LAPORAN
KUNJUNGAN KERJA KOMISI VIII DPR RI PADA MASA RESES KE PROVINSI BALI
MASA PERSIDANGAN II TAHUN SIDANG 2021-2022 17 - 21 DESEMBER 2021
SEKRETARIAT KOMISI VIII DPR RI JAKARTA 2021
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN 3
BAB II : HASIL KUNJUNGAN KERJA 7
BAB III: REKOMENDASI 13
BAB I PENDAHULUAN
A. Umum
Dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi DPR RI sesuai ketentuan peraturan Tata Tertib DPR RI, Komisi VIII DPR RI pada Masa Persidangan II Tahun Sidang 2021-2022 membentuk Tim Kunjungan Kerja pada masa reses, di antaranya ke Provinsi Bali.
B. Dasar Kunjungan Kerja
Pelaksanaan kunjungan kerja pada masa reses ke Provinsi Bali berdasarkan pada:
1. Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 20, 20A, Pasal 21, dan Pasal 23 tentang Tugas DPR RI bidang Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan
2. Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia No 01/DPR RI/
2014 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan DPR-RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib:
a. Pasal 6 dan 7 tentang Wewenang dan Tugas DPR RI;
b. Pasal 58 Ayat (3) tentang Tugas Komisi di bidang Pengawasan;
a. Pasal 59 Ayat (3) huruf (f) tentang Pelaksanaan Kunjungan Kerja Komisi DPR RI pada masa reses.
3. Keputusan rapat Internal Komisi VIII DPR RI..
C. Maksud dan Tujuan
1. Maksud
Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI dimaksudkan untuk menjalin komunikasi intensif antara DPR RI, khususnya Komisi VIII DPR RI dengan daerah, baik Pemerintah Daerah maupun lembaga masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan di bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan penanggulangan bencana. Selain itu kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI melaksanakan fungsi pengawasan atas pelaksanaan undang-undang, termasuk terhadap APBN khususnya dana dekonsentrasi, serta menggali dan menyerap aspirasi daerah dari unsur Pemerintah Daerah maupun masyarakat.
2. Tujuan
Mendapatkan masukan berupa data faktual tentang pelaksanaan program pembangunan secara umum dan khusus bidang agama, sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pelaksanaan penanggulangan bencana di daerah.
D. Waktu Pelaksanaan
Kunjungan Kerja pada masa reses ke Provinsi Bali dilaksanakan pada tanggal 17-21 Desember 2021.
E. Daftar Nama Tim Kunjungan Kerja Reses
Kunjungan Kerja ke Provinsi Bali ini diikuti oleh pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR RI sebagai berikut:
DAFTAR NAMA TIM KUNJUNGAN KERJA RESES KOMISI VIII DPR RI
KE PROVINSI BALI 17-21 DESEMBER 2021 NOMOR
N A M A JABATAN FRAKSI DAPIL
URUT ANGG
1. A-289 Dr. H. TB ACE HASAN SYADZILY, M.Si.
Wakil Ketua/Ketua
Tim
GOLKAR JABAR II
2. A-260 H. ARWAN M. ARAS T., S.Kom. Anggota PDIP SULBAR
3. A-211 UMAR BASHOR Anggota PDIP JATIM IV
4. A-186 PARYONO, S.H., M.H. Anggota PDIP JATENG IV
5. A-225 M. HASBI ASYIDIKI JAYABAYA Anggota PDIP BANTEN I
6. A-231 IGN KESUMA KELAKAN, ST., M.Si. Anggota PDIP BALI
7. A-257 Drs. H. SAMSU NIANG, M.Pd. Anggota PDIP SULSEL II
8. A-272 H. JOHN KENEDY AZIS, S.H. Anggota GOLKAR SUMBAR II
9. A-304 Hj. ENDANG MARIA ASTUTI, S.Ag., S.H., M.H. Anggota GOLKAR JATENG IV
10. A-98 ABDUL WACHID Anggota GERINDRA JATENG II 11. A-92 Dr. H. JEFRY ROMDONNY, SE., S.Sos., M.Si., MM. Anggota GERINDRA JABAR IX
12. A-371 Hj. SRI WULAN, SE Anggota NASDEM JATENG III
13. A-14 H. MAMAN IMANUL HAQ Anggota PKB JABAR IX
14. A-529 DR. H. ACHMAD, M.Si. Anggota PD RIAU I
15. A-559 H. HASANI BIN ZUBER, S.IP. Anggota PD JATIM XI
16. - YUSUP KAMALUDIN SEKRETARIAT KOMISI VIII
17. - RENO BULAN SEKRETARIAT KOMISI VIII
18. - BAMBANG KRISWANTO SEKRETARIAT KOMISI VIII
19. - HARJA SAPUTRA, S.SOS., I,MM. TENAGA AHLI
20. - ADI WICAKSONO, SE, AK, ME TENAGA AHLI
21. - DEVI IRIANDI, SH PEMBERITAAN
BAB II
KEGIATAN DAN HASIL KUNJUNGAN KERJA
Sesuai dengan agenda, tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, MSi melakukan pertemuan dengan Gubernur dan/atau Wakil Gubernur Bali.
