PENILAIAN RISIKO
DAN
RENCANA TINDAK PENGENDALIAN
KEGIATAN UTAMA
TAHUN 2017
PUSAT PENELITIAN BIOMATERIAL – LIPI
CIBINONG
▸ Baca selengkapnya: rencana pemanfaatan hasil penilaian
(2)KATA PENGANTAR
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pasal 2 menyatakan bahwa untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan. Sebagai salah satu bagian dari lembaga pemerintah, maka Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI berkewajiban menyelenggarakan SPIP sesuai pedoman yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut dari Sosialisasi dan Bimbingan Teknis yang difasilitasi oleh Inspektorat dengan narasumber Staf Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI menyusun dokumen Penilaian Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian (RTP) kegiatan utama (core business), yaitu kegiatan Penelitian Biomaterial. Dokumen RTP ini pada intinya berisi rencana perbaikan pengendalian atas kelemahan lingkungan pengendalian berdasarkan hasil penilaian risiko yang ada.
Dokumen Penilaian Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian yang disusun ini masih jauh dari sempurna. Namun demikian, dengan adanya dokumen ini diharapkan seluruh pimpinan dan pegawai pada Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI dapat lebih memahami kelemahan pengendaian yang sudah ada serta mempunyai komitmen yang kuat untuk melaksanakan dan mengimplementasikan rencana tindakan perbaikan pengendalian yang telah disusun. Dengan demikian, tugas dan fungsi Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI dapat dilaksanakan dengan lebih efektif, sehingga visi dan misinya dapat tercapai.
Cibinong, September 2017
Kepala Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii DAFTAR TABEL ... iv DAFTAR GAMBAR ... v DAFTAR LAMPIRAN ... vi BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Dasar Hukum ... 1 1.3 Tujuan ... 2 1.4 Manfaat. ... 2 1.5 Ruang Lingkup ... 2
BAB II GAMBARAN UMUM PUSAT PENELITIAN BIOMATERIAL - LIPI ... 3
2.1 Tugas dan Fungsi ... 3
2.2 Struktur Organisasi Pusat Penelitian Biomaterial ...4
2.3 Visi, Misi dan Arah Kebijakan Strategis. ... 5
2.3.1 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis LIPI ... 6
2.3.2 Kebijakan ... 8
2.3.3 Strategi dan Kebijakan Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI ... 10
2.4 Kegiatan Utama ... 11
2.4.1 Program Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI ... 12
2.4.2 Layanan Publik Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI ... 12
2.4.3 Reformasi Birokrasi Puslit Biomaterial - LIPI ... 13
BAB III GAMBARAN UMUM PENYELENGGARAAN SPIP (UNIT KERJA)... 16
3.1 Tujuan SPIP ... 16
BAB IV PENILAIAN RISIKO DAN RENCANA TINDAK PENGENDALIAN
PENYELENGGARAAN KEGIATAN PENELITIAN BIOMATERIAL ... 18
4.1 Penilaian Risiko pada Tingkat Kegiatan Utama ... 18
4.1.1 Uraian dan Tujuan Kegiatan ... 18
4.1.2 Identifikasi Risiko ... 18
4.1.3 Analisis Risiko ... 22
4.1.4 Peta Risiko ... 27
4.1.5 Prioritas Penanganan Risiko ... 28
4.2 Rencana Tindak Pengendalian ... 28
4.3 Rancangan Informasi dan Komunikasi ... 31
4.4 Rancangan Pemantauan ... 34
BAB V PENUTUP ... 35
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Kegiatan Utama Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI ... 18
Tabel 2 Identifikasi risiko kegiatan Penelitian Biomaterial ... 19
Tabel 3 Skor hasil penilaian risiko kegiatan Penelitian Biomaterial ... 23
Tabel 4 Kategori Risiko Penelitian Biomaterial ... 27
Tabel 5 Rencana tindak pengendalian risiko kategori “sedang” ... 29
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Struktur organisasi Pusat Penelitian Biomaterial ...4 Gambar 2 Peta risiko kegiatan Penelitian Biomaterial ...28
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Identifikasi Tujuan Strategis Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI 35 Lampiran 2 Analisis Risiko Kegiatan Penelitian Biomaterial 37 Lampiran 3 Kuesioner Penilaian Risiko Kegiatan Penelitian Biomaterial 41 Lampiran 4 Kertas Kerja Pengisian Skala Kemungkinan dan Skala Dampak 42 Lampiran 5 Rencana Tindak Pengendalian Risiko Kegiatan Penelitian
Biomaterial
43
Lampiran 6 Informasi dan Komunikasi serta Pemantauan Rencana Tindak Pengendalian Risiko Kegiatan Penelitian Biomaterial
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa untuk mencapai pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota, termasuk kepala (unit kerja), wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan. Dalam rangka pelaksanaan penyelenggaraan SPIP, maka sebagai langkah awal, Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI menyusun Rencana Tindak Pengendalian yang berisi rencana perbaikan lingkungan pengendalian maupun rencana tindakan perbaikan pengendalian dalam rangka melaksanakan penyelenggaraan SPIP yang efektif dan efisien.
Rencana Tindak Pengendalian adalah rancangan perbaikan pengendalian yang dilakukan melalui proses pengintegrasian antar unsur SPIP dan pengaturan langkah-langkah yang dilaksanakan dalam mengembangkan setiap unsur sebagai bentuk konkret penyelenggaraan SPIP.
Rencana tindak pengendalian ini diharapkan dapat memberikan arah penyelenggaraan SPIP di lingkungan unit kerja, dan menjadi komitmen terutama bagi pimpinan dalam rangka perbaikan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
1.2 Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. 2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2005 Tentang Standar Akuntansi
Pemerintah.
3. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan dan Tanggung jawab Pengelolaan Keuangan Negara.
4. UU tentang Unit Kerja
5. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku di LIPI.
7. Keputusan Presiden Nomor 04 Tahun 2013 tentang Lembaga Pemerintah Non Kementerian.
8. Peraturan Kepala LIPI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
1.3 Tujuan
Penilaian Risiko dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko atas proses bisnis pada kegiatan utama di Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI, yaitu kegiatan penelitian. Rencana Tindak Pengendalian (RTP) disusun untuk penguatan SPIP baik dalam hal pembangunan lingkungan pengendalian maupun infrastruktur kebijakan pengendalian yang akan dilaksanakan oleh pimpinan dan para pegawai di lingkungan Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI.
1.4 Manfaat
Manfaat penyusunan Penilaian Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian (RTP) adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui risiko yang ada dalam setiap proses bisnis pada kegiatan utama pada Unit Kerja;
b. Memberikan arah dalam pengembangan SPIP secara menyeluruh, sehingga tercipta keterpaduan antara sub-sub unsur SPIP dan lingkungan pengendalian dalam melaksanakan aktivitas dan kegiatan utama di Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI;
c. Menjadi dasar dalam membangun infrastruktur pengendalian sebagai bagian dari penyelenggaraan SPIP;
d. Menjadi dokumentasi dalam penyelenggaraan SPIP dan pengukuran kemajuan penyelenggaraan SPIP;
1.5 Ruang Lingkup
Ruang lingkup Penilaian Risiko dan RTP yang disusun adalah kegiatan utama Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI, yaitu kegiatan Penelitian Biomaterial.
BAB II
GAMBARAN UMUM PUSAT PENELITIAN BIOMATERIAL - LIPI
2.1 Tugas dan Fungsi
Berdasarkan Peraturan Kepala LIPI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja LIPI serta Keputusan Kepala LIPI Nomor 648a/M/2014 tentang Nomenklatur Satuan Kerja di Lingkungan LIPI, maka UPT Balai Penelitian Pengembangan Biomaterial-LIPI yang awalnya berstatus Eselon III ditingkatkan statusnya menjadi Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI yang berstatus Eselon II dan berada di bawah koordinasi Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH). Oleh karena itu, tugas dan fungsi yang dilakukan merupakan implementasi dari kebijakan yang telah dirumuskan oleh Kedeputian IPH, yaitu pelaksanaan di bidang penelitian ilmu pengetahuan hayati. Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI dibentuk dalam rangka pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam Hayati (SDAH) secara lestari dan maksimal dengan menciptakan produk-produk substitusi unggulan yang diolah dari bahan baku alternatif melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang), serta komersialisasi pada dunia usaha/industri.
Tugas Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI adalah melakukan penelitian pengembangan material unggul dan strategis dari bahan alam hayati dalam upaya meningkatkan nilai tambah, mencari bahan baku alternatif, mengembangkan proses ramah lingkungan serta melakukan kerjasama dengan pihak pengguna dalam rangka penerapan dan komersialisasi produk/proses hasil litbang biomaterial.
