DAFTAR PUSTAKA
Adi, Isbandi Rukminto. 2003. Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervensi Komunitas (Pengantar pada Pemikiran dan Pendekatan Praktis), edisi Revisi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI.
Ahmadi, Abu dan Nur Uhbiyati. 1991. Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Anonim. 20031. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.
Semarang: CV. Duta Nusindo.
_______. 20032. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1991 tentang Pendidikan Luar Sekolah. Semarang: CV. Duta Nusindo.
_______. 20053. Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Bandung: Fokusmedia.
_______. 20074
. Dokumen PLS Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara.
_______. 20085. Life Skills. Didownload dari http://www.lifeskills4kid.com tanggal 10 Pebruari 2008 pukul 17.19 WIB.
_______. 20086. Modul 7: Life Skills. Didownload dari http://www.google.com/ lifeskills tanggal 10 Pebruari 2008 pukul 17.25 WIB.
_______. 20087. Life Skills. Didownload dari http://www.google.com/lifeskills tanggal 10 Pebruari 2008 pukul 17.37 WIB.
_______. 20088. Life Skills di Pesantren: Relevansi dan Kontekstualisasi. Didownload dari http://www.unicef.org/lifeskills tanggal 10 Pebruari 2008 pukul 17.05 WIB.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 20051
. Analisis Biaya dan Manfaat Investasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: BPS.
_______. 20062. Kegiatan Percepatan Penyediaan Data Statistik dalam rangka Kebijakan Dana Perimbangan Tahun 2007. Jakarta: BPS.
[Bappeda] Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Jepara. 2004. Profil Daerah Kabupaten Jepara.
Chambers, Robert. 1996. Participatory Rural Appraisal, Memahami Desa secara Partisipatif. Yogyakarta: Kanisius dan OXFAM.
171
Cook, Sarah & Steve Macaulay. 1996. Perfect Empowerment (Pemberdayaan yang Tepat). Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Darmodihardjo, Darji. 1978. Pokok-Pokok Gagasan tentang Pendidikan di Indonesia (Berdasarkan Falsafah Pancasila). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
[Depdagri] Departemen Dalam Negeri. 1997. Petunjuk Pelaksanaan Pengembangan dan Pemanfaatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam Perencanaan Pembangunan Daerah.
[Depdiknas] Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pedoman Penyeleng-garaan Program Kecakapan Hidup (Life Skills) Pendidikan Non Formal. Jakarta: Direktorat Jenderal PLS dan Pemuda Depdiknas.
_______. 20052. Pedoman Pelaksanaan Tugas Tenaga Lapangan (TLD). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal PLS dan Pemuda. _______. 20083. Pedoman Program Kursus Wirausaha Pedesaan (KWD).
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal.
Desa Sukosono. 2007. Profil Desa Sukosono Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara.
Hanafi, Dian Noor Tamzis. 20081. Peta Sosial Desa Sukosono Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Laporan Hasil PL-1.
_______. 20082. Pemberantasan Buta Aksara Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (Studi Kasus di PKBM Al-Wathoniyah Desa Sukosono Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara). Tugas Mata Kuliah Metode-Metode Partisipatif dalam Pengembangan Masyarakat.
_______. 20083. Analisis dan Strategi Pengembangan Kelembagaan PKBM dalam Pemberantasan Buta Aksara di Desa Sukosono Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Tugas Mata Kuliah Pengembangan Masyarakat dan Kelembagaan Pembangunan.
_______. 20084. Evaluasi Kegiatan Pengembangan Masyarakat di Desa Sukosono Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Laporan Hasil PL-2.
Hatimah, Ihat, et al. 2008. Pembelajaran Berwawasan Kemasyarakatan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Hartrisari. 2007. Bahan Ajar Mata Kuliah Analisis Sosial: Konsep Berpikir Sistem dan Permodelan. Bogor: Departemen KPM Institut Pertanian Bogor (IPB). Huraerah, Abu. 2008. Pengorganisasian & Pengembangan Masyarakat: Model &
Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan. Bandung: Humaniora.