Gubernur tidak dapat hadir dan diwakili oleh Wakil Gubernur Bali. Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Dinas Sosial dan PPPA, Kepala Pelaksana BPBD, Ketua Bazda, dan tokoh masyarakat. Rapat diadakan di kantor Kanwil Kemenag Provinsi Bali yang dikepalai oleh satu-satunya Kepala Kanwil perempuan di Indonesia.
Pada pertemuan tersebut, Wakil Gubernur menyampaikan mengenai apresiasi atas kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI dan menyampaikan bahwa kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI diharapkan dapat membawa manfaat yang lebih besar terhadap perumusan kebijakan dalam mensejahterakan masyarakat Bali.
Wakil Gubernur Bali menyampaikan bahwa Bali dengan 4.43 juta penduduk, 8 Kabupaten dan 1 Kota. Pelaksanaan pembangunan berorientasi penanganan dan mitigasi bencana sesuai kebijakan daerah. Kebencanaan dapat ditanggulangi secara baik dan belum ada permasalahan yang berarti. Telah terdapat Pergub Nomor 36 tahun 2020 mengenai penanganan bencana berbasis desa. Adapun di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bahwa hak anak dan pencegahan diskriminasi telah tertuang pada Perda Nomor 4 tahun 2014. Saat ini telah dicanangkan kota layak anak, yaitu di Tabanan, Klungkung, Jembrana, Badung, dan di Denpasar.
Kerukunan umat beragama di Bali sangat baik dan menjadi contoh bagi daerah lain. Para Tokoh Masyarakat menyadari kerukunan harus dibina sehingga tidak ada kasus berarti mengenai konflik beragama di Bali. Adanya pandemi Covid telah melakukan dekonstruksi sendi kehidupan Bali.
Perekonomian Bali sangat terpukul dan membutuhkan kerja sama antara seluruh elemen masyarakat di Bali agar Bali Bangkit.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan mengenai tujuan kunjungan kerja, yaitu selain sebagai sarana menjalin komunikasi yang lebih intensif antara lembaga Legislatif dengan Eksekutif di daerah, juga diharapkan dapat lebih berkontribusi dalam mensukseskan pembangunan di wilayah Provinsi Bali.
Ketua Tim Kunker juga menyampaikan bahwa kantor Kanwil Kemenag Provinsi Bali dari suasananya adem dan semoga mencerminkan kerukunan umat beragama. Bali dinilai dunia menjadi daerah sebagai potret pulau yang harmonis dan beragam. DPR RI sangat memahami mengenai kondisi Bali di masa Pandemi yang mengalami kelesuan di bidang ekonomi. Hal ini tentu berdampak pada aspek sosial. Hal ini menjadi perhatian khusus dari Komisi VIII DPR RI, yaitu mengenai bagaimana implementasi penanganan dampak sosial di Bali akibat pandemi, bagaimnaa langkah dinas sosial mengenai pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di masa pandemi, serta bagaimana penanggulangan bencana di Bali.
Bali diharapkan dapat bangkit dan menjadi etalasi Indonesia di masa dunia.
Tahun depan Bali menjadi tuan rumah untuk event-event nasional dan internasional. Di antaranya event disaster manajement atau IDRIP yang telah dibahas juga di Komisi VIII DPR RI bersama BNPB. Selain itu, Bali pun menjadi tuan rumah untuk Event G20.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menyampaikan beberapa informasi dan aspirasi sebagai berikut:
1. Atas pertanyaan mengenai kendala yang dihadapi dalam pelayanan keagamaan selama masa pandemi covid-19 di Provinsi Bali, pada intinya, semua pelayanan masih berjalan dengan baik dengan menerapkan protokol kesehatan.
