• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan PSAK 10042018 Untirta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perkembangan PSAK 10042018 Untirta"

Copied!
509
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Agenda

Perkembangan Standar

Perkembangan Standar

Overview PSAK sd effektif 2020

Overview PSAK sd effektif 2020

Diskusi

Diskusi

(3)

3

Accountant Global Profession

• Menggunakan Standar Akuntansi Internasional dalam menyusun Laporan Keuangan :

• International Public Sector Accounting Standar • International Financial Reporting Standard

• Tunduk pada kode etik internasional

• Menggunakan standar kerja international sehingga dapat dengan mudah bekerja di lingkungan global, missal auditor menggunakan International Auditing Standard

(4)

Tantangan Akuntan

Smart and

Digital

Technology

Globalizatio

n of

reporting

standard

New Forms

(5)

Profil Lulusan S1 Akuntansi

Profesional yang mampu menghasilkan informasi

keuangan dan non keuangan sebuah entitas

(akuntan internal, tax specialist, sistem analisis,

intenral auditor, eksternal, auditor)

Profesional yang mampu menggunakan informasi

keuangan non keuangan untuk pengambilan

keputusan (analis keuangan, konsultan, staf

keuangan)

(6)
(7)

SURVEY KEAHLIAN SEORANG AKUNTAN

• Analytical/critical thinking 4,53

• Written communication 4,39

• Oral communication 4,22

• Computing technology 4,10

• Decision making 4,03

• Interpersonal skills 3,94

• Continuous learning 3,82

• Teamwork 3,81

• Business decision modeling 3,65

• Professional demeanor 3,64

• Leadership 3,58

 Risk Analysis 3,42

 Measurement 3,32

 Project management 3,26

 Customer orientation 3,23

 Change management 3,13

 Negotiation 3,13

 Research 3,08

 Entrepreneurship 2,99

 Resources Management 2,98

 Salesmanship 2,61

(8)

KOMPETENSI

(9)

10%

Looking at an exhibition

Participating in a discussion

Watching video

Watching a demonstration Seeing it done on location

Giving a talk

Doing a Dramatic Presentation Simullating the Real Experience

Doing the Real Thing

(10)

BEKAL MENJADI AKUNTAN

Kualifikasi sebagai akuntan profesional:Professional values

Ethics

Attitudes

Pengetahun / Knowledge:

Accounting, finance, and related knowledgeOrganizational and business knowledge

Information technology knowledge and competence

Keahlian/Skill (IES 3):

Intellectual skills

Technical and functional skillsPersonal skills

Interpersonal and communication skills

(11)

Akuntan Menghadapi Tantangan

Belajar bukan sekedar untuk lulus namun memperoleh ilmu, meningkatkan professional value & ethic serta skill.

Update pengetahuan, teknologi dan perkembangan bisnis

Perkuat kepribadian dan pahami hakekat kehidupan – Belajar ILMU KEHIDUPAN

Kembangkan network yang dapat meningkatkan kapasitas diri

• Menjadi tuan di negeri sendiri

• Siap masuk ke pasar Asean dan Global

(12)

ILMU KEHIDUPAN

• Hidup adalah pemberian Pencipta, maka pelajari apa hakekat dan tujuan Penciptaan kita sebagai manusia.

• Allah menciptakan manusia disertai dengan perangkat dan pedomannya  pelajari bagaimana pedoman hidup sesuai kehendak Allah karena hakekatnya ketentuan Allah adalah ketentuan ideal untuk manusia.

• Ilmu kehidupan adalah ilmu wajib yang harus dipelajari sehingga menjadi kita memahami apa hakekat kehidupan, untuk apa

hidup, bagaimana hidup dan ke mana hidup berakhir.

• Kemampuan kita memahami kehidupan akan menjadikan hidup akan lebih terarah, orang memahami arti kebahagian yang hakiki dan kehidupan yang hakiki.

(13)

Informasi Perusahaan

• Informasi yang disajikan dapat berupa informasi keuangan dan non keuangan

• Informasi yang disajikan dapat bersifat mandatory

(diharuskan oleh regulasi) atau informasi voluntary (sukarela)

• Penyajian informasi dapat mengurangi cost of capital dan cost of debt karena berkurangnya asymmetry information

• Informasi yang disajikan dapat berupa informasi keuangan dan non keuangan

• Informasi yang disajikan dapat bersifat mandatory

(diharuskan oleh regulasi) atau informasi voluntary (sukarela)

• Penyajian informasi dapat mengurangi cost of capital dan cost of debt karena berkurangnya asymmetry information

Entitas menyajikan informasi yang relevan bagi pengguna untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

Entitas menyajikan informasi yang relevan bagi pengguna untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

• Laporan keuangan,

• Laporan Tahunan (Annual Reporting),

• Laporan Berkelanjutan (Sustainability Reporting) – Tripple bottom line,

• Laporan Terintegrasi (Integrated Reporting) – Laporan yang lebih ringkas dan menekankan pada EVA, strategi perusahaan

• Informasi Digital

• Laporan keuangan,

• Laporan Tahunan (Annual Reporting),

• Laporan Berkelanjutan (Sustainability Reporting) – Tripple bottom line,

• Laporan Terintegrasi (Integrated Reporting) – Laporan yang lebih ringkas dan menekankan pada EVA, strategi perusahaan

• Informasi Digital

Informasi perusahaan Informasi perusahaan

(14)

Laporan Keuangan

Laporan keuangan memberikan infomasi  posisi keuangan, kinerja, perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan

Laporan keuangan memberikan infomasi  posisi keuangan, kinerja, perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan

Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan

manajemen (stewardship), dan pertanggungjawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi sebagian besar pemakai (investor dan kreditor).

Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan

manajemen (stewardship), dan pertanggungjawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Laporan keuangan disusun untuk memenuhi sebagian besar pemakai (investor dan kreditor).

Laporan keuangan disusun berdasarkan standar akuntansi

keuangan (SAK/IFRS). Penerapan standar akuntansi keuangan untuk hal-hal yang bersifat material: “Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material”

Laporan keuangan disusun berdasarkan standar akuntansi

keuangan (SAK/IFRS). Penerapan standar akuntansi keuangan untuk hal-hal yang bersifat material: “Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material”

(15)

Lima Pilar Standar Akuntansi Indonesia

 IFRS hanya diadopsi oleh PSAK dan diterapkan efektif 2012. Tahun 2013 dilakukan revisi standar dan ditambahkan standar baru 65, 66, 67, 68 yang efektif pada 2015.

 Pada 2015 dikeluarkan PSAK 69 Agrikultur dan revisi beberapa standar.

 Pada tahun 2016 dikeluarkan PSAK 70 dan PSAK 71 & PSAK 72. Tahun 2017 PSAK 73 efektif berlaku pada 1 Januari 2020

 SAK ETAP dikeluarkan tahun 2010, dan 2016 dikeluarkan SAK EMKM

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan - PSAK

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik signifikan - SAK-ETAP Standar Akuntansi Entitas Mikro Kecil

Menengah - SAK EMKM

Standar Akuntansi Syari’ah – SAK Syariah

Standar Akuntansi Pemerintahan – SAP PP 71 tahun 2010

(16)

PSAK– TIDAK BERLAKU LAGI

• PSAK 59 Perbankan Syariah • PSAK 31 Perbankan

• PSAK 29 Pertambangan Minyak dan Gas

• PSAK 33 Pertambangan Umum • PSAK 32 Kehutanan

• PSAK 35 akuntansi pendapatan Jasa Telekomunikasi

• PSAK 27 Akuntansi Koperasi • PSAK 37 Akuntansi

Penyelenggaraan Jalan Tol

• PSAK 9 Penyajian aktiva lancar dan kewajiban lancar

• PSAK 49 Akuntansi Reksa Dana

• PSAK 42 Akuntansi Perusahaan Efek • PSAK 12 Pengendalian Bersama

• PSAK 11 Penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing • PSAK 39 Kerjasama Operasi

• PSAK 17 Penyusutan • PSAK 21 Ekuitas

• PSAK 40 Akuntansi Perubahan ekuitas anak perusahaan

• PSAK 41 Akuntansi waran

• PSAK 43 Akuntansi Anjak Piutang • PSAK 47 Tanah

• PSAK 51 Kuasi Reorganisasi • PSAK 52 Mata uang Pelaporan • PSAK 54 Akuntansi

(17)

Karakteristik IFRS

• IFRS menggunakan Principles Base “ :

– Lebih menekankan pada intepreatasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut.

– Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi.

– Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi.

• Menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai

• Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif maupun kualitatif

• IFRS secara dinamis akan berubah mengikuti perkembangan lingkungan bisnis dan kebutuhan informasi para pengguna konsekuensinya PSAK

akan dinamis berubah mengikuti IFRS.

(18)

Sejarah Standar Akuntansi

8 Desember 2008 Komitmen

mendukung IFRS sebagai standar akuntansi

keuangan global 8 Desember 2008 Komitmen

(19)

PSAK - ISTILAH

• PSAK yang terkait dengan pengaturan baru misal PSAK 69, PSAK 70

• PSAK yang merubah pengaturan lama namun berbeda sangat substansial misal PSAK 65 Laporan Keuangan Konsolidasian menggantikan PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan

Tersendiri, PSAK 66 Pengaturan Bersama menggantikan PSAK 12 Pengendalian Bersama

PSAK Baru

• Perubahan PSAK pada pengukuran, penyajian atau

pengungkapan misal PSAK 24 (Revisi 2013), PSAK 1 (Revisi (2013)

• Didahului dengan penerbitan Exposure draft

• Sebelum tahun 2015 digunakan istilah Revisi setelahnya digunakan istilah Amandemen

PSAK Revisi / Amandemen

• Merupakan kumpulan amandemen dengan ruang lingkup sempit (narrow-scope) yang hanya bersifat mengklarifikasi sehingga tidak terdapat usulan prisip baru ataupun perubahan signifikan pada prinsip-prinsip yang telah ada.

• Penyesuaian dilakukan sebagai dampak dari perubahan PSAK lain

• Jika penyesuaian dilakukan bab perubahan dalam PSAK baru hilang.

PSAK Penyesuaian

(20)

PSAK eff 2015

NO STATUS

1 PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian [1 Jan 2015] 2 PSAK 66: Pengaturan Bersama [1 Jan 2015]

3 PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain [1 Jan 2015] 4 PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar [1 Jan 2015]

5 ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan [1 Jan 2014]

6 ISAK 28: Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas [1 Jan 2014]

7 ISAK 29: Biaya Pengupasan Lapisan Tanah tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka [1 Jan 2014] 8 PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan [1 Jan 2015]

9 PSAK 24: Imbalan Kerja [1 Jan 2015]

10 PSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri [1 jan 2015]

11 PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama [1 Jan 2015] 12 PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian (1 Jan 2015]

13 PSAK 48: Penurunan Nilai Aset (1 Jan 2015]

14 PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (1 Jan 2015] 15 PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan (1 Jan 2015]

16 PSAK 46: Pajak Penghasilan [Disahkan pada 29 April 2014, (1 Jan 2015]

(21)

PSAK eff 2016

NO STATUS

1 Amandemen PSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri – eff 1 Jan 2016

2 Amandemen PSAK 15: Investasi Pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi – eff 1 Jan 2016

3 Amandemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi – eff 1 Jan 2016

4 Amandemen PSAK 19: Aset Takberwujud tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi – eff 1 Jan 2016

5 Amandemen PSAK 24: Imbalan Kerja tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja – eff 1 Jan 2016 6 Amandemen PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian tentang Entitas Investasi: Penerapan

Pengecualian Konsolidasi – eff 1 Jan 2016

7 Amandemen PSAK 66: Pengaturan Bersama tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama – eff 1 Jan 2016

8 Amandemen PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi – eff 1 Jan 2016

9 ISAK 30: Pungutan– eff 1 Jan 2016

10 Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK) – eff 28 Sep 2016 15 ISAK 30: Pungutan– eff 1 Jan 2016

16 Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (KKPK) – eff 28 Sep 2016

(22)

PSAK eff 2017

NO STATUS

1 PSAK 24 (Penyesuaian 2016): Imbalan Kerja – eff 1 Jan 2017

2 PSAK 58 (Penyesuaian 2016): Aset Tidak Lancar yang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan – eff 1 Jan 2017

3 PSAK 60 (Penyesuaian 2016): Instrumen Keuangan: Pengungkapan – eff 1 Jan 2017

4 PSAK 3 (Penyesuaian 2016): Laporan Keuangan Interim – eff 1 Jan 2017

5 Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan – eff 1 Jan 2017

6 ISAK 31: Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13: Properti Investasi– eff 1 Jan 2017

(23)

PSAK eff 2018 - 2020

PSAK 69 Agrikultur – eff 1 Jan 2018 PSAK 69 Agrikultur – eff 1 Jan 2018

Amandemen PSAK 16 Aset Tetap – eff 1 Jan 2018 Amandemen PSAK 16 Aset Tetap – eff 1 Jan 2018

Amandemen PSAK 2: Laporan Arus Kas – eff 1 Jan 2018 Amandemen PSAK 2: Laporan Arus Kas – eff 1 Jan 2018

Amandemen PSAK 46: Akuntansi Pajak Penghasilan – eff 1 Jan 2018 Amandemen PSAK 46: Akuntansi Pajak Penghasilan – eff 1 Jan 2018

ISAK 32: Definisi dan Hierarki Standar Akuntansi Keuangan – eff 1 Jan 2018

ISAK 32: Definisi dan Hierarki Standar Akuntansi Keuangan – eff 1 Jan 2018

Amandemen PSAK 62: Kontrak Asuransi – eff 1 Jan 2020 Amandemen PSAK 62: Kontrak Asuransi – eff 1 Jan 2020

PSAK 71: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran Eff 1 Jan 2020

PSAK 71: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran Eff 1 Jan 2020

PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan – eff 1 Jan 2020 PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan – eff 1 Jan 2020

PSAK 73: Sewa – eff 1 Jan 2020 PSAK 73: Sewa – eff 1 Jan 2020

(24)
(25)

SAK ETAP

SAK ETAP: Standar akuntansi keuangan untuk entitas

tanpa akuntabilitas publik

PSAK yang disederhanakan:

Pilihan pada alternatif standar yang lebih sederhana

Penyederhaaan pengakuan dan pengukuran

Mengurangi pengungkapan

Penyederhanaan

• Merupakan standar yang berdiri sendiri secara

keseluruhan (

stand alone)

(26)

Manfaat SAK ETAP

• Dengan adanya SAK ETAP, perusahaan kecil, menengah diharapkan mampu untuk

– menyusun laporan keuangannya sendiri, – dapat diaudit dan mendapatkan opini audit,

sehingga dapat menggunakan laporan keuangannya untuk

mendapatkan dana (misalnya dari Bank) untuk pengembangan usaha.

• Lebih sederhana dibandingkan dengan PSAK – IFRS sehingga lebih mudah dalam implementasinya

• Tetap memberikan informasi yang handal dalam penyajian laporan keuangan.

(27)

Laporan Keuangan ETAP

Laporan Laba Rugi

Neraca

Perubahan Ekuitas (tidak perlu jika perubahan

hanya karena laba dan dividen)

Laporan Arus Kas – (metode tidak langsung)

Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan Keuangan menurut SAK

ETAP

(28)

ISI SAK ETAP

28

BAB ISI BAB ISI

1 Ruang Lingkup 16 Aset Tak Berwujud 2 Konsep dan Prinsip Pervasive 17 Sewan

3 Penyajian Laporan Keuangan 18 Kewajiban Diestimasi dan Kontijensi

4 Neraca 19 Ekuitas

5 Laporan Laba Rugi 20 Pendapatan 6 Laporan Perubahan Ekuitas 21 Biaya Pinjaman

7 Laporan Arus Kas 22 Penurunan Nilai Aset 8 Catatan atas Laporan Keuangan 23 Imbalan Kerja

9 Kebijakan Akuntansi, Perubahan Kebijakan

Akuntansi dan Koreksi Kesalahan 24 Pajak Penghasilan 10 Investasi pada Efek Tertentu 25 Mata Uang Pelaporan

11 Persediaan 26 Transaksi dalam Mata Uang Asing 12 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Entitas

Anak 27 Peristiwa setelah Tanggal Akhir Pelaporan 13 Investasi pada Joint Venture 28 Pengungkapan Pihak-Pihak yang

Mempunyai Hubungan Istimewa 14 Properti Investasi 29 Ketentuan Transisi

(29)

Ruang lingkup

• SAK ETAP, digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP), yaitu entitas yang:

 Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan

 Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal

• Entitas dengan akuntabilitas publik signifikan

 Telah mengajukan pernyataan pendaftaran, atau sedang dalam proses pengajuan pendaftaran, pada otoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar modal; atau

 Menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank investasi.

• Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP. Contoh: Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

(30)

Perbedaan Pokok PSAK dan SAK ETAP

• Komponen Laporan Keuangan : Neraca, Laba Rugi, Laporan

Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan Catatan atas laporan. • Jika Perubahan ekuitas hanya dari laba dan dividen  Laporan

laba rugi dan perubahan saldo laba.

• Laporan arus kas menggunakan metode tidak langsung.

• Menggunakan metode biaya untuk investasi ke asosiasi dan pengendalian bersama

• Menggunakan metode ekuitas untuk anak perusahaan. • Aset tetap, aset tidak berwujud properti investasi hanya

menggunakan metode biaya

• Tidak ada bab khusus yang mengatur instrumen keuangan, namun ada pengaturan klasifikasi aset keuangan:

diperdagangkan, tersedia dijual dan dipegang hingga jatuh tempo.

(31)

Perbedaan Pokok PSAK dan SAK ETAP

• Sewa operasi menggunakan konsep rule based seperti dalam US GAAP – 5 kriteria

• Tidak mengatur pajak tangguhan

• Tidak ada pengaturan tentang : penggabungan usaha, derivatif,

hedging

• Mata uang pelaporan menggunakan mata uang fungsional atau rupiah.

• Beberapa pengaturan dalam PSAK seperti: investasi properti,

hubungan istimewa, peristiwa setelah periode pelaporan, imbalan kerja. Pengendalian bersama (PBA, PBO dan PBE).

• Tidak ada pengaturan khusus transaksi khusus industri: kontrak asuransi, eksplorasi dan evaluasi minieral, agrikultur.

• Hirarki kebijakan akuntansi jika SAK ETAP tidak mengatur secara khusus: bab yang terkait, kerangka konseptual, standar lain, dan literatur.

(32)
(33)

RUANG LINGKUP

1

Disahkan 24 Oktober 2016, dilaunching

pada KNA VIII 8 Desember 2016

Kata Pengantar

Standar – 18 bab

isi pokok standar

Dasar Kesimpulan

bukan bagian

standar

Contoh Ilustrasi laporan keuangan –

dilengkapi contoh jurnal penyesuaian kas

menjadi akrual

bukan bagian dari

standar

(34)

RUANG LINGKUP SAK EMKM

ETAP yang memenuhi

definisi dan kriteria

usaha mikro, kecil, dan menengah

sebagaimana diatur dalam peraturan

perundang-undangan

yang berlaku di

Indonesia, selama

dua tahun

berturut-turut.

Standar digunakan untuk

entitas mikro,

kecil dan menengah

(35)

UU Nomor 20 tahun 2008 tentang

UMKM

UU Nomor 20 tahun 2008 tentang

UMKM

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan / atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam UU ini.

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil

sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

(36)

UU Nomor 20 tahun 2008 tentang

UMKM

UU Nomor 20 tahun 2008 tentang

UMKM

• Kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 - lima puluh juta rupiah, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

• Hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00

Kriteria Usaha Mikro

• Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 - Rp 500.000.000,00, tidak termasuk tanah dan bangunan

tempat usaha; atau

• Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 - Rp 2.500.000.000,00.

Kriteria Usaha Kecil

• Kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 - Rp.

10.000.000.000,00, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

• Hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 2.500.000.000,00 -50.000.000.000,00.

(37)

Laporan Keuangan EMKM

• Laporan Laba Rugi

• Laporan Posisi Keuangan

• Catatan atas Laporan Keuangan

(38)

Perbedaan SAK EMKM dan SAK ETAP - 1

• Laporan Keuangan 3 sementara ETAP ada 5 laporan keuangan:

• Dalam kebijakan akuntansi, tidak memperkenankan penggunaan standar lain di luar SAK EMKM.

• Penilaian menggunakan historical cost.

• Beberapa pengaturan SAK ETAP tidak ada dalam SAK EMKM: asosiasi, anak perusahaan, imbalan kerja, pihak berelasi, peristiwa setelah tanggal pelaporan, mata uang fungsional, property investasi.

• Tidak ada pengaturan khusus untuk pengungkapan, sesuai bab 6 pengungkapan diperlukan jika informasi relevan

• Tidak ada pengaturan khusus kas yang dibatasi

• Aset keuangan tidak mengakui penurunan nilai kecuali jika regulasi mengatur untuk industri tersebut. Tidak ada kapitalisasi biaya transaksi atas aset dan liabilitas keuangan, semua biaya transaksi dibebankan

(39)

Perbedaan SAK EMKM dan SAK ETAP - 2

• Aset tetap tidak penurunan nilai, tidak boleh dilakukan revaluasi. Tidak ada kapitalisasi atas biaya yang dikeluarkan setelah tanggal perolehan.

• Tidak boleh kapitalisasi bunga pinjaman terkait dengan pembangunan aset tetap sendiri.

• Penyusutan dan amortisasi tidak mempertimbangkan nilai residu dan hanya dengan metode garis lurus dan saldo menurun.

• Dilakukan pemisahan antara modal dan saldo laba, termasuk untuk perusahaan perorangan / firma

• Biaya pengembangan semuanya dibebankan tidak ada yang dapat diakui aset tak berwujud.

• Kurs valuta asing: tidak ada penilaian kembali aset dan liabilitas moneter dalam valuta asing pada tanggal pelaporan, diukur dengan kurs pada tanggal transaksi.

• Tidak mengakui provisi dan liabilitas kontijensi cukup diungkapkan jika material.

• Pendapatan bunga dan dividen diakui saat diterima (basis kas)

(40)

ISI PENGATURAN

.

• Bab 1 Ruang Lingkup

• Bab 2 Konsep dan Prinsip Pervasive

• Bab 3 Penyajian Laporan Keuangan

• Bab 4 Laporan Posisi Keuangan

• Bab 5 Laporan Laba Rugi

• Bab 6 Catatan atas Laporan Keuangan

• Bab 7 Kebijakan Akuntansi, Estimasi dan Kesalahan

• Bab 8 Aset dan Liabilitas Keuangan

• Bab 9 Persediaan

.

• Bab 10 Investasi pada Ventura Bersama

• Bab 11 Aset Tetap

• Bab 12 Aset Takberwujud

• Bab 13 Liabilitas dan Ekuitas

• Bab 14 Pendapatan dan Beban

• Bab 15 Pajak Penghasilan

• Bab 16 Transaksi dalam Mata Uang Asing

• Bab 17 Ketentuan Transisi

(41)

PSAP

PERNYATAAN STANDAR

AKUNTANSI

(42)

Standar Akuntansi Pemerintahan

• Standar digunakan untuk menyusun laporan keuangan: – Pemerintah Pusat – termasuk LK Kementerian Lembaga – Pemerintah Daerah – Provinsi, Kabupatan, Kota

– Badan Layanan Umum

• Berbentuk Regulasi Pemerintah – PP No 71 tahun 2010 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk tambahan dan Revisi.

• Standar dikembangkan pada praktik akuntansi pemerintah dan berlaku secara international dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

• Acuan standar internasional untuk akuntansi sektor publik menggunakan International Public Sector Accounting Standard (IPSAS)

• Untuk entitas sektor publik (yayasan, Lembaga kemasyarakatan) non pemerintah menggunakan PSAK 45 Akuntansi Organisasi Nir Laba untuk pelaporan dan SAK / PSAK untuk pengaturan yang lain.

