TAHUN 2021
DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
PROVINSI KALIMANTAN BARAT
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……….…… i
DAFTAR ISI ………... iii
BAB I PENDAHULUAN ……….. 1
1.1 Latar Belakang ………..
1.2 Landasan Hukum ...
1.3 Maksud dan Tujuan ...
1.4 Sistematika Penulisan ...
1 6 9 10 BAB II HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH
TAHUN LALU ...
2.1 Evaluasi Pencapaian Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu dan Capaian Renstra Perangkat Daerah………..
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah ……..
2.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Pelayanan Daerah ………..
2.4 Review Rancangan Awal RKPD ………..
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ………..
11
11 18
19 20
20
BAB III TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH ...
3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ...
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah ...
3.3 Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan ………...…..
21 21 23 25
BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH………..………
4.1 Indikator Kegiatan ………..
59 60
iii 4.2 Kelompok Sasaran ……….
4.3 Kebutuhan Pendanaan Indikatif ………...
4.4 Sumber Dana ………
64 68 68
BAB V PENUTUP ………..………. 69
LAMPIRAN I TABEL RENCANA KERJA DAN PEMETAAN PROGRAM KEGIATAN SUB KEGIATAN PERANGKAT DAERAH TAHUN 2021
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
mengamanatkan penyusunan rencana pembangunan yang mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan, menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi baik antar
daerah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi pemerintah maupun antara pusat dan daerah. Selain itu, menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan
pengawasannya serta mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
Perencanaan pembangunan juga dimaksudkan untuk menjamin penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan. Dalam rangka mewujudkan hal-hal tersebut, secara
makro perencanaan pembangunan di daerah disusun menurut hierarki yaitu perencanaan jangka panjang, jangka menengah
maupun tahunan.
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat merupakan OPD yang dibentuk tahun 2017. Pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat mengacu pada Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana terdapat pembagian kewenangan yang diserahkan kepada daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan 3 urusan pemerintahan yaitu bidang komunikasi dan informatika, bidang persandian dan bidang statistik.
2
Diperkuat dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang mengatur urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah dan menjadi kewenangan daerah. Adapun urusan yang diserahkan kepada daerah mengacu pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, membagi urusan pemerintahan wajib dan urusan pemerintahan pilihan. Urusan pemerintahan dibagi menjadi pelayanan dasar dan non pelayanan dasar.
Urusan Non pelayanan dasar terdapat 18 urusan yang diantaranya terdapat urusan komunikasi dan informatika, statistik serta persandian, yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat. Selanjutnya diperkuat juga melalui Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat dan Peraturan Gubernur Nomor 71 Tahun 2018 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar (Berita Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 Nomor 71) sebagai acuan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Rencana Kerja Satuan Kinerja Perangkat Daerah sangat terkait dengan dokumen RKPD dan RENSTRA yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena didalam Rencana Kerja merupakan penjabaran dan adanya hubungan keselarasan dengan dokumen daerah yang ada di atasnya seperti RPJMD, RENSTRA SKPD dan Rencana Kerja. Penyusunan Rencana Kerja ini merupakan penjabaran dari Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018-2023 yang saat ini masih dalam proses revisi dalam rangka menindaklanjuti implementasi dari Peraturan
3
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah. Namun Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2021 sudah mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Sejalan dengan proses revisi RPJMD, juga sedang dilaksanakan penyusunan Revisi Rencana Strategis yang sebelumnya ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Penetapan Rencana Strategis Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018-2023.
Rencana Kerja adalah dokumen perencanaan perangkat daerah untuk periode 1 (satu) tahun yang memuat kebijakan, program, kegiatan dan sub kegiatan yang dilaksanakan langsung oleh perangkat daerah daerah. Berkaitan dengan hal tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat sebagai salah satu perangkat daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tata kerja wajib menyusun Dokumen Renja. Rencana Kerja merupakan sebuah dokumen rencana pelaksanaan program dan kegiatan dan menjadi alat ukur penilaian capaian kinerja perangkat daerah. Rumusan Dokumen Renja mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
4
Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai Organisasi Perangkat Daerah yang melaksanakan urusan pemerintah di bidang komunikasi dan informatika, bidang persandian dan bidang statistik memiliki peranan yang sangat penting dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan dan akuntabel. Sebagai OPD di lingkungan Pemprov. Kalbar, Diskominfo telah merumuskan tujuan dan sasaran yang kemudian diuraikan ke dalam program, kegiatan dan sub kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan berdasarkan dokumen RPJMD dan RENSTRA. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat menjalankan peran terutama mewujudkan untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan dan akuntabel. Upaya yang dilakukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik yaitu dengan memberikan layanan informasi, pengembangan teknologi informasi komunikasi, menjamin keamanan informasi dan menyediakan data statistik sektoral yang terintegrasi.
a. Kedudukan
Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 71 Tahun 2018 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi,
Tugas dan Fungsi serta Tata Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.
b. Tugas Pokok
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat mempunyai tugas membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas
5
pembantuan di bidang komunikasi, informatika, persandian dan statistik.
c. Fungsi
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat mempunyai fungsi :
a. Perumusan program kerja di bidang informasi publik, komunikasi publik, aplikasi informatika, serta persandian dan statistik;
b. Perumusan kebijakan di bidang informasi publik, komunikasi publik, aplikasi informatika, serta persandian dan statistik;
c. Pelaksanaan kebijakan di bidang informasi publik, komunikasi publik, aplikasi informatika, serta persandian dan statistik;
d. Pengkoordinasian dan pembinaan teknis di bidang informasi publik, komunikasi publik, aplikasi informatika, serta persandian dan statistik;
e. Penyelenggaraan urusan pemerintah di bidang informasi publik, komunikasi publik, aplikasi informatika, serta persandian dan statistik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
f. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang informasi publik, komunikasi publik, aplikasi informatika, serta persandian dan statistik;
g. Pelaksanaan administrasi Dinas Komunikasi dan Informatika;
h. Pelaksanaan fungsi lain dan tugas pembantuan yang diberikan oleh Gubernur di bidang informasi publik, komunikasi publik, aplikasi informatika, serta persandian dan statistik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
6
d. Struktur/Susunan Organisasi
Susunan Organisasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat sesuai dengan peraturan Gubernur Kalimantan Barat nomor 71 tahun 2018 terdiri dari :
a. Kepala Dinas;
b. Sekretariat;
c. Bidang Informasi Publik;
d. Bidang Komunikasi Publik;
e. Bidang Aplikasi Informatika;
f. Bidang Persandian dan Statistik;
g. Kelompok Jabatan Fungsional.
1.2. Landasan Hukum
Landasan penyusunan Rencana Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur;
2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
4. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE);
5. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan dan Informasi Publik;
6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
7. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir
7
dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,Tata Cara, Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik;
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
13. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024;
14. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah;
16. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 6 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas Elektronik di Lingkungan Pemerintah Instansi Pemerintah;
17. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 19 Tahun 2014 Tentang Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi, Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan
8
Daerah Tentang RPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 Tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah;
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 Tentang Klasifikasi, Kodefikasi, Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah;
21. Peraturan Kepala Lembaga Sandi Negara Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan dan Perlindungan Informasi Berklasifikasi Milik Pemerintah;
22. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2005-2025;
23. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat;
24. Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018-2023;
25. Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Rencana Induk (Masterplan) Teknologi Informasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2015 Nomor 07);
26. Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 71 Tahun 2018 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar;
27. Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Penetapan Rencana Strategis Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018- 2023.
