KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM KOMUNIKASI
implication of communication is important in social life to build our self-concept, self-actualization, for survival, to gain happiness, avoid from pressure and tension, in other words through communication we can work with community members, families, groups of the State as a whole to achieve common goals. In communication there are various communication models used by humans both from verbal and nonverbal communication, then in it also split some other communication names that have been classified by some communication experts, mass communication, face to face communication, family communication, political communication , and organizational communication. But in this case we more specifically discuss about nonverbal organizational. Nonverbal language is one form of communication that is often used in the presentation, where the delivery is not with words or sounds but through the movements of limbs are often familiar with the term sign language or body language. In addition, the use of nonverbal language can be through eye contact, the use of objects such as clothing, haircuts, and the use of symbols. Nonverbal communication is a medium for expressing emotions as well as specific information. Nonverbal communication is important because it can create an impression. For example by paying attention to the appearance when about to do something, such as going to interview or dating important and others. And how we judge people from skin color, age, gender, facial expressions, how to dress and accent and even how to shake hands is one of the important roles of nonverbal communication in creating an impression. Nonverbal communication is a medium for expressing emotions as well as specific information. Nonverbal communication is important because it can create an impression. Nonverbal communication encompasses all nonverbal stimuli in a communications situation generated, either by its source,1 Mahasiswa PIAUD, Semester II, Jurusan Tarbiyah IAIN MADURA, JL.Raya Panglegur KM 04 Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia, Email:
whether its users are in the environment and that have a potential message value to be a source or a receiver.
Keywords : Communication, Non Verbal Language, Non verbal Communication.
Abstrak
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui system lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku. Dalam kehidupan manusia, komunikasi merupakan alat untuk berinteraksi dengan sesama, setiap kegiatan yang dilakukan manusaia tidak terlepas dari komunikasi, implikasinya komunikasi itu penting dalam kehidupan sosial untuk membangun konsep-konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, dengan kata lain melalui komunikasi kita dapat bekerjasama dengan anggota masyarakat, keluarga, kelompok organisasi Negara secara keseluruhan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam komunikasi terdapat berbagai model komunikasi yang digunakan oleh manusia baik dari komunikasi yang bersifat verbal dan nonverbal, kemudian di dalamnya juga terpecah beberapa nama komunikasi lain yang telah di klasifikasikan oleh beberapa pakar komunikasi yaitu, komunikasi massa, komunikasi tatap muka, komunikasi keluarga, komunikasi politik, dan komunikasi organisasi.Namun dalam hal ini kita lebih spesifik membahas tentang komunikasi organisasi nonverbal. Bahasa nonverbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sering digunakan dalam presentasi, dimana penyampaian bukan dengan kata-kata ataupun suara tetapi melalui gerakan-gerakan anggota tubuh yang sering di kenal dengan istilah bahasa isyarat atau body language. Selain itu juga, penggunaan bahasa nonverbal dapat melalui kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan penggunaan symbol-simbol. Komunikasi nonverbal merupakan media untuk mengekpresikan emosi dan juga informasi yang spesifik. Komunikasi nonverbal penting karena dapat menciptakan kesan. Misalnya dengan memperhatikan penampilan ketika hendak melakukan sesuatu, seperti hendak wawancara atau kencan penting dan lain-lain. Dan bagaimana cara kita menilai orang dari warna kulit, usia, gender, ekspresi wajah, cara berpakain dan aksen dan bahkan cara berjabat tangan adalah salah satu peran penting dari komunikasi nonverbal dalam menciptakan
kesan. Komunikasi nonverbal merupakan media untuk
mengekspresikan emosi dan juga informasi yang spesifik. Komunikasi nonverbal penting karena dapat menciptakan kesan. Komunikasi nonverbal meliputi semua stimulus nonverbal dalam sebuah situasi komunikasi yang di hasilkan, baik oleh sumbernya, baik penggunanya dalam lingkungan dan yang memiliki nilai pesan yang potensial untuk menjadi sumber atau penerima.
A. PENDAHULUAN
Komunikasi nonverbal adalah setiap informasi atau emosi di
komunikasikan tanpa menggunakan kata-kata atau non
linguistik.komunikasi nonverbal sangat penting, sebab apa yang sering
kita lakukan mempunyai makna jauh lebih penting dari pada apa yang
kita katakan. salah satu yang dikemukakan oleh Richard R.weaver
bahwa kata-kata pada umumnya memicu salah satu sekumpulan alat
indra seperti pendengaran, sedangkan komunikasi nonverbal dapat
memicu sejumlah alat indra seperti penglihatan, penciuman, perasaan,
untuk meyebutkan beberapa.