Dalam melaksanakan tugas tersebut, Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI menyelenggarakan fungsi:
1. Penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program penelitian di bidang biomaterial.
2. Penelitian di bidang biomaterial, yaitu pelaksanaan litbang material unggul dan strategis dari bahan alam hayati dalam upaya meningkatkan nilai tambah, mencari bahan baku alternatif, mengembangkan proses ramah lingkungan serta melakukan kerjasama dengan pihak pengguna dalam rangka penerapan dan komersialisasi produk/proses hasil litbang biomaterial.
4. Pelaksanaan urusan tata usaha.
2.2 Struktur Organisasi
Struktur organisasi Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI terdiri dari Kepala Pusat Penelitian (Eselon II), dibantu oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Eselon III) dan Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian (Eselon III) serta Kelompok Jabatan Fungsional (Gambar 1).
Gambar 1. Struktur organisasi Pusat Penelitian Biomaterial
Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha dengan menyelenggarakan fungsi pelaksaanan urusan keuangan, pelaksanaan urusan kepegawaian, dan pelaksanaan urusan umum. melakukan urusan kepegawaian. Untuk membantu tugas tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha dibantu oleh Kepala Subbag Keuangan (Eselon IV) dan Kepala Subbag Kepegawaian dan Umum (Eselon IV). Subbagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan keuangan. Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, pemeliharaan sarana penelitian, persuratan, kearsipan, pengelolaan perlengkapan, inventarisasi barang milik negara, dan rumah tangga.
Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dokumentasi, data dan hasil-hasil penelitian, hak kekayaan intelektual dan sistem informasi, serta penyiapan penyusunan rencana strategis diseminasi, pelayanan jasa, implementasi, komersialisasi dan promosi hasil penelitian di bidang biomaterial. Dalam melaksanakan tugas, Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian menyelenggarakan fungsi: (a)
Kabag Tata Usaha Kepala Puslit Kabid Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian KaSubbag Kepegawaian danUmum KaSubbag Keuangan KaSubbid Pengelolaan Hasil Penelitian KaSubbid Diseminasi dan Kerja Sama
pengelolaan dokumentasi, data dan hasil-hasil penelitian, hak kekayaan intelektual dan sistem informasi; dan (b) penyiapan penyusunan bahan rencana strategis diseminasi, pelayanan jasa, implementasi, komersialisasi dan promosi hasil penelitian. Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian dibantu oleh Kepala Subbid Pengelolaan Hasil Penelitian (Eselon IV) dan Kepala Subbid Diseminasi dan Kerja Sama (Eselon IV). Subbidang Pengelolaan Hasil Penelitian mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi, data dan hasil-hasil penelitian, hak kekayaan intelektual dan sistem informasi penelitian di bidang biomaterial. Subbidang Diseminasi dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana strategis diseminasi, pelayanan jasa, implementasi, komersialisasi dan promosi hasil penelitian di bidang biomaterial.
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari jabatan fungsional peneliti dan jabatan fungsional lainnya (Humas, Perencana, Arsiparis dan Pranata Komputer). Selain itu juga dibentuk Tim Perencanaan, Monitoring, dan Evaluasi (PME) yang ditunjuk oleh Kepala Pusat Penelitian dengan tugas membantu tugas-tugas Kepala Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI.
Kelompok Jabatan Fungsional di Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI terbagi dalam 3 Kelompok Penelitian berdasarkan bidang keahlian dan tugasnya, serta masing-masing dikoordinasi oleh seorang fungsional Peneliti dengan jabatan minimal Peneliti Madya sebagai Ketua Kelti, yaitu:
1. Kelompok Penelitian Rekayasa Biokomposit dan Ekostruktur.
2. Kelompok Penelitian Teknologi Proses Biomassa dan Bioremediasi. 3. Kelompok Penelitian Pengendalian Hama Pemukiman dan Pertanian.
2.3 Visi, Misi dan Arah Kebijakan Strategis
LIPI menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan, pelayanan jasa dan pembinaan perkembangan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang efisien, efektif, dan berkualitas untuk dapat menjawab permasalahan-permasalahan pembangunan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diembannya. Untuk melaksanakan tugas tersebut, diperlukan peningkatan dan pengelolaan berbagai sumber daya. Bertitik tolak berbagai hal tersebut, LIPI menyusun Rencana Strategis 2015–2019, yang berisi rencana program penelitian
kebijakan anggaran serta kebijakan investasi strategis. Rencana-rencana tersebut disusun dengan memperhatikan keterkaitannya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015–2019 dan juga kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional serta Visi dan Misi dan tujuan strategis LIPI dan juga kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.
2.3.1 Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Strategis LIPI a. Visi
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) 2005-2025 menyatakan bahwa visi pembangunan nasional adalah “Menuju Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan
makmur”. Pemerintahan baru di bawah Presiden RI Joko Widodo menetapkan visi
ke depan adalah “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan
berkepribadian berlandaskan gotong-royong”. Sedangkan visi jangka panjang LIPI
adalah “Menjadi lembaga ilmu pengetahuan berkelas dunia yang mendorong
terwujudnya kehidupan bangsa yang adil, makmur, cerdas, kreatif, integratif, dan dinamis yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang humanis”.
Dalam Renstra 2015-2019, LIPI menetapkan Visi, yaitu “Menjadi lembaga ilmu
pengetahuan berkelas dunia dalam penelitian, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan daya saing bangsa”.
Pusat Penelitian Biomaterial mengacu kepada Visi LIPI dengan berupaya menjadi pusat penelitian terdepan dalam penelitian dan pengembangan biomaterial dan mitra strategis sektor industri dalam menghadapi persaingan global.
b. Misi
LIPI menetapkan 4 (empat) misi, yaitu:
1) Menciptakan invensi ilmu pengetahuan yang dapat mendorong inovasi dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi bangsa;
2) Mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk konservasi dan pemanfaatan Sumber Daya berkelanjutan;
3) Meningkatkan pengakuan internasional dalam bidang ilmu pengetahuan; 4) Meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui aktivitas ilmiah.
Pusat Penelitian Biomaterial mengacu kepada Misi LIPI dengan melaksanakan penelitian dan pengembangan material unggul dan strategis dari bahan alam hayati dalam upaya meningkatkan nilai tambah, mencari bahan baku alternatif, mengembangkan proses ramah lingkungan dan melakukan kerjasama dengan pihak pengguna dalam rangka penerapan hasil penelitian dan pengembangan.
c. Tujuan dan Sasaran Strategis
Tujuan yang merupakan penjabaran visi LIPI, yang juga menjadi acuan tujuan Pusat Penelitian Biomaterial, adalah sebagai berikut:
1) Peningkatan temuan, terobosan dan pembaharuan ilmu pengetahuan serta pemanfatannya dalam mewujudkan daya saing bangsa;
2) Peningkatan nilai tambah dan kelestarian Sumber Daya Indonesia;
3) Peningkatan posisi dan citra Indonesia di komunitas global dalam bidang ilmu pengetahuan;
4) Peningkatan budaya ilmiah masyarakat Indonesia; 5) Pelaksanaan dukungan manajemen.
Sasaran Strategis LIPI yang tercantum dalam Renstra LIPI 2017-2019 adalah sebagai berikut:
1. Sasaran strategis yang ingin dicapai dalam mewujudkan tujuan “Peningkatan
temuan, terobosan dan pembaharuan ilmu pengetahuan serta
pemanfatannya dalam mewujudkan daya saing bangsa” adalah:
Meningkatnya kontribusi LIPI terhadap daya saing bangsa berbasis hasil penelitian, diukur dari: (1) Jumlah hasil penelitian dan HKI yang dimanfaatkan, (2) Jumlah sitasi atas publikasi LIPI, (3) Jumlah STP/TP yang termanfaatkan, (4) Jumlah pengguna jasa LIPI.
Meningkatnya kontribusi LIPI terhadap daya saing industri, diukur dari: (1) Jumlah lisensi teknologi, (2) Jumlah kerja sama dengan industri.
Meningkatnya kebijakan berbasis hasil penelitian, diukur dari Jumlah policy
paper/rekomendasi kebijakan/keputusan yang dimanfaatkan.