9
1.3. Maksud dan Tujuan 1. Maksud
a. Sebagai langkah untuk menjaga konsistensi arah kebijakan
yang telah ditetapkan dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 – 2023 dalam rangka mewujudkan Visi dan
Misi Gubernur Kalimantan Barat Periode 2018-2023.
b. Penjabaran dari Rencana Strategis Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar Tahun 2018-2023.
c. Sebagai acuan resmi bagi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat dalam menentukan dan pelaksanakan prioritas program, kegiatan dan sub kegiatan Tahun 2021 yang akan dibiayai dari APBD Provinsi Kalimantan Barat.
2. Tujuan
a. Mewujudkan sinergitas antara perencanaan, penganggaran program dan kegiatan dalam mendukung Pencapaian Sasaran Pembangunan Daerah.
b. Mewujudkan efisiensi alokasi anggaran dalam pembangunan daerah.
c. Partisipasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat dalam perencanaan dan pembangunan.
10
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika Penyusunan Rencana Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat adalah sebagai berikut :
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan
BAB II. Hasil Evaluasi Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu dan Capaian Renstra Perangkat Daerah
2.2 Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
2.3 Isu-isu Penting Penyelengaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat BAB III. Tujuan dan Sasaran Perangkat Daerah
3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah 3.3 Program dan Kegiatan
BAB IV. Rencana Kerja Perangkat Daerah 4.1 Indikator Kegiatan
4.2 Kelompok Sasaran
4.3 Kebutuhan Pendanaan Indikatif 4.4 Sumber Dana
BAB V. PENUTUP LAMPIRAN
11
BAB II
HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU
2.1. Evaluasi Pencapaian Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu dan Capaian Renstra Perangkat Daerah
Program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah pada Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar Tahun 2019 yaitu sebagai berikut :
a. Program Teknologi Informatika terdiri dari 16 kegiatan b. Program Layanan Informasi Publik terdiri dari 7 kegiatan;
c. Program Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi terdiri dari 7 kegiatan;
d. Program Pemberdayaan dan Pemanfaatan Teknologi Layanan Publik terdiri dari 1 kegiatan;
e. Program Pengawasan dan Pembinaan Lembaga Media terdiri dari 2 kegiatan;
f. Program Pengembangan Data/Informasi Statistik Sektoral terdiri dari 5 kegiatan;
g. Program Persandian Untuk Pengamanan Informasi Daerah terdiri dari 5 kegiatan.
Dalam rangka pencapaian program prioritas, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2019 telah didukung melalui APBD dengan alokasi anggaran sebesar Rp.29.057.911.325,- yang terdiri dari Anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 7.294.927.290,- dan Belanja Langsung sebesar Rp. 21.762.984.035. Adapun rincian belanja tidak langsung dan langsung sebagai berikut :
12
a. Belanja Tidak Langsung
Anggaran belanja tidak langsung terdiri dari gaji PNS dan tunjangan PNS, tambahan penghasilan PNS. Anggaran belanja tidak langsung dengan jumlah Rp. 7.294.927.920,00 dengan realisasi sebesar Rp. 6.069.973.044,00 atau 83,21%.
b. Belanja Langsung
Anggaran belanja langsung Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2019 adalah Rp.21.762.984.035,00 dengan realisasi sebesar Rp.
19.644.720.165,00 atau 90,27 %. Adapun rincian realisasi kegiatan tahun 2019 tertuang pada tabel di bawah ini :
TABEL : 2.1
Realisasi Program dan Kegiatan
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2019
Kode
Rekening Program / Kegiatan Anggaran Belanja
Realisasi
Anggaran % 1.25.01.01
PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI
PERKANTORAN
2.224.550.926 1.960.668.852 88,14 01.01 Penyediaan jasa surat menyurat 2.000.000 993.500 49,68 01.02 Penyediaan jasa komunikasi,
sumber daya air dan listrik 355.600.000 279.877.697 78,71 01.04 Penyediaan jasa perizinan
kendaraan dinas/operasional 6.796.500 6.796.500 100,00 01.05
Penyediaan jasa Administrasi
keuangan 4.818.000 3.447.500 71,55
01.06 Penyediaan jasa kebersihan
kantor 150.650.000 150.417.200 99,85
01.07
Penyediaan alat tulis kantor
39.041.500 39.041.500 100,00 01.08 Penyediaan barang cetakan dan
penggandaan 30.000.000 30.000.000 100,00
13
.01.09
Penyediaan komponen instalasi listrik penerangan bangunan kantor
16.100.000 16.100.000 100,00 01.10 Penyediaan peralatan dan
perlengkapan kantor 30.000.000 30.000.000 100,00 01.11 Penyediaan peralatan dan
perlengkapan rumah tangga 11.800.000 11.800.000 100,00 01.12 Penyediaan bahan bacaan dan
peraturan perundang-undangan 4.380.000 1.210.000 27,63 01.13 Penyediaan makanan dan
minuman 50.000.000 44.200.000 88,40
01.14 Koordinasi dan Konsultasi ke
dalam dan luar daerah 359.450.926 275.613.223 76,68 01.15
Penyediaan Jasa Keamanan lingkungan Kantor / Rumah Jabatan dan Pendukung Perkantoran Lainnya
991.964.000 912.021.732 91,94
01.16
Penyediaan Jasa
Penatausahaan Keuangan dan Barang
145.500.000 141.900.000 97,53 01.17 Penyediaan Jasa Publikasi /
Iklan dan Dokumentasi 6.450.000 5.750.000 89,15 01.18 Penataan dan Pemeliharaan
Arsip 20.000.000 11.500.000 57,50
1.25.01.02 PROGRAM PENINGKATAN
SARANA DAN PRASARANA 10.065.996.075 8.990.335.942 89,31 02.03
Pembangunan Gedung khusus / bangunan khusus / konstruksi khusus
60.000.000 59.400.000 99,00 02.07 Pengadaan AC / Kipas Angin 26.450.000 26.450.000 100,00 02.08 Pengadaan
perlengkapan/peralatan kantor 3.820.033.675 3.266.233.066 85,50 02.11
Pengadaan Sarana dan Prasarana Studio dan Komunikasi
295.712.500 278.836.000 94,29 02.12 Pengadaan Sarana dan
Prasaran Sistem Informasi 3.131.900.000 2.972.900.000 94,92 02.15 Pemeliharaan rutin/berkala
gedung kantor 115.719.000 113.500.000 98,08
02.18
Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan jabatan
,kendaraan dinas/operasional