(43)

PENGATURAN PP 71 / 2010

STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

LAMPIRAN I • Berlaku sejak tanggal ditetapkan dan

dapat segera diterapkan

• Berisi Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintah dan 12 PSAP

• Berlaku paling lambat TA 2015

• SAP Berbasis Akrual  Lampiran I • Berlaku sejak tanggal ditetapkan dan

dapat segera diterapkan

• Berisi Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintah dan 12 PSAP

• Berlaku paling lambat TA 2015

• SAP Berbasis Kas Menuju Akrual 

Lampiran II (PP 24/2005)

• Berlaku selama masa transisi bagi entitas yang belum siap untuk menerapkan SAP • Berisi Kerangka Konseptual Akuntansi

Pemerintah dan 11 PSAP • Tidak berlaku mulai TA 2015

• SAP Berbasis Kas Menuju Akrual 

Lampiran II (PP 24/2005)

• Berlaku selama masa transisi bagi entitas yang belum siap untuk menerapkan SAP • Berisi Kerangka Konseptual Akuntansi

Pemerintah dan 11 PSAP • Tidak berlaku mulai TA 2015

M

en

ja

d

(44)

STRUKTUR SAP BERBASIS AKRUAL

(LAMPIRAN I & II)

PSAP BASIS KAS MENUJU AKRUAL

(LAMPIRAN II) BASIS AKRUAL (LAMPIRAN I)

PSAP 01 Penyajian Laporan Keuangan Penyajian Laporan Keuangan

PSAP 02 Laporan Realisasi Anggaran Laporan Realisasi Anggaran Berbasis Kas PSAP 03 Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas

PSAP 04 Catatan atas Laporan Keuangan Catatan atas Laporan Keuangan PSAP 05 Akuntansi Persediaan Akuntansi Persediaan

PSAP 06 Akuntansi Investasi Akuntansi Investasi PSAP 07 Akuntansi Aset Tetap Akuntansi Aset Tetap

PSAP 08 Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan PSAP 09 Akuntansi Kewajiban Akuntansi Kewajiban

PSAP 10 Koreksi Kesalahan, Perubahan

Kebijakan Akuntansi, dan Peristiwa Luar Biasa

Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Operasi yang Tidak Dilanjutkan

PSAP 11 Laporan Keuangan Konsolidasian Laporan Keuangan Konsolidasian

PSAP 12 - Laporan Operasional

(45)

Laporan Keuangan Pemerintahan

• Laporan Operasional • Neraca

• Perubahan Ekuitas • Laporan Arus Kas

• Catatan atas Laporan Keuangan • Laporan Realisasi Anggaran

• Laporan Perubahan SAL

Laporan Keuangan menurut SAP Akrual

• Laporan Realisasi Anggaran Desa • Neraca Desa

• Catatan atas Laporan Keuangan Desa

(46)

PSAK 2

(47)

PSAK 2: LAPORAN ARUS KAS

Informasi arus kas entitas berguna sebagai dasar

untuk menilai kemampuan entias dalam

menghasilkan kas dan setara kas serta menilai

kebutuhan kas entitas untuk menggunakan arus

kas tersebut.

Laporan arus kas menggambarkan perubahan

historis dalam kas dan setara kas yang

(48)

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Metode yang dapat digunakan:

– Metode langsung  kelompok utama dari penerimaan dan pengeluaran kas bruto diungkapkan;

– Metode tidak langsung  laba disesuaikan dengan mengoreksi transaksi non kas, penangguhan atau akrual dan unsur

penghasilan/beban yang terkait aktivitas investasi dan pendanaan.

Dianjurkan melaporkan dengan metode langsung

(49)

Laporan Arus Kas

• Arus kas bunga dan dividen diungkapkan secara terpisah dan diklasifikasikan secara konsisten.

– Beban bunga dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau pendanaan (alternatif)

– Pendapatan bunga dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau investasi (alternatif)

– Dividen yang dibayarkan dapat disajikan sebagai arus kas pendanaan atau operasi (alternatif)

– Pendapatan dividen dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau investasi (alternatif)

• Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan dan bunga pinjaman diungkapkan secara terpisah.

• Perubahan nilai tukar dilaporkan dalam LAK untuk merekonsiliasi saldo awal dan akhir kas dan setara kas.

(50)

AMANDEMEN PSAK 2 – 44A-44E

Pengungkapan untuk mengevaluasi perubahan pada

liabilitas dari

aktivitas pendanaan

– perubahan yang timbul dari arus kas

– perubahan nonkas. (44A)

Entitas mengungkapkan perubahan pada liabilitas yang

timbul dari aktivitas pendanaan sebagai berikut:

a) perubahan dari arus kas pendanaan;

b) perubahan yang timbul dari perolehan atau kehilangan pengendalian entitas anak atau bisnis lain;

c) dampak perubahan tingkat kurs valuta asing; d) perubahan pada nilai wajar; dan

e) perubahan lainnya.

(51)

Ilustrasi

Laporan Arus Kas

Metode Langsung Laporan Arus Kas Par 18a 20X2

Arus kas dari aktivitas operasi

Penerimaan kas dari pelanggan 30.150.000 Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (27.600.000) Kas yang dihasilan operasi 2.550.000

Pembayaran bunga (270.000)

Pembayaran pajak penghasilan (900.000) Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi 1.380.000

Arus kas untuk aktivitas investasi

Akuisisi entitas anak X dengan kas (cat A) (550.000) Pembelian aset tetap (cat B) (350.000) Hasil dari penjualan peralatan 20.000

Penerimaan bunga* 200.000

Penerimaan dividen* 200.000

Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas investasi (480.000) Arus kas dari aktivitas pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham 250.000 Hasil dari pinjaman jangka Panjang 250.000 Pembyaran utang sewa pembiayaan (90.000)

Pembayaran dividen (1.200.000)

Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas investasi (790.000) Kenaikan bersih kas dan setara kas 110.000 Kas dan setara kas pada awal periode 120.000 Kas dan setara kas pada akhir periode 230.000

(52)

Arus Kas Operasi Metode Tidak Langsung

Metode Langsung Laporan Arus Kas Par 18a 20X2

Arus kas dari aktivitas operasi

Laba sebelum pajak 3.350.000

Penyesuaian untuk:

Penyusutan 450.000

Kerugian selisih kurs 40.000

Pendapatan investasi (500.000)

Beban bunga 400.000

Kenaikan piutang usaha dan piutang lain (500.000)

Penurunan persediaan 1.050.000

Penurunan utang usaha (1.740.000) Kas yang dihasilkan dari operasi 2.550.000

Pembayaran bunga (270.000)

Pembayaran pajak penghasilan (900.000)

(53)

Rekonsiliasi dari Aktivitas Pendanaan

Catatan atas Laporan Keuangan

20X1 Arus Kas Akuisisi Sewa Baru

20X2

Pinjaman jangka Panjang 2.080 500 400 2.980

Liabilitas sewa - (180) - 1.800 1.620

(54)

Rekonsiliasi dari Aktivitas Pendanaan

Catatan atas Laporan Keuangan

20X1 Arus

Kas Perubahan non kas 20X2

Akuisisi Valas Nilai wajar

Pinjaman jangka Panjang 44.000 (2.000) - - - 42.000

Pinjaman jangka pendek 20.000 (1.000) - 400 - 19.400

Liabilitas sewa 8.000 (1.600) 600 - - 7.000

Aset yang dimiliki untuk

lindung nilai pinj jk Panjang (1.350) 300 - - (50) (1.100) Jumlah liabilitas dari aktivitas

(55)
(56)

PSAK 69

• Aktivitas agrikultur (agricultural activity) adalah manajemen transformasi biologis dan panen aset biologis oleh entitas untuk dijual atau untuk dikonversi menjadi produk agrikultur atau menjadi aset biologis tambahan.

• Aset biologis (biological asset) adalah hewan atau tanaman hidup.

Produk agrikultur (agricultural produce) adalah produk yang dipanen dari aset biologis milik entitas.

