No. Rek.Bank BNI a.n. GPIB BUKIT BENUAS: 014 125 9941
JAM IBADAHIBADAH 1 : 06:00 WITA IBADAH 2 : 09:00 WITA IBADAH 3 : 18:00 WITA IHMPA : PUKUL 09:00 WITA IHMPT : PUKUL 09:00 WITA
JAM KERJA KANTOR SEKRETARIAT MAJELIS JEMAAT
SELASA - SABTU : 08.00 - 17.00 WITA ISTIRAHAT : 12:00 - 13.00 WITA HARI LIBUR NASIONAL KANTOR TUTUP
Apakah Kita Pakai HOSTI?
Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) bersama Gereja gereja mainstream (arus utama) lainnya tetapi yang semestinya pada aliran Calvin dan Calvinis (Hervormd & Gereformeerd) merayakan Sakramen Perjamuan (kalau mengucapkan “Sakramen” maka tidak perlu menyertakan kata “kudus”) dalam Ibadah Hari Minggu (IHM) sebanyak 4 x dalam 1 tahun; pertama berturut-turut, Perjamuan Kudus (PK) mengenang kematian Yesus (setiap Jumat Agung), pada bulan Juli (perjalanan pengahayatan iman Gereja pada Minggu minggu Biasa atau masa sesudah Pentakosta; bulan Oktober (selalu dikaitkan dengan PK sedunia), dan terakhir di Minggu Adven (masa pergumulan Gereja). Meski resmi sejak aturan ini dibawa oleh misionaris dari Belanda, bukan berarti PK tidak bisa dirayakan di waktu waktu tertentu demi kebutuhan pastoral. Dan bagi PK biasa dilakukan juga dalam acara pertemuan kosistorium presbiter (mis., persidangan gerejawi) maupun pastoral pres-biter (mis., retret). Lalu sekalipun dalam IHM hal PK tidak dilayani, bukan berarti PK tidak “berbicara”. Dalam gereja Kristen Protestan (khususnya Calvin & Calvinis), bahwa pusat ibadah adalah Pemberitaan Firman sebagai devosi (penyembahan)
kehadiran Tuhan yang berfirman dan disimbolkan melalui Kitab Suci (firman Tuhan) + Mimbar dan perangkat Sakramen.
Semua benda/alat yang menjadi simbol itu “berbicara” sekalipun saat itu Kitab Suci tidak dikhotbahkan dan sakramen tidak dilayankan. Itu sebabnya semua perangkat harus diletakkan di tengah dan tidak boleh dibelakangi oleh umat (termasuk ke-lompok pujian).
Khusus dalam kelengkapan PK di Bukit Benuas, melalui salah satu keputusan Sidang Majelis Jemaat, bahwa roti digantikan dengan yang namanya “rupa roti”, makanan sederhana yang bentuknya bulat dan biasa disebut “hosti”. Apakah
hosti itu? Hosti berasal dari bahasa Latin, hostia, yang berarti “kurban” atau “persembahan”. Tentunya teman teman kita umat Kristen Katolik bukan bermaksud – dengan pemahamannya – bahwa Yesus dikurbankan kembali. Jelas bahwa Yesus berkurban hanya satu kali untuk selama-lamanya (bd.Ibr.7:27; Rom.6:9; Why.5:6). Rupa Roti itu kemudian menjadi hosti yang diterima umat tentunya setelah dikonsekrasikan (dikuduskan melalui pentahapan prosesi liturgis). Rupa roti menjadi hosti yang diterima umat, dan selanjutnya umat bersama dan bersatu Kristus (komuni, communion, kesatuan) mempersembahkan dirinya kepada Allah. Dengan pemahaman lebih lanjut, sesungguhnya umatlah yang mempersembahkan dirinya dengan syukur untuk bersatu dengan Allah; itulah sebabnya dinamakan ekaristi (eucharistis, syukur). Jadi bila PK juga kita pakai rupa roti, benda itu bukan hosti. Hosti hanya ada di gereja Katolik dan di simpan secara baik disuatu tempat (lemari kecil berkunci) bernama tabernakel, artinya tidak ada di tempat lain, mis., rumah umat, pastoran, toko.
PK adalah pesta kemenangan yang diliputi rasa syukur, sepatutnyalah umat yang mengikutinya membina dan membangun suasana batin yang meriah, tidak ngobrol, seloroh dan memandang formalitas belaka serta menjaga dari bahaya profanasi (hilang rasa hormat karena barang biasa/profan). PK adalah “perjamuan kurban (anak domba) paskah”, jadi tidak ada yang dikurbankan lagi, berarti tidak ada hosti di PK gereja Protestan, Perjamuan yang terjadi adalah makan-minum menik-mati hasil kurban, yakni keselamatan. Jadi PK menjadi alat keselamatan yang meneguhkan (meterai) iman, karena oleh PK kita diarahkan keluar untuk membawa berita pengampunan hingga Kristus datang kembali mempersekutukan kita (bd. 1 Kor.13:12). Jadi bukan karena merasa tidak saleh lalu dirinya tidak ikut PK, atau sebaliknya, dirinya disalehkan dulu baru mengi-kuti PK, karena semua pikirnya di PK orang bertemu dengan Kristus. Ini pikiran yang keliru, setiap hari, di mana-mana dalam setiap peristiwa apapun Kristus menjumpai diri kita. PK mengingatkan bahwa kita telah diselamatkan, dan ada janji perjumpaan sempurna. Perjumpaan atau persekutuan kita dengan Kristus yang sekarang ini adalah perjumpaan/persekutuan dalam
iman (Mat.18:20; 28:20; Rm.8:35; Ef.3:17). Lalu bagaimana sikap kita dalam PK. Pertama ia hayati terlebih dahulu adanya rasa damai sejahtera, itu sebabnya disadari, sewaktu ambil bagian dalam PK tidak ada lagi tempat bagi pertikaian/perselisihan dan dendam. Ajakan PK adalah ajakan Kristus dalam suasana perdamaian di hadapan Allah yang diungkapkan dalam pergaulan umat-Nya. Melalui PK – dengan makan tubuh Kristus dan dengan minum darah-Nya –, Gereja dipersatukan. Itu sebabnya juga maka PK menjadi asas & ukuran bagi persekutuan para anggota gereja. Inilah pula gambaran respon orang Kristen member-itakan kematian hingga kedatangan-Nya (1 Kor.11:26), di bagian ini umat mengungkapkan kesaksian hidup imannya yang berkuali-tas. Selanjutnya, entah roti, entah anggur, entah sirup merah, air the, air putih, dan entah roti, singkong, bahkan rupa roti lainnya serta, dengan cawan di meja atau di tempat masing-masing semua disambut dengan sikap hati. Dan tidak ada sikap hati yang lebih tepat daripada yang dirasakan tepat oleh orang yang bersangkutan. Sebab pertama yang harus dibangun adalah sikap iman. Di sana ia membangun hubungan yang sangat pribadi dengan Allah. (nph)
1. PELAYAN BERTUGAS IBADAH MINGGU 17 Juli 2016
2. A. PELAYAN BERTUGAS IBADAH MINGGU 10 Juli 2016
MINGGU PENTAKOSTA
Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang. Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam per-juangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.
