• Tidak ada hasil yang ditemukan

021 ( Kel.5 ) Prolactinoma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "021 ( Kel.5 ) Prolactinoma"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN

PROLAKTINOMA PROLAKTINOMA

A.

A. DefDefiniinisisi

Prolaktinoma adalah tumor jinak dari kelenjar hipofisis yang menghasilkan hormon Prolaktinoma adalah tumor jinak dari kelenjar hipofisis yang menghasilkan hormon yang disebut hormon prolaktin. Ini adalah jenis yang paling umum dari tumor

yang disebut hormon prolaktin. Ini adalah jenis yang paling umum dari tumor

hipofisis.Gejala prolaktinoma disebabkan oleh terlalu banyak prolaktin dalam darah hipofisis.Gejala prolaktinoma disebabkan oleh terlalu banyak prolaktin dalam darah (hiperprolaktinemia) atau karena tekanan tumor pada jaringan sekitarnya.

(hiperprolaktinemia) atau karena tekanan tumor pada jaringan sekitarnya.

Prolaktinoma adalah suatu kondisi dimana noncancerous tumor (adenoma) dari Prolaktinoma adalah suatu kondisi dimana noncancerous tumor (adenoma) dari

kelenjar hipofisis di otak mengalami over produksi hormon prolaktin. Prolaktinoma adalah kelenjar hipofisis di otak mengalami over produksi hormon prolaktin. Prolaktinoma adalah salah satu beberapa jenis tumor yang bisa berkembang dalam kelenjar hipofisis.

salah satu beberapa jenis tumor yang bisa berkembang dalam kelenjar hipofisis. B. Etiologi

B. Etiologi

Penyebab tumor hipofisis tidak diketahui. Sebagian besar diduga tumor hipofisis hasil Penyebab tumor hipofisis tidak diketahui. Sebagian besar diduga tumor hipofisis hasil dari perubahan pada D! dari satu sel"

dari perubahan pada D! dari satu sel" menyebabkan pertumbuhan sel yang tidakmenyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. #acat genetik" sindroma neoplasia endokrin multipel tipe I dikaitkan dengan terkendali. #acat genetik" sindroma neoplasia endokrin multipel tipe I dikaitkan dengan tumor hipofisis. amun" account cacat ini hanya sebagian kecil dari kasus$kasus tumor tumor hipofisis. amun" account cacat ini hanya sebagian kecil dari kasus$kasus tumor hipofisis. Selain itu" tumor hipofisis didapat dari hasil penyebaran (metastasis) dari kanker hipofisis. Selain itu" tumor hipofisis didapat dari hasil penyebaran (metastasis) dari kanker situs lain. %anker payudara pada &anita dan kanker paru$paru pada pria merupakan kanker  situs lain. %anker payudara pada &anita dan kanker paru$paru pada pria merupakan kanker  yang paling umum untuk menyebar ke kelenjar pituitari. %anker lainnya yang menyebar yang paling umum untuk menyebar ke kelenjar pituitari. %anker lainnya yang menyebar kekelenjar pituitari termasuk kanker ginjal" kanker prostat" melanoma" dan kanker

kekelenjar pituitari termasuk kanker ginjal" kanker prostat" melanoma" dan kanker  pencernaan.

 pencernaan.

C.

C. TaTanda dan Gnda dan Gejalaejala Pada &anita '

Pada &anita '

 enstruasi tidak teratur (oligomenorrhea)enstruasi tidak teratur (oligomenorrhea)

 %urangnya menstruasi (amenore)%urangnya menstruasi (amenore)

 Susu keluar dari payudara (galaktorea) ketika tidak hamil atau menyusuiSusu keluar dari payudara (galaktorea) ketika tidak hamil atau menyusui

 Persetubuhan menyakitkan karena kekeringan vaginaPersetubuhan menyakitkan karena kekeringan vagina

 ulang rapuh (osteoporosis)ulang rapuh (osteoporosis) Pada laki$laki '

(2)

 Disfungsi ereksi

 Pembesaran payudara anda dan gejala yang lain '

 %ekurangan dorongan seksual

 enderita sakit kepala

 Gangguan penglihatan D. Patofisiologi

%emajuan biologi molekuler membuktikan tumor ini berasal dari monoklonal" yang timbul dari mutasi sel tunggal diikuti oleh ekspansi klonal. eoplasia hipofisis merupakan  proses multi$step yang meliputi disregulasi pertumbuhan sel atau proliferasi" diferensiasi dan produksi hormon. Ini terjadi sebagai hasil aktifasi fungsi onkogen setelah inaktifasi gen tumor supresor. Proses aktivasi fungsi onkogen merupakan hal yang dominan" karenanya gangguan allel tunggal dapat menyebabkan perubahan fungsi sel.