Aset biologis diukur pada saat pengakuan awal dan pada setiap akhir periode pelaporan pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, kecuali untuk kasus yang dideskripsikan dalam paragraf 30 dimana nilai wajar tidak dapat diukur secara andal.

Tanaman produktif bukan merupakan aset biologi. Tanaman produktif yang

menghasilan produk agrikultur merupakan aset tetap yang pembebanannya melalui proses amortisasi.

Produk agrikultur yang menempel pada tanaman produktif (belum dipanen) merupakan aset biologi.

Produk agrikultur yang dipanen dari aset biologis milik entitas diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual pada titik panen.

(57)

Tujuan dan ruang Lingkup

Ruang Lingkup mencakup:

a. Aset biologis, kecuali tanaman produktif (bearer plants); b. Produk agrikultur pada titik panen; dan

c. Hibah pemerintah yang termasuk dalam paragraf 34 dan 35.

Tidak diterapkan

a.

Tanah terkait dengan aktivitas agrikultur

b.

Tanaman produktif yang terkait dengan aktivitas agrikultur

c.

hibah pemerintah yang terkait dengan tanaman produktif

d.

aset takberwujud yang terkait dengan aktivitas agrikultur

Persediaan setelah agrikultur dipanen, misal setelah diolah

(58)

Hasil Transformasi Biologis

• pertumbuhan (peningkatan kuantitas atau perbaikan kualitas hewan atau tanaman),

• degenerasi (penurunan kuantitas atau penurunan kualitas hewan atau tanaman), atau

• prokreasi (penciptaan hewan atau tanaman hidup tambahan); atau

perubahan aset melalui

(59)

Pengakuan

entitas mengendalikan aset biologis sebagai akibat dari peristiwa masa lalu;

besar kemungkinan manfaat ekonomik masa depan

yang terkait dengan aset biologis tersebut akan mengalir ke entitas; dan

nilai wajar atau biaya perolehan aset biologis dapat diukur secara andal.

(60)

Pengukuran

Aset biologis diukur pada saat pengakuan awal dan pada setiap akhir periode pelaporan pada nilai wajar

dikurangi biaya untuk menjual, kecuali untuk kasus yang dideskripsikan dalam paragraf 30 dimana nilai wajar tidak dapat diukur secara andal. nilai wajar atau biaya

perolehan aset biologis dapat diukur secara andal.

Produk agrikultur yang dipanen dari aset biologis milik entitas diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual pada titik panen. Pengukuran seperti ini merupakan biaya pada tanggal tersebut ketika

(61)

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan atau kerugian yang timbul pada saat pengakuan awal aset biologis pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual

dan dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk

menjual aset biologis

Keuntungan atau kerugian yang timbul pada saat pengakuan awal produk agrikultur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual

(62)

Ketidakmampuan Mengukur Nilai Wajar Andal (30)

• Terdapat asumsi bahwa nilai wajar aset biologis dapat diukur secara andal.

• Asumsi tersebut dapat dibantah hanya pada saat pengakuan awal aset biologis yang harga kuotasi pasarnya tidak tersedia dan

alternatif pengukuran nilai wajarnya secara jelas tidak dapat diandalkan.

• Dalam kasus tersebut, aset biologis tersebut diukur pada biaya perolehannya dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.

• Ketika nilai wajar aset biologis tersebut dapat diukur secara andal, entitas mengukur aset biologis tersebut pada nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual.

(63)

Pengungkapan

Keuntungan atau kerugian yang timbul selama periode:

pengakuan awal aset biologis dan produk agrikultur, dan dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya menjual aset biologis.

Entitas mendeskripsikan setiap kelompok aset biologis.

• sifat aktivitasnya yang melibatkan setiap kelompok aset biologis; dan

• ukuran atau estimasi nonkeuangan dari kuantitas spesifik:

• setiap kelompok aset biologis milik entitas pada akhir periode; dan

• keluaran produk agrikultur selama periode tersebut.

(64)

Pengungkapan

keberadaan dan jumlah tercatat aset biologis yang kepemilikannya dibatasi, dan jumlah tercatat aset biologis yang dijaminkan untuk liabilitas;

jumlah komitmen untuk pengembangan atau akuisisi aset biologis; dan

(65)

Pengungkapan

• keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual;

• kenaikan karena pembelian;

• penurunan yang diatribusikan pada penjualan dan aset biologis yang diklasifi kasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai PSAK 58;

• penurunan karena panen;

• kenaikan yang dihasilkan dari kombinasi bisnis;

• selisih kurs neto yang timbul dari penjabaran laporan keuangan ke mata uang penyajian yang berbeda, dan penjabaran dari kegiatan usaha luar negeri ke mata uang penyajian entitas pelapor; dan

• perubahan lain.

• keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual;

• kenaikan karena pembelian;

• penurunan yang diatribusikan pada penjualan dan aset biologis yang diklasifi kasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai PSAK 58;

• penurunan karena panen;

• kenaikan yang dihasilkan dari kombinasi bisnis;

• selisih kurs neto yang timbul dari penjabaran laporan keuangan ke mata uang penyajian yang berbeda, dan penjabaran dari kegiatan usaha luar negeri ke mata uang penyajian entitas pelapor; dan

• perubahan lain.

Entitas menyajikan rekonsiliasi perubahan jumlah

tercatat aset biologis antara awal dan akhir periode

berjalan.

(66)

Pengungkapan Tambahan

Nilai wajar tidak dapat diukur secara andal

deskripsi dari aset biologis tersebut;

penjelasan tentang mengapa alasan nilai wajar tidak dapat diukur secara andal;

jika memungkinkan, rentang estimasi dimana nilai wajar kemungkinan besar berada;

metode penyusutan yang digunakan;

umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan; dan

(67)

Pengungkapan Tambahan

Nilai wajar tidak dapat diukur secara andal

• kerugian penurunan nilai;

• pembalikan rugi penurunan nilai; dan

• penyusutan.

keuntungan atau kerugian yang diakui atas pelepasan aset biologis tersebut dan rekonsiliasi yang mengungkapkan jumlah berikut dalam laba rugi terkait dengan aset biologis tersebut:

• deskripsi dari aset biologis tersebut;

• penjelasan tentang mengapa nilai wajar dapat diukur secara andal; dan

• dampak dari perubahan tersebut.

(68)

Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi

• Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2018.

– Penerapan dini dianjurkan. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode yang dimulai sebelum tanggal 1 Januari 2018, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut.

• Pernyataan ini tidak menetapkan ketentuan transisi tertentu. Penerapan Pernyataan ini dicatat sesuai dengan PSAK 25:

Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan.

• Pernyataan ini berlaku untuk laporan keuangan tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2018.

– Penerapan dini dianjurkan. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini untuk periode yang dimulai sebelum tanggal 1 Januari 2018, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut.

• Pernyataan ini tidak menetapkan ketentuan transisi tertentu. Penerapan Pernyataan ini dicatat sesuai dengan PSAK 25:

Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan.

(69)

Laporan Posisi Keuangan

[1] Sebuah entitas dianjurkan, tetapi tidak diharuskan, untuk memberikan gambaran yang dapat dikuantifikasi untuk setiap kelompok aset biologis, membedakan antara aset biologis yang dapat dikonsumsi dan tidak dapat dikonsumsi atau antara aset biologis yang menghasilkan dan belum menghasilkan, yang sesuai. Entitas mengungkapkan dasar untuk membuat setiap perbedaan tersebut.