Warna dasar : Hijau
Lambang/Logo : Burung merpati dengan ranting-ranting zaitun diparuhnya, perahu berlayar dan pelangi
Warna pelangi : Merah, kuning hijau; Burung : Putih; Ranting : Pinggir putih; Salib: Hijau; Ombak: Putih Perahu : Bergaris putih ; Tiang & Layar: Puith (penuh) Arti :
Pada mulanya dalam sejarah Gereja. Perahu merupakan symbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari TUHAN. Hal ini nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji ALLAH tentang pertolonganNYA itu mendapat penekanan yang kuat. Pelangi melambangkan kesetiaan ALLAH atas janjiNYA untuk memelihara bumi, dalam hal ini Gereja. Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari ALLAH (band. Kej. 8:10-11) yang akan terus menyertai sampai ke tempat tjuan. Jadi sekalipun Gereja mengalami berbagai goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji ALLAH tersebut.
Minggu
17 Juli 2016 GPIB Bukit Benuas Pukul 06:00 wita GPIB Bukit Benuas Pukul 09:00 wita GPIB Bukit Benuas Pukul 18:00 wita
Pemberita Firman Pdt. Jemmy M. Kansil Pdt. Johan Karel Iroth Pdt. Nitis P. Harsono
PRESBITER SP. KOLOSE SP. GALATIA SP. FILIPI
Pelayan 1 Pnt. Deivi Tampi-W Pnt. Martinus Beslar Pnt. Jhony I. Piri Pelayan 2 Pnt. Sigit Dibyanto Pnt. Ventje Sem Oley Pnt. Yet Soputan-K Pelayan 3 Pnt. Ellen Kolly-P Pnt. Nolly Masinambow Pnt. Meitha Lumowa-W Pelayan 4 Dkn. Swenny Komansilan Dkn. Prayma Manuputty Dkn. Stanny Kapojos Pelayan 5 Dkn. Harry Yose Dkn. Pantun Gultom Dkn. Neneng Ba’dung-L Pelayan 6 Dkn. Jeffry Wongkar Dkn. Cendrawasih T.A.S Dkn. Etni Sinaga-K Pelayan 7 Dkn. Pearly Silaban-J Dkn. Johanes Tambunan Pnt. Heince Tumewu Pel.8 Koord Pen. Tamu Dkn. Ezra Misra Pinangkaan Pnt. Netty Kalangi-S Dkn. Martha Mandagie-P
Pelayan 9 Koord. Kolektan Dkn. Caty Tutuarima Dkn. Martje Mantiri-Seke Dkn. Glen Manusiwa Pnt. Damiyati Mantik-N Pnt. Freddy Tamara Pnt. Agus Wangkay Dkn. Evie Raturandang-N Pnt. Lucas Apituley
Pnt. Jaryono Pnt. Jane Manolong-R Dkn. Willem Patty Pnt. Marietje Kaunang-R
Kantoria SP. EFESUS Pelkat PKB SP. Nazaret
Prokantor Ibu Vera Katuuk-W Bapak Stephen Rapar Ibu Anggela Yohanes Pianist Bapak Nolly Masinambow Sdr. Chandra Adik Abednego Wahyudianto
PS / VG SP. EFESUS
Pelkat PKB VG. Genesis Pelkat PKB VG. Mazmur
Pelkat PKB VG. Nazaret SP. Nazaret Multimedia Sdri. Valencia Lasut Sdri. Febby Kandowangko SdrI. Grace P. Watak
2. PELAYAN BERTUGAS IBADAH MINGGU 24 Juli 2016
3. PERSIAPAN PARA PELAYAN/PETUGAS IBADAH MINGGU 24 JULI 2016
Dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Juli 2016 pukul 19:00 wita di Gereja. a. Koordinator Persiapan para pelayan : Pelayan I.
b. Koordinator Persiapan kantoria, prokantor,pianis : Ibu Anggela Yohanes (Komisi Muger).
