• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

6 BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1. Kedudukan dan Koordinasi 1. Kedudukan

Di Tomtam Studios, penulis mempunyai kedudukan sebagai sound engineer.

Tugas sound engineer di Tomtam Studios adalah sebagai operator saat take voice over, dan meng-edit audio termasuk hasil rekaman tersebut. Pada bulan terakhir periode kerja magang penulis, supervisor penulis melihat bahwa penulis juga dapat bekerja di bagian produksi, sehingga penulis kemudian juga ikut dialihkan untuk bekerja sebagai asisten produser dan general affair.

Tugas asisten produser adalah membantu produser dalam mengatur jadwal dan kebutuhan setiap proyek. Tugas general affair adalah melayani client, salah satunya dengan memesan makanan-makanan yang client inginkan.

2. Koordinasi

Selama kerja magang, penulis bekerja dan dibimbing di bawah sound engineer. Ketika membuat proyek, penulis mendapatkan brief dari produser yang memegang proyek. Saat penulis di-brief oleh produser, penulis juga ditemani oleh sound engineer yang bertugas untuk membimbing penulis dalam proyek tersebut. Saat proses rekaman berlangsung, penulis juga ditemani oleh sound engineer yang bertugas untuk membimbing penulis. Saat proses mixing, penulis dibiarkan untuk mengerjakannya sendiri terlebih dahulu, lalu diperiksa oleh sound engineer dan produser. Supervisi penulis juga sering melihat pekerjaan penulis, dan terkadang juga menjadi produser salah satu proyek yang penulis lakukan.

Proses komunikasi ketika sebuah proyek berlangsung adalah sound engineer, kepada produser audio post, lalu kepada produser production house, kemudian ke agency, baru terakhir ke client. Proses approval dari client juga berlangsung seperti itu, yaitu dari audio post, ke production house, lalu ke

(2)

7 agency, baru terakhir ke client. Ketika client, production house dan agency datang, penulis harus present hasil rekaman atau mixing yang penulis kerjakan. Penulis juga ditemani oleh seorang sound engineer dan produser proyek tersebut ketika present.

(Tomtam Studios, 2021) 3.2. Tugas yang Dilakukan

Berikut adalah rincian pekerjaan yang dilakukan penulis saat praktik kerja magang di Tomtam Studios dari tanggal 8 Februari 2021 hingga 30 April 2021.

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang

No. Minggu Proyek Keterangan

Ke-1–2 (8–19 Februari 2021)

Take VO iklan - Mengamati dan mempelajari proses perekaman voice over

- Diajarkan mengenai pengaturan track dalam Logic Pro

- Merekam voice over untuk iklan McDonalds dan video anniversary Bank BTN ke-71 dengan pengawasan

Ke-2–4 (22 Februari 2021–5 Maret

Take VO dan mixing VO - Merekam voice over untuk iklan anniversary Astra dengan pengawasan.

- Diajarkan mengenai mixing untuk voice over.

Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi

(3)

8

2021) - Mixing voice over untuk iklan

anniversary Astra dengan pengawasan.

Ke-4–6 (8–19 Maret 2021)

Take VO dan mixing VO - Merekam voice over iklan S-Tee dengan pengawasan.

- Mixing voice over iklan S-Tee dengan pengawasan.

- Merekam dan mixing voice over Lazada.

Ke-6–8 (22 Maret 2021–2 April 2021)

Take VO dan mixing - Merekam dan mixing voice over iklan Bodrexin dan Romano

- Diajarkan mengenai mixing untuk musik.

- Mencoba mixing untuk iklan Laurier dengan pengawasan

Ke-9 (5–9 April 2021)

Take VO, mixing, general affair

- Merekam dan mixing voice over iklan XL.

- Mixing musik untuk iklan Honda dengan pengawasan.

- Melayani dan memesan makanan untuk client serial “Ini Budi”

(general affair).

