• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MENINGKATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA DAERAH1

Oleh:

KUSMAYADI2

P E N D A H U L U A N

Perkembangan ilmu, pengetahuan dan teknologi telah mendorong manusia untuk menciptakan berbagai kemajuan di berbagai bidang. Namun kemajuan ini, selain memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia, sering pula menimbulkan dapak negatif yang sangat merugikan manusia.

Beberapa dampak negatif yang merugikan antara lain berubahnya kondisi lingkungan; iklim menjadi panas, lingkungan menjadi tidak nyaman, terjadi kebisingan, udara dan air tercemari zat-zat kimia berbahaya, pemandangan membosankan, sehingga orang-orang mempunyai keinginan untuk pergi mencari tempat-tempat yang sunyi, bersih, indah dan menyegarkan.

Pembangunan juga telah menimbulkan alih fungsi lahan menjadi bangunan-bangunan dan industri yang menyebabkan berkurangnya tempat-tempat rekreasi, menimbulkan rutinitas yang tidak pernah berakhir, terdapatnya perbedaan sosial budaya. Rutinitas yang tidak berakhir, telah merubah kondisi sosial budaya, kerekatan di dalam keluarga atau antar masyarakat semakin renggang, telah mendorong orang untuk mencari suasana baru, menghidari rutinitas yang membosankan akhirnya mereka terdorong untuk melakukan perjalanan.

Karena ilmu dan teknologi yang lebih maju, menyebabkan kelompok masyarakat tertentu menjadi meningkat pendapatannya. Peningkatan ini menyebabkan konsumsi tinggi, daya beli meningkat, mendorong mereka untuk melakukan perjalanan ke tempat lain.

1 Disampaikan dalam rangka penyuluhan peningkatan keterampilan usaha sektor pariwisata, Cikotok, 27 November 1999.

(2)

Melakukan perjalanan ke tempat lain, dengan tujuan untuk menikmati suasana baru; keindahan, kesegaran, untuk sementara waktu dan bukan untuk mencari nafkah, maka kegiatan mereka ini dinamakan berwisata.

A P A I T U “ W I S A T A ”

Wisata menurut Undang-undang No. 9 tahun 1990, pasal 1, menyangkut:

1. Kegiatan perjalanan, yang

2. Dilakukan secara sukarela, dan

3. Bersifat sementara, serta

4. Perjalanan itu sebagian atau seluruhnya bertujuan untuk menikmati objek

dan daya tarik wisata.

A P A I T U O B J E K D A N D A Y A T A R I K W I S A T A

Objek wisata berupa:

1. Ciptaan Tuhan yang berwujud; Keanekaragaman tumbuhan dan hewan,

keindahan pemandangan alam, lautan, rimba belantara, deburan ombak.

2. Hasil karya manusia; waduk buatan, sawah dan kebun (agrowisata),

museum, peninggalan sejarah, kesenian, adat istiadat, taman rekreasi, dan tempat-tempat hiburan.

Sedangkan Daya Tarik Wisata;

Adalah suatu objek baik Ciptaan Tuhan maupun hasil karya manusia, yang menarik minat orang untuk berkunjung dan menikmati keberadaannya.

A P A K A H P A R I W I S A T A I T U ?

Segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut (UU, No. 9, pasal 1). Pariwisata meliputi:

1. Semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata,

2. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata,

3. Pengusahaan jasa dan sarana pariwisata:

a. Usaha jasa pariwisata (BPW, Agen Perjalanan, pramuwisata dll)

b. Usaha sarana pariwisata (akomodasi, restoran, angkutan dll)

c. Usaha lain yang berkaitan dengan pariwisata.

K E P A R I W I S A T A A N

(3)

Kegiatan ini berkaitan dengan perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, pengawasan pariwisata, bik oleh pemerintah, swasta mapun masyarakat.

W I S A T A A L A M D A N W I S A T A E K O L O G I

Wisata alam adalah suatu bentuk wisata yang memanfaatkan potensi

sumberdaya alam dan ekosistemnya, baik dalam bentuk asli maupun telah ada

perpaduan dengan daya cipta manusia. Sedangkan objek wisata alam adalah

alam beserta ekosistemnya baik asli maupun telah mengalami perpaduan

dengan daya cipta manusia, yang mempunyai daya tarik untuk dilihat dan

dikunjungi wisatawan.

