LINGKUNGAN PERKOTAAN
Materi Kuliah 1PENGANTAR,
APA ITU ARSITEKTUR?
• Arsitektur berasal dari bahasa Yunani arche dan tectoon
• Arche berar2 yang asli, yang utama, yang awal, yang seja2, yang prototype dsb
• Tectoon aslinya berar2 tukang kayu, tukang bangunan, kemudian menerima ar2 lebih luas yang bersangkut paut dengan yang stabil, 2dak roboh, sesuai dengan hukum gravitasi.
• Wiseso (2000) menafsirkan dua kombinasi kata architectoon berar2 the chief of master carpenter atau tukang ahli bangunan yang utama yang menyumbangkan pengetahuan bukan sekedar keterampilan saja
• Kebutuhan akan subsistensi, merupakan k e b u t u h a n s e 2 a p o r a n g u n t u k m e m p e r t a h a n k a n e k s i s t e n s i n y a d a n individualitasnya baik pada tatanan fisik maupun psikis.
• K e b u t u h a n a k a n p e r k e m b a n g a n a t a u p e r t u m b u h a n , y a i t u k e b u t u h a n u n t u k mengembangkan potensialitasnya.
• K e b u t u h a n a k a n t r a n s e n d e n s i, y a i t u kebutuhan yang mendorong manusia untuk mengatasi individualisnya untuk berkomunio dan berkomunikasi dengan orang lain, dengan alam dan dengan kekuatan yang mengatasi dirinya atau dengan yang transenden. Kebutuhan ini juga disebut sebagai kebutuhan akan makna kehidupan.
LINGKUNGAN
Segala sesuatu yang berupa keadaan, wujud dan sifat dari yang ada dan berinteraksi dengan bangunan dalam “konteks” arsitektur secara utuh.
Lingkungan dalam kaitan ini berarB “environment” sebagai
tafsiran dari keadaan/sifat sekitar.
• Lingkungan alam adalah segala sesuatu yang ada di alam dan diciptakan oleh Tuhan.
• Ketampakan lingkungan alam dimuka bumi berbeda‐beda. Contoh : pegunungan, sungai, danau, pantai dan laut, dll.
ARSITEKTUR, MANUSIA DAN LINGKUNGAN
HUBUNGAN SALING PENGARUH ANTAR MANUSIA, LINGKUNGAN DAN ARSITEKTUR
• Manusia sebagai sistem sosial,
• Lingkungan alam sebagai ekosistem,
• Bentukan arsitektur sebagai perpaduan hasil sosial sistem dan ekosistem
saling berhubungan erat dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya.
Manusia
Lingkungan
Apakah itu
“GLOBAL
Meningkatnya suhu permukaan rata‐rata bumi karena
penumpukan gas rumah kaca di atmosfer.
Panas matahari masuk ke dalam mobil melalui kaca
Energi (panas ini) masuk ke dalam mobil dan 2dak dapat dikeluarkan kembali melalui kaca mobil yang tertutup sehingga, suhu udara di dalam mobil menjadi hangat bahkan panas
Apakah bedanya
GLOBAL WARMING
dengan
GLOBAL WARMING VS CLIMATE CHANGE
Pemanasan global (global warming) adalah rata‐rata suhu diseluruh permukaan bumi, yang baik secara alami (misalnya pengaruh intensitas cahaya matahari) maupun karena ulah manusia mengalami peningkatan.
Apa yang membukBkan bahwa
MENCAIRNYA ES DI KUTUB UTARA DAN SELATAN
1914 2004
•
Alaska
•
Arizona
June 2002 Dec 2003
2007
Gigaton Carbon
Pr oduce elect r icit y
efficient ly
Use elect r icit y efficient ly
Vehicle efficiency Solar and Wind Pow er
Biofuels
Car bon capt ur e and st orage
Billions of Metric T
ons
Carbon
Apa yang kita lakukan untuk mengurangi
emisi rumah kaca?
Tenaga Surya
MaBkan komputer, TV dan elektronik lainnya apabila Bdak digunakan
Hindari penggunaan AC, lebih baik menggunakan kipas angin
Gunakan baju hangat apabila udara dingin, jangan menggunakan pemanas
Sebisa mungkin Bdak menggunakan kendaraan. Lebih baik berjalan
atau naik sepeda.
Apa Peran Jurusan
Arsitektur FTUP terhadap
•
Pengajaran (perancangan bangunan dan kawasan)
•
Peneli2an
•
Pengabdian Pada Masyarakat
GREEN
ARCHITECTURE
SUSTAINABLE
Bangunan yang 2dak dirancang
dengan menggunakan teknik
yang baik
Di Amerika 38,1% bangunan
b e r k o n t r i b u s i d a l a m
m e n g h a s i l k a n g a s c a r b o n
dioksida (CO
2).
