• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA KECAMATAN SRANDAKAN RENJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA KERJA KECAMATAN SRANDAKAN RENJA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

1

RENCANA KERJA

KECAMATAN SRANDAKAN

RENJA 2018

(2)

2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...3

BAB I PENDAHULUAN ...4

1.1 Latar Belakang ...4

1.2 Landasan Hukum ...5

1.3 Maksud dan Tujuan ...6

1.4 Sistematika Penulisan ...6

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU... 8

2.1 Evaluasi pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD ...8

2.2 Analisis Kinerja pelayanan SKPD ...16

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi ...16

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ...17

BAB III TUJUAN, SASARAN , PROGRAM DAN KEGIATAN...19

3.1 Telaahan Terhadap kebijakan Nasional dan Kebijakan Provinsi ...19

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD ...19

3.3 Program dan Kegiatan...21

BAB IV PENUTUP ...23

(3)

3

KATA PENGANTAR

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) merupakan perencanaan kegiatan SKPD selama satu tahun dan merupakan penjabaran per tahun dari Renstra dan RPJMD.Adapun penyusunan Renja SKPD merupakan amanat dari Undang- Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.Sedangkan aturan secara rinci diacu dari Permendagri nomor 54 Tahun 2010.

Renja Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul tahun 2018 ini diharapkan benar- benar dapat menjadi acuan dalam penyusunan program dan kegiatan, lokasi kegiatan, indikator kinerja kegiatan, serta pagu indikatif dan prakiraan maju kegiatan Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul tahun 2018.

Bantul, 10 Maret 2017 An.Camat Srandakan

Sekcam

TOTO PAMUDJI RAHARDJO, AKS NIP. 196806291989021001

(4)

4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010, setiap SKPD diharuskan menyusun Rencana Kerja SKPD (Renja SKPD) sebagai acuan perencanaan kegiatan SKPD untuk kurun waktu satu tahun, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Penyusunan Renja SKPD mengacu pada Rencana Strategis(Renstra) SKPD serta hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan Renja tahun sebelumnya.Renstra SKPD menjadi acuan penyusunan tujuan, sasaran, kegiatan, kelompok sasaran, lokasi kegiatan serta prakiraan maju berdasarkan program prioritas rancangan awal RKPD. Hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya menjadi acuan perumusan kegiatan alternatif dan/atau baru untuk tercapainya sasaran Renstra SKPD berdasarkan pelaksanaan Renja SKPD tahun-tahun sebelumnya.Penyusunan Renja SKPD dilakukan melalui tahapan yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan, mencakup:

1. Persiapan penyusunan Renja SKPD;

2. Penyusunan rancangan Renja SKPD;

3. Pelaksanaan Forum SKPD;

4. Penetapan Renja SKPD.

Dalam proses penyusunan rancangan Renja SKPD Tahun 2018 mengacu pada kerangka arahan yang dirumuskan dalam rancangan awal RKPD Kabupaten Bantul Tahun 2018 yang merupakan pelaksanaan tahun ketiga RPJPD Tahun 2016-2021. Rancangan Renja SKPD dibahas pada forum SKPD yang dikoordinasikan oleh Bappeda, dimana pembahasan tersebut meliputi penyelarasan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD berdasarkan usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kecamatan, penajaman indikator dan target kinerja program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD, penyelarasan program dan kegiatan antar SKPD dalam rangka sinergi pelaksanaan dan optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing SKPD, penyesuaian pendanaan program dan kegiatan prioritas berdasarkan pagu indikatif untuk masing-masing SKPD.

Rencana Kerja SKPD ditetapkan oleh Kepala SKPDsetelah adanya pengesahan rancangan akhir renja SKPD oleh Kepala Daerah.

(5)

5 1.2 Landasan Hukum

1. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4386);

2. Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355).;

3. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 etntang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuanganantara Pemerintah Pusat dan pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor4438);

5. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan jangka Panjang (RPJP) nasional tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

6. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4846);

7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587); sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang No 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua undang-undang No 23 Tahun 2014;

8. Peraturan pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tata Cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 – 2019;

(6)

6

11. Peraturan menteri Dalam negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman pengelolaan keuangan Daerah;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010tentang pelaksanaan Peraturan pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

13. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 14 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2006-2025 Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 12 Tahun 2010;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul No 9 Tahun 2016 tentang Urusan Pemerintahan Daerah;

15. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul No 11 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2016 – 2021;

16. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Sususnan Perangkat Daerah Kabupaten Bantul.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan renja SKPD untuk menentukan strategi yang tepat guna mencapai tujuan dan sasaran dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Adapun tujuannya adalah sebagai berikut :

a. Mensinkronkan serta mensinergikan program dan kegiatan Kecamatan Srandakan Tahun 2018 dengan target dan sasaran pembangunan daerah sebagaimana terumus dalam dokumen Rancangan Awal RKPD Kabupaten Bantul tahun 2018.

b. Memberikan acuan bagi SKPD Kecamatan dalam perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

c. Sebagai bahan evaluasi perencanaan tahun berikutnya.

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Rencana Kerja SKPD berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 adalah sebagai berikut :

(7)

7 BAB 1. Pendahuluan

Berisi mengenai latar belakang penyusunan Renja, dasar hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penulisan yang dipergunakan

BAB II. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu

Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan perkiraan capaian tahun berjalan, selanjutnya dikaitkan dengan target Renstra SKPD berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja SKPD tahun sebelumnya

BAB III. Tujuan, Sasaran, Program dan Kegiatan

Berisi ulasan tentang perumusan tujuan dan sasaran, yang didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra SKPD.

BAB IV. Penutup

Berisikan uraian penutup, berupa catatan penting yang perlu mendapatkan perhatian baik dalam rangka pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan kaidah pelaksanaan dan rencana tindak lanjut.

(8)

8 BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Pelaksanaan kegiatan Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul tahun 2016 mengacu pada tugas dan fungsi kecamatan beserta kewenangan pelayanan yang diberikan Bupati kepada Kecamatan. Renja Kecamatan Srandakan 2016 secara umum telah dilaksanakan secara optimal. Hal ini dikarenakan dapat terlaksananya hampir semua kegiatan dapat memenuhi output yang diharapkan. Pada Tahun 2016 realisasi anggaran tercapai 99,28%

Secara rinci hasil kegiatan tahun 2016 diuraikan pada tabel di bawah ini.

Indikatkator Pencapaian Target Kinerja Kecamatan Srandakan

PROGRAM

KEGIATAN

Uraian Indikator Kinerja Renc. Tkt capaian Ket (Target)

1 2 3 4 5

Pelayanan Administrasi Perkantoran

1. Penyediaan Jasa Surat Menyura

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Tersedianya meterai dan

benda pos

 19 PNS

 Rp 3.000.000’-

 100 %

2. Penyediaan Jasa Komunikasi, sumber daya air ,listrik

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Tersedianya jasa

komunikasi, air & listrik

 19 PNS

 Rp 10.980.917,-

 85,07%

3. Pemeliharaan Jasa dan perijinan kendaraan dinas/ops

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Tersedianya kendaraan

operasional kantor

 2 mobil 4 spd motor

Rp. 1.369.500,-

 45,65%

4. Penyediaan Jasa administrasi keuangan

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Terselenggaranya adm

keuangan scr tertib

 6 PNS

Rp 13.010.000,-

 100 %

5. Penyediaan Peraltn kebersihan & bhn

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar

 Kebersihan Kantor

(9)

9

pembersih  Rp. 3.000.000,-

 100 % 6. Penyediaan ATK - Program dan kegiatan

adm berjalan lancar - Tersedianya ATK

 19 PNS

 Rp. 7.368.900,-

 100 % 7. Penyediaan Barang

cetakan dan penggandaan

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Tersedianya cetakan dan

Penggandaan

 19 PNS

 Rp.5.500.500,-

 100 %

8. Penyediaan Komponen instalasi Listrik/Penerangan Bangunan kantor

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Tersedianya komponen

listrik dan elektronika

 Kantor Kec.

