ISSN: 2597-4726
AQLI
Lembaga Penelitian dan Penulisan I lmiah
Jur nal Riset Sains Manajemen
Volume 1, Nomor 2, 2017
Willy Yusnandar
Analisis determinan minat berbisnis online di kalangan mahasiswa Hal. 129-138
DOI: 10.5281/ zenodo.1095037
I nfor masi Ar tikel
Cara sitasi
Yusnandar, W. (2017). Analisis determinan minat berbisnis online di kalangan mahasiswa.
Jurnal Riset Sains M anajem en, 1(2), 129-138. Retrieved from
http:/ / ejurnal.id/ index.php/ jsm/ article/ view/ 102 Atau,
Yusnandar, W. (2017). Analisis determinan minat berbisnis online di kalangan mahasiswa.
Jurnal Riset Sains M anajem en, 1(2), 129-138. DOI: 10.5281/ zenodo.1095037
Tautan permanen ke dokumen ini
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
ANALISIS DETERMINAN MINAT BERBISNIS ONLINE
DI KALANGAN MAHASISWA
W illy Yusnandar
Program St udi M anajem en, Universit as M uham m adiyah Sum at era Ut ara E-m ail: w illyyusnandar@um su.ac.id
ABSTRACT
Purposes
E-business could be one solut ion t o resolve t he problem of unem ploym ent , especially for higher educat ion graduat es. Before t hey becom e an alum nus, We need t o dist inguish how t heir interest in t he online business. Therefore, t his st udy aim w as t o learn t he effect s of educat ion, environm ent , and int ernet service available on st udent s' int erest for doing an online business.M et hods
The t ype of t his st udy has ut ilized t he survey. This st udy w as used 94 select ed sam ples w it h purposive sam pling met hod. A quest ionnaire w as an inst rum ent for collecting t he research inform at ion. The dat a w ere analysed by m ult iple regression techniques.Findings
The results of t his st udy indicat e t hat part ially variable educat ion and availabilit y of int ernet services had a significant effect on online business. How ever, environm ent al variables had no significant effect on online business. Sim ult aneously, t he variables of educat ion, environm ent , and availabilit y of int ernet services had a significant effect on online business int erest sKeyw ords
Educat ion, Environm ent , Int ernet , Interest , St udent s, e-Business.PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki angka pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Hal ini membuat tingkat persaingan antar individu untuk dapat bertahan hidup kian meningkat pula. Pertumbuhan penduduk yang tinggi tanpa diikuti oleh ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai akan memunculkan pengangguran dan menciptakan kemiskinan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tahun ini pada Februari 2014-Februari 2015, jumlah pengangguran di Indonesia meningkat 300 ribu orang, sehingga total mencapai 7,45 juta orang. Angkatan kerja Indonesia pada bulan kedua, bertambah sebanyak 128,3 juta orang atau meningkat 6,4 juta orang dibanding Agustus 2014. Sedangkan dibanding Februari tahun lalu, bertambah sebanyak 3 juta orang (Glienmourinsie, 2015). Salah satu cara untuk mengatasi masalah seperti di atas adalah dengan cara berbisnis atau berwirausaha dengan menggunakan internet.
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
juta orang pada tahun 2005, hingga menyentuh angka 88.1 juta pada tahun 2014. Wilayah Sumatera sendiri, yakni di Sumatera Utara memiliki jumlah pengguna internet terbanyak yaitu 3,6 juta pengguna dengan pertumbuhan pengguna internet baru sebesar 25%. Diikuti oleh provinsi Lampung dengan 3,4 juta pengguna dan pertumbuhan pengguna internet baru sebesar 42% (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, 2015). Pertumbuhan internet yang signifikan seperti di atas tentu memberikan banyak peluang bagi perkembangan e-business dan e-commerce di Indonesia.
M enurut halaman web IBM , e-business merupakan konsep untuk mengubah pokok dari
aktivitas bisnis melalui penggunaan teknologi internet (Lovely Professional University, 2012). E-business meliputi segala aktivitas yang berkaitan dengan internal perusahaan dan
koordinasi dengan penyalur dan pihak eksternal lainnya. M engaplikasikan teknologi internet dalam melaksanakan bisnis juga mencakup transaksi penjualan dan pembelian barang, yang disebut dengan elect ronic com merce atau e-com merce. Dengan demikian, e-com m erce adalah bagian dari e-business yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan
barang dan jasa melalui internet, termasuk juga aktivitas pendukung, yakni periklanan, pemasaran, pelayanan pelanggan, keamanan, pengantaran, dan pembayaran (Laudon & Laudon, 2014).