Green building
adalah bangunan
yang bertanggung jawab terhadap
lingkungan dan sumber daya yang
efisien untuk seluruh siklus hidup‐
nya.
G r e e n b u i l d i n g
s a n g a t
memperha2kan faktor ekonomi,
u2litas dan kenyamanan.
SUSTAINABLE ARCHITECTURE
‐Energy efficiency
‐Energy efficiency
‐Small is good
‐Energy efficiency
‐Passive solar design
OrientaLon
‐Energy efficiency
‐High levels of insulaLon
‐Energy efficiency
‐Thermal mass
‐Efficient lighLng
‐waste management
Building materials
Bagaimana
Green Building
Changes in the Landscape
(Clarke Quay 1980s ‐ 2001)
s
4
Changes in the Landscape
(Robertson Quay 1974 ‐ 2001)
Central Park, New York City, USA
CONTOH IMPLEMENTASI GREEN CITY
Undeveloped land
Creek
Marsh
Typical housing development
Cluster
Cluster housing development
Cluster Pond
Creek
TUGAS KECIL 1
Cari 1 studi kasus tentang Bangunan
yang mengaplikasikan Green Architecture, lalu:
1.
Ceritakan dengan bahasa sendiri, mengenai
konsep green yang diaplikasikan pada
bangunan
2.
Disertai gambar-gambar
3.
Buat dalam format A4 minimal 1 lembar
4.
T u g a s d i k i r i m m e l a l u i e m a i l
[email protected]
LINGKUNGAN PERKOTAAN
Materi Kuliah 2KONSEP
ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN HIDUP
A g e n d a i n t e r n a s i o n a l b i d a n g lingkungan binaan seper2 hasil
Konferensi I Internasional PBB
tentang Permukiman di Vancouver, Kanada pada 1976, KTT Bumi tentang Lingkungan Hidup dan Pembangunan di Rio De Janeiro, Brazilia pada 1992, dengan Agenda Habitat I.
ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN HIDUP
K o n f e r e n s i P B B d i
Istambul pada 1996,
menghasilkan Agenda
Habitat II.
ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN HIDUP
Indonesia sendiri telah
menerbitkan UU Nomor 28
T a h u n 2 0 0 2 t e n t a n g
Bangunan Gedung.
BEBERAPA ISTILAH LINGKUNGAN
EKOLOGI
Pertama kali daperkenalkan oleh Ernst Haeckel, ahli ilmu hewan pada tahun 1869 sebagai ilmu interaksi antara segala jenis makhluk hidup dan lingkungannya. Ar2 kata bahasa Yunani oikos adalah rumah tangga atau cara bertempat 2nggal, dan logos bersifat ilmu atau ilmiah.
Jadi, ekologi berar2 ilmu tentang rumah atau tempat 2nggal makhluk hidup. Ekologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan 2mbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya.
EKOSISTEM
Suatu ekosistem biasanya terdiri dari empat komponen dasar seper2 berikut : − Lingkungan abio2k
− Organisme produsen − Organisme konsumen − Organisme perombak
Lingkungan abio2k terdiri dari:
• Tanah
• Iklim
• Air
KOMUNITAS adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Komunitas akua2k ini terdapat, misalnya, di laut, sungai, di kolam, dsb.
Komunitas terestrial adalah sekelompok organisme yang terdapat di pekarangan, di padang rumput, di padang pasir, di halaman, di kebun raya, dsb
Meningkatkan kualitas hidup:
•
Tersedianya air bersih, udara bersih (cukup oksigen), rendah polutan (CO2, SO2, NOx, dsb.)
•
Makanan yang layak (cukup nutrisi) dan sehat (2dak terkontaminasi, diproduksi secara alamiah ‐ non biotek, pupuk organik, dsb),
•
Tempat 2nggal yang nyaman secara psikis dan fisik (spasial, visual, audial, termal, oflaktual), aman dari bahaya alam (gempa, tanah longsor, banjir, letusan gunung. dsb), aman dari ancaman manusia lain dan binatang, dsb.
AGAR LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
DEFINISI RAMAH LINGKUNGAN
•
Ramah lingkungan merupakan
integrasi dari seluruh proses,
mulai dari proses awal desain,
p e m b a n g u n a n , d a n
pemanfaatan bangunan itu
sendiri terhadap lingkungan.
Satu kesatuan proses tersebut
d i p e r 2 m b a n g k a n l e b i h
mengarah kepada kepedulian
kita terhadap lingkungan
•
Sering dikenal dengan konsep
EKO DESAIN DAN PENERAPANNYA
EKO DESAIN DAN PENERAPANNYA
7. Increased Density•
Rumah yang kaya akan sinar matahari, agar listrik bisa
dihemat.