31 Des 2011 31 Des 2010

Aset tidak lancar

Ternak sapi perah - belum menghasilkan1) 52.060 47.730 Ternahl isiSapi ternak Susu - menghasilkan

(70)

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Nilai wajar susu yang diproduksi 518.240

Keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi

biaya untuk menjual ternak sapi perah 39.930

558.170

Persediaan yang digunakan (137.523)

Biaya pegawai (127.283)

Beban penyusutan (15.250) Beban operasi lainnya (197.092) (477.148)

Laba operasi 81.022

Pajak penghasilan (43.194) Laba komprehensif tahun berjalan 37.828

(71)

Laporan Arus Kas

Arus kas dari aktivitas Operasi

• Penerimaan kas dari penjualan susu 498.027

• Penerimaan kas dari penjualan ternak sapi perah 97.913

• Pembayaran kas untuk perlengkapan dan karyawan (460.831)

• Pembayaran kas untuk pembelian sapi perah (23.815)

111.294

(72)

Pengungkapan

Operasi dan kegiatan utama

Peternakan Sapi Perah XYZ ('Perusahaan') bergerak dalam produksi susu untuk dipasok kepada berbagai pelanggan. Pada tanggal 31 Desember 20X1, entitas memiliki 419 ekor sapi yang mampu menghasilkan susu (mature assets) dan 137 sapi muda yang dipelihara untuk dapat menghasilkan susu di masa depan (immature assets). Perusahaan menghasilkan 157.584kg susu dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual sebesar

518.240 (pada saat pemerahan) pada tahun yang berakhir 31 Desember 20X1.

Operasi dan kegiatan utama

Peternakan Sapi Perah XYZ ('Perusahaan') bergerak dalam produksi susu untuk dipasok kepada berbagai pelanggan. Pada tanggal 31 Desember 20X1, entitas memiliki 419 ekor sapi yang mampu menghasilkan susu (mature assets) dan 137 sapi muda yang dipelihara untuk dapat menghasilkan susu di masa depan (immature assets). Perusahaan menghasilkan 157.584kg susu dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual sebesar

518.240 (pada saat pemerahan) pada tahun yang berakhir 31 Desember 20X1.

(73)

Pengungkapan

Kebijakan Akuntansi Hewan ternak dan susu

Hewan ternak diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Nilai wajar hewan ternak didasarkan pada harga kuotasian hewan ternak dengan usia, jenis, dan keunggulan genetik yang serupa dalam pasar utama (atau pasar paling

menguntungkan) untuk hewan ternak tersebut. Pengukuran awal susu dilakukan pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual pada saat pemerahan. Nilai wajar susu didasarkan pada harga kuotasian di area lokal dalam pasar utama (atau pasar paling menguntungkan).

Kebijakan Akuntansi Hewan ternak dan susu

Hewan ternak diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Nilai wajar hewan ternak didasarkan pada harga kuotasian hewan ternak dengan usia, jenis, dan keunggulan genetik yang serupa dalam pasar utama (atau pasar paling

menguntungkan) untuk hewan ternak tersebut. Pengukuran awal susu dilakukan pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual pada saat pemerahan. Nilai wajar susu didasarkan pada harga kuotasian di area lokal dalam pasar utama (atau pasar paling menguntungkan).

(74)

Pengungkapan

Aset biologis

Rekonsiliasi nilai tercatat ternak sapi perah 20X1

Jumlah tercatat per 1 Januari 20X1 459.570

Kenaikan karena pembelian 26.250 Keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi

biaya untuk menjual yang diatribusikan ke perubahan fisik(a) 15.350 Keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi

biaya untuk menjual yang diatribusikan ke perubahan harga(a) 24.580 Penurunan karena penjualan (100.700)

Jumlah tercatat per 31 Desember 20X1 425.050

(a) Pemisahan kenaikan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual antara bagian yang diatribusikan ke perubahan fi sik dan bagian yang diatribusikan ke perubahan harga dianjurkan, tetapi tidak disyaratkan oleh Pernyataan ini.

Aset biologis

Rekonsiliasi nilai tercatat ternak sapi perah 20X1

Jumlah tercatat per 1 Januari 20X1 459.570

Kenaikan karena pembelian 26.250 Keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi

biaya untuk menjual yang diatribusikan ke perubahan fisik(a) 15.350 Keuntungan yang timbul dari perubahan nilai wajar dikurangi

biaya untuk menjual yang diatribusikan ke perubahan harga(a) 24.580 Penurunan karena penjualan (100.700)

Jumlah tercatat per 31 Desember 20X1 425.050

(a) Pemisahan kenaikan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual antara bagian yang diatribusikan ke perubahan fi sik dan bagian yang diatribusikan ke perubahan harga dianjurkan, tetapi tidak disyaratkan oleh Pernyataan ini.

(75)

Pengungkapan

Strategi manajemen risiko keuangan

• Perusahaan terekspos pada risiko keuangan yang timbul dari perubahan harga susu. Perusahaan tidak mengantisipasi

bahwa harga susu akan menurun secara signifi kan di masa depan, oleh karena itu, tidak menyepakati suatu kontrak

derivatif atau kontrak lain untuk mengelola risiko penurunan harga susu. Perusahaan melakukan telaah atas prospek harga susu secara teratur dalam mempertimbangkan kebutuhan

manajemen risiko keuangan yang aktif.

Strategi manajemen risiko keuangan

• Perusahaan terekspos pada risiko keuangan yang timbul dari perubahan harga susu. Perusahaan tidak mengantisipasi

bahwa harga susu akan menurun secara signifi kan di masa depan, oleh karena itu, tidak menyepakati suatu kontrak

derivatif atau kontrak lain untuk mengelola risiko penurunan harga susu. Perusahaan melakukan telaah atas prospek harga susu secara teratur dalam mempertimbangkan kebutuhan

manajemen risiko keuangan yang aktif.

(76)

Ilustrasi : Perubahan Fisik dan Harga

Pemisahan perubahan fisik dan harga dianjurkan tetapi tidak diharuskan dalam PSAK 69

Sekumpulan 10 hewan berusia 2 tahun dimiliki pada tanggal 1 Januari 20X1. Satu hewan berusia 2,5 tahun dibeli pada tanggal 1 Juli 20X1 senilai 108, dan satu hewan lahir pada tanggal 1 Juli 20X1. Tidak ada hewan yang dijual atau dilepaskan selama periode tersebut. Nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual per unit hewan adalah sebagai berikut:

Hewan yang berumur 2 tahun pada 1 Januari 20X1 100 Hewan yang baru lahir pada 1 Juli 20X1 70 Hewan yang berumur 2,5 tahun pada 1 Juli 20X1 108 Hewan yang baru lahir pada 31 December 20X1 72 Hewan yang berumur 0,5 tahun pada 31 December

20X1 80

Hewan yang berumur 2 tahun pada 31 December 20X1 105 Hewan yang berumur 2,5 tahun pada 31 December 20X1 111 Hewan yang berumur 3 tahun pada 31 December 20X1 120

(77)

Ilustrasi : Perubahan Fisik dan Harga

)

Nilai wajar dikurangi biaya penjualan pada 1 Januari 2011 (10 x 100) 1000

Pembelian pada 1 July 20X1 (1 x 108) 108

Peningkatan nilai wajar dikurangi estimasi biaya penjualan akibat perubahan harga:

10 × (105 – 100) 50

1 × (111 – 108) 3

1 × (72 – 70) 2 55

Peningkatan nilai wajar dikurangi estimasi biaya penjualan akibat perubahan fisik:

10 × (120 – 105) 150

1 × (120 – 111) 9

1 × (80 – 72) 8

1 × 70 70 237

Nilai wajar dikurangi biaya penjualan pada 31 December 2011

11 × 120 1320

1 × 80 80 1400

(78)

Ilustrasi

• Sebanyak lima hewan yang berumur empat tahun dibeli pada 1 Januari 2007. Pada 1 Juli 2007, hewan berumur 4,5 tahun juga dibeli. Berikut nilai wajar dikurangi estimasi biaya penjualan:

– Hewan yang berumur 4 tahun pada 1 Januari 2007 200

– Hewan yang berumur 4,5 tahun pada 1 Juli 2007 212

– Hewan yang berumur 5 tahun pada 31 December 2007 230

• Pergerakan dalam nilai wajar dikurangi biaya penjualan dari hewan-hewan tersebut dapat direkonsiliasi sebagai berikut:

– Pada 1 Januari 2007 (5 x CU200) 1,000

– Pembelian 212

– Perubahan nilai wajar (the balancing figure) 168

– Pada 31 Desember 2007 (6 x CU230) 1,380

(79)

