MODUL 2 MODUL 2
Stereokimia
Stereokimia
1. Pengantar 1. Pengantar SteStereoreokimkimia ia adaadalah lah stustudi di memengengenai nai molmolekuekul-ml-moleolekul kul daldalam am ruaruang ng tigtigaa dimensi, artinya bagaimana atom-atom dalam sebuah molekul diatur dalam ru dimensi, artinya bagaimana atom-atom dalam sebuah molekul diatur dalam ruangang satu relatif terhadap ruang yang lainnya.
satu relatif terhadap ruang yang lainnya. Y
Yanang g akakan an didibabahahas s dadalalam m momodudul l 2 2 inini i yayaititu: u: kokonsnsepep-k-kononsesep p dadasasarr ste
stereoreokimkimia ia yanyang g memelipliputi uti aktaktivitivitas as optoptik, ik, kirkiralitalitas, as, unsunsur-ur-unsunsur ur simsimetretri i dandan stereoisomer, dan peranan stereoisomer dalam reaksi.
stereoisomer, dan peranan stereoisomer dalam reaksi.
2. Tujuan Instruksional Umum:
2. Tujuan Instruksional Umum:
Se
Setetelalah h memempmpelelajaajari ri momodudul l 2, 2, sesecacara ra umumum um AnAnda da didihahararapkpkan an dadapapatt menguasai konsep-konsep dasar dan peranan stereokimia dalam
menguasai konsep-konsep dasar dan peranan stereokimia dalam reaksi.reaksi.
3. Tujuan Instruksional Khusus :
3. Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah mempelajari modul 2 ini, lebih khusus Anda diharapkan dapat: Setelah mempelajari modul 2 ini, lebih khusus Anda diharapkan dapat: a.
a. menjelaskan pengertian aktivitas optikmenjelaskan pengertian aktivitas optik b.
b. menyebutkan unsur-unsur simetri;menyebutkan unsur-unsur simetri; c.
c. menjelaskan pengertian kiralitas;menjelaskan pengertian kiralitas; d.
d. menmenjelajelaskaskan n penpengergertiatian n enaenantintiomeomer, r, diadiastrstreomeomer, er, stestereoreoisoisomemer, r, sersertata konformasi;
konformasi; e.
e. menjelaskan hubungan antara sterokimia dengan rmenjelaskan hubungan antara sterokimia dengan reaksi kimia.eaksi kimia.
Uraian, soal-soal latihan beserta rambu-rambu jawabannya, rangkuman dan Uraian, soal-soal latihan beserta rambu-rambu jawabannya, rangkuman dan tes formatif, akan Anda temukan dalam kegiatan belajar pada modul
tes formatif, akan Anda temukan dalam kegiatan belajar pada modul 2 ini.2 ini.
Agar Anda berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini, ikutilah Agar Anda berhasil dengan baik dalam mempelajari modul ini, ikutilah petunjuk belajar berikut ini:
petunjuk belajar berikut ini: a.
a. Semua uraian yang tercantum dalam kegiatan belajar pelajarilahSemua uraian yang tercantum dalam kegiatan belajar pelajarilah dengan baik dan cermat
dengan baik dan cermat b.
b. SoSoalal-s-soaoal l latlatihaihan n yayang ng teterdrdapapat at dadalalam m sesetitiap ap kekegigiatatan an bebelalajajar,r, ker
kerjakjakanlanlah ah dendengan gan sunsunggugguh-sh-sunggungguh uh tantanpa pa memelihalihat t dahdahulu ulu ramrambu-rbu-rambambuu jawabannya.
jawabannya.
c.
c. SeSetetelalah h AnAnda da seselelesasai i memengngererjajakakan n sosoalal-s-soaoal l lalatitihahan n tetersrsebebutut,,
cocokkanlah pekerjaan Anda dengan rambu-rambu jawaban yang tersedia. cocokkanlah pekerjaan Anda dengan rambu-rambu jawaban yang tersedia. T
Tininggkakat t kkeseseessuauaiaian n pepekkererjajaan an AnAnda da dedengngan an rarambmbu-u-rarammbu bu jajawwababaann mencerminkan tingkat pemahaman Anda. Bila pekerjaan Anda masih jauh mencerminkan tingkat pemahaman Anda. Bila pekerjaan Anda masih jauh menyimpang
menyimpang dari rambu-rambu dari rambu-rambu jawaban, hendaknyjawaban, hendaknya anda tidaa anda tidak berputus k berputus asaasa untuk mempelajarinya kembali.
untuk mempelajarinya kembali. d.
d. DalDalam am setsetiap iap kekegiagiatan tan belbelajaajar r seselalu lalu diadiakhikhiri ri dendengan gan ranrangkugkumanman yang merupak
yang merupakan ringkasan an ringkasan dari uraian ydari uraian yang telah ang telah disajikan. Bacdisajikan. Bacalah denganalah dengan saksama
saksama isi isi rangkuman rangkuman tersebut tersebut sehingga sehingga pengalaman pengalaman belajar belajar anda anda benar- benar-benar mantap.
benar mantap.
e.
e. Kerjakan tes formatif yang ditempatkan setelah bagian rangkumanKerjakan tes formatif yang ditempatkan setelah bagian rangkuman
un
untutuk k memengngukukur ur pepengnguauasasaan an ananda da dadalalam m popokokok k babahahasasan n yayang ng tetelalahh dipaparkan dalam setiap kegiatan belajar
4. Kegiatan Belajar 4. Kegiatan Belajar 4.1 Kegiatan Belajar 1 4.1 Kegiatan Belajar 1
Stereokimia
Stereokimia
4.1.1 Uraian dan Contoh
4.1.1 Uraian dan Contoh
Ste
Stereoreokimkimia ia adaadalah lah stustudi di memengengenai nai molmolekuekul-ml-moleolekul kul daldalam am ruaruang ng tigtigaa dim
dimenensisi, , yayaknkni i babagagaimimanana a atatomom-a-atotom m dadalalam m sesebubuah ah momolelekukul l didiatatur ur dadalalamm ru
ruanangagan n sasatu tu rerelalatitif f teterharhadadap p yayang ng lalainin. . TiTiga ga asaspepek k ststerereoeokikimimia a yayang ng akakanan dibahas dalam modul ini ialah:
dibahas dalam modul ini ialah:
1.
