• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PERCAKAPAN BAHASA JEPANG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PERCAKAPAN BAHASA JEPANG."

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

PERNYATAAN……… i

ABSTRAK………...………. ii

SINOPSIS ... iv

KATA PENGANTAR ... xiii

DAFTAR ISI ... xvi

DAFTAR TABEL ………. xix

DAFTAR GRAFIK ………... xxi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ……….... 1

B. Identifikasi Masalah Penelitian ……….... 4

C. Rumusan Masalah Penelitian ………..……. 5

D. Tujuan Penelitian ………..6

E. Manfaat Penelitian ……….….. 6

F. Anggapan Dasar dan Hipotesis ……….... 7

1. Anggapan Dasar ……….... 7

2. Hipotesis ………... 8

G. Instrumen Penelitian ……….… 8

1. Tes ……….…….… 8

2. Non Tes ……...………..…... 9

H. Struktur Organisasi Skripsi ………..………..….. 9

BAB II EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING

(2)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

A. Metode Pengajaran Bahasa Jepang ………... 11

1. Pengertian Metode Pengajaran Jepang ………..…...… 11

2. Ragam Metode Pengajaran Bahasa Jepang ………..……… 12

B. Metode Community Language Learning ... 20

1. Pengertian dan Sejarah Metode Community Language Learning. 20 2. Prinsip Metode Community Language Learning ………... 24

3. Prosedur Metode Community Language Learning….………….. 26

4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Community Language Learning ………... 31

C. Pembelajaran Percakapan Bahasa Jepang ………... 31

1. Pengertian Berbicara ………..………... 32

2. Kemampuan Berbicara ………. 33

3. Mengembangkan Kemampuan Berbicara ……….... 34

D. Penelitian Terdahulu ……….. 36

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian ………...… 38

1. Metode Penelitian ……… 38

2. Desain Penelitian ………. 39

B. Populasi dan Sampel ……….. 39

1. Populasi ……… 39

2. Sampel ……….. 39

C. Teknik Sampling ……… 40

D. Definisi Operasional ………... 40

E. Instrumen Penelitian ……….……….. 42

F. Variabel Penelitian ………... 44

G. Teknik Pengumpulan Data ……….……… 44

(3)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Laporan Eksperimen ……….. 53

1. Lokasi dan Waktu Penelitian ………... 53

2. Materi Pembelajaran ………55

3. Metode Pembelajaran ……….. 55

4. Media Pembelajaran ………...……….… 55

5. Model Pembelajaran ……… 56

6. Deskripsi Proses Belajar Mengajar ....……….. 56

B. Analisis Data ……….………. 64

1. Analisis Data Angket ………... 66

2. Analisis dan Sajian Data Angket ………... 74

C. Pembahasan ……….... 86

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan .………... 89

B. Saran …..………. 91

DAFTAR PUSTAKA………...………..……… 94

(4)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Keunggulan dan Kelemahan Metode Langsung ………. 14

Tabel 2.2 Hubungan Klien dan Konselor dalam Penyuluhan dengan Hubungan Pembelajar-Pengajar (Learner-Knower) ……….…. 22

Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal Angket……….. ………. 43

Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Tes ………..………. 46

Tabel 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Kelas Eksperimen ………. 53

Tabel 4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Kelas Kontrol …..………. 54

Tabel 4.3 Hasil Nilai Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol …………. 65

Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol .….. 67

Tabel 4.5 Hasil Nilai Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ...……….. 69

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol …. 71 Tabel 4.7 Penafsiran Hasil Angket …..……….………..…. 74

Tabel 4.8 Presentasi Jawaban Siswa ………..………. 75

(5)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 4.10 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 77