 Rp.4.500.000

 100 %

9. Penyediaan bahan bacaan dan perat perundang-undgn

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Tersedianya koran dan

majalah untuk PNS , masy

 19 PNS

Rp. 780.000,-

 .96,30%

10. Penyediaan makanan dan minuman

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Terfasilitasinya kegiatan

rapat

 19 PNS dan masyarakat Rp.13.750.000,-

 100%

11.Rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Terfasilitasinya perjalanan

dinas PNS

 Camat

 Rp. 21.243.100,-

 99,34 %

12.Penyediaan Jasa Keamanan Kantor

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Terjaganya keamanan

Kantor

 1 orang

 Rp. 9.600.000,-

 100 %

13.Penyediaan Jasa Petugas kebersihan Kantor

- Peningkatan pelayanan  1 orang

 Rp 14.700.000,-

 100 %

14. Pengadaan - Tersedianya penyimpanan  Warga Masy

(10)

10 Program

Peningkatan Sarana &

Prasarana Aparatur

Mebeler arsip surat surat.  9.500.000,-

 100%

15. Belanja Bahan Baku Bangunan

- Terpenuhinya

pemeliharaan Gedung Kantor

 Kantor Kecamatan

 Rp.25.820.000,-

 100 % 16. Penyediaan honor

upah tukang

- Terpenuhinya upah tukang

 Pemeliharaan Kantor

 9.726.000,-

 99,75%

17. Pemeliharaan Rutin/ berkala kendaraan dinas/ops

 Jasa service, suku cadang, BBM

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar - Terpeliharanya kendaraan

dinas operasional

 2 mbl 4 spd mtr

 Rp. 91.357.211,-

 99.99 %

Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

Prog Peningk Pengemb Sistem Pelap Cap Kinerja

18. Pemeliharaan rutin/ berkala peralatan ktr

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar

- Terpeliharanya peralatan kantor

 Meja kursi, computer, mesin ketik

Rp 6.500.000,-

 100 % 19.Pengadaan

Peralatan &

Perlengkapan Kantor

- Terpenuhinya peralatan dan perlengkapan kantor penunjang pekerjaan

 Lemari kaca, Brangkas, Kipas Angin,Printer,Ka mera,Computer, Lap Top, Layar proyektor, Proyektor LCD, Rak Almari Kaca

 Rp 48.110.000,-

 100%

20. Bimbingan Teknis Implement Perat Per undang2an

- Peningkatan sumber daya aparatur

 Peningkatan

 Rp 5.500.000,-

 100 %

21.Penyusunan laporan capaian kinerja dan keuangan

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar

- Tercapai Administrasi dan Pelaporan Keuangan Yang

 Lap Keu 1 th Rp 5.940.000,-

 100%

(11)

11 dan Keu

Prog Pembang Sistem Pendaf Tanah

ProgPen Adm Kepend

Prog Pengemb Data/Informa si/Statistik

Program Peningk Keam dan

KenyLingkung an

Program Pelay dan Rehabilitasi Kesejahteran Sosial

Program Pengelolaan Kekayaan Budaya

Program Pengembanga n Destinasi Pariwisata

baik

22.Sosialisasi

pendaftaran tanah

- Program dan kegiatan adm berjalan lancar

 Kegiatan 1 tahun

 Rp 1.536.000,-

 100 %

23. Pengoperasian SIAK Terpadu

. Pengolahan dalam penyusunan Lap.

SIMDUK

- Tercapainya pelayanan SIAK

- Terwujudnya laporan SIMDUK

 Masy., PNS

 Rp 3.900.000

 100%

24. Penyusunan Profil Desa,Monografi Kecamatan

- Tersusun laporan Monografi Kecamatan

 Masy,perangkat desa

 Rp 2.380.000,-

 100%

25.Keamanan

&kenyamanan lingkungan

- Terciptanya keamanan lingkungan

 Masyarakat

 Rp 4.000.000,-

 100 %

26.Peningk partisipasi

masy dlm TMMD

- Terciptanya partisipasi dlm TMMD

 Masy, Linmas

 Rp 1.800.000,-

 100 %

27. Pengentasan kemiskinan

- Terbentuknya TPK Desa dan Dusun dlm

menanggulangi kemiskinan

 Penurunan kemiskinan

 8.400.000,-

 100%

28. Pelestarian Budaya - Terwujudnya pelestarian budaya daerah

 Warga Masyarakat

(12)