1. IsIsomomer er GeGeomometetririk,k, yaityaitu u memempmpelelajajarari i babagagaimimananaa
ketegaran (rigidity) dalam molekul dapat
ketegaran (rigidity) dalam molekul dapat mengakibatkan isomer.mengakibatkan isomer.
2.
2. KonfigKonfigurasi urasi molekumolekull, mempelajari tentang bentuk molekul dan bagaimana, mempelajari tentang bentuk molekul dan bagaimana
bentuk ini dapat berubah. bentuk ini dapat berubah.
3.
3. Kiralitas Kiralitas (Chirality) (Chirality) molekulmolekul, mempelajari bagaimana penataan kiri atau kanan, mempelajari bagaimana penataan kiri atau kanan
atom-atom di sekitar sebuah atom karbon dapat mengakibatkan isomer. atom-atom di sekitar sebuah atom karbon dapat mengakibatkan isomer.
Untuk menghayati molekul tiga-dimensi dalam gambar dua dimensi cukup Untuk menghayati molekul tiga-dimensi dalam gambar dua dimensi cukup sukar, sehingga sangat disarankan penggunaan
sukar, sehingga sangat disarankan penggunaan model–model molekul.model–model molekul.
A.
A. Isomer Geometrik Isomer Geometrik
a). Isomer Cis - trans
a). Isomer Cis - trans
Ketegaran dalam molekul yang mengakibatkan isomer geometrik hanya Ketegaran dalam molekul yang mengakibatkan isomer geometrik hanya dijumpai dalam dua kelas senyawa yaitu alkena dan senyawa siklik.
dijumpai dalam dua kelas senyawa yaitu alkena dan senyawa siklik.
Molekul selalu bergerak, berotasi, memutar dan membengkok. Atom dan Molekul selalu bergerak, berotasi, memutar dan membengkok. Atom dan gugus yang terikat hanya oleh ikatan sigma dapat berputar (rotasi) sedemikian gugus yang terikat hanya oleh ikatan sigma dapat berputar (rotasi) sedemikian sehingga bentuk keseluruhan sebuah molekul selalu berubah berkesinambungan. sehingga bentuk keseluruhan sebuah molekul selalu berubah berkesinambungan. Teta
Tetapi pi gugusgugus-gugus yang terikat oleh -gugus yang terikat oleh ikataikatan n rangkrangkap ap tak dapat tak dapat berpuberputar dengantar dengan ikata
ikatan n rangkarangkap p itu sebagai sumbu, tanpa mematahkitu sebagai sumbu, tanpa mematahkan an ikataikatan n pi pi itu. Energi yangitu. Energi yang diperl
diperlukan untuk ukan untuk memmematahkatahkan an ikatikatan-pi an-pi karbokarbon–karn–karbon bon (sek(sekitar itar 68 68 kkal/kkal/mol) takmol) tak tersedia untuk molekul itu pada temperatur kamar. Karena ketegaran ikatan-pi tersedia untuk molekul itu pada temperatur kamar. Karena ketegaran ikatan-pi inilah mak
inilah maka gugus-ga gugus-gugus yang teugus yang terikat rikat pada karbopada karbon berikatn berikatan pi terletak tean pi terletak tetaptap dalam ruang relatif satu sama lain.
dalam ruang relatif satu sama lain.
Dua gugus yang terletak pada satu sisi ikatan
Dua gugus yang terletak pada satu sisi ikatan pi pi disebutdisebut ciscis (Latin, “ pada(Latin, “ pada
sisi yang sama”). Gugus yang terletak pada sisi yang berlawanan disebut
sisi yang sama”). Gugus yang terletak pada sisi yang berlawanan disebut transtrans
(Latin “ berseberangan”). Setiap perubahan bentuk molekul akan mengakibatkan (Latin “ berseberangan”). Setiap perubahan bentuk molekul akan mengakibatkan terjadinya perubahan sifat fisik dan kestabilan molekul. Perhatikan bagaimana terjadinya perubahan sifat fisik dan kestabilan molekul. Perhatikan bagaimana kata cis dan trans digabungkan ke dalam
kata cis dan trans digabungkan ke dalam namanama
..
C Cl l CCl l CCl l HH \ \ / / \ \ // C C = = C C C C = = CC / / \ \ / / \\ H H H H H H CCll CisCis– 1,2 – dikloroetena– 1,2 – dikloroetena transtrans– 1,2 – dikloroetena– 1,2 – dikloroetena
T.d. 60
T.d. 6000C C TT..dd. . 448800CC
Sifat fisik dari kedua senyawa tersebut (cis– dan trans–1,2–dikloroetena) Sifat fisik dari kedua senyawa tersebut (cis– dan trans–1,2–dikloroetena) be
tersebut bukan merupakan isomer struktur, tetapi masuk dalam kategori stereoisomer, dan lebih khusus lagi disebut Isomer Geometrik atau Isomer cis-trans.
