• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM KOMUNIKASI A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM KOMUNIKASI A"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM KOMUNIKASI

implication of communication is important in social life to build our self-concept, self-actualization, for survival, to gain happiness, avoid from pressure and tension, in other words through communication we can work with community members, families, groups of the State as a whole to achieve common goals. In communication there are various communication models used by humans both from verbal and nonverbal communication, then in it also split some other communication names that have been classified by some communication experts, mass communication, face to face communication, family communication, political communication , and organizational communication. But in this case we more specifically discuss about nonverbal organizational. Nonverbal language is one form of communication that is often used in the presentation, where the delivery is not with words or sounds but through the movements of limbs are often familiar with the term sign language or body language. In addition, the use of nonverbal language can be through eye contact, the use of objects such as clothing, haircuts, and the use of symbols. Nonverbal communication is a medium for expressing emotions as well as specific information. Nonverbal communication is important because it can create an impression. For example by paying attention to the appearance when about to do something, such as going to interview or dating important and others. And how we judge people from skin color, age, gender, facial expressions, how to dress and accent and even how to shake hands is one of the important roles of nonverbal communication in creating an impression. Nonverbal communication is a medium for expressing emotions as well as specific information. Nonverbal communication is important because it can create an impression. Nonverbal communication encompasses all nonverbal stimuli in a communications situation generated, either by its source,

1 Mahasiswa PIAUD, Semester II, Jurusan Tarbiyah IAIN MADURA, JL.Raya Panglegur KM 04 Pamekasan, Jawa Timur, Indonesia, Email:

(2)

whether its users are in the environment and that have a potential message value to be a source or a receiver.

Keywords : Communication, Non Verbal Language, Non verbal Communication.

Abstrak

Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara individu melalui system lambang-lambang, tanda-tanda, atau tingkah laku. Dalam kehidupan manusia, komunikasi merupakan alat untuk berinteraksi dengan sesama, setiap kegiatan yang dilakukan manusaia tidak terlepas dari komunikasi, implikasinya komunikasi itu penting dalam kehidupan sosial untuk membangun konsep-konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, dengan kata lain melalui komunikasi kita dapat bekerjasama dengan anggota masyarakat, keluarga, kelompok organisasi Negara secara keseluruhan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam komunikasi terdapat berbagai model komunikasi yang digunakan oleh manusia baik dari komunikasi yang bersifat verbal dan nonverbal, kemudian di dalamnya juga terpecah beberapa nama komunikasi lain yang telah di klasifikasikan oleh beberapa pakar komunikasi yaitu, komunikasi massa, komunikasi tatap muka, komunikasi keluarga, komunikasi politik, dan komunikasi organisasi.Namun dalam hal ini kita lebih spesifik membahas tentang komunikasi organisasi nonverbal. Bahasa nonverbal merupakan salah satu bentuk komunikasi yang sering digunakan dalam presentasi, dimana penyampaian bukan dengan kata-kata ataupun suara tetapi melalui gerakan-gerakan anggota tubuh yang sering di kenal dengan istilah bahasa isyarat atau body language. Selain itu juga, penggunaan bahasa nonverbal dapat melalui kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan penggunaan symbol-simbol. Komunikasi nonverbal merupakan media untuk mengekpresikan emosi dan juga informasi yang spesifik. Komunikasi nonverbal penting karena dapat menciptakan kesan. Misalnya dengan memperhatikan penampilan ketika hendak melakukan sesuatu, seperti hendak wawancara atau kencan penting dan lain-lain. Dan bagaimana cara kita menilai orang dari warna kulit, usia, gender, ekspresi wajah, cara berpakain dan aksen dan bahkan cara berjabat tangan adalah salah satu peran penting dari komunikasi nonverbal dalam menciptakan

kesan. Komunikasi nonverbal merupakan media untuk

mengekspresikan emosi dan juga informasi yang spesifik. Komunikasi nonverbal penting karena dapat menciptakan kesan. Komunikasi nonverbal meliputi semua stimulus nonverbal dalam sebuah situasi komunikasi yang di hasilkan, baik oleh sumbernya, baik penggunanya dalam lingkungan dan yang memiliki nilai pesan yang potensial untuk menjadi sumber atau penerima.