12 Program

Penciptaan Iklim UKM yang kondusif

Prog Pengemb kewirausahaa n unggulan kompetitif UKM/OVOP

Prog

Pengembanga n sarana promosi produksi

Program Pengemb sistim pendukung/Pr omosi UMKM

Program Pengendalian pencemaran LH

Program Peningkatan Peran Kepemudaan

Program

-  Rp 11.550.000

 98.30%

29.Pengembangan Obyek Pariwisata Unggulan

- Meningkatnya pengembangan obyek wisata

 Obyek Wisata

 2.222.500,-

 100 %

30.Sosialisasi,

Monitoring&Evaluasi pelaporan UKM

- - Terlaksana kegiatan OVOP .Warga Kel. Gakin

 Rp. 22.040.000,-

 100 %

31.Pengembangan sarpras promosi produksi

- Meningkatnya penget masy dalam mengolah hasil produksi

 Masyarakat

 Rp 14.975.000,-

 100 %

32.Pengembangan sarana promosi produksi

- Terpenuhinya promosi hasil produksi UKM masy

 Hasil industri kecil masy

 Rp 14.975.000,-

 100 %

33. Penyelenggaraan promosi produk UKM/Bantul Ekspo

- Terpenuhinya promosi produk UKM

 Masyarakat

 Rp 15.400.000,-

 100 %

34.Pengelolaan Tambang

- Terpenuhinya sosialisasi Peraturan Daerah

 Penambang Pasir

 Rp 3.500.000,-

 100 %

(13)

13 Upaya

Kesehatan Masyarakat

Program Wajar Pendidikan Dasar 9 th

Program Pengemb wawasan Kebangsaan

Prog

Pengembngn Pengelolaan Keu Daerah

Prog pengemb partisipasi Masy Dalam Membangun Desa/Lomba RT

Prog Kemitraan pengemb wawasan Kebangsaan

Program Pengembanga n Kesetaraan

35. Pengembangan Pramuka

- Terlaksananya kegiatan kepramukaan

 Pramuka

 Rp 4.380.000,-

 100 %

36. Upaya peningkatan Kesehatan

Masy(PSN)

- Terlaksananya kegiatan PSN secara rutin

 Pedusunan/mas y

 Rp 8.000.000,-

 100 % 37. Penyebarluasan &

sosialisasi berbagai info dikdas

- Meningkatnya kualitas pendidikan

 Masyarakat

 Rp 5.325.000,-

 100

38. Peningkatan

kesadaran masy akan nilai nilai luhur budaya bangsa

- TerpenuhinyaKegiatan upacara/budaya

 Masy/PNS/Pamo ng/Pelajar

 Rp 30.650.000,-

 100 %

39 .Intensifikasi dan Ekstensi Sumber Pendapatan Daerah

- Meningkatnya pajak  2 Desa

 Rp.7.000.000,-,-

 100%

40.Penyelenggaraan Lomba RT

- Terlaksananya keg Pokmas pembangunan Desa

 2 Desa

 Rp 9.600.000,-

 100 %

(14)

14 Gender

Prog pembinaan dan fasilitasi pengel Keu Desa

Prog

Pemberdayaa n Perempuan

Program Pembinaan dan

Pemasyarakat an Olah Raga

Prog Peningk pemberantas an PEKAT

Prog Peningk Sistim Pengawasan Internal/SPIP

Program Perencanaan Pembangunn Daerah

41.Pelaksanaan Halaqoh dan berbagai forum keagamaan lainnya

- Terciptanya forum keagamaan

 Pengajian

 Rp 13.100.000,-

 100 %

42.Pembinaan organisasi perempuan

- Terelenggaranya program gender

 PKK

 Rp 3.740.000,-

 100 %

43.Pendampingan dan

pengendalian Keu Desa

- Meningkatnya

Pengendalian Keuangan desa

 2 Desa

 3.740.000,-

 100 %

44.Sosialisasi

pencatatan dan pelaporan KDRT

- Meningkatnya kesadaran masyarakat

 Masyarakat

 Rp 2.021.000,-

 100 %

45.Peningkatan

kesegaran jasmani dan rekreasi

46. Pembinaan OR yang berkembang dimasy

- Meningkatnya kesehatan masy

- Meningkatnya OR di masyarakat

 Masyarakat, PNS

 Rp 8.538.500,-

 99,92 %

 Rp 6.075.000,-

 100 %

-

(15)