Meningkatnya peran LIPI dalam mendukung riset nasional, diukur dari Jumlah institusi eksternal yang memanfaatkan infrastruktur riset LIPI. 2. Sasaran strategis yang ingin dicapai dalam mewujudkan tujuan “Peningkatan
Meningkatnya nilai tambah sumber daya dan perlindungan lingkungan, diukur dari: (1) Jumlah kebun raya daerah yang dibuka untuk umum, (2)
Jumlah jenis koleksi yang dimanfaatkan, (3) Jumlah
teknologi/konsep/model/jenis produk bernilai tambah yang dimanfaatkan. 3. Sasaran strategis yang ingin dicapai dalam mewujudkan tujuan “Peningkatan
posisi dan citra Indonesia di komunitas global dalam bidang ilmu pengetahuan” adalah:
Meningkatnya jejaring dan kerjasama ilmiah nasional dan internasional yang berkualitas dan saling menguntungkan, diukur dari: (1) Rasio kerja sama yang terlaksana dibandingkan total Memorandum of Understanding (MoU) yang dibuat, (2) Jumlah posisi strategis yang dijabat dalam organisasi/pertemuan nasional/internasional, (3) Peringkat LIPI di
Webometric.
4. Sasaran strategis yang ingin dicapai dalam mewujudkan tujuan “Peningkatan
budaya ilmiah masyarakat Indonesia” adalah:
Meningkatnya rujukan ilmiah dan informasi iptek yang diakses masyarakat, diukur dari Jumlah peserta pemasyarakatan iptek.
Meningkatnya pengembangan kompetensi SDM penelitian Indonesia, diukur dari: (1) Jumlah peneliti LIPI terindeks global, (2) Peningkatan jumlah peneliti nasional.
5. Sasaran strategis yang ingin dicapai dalam mewujudkan tujuan “Pelaksanaan
dukungan manajemen” adalah:
Terwujudnya tatakelola pemerintahan yang baik, diukur dari Nilai Reformasi Birokrasi, Nilai Laporan Kinerja, dan Opini atas Laporan Keuangan.
Sasaran Strategis LIPI tersebut diturunkan menjadi Indikator Kinerja satuan kerja LIPI termasuk Pusat Penelitian Biomaterial.
2.3.2 Kebijakan
Tugas dan fungsi LIPI dalam membangun iptek di Indonesia adalah mendukung pembangunan berkelanjutan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu LIPI berpedoman pada arah kebijakan dan strategi nasional dan menjaga kesinambungan dengan capaian-capaian kegiatan-kegiatan LIPI dalam pelaksanaaan Renstra 2010-2014 yang telah dievaluasi. Untuk
menuju arah yang sudah ditetapkan tersebut, maka kebijakan LIPI adalah berkontribusi dalam pembangunan nasional berkelanjutan melalui pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan, diseminasi hasil penelitian, dan membangun budaya iptek melalui pemasyarakatan ilmu pengetahuan.
Seluruh kebijakan tersebut diprioritaskan untuk mencapai semua sasaran strategis yang sudah ditetapkan, mencakup:
1. Kegiatan Penelitian difokuskan pada pelaksanaan penelitian yang berdampak
Besar, Signifikan dan Nyata (BSN). Mengacu pada fokus BSN, mengandung makna bahwa setiap hasil penelitian ditujukan untuk memberikan dampak yang luas, melalui terobosan-terobosan bernilai ilmiah tinggi dan dapat nyata dirasakan manfaatnya oleh pemangku kepentingan untuk kesejahteraan rakyat. Kegiatan LIPI diprioritaskan untuk memenuhi target yang diamanatkan dalam RPJMN 2015-2019, terutama program pembangunan iptek dan juga program lintas bidang perubahan iklim.
Adapun strategi yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
1) Melaksanakan kegiatan dalam Program Lintas K/L seperti yang tertuang dalam RPJMN, yaitu pengembangan konservasi tumbuhan Indonesia – Kebun Raya Baru;
2) Melaksanakan kegiatan Penelitian Unggulan, yang bercirikan pendekatan inter dan multi disiplin serta berorientasi pada penyelesaian persoalan (problem solving). Kegiatan ini terdiri dari: (i) Kegiatan Penelitian Unggulan LIPI, yang dilaksanakan secara lintas kedeputian dan (ii) Kegiatan Prioritas Kedeputian, yang dilaksanakan secara lintas satuan kerja;
3) Melaksanakan kegiatan Penelitian Penguatan Kompetensi, yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi inti satuan kerja dan LIPI, terutama dalam menjalankan amanat RPJMN 2015-2019 yang diemban oleh satuan kerja. Kegiatan ini bersifat lebih spesifik dan mendasar serta lebih berorientasi kepada penguatan keilmuan;
4) Up-scaling hasil-hasil riset, terutama yang dicapai pada periode tahun 2010-2014 yang siap untuk direplikasi baik melalui uji alfa maupun uji beta. Hasil-hasil penelitian tersebut bukan hanya yang berupa produk, akan tetapi termasuk model pengembangan wilayah yang berbasis pada penataan
mendukung dan berdampak pada pengembangan ekonomi lokal, nasional, dan regional;
5) Tetap mempertahankan riset-riset yang sifatnya eksploratif tetapi memiliki nilai strategis untuk dilanjutkan menuju uji alpha maupun uji beta.
2. Kegiatan Layanan Iptek difokuskan pada peningkatan kualitas layanan dan
perluasan wilayah layanan agar dapat menjangkau pemangku kepentingan yang lebih banyak, terutama masyarakat.
Strategi yang ditetapkan, yaitu:
1) Pembangunan Techno Park dan Science and Techno Park;
2) Diseminasi hasil-hasil penelitian untuk proses pencerdasan masyarakat dan memberi manfaat ekonomi;
3) Penguatan jejaring iptek dengan pemangku kepentingan, baik dalam negeri maupun luar negeri;
4) Pembinaan fungsional peneliti nasional.
3. Kegiatan Reformasi Birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata
kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Strategi yang ditetapkan, yaitu:
Penyusunan dan pelaksanaan Grand Design Reformasi Birokrasi di LIPI untuk: 1) Mendorong pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, ekonomis dan taat
pada peraturan perundang-undangan;
2) Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan;
3) Mewujudkan pengawasan yang bermutu.
2.3.3 Strategi dan Kebijakan Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI
Pusat Penelitian Biomaterial mendukung penuh tugas dan fungsi LIPI dalam membangun iptek di Indonesia dengan mendukung pembangunan berkelanjutan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu Pusat Penelitian Biomaterial berpedoman pada arah kebijakan dan strategi LIPI dan menjaga kesinambungan dengan capaian-capaian kegiatan-kegiatan Pusat
Penelitian Biomaterial dalam pelaksanaan Rencana Aksi atau Rencana Implementatif 2010-2014 yang telah dievaluasi.
Sesuai dengan arahan Rapat Koordinatif IPH tahun 2015 untuk menghasilkan (1) Strategi pelaksanaan kegiatan RPJMN 2015-2019, (2) Rumusan strategi peningkatan kinerja guna pemenuhan sistem Reformasi Birokrasi, dan (3) Rumusan strategi peningkatan Layanan Publik, maka Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI memprioritaskan kebijakan untuk mencapai semua sasaran strategis yang sudah ditetapkan, mencakup:
1. Program di Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI diprioritaskan untuk memenuhi
target yang diamanatkan dalam RPJMN 2015-2019. Hal ini dilakukan dengan menyusun roadmap kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI selama periode 2017-2019.
2. Kegiatan Reformasi Birokrasi dilaksanakan di Pusat Penelitian Biomaterial -
LIPI dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Hal ini dilakukan dengan pembuatan Roadmap Reformasi Birokrasi 2017-2019.
3. Layanan Publik di Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI difokuskan pada strategi
untuk terbentuknya pemasyarakatan dan pemasaran produk biomaterial (informasi dan teknologi) melalui peningkatan pelayanan kepada publik atau komunitas lokal, regional, dan internasional. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah sosialisasi dan promosi hasil litbang, produk layanan publik (barang dan jasa) dan keahlian SDM di lingkungan Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI yang dilakukan melalui website satker dan berbagai media secara periodik, termasuk kegiatan Open House atau Ekspose. Berdasarkan rekomendasi Rakor Kedeputian IPH, setiap satker disarankan untuk mengefektifkan pranata kehumasan agar dapat bergerak menghimpun berita dan mensosialisasikan secara intensif dengan menampilkan di dalam jejaring
web yang selalu diperbaharui secara berkala baik mingguan, bulanan atau
triwulanan.
2.4 Kegiatan Utama
Pusat Penelitian Biomaterial mendukung Program dan Kegiatan LIPI dengan menetapkan struktur program dan kegiatan sebagai berikut:
2.4.1 Program Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI
Keluaran Program di Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI 2015-2019 ditetapkan berdasarkan RPJMN 2015-2019, yaitu “Prototipe Eco House dan Produk Berbasis
Bioresources” dengan 4 kelompok Program sebagai berikut:
1. Pemanfaatan bioresources untuk energi, lingkungan dan industri
perekat. Kegiatan penelitian yang termasuk dalam kelompok program ini
adalah:
1) Penerapan konsep biorefinery pada proses produksi bioenergi (bioetanol dan biopellet).