127.355.000 99.218.000 77,91
02.20 Pemeliharaan rutin/berkala AC /
Kipas Angin 22.200.000 22.200.000 100,00
14
02.21 Pemeliharaan rutin/berkala
perlengkapan/peralatan kantor 18.000.000 16.445.000 91,36 02.22
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Studio dan Komunikasi
10.000.000 7.634.000 76,34 02.23 Pemeliharaan Sarana dan
Prasarana Sistem informasi 72.898.400 69.960.000 95,97 02.42 Pengadaan Mebelair 298.570.000 275.491.000 92,27 02.44 Pengadaan Generator 344.590.000 256.750.300 74,51 02.65 Pemeliharaan rutin/berkala
generator 3.240.000 0 0,00
02.71 Rehabilitasi / Peningkatan
Gedung Kantor 1.719.327.500 1.525.318.576 88,72 1.25.01.03 PROGRAM PENINGKATAN
DISIPLIN APARATUR 100.084.000 95.030.000 94,95 03.01 Pengadaan pakaian dinas / kerja
dan perlengkapannya 63.650.000 59.030.000 92,74 03.02 Pengadaan pakaian khusus dan
perlengkapannya 36.434.000 36.000.000 98,81
1.25.01.05
PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR
248.786.100 200.418.069 80,56 05.01 Pendidikan dan pelatihan 53.000.000 41.915.200 79,09 05.02 Sosialisasi, Bimbingan Teknis,
Workshop 71.441.100 54.737.869 76,62
05.03 Penilaian Angka Kredit Jabatan
Fungsional 52.545.000 52.545.000 100,00
05.04 Pembinaan Jasmani dan Rohani 46.800.000 28.820.000 61,58 05.07 Penyusunan Standar
Operasional Prosedur 25.000.000 22.400.000 89,60 1.25.01.06
PROGRAM PENINGKATAN PENGEMBANGAN SISTEM PELAPORAN CAPAIAN
482.953.550 459.372.851 95,12 06.01 Penyusunan laporan keuangan 33.805.000 33.805.000 100,00 06.02 Penyusunan LAKIP 30.434.000 30.434.000 100,00
06.03 Penyusunan RENSTRA 0 0 0,00
06.04 Penyusunan RENJA SKPD 33.118.000 31.698.000 95,71 06.05 Penyusunan dan Pelaporan
LPPD dan LKPJ 26.871.000 26.551.000 98,81
06.06 Monitoring, Evaluasi dan
Pelaporan 173.201.650 158.115.500 91,29
15
06.07 Penyusunan RKA SKPD dan
DPA SKPD 31.656.700 29.620.700 93,57
06.08 Penyusunan Perencanaan
Tekhnis SKPD Tingkat Provinsi 119.567.200 115.541.851 96,63 06.10 Pengelolaan Pelayanan
Informasi dan Dokumentasi 34.300.000 33.606.800 97,98 1.25.01.15 PROGRAM TEKNOLOGI
INFORMATIKA 5.732.226.884 5.516.073.535 96,23 15.01 Bimtek Pemanfaatan dan
Instalasi SiCantik 81.207.159 80.921.896 99,65 15.02 Bimtek Pemanfaatan dan
Instalasi Digital Signature 87.965.000 74.802.127 85,04 15.03
Penyusunan Pergub Masterplan Pembangunan Smart Province di Kalimantan Barat 2019-2023
0 0 0,00
15.04 Pengelolaan Informasi On Line
Berbasis Web 60.573.200 59.253.200 97,82
15.05
Pembangunan dan Pengembangan Sistem Informasi
1.666.450.000 1.635.532.800 98,14 15.06 Integrasi Sistem Informasi 75.479.000 74.779.000 99,07 15.07 Perluasan Jaringan Intranet
Pemprov. Kalbar 225.009.425 219.263.600 97,45 15.08 Pengelolaan Akses Internet 1.883.362.400 1.837.126.158 97,55 15.09 Pemeliharaan jaringan Intranet
Pemprov. Kalbar 60.000.000 59.825.000 99,71
15.10
Koordinasi Pembangunan Telekomunikasi Kewajiban Pelayanan Universal (KPU)/Universal Service Obligation (USO)
83.417.000 67.694.900 81,15
15.11
Monitoring dan Koordinasi Data Keamanan Informasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat
150.738.600 141.017.600 93,55
15.12
Monitoring dan Koordinasi Data Keamanan Informasi Se-
Kalimantan Barat
133.513.900 128.141.800 95,98 15.13 Komunitas Keamanan Informasi
Provinsi Kalimantan Barat 259.119.200 231.459.341 89,33 15.14 Pengelolaan Command Centre 261.973.300 242.857.900 92,70 15.16 Bimtek Pemanfaatan dan
Instalasi MANTRA 61.270.000 59.976.615 97,89
16
15.17
Pembangunan Infrastuktur Telekomunikasi Desa Pemprov Kalbar
642.148.700 603.421.598 93,97 1.25.01.16 PROGRAM LAYANAN
INFORMASI PUBLIK 575.430.200 533.632.816 92,74 16.01 Peliputan dan Dokumentasi
Pembangunan Kalimantan Barat 134.322.500 132.755.116 98,83 16.02 Penerbitan Buletin Kominfo
Provinsi Kalimantan Barat 50.444.400 49.794.400 98,71 16.03 Pelayanan Publik Melalui Media
Center 76.741.700 75.741.700 98,70
16.04
Pengambilan Sumpah Jabatan (Pelantikan / Pengambilan Sumpah dan Janji) Anggota KI Prov. Kalbar Periode 2019 - 2023
25.970.900 19.010.900 73,20
16.05
Penerimaan dan Seleksi Calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Kalimantan Barat Periode 2019- 2022
178.864.400 149.244.400 83,44
16.06
Pengambilan Sumpah Jabatan (Pelantikan/Pengambilan Sumpah dan Janji) Komisioner KPID Prov. Kalbar Periode 2019-2022
21.135.600 19.135.600 90,54
16.07
Pengelolaan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (ILPPD)
87.950.700 87.950.700 100,00
1.25.01.17
PROGRAM SARANA KOMUNIKASI DAN
DISEMINASI INFORMASI
852.836.000 635.620.100 74,53 17.01 Pengelolaan Opini Publik 225.366.000 199.097.500 88,34 17.02
Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Komunikasi Publik
69.524.000 65.109.000 93,65 17.03 Literasi Berita Hoax 115.874.700 104.365.700 90,07 17.04 Penyebarluasan Informasi
Pembangunan Daerah di Media 75.219.400 75.219.400 100,00 17.05 Literasi Digital 138.248.200 132.598.200 95,91 17.06 Festival Kelompok Pertunjukan
Rakyat Sinergi Aksi Informasi 147.672.400 0 0,00
17
Komunikasi Publik (SAIK) Tingkat Provinsi
17.07 Pengelolaan Kampung Media 80.931.300 59.230.300 73,19 1.25.01.18
PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PEMANFAATAN
TEKNOLOGI LAYANAN PUBLIK
64.344.000 55.540.400 86,32
18.03
Workshop Manajemen Layanan Publik Berbasis Teknologi Informatika
64.344.000 55.540.400 86,32
1.25.01.19
PROGRAM PENGAWASAN DAN PEMBINAAN LEMBAGA MEDIA
224.632.100 212.614.400 94,65 19.01 Pembinaan dan Monitoring
Lembaga Media 64.511.000 60.849.300 94,32
19.03 Literasi Media 160.121.100 151.765.100 94,78
1.25.01.20
PROGRAM PENGEMBANGAN DATA/INFORMASI STATISTIK SEKTORAL
806.577.900 672.670.100 83,40
20.01
Penyelenggaraan Data Statistik Sektoral dilingkungan Pemda Prov. Kalbar
490.805.700 427.035.700 87,01 20.02 Pembentukan Forum Satu Data
Statistik Sektoral 141.095.500 83.242.300 59,00 20.04
Penyusunan PERGUB Satu Data Statistik Sektoral Pemprov.
