• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Manajemen Operasional Dan Mana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Manajemen Operasional Dan Mana"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL KUANTITATIF

“Pengaruh Manajemen Operasional Dan Manajemen Pemasaran Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bisnis Bengkel Las Di Kecamatan

Karangrejo – Kabupaten Tulungagung” Tugas ini disusun untuk memenuhi matakuliah:

Seminar Dan Proposal

Dosen Pengampu : Rokhmat Subagiyo,SE,MEI

Disusun oleh :

Aning Meilana (17402153589)

Kelas 6-H

Program Studi EkonomiSyari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)

Institut Agama Islam Negeri (IAIN)

Tulungagung

(2)

Proposal Kuantitatif A. Judul Proposal

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Manajemen Operasional Dan Manajemen Pemasaran Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bisnis Bengkel Las Di Kecamatan Karangrejo – Kabupaten Tulungagung”. B. Latar Belakang

Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang masuk wilayah JawaTimur. Kabupaten Tulungagung sendiri telah berdiri sekitar 800 tahun lalu dari Kerajaan Mataram. Dari segi sejarah ada berbagai hal yang menarik dari kabupaten Tulungagung. Ada cerita rakyat tentang Nyai Roro Kembang Sore dan Pangeran Lembu Peteng.

Dari segi geografis Tulungagung berbatasan dengan Kabupaten Kediri, kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek dan Pantai Selatan (Samudera Hindia). Dalam cakupan wilayahnya Tulungagung memiliki kawasan dataran rendah, dataran tinggi dan laut. Dari segi mata pencaharian ada yang di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pedagang, pegawai, dan pengusaha. Dari beberapa sector mata pencaharian tersebut mendominasi ke skctor pertanian karena di Tulungagung tanahnya subur dan pengirigasiannya lancar, sehingga itulah yang dimanfaatkan masyarakatnya.

(3)

seperti; produksi, distribusi dan konsumsi. Dalam hal ini seorang pebisnis lebih identik dengan seorang produsen juga distributor.

Profesi seorang pebisnis sangat dipandang tinggi oleh masyarakat, karena banyak masyarakat menganggap jika seorang pebisnis itu kaya akan materi. Karena seorang pebisnis biasanya adalah seorang pimpinan dalam sebuah perusahaan, sehingga kata “Boss” sangat erat dengan seorang pebisnis. Sejalan dengan realita tersebut banyak orang juga yang tergiur untuk menjadi pebisnis yang sukses dan handal. Disadari oleh semua pebisnis dalam usahanya tersebut juga membutuhkan ilmu serta kiat-kiat dan pengalaman menjalankan bisnis agar memenuhi target yang diinginkan oleh seorang pebisnis.

Dalam sebuah bisnis seorang pengusaha harus mampu merencanakan, mengatur, aktualisasi dan pemasaran produknya. Dalam hal ini diharapkan pengusaha mempersiapkan dengan matang bisnisnya agar mampu memperoleh target margin yang diharapkan pada suatu periode tertentu. Dalam pemilihan bisnis seorang pengusaha juga harus jeli dalam melihat peluang hal tersebut dimaksudkan agar barang yang diproduksi doterima oleh pasar dan merupakan produk layak jual. Lalu seorang pengusaha juga harus memikirkan cara memperoleh bahan baku dari bisnisnya tersebut agar pasokan barang untuk produknya lancar.

Dalam sebuah perusahaan, seorang pengusaha akan merekrut karyawan untuk mengerjakan produk bisnisnya. Dalam hal ini seorang pengusaha harus mempunyai kiatan khusus bagaimana merekut pekerja yang terdidik dan terampil untuk pengerjaan produknya dan terdidik untuk pekerjaan administrasi dalam perusahaannya. Dalam sebuah perusahaan strukturnya antara lain sebagai berikut; Pimpinan, manajer dan pekerja. Sehingga hal tersebut akan mempermudan seorang pengusaha dalam menjalankan perusahaannya dari segi perencanaan, pengorganisasian, produksi, pemasaran, dan evaluasi.