Inaktifasi tumor supresor bersifat resesif" karenanya kedua gen allel harus terlibat untuk mempengaruhi fungsi seluler. *eterogenitas defek genetik ditemukan pada adenoma hipofisis sesuai dengan proses neoplastik multi step. !bnormalitas protein G" penurunan ekspresi protein nm+," mutasi ras gen" delesi gen p-," / 0" dan mutasi" kadar c$myc onkogen yang tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan adenoma kelenjar hipofisis.

E. Pat!a"

Genetika

Mutasi sel tunggal Monoklonal atau perubahan

(3)

#. Penatala$sanaan %& Medis

a) Pengobatan '

Pengobatan adenoma hipofisis dimulai dengan koreksi elektrolit disfungsidan  penggantian hormon hipofisis" jika perlu" segera setelah spesimen darah diagnostic telah terkirim. Penggantian hormon tiroid atau adrenal adalah sangat penting. Steroid penggantian harus cukup untuk situasi stres" termasuk periode perioperatif.

Diferensiasi hormon Perubahan fungsi sel Penurunan imunology Hipertermia Inaktifasi tumor supresor Mual , muntah Infalamasi Perubahan nutrisi kurang dari Nyeri akut

(4)

ujuan pera&atan berbeda sesuai dengan aktivitas fungsional tumor. 1ntuk tumor  endokrinaktif" pendekatan yang agresif terhadap normalisasi hipersekresi sangat  penting sekaligus mempertahankan fungsi hipofisis normal. *al ini biasanya dapat dicapai dengan bedaheksisi" tetapi beberapa Prolaktinoma lebih baik dikontrol secara medis.1ntuk nonsecreting tumor" pengobatan diarahkan bedah pengurangan efek  massa bertanggung ja&ab atas gejala" dengan tetap menjaga fungsi hipofisis. eskipun bedahreseksi lengkap diinginkan" yang radiosensitivity tumor ini mengundang subtotal debulkingdiikuti dengan terapi radiasi untuk mengurangi risiko kekambuhan atau keganasan.!denomas asimtomatik insidentil tidak  memerlukan intervensi tetapi harus diikuti dengan pemeriksaan secara berkala  bidang visual dan 2I. imbulnya gejala atau 2I dokumentasi pertumbuhan

indikasi untuk pera&atan.  b) Pembedahan '

%eberhasilan dan keselamatan pendekatan transsphenoidal membuat prosedur   pilihan untuk menghilangkan adenomas. %ebanyakan tumor lunak dan gembur"dan

transsphenoidal akses" meskipun terbatas" memungkinkan untuk penghapusan lengkap bahkan jika ada suprasellar signifikan ekstensi atau sella tidak diperbesar. ingkat kematian kurang dari 3. ayor morbiditas" termasuk stroke" kehilangan  penglihatan" meningitis" #S4 bocor" atau cranial palsy" kurang dari ,"-3. Diabetes insipidus permanen muncul setelah operasi dalam + sampai -3 dari pasien dan diperlakukan oleh penggantinya

'& Ke(e)a!atan

 engembalikan produksi prolaktin dalam kadar yang normal

 emulihkan fungsi normal kelenjar pituitari

 enghilangkan galaktorea

 engurangi ukuran tumor hipofisis

 enghilangkan tanda dan gejala yang disebabkan oleh tekanan tumor" seperti sakit kepala dan gangguan penglihatan.

G. Pe*e)i$saan Pen+njang ) 5aboratorium

(5)

1ntuk mengetahui kadar prolaktin dalam darah +) 2I atau # scan

1ntuk melihat apakah ada terdapat tumor pada kelenjar hipofisis. 6ila tumor tersebut membesar dapat menyebabkan penekanan saraf sehingga menyebabkan sakit kepala"  bahkan gengguan penglihatan.