Sebagai contoh, beberapa perusahaan seperti Cisco Syst em , 3M , dan IBM merupakan
perusahaan digital, menggunakan internet untuk menggerakkan seluruh aspek bisnis mereka. Perusahaan lain kebanyakan belum sepenuhnya mengimplementasikan digital, tetapi mereka terus bergerak mendekati integrasi digital dengan penyedia, pelanggan, dan pegawai (Laudon & Laudon, 2014).
Namun demikian, aktivitas berbisnis atau berwirausaha dengan menggunakan e-business
seperti di atastidak semudah yang dibayangkan. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh APJII, bahwa hanya 14% pengguna internet Indonesia pernah melakukan penjualan online, dan juga diketahui bahwa alasan 86% pengguna internet lainnya enggan melakukan penjualan online dikarenakan beberapa hal, diantaranya adalah takut penipuan (41,3%), tidak tahu cara menggunakan (27%), dan tidak praktis (22,4%) serta alasan lainnya (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, 2015).
Secara umum, untuk dapat menjadi seorang pebisnis online yang handal memerlukan kreatifitas, inovasi, termasuk pula minat yang kuat. M inat adalah seperangkat mental yang terdiri dari suatu campuran perasaan, harapan, pendirian, kecenderungan yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu. M inat mempengaruhi proses dan hasil belajar seseorang sebab jika seseorang tersebut mempelajari sesuatu dengan penuh minat maka dapat diharapkan hasilnya akan lebih baik. Selain itu, minat seseorang dapat diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan seorang lebih tertarik pada suatu obyek lain (Suharti & Sirine, 2011).
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
dan memimpin anak buahnya; (2) Lingkungan keluarga dan masyarakat, semakin kondusif lingkungan keluarga dan masyarakat di sekitarnya maka akan semakin mendorong seseorang untuk menjadi seorang wirausaha; dan (3) Ketersediaan layanan internet, seseorang akan tertarik untuk menjadi wirausaha karena tersedianya infrastruktur internet yang baik dan murah (Adhitama, 2014; Lestari & Wijaya, 2012; Nastiti, Indarti, & Rostiani, 2010; Suharti & Sirine, 2011; Suhartini, 2011).
Berdasarkan identifikasi berbagai permasalahan seperti telah dijelaskan sebelumnya, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana faktor pendidikan, lingkungan, dan ketersediaan layanan internet dalam mempengaruhi minat mahasiswa berbisnis online ( e-business).
KAJIAN LITERATUR
M inat merupakan ketertarikan seseorang terhadap sesuatu. M inat juga dapat menjadi suatu motivasi bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. M inat adalah perasaan terlibat, tertangkap, terpesona, penasaran. Ada perasaan ingin menyelidiki, terlibat atau memperpanjang atau memperluas diri dengan memasukkan informasi baru dan memiliki pengalaman baru dengan orang atau objek yang telah mendorong minat tersebut (Silvia, 2006). Dalam bidang usaha atau bisnis, seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu, yaitu motif berprestasi. M otif ini ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi (Situmorang, 2012).
M inat berbisnis online dalam praktik dipengaruhi oleh faktor pendidikan, lingkungan dan ketersediaan layanan internet (Adhitama, 2014; Lestari & Wijaya, 2012; Nastiti, Indarti, & Rostiani, 2010; Suharti & Sirine, 2011; Suhartini, 2011).
Pert am a, pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu hal yang penting untuk membantu
seseorang dalam berbisnis. Berdasarkan cara memperolehnya, pendidikan terbagi atas dua macam, yaitu pendidikan formal yang didapat melalui bangku sekolah dan pendidikan non-formal yang di dapat dari pengalaman sehari-hari. Pendidikan melengkapi kita dengan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan dalam membantu kita mewujudkan tujuan karir kita. Pekerjaan profesional membutuhkan pendidikan yang substansial, pertukaran informasi dan pendapat untuk dapat menyelesaikan pekerjaan (Laudon & Laudon, 2014).