(3)

A. PENDAHULUAN

Komunikasi nonverbal adalah setiap informasi atau emosi di

komunikasikan tanpa menggunakan kata-kata atau non

linguistik.komunikasi nonverbal sangat penting, sebab apa yang sering

kita lakukan mempunyai makna jauh lebih penting dari pada apa yang

kita katakan. salah satu yang dikemukakan oleh Richard R.weaver

bahwa kata-kata pada umumnya memicu salah satu sekumpulan alat

indra seperti pendengaran, sedangkan komunikasi nonverbal dapat

memicu sejumlah alat indra seperti penglihatan, penciuman, perasaan,

untuk meyebutkan beberapa.

Mengenai komunikasi nonverbal tidaklah lengkap atau

sempurna. Pengenalan pertama mengenai komunikasi nonverbal pada

zaman Aristoteles sekitar 400-600 SM, tetapi pendekatan kontemporer

mengenai komunikasi nonverbal dapat ditelusuri pada karya Charles

Darwin dalam bukunya The Expression Of Emotions in Man and

Animals. Meskipun sejumlah besar study dan pendekatan dewasa ini

kita masih saja belajar mengenai cara-cara bagaimana komunikasi

nonverbal memengaruhi manusia. Kita masih saja belajar mengenai

perbedaan antara manusia dalam kemampuannya menyampaikan

komunikasi nonverbal dan mengerti komunikasi nonverbal itu. Kita juga

masih saja belajar mengenai cara-cara dimana komunikasi nonverbal

mempunyai arti dalam kehidupan manusia.

Dalam kehidupan manusia, komunikasi merupakan alat untuk

berinteraksi dengan sesama, setiap kegiatan yang dilakukan manusaia

(4)

dalam kehidupan sosial untuk membangun konsep-konsep diri kita,

aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh

kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, dengan kata lain

melalui komunikasi kita dapat bekerjasama dengan anggota

masyarakat, keluarga, kelompok organisasi Negara secara keseluruhan

untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam komunikasi terdapat berbagai model komunikasi yang

digunakan oleh manusia baik dari komunikasi yang bersifat verbal dan

nonverbal, kemudian di dalamnya juga terpecah beberapa nama

komunikasi lain yang telah di klasifikasikan oleh beberapa pakar

komunikasi yaitu, komunikasi massa, komunikasi tatap muka,

komunikasi keluarga, komunikasi politik, dan komunikasi

organisasi.Namun dalam hal ini kita lebih spesifik membahas tentang

komunikasi organisasi nonverbal.

Proses komunikasi nonverbal dalam ruang lingkup organisasi

adalah secara sederhana menyampaikan pesan nonverbal antar

organisasi, setiap organisasi memiliki model dan bentuk yang

berbeda, sehingga pesan nonverbal tersebut jugak diterima dengan

model yang variatif.

Pesan-pesan nonverbal sangat berpengaruh dalam organisasi,

sebagai contoh, kita mengenakan satu atribut organisasi kita maka

orang tidak akan lagi bertanya kita berasal dari organisasi apa, karena

atribut itu menginterpretasikan organisasi kita, dan itu merupakan satu

(5)

Artikel ini membahas tentang komunikasi non verbal dalam

komunikasi antar manusia, dengan tujuan agar kita mengetahui peran

atau fungsi komunikasi non verbal dalam komunikasi antar manusia.

B. PEMBAHASAN

1. Definisi Komunikasi

Istilah komunikasi dari bahasa inggris communication, dari

bahasa latin communicatus yang mempunyai arti berbagi atau

menjadi milik bersama, komunikasi diartikan sebagai proses

sharing diantara pihak-pihak yang melakukan aktifitas komunikasi

tersebut.

Menurut lexicographer (ahli kamus bahasa), komunikasi adalah

upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan. Jika

dua orang berkomunikasi maka pemahaman yang sama terhadap

pesan yang saling dipertukarkan adalah tujuan yang diinginkan

oleh keduanya. Webster’s New Collegiate Dictionary menjelaskan

bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi

diantara individu melalui system lambang-lambang, tanda-tanda

atau tingkah laku.

Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang

(komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk

kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku

orang-orang lainnya (khalayak).

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan,

emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan symbol-simbol

seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Definisi komunikasi secara umum adalah suatu proses

pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan

yang terjadi di dalam diri seseorang dan atau di antara dua atau

(6)

beberapa pengertian pokok yaitu komunikasi adalah suatu proses

mengenai pembentukan, penyampaian, penerimaan dan

pengolahan pesan.

2. Definisi Komunikasi Nonverbal

Bahasa nonverbal merupakan salah satu bentuk komunikasi

yang sering digunakan dalam presentasi, dimana penyampaian

bukan dengan kata-kata ataupun suara tetapi melalui

gerakan-gerakan anggota tubuh yang sering di kenal dengan istilah bahasa

isyarat atau body language. Selain itu juga, penggunaan bahasa

nonverbal dapat melalui kontak mata, penggunaan objek seperti

pakaian, potongan rambut, dan penggunaan symbol-simbol.

Komunikasi nonverbal memiliki beberapa pengertian, antara

lain merupakan sebuah proses interaksi sosial antara dua atau

lebih individu yang mencoba saling mempengaruhi dalam hal ide,

sikap, pengetahuan, dan tingkah laku. Selain itu komunikasi juga

didefinisikan sebagai proses memberitahukan dan menyebarkan

pikiran-pikiran, nilai-nilai dengan maksud untuk mengunggah

partisipasi, agar hal-hal yang diberitahukan itu menjadi milik

bersama.

Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya

menggunakan definisi “tidak menggunakan kata” dengan ketat,

dan tidak menyamakan komunikasi nonverbal dengan komunikasi

nonlisan. Contohnya bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap

sebagai komunikasi nonverbal karena mengunakan kata,

sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai

komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan

komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal

(7)

Sejak lahir hingga akhir hayat manusia, komunikasi nonverbal

merupakan system symbol yang sangat penting dalam kehidupan

sehari-hari. Bayi mulai memahami kata-kata ketika umur 6 bulan,

akan tetapi sebelum usia tersebut sebenarnya ia sudah mengerti

komunikasi nonverbal. Walaupun komunikasi nonverbal bersifat

omnipresent (ada di mana-mana) namun ia merupakan resep

penting dalam interaksi manusia.

Komunikasi nonverbal merupakan media untuk mengekpresikan

emosi dan juga informasi yang spesifik. Komunikasi nonverbal

penting karena dapat menciptakan kesan. Misalnya dengan

memperhatikan penampilan ketika hendak melakukan sesuatu,

seperti hendak wawancara atau kencan penting dan lain-lain. Dan

bagaimana cara kita menilai orang dari warna kulit, usia, gender,

ekspresi wajah, cara berpakain dan aksen dan bahkan cara

berjabat tangan adalah salah satu peran penting dari komunikasi

nonverbal dalam menciptakan kesan. Tindakan nonverbal baik

disengaja atau pun tidak dapat memberikan petunjuk mengenai

percakapan kita yakni tentang bagaimana seseorang memulai

percakapan dan mengakhiri pembicaraan atau bagaimana urutan

atau giliran berbicara dan bagaimana seseorang dapat memiliki

kesempatan berbicara dan lain sebagainya.

Komunikasi nonverbal meliputi semua stimulus nonverbal dalam

sebuah situasi komunikasi yang di hasilkan, baik oleh sumbernya

baik penggunanya dalam lingkungan dan yang memiliki nilai pesan

yang potensial untuk menjadi sumber atau penerima.

3. Fungsi Komunikasi Nonverbal

Menurut Verdeber et al, komunikasi nonverbal memiliki lima

(8)

a. Melengkapi informasi. Kebanyakan informasi atau isi sebuah

pesan disampaikan secara nonverbal. Isyarat-isyarat

nonverbal kita dapat mengulang, mensubstitusi,

menguatkan atau mempertentangkan pesan verbal kita. Kita

dapat menggunakan isyarat-isyarat nonverbal untuk

mengulagi apa yang telah kita katakan secara verbal.