4. IBADAH PEGAWAI DAN PERSEKUTUAN DOA PHMJ
5. IBADAH KELUARGA, 20 JULI 2016, PUKUL 19:00 WITA
Tanggal Ibadah Pegawai (09:00) Persekutuan Doa (11:00)
23 Juli’16 Pnt. Damiyati Mantik-N Pnt. Paulina Kaihena-L 30 Juli’16 Dkn. Cendrawasih Tri. A. S Pnt. Robert Mbouw
Minggu
24 Juli 2016 GPIB Bukit Benuas Pukul 06:00 wita GPIB Bukit Benuas Pukul 09:00 wita GPIB Bukit Benuas Pukul 18:00 wita
Pdt. Monica Lolowang-M Pdt. Elmy Rikumahua-T Pemberita Firman
GPIB Sion Sumantai GPIB Imanuel Bekasi
PRESBITER SP. Nazaret SP. Tesalonika SP. Efesus
Pelayan 1 Pnt. Freddy Nelwan Pnt. Welly Adipoetra Pnt. Yuniyanto Pelayan 2 Pnt. Micky P. Walangare Pnt. Robert Mbouw Pnt. Robert Tombuku Pelayan 3 Pnt. Gatot Sulaksono Pnt. Eric Ch. Assa Pnt. Albert Rante Tulung Pelayan 4 Dkn. Donnie F. Saisab Dkn. Asnalin Gampu-S Dkn, Sri Wahyuni Latumahina Pelayan 5 Dkn. Sylvana Longkutoy-P Dkn. Kristin Manurung-N Dkn. Sayekti Manolong Pelayan 6 Dkn. Masye Sompie-K Dkn. Robert Edward Kalalo Dkn. Meity Luntungan Pelayan 7 Pnt. Sherly Kandowangko-P Dkn. Martinus Toisuta Pnt. Janie Adipoetra Pel.8 Koord Pen. Tamu Dkn. Djemie Yohanes Dkn. Billy Tewu Pnt. Yulianus Rongre
Pelayan 9 Koord. Kolektan
Dkn. Stephen V. Rapar Pnt. Paulina Kaihena-L
Dkn. Daniel Sopaheluwakan
Pnt. Adrian Kalalo Dkn. Ivan Sarwadji Dkn. Hetty Wayong-M
Kantoria SP. Galatia SP. Filipi Pelkat PT
Prokantor Ibu Vera Katuuk-W Sdr. Hein Manolong Sdr. Brigita Apituley Pianist Sdr Chandra Sdr. Tammy Kapojos Bpk. Sigit Dibyanto
PS / VG SP. Galatia SP. Filipi Pelkat PT
Multimedia Sdr. Virginia Koampa Sdr. Valencia Lasut Sdr. Aninda Wangkay
Sektor Tempat Alamat Pemberita Firman
Galatia Kel. Bolung-Pontolumiju BDI Blok D - 9 Pnt. Nolly Masinambow Efesus Kel. Huwae-Malleh Jl. Agung Tunggal Pnt. Robert Tombuku
Filipi Kel. Kaunang-Rumende GPA Jl.Barito RT.91 No.338 Dkn. Neneng Ba’dung-L Kolose Klmpk. I Kel. Tamba-Nainggolan Sepinggan Pratama Blok G2 No.1 Dkn. Sweny Komansilan Kolose Klmpk. II Kel. Parabang-Papulele Pelangi Grand Residence Blok C No.3 Pnt. Ellen Kolly-P
Tesalonika Kel. Sitorus-Butarbutar Perum. Pemda Blok II C No. 37 Pnt. Adrian Kalalo Nazaret Kel. Parimo-Rampengan BDL II Blok M2 No. 8 Pnt. Micky P. Walangare
6. KELAS KATEKISASI UMUM
7. KELAS KATEKISASI KHUSUS
8. IBADAH SUBUH
Dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Juli 2016, pukul 05.00 wita, tuan rumah SP. Tesa-lonika, Pemberita Firman : SP. Kolose, Paduan Suara : Galatia, pianis : Bpk. Nolly Masinambow.
9. IBADAH PENGUCAPAN SYUKUR
Akan dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Juli 2016 di Kel. Piri-Rares alamat Gedung Serba Guna GPIB Bukit Sion, pukul 12:00 wita. Diundang Presbiter SP. Filipi, jemaat SP. Filipi dan PHMJ beserta keluarga.
10. PERSIAPAN PELAYANAN IBADAH
Dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Juli 2016 dengan jadwal, sbb :
A. Pukul 17.00 wita untuk Persiapan Ibadah Hari Minggu Pelayanan Teruna (IHMPT) dilayani oleh Pnt. Michail A. Wangkay di Ruang Betesda.
Yang diikuti oleh : - Bunda Vonny Tangka-T (PT-Eka) - Bunda Joice Irwan-L (PT-Dwi)
- dan seluruh Pengurus dan Pelayan PT
B. Pukul 18.00 wita untuk Persiapan Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak (IHMPA), dilayani oleh Pdt. Nitis Putrasana Harsono di Ruang Koinonia
C. Pukul 18:00 wita untuk Persiapan Ibadah : Ibadah Keluarga, 27 Juli 2016
Bacaan Alkitab : Efesus 4:25-32
Bertempat : R. Konsistori dilayani oleh : Pdt. Jemmy Milford Kansil
Persiapan di atas adalah wadah pembinaan maka bagi seluruh Presbiter dan Pengurus/Pelayan Pelkat dapat mengikuti Persiapan .
Sektor Pelayanan Pemberita Firman Sektor Pelayanan Pemberita Firman Galatia Pnt. Robert Mbouw Kolose Kelompok I & II Pnt. Sherly Kandowangko-P Efesus Pnt. Freddy Tamara Tesalonika Dkn. Etni Sinaga-K
Filipi Pnt. Jaryono Nazaret Pnt. Yuniyanto
Tanggal Materi Pembawa Materi
17 Juli 2016 Ajaran Gereja—Manusia Pnt. Nolly Masinambow 24 Juli 2016 Pengampunan, Pertobatan Dosa, Anugerah,
dan Hidup Baru Pdt. Stintje Kolly-L
Tanggal Materi Pembawa Materi
23 Juli 2016 Evaluasi Tim Katekisasi
11. SEPEKAN BERSAMA SBU, 18 - 24 Juli 2016
12. KELENGKAPAN LITURGI IBADAH PELKAT DAN KELUARGA
Ad : Sebaiknya sambil menunggu waktu dimulainya ibadah dan menanti kehadiran umat lainnya, kiranya nyanyian/pujian di atas dipelajari bersama.