,) 1ji Penglihatan

1ntuk mengetahui dan memastikan apakah ada komplikasi terhadap gangguan  penglihatan.

H. Ko*(li$asi

) !denoma akan bermetastasi pada organ lain yang akan menimbulkan kanker dan organ yang terdekat dapat diserang adalah otak yang mengakibatkan menjadi tumor ataupun kanker otak. +) *ypotiroidism. ,) *ypoadrenalism. /) *ypogonadism. 5) *yperprolactenemia. I. Peng$ajian . Pengkajian a) Identitas %lien  ama ' 1mur ' 7enis %elamin ' Status Perka&inan ' Pendidikan ' Pekerjaan ' !gama ' !lamat '  o.edical 2ecord '

(6)

anggal asuk ' anggal Pengkajian '

Diagnosa edis '

 b) Identitas Penanggung 7a&ab

 ama '

1mur '

7enis %elamin '

Pendidikan '

Pekerjaan '

*ubungan dengan klien '

!lamat '

c) Status %esehatan . %eluhan 1tama '

Pada pasien dengan ovari sindrom polikistik mengeluh belum pernah haid atau siklus haid terganggu dan tidak bisa hamil.

+. 2i&ayat Penyakit Sekarang ( P82S )'

Pasien mengatakan siklus menstruasinya terganggu dari , bulan yang lalu" dan mengeluh sakit pada bagian ba&ah perut.

,. 2i&ayat Penyakit Dahulu

Pasien tidak pernah mengalami penyakit serupa sebelumnya. /. 2i&ayat Penyakit %eluarga

idak ada memiliki penyakit herediter. 5. Pola 9 pola 4ungsi %esehatan (Gordon)

a) Pola persepsi dan tatalaksana hidup sehat

Persepsi klien dalam menilai : melihat dari pengetahuan klien tentang penyakit yang diderita serta kemampuan klien dalam mera&at diri dan juga adanya  perubahan dalam pemeliharaan kesehatan.

(7)

Pada umumnya klien dengan ovari sindrom polikistik tidak mengalami  perubahan.Pada pola nutrisi dan metabolismenya.;alaupun begitu perlu dikaji  pola makan dan komposisi" berapa banyak : dalam porsi" jenis minum dan  berapa banyak jumlahnya.

c) Pola eliminasi

Pada kasus ini pola eliminasinya tidak mengalami gangguan" akan tetapi tetap dikaji konsestansi" banyaknya &arna dan baunya.

d) Pola tidur dan istirahat

Pola tidur dan istirahat akan menurun" klien akan gelisah : sulit tidur karena nyeri : sakit pada bagian ba&ah abdomen.

e) Pola aktivitas

Dalam aktivitas klien mengalami gangguan. f) Pola persepsi konsep diri

%lien merasa cemas terhadap penyakitnya" dampak psikologis klien terjadi  perubahan konsep diri.

g) Pola sensori dan kognitif 

Pada klien ovari sindrom polikistik ini tidak mengalami gangguan penglihatan h) Pola hubungan dan peran

6agimana peran klien dalam keluarga dimana meliputi hubungan klien dengan keluarga dan orang lain" apakah mengalami perubahan karena penyakit yang dideritanya.

i) Pola reproduksi

Pada pola reproduksi terjadi kelainan system hormon yang mengakibatkan siklus menstruasi terganggu bahkan dapat menyebabkan &anita tidak bisa hamil.

 ) Pola koping

6iasanya klien akan merasa cemas terhadap keadaan dirinya serta koping mekanisme yang ditempuh klien bisa tidak efektif.

(8)

k) Pola tata nilai dan kepercayaan

6iasanya klien tidak mengalami gangguan. <. Pemeriksaan 4isik 

a) %eadaan 1mum' 6aik   b) anda =ital (D" 22" " )

c) %esadaran ' #omposmentis d) Pemeriksaan

e) Pemeriksaan Integumen

f) Pemeriksaan Sistem 2espirasi g) Pemeriksaan %ardiovaskular 

h) Pemeriksaan Sistem Gastrointestinal i) Pemeriksaan Sistem uskuluskeletal  j) Pemeriksaan Sistem >ndokrin

k) Pemeriksaan Genitouria

l) Pemeriksaan Sistem Pernafasan

Analisa Data

 ? D!! >I?5?GI !S!5!*

 DS '

%lien mengeluh sakit kepala. D? '

Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan tumor atau benjolan di kelenjar hipofisis.