Ife, Jim. 1995. Community Development (Creating Community Alternatives, Vision, Analysis and Practice). Melbourne Australia: Longman Australia Pty Ltd. Joesoef, Soelaiman. 2004. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah (Cetakan
Ketiga). Jakarta: Bumi Aksara.
Kartasasmita, Ginanjar. 1996. Pemberdayaan Masyarakat Konsep Pembelajaran yang Berakar pada Masyarakat. Jakarta: Bappenas.
Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. 2007. Kecamatan Kedung Dalam Angka Tahun 2006.
Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia.
Kolopaking, Lala M dan Fredian Tonny Nasdian. 2007. Tajuk Modul KPM-53C: Pengembangan Masyarakat dan Kelembagaan Pembangunan. Bogor: Departemen KPM IPB.
McKinley, Steve. 2008. Positive Youth Development & Life Skill Development. Didownload dari http://www.google.com/lifeskills tanggal 10 Pebruari 2008 pukul 17.45 WIB.
Mikkelsen, Britha. 2003. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-Upaya Pemberdayaan terjemahan dari edisi Methods for Development Work and Research: A Guide for Practitioners. Jakarta: Yayasan OBOR Indonesia. Mujahidin, Endin. 2005. Pesantren Kilat Alternatif Pendidikan Agama di Luar
Sekolah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Nasdian, Fredian Tonny. 2008. Posisi Kecamatan: Suatu Analisis dari Perspektif Kelembagaan. Bogor: Kerjasama IPB dengan USAID.
Noorsy, Ichsanuddin. 2008. Kebenaran yang Tidak Menyenangkan. Opini dimuat dalam Media Indonesia tanggal 30 Oktober 2008. Jakarta: Media Indonesia. Nurohman. 2008. Penerapan Pendekatan Sains-Teknologi-Masyarakat (STM)
173
Didownload dari http://www.google.com/lifeskills tanggal 10 Pebruari 2008 pukul 17.10 WIB.
[PKBM] Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Al-Wathoniyah. 20031. Mengenal PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) “Al-Wathoniyah”. Jepara: PKBM Al-Wathoniyah.
_______. 20082. Laporan Perkembangan PKBM “Al-Wathoniyah”. Jepara: PKBM Al-Wathoniyah.
Riani, Neni. 2005. Pemberdayaan Komunitas Pesantren Melalui Penyeleng-garaan Pendidikan Alternatif. Bogor: Kajian Pengembangan Masyarakat. Saharuddin. 2002. Bahan Kuliah: Operasionalisasi Metode Tri-Angulasi dalam
Pendekatan Partisipatif (pernah disampaikan dalam Pelatihan TOT Peningkatan Kualitas SDM Aparat dan Propinsi di Bidang Pemberdayaan Masyarakat). Bogor: IPB.
Sidik, H. Muhammad Ansorudin. 2000. Pengembangan Wawasan Iptek Pondok Pesantren. Jakarta: Amzah.
Sitorus, Felix M.T. dan Ivanovich Agusta. 2007. Tajuk Modul SEP-527: Metodologi Kajian Komunitas. Bogor: Departemen KPM FEMA IPB.
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar, Edisi Baru Keempat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soelaiman, Holil. 19851. Partisipasi Masyarakat. Bandung: Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial.
_______. 20072. Bahan Perkuliahan PPS Kerjasama IPB - STKS: Filsafat dan Etika Pekerjaan Sosial. Bogor: Departemen KPM FEMA IPB.
Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.
Suharto. Edi, 20061. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat (Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
_______. 20062. Analisis Kebijakan Publik, Panduan Praktis Mengkaji Masalah dan Kebijakan Sosial (Edisi Revisi). Bandung: CV Alfabeta.
_______. 20073. Kebijakan Sosial sebagai Kebijakan Publik. Bandung: CV Alfabeta.
_______. 20084. Kebijakan Publik Pro-“Poor”. Artikel dalam Harian Umum Pikiran Rakyat tanggal 10 Maret 2008. Bandung: Pikiran Rakyat.
Sumardjo dan Saharuddin. 2007. Tajuk Modul KPM-53H: Metode-metode Partisipatif dalam Pengembangan Masyarakat. Bogor: Departemen KPM FEMA IPB.