Lauscarian (1995) mengungkapkan bahwa wisata ekologi terdiri atas

berwisata ke/dan mengunjungi kawasan wisata alamiah yang relatif tak

terganggu dengan niat betul-betul obyektif untuk melihat, mempelajari,

mengagumi keindahan alam, flora, fauna termasuk aspek-aspek budaya baik di

masa lampau maupun di masa sekarang, yang mungkin terdapat di kawasan

wisata tersebut. Wisata ekologi menekankan pada upaya pelibatan masyarakat

setempat dalam proses sehingga mereka dapat memperoleh keuntungan

sosio-ekonomi dari proses dimaksud. Dalam keterlibatannya, masyarakat harus

memperoleh petunjuk-petunjuk dan pengaturan, guna memperoleh saringan

(filter) yang ketat terhadap masuknya pengaruh negatif para wisatawan.

Wisata ekologi didefinisikan juga sebagai perjalanan yang penuh arti ke

daerah-daerah asli untuk memahami kebudayaan dan sejarah ekologi dari

lingkungan tersebut, sambil memelihara keterpaduan dari ekosistem dan

memberikan kesempatan ekonomi kepada penduduk asli di kawasan wisata.

Wisata ekologi adalah pariwisata berskala kecil yang memberikan

sensitifitas manusia pada keragaman kekayaan alam dan kebudayaan sehingga

menimbulkan keinginan untuk mempelajari dan menghormatinya.

Wisata ekologi menjadi semakin populer karena adanya kejenuhan di

(4)

wisatawan pada wisata yang lebih khusus, yang menawarkan kepekaan

terhadap lingkungan. Selain itu, adanya kecenderungan budaya hijau yang

didukung komitmen politik dunia dengan lahirnya Deklarasi Rio dan cetak

birunya agenda-21 pada KTT bumi di Rio de Janeiro, Brazil 1992 (Kompas,

12 Juli 1994:10).

Wisata ekologi konsepnya lebih sempit dan lebih banyak memberi

perhatian bagi konservasi alam dan pembangunan penduduk lokal. Suatu

perjalanan dengan kelompok kecil ke suatu kawasan yang masih asli dengan

tidak meninggalkan polusi apa pun di kawasan tersebut. Wisatawan akan

melihat dan belajar secara langsung mengenai masalah lingkungan melalui

perencanaan dan pengalaman mereka di lapangan.

Kunjungan ini harus direncanakan sedemikian rupa sehingga penduduk

lokal memperoleh nilai tambah secara ekonomi dan sumber daya alamnya

terlindungi untuk waktu yang akan datang sehingga benar-benar merupakan

aset yang besar bagi generasi yang akan datang.

Cikotok yang terkenal sejak lama sebagai daerah pertambangan, dan

mempunyai karakteristik budaya masyarakat tersendiri. Kekuatan

mempertahankan adat istiadat dan atau tradisi, merupakan prospek yang

sangat bagus bagi peningkatan kunjungan wisatawan. Karena kecenderungan

wisatawan saat ini dan di masa yang akan datang akan lebih tertarik pada

kondisi demikian.

M E N G A P A P A R I W I S A T A P E N T I N G D A L A M P E M B A N G U N A N ?

Di masa yang akan datang sumber daya alam akan habis dan tidak bisa

diperbaharui, bila kita eksploitasi secara terus menerus. Minyak bumi, akan

habis, hutan belantara akan musnah bila dibabat dijual kayu dan isi hutanya.

(5)

akan berkurang karena kekurangan air akibat hutan gunung yang semakin

gundul. Lalu dari mana kita akan mencari penghidupan?

Pariwisata tidak akan menjual hutan, tetapi pariwisata menjual keindahan

hutan. Pariwisata tidak pernah menjual binatang langka, tetapi pariwisata

menjual kelangkaan binatang itu. Pariwisata tidak akan menjual lautan tetapi

pariwisata menjual deburnya ombak, menjual indahnya jagat raya. Pariwisata

tidak menjual tanah pertanian, tetapi pariwisata menjual tata cara bertani, dan

hasil pertaniannya.

Apabila pariwisata dikembangkan dengan baik, dengan menjaga dan

melestarikan sumber daya alam dan ekosistemnya, maka kegiatan pariwisata

akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar daerah tujuan wisata

tersebut. manfaat-manfaat tersebut antara lain:

1. Manfaat Ekonomi

a) Penerimaan Devisa

b) Kesempatan berusaha

c) Terbukanya lapangan kerja

d) Meningkatnya pendapatan masyarakat dan pemerintah

2. Manfaat Sosial Budaya

a) Pelestarian budaya dan adat istiadat

b) Meningkatkan kecerdasan masyarakat

c) Meningkatkan kesehatan dan kesegaran

d) Mengurangi konflik sosial

3. Manfaat Bagi Lingkungan

Apabila pariwisata direncanakan, dilaksanakan dan diawasi dengan baik, maka manfaat pariwisata bagi alam adalah:

a) terpeliharannya kelestarian sumber daya alam

b) tertatanya lingkungan yang bersih rapi dan serasi

(6)

S A P T A P E S O N A U N T U K M E M B A N G U N C I T R A P A R I W I S A T A

Agar wisatawan berbondong-bondong datang ke Cikotok maka menata

dan mempercantik Cikotok perlu dilakukan mulai dari sekarang. Kita telah

mempunyai sapta pesona untuk menarik wisatawan, namun pesona itu belum

kita terapkan dengan baik. Oleh karena itu, menjadi keharusan bagi kita

untuk menjalakan sapta pesona dalam kehidupan sehari-hari. Sapta pesona itu

terdiri atas aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.