Ilustrasi Jurnal 1

Keterangan Debit Kredit

Entitas mengeluarkan biaya untuk kegiatan penanaman padi sebesar 60.000.000

Beban operasi 60.000.000

Kas 60.000.000

Entitas menjual padi dengan harga 120.000.000

Kas 120.000.000

Penjualan 120.000.000

Pada 31 Desember ada padi yang belum di panen di sawah dinilai sebesar 30.000.000

Aset biologis* 30.000.000

Pendapatan* 30.000.000

Untuk mempermudah pencatatan jurnal ini akan dibalik di awal periode

sehingga entitas dapat konsisten mencatat pendapatan pada saat penjualan. Tapi karena ada pendapatan debit 30.000.000 maka pengakuan pendapatan tetap sesuai PSAK

(80)

Ilustrasi Jurnal 2a

Keterangan Debit Kredit

Entitas mengeluarkan biaya untuk kegiatan membeli dan memelihara ternak 100.000.000

Aset biologis 100.000.000

Kas 100.000.000

Pada 31 Desember nilai aset biologis 130.000.000

Aset biologis 30.000.000

Pendapatan (kenaikan nilai aset biologis) 30.000.000

Pada Jan – Feb Maret 20X2 biaya yang dikeluarkan 40.000.000

Aset biologis 40.000.000

Kas 40.000.000

(81)

Ilustrasi Jurnal 2a

Keterangan Debit Kredit

Pada 1 Maret 20X2 aset biologis dijual dengan harga 200.000.000

Kas 200.000.000

Penjualan 200.000.000

Mencatat harga pokok penjualan 130.000.000 + 40.000.000 = 170.000.000

Harga pokok penjualan 170.000.000

Aset biologis 170.000.000

Mencatat biya penjualan sebesar 10.000.000

Beban penjualan 10.000.000

Kas 10.000.000

Laba pada 20X2 sebesar 20.000.000 = 200.000.000 – 170.000.000-10.000.000

(82)

Ilustrasi Jurnal 2b

Keterangan Debit Kredit

Entitas mengeluarkan biaya untuk kegiatan membeli dan memelihara ternak 100.000.000

Beban operasi 100.000.000

Kas 100.000.000

Pada 31 Desember nilai aset biologis 130.000.000

Aset biologis 130.000.000

Pendapatan (kenaikan nilai aset biologis) 130.000.000

Pada Jan – Feb Maret 20X2 biaya yang dikeluarkan 40.000.000

Beban operasi 40.000.000

Kas 40.000.000

(83)

Ilustrasi Jurnal 2b

Keterangan Debit Kredit

Pada Jan – Feb Maret 20X2 biaya yang dikeluarkan 40.000.000

Beban operasi 40.000.000

Kas 40.000.000

Pada 1 Maret 20X2 aset biologis dijual dengan harga 200.000.000

Kas 200.000.000

Pendapatan 200.000.000

Mencatat biaya penjualan sebesar 10.000.000

Beban penjualan 10.000.000

Kas 10.000.000

Laba pada 20X2 sebesar 200.000.000 – jurnal balik 130.000.000 = 70.000.000

Dikurangi biaya penjualan dan biaya operasi 20X2= 40.000.000 + 10.000.000 =50.000.000 Laba operasi 70.000.000 – 50.000.000 = 20.000.000

(84)

Ilustrasi Jurnal 3

Keterangan Debit Kredit

Entitas pada 31 Desember 20X1 memiliki aset biologis berupa buah yang belum dipanen yang menempel pada tanaman produktif senilai 50.000.000

Aset biologis* 50.000.000

Pendapatan (kenaikan nilai aset biologis ) 50.000.000

Untuk mempermudah pencatatan dibuat jurnal balik pada 1 Jan 20X2 Pendapatan (kenaikan nilai aset biologis) 50.000.000

Aset biologis 50.000.000

Entitas mengeluarkan biaya untuk melanjutkan pemeliharan tanaman produktif senilai 70.000.000 selama Jan-Feb 20X2

Biaya operasi 70.000.000

Kas 70.000.000

(85)

Ilustrasi Jurnal 2

Keterangan Debit Kredit

Entitas pada 2 Maret 20X2 menjual produk agriculture dengan harga 100.000.000,

Kas 150.000.000

Pendapatan 150.000.000

Biaya penjualan yang dikeluarkan sebesar 10.000.000

Beban penjualan 10.000.000

Kas 10.000.000

Walaupun diakui penjualan sebesar 150.000.000 namun karena telah dibuat jurnal balik pada 1 Jan 20X2, maka penghasilan yang diperoleh pada 20X2 adalah

150.000.000 – 50.000.000 = 100.000.000

Dikurangi biaya operasi dan pemasaran 70.000.000 + 10.000.000 Sehingga laba operasi sebesar 20.000.000

(86)

Ilustrasi

• Entitas melakukan pembelian dan pengeluaran biaya untuk kegiatan penamanan dan pemeliharaan padi dan jagung:

Beban operasi 500.000 Kas500.000

• Entitas menjual produk

Kas 1.000.000

Penjualan 1.000.000

• Pada tanggal pelaporan terdapat tanaman yang belum dipanen Aset biologis 300.000

Pendapatan dari kenaikan nilai 300.000

• Jurnal balik

Pendapatan dari kenaikan nilai 300.000 Aset biologis300.000

• Pada tahun berikutnya tanaman yang masih ada di 31 Desember dijual : Kas 800.000

Penjualan 800.000

• Pendapatan di tahun ini hanya 500.000 karena yagn 300.000 telah diakui pada tahun sebelumnya.

(87)
(88)

PSAK 70 Akuntansi atas Aset dan Liabilitas yang

Timbul dari Pengampunan Pajak

Tujuan perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas yang timbul dari pengampunan pajak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016.

Berlaku untuk Entitas yang menggunakan PSAK dan SAK ETAP

• Mengikuti standar akuntansi yang berlaku, PSAK 25 Kebijakan

Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, Estimasi dan Kesalahan (Bab 9.3 SAK ETAP)  koreksi atas saldo laba dan penyajian

kembali (restatement).

• Mengikuti ketentuan khusus dalam PSAK 70, mengakui aset dan liabilitas sebesar jumlah aset yang dilaporkan dalam Surat

Keterangan Pengampunan Pajak.

(89)

PSAK 70 Akuntansi atas Aset dan Liabilitas yang

Timbul dari Pengampunan Pajak

• Pengakuan atas item yang disyaratkan SAK dan tidak mengakui jika tidak memenuhi SAK

• Pengakuan saat diterbitkan surat keterangan

Pengakuan

• PSAK 25  nilai perolehan aset pada saat kesalahan terjadi

• Opsi PSAK 70 - Nilai pada surat keterangan Pengukuran pada Pengakuan Awal

• PSAK 25 dan Opsi PSAK 70  sesuai PSAK yang berlaku

• Opsi PSAK 70  dapat melakukan pengukuran kembali aset dan liabilitas TA, sehingga sesuai dengan PSAK  reklasifikasi ke aset dan selisihnya diakui di tambahan modal disetor

Pengukuran setalah Pengakuan Awal

(90)

PSAK 70 Akuntansi atas Aset dan Liabilitas yang

Timbul dari Pengampunan Pajak

• Piutang, provisi, utang terkait dengan pajak yang tidak diakui akibat tax amnesty dihapuskan  laba rugi

Penyesuaian

• PSAK 25 – sesuai klasifikasi aset

• Opsi PSAK 70  Aset pengampunan pajak sesuai karakteristik aset Aset lancar atau tidak lancar / liabilitas jangka pendek / jangka

panjang

• Jika tidak dapat diklasifikasikan  Aset Lancar dan Liabilitas jangka panjang

• Reklasifikasi jika dilakukan pengukuran kembali sesuai dengan SAK

Penyajian

• Tanggal surat keterangan

• Nilai yang diakui dalam Surat Keterangan

(91)

Contoh 1

Entitas melakukan pengampunan pajak dengan

melaporkan aset pajak berupa:

– tanah 5 miliar

– Bangunan 10 miliar

• Nilai total aset perusahaan 30.000 miliar; penjualan 40.000 miliar dan ekuitas sebesar 1.500 miliar

• Nilai pengampunan pajak total 15 miliar atau 1% dianggap tidak

material maka entitas tidak menerapkan ketentuan dalam PSAK 70. • Entitas mengakui beban uang tebusan.