Tabel 4.11 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 78

Tabel 4.12 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 78

Tabel 4.13 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 79

Tabel 4.14 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 80

Tabel 4.15 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 81

Tabel 4.16 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 81

Tabel 4.17 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 82

Tabel 4.18 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 83

Tabel 4.19 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 84

Tabel 4.20 Presentasi Jawaban Siswa ……….…..………. 85

(6)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR GRAFIK

(7)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PERCAKAPAN BAHASA JEPANG

(PenelitianEksperimenMurniPadaSiswaKelas XI IPA 6 SMAN 10 Bandung)

IntanSitiNurjannah

1004885

ABSTRAK

Metodepembelajaranmerupakanhal yang pentingdalam proses kegiatanbelajarmengajar di

kelas. Metodepembelajarandari yang pertamadipakaisampai yang

terbarumemilikikekurangandankelebihan.Tidakadametode yang 100%

cocok.Makadariituperluadanyapenelitian yang

akuratuntukmengetahuiapakahmetodetersebutcocokatautidak.Sehingga guru

mudahuntukmengajarkanmateridanpembelajarmempunyaikecakapandalamberbicarasertaberkom

unikasi.Olehkarenaitu, penelitiantentangefektivitasmetodecommunity language

learningdalampembelajaranpercakapanbahasaJepangperludilakukan.

Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuiapakahmetodecommunity language

learningefektifdigunakandalampembelajaranpercakapanbahasaJepangdanuntukmengetahuitangg apandankesansiswaterhadapmetodecommunity language learning.

Metodeinimenggunakanmetodepenelitianeksperimenmurni,

yaituadanyakelaseksperimendankelaskontrol.Desainpenelitianadalahpretest

danposttest.Instrumen yang

digunakanpadapenelitianiniadalahtesdanangket.Sampelpenelitianiniadalahsiswa SMAN 10

Bandung sebanyak 60 orang yang dibagimenjadiduakelasyaitukelaseksperimendankelaskontrol.

Berdasarkanhasilanalisis data yang telahdilakukan, diperolehhasilthitung 2,4, t tabeluntuk 5% adalah 2,00 dengannilaidb 59. Dari hasiltersebutdapatdisimpulkanbahwat hitung>t tabel.Hal iniberarti, terdapatperbedaanhasilbelajar yang signifikanantarakelaseksperimen (kelas yang

menggunakancommunity language learning) dankelaskontrol (kelas yang

tidakmenggunakanmetodecommunity language learning).

(8)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

日本語 会話 指導 ミュ ラン ラ ン 法

効果

バン ン第10国立高等学校 ン 学科 年生 六組 対 実験研究

ンタン・ ル ャン

1004885

要旨

教授法 教室 学習 活動 過程 大 こ あ 昔 今ま 使 い

教授法 いい点 欠点 あ 思わ 100%適当 教授法 い そ め 教

授法 関し 適当 う 研究 必要 あ 適当 教授法 教師 教えや く 学

習者 ミュ ョン 能力 期待あ 期待さ い 日本語 会

話 指導 ミュ ラン ラ ン 法 効果 研究 い 行う必

要 あ

本研究 目的 日本語 会話 指導 ミュ ラン ラ ン

法 効果 学習者 反応 印象を知 め あ

本研究 使用し 方法 実験 研究 実験 ラ ン ロ ル ラ あ

研究 ン 前 後 を使用し タ 道具 方法

ン を使用し 本研究 ンプル バン ン第10国立高等学校 学生 60

名 あ そ 中 実験 ラ ン ロ ル ラ 分け

タ 分析し 結果 db=59 t得点 2,4 t表5% 2,00 言う あ そ

結果 t得点 t表 高い そ こ 実験 ラ ミュ ラン

ラ ン 法を使う ラ ン ロ ル ラ ミュ ラン

ラ ン 法を使わ い ラ く べ 有意義 指導 結果 相違 あ

(9)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode dan Desain Penelitian

1. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan

secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan simpulan agar dapat

memahami, mejelaskan, meramalkan dan mengendalikan keadaan. Metode juga

merupakan cara kerja untuk memahami dan mendalami objek yang menjadi sasaran.