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pemilik usaha mempengaruhi bisnis usaha kecil menengah walaupun pengaruhnya tidak terlalu besar (Levenburg, M agal, & Kosalge, 2006). Penelitian yang berbeda memperlihatkan bahwa pengusaha kecil yang pertumbuhan bisnisnya sukses dengan menggunakan internet cenderung berpartisipasi dalam pelatihan (Webster, Walker, & Barrett, 2005). Pelatihan itu sendiri secara umum termasuk bagian dari pendidikan. Dalam kajian lain, ditemukan bahwa tingkat pendidikan dan status pelatihan telah ditemukan terkait dengan aspek motivasi pengusaha (Roy & M anna, 2014). Khusus di kalangan anak muda, hasil kajian menunjukkan bahwa kursus pelatihan, seminar, dan penyebaran informasi kewiraswastaan Internet adalah teknik utama yang mendorong anak muda untuk menciptakan bisnis internet (Aionok,
Išoraitė, &
Hussey, 2016).Kedua, lingkungan. Lingkungan pemasaran adalah dunia luar batas-batas organisasi, dunia
dimana pelanggan tinggal, dan termasuk keadaan ekonomi, pemerintah, peraturan, sikap sosial, masalah saat ini, perusahaan yang bersaing, infrastruktur distribusi, termasuk pula kemitraan dan perubahan teknologi. Jiwa bisnis atau kewirausahaan sangat ditentukan oleh lingkungan tersebut (Bygrave & Zacharakis, 2011).
Penelitian terdahulu memberi bukti bahwa wawasan tentang lingkungan mempunyai keterkaitan dengan kewiraswastaan (Littlewood & Holt, 2015). Penelitian lainnya juga memperlihatkan bahwa faktor lingkungan mempengaruhi bisnis st art -up. Lingkungan
tersebut dapat berupa: lingkungan yang ramah, ditandai oleh infrastruktur yang efisien, pasar modal yang mapan dan tersedianya insentif untuk memulai usaha; dan lingkungan yang mendukung, di mana penciptaan infrastruktur yang secara khusus ditujukan untuk mendorong usaha baru dapat menyebabkan peningkatan kewiraswastaan yang signifikan (Dubini, 1989). Studi lain pula memperlihatkan bahwa lingkungan pemasaran kewirausahaan didasarkan pada internet dapat membangun dan mendukung pengembangan kompetensi kewirausahaan (Franco, Santos, Ramalho, & Nunes, 2014). Penelitian yang mengkaji motivasi bisnis di kalangan anak muda memperlihatkan bahwa pengalaman pengusaha profesional dan penyebaran informasi kewiraswastaan Internet mendorong anak muda untuk berbisnis internet
(Aionok, Išoraitė,
& Hussey, 2016). Penelitian di kalangan mahasiswa juga menunjukkan bahwa karakteristik lingkungan (lingkungan universitas, penghindaran ketidakpastian) mempengaruhi niat kewirausahaan ke dalam tindakan kewirausahaan (Shirokova, Osiyevskyy, & Bogatyreva, 2016).Ket iga, ket ersediaan layanan int ernet . Internet adalah lingkungan jaringan heterogen dan
sumberdaya jaringan yang tersedia untuk aplikasi real time yang dapat di modifikasi dengan sangat cepat (Freire & Pereira, 2008). Internet merupakan jaringan sistem komputer sedunia yang memungkinkan komputer siapa saja dapat memperoleh informasi dari komputer lain yang terhubung ke jaringan internet (Khosrow-Pour, 2006).
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
informasi memicu perubahan model bisnis (Kiel, Arnold, & Voigt, 2017). Berdasarkan semua kaitan tersebut, yakni internet dapat memicu pekerjaan dan model bisnis, maka hal tersebut juga berlaku untuk analogi antara ketersediaan layanan internet dengan minat berbisnis online.
Gambar 1 kerangka berpikir penelitian
Penulis berasumsi berdasarkan beberapa kajian dan penelitian di atas bahwa pendidikan, lingkungan dan ketersediaan layanan internet berpengaruh terhadap minat seseorang untuk berbisnis online (Gambar 1).
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian pada skripsi ini adalah penelitian eksplanatori yang bersifat asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Kurniawan, 2012). Khusus untuk penelitian ini, penulis bermaksud menganalisis hubungan pendidikan, lingkungan dan ketersediaan layanan internet dengan minat mahasiswa untuk berbisnis online.
Sampel penelitian adalah mahasiswa program studi manajemen di Kota M edan khususnya mahasiswa semester empat sebanyak 94 orang. Penarikan sampel menggunakan salah satu dari jenis non probabilit y sam pling yakni accident al sam pling.
Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan angket. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif yakni menggunakan regresi linier berganda.
HASIL DAN DISKUSI
Hasil
Hasil penelitian ini menjelaskan dua perihal, yakni hasil pengujian parsial dan hasil pengujian simultan variabel bebas terhadap variabel terikat.