Kalbar
74.076.700 62.867.100 84,87 20.07 Pencetakan Buku Kalbar Dalam
Angka 100.600.000 99.525.000 98,93
.20.08 Penyusunan Profil Prov. Kalbar 0 0 0,00
1.25.01.21
PROGRAM PERSANDIAN UNTUK PENGAMANAN INFORMASI DAERAH
384.566.300 312.743.100 81,32
21.01
Koordinasi Penyelenggaraan Persandian untuk Pengamanan Informasi di Lingkungan
Pemprov. Kalbar
81.639.000 79.289.000 97,12
21.02
Penyusunan PERGUB.
Penyelenggaraan Persandian untuk Pengamanan Informasi dilingkungan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten /Kota
40.783.000 39.503.000 96,86
18
21.03 Pengamanan Persandian 106.075.900 80.833.900 76,20 21.04 Kontra Penginderaan 73.527.400 62.154.200 84,53
21.05
Kerjasama dengan BSRE Dalam Menjaga Keamanan
Dokumen/Data Secara Elektronik Pemerintah
82.541.000 50.963.000 61,74
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
Tingkat pencapaian kinerja sasaran Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019 dapat disajikan berdasarkan 5 sasaran pada Tabel 2.2 berikut :
Tabel 2.2
Pencapaian Kinerja Sasaran Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama (IKU)
Target Realisasi (%)
1. Meningkatnya Keterbukaan Informasi Publik
Peringkat Keterbukaan Informasi
Kategori Informatif / Zona
Hijau
Kategori Informatif / Zona
Hijau
100%
Capaian Sasaran Strategis 1 100%
2. Meningkatnya Kualitas Sistem Pemerintahan Elektronik
Nilai Indeks SPBE Penilaian dari Kemenpan RB
2,60 2,41 92,69%
Capaian Sasaran Strategis 2 92,69%
3. Meningkatnya Kualitas
Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Desa
Jumlah Desa Terlayani Informasi dan Komunikasi
79 Desa 87 Desa 100%
Capaian Sasaran Strategis 3 100%
4. Meningkatnya Keamanan Informasi di Lingkungan OPD Pemprov Kalbar
Persentase Informasi dan Komunikasi yang diamankan
30% 20% 66,66%
Capaian Sasaran Strategis 4 66.66%
19 5. Meningkatnya Kualitas Data
Statistik Sektoral
Jumlah OPD yang Data Statistik Sektoralnya Terintegrasi
70% 93% 100%
Capaian Sasaran Strategis 5 100%
Capaian Sasaran Strategis Seluruhnya 91,87%
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Pelayanan Daerah
Berdasarkan identifikasi permasalahan dan telaahan visi dan misi Gubernur Kalimantan Barat serta Renstra Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 – 2023 berikut dirumuskan isu-isu strategis yang akan ditangani oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat yaitu sebagai berikut :
1. Meningkatkan Keterbukaan Informasi kepada masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan Pemprov Kalbar dengan memberikan pembinaan dan mengarahkan seluruh perangkat daerah agar informatif dalam memberikan layanan informasi penyelenggaraan pemerintahan kepada masyarakat.
2. Mengembangkan inovasi teknologi informasi dan komunikasi yang akan diterapkan oleh seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas tata kelola Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
3. Mendukung tersedianya fasilitas untuk memenuhi kebutuhan teknologi komunikasi dan informasi di desa.
4. Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi keamanan informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
5. Mengintegrasikan seluruh data statistik Kalimantan Barat dalam satu portal yang mudah diakses oleh perangkat daerah dan masyarakat.
20
2.4 Review Rancangan Awal RKPD
Dalam Rancangan Awal RKPD Tahun 2021, Rencana Kerja Dinas Komunikasi dan Informatika disusun dengan pagu indikatif sebesar Rp. 37.747.915.853. Adapun rincian Rancangan awal Rencana Kerja tersebut terlampir dalam lampiran I.
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kalbar setiap tahun melaksanakan Rapat Perencanaan Teknis Tingkat Provinsi / Forum OPD yang melibatkan unsur Perangkat Daerah, DPRD, Bappeda dan masyarakat. Namun dikarenakan dampak Pandemi Covid-19, kegiatan tersebut tidak dilaksanakan karena adanya rasionalisasi anggaran dan pembatalan kegiatan – kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang sebagai bentuk pencegahan penulasan virus Vocid-19. Namun dalam penyusunan Rencana Kerja Tahun 2021 Dinas Komunikasi dan Informatika juga tetap mengedepankan masukan dan saran yang didasarkan pada isu - isu strategis yang berkembang di masyarakat.
21
BAB III
TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH
3.1 Telaahan Kebijakan Nasional
Proyek Prioritas Strategis (Major Project) RPJMN 2020-2024
Dalam melaksanakan agenda pembangunan (prioritas nasional) RPJMN 2020-2024 disusun Proyek Prioritas Strategis (Major Project).
Proyek ini disusun untuk membuat RPJM lebih konkrit dalam menyelesaikan isu-isu pembangunan, terukur dan manfaatnya langsung dapat dipahami dan dirasakan masyarakat. Proyek-proyek ini merupakan proyek yang memiliki nilai strategis dan daya ungkit tinggi untuk mencapai sasaran prioritas pembangunan. Major Project menjadi acuan penekanan kebijakan dan pendanaan dalam RPJM, RKP dan APBN tahunannya.
Di dalam pendanaannya dilakukan langkah-langkah integrasi antar sumber pendanaan melalui Belanja K/L serta sumber-sumber pendanaan lainnya seperti Subsidi, Transfer Ke Daerah, Daerah, Masyarakat, BUMN serta sumber pendanaan lainnya. Selain itu juga diupayakan langkah-langkah mendorong inovasi skema pembiayaan (innovative financing) antara lain seperti Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Blended Finance, Green Finance serta Output Based Transfer/Hibah ke daerah.
Adapun Major Project pada urusan pemerintahan di bidang Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik yaitu sebagai berikut :
22
Daftar Proyek Prioritas Strategis (Major Project) RPJMN 2020-2024
No. Major Project Manfaat Proyek Pelaksana 1. Infrastruktur TIK
untuk Mendukung Transformasi Digital
Berkurangnya kesenjangan digital
Menyediakan layanan internet cepat untuk mendukung digitalisasi sektor ekonomi, sosial, dan pemerintahan
KEMEN KOMINFO
2. Penguatan
NSOC - SOC dan Pembentukan 121 CSIRT
• Menurunnya insiden serangan siber;
• Meningkatnya integrasi dan sharing data informasi antar stakeholder terkait (baik pemerintah, swasta, dan komunitas siber lainnya).
BSSN
Transformasi Digital, pengarustamaan transformasi digital merupakan upaya untuk mengoptimalkan peranan teknologi digital dalam meningkatkan daya saing bangsa dan sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Strategi pengarustamaan transformasi digital terdiri dari aspek pemantapan ekosistem (supply), pemanfaatan (demand) dan pengelolaan Big Data.
Peran TIK menjadi semakin besar dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur TIK perlu ditingkatkan sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Di samping itu, untuk mendorong pelayanan dasar dan meningkatkan kegiatan sosial ekonomi, infrastruktur TIK perlu diperluas agar menjangkau seluruh daerah dan seluruh kelompok masyarakat.
Peningkatan keandalan dan kecepatan pelayanan informasi
23
memerlukan perluasan jaringan tetap pitalebar (fixed broadband) dan jaringan bergerak pitalebar (mobile broadband).