(4)

juga bertanggung jawab terhadap hasil dari pekerjaan para karyawan pada divisi bawahannya. Sehingga seorang manajer juga berperan penting dalam pencapaian target yang telah disusun oleh perusahaan.

Di kabupaten Tulungagung ada sebuah kecamatan yaitu kecamatan Karangrejo dimana ada banyak masyarakatnya yang menjadi pengusaha bengkel las. Hal tersebut menjadikan banyak masyarakatnya yang menjadi pekerja las di wilayah tersebut. Dai kegiatan tersebut ada juga beberapa toko yang menjual besi, cat serta kebutuhan lainnya dalam bengkel las. Dalam hal ini terdapat pengusaha yang menerapkan system hariab dan borongan dalam pengerjaan las. Produk dari bengkel las di karangrejo juga bervariasi, seperti; pagar, rolling door, pintu besi, pintu harmonica, terod, etalase, dsb.

Dalam beberapa bisnis bengkel las di karangrejo ada yang sudah menerapkan manajemen dengan baik dan bahkan ada perusahaan yang belum mengenal system manajemen di perusahaannya. Sehingga hal tersebut yang melatarbelakngi saya ingin mencari tahu bagaimana system yang diterpakan serta apakah ada perbedaan pencapaian omset dalam setiap perusahaan serta bagaimana pengaruh kepada karyawannya dalam hal etos kerja karyawan..

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut;

1. Bagaimana pengaruh penerapan system manajemen operasional dalam bisnis bengkel las?

2. Bagaimana pengaruh penerapan system manajemen pemasaran dalam bisnis bengkel las?

(5)

D. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh penerapan system manajemen operasional dalam bisnis bengkel las.

2. Untuk mengetahui pengaruh penerapan system manajemen pemasaran dalam bisnis bengkel las.

3. Untuk mengetahui system manajemen berpengaruh terhadap kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi seorang pengusaha bisnis las, penelitian ini diharapkan mampu menjadi acuan dalam pengembangan perusahaannya agar untuk keberlanjutan bisnis ini terus mencapai target perusahaan, dan ada pengembangan margin.

2. Untuk masyarakat umum, peneliti berharap dengan adanya penelitian ini masyarakat yang ingin menjalankan bisnis las akan mampu memanajemen perusahaanya agar pengoperasian perusahaan efektif dan efisien.

3. Bagi peneliti dengan adanya penelitian ini, sebagai acuan dalam pengembangan sebuah perusahan dalam keterkaitannya dalam system pengoperasian dan pemasaran.

F. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh penerapan system manajemen operasional dan manajemen pemasaran pada bisnis bengkel las yang ada di kecamatan karangrejo. Ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi diantaranya; pencatatan administrasi, proses produksi dan etos kerja karyawan di perusahaan.

(6)

dalam sebuah perusahaan terhadap bisnis bengkel las di kecamatan Karangrejo.

G. Kerangka Teori “Pengaruh Manajemen Operasional Dan Manajemen Pemasaran Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bisnis Bengkel Las Di Kecamatan Karangrejo – Kabupaten Tulungagung”.

H. Kajian teori

A. Konsep dan Wawasan Bisnis1

Menurut Gifrin dan Bovee, yaitu Bisnis adalah setiap kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan konsumen yang tentunya menghasilkan keuntungan. Pengertian ini juga menandaskan dalam setiap kegiatan bisnis, selain konsumen, hal yang paling utama adalah pencapaian kesejahteraan masyarakat. Wirausaha menjalankan perannya dengan tujuan tercapainya kesejahteraan tidak hanya bagi individu, tapi juga tetap memberi nilai tambah bagi masyarakat melalui kegiatan inovasi dan kreasi baru(Raymond Kao).