Apabila anda mengatakan “tidak” dan menggelengkan

kepala anda pada saat yang sama, anda telah menggunakan

isyarat nonverbal untuk mengulang apa yang telah anda

katakan secara verbal. Coba bayangkan semua perilaku

nonverbal yang melengkapi cara sekunder mengenai

mengatakan sesuatu sebagai tambahan untuk kata-kata

kita. Lambaian tangan misalnya, dapat menjadi pengganti

untuk kata “halo” atau “selamat jalan.” Pada budaya barat

membengkokkan jari telunjuk kearah dalam sambil di

gerak-gerakkan dapat sebagai pengganti untuk kata “kemari”,

tetapi pada budaya asia dengan cara yang sama itu hanya

untuk memanggil anjing dan bukan untuk orang. Bagi orang

asia termasuk Indonesia menggerak-gerakkan tangan ke

bawah sebagai pengganti kata “kemari” untuk memanggil

seseorang supaya datang. Cara lain dimana isyarat-isyarat

nonverbal melengkapi informasi dengan memperkuat

pesan-pesan verbal. Perilaku nonverbal dapat memberi tekanan,

melengkapi, atau menambah informasi kepada kata-kata.

Seorang guru bisa tersenyum, bertepuk tangan atau

(9)

“hebat, hasil tes kamu amat bagus.” Ekspresi wajah, gerak

tubuh, dan volume suara memberi tekanan pernyataan

verbal mengenai pujian. Isyarat-isyarat nonverbal bisa juga

bertentangan dengan pesan verbal. Dalam hal ini, nonverbal

tetap memberikan informasi, tetapi informasi yang di

berikan mengarah kepada ke bingungan dan bukan kepada

kejelasan. Ketika yono berkata pelan dengan nada yang

menoton, “saya benar-benar tertarik dengan proyek anda”,

sambil melengo dan pergi, dimana pesan nonverbalnya

bertentangan dengan pesan verbalnya. Hasil dari

pesan-pesan verbal dan nonverbal yang bertentangan berupa

pesan campuran. Hanya karena orang lebih bergantung

kepada komunikasi nonverbal dari pada bentuk kata-kata

sebuah pesan untuk menentukan makna emosional, maka

orang lebih banyak bergantung kepada isyarat-isyarat

nonverbal untuk memahami pesan campuran atau mixed

message. Ingat bahwa adalah mudah bagi yono untuk

berbohong dengan kata-katanya, tetapi sulit baginya untuk

menipu perilaku nonverbalnya.

b. Mengatur interaksi. Kita mengelola sebuah interaksi melalui

cara-cara yang tidak kentara dan kadang-kadang melalui

isyarat nonverbal yang jelas. Kita gunakan perubahan atau

pergeseran dalam kontak mata, gerakan kepala yang

perlahan, bergeser dalam sikap badan, mengangkat alis,

menganggukkan kepala memberitahukan pihak lain kapan

boleh melanjutkan, mengulang, menguraikan, bergegas atau

(10)

isyarat secara nonverbal kepada pihak lain bahwa anda

harus meninggalkan interaksi. Anda dapat mengurangi

jumlah kontak mata yang anda lakukan dengan orang lain,

berikan respons atau jawaban singkat, kurangi ekspresi

muka, berpaling atau bergeser dari orang lain. Mahasiswa

diruang kelas memberikan isyarat secara teratur kepada

guru bahwa waktu belajar sudah habis dan mulai

membereskan perawatan tulis dan buku-bukunya, duduknya

mulai gelisah, mulai berkomat-kamit kepada

teman-temannya. Komunikator yang efektif belajar menyesuaikan

apa yang ia katakan dan bagaimana mengatakannya atas

dasar isyarat-isyarat nonverbal oang lain.