•
Jendela yang cukup, sehingga aliran udara tetap lancar, agar
2dak menggunakan AC.
•
Lahan yang cukup untuk sumur resapan.
•
Kaya akan penghijauan sekitar rumah, agar kebutuhan udara
bersih terpenuhi.
•
Instalasi pembuangan limbah rumah tangga yang dapat
didaur ulang.
•
Memanfaatkan bahan bangunan seefisiensi mungkin, 2dak
boros
•
Tidak semua aspek harus diterapkan. Minimal anda
jangan
menghabiskan seluruh areal rumah tertutup semen
.
•
Per2mbangkan kebutuhan sinar matahari dan udara yang
cukup, dan ini kita setujui bersama merupakan sesuatu yang
sangat vital bagi kehidupan kita.
•
Dengan demikian kita merupakan salah satu dari segelin2r
orang yang mengurangi dampak pemanasan global.
FAKTOR‐FAKTOR RUMAH
RAMAH LINGKUNGAN
1.
Rangka atap baja ringan. Baja ringan meruapakn jawaban
dari menipisnya jumlah kayu dihutan. Dengan demikian
hutan sabagai wadah untuk menangkis dampak pemanasan
global dapat terpelihara dengan baik. Penggunaan baja
ringan lebih efek2f, efisien dan lebih presisi.
2.
kusen, daun jendela, pintu menggunakan alumunium/ PVC/
UPVC
5.
Tri2san lebar
6.
Banyak bukaan
7.
Plafond 2nggi
8.
Kanopi 2ap jendela
9.
Luas bangunan sebaiknya 2dak lebih dari 60% luas lahan
10.
Sebaiknya anda 2dak memakai seluruh areal hanya
bangunan, tetapi sisakan untuk taman. Taman 2dak hanya
mempercan2k rumah anda, lebih jauh lagi dapat berfungsi
sebagai resapan air hujan. Tidak hanya itu, taman juga bisa
berfungsi sebagai penyaring kebisingan dan debu.
BAHAN BANGUNAN
RAMAH LINGKUNGAN
1. Semen, keramik, batu bata, aluminium, kaca, dan baja sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sebuah bangunan berperan pen2ng dalam mewujudkan konsep bangunan ramah lingkungan.
2. Kusen jendela dan pintu juga sudah mulai menggunakan bahan aluminium sebagai generasi bahan bangunan masa datang.
• Penggunaan keramik pada dinding menggeser wallpaper merupakan salah satu bentuk inova2f desain. Dinding keramik memberikan kemudahan dalam perawatan, pembersihan dinding (2dak perlu dicat ulang, cukup dilap), mo2f beragam dengan warna pilihan eksklusif dan elegan, serta menyuguhkan suasana ruang yang bervariasi.
• Konsep ramah lingkungan dewasa ini juga telah merambah ke dunia sanitasi. Sep2c tank dengan penyaring biologis (biological filter sep2c tank) berbahan fiberglass dirancang dengan teknologi khusus untuk 2dak mencemari lingkungan, memiliki sistem penguraian secara bertahap, dilengkapi dengan sistem desinfektan, hemat lahan, an2bocor atau 2dak rembes, tahan korosi, pemasangan mudah dan cepat, serta 2dak membutuhkan perawatan khusus.
• Beberapa arsitek sudah mulai mengembangkan sistem pengolahan air limbah bersih yang mendaur ulang air buangan sehari‐hari (cuci tangan, piring, kendaraan, bersuci diri) maupun air limbah (air buangan dari kamar mandi) yang dapat digunakan kembali untuk mencuci kendaraan, membilas kloset, dan menyirami taman, serta membuat sumur resapan air (1 x 1 x 2 meter) dan lubang biopori (10 sen2meter x 1 meter) sesuai kebutuhan.
• Penggunaan panel sel surya meringankan kebutuhan energi listrik bangunan dan memberikan keuntungan 2dak perlu takut kebakaran, hubungan pendek (korsle2ng), bebas polusi, hemat listrik, hemat biaya listrik, dan rendah perawatan. Panel sel surya diletakkan di atas atap, berada tepat pada jalur sinar matahari dari 2mur ke barat dengan posisi miring. Kapasitas panel sel surya harus terus di2ngkatkan sehingga kelak dapat memenuhi kebutuhan energi listrik se2ap bangunan.
• Atap‐atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap (roof garden) dan dinding dijalari tanaman rambat (green wall) agar suhu udara di luar dan dalam turun, pencemaran berkurang, dan ruang hijau bertambah.
1.
Small spaces
/efisiensi ruang
2.