Syaukat, Yusman dan Sutara Hendrakusumaatmaja. 2007. Tajuk Modul KPM-505: Pengembangan Ekonomi Berbasis Lokal. Bogor: Departemen KPM FEMA IPB.
Thaba, Abdul Azis. 1996. Islam dan Negara dalam Politik Orde Baru. Jakarta: Gema Insani Press.
Tilaar, H.A.R. 2000. Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia, Strategi Reformasi Pendidikan Nasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Usman, Sunyoto. 2006. Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Wahyudin, Dinn, et al. 2008. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Universitas Terbuka. Winatapura, Udin S., et al. 2007. Materi dan Pembelajaran PKn SD. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Yandianto. 1997. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Bandung: Percetakan M2S. Yin, Robert K. 2006. Studi Kasus (Desain dan Metode), Edisi Revisi. Jakarta: PT
Raja Grafindo Persada.
Yuliantoro, Gito. 2008. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kelompok Belajar Usaha (KBU) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM): Studi Kasus di PKBM “Mitra Mandiri” Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi. Bogor: Kajian Pengembangan Masyarakat.
Lampiran Peta Kecamatan Kedung
Desa Sukosono
Lampiran Peta Desa Sukosono
17
P
PEEDDOOMMAANN P
PEENNEELLUUSSUURRAANN DDOOKKUUMMEEN N
Sumber: Dokumen Desa Sukosono Kecamatan Kedung Tahun 2007
I. WILAYAH 1. Luas wilayah
2. Letak wilayah dan batas desa 3. Peruntukan pemanfaatan wilayah
4. jarak (fisik dan sosial) dari pusat pertumbuhan (ibukota kecamatan, ibukota kabupaten, atau pertumbuhan penting lainnya)
5. Fasilitas fisik a. Jalan
b. Sarana transportasi c. Sarana telekomunikasi d. Sarana kesehatan
e. Sarana ekonomi (pasar, warung, bank, dll) f. Jumlah jangkauan pelayanan
II. KEPENDUDUKAN
1. Jumlah penduduk Desa Sukosono 2. Jumlah Kepala Keluarga
3. Jumlah penduduk menurut: a. jenis kelamin b. golongan usia c. Rukun Tetangga d. Rukun warga 4. mobilitas penduduk: a. jumlah kelahiran b. jumlah kematian
c. jumlah penduduk datang d. jumlah penduduk keluar
5. tekanan penduduk terhadap sumber daya 6. kepadatan agraris
179
III. PENDIDIKAN
1. Jumlah penduduk berdasarkan pendidikan 2. jumlah penduduk usia sekolah yang sekolah
3. jumlah penduduk usia sekolah yang tidak sekolah/putus sekolah 4. fasilitas komunitas untuk pendidikan (sekolah, lembaga pesantren,
lembaga kursus)
IV. PEKERJAAN
1. Jumlah penduduk menurut pekerjaan 2. mata pencaharian pokok penduduk lokal
V. KELEMBAGAAN
1. lembaga kemasyarakatan penting yang ada (ekonomi, kekerabatan, keagamaan, pendidikan, dsb)
2. bentuk kelembagaan yang sudah mengarah pada organisasi (berukuran besar dan memiliki derajat formalitas tertentu)
P
PEEDDOOMMAANN O
O BB SS EE RR VV AA SS II
Sumber data (objek pengamatan):
1. Lingkungan fisik wilayah Desa Sukosono 2. Lingkungan PKBM/lembaga pendidikan 3. kegiatan komunitas setempat
4. kondisi rumah
5. kepemilikan barang berharga
I. WILAYAH
1. Pemanfaatan lahan 2. Topografi