c. Mengekspresikan atau menyembunyikan emosi dan

perasaan. Kita telah menjelaskan bahwa kebayakan dari

aspek-aspek emosional dari komunikasi disampaikan melalui

cara-cara nonverbal. Camkan bagaimana anda menunjukkan

secara nonverbal kepada pihak lain bahwa anda peduli

kepadanya. Anda bisa tersenyum, merangkul, mencium,

duduk berdekatan, menatap kepadanya, menyediakan lebih

banyak waktudengan siap anda amat peduli. Secara

alternative kita dapat gunakan perilaku nonverbal untuk

menutupi persaan kita yang sebenarnya. Namun demikian

lebih sering dari pada tidak, kita menunjukkan emosi kita

yang sebenarnya secara nonverbal dari pada menjelaskan

emosi kita dengan kata-kata. Adakalanya kita mencoba

menyembunyikan emosi dan perasaan kita, tetapi secara

(11)

karena malu merupakan contoh yang terbaik berupa

penampilan yang kurang hati-hatimengenai emosi.

d. Menyajikan sebuah citra. Manusia mencoba menciptakan

kesan mengenai dirinya melalui cara-cara dia tampil dan

bertindak. Kebanyakan pengelolaan kesan terjadi melalui

saluran nonverbal. Manusia dapat secara hati-hati

mengembangkan citra melalui pakaian, merawat diri,

perhiasan, dan milik pribadi lainnya. Orang tidak hanya

menggunakan komunikasi nonverbal untuk

mengomunikasikan citra pribadi, tetapi dua orang terdapat

menggunakan isyarat-isyarat nonverbal untuk menyajikan

citra atau identitas hubungan. Pada sebuah pesta, mariana

dan yusuf dapat memberi isyarat kepada pihak lain bahwa,

mereka dalm kebersamaan dengan menampilkan

isyarat-isyarat nonverbal seperti berbicara dalam nada berbisik, dan

saling menyentuh satu sama lain. Pasangan suami istri yang

berada di ambang perpecahan dapat memperlihatkan

dihadapan umum citra yang positif dengan saling

bergandeng tangan, atau menunjukkan penuh perhatian

terhadap satu sama lain diperlihatkan melalui ekspresi wajah

yang cerah.

e. Memperlihatkan kekuasaan dan kendali. Banyak perilaku

nonverbal merupakan isyarat dari kekuasaan, terlepas dari

apakah mereka bermaksud menujukkan kekuasaan dan

kendali. Coba bayangkan bagaimana karyawan bawahan

mengakui status itu melalui perilaku nonverbal. Menejer

(12)

meja kursi yang besar dan mahal, berjalan dan berbicara

penuh beribawa. Bawahan menujukkan rasa hormat dengan

menatap dan mendengarkan dengan penuh perhatian

apabila manejer berbicara, tidak menginterupsi, memohon

izin atau minta waktu untuk memasuki ruang kerja menejer.

Bayangkan orang tua tyang mengatakan kepada anaknya,

“tatap dan perhatikan saya apabila saya berbicara kepada

kamu”. Orang tua berharap bahwa anak-anak akan

menerima secara nonverbal kekuasaan orang tua dengan

terus menatap sebagai isyarat rasa hormat kepada orang

tua. Ekspresi seperti “ia menundukkan mukanya saat

berbicara kepada saya” atau “ia berbicara kepada saya

seperti saya ini anak kecil” menunjukkan peran perilaku

nonverbal dalam mengekspresikan kekuasaan, kendali, dan

dominasi.

4. Jenis-jenis komunikasi nonverbal

Jandt mencatat ada (9) Sembilan jenis komunikasi nonverbal,

yaitu sebagai berikut:

a. Proxemics (kedekatan), istilah ini berasal dari Edward hal

yang mengambilnya dari kata proximity (kedekatan) untuk

menunjukkan adanya ruang atau tetorial baku dan ruang

personal yang kita gunakan dalam berkomunikasi.

b. Kinesics (kinesik), istilah ini digunakan untuk menunjukkan

gerak-gerik atau sikap tubuh (gestures), gerak tubuh, (body

movement), ekspresi wajah, dan kontak mata.

c. Chronemics (kronemik), istilah ini berkaitan dengan waktu.