1. POKOK–POKOK DOA SYAFAAT MINGGU INI
a. Untuk perdamaian & keadilan di dunia serta keutuhan ciptaan-Nya;
b. Misi Gereja serta GPIB dari Baubau hingga Sabang di medan pelayanan perdesaan dan perkotaan;
c. Pemerintah dalam tugas membina Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI);
d. Pemerintah dan situasi kota Balikpapan;
e. Realisasi Perijinan ibadah di Pos Pelkes Penajam;
f. Anak-anak yang akan melanjutkan ke Pendidikan yang lebih tinggi g. Warga Jemaat yang bertambah usia pribadi dan perkawinan; h. Warga Jemaat yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja, i. Pengerjaan Longsor Halaman Gereja dan Proses Bore Piled
j. Warga/Keluarga Jemaat GPIB Bukit Benuas yang dalam minggu ini didoakan (nama keluarga disebut oleh PF dalam Ibadah) :
Liturgi Pelkat PKB Pelkat PKP, GP Ibadah Keluarga
Tanggal 18 Juli 2016 19 Juli 2016 20 Juli 2016
Ny. Pembukaan KJ. 8:1,6 KJ. 7:1,4
Kitab Mazmur Mazmur 119:33-40 Mazmur 119:1-8
Pujian Umat KJ. 39:1,5 KJ. 40:1,4
Pembacaan Alkitab Pengkhotbah 9:11-112 Pengkhotbah 9:16-18
Ny. Respon Firman GB. 277:1,2 KJ. 457:1,3
Pengucapan Syukur PKJ. 147:1,2 KJ. 354:1,4
Pengutusan GB. 266:1,2 KJ. 329:1,3
Hari, Tanggal Pagi Malam
Senin, 18 Juli ’16 Pengkhotbah 9:1-2 Pengkhotbah 9:3-6 Selasa, 19 Juli ’16 Pengkhotbah 9:7-10 Pengkhotbah 9:11-12 Rabu, 20 Juli ’16 Pengkhotbah 9:13-15 Pengkhotbah 9:16-18 Kamis, 21 Juli ’16 Pengkhotbah 10:1-7 Pengkhotbah 10:8-11 Jumat, 22 Juli ’16 Pengkhotbah 10:12-15 Pengkhotbah 10:16-20 Sabtu, 23 Juli ’16 Pengkhotbah 11:1-6 Pengkhotbah 11:7-8 Minggu, 24 Juli ’16 Pengkhotbah 11:9-10 Pengkhotbah 12:1-8
2. PELAYANAN KESEHATAN
Petugas Kesehatan /Tensi Darah dan Pemeriksanaan Darah, sbb :
3. JEMAAT YANG SAKIT/PEMULIHAN
4. BANTUAN DANA YAYASAN DIAKONIA GPIB & HUT PELKAT PKB
Diberitahukan kepada warga jemaat bahwa pada Ibadah Minggu, tanggal 17 Juli 2016, pukul 06:00 wita, 09:00 wita dan 18:00 wita diadakan Kotak Khusus untuk
yayasan diakonia dan HUT Pelkat PKB. Di mohon partisipasi
warga jemaat. Tuhan Yesus memberkati persembahan Bpk/Ibu/sdr.
No Pukul 06:00 wita Pukul 09:00 wita Pukul 18:00 wita
1 TEWU - PALAR GABRIEL - TIMPOLO KAUMBUR - NTEBUA 2 TEWU - SENDUK GUNTHAR PANGARIBUAN WALANGARE - LANGI 3 DYAN E. WAKKARY TAMBURRINO - SEMBIRING WINDY POLITTON 4 MANURUNG - BOMBOKANG TUMBELAKA - KAUNANG BESLAR - SUMILAT 5 TUWAIDAN-ERING TUMBELAKA - MAIT KOLLY - LANTANG 6 MUSDIYARSO - MEDIATRI VIRIANATA - RITA LAPIAN - TANGKERE
Minggu, 17 Juli 2016 Tenaga Medis : dr. Grace Rongre Para Medis : Ibu Masye Sompie-K dan Sdri Niken Karso Komisi Pelkes : Bpk. Zalotes Kantohe dan Ibu Eva Tamara-M Minggu, 24 Juli 2016
Tenaga Medis : dr. ……….
Para Medis : Ibu ………….. dan ………. Komisi Pelkes : ………... dan ……….
NAMA KONDISI dan TEMPAT SEKTOR
Ibu Sudarmi Ugak - Datik
(Orangtua Kel. Masinambow - Ugak) Perawatan di rumah Galatia
Ibu Erlis Yap Pemulihan di rumah
Filipi Bapak Bernad Mandagie Pemulihan di rumah
Sdr Laura Ch.A.Kaunang Pemulihan di rumah Ibu Likainim Sihotang
(Orangtua Kel. Gultom-Siregar) Pemulihan di rumah Galatia Bapak Alex Raintung
(Orang tua Kel. Luntungan-Raintung) Perawatan di Rumah Efesus
Ibu Nova Pongantung - Langi Pemulihan di rumah Kolose
Ibu Evie Rumampuk - Enoch Pemulihan di Palu Tesalonika
Ibu Beatrix J. Latumeten Pemulihan di rumah Nazaret
Nazaret Ibu Wihelmina Tumanken
(Orangtua Kel. Pesik-Esau) Pemulihan di Manado
Bapak Marthen Toreh Pemulihan di rumah
Ibu Henny Watak-Punu Pemulihan di rumah
1 Petrus 2:24 “ Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh ”
Mari, sisihkan waktu untuk berdoa bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit/pemulihan. Kiranya melalui permohonan dan pengharapan kepada Tuhan, maka saudara-saudara kita ini boleh mendapatkan kesembuhan.
5. BERITA DUKA
† Telah meninggal dunia Ibu Ester Manopo usia 82 Tahun orangtua Kel. Piri-Rares
SP. Filipi pada tanggal 11 Juli 2016 dan telah dimakamkan tanggal 14 Juli 2016 di KM. 15 Balikpapan.
Majelis Jemaat mengucapkan turut berduka cita, kiranya Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus memberi penghiburan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.
1. IBADAH HARI MINGGU PELAYANAN ANAK (IHMPA)
Dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Juli 2016, pukul 09.00 wita : a. Batita, Ruang Eklesia c. Anak Kecil, Ruang Marturia b. TK, Ruang Diakonia d. Anak Tanggung, Ruang Koinonia
2. IBADAH HARI MINGGU PELAYANAN TERUNA (IHMPT)
Dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Juli 2016, pukul 09.00 wita Eka, usia 13—15 thn ; Pemberita Firman : Bunda Vonny Tangka-T Dwi, usia 16—17 thn : Pemberita Firman : Bunda Joice Irwan-L Mengundang adik-adik Teruna usia Eka dan Dwi.