2) Pengembangan teknologi penghilangan warna limbah batik secara enzimatis.
3) Pengembangan perekat untuk Eco House.
2. Pemanfaatan bioresources untuk bahan biopestisida dan biokontrol. Kegiatan penelitian yang termasuk dalam kelompok program ini adalah:
1) Kajian sifat biologi dan ekologi serangga hama pertanian dan permukiman.
2) Eksplorasi dan pemanfaatan bioresources untuk biopestisida. 3) Pengembangan metode aplikasi biopestisida dan biokontrol.
3. Pengembangan biokomposit untuk bahan baku industri dan material
konstruksi. Kegiatan penelitian yang termasuk dalam kelompok program ini
adalah:
1) Pengembangan bionano komposit untuk aplikasi industri (elektronik, transportasi, kemasan, kostruksi)
2) Pengembangan biokomposit dari sumber daya hayati untuk aplikasi industri (konstruksi, transportasi, pertanian).
4. Rekayasa dan modifikasi kayu dan non-kayu. Kegiatan penelitian yang termasuk dalam kelompok program ini adalah:
1) Kajian, karakterisasi, dan seleksi jenis kayu dan bahan non kayu sebagai bahan produk biomaterial unggulan.
2) Modifikasi dan rekayasa sifat kayu dan non kayu.
2.4.2 Layanan Publik Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI
Kedeputian IPH, maka Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI harus menindaklanjuti 2 (dua) hal utama yang terkait dalam kerangka Layanan Publik sebagai berikut:
1) Mengidentifikasi pelayanan publik yang akan diusulkan dan diisikan di website.
2) Membuat strategi peningkatan pelayanan publik melalui peningkatan promosi di website, diseminasi dan informasi.
Sasaran akhir yang diharapkan adalah terbentuknya dokumen strategi layanan publik guna mempromosikan hasil kegiatan penelitian bidang ilmu pengetahuan hayati dan meningkatkan networking di tingkat nasional dan internasional.
2.4.3 Reformasi Birokrasi Puslit Biomaterial - LIPI
Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI berupaya dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan Reformasi Birokrasi yang diarahkan pada 8 (delapan) area perubahan, yaitu: (1) Organisasi. Hasil yang diharapkan adalah organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran, (2) Tatalaksana. Hasil yang diharapkan adalah sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai prinsip-prinsip good governance, (3) Peraturan Perundang-undangan. Hasil yang diharapkan adalah regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih dan kondusif, (4) Sumber Daya Manusia Aparatur. Hasil yang diharapkan adalah SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten,
capable, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera, (5) Pengawasan. Hasil
yang diharapkan adalah meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bebas KKN, (6) Akuntabilitas. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kapasitas dan kapabilitas kinerja birokrasi, (7) Pelayanan Publik. Hasil yang diharapkan adalah pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat, (8) Mindset and Cultural Set Aparatur. Hasil yang diharapkan adalah birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi.
Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI telah menetapkan beberapa hal yang terkait dengan pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang disebutkan di atas, yaitu: 1. Roadmap Reformasi Birokrasi (RB) 2015-2019 termasuk Human Resources Development Plan. Kegiatan Quick Wins Pusat Penelitian
Pedoman pelaksanaan Quick Wins mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2011. Melalui Quick Wins diharapkan momentum awal yang positif dan juga kepercayaan diri untuk selanjutnya melaksanakan reformasi birokrasi secara konsisten dan berkelanjutan. Keluaran dari pelaksanaan Quick Wins adalah produk utama Instansi Pemerintah yang sesuai dengan peran, tupoksi dan karakteristik masing-masing.
Kegiatan yang telah ditetapkan menjadi Quick Wins Pusat Penelitian Biomaterial-LIPI adalah sebagai berikut: (1) Pembuatan prototipe LVL lengkung untuk meubel pada tahun 2015, (2) Pembuatan pupuk granul dari sampah pasar pada tahun 2015, (3) Pembuatan bata ringan pada tahun 2016, (4) Produksi biopestisida pada tahun 2016, (5) Produksi perekat kayu dari bahan dasar lateks karet alam untuk
Eco-house pada tahun 2017, (6) Penggunaan teknologi penghilangan warna
dan toksisitas limbah batik pada tahun 2018, dan (7) Prototipe Eco-house pada tahun 2019.
2. Pembentukan Tim Satgas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dengan tugas menyusun RTP (Rencana Tindak Pengendalian)
Dalam hal ini, Tim Satgas SPIP masih menunggu juknis terkait pelaksanaan SPIP di setiap satuan kerja LIPI.
3. Penyusunan kebijakan sistem Reward and Punishment berdasarkan
indeks kerja
Penilaian prestasi kerja PNS mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011. Tata cara penilaiannya adalah dengan menggabungkan penilaian SKP dengan penilaian perilaku kerja, dimana bobot nilai unsur SKP 60% (enam puluh persen) dan perilaku kerja 40% (empat puluh persen). Ketentuan lebih lanjut diatur dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara.
Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI menetapkan beberapa hal terkait dengan sistem Reward and Punishment ini, yaitu:
1) Penilaian kinerja peneliti mengacu pada SE Kepala LIPI No. 5782/K/HK/XII/2012 tanggal 6 Desember 2012 tentang Penjelasan atas hasil kerja minimal standar kompetensi jabatan fungsional
peneliti yang berdasarkan Peraturan Kepala LIPI No. 04/E/2009 tentang Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Peneliti.
2) Belum disepakatinya tentang penilaian SKP berdasarkan jumlah minimum angka kredit (AK) tertentu yang harus dicapai peneliti sesuai jenjang yang ditujunya.
3) Reward kepada peneliti berupa tambahan dana penelitian pada tahun berikutnya jika kinerjanya di tahun berjalan baik.
4) Punishment berupa pengurangan dana penelitian pada tahun berikutnya jika kinerjanya di tahun berjalan kurang baik.
5) Reward berupa hadiah kepada peneliti yang dapat mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal internasional yang ber-impact factor belum dapat dilakukan karena sumber dana yang terbatas.
6) Akan ditentukan kemudian sistem reward and punishment bagi pegawai non peneliti.
BAB III
GAMBARAN UMUM PENYELENGGARAAN SPIP (UNIT KERJA)
Dalam Ketentuan Umum Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, Sistem Pengendalian Intern (SPI) didefinisikan sebagai proses yang integral pada tindakan dan kegiatan serta dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) wajib diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah (unit kerja)dan daerah.
3.1 Tujuan SPIP
Penyelenggaraan SPIP diarahkan untuk mencapai beberapa tujuan yang mencakup :
a. Efektifitas dan efisiensi pencapaian tujuan Instansi Pemerintah sebagai bagian dari organisasi penyelenggara negara.
b. Keandalan pelaporan keuangan Instansi Pemerintah sehingga dapat dipercaya, baik oleh pihak internal maupun pihak eksternal Instansi Pemerintah yang berkepentingan dengan informasi di dalam laporan keuangan.
c. Pengamanan aset negara yang dikelola Instansi pemerintah dan digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan instansi tersebut.
d. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Instansi Pemerintah sebagai unsur penyelenggara Negara.
3.2 Unsur-Unsur SPIP
SPIP wajib diselenggarakan untuk memberi keyakinan memadai bagi tercapainya empat tujuan yang merupakan pilar-pilar penopang dari perwujudan tujuan berbangsa dan bernegara. Pilar-pilar penyangga tersebut harus dibangun di atas fondasi unsur-unsur SPIP yang terdiri dari :
a. Penciptaan lingkungan pengendalian yang kuat sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 4 s.d 12 Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008.
b. Penilaian resiko sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 13 s.d. 17 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 untuk dapat mengantisipasi atau mengelola resiko yang dapat menggagalkan pencapaian tujuan.
c. Perancangan kegiatan pengendalian sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 18 s.d 40 Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 untuk mengamankan tiap proses yang diperlukan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
d. Penetapan mekanisme informasi dan komunikasi sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 41 s.d. 42 Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2008 sehingga dapat mengetahui dan mendeteksi secara dini setiap permasalahan yang dihadapi di dalam berorganisasi untuk mencapai tujuan.
e. Pemantauan untuk menilai efektivitas sistem pengendalian sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 43 s.d 46 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008.
Kegiatan penerapan unsur SPIP adalah kegiatan dimana infrastruktur yang telah ada diterapkan sebagai suatu proses yang terintegrasi dengan tindakan dan kegiatan para pejabat dan pegawai Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI, dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mengintegrasikan unsur-unsur SPIP pada setiap tindakan dan kegiatan pelaksanaan tugas pokok.
b. Melaksanakan unsur-unsur SPIP sebagai suatu proses yang melekat dalam dan kegiatan pelaksanaan tugas pokok.
c. Menerapkan unsur-unsur SPIP secara dinamis dengan melakukan
penyempurnaan apabila terdapat risiko atau masalah yang diperkirakan akan menghambat pencapaian tujuan.