Pemilihan jenis usaha pada masa sekarang ini harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Hal ini disebabkan oleh perilaku konsumen yang sangat sulit ditebak dan cenderung cepat bosan sehingga banyak produk yang cepat sekali mati. Rencana bisnis pada

1Rhenald Kasali,dkk, Modul Kewirausahaan, Jakarta Selatan : PT Mizan Republika,

Manajemen operasional

Prospek bisnis bengkel las Kinerja

Karyawan

(7)

dasarnya adalah gambaran rinci mengenai usulan bisnis, meliputi deskripsi bisnis, sasaran pasar,situasi persaingan pasar, sarana dan prasarana untuk membuat produk, sumber modal dan sumber daya manusia.

B. Manajemen dalam operasi2

Manajemen dalam operasi membicarakan mengenai rencana pengelolaan dalam operasi komersial. Dalam hal ini sebaiknya seorang manajer harus memperhatikan beberapa aspek berikut ini;

1. Bentuk badan usaha yang sebaiknya digunakan 2. Jenis pekerjaan yang diperlukan

3. Persyaratan yang diperlukan untuk bisa menjalankan pekerjaan dengan baik

4. Struktur organisasi yang akan dipergunakan

5. Memperoleh tenaga untuk memangku jabatan yang diperlukan

 Lingkungan Operasional3

Menghadapi perusahaan lingkungan operasional yang amat kompetitif , perusahaan perlu memodifikasi system dan prosedur operasionalnya. Untuk itu, terdapat beberapa komponen krisis yang perlu diidentifikasi dan dicermati, yaitu; ciri-ciri pesaing, pemberi kredit, pelanggan, pemasok dan karakteristikkaryawan.

C. Manajemen Pemasaran

 Permintaan dan penawaran4

Salah satu analisis ekonomi yang palin penting adalah penawaran dan permintaan, dengan alat ini ekonom dapat menganalisis hamper segala aspek ekonomi. Dua hal pokok yang bisa didapat dengan menggunakan alat anlisisis ini adalah harga dan barang yang terjual di pasaran. Manajer dan

2Jumingan, Studi Kelayakan Bisnis, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2014. Hal 234

3Mauled Moelyono, Menggerakkan Ekonomi Kreatif Antara Tuntunan Dan Kebutuhan, Jakarta : Rajawali Press, 2010. Hal 9

(8)

ekonom pasti sangat memperhatika mengenai bagaimana mengadakan perkiraan untuk harga dan barang dimasa yang akan dating, baik untuk barang dan jasa yang dijual maupun yang dipakai sebagai pemasukan. Berikut adalah beberapa hal yang berkaitan dengan panawaran dan permintaan;

1. Harga barang tersebut 2. Pendapatan konsumen 3. Harga barang terkait

4. Perkiraan harga barang di masa yang akan dating 5. Selera

 Pemasaran5

Setelah menganalisis pasar, tahap berikutnya adalah menentukan kekuatan dan kelemahan usaha yang ada. Identifikasi pasar sasaran adalah menentukan bauran pemasaran . bauran pemasaran merupakan cerminan cara untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan demi mendapatkan laba. Bauran pemasaran terdiri atas empat unsur penting yaitu sebagai berikut;

1. Strategi produk/jasa 2. Strategi harga 3. Strategi promosi 4. Strategi distribusi D. Manajemen Personalia

(9)

yang tidakmengadakan analisis pekerjaan secara sistematis menyadari sifat pekerjaan yang dilaksanakan oleh karyawan mereka.6

E. Operasional Strategik

Penciptaan barang dan jasa membutuhkan kegiatan sumber-sumber daya ke dalam barang dan jasa. Kegiatan sangat efisien apabila dapat dilakukan suatu perubahan dengan sangat produktif, bila lebih banyak nilai yang didapat ditambahkan untuk barang dan jasa yang dihasilkan. Tugas manajer operasi adalah untuk meningkatkan rasio output ke input, dimana dengan peningkatan produktifitas akan berarti terjadinya peningkatan efisiensi.7