15 Prog

Pencegahan Dini dan Penanggulang an Korban Bencana Alam

47.Penyuluhan pencegahan

peredaran/pengguna an Miras & Narkoba

- Meningkatnya pengawasan peredaran/penggunaan Miras

 Masyarakat

 Rp 2.300.000,-

 100 %

48.Pendampingan SPIP - Meningkatnya Pengawasan Internal

 PNS/Pamong

 Rp 2.207.500,- 100%

49.Penyelenggaraan Musrenbang RKPD

50. Penyusunan Renstra SKPD

51.Penyusunan Renja SKPD

- Meningkatnya pembangunan daerah

- Tersusunnya Rencana pembangunan SKPD

- Terpenuhinya rencana Kerja SKPD

 PNS, Masy

 Rp 5.250.000,-

 100%

 Pemberdayaan Masy

 Rp 2.139.900,-

 99,99%

 PNS

 Rp 2.140.000

 100 %

52.Penanggulangan Bencana

- Meningkatnya kewaspadaan masy terhadap bencana

 Masyarakat

 Rp. 3.262.000,-

 100 % Prog Peningk

Kapasitas Kinerja Aparatur Pemerintah

53 Rakor Muspika

54. IKM

- Meningkatnya koordinasi Muspika dan Linsek

- Meningknya pelayanan masy

 Muspika.

 Rp 11.355.000,-

 100%

 Pelayanan

 Rp 3.075.000,-

 100 %

(16)

16 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa Perangkat Daerah Kecamatan dibentuk dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat Desa/kelurahan.

Tugas pokok Kecamatan Srandakan kabupaten Bantul adalah melaksanakan sebagian kewenangan pemerintahan dari Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah dan tugas umum pemerintahan.

Dalam melaksanakan tugasnya Kecamatan Srandakan mempunyai fungsi;

1. pengkoordinasian kegiatan pemberdayaan masyarakat;

2. pengkoordinasian upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;

3. pengkoordinasian penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan;

4. pengkoordinasian pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan Umum;

5. pengkoordinasian penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di Tingkat kecamatan;

6. pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa; dan

7. pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintah desa.

2.3 Isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi

Secara umum di Kecamatan Srandakan yang menjadi isu -isu dan permasalahan yang harus mendapat perhatian, baik dari pemerintah maupun masyarakat yaitu tentang :

1. Pelayanan Terpadu Kecamatan (PATEN). Kecamatan merupakan SKPD yang dibentuk dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat Desa, 0leh karena itu dituntut benar-benar mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, akurat, memiliki legalitas hukum dan tentunya dengan tetap mendasarkan pada prosedur serta pada tatanan atau aturan yang berlaku. Dalam penyelenggaraan Paten tersebut maka diperlukan Standar Pelayanan yang secara normatif harus dikomunikasikan dengan masyarakat, sehingga diharapkan akan memunculkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, menciptakan kepuasan, dan pada akhirnya mampu mendorong berkembangnya dinamikan aktivitas masyarakat.

2. Peluang kebijakan pelimpahan sebagian kewenangan Bupati untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah kabupaten.

Dengan adanya pelimpahan sebagian kewenangan Bupati kepada Camat, maka Camat dengan tetap mendasarkan pada asas kepatutan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, memiliki posisi yang kuat dan strategis dalam mendayagunakan segenap potensi

(17)

17

yang ada, baik potensi kelembagaan pemerintah, potensi kelembagaan non pemerintah, potensi wilayah, dan potensi masyarakat.

3. Berkaitan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, Pemerintah Daerah mengalami implikasi di segala bidang. Adanya peningkatan pemberian Alokasi Dana Desa (ADD) diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan. Hal ini menuntut peran Kecamatan dalam pembinaan dan pengawasan kepada Desa lebih ditingkatkan, sehingga perlu komitmen dan dukungan Pemerintah Daerah khususnya tentang regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta prasarana dan sarana yang memadai.

4. Potensi wisata di kawasan Pantai Baru dan Pantai Kwaru yang masih perlu pembenahan dari berbagai lintas sektoral.

5. Pentingnya pengkajian JJLS dengan format pembangunan ekonomi di wilayah Srandakan.

6. Komitmen dalam kebijakan dan rencana aksi program Potensi Andalan Setempat (PAS) yang berkelanjutan. Dalam upaya peningkatan daya saing daerah maka program PAS diharapkan dapat terwujud melalui komitmen bersama, arah kebijakan yang jelas dan terpadu , serta berkelanjutan.

2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencanaan pemerintah untuk periode satu tahun dan merupakan penjabaran dari RPJMD yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, program prioritas pembangunan daerah dan rencana kerja, pendanaan dan prakiraan maju, yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar penyusunan KUA-PPAS. Rencana Kerja SKPD Kecamatan Srandakan berdasarkan rancangan awal RKPD Kabupaten Bantul sifatnya sebagai pendukung dari pelaksanaan Renja SKPD se Kabupaten Bantul yang melaksanakan program dan kegiatan berlokasi di wilayah Kecamatan Srandakan.