BAB IV
PENILAIAN RISIKO DAN RENCANA TINDAK PENGENDALIAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN PENELITIAN BIOMATERIAL
4.1 Penilaian Risiko pada Tingkat Kegiatan Utama 4.1.1 Uraian dan Tujuan Kegiatan
Penilaian risiko di Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI ditetapkan pada kegiatan Penelitian Biomaterial, dengan tujuan dan pelaksana sebagaimana disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1 Kegiatan Utama Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI
No Nama Kegiatan
Utama Tujuan Kegiatan
Unit/Bagian Pelaksana Kegiatan 1. Penelitian Biomaterial Merencanakan, menyelenggarakan dan mengendalikan kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biomaterial Kelompok Jabatan Fungsional Peneliti, Bagian Tata Usaha dan Bidang
Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian
4.1.2 Identifikasi Risiko
Identifikasi risiko dimaksudkan untuk mengenali risiko yang mungkin muncul dalam suatu sistem kerja di Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI, dalam hal ini kegiatan Penelitian Biomaterial. Tim SPIP Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI menginventarisasi risiko yang akan dikelola dengan cara mengidentifikasi tahapan-tahapan kegiatan dalam Penelitian Biomaterial yang dapat mengancam tercapainya tujuan kegiatan yang ditetapkan.
Pada kegiatan Penelitian Biomaterial terdapat 3 (tiga) tahapan kegiatan dan dari ketiga tahapan tersebut teridentifikasi 49 (empat puluh sembilan) risiko yang dapat terjadi, sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2.
Tabel 2 Identifikasi risiko kegiatan Penelitian Biomaterial
NO. BISNIS PROSES PERNYATAAN RISIKO
TAHAPAN KEGIATAN
NO. URAIAN KEGIATAN NO. URAIAN
1 Perencanaan Penelitian 1.1 Penyusunan rencana implementatif kegiatan penelitian, dengan mengacu kepada rencana koordinatif Kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati dan rencana strategis LIPI
1 Rencana Implementatif tidak selaras dengan rencana koordinatif Kedeputian Ilmu
Pengetahuan Hayati dan rencana strategis LIPI 2 Rencana Implementatif
yang disusun tidak atau kurang mencerminkan visi dan misi Puslit Biomaterial 3 Terlambatnya penyusunan rencana implementatif 1.2 Penunjukan para koordinator kegiatan oleh Kepala Puslit.
4 Tidak ada yang bersedia menjadi Koordinator kegiatan
5 Koordinator yang ditunjuk mengundurkan diri
6 Kepala Puslit kesulitan dalam memilih Koordinator kegiatan 1.3 Pembuatan Idea Concept Paper (ICP) oleh para koordinator kegiatan
7 ICP yang dibuat tidak mengikuti format sesuai petunjuk pembuatan ICP yang sudah ditetapkan 8 Topik penelitian dalam ICP
tidak selaras dengan Rencana Implementatif Puslit
9 Jumlah ICP yang dibuat tidak sesuai dengan yang diharapkan 1.4 Pengunggahan ICP di intra LIPI oleh para koordinator
10 Tidak semua koordinator kegiatan mengunggah ICP 11 Proses pengunggahan ICP
terlambat
12 Terjadi kesalahan dalam mengunggah file ICP
1.5 Verifikasi ICP oleh
PME P2 Biomaterial dan Kepala P2 Biomaterial.
13 Proses verifikasi terlambat
14 Tim PME dan/atau Kepala
Puslit tidak dapat
NO. BISNIS PROSES PERNYATAAN RISIKO TAHAPAN
KEGIATAN
NO. URAIAN KEGIATAN NO. URAIAN
1.6
Persetujuan ICP oleh Kepala P2
Biomaterial.
15 Kepala Puslit tidak menyetujui semua ICP yang diajukan
16 Jumlah ICP yang disetujui tidak sesuai dengan jumlah yang ditargetkan 1.7 Pembuatan proposal kegiatan dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) oleh para koordinator untuk tahun
mendatang dengan mengacu pada pagu anggaran kegiatan.
17 Proposal dan KAK tidak sesuai dengan ICP 18 Proposal tidak sesuai
dengan format baku 19 Kesalahan dalam
menentukan alokasi anggaran pada RAB proposal
1.8 Pengesahan
Proposal oleh Kepala P2 Biomaterial 20 Terlambatnya pengesahan proposal 1.9 Pembuatan revisi proposal kegiatan oleh para koordinator berdasarkan pagu anggaran P2 Biomaterial tahun mendatang.
21 Proposal yang direvisi masih belum sesuai dengan pagu anggaran 22 Terlambatnya membuat revisi proposal 1.10 Pembuatan Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembag a (RKA-K/L) berdasarkan proposal kegiatan dan pagu anggaran P2 Biomaterial.
23 Kesalahan input data keuangan
24 RKA-K/L tidak sesuai dengan proposal kegiatan 25 RKA-K/L tidak
mencerminkan struktur anggaran dan jenis belanjanya 2 Pelaksanaan penelitian biomaterial 2.1 Penetapan RKT dan Perjanjian Kinerja (PK) untuk tahun berjalan. 26 Keterlambatan penetapan RKT dan PK 2.2 Pengajuan kebutuhan penelitian oleh para koordinator kegiatan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
27 Pengajuan kebutuhan barang penelitian tidak spesifik.
28 Pengajuan bahan yang
discontinue masih
NO. BISNIS PROSES PERNYATAAN RISIKO TAHAPAN
KEGIATAN
NO. URAIAN KEGIATAN NO. URAIAN
29 Usulan pembelian bahan inden disatukan paketnya dengan bahan yang umum 30 Kebutuhan barang
penelitian yang diajukan tidak sesuai proposal 31 Keterlambatan pengajuan
permintaan pengadaan barang dan jasa
2.3 Persetujuan PPK atas permintaan pengadaan barang dan jasa dari para koordinator kegiatan
32 PPK menyetujui
permintaan barang di luar kegiatan yang sudah ditetapkan 33 Keterlambatan persetujuan PPK 2.4 Pemrosesan pembelian barang/jasa oleh Pejabat Pengadaan dan Bendahara Pengeluaran atas perintah PPK
34 Barang yang dibelanjakan melebihi pagu anggaran 35 Bendahara tidak melengkapi syarat administrasi pertanggungjawaban belanja 36 Keterlambatan pemrosesan pembelian barang/jasa 2.5 Pemrosesan pencairan dana penelitian oleh Bendahara sesuai dengan pembelian dari pejabat pengadaan barang/jasa. 37 Keterlambatan pemrosesan pencairan dana penelitian
2.6 Pelaksaanan kegiatan penelitian oleh para Koordinator kegiatan bersama anggota sesuai dengan proposal kegiatan yang telah disetujui.
38 Kegiatan penelitian dimulai lebih lambat dibandingkan dengan rencana
39 Kegiatan penelitian menggunakan metode yang berbeda dengan yang di proposal
40 Kegiatan penelitian tidak menghasilkan output sesuai dengan rencana
NO. BISNIS PROSES PERNYATAAN RISIKO TAHAPAN
KEGIATAN
NO. URAIAN KEGIATAN NO. URAIAN
41 Kegiatan penelitian hanya dilaksanakan oleh
koordinator kegiatan tanpa keaktifan anggota
42 Output kegiatan penelitian yang dihasilkan kurang berkualitas
2.7 Melakukan
preservasi produk selama proses penelitian oleh para koordinator kegiatan
43 Preservasi dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan
3 Pengendalia n dan pelaporan 3.1 Monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan penelitian setiap Triwulan oleh tim PME P2
Biomaterial.
44 Monev dilakukan di luar jadwal
3.2 Pembuatan laporan
secara berkala setiap tiga bulan sekali oleh para koordinator kegiatan
45 Laporan dibuat dilakukan di luar jadwal
3.3 Pembuatan Laporan
Akhir Kegiatan berupa Laporan Teknik oleh para koordinator kegiatan.
46 Laporan akhir dibuat dilakukan di luar jadwal
3.4 Pelaporan hasil
monev kegiatan penelitian oleh tim PME setiap akhir tahun kepada Kepala P2 Biomaterial. 47 Pelaporan terlambat dilakukan 3.5
Analisis oleh tim PME mengenai kepuasan Kepala P2 Biomaterial terhadap hasil kegiatan
penelitian.