3. Kepadatan
4. Pertanda fisik yang penting di desa (komunitas) 5. prasarana dan sarana transportasi
6. aksesibilitas lokasi (dapat dicapai dengan apa dan berapa jauh)
7. jarak (fisik dan sosial) dari pusat pertumbuhan (ibukota kecamatan, ibukota kabupaten, atau pertumbuhan penting lainnya)
8. kebersihan lingkungan
9. rumah (fasilitas: penerangan, MCK, kebersihan)
II. STRUKTUR KOMUNITAS
1. pelapisan sosial dan kepemimpinan pada komunitas
2. unsur utama pelapisan sosial (luas tanah, pekerjaan, pendidikan, atau lainnya)
3. siapa yang menjadi pemimpin formal dan non formal 4. sumber kepemimpinannya
5. bagaimana kepatuhan masyarakat terhadap kepemimpinan
6. secara khusus, uraikan proses sosialisasi dalam komunitas (pola pengasuhan sistem kekerabatan)
7. bagaimana hubungan dan prasangka antar kelompok masyarakat
8. apakah ada assosiatif (assimilasi, akulturasi, dan kerjasama) dan proses dissosiatif (persaingan, kontroversi, atau konflik)
9. bentuk-bentuk diskriminasi terbuka dan tertutup
181
III. SISTEM MATA PENCAHARIAN
1. mata pencaharian pokok penduduk lokal
2. eksistensi unit-unit usaha ekonomi (warung, koperasi, pasar, meubel) 3. bagaimana sistem tataniaga input dan output hasil pertanian dan non
pertanian
4. kaitan mata pencaharian dengan sumber daya lokal 5. gerak penduduk
6. sistem penguasaan sumber daya agraria 7. pola hubungan manusia dengan sumber daya
8. lembaga-lembaga (norma, organisasi, dsb) yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam
IV. ORGANISASI DAN KELEMBAGAAN
1. jejaring sosial secara horizontal dan vertikal
2. lembaga kemasyarakatan penting yang ada (ekonomi, kekerabatan, keagamaan, pendidikan, dsb)
3. uraikan norma yang berlaku di lembaga tersebut
4. bagaimana lembaga menjalankan fungsi kontrol sosial mempertahankan norma
5. bagaimana lembaga ini berkaitan dengan lembaga lain di luar komunitas dan proses perubahan kelembagaan
V. KOMUNITAS
1. menguraikan hubungan manusia dengan ekosistemnya 2. identifikasi berbagai masalah sosial yang ada
3. pandangan masyarakat terhadap masalah tersebut
4. deskripsi masalah (karakteristik, frekuensi, intensitas, dan durasi masalah) 5. masalah sosial utama yang mempengaruhi kehidupan masyarakat
6. identifikasi ketersediaan sumber daya yang ada pada masyarakat untuk mengatasi masalah sosial tersebut
7. pihak mana yang berperan dalam pengelolaan dan pengendalian sumber daya tersebut
8. deskripsi akses komunitas terhadap sumber daya tersebut 9. fenomena apa yang penting, beri makna
10. fasilitas komunitas untuk pendidikan (sekolah, lembaga pendidikan, dsb) 11. antusiasme masyarakat terhadap pendidikan
P PEEDDOOMMAANN OOBBSSEERRVVAASSII E EVAVALLUUASASII PPRROOGGRRAAMM//KKEEGGIIAATTAANN P PEENNGGEEMMBBAANNGGANAN MMAASSYYARARAAKKAATT DDII DDEESSAA SSUUKKOOSSOONNOO
MODEL A : Observasi ditujukan pada aktivitas peserta program/ kegiatan dan sarana dan prasarana yang digunakan dan hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan program