3. IBADAH PELKAT PKB, SENIN, 18 JULI 2016 PUKUL 19:00 WITA
4. IBADAH PELKAT PKP , SELASA, 19 JULI 2016 PUKUL 17:00 WITA
Sektor Tempat Alamat Pemberita Firman
Galatia Ibu Stintje Kolly-Lantang Komp. Rengganis (PLN) RT. 31 / 05 Dkn. Robert Kalalo Efesus Ibu Jublina Makaseti-S Jl. Agung Tunggal Pdt. Nitis P. Harsono
Ibadah Pukul 16:00 wita
Filipi Ibu Marlin H. Hallatu-S GPA Jln. Lumban Gaol Pnt. Freddy Nelwan Kolose Ibu Nova Pongantung-L Regency Cluster D'Valley Blok B D9 No.7 Pnt. Agus Wangkay
NB : Pelkat PKP SP. Kolose Jam 18:00 wita
Tesalonika Ibu Merry Harsono BB Blok F5 No. 6 Pnt. Paulina Kaihena-L Nazaret Ibu Zaenah Malessy-A Korpri Jl. Praja Mukti X, Blok I-E/ 12 Pnt. Damiyati Mantik-N
Sektor Tempat Alamat Pemberita Firman
Galatia Bapak Nico Saroinsong Komplek Alzen Dkn. Prayma Manuputty Efesus Bapak Boyke Tumbelaka Jl. Anyelir Barat Blok K 3 / 15, BB Pnt. Yulianus Rongre
Filipi Bapak Musdiyarso PGRI Blok E1 No. 3 Pnt. Meitha Lumowa-W Kolose Bapak Frans Pondaag Regency, Besakih 12 Blok BM No. 6 Bpk. Dwi Desta Sundhoro Tesalonika Bapak Robert Kalalo B.B Blok P4 No.26 Dkn. Kristin Manurung
5. IBADAH PELKAT GP, SABTU 23 JULI 2016, 17:00 WITA
6. IBADAH PELKAT PKP SE-MUPEL KALTIM I
Dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Juli 2016, pukul 10.00 wita, di GPIB Imanuel Balikpapan, Pemberita Firman : Pdt. Febry Ch. Parimo-R.
7. IBADAH PELKAT GP SE-MUPEL KALTIM I
Dilaksanakan pada hari Minggu, 31 Juli 2016, pukul 12.00 wita, di GPIB Marantha Balikpapan, Pemberita Firman : Pdt. Johan Karel Iroth.
1. RAPAT PHMJ
Akan dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Juli 2016, pukul 19:00 di R. Konsistori.
2. SIDANG MAJELIS JEMAAT TRIWULAN I 2016—2017
Akan dilaksanakanpada hari Selasa, 19 Juli 2016 pukul 18.30 wita di Ruang Eklesia. Mengundang seluruh Presbiter dan BPPJ
3. NO TELEPON PENDETA JEMAAT
Diberitahukan kepada warga jemaat No telepon Pendeta Jemaat GPIB Jemaat Bukit Benuas Pdt. Jemmy M. Kansil : 081258322283.
4. PRESBITER TIDAK BERADA DI TEMPAT
5. A. DATA KEHADIRAN JEMAAT DALAM IBADAH MINGGU TGL 10 Juli 2016
No. Nama Tanggal Sektor Pelayanan
1 Dkn. Evie Raturandang-N 7 Juli– Agustus’16 Galatia
2 Dkn. Meity Luntungan-R 23 Juni-17 Juli’16 Efesus
3 Pnt. Yuniyanto 15-22 Juli’16 Efesus
Jemaat Gereja Bukit Benuas Pukul 06.00 wita Gereja Bukit Benuas Pukul 09.00 wita Gereja Bukit Benuas Pukul 18.00 wita Jumlah
Pria 54 102 66 222
Wanita 58 139 67 264
Anak 6 218 18 242
Jumlah 118 459 151 728
Sektor Tempat Alamat Pemberita Firman
Galatia, Efesus, Filipi, Kolose,
B. DATA KEHADIRAN JEMAAT DALAM IBADAH KATEGORIAL DAN IBADAH KELUARGA ,TANGGAL 17-23 Juli 2016
C. DATA KEHADIRAN JEMAAT DALAM IBADAH PELKAT PA,PT, 10 Juli 2016
Catatan : IKTA = Informasi Kehadiran Tidak Ada
6. JADWAL KUNJUNGAN RUTIN PENDETA PADA BULAN JULI 2016
Mohon bantuan dan koordinasi dari Koordinator Sektor Pelayanan yang bersangkutan untuk menghubungi Pdt. Nitis P. Harsono (No. Telp. : 081331953636) atau Sekretaris 1 PHMJ - Pnt. Paulina Kaihena-L (No. Telp : 08125897217) untuk pengaturan waktu dan nama keluarga yang akan dikunjungi.
7. UCAPAN SELAMAT HARI KELAHIRAN dan PERKAWINAN
Majelis Jemaat dan seluruh warga Jemaat GPIB Bukit Benuas Balikpapan mengucapkan Selamat hari Kelahiran dan Hari Perkawinan bagi warga Jemaat “Bukit Benuas,” dari tanggal 17-23 Juli 2016 Tuhan Yesus memberkati.
