• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM BETON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM BETON"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

PRAKTIKUM BETON

r,

B.

- - F;AKULTAS TEKNIK

l l ) J ~AS KRISNADWIPAYANA

LABORATORIUM ARSIP FAKUL TAS TEKNIK : ',

UNIVERSITAS KRISNADWIPAY4NA

fl I

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya, sehingga dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Beton. Laporan

ini berisikan tentang ;

• Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar

• Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus

• Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles

• Mixing Design (Rancangan Campuran Beton untuk Benda Uji)

,clan

• Kadar Bahan Organik Agregat Halus

Pada kesempatan kali ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada Kepala Laboratorium Teknik Sipil, yaitu Bapak Yonas P. A.

R.

Marpaung, MT., MM. , Laboran Teknik Sipil yaitu bang Tjoko Petra Perdana, ST. dan Asisten laboratorium bang Muhammad Luthfi,ST. , dan bang Didimus Dedy., ST. yang telah mengarahkan penulis dalam melaksanakan 5 Pengujian Pratikum Beton

ini.

Dan

tak

lupa juga penulis mengucapkan terimakasih kepada rekan rekan kelompok yang membantu selama pengujian pratikum ini berlangsung.

Dalam penyusunan ini, penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun kepada pembaca umumnya. Penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan maupun perhitungan angka dan kekurangan dalam laporan ini.

Terima kasih

Jakarta, 08 Juli 2022

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM BETON

· Jakarta, 10 Juni 2022

Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Praktikum Beton Yang di buat oleh :

Assisten Laboran

Muhammad Lutfi., ST.

ing

Yonas P. A. R aun . MT. MM.

NIDN : 0328087803

NIM:

187t)lil125.

Mengetahui,

Assisten Laboran

Didimus Dedy., ST.

(4)

DAFfARISI

KARTU PRA TIKUM BETON ...

1

JlJDUL ... 2

LEMBAR PENGESAHAN ... 3

KATAPENGANTAR ... 4

DAFf AR ISi ... 5

MODUL PRATIKUM

1. Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar ... 7

1.1 Data Analisa Saringan Agregat Hal us dan Kasar ... 11

1.2 Perhitungan Analisa Saringan Agregat Kasar (Split) ... 12

1.3 Perhitungan Analisa SaringanAgregat Halus (Pasir) ... 13

1.4 Grafik Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar ... 14

1.5 Kesimpulan ... 17

2. Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Halus ... 18

. 2.1 Data Pemeriksaan Berat Jenis Agregat Halus ... 24

2.2 Perhitungan Berat Jenis Agregat Halus ... 25

2.3 Kesimpulan ... 27

3. Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles ... 28

3.1 Data Pemeriksaan Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles ... 31

3.2 Perhitungan Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles ... 32

3.3 Kesimpulan ... 33

(5)

k

4. Mixing Design ... 34

4.1 Data Perhitungan Kekuatan Tekan Beton Karakteristik ... 38

4.2 Perhitungan K22 Normal Methode Absolute Weight Basis ACI 211.l-91 ... 39

4.3 Dokumentasi Pemeriksaan Beton Segar Slump Test ... .40

4.4 Kesimpulan ... , ... 41

5. Kadar Bahan Organik Agregat Halus ... .42

5.1 Dokumentasi Pengujian Kadar Bahan Organik Agregat Halus ... .45

5.2 Kesimpulan ... 46

5.3 KESIMPULAN ... 47

(6)

BAB I. PEMERIKSAAN BAHAN C·AMPURAN SETON

1.1 . PEMERIKSAAN AGREGAT

1.1.1 ..

ANALISA SA~INGAN AGREGAT HALUS DAN. ~A!:>AR

1. MAl<SUD

Pemeriksaan · ini ' d11i1al<sudkan unt,uk menenlukan pembagian bulir (gradasi) agregal lwlus . dan agregat kasar dengan, menggunakan saringan, untuk keperluan disa1n campuran b!,?lon.

2.

PERALATAN

a) Timbangan dan neraca dengan l<etelilian 0,2% dari berat benda uji. · b) Satu set saringan : 3/4": 3/8"; no. 4; no. 8; no. 40; no. 50; no. 100;

no. 200, ditambah part

c) Oven, yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (110 :!: 5)"C.

d) Alai pemisah contoh (sample spliter).

· e) Mesin penggu91c~1n9 saringan.

'

f) Talam-talam

g) l<was. sil<al kuninoan, sendok dan alal-alat lainnya.

3. BENDA UJI

Con1ol1 agrC(Jal I 1, iii 1:; (pc!sir) dan cont oh agregal kasar (split) secukupnya.

Bila agregat bcrup:1 c,rn,puran ciari agregat halus dan agregal kasar, agregal tersebut dip1s.:i h:1c1n menjadi 2 bagian dengan sarlngan no. 4.

lab.sipil unkris/ind.doc/00

(7)

4.1 CARA MELAKUKAN :

a) Ar'hbil cOr)loh agregat secukupnya, gunakan sample spliler atau alal pemisah - coajoh (sarn perempal) untuk pembagian _ bulir secara ,:nerata.

b) 8erida uji dikeringkan dalarn oven dengan suhu (110 :t 5)°C selama '24 jari1 atau sampa1 berat agregatnya tetap.

c) Setelah benda uj1 kering keluarl<an darl oven dan dinginkan.

d) Susun saringan pada mesin pengguncan·g dengan susunan saringan paling besar ditempatkan paling atas dan seterusnya sampai ukuran · saringan yang paling kecii, dan yang pali~g bawah adalah pan.

e) Masuk_kan benda uji pada saringan yang paling alas, kemudian tutup.

Jepit susunan saringan ·tersebut, lalu hidupkan motor mesin · pengguncang selama 10 sampai 15 me nit.

f) · Buka saringan tersebut lalu timbang be~al masing-masing benda uji yang terlahan pada rnasirig-masing saringan, kemudian _q1;1la!. , · g) Lanjutkan perhitL111gon sesuai yang tercantum pada formulir.

•·• I

h) Pek~rjaan dilakukan salu persalu secar;:i bergantian urituk agregal halt.is dan agragat kasar.

5. PERHtTUNGAN:

Hitung prosentase berat benda uji yang tertahan di ·alas masi,:ig-masfng saringan terhadap berat total tienda uji.

6. PELAPORAN Laporan meliputi:

a)- --;Jumlal1- prosent·as·fr-melaloJ-nrasing=masing-·~arrn·gan· atau • jomlah prosenlase di a:c1s inasing-masing saringan dalam bilangan bulal.

b) Grafik akumulatif.

lab.sipil unkrfs/ind.doc/00

(8)

Tabal

ui<.~riin-

1 ,-

sanngan , standard \ I

Amerika

I

(USA)

I

2

inci

inci

inci

¼ ir,d ·

½ inci 3/8 inci

Batas-batas gradasi untuk agregat halus dan agregat kasar Pcrscn yang lolos sa~inga;,

Agregal

Halus ASTt,l C-33

100 95 - 100 80- 100 50- 85 25-60 10-30

···-··-·-.. ,----··--·---·--r

Aaregat Agr~gal

!