48 Kepala P2 Biomaterial tidak puas
49 Analisis yang dilakukan tidak lengkap
4.1.3 Analisis Risiko
Analisis risiko dilakukan dengan cara mencari penyebab serta memperkirakan dampak yang mungkin terjadi akibat adanya risiko-risiko yang sudah teridentifikasi (Lampiran 2). Setelah itu dianalisis pemilik risiko dari setiap risiko
ada, serta diidentifikasi pengendalian yang sudah ada serta tingkat keefektifannya.
Untuk mengetahui peringkat risiko, maka dilakukan survey penilaian skala kemungkinan dan dampak dari setiap risiko, dengan cara menyebarkan kuesioner (Lampiran 3) yang melibatkan 20 orang responden di Pusat Penelitian Biomaterial. Skala kemungkinan risiko berkisar dari sangat jarang terjadi (1) sampai dengan sangat sering terjadi (5), sedangkan skala dampak risiko berkisar mulai dari tidak signifikan (1) sampai dengan sangat signifikan (5) (Lampiran 3). Hasil penilaian skala kemungkinan dan dampak dari 20 responden (Lampiran 4) dihitung menjadi total skor dari setiap risiko, yang disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3 Skor hasil penilaian risiko kegiatan Penelitian Biomaterial
No Nama Risiko Rata-rata
Kemungkinan Rata-rata Dampak Total skor 1
Rencana Implementatif tidak
selaras dengan rencana koordinatif kedeputian Ilmu Pengetahuan Hayati dan rencana strategis LIPI
1,70 3,15 5,36
2
Rencana Implementatif yang disusun tidak atau kurang
mencerminkan visi dan misi Puslit Biomaterial
1,45 3,25 4,71
3 Terlambatnya penyusunan rencana implementatif
2,25 3,40 7,65
4 Tidak ada yang bersedia menjadi Koordnator kegiatan
2,20 3,55 7,81
5 Koordinator yang ditunjuk mengundurkan diri
2,55 3,20 8,16
6 Kepala Puslit kesulitan dalam memilih Koordinator kegiatan
2,35 3,00 7,05
7
ICP yang dibuat tidak mengikuti format sesuai petunjuk pembuatan ICP yang sudah ditetapkan
2,20 2,75 6,05
8
Topik penelitian dalam ICP tidak selaras dengan Rencana
Implementatif Puslit
1,95 3,10 6,05
9 Jumlah ICP yang dibuat tidak sesuai dengan yang diharapkan
1,85 2,70 5,00
10 Tidak semua koordinator kegiatan mengunggah ICP
No Nama Risiko Rata-rata Kemungkinan Rata-rata Dampak Total skor
11 Proses pengunggahan ICP terlambat
2,70 3,50 9,45
12 Terjadi kesalahan dalam mengunggah file ICP
2,00 3,40 6,80
13 Proses verifikasi terlambat 2,05 3,20 6,56
14
Tim PME dan/atau Kepala Puslit tidak dapat memberikan penilaian yang objektif
2,20 3,55 7,81
15 Kepala Puslit tidak menyetujui semua ICP yang diajukan
1,90 3,05 5,80
16
Jumlah ICP yang disetujui tidak sesuai dengan jumlah yang ditargetkan
2,05 2,50 5,13
17 Proposal dan KAK tidak sesuai dengan ICP
1,95 3,05 5,95
18 Proposal tidak sesuai dengan format baku
2,15 2,55 5,48
19
Kesalahan dalam menentukan alokasi anggaran pada RAB proposal
2,75 3,80 10,45
20 Terlambatnya pengesahan proposal
2,05 3,20 6,56
21 Proposal yang direvisi masih belum sesuai dengan pagu anggaran
2,15 3,15 6,77
22 Terlambatnya membuat revisi proposal
2,65 3,10 8,22
23 Kesalahan input data keuangan 2,10 4,10 8,61 24 RKA-K/L tidak sesuai dengan
proposal kegiatan
2,35 3,80 8,93
25
RKA-K/L tidak mencerminkan struktur anggaran dan jenis belanjanya
1,80 3,65 6,57
26 Keterlambatan penetapan RKT dan PK
2,25 3,60 8,10
27 Pengajuan kebutuhan barang penelitian tidak spesifik.
2,95 3,85 11,36
28 Pengajuan bahan yang discontinue masih diusulkan untuk dibelikan
2,65 3,50 9,28
29
Usulan pembelian bahan inden disatukan paketnya dengan bahan yang umum
2,80 3,85 10,78
30 Kebutuhan barang penelitian yang diajukan tidak sesuai proposal
No Nama Risiko Rata-rata Kemungkinan Rata-rata Dampak Total skor 31 Keterlambatan pengajuan
permintaan pengadaan barang dan jasa
2,85 3,95 11,26
32
PPK menyetujui permintaan barang di luar kegiatan yang sudah
ditetapkan
2,05 3,40 6,97
33 Keterlambatan persetujuan PPK 1,80 3,50 6,30 34 Barang yang dibelanjakan melebihi
pagu anggaran
1,70 3,35 5,70
35
Bendahara tidak melengkapi syarat administrasi pertanggungjawaban belanja 1,60 3,60 5,76 36 Keterlambatan pemrosesan pembelian barang/jasa 2,75 4,20 11,55 37 Keterlambatan pemrosesan pencairan dana penelitian
2,70 4,15 11,21
38
Kegiatan penelitian dimulai lebih lambat dibandingkan dengan rencana
3,20 3,75 12,00
39
Kegiatan penelitian menggunakan metode yang berbeda dengan yang di proposal
2,55 3,15 8,03
40
Kegiatan penelitian tidak menghasilkan output sesuai dengan rencana
2,70 3,80 10,26
41
Kegiatan penelitian hanya dilaksanakan oleh koordinator kegiatan tanpa keaktifan anggota
2,65 3,70 9,81
42 Output kegiatan penelitian yang dihasilkan kurang berkualitas
2,40 3,85 9,24
43
Sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan mengalami kerusakan
3,05 4,00 12,20
44
Jadwal penggunaan sarana dan prasarana penelitian tidak teratur dan terjadwal dengan baik
3,45 4,00 13,80
45
Organisme yang digunakan sebagai bahan penelitian
mengalami kendala kerusakan dan kematian, sehingga tidak dapat digunakan
2,40 2,65 6,36
46
Tempat penyimpanan bahan baku
No Nama Risiko Rata-rata Kemungkinan Rata-rata Dampak Total skor
47 Preservasi dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan
2,40 3,15 7,56
48 Monev dilakukan di luar jadwal 1,70 2,25 3,83 49 Laporan dibuat dilakukan di luar
jadwal
2,20 2,85 6,27
50 Laporan akhir dibuat dilakukan di luar jadwal
2,00 2,95 5,90
51 Pelaporan terlambat dilakukan 2,20 2,95 6,49 52 Kepala P2 Biomaterial tidak puas 1,95 3,30 6,44 53 Analisis yang dilakukan tidak
lengkap
2,35 3,60 8,46
Dari hasil analisis risiko yang berupa total skor dari kemungkinan dan dampak risiko, selanjutnya dikaji kategori semua risiko yang dianalisis berdasarkan kriteria yang disajikan pada Tabel 4. Hasil analisis terhadap 53 risiko yang ada pada kegiatan Penelitian Biomaterial, didapatkan 1 risiko yang termasuk kategori level sangat rendah, 40 kategori level rendah, 11 kategori level sedang, dan 1 kategori level tinggi serta tidak ada risiko yang termasuk kategori ekstrim. Sebelas risiko dengan katagori level sedang tersebut, masing-masing terdapat pada tahapan perencanaan penelitian (1 risiko), yaitu pada saat pembuatan proposal kegiatan dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) oleh para koordinator kegiatan, dan pada tahapan pelaksanaan penelitian (10 risiko), yaitu pada saat pengajuan kebutuhan penelitian (3 risiko), pemrosesan pembelian barang/jasa (1 risiko), pemrosesan pencairan dana penelitian (1 risiko), dan pelaksanaan kegiatan penelitian oleh para Koordinator kegiatan bersama anggota sesuai dengan proposal kegiatan yang telah disetujui (5 risiko). Sedangkan kategori level tinggi (1 risiko) terdapat pada pelaksanaan kegiatan oleh para koordinator bersama anggota. Dengan demikian, jika sumberdaya tersedia, maka perlu ditingkatkan pengendalian pada tahapan-tahapan kegiatan penelitian tersebut agar tingkat atau skor risikonya dapat dikurangi. Disamping itu, untuk 39 risiko yang masuk ke dalam kategori rendah, perlu diambil tindakan jika diperlukan.