Jaringan tetap pitalebar perlu diperluas hingga menjangkau kecamatan sementara akses telekomunikasi dan internet melalui jaringan pitalebar perlu diperluas hingga seluruh desa. Saat ini masih terdapat 7.971 desa belum terlayani akses telekomunikasi dan internet karena tantangan geografis seperti daerah pegunungan dan daerah terpencil. Perluasan jaringan tetap pitalebar dan jaringan bergerak pitalebar akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pemerintah. Di samping itu, migrasi penyiaran dari sistem analog ke sistem digital juga diperlukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi dan kualitas penyiaran khususnya televisi. Digitalisasi penyiaran akan memberikan ruang pemanfaatan spektrum frekuensi untuk kebutuhan penggunaan lain (digital divident).
Selanjutnya terkait Dinamika Ancaman Siber, penguasaan teknologi dan akses terhadap internet yang signifikan berimplikasi pada potensi ancaman siber. Jumlah serangan siber berbentuk malware yang sangat tinggi ke Indonesia merupakan cerminan dari dinamika ancaman keamanan nasional yang terus meningkat. Ancaman tersebut semakin serius karena regulasi, infrastruktur, dan SDM.
3.2 Tujuan dan Sasaran Renja Perangkat Daerah
Berdasarkan visi dan misi, maka tujuan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat yaitu ”Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan melalui keterbukaan informasi dan tata kelola sistem pemerintahan berbasis elektronik yang aman dan terintegrasi”. Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yang akan dicapai secara nyata dalam jangka waktu tahunan. Sasaran merupakan bagian internal dalam proses perencanaan strategis Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, yang harus
24
bersifat spesifik, dapat dinilai, diukur dan dicapai. Sasaran Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat dirumuskan untuk masing-masing, yaitu :
Tabel 3.2
Tujuan dan Sasaran Rencana Kerja
Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Target Meningkatnya
kualitas
penyelenggaraan pemerintahan melalui
keterbukaan informasi dan tata kelola sistem pemerintahan berbasis
elektronik yang
aman dan
terintegrasi
pembinaan dan pengelolaan
keterbukaan
informasi publik pempov kalbar
nilai keterbukaan informasi publik
90 - 100
Mengoptimalkan Tata kelola SPBE Pemerintah
Daerah
nilai SPBE pemerintah
daerah
2,6 - 3,5
Meningkatkan jumlah desa terlayani
infrastruktur
teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
persentase
peningkatan desa terlayani
infrastruktur Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK)
1%
Meningkatkan jumlah data set statistik sektoral yang terintegrasi
jumlah data set statistik yang terintegrasi
4.000
Meningkatkan kualitas layanan persandian untuk keamanan
informasi
pemerintah daerah
persentase Tingkat Keamanan Informasi Pemerintah Daerah Provinsi
36% - 50%
25
3.3 Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan
I. Program Pengelolaan Informasi Dan Komunikasi Publik
a) Kegiatan Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Pemerintah Daerah Provinsi
1) Sub Kegiatan Kemitraan Dengan Pemangku Kepentingan Pelaksanaan sub kegiatan ini terdiri dari 3 output yang ingin dicapai yaitu :
a. Pembinaan Keterbukaan Informasi Publik Daerah pada Badan Publik 47 PPID OPD dan 14 PPID Kab/Kota.
Pelaksaan sub kegiatan ini adalah agar terbentuk PPID Utama dan PPID Pembantu di 47 OPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berkompeten dan siap dinilai dalam Keterbukaan Informasi Publik dimana data, informasi potensi dan berita Pembangunan Pemerintah Provinsi, dapat tersaji melalui website resmi Pemerintah Provinsi dan website Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh Badan Publik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang telah dimonitoring dan dievaluasi dalam rangka persiapan penilaian keterbukaan informasi publik.
b. Monitoring persiapan penilaian Keterbukaan Informasi Publik melalui pelaksanaan 1 kali rapat koordinasi.
Tujuan dari pelaksaan kegiatan ini adalah melaksanaan koordinasi dan pembinaan Keterbukaan Informasi Publik Daerah pada PPID OPD Pemprov Kalbar. Adapun hasil yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah 80% PPID masuk predikat / kategori Informatif.
26
Maksud dari dilaksanakanya kegiatan ini adalah untuk memaksimalkan koordinasi evaluasi tugas fungsi PPID dengan memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada PPID di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan juga melakukan kegiatan pengembangan sumber daya Informasi sebagai upaya membangun jejaring data, informasi dan berita pembangunan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat.
Memberikan penguatan dan optimalisasi peran dan fungsi PPID Utama dan PPID Pembantu di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan terbangunnya data dan informasi yang berkualitas melalui website PPID Utama dan Pembantu di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Terwujudnya pelayanan informasi yang optimal di PPID Utama dan Pembantu di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sesuai amanat Undang- Undang Keterbukaan Informasi Publik.
c. Terlaksananya Rapat Badan Koordinasi Teknis Kehumasan 14 Kota se-Kalbar melalui pelaksaan 2 kali rapat koordinasi.
Kerjasama humas pemerintah dalam menyebarluaskan kinerja dan capaian merupakan hal yang penting. Masyarakat mendapatkan informasi dari pemerintah secara langsung sehingga akan menimbulkan respon positif. Peran Bakohumas sangat dibutuhkan untuk sinkronisasi penyebaran informasi dan sinergi antar instansi pemerintah dan lembaga dan partisipasi aktif dari seluruh anggota Bakohumas dan
27
dukungan masyarakat merupakan hal yang harus ditingkatkan. Oleh sebab itu, Kegiatan Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Teknis Kehumasan Pemkab/Kota se- Kalbar dianggap sebagai wadah untuk menyampaikan informasi atau public relation dalam kaitannya dengan strategi kegiatan Pemprov. Kalbar untuk disampaikan kepada masyarakat luas.
2) Sub Kegiatan Pengelolaan Konten dan Perencanaan Media Komunikasi Publik
Pelaksanaan sub kegiatan ini terdiri dari 2 output yang ingin dicapai yaitu :
a) Tersedianya informasi publik dalam bentuk 4 edisi buletin.
Maksud Penerbitan Buletin Kominfo Provinsi Kalimantan Barat yaitu dalam rangka melaksanakan diseminasi informasi. Tujuan Penerbitan Buletin Kominfo Provinsi Kalimantan Barat adalah sarana penyampaian informasi kepada pihak lain dengan menggunakan teks, gambar atau gabungan keduanya.
Bentuk media berupa buletin dari sumber data diperoleh dari Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Ruang lingkup informasi meliputi kebijakan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang meliputi perencanaan program, pelaksanaan program, dan hasil pelaksanaan program.
b) Tersedianya publikasi kegiatan dalam pelaksanaan kebijakan pembangunan Pemprov. Kalbar kepada Masyarakat dalam 6 publikasi.
28
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan melalui kerjasama dengan media massa cetak dalam bentuk liputan khusus (advertorial) dan even by order dengan mengangkat isu aktual sesuai dengan tujuan yang telah digariskan berdasarkan visi dan misi Pemerintah Prov.
Kalbar. Penyebarluasan informasi kepada masyarakat di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat melalui publikasi Kegiatan Pemerintahan secara Periodik guna membangun citra positif pemerintah di masyarakat.
Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan kualitas informasi pembangunan kepada masyarakat dalam mengimbangi pemberitaan media yang cenderung melemahkan wibawa pemerintah dan meningkatnya peran serta masayarakat dalam pembangunan
3) Sub Kegiatan Monitoring Informasi dan Penetapan Agenda Prioritas Komunikasi Pemerintah Daerah
Keluaran dari pelaksaan sub kegiatan ini adalah Terselenggaranya peliputan dan pendokumentasian Pembangunan Kalimantan Barat dengan target kinerja menghasilkan 200 berita dalam 1 tahun. Dengan dialksanakannya peliputan diharapkan mampu menyampaikan pesan dan kebijakan pemerintah termasuk mengupayakan arah informasi yang dapat mempengaruhi opini publik dan pendapat umum, agar terjadi kesamaan visi, misi, dan persepsi antara masyarakat dan pemerintah, sehingga akan memunculkan goodwill (kemauan baik) dari masyarakat, untuk dapat sejalan dengan kebijakan publik
29
yang dikeluarkan oleh pemerintah, mampu mengemas informasi yang akan dikomunikasikan kepada masyarakat secara cepat, tepat, akurat, proporsional, dan menarik, selaras dengan dinamika masyarakat.
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan Peliputan dan Dokumentasi Pembangunan Kalimantan Barat adalah tersedianya materi informasi dalam bentuk foto, video serta data materi berita yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan pembangunan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
4) Sub Kegiatan Monitoring Opini dan Aspirasi Publik
Inventarisasi dan dokumentasi 350 opini dan aspirasi publik di media massa. Opini publik merupakan suara dari sekelompok orang yang bersifat umum menjadi permasalahan bersama. Permasalahan tersebut menjadi perhatian bersama ketika sebagian besar masyarakat merasakan hal yang sama atau apa yang menjadi masalah sekelompok orang juga harus menjadi tanggung jawab yang perlu untuk diatasi dan ditemukan solusinya. Media massa dan berita online merupakan sarana yang mampu memasuki segala aspek kehidupan umat manusia. Tetapi dengan semakin kompleksnya permasalahan yang terjadi di era ini kemudian membuat peran dari media pun meluas.
Media Massa dan berita online tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat namun juga sebagai penyalur aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Media massa dan berita online kemudian memiliki kemampuan untuk mempengaruhi suatu kebijakan pembangunan
30
daerah melalui penyampaian pesan/informasi kepada publik.
Piers Robinson (2012) mengatakan bahwa pada dasarnya kondisi real saat ini, dengan luasnya informasi yang dimiliki membuat media massa menjadi suatu hal yang dapat mempengaruhi paradigma, perspektif dan opini masyarakat (publik). Dari hasil pemantauan terhadap media informasi dan komunikasi yang digunakan oleh masyarakat, isu-isu yang perlu kiranya mendapatkan perhatian yang serius dari seluruh komponen bangsa diangkat dan didiskusikan lewat kegiatan komunikasi timbal balik. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan akan dapat dilakukan pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik
5) Sub Kegiatan Pelayanan Informasi Publik
Keluaran dari pelaksaan sub kegiatan ini yaitu jumlah pengaduan dari masyarakat melalui layanan online dan offline yang ditindaklanjuti sebanyak 50 aduan. Sejalan dengan perkembangan manajemen penyelenggaraan negara, dan dalam upaya mewujudkan pelayanan prima dan berkualitas, paradigma pelayanan pubik berkembang dengan fokus pengelolaan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (customer-driven government). Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan feedback dari masyarakat sebagai pengguna layanan agar pemerintah sebagai penyelenggara layanan mengetahui apa keluhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang telah dilaksanakan oleh pemerintah.
Salah satu bentuk feedback yang dapat dilakukan oleh masyarakat sebagai pengguna layanan adalah melalui
31
pengaduan. Oleh karena itu pemerintah harus melakukan Tata Kelola Pelayanan Publik dengan baik. Untuk itu, diperlukan komitmen dan pemahaman bagi seluruh stakeholders pelayanan publik, dari mulai pimpinan penyelenggara layanan, pelaksana layanan sampai dengan kepada masyarakat sebagai pengguna pelayanan publik.
6) Sub Kegiatan Penyelenggaraan Hubungan Masyarakat, Media dan Kemitraan Komunitas
Pelaksanaan sub kegiatan ini terdiri dari 2 output yang ingin dicapai yaitu :
a) Terselenggaranya Festival Kelompok Pertunjukan Rakyat Aksi Informasi Komunikasi Publik (SAIK) Tingkat Provinsi Kalbar sebanyak 1 kali kegiatan dan dan Keikutsertaan SAIK Nasional sebanyak 1 kali kegiatan.
Terwakilkannya Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan Sinergi Aksi Informasi Komunikasi Publik (SAIK) 2021 menjadi momentum bagi generasi muda untuk menumbuhkkan kecerdasan digital dengan lebih pandai memilih konten positif di dunia maya, cerdas dalam memilih informasi. Festival SAIK juga menjadi momentum bagi Kemuhasan untuk lebih cerdas dalam memanfaatkan internet sebagai wadah informasi dalam mendukung percepatan pembangunan Indonesia. Agar informasi pembangunan efektif, kata dia dibutuhkan sinergi antara pusat dan daerah.
Selanjutnya informasi yang disampaikan itu mengundang partisipasi publik dalam penguatan kolaborasi peningkatan kinerja informasi dan komunikasi publik di tanah air.
32
b) Terselenggaranya Pembinaan KIM Tingkat Provinsi Kalbar
Dalam upaya pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di wilayah Kabupaten/Kota se Provinsi Kalimatan Barat serta meningkatkan kreatifitas KIM, diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Kelompok Informasi Masyarakat se Kalimantan Barat terkait aplikasi kampung media. Maksud penyelenggaraan Pengelolaan Kampung Media yaitu sebagai sarana penyebaran informasi, opini publik, dinamika percakapan dan diskusi, bahkan telah mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang telah terjangkau infrastruktur komunikasi dan informatika.
Tujuan pelaksanaan Pengelolaan Kampung Media adalah pemanfaatan teknologi informasi (e- Government), strategi komunikasi, manajemen perubahan (change management), manajemen pengetahuan (knowledge management), dan penataan tata laksana (business process). Hasil yang ingin dicapai adalah meningkatnya jumlah KIM yang berbasis TIK.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan Kampung Media sebagai sarana dalam menyalurkan informasi kepada masyarakat terkait program dan kebijakan pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dampak dari pelaksanaan kegiatan ini adalah masyarakat dapat memanfaatkan Kampung Media menjadi akses komunikasi dan penyampaian opini serta aspirasi masyarakat sehingga mencapai saling pengertian untuk kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat.
33
7) Sub Kegiatan Pengelolaan Media Komunikasi Publik
Pelaksanaan sub kegiatan ini terdiri dari 2 output yang ingin dicapai yaitu :
a) Tersedianya Informasi Publik melalui Media Sosial sebanyak 2256 postingan
Penggunaan dan pemanfaatan media sosial merupakan salah satu cara dalam mempromosikan serta menyebarluaskan program dan kebijakan pemerintah serta berinteraksi dan menyerap aspirasi masyarakat sehingga mencapai saling pengertian untuk kepentingan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Penggunaan media sosial diawali dengan pengertian dan pemahaman yang lengkap, pengaturan yang tepat, serta pengelolaan yang baik akan diperoleh manfaat dari penggunaan media sosial di instansi pemerintah.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan media sosial sebagai sarana dalam menyalurkan informasi kepada masyarakat terkait program dan kebijakan pemerintah Maksud penyelenggaraan Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Komunikasi Publik yaitu sebagai sarana penyebaran informasi, opini publik, dinamika percakapan dan diskusi, bahkan telah mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang telah terjangkau infrastruktur komunikasi dan informatika.