Kc1sar 1

! I I Kc1s,ir

j

No .. ; -'J/2 in

! !

' ,

i OO

! :~

gi{- 100

20-55 0 -10

0-5

No . 4- 1 in

I

100

95 - 100

25-60

0 -10 0- 5.

Agregal Kc1sar No. 4 -in

·100 95 - 100

35- 70

10- 30 0-5

Agregal Kasar No. 4 • 2

in

95 - 100

35-70

10- 30

0-5

• IU ..

Agregal Campuran

0-1½ in

98 -100

60-68

47- 57 35-45 26-36 18-27 11 - 19

2-8 1-2 No. 4

No . 8 No. 16 No. 30 No. 5.0

No. 100 2- 10 .

- ··-- ---···.

.

.. ..

···-·---·---···--- - - - ' - - - ' Tabel Batas-b.it.is zone gractasi agregat halus

---~

Ukuran Persen konrnlatif lolos saringan

Zona gradasl 4 Sarlngan

(mm) 10.0 5.00 2.36

- ue

Zona gradasi 1

!

Zona gradasi 2 Zona gradasl 3

. , ··1 .... ---·--·-·--··--··- - - - -+-- - - - -~

100

I

: 90-100•• "Y • , ,

60 - 95

j

0- 10

I

I

100 90 - 100 75-100 - 55-::-90

0- 10

100 90- .100 85 - 100

·-75 =-100

100 95 - 100 95 - 100 90 - 100

60-79 80-100

. \ :- ~:~•,;-'>IJ':, .;: ·r ~ ·~· •

12-40·

1s.::

50

0-10 10-15

l

.. ·---··· .... ·-··· ---1---·

lab.sipil unkris/ind.doc/00

(9)

l;.~~:i...:.J.---(j)

,---©

r-J

c \~ ~

ts'

1--~~-'>--d_.,,~·:ifl-©

CD

GAMBAR 1 . SUSUNAN SARINGAN ·PADA MESIN PENGGUNCANG SARINGAN

KETERANGAN GAMBAR:

1. Penjepit Saringan 9. Palang penggantung

2. Puli 1.0. Tutup saringan

. 3.

Sabuk pernuti:lr . 11. Pan

4. Saklar 12. Landasan

. LI J

5. Motor pemutor 13.Tiang penggcintung

6. Condensator 14. Bout penjepit

7. Saringan 15. Sentrik

8. Penggantung saringan I

(10)

LABORA TORIUM TEKNOLOGI SETON

FAKUL TAS TEKNIK

UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA JAKARTA

...

(N1ma lnslons~J•walln)

:.ampiran SuraVLaporan no.: ... .... ... . Dlkerjaken : ... .. . ..

Nomor Conloh Pekerjaan

Dlhilung : ... ... ... .... . Diganibar : ... . Dipertksa !.. , : .. .. ... ... ... . .

ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR

A. FRAKSI KASAR (SPLIT) Berat split kerino: gram

Saringan Tertahan Jumlah Persen Persen

Sarin gan (gram) Tertahan (gram) Tertahan ('/.) melalui ·('/.) .

}(.i" ,~

0 381 __ J_!~ 90,5 %

3~··

3/~i, --~_Jj}_8

.. ...

·· ·-·· - -

_).~g ___ ~2,ff~ 47,

¼'

L

\6 ft _ _-3156 __ 78,~¾ 21,t /4

~ :1..if sji · ·- __ _}_b.~~ 11,2 1/o l,,,g %

~ 0

- ---- 7---iio· · · · ---·· __ __B.:5& . !H,8 1/, 6, I ¼

~ j'' ·•----~---- 1:5·

·-

371-3 . :Jif,?, .X __ S/r½

No. 100

·- ..

N0.200

----

·- - - - -•-·•·'

- ·-

Pan

·e.

FRAKSI HALUS (PASIR ) Beret pasir kerin~ : aram

Saringan Tert.ahan Jumlah Persen Persen

Saringan (gram) Tertahan (gram) Tertahan (%) melalul (%)

I

3/.4'' if'

C) . .. --- C>, 0

I~. i 0/o jg fa

~8'~ - ----·· 3,5S" 'JJO t-l/,7 1/, ']S,3 1/,

N90VD ,, ITO

..

// Yo 7(. '% 2~ o/o

~,tj80~ S'q

JI:)~. -··--- -- "'r},f, z )D, j ¾

--·-··-·- ····

No,/4CO

(OZ

'12-36 8b, i ¼ 131& ¾

~·· J!:!i ·--- ... -- /81 ....

_ ·- " .

--···· ·- .J Lff'-.. .... _ ... 1ti.'½ .... .--._J,2 .. ¼ -·'-·

No. 100

·-·· · .

- . - ---

No. 200

- -·-·

··--····- - · ·--. . .. . . ·-- -·- -

... - ··-··-- --·----·----

Pan

lab.sipil unkris/lnd.doc/00

(11)

SIEVE ANALYSIS

ASTM C.33 -90 ; BS BB2 : 1973

MATERIAL RUDE AGGREGATES I GRAVEL) DATE 01 -JULI 2022

SOURCE BELITUNG COKLAT LABORATORIUM FAKULTAS TEKNIK UNKRIS

WEIGHT OF SAMPLE 4000 Grom I WEIGHT OF SAMPLE 4000 Gram

USA SIEVE INDIVIDUAL CUMULATIVE INDIVIDUAL CUMULATIVE STANDARD OPENING WEIGHT WEIGHT RETAINED FINER WEIGHT WEIGHT

I

RETAINED

I

FINER

I

AVE

I

SPEC

SIEVE RETAINED RETAINED RETAINED RETAINED

In.No mm gram gram % % gram gram % %

NO.I" 25 0 381 9.53 90 0 381 9.53 90 90.48 100-100

NO.3/4" 19 1738 2119 52.98 47 1738 2119 52.98 47 47.03 90 -100

NO.1/2" 12.5 1017 3136 78.40 95.55 1017 3136 78.40 21.60 58.58 75 -100

NO.3/8" 9.5 512 3648 91.20 8.80 512 3648 91.20 8.80 8.80 55 -90

NO.4" 4.75 110 3758 93.95 6.05 110 3758 93.95 6.05 6.05 35 -59 N0.8" 2.36 15 3773 94.33 5.68 15 3773 94.33 5.68 5.68 8-30

FM(%) 4.20 FM(%} 4.20 __L 1 4.20 1 1 --I

AGGREGATE GRADATION CHART ZONE 2 120

g

100

...

X 80

ill

60

.. ...

40 i:'; ;:;; 20 z ;:;; 0

"'

C

...

-20

I :tt?=

~00 1 I

I ~ ..!~~-:: --·=-'-<r -- ---1

I -

--- ./ __.---:_ '_

--_..,-,5

~ . ., ---+--i55 ... - 6--- 5 ~ ... -

A----.-O"T4--

t +~ - .J--- 1 I

!