(13)

mengikuti garis lurus yang bergerak dari titik awalmenuju

titik akhir.

d. Paralanguage (parabahasa), istilah ini menunjuk pada

unsure-unsur nonverbal suara dalam percakapan verbal. e. Kebisuan, istilah ini dipandang agak membingungkan karena

membisu dipandang tidak berkomunikasi. Namun

sebenarnya, dalam kebisuan orang mengkomunikasikan

sesuatu.

f. Haptics, istilah ini berkaitan dengan penggunaan sentuhan

dalam berkomunikasi.

g. Tampilan fisik dan busana, istilah ini menunjukkan pesan

nonverbal dapat juga berupa tampilan fisik dan busana yang

dikenakan.

h. Olfactics, istilah ini berkaitan dengan penggunaan indera

penciuman dalam berkomunikasi nonverbal. Bukan hanya

bau wangi parfum, tetapi juga bau badan berpengaruh

terhadap komunikasi.

i. Oculesics, istilah ini menunjuk pada pesan yang disampaikan

melalui mata.

Dengan demikian, komunikasi nonverbal yang

menyampaikan pesan-pesan nonverbal merupakan bagian

dari setiap bentuk komunikasi manusia. Tanpa ada pesan

nonverbal, kita akan merasakan komunikasi berlangsur

hambar dan dingin karena fungsi komunikasi nonverbal yang

amat penting dalam kegiatan komunikasi.

C. KESIMPULAN

Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi diantara

individu melalui system lambang-lambang, tanda-tanda, atau

(14)

Komunikasi nonverbal merupakan media untuk mengekspresikan

emosi dan juga informasi yang spesifik. Komunikasi nonverbal

penting karena dapat menciptakan kesan. Komunikasi nonverbal

meliputi semua stimulus nonverbal dalam sebuah situasi komunikasi

yang di hasilkan, baik oleh sumbernya, baik penggunanya dalam

lingkungan dan yang memiliki nilai pesan yang potensial untuk

menjadi sumber atau penerima.

Komunikasi nonverbal memiliki lima fungsi yaitu: a. Melengkapi informasi

b. Mengatur interaksi

c. Mengekspresikan atau menyembunyikan emosi dan perasaan d. Menyajikan sebuah citra

e. Memperlihatkan kekuasaan dan kendali

Jand mencatat ada Sembilan jenis komunikasi nonverbal yaitu:

a. Proxemics (kedekatan) b. Kinesics (kinesik) c. Chronemics (kronemik) d. Paralanguage (parabahasa) e. Kebisuan

f. Haptics

g. Tampilan fisik dan busana h. Olfactics

i. Oculesics

D. DAFTAR PUSTAKA

Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya.

Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis. Jakarta: Erlangga. Sugiyo. 2005. Komunikasi Antar Pribadi. Semarang: UNNES Press.

http:// hani - Aprilia .blogspot.sg/2012/05/ Komunikasi-non-verbal i.html.

Diakses pada tanggal 20 April 2018.

http:// belajarkomunikasi .blogspot.sg/2013/04/

(15)

Referensi

Dokumen terkait

Berbeda dengan analisis Location Quontient (LQ) yang berpedoman pada kontribusi, sektor pertanian antar Kecamatan di Kabupaten Blora pada tahun 2102-2105 tergolong

Setiap anggota KPU, KPU Provinsi, dan/atau KPU Kabupaten/Kota yang tidak menindaklanjuti temuan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan/atau Bawaslu Kabupaten/ Kota dalam

Berdasarkan Rajah 3 di atas, penjawat awam yang membentuk modal insan dalam perkhidmatan awam perlu memiliki tiga kriteria utama iaitu kemahiran

Hal ini mengakibatkan tidak adanya standar yang jelas tentang proses audit internal yang dilakukan oleh tim auditor (dari pihak yayasan), maupun standar pelaporan audit. d) Dalam

Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang diajukan sebagai bahan penulisan skripsi di Fakultas Hukum Universitas Pasundan Bandung dengan judul

(e) Pengukuran dan penandaan diameter dan panjang bibit (f) Bibit R.mucronata pada naungan 25% (g) Bibit R.mucronata pada intensitas 0% (h) Pemanenan bibit (i) Akar bibit

Pembicara yang tidak jelas dapat memberikan redudansi atau suara yang tidak berarti ke dalam informasi dengan cara mengulang kata- katanya, berhenti atau menggunakan

Teknik slip casting digunakan untuk membuat karya yang berbentuk bola, karena dengan menggunakan teknik ini, saya dapat menghasilkan bentuk dan ukuran karya yang serupa dan