1. Melihat kondisi program pengembangan masyarakat/pemberdayaan masyarakat yang ada
2. Inventarisir jenis-jenis program atau kegiatan yang pernah dilaksanakan. Melihat permasalahan sosial yang dominan.
3. Upaya dan apa yang telah dilakukan masyarakat dalam mengatasi masalah yang dihadapi
4. Potensi-potensi sosial lokal yang dimiliki masyarakat untuk pengembangan masyarakat
5. Menginventarisasi dan mengamati jenis-jenis katagori dan karakteristik lembaga dan organisasi lokal yang ada dan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap norma-norma atau aturan yang berlaku dalam kelembagaan
6. Melihat lingkungan sekitar di mana peserta program/kegiatan melakukan aktivitas
7. Melihat tempat di mana calon peserta program/kegiatan menerima penyuluhan sosial dan motivasi sosial serfta sarana dan prasarana yang digunakan
8. Melihat dan mengamati secara langsung kemampuan dan keterampilan petugas pendamping dalam melaksanakan tugas, peran dan fungsi selama berintegrasi dengan peserta program atau kegiatan dalam setiap kesempatan 9. Melihat dan mengamati secara langsung perilaku peserta program/kegiatan
dalam melaksanakan usaha (bersemangat, tekun, dan cekatan)
10. Melihat dan mengamati secara langsung bagaimana peserta program/kegiatan bekerja dengan menggunakan keterampilan yang dimiliki 11. Melihat dan mengamati secara langsung bagaimana kerjasama yang terjalin
dengan peserta program/kegiatan dalam melaksanakan usahanya
12. melihat dan mengamati secara langsung produktivitas peserta program/ kegiatan dalam pengadaan peralatan bahan baku, pembuatan barang-barang komoditi, dan pemasaran
183
13. Melihat dan mengamarti secara langsung bagaimana peserta program/ kegiatan dalam pembagian keuntungan usaha, tabungan kelompok, iuran, kesetiakawanan sosial, dan cara mengelola hasil usaha
14. Melihat dan mengamati kehidupan peserta program/kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, perumahan dan lingkungan
15. Melihat dan mengamati bagaimana perkembangan program/kegiatan yang dikembangkan berdasarkan alat ukur:
a. organisasi dan administrasi b. kegiatan usaha
c. pembagian tugas kelompok d. pembagian hasil usaha e. upaya pengembangan usaha f. sekuritas pendanaan
16. Bagaimana kegiatan bantuan pengembangan usaha dilaksanakan? Jelaskan mengenai sasaran, waktu, metode, alat, pelaksana, pelaksanaan, dan pelaporan
17. Bagaimana kegiatan pendampingan dilaksanakan? Jelaskan mengenai sasaran, waktu, tempat dan pelaksana
18. Bagaimana Anda melihat keberhasilan pelaksanaan pada tahap pengembangan usaha ini?
19. Bagaimana kegiatan inventarisasi/registrasi dilaksanakan pada tahap kemitraan usaha? Jelaskan mengenai sasaran, waktu, metode, alat, pelaksana, pelaksanaan, dan pelaporan?
20. Bagaimana kegiatan pendataan dan identifikasi dilaksanakan pada tahap kemitraan usaha? Jelaskan mengenai sasaran, tempat, alat, pelaksana, dan pelaksanaan?
21. Bagaimana kegiatan seleksi dilaksanakan pada tahap kemitraan usaha? Jelaskan mengenai sasaran, tempat, alat, pelaksana, dan pelaksanaan? 22. Bagaimana kegiatan bimbingan organisasi kemitraan usaha dilaksanakan
pada tahap kemitraan usaha? Jelaskan mengenai sasaran, tempat, metode, alat, pelaksana, dan pelaksanaan?
23. Bagaimana kegiatan pelaksanaan kemitraan usaha dilaksanakan pada tahap kemitraan usaha? Jelaskan mengenai sasaran, tempat, metode, alat, pelaksana, dan pelaksanaan?
24. Bagaimana kegiatan perluasan jaringan kemitraan usaha dilaksanakan pada tahap kemitraan usaha? (tanyakan menganai sasaran, tempat, dan pelaksanaan)