Pengujian secara parsial penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan, lingkungan dan ketersediaan layanan internet terhadap minat mahasiswa untuk berbisnis online. Hasil pengujian hipotesis secara parsial dapat dilihat pada Tabel 1.
Pendidikan
Lingkungan
Ketersediaan layanan internet
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
Tabel 1 hasil uji t (parsial)
M odel Unst andardized Coefficient s St andardized Coefficient s t Sig.
B St d. Error Bet a
Dependent : M inat berbisnis online
Tabel 1 menunjukkan bahwa bahwa model regresi penelitian ini adalah sebagai berikut: Y= 1,108+0,369X1+0,139X2+0,341X3+e. Persamaan regresi tersebut memiliki makna-makna
seperti dijelaskan berikut ini.
Pert am a, nilai thit ung variabel pendidikan> nilai tt abel yaitu (3,725 > 1,662) dan nilai signifikan
(0,000 < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pendidikan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap minat mahasiswa berbisnis online. Artinya jika nilai variabel pendidikan meningkat, maka nilai minat berbisnis online juga akan meningkat.
Kedua, nilai thit ung variabel lingkungan < nilai tt abel yaitu (1.125 < 1.662) dan nilai signifikan
(0.263 > 0.05). Nilai tersebut bermakna bahwa variabel lingkungan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan secara parsial terhadap minat berbisnis online. Nilai yang positif
tersebut artinya jika nilai variabel lingkungan meningkat, maka nilai minat berbisnis online
akan meningkat, tetapi pengaruh tersebut tidak nyata.
Ket iga, nilai thitung variabel ketersediaan layanan internet > nilai tt abel yaitu (4.768 > 1.662)
dan nilai signifikan (0.000< 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ketersediaan layanan int ernet berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap minat berbisnis online. Dengan demikian jika nilai variabel ketersediaan layanan int ernet meningkat, maka
nilai minat berbisnis online akan meningkat.
Tahap berikutnya adalah melihat nilai F yakni untuk mengetahui apakah variabel bebas yang terdiri dari pendidikan, lingkungan dan ketersediaan layanan int ernet yang
dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat yakni minat berbisnis online.
Tabel 2 hasil uji F (simultan)
M odel Sum of Squares df M ean Square F Sig.
1
Regression 399.938 3 133.313 47.144 .000b
Residual 254.498 90 2.828
Tot al 654.436 93
a. Dependent Variable: M inat _Berbisnis
b. Predict ors: (Const ant ), Layanan_Int ernet , Lingkungan, Pendidikan
Nilai Ft abel di dalam Tabel 2 adalah sebesar 2,71 (pada taraf
α = 0,05
; derajat kebebasanpembilang = k-1 = 4-1 = 3; dan derajat kebebasan penyebut = n-k = 94-4= 90). Dengan demikian berdasarkan nilai di dalam tabel 6 dapat dilihat nilai Fhit ung sebesar 47.144 > Nilai
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
Perbandingan keduanya menunjukkan bahwa pengaruh pendidikan, lingkungan, dan ketersediaan layanan internet secara serempak atau simultan terhadap minat mahasiswa berbisnis online adalah signifikan.
Terakhir, penulis menganalisis bagaimana hasil pengujian koefisien determinan (R2), sebagai upaya untuk mengetahui bagaimana variasi nilai variabel terikat dipengaruhi oleh variasi nilai variabel bebas.
Tabel 3 hasil pengujian uji determinasi
M odel R R Square Adjust ed R Square St d. Error of t he Est imat e
1 .782a .611 .598 1.68159
a. Predict ors: (Const ant ), Layanan_Int ernet , Lingkungan, Pendidikan
Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa nilai R=0.782 berarti hubungan variabel pendidikan, lingkungan, dan ketersediaan layanan int ernet terhadap variabel dependen
minat berbisnis online (Y) sebesar 78.2%, yang berarti hubungannya erat. Nilai adjust ed R Square sebesar 0.598 berarti 59.8% variabel minat berbisnis online mampu dijelaskan oleh
variabel pendidikan, lingkungan dan ketersediaan layanan int ernet. Sedangkan sisanya
sebesar 40.2% minat berbisnis online dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Diskusi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel faktor pendidikan, lingkungan dan ketersediaan layanan int ernet berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minat berbisnis online pada mahasiswa. Secara parsial, faktor
pendidikan positif dan signifikan, dan faktor ketersediaan layanan int ernet berpengaruh
positif dan signifikan terhadap minat berbisnis online. Sedangkan variabel lingkungan
berpengaruh positif tetapi tidak signifikan.