Sistem
void
3.
pencahayaan alam dilakukan melalui beberapa skylight
4.
Penggunaan energi matahari dilakukan melalui solar cell
yang dipasang di atap bangunan
5.
pengolahan limbah atau sewage treatment plant (STP)
6.
Bahan bangunan dari batuan ini (batu alam andesit untuk
eksterior dan batu paliman palemo untuk interior)
bersifat bebas pemeliharaan (maintenance free) dan 2dak
perlu dicat. Batuan ini diperoleh dari Sukabumi.
7.
Eksterior bangunan tersebut menggunakan batu alam
andesit
LINGKUNGAN PERKOTAAN
Materi Kuliah 4
KOTA
ECO-CITY
•
Dalam
Eco-city
World Summit 2008
yang berlangsung di San
Francisco, konsep kota ramah lingkungan (eco-city) dirumuskan
sebagai solusi atas pemanasan global, urbanisasi dan semakin
langkanya sumber daya yang akan terjadi berabad ke depan.
Dalam pertemuan ini, semua peserta konferensi sepakat
pada
masa datang kota dan penduduknya harus hidup selaras dengan
lingkungan demi menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Kota dan desa harus dirancang sedemikian rupa menjadi lingkungan
yang sehat yang mampu menciptakan kehidupan yang berkualitas
dengan menjaga ekosistem di sekitarnya.
Dalam UULH pasal 1 angka 13 (
Jayadinata 1992
lampiran 6
) menyebutkan
Pemba gu a
berwawasan
lingkungan adalah upaya sadar dan berencana
menggunakan dan mengelola sumber daya secara
bijaksana
dalam
pembangunan
yang
•
Pertama kali diprakarsai oleh sebuah organisasi yang
berfokus pada pembangunan kota ekologis
•
Dibentuk oleh Richard Register di Berkeley, CA pada 1975
•
Membuat ide merekonstruksi kota-kota yang seimbang
dengan alam
• Operates on a self-contained economy, resources needed are found locally
• Has completely carbon-neutral and renewable energy production
• Has a well-planned city layout and public transportation system that makes the priority methods of transportation as follows possible: walking first, then cycling, and then public transportation.
• Resource conservation—maximizing efficiency of water and energy resources, constructing a waste management system that can recycle waste and reuse it, creating a zero-waste system
• Restores environmentally damaged urban areas
• Ensures decent and affordable housing for all socio-economic and ethnic groups and improve jobs opportunities for disadvantaged groups, such as women, minorities, and the disabled
• Supports local agriculture and produce
• Promotes voluntary simplicity in lifestyle choices, decreasing material consumption, and increasing awareness of environmental and sustainability issues
• Each individual eco-city development has also set its own requirements to ensure their city is environmentally sustainable
• These criteria range from zero-waste and zero-carbon emissions, such as in the Sino-Singapore Tianjin Eco-city project and the Abu Dhabi Masdar City project, to simple urban revitalization and green roof garden projects in Augustenborg, Malmö, Sweden.
• Using a different set of criteria, the International Eco-Cities Initiative recently identified as many as 178 significant eco-city initiatives at different stages of planning and implementation around the world.
• To be included in this census, initiatives needed to be at least district-wide in their scale, to cover a variety of sectors, and to have official policy status.
Secara umum, sebuah kota harus dirancang dengan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan populasi dan perubahan kebutuhan hidup.
IMPLEMENTASI
KOMPONEN-KOMPONEN
• Ekonomi
• Standar lingkungan
• Penurunan angka kemiskinan
• Distribusi populasi
• Kesehatan masyarakat
• Urbanism • Transportasi
• Lansekap
• Energi
URBANISM
• Eco-cities dibuat untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dengan struktur dan bangunan yang bertahan untuk jangka panjang serta layak huni.
• Hal yang paling utama yang sedang marak saat ini dalam penciptaan lingkungan perkotaan yang ramah adalah melalui Charter of New Urbanism.
• Upaya mencegah terjadinya perjalanan yang tidak perlu (unnecessary mobility)
• Penggunaan teknologi angkutan yang dapat mengurangi dampak lingkungan akibat kendaraan bermotor
• Bentuk-bentuk yang terkait dengan upaya pencegahan atau pengurangan jumlah perjalanan yang tidak perlu dapat berupa pengembangan kawasan terpadu yang masuk kategori compact city seperti kawasan super-block, kawasan mix-used zone, maupun transit-oriented development
• Mendorong peningkatan okupansi kendaraan melalui kebijakan ride-sharing, three-in-one, car-pooling dan lain-lain.