25. Bagaimana Anda melihat keberhasilan pelaksanaan pada tahap kemitraan usaha ini?
185 P PEEDDOOMMAANN WWAAWWAANNCCAARRAA E EVAVALLUUASASII PPRROOGGRRAAMM//KKEEGGIIAATTAANN P PEENNGGEEMMBBAANNGGANAN MMAASSYYARARAAKKAATT DDII DDEESSAA SSUUKKOOSSOONNOO
MODEL B: IDENTIFIKASI PROGRAM
IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : 2. Umur : 3. Pendidikan : 4. Status :
1. Adakah program/kegiatan yang diarahkan diperuntukkan bagi peningkatan kapasitas dan kualitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya (CD) yang pernah atau masih berlangsung? Seperti: Posyandu, PPK, PKK, program life skills, dsb
a. Kalau ada, amati/analisis dan catat hasilnya - sifatnya: swadaya, swadana, atau pemerintah - inisiatif berasal dari siapa
- uraikan kegiatannya
- bagaimana tahapan/prosedur pelaksanaan kegiatan
- apa prasyarat bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan - unsur-unsur apa yang terlibat (perorangan, LSM, lembaga, dsb) - adakah kriteria khusus bagi unsur yang terlibat
b. Kalau program/kegiatan tersebut bersifat swadaya/swadana, catat hasilnya.
- Apa ciri khusus komunitas tersebut? - Apa kapital sosial yang dimiliki? - Siapa motivatornya?
- Termasuk ke dalam type apa kelembagaan yang terbentuk? (public sector, participatory sector, atau privat sector)
- Bagaimana norma dan pola hubungan yang terbentuk? - Aspek/prinsip CD mana yang dominan dalam program - Apa keuntungan / manfaat yang diperoleh?
2. Bagaimana proses pengorganisasian masyarakat dalam mengikuti program tersebut?
Catat hasilnya.
a. bagaimana metode yang digunakan (top down / bottom up) b. pendekatan apa yang diterapkan
c. type partisipasi mana yang diterapkan
3. Bagaimana keberpihakan program/kegiatan tersebut terhadap kepentingan dan kebutuhan komunitas/masyarakat?
Catat hasilnya.
4. Bagaimana penerapan asas prinsip CD dalam program/kegiatan tersebut? Catat hasilnya.
5. Aspek/prinsip CD mana yang menjadi sasaran/yang ingin dikembangkan? (terkait dengan tujuan).
Catat hasilnya.
6. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam program/kegiatan tersebut? Bagaimana kerjasama yang terjalin antara peserta program/kegiatan dalam melaksanakan usahanya.
187 P PEEDDOOMMAANN W WAAWWAANNCCAARRAA MMEENNDDAALLAMAM Sumber informasi: 1. tokoh masyarakat 2. tokoh pendidikan
3. penyelenggara program life skills 4. tutor/pengajar/TLD
5. warga belajar
I. WILAYAH
Sejarah wilayah Desa Sukosono (kejadian penting bagi komunitas setempat)
II. STRUKTUR KOMUNITAS
1. pelapisan sosial dan kepemimpinan pada komunitas
2. unsur utama pelapisan sosial (luas tanah, pekerjaan, pendidikan, atau lainnya)
3. siapa yang menjadi pemimpin formal dan non formal 4. sumber kepemimpinannya
5. bagaimana kepatuhan masyarakat terhadap kepemimpinan
6. secara khusus, uraikan proses sosialisasi dalam komunitas (pola pengasuhan sistem kekerabatan)
7. bagaimana hubungan dan prasangka antar kelompok masyarakat
8. apakah ada assosiatif (assimilasi, akulturasi, dan kerjasama) dan proses dissosiatif (persaingan, kontroversi, atau konflik)
9. bentuk-bentuk diskriminasi terbuka dan tertutup
10. jejaring sosial dalam komunitas (horizontal dan vertikal)
III. KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI PENDIDIKAN 1. Pandangan masyarakat terhadap pendidikan 2. tradisi masyarakat terhadap pendidikan 3. pandangan masyarakat terhadap PKBM
IV. SISTEM EKONOMI
1. mata pencaharian pokok penduduk lokal
2. eksistensi unit-unit usaha ekonomi (warung, koperasi, pasar, meubel)
E
3. bagaimana sistem tataniaga input dan output hasil pertanian dan non pertanian
4. kaitan mata pencaharian dengan sumber daya lokal 5. gerak penduduk terhadap kegiatan ekonomi
6. sistem penguasaan sumber daya agraria 7. pola hubungan manusia dengan sumber daya
8. lembaga-lembaga (norma, organisasi, dsb) yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam
9. sistem pengupahan
V. KEHIDUPAN KELUARGA
1. Kendala yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan dan kesehatan
2. Tradisi
VI. KEPEDULIAN KOMUNITAS TERHADAP PENDIDIKAN 1. Fasilitas yang disediakan komunitas untuk pendidikan 2. Fasilitas yang disediakan komunitas untuk keluarga
3. Kegiatan yang dilakukan komunitas bersama PKBM Al-Wathoniyah 4. Antusiasme masyarakat terhadap pendidikan
5. identifikasi berbagai masalah pendidikan yang ada
VII. KAPITAL SOSIAL 1. nilai-nilai agama 2. kekerabatan 3. kepercayaan 4. kejujuran 5. jejaring 6. hubungan timbal-balik 7. kepedulian pemerintah
189 P PEEDDOOMMAANN W WAAWWAANNCCAARRAA MMEENNDDAALLAMAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Sumber informasi:
Pengurus PKBM sebagai penyelenggaran program life skills
IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : 2. Umur : 3. Pendidikan : 4. Status :