1. Aman

Aman, merupakan suatu kondisi atau keadaan yang memberikan suasana

tenang dan rasa tenteram bagi wisatawan. Aman juga berarti bebas dari rasa

takut dan khawatir akan keselamatan jiwa, raga dan harta miliknya (barang

bawaan dan yang melekat pada tubuhnya). Juga berarti, bebas dari ancaman,

gangguan dan tindak kekerasan atau kejahatan (penodongan, perampokan,

pemerasan, penipuan).

Aman, dalam arti termasuk pula penggunaan sarana dan prasarana serta

fasilitas, yaitu baik dari gangguan teknis maupun lainnya, karena sarana,

prasarana dan fasilitas tersebut terpelihara dengan baik.

2. Tertib

Tertib, merupakan suatu kondisi atau keadaan yang mencerminkan

suasana tertib dan teratur serta disiplin dalam semua kehidupan masyarakat.

Keadaan atau suasana tertib menghadapi wisatawan lebih ditujukan kepada :

! Tertib dari segi peraturan dimana wisatawan akan mendapatkan

suasana pelaksanaan peraturan yang konsisten dan seragam dimana saja.

! Tertib dari segi waktu dimana wisatawan akan menemukan segala

sesuatu yang pasti waktunya sesuai dengan jadwal.

! Tertib dari segi mutu pelayanan dimana wisatawan akan mendapatkan

(7)

! Tertib dari segi informasi dimana wisatawan selalu dengan mudah

mendapatkan informasi yang akurat dan dalam bahasa yang dapat dimengerti.

3. Bersih

Bersih, merupakan suatu kondisi atau keadaan yang menampilkan sifat

bersih dan sehat (hygienis). Keadaan bersih harus selalu tercermin pada

lingkungan dan sarana pariwisata yang bersih dan rapi, penggunaan alat

perlengkapan pelayanan yang selalu terawat baik, bersih, dan bebas dari

bakteri atau hama penyakit, makanan dan minuman yang sehat, serta

penampilan petugas pelayanan yang bersih baik fisik maupun pakaiannya.

Bersih dari segi lingkungan dimana wisatawan akan menemukan

lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah, limbah, pencemaran lembah,

pencemaran maupun kotoran lainnya.

Bersih dari segi bahan dimana wisatawan mendapatkan bahan yang bersih

baik pada makanan, minuman, maupun bahan lainnya yang digunakan dalam

proses penyajian.

4. Sejuk

Sejuk, merupakan suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang

memberikan suasana segar dan nyaman. Kondisi lingkungan seperti itu

tercipta dengan upaya menciptakan suasana penataan lingkungan,

pertamanan, penghijauan pada jalur wisata.

Memperindah wajah kota dengan pembangunan taman-taman di

tempat-tempat terbuka, penghijauan sepanjang jalan, lingkungan dan perkantoran dan

pusat perbelanjaan serta lingkungan pemukiman penduduk dan obyek wisata.

Dalam ruangan, kesejukan dapat diciptakan melalui penataan dan penyediaan

pot-pot tanaman serta bahkan kalau mungkin membuat taman.

(8)

Indah, merupakan suatu kondisi atau keadaan yang mencerminkan

penataan yang teratur, tertib dan serasi, sehingga memancarkan keindahan.

Indah, dilihat dari sudut penggunaan tata warna yang serasi, selaras dengan

lingkungan sekitarnya, baik interior maupun eksterior serta menunjukkan sifat

dan ciri kepribadian nasional. Keindahan terutama dituntut dari penampilan

semua unsur yang berhubungan langsung dengan pariwisata, seperti

penampilan wajah kota, halaman depan hotel dan bangunan bersejarah,

jalur-jalur wisata, lingkungan obyek wisata serta produk wisata lainnya. Indah dari

segi alam dimana wisatawan akan mendapatkan lingkungan yang indah yang

dikarenakan pemeliharaan dan pelestarian yang teratur dan terus menerus.

6. Ramah-tamah

Ramah-tamah, adalah sifat dan perilaku masyarakat yang akrab dalam

pergaulan, hormat dan sopan dalam berkomunikasi, suka senyum, suka

menyapa, suka memberikan pelayanan, dan ringan kaki untuk membantu

tanpa pamrih, baik yang diberikan oleh petugas/aparat unsur pemerintah

maupun usaha pariwisata yang secara langsung melayaninya.