Hasil penelitian ini akan didiskusikan dengan melakukan komparasi terhadap penelitian-penelitian terdahulu, seperti berikut ini. Pert am a, pengaruh fakt or pendidikan t erhadap m inat berbisnis online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendidikan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berbisnis online. Aartinya apabila faktor
pendidikan meningkat, maka minat mahasiswa berbisnis online juga akan meningkat. Hasil
penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Levenburg, M agal dan Kosalge (2006); Webster, Walker dan Barrett, (2005); Roy dan M anna (2014); serta šonok,
Išoraitė
dan Hussey (2016). Semua penelitian itu mengarah kepada kesimpulan bahwa pendidikan, pelatihan dan sejenis dengan itu mempunyai pengaruh terhadap minat berbisnis online.Kedua, pengaruh fakt or lingkungan t erhadap m inat berbisnis online. Hasil kedua dari
penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap minat berbisnis online. Hasil ini berarti bahwa apabila faktor lingkungan
meningkat, maka minat mahasiswa berbisnis online juga akan meningkat namun hubungan
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
berbeda dengan hasil penelitian penelitian-penelitian yang telah dikaji di kajian pustaka sebelumnya (Littlewood & Holt, 2015; Dubini, 1989; Franco, Santos, Ramalho, & Nunes,
2014; Aionok, Išoraitė, & Hussey, 2016; Shirokova, Osiyevskyy, & Bogatyreva,
2016).Ket iga, pengaruh fakt or ket ersediaan layanan int ernet t erhadap m inat berbisnis online.
Data-data telah membuktikan bahwa faktor ketersediaan layanan internet berpengaruh positif dan signifikan. Hasil tersebut menggambarkan bahwa apabila faktor ketersediaan layanan internet meningkat, maka minat mahasiswa berbisnis online juga akan meningkat.
Dengan begitu, hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh penelitian-penelitian sebelumnya yang juga menginformasikan bahwa internet mempengaruhi dunia pekerjaan dan bisnis (Wang, Chen, & Amado, 2015; Garrison, Wakefield, & Kim, 2015; Kiel, Arnold, & Voigt, 2017).
PENUTUP
Penelitian ini telah berupaya untuk menguji bagaimana pendidikan, lingkungan dan ketersediaan layanan internet dalam menentukan minat mahasiswa untuk berbisnis online di kalangan mahasiswa program studi manajemen di Kota M edan.
Ada beberapa temuan dari penelitian ini. Pertama, secara parsial, variabel pendidikan dan ketersediaan layanan internet berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa berbisnis online. Tetapi khusus untuk variabel lingkungan walaupun
berpengaruh positif tetapi menunjukkan hasil yang tidak signifikan terhadap minat mahasiswa berbisnis online. Kedua, namun demikian, secara simultan variabel pendidikan, lingkungan, dan ketersediaan layanan internet jika diuji secara bersama-sama terlihat berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa berbisnis online.
Oleh karena itu, walaupun terlihat ada perbedaan signifikansi variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini khususnya untuk variabel lingkungan maka kesimpulan tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk umum, karena tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan dalam banyak penelitian adalah penentu untuk munculnya minat seseorang untuk berbisnis.
REFERENSI
Adhitama, P. P. (2014). Fakt or-fakt or yang m em pengaruhi m inat berw irausaha: St udi kasus m ahasisw a Fakult as Ekonom ika dan Bisnis UNDIP (Skripsi). Universitas Diponegoro
Semarang.
Aionok, K. S., Išoraitė, M., & Hussey, B. L. (2016). The internet entrepreneurship:
Opportunities and problems. Ent repreneurship and Sust ainabilit y Issues , 3 (4),
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2015). Survei pengguna int ernet di Indonesia. Dikutip pada 2 Nopember, 2017, dari APJII:
http:/ / www.apjii.or.id/ upload/ statistik/ Survey%20APJII%202014%20v3.pdf Bygrave, W., & Zacharakis, A. (2011). Ent repreneurship. Babson Park: John Willy & Sons.
Chaffey, D., Ellis-Chadwick, F., M ayer, R., & Johnston, K. (2006). nt ernet m arket ing: St rat egy, im plem ent ation and pract ice. London: Pearson Education Limited.