Pelkat PELAYANAN ANAK P. TERUNA
Kelas BATITA AB/TK AK AT EKA DWI
GABUNGAN
SEKTOR PKB PKP Ibadah Keluarga GP PKLU Doa Subuh
GABUNGAN - - - - - Galatia Efesus Filipi Kolose Tesalonika Nazaret
No. Hari Tanggal Sektor Pelayanan Pelayan
01 Selasa 19 Juli 2016
02 Jumat 22 Juli 2016
HARI KELAHIRAN di BULAN JULI 2016
SEKTOR TGL NAMA
Galatia
18 Sdr Helena Meita Stella Mangindaan
19 Ibu Elsje Juliana Lapian-T
20 Bapak Benny B. Raturandang
21 Ibu Gessy Adet Lusiana Tambunan-S
Efesus
17 Adik Frederikson Domaha
17 Ibu Rita Virianata
18 Sdr. Yus Rompas
19 Ibu Jubiyana Makaseti-S 19 Sdr. Debrina I. F. Welan
1. KEBUTUHAN PEKERJAAN SIRING
Dalam rangka pekerjaan perbaikan siring halaman gereja dengan pancang bore pile dan pembuatan tanam serta pagarnya, dibutuhkan maksimal :
Pasir palu
Batu cor pecah 2x1
Dibuka kesempatan bagi warga jemaat yang berkenan menyumbang untuk kebutuhan tersebut diatas. Sumbangan dapat langsung dibawa ke gereja atau me-nghubungi Bpk. Longkutoy (081257758358) atau Bpk. Freddy Nelwan (08195550917). Atas bantu-annya diucapkan terima kasih, Tuhan Yesus Memberkati.
“Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan dan oleh
perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.” Yakobus 2 : 2 Filipi
18 Sdr. Moren Pricilia Tiwouw 19 Bapak Bernad Mandagie 21 Adik Sean Keysa Yuliana Tumewu 23 Bapak Jefry Franky Rompas
Kolose 19 Ibu Damiyati Mantik-N 23 Ibu Editrudis Wongkar-D
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Mazmur 139:13
Tesalonika
18 Sdr. Dyan E. Wakkary
20 Ibu Aslina Sitorus-M
22 Bapak Bona Christopher Sitorus
22 Adik Nicole Madeline Prayer
23 Bapak Willem Sahilatua
Nazaret 20 Ibu Julika M. Siallagan-S
HARI PERKAWINAN BULAN Juli 2016
SEKTOR TGL NAMA
Galatia 22 MARCUS - KARUNDENG
Filipi 17 LAHAMADI - KANINE
Kolose 22 MANTIK - NIKAE
HARI KELAHIRAN di BULAN JULI 2016
SEKTOR TGL NAMA
Efesus
21 Bapak Yulianus Rongre
21 Sdr. Esther J. Rumambi
21 Adik Benyamin A. H. Wayong
23 Bapak Thony Raimond Corputty
23 Sdr. Grace Inriani Rongre
2. a. UCAPAN TERIMA KASIH
Majelis jemaat GPIB Bukit Benuas menyampaikan terima kasih kepada Kel. NN (SP. Nazaret) yang telah menyumbang 1 unit AC LG 2 PK, untuk gedung IMPA. Tuhan Yesus Memberkati. Kebutuhan AC di gedung pertemuan adalah 8 unit 2 PK merk Panasonic. Dibuka kesempatan partisipasi warga jemaat yang berkenan. Siapa Menyusul ?
b. UCAPAN TERIMA KASIH
Majelis Jemaat GPIB Bukit Benuas menyampaikan terimakasih kepada warga jemaat yang sudah menyumbang untuk rumah Pendeta Jemaat (Pastori 2) GPIB Bukit Benuas. Terimakasih atas pemberian Bapak/Ibu/Sdr. Tuhan Yesus member-kati. Siapa yang menyusul ………….
Yang masih diperlukan :
1. Meja Setrika 2. Jemuran pakaian 3. Kulkas
4. TV + Rak TV
5. Jam dinding (3 buah) 6. AC
7. Spray ukuran 1.60 cm x 2 cm c. UCAPAN TERIMA KASIH
Dalam ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja dan Sumber Berkat, Majelis Jemaat mengucapkan terima kasih kepada Warga Jemaat atas Persembahan Persepuluhan, Persembahan Pengucapan Syukur, Persembahan Penunjang Program. Tuhan Yesus memberkati.
No. Nama Penyumbang No. Nama Penyumbang
1 Kel. Sompie-Kotambunan (SP. Nazaret) 9 Kel. NN (SP. Tesalonika) 2 Kel. Pinontoan-Raintung (SP. Kolose) 10 Kel. NN (SP. Nazaret) 3 Kel. Saisab-Lapian (SP. Nazaret) 11 Kel. Sambeth-Maleke (SP.
Filipi)
4 Kel. Manolong-Rumopa (SP. Filipi) 12 Kel. Walangare-Langi (SP. Nazaret)
5 Kel. Dibyanto-Ranti (SP. Kolose) 13 Kel. Yose-Mardiana (SP. Ko-lose)
6 Kel. NN (SP. Kolose) 14 Kel. NN (SP. Nazaret)
7 Kel. NN (Galatia) 15 Kel. Mantik-Nikae (SP.
Ko-lose)
8 Kel. Wakkary (SP. Tesalonika) 16 Kel. Tombeng-Mogot (SP. Ga-latia)
3. WARTA KEUANGAN
Warta Keuangan Majelis Jemaat dapat dibaca pada halaman 14 - 18
Majelis Jemaat “ BUKIT BENUAS” BALIKPAPAN
Diaken Bobby RE. Kalalo Penatua Damiyati Mantik-Nikae Ketua 5 Sekretaris
Majelis Jemaat “Bukit Benuas” Balikpapan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam Warta Jemaat terdapat kesalahan penulisan nama/tempat/waktu/dll.
Pesan Dewan PKB, dalam mengingat rayakan ulang tahun yang ke 35
Keadaan Ekonomi Global yang sedang lesu dan mengalami perlambatan pertumbuhan membawa dampak negatif bagi pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
Saat ini banyak sekali Perusahaan yang sedang bertahan hidup dengan melakukan pelbagai program pengetatan biaya, penghematan, pemotongan anggaran dan bahkan sampai pengurangan pegawai. Di sisi lain dengan masuknya tahun ajaran baru, maka keperluan biaya bagi anak-anak untuk masuk sekolah maupun universitas tetap harus dipenuhi. Masalahnya, tekanan dan kesulitan yang datang sering kali membuat kita hanya mengandalkan kekuatan sendiri. Bahkan tidak jarang dengan menghalalkan segala cara guna mengatasi beban masalah yang dialami.