Tabel 4 Kategori Risiko Penelitian Biomaterial
Kategori
Level Skor Tindakan yang diambil
Jumlah Risiko
Sangat
Rendah ≤ 4.5 Tidak diperlukan tindakan 1
Rendah 4.5 - < 9.5 Diambil tindakan jika diperlukan 40
Sedang 9.5 - ≤
14.5
Diambil tindakan jika sumber daya tersedia
11
Tinggi 14.5 - < 19.5
Diperlukan tindakan untuk mengelola risiko
1
Ekstrim 19.5 - ≤ 25 Diperlukan tindakan segera utk mengelola risiko
0
Total 53
4.1.4 Peta Risiko
Peta risiko yang diperoleh (Gambar 2) menunjukkan hanya ada 3 risiko yang total skornya di atas 3 dan masuk kuadran 2, yaitu risiko no. 38 (Kegiatan penelitian dimulai lebih lambat dibandingkan dengan rencana), 44 (Jadwal penggunaan sarana dan prasarana penelitian tidak teratur dan terjadwal dengan baik), dan 46 (Tempat penyimpanan bahan baku penelitian tidak layak dan tidak sesuai standar). Sebagian besar risiko (45 risiko) berada di kuadran 1 yang menunjukkan kemungkinannya pada skala <3, namun dampaknya >3. Selebihnya (5 risiko) berada di kuadran 4 yang menunjukkan skala kemungkinan dan skala dampaknya <3. Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa ada beberapa risiko yang mempunyai skala dampak >4, yaitu risiko no. 23 (Kesalahan input data keuangan), 37 (Keterlambatan pemrosesan pencairan dana penelitian) dan 46 (Tempat penyimpanan bahan baku penelitian tidak layak dan tidak sesuai standar) Walaupun mungkin hal ini jarang atau kadang-kadang saja terjadi, namun apabila terjadi maka dampaknya cukup signifikan.
Gambar 2 Peta risiko kegiatan Penelitian Biomaterial
4.1.5 Prioritas Penanganan Risiko
Prioritas pengendalian risiko ditentukan berdasarkan tingkat atau kategori risiko. Peristiwa atau kegiatan yang berisiko sangat rendah sampai sedang, dapat dikendalikan secara internal. Peristiwa atau kegiatan yang berisiko tinggi dan sangat tinggi, terutama yang berkaitan dengan pihak lain, memerlukan tindakan pengendalian yang spesifik sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Berdasarkan hasil analisis risiko dan peta risiko yang diperoleh, penanganan risiko pada kegiatan penelitian biomaterial diprioritaskan pada 11 risiko dengan kategori level sedang (total skor 9,5-14,5) dan tinggi (total skor 14,5-19,5) serta risiko yang mempunyai level dampak signifikan atau sangat signifikan (>4).
4.2 Rencana Tindak Pengendalian
Untuk risiko yang teridentifikasi dapat dikendalikan dengan lebih baik, maka disusun rencana tindak pengendalian yang dibutuhkan, penanggung jawab serta target waktu rencana tindak pengendalian tersebut dilaksanakan Agar rencana tindak pengendalian dapat berjalan dengan efektif, dianalisis juga kebutuhan informasi, sarana komunikasi, dan waktu atau frekuensi komunikasi yang
1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 4,00 4,50 5,00 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 4,00 4,50 5,00 K ons ek ue ns i Likelihood
direncanakan. Selanjutnya, ditetapkan penanggung jawab dan frekuensi pemantauan yang akan dilakukan terhadap rencana tindak pengendalian yang ditetapkan.
Pengendalian terhadap risiko yang teridentifikasi pada kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biomaterial–LIPI dilakukan dengan memanfaatkan pengendalian yang sudah berjalan dan yang akan dibangun. Pada Tabel 5 disajikan Rencana Tindak Pengendalian Risiko dengan kategori “sedang” dan “tinggi” hasil analisis risiko dan pemetaan risiko yang dilakukan, sedangkan pada Lampiran 5 disajikan Rencana Tindak Pengendalian seluruh risiko yang teridentifikasi. Terdapat sejumlah cara pengendalian yang efektif dan kurang efektif dalam mengendalikan risiko yang telah teridentifikasi. Kegiatan pengendalian yang telah efektif akan dipertahankan, sedangkan kegiatan pengendalian yang kurang efektif dan tidak efektif akan ditingkatkan menjadi efektif melalui kegiatan pengendalian yang akan dibangun dan ditetapkan target waktunya.
Tabel 5 Rencana tindak pengendalian risiko kategori “sedang”
PERNYATAAN RISIKO
PENGENDALIAN YG SUDAH ADA
RENCANA TINDAK PENGENDALIAN (RTP)
NO. URAIAN URAIAN E KE TE
PENGENDALIAN YG MASIH DIBUTUHKAN PENANG GUNG JAWAB TARGET WAKTU 19 Kesalahan dalam menentukan alokasi anggaran pada RAB proposal ISO 9001:2015 tentang Prosedur Penyelengga raan Penelitian; Panduan Pembuatan Proposal V Internalisasi melalui sosialisasi pembuatan proposal Tim PME P2 Biomateri al Jan 2016 27 Pengajuan kebutuhan barang penelitian tidak spesifik. ISO 9001:2015 tentang Prosedur Penyelengga raan Penelitian, Katalog
V Perlu SOP terkait pengajuan kebutuhan penelitian
PPK Des
PERNYATAAN RISIKO
PENGENDALIAN YG SUDAH ADA
RENCANA TINDAK PENGENDALIAN (RTP)
NO. URAIAN URAIAN E KE TE
PENGENDALIAN YG MASIH DIBUTUHKAN PENANG GUNG JAWAB TARGET WAKTU 29 Usulan pembelian bahan inden disatukan paketnya dengan bahan yang umum ISO 9001:2015 tentang Prosedur Penyelengga raan Penelitian, Katalog
V Perlu SOP terkait pengajuan kebutuhan penelitian PPK Des 2016 31 Keterlambatan pengajuan permintaan pengadaan barang dan jasa ISO 9001:2015 V Monev PME; Memberikan Informasi kepada para koordinator penelitian tentang pengajuan kebutuhan penelitian tepat waktu PME Satker Des 2017 36 Keterlambatan pemrosesan pembelian barang/jasa Rencana Umum Pengadaan, ISO 9001:2015, Katalog V Penambahan/Pen gangkatan Personel Pengadaan B/J Kasubag Kepegaw aian & Umum Des 2017 Evaluasi terhadap Jenis Belanja berdasarkan harga dan spesifikasinya Pjbt Pengadaa n Des 2017 Melengkapi formulir usulan pembelian alat secara detil Pjbt Pengadaa n Des 2017 37 Keterlambatan pemrosesan pencairan dana penelitian Daftar Pengawasan Anggaran V Sanksi kepada Bendahara Pengeluaran Tim Kode Etik Des 2017 38 Kegiatan penelitian dimulai lebih lambat dibandingkan dengan rencana Rencana Umum Pengadaan V Sanksi kepada Peneliti Pjbt Pengadaa n Des 2017 40 Kegiatan penelitian tidak menghasilkan output sesuai dengan rencana Proposal, Perjanjian Kinerja (PK) V Prioritas anggaran PME Satker Des 2017 Peraturan tentang penulisan karya tulis ilmiah bagi peneliti
Ketua Keltian
Des 2017
PERNYATAAN RISIKO
PENGENDALIAN YG SUDAH ADA
RENCANA TINDAK PENGENDALIAN (RTP)
NO. URAIAN URAIAN E KE TE
PENGENDALIAN YG MASIH DIBUTUHKAN PENANG GUNG JAWAB TARGET WAKTU 41 Kegiatan penelitian hanya dilaksanakan oleh koordinator kegiatan tanpa keaktifan anggota Proposal, ISO 9001-2015, Uraian Jabatan V Analisis beban kerja Kasubag Kepegaw aian Des 2017 Analisa kebutuhan pegawai Kasubag Kepegaw aian Des 2017 Analisa kompetensi pegawai Kasubag Kepegaw aian Des 2017 Sanksi kepada Koordinator Kegiatan Tim Kode Etik Des 2017 43 Sarana dan prasarana penelitian yang dibutuhkan mengalami kerusakan Penunjukkan PJ alat dan laboratorium serta pembuatan SOP pengunaan alat V Pengadaan genset untuk antisipasi mati listrik dan perawatan rutin, sanksi yang tegas pada pengguna alat yang tidak sesuai SOP Kepala Pusat, Kabag TU Des 2018 44 Jadwal penggunaan sarana dan prasarana penelitian tidak teratur dan terjadwal dengan baik Pembuatan SOP peminjaman dan logbook alat
V sanksi yang tegas pada pengguna alat yang tidak sesuai SOP peminjaman alat PJ Laboratori um Des 2017 46 Tempat penyimpanan bahan baku penelitian tidak layak dan tidak sesuai standar Bahan baku dimasukkan pada tempat penyimpanan terpisah V Perlu ruang khusus untuk penyimpanan bahan baku Kepala Pusat Des 2018
E = Efektif; KE = Kurang Efektif; TE = Tidak Efektif
4.3 Rancangan Informasi dan Komunikasi
Setiap rencana tindak pengendalian baik yang sudah berjalan maupun yang akan dibangun memerlukan informasi dan komunikasi sesuai dengan risiko yang telah teridentifikasi. Informasi yang diperlukan dan komunikasi yang akan dilakukan dalam melaksanakan rencana tindak pengendalian terhadap 9 risiko kategori “sedang” pada kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biomaterial disajikan pada Tabel 6, sedangkan hal yang sama untuk kategori lainnya dapat dilihat pada
Tabel 6 Informasi dan komunikasi serta pemantauan Rencana Tindak Pengendalian (RTP) PERNYATAAN RISIKO RENCANA TINDAK PENGENDALIAN (RTP) INFOKOM PEMANTAUAN NO. URAIAN PENGENDALIAN YG MASIH DIBUTUHKAN KEBUTUH AN INFORMA SI SARANA KOMUNI KASI WAKTU/ FREKW ENSI ON GOING WAKTU/ FREKW ENSI 19 Kesalahan dalam menentuka n alokasi anggaran pada RAB proposal Internalisasi melalui sosialisasi pembuatan proposal Panduan Penyusuna n Proposal Rapat Internal Setiap Tahun Anggara n Baru Tim PME P2 Biomat erial Setiap 3 bulan 27 Pengajuan kebutuhan barang penelitian tidak spesifik.