(92)

Contoh 2

Entitas melakukan pengampunan pajak dengan

melaporkan aset pajak berupa:

– tanah 50 miliar

– Bangunan 100 miliar

• Nilai tersebut material dari keseluruhan aset entitas.

• Diketahui tanah dan bangunan tersebut diperoleh awal tahun 2010 dengan harga 30miliar dan 80miliar. Uang tebusan yang dibayar sebesar 3miliar.

• Beban akan diakui sebesar 3miliar

• Jika mengikuti PSAK 25 maka akan diakui nilai tanah sebesar

30miliar dan nilai bangunan sebesar 80miliar. Akumulasi depresiasi dihitung sd 2015 (misl 40 tahun) = 80/40 *6= 12. Selisih akan diakui dalam saldo laba. Laporan keuangan tahun 2014 dan 2015 disajikan kembali.

Tanah 30

Bangunan 80

Akumulasi depresiasi 12

(93)

Contoh 3

• Jika mengambil opsi khusus maka Entitas akan mengakui aset saat terbit surat keterangan sebesar:

Aset TA - Tanah 50

Aset TA - Bangunan 100

Tambahan modal disetor 150

Beban pengampunan 3

Kas 3

Jika pada Desember 2016 entitas menilai kembali ternyata nilainya 60 dan 120 maka akan dibuat jurnal penyesuaian dan dilakukan

reklasifikasi.

Tanah 60

Bangunan 120

Aset TA - Tanah 50

Aset TA - Bangunan 100 Tambahan modal disetor 30

(94)
(95)

Ringkasan Perubahan

PSAK 71 Instrumen Keuangan

Menggantikan PSAK 55

Direncanakan Efektif 1 Januari 2020

• Klasifikasi amortized cost dan fair value

• Amortized cost jika memenuhi tes bisnis model (tujuan

entitas untuk memperoleh arus kas yang diperjanjikan dan arus kas (dari pembayaran pokok dan bunga atas pokok) • Perubahan klasifikasi boleh jika terjadi perubahan bisnis

model

Klasifikasi dan pengukuran untuk instrumen keuangan.

Menggunakan expected losses dalam perhitungan penurunan nilai aset keuangan

(96)

PSAK 71 Instrumen Keuangan

Perubahan format mengikuti IFRS: – Bab 1 Tujuan

– Bab 2 Ruang Lingkup

– Bab 3 Pengakuan dan Penghentian Pengakuan – Bab 4 Klasifikasi

– Bab 5 Pengukuran

– Bab 6 Akuntansi Lindung Nilai

– Tanggal efektif dan ketentuan transisi • Tanggal efektif 1 Januari 2020

Perbedaan dengan IAS

– Acuan Amandemen IFRS 3 Business Combinations, IFRS 15 Revenue from Contract with Customer, IFRS 16 Leases tidak dilakukan karena belum diadopsi

(97)

PSAK 71 Instrumen Keuangan

• PSAK 71 merupakan adopsi dari IFRS 9 Financial Instruments yang dikeluarkan per 1 Januari 2016 yang efektif 1 Januari 2018.

• PSAK 71 mengatur perubahan: klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai, dan akuntansi lindung nilai.

• Meskipun PSAK 71 akan menggantikan PSAK 55, PSAK 71 ini belum mengganti seluruh ketentuan dan persyaratan yang ada di PSAK 55.

– Hingga proyek macro hedging selesai dilakukan oleh IASB, PSAK 71

memperkenankan entitas untuk memilih menerapkan model akuntansi lindung nilai sesuai PSAK 71 atau PSAK 55 secara keseluruhan

– PSAK 71 juga memberikan tambahan opsi kebijakan akuntansi untuk menerapkan PSAK 55 untuk macro hedging jika entitas menerapkan PSAK 71.

Amandemen terhadap PSAK Lain.

• Penerbitan PSAK 71 mengakibatkan amandemen terhadap PSAK lain.

Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi

(98)

Klasifikasi Intrumen Keuangan

• Klasikasi berdasarkan model bisnis entitas dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.

– Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi kecuali diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.

• entitas dapat menetapkan pilihan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas tertentu yang

umumnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi sehingga perubahan nilai wajarnya disajikan dalam penghasilan komprehensif lain.

– Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

• aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan

• persyaratan kontraktual meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of principal and interest / SPPI )

• Reklasifikasi pengelolaan aset keuangan jika dan hanya jika

– Entitas mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan. – Perubahan tersebut diperkirakan sangat jarang terjadi.

– Ditentukan oleh manajemen entitas sebagai hasil dari perubahan eksternal atau internal dan harus signifikan pada kegiatan operasi entitas dan dapat dibuktikan pada pihak eksternal.

(99)

Instrumen Keuangan – Klasifikasi

Instrumen utang (termasuk kontrak hybrid) Derivatives Ekuitas

Tes SPPI / Arus Kas – pokok dan bunga

Tes Model Bisnis (BM) – arus kas kontraktual Diperdagangkan

Memilih opsi nilai wajar Opsi FVOCI dipilih

Biaya perolehan

Tidak Tidak Ya Tidak Ya

Ya Tidak

(100)

Kriteria SPPI

• Konsisten dengan ketentuan dasar pinjaman (basic lending agreement)

Apakah arus kas berasal hanya dari pokok

dan bunga

• Pokok: jumlah pokok pinjaman yang diperjanjian dalam kontrak 

nilai wajar pada pengakuan awal

• Bunga: Imbalan atas nilai waktu uang, risiko kredit, risiko pinjmanan lainnya (mis: likuiditas), biaya lain termasuk biaya administrasi dan margin laba.

(101)

Kriteria SPPI

Model Bisnis Karakteristik Pengukuran

Memiliki untuk

memperoleh arus kas kontraktual

• Tujuan: memperoleh arus kas kontraktul

• Penjualan bersifat insential

• Penjuala sangat jarang (volume dan frekuensi)

Biaya perolehan diamortisasi

Memiliki untuk

memperoleh arus kas kontraktual dan untuk dijual

• Tujuan: memperoleh arus kas

kontraktual dan menjual sifatnya tidak terpisahkan.

• Umumnya lebih banyak penjualan (frekuensi dan volume) dibandingkan memperoleh arus kas kontraktual

FVOCI*

Lainnya • Tujuan: tidak untuk memperoleh arus

kas kontraktual atau dijual FVTPL**

*Tidak menerapkan opsi pengukuran dengan nilai wajar

(102)

Klasifikasi: Aset Keuangan

Kategori Pengukuran

 Kategori pengukuran serupa dengan PSAK 55

 Perubahan signifikan dalam mengklasifikasikan aset keuangan

Reklasifikasi aset keuangan tunduk pada ketentuan yang sangat rigit dan diperkirakan tidak sering terjadi

PSAK 71 PSAK 55

• FVTPL

• Biaya perolehan diamortisasi • FVOCI

• FVTPL

• Loan and Receivable

• HTM • FVOCI

• FVTPL • FVOCI • HTM

= Fair value to profit and loss

Referensi

Dokumen terkait

PSAK 70 Akuntansi atas Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Pengampunan Pajak. Tujaun perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas yang timbul dari pengampunan

Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa dikur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang akan dibayarkan pada masa sewa. Pembayaran sewa termasuk

(i) Mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada laporan posisi keuangan konsolidasian, yang pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa masa depan,

• Persyaratan pengungkapan diterapkan untuk perubahan pada aset keuangan (contoh, aset yang melindung nilai liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan) jika arus kas, atau

(i) Mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada laporan posisi keuangan konsolidasian, yang pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa masa depan,

i) Dalam sewa pembiayaan, Perusahaan mengakui aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar

Pada awal masa sewa, aset dan liabilitas untuk pembayaran sewa di masa depan diakui di laporan posisi keuangan pada jumlah yang sama, kecuali untuk biaya langsung awal dari lessee

Pada awal masa sewa, Grup mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar nilai wajar aset sewaan atau