1. Apa makna pendidikan bagi Anda?
2. Apa motivasi Anda menyelenggarakan PKBM?
3. Bagaimana proses pembentukan PKBM Al-Wathoniyah? 4. Apakah sarana dan prasarana di PKBM sudah memadai?
5. Bagaimana kesiapan PKBM menyelenggarakan program life skills? 6. Bagaimana peran Pemerintah dalam pelaksanaan program life skills di
PKBMAl-Wathoniyah?
7. Bagaimana sistem keuangan/anggaran dalam PKBM? 8. Bagaimana sistem penggajian terhadap para pengajar?
9. Bagaimana sistem iuran yang ditetapkan terhadap peserta didik? 10. Apa kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan program life skills? 11. Bagaimana Anda melihat keberhasilan pelaksanaan PKBM?
P PEEDDOOMMAANN W WAAWWAANNCCAARRAA MMEENNDDAALLAMAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN Sumber informasi:
Pengajar / tutor program life skills
IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama : 2. Umur : 3. Pendidikan : 4. Status :
1. Apa makna pendidikan bagi Anda?
2. Bagaimana proses rekruitmen Anda sebagai tutor?
3. Bagamana kualifikasi pendidikan yang diterapkan terhadap para pengajar program life skills?
4. Bagaimana kegiatan proses belajar mengajar dilaksanakan? 5. Apakah sarana dan prasarana pengajaran sudah memadai? 6. Apakah Anda memahami tupoksi Anda?