Persyaratan isomer geometris dalam senyawa alkena ialah bahwa tiap atom yang terlibat dalam ikatan (pi) mengikat dua gugus yang berlainan. Jika
salah satu atom karbon yang berikatan rangkap mempunyai dua gugus yang identik, maka isomer geometrik tak mungkin terjadi.
Isomer Geometrik : CH3 CH2CH3 CH3 H \ / \ / C = C dan C = C / \ / \ H H H CH2CH3
Cis– 2 – pentena trans– 2- pentena
Bukan Isomer Geometrik:
H CH2CH3 H CH3
\ / \ /
C = C sama dengan C= C
/ \ / \
H CH3 H CH2CH3
2 – metil – 1– butena 2 – metil – 1– butena
Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi di atas, kerjakanlah soal latihan dibawah ini, setelah itu cocokkan jawaban Anda dengan pedoman jawaban yang telah tersedia di bagian petunjuk jawaban latihan !
4.1.2 Latihan 1
1. Jelaskan manakah pasangan struktur senyawa dibawah ini yang termasuk isomer geometrik dan bukan isomer geometrik, ataukah satu senyawa !
(a) CH3 H CH3CH2 CH2CH3 \ / \ / C = C dan C = C / \ / \ H CH2CH2CH3 H H (b) H CH2Cl Cl H \ / \ / C= C dan C = C / \ / \ Cl H H CH2Cl (c) CH3 CH =CH2 CH2=CH H \ / \ / C = C dan C = C / \ / \ H H H CH3
2. Suatu alkena dengan rumus molekul C7H14 gambarkan rumus strukturnya yang
menunjukkan isomer geometrik cis dan trans !
3. Isomer cis dari asam sinamat C6H5CH=CHCO2H (C6H5 = gugus fenil) merupakan
perangsang tumbuh dari tumbuhan, sedang trans-nya tidak, keduanya merupakan sepasang stereoisomer. Gambarkan kedua isomer senyawa tersebut !
Bila tiga atau empat gugus yang terikat pada atom-atom karbon dalam suatu ikatan rangkap berlainan, maka pemberian tatanama isomer cis-trans kadang-kadang sulit, contohnya pada senyawa dibawah ini.
Br F
\ /
C = C
/ \
I Cl
Cisatau trans?
Dalam contoh ini Br dan Cl dapat dikatakan trans atau bentuk cis pada I dan Cl.
Tetapi struktur itu dalam keseluruhannya tak dapat dinamai sebagai cis atau trans. Maka dikembangkan sistem penamaan isomer yang lebih umum yaitu sistem (E) dan (Z). Sistem (E) dan ( Z ) ini didasarkan pada suatu pemberian
prioritas ( jangan dikelirukan dengan prioritas tata nama) kepada atom atau gugus yang terikat pada masing-masing ataom karbon ikatan rangkap. Jika atom atau gugus yang berprioritas tinggi berada pada sisi yang berlawanam (dari) ikatan pi, maka isomer itu adalah (E). Jika gugus gugus priorotas tinggi itu berada
dalam satu sisi, maka isomer itu (Z). Huruf (E) berasal dari bahasa Jerman yaitu entgegen artinya berseberagan sedangkan ( Z ) yaitu Zusammen artinya bersama-sama. Sistem (E) dan ( Z ) didasarkan pada skala prioritas kepada atom atau gugus
yang terikat pada masing-masing atom karbon ikatan rangkap. Atom dengan bobot atom yang lebih tinggi memperoleh prioritas yang lebih tinggi. Atom Iod
memiliki bobot yang lebih tinggi dari atom Brom, sehingga atom Iod berprioritas tinggi, dan atom Chlor lebih diprioritaskan daripada Fluor.
Atom : F Cl Br I Bobot atom : 19 35,5 80 127 Prioritas meningkat C = C I Cl Prioritas lebih tinggi Prioritas lebih tinggi (Z)-1-bromo-2-kloro-2-fluoro-1-iodoetene Br F Br (E)-1-bromo-2-kloro-2-fluoro-1-iodoetene lebih ti nggi Prioritas Prioritas lebih tinggi I C = C F I Cl c. Aturan Deret
Untuk menentukan skala prioritas, maka dikembangkan aturan deret. Aturan deret ini dibentuk berdasarkan sistem tatanama Chan-Ingold-Prelog (untuk
menghormati ahli kimia yang mengembangkan sistem ini). Aturan tersebut adalah:
1) Jika atom yang dipermasalahkan berbeda, maka urutan deret ditentukan berdasarkan nomor atom. Atom dengan nomor atom tinggi memperoleh prioritas.
F Cl Br I
Naiknya prioritas
2) Bila atom tersebut merupakan isotopnya, maka isotop dengan nomor massa tinggi memperoleh prioritas. 1H 1 atau H 2H1 atau D hidrogen deuterium Naiknya prioritas
2) Jika pada atom karbon ikatan rangkap mengikat dua atom yang sama, maka
nomor atom (dari) atom-atom berikutnya digunakan untuk menentukan prioritas. Jika atom-atom tersebut juga mengikat atom-atom identik, maka prioritas ditentukan pada titik pertama kali dicari perbedaan dalam menyusuri rantai. Atom-atom yang mengikat suatu atom dengan prioritas tinggi, akan diprioritaskan (atom tunggal yang berprioritas tinggi).
