lumnosakral Primer : neurinoma, meningioma Sekunder Spondilitis, osteomielitis Osteoporosis Ankilosisn spondilitis Rematorid arthritis

(13)

Pemeriksaan penderita NPB :

Cari tanda Red Flags, sindroma radikuler

negatif ...  NPB non spesifik

positif ...  NPB spesifik  folow up

lebih lanjut

(14)

Nyeri Punggung Bawah

Triage

Anamnesi s Pemeriksaan fisik Pemeriksaan neurologik Tes Lasseque Pemeriksaan Penunjang NPB nonspesifik Sindrom radikuler Kelainan Patologik serius

Neurofisiologi Neuroimejing Laboratorium (a.i) Foto polos, Bone scan

Mielografi, Mielo-CT CT-Scan MRI Blok Diagnostik DL, LED RF, CRP Fosfatase alkali/asam Ca Urin, LCS Terapi gagal?? HAS/Neuro

(15)

anamnesa

Lokasi - penjalaran

Sifat - intensitas nyeri

Kapan terjadi keluhan - keadaan saat awitan

Lamanya nyeri -

Perjalanan penyakit - aktivitas harian

Faktor yang memperberat/meringankan nyeri

Adakah kelainan neurologis

Riwayat penyakit dahulu

Status psikologis

(16)

P = Provocative and Palliative factors

Q = Quality of pain

R = Radiation

S = Severity and Systemic Symtoms

T = Timing

(17)

Red flags NPB mengarah kelainan patologik serius

Awitan NPB usia > 55 tahun

Riw.trauma bermakna (termasuk trauma ringan pada usia lanjut/ berpotensi osteoporosis)

Nyeri konstan progresif , memberuk dengan berbaring Deformitas struktural

Riwayat keganasan

Kecanduan obat terutama suntikan Pemakaian steroid lama

Pemakaian imunosupresan

Luasnya gejala dan tanda neurologi : disfungsi kandung kencing,

saddle anesthesia, hilangnya sensibilitas progresif dengan atau tanpa hilangnya motorik sesuai radiks sarf yang baru terjadi

Kelainan neurologik menetap sampai satu bulan Restriksi fleksi lumbal berat (kurang dari 5 cm) demam

(18)

Tanda Bahaya

NPB

Red Flags

Kanker/neoplasma

Infeksi

Fraktur vertebra

Sindrom kauda ekwina atau

defisit neurologik berat

Ankilosing spondilitis

(19)

Pemeriksaan fisik

Posisi tegak : cara berjalan, bisa jongkok

dan berdiri, fungsi integritas senda panggul

dan tungkai. Nilai mobilitas punggung. Lihat

tulang belakang

Posisi telentang : TES LASEQUE ! Juag

aperiksa oto, refl;eks, sensibilitas  tinggi

lesi

Posisi telungkup : lihat tulang belakang,

paraspinal, bokong

(20)

LOW BACK PAIN

(21)

NPB

(22)

Pemeriksaan penunjang

NEUROFISIOLOGIS

Biasanya : elektromiografi (EMG), Motor Evoked

Potential (MEP)

Pada NPB dengan penjalaran nyeri ke tungkai

Manfaat : menentukan tinggi lesi, derajat

disfungsi,

menentukan

relevasinya

dengan

gambaran imaging

BLOK SARAF

Selektif blok radiks saraf dan suntikan intradiskal

 diagnostik dan terapi

(23)

LABORATORIUM

Atas indikasi : LED, SADT, CRP, faktopr

reumatoid, fosfatase alkali, calsium

NEURORADIOLOGIS

A. Foto polos (AP,lateral) : tidak rutin

Dilakukan pada NPB dengan red flags, NPB

dengan disabilitas > 6 minggu

Melihat fraktur? Dislokasi?

Posisi oblik : dugaan spondilolistesis, kelainan

sendi faset

HNP

 foto polos LS : pengurangan tinggi DIV

setelah 4 – 6 minggu . Bermakan bila : ada

kalsifikasi nukleus pulposus atau anulus fibrosus

(24)

Mielografi

Kelainan : HNP, tumor, kista, hematom,

kanal stenosis, arahnoiditis

Indikasi mielografi + imaging : dugaan

neoplasma, NPB subakut, kegagalan dengan

terapi konservatif, rencan operasi, parese

nyata pada radikulopati

CT scan

Tidak rutin, tidak secepatnya

 pada NPB

akut/subakut, tanpa red flags

Melihat kelaina tulang sendi, degenerasi

(25)

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Berguna bila tinggi lesi belum jelas