7. Keterampilan apa yang Anda miliki?
8. Bagaimana kurikulum program life skills diselenggarakan?
9. Bagaimana Anda melaksanakan kegiatan belajar-mengajar di kelas?
10. Bagaimana antusiasme peserta didik dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar?
11. Bagaimana dengan penggajian Anda, apakah sudah sesuai dengan harapan Anda?
12. Apa saja hambatan yang dihadapi selama ini?
13. Bagaimana Anda mengevaluasi kegiatan penyelenggaraan pendidikan selama ini?
14. Bagaimana harapan Anda ke depan dalam penyelenggaraan program life skills?
191
D
DAFAFTTARAR RREESSPPOONNDDEENN DDAANN IINNFFOORRMMAANN KKPPMM
No NAMA USIA I/R JABATAN/PEKERJAAN TOPIK
1. Kh 48 I Kasi Sosial BPS Kab. Jepara IPM
2. ZA 48 I Sekretaris Kec. Kedung Profil Masy Sukosono 3. Su S NK Sar 44 60 38 52 I I I I
Perangkat Desa Sukosono Pemetaan Sosial Desa Sukosono
4. HS 52 I Tokoh masy / anggota BPD Kondisi Sosial Ekonomi 5. ASy
Sam 26 27 I I Ketua KT “Lestari”, guru Pengurus Irmabat Penyelenggaraan pendi-dikan, profil Sukosono 6. KS AS Shd Ng 46 42 52 50 I I I I
Penilik PLS Kec. Kedung Penilik PLS Kec. Kedung Pengawas PAI SD Kedung Pengawas TK/SD Kedung
Penyelenggaraan PLS di Kedung, perkembangan PKBM Al-Wathoniyah 7. ZER 31 I Tenaga Lapangan Dikmas
Kecamatan Kedung Penyelenggaraan PLS di Kec. Kedung 8. MZ 49 I Kabid Dinas P dan K Jepara Penyelenggaraan
Pendidikan (PS dan PLS)
TP 52 I Kepsek SMP Satu Atap 3 Kdg
Jz R 29 30 I I Sekretaris PKBM, guru guru
9. RT 35 R/I Ketua PKBM Al-Wathoniyah Penyelenggaraan Pendidikan di Sukosono, penyelenggaraan PKBM, penyelenggaraan life skills 10. KH. MK 57 R/I Kyai pesantren Mamba’ul
Qur’an Sukosono Penyelenggaraan Pesantren Mamba’ul Qur’an
Y
Am 24 32 R R Santri Alumni santri
11. Ro 21 R Tukang / masyarakat Kondisi Mata Pencaharian Utama Masyarakat 12. Kyai BR 56 R kyai / ustadz pesantren Penyelenggaraan PLS di
Mun 43 R Ustadz pesantren
Mus 31 R WB Paket C di pesantren - penyelenggara Skmn
Mstf 27 42 R R Peserta Kejar Paket - peserta Kejar Paket 13. Am 32 R Wiraswasta sablon Penyelenggaraan program
life skills: sablon, roti bolu, menjahit dan bordir, rengginan, bobok, meubel SMr 31 R Wiraswasta roti bolu
NI 34 R Wiraswasta menjahit M 38 R Wiraswasta rengginan Jz 29 R Koordinator bobok RT 35 R Pengusaha meubel 14. unsur pemerintah (TLD Kec Kedung) unsur ponpes Mamba’ul Qur’an (kyai dan santri) pengurus PKBM Al-Wathoniyah; warga belajar; warga masyarakat; NST/ tutor life skills pengurus KT
195
WAWANCARA KELOMPOK DENGAN PERANGKAT DESA SUKOSONO DI BALAI DESA SUKOSONO
DI DEPAN BALAI DESA SUKOSONO
KEGIATAN MEUBEL SKALA KECIL DI DESA SUKOSONO, PENUNJANG PEREKONOMIAN WARGA SUKOSONO
WAWANCARA DENGAN BP. ROCHMAT, KETUA PKBM AL-WATHONIYAH DI RUANG GURU MTs SULTAH FATTAH SUKOSONO
BERSAMA DENGAN BP. ROCHMAT, DI DEPAN GEDUNG RAUDHATUL ATHFAL, TEMPAT YANG DIFUNGSIKAN SEBAGAI SEKRETARIAT PKBM AL-WATHONIYAH
SEBELUM MENEMPATI GEDUNG SENDIRI
KEGIATAN PENGAJIAN DAN KUMPULAN, CONTOH KAPITAL SOSIAL DI SUKOSONO
“ALAS” ATAU LAHAN SEKITAR RUMAH MASYARAKAT SUKOSONO, BANYAK DITANAMI JATI DAN KAYU KERAS LAINNYA
197
BERBINCANG DENGAN BP. JAZULI, PENGURUS PKBM AL-WATHONIYAH DI SMPN SATU ATAP 3 SUKOSONO DAN PESANTREN MAMBA’UL QUR’AN
\
KEGIATAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH YANG
DISELENGGARAKAN PKBM AL-WATHONIYAH, ANTARA LAIN: KEJAR PAKET DAN PAUD
WAWANCARA MENDALAM DENGAN SALAH SEORANG USTADZ PONDOK PESANTREN PKBM MENYELENGGARAKAN PLS BERSAMA PONDOK PESANTREN
KEGIATAN SANTRI MENGIKUTI PLS, KOLABORASI PKBM AL-WATHONIYAH DENGAN PESANTREN MAMBA’UL QUR’AN
199
SUASANA FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DI SALAH SATU RUANG MENGAJI PESANTREN MAMBA’UL QUR’AN,