Prioritas pembangunan di Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul tahun 2018 pada prinsipnya diarahkan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan dari sisi ekonomi, industri dan pariwisata. Hal ini mengingat letak geografis Kecamatan Srandakan yang berdasarkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Bantul termasuk kawasan

(18)

18

budidaya pertanian dan potensi pengembangan wilayah sebagai kawasan strategis industri. Disamping itu pengembangan bandara baru di Kulon Progo dan Pelabuhan Tanjung Adikarto diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Kecamatan Srandakan.

(19)

19 BAB III

TUJUAN,SASARAN,PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1. Telaah Terhadap Kebijakan Nasional

Berkaitan dengan kebijakan Nasional dan Daewrah, RKPD Kabupaten Bantul Tahun 2018 menjelaskan bahwa Tema Pembangunan Nasional Tahun 2018 sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerinyah (RKP) 2018 adalah Memacu Investasi dan Memantapkan Pembangunan Infrastruktur untuk Percepatan pertumbuhan ekonomi yang Berkualitas. Sedangkan Tema Pembangunan DIY senagaimana tercantum dalam RKPD DIY Tahun 2018 adalah Meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

Tema Pembangunan Kabupaten Bantul Tahun 2018 adalah Peningkatan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Daerah Melalui Pembangunan Infrastruktur dan Investasi untuk memnpercepat terwujudnya masyarakat Bantul yang Sehat,Cerdas dan Sejahtera.

Berdasarkan uraian diatas, pada prinsipnya kebijakan pembangunan daerah harus sejalan dan mendukung tercapainya sasaran pembangunan nasional. Kecamatan merupakan salah satu satuan kerja perangkat daerah yang mempunyai tugas dan fungsi dalam rangka meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayana public dan penberdayaan masyarakat desa, dengan demikian program dan kegiatan kecamatan harus diarahkan untuk mengoptimalkan koordinasi di semua aspek pembangunan desa-jkabupaten-Propinsi-Nasional.

3.2 Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi OPD, memecahkan permasalahan dan menangani isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi OPD Kecamatan Srandakan, maka tujuan ingin dicapai adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan profesionalisme sumber daya apareatur melalui pendidikan dan pelatihan.

2. Penempatan sumber daya aparatur sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

3. Pengelolaan data dan informasi berbasis tehnologi informasi.

4. Terwujudnya kedisipilinan aparatur pemerintah dalam rangka pelaksanaan hak dan kewajiban.

(20)

20

5. Peningkatan kesejahteraan aparatur pemerintah

6. Terwujudnya kesadaran hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat dalam pembangunan.

7. Meningkatnya keberdayaan lembaga sosial dan ekonomi masyarakat.

8. Memberi pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat.

9. Memenuhi kebutuhan masyarakat secara baik dan atau yang terbaik.

10. Pemberdayaan masyarakat sehingga akan meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah.

Sedangkan sasaran yaitu hasil yang diharapkan dari tujuan yang diformulasikan secara terukur,spesifik, mudah dicapai untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu ke depan adalah :

1. Terlaksananya peningkatan profesionalisme sumber daya aparatur melalui peningkatan pendidikan formal.

2. Terlaksannya peningkatan profesionalisme sumber daya aparatur melalui pendidikan dan pelatihan yang berbasis ketrampilan/keahlian.

3. Terwujudnya peningkatan etos kerja dan karier aparatur pemerintah melalui pembinaan karier.

4. Terlaksanya penempatan sumber daya manusia yang sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.

5. Tersedianya pelayanan administrasi dan informasi yang efektif dan efisien berbasis tehnologi informasi.

6. Terlaksananya pembinaan aparatur pemerintah melalui penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penerapan sanksi yang tegas atas pelanggaran disiplin pegawai.

7. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menciptakan kondisi yang kondusif, stabil, aman dan tertib guna menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat.

8. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan.

9. Meningkanya penguatan lembaga social dan ekonomi masyarakat.

10. Terjalinnya kerjasama dan partisipasi masyarakat dalam program pembangunan.

11. Terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan pengembangan penyusunan standar pelayanan.

(21)

21 3.3 Program dan Kegiatan

Sesuai dengan tupoksi Kecamatan Srandakan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan pemerintahan daerah.