"Takutlah akan TUHAN hai orang-orang Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan DIA". Demikian Firman Tuhan yang terambil dari Mazmur 34 : 10.
Mari kita renungkan kembali Mars PKB bait yang kedua :
"Dalam setiap pergumulan dan setiap cobaan, Berpegang hanya pada TUHAN pertolongan-Nya tetap" (Dinyanyikan).
Kita harus mendahulukan Tuhan dalam setiap tindakan dan perbuatan, agar kita beroleh kebahagiaan yang sejati. Walaupun terjadi perubahan dan pergeseran dalam tata cara berbisnis serta perkembangan teknologi yang bergerak secara eksponensial dan juga perubahan regulasi dari Pemerintah kita diingatkan kembali bahwa kita mempunyai TUHAN YESUS yang TIDAK PERNAH BERUBAH.
Dalam mensyukuri pencapaian Usia yang ke 35, Persekutuan Kaum Bapak sebagai salah satu Sumber Daya Insani GPIB dan sebagai seorang ayah harus menjadi inspirator dan motivator bagi keluarga; yaitu bagi istri dan anak dalam menghadirkan damai sejahtera.
Keteladanan adalah alat komunikasi dan pemotivasi yang efektif bagi anak anak dan generasi penerus. Persekutuan Kaum Bapak merupakan Unit misioner yang tersebar dari Sabang sampai Pulau Buton dan dari Nunukan Kaltara sampai Pulau Bali merupakan satu komunitas yang mempunyai potensi Sumber Daya Insani sangat besar. Melalui kekuatan Networking kita dapat membangun Persekutuan yang Tangguh dan Luwes untuk bersama sama melayani, menjadikan hal ini sangat relevan dengan Sub tema Dewan PKB di tahun 2016/2017 yaitu Bapak sebagai Penggerak pembangunan jejaring pelayanan di Masyarakat.
Akhir kata, jadilah figur bapak sesuai rancangan Tuhan sesuai Mazmur 128 . Jadilah SUAMI (Semua hanya Untuk Anak Maupun Istri) yang takut TUHAN Dirgahayu PKB !!
Yell PKB:
PKB !!! Maju Terus. !!!
Pelayanan !!! Tangguh dan Luwes !!!
Dewan PKB 2015 - 2020 :
Michael Roring, Bambang Riyono Widjaja, Victori Saetakela, Erino Teofani, Michael Kirangen, Ronny Pangemanan, Markus Hallatu.
Pojok Bina Warga Jemaat Membina Jemaat Misioner (3)
Beberapa Faktor yang Mendukung Faktor Kepemimpinan
Menurut Maitimoe, salah satu kekuatan yang sangat berpengaruh dalam membina jemaat yang misioner adalah kepemimpinan. Ia mengemukakan lima golongan pemimpin berdasarkan fungsinya (bukan jabatan formal) yang terdapat di dalam jemaat missioner.
1. Golongan 1
Para pemimpin dalam golongan ini adalah mereka yang tidak diberi tunjangan keuangan gereja, namun aktif berkecimpung dalam bermacam-macam kegiatan gerejawi. Biasanya mereka adalah : anggota majelis, guru sekolah minggu, pengurus kaum ibu/bapak/ pemuda, pemimpin paduan suara, pembina kelompok pendalaman alkitab dan persekutuan doa, komisi-komisi dan panitia-panitia. Pemimpin di golongan ini baik untuk dikembangkan kualitasnya, sebab mereka langsung berhubungan dengan warga gereja. 2. Golongan 2
Para pemimpin ini juga tidak menerima tunjangan keuangan gereja. Mereka berkecimpung dalam bermacam-macam kegiatan di tengah masyarakat. Bahkan tak jarang secara pribadi mengadakan percakapan penggembalaan, bimbingan rohani, penginjilan, mengarahkan pandangan hidup, melakukan percakapan lintas agama. Mereka juga aktif dalam pembangunan masyarakat. Mereka ini misalnya: pegawai negeri sipil, pegawai swasta, buruh, guru, mahasiswa, TNI-POLRI, pengusaha, pedagang, petani, nelayan. Golongan ini, sangat perlu dilipatgandakan dan dikembangkan melalui pembinaan oleh jemaat agar semakin baik dalam menunaikan tugas misi gereja.
3. Golongan 3
Yang termasuk kelompok ini adalah baik pejabat gereja yang diberi tunjangan keuangan oleh gereja ataupun yang tidak. Mereka adalah pemimpin kelompok jemaat yang terdiri dari 5-10 keluarga atau lebih, yang ada di lingkungan pemukiman, lingkungan pekerjaan, di ka-langan tuna wisma, di kompleks industri, di tempat transmigrasi, di dalam asrama TNI-POLRI, di kampus universitas, dll. Pertumbuhan gereja-gereja besar selalu dimulai dengan proses kelompok-kelompok kecil seperti ini. Golongan ini perlu diperbanyak karena mereka dapat merintis dan membina kelompok-kelompok Kristen baru.
4. Golongan 4
Apabila jemaat-jemaat yang semula kelompok kecil berkembang menjadi besar maka dibutuhkan golongan ini, yaitu pendeta atau pun non-pendeta yang menjabat tenaga gerejawi secara penuh waktu. Golongan ini dapat bertugas baik di majelis jemaat, majelis sinode, badan pekerja klasis, badan pekerja di lembaga oikumene, dll. Golongan ini di-harapkan berpendidikan akademis untuk mendukung fungsi kepemimpinannya (akan diba-has lebih lanjut di bawah).
5. Golongan 5
Golongan ini merupakan pemimpin taraf nasional dan internasional, baik dalam gereja maupun dalam masyarakat. Mereka menghubungkan dan mewakili Gereja Tuhan di seluruh dunia.