Sebagai contoh: C = C CH2 - CH2 C - Cl -H2 CH3 H C 2 H CH2 CH3 H CH2 CH2 C H H H (Z)-5-butil-kloro--4-desena C memberikan prioritas tinggi (E)-3-metilpentena H H H H C C H H H C H H CH3 C = C C Cl memberikan prioritas tinggi
4) Atom-atom yang terikat pada ikatan rangkap (C=C) atau ganda tiga (C≡C)
diberi kesetaraan (equivalencies) ikatan tunggal, sehingga atom-atom
tersebut dapat dianggap sebagai gugus-gugus berikatan tunggal dalam menentukan prioritas. Tiap atom yang berikatan rangkap (C=C) diduakalikan, sedangkan ikatan rangkap tiga (C≡C) ditigakalikan, sebagai contoh:
Struktur Penentuan Prioritas setara O C - R R - R - C - R O O - C C -OH O O - C O R - C - OH N R - C R - C - OH O O - C
R2 C = CR2 R2C - CR2 C C R- R-C C C C C
Dengan aturan ini diperoleh deret prioritas sebagai berikut:
O O O
║ ║ ║
– CH=CR2, (C6H5), –CN, –CHOH, – CH, – C– , –COH
fenil aldehid keton karboksil naiknya prioritas
Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi diatas, kerjakanlah soal-soal latihan dibawah ini, setelah itu cocokkan jawaban Anda dengan pedoman jawaban yang telah tersedia di bagian petunjuk jawaban latihan!
Latihan 2
1. Tentukan apakah (E) ataukah (Z) untuk masing-masing senyawa di bawah
ini ! (a) C2H5 H (b) C2H5 CH2 CH2CH3 \ / \ / C = C C = C / \ / \ CH3 D CH3 C2H5 O O ║ ║ (c) Br C2H5 (d) CH3C CCH2Cl \ / \ / C = C C = C / \ / \ H CH(CH3)2 ClCH2 Cl
2. Gambarkan rumus strukturnya berikan tatanama (E) dan (Z) dari senyawa
dibawah ini berdasarkan isomer geomeriknya! a. Asam-2-metil-2-butenoat
b. Asam-3-fenil-2-butenoat c. 1-kloro-2-metil-1-butena
3. Berikan nama dari senyawa dibawah ini!
a.
Br H \ / C = C / \ Cl CH3 b. F Cl \ / C = C / \ H CH2CH3 c. CH3 Cl \ / C = C/ \ Br CH3
d. Isomer Geometrik dalam Senyawa Siklik
Isomer geometrik (cis-trans) pada penjelasan di atas, dapat diakibatkan oleh rotasi yang tidak bebas dalam suatu ikatan rangkap. Seperti halnya senyawa alkena, dalam senyawa siklik juga terjadi isomer geometrik cis-trans, sebagai contoh senyawa dibawah ini:
CH3 OH H H H H OH CH3
trans-2-metil-sikloheksanol
cis-2-metil-sikloheksanol
2. Konformasi Senyawaa. Konformasi Senyawa Rantai Terbuka
Dalam suatu molekul rantai terbuka, atom-atomnya memiliki peluang tak terhingga jumlah penataan/posisinya di dalam suatu ruang. Etana misalnya memiliki penataan (konformasi) dengan berbagai variasi posisi di dalam ruang.
H H H H H H proyeksi Newman H - C - C - H H H H H etana
Etana mempunyai konformasi goyang dan eklips. Konformasi goyang
artinya atom-atom hidrogen atau gugus-gugus terpisah secara menjauh, sedangkan konformasi eklips yaitu atom-atom hidrogen atau gugus-gugus
sedapat mungkin saling berdekatan.
H H 0o 60o H H H H 180o Torsion angle = 0o
Eclipsed Torsion angle = 0oGauche Torsion angle = 0o
Anti
Konformasi pada senyawa etana C2H6 dan butana C4H10
(a) Analisis konformasi etana (CH3 – CH3)
3 12
2 2,9 kkal/mol 12kkal/mol 8
0 60 120 180 240 300 360
Torsion angle, 0o
Gambar 2.1 Tingkat energi pada analisis konformasi etana
Rotasi mengelilingi ikatan sigma sering disebut dengan “rotasi bebas”.
Konformasi eklips kurang stabil dibandingkan dengan bentuk goyang dari etana sebab mempunyai energi sebesar kira-kira 3 kkal/mol lebih tinggi daripada konformasi goyang.
Senyawa butana (CH3CH2CH2CH3), memiliki dua gugus metil yang cukup
besar pada atom –H2C– CH2– , sehingga butana memiliki dua macam konformasi
goyang. Konformasi goyang dimana jarak antara gugus-gugus –CH3 terpisah
sejauh mungkin disebut konformer anti energinya paling rendah, sedangkan
konformasi goyang lainnya dimana gugus-gugus –CH3 agak berjauhan disebut
konformer gauche. CH3 CH3 H H H H CH3 CH3 H H H H H H H H CH3 CH3 CH3 CH3 H H H H
Butana gauche butana anti
Gambar 2.2
Bentuk konformasi dari butana
H H CH3 CH3 H H H H CH3 CH3 H H H H CH3 CH3 H H H H CH3 CH3 H H 3kj/mol 12kj/mol H H H CH3 H CH3 H H H CH3 H CH3 CH3 H CH3 H H H 0 60 120 180 240 300 360
Gambar 2.3
Tingkat energi pada analisis konformasi butana
Petunjuk Jawaban LatihanLatihan 1 1. (a) CH3 H CH3CH2 CH2 CH3 \ / \ / C = C dan C = C / \ / \ H CH2CH2CH3 H H
Kedua struktur ini merupakan isomer struktural (posisi ikatan rangkap berbeda, tiap isomer struktural mempunyai isomer geometrik sendiri)
(b) H CH2Cl Cl H
\ / \ /
C = C dan C = C
/ \ / \
Cl H H CH2Cl
Kedua struktur ini merupakan satu senyawa (kedua H trans satu sama lain dalam tiap struktur)
(c) CH3 CH =CH2 CH2 =CH H
\ / \ /
C = C dan C = C
/ \ / \
H H H CH3
Merupakan isomer geometrik (yang pertama cis, yang kedua trans)
2. CH3 H H H \ / \ / C = C dan C = C / \ / \ H CH2CH3 CH3 CH2CH3 Trans Cis 3. C6H5CH=CHCO2H C6H5 H H H \ / \ / C = C dan C = C / \ / \ H CO2H C6H5 CO2H Trans Cis Latihan 2 1. a. Z b. E c. E d. Z 2. (a) (b) (Z)-asam-2-metil-2-butenoat (E)-asam-3-fenil-2-butenoat
(c)
(Z)-1-kloro-2-metil-1-butena 3. a. (Z)-1fluoro-2-kloro-1-butena b. (E)-2-bromo-3-kloro-2-butena CH 3 CH 3 H C = C C = C C6H5 CH 3 CO2H CH3 CO2H CH 3 CH 2CH 3 Cl C = C Hc. (Z)-1-bromo-1-kloropropena
4.1.3 Rangkuman
Stereokima adalah studi mengenai molekul-molekul dalam ruang tiga dimensi artinya bagaimana atom-atom dalam sebah molekul diatur dalam ruang satu terhadap ruang yang lainnya.