Tujuan pelaksanaan Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Komunikasi Publik adalah pemanfaatan teknologi informasi (e-Government), strategi komunikasi, manajemen perubahan (change management), manajemen pengetahuan (knowledge
34
management), dan penataan tata laksana (business process).
b) Terselenggaranya Pengelolaan Website http://kalbarprov.go.id sebanyak 500 postingan
Sistem informasi merupakan sebuah sistem yang berisi jaringan SPD (Sistem Pengolahan data) yang dilengkapi dengan kanal-kanal komunikasi yang digunakan dalam sistem organisasi data, Elemen proses dari sistem informasi adalah mengumpulkan data, mengolah data dan menyebarkan informasi. Dalam sistem informasi data, informasi atau pengetahuan mengalir dibawa oleh dokumen atau media komunikasi elektronik seperti telephone atau jaringan komputer.
Syarat-syarat terbentuknya sistem informasi berbasis web adalah :
1) Tersedianya web server baik statis maupun dinamis.
2) Tersedianya software pemograman web berbaris server jika ingin membuat web;
3) Tersedianya database.
Dalam upaya membangun jaringan informasi yang lebih luas dan terintegrasi dengan baik di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat yang secara teknis bertanggung jawab terhadap pengelolaan web portal Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan tujuan utama adalah untuk menyediakan berita/informasi pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Persangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Layanan yang telah dilakukan selama ini perlu dilakukan
35
peningkatan setiap tahunnya baik dari sisi teknologi web yang diimplementasikan maupun pemutakhiran informasi/berita.
8) Sub Kegiatan Penguatan Kapasitas Sumber Daya Komunikasi Publik
Peningkatan kapasitas SDM di bidang Komunikasi Publik sebanyak 52 peserta ASN dilingkungan Pemprov Kalbar. Masih minimnya SDM di kalangan ASN dan yang handal dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik dan broadcasting dalam rangka mengelola informasi mengenai program-program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, mengakibatkan informasi mengenai program-program pembangunan tidak tersampaikan atau tersosialisasikan kepada masyarakat dengan maksimal.
Hal ini salah satunya disebabkan masih minimnya pengetahuan tentang jurnalistik dan broadcasting ASN yang bertugas di bidang komunikasi dan informasi publik.
Berdasarkan permasalah tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat berusaha untuk meningkatkan SDM di kalangan ASN bidang komunikasi dan informasi publik melalui Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting bagi ASN dan Media Lokal tersebut.
Maksud dari Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting kemampuan ASN dalam hal meliput dan menulis berita dan informasi publik tentang program dan kegiatan Pemerintah Daerah.Tujuan Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Broadcasting adalah meningkatkan kualitas SDM ASN yang bertugas di bidang Komunikasi dan Informasi Publik.
36
9) Sub Kegiatan Layanan Hubungan Media
Terlaksananya literasi peraturan ITE sehingga media dan masyarakat lebih memahami pentingnya Peraturan ITE. Kegiatan Literasi Media menjadi sangat penting dalam rangka menyikapi kondisi media penyiaran yang memiliki kemampuan menembus ruang-ruang pribadi dan keluarga.
Daya penetrasi ini juga dapat mempengaruhi prilaku dan membentuk karakter. Sehingga masyarakat perlu memiliki pemahaman yang baik dalam proses mengkonsumsi media penyiaran, terutama televisi. Kemampuan memilih dan memilah tayangan yang bermanfaat secara bijak dan benar merupakan tujuan utama dari kegiatan Literasi Media.
Maksud penyelenggaraan Literasi adalah untuk mendidik masyarakat agar mampu menggunakan media secara cerdas dan kritis. seorang yang melek media kemudian menjadi seseorang yang mampu untuk membaca, memahami, mengevaluasi, menyeleksi dan mengkritik isi dari pesan-pesan media. Tujuan pelaksanaan literasi adalah meningkatkan pemahaman akan literasi digital dan meningkatkan penyebaran konten-konten positif oleh masyarakat sipil, pemerintah, dan media.
II. PROGRAM PENGELOLAAN APLIKASI INFORMATIKA
a) Kegiatan Pengelolaan Nama Domain yang Telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Subdomain di Lingkup Pemerintah Daerah Provinsi
1) Sub Kegiatan Penatalaksanaan dan Pengawasan Nama Domain dan Sub Domain dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi
Persentase domain dan subdomain terlayani dengan target kinerja 98%. Nama domain adalah nama
37
unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet. Sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 5 Tahun 2015 mengenai Registrar Nama Domain Instansi Penyelenggara Negara, pada pasal 4, bahwa setiap instansi termasuk instansi pemerintah daerah wajib menggunakan dan mendaftarkan nama domain sebagai alamat elektronik resmi instansi. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mendaftarkan nama domain yaitu kalbarprov.go.id setiap tahunnya agar domain yang dimiliki tetap aktif.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Kalbar menyediakan layanan subdomain yang dibutuhkan instansi lain dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik. Layanan subdomain yang dimaksud berupa layanan website dan aplikasi yang membutuhkan domain kalbarprov.go.id, layanan surat elektronik (email) Pemprov Kalbar, layanan cloud (berbagi pakai), dan yang lainnya. Setiap tahunnya diharapkan semua permintaan layanan nama domain dan subdomain dapat tercapai sebesar 98% dimana semua permintaan dari instansi di lingkungan Pemprov Kalbar dapat terpenuhi dan terlayani dengan baik.
2) Sub Kegiatan Penyelenggaraan Sistem Jaringan Intra Pemerintah Daerah
Pelaksanaan sub kegiatan ini terdiri dari 2 output yang ingin dicapai yaitu :
38
a) Jumlah OPD yang terhubung dengan Jaringan Intra Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 44 OPD.
Kegiatan Perluasan Jaringan Intranet Pemprov.
Kalbar dilakukan dengan membangun jaringan intranet yang menghubungkan 40 OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, memasang perangkat jaringan pada titik/PC yang belum terhubung, melakukan monitoring jaringan yang telah terpasang secara realtime serta melakukan evaluasi terhadap masalah yang terjadi pada jaringan.
Pembangunan jaringan serat optik pemrov kalbar dilakukan dengan bekerjasama pihak ketiga yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam melaksanakan pembangunan jaringan serat optik.
Pemasangan perangkat jaringan, pelaksanaan kegiatan didahului dengan permintaan akses pada computer pengguna (PC client) yang belum terkoneksi dengan jaringan WAN melalui surat permintaan pemasangan jaringan baru. Permintaan tersebut kemudian diproses pada Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi. Setelah itu dilakukan survey lokasi/titik pemasangan untuk menentukan kebutuhan perangkat. Kemudian dilakukan pemasangan dan pengaturan perangkat jaringan oleh Pengelola Sistem dan Jaringan.
Pemasangan & pemeliharaan backbone, melaksanakan pemeliharaan dan evaluasi jaringan backbone. Jika dibutuhkan penggantian alat/revitalisasi perangkat berdasarkan hasil evaluasi dan perkembangan teknologi.