Perlu SOP terkait pengajuan kebutuhan penelitian Proposal, Peraturan Menteri Keuangan, e-katalog, dll Rapat khusus (misal triwulan) Setiap 3 bulan Kepala P2 Biomat erial Setiap 3 bulan 29 Usulan pembelian bahan inden disatukan paketnya dengan bahan yang umum
Perlu SOP terkait pengajuan kebutuhan penelitian Proposal, Peraturan Menteri Keuangan, e-katalog, dll Rapat khusus (misal triwulan) Setiap 3 bulan Kepala P2 Biomat erial Setiap 3 bulan 31 Keterlamba tan pengajuan permintaan pengadaan barang dan jasa Monev PME; Memberikan Informasi kepada para koordinator penelitian tentang pengajuan kebutuhan penelitian tepat waktu Prosedur pengajuan kebutuhan penelitian (ISO 9001:2015) Rapat Internal Satker 2 kali dalam setahun Kabag TU 2 kali dalam setahun 36 Keterlamba tan pemrosesa n pembelian barang/jasa Penambahan/Pen gangkatan Personel Pengadaan B/J Peta Jabatan, Uraian Tugas, Perpres Pengadaa n B/J Rapat Internal Satker 1 tahun sekali Kabag TU 1 tahun sekali
PERNYATAAN RISIKO RENCANA TINDAK PENGENDALIAN (RTP) INFOKOM PEMANTAUAN NO. URAIAN PENGENDALIAN YG MASIH DIBUTUHKAN KEBUTUH AN INFORMA SI SARANA KOMUNI KASI WAKTU/ FREKW ENSI ON GOING WAKTU/ FREKW ENSI Evaluasi terhadap Jenis Belanja berdasarkan harga dan spesifikasinya Daftar Kebutuhan Belanja, RKA-K/L, Perpres Pengadaa n B/J Rapat Internal Satker Setiap 3 bulan PPK Setiap 3 bulan Melengkapi formulir usulan pembelian alat secara detil ISO 9001:2015, Perpres Pengadaa n B/J, RKA-K/L Rapat Internal Satker Setiap 3 bulan PPK Setiap 3 bulan 37 Keterlamba tan pemrosesa n pencairan dana penelitian Sanksi kepada Bendahara Pengeluaran Reward and Punishmen t Rapat kerja 1 tahun sekali Kapus Setiap akhir semester 38 Kegiatan penelitian dimulai lebih lambat dibandingk an dengan rencana Sanksi kepada Peneliti SOP Pengklasifi kasian pemaketan belanja antara barang inden dengan barang ready stock Rapat Khusus Setiap akhir semester PPK 1 tahun sekali 40 Kegiatan penelitian tidak menghasilk an output sesuai dengan rencana Prioritas anggaran SOP Prioritas Anggaran Rapat kerja 1 tahun sekali Kapus 1 tahun sekali Peraturan tentang penulisan karya tulis ilmiah bagi peneliti SOP Karya Tulis Ilmiah Rapat kerja 1 tahun sekali Kapus 1 tahun sekali 41 Kegiatan penelitian hanya dilaksanaka n oleh koordinator kegiatan tanpa keaktifan anggota Analisis beban kerja Laporan beban kerja pegawai Rapat bulanan 1 bulan sekali Kabag TU 1 bulan sekali Analisa kebutuhan pegawai Penerimaa n CPNS Rapat kerja 1 tahun sekali Kabag TU 1 tahun sekali Analisa kompetensi Laporan kompetensi Rapat kerja 1 tahun sekali Kabag TU 1 tahun sekali
PERNYATAAN RISIKO RENCANA TINDAK PENGENDALIAN (RTP) INFOKOM PEMANTAUAN NO. URAIAN PENGENDALIAN YG MASIH DIBUTUHKAN KEBUTUH AN INFORMA SI SARANA KOMUNI KASI WAKTU/ FREKW ENSI ON GOING WAKTU/ FREKW ENSI Sanksi kepada Koordinator Kegiatan Reward and Punishmen t Rapat kerja 1 tahun sekali Kapus 1 tahun sekali 4.4 Rancangan Pemantauan
Untuk melengkapi kegiatan pengendalian risiko diperlukan pemantauan terhadap efektivitas rencana tindak pengendalian baik yang sudah berjalan maupun yang akan dibangun. Metode akan dilakukan melalui evaluasi laporan, pengecekan kelapangan, verifikasi dokumen dan pelaksanaannya, serta metode pemantauan lainnya. Pemantauan dilakukan secara berkala oleh pejabat yang berwenang terhadap pelaksanaan rencana tindak pengendalian risiko pada kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI. Rencana pemantauan terhadap pelaksanaan rencana tindak pengendalian untuk risiko kategori “sedang” dan ‘tinggi” pada kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biomaterial disajikan pada Tabel 5, sedangkan hal yang sama untuk kategori lainnya dapat dilihat pada Lampiran 6.
BAB V PENUTUP
Hasil penilaian risiko yang dilakukan untuk kegiatan Penelitian Biomaterial menunjukkan bahwa risiko yang ada pada kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biomaterial termasuk kategori sedang (9 risiko), rendah (39 risiko) dan sangat rendah (1 risiko). Tidak ada risiko yang masuk dalam kategori tinggi maupun sangat tinggi. Dengan demikian, tindakan pengendalian dapat diambil jika sumberdaya untuk melaksanakan hal tersebut tersedia. Namun demikian, perlu diwasapadai beberapa risiko yang walaupun kemungkinannya kecil mempunyai dampak yang cukup signifikan, yaitu risiko no. 23 (Kesalahan input data keuangan), 37 (Keterlambatan pemrosesan pencairan dana penelitian) dan 46 (Tempat penyimpanan bahan baku penelitian tidak layak dan tidak sesuai standar).
Dokumen Penilaian Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI merupakan dokumen acuan dalam penyelenggaraan SPIP kegiatan utama di Pusat Penelitian Biomaterial. Hal ini sesuai dengan visi Pusat Penelitian Biomaterial, yaitu “Menjadi Pusat Penelitian terdepan dalam bidang biomaterial dalam menghadapi persaingan global.” Dengan teridentifikasinya risiko-risiko yang mungkn terjadi serta dampaknya, maka telah disusun rencana tindak pengendalian agar risiko-risiko tersebut dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga kegiatan penelitin dapat berjalan dengan lebih efektif. Penyusunan Dokumen Penilaian Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian pada tingkat kegiatan ini juga dapat dilakukan pada kegiatan-kegiatan lain di Pusat Penelitian Biomaterial yang dianggap mempunyai pengaruh atau kontribusi yang besar dalam pencapaian visi misi Pusat Penelitian Biomaterial – LIPI.
Dokumen Penilaian Risiko dan Rencana Tindak Pengendalian ini masih dapat disempurnakan secara periodik sesuai dengan kondisi terkini, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar dalam pencapaian tujuan dan visi misi Pusat Penelitian Biomaterial - LIPI.