Cuervo, Á., Ribeiro, D., & Roig, S. (2006). Ent repreneurship: Concept , t heory and perspect ive. Harlow England: Springer .
Dubini, P. (1989). The influence of motivations and environment on business start-ups: Some hints for public policies. Journal of Business Vent uring, 4 (1), 11-26.
Franco, M ., Santos, M . d., Ramalho, I., & Nunes, C. (2014). An exploratory study of entrepreneurial marketing in SM Es: The role of the founder-entrepreneur. Journal of Sm all Business and Ent erprise Developm ent , 21 (2), 265-283.
Freire, M ., & Pereira, M . (2008). Encyclopedia of int ernet t echnologies and applicat ions.
Hershey - New York: Information Science Reference.
Garrison, G., Wakefield, R. L., & Kim, S. (2015). The effects of IT capabilities and delivery model on cloud computing success and firm performance for cloud supported processes and operations. Int ernat ional Journal of Inform at ion M anagem ent , 35 (4),
377-393.
Glienmourinsie, D. (2015). Jum lah pengangguran bert am bah jadi 7,45 jut a orang. Dipetik
Nopember 15, 2017, dari SINDOnews.com: https:/ / ekbis.sindonews.com/ read/ 997601/ 34/ jumlah-pengangguran-bertambah-jadi-745-juta-orang-1430816593
Khosrow-Pour, M . (2006). Encyclopedia of e-com m erce, e-governm ent , and m obile com m erce. London: Idea Group Reference.
Kiel, D., Arnold, C., & Voigt, K.-I. (2017). The influence of the Industrial Internet of Things on business models of established manufacturing companies – A business level perspective. Technovat ion, 68 (1), 4-19.
Koranti, K. (2013). Analisis pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap minat berwirausaha. Seminar Ilm iah Nasional Psikologi, Ekonom i, Sast ra, Arsit ekt ur, dan Teknik Sipil (PESAT). Jakarta: Universitas Gunadarma.
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2014). M anagem ent inform at ion syst ems: M anaging t he digit al firm . Edinburgh Gate: Pearson Education Limited.
Lestari, R. B., & Wijaya, T. (2012). Pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa di STIE M DP, STM IK M DP, dan STIE M USI. Jurnal Ilmiah STIE M DP, 1 (2), 112-119.
Levenburg, N., M agal, S. R., & Kosalge, P. (2006). An exploratory investigation of organizational factors and e
‐business motivations among SMFOES in the US.
Elect ronic M arket s, 16 (1), 70-84.
Littlewood, D., & Holt, D. (2015). Social entrepreneurship in South Africa: Exploring the influence of environment. Business & Societ y, 1 (1), 1-37.
Lovely Professional University. (2012). E-com m erce and e-business. New Delhi: Excel Books
Private Limited .
© LPPI AQLI Jurnal Riset Sains M anajemen
Vol. 1 No. 2 Hlm. 129-138
Purnomo, S. (2014). Analisis pengaruh faktor keluarga, pendidikan dan lingkungan terhadap minat berwirausaha mahasiswa STM IK Duta Bangsa Surakarta. Jurnal Sainst ech Polit eknik Indonusa Surakart a, 1 (1), 35-42.
Roy, S., & M anna, S. (2014). Women in entrepreneurship: Issues of motivation and choice of business. Journal of Ent repreneurship and M anagem ent , 3 (2), 2-8.
Shirokova, G., Osiyevskyy, O., & Bogatyreva, K. (2016). Exploring the intention–behavior link in student entrepreneurship: M oderating effects of individual and environmental characteristics. European M anagem ent Journal , 34 (4), 386-399.
Silvia, P. J. (2006). Exploring t he psychology of int erest . New York: Oxford University Press.
Situmorang, S. (2012). Bisnis: Konsep dan kasus. M edan: USU Press .
Suharti, L., & Sirine, H. (2011). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap niat kewirausahaan (entrepreunial intention): Studi terhadap mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Jurnal M anajemen dan Kew irausahaan , 13 (2),
124-134.
Suhartini, Y. (2011). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berwirausaha. Jurnal Akm enika UPY, 7 (1), 38-59.
Wang, Y., Chen, Y., & Amado, J. B. (2015). How information technology influences environmental performance: Empirical evidence from China. Internat ional Journal of Inform at ion M anagem ent , 35 (2), 160-170.
Webster, B., Walker, E., & Barrett, R. (2005). Small business and online training in Australia: Who is willing to participate? New Technology, Work and Em ploym ent , 20 (3), 248–