Melalui metode yang tepat, seorang peneliti tidak hanya mampu melihat fakta sebagai

kenyataan, tetapi juga mampu memperkirakan kemungkinan-kemungkinan yang dapat

terjadi melalui fakta itu (Syamsuddin dan S. Damaianti, 2007, hlm. 14).

Penelitian yang penulis lakukan ini menggunakan metode penelitian eksperimental

murni. Metode penelitian ini digunakan untuk menguji efektifitas dan efisiensi dari suatu

pendekatan, metode, teknik atau media pengajaran dan pembelajaran, sehingga hasilnya

dapat diterapkan jika memang baik, atau tidak digunakan jika memang tidak baik, dalam

pengajaran yang sebenarnya (Sutedi, 2009, hlm. 64).

Dalam hal ini, penulis ingin mengetahui apakah hipotesis yang telah disusun

sebelumnya terjawab dengan melakukan penelitian eksperimen. Penulis menggunakan

metode eksperimen murni dengan adanya kelas kontrol (pembanding) untuk

mendapatkan hasil yang maksimal. Hipotesis yang disusun oleh penulis adalah apakah

metode community language learning efektif digunakan dalam pembelajaran percakapan

(10)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Desain Penelitian

Desain penelitian yang dilakukan yaitu desain penelitian Randomized Control Group

Pretest-postest Design dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh yang muncul dari sebelum dan sesudah dilakukan treatment di kelas eksperimen.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Nawawi (dalam Margono, 2004, hlm. 118) mengemukakan bahwa populasi adalah

keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan,

tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes, atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang

memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian. Populasi dalam penelitian ini

adalah siswa kelas XI SMA Negeri 10 Bandung Tahun Ajaran 2013-2014.

2. Sampel

Sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh (monster) yang diambil

dengan menggunakan cara-cara tertentu (Margono, 2004, hlm. 121). Sampel penelitian

ini adalah siswa kelas XI IPA 6 SMA Negeri 10 Bandung sebanyak 30 orang dan kelas

kontrol XI IPS 3 dengan jumlah siswa yang sama yaitu 30 orang.

Rata-rata siswa, baik di kelas eksperimen dan kelas kontrol belajar bahasa Jepang

tingkat dasar (Shokyuu) sejak kelas X. Mereka sama-sama tidak belajar huruf Kana, tetapi

belajar dengan menggunakan huruf romaji. Bila dicermati oleh penulis sebelum

penelitian ini dimulai, karena penulis diberi tugas untuk mengajar dikedua kelas. Dari dua

kelas tersebut tidak ada siswa yang mengikuti club bahasa Jepang (KIR Bahasa Jepang)

atau aktif ikut dalam perlombaan bahasa Jepang di luar sekolah. Kemampuan antara kelas

eksperimen dan kelas kontrol terdapat sedikit perbedaan, seperti terlihat dalam hasil

(11)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

C. Teknik Sampling

Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan

ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan

sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif. Terdapat dua teknik

sampling yang berbeda, walaupun pada dasarnya bertolak dari asumsi yang sama, yaitu ingin

memperoleh secara maksimal sampel yang representatif yang tidak didasari oleh keiginan si

peneliti. Teknik-teknik itu adalah (1) teknik random sampling dan (2) teknik non random

sampling. Dalam penelitian ini penulis memilih teknik random sampling, yang mana dalam teknik ini semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama

diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel (Margono, 2004, hlm.

125).

D. Definisi Operasional

Demi menghindari kesalahan pemahaman antara penulis dan pembaca penelitian ini,

maka penulis akan menjelaskan definisi dari beberapa istilah sebagai berikut :

1. Efektivitas

Ulum (2008, hlm. 199) mengemukakan bahwa pengertian efektivitas pada dasarnya

berhubungan dengan pencapaian tujuan atau target kebijakan (hasil guna). Efektivitas

merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus dicapai.