Isomerik geometrik yang diakibatkan oelh ketegaran dalam molekul, umjnya berbntuk cis dan trans. Persyaratan isomer geometris dalam senywa
alkena ialah bahwa tiap atom yang terlibat dalam ikatan ( pi) mengikat dua gugus yang berlainan. Pemberian nama isomer geometrik selain cis dan trans adalah (E) dan (Z) yang berasal dari bahasa Jerman yaitu entgegen artinya
bersebarangan, sedangkan (Z) yaitu Zusammen artinya bersama-sama. Aturan
pemberian namanya mengikuti Chan-Ingold-Prelog. Isomer geometrik selain terjadi pada alkena juga terjadi pada senyawa siklik.
4.1.4 Tes Formatif 1
Petunjuk : Pilihlah salah satu jawaban yang menurut Anda paling tepat!
1) Manakah senyawa yang dapat membentuk isomer geometris senyawa dari
senyawa dibawah ini: A. (CH3)2CCH(CH3) B. (CH3)2CCCl(CH3) C. (CH3)2CC(CH3)2 D. (CH3)HCCH(CH3)
2) Konformasi yang bagaimanakah memiliki tingkat energi tertinggi dari senyawa
butana H3C-CH2-CH2-CH3 ?
3) Beri nama dari senyawa dibawah ini :
a. C2H5 C2H5 \ ∕ C = C ∕ \ H CO2H b. CH3 CO2H \ ∕ C = C ∕ \ C6H5 CH3
4) Bagaimanakah posisi yang tidak stabil pada senyawa ClCH=CHBr ? 5) Gambarkan rumus struktur dari senyawa :
a. (E)-2-kloro-3-hidroksi butena b. (Z)-1-fluoro-2-kloro-butena adalah .... A. Cl OH B. Cl H \ / \ / C = C C = C / \ / \ H H H OH
C. Cl H D. H H
\ / \ /
C = C C = C
/ \ / \
HO H Cl OH
6) Rumus molekul dari senyawa (Z)-1-fluoro-2-kloro-butena adalah ....
A . H Cl B. F Cl \ / \ / C = C C = C / \ / \ F CH2CH3 H CH2CH3 C. H Cl D. F CH3 \ / \ / C = C C = C / \ / \ CH2 CH3 CH3 Cl
7) Diantara gugus –gugus dibawah ini manakah yang diberikan prioritas
tertinggi ?
A. C6H5 – B. CHO C. COOH D. –C=O
9). Di antara gugus – gugus di bawah ini manakah gugus yang berprioritas terendah ?
A. Br B. F C. I D. Cl
10). Ikatan yang termasuk ikatan yang kuat dan dapat berotasi bebas
1.1.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah Anda mengerjakan Tes Formatif 2 di atas, cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk
mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.
Rumus:
Jumlah jawaban Anda yang benar
Tingkat penguasaan = --- X 100% 10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 – 100 % = baik sekali
80 – 89 % = baik 70 – 70 % = cukup
– 69 % = kurang
Apabila tingkat penguasaan Anda mencapai 80 % ke atas, bagus! Anda cukup memahami Kegiatan Belajar 1. Anda dapat meneruskan Kegiatan Belajar 2. Tetapi bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
4.2 Kegiatan Belajar 2
Peranan Stereoisomer Dalam
Reaksi
4.2.1 Uraian dan Contoh A. Atom Karbon Kiral
Atom karbon kiral (yang umumnya diberi tanda bintang atau *) adalah suatu atom karbon yang berhibridisasi sp3 dan mengikat 4 gugus yang berlainan,
maka atom karbon tersebut bersifat asimetrik. Meskipun secara teknis molekul itulah yang kiral dan bukan atom karbonnya. Contoh:
Cl | H – (C)* – F
| Br
Dua senyawa yang merupakan enantiomer, seperti contoh di bawah ini:
Cl Cl | | CH3CH2– C * – CH3 CH3 – C* – CH2CH3 | | CH2CH2CH3 CH3CH2CH2 Contoh soal
1. Tentukan atom C kiral pada struktur senyawa di bawah ini, beri tanda (*)
a. Cl b. CH2CH3 c. H | | | CH3– C – CH2 CH=CHCH3 CH3CH – C – Cl CH3– C – CH = CH2 | | | CH3 CH2CH3 C2H5 Jawab
a. Semua atom karbon tidak ada yang mengikat empat gugus yang
berlainan, oleh sebab itu tidak ada atom C asimetris (kiral),
b. Atom C kiral adalah
CH2CH3
| CH3 – CH– C* – Cl
| | CH3 CH3
c. Atom C kiral adalah H |
CH3– C* – CH= CH2
| C2H5
Pemberian
nama pada senyawa yang memiliki atom atom C kiral yaitu dengan menggunakan aturan sistem (R) = kanan dan (S) = kiri, atau sesuai dengan aturan Chan-Ingold-Prelog :1. Urutlah keempat gugus berdasarkan prioritasnya.