Ke-10 (12–16 April 2021)

Take VO, mixing, membantu produser

- Merekam voice over untuk iklan Lifebuoy.

- Memasukkan sound effect dan mixing untuk iklan MPWR dengan pengawasan.

- Membantu produser untuk handle client pada iklan Greenfields.

Ke-11 Take VO dan mixing - Merekam voice over untuk iklan

(4)

9 (19–23

April 2021)

Bank Danamon.

- Memasukkan sound effect dan mixing untuk iklan Lifebuoy.

Ke-12 26–30 April 2021)

Take VO, mixing, membantu produser, general affair

- Merekam voice over untuk iklan Geliga.

- Membantu perekaman dubbing untuk film “Zerre.”

- Membantu produser untuk melayani dan handle client Greenfields.

3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Selama proses magang, tugas utama penulis adalah sebagai sound engineer, yaitu merekam dan mixing audio untuk iklan. Proses produksi iklan secara umum cukup cepat dan tidak memakan banyak waktu. Biasanya, proses yang intens hanya pada hari take voice over dan pada final mix.

Take VO adalah hari di mana voice over direkam. Pada hari itu, produser dari production house dan producer assistant-nya datang ke studio untuk mengawasi progress rekaman. Copywriter dari agency juga datang untuk memberikan arahan pada talent VO. Terkadang, client juga ikut datang dan langsung memberikan feedback pada hasil rekaman. Akan tetapi, pada umumnya, client hanya akan memberikan feedback secara online, dan tidak datang ke studio.

Pada hari take VO, penulis hanya akan merekam voice over.

Final mix adalah hari di mana audio difinalisasi. Pada hari tersebut, produser dari production house akan datang untuk mengawasi hasil mixing. Pada hari ini juga terdapat banyak feedback yang lebih kearah teknis audio. Terkadang, terdapat revisi pada voice over, dan harus me-retake voice over yang baru.

Biasanya, hasil audio di hari final mix sudah final, sehingga tidak ada revisi lagi.

Akan tetapi, terkadang client akan meminta revisi lebih, bahkan setelah hari final mix. Ketika hal tersebut terjadi, produser dari production house tidak datang ke

(5)

10 studio. Feedback dan komen akan disampaikan secara online. Hasil mixing terbaru juga dikirimkan secara online.

Setelah beberapa minggu bekerja di Tomtam Studios, supervisi penulis melihat bahwa penulis mempunyai potensi untuk tidak hanya menjadi sound engineer, tetapi juga dalam bidang management dan produksi. Supervisor penulis memutuskan untuk meminta penulis membantu produser dalam beberapa proyek yang cukup sulit koordinasinya. Tidak hanya itu saja, penulis juga diminta untuk menjadi general affair pada beberapa pekerjaan. Tugas general affair adalah untuk melayani client, termasuk production house dan agency, ketika mereka datang ke Tomtam Studios. Pelayanan tersebut salah satunya adalah memesan makanan. Akan tetapi, terkadang beberapa client akan meminta beberapa hal lebih, seperti print skrip. Tugas general affair adalah untuk melakukan permintaan-permintaan tersebut, atau meneruskan kepada produser.

3.3.1. Proses Pelaksanaan

Beberapa proyek yang cukup sulit bagi penulis adalah saat mengerjakan iklan anniversary ke-71 Bank BTN dan iklan Laurier. Dalam mengerjakan semua proyek tersebut, penulis menggunakan Logic Pro sebagai software standard Tomtam Studios. Penulis juga dibimbing oleh sound engineer dalam kedua proyek tersebut.

(6)

11 3.3.1.1. BTN Anniversary ke-71

(Tomtam Studios, 2021)

Proyek anniversary ke-71 Bank BTN merupakan proyek pertama yang penulis dapatkan, sehingga penulis masih belum biasa dalam mengoperasikan alat-alat yang ada dalam Tomtam Studios. Tentunya, penulis diajarkan untuk menggunakan alat-alat tersebut. Tidak hanya itu saja, penulis bahkan diawasi saat menggunakan alat-alat itu. Akan tetapi, karena belum biasa, banyak hal yang penulis lupakan sehingga harus diingatkan berulang kali.

Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan merekam voice over adalam membuat session dalam Logic Pro. Dalam session tersebut, terdapat beberapa track, yaitu track untuk merekam, track backup di mana hasil rekaman yang tidak dipilih diletakkan, dan terakhir adalah track pilihan. Ketiga macam track tersebut adalah untuk memudahkan sound engineer yang bertugas maupun yang tidak bertugas mengerti session.

Ketika perekaman berlangsung, penulis ditemani oleh seorang sound engineer senior, dan produser Tomtam yang memegang proyek tersebut. Dalam

Gambar 3.2. Iklan BTN 71 Anniversary

(7)

12 studio juga terdapat copywriter dan talent voice over. Pertama, copywriter memberikan brief pada talent VO, memberitaunya mengenai model suara dan intonasi yang ingin dicapai. Ketika copywriter sudah selesai memberikan brief, talent VO akan masuk ke ruang perekaman. Penulis kemudian check gain, yaitu untuk memastikan bahwa gain dalam data tidak terlalu lembut, tetapi tidak terlalu keras. Check gain ini dilakukan dengan meminta talent VO mencoba skrip yang sudah diberikan. Penulis merekam percobaan tersebut, sambil memastikan bahwa gain dalam data cukup.

Setelah gain sudah cukup, perekaman dimulai. Talent VO mencoba lagi skripnya, lalu copywriter memberikan feedback kepada talent. Setelah beberapa kali rekaman, copywriter akan memilih hasil yang terbaik dari seluruh hasil tersebut. Hasil-hasil itu akan dimasukkan dan di sesuaikan dengan gambar.

Setelah itu, hasil perekaman yang final di-render dan dikirimkan kepada produser Tomtam Studios. Produser Tomtam Studios akan meneruskan hasil tersebut kepada produser production house.

(8)

13 (Tomtam Studios, 2021)

Ketika produser production house sudah mendapatkan feedback dari agency dan client, mereka meneruskan feedback tersebut kepada copywriter, yang akan meneruskan kepada talent VO. Proses perekaman kembali dilakukan, dengan feedback dari client yang diterapkan. Setelah selesai merekam, hasil rekaman tersebut kembali dikirimkan kepada produser Tomtam Studios.

Setelah di-approve oleh client, maka hasil rekaman tersebut di-mixing oleh sound engineer lain, karena penulis belum diperbolehkan untuk mixing. Mixing adalah sebuah hal yang lebih rumit dari pada rekaman, dan penulis belum mahir dalam hal tersebut. Dalam proses mixing, penulis hanya memperhatikan proses mixing, dan mengutarakan beberapa pertanyaan sesekali.

Gambar 3.3. Proses perekaman BTN 71 Anniversary

(9)

14 (Tomtam Studios, 2021)

3.3.1.2. Laurier Dear Younger Me

(Tomtam Studios, 2021)

Pada produksi iklan Laurier, penulis mengalami beberapa masalah.

Produksi ini, menurut produser yang bertugas, merupakan salah satu produksi Gambar 3.5. Laurier Dear Younger Me

Gambar 3.4. Session BTN 71 Anniversary

(10)

15 paling berantakan yang pernah ia pegang. Akan tetapi, pada akhirnya, hasil produksi diterima dengan baik oleh client.

Brief awal yang didapatkan oleh produser Tomtam Studios adalah untuk menyediakan musik serta mixing saja. Dengan brief tersebut, produser menugaskan salah satu musisi untuk membuat musik untuk iklan tersebut.

Produser juga menugaskan penulis untuk mencoba mixing proyek tersebut, tentunya dengan pengawasan dari sound engineer lain.