!gen injury biologi yeri akut

+ DS '

%lien mengatakan tubuhnya terasa demam

D? '

Setelah dilakukan pemeriksaan

didapatkan D ,@:A@ mm*g"  ,A #

Penyakit atau taruma *ipertermia

, DS '

%lien mengatakan mual" muntah D? '

Setelah dilakukan pemeriksaan membran mukosa dan konjungtiva  pucat. %etidakmampunan  pemasukan dan mengabsorpsi Bat$Bat giBi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Diagnosa Ke(e)a!atan

(9)

'. *ipertermia b:d penyakit atau trauma

,. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b:d %etidakmampunan pemasukan dan mengabsorpsi Bat$Bat giBi

Inte)-ensi Ke(e)a!atan

 ? DC I# ?#

 yeri akut b:d agen injury  biologi

Setelah dilakukan tindakan kepera&atan selama +C+/  jam" diharapkan nyeri

teratasi. %riteria *asil Indikator I2 >2   •elaporkan adanya nyeri •ekspresi &ajah • posisi tubuh  protektif  , , , / / / %eterangan ' .kuat +.berat ,.sedang /.ringan -.tidak ada P!I !!G>> (anajemen yeri)

• 5akukan pengkajian nyeri secara kotnprehensif termasuk lokasi "karakteristik"durasi"frekuensi"kual itas dan faktor presipitasi

• ?bservasi reaksi non verbal dari ketidaknyamanan

• Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui  pengalaman nyeri pasien

+ *ipertermia b:d  penyakit atau

trauma

Setelah dilakukan tindakan kepera&atan selama +C+/  jam" diharapkan suhu klien

dalam rentang normal.

• onitor suhu sesering mungkin • onitor suhu dan &arna kulit • onitor D" nada dan 22.

%riteria hasil Indikator I2 >2  • emperatur kulit sesuai yang diharapkan • emperatur tubuh sesuai yang diharapkan , , , / / /

(10)

• idak ada sakit kepala %eterangan ' .kuat +.berat ,.sedang /.ringan -.tidak ada , Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b:d %etidakmampunan  pemasukan dan mengabsorpsi Bat$ Bat giBi

Setelah dilakukan tindakan kepera&atan selama +C+/  jam" diharapkan klien dapat

mengontrol kebutuhan nutrisinya. %riteria hasil ' Indikator I2 >2   •>nergi •assa tubuh •6erat badan , , , / / / %eterangan ' .kuat +.berat ,.sedang /.ringan -.tidak ada

•%aji adanya alergi makanan •onitor jumlah nutrisi dan

kandungan kalori

•6erikan informasi tentang kebutuhan nutrisi

(11)

DA#TAR PUTAKA tt(/001attatan2$e1il.3logs(ot.1o* http'::&&&.doktergaul.com:blog:prolactinoma$adalah$tumor$jinak$mengganggu$  penglihatan:<+.htmlE http'::bungajail.blogspot.com:+@@:@<:prolactinoma.html http'::d&ihandra@A.blogspot.com:+@+::askep$tumor$hipofisis.html

Referensi

Dokumen terkait

Apendisitis harus dipikirkan sebagai diagnosis banding pada semua pasien dengan nyeri abdomen akut yang sesuai dengan gejala klinis yakni mual dan muntah pada keadaan awal

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan Anorexia / Mual, Muntah ditandai dengan, ibu klien mengatakan anaknya kurang nafsu makan, ibu

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan frekuensi mual dan muntah berlebihan.. Deflsit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan

malaese, mual, muntah Sekret sulit dikeluarkan Keletihan Batuk terus menerus Terhirup orang sehat Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Intoleransi aktifitas

3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan.. 4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan frekuensi mual dan muntah berlebihan.. Deflsit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan

Apendisitis harus dipikirkan sebagai diagnosis banding pada semua pasien dengan nyeri abdomen akut yang sesuai dengan gejala klinis yakni mual dan muntah pada keadaan awal

1.2 Pembatasan Masalah Masalah pada studi kasus ini dibatasi pada : Asuhan keperawatan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual, muntah pada