Mengenai komunikasi nonverbal tidaklah lengkap atau
sempurna. Pengenalan pertama mengenai komunikasi nonverbal pada
zaman Aristoteles sekitar 400-600 SM, tetapi pendekatan kontemporer
mengenai komunikasi nonverbal dapat ditelusuri pada karya Charles
Darwin dalam bukunya The Expression Of Emotions in Man and
Animals. Meskipun sejumlah besar study dan pendekatan dewasa ini
kita masih saja belajar mengenai cara-cara bagaimana komunikasi
nonverbal memengaruhi manusia. Kita masih saja belajar mengenai
perbedaan antara manusia dalam kemampuannya menyampaikan
komunikasi nonverbal dan mengerti komunikasi nonverbal itu. Kita juga
masih saja belajar mengenai cara-cara dimana komunikasi nonverbal
mempunyai arti dalam kehidupan manusia.
Dalam kehidupan manusia, komunikasi merupakan alat untuk
berinteraksi dengan sesama, setiap kegiatan yang dilakukan manusaia
dalam kehidupan sosial untuk membangun konsep-konsep diri kita,
aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh
kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, dengan kata lain
melalui komunikasi kita dapat bekerjasama dengan anggota
masyarakat, keluarga, kelompok organisasi Negara secara keseluruhan
untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam komunikasi terdapat berbagai model komunikasi yang
digunakan oleh manusia baik dari komunikasi yang bersifat verbal dan
nonverbal, kemudian di dalamnya juga terpecah beberapa nama
komunikasi lain yang telah di klasifikasikan oleh beberapa pakar
komunikasi yaitu, komunikasi massa, komunikasi tatap muka,
komunikasi keluarga, komunikasi politik, dan komunikasi
organisasi.Namun dalam hal ini kita lebih spesifik membahas tentang
komunikasi organisasi nonverbal.
Proses komunikasi nonverbal dalam ruang lingkup organisasi
adalah secara sederhana menyampaikan pesan nonverbal antar
organisasi, setiap organisasi memiliki model dan bentuk yang
berbeda, sehingga pesan nonverbal tersebut jugak diterima dengan
model yang variatif.
Pesan-pesan nonverbal sangat berpengaruh dalam organisasi,
sebagai contoh, kita mengenakan satu atribut organisasi kita maka
orang tidak akan lagi bertanya kita berasal dari organisasi apa, karena
atribut itu menginterpretasikan organisasi kita, dan itu merupakan satu
Artikel ini membahas tentang komunikasi non verbal dalam
komunikasi antar manusia, dengan tujuan agar kita mengetahui peran
atau fungsi komunikasi non verbal dalam komunikasi antar manusia.
B. PEMBAHASAN
1. Definisi Komunikasi
Istilah komunikasi dari bahasa inggris communication, dari
bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau
menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses
sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi
tersebut.
Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah
upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika
dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap
pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan
oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary menjelaskan
bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi
diantara individu melalui system lambang-lambang, tanda-tanda
atau tingkah laku.
Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang
(komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk
kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku
orang-orang lainnya (khalayak).
Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan,
emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan symbol-simbol
seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses
pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan
yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau
beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses
mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan
pengolahan pesan.
2. Definisi Komunikasi Nonverbal
Bahasa nonverbal merupakan salah satu bentuk komunikasi
yang sering digunakan dalam presentasi, dimana penyampaian
bukan dengan kata-kata ataupun suara tetapi melalui
gerakan-gerakan anggota tubuh yang sering di kenal dengan istilah bahasa
isyarat atau body language. Selain itu juga, penggunaan bahasa
nonverbal dapat melalui kontak mata, penggunaan objek seperti
pakaian, potongan rambut, dan penggunaan symbol-simbol.
Komunikasi nonverbal memiliki beberapa pengertian, antara
lain merupakan sebuah proses interaksi sosial antara dua atau
lebih individu yang mencoba saling mempengaruhi dalam hal ide,
sikap, pengetahuan, dan tingkah laku. Selain itu komunikasi juga
didefinisikan sebagai proses memberitahukan dan menyebarkan
pikiran-pikiran, nilai-nilai dengan maksud untuk mengunggah
partisipasi, agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik
bersama.
Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya
menggunakan definisi “tidak menggunakan kata” dengan ketat,
dan tidak menyamakan komunikasi nonverbal dengan komunikasi
nonlisan. Contohnya bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap
sebagai komunikasi nonverbal karena mengunakan kata,
sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai
komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan
komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal
Sejak lahir hingga akhir hayat manusia, komunikasi nonverbal
merupakan system symbol yang sangat penting dalam kehidupan
sehari-hari. Bayi mulai memahami kata-kata ketika umur 6 bulan,
akan tetapi sebelum usia tersebut sebenarnya ia sudah mengerti
komunikasi nonverbal. Walaupun komunikasi nonverbal bersifat
omnipresent (ada di mana-mana) namun ia merupakan resep
penting dalam interaksi manusia.
Komunikasi nonverbal merupakan media untuk mengekpresikan
emosi dan juga informasi yang spesifik. Komunikasi nonverbal
penting karena dapat menciptakan kesan. Misalnya dengan
memperhatikan penampilan ketika hendak melakukan sesuatu,
seperti hendak wawancara atau kencan penting dan lain-lain. Dan
bagaimana cara kita menilai orang dari warna kulit, usia, gender,
ekspresi wajah, cara berpakain dan aksen dan bahkan cara
berjabat tangan adalah salah satu peran penting dari komunikasi
nonverbal dalam menciptakan kesan. Tindakan nonverbal baik
disengaja atau pun tidak dapat memberikan petunjuk mengenai
percakapan kita yakni tentang bagaimana seseorang memulai
percakapan dan mengakhiri pembicaraan atau bagaimana urutan
atau giliran berbicara dan bagaimana seseorang dapat memiliki
kesempatan berbicara dan lain sebagainya.
Komunikasi nonverbal meliputi semua stimulus nonverbal dalam
sebuah situasi komunikasi yang di hasilkan, baik oleh sumbernya
baik penggunanya dalam lingkungan dan yang memiliki nilai pesan
yang potensial untuk menjadi sumber atau penerima.
3. Fungsi Komunikasi Nonverbal
Menurut Verdeber et al, komunikasi nonverbal memiliki lima
a. Melengkapi informasi. Kebanyakan informasi atau isi sebuah
pesan disampaikan secara nonverbal. Isyarat-isyarat
nonverbal kita dapat mengulang, mensubstitusi,
menguatkan atau mempertentangkan pesan verbal kita. Kita
dapat menggunakan isyarat-isyarat nonverbal untuk
mengulagi apa yang telah kita katakan secara verbal.
Apabila anda mengatakan “tidak” dan menggelengkan
kepala anda pada saat yang sama, anda telah menggunakan
isyarat nonverbal untuk mengulang apa yang telah anda
katakan secara verbal. Coba bayangkan semua perilaku
nonverbal yang melengkapi cara sekunder mengenai
mengatakan sesuatu sebagai tambahan untuk kata-kata
kita. Lambaian tangan misalnya, dapat menjadi pengganti
untuk kata “halo” atau “selamat jalan.” Pada budaya barat
membengkokkan jari telunjuk kearah dalam sambil di
gerak-gerakkan dapat sebagai pengganti untuk kata “kemari”,
tetapi pada budaya asia dengan cara yang sama itu hanya
untuk memanggil anjing dan bukan untuk orang. Bagi orang
asia termasuk Indonesia menggerak-gerakkan tangan ke
bawah sebagai pengganti kata “kemari” untuk memanggil
seseorang supaya datang. Cara lain dimana isyarat-isyarat
nonverbal melengkapi informasi dengan memperkuat
pesan-pesan verbal. Perilaku nonverbal dapat memberi tekanan,
melengkapi, atau menambah informasi kepada kata-kata.
Seorang guru bisa tersenyum, bertepuk tangan atau
“hebat, hasil tes kamu amat bagus.” Ekspresi wajah, gerak
tubuh, dan volume suara memberi tekanan pernyataan
verbal mengenai pujian. Isyarat-isyarat nonverbal bisa juga
bertentangan dengan pesan verbal. Dalam hal ini, nonverbal
tetap memberikan informasi, tetapi informasi yang di
berikan mengarah kepada ke bingungan dan bukan kepada
kejelasan. Ketika yono berkata pelan dengan nada yang
menoton, “saya benar-benar tertarik dengan proyek anda”,
sambil melengo dan pergi, dimana pesan nonverbalnya
bertentangan dengan pesan verbalnya. Hasil dari
pesan-pesan verbal dan nonverbal yang bertentangan berupa
pesan campuran. Hanya karena orang lebih bergantung
kepada komunikasi nonverbal dari pada bentuk kata-kata
sebuah pesan untuk menentukan makna emosional, maka
orang lebih banyak bergantung kepada isyarat-isyarat
nonverbal untuk memahami pesan campuran atau mixed
message. Ingat bahwa adalah mudah bagi yono untuk
berbohong dengan kata-katanya, tetapi sulit baginya untuk
menipu perilaku nonverbalnya.