2. Gambarkan proyeksi dengan prioritas rendah ada dibelakang yaitu atom
tersebut tertutup oleh atom karbon.
3. Tariklah anak panah dari atom berprioritas tinggi ke atom berprioritas tinggi kedua dan ketiga.
4. Berilah tanda (R) untuk searah jarum jam atau (S) untuk yang berlawanan dengan arah jarum jam.
Senyawa 1-bromo-1-kloro etana, dengan menggunakan model molekul kita dapat menentukan penamaan molekul secara benar.
Br H Cl CH3 Di sini CH3 diwakili oleh satu bola tunggal
searah jarum jam
CH3 Cl Br Model diputar (H tersembunyi di belakang) Br Cl H3C H3C Cl Br CH3 Cl Br C C Br Cl CH3 atau atau
searah dengan jarum jam = (R) berlawanan arah jarum jam = (S) (R)-1-bromo-1-kloroetana (S)-1-bromo-1-kloroetana
Contoh soal
1. Berilah tanda (R) atau (S) pada struktur senyawa dibawah ini.
C H Cl CH O CH3 a. C H CHO CH3 O D b. c. C C6H5CH2 NH2 CO2H H Jawab 1. a. (S) (b) (S) (c) (R)
2. Gambarkan rumus untuk (a) (R)-3-bromoheptana, (b) (S)-2-petanol
a. CH3 CHO Cl H C b. OH CH3CH2 CH3 H C
4. Atom Karbon Kiral Lebih dari Satu
Dalam suatu molekul jumlah atom karbon kiral dapat lebih dari satu. Jumlah maksimum steroisomer optis dari senyawa yang memiliki lebih dari satu C kiral adalah 2n, n adalah banyaknya C kiral. Jika dalam satu senyawa terdapat dua
atom C kiral maka paling banyak ada empat stereoisomer (22= 4) seperti contoh
di bawah ini. CH O OH H H OH CH2OH C C
karbon 2 dan 3 adalah kiral
CHO H OH CHOH CH2OH C C CHO CHOH CH2OH OH putaran sehingga H berada di belakang adalah (dR) untuk karbon 2:
dari OH ( prioritas tertinggi ke CHO (tertinggi kedua) searah jarum jam; karbon 2
C CH2OH CHOH OH H CHO OH CH2OH CHOH CHO C rotasi dari OH ke -CH(OH )CH adalah (dR)
searah jarum jam; karbon 3
untuk karbon 3:
Berdasarkan contoh diatas, maka stereoisomernya adalah (2R, 3R), (2S, 3S), (2R, 3S), dan (2S, 3R).
Contoh soal :
Ada berapa stereoisomer dapat dijumpai untuk senyawa tiga atom karbon kiral yang berlainan.
Jawab :
Ada delapan yaitu : (1R, 2R, 3R), (1R, 2R, 3S), (1R, 2S, 3R), (1R, 2S, 3S), (1S, 2R, 3R), (1S, 2S, 3R), (1S, 2R, 3S), (1S, 2S, 3S).
5. Aktivitas Optik
Sifat fisika dan kimia misalnya titik leleh dan titik didih dari sepasang enantiomer adalah sama. Jika cahaya yang terpolarisasi dilewatkan pada suatu larutan yang mempunyai enantiomer tunggal, maka cahaya tersebut akan diputar kekiri dan kekanan. Perputaran cahaya sebagai akibat dari dari polarisasi disebut rotasi optik. Suatu senyawa yang dapat memutar bidang polarisasi maka zat tersebut bersifat aktif optis. Karena inilah enantiomer-enantiomer yang bersifat aktif optis disebut isomer optik.
Enantiomer dari pasangan enantiomer apapun yang dapat memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan disebut dekstrorotari, sedangkan yang memutar bidang polarisasi cahaya kekiri disebut levorotari. Dalam banyak bacaan yang memberi tanda (+) bagi zat yang mempunyai arah perputaran ke kanan (dekstrorotari), dan tanda (-) bagi zat yang mempunyai arah perputaran ke kiri (levorotari). Selain itu juga kadang-kadang ada yang memberi tanda d bagi zat
yang mempunyai arah perputaran ke kanan (dekstrorotari), dan tanda l bagi zat
yang mempunyai arah perputaran ke kiri (levorotari).
H C OH O CH CH2OH atau H C OH CH O CH2OH CH2OH O CH HO C H atau CH2OH CH O HO C H (+) – gliseraldehida 20 20 (-) – gliseraldehida
( )
D = + 8,70( )
D = - 8,70 6. StereoisomerBila sebuah molekul mempunyai lebih dari satu atom karbon kiral, tidak semua isomer optik itu bersifat enantiomer, karena enantiomer adalah bayangan cermin dari molekul tersebut.