39
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan sepanjang tahun, dengan melakukan pencatatan terhadap gangguan/kendala di pihak pengguna dan solusi yang dilaksanakan.
b) Tersedianya akses internet untuk 11 OPD.
Maksud dari kegiatan Pengelolaan Akses Internet adalah guna mengakomodir kebutuhan akses internet pada 11 OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat khususnya di lingkungan Sekretariat Daerah Prov. Kalbar, serta untuk memfasilitasi kebutuhan akses internet server Pemprov. Kalbar agar dapat diakses oleh publik. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat bertanggung jawab terhadap pengelolaan akses internet di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat dengan tujuan utama adalah untuk mengakomodir akses internet pada Biro/Badan di lingkungan kantor Gubernur. Selain itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat juga bertanggung jawab terhadap akses server Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang ditempatkan pada ruang Data Centre pada DinasKominfo Prov. Kalbar, Jl. Adisucipto No. 50 Pontianak. Layanan yang telah dilakukan selama ini perlu dilakukan peningkatan setiap tahunnya baik dari sisi teknologi yang digunakan maupun besaran kapasitas layanan. Peningkatan layanan tersebut salah satunya diperoleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat melalui kegiatan Penyediaan Akses Internet.
40
b) Kegiatan Pengelolaan E-Government di Lingkup Pemerintah Daerah Provinsi
1) Sub Kegiatan Penatalaksanaan dan Pengawasan E- Government dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi
Sub kegiatan dengan target kinerja jumlah layanan dasar SPBE sebanyak 4 layanan yaitu hosting, email, sub domain, datacloud. Beberapa layanan SPBE yang dikelola oleh Diskominfo antara lain adalah Pengelolaan Domain dan Subdomain Pemprov. Kalbar, Pengelolaan Email, Pengelolaan Web Hosting, serta Pengelolaan Data Cloud (Storage Cloud). Layanan dasar SPBE meliputi Subdomain, Email, Hosting, dan Datacloud untuk seluruh OPD di lingkungan Pemprov Kalbar. Kegiatan tersebut akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan e- Government di Kalimantan Barat untuk seluruh OPD sekaligus mendukung Reformasi Birokasi Publik melalui peningkatan efisiensi dan efektifitas layanan berbasis TIK.
2) Sub Kegiatan Sinkronisasi Pengelolaan Rencana Induk dan Anggaran Pemerintahan Berbasis Elektronik
Tersedianya peraturan pedoman tata kelola SPBE Pemprov Kalbar sebanyak 1 Peraturan Gubernur.
Pedoman mengenai Masterplan Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut berisi rencana induk penerapan TIK di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang disesuaikan dengan arah kebijakan RPJMD Provinsi Kalimantan Barat. Masterplan tersebut adalah berisi rencana secara umum. Untuk selanjutnya, diperlukan peraturan/pedoman turunan yang membahas lebih detail mengenai pengelolaan TIK di OPD Pemprov. Kalbar,
41
diantaranya yang utama adalah pedoman standardisasi struktur data sebagai landasan pembuatan aplikasi yg terintegrasi dan satu data Kalimantan Barat.
Penyusunan Pedoman Tata Kelola SPBE Pemprov.
Kalbar dimaksudkan untuk mendukung proses penerapan TIK di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat agar tertib dan optimal. Mengakomodir proses penyusunan pedoman tata kelola SPBE Pemprov. Kalbar sebagai landasan implementasi TIK di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Diharapkan dapat menghasilkan produk hukum yang mengatur mengenai perencanaan dan manajemen TIK untuk diterapkan pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat agar sesuai dengan arah kebijakan dan pembangunan. Selanjutnya berdampak pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang diimplementasikan pada semua lini dan aspek kepemerintahan berbasis e-government.
3) Sub Kegiatan Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Teknologi Informasi dan Komunikasi Pemerintah Daerah
Terlaksananya Workshop / Bimbingan Teknis Jaringan dan Coding dan Sosialisasi Hosting, Email, dan Cloud 3 bimtek / 253 peserta. Penerapan teknologi informasi, khususnya dalam hal penggunaan aplikasi dan layanan kepemerintahan harus disosialisasikan kepada pengguna, khususnya OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu aplikasi yang akan disosialisalikan pada tahun 2021 adalah Sosialisasi Hosting, Email, DataCloud dan Bimbingan Teknis Jaringan dan Coding di Lingkungan Pemerintah Provinsi
42
Kalimantan Barat yang tergabung dalam layanan SPBE Provinsi Kalimantan Barat
Layanan Hosting, Layanan berbasis internet yang menyediakan sumber daya atau resource untuk sebagai tempat menyimpan data atau tempat menjalankan aplikasi atau website ditempat terpusat yang disebut dengan server. Layanan Cloud Storage, Pada era digital ini, kemudahan aksesibilitas terhadap penyimpanan data di dunia maya menjadi salah satu prioritas dalam mendukung kemudahan bekerja, terutama di lingkup pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Mobilitas manusia tidak lagi menjadi kendala dalam mengakses data/file. Pekerjaan diharapkan dapat dikerjakan dimana saja, tanpa ada resiko duplikasi data/file.
Layanan Email Dinas, Saat ini Diskominfo Prov. Kalbar telah menyiapkan aplikasi/layanan untuk penyimpanan data digital secara online. Data tersebut akan disimpan pada server di data center Prov. Kalbar dan dapat diakses dimanapun dan pada perangkat apapun. Aplikasi pendukung juga sudah dapat digunakan, baik di PC, Notebook, smartphone, maupun tablet. Selain mode rahasia (private), data/file tersebut juga dapat dibagi-pakai antar pengguna, serta dapat dishare public sesuai keperluan.
Kegiatan Bimtek Jaringan dan Coding, untuk meningkat kemampuan ASN khususnya yang menduduki Jabatan Fungsional Pranata Komputer untuk mendapatkan angka kredit dan mampu mengembangkan Ilmu Khususnya dibidang Teknologi Informatikan untuk dapat diterapkan di OPD masing-masing. Layanan ini
43
diperuntukkan untuk seluruh OPD di lingkungan Pemprov Kalbar. Oleh karena itu dibutuhkan Sosialisasi Hosting, Email, DataCloud dan Bimbingan Teknis Jaringan dan Coding tersebut.
4) Sub Kegiatan Pengelolaan Government Chief Information Officer (GCIO)
Terlaksananya pengelolaan TIK di lingkungan Pemprov Kalbar pada 47 OPD. Kegiatan Inventarisasi Sistem Informasi dimaksudkan untuk mendapatkan informasi menyeluruh tentang sejauh mana penerapan SPBE di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk kemudian dapat dijadikan dasar pengembangan TIK di masa yang akan datang. Tujuan dilaksanakannya kegiatan Inventarisasi Sistem Informasi adalah agar didapatkan informasi yang utuh dan menyeluruh tentang pemanfaatan teknologi informasi di OPD.Agar identifikasi dapat dilaksanakan langsung di lapangan berdasarkan data sekunder yang didapatkan dari OPD.
Beberapa pengujian teknis perlu dilakukan di lapangan untuk memvalidasi kualitas layanan TIK yang terdapat di setiap OPD, terutama yang berlokasi di dalam kota.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan untuk melakukan inventarisasi aplikasi, infrastruktur dan tata kelola TIK secara menyeluruh di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, sehingga kemudian dapat meningkatkan performa ASN dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi setiap OPD.
Kegiatan tersebut akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan e-Government di Kalimantan Barat