• Menyediakan sarana angkutan umum yang cepat, murah dan nyaman yang dapat menjangkau seluruh bagian kota. • Menyediakan fasilitas untuk mendorong penggunaan
sarana angkutan tak bermotor seperti jalur sepeda, jalur pejalan kaki yang dapat mengurangi ketergantungan kepada kendaraan bermotor.
• Menerapkan jam kerja yang lebih fleksibel atau penggeseran waktu kerja (staggering work hours) dan pemisahan waktu kerja dan sekolah untuk mengurangi beban lalulintas pada jam puncak.
• Membatasi penggunaan kendaraan pribadi melalui penerapan pembatasan plat nomor kendaraan yang dapat dioperasikan pada kawasan atau waktu tertentu.
• Menerapkan congestion pricing, pengenaan tarif parkir yang tinggi pada kawasan-kawasan CBD untuk memberikan disinsentif bagi pengguna kendaraan pribadi.
LANSEKAP
Eco-cities pada umumnya diimplementasikan melaui pembuatan taman atap (roof garden),
taman vertikal (vertical landscaping) dan jembatan penghubung sebagai metode dari pengurangan dampak lingkungan dari pemanfaatan lahan.
Konstruksi roof garden dan vertical landscaping
• Menciptakan insulasi alami untuk bangunan serta mampu mengumpulkan air hujan.
• Menurunkan temperatur serta melindungi efek
heat island.
Jembatan penghubung
• Membuat pembangunan lebih mudah diakses oleh pejalan kaki tanpa terlalu banyak merusak kondisi tanah.
ENERGI
Eco-cities dicapai dengan menciptakan sumber-sumber energi yang dapat diperbaharui, seperti angin, turbin, panel surya dan biogas untuk mengurangi emisi.
Wind Turbines
• Memberikan kesempatan untuk penyediaan energi untuk skala distrik sampai ke kawasan yang lebih luas secara keseluruhan dengan energi yang dapat diperbaharui dan bebas emisi sehingga dapat menambah suplai energi.
• Pembangunan bangunan dengan sistem ventilasi alami juga mengurangi kebutuhan AC sehingga mengurangi energi bangunan.
Panel Surya
• Pemasangan panel (photovoltaics) sebagai pengumpul energi panas mampu memberikan sumber energi listrik tambahan. Sebagai contoh sederhana penggunaan solar water heater pada rumah tinggal.
Teknologi Biogas
AIR
Eco-cities berupaya untuk mengurangi konsumsi air dengan mengaplikasikan teknologi yang dapat mengurangi jumlah air yang diperlukan untuk irigasi dan aliran limbah, serta menghindari limbah padat dan cair mengalir dan mencemari tanah sumber air bersih.
Low Flow Fixture
Rain Water Harvesting System
Sustainable Urban Drainage System
super-block
mix-used zone
transit-oriented development
pedestrian mall
5 KOTA BERKONSEP
ECO-CITY
1. Curitiba (Brazil)
• The city of Curitiba, Brazil proactively began to address the challenges of sustainable urban development in 1966 with a master plan that outlined future integration
between urban
2. Auroville, India
3. Freiburg, Germany
• The city of Freiburg, Germany, whose sustainable policies date all the way back to the 1970s, has constructed itself as a sustainable city by actively committing to its target areas of energy, transportation, and to its three pillars for sustainable development: energy saving, new technology, and renewable energy sources.
• One of the largest motivators for success can be accredited to
itize ’s engagement; in the 1970s opposition to local nuclear power led to the creation of a campaign for sustainable solutions for the energy needs
4. Stockholm, Sweden
• Stockholm in Sweden has been an environmentally focused city that is redeveloping itself to become an ecocity through efficient urban planning and resource use.
5. Adelaide, Australia
• In Adelaide, South Australia (a city of 1.3 million people) Premier Mike Rann (2002 to 2011) launched an urban forest
initiative in 2003 to plant 3 million native trees and shrubs by 2014 on 300 project sites across the metro area.
• The Rann government also launched an initiative for Adelaide to lead Australia in the take-up of solar power.
• South Australia went from zero wind power in 2002 to wind power making up 26% of its electricity generation by October 2011.
TUGAS KECIL 2
1. Cari studi kasus Techno Park (kawasan teknologi yang
terintergrasi)!
2. Jelaskan konsep dan gambaran kawasan tersebut!
3. Jelaskan komponen-komponen implementasi
Eco-city
yang
ada pada pengembangan kawasan tersebut!
4. Tugas dikerjakan di kertas A4, dikirim via email:
[email protected]
LINGKUNGAN PERKOTAAN
Materi Kuliah 5
•
Lingkungan
binaan
atau
lingkungan
terbangun
adalah suatu
lingkungan
yang ditandai
dominasi
struktur
buatan
manusia
. Sistem
lingkungan binaan bergantung pada asupan
energi, sumberdaya, dan rekayasa manusia untuk
dapat bertahan.
•
Dalam
perencanaan kota
, istilah ini memberikan
kesimpulan bahwa sebagian besar lingkungan
yang dipakai manusia adalah lingkungan buatan,
dan lingkungan buatan ini harus diatur agar dapat
mempertahankan hidup manusia dengan baik.
Lingkungan Binaan
(
Built Environment
)
Hasil cipta-karya manusia:
• Bangunan: arsitektur, tugu/monumen, jembatan, dsb.
Komponen Lingkungan Hidup
Buatan
Keragaman Lingkungan Binaan
• Skala : lokal, nasional, regional
• Lokasi : kota, desa
Lingkungan Binaan:
Pariwisata Peninggalan bersejarah
Movable/immovable heritage
• Bangunan bersejarah
Lingkungan Binaan:
Terkait Dengan Alam & Budaya
Lingkungan Alam-buatan/Binaan
Cultural Landscape
Hubungan/Keterkaitan Lingkungan
Binaan & Pariwisata
• Elemen lingkungan binaan merupakan salah satu daya tarik wisata
• Penggunaan lingkungan binaan untuk
kegiatan pariwisata
• Pariwisata memiliki dampak bagi
lingkungan binaan
• Fasilitas & infrastruktur pariwisata
Tiga Tipe Lingkungan Binaan
Yang Berdaya Tarik Wisata
• Peninggalan Bersejarah
• Resort
Dampak Pariwisata terhadap
Lingkungan Binaan
tergantung pada:
• Skala pengembangan: besar/kecil; nasional/lokal, dsb.
• Jenis/tipe wisatawan yang berkunjung:
ecotourist, mass tourist, dsb.
• Daya dukung lingkungan: seberapa rentan suatu tapak untuk
dikembangkan
• Jumlah pengunjung/wisatawan yang melebihi daya dukung situs/kawasan
• Upaya pelestarian situs/kawasan
• Pengelolaan kawasan pariwisata: lintas-sektoral, lintas-wilayah, melibatkan masyarakat setempat
Lingkungan binaan & pariwisata:
R e s o r t
• Dibangun khusus untuk kegiatan rekreasi dan pariwisata
• Kepemilikan jelas’
• Penolakan masyarakat setempat terhadap (rencana) resort yang akan dibangun
• Pembangunan besar-besaran’ dan sporadis
• Bentuk-tata letak, kegiatan ekonomi dipengaruhi sepenuhnya oleh kegiatan pariwisata, termasuk uang yang dibelanjakan oleh wisatawan
Lingkungan Binaan & Pariwisata:
Kawasan/Kota Lama
•
Daerah pusat kota yang
ditinggalkan
’
•
Penurunan kualitas
kawasan/kota lama
Contoh:
•
Kota Tua Jakarta, Semarang, dsb.
Kegiatan pariwisata diciptakan untuk menghidupkan kembali ekonomi kota.
Perlunya dukungan dari Badan/Gerakan Pelestarian Lingkungan Binaan
Dampak Positif Dilakukannya
Lingkungan Binaan
•
Terjadinya pelestarian lingkungan
alam maupun binaan
•
Adanya
perbaikan
dan
atau
peningkatan lingkungan fisik
Dampak Negatif
terhadap Lingkungan Binaan
•
Penurunan
kualitas
lingkungan
sumber daya alam dan binaan akibat
pemanfaatan yang melampaui daya
dukung
•
Timbulnya kemacetan & kepadatan di
suatu destinasi
•
Meningkatnya
pencemaran/polusi
air, udara, dan kebisingan
•
Terjadinya erosi fisik dan perusakan
Tindakan-tindakan
untuk Mengontrol Dampak (1)
•
Penghentian kegiatan yang merusak lingkungan
•
Perencanaan area perlindungan
•
Pendidikan yang terkait dengan dampak & perilaku
wisatawan
•
Sistem transportasi & infrastruktur yang baik
•
Memantau isu kemiskinan & kebocoran
•
Mendorong kebijakan lingkungan
•
Public
debate’
Tindakan-tindakan
Memaksimalkan Dampak Positif
•
Pariwisata dapat memberikan sumbangan positif
kepada lingkungan bila dikelola dengan baik
–
secara berkelanjutan, seperti:
–
Lingkungan pedesaan
–
Lingkungan alam
–
Kawasan bersejarah & karakter arsitektur lokal
•
Perencanaan pariwisata yang hati-hati dapat
Contoh Kasus: Pengelolaan Dampak Pariwisata
terhadap Lingkungan di Kabupaten Bogor
•
Dokumen Perencanaan & Kebijakan untuk
Kawasan Bopunjur
•
RTRW Kabupaten Bogor: Strategi, Arahan, dan
Pengaturan
Teknis
Pengelolaan
Kawasan
Pariwisata Kabupaten Bogor (2000)
•
Pola
Rencana
Pengembangan
Pariwisata
Strategi Pengelolaan Kawasan Pariwisata Kab.
Bogor (RTRW Kab. Bogor)
•
Penataan fasilitas & utilitas
pada setiap objek
wisata yang ada agar dapat menarik minat
wisatawan
•
Peningkatan prasarana dan sarana transportasi
untuk mencapai setiap objek dan penyediaan
fasilitas akomodasi di sekitarnya
•
Operasionalisasi kegiatan pariwisata di kawasan
yang bersangkutan tidak akan mengganggu
Tujuan Pengelolaan Kawasan
Pariwisata Kab. Bogor
(RTRW Kab. Bogor)
•
Memanfaatkan
potensi keindahan alam &
budaya
di kawasan pariwisata; memperhatikan
kelestarian nilai-nilai budaya, adat-istiadat
•
Memperhatikan
pengaturan-pengaturan teknis
Pengaturan Teknis Kawasan Pariwisata
Kab. Bogor (RTRW Kab. Bogor)
•
Alokasi penggunaan lahan
yang harus menunjang
fungsi utama kawasan (pariwisata)
•
Pengaturan perletakan bangunan
dan semua
elemen-elemen fisik sehingga tercapai suatu
kemudahan,
keamanan,
kenyamanan
&
Arahan Pengembangan Kawasan Pariwisata
Kab. Bogor (RTRW Kab. Bogor)
•
Pemantapan dan
peningkatan
pemanfaatan
kawasan pariwisata yang telah berkembang
dengan
penekanan
pada
kegiatan
yang
mempertahankan
kelestarian
lingkungan
•
Pengembangan
kawasan-kawasan
pariwisata
baru, terutama di bagian Barat dan Timur, sesuai
dengan potensi sumber daya alam yang ada, serta
memperhatikan keserasiannya dengan
kelestarian
“bertambahnya kunjungan yang terus menerus seharusnya tidak lagi menjadi kriteria utama untuk pengembangan wisata. Yang diperlukan adalah pendekatan pengembangan wisata yang integratif yang bertujuan memproteksi lingkungan, menjamin bahwa wisata menguntungkan bagi penduduk lokal dan membantu pelestarian pusaka budaya di negara tujuan wisata.”
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1. Jelaskan apa itu lingkungan binaan?
2. Sebutkan tipe-tipe lingkungan binaan yang berdaya tarik wisata?
3. Berikan satu contoh dari tipe-tipe di atas, kemudian jelaskan masing-masing dampak pengembangannya terhadap lingkungan di sekitarnya!
Tugas dikirim ke email [email protected] sebelum UTS
tanggal 21 April 2015
LINGKUNGAN PERKOTAAN
Materi Kuliah 5
Sustainability Development
•
Konsep
sustainable development
muncul secara
global melalui komisi
Brundtland Commission
pada
tahun 1987:
Sustainability Development
•
Sustainable development
merupakan:
Pembangunan dan pemanfaatan sumber daya yang
memenuhi kebutuhan masa kini tanpa merugikan
generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan dan
aspirasinya
Terminologi
green issues
dalam konteks perancangan kota
!dak
hanya menyangkut isu‐isu ekologi
dan kelanjutan dari
lingkungan alamiah dan binaan, khususnya lingkungan dan
sumber daya yang Gdak terganGkan (unrenewable resources)
Jadi bukan sekedar persoalan pemanfaatan air, udara dan
perlindungan vegetasi, tapi termasuk pula makna dan nilai‐nilai
signifikan yang terkandung dalam
bentukan fisik/bangunan atau
kawasan
, sebagai produk budaya.
•
PengerGan isGlah
keberlanjutan
diawali dalam disiplin ilmu
k e h u t a n a n
( F o r s t w i s s e n s c h a B ) ,
n a m u n d a l a m
perkembangannya prinsip‐prinsip tersebut bisa diterapkan
dalam lingkungan binaan kota.
•
Selanjutnya konsep keberlanjutan ini bukan saja terbatas
digunakan untuk elemen fisik lingkungan binaan kota, namun
juga melihat
kota sebagai hasil akumulasi proses sosial
budaya yang utuh dan kompleks.
Lingkungan yang Tanggap
Penciptaan lingkungan yang responsif dapat dilakuka dengan memperGmbangkan:
• Permeability
Pencapaian/aksesibilitas
• Legibility Orientasi
• Variety
Keberagaman
• Robustness
Kemampuan tempat
• Visual Appropriateness Kualitas visual
• Richness
Kekayaan visual dan nir‐visual
• Personalisa>on
Aktualisasi dan idenGfikasi diri
• Sustainability Concerns
•
Pemahaman konservasi lingkungan kota saat ini dapat dilihat
sebagai komponen dasar dari lingkungan berkelanjutan, yang
memasGkan bahwa
daerah terbangun/bangunan
yang telah
ada akan dimanfaatkan ataupun dimanfaatkan kembali
seopGmal mungkin.
•
Pemanfaatan secara bijaksana dari
sebuah lingkungan binaan
yang terkandungnya (sejarah, sosial, budaya)
, merupakan
sebuah sikap yang mencerminkan kepedulian terhadap
kesinambungan pembentukan lingkungan.
•
UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal
1 ayat 15:
Pengelolaan sumber daya alam tak terbaharui untuk menjamin
pemanfaatannya secara bijaksana dan sumber daya alam yang
terbaharui untuk menjamin kesinambungan ketersediaannya
dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta
keanekaragamannya.
•
UU No. 5/1992 tentang Benda Cagar Budaya:
Serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengembalikan
keaslian bentuk Benda Cagar Budaya (BCB) dan memperkuat
strukturnya bila diperlukan, yang dapat dipertanggungjawabkan
dari segi arkeologis, historis dan makna teknis dalam upaya
pelestarian Benda Cagar Budaya
•
M. Danisworo dalam makalah
Urban Design
dalam Konteks
Pemugaran (1990):
Konservasi bukan hanya merupakan pemeliharaan saja tetapi juga menyertakan kehidupan baru yang sesuai bagi kebutuhan masyarakat dalam bentuk penyertaan potensi masyarakat dan fungsi‐fungsi baru.
Preservasi merupakan upaya mengembalikan kondisi suatu objek ke bentuk asal untuk kemudian dilindungi dari kerusakan.
Pemugaran:
• Upaya memelihara dan memanfaatkan sumber daya/aset agar maknanya dapat keberadaannya demi kelangsungan hidup manusia yang berbudaya
• Proses ‘daur ulang’ atas sumber daya/aset yang akan dilestarikan serta dilindungi dari kerusakan.
Konservasi mengandung pengerGan yang sama dengan pelestarian.
IsGlah
preservasi
digunakan untuk pelestarian yang bersifat pasif.
IsGlah
konservasi
digunakan untuk pelestarian yang bersifat
dinamis dan dalam pengerGan lebih luas.
Konservasi menjadi payung bagi kegiatan pelestarian/pemugaran.
Kegiatan Pemugaran/Pelestarian
•
Konservasi
: pemugaran/dinamis, akGf
•
Preservasi
: pelestarian/staGs, pasif
•
Rekonstruksi
: mengembalikan objek yang rusak/hilang
•
Restorasi
: memulihkan objek persis ke kondisi asli
•
Renovasi
: mengubah sebagian agar dapat mewadahi fungsi
baru
•
Rehabilitasi
: memperbaiki objek yang mengalami penurunan
ke kondisi asli
•
Gentrifikasi
: proses perubahan struktur komunitas urban
(relokasi) sebagai dampak dari pemugaran
•
Revitalisasi
: menghidupkan kembali objek yang mengalami
penurunan
•
T u j u a n n y a u n t u k m e m p e r t a h a n k a n d a n
memulihkan signifikansi budaya
•
Dilakukan berdasarkan penghargaan terhadap
kondisi eksisGng
•
Melibatkan berbagai keilmuan
•
MemperGmbangkan aspek budaya tanpa
membebani lingkungan sekitar
•
Didasari pemahaman komprehensif akan budaya
dan kondisi fisik objek
•
Pemanfaatan dan pengakomodasian fungsi
tertentu
•
Pemeliharaan kondisi visual yang tepat
•
Objek tetap di lokasi asli
•
T i d a k d i p e r k e n a n k a n p e m i n d a h a n a t a u
penghilangan bagian tertentu dari objek
•
Intervensi Fisik
•
Intervensi Sosial
•
Intervensi Ekonomi
Dalam kaitannya dengan karakter Arsitektur (Tiesdell, 1996)
•
Contextual Uniformity
: proses desain yang membuat salinan/
imitasi bentuk langgam yang ada
•
Contextual Con!nuity
: proses desain yang mendorong
konGnuitas namun sesuai dengan konteks saat ini
•
Contextual Juxtaposi!on
: proses desain yang bersifat radikal
(kontras)
Intervensi Fisik:
Contoh Kawasan Konservasi
Contoh Kawasan Konservasi
Contoh Kawasan Konservasi
Contoh Kawasan Konservasi
LINGKUNGAN PERKOTAAN
Materi Kuliah 7