CHO CHO CHO CHO
│ │ │ │ HO▬ C ▬ H H▬ C ▬ OH H▬ C ▬ OH HO▬ C ▬ H │ │ │ │ HO▬ C ▬ H H▬ C ▬ OH HO▬ C ▬ H H▬ C ▬ OH │ │ │ │ CH2OH CH2OH CH2OH CH2OH ( 2S, 3S) ( 2R, 3R) ( 2R, 3S) ( 2S, 3R)
Enantiomer – enantiomer enantiomer – enantiomer
Contoh pasangan stereoisomer yang merupakan enantiomer adalah (2R, 3R) dan (2S, 3S); (2R, 3S) dan (2S, 3R). Namun pasangan stereoisomer (2S,3S) dan (2R,3S) bukan merupakan enantiomer, disebut diastereomer atau
diastereoisomer . Jadi (2S,3S) dan (2R,3S) stereoisomer adalah diastereomer.
Berdasarkan definisi tersebut diastereomer termasuk isomer geometri.
CHO CHO │ │ HO▬ C ▬ H H▬ C ▬ OH │ │ HO▬ C ▬ H HO▬ C ▬ H │ │ CH2OH CH2OH ( 2S, 3S) (2R, 3S)
Sepasang diastereoisomer; stereoisomer yang bukan enantiomer
7. Hubungan antara stereokimia dengan reaksi kimia
Pada reaksi SN1 dan SN2 dimana produk yang dihasilkan selalu berkaitan
erat dengan stereo zat yang bereaksi, oleh sebab itu stereokimia berhubungan dengan suatu hasil reaksi.
Pada reaksi SN1, ion karbonium merupakan intermediet dan mempunyai
geometri berbentuk planar, sehingga nukleofil dapat menyerang dari dua sisi. Jika suatu alkil halida bersifat optis aktif dihidrolisis maka akan diperoleh produk yang optis aktif tetapi merupakan campuran rasemik.
Contoh: C6H 13 H C Br CH 3 CH 3 Br C H C6H 13 + H 2O + -CH 3 C H C6H 13 CH 3 OH C H C6H 13 HO 2 - oktil karbonium inversi ((dominan) retensi
Ionisasi dari 2-Bromooktana (sp3) menghasilkan ion 2-oktil karbonium
berbentuk planar (sp2). H
2O dapat menyerang dari dua arah yaitu dari arah depan
dan belakang yang diharapkan dapat terbentuk dua isomer yang sama jumlah, sehingga membentuk campuran rasemik yang sempurna. Tetapi tidak demikian halnya, karena produk inversi lebih dominan, hal ini disebabkan karena bentuk retensi terhalang oleh gugus Br.
Pada reaksi SN2, nukleofil (Y:) menyerang dari posisi yang berlawanan
dengan gugus yang lepas (X:), sehingga terjadi inversi konfigurasi. Jika suatu alkil halida yang bersifat optis aktif dihidrolisis, maka produk yang dihasilkan juga bersifat optis aktif. Sebagai contoh pada hidrolisis (+) asam klorosuksinat dengan natrium hidroksida akan memberikan hasil (-) asam malat.
HO2C HO2C
| │
H – C – Cl + NaOH HO – C – H
| │
(+) asam klorosuksinat (-) asam malat
Umumnya alkil halida alifatik primer mengalami hidrolisis dengan mekanisme SN2.
Soal Latihan
Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2 kerjakanlah latihan berikut ini!
1. Gambarkan struktur senyawa di bawah ini, tentukan manakah yang termasuk
isomer geometrik dan bukan isomer geometrik, jelaskan!
a. 1-kloro-2- butena b. 2-metil-2-butena
c. 2-heksena d. 1,3-butadiena.
2. Gambarkan rumus struktur untuk alkena dengan nama senyawa pentadiena yang menunjukkan isomer geometrik cis dan trans!
3. Perhatikan senyawa dengan rumus molekul CH3CHCHC6H5 merupakan
sepasang isomer geometrik. Tuliskan kedua isomer senyawa tersebut!
4. Tuliskan rumus bangunnya dan berikan tatanama (E) dan (Z) dari senyawa dibawah ini berdasarkan isomer geomeriknya!
a. 1-bromo-2-kloro-2-butena b. 1-bromo-2-kloropropena
5. Apakah nama dari senyawa dibawah ini!
6. Gambarkan rumus bangun untuk isomer-isomer geomtrik dari
3-isopropil-5-metilsikloheksanol.
7. Gambarkan proyek Newman untuk konformasi eklips, anti dan gauche dari senyawa :
a. 1-kloro-propana b. 1,2-dihidroksi etana
8. Gambarkan diagram energi dari senyawa dibawah ini berdasarkan rotasi
(proyek Newman) 1,4-dibromobutana!
9. Gambarkan proyeksi Newman suatu konformer anti (jika ada) pada masing-masing senyawa di bawah ini.
Gunakan karbon yang diberi garis bawah sebagai pusat proyeksi. a. C2H5 CH2 CH2 Cl b. CH3 CH2 CH2 CO2H Cl CH 3
b.
C 2H5 I H C = C C = C CH 3 CO2H CH3a.
c. (CH3)2 CH CH2 CO2H
d. HO2 C CH CH2Br
│
CH3
10. Jelaskan mengapa pada kasus 1,3-metilsikloheksana, posisi cis lebih stabil daripada trans?
11. Gambarkan struktur konformasi yang paling stabil dari: a. 1-kloro-2-etilsikloheksana
b. 1-bromo-3-propilsikloheksana
12. Gambarkan untuk enantiomer-enantiomer amfetamina dan
berilah konfigurasi (R) dan (S)!