b. Mengatur interaksi. Kita mengelola sebuah interaksi melalui
cara-cara yang tidak kentara dan kadang-kadang melalui
isyarat nonverbal yang jelas. Kita gunakan perubahan atau
pergeseran dalam kontak mata, gerakan kepala yang
perlahan, bergeser dalam sikap badan, mengangkat alis,
menganggukkan kepala memberitahukan pihak lain kapan
boleh melanjutkan, mengulang, menguraikan, bergegas atau
isyarat secara nonverbal kepada pihak lain bahwa anda
harus meninggalkan interaksi. Anda dapat mengurangi
jumlah kontak mata yang anda lakukan dengan orang lain,
berikan respons atau jawaban singkat, kurangi ekspresi
muka, berpaling atau bergeser dari orang lain. Mahasiswa
diruang kelas memberikan isyarat secara teratur kepada
guru bahwa waktu belajar sudah habis dan mulai
membereskan perawatan tulis dan buku-bukunya, duduknya
mulai gelisah, mulai berkomat-kamit kepada
teman-temannya. Komunikator yang efektif belajar menyesuaikan
apa yang ia katakan dan bagaimana mengatakannya atas
dasar isyarat-isyarat nonverbal oang lain.
c. Mengekspresikan atau menyembunyikan emosi dan
perasaan. Kita telah menjelaskan bahwa kebayakan dari
aspek-aspek emosional dari komunikasi disampaikan melalui
cara-cara nonverbal. Camkan bagaimana anda menunjukkan
secara nonverbal kepada pihak lain bahwa anda peduli
kepadanya. Anda bisa tersenyum, merangkul, mencium,
duduk berdekatan, menatap kepadanya, menyediakan lebih
banyak waktudengan siap anda amat peduli. Secara
alternative kita dapat gunakan perilaku nonverbal untuk
menutupi persaan kita yang sebenarnya. Namun demikian
lebih sering dari pada tidak, kita menunjukkan emosi kita
yang sebenarnya secara nonverbal dari pada menjelaskan
emosi kita dengan kata-kata. Adakalanya kita mencoba
menyembunyikan emosi dan perasaan kita, tetapi secara
karena malu merupakan contoh yang terbaik berupa
penampilan yang kurang hati-hatimengenai emosi.
d. Menyajikan sebuah citra. Manusia mencoba menciptakan
kesan mengenai dirinya melalui cara-cara dia tampil dan
bertindak. Kebanyakan pengelolaan kesan terjadi melalui
saluran nonverbal. Manusia dapat secara hati-hati
mengembangkan citra melalui pakaian, merawat diri,
perhiasan, dan milik pribadi lainnya. Orang tidak hanya
menggunakan komunikasi nonverbal untuk
mengomunikasikan citra pribadi, tetapi dua orang terdapat
menggunakan isyarat-isyarat nonverbal untuk menyajikan
citra atau identitas hubungan. Pada sebuah pesta, mariana
dan yusuf dapat memberi isyarat kepada pihak lain bahwa,
mereka dalm kebersamaan dengan menampilkan
isyarat-isyarat nonverbal seperti berbicara dalam nada berbisik, dan
saling menyentuh satu sama lain. Pasangan suami istri yang
berada di ambang perpecahan dapat memperlihatkan
dihadapan umum citra yang positif dengan saling
bergandeng tangan, atau menunjukkan penuh perhatian
terhadap satu sama lain diperlihatkan melalui ekspresi wajah
yang cerah.
e. Memperlihatkan kekuasaan dan kendali. Banyak perilaku
nonverbal merupakan isyarat dari kekuasaan, terlepas dari
apakah mereka bermaksud menujukkan kekuasaan dan
kendali. Coba bayangkan bagaimana karyawan bawahan
mengakui status itu melalui perilaku nonverbal. Menejer
meja kursi yang besar dan mahal, berjalan dan berbicara
penuh beribawa. Bawahan menujukkan rasa hormat dengan
menatap dan mendengarkan dengan penuh perhatian
apabila manejer berbicara, tidak menginterupsi, memohon
izin atau minta waktu untuk memasuki ruang kerja menejer.