Dalam pengerjaan proyek ini penulis mengalami banyak tantangan. Salah satunya adalah ketika mendapatkan file omf dari production house. File omf berfungsi untuk memberikan file-file sound dari hasil editing offline, sehingga sound engineer dari audio post tidak harus mencari semua sound effectnya sendiri. File omf yang diberikan oleh produser Laurier terdapat banyak noise.

Penulis, dengan bimbingan sound engineer, mencoba untuk meminimalisir noise tersebut, sehingga tidak terlalu ketara.

Akan tetapi, dalam proses pembersihan suara tersebut, produser Tomtam Studios mengatakan bahwa akan ada perubahan visual. Hal tersebut menjadi masalah yang cukup besar, karena hal itu berarti file offline yang penulis dan Tomtam Studios dapatkan bukanlah hasil offline yang sudah approve. Produser Tomtam mencoba untuk memastikan lagi hasil offline yang sudah approve, sehingga proses editing suara tidak harus bekerja dua kali.

Penulis mendapatkan hasil dari editing offline beberapa hari setelah itu.

Ketika mendapatkan hasil tersebut, penulis kembali mencoba untuk membersiahkan noise yang terdapat dalam hasil rekaman on set. Noise dalam file- file tersebut terlalu banya, sehingga tidak bisa untuk dihilangkan sepenuhnya. Hal yang bisa dilakukan hanyalah meminimalisir noise yang ada.

Setelah mendapatkan hasil musik dari musisi, penulis mencoba untuk mixing lagu tersebut. Tentunya, penulis me-mixing lagu tersebut dengan pengawasan dari sound engineer. Sound engineer yang bertugas membebaskan penulis untuk berusaha terlebih dahulu, memberikan masukan-masukan kecil

(11)

16 sehingga hasil yang diberikan lebih baik. Ketika penulis sampai ke tahap mastering, sound engineer yang mengawasi penulis menjelaskan kepada penulis prosesnya. Ia mengatakan bahwa mastering jauh lebih teknis dibanding mixing.

Mixing dapat disesuaikan dengan selera, tetapi mastering mempunyai standar dan teori yang harus diikuti.

Sehari sebelum final mix, produser Tomtam dikabari bahwa mereka membutuhkan talent VO untuk menggantikan suara salah talent shooting. Akan tetapi, setelah banyak negosiasi dengan produser Tomtam, production house tersebut tidak jadi meminta talent VO untuk mengisi suara. Sebagai solusi, salah seorang dari production house atau dari Tomtam Studios akan menjadi talent VO.

Ketika hari final mix datang, penulis dan musisi yang bertugas mem- present hasil editing kepada production house. Produser memberikan feedback, dan penulis mengerjakannya. Sayangnya, penulis mendapatkan kabar dari produser Tomtam bahwa hari tersebut tidak jadi final mix. Ternyata, masih banyak masalah yang terdapat dalam editing-nya, sehingga belum bisa final mix.

Penulis tidak merekam voice over. Salah seorang sound engineer lain yang merekam voice over. Hal ini adalah supaya pengerjaan dapat menjadi lebih efektif dan cepat.

Setelah hari final mix tersebut, produser Tomtam Studios dan produser production house membahas mengenai tanggal final mix berikutnya. Ketika hari tersebut datang, ternyata terdapat perubahan gambar lagi. Untungnya, perubahan tersebut tidak banyak, sehingga penulis dan musisi tidak harus bekerja lebih keras lagi. Pada sesi final mix ini, penulis memfinalisasi mixing dari iklan Laurier.

3.3.1.3. Greenfields

Pada produksi Greenfields, penulis diberikan kesempatan untuk merasakan pekerjaan lain selain sound engineer. Supervisor penulis merasa bahwa penulis bisa membantu produser, sehingga ia meminta penulis untuk membantunya meng- handle proyek ini. Penulis diberikan tugas untuk meneruskan hasil dari sound

(12)

17 engineer kepada produser production house. Penulis juga disuruh untuk memesan makanan bagi client.