Petunjuk Jawaban Latihan:
1
a
. CH2Cl CH3 CH2Cl H \ / \ / C = C C = C / \ / \ H H H CH3 cis trans isomer geometrik b. CH3 CH3 \ ∕C = C bukan isomer geometrik
∕ \ H CH3 c. C3H7 CH3 \ ∕ C = C isomer geometrik ∕ \ H H d. CH2= CH H \ ∕
C = C bukan isomer geometrik
∕ \ H H 2. CH2=CH CH3 CH2=CH H \ / \ / C = C C = C / \ / \ F H H CH3
cis – 1,3 – pentadiena trans – 1,3 – pentadiena
3. CH3 CH3 H CH3 \ / \ / C = C C = C / \ / \ H C6H5 CH3 C6H5 Trans cis
4. a. 1 – bromo- 2 – kloro – 2 – butena
Br Cl CH3 Cl
C = C C = C
/ \ / \
CH3 CH3 Br CH3
(Z)–1–bromo-2–kloro-2–butena (Z)–1–bromo- 2–kloro-2–butena
b. 1 – bromo- 2 – kloropropena Br Cl H Cl \ / \ / C = C C = C / \ / \ H CH3 Br CH3
(Z)–1–bromo-2–kloropropena (Z)–1–bromo- 2–kloropropena 5. Nama dari senyawa
a. (Z)-1-kloro-2-iodopropena b. (E)-2,3-dimetil-2-butenoat
6.
CH3 H OH H H R R = isopropil 7a.
Cl H H H H CH3 H H H H H H H H CH3 CH3 Cl Cl eklips anti gauche b. OH OH H H H H H H H H H OH H H H OH OH OH eklips anti gauche 9 a. C2H5CH2CH2Cl b. CH2CH2CH2CO2H c. (CH3)2CHCH2CO2H d. HO2CCHCH2Br │ CH3Cl H H C2H5 H H H H CO2H H H CH 3 H H CH 3 H CH 3 H H CO2H H CH 3 Br a. b. c. d. CO2H
10. Karena bentuk cis gugus yang besar (metil) pada posisi ekuatorial
CH3 H H CH3 11. CH 3CH 2 H H H H Cl CH 2CH 3 H H Br H H H H H H H H H H CH 3 a. b. 12. N H 2 C CH 3 CH 2C6H 5 CH 3 CH 2C6H 5 C N H 2 (R) – amfetamina (S) – amfetamina 4.2.5 Rangkuman
Atom karbon yang berhibridisasi sp
3dan mengikat 4 gugus yang
berlainan, disebut
atom karbon kiral, maka atom karbon tersebut bersifat
asimetrik(diberi tanda bintang atau *). Molekul yang mempunyai C kiral
umumnya bersifat optis aktif artinya mampu memutar bidang cahaya
sebagai akibat polarisasi. Suatu senyawa yang dapat memutar bidang
polarisasi maka zat tersebut bersifat aktif optis. Karena inilah
enantiomer-enntiomer yang bersifat aktif optis disebut isomer optik.
Dekstrorotari adalah enantiomer dari pasangan enantiomer apapun
yang dapat memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan , sedangkan
levorotari adalah enantiomer yang memutar bidang polarisasi ke kiri.
Pasangan stereoisomer yang bukan merupakan enantiomer disebut
diastereomer
atau
diastereoisomer.Stereokimia
berhubungan dengan suatu hasil reaksi, misalnya pada
reaksi S
N1 dan S
N2 dimana produk yang dihasilkan selalu berkaitan erat
dengan stereo zat yang bereaksi.
4.2.6 Formatif 2
Petunjuk : Pilihlah salah satu jawaban yang menurut Anda paling tepat!
1.
Jumlah stereoisomer dari senyawa di bawah ini
adalah ....
O = CH – CHOH – CHOH – CHOH – CHOH - CH
2OH
A. 4,
B.
8,
C. 14, D. 16
2.
Beri nama dari senyawa dibawah ini adalah
3.
Disebut apakah enantiomer yang dapat memutar
bidang polarisasi cahaya ke kanan
4. Gambarkan rumus struktur dari trans (1R,2R)-2-dimetilsiklopropana
H CH3 H3C H H3C H CH3 H H H3C CH3 H H H3C CH3 H A. B. C. D.
5. Beri nama dari senyawa di bawah ini :
a.
Br C Cl CHb.
H
|
HO – C – CH
3|
CH
2CH
55. Gambar dari (R)-3-bromoheptana adalah ....
C4H9 C2H5 C Br C2H5 C4H9 C Br C5H11 CH 3 C Br CH 3 C5H11 C Br A . B. C. D.
7. Jelaskan mengapa bentuk cis dari 1,2-dikloroetena memiliki titik didih
yang lebih besar dari trans?
Cl
Cl
H
Cl
\
/
\
/
C = C
C = C
/
\
/
\
H
H
Cl
H
cis – 1,2 – dikloroetena
trans – 1,2 – dikloroetena
CH 3CH2CH2
CH 3 C
OH H
t.d = 60
0C
t.d. =
48
0C
9. Tuliskan nama dan tentukan ada berapa streoisomer yang dapat
dibentuk oleh struktur senyawa di bawah ini
ada 4 stereoisomer Br Br CH - CH - CH3 a) CH - C - CH3 Br Br CH3 ada 2 stereoisomer b)
c)
H H
H
O
|
│
│
║
HOCH
2– C* – C* – C* – C – H
|
│
│
OH OH OH
5.2.5 Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah Anda mengerjakan Tes Formatif 2 di atas, cocokkanlah
jawaban anda dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian akhir modul
ini. Hitunglah jawaban anda yang benar, kemudian gunakan rumus di
bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi
Kegiatan Belajar 2.
Rumus: