I. HAKIKAT BAHASA DAN SASTRA 3. Menjelaskan Fungsi Bahasa
Bahasa sebagai alat komunikasi memiliki fungsi yang dapat dikelaskan sebagai berikut (Finoza, 2009):
a. Fungsi Informasi
Yaitu untuk menyampaikan informasi timbale-balik antara anggota keluarga ataupun anggota-anggota masyarakat. Berita pengumuman , petunjuk pernyataan lisan ataupun tulisan melalui media masa ataupun elektronik merupakan wujud fungsi bahasa sebagai informasi.
b. Fungsi Ekspresi Diri
Yaitu untuk menyalurrkan perasaan, sikap, gagasan, emosi atau tekanan-tekanan perasaan pembicara. Bahasa sebagai alat mengekspresikan diri ini dapat menjadi media untuk menyatakan eksistensi diri (keberadaan) diri, membebaskan diri daritekanan emosi dan untuk menarik perhatian orang.
c. Fungsi Adaptasi dan Integrasi
d. Fungsi Control Social
Yaitu bahasa berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain. Bila fungsi ini berlaku dengan baik, maka kegiatan social akan berlangsung dengan baik pula. Sebagai contoh pendapat seorang tokoh masyarakat akan didengar dan ditanggapi dengan tepat bila ia dapat menggunakan bahasa yang komunikatif. Kegagalannya dalam menggunakan bahasa akan menghambat pula usahanya dalam mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain . dengan bahasa seseorang dapat mengembangklakn kepribadian dan nilai-nilai social kepada tingkat yang lebih berkualitas.
Selain fungsi secara umum itu, bagi bangsa Indonesia ada lagi 2 fungsi bahasa Indonesia secara khusus dan sangat penting kita pahami, yaitu:
1. Sebagaia Bahasa Nasional.
Dalam Keputusan Seminar Politik Bahasa Nasional dinyatakan bahwa sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
a.) Lambang kebanggaan nasional b.) Lambang identitas nasional
c.) Alat pemersatu berbgai masyarakat yang berbeda latar belakang social budayanya, dan
d.) Alat perhubungan antar budaya dan antar daerah. 2. Sebagai Bahasa Negara
Dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai:
a.) Bahasa resmi kenegaraan
b.) Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan
c.) Bahasa resmi dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan dan
4. Menjelaskan Hakikat Satra Anak A. Hakikat Sastra Anak
Sastra anak merupakan pembayangan atau pelukisan kehidupan anak yang imajinatif ke dalam bentuk struktur bahasa anak.
Puryanto, 2008: 2 Sastra anak merupakan sastra yang ditujukan untuk anak, bukan sastra tentang anak. Sastra tentang anak bisa saja isinya tidak sesuai untuk anak-anak, tetapi sastra untuk anak sudah tentu sengaja dan disesuaikan untuk anak-anak selaku pembacanya.
Wahidin, 2009 Sastra anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu anak yang berusia antara 6-13 tahun. Seperti pada jenis karya sastra umumnya, sastra anak juga berfungsi sebagai media pendidikan dan hiburan, membentuk kepribadian anak, serta menuntun kecerdasan emosi anak. Pendidikan dalam sastra anak memuat amanat tentang moral, pembentukan kepribadian anak, mengembangkan imajinasi dan kreativitas, serta memberi pengetahuan keterampilan praktis bagi anak. Fungsi hiburan dalam sastra anak dapat membuat anak merasa bahagia atau senang membaca, senang dan gembira mendengarkan cerita ketika dibacakan atau dideklamasikan, dan mendapatkan kenikmatan atau kepuasan batin sehingga menuntun kecerdasan emosinya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sastra anak adalah karya imajinatif dalam bentuk bahasa yang berisi pengalaman, perasaan , dan pikiran anak yang khusus ditujukan bagi anak-anak, ditulis oleh pengarang anak-anak maupun pengarang dewasa
B. Karakteristik Sastra Anak
Karakteristik atau ciri-ciri sastra anak dapat dilihat dari dua segi, yaitu :
Cerita anak biasanya menggunakan kalimat sederhana, dapat berupa kalimat tunggal, kalimat berita, kalimat tanya, atau kaliamt perintah sederhana. Dalam sastra anak lebih banyak dijumpai kalimat tunggal daripada kalimat majemuk yang dapat berupa kalimat aktif maupun pasif, negatif atau positif, serta kalimat dengan susunan beruntun atau inversi.
b.) Pilihan kata
Satra anak pada umumnya menggunakan kata-kata ynag sudah dikenal oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-harinya, Kata-kata konkret lebih banyak digunkan daripada kata abstrak. Istilah khusus dalam bidang ilmu tertentu juga tidak banyak/ jarang digunakan. c.) Gaya bahasa/ majas
Sedikit sekali digunakan majas, hal ini berkaitan dengan ciri pilihan kata yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa sastra anak lebih banyak mengunakan kata-kata konkret. Kalaupun digunakan majas, majas yang digunakan adalah majas yang sudah dikenal oleh anak. Misal penggunaan majas personifikasi dalam certita tentang binatang yang dapat berperilaku seperi manusia.
2. Segi Kesastraan
Dapat dilihat dari unsur instrinsiknya, terutama pada karya fiksi. Dalam hal ini ciri itu dilihat dari unsur intrisik utama karya sastra, yaitu:
a. ) Alur cerita
Alur adalah rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis menurut hukum kausalitas (sebab-akibat). Cerita anak biasanya memiliki alur yang sederhana dan berbentuk linear. Artinya pada cerita itu hanya ada satu alur utama yang tidak bercabang dan alur yang digunakan biasanya berupa alur maju atau linear.
Dilihat dari individunya, tokoh cerita anak dapat berupa manusia, binatang, atau tanaman, bahkan benda lain seperti peralatan rumah tangga. Apabila tokoh cerita berupa manusia, biasanya yang menjadi tokoh utama adalah anak-anak. Dilihat dari kompleksitas karakter, cerita anak-anak biasanya berisi tokoh yang berwatak datar. Watak tokoh cerita itu dapat dikenali dengan jelas apakah itu tokoh baik atau tokoh jahat. Pada cerita anak, jarang dijumpai tokoh yang berwajah banyak, yaitu tokoh yang memiliki unsur baik dan jahat sekaligus.
d.) Tema
Cerita anak biasanya memiliki tema tunggal (satu tema mayor) tanpa subtema (tema minor). Hal ini terkait dengan kemampuan anak yang terbatas dalam menggali tema dalam bacaan. Pada umumnya anak hanya mampu menangkap tema yang transparan, sederhana, seperti kebaikan akan mengalahkan kajahatan, orang jujur akan mendapat kebahagiaan, dan pahlawan pasti menang.
C. Genre Sastra Anak
Sebagaimana halnya dalam sastra dewasa, sastra anak juga mengenal apa yang disebut genre. Genre dapat dipahami sebagai suatu macam atau tipe kesastraan yang memiliki seperangkat karakteristik umum (Lukens, 2003:13). Atau menurut Mitchell (2003:5-6). Secara garis besar Lukens mengelompokkan genre sastra anak ke dalam enam macam, yaitu realisme, fiksi formula, fantasi, sastra tradisional, puisi, dan nonfiksi.
1. Realisme
karakter yang menarik yang dikemas dalam latar tempat dan waktu yang memungkinkan.
2. Fiksi Formula
Genre ini sengaja disebut sebagai fiksi formula karena memiliki pola – pola tertentu membedakannya dengan jenis yang lain. Jenis sastra anak yang dapat dikategorikan kedalam fiksi formula adalah cerita misteri dan detektif, cerita romantis, dan novel serial.
3. Fantasi
Cerita fantasi dikembangkan lewat imajinasi yang lazim dan dapat diterima sehingga sebagai cerita dapat diterima oleh pembaca. Cerita Fantasi dapat dipahami sebagai cerita yang menampilkan tokoh, alur, atau tema yang derajat kebenarannya diragukan, baik menyangkut seluruh atau sebagian dari cerita. Cerita fantasi juga menampilkan berbagai peristiwa dan aksi realistik sebagaimana halnya dalam cerita realistik, tetapi di didalamnya juga terdapat sesuatu yang sulit diterima. 4. Sastra Tradisional
Istilah “tradisional” dalam kesastraan menunjukkan bahwa bentuk itu berasal dari cerita yang telah mentradisi, tidak diketahui kapan mulainya dan siapa penciptanya, dan dikisahkan secara turun – menurun secara lisan. Jenis cerita yang dikelompokkan ke dalam genre adalah fabel, dongeng rakyat, mitologi, legenda, dan epos.
5. Puisi
Tidak semua buku nonfiksi dapat dimasukkan dalam genre ini, khususnya buku – buku yang tidak diperhatikan keharmonisan bentu bahasa dan isi. Untuk kepentingan praktis, bacaan nonfiksi dapat dikelompokkan dalam subgenre buku informasi dan biografi.
Daftar Pustaka
Finoza, Lamuddin. 2009. Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa Nonjurusan Bahasa. Jakarta: Diksi INsan Mulia.
http://riajelita.tumblr.com/post/98321480293/fungsi-bahasa-secara-umum-dan-kedudukan-bahasa
http://www.academia.edu/10349596/Pengertian_dan_Fungsi_bahasa