' I sive size (mm) AVERAGE SPEC

0.150 0 0 10 0.300 6 8 30 0.60 6 35 59 1.18 9 55 90 2.36 59 75 100 4.76 47 90 100 9.52 90 100 100 0.150 0.300 0.600 1.200 2.400 4.800 9.600 SIEVE SIZE (mm)

( Quality Control )

(12)

SIEVE ANALYSIS

ASTM C.33 · 90 ; BS 882 : 1973

MATERIAL : FINE AGGREGATES I SAND) DATE 01 JULI 2022 SOURCE : BELITUNG COKLAT LABORATORIUM : FAKULTAS TEKNIK UNKRIS WEIGHT OF SAMPLE : 1500 Gram I WEIGHT OF SAMPLE : 1500 Gram USA SIEVE INDIVIDUAL CUMULATIVE INDIVIDUAL CUMULATIVE STANDARD OPENING WEIGHT WEIGHT RETAINED FINER WEIGHT WEIGHT RETAINED FINER AVE SPEC SIEVE RETAINED RETAINED RETAINED RETAINED in.No mm gram gram % % gram gram % % NO.4 4.75 0 15 1.00 99 0 15 1.00 99 99.00 100-100 NO.8 2.36 355 370 24.67 75 355 370 24.67 75 75.33 90 -100 NO.40 0.6 770 1140 76.00 95.55 770 1140 76.00 24.00 59.78 75 -100 NO.SO 0.3 54 1194 79.60 20.40 54 1194 79.60 20.40 20.40 55 -90 N0.100 0.15 102 1296 86.40 13.60 102 1296 86.40 13.60 13.60 35-59 N0.200 0.075 187 1483 98.87 1.13 187 1483 98.87 1.13 1.13 8-30

FM 1%) 3.67 FM 1%) 3.67 3.67

AGGREGATE GRADATION CHART ZONE 2 120

I

I

I

;

g:

100 I 00---,,---_;;.-'il;ge---,_

I - ... ..-

::c so

I

I I

--

--(!) '~

----= ~ -

"15 w

60

I I

Spec

J

_. --I 3:: >-!

---

....---~s ,;

--

I

...

w > 40

_.-t-<o

I ,;

I

Average

I

I w ;;; 20 I (!) -,"T4--I z

--

;;; 0 I I

.,, I

cl:

....

-20 sive size (mm) AVERAGE SPEC

0.150 0 0 10 0.300 1 8 30 0.60 14 35 59 1.18 20 55 90 2.36 60 75 100 4.76 75 90 100 9.52 99 100 100

0.150 0.300 0.600 1.200 2.400 4.800 9_600 SIEVE SIZE (mm)

( Quality Control )

(13)

,.,_ ( _ ~ '-(()a:) ~~) '

~- l€J.\:O.~

o.<k\~

(q~~) .

..t \ ·~ ,::

0

,,a, ~1'{• ,::.11\<J-~1-:: 11''>~

,f- y.,._ .,

"' -3\ ¼ _ )..~ .,.

(017

(J('<>"'

f

1>

/& '' ,:: ; G"Ri - ,_.

11, 1c,

P- <JCOJ"'

¥- 4'' ,:: :r1!.i- ?,)dl.{l> :: 1\0 9(0.("

• 1:,' "' ~11?. - ; 7~

-==

fc; q('(U'rl

I> .

tt(¼).Vb,(,

(% )

3/~

.l~

'coo

-::~~

~.

l(.:, "

-::

- '(oov ?f:;,t.

), (Ou

= -za

I

'-J_~

w ¾" ~g

---,;, ~tp'i)

~CJ,.~$.

,.If ~· ~o:» 1<uro cq},q l

'3.

\ll)O\l

- ,, 1'71 X COO = CJf.:,,:

C.,

"'~u.,· (_~)

It

\ Ill

,. too

-qtS-

,-::: qo,c %

~/-<

:: (j)'il -

q;-~ " l.{7,1 !.

.?-J , "' "

Y,'' "'

lOiJ -

'Zi ,'(.

-,:

"'i,& ?;

Yi''

-:: \o::> -g\,'2

b, l

1

.-,\ 41• =- lJJO - cp,~

Jt-- i· /J:lJ ' q~,'.!> ::'i;",1&,

-;'

(14)

.e,. M()}.u.• l~o.ro-t, t~v q~,.

0..

~qj.\--..~ ~\co.,(' a,~~<Jru'

\,l"

~-o

i

I/ -:

?~ - ({"

? ~

q~

,\

'40"

:,

lllfo - :q., -, 710 qca"'

ro' ll~'l - /l~o

-: i;~

o/tfCV'

oc;;:,'' "' 1~

-l~N

::. 10.2.

q~

lo) V

-= 1~i1 - I

.2~ ;

1i'1-9~

"' ~eJ;'c--~«}~ ~"' (?:,).

't

I..(_"

-:::- It; lO"i>

::-t

1.

/rgi)

4 1)11 ~?o

~U)O -=--

..2\1,'.:/, ; ,If

\.().

(6'\l:)

-: l\~

- ~\o\) -°tb t

~v

I so:>

.,. llq't

k\oO ""1~,b t .

(15)

KESIMPULAN

Analisa Saringan Agregat Balus Dan Kasar

Dapat disimpulkan dalam pratikum kali ini mahasiswa dapat menentukan pembagian butir (gradasi) agregat halus dan agregat kasar dengan menggunakan saringan, untuk keperluan desain campuran beton.

Modulus kehatusan pada pratlkum Inl mahasiswa menganalisa dan menghasilkan nllai agregat kasar (split) sebesar 8,6%, pada Berat split kering fraksi kasar 4000 gram. Sedangkan agregat halus (pasir) yang diperoleh adalah 3,7 % dengan berat split kering 1500 gram.

Setelah selesai pratikum mahasiswa diharap dapat merapikan, serta mengembaiikan alat-alat

pratikum pada tempatnya.

(16)

1.1.3. BERAT

.lE/JIS

DAt~ PENYERAPAN AGREGAT

HALUS

e

t. MAi<SOD

Pemeriksaan 111 i d11 :,:1I,sudl<•;11; l1i1lul< menenlul<a11 beral ·jenis (bulki, beral 1erns Rering perli1\lhi!<ii1 1er1ut1 .(Sa(uraled Surface Dry

=

SSD), beral jenis semu (appar.ent} dan penyerapan dari agregal halu$.

a) Ber.a[ jcnis (bulk specif.le grnvity). ialah perbandingan anfara petal agregal l<ering rIw1 l)erat air sulirig: yang isiny:a sama dengan (si agreg;:1I dala,n l10nc/aa11 Jenul1 j)ada ·su.hu iertentu.

b') Bqtat Jenis lrnrin!J perrJ1uli <1an jenuh

(SS_D)

falah perb'andingan ar,itara be(cJt

c1;'.Jl't~ga1

/<ering p.errnukaan jenuh da'n beral air suling ya,ig isinya sa,11.1 denoan

fs,

agre(Jal daJam keadaan Jenuh_ pad a suhu tertenlu.

c) Bcrat jcnis scum (npp.nrcnl specific gravity).

iali:!h

perbandingan . antara berat ·aorc;:gal f1ering dan berat air suling yang isinya . sama

dengan isi . .igru.[jtII dalai11 l<eticfaM f~eriiig pa·da suhu rertentu,

d) Penycrapan ialt1h persenlase berat · air yang dapat diserap pori t.er11a'dap beral rigregat l<ering.

2. PERALATAN

a) Timbangan: l<c1pn :;i,tas 5 kg ata.u le.bih dengan ketelitian O, 1 gram.

b) Alai pt=lmis_ah contoI1 (saniJJle spliter) .c) Pi1<110111eter deno,111 kap.asitas 500 t11l.

d) l<erucul terpaw::no (c.one) diameter bagian alas (40

±

3) mm ,

di~11nete('

ba9.i.11,

-IT,.1,·1e11'1lJ0 T J P 1m1-;-di:rrningg•i t Y-5- ±

3)-mm,

-diboal

_dari l1uninga,~ fIt,1u 1090111 telJal min

o,a'

mm .

e) Ba.tang pem1111IH1l, y~111g meinpunyai bidang penumbuk rata, :(340

±

15) gram r.ii,11neter permul<aan penumbuk (25 ± 3) mm.

berat

lab,sipil unkrls/in'd.dodOO

(17)

f) Saringan no. 4

g) Oven, yang d1len!.)l«Jpi dungan pe11gatur sulw untuk memanasi sampai ( 110 ~-

sr-c

h) Pengukur suhu dengan keteht ian pembacaan 1

°C.

i) Talam.

Ji

Bejana ten~pal air

I<) Pompa hampa L1drnc:1 (vaCLJulll pump) atau tungku.

I) Air Sllling.

m) Oesik-ator.

3. BENDA UJI

Benda uji adalah agre\Jal yang ;rnelewa.ti/lolos saringan no. 4 diperoleh dari ala! pen,isah contol1 a tall cara peremp~t, sebanyak 1000 gram.

4, CARA MELAKUKAN:

a) Keringkan benda uji dalam oven pada suh_u

105°C

sefama 24 jam aiau sampai berat totap. Yang dimaksud dengan berat tetap adalah keadaan berat benda uji selama 3 kali proses ·pe·nimbangan dan pemanasan dalam oven dengan selang waktu ·2 jam berturut-turut, tidak akan mengalami • perubahan kadar air lebih · besar daripada

·O, 1 %. Dinginkan par.la suhu ruang, kemudian renda'm · da'lam air selama (24 ± 4) jarn,

b) Buang air perendam yang jernih_ dengan hali-hati, jangan ada butiran yang hilang, tebarkan agregal di atas talam, keringkan di udara terbuka dengan • panas. mataharr dengan cara diaduk-aduk atau _metpbaUk-bali.kk$n bencla uji, dapal juga dengan cara dipanaskan di alas kompor listrik atau dengan bantuan oven, sehingga terjadi proses pengeringan yang merata. Lakukan pengeringan sampai tercapai keadaan kering permukaan jenuh (SSD).

lab.sipil unkris/ind.doc/00

(18)

• I

c) Apabila suhu contol1 benda uji sudal1 sama dengan suhu ruang, rnoka pe~iksa_.J;._9act,1,In kcri11g p0r111uk.io'.ln jonuh dengan mengisikan

' '

benda uji ke dal;:n, kerucut terpancung dibagi rnenjadi tiga bagian, tapis pertarna d'ipac.!:1tkan dengan batang penurnbuk sebanyak 8 kati, lapis kedua dipac!atkan sebanyak 8 kali, ken~udian pada lapisan ketiga seoanyak 9 kali , dengan jumiah keseluruhan Jumbukan sebanyak 25 kali, :tI011gan tingg i jatul1 penurnbL1k 5 sampai 10 mrri di at.as perrnukc1an r:: ,: ,to!) bend a uji secara mer a ta dan jatuh be bas, setelal1 isi kerucut pe11uh ratalrnn bagian atasnya , bersihkan daerah di • sekitar k.erucL1l dari bt.itiran · agregat yang tercecer, kemudian angkat kerucut tersebut dalam arah verifkal secara perlahan-lahan. _

· d) Amati contol1 paclc1 sc1at ditu.1ka, apabila masih tercetak rapi, maka contoh masih basal1, keringkan kembali contoh tersebut dan apabila contot1 jatuh .lepas keseluruhan, maka contoh terlalu kering . Keadaan- kering perrm1kaan ie11ul1 (SSD) tercapai bila benda uji runtuh akan tetapi masih dal.a111 )<eadaan tercetak.

, e) Segera setelal1 tercopa i keadaan kering permukaan jenuh (SSD), masukkan 500 gram llenda L1ji ke dalarn piknometer. Masukkan air suling sampai mencapai 9Q% kapasitas piknometer, putar sambil diguncang sampai tidak terlihat gelembung udara di dalamnya. Untuk mempercepat proses ini dapat ·digunakan pompa hampa udara, tetapi harus diperhatikan jangan sampai ada air yang ikut terhisap, dapat jLiga dilakukan dengan

cara

memanaskan piknorneter di alas tungku a tau kompor 0l istrik smnpai _gelernbung udaranya hilang.

f) . J<emudian angkat pik110111eter dari alas kompor lislrik dan letakkan piknometer di alas ;il,.,s _l<ain ;;1tmI kertas agar piknometer lidak pecah dan biarkan sa,npai suhu menurun. Rendarn piknomeler dalam air dan likUr s~llll air untuk penyesuaian perhitungan pada suhu standar

25" C.

g) , Tarnbal1kan air sampai rnencapai_ tanda batas.

lab,sipil unkrislind.doc/00

(19)

5.

i

h) l(en1~dian timbang piknorneter berisi air dan benda uji sampai ketelitian 0, 1 gram ( B t) .

I . .

i) 'l<elurrkan benda.

Liji

(air + pasir) ·dari piknometer sampai _piknomeler bers(h, dan letal<kan ~enda uj i dalam m~ngkok lahan: ,para:i . atau aluminium, keringl<an dalarn oven dengari suhu p '10 ± 5)°C selama

. I

_ 24 jan'l _atall sampai' 1Jera1 le lap , kemudian ding inkan benda uji dalam desikator.

j) Seteiah benda uji dingin, k~rnudian timbang berat benda uji kering oven(Bk) . .

k) Tentul<an berat piknometer berisi air penu_h sampai tanda. batas dan ukur suhu air guna penyesuaian dengan suhu_ standar 25° C (B).

PERHITUNGAN:

a) Berat je_nis (bulk specific gravity) lfk

= (11+500-lit)

·;

! 500

b) BeraI jenis kering permukaan jenuh

=

(If +500- HI)

(saturated surface dry)

I , ..

c) Berat jenis semu (apparent specific gravity)

=

(11 + Hk - Ht) Hk

d) Penyerapan 500 - Ilk

100¾

= ,<

Ilk

dimana :

Bk

=

berat benda uji __k_e_rJn g_o_v_e_o __ (gram) B = berat piknorneter berisi air (gram)

Bt

=

beral piknometer berisi benda uji dan air (gram)

500 = berat bendc1 uji clalam l<eaclc1c1n kering permul<aan jenuh

i,_.;,,<5raMJ ,,.

0

lab.sipil unkris/ind.doc/00

(20)

G.

~!:LAP-ORAN

'Htisii' d1laporkan dalrnn

r,;iirnoan

t1es11.1wl ·s,11npc11

dua

a1,1gkcl d1 belakar\g k<in.1a .

7, :C.J\Ti-\TAN

(AJ

·'

' '

'

t;;,:.-J /l

CARA M:ENCARI. PASIR' !WNOISI SSD ;

(C) (D)

1. Kct(r,::ul terpancung (Abram} diisi pasir lapis demi lapis dan ditumbuk beberapa kal,i dengan balal'lg, penumbuk sehingga jumlah tumbukan tiga lapis adala)l 25 kal1, lihat gambar (A).

2. Seterah kerucut penuh dan bidang ntasnya diratnkan, maka kerucut Abran1 dinngl,_at dol,1111 ,1rall ve ftilml secara perlahan-lahan : lihat gan~bi:H

tS) ,

3. Gan'lbar

(C)

n'lenu11jukkru1 pasir da.lam konclisi SSD .

• :, Garnb:cir (0) rne t1ul\JL1}.f;a11 f>asfr tidaK 9alam kondis, SSD.

lab. sipil unkris/ind.docJ00

(21)

r-~----

1, I

I

!

I I

i, ,,

'£. :

. , ,_

'.l..---

-

.

- - -- - - - - -

GAMBAR 2. PIKNOMETER

.

' .

....

) ".

• IIJ

(22)

LABORATORIUM TEKNOLOGI BETON

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA JAKARTA

···•··· ···

(Nama lnstansi/Jewaten)

Lampiran SuraVLaporan nci . : .. .. .. .. ... ..

Nomor Contoh Pekerjaan

Dikerjakan : : .. ... .. .... . I Dihitung : . . . .. . .. . . .. .. .... · Digambar : ... .... .... ..

Diperiksa : ... ... . : . ... .

PEMERIKSAAN BERAT JENIS AGREGAT HALUS

Piknometer I Piknometer II Rata-rata

I (gram) (gram)

Bera! bend_a_!l~_ri~~k~~i'.::1~.~-(~~

soo s-oa s-co

~er;i!_~e!'da uji _kering_ o_".'.e" :·:: .. :· ... ::··: ... (B~l .

Lt,S'q,(;, -_q.£,r:;,S -- Y(,2,r.

··-.

----

,Bera! Pi~nometer diisl air (25 C) ... ~-.:c: .. .. ... (B)

- --- - '{a r,e:, (,-=t-3, r - ~80/ s:

f!~ral Pikno_m!llc~•benda uji (SSD;+air(25°C) .. (Bt) _

9bf,r2- rt\, s cno,2- .

..

--·---

-~-- -···--

- --· ---

Plknometer I Piknometer II Rata-nta

(gram) (gram)

Bera! jenis (bulk) Bk

ti,~- z,s rt

I

'3

(bulk specific Qravily) (B + 500 - Bl)

----

Bera! jenis kering permukaan jenuh 500

z,,rbf 2, (2,95-

,(Saturaled surface. dry) (B + 500 -.. Bl) __

--- --- - --- -

-···

----

Be rat Jenis semu (apparent) Bk

2,,i- 2-1 8 1--s; t;

aooarent soecific oravil v\ /B+Bk-81\

Penyerapan S00- Bk x 100%

6,,08 0 io:/- _ ·. 0,0,.-5

(Absortllion)_ . Bk ....•

--··-- ·--·-·-- --·---·-·- ·- ·-

lab.•ipil unkris/ind.doc/00

(23)

~C).~ ~\ \@,;\<'q

?ru"' {$~)

~o..-'- ~aa "31

0\1~ (t,'t}

~o..l

~,~llll~Q.~

dJ\'-~ o.ic

(_.1S.

c..) l•)

\\~'1"1Qt..g;

~\lo.<- u1' l.,(,o, wd ..

I

I\ • ~"'\s.J~OJ'

~ ~ ~ t Q .

t

C..',Q) .,,. Q).) '\-'>\)I:>

i>- "'C'>b

l~J

(_o, -

e,.T)

"' ~t;<},I. k-\ll,'i,c; "' l.t(,~,s-

(!. \'0-""(\,-bl~ ~,~~tt)~\...~~

1

. 41,), <;

l;;G)

--.. - - - -=-;J,,s ')fO.(\'\

l !.,,-.,,~

,\-S'OO

-q~ ,,)

-t. -

1.tll'>,-t- "-'OJ

t .,. o,o'J-.

4lo~

~(t.(IO~~

\lo.to.-

I (A(O.~) \I

t

qto.t<') I:""

\ISlJ,1.

4~ 41,J.S

4lil~

t,7?>,~ -.&o

,c-

~l&,,.:i. (l~,i ~l-0,.2.

(G>) .,

~31

1\., ? ~,t;

.2

(_ t.,,J "'

~(,,b,~ -\C,~,.,; ,e,

1~

,J.

.l..

(24)

KESIMPULAN

Berat Jenis Dan Penyerapan Agregat Halos

Dapat disimpulkan dalam pratikum _kali ini mahasiswa dapat menentukan berat jenis (bulk), berat jenis kering permukaan jenuh (saturated surface dry = SSD), berat jenis semu (apparent)

dan

penyerapan dari agregat halus. Nilai ini diperlukan untuk menetapkan besamya

komposisi volume: agrc:gat dalam campuran bc:ton.

Nilai rata-rata yang didapat dalam pemeriksaan berat jenis agregat halus yaitu ; Bulk Specific Gravity = 11 .9

Saturated Surface Dry

=

12.95

Apparent Specific Gravity = 13.5

Absortion = 0.075

Setelah selesai pratikum mahasiswa diharap dapat merapikan, serta mengembalikan alat-alat

pratikum pada tempatnya.

(25)

, IIJ _.. ·

Ll ,5\ l<EAUSAN /\GHEGA·T 0ENGAN MESIN LOS ANGELES

t.

;,\/\l<SU:D

P'c1)1ctrik·saan 1rn dhnnksL1dls.a11 L1t1l-ik rnenentvkan l<eTahanan agreQal irnsar tm11o~lap -keausrn1 dengc.1n ,11eng9.uMkah mes]n Los Angeles . lfo.il llSrfll foselxut cl1nyqWlrnn d:enga11 p.erbandjngan anlara beral bahan m is lcwal_ sunnr:,on 11'0. 12 lcrlia.cl.=1p b·erat semi.JJa, dalam

persen.

;1, i'l.:H /\L,/\li'\N

. . I

,;.J

M.es111 Los /\nt,e.les

r•.;c,sin re rdiri

crari

siliMt:!r

bap

terlutup pada kedu'a sisiny_a dengan

~Jiamet.er 7'1 cm (28"), pa11ja11g dalan1 50 cm (20"), Silinder ~ertumpu 1joda cilia poros penclel< yang tak men·erus da.n berputar pada poros 1nenclatm. Sitfncter bcrlubang unluk memasukkan benda uji. Penulup ll1bang terpasa11g · ropa( sehingga permukaan dalam sil{ndet tidak terganggu. Di L>aoia1\ clalam silinder te:rdapa{ bilall baja melinlang

penul1

selingoi

U.~l

r,111 (3.,56").

L1) Sanngan no.

12

clan sarin9a1i-sariJ1gan lainnya seperti tercantum dalani D.:itlrn no. ·1

c) Ti1nl).:111t)an t.fengrn1 ketelilian 5 ara111

1:) l.\ol:.1-bol,1 hnj.i dcno.:in dinmctcr rnlc1-r~1ta 4,60 cm (1 7/fJ") dc1n beral uw-sing-mas;ng bol.:i ont_mn 390 gram s,unpai 4,15 ,gram.

~ ' ! _t)ve1\ , yano c.l1lcmgl<<1P' dengun pengatut sul1u ur-iluk-- memanasi ( 1·10 , !i)''C.

3. UENJ)/\ UJI

1 <1) (:Jnral dan gr.:iclasi IJencla uji sesuai Daflcir no. 1.

lab.sip.ii unkris/lnd.doc/00

(26)

b) Ckr~:11kan bepda l 1jl dan ke-rinokan dalam oven pada

su1,u (

11

o ± 5)°C

samp.:ii beml 1e1a,,.

Oaft:i.r no. 1

,Ukuran Sa~lngan ·-···· ·· · 13cr~·t

·clan graciasfi:ie.n7c'i"au}ffo.,im)

cw.it '. Tcrtahan . j

i

(mm)

(mm)

A I B c

1-... .. ... ...-.. . . ... __ . ... .

D E · F G

76.2 63.5 2500

63.5 50.0 2500

50 ll

38.1

5000 5000

38 l

25.4

1250 5000 5000

25.•i

19.05

1250 5000

19.05 12. 7 1250 2500

12.7 •· !

9.51

1250 2500 ...

9.51

I

G.35

2500

6.35 4.,7;5 2500 ...

4 75 ·2.3'.6 I .,.,: .

5000 ·

---·

.

..

..

. I

Jumlah bola 12

11 I

8 6

12 12 12

-·---·-

.. ··-··· ··

l 3330 .--·-·-·- ___

....

--- - ·-~

B,ernt bola

5000

4584

2500 5000 5000 5000

i

:t

25

J 25 I ±

20 ·

:!:

15 ± 25 ± 25 · ±

25

I '

4 . C/dU\ f;1ELAl<Ul<MJ :

n) l3cndauji dan bola-bola rhmasuklwn kcdalammesin Los Angeles.

t,)

Pur;ir mosin dengc111 kl!Cnpnlc1n 30 · sampai 33 rpm , sebanyak .500 pl1tuwn untuk grndcisi A. B., C, D :

1000

pularan untuk gradasi,E,

.F,

G . c) Sctelrih selesai p·emutaran. keluorkan benda uji dari mesin Los

I

l\n9etes, k~mudian saring dengan smingan no.

12.

Buliran yang

lab.slpll unkris/ind.doc/00

0

(27)

g) l<e11,~1dian CL1ci pil<r:onielor srnnpai borsil, dan keringkan.

h) lsi pil<nomcter clenuan ~:erosin sarnpai balas alns, kernudian limbang (W4).

5. PERHITUNGAN:

Bera.I jenis

= ·w2-w1

W2 - W1 + W4 - W3 • dimana:

W1 .

=

beral piknorneter

W2

=

Ber.al pilmometer I + semerr .

I

W.3 '

=

Berat piknorneter t semen ker.osin W4

=

Berat pilmomeler +

!~ecos_in

6. PELAPORAN

Hasil dilaporkan dalarn bilangan desJrnal sampai dua angka di belakang koma.

7. C:ATATAN

lab. sipil un~ris/ind.doc/00

(28)

0

GAMBAR 3. ME SIN TEST AORASI LOS ANGELES

I

I

(29)

i

. IIJ

. L~~ORAT6RIUM TEKNOLOGI SETON

FAKULTAS TEKNIK

·UNIVERSITAS KRISNADWIPAYANA JAKARTA

...

·

... .

(Nama lnslans~Jawalan)

Lampiran .~ur.iVLaporan no, : ... .. ... .... . .

Nomor Con1011 ·

Pekcrjaan · ... .

. .. ...

..

· Dikerjakan : .. .. ... . Dihitung : .. .; ... .. ... . ..

Digambar : ... ... .- Diperiksa : .. ... : .. .. .. .. .

PEMERIKSAAN t<EAUSAN AGREGAT DENGAN MESIN LOS ANGELES

Gradt.5i nerneriksaan

.

Sarin gan

Lewat Tertahai1

.

Bera! sebclum larl Bera! sesudah /arl

' a

, b

.70.~ !"!'.'!1.!~.:'.L ...

63,5 mrn .(2 _ __112")_ ·-· ····-·- ·- ·-•·· ·-·

mm (2 1/2") _ . . · _· 50.8 .. mrn (2"l

---

-- ·- ·

-··---

50.8

(llrn..(?:L .

37.5 rnrn (1 __

!!tl. ··-·--·

. ...

·---·

37.5 rnrn (1

1i.2.")

25.4 .rn,.(1.(11_ . . ..

.3~11_r . (,

..

. ··•···--···· Y-s,••---·-···

• 25.4 .mm .,~") --···- __ 19.0 rnm(3/£)

_______ 18_8D

1

<; --~% ' .

..

..

-·- .. IS J.L .. __ 716 ·

..

1~.0_!.1:1!.1:1 .(~!iJ ... .. 12.5_rnrn (l/i") . .

-·- ·· ).2: 5

mm..PB'..'>. ..

.... 9.5 m!TI.I~~~) .. .. • • • 4 , . . .

tis · .. ·- .... --~ & .... ___ · --·

..•..• 9.5 mm (318"} _ _ 6.3 mrn (1/4")

sq,

···---

ITT; 5

.. ~.3 mrn

(1/t>.__

.. _ .~ .7~.

':10.

_(_1)9_; 4) •. ·· ··· -·---- ·- -·· ·- ··- ··

4.75 rnm (no. 4) 2.36 rnrn (no. 8)

...,,

. Jurnlall hurat

'S·COI

~ "

E3ernl 1ertnh:iri s:iringnn n<?_.

If.

n = I

'28

!)rmn

--1.J_,_, _~_,~,..?_·

-'g._rarn

:i • l> =

'3

S ~ , gram

Keausnn = ,,-/,,. 100% = ...

?..<.].f. ..

1 . . •. • %

a

_,,..,

· ··-- q11 ro9

fJ'n ~(, f Z 41Sb I

lab.sipil unkris/ind .. doc/00

(30)

6t-o...da. \~

~~(q:J.~

~we,..-\.. ~ ( I

!,1;~ "'ff'

ti~·)

'" 1'\tt'

t \ ")

#5 '"' ~1'1'

tl J \9,0

~1YI ( ,,~

{C},O l'~(iJ. ~)

\J,

I; ~W\

(.1/

J.

h) t~S "'~ t.'r.,,~J M" ~"" l~f8 "')

~,c, "'"'

(_ !>lib) (,.~ """" (\/14'')

~,!, fo.('C'

l\/\l'~ 't,W

111(('1\

l ~ -.-)

u.~

'f',('I\

l~"'

.:t, ')I., Y'\\'11

<.. "° . '\,)

"}-1.('(l\()..°'C'

¾@.

~(01, <'I.).(.)

., /f, ,,

~,- ~"'~~"

o. = ,;.i ~m(n : 4'6i

qro.("'

o -

lo

vi - <\~()"'

,;.-3~~ q<"c:MI"

4 '(.ed\l.c;c,..(I Cl

~'o

- x.woi

:s=t,.

a

\Q(t,J.. ~(\,~ (_q()

~-l ~ "

l,-)

;1.1q,

at-{

.w8o,~

fa\(,

I

1,1& 171-

pg 'f8;

~q,s- -

'~-~ - ""'

t;.OJ\ \fd.1

1..1c;1:,,

(31)

k

KESIMPULAN

Keausan Agregat Dengan Mesin Los Angeles

Dapat disimpulkan dalam pratikum kali ini mahasiswa dapat mengetahui ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan menggunakan mesin Los Angeles. Dimulai dari mencuci bahan uji, mengeringkannya dalam oven, lalu memasukkan benda uji dan bola-bola kedalam mesin Los Angeles, setelah itu putar mesin Los Angeles tersebut sebanyak 500 hingga 1000 putar. Jlka sudah berhentl sarlng benda ujl tersebut menggunakan sarlngan no 12

dan

mahasiswa menghitung pemeriksaan pada benda uji yang disaring tersebut.

Setelah selesai pmtikum mahasiswo dih41'1lp dopot mempilum, serto mengembolilum 11l11t-11!11t

pratikum pada tempatnya.

(32)

1.1.6. KADAR BAHAN-ORGANIK AGREGAT HALUS

1. MAKSUD

Test ini dimaksudkan untuk mengetahui kadar bahan organik yang

. 0

·1erkandu11g ·dalam pasir yang akan digunakan sebagai bahan campuran beton

2 . .PERALATAN '

a) Botol organik . 11J

b) Larutan NaOH 3%

c) Standar warna d) Sample spliter

3. BENDA UJI

Ambii' contoh pasir c!alam keadaan asli (darl lapangan), lalu masukkan ke dalarn sample spliter agar pembagian butir merata.

4. CARA MELAKUKAN

a) Masukkan pasir yang telah dibagi tadi ke dalam botol organik · sebanyak 130 ml.

b) Tambahkan lc1rutan NaOH 3% sampai batas 200 ml

c) Tutuplah botol terse but, lalu kocok-kocok selama 1 O men it supaya benar-benar bercampur.

d) Biarkan selama 24 jam agar terjadi reaksi sempurna antara larutan NaOH dan, baha/1 organik.

e) Bandingkanlat1 warna larutan dengan standar warna: Standar warna .. ·.·

No. 1 dan No.2 berarti pasir tersebut bisa dipakai sebagai bahan campuran beton tanpa dicuci terlebih dahulu. Bila warna larutan sama dengan stand.ar warna No.3 dan No.4, maka kandungan bahan organiknya tinggi sehingga pasir tersebut perlu dicuci dahulu sebelum digunakan untuk campuran beton, dan apabila warnanya pada No.5 perlu dipertimbangkan penggunaannya.

Lab.-sipil unkri s/ind.doc/00

(33)

5. PELAPORAN

Hasil dilaporkan dengan rnelengkapi label yang disediakan.

G. CATA°l'AN

Hati-tiati larutah NaOH jangan sampai kena tarigan. bila hal ini terjadi

I

segera·dicuci dengan air bersih.

Lab.sipil unkris/ind.dod00

(34)

·,-:========== -·----==--=-=====~

GAMBAR 4. KADAR ORGANIK

KETEl<.ANGAN GAMBAR:

1. Stander warno 2. Botol organik

3. NoOH konsistensi 3%

(35)

-

PENGUJIAN KADAR BAHAN ORGANIK AGREGAT HALUS

Sempel 1 Sempel 2

Kedua benda uji pasir yang berbeda jenis (Pasir bogor dan pasir kali) yang sudah di beri suatu larutan kimia NaOH sebanyak 3% dari 1000 ml, Untuk mengetahui reaksi kadar organik yang maksimal harus di diamkan selama 24 jam.

Sempel 3

Untuk benda uji 3 jenis pasir yang di gunakan iyalah pasir bangka yang sudah di berikan larutan kimia NaOH sebanyak 3% dari 1000 ml, sama-sama di diamkan selama 24 jam untuk mengetahui kadar organik yang terkandung dan hasil yang di peroleh, perubahan warna kuning yang menandakan pasir dengan sempel tersebut mengandung kadar Organik yang berlebihan.

Sehingga tidak dapat di guanakan.

(36)

KESIMPULAN

Kadar Dahan Organik Agregat Halos

Dapat disimpulkan dalam pratikum kali ini mahasiswa dapat menentukan adanya bahan organik dalam agregat halus yang digunakan pada campuran beton. Kandungan bahan organic yang melebihi batas dapat mempengaruhi mutu beton yang direncanakan.

Setelah selesai pratikum mahasiswa diharap dapat merapikan, serta mengembalikan alat-alat

pratikum pada tempatnya.

(37)

BAB II. MIXED DESIGN

2.1.'RANCANGAN CAMPURAN SETON UNTUK BENDA UJI

1 . .MAKSUD

Menentukan jumlah dan perbandingan antara material beton tersebut guna mendapatkan suatu beton yang sesuai dengan permintaan.

2. KETENTUAN-KETENTUAN SETON RENCANA a) Direncanakan obk' = .. ~.~~.' .. kg/cm2

b) T. 1ngg1 s_ump yang d1h!rat an - .. _. ; ... ... . cm . I . k -

\O (! 2)

c) Deviasi standart = .. .. .. .' .. .. kg/cm2 d) Benda uji kubus bersisi = ..

..1~: ...

cm e) Type semen= ..

P.P.C:: ..

cm

3. DATA DARI HASIL PERCOBAAN a) Bj Se~en =

.?.!.?P .. ~

9 ·

b) BjPasir

=.J/f.P· ~q .

c) Bj Split= ..\

~r}~.'l.. kit

d) Bj air= .

..?.! .?H .. ltr ·

e) Pasir = .. ... % f) Split= .. ... 0/,

IJD, ~1pll'unlwstind. doc!OO

(38)

I .

4. TEORI PERHITUNGAN l<El<UATAN TEl<AN BETON l<ARAKTERISTII<

Balas l<c;:m1a11a11 Dal.:1111 Pcrcncanaan Campur.111 Belon

Sebagai akil;>al .dmi hasil beton yang berbeda-beda mutunya, maka dianggap perlu unluk rnerencanakan campuran be ton· yang kekuatari lekannya lebih besar dari kekualan lekan karakleristik.

Jadi : obm'

=

obk' + k •· s Dirnana:

obm'

=

kekualan tel<crn rala-rala obk"

=

kekuatan tekan karakterislik

k • s = batas keamanan, yailu hasil perkalian dari: . k = suaiu l<onstanl::i

s

=

deviasi standard

l<onslanla k diclapat dari maternalika lentang dislribusi normal; k berlambah besar jika jumla~ benda uji yang lidak memenuhi syarat kekuatan lekan (delektif), berkurang.

Dibawah ini dicanturnkan harga-harqa k.

Daflar. harga-hmga k.

k unluk 100 % defektil

=

1,28 k untul< 5 % clcfcktir

=

-1,64 k untul< 2,5 % defel<l1f = 1,9G k untul< 1% c!efcktif = 2,33

Sesuai dengan relwrnendasi lnlernasional unlvl< perencanaan serla pelaksanaan, bangunan beton, yang tercantum dalam CEB dan FIP, Indonesia rnetalu, 1-'DI 1971 111e11entul<a1i persentase defeklif sebesar 5 %, sehingga I<= ·1 ,G4

Jadi obm'

=

abk' + 1,64 • s Catalan:

l<ekualilll tcknn l1nrnl1tcristik ialah kel1uatan tekan. jika dari sejumlah

besar

l1asil-hasi! pe1neriksaan benda uji, kemungk,nan adanya kekualan lel<an kura11~I 1Ja11 IIu 1erl.rnlc1s s,imprn 5 % saia

lab.slpil unkrls/lnd.doc/00 .

(39)

-

N E u

Gambnr

Kdrn.,1 :111 i:11:i - 1~1.,

Spl!c1fib:a hi:

I

~-I-

_. / I " "

. I

<---1 .r,,1 s ->,

I

I I

('\ I

t

250 I 300 350 400 •150 Kckuatm1 tckm1 (kg/cni2 )

500 550

Gnmbar Distdbusi nonnal kck11a1an bcton

~: ~i~---

A;s Minimwn hnsil

~o-- - ---rtT

-10 -

U;s i'vlini1111u11 t1n111k hasil •10 a1a11 lcbih

:1,) - ---1---'-'F--'-'.-';c,,c.;~..:.c.;.'--l

- - ___ _ _ ! _ _ . . l _ _ _ L _--1.. _ _ JL...._ J

O 10·; ~00 ~00 ·NO g,:,<J /;,j.j NO

. 2

f:cl:ual:111 l:ar:iklcrislik (kg/c111 )

I-lubungn11 anlarn Dcviasi standard dn.n kck\lalan knrnktcristik

lab.slpil unktts/lnd.doc/00

(40)

Tabcl . Pcrbandino.in kckuatan l okan b e Ion p acJ a be rbag ai

benda

uji BcncJa uj i (c ml) Pcrba ndlng an kok ua lan lok an belon

Kubu s 1o x 10 ·;. 10 1,07

Kubus 15 x 15 x 15 1,00

Kubu s 20 X 20 X 20 0,95

Silindor 0, 15 X 30 0,83

Surn!Jcr : PBI 1071

Tabcl Pcrbandingan kekualan tokan bcton pada berbaga i um ur Umur beton (hari)

Semen porlland biasa Semen porlland dengan- kekualan awal linggi

. Surpbcr, : PBI 1971

3

.

0,40

---

0,55

7

1 '1 0,65 0,88

- - -

0,75 0,90

21 28 90 365

0, 95 1,00 1,20 1,35

----

0,95 1,00 1, 15 1.20

Tabel Mutu pelaksanaa~ diukur dengan deviasl _slandard lsi pekorjaan . Deviasi standard s (kg/cm2)

Sebutan Jumlah bcton Baik sekali Baik Dapat di terima (m3J

l<ecil < 1000 . '15 < s < 55 55 < s < 65 65 < s < 85 Sedang 1000- 3000 35 < s < 45 i15 < s < 55 55 < s < 75 Besar > 3000 25 < s < 35 35 .<s<45 45 < s < 65

·--- ·•·· - Sumbcr : PBI 1!J71

lab.sipil unk ris/111d.docJOO

(41)

"'· ~- ""'~~ "'10

U'II

H

r ; I , ~

(.~~\.

r

~lb \c:!J

<:I\

.,. :z,~

r . .. o,4\i i .

('\!J"~t ,; ?j

,140 . d. w._tQ.c

.,. \')C lj,\:.QJ

1.()6,~ :.

\

e .

C./fr 0 ,\(_I)

i .

~. ,~ x tooo =

O,\;lloti.,

- o,t~ro

\IOI -~a.-,,( -= 0 I J.Q 60

i9

, Ill)\

O,'t't>~

'" O,rO-(O l<. 0,\40 ')( "'¢'

=

o

,1')~

o,bo

:>( ~,\{q.:i

- 'o e«Jo \JJ' lb!

\:>J \ be.t\, {

t,

I'> Klt'>c\'> " ~

-:o,o-:i

;~i'S')<\{

o,otl-JJ'\,fl',,

\ tn" .. ' -~ -0$) C!l'<IJ .

'::t,. -

cbtD ~<:o'coo.~

COl<I~ '- -: o,o\

'?'$)

x ;iv

to~ 0,0\....,~ k \~

~o.-.td. .. ~)

0,0\',til X

1-,,

~\>U. \. (_ :::-

O, O\ lt lo">;.

-="t,t~ ~- .. .2,3b _,, U_~

-:- g,,-\~

\'q

,,. N, •:io.;1. ~ -

Referensi

Dokumen terkait

Pada kesempatan kali ini saya menulis laporan praktek yang didalamnya membahas tentang kadar air agregat, analisa saringan agregat kasar (AK) dan agregat halus (AH),

5 Pemeriksaan berat volume agregat halus dan agregat kasar 6 Analisa saringan agregat halus dan kasar.. 7 Pemeriksaan kadar lumpur agregat halus dan kasar lolos

Variasi ukuran dalam suatu campuran harus mempunyai gradasi yang baik, yang sesuai dengan standar analisis saringan dari ASTM (American Society of

Agregat halus (pasir) adalah agregat yang semua butirannya menembus ayakan dengan lubang 4.8 mm, sedangkan agreagat kasar (kerikil) agregat yang semua butirannya tertinggal di

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui komposisi bahan-bahan yang diperlukan mencakup air, semen, agregat kasar, dan agregat halus yang nantinya digunakan untuk

SNI 03-1968-1990 Agregat Halus dan Kasar, Metode Pengujian Analisis Saringan.. Badan Standarisasi

Dari percobaan yang telah dilakukan, praktikan dapat mengetahui bahan- bahan pokok pembuatan beton, yaitu agregat kasar, agregat halus, air dan semen,serta mengenal perannya dalam

xixi DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I : Pemeriksaan Analisa Saringan Agregat Kasar dan Agregat Halus Lampiran II : Gradasi Penggabungan Agregat Combined Aggregate Lampiran III :