2. Penanganan yang dilakukan untuk pemasalahan pelayanan keagamaan tersebut di antaranya:
a. Melakukan kerja sama Gugus tugas Covid-19 Provinsi Bali.
b. Sosialisasi tentang pelaksana ibadah di masa pandemi Covid19.
c. Pembuatan dan penyebaran video himbauan tokoh agama untuk menanggulangi Covid-19 di Bali.
d. Melakukan pembinaan melalui Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dan Penyuluh Agama Honorer (PAH)
e. Menugaskan jajaran Seksi Bimas Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali untuk menanggulangi masalah keagamaan di masa Pandemi.
3. Di Lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, adanya pola pelayanan pencatatan nikah selama Pandemi Covid 19 di antaranya:
a. Pendaftaran pernikahan tetap dibuka secara daring (online) melalui simkah.kemenag.go.id;
b. Permohonan pelaksanaan akad nikah dimasa darurat COVID-19 untuk pendaftaran baru sempat tidak dilayani serta meminta masyarakat untuk menunda pelaksanaannya;
c. Meminta masyarakat untuk melaksanakan nikah kantor;
Untuk Pelayanan Nikah Di Era New Normal sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor P003/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 tanggal 10 Juni 2020 Tentang Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman Covid, Untuk pelayanan akad nikah dilaksanakan setiap hari kerja dengan jadwal mengikuti ketentuan sistem kerja yang telah ditetapkan oleh KUA;
d. Pelayanan konsultasi dan informasi kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara daring dan Tatap Muka.
4. Untuk Prosedur pelayanan akad nikah di KUA: Membatasi jumlah orang yang akan mengikuti prosesi akad nikah tidak lebih dari 10 (sepuluh) orang dalam satu ruangan; Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi akad nikah harus Menerapkan Prosedur Kesehatan.
5. Pelayanan secara online sudah disosialisasikan kepada masyarakat, namun karena masih ada masyarakat yang tidak memahami teknologi, kegiatan pelayanan secara langsung masih menjadi alternatif utama.
6. Diharapkan pada tahun 2022 ada penyelenggaraan ibadah haji, mengingat waktu tunggu di Bali sangat tinggi. Saat ini telah mencapai 26 tahun waktu tunggu.
7. Terdapat 700 calon jemaah haji yang gagal berangkat dikarenakan adanya pembatalan keberangkatan calon Jemaah selama dua kali berturut-turut.
8. Para peserta didik dan Tenaga Pendidik secara bertahap telah dilakukan vaksinasi. Di masing-masing sekolah ada satgas untuk kepatuhan pemenuhan protokol kesehatan.
9. Di Bali, permasalahan utama pendidikan keagamaan adalah guru agama untuk semua agama sangat kekurangan.
10. Program penguatan moderasi beragama di Provinsi Bali merupakan salah satu program utama sesuai dengan program Kementerian Agama RI.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali pada paparannya menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Penyaluran Bansos dari kementerian sosial merupakan salah satu program utama Dinas Sosial Provinsi Bali untuk meringankan beban masyarakat akibat Pandemi.
2. Data diperoleh dari DTKS meskipun masih terdapat permasalahan- permasalahan seperti data yang harus diupdate.
3. Ada sinergi dengan para relawan di Bali untuk menanggulangi permasalahan para masyarakat yang belum terdapat tetapi sangat memerlukan bantuan.
4. Perlu diperluas cakupan dan anggaran program atensi, khususnya untuk meng-cover masyarakat yang tidak masuk ke dalam DTKS.
5. Di bidang PPPA tugas Dinas Sosial dan PPPA Provinsi Bali sifatnya koordinatif.
6. Memprioritaskan adanya pembangunan atau pengadaan sistem informasi Kesejahteraan Sosial yang lebih khusus pada pelayanan sosial di desa-desa. Sistem ini diperuntukan untuk masyarakan yang membutuhkan bantuan sosial.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali menyampaikan beberapa hal di antaranya:
1. Untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19 serta sebagai upaya tracing dan melaksanakan kebijakan pemerintah, saat ini di Bali telah ada 26 Lab PCR dengan mesin berjumlah 31 mesin, sehingga dapat secara cepat dalam pengolahan hasil Swab PCR.