7. Kenangan

Dalam pengertian kenangan tercakup didalamnya adalah :

! Kenangan dari segi akomodasi yang nyaman, dimana wisatawan

selama menginap akan mendapatkan kenyamanan baik dari segi lingkungan, pelayanan kamar, pelayanan makan minum maupun pelayanan-pelayanan lainnya.

! Kenangan dari segi atraksi budaya yang mempesona dimana

wisatawan akan mendapatkan suatu kenangan akan budaya yang mempesona, baik dari segi variasi, mutu dan kontinyuitas maupun waktu yang tepat.

! Kenangan dari segi makanan khas daerah yang lezat dimana

(9)

! Kenangan dari segi cinderamata yang mungil, bermutu, menawan dan

harga yang wajar.

U P A Y A M E N I N G K A T K A N K U N J U N G A N W I S A T A W A N

Dalam kaitan ini, kegiatan promosi merupakan hal yang sangat penting

dilakukan. Promosi, bukan hanya kewajiban harus dilakukan oleh pemerintah

melainkan tugas seluruh lapisan masyarakat yang berada di daerah tujuan

wisata. Promosi yang paling efektif adalah membuat wisatawan betah tinggal

di Cikotok, karena apabila mereka betah dan tinggal cukup lama, akan

memperoleh kenangan yang mengesankan mereka. Dan ketika mereka

kembali ke kampung halamannya di Eropa, Amerika, Jepang atau yang

lainnya, akan cerita tentang Endanya, Tertibnya, Alaminya, dan

pengalamannya selama berada di Cikotok.

Sebenarnya, dengan menerapkan SAPTA PESONA menjadi bagian dari kehidupan yang dijalankan sehari-hari, maka pariwisata di Cikotok akan berkembang pesat baik, senusantara maupun ke Mancanegara. Ketujuh pesona dari sapta pesona akan membangun citra positif pariwisata di Cikotok.

P E N U T U P

Upaya mengembangkan pariwisata di wilayah ini, perlu dukungan dan dorongan dari setiap lapisan masyarakat, terutama dalam menghadapi kedatangan wisatawan. Sekarang ini, dunia sudah semakin sempit, kejadian di belahan bumi bagian barat akan segera diketahui oleh masyarakat yang berada di belahan bumi bagian timur, utara dan selatan. Oleh karena itu, walaupun pariwisata sudah berkembang di sini, kita harus tetap menjaga dan melestarikan warisan leluhur kita. Karena warisan itu lah yang dapat menjadi andalan dalam mempertahankan daya tarik wisata.

Demikianlah harapan agar pariwisata di Cikotok dapat berkembang pesat dalam mengadapi abad XXI yang tinggal dalam hitungan hari. Semoga Allah SWT., memperkenankan-Nya.

(10)

MENINGKATKAN PERAN SERTA MASYARAKAT

DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA DAERAH

Oleh:

KUSMAYADI

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta

Disampaikan dalam rangka:

Penyuluhan peningkatan keterampilan usaha sektor pariwisata, Di Cikotok-Rangkasbitung Jawa Barat

KERJASAMA

DEPARTEMEN PARIWISATA SENI DAN BUDAYA

DENGAN

PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI PARIWISATA TRISAKTI

Referensi

Dokumen terkait

Pada pelaksanaan, dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen risiko likuiditas secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan perbankan

Yaitu pengolahan (treatment) air limbah dengan mendayagunakan Yaitu pengolahan (treatment) air limbah dengan mendayagunakan mikroorganisme untuk mendekomposisi

Penyimpangan yang sering mereka lakukan disaat waktu luang yang tidak di aktualisasikan secara baik, banyak orang berpendapat penyimpangan pengamen yang umum

Jika tahun sebelumnya Anda sudah melaporkan daftar harta dalam e-filing, Anda dapat menampilkan kembali dengan klik “Harta Pada SPT Tahun Lalu”. Simulasi

Mengenai Program LAPOR Kota Bandung untuk diterbukakan di media sinar pagi edisi april √ Permohonan informasi telah dipenuhi dan di ambil langsung. 2 13/4/2015 28/4/2015 11

Pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dalam pengendalian penyakit tungro pada padi local Kalimantan Selatan.. Proseding Seminar Nasional

Kelayakan model pembelajaran Discovery Based Project dari ahli 3,30 (baik), praktisi 3,48 (baik), dan siswa 3,27 (baik) sehingga layak digunakan di SMA Negeri

Aktivitas guru dalam pembelajaran menggunakan media grafis bagan, Aktivitas siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media grafis bagan dalam