Kegiatan operasional dikatakan efektif apabila proses kegiatan mencapai tujuan dan

sasaran akhir kebijakan (spending wesely). Dalam penelitian ini, efektivitas dari metode

community language learning dapat dilihat melalui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran percakapan

sehingga akhirnya kemampuan berbicara meningkat.

2. Pembelajaran

Pembelajaran merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh guru dan siswa baik

(12)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

bahan kajian (Poedjiadi, 2005, hlm 75). Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai

cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam

bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran (Arif, 2011). Jadi,

metode pembelajaran merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seorang guru agar

terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan. Maksud pembelajaran dalam

penelitian ini adalah pembelajaran bahasa Jepang di tingkat SMA (tingkat dasar) saat

proses kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas.

3. Percakapan

Percakapan adalah bagian dari keterampilan berbicara yang dalam penelitian ini

berfungsi sebagai alat latihan dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara.

Percakapan yang akan diteliti adalah percakapan dalam bahasa Jepang.

4. Metode Community Language Learning

Metode community language learning atau sering disebut juga counseling language

learning adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Charles A. Curran seorang ahli ilmu pendidikan berkebangsaan Amerika Serikat. Kegiatan pembelajaran

dengan metode ini dilakukan dengan cara pembelajar duduk membentuk sebuah

lingkaran, sedangkan pengajar (penasihat) berdiri diluar lingkaran di belakang pembelajar

(Sudjianto, 2010, hlm. 117).

E. Instrumen Penelitian

Instrumen sebagai alat pengumpul data harus betul-betul dirancang dan dibuat

sedemikian rupa sehingga menghasilkan data empiris sebagaimana adanya. Data yang salah

atau tidak menggambarkan penelitian yang ditarik/dibuat peneliti bisa keliru (Margono,

2004, hlm. 155). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan non-tes yang

(13)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 1. Tes

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan instrumen tes yang berupa tes

wawancara (interview) dengan cakupan tema pelajaran yang belum dipelajari

sebelumnya, yaitu yuubinkyoku wa doko ni arimasuka, donna machi/donna tokoro,

doubutsu ga suki desu dan donna gaikoku ga dekimasuka. Tes yang akan dilakukan terdiri dari pre-test dan post-test. Masing-masing tes dilakukan kepada dua kelas

tersebut baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Wawancara yang penulis

lakukan mengacu kepada teori yang telah didapatkan yang telah diuraikan dalam bab

2 sebelumnya. Karena wawancara yang dilakukan antara siswa dan penulis maka

tema serta kondisi wawancara telah ditentukan/dirancang oleh penulis sebelumnya.

Sehingga siswa hanya bertugas menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penulis dan

hasil wawancara ini akan dinilai sesuai dengan skala penilaian pada format penilaian

yang telah tersedia.

Pre-test diberikan kepada kelas eksperimen dan kontrol dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal dari masing-masing kelas, yang pada akhirnya dapat

mengetahui perbedaan kemampuan dari kedua kelas tersebut. Sedangkan post-test

dilakukan untuk mengetahui kemampuan setelah dilakukannya treatment, apakah

terdapat peningkatan kemampuan berbicara setelah menggunakan metode community

language learning pada kelas eksperimen dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak diberikan treatment

khusus menggunakan metode community language learning, sehingga dapat

menjawab hipotesis dari penelitian ini apakah diterima atau tidak.

2. Non-tes

Instrument kedua yaitu non-tes yang berupa angket. Angket merupakan teknik

pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau

pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2012, hlm. 142).

Angket ini bertujuan untuk mengetahui kesan, tanggapan atau respon dari siswa

(14)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Faisal (dalam Sutedi, 2009, hlm. 164) mengemukakan bahwa dilihat dari

keleluasannya responden dalam memberikan jawabannya, angket dapat digolongkan

ke dalam angket tertutup dan angket terbuka. Jenis angket yang penulis pilih yaitu

jenis angket tertutup dengan jawaban yang telah disediakan oleh penulis.

Adapun kisi-kisi yang digunakan untuk soal angket adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Kisi-kisi soal angket

No. Indikator Nomor Soal Jumlah

Soal

1. Minat siswa terhadap pembelajaran

bahasa Jepang

1 1

2. Pendapat siswa mengenai pembelajaran

percakapan bahasa Jepang

5,6 2

3. Kesulitan dalam mempelajari percakapan

bahasa Jepang

2,3,4,9,10 5

4. Pendapat siswa mengenai metode

community language learning dalam pembelajaran percakapan bahasa Jepang

7,8,11,12,13,14 6

Data angket dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

P = �

� x 100%

Keterangan :

100% : persentase frekuensi setiap jawaban responden

f : frekuensi setiap jawaban responden

(15)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

P : persentasi jawaban

F. Variabel Penelitian

Penulis dalam penelitian ini menguji dua buah variabel, yaitu :

1. Variabel (X), yaitu hasil pembelajaran percakapan bahasa Jepang pada kelas

eksprerimen dengan menggunakan metode Community Language Leraning.

2. Variabel (Y), yaitu hasil pembelajaran percakapan bahasa Jepang pada kelas kontrol

tanpa menggunakan metode Community Language Leraning.

G. Teknik Pengumpulan Data

Seperti yang telah dijelaskan pada bab I sebelumnya, dalam penelitian ini terdapat

beberapa teknik pengumpulan data, yaitu :

1. Studi literatur

Dalam teknik pertama ini, penulis mengkaji beberapa literatur yang berkaitan

dengan penelitian. Mencari teori, informasi dari berbagai literatur (buku maupun

jurnal).

2. Observasi

Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik

terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Margono, 2004, hlm. 158).

Penulis melakukan observasi pada awal penelitian untuk melihat kondisi lapangan.

3. Penyampelan

Penyampelan dilakukan dengan cara random sampling kepada siswa kelas XI di

SMA Negeri 10 Bandung. Dalam hal ini penulis tidak mempertimbangkan hal-hal

yang ada. Sampel yang dipilih benar-benar tidak berdasarkan penilaian subjektif dari

penulis ataupun pihak lain.

(16)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tes yang dilakukan ada dua tes, yaitu pretest dan posttest. Sebelum memberikan

tes kepada sampel, terlebih dahulu penulis menyusun instrument penelitian berupa

soal tes dan angket. Setelah itu, menguji kelayakan instrument (expert judgement).

Tes yang diberikan adalah wawancara langsung dengan jumlah soal 5 butir. Soal

diambil dari tema-tema materi yang belum dipelajari sebelumnya atau materi yang

akan diberikan pada saat treatment. Pelaksanaan tes diluar pelaksanaan treatment.

Adapun format penilaian yang penulis gunakan dalam tes ini adalah sebagai

berikut :

Tabel 3.2

Kriteria penilaian tes

Sk

ala skor

dari 1-5,

dengan

arti

sebagai

berikut :

1 = sangat kurang 4 = baik

2 = kurang 5 = sangat baik

3 = cukup

Siswa Penilaian Skor

Pelafalan Struktur

Kalimat

(17)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Skala nilai/ bobot nilai diatas dimaksudkan untuk membedakan tingkat

masing-masing komponen penilaian keterampilan berbicara. Agar memudahkan dalam proses

penilaian, berikut ini akan dijabarkan mengenai skala penilaian keterampilan

berbicara sebagai berikut ini :

a. Lafal dan intonasi

1. Terdapat banyak kesalahan dalam pelafalan dan intonasi bahasa lisan

2. Kesalahan pelafalan dan intonasi cukup sering dan terasa mengganggu

3. Terdapat sedikit kesalahan pelafalan dan intonasi, namun secara kebahasaan

masih bisa dipahami

4. Tidak ada kesalahan atau penyimpangan yang berarti dalam pelafalan dan

intonasi penutur mendekati sempurna

5. Pelafalan bunyi bahasa jelas, tidak ada pengaruh bahasa ibu si penutur serta

intonasi tepat dan sempurna

b. Struktur bahasa

1. Banyak sekali penyimpangan dalam penggunaan tata bahasa

2. Terdapat cukup banyak kesalahan tata bahasa

3. Terdapat beberapa kesalahan atau penyimpangan, tetapi tidak merusak bahasa

4. Pada umumnya struktur kalimat sudah tepat, tidak ditemui penyimpangan

yang berarti dan dapat merusak bahasa

5. Penggunaan struktur kalimat sangat tepat, tidak ada penyimpangan dari kaidah

bahasa

c. Diksi

1. Kata-kata yang digunakan banyak sekali yang tidak tepat dan tidak sesuai

2. Agak banyak menggunakan kata-kata yang kurang tepat

3. Kata-kata yang digunakan sudah cukup baik, hanya kurang bervariasi

4. Kata-kata yang digunakan umunya sudah tepat dan bervariasi hanya

(18)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5. Kata yang digunakan dipilih secara tepat dan bervariasi sesuai dengan situasi,

kondisi, dan status pendengar sehingga tidak ada yang janggal

d. Kelancaran

1. Pembicaraannya sangat tidak benar, banyak diam dan gugup

2. Pembicaraannya kurang lancar

3. Pembicaraannya agak lancar, agak sering berhenti

4. Pembicaraannya lancar atau fasih, hanya ada beberapa gangguan yang tidak

berarti

5. Pembicaraannya sangat lancar atau fasih, baik dari segi penguasaan isi

maupun bahasa

e. Volume

1. Suara terlalu lemah dan kurang jelas, dan sama sekali tidak terdengar

2. Pengaturan volume kurang baik, sehingga kata-kata yang diucapkan kurang

jelas terdengar

3. Volume sudah cukup baik, walaupun masih banyak penyesuaian suara

4. Pengaturan volume suara cukup jelas hanya dijumpai sesekali ketidaksesuaian

5. Suaranya sangat jelas dan pengaturan volumenya sangat sesuai dengan

kondisi dari isi pembicaraan

f. Ekspresi

1. Ekspresi datar atau tidak ada sama sekali gerak-gerik dan mimik

2. Ekspresi hampir tidak ada atau hanya ada sedikit gerak-gerik tanpa disertai

mimik

3. Ekspresi yang diperlihatkan tidak sesuai dengan isi percakapan

4. Ekspresi yang diperlihatkan saat berbicara atau melakukan percakapan cukup

bagus dan sesuai dengan isi percakapan

5. Ekspresi yang diperlihatkan saat berbicara atau melakukan percakapan bagus

(19)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5. Melaksanakan KBM (treatment)

Treatment yang dilakukan sebanyak 4x dengan tema yang belum dipelajari sebelumnya. Seminggu sebelum pertemuan pertama dilakukan pretest terlebih dahulu

di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Setelah semua sampel melakukan pretest,

treatment pertama dilakukan pada kelas eksperimen. Kegiatan pembelajaran terdiri dari empat pertemuan. Kelas eksperimen diberikan treatment dengan pembelajaran

menggunakan metode community language learning, sedangkan di kelas kontrol tidak

diberikan/tidak menggunakan metode community language learning. Kemudian pada

akhirnya dilakukan posttest pada masing-masing kelas.

Dengan melaksanakan KBM ini, akan terlihat bagaimana pembelajaran

percakapan bahasa Jepang dengan menggunakan community language learning, serta

bagaimana pembelajaran percakapan bahasa Jepang di kelas kontrol dengan

menggunakan metode biasa. Dalam proses treatment ini akan terlihat keberhasilan,

masalah, kendala atau hal-hal lainnya yang terjadi selama kegiatan berlangsung.

Data-data proses KBM ini akan dicatat dalam “data harian kegiatan pembelajaran”

yang penulis miliki. Yang hasilnya akan dijelaskan pada bab empat subbab laporan

eksperimen poin deskripsi proses belajar mengajar.

6. Menyebarkan Angket

Angket ini dilaksanakan setelah posttest dilakukan. Angket diberikan kepada

kelas eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui kesan, tanggapan atau respon

mereka terhadap metode community language learning. Selain itu dari hasil angket

ini, dapat terlihat bagaimana motivasi siswa dalam belajar bahasa Jepang khususnya

(20)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

cobakan dengan yang tidak, serta kesulitan apa yang dialami siswa saat belajar

dengan menggunakan metode community language learning dan metode yang biasa.

H. Teknik Pengolahan Data

1. Pengolahan Data Statistik

Data dari hasil penelitian kemudian diolah oleh penulis dengan menggunakan teknik

statistik komparansional. Statistik komparansional digunakan untuk menguji hipotesis

yang menyatakan ada-tidaknya perbedaan antara dua variabel (atau lebih) yang sedang

diteliti (Sutedi, 2009, hlm. 228). Adapun langkah-langkah pengolahan data yang akan

dilakukan dalam penelitian ini adalah :

a. Membuat tabel persiapan untuk menghitung nilai t hitung seperti berikut ini :

No X Y X y x2 y2

∑ M

Keterangan :

No : diisi dengan nomor urut, sesuai dengan jumlah sampel.

X : diisi dengan skor yang diperoleh kelas eksperimen, disesuaikan dengan

jumlah siswa yang mengikuti tes tersebut.

Y : diisi dengan skor yang diperoleh kelas kontrol, disesuaikan dengan

jumlah siswa yang mengikuti tes tersebut.

(21)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu y : deviasi dari skor Y.

x2 : diisi dengan hasil pengkuadratan angka-angka pada x.

y2 : diisi dengan hasil pengkuadratan angka-angka pada y.

∑ : jumlah dari setiap kolom bagian.

b. Mencari mean kedua variabel dengan rumus berikut.

Mx = ∑ dan My = ∑

c. Mencari standar deviasi dari variabel X dan Y dengan rumus berikut.

Sdx = ∑

2

dan Sdy = ∑

2

d. Mencari standar error mean kedua variabel tersebutdengan rumus berikut.

SEMx = ��

−1 dan SEMy =

�� −1

e. Mencari standar error pembeda mean X dan Y, dengan rumus berikut.

SEM x-y = �� 2+�� 2

f. Mencari nilai t hitung, dengan menggunakan rumus :

T0 =

��

(22)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Setelah menganalisis hal-hal di atas, selanjutnya dicari nilai t tabel dengan

taraf signifikan 5% untuk menguji hipotesis yang diperkirakan sebelumnya

dengan ketentuan sebagai berikut :

1) t hitung ≥ t tabel Ho ditolak, berarti terdapat perbedaan nilai mean yang signifikan antara variabel X dan Y.

2) t hitung ≤ t tabel Ho diterima, berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel X dan Y.

h. Menetapkan derajat kebebasan (db) dengan menggunakan rumus :

db = (Nx + Ny) – 2

i. Memberikan interpretasi dengan melihat t tabel.

Setelah nilai derajat kebebasan (db), kemudian diberikan tafsiran/ interpretasi

terhadap hasil t hitung dan nilai yang ditunjukkan pada t tabel. Penafsiran ini

dilakukan dengan cara melihat nilai t tabel pada kolom db yang sesuai, dan pada

(23)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Dahidi, Ahmad &Sudjianto. 2004.Pengantar Linguistik Bahasa Jepang.

Jakarta: Kesaint Blanc.

Hidayah, Ami Nurul. 2012. Efektivitas Meode Cooperative Learning

Teknik Think-Pair-Share dalam Pembelajaran Sakubun (Penelitian

Eksperimen terhadap Mahasiswa Tingkat III Jurusan Pendidikan

Bahasa Jepang UPI Tahun Ajaran 2011-2012). Skripsi UPI.

Bandung: Tidak diterbitkan.

Margono, S. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka

Cipta.

Muneo, Kimura. 1988. Kyojuhou Nyuumon. Tokyo: The Japan

Foundation.

Syamsuddin, AR. dan Damaianti, Vismaia S.2007. Metode Penelitian

Pendidikan Bahasa. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sub Koordinator MKDP Mata Kuliah Landasan Pendidikan. 2010.

Landasan Pendidikan. Bandung : UPI.

Sudjianto.2000.Gramatika Bahasa Jepang Modern.Jakarta: Kesaint

Blanc.2004. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint

Blanc. 2010. Metodologi Pembelajaran Keterampilan Berbahasa

Jepang. Bekasi:Kesaint Balnc.

Sugiyono. 2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Sumantri, Ahmad. 2006. Pengaruh Penggunaan Macromedia Flash dengan

pembelajaran Kosakata Bahasa Jepang . Skripsi UPI. Bandung:

Tidak diterbitkan.

Sutedi, Dedi. 2009. Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang. Bandung:

(24)

Intan Siti Nurjanah,2014

EFEKTIVITAS METODE COMMUNITY LANGUAGE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BPERCAKAPAN BAHASA JEPANG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tarigan, Henry Guntur. 2009. Metodologi Pengajaran Bahasa.

Bandung:Angkasa.

The Japan Foundation. 2007. Hanasukoto O Osieru. Tokyo. Hitsuji

Shohou.

Yudha, Christian Eka Tri. 2010. Efektivitas Penggunaan Metode Time

Token Dalam Pembelajaran Kaiwa (Penelitian Eksperimen

Terhadap Mahasiswa Tingkat II JPBJ UPI Tahun Akademik

2009/2010). Skripsi UPI. Bandung: Tidak diterbitkan.

Yunarti. 2008. Penerapan Metode Community Language Learning (CLL)

dalam Pembelajaran Keterampilan Kalam Siswa Kelas VIII Di MTsN Prambanan Klaten. Skripsi UIN. Yogyakarta. Tidak diterbitkan.

Website

http://carapedia.com/metode_pembelajaran_community_language

_learning_cll_info4021.html

Website http://rimalrimaru.com/pengertian-efektivitas/

Website

Gambar

Tabel 3.1
Tabel 3.2  Kriteria penilaian tes

Referensi

Dokumen terkait

Adapun yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini ialah modal kerja dan leverage.. Seperti yang telah dikemukakan oleh Sugiyono (2012:39) bahwa variabel bebas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam konsep pendidikan seksual perspektif pendidikan Islam terdapat etika dan kaidah yang lebih menyeluruh dan terperinci dibandingkan

Penggunaan klausula baku dalam hukum perjanjian, pada dasarnya dapat ditelaah dari asas kebebasan berkontrak, dalam hal ini kebebasan berkontrak apakah dimaknai sebagai suatu

Hasil penelitian dari pengambilan data hasil belajar lompat jauh gaya jongkok untuk aspek kognitif, afektif dan psikomotor pada siswa kelas V SDN Kabuh I Jombang sebelum (pre

Bogdan (dalam Sugiyono,2007:244) PHQ\DWDNDQ ³ Data analysis is the process of systematically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes, and other

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi, maka dapat ditarik kesimpulan

Setiap hari ia menghafal kata baru sebanyak tiga lebihnya dari jumlah kata yang dihafal pada hari sebelumnya.. Jumlah kata yang dihafal Ani selama 15 hari pertama adalah …

Keempat, dari sisi pembangunan kesejahteraan umat, zakat merupakan salah satu instrumen pemerataan pendapatan. Dengan zakat yang dikelola dengan baik, dimungkinkan membangun