2. Vaksinasi di Bali merupakan terbaik kedua secara nasional.
4. Pembangunan di Bali diarahkan berbasis mitigasi bencana.
Setelah melakukan pertemuan di kantor Kanwil Kemenag Provinsi Bali, kunjungan dilakukan ke Desa Layak Kertalangu, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasae untuk melihat implementasi program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta program keserasian sosial di Provinsi Bali. Pada peninjauan lapangan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan berupa pemberian kursi roda untuk masyarakat disabilitas, bantuan sapi, masker dan hand-sanitizer dari Balai Sosial Mahatmiya Provinsi Bali serta dari BNPB.
Peninjauan lapangan dilanjutkan ke MIN Denpasar, satu-satunya MIN di Provinsi Bali. Lokasi MIN Denpasar jauh dari jalan raya dan melewati gang sempit. Pada saat kunjungan hujan deras disertai genangan air. Para anggota kunjungan tetap semangat melewati hujan dan genangan air dengan menjinjing sepatu dan menaikkan celana agar tidak terkena genangan air.
Aspirasi dari MIN Denpasar yang status tanahnya masih berstatus wakaf milik Yayasan menjadi kendala tersendiri, dikarenakan tidak dapat dibangun melalui skema pembiayaan dari dana SBSN. Pada kunjungan komisi VIII DPR RI ke MIN Denpasar memfokuskan pembahasan pada hal tersebut, yaitu bagaimana agar MIN Denpasar dapat dibangun lebih luas sehingga dapat menerima lebih banyak siswa yang selama ini hanya memiliki daya tampung siswa sebanyak 80 orang tiap tahunnya sementara minat dari pendaftar lebih dari 500 siswa tiap tahun.
Kepala Sekolah MIN Denpasar dan juga Ketua Tim Kunjungan Kerja melakukan diskusi dengan Komisi Madrasah MIN Denpasar. Di antaranya mengemuka salah satu opsi bahwa diperlukan relokasi MIN Denpasar ke lokasi baru agar dapat dibangun lebih luas. Membutuhkan anggaran untuk pembelian lahan sekitar 4000 m2 dari anggaran Rupiah Murni Kementerian Agama RI.
Dan pembangunan gedungnya menggunakan skema SBSN.
BAB III REKOMENDASI
Dari hasil kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Bali, berikut ini rekomendasi yang dapat dijadikan sebagai bahan rapat dengan para mitra kerja di bidang legislasi, anggaran, dan pengawasan sesuai dengan permasalahan yang ditemukan di lapangan.
1. Perlu disampaikan pada saat Raker dengan Menteri Agama RI atau RDP dengan Eselon I Kementerian Agama RI terkait, di antaranya:
a. Perlunya peningkatan diplomasi agar diharapkan adanya penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2022, karena antrian di Bali sangat tinggi.
b. Perlu disampaikan kepada Menteri Agama RI atau Dirjen Pendidikan Islam mengenai aspirasi dari MIN Denpasar yang membutuhkan relokasi ke lokasi baru agar dapat dibangun lebih luas mengingat saat ini status tanah masih milik wakaf Yayasan. Membutuhkan anggaran untuk pembelian lahan sekitar 4000 m2 dari anggaran Rupiah Murni Kementerian Agama RI. Dan pembangunan gedungnya menggunakan skema SBSN. Atau dicarikan solusi lain agar MIN Denpasar dapat lebih optimal dalam penerimaan peserta didik baru.
c. Diperlukan kebijakan dari Dirjen Pendidikan Islam mengenai peningkatan SDM Guru-guru Agama untuk semua agama di Provinsi Bali yang sangat kekurangan guru agama.
2. Perlu disampaikan pada saat Raker atau Pembahasan dengan BNPB mengenai mematangkan persiapan event internasional IDRIP di Bali agar Bali menjadi etalasi Indonesia di dunia dan sebagai bukti bahwa Indonesia telah pulih dan Bali dapat Bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat Pandemi Covid-19.
3. Pentingnya program digitalisasi program kesejahteraan sosial untuk membantu program Data Terpadu dan untuk informasi bantuan sosial di desa-desa. Hal ini perlu disampaikan pada Raker dengan Menteri Sosial atau Pejabat Eselon I Kementerian Sosial untuk dirumuskan kebijakan yang komprehensif mengenai hal tersebut.
TIM KUNJUNGAN KERJA RESES KOMISI VIII DPR RI