BAIK : melihat defek dura intara dan ekstra

dural, jaringan lunak

PERLU : neoplasma, infeksi, HNP, NPB

dengan

defisit

neurologi

menetap,

NPBdengan nyeri menetaptanpa gejala

neurologik selama 4-8 minggu

(26)

Terapi NPB non spesifik akut

Diminta tetap aktif, beraktivitas

Khusus : radikulopati akut  tirah baring

sekitar 2-3 hari lalu aktivitas lagi

Modifikasi posisi : telentang dan kedua

tungaki lebih diatas kepal, berabring

supinasi semi fowler, panggul dan lutut

fleksi diganjal bantal

(27)

Obat :

Analgesik jangka pendek (OAINS) atau

parasetamol

Nyeri hebat : kadang opioid jangka pendek

Kombinasi : muscle relaxan

Fisioterapi :

Exercise  tidak terlalu diperlukan

Terapi pijat  efektifitas belum jelas

Terapi bedah :

Sindroma kauda ekuina, defisit nerulogis

memburuk, nyeri resisten erhadap terapi

konservatif

(28)

Terapi NPB Kronik

Terapi bersifat multidisipliner

Terapi laithan aktif terprogram, intensif : aerobik

Terapi modalitas (diatermi, ultarsiund)

Terapi perilaku (behaviour therapy) : terapi

relaksasi, cognitive behaviour therapy

Analgetik jangka pendek : OAINS, asetaminofen,

rekasan otot. Kadang opioid, antidepresan,

antikonvulsan (NPB disertai nyeri neuropatik)

Pemakaian korset, brace

(29)

HAS/Neuro/2004

Local Anesthetics Corticosteroid injection

Neurolytic Agents

Asetaminofen ,NSAID

Kodein, morfin AntidepresanAntikonvulsan Beta bloker

Exercise therapy,physical therapy TENS, vibration

Accupuncture

Cognitive Behavioral Treatment (CBT) Relaxation Therapy

(30)

Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation

( TENS) Biofeedback

NONPHARMACOLOGIC TREATMENT

(31)

prognosis

NPB akut

pertama kali terjadi : perbaikan dalam

2-6 minggu

60% dapa kembali bekerja dalam 1

bulan

Perbaikan lambat, dipengaruhi :

Usia lanjut, pendidikan rendah, gejala

awal berat, menanganan lambat,

disabilitas yang meningkat

(32)

Skala Nyeri Numerik

Tidak Nyeri Nyeri Menyiksa

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 HAS/Neuro/2004 1 – 3 Nyeri ringan 4 – 6 Nyeri sedang 7 – 10 Nyeri berat

Visual Analog Scales

Tidak Nyeri Nyeri Menyiksa

Nyeri tidak mereda Nyeri hilang

McQuay, 1998.

Garis harus tepat 10 cm

0 10

(33)

TRIAGE

NYERI PUNGGUNG BAWAH

Nyeri Punggung

Bawah

NPB Nonspesifik

Sindrom Radikuler Kelainan

patol.serius

tanda bahaya

Red Flags

(Agency for Health Care Policy and Research, Bigos 1994) HAS/Neuro 85-95% akut kronik Yellow Flags Faktor biopsikososial >3bln subakut +usia tua

gejala awal berat nyeri rujukan tungkai terapi

mengangkat

(34)

Pengaturan postur saat membawa barang

Benar

Mengangkat barang

Salah Benar

Membawa barang

didepan tubuh

Salah Benar

Membawa barang

di punggung

Salah

(35)
(36)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan eksperimen pada siswa kelas IVB SD Negeri

Kedua jurnal yang ditelaah memperlihatkan bahwa penggunaan vasopresin pada pasien AKI dengan syok sepsis lebih superior dalam memperbaiki fungsi ginjal dibandingkan dengan

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode AHPdiperoleh alternatif pemilihan supplier bahan baku yangmemiliki prioritas tertinggi adalah Jawa Timur dengan

masing-masing pada non kontras, fase arteri, dan fase 7ena, namun pola tersebut juga dimiliki oleh nodul hepar lainnya, termasuk nodul regeneratif dan

Di bagian utara Pulau Laut (di atara Stagen dan Telukmesjid) dan di bagian selatannya (diantara Tanjungharapan dan Sungaipasir), tinggian anomali Bouguer yang terbentuk di

Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, Retribusi Perizinan Tertentu yang masih terutang berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya Nomor 19

Terkait dengan pelaihan penyuluh tersebut, mereka belajar cara budidaya laut hingga ikan air tawar langsung dari pelaku usaha dan memang tujuan dari pelatihan

Dalam prarancangan pabrik asam humat, Riandi dan Subagyo (2015) membagi rangkaian proses menjadi tiga proses utama yaitu oksidasi batubara, ekstraksi, dan presipitasi.