Dari kelima golongan pemimpin yang ada di dalam jemaat, ada jenjang skala prioritas go-longan untuk membina jemaat yang misioner. Menurut Maitimoe, jika terlalu menekankan pembinaan warga gereja kepada pemimpin-pemimpin dari golongan 1, 4,dan 5 (fungsionaris pelayanan jemaat/gereja) maka gereja cenderung berorientasi pada kepentingan kelembagaan gereja dan sebaliknya kurang berorientasi pada misi warga gereja di tengah dunia. Jemaat yang demikian terjebak dalam struktur parokial yang justru menjadi penyebab mengapa jemaat-jemaat statis dan terlalu sering mengalami percekcokan internal. Maitimoe juga mengungkapkan bahwa kepesatan dan kelancaran membina jemaat yang misioner tidak terutama pada pengembangan jumlah pemimpin-pemimpin golongan 1, 4 dan 5, melainkan golongan 2 dan 3. Oleh sebab itu golongan 2 dan 3 harus lebih besar secara jumlah. Hal ini selaras dengan apa yang dikemukakan dalam I Kor. 12:12-30 dan Ef.4:11-16, di mana gereja memperoleh sarana, tenaga, daya dan dana untuk menjangkau ke dalam dunia dari para pemimpin golongan 2 dan 3. Kis. 6:1-7 menunjukkan pada kita bahwa Roh Kudus membina jemaat Kristen pertama dengan melipatgandakan pemimpin golongan 2 dan 3, yang pekerjaannya dilakukan di kalangan lapisan sosial yang rendah dan miskin dengan cara "melayani meja". Dengan cara itu, justru Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid makin bertambah banyak. Maitimoe pun mengingatkan prinsip yang sangat fundamental dalam membina jemaat misioner, yaitu gereja membangun, membina, dan bertumbuh karena dan melalui warganya dan tidak karena atau melalui pemimpinnya, yang dalam hal ini pendetanya (Ef.4:12). Tugas pokok pendeta, selain sebagai gembala jemaat, adalah untuk: (a) melatih, memperlengkapi warga gereja untuk menjadi saksi dan pelayan yang berdaya guna sesuai dengan pedoman dalam firman Tuhan Ef. 4:11-16, (b) melipatgandakan dalam jumlah besar-besaran pemimpin-pemimpin dari golongan 1,2,3. Tugas ini didukung pendidikan akademik yang ia terima.
Memahami Dinamika Kependudukan dan Masyarakat
Hal selanjutnya yang dapat mendukung upaya membina jemaat yang misioner ialah me-mahami dinamika kependudukan dan masyarakat. Di dalam masyarakat kita dapat menemukan setidaknya dua kelompok berdasarkan respon mereka terhadap Injil. Pertama, kelompok yang bersifat terbuka dan bersedia menyambut Injil. Kedua, kelompok yang bersifat menutup diri dan menolak Injil.Menurut Maitimoe, gereja hendaknya pandai-pandai membaca tanda-tanda zaman (Luk. 12:54-59; 21:29-33) dan bergerak dengan cepat tepat untuk “menuai ladang yang telah menguning”, yakni kelompok masyara-kat yang terbuka menerima Injil. Untuk dapat melayani kelompok yang terbuka ini, harus : a) terus menerus melakukan pemuridan,
b) terus menerus menyempurnakan dan memupuk kedewasaan iman jemaat untuk turut ambil bagian dalam membangun tubuh Kristus (melalui pendidikan dan pembinaan), c) terus menerus evaluasi diri dan pengembangan, d) menyebarkan Alkitab dan mendayagunakannya dengan bahan Persekutuan Pembaca Alkitab (PPA), e) memanfaatkan sarana media seperti buku dan radio, f) membina golongan 2 dan 3 dalam keterampilan mengorganisasi dan mengarahkan masyarakat.
Pendekatan Pemuridan yang Efektif
Pendekatan pemuridan juga dapat mendukung upaya membina jemaat yang misioner. Ada dua pola pemuridan yang dikemukakan Maitimoe. Pertama, pola pertobatan pribadi. Pola ini masih relevan sampai sekarang. Meskipun demikian, sering kali terjadi salah paham yang menyebab-kan pendekatan ini kerap kontraprduktif. Orang Kristen sering berpandangan bahwa pendekatan yang sesuai dengan Perjanjian Baru adalah menobatkan tiap-tiap pribadi, menjadikannya Kristen dan hal itu selalu harus diikuti putus hubungan dengan keluarga dan lingkungan sosial atau melawan adat sendiri.
Ada pendekatan kedua yang dampaknya cukup besar dan positif, yaitu pola dinamika ling-kungan masyarakat. Pola ini merupakan gerakan dari atau di dalam suatu masyarakat atau kelompok, meliputi 5-10 atau 100 keluarga, bahkan satu kampung bersama-sama. Di Indone-sia hal ini terjadi misalnya pada suku Dani (Papua),sebagian penduduk di Serawai, Sumatera Selatan, Riau Kepulauan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Tana Karo, Jawa Ten-gah,Jawa Timur, Soe, dsb. Mereka dalam jumlah besar memutuskan menjadi murid Kristus. Maitimoe mencatat bahwa yang menonjol dalam semua gerakan itu adalah keputusan warga untuk mengikut Kristus selalu didahului pewartaan firman Tuhan dengan cara apapun juga. Proses persiapan ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Pada satu masa, mereka sendirilah ysng mengadakan musyawarah sampai matang dan mengambil keputusan menerima baptisan. Pendekatan ini justru lebih “ramah lingkungan”, minim gejolak penolakan dan lebih menghargai keputusan pribadi maupun kelompok yang kepa-danya Injil diberitakan. Pendekatan dinamika masyarakat juga sangat menolong untuk membina jemaat yang misioner karena masyarakat tetap tinggal-utuh dan lebih stabil untuk melaksanakan pembinaan jemaat.
Apapun pendekatan pemuridan yang dilakukan, Maitimoe menekankan bahwa tetap dibutuhkan pembinaan terus menerus. Jangan sampai satu pribadi atau kelompok hanya “di-Kristen-kan” namun tidak dibina kepada kedewasaan iman. Tanpa pembinaan, seseorang atau pribadi hanya memiliki identitas formal keagamaan sebagai Kristen, namun tidak berdampak bagi masyarakat. Jika demikian maka pembinaan jemaat yang misioner justru macet. (Bersambung…) [] Vik. Boydo Hutagalung