Bayangkan orang tua tyang mengatakan kepada anaknya,
“tatap dan perhatikan saya apabila saya berbicara kepada
kamu”. Orang tua berharap bahwa anak-anak akan
menerima secara nonverbal kekuasaan orang tua dengan
terus menatap sebagai isyarat rasa hormat kepada orang
tua. Ekspresi seperti “ia menundukkan mukanya saat
berbicara kepada saya” atau “ia berbicara kepada saya
seperti saya ini anak kecil” menunjukkan peran perilaku
nonverbal dalam mengekspresikan kekuasaan, kendali, dan
dominasi.
4. Jenis-jenis komunikasi nonverbal
Jandt mencatat ada (9) Sembilan jenis komunikasi nonverbal,
yaitu sebagai berikut:
a. Proxemics (kedekatan), istilah ini berasal dari Edward hal
yang mengambilnya dari kata proximity (kedekatan) untuk
menunjukkan adanya ruang atau tetorial baku dan ruang
personal yang kita gunakan dalam berkomunikasi.
b. Kinesics (kinesik), istilah ini digunakan untuk menunjukkan
gerak-gerik atau sikap tubuh (gestures), gerak tubuh, (body
movement), ekspresi wajah, dan kontak mata.
c. Chronemics (kronemik), istilah ini berkaitan dengan waktu.
mengikuti garis lurus yang bergerak dari titik awalmenuju
titik akhir.
d. Paralanguage (parabahasa), istilah ini menunjuk pada
unsure-unsur nonverbal suara dalam percakapan verbal. e. Kebisuan, istilah ini dipandang agak membingungkan karena
membisu dipandang tidak berkomunikasi. Namun
sebenarnya, dalam kebisuan orang mengkomunikasikan
sesuatu.
f. Haptics, istilah ini berkaitan dengan penggunaan sentuhan
dalam berkomunikasi.
g. Tampilan fisik dan busana, istilah ini menunjukkan pesan
nonverbal dapat juga berupa tampilan fisik dan busana yang
dikenakan.
h. Olfactics, istilah ini berkaitan dengan penggunaan indera
penciuman dalam berkomunikasi nonverbal. Bukan hanya
bau wangi parfum, tetapi juga bau badan berpengaruh
terhadap komunikasi.
i. Oculesics, istilah ini menunjuk pada pesan yang disampaikan
melalui mata.
Dengan demikian, komunikasi nonverbal yang
menyampaikan pesan-pesan nonverbal merupakan bagian
dari setiap bentuk komunikasi manusia. Tanpa ada pesan
nonverbal, kita akan merasakan komunikasi berlangsur
hambar dan dingin karena fungsi komunikasi nonverbal yang
amat penting dalam kegiatan komunikasi.
C. KESIMPULAN
Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara
individu melalui system lambang-lambang, tanda-tanda, atau
Komunikasi nonverbal merupakan media untuk mengekspresikan
emosi dan juga informasi yang spesifik. Komunikasi nonverbal
penting karena dapat menciptakan kesan. Komunikasi nonverbal
meliputi semua stimulus nonverbal dalam sebuah situasi komunikasi
yang di hasilkan, baik oleh sumbernya, baik penggunanya dalam
lingkungan dan yang memiliki nilai pesan yang potensial untuk
menjadi sumber atau penerima.
Komunikasi nonverbal memiliki lima fungsi yaitu: a. Melengkapi informasi
b. Mengatur interaksi
c. Mengekspresikan atau menyembunyikan emosi dan perasaan d. Menyajikan sebuah citra
e. Memperlihatkan kekuasaan dan kendali
Jand mencatat ada Sembilan jenis komunikasi nonverbal yaitu:
a. Proxemics (kedekatan) b. Kinesics (kinesik) c. Chronemics (kronemik) d. Paralanguage (parabahasa) e. Kebisuan
f. Haptics
g. Tampilan fisik dan busana h. Olfactics
i. Oculesics
D. DAFTAR PUSTAKA
Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga. Sugiyo. 2005. Komunikasi Antar Pribadi. Semarang: UNNES Press.
http:// hani - Aprilia .blogspot.sg/2012/05/ Komunikasi-non-verbal i.html.
Diakses pada tanggal 20 April 2018.
http:// belajarkomunikasi .blogspot.sg/2013/04/