F. Perilaku Organisasi

Budaya organisasi mengacu pada norma perilaku, asumsi dan keyakinan dari suatu organisasi, sementara iklim organisasi mengacu pada persepsi orng-orang dalam organisasi yang merefleksikan norma-norma, asumsi-asumsi dan keyakinan itu (Owens, 1991). Orientasi budaya suatu masyarakat mencerminkan interaksi dari lima karakteristik. Individu suatu masyarakat mengekspresikan budaya dan karakteristik melalui nila-nilai kehidupan dan lingkungan sekitar. Nilai yang berlaku umum di definisikan apa yang benar dan salah atau menspesifikasikan preferensi umum atau sebaliknya mempengaruhi sikap individu mengenai bentuk perilaku yang dipertimbangkan lebih efektif dalam situasi tertentu.8

G. Hipotesa Penelitian

Penelitian ini memiliki hipotesisi penelitian sebagai berikut;

1. H1 : manajemen operasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan

2. H2 : manajemen pemasaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan

6 George straus, Leonard Sayles, Manajemen Personalia, Jakarta : Gramedi, 2005, hal.4-9.

7 Sofjan Assauri, Operational Strategic, Jakarta : Rajawali Press 2014, hal 6

(10)

I. Metode Penelitian

Pada metode penelitian ini akan dibahas tentang:

1. Jenis penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatory research, yaitu penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara variable-variabel melalui pengujian hipotesis.

2. Obyek

Yaitu meneliti tentang peranan factor manajemen opersional dan pemasaran dalam kinerja karyawan.

3. Subyek

Melakukan observasi pada pengusaha bisnis bengkel las di kecamatan karangrejo.

J. Teknik Analisis Data

1. Menguanakan analisis jalur (Path Analysis)

(11)

K. Jadwal Penelitian

1

Pembuatan dan pengajuan proposal 2

pengumuman seleksi proposal

3 pencarian data 4 pengolahan data 5 pembuatan laporan 6

pengumpulan laporan penelitian

8 9 10 11

NO URAIAN

BUALAN

4 5 6 7

L. Daftar Pustaka

Abimanyu Yoopi. 2004. Ekonomi Manajerial. Bogor : Ghalia Indonesia

Assauri Sofyan. 2014. Operational Strategic. Jakarta : Rajawali Press

Jumingan. 2014. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta : PT Bumi Aksara Kasali Rhenald. 2010. Modul Kewirausahaan. Jakarta Selatan : PT Mizan Republika,

Moelyono Mauled . 2010. Menggerakkan Ekonomi Kreatif Antara Tuntunan Dan Kebutuhan. Jakarta : Rajawali Press.

Soetopo Hendyat.2010. Perilaku Organisasi, Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Referensi

Dokumen terkait

Jalan Raya Ratahan Belang Kompleks Kantor Bupati Minahasa Tenggara Kelurahan Wawali Pasan Kecamatan Ratahan.. Nomor : 273/POKJA-PK/ULP-MT/X/2014 Ratahan, 1 Oktober

Agar para Gubernur, Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah dalam kedudukannya selaku Kepala Wilayah dan yang sekaligus selaku Kepala Satuan Pembinaan Tingkat I dan Tingkat II (Kepala

Dengan menunjuk kepada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 1981, telah diinstruksikan kepada Saudara-saudara untuk segera dibentuk Panitia Pertimbangan

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan virtual test berbasis multiple representasi yang dapat membantu guru untuk mengukur kemampuan pembuatan keputusan

Pokja I Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah Kabupaten Sigi akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan pengadaan barang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karena berasal dari latar belakang budaya dan waktu terbit yang berbeda, ditemukan beberapa hal yang menunjukkan perbedaan di

pada pengembangan berpikir untuk menentukan sisi baik buruk atau dimensi etis dari biologi modern dan teknologi yang terkait dengan kehidupan, sedangkan Islam

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui kemampuan model pembinaan olimpiade Matematika yang dikembangkan dengan struktur program 30% pemantapan teori, 50% latihan soal, dan