Berikut daftar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul Tahun 2018 :

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran :

- Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor - Penyediaan jasa , peralatan dan perlengkapan perkantoran

- Penyediaan rapat-rapat koordinasi dan konsultasi Program Peningkatan Sarana Prasarana Aparatu

- Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional - Pemeliharaan Rutin/BerkalaPeralatan dan Perlengkapan Kantor - Pengadaan peralatan dan perlengkapan

- Pemeliharaan Rumah dan Gedung Kantor

Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

- Pendidikan, Pelatihan, Sosialisasi, Bimtek dan Peningkatan Kapasitas Aparatur Program Pembinaan Pemerintahan Umum Kecamatan

- Sosialisasi Sistem Pendaftaran Tanah

- Penyusunan Profil Desa, Monografi Kecamatan - Pengendalian Keamanan Lingkungan

- Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup - Penyebarluasan dan sosialisasi Berbagai Informasi Pendidikan Dasar

- Penin gkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-nilai Luhur Budaya Bangsa - Peningkatan Pemberdayaan Keagamaan

- Intensifikasi dan Ektensifikasi Sumber-sumber Pendapatan Daerah - Fasilitasi dan Pengendalian Pengelolaan Keuangan Desa

- Rapat Koordinasi Unsur Muspika - Pelaksanaan Rakorpem Desa - Musrenbang tingkat kecamatan Program Peningkatan Pelayanan Masyarakat

- Peningkatan Pelayana Publik Dalam Bidang Kependudukan Program Pembinaan Sosial Kemasyarakatan Kecamatan

(22)

22

- Peningkatan Kemampuan (Capacity Building) Petugas dan Pendamping Sosial, Pemberdayaan Fakir Miskin, KAT dan PMKS lainnya

- Pembinaan Organisasi Kepemudaan

- Fasilitasi Penyelenggaraan Festival Budaya Daerah - Peningkatan Kesegaran Jasmani dan Rekreasi

- Penyuluhan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT) - Fasilitasi Kelancaran Pelaksanaan Demokrasi

- Penyelenggaraan lomba desa - Bantul ekspo dan karnaval

Program Pemberdayaan Masyarakat Tingkat Kecamatan - Promosi produk unggulan kecamatan

- Pembinaan organisasi perempuan - Pemberdayaan petani pemakai air

- Pemantauan penyebarluasan informasi potensi bencana alam

(23)

23 BAB IV PENUTUP

Rencana Kerja (Renja) Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul tahun 2018 yang telah disusun merupakan acuan dasar atau pedoman yang bersifat konseptual dalam melaksanakan tugas.Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan yang lebih bersifat operasional sebagai pedoman melaksanakan kebijakan, program dan kegiatan untuk mewujudkan sasaran guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terwujud pada tahun 2018.

Hal-hal yang dihasilkan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan Kecamatan Srandakan Kabupaten Bantul adalah dalam rangka mewujudkan visi dan misi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang telah diselaraskan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bantul.

An.CAMAT SRANDAKAN SEKCAM

TOTO PAMUDJI RAHARDJO, AKS NIP. 196806291989021001

Referensi

Dokumen terkait

Pasien dengan OAT yang resisten terhadap kuman tuberkulosis yang mendapat pengobatan jangka pendek dengan monoterapi akan menyebabkan bertambah banyak OAT yang

(2007) dan (2009) juga membincangkan kesan orientasi lapisan kekisi perak pada sel suria kepada prestasi antena. Dengan meletakkan arah kekisi tersebut berada dalam keadaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) model EKPI merupakan salah satu model evaluasi yang baik berdasarkan hasil penilaian pakar maupun praktisi penyelenggara pendidikan

1) Beritahu ibu hasil pemeriksaan fisik bayinya. Rasional : Ibu klien mempunyai hak dalam mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Dengan memberitahu ibu hasil

Pada paket ini adalah program aplikasi yang akan kami rancang untuk perguruan tinggi saudara yang terdiri dari modul-modul standard yang sering digunakan untuk administrasi akademik

Apendisitis penyebab paling umum inflamasi yang paling akut pada kuadraan bawah kanan dari rongga abdomen, adalah penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat... dari populasi

Total Phenolic Contents and Antioxidant Activities of Pomegranate Peel, Seed, Leaf and Flower... Analisis Obat Secara

Hasil analisis data didapatkan nilai p = 0.239 dan CC= 0,316.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara kadar asam urat tinggi pada saat masuk