Dalam produksi ini, penulis mempelajari etika berkomunikasi kepada client. Tidak hanya itu saja, penulis juga mempelajari etika bekerja, terutama di depan client. Dengan menjadi general affair, penulis membawa nama Tomtam Studios di hadapan client.

Penulis tidak mengikuti proses produksi ini dari awal. Penulis hanya mengikuti produksi ini ketika client datang. Biasanya, orang pertama yang datang ke Tomtam Studios adalah produser dan asisten produser dari production house.

Ketika mereka datang, penulis menyambut mereka dan memberikan informasi yang cukup mengenai proyek hari itu.

Penulis tidak harus melakukan banyak hal. Penulis hanya harus memastikan bahwa client nyaman di studio. Penulis juga mengirimkan dokumen- dokumen yang bersangkutan dengan produksi tersebut, misalnya mengenai hasil editing offline yang sudah di-approve kepada sound engineer. Penulis menjadi penengah antara kedua pihak tersebut.

3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Kendala pertama yang penulis temukan adalah lokasi perusahaan yang lumayan jauh dari rumah penulis. penulis harus memberikan effort lebih untuk pergi ke Tomtam Studios. Adanya pandemi Covid-19 ini juga membuat perjalanan dari rumah ke Tomtam Studios menjadi lebih sulit. Transjakarta tidak beroperasi hingga ke Tangerang, sehingga penulis harus mencari kendaraan umum lainnya. Penulis juga tidak diberikan budget transportasi dari Tomtam Studios karena pandemi Covid-19 ini, sehingga harus mencari kendaraan umum paling murah.

Kendala kedua adalah kurangnya penulis dengan alat-alat rekam audio dalam studio. Penulis kurang mengenal alat-alat dan routing pada studio rekaman audio, sehingga pada awal magang, penulis merasa bingung dengan alat-alat yang ada.

(13)

18 Kendala yang terakhir adalah komunikasi dengan client. Penulis kurang mengetahui bahasa yang digunakan ketika berkomunikasi dengan client. Penulis mengalami beberapa miskomunikasi karena hal tersebut. Penulis juga mendapatkan beberapa pekerjaan lebih karena masalah komunikasi tersebut.

3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Bagi kendala yang pertama, yaitu masalah transportasi, penulis mencari kendaraan umum sehingga mendapatkan dua alternatif. Pertama, menggunakan Grab atau Gocar untuk pergi dari rumah ke Tomtam Studios. Akan tetapi, pilihan tersebut menghabiskan banyak uang, karena tarif dari Lippo Village ke Tomtam Studios cukup mahal. Alternatif kedua adalah menggunakan Bis Lippo untuk pergi ke daerah FX lalu menggunakan Grab atau Gocar dari situ. Penulis memilih alternatif kedua karena menghemat uang cukup banyak.

Bagi kendala kedua, yaitu masalah routing dan pengenalan alat-alat pada studio rekaman audio, penulis mengatasi masalah ini dengan banyak bertanya.

Pada beberapa minggu pertama penulis banyak menanyakan mengenai routing alat-alat yang disediakan di Tomtam Studios.

Kendala yang terakhir penulis atasi dengan banyak bertanya dan belajar dari pengalaman penulis sendiri dan orang disekitar penulis. Penulis bertanya pada sound engineer lain mengenai etika berkomunikasi penulis. Penulis juga bertanya pada produser yang bertugas, dan kepada supervise penulis. Tidak hanya itu saja, penulis juga suka mengevaluasi diri setelah bertemu dengan client.

Penulis menanyakan mengenai bahasa yang digunakan penulis dengan rekan kerja penulis.

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat penulis menjalankan program kerja magang, penulis pernah melakukan proses penimbangan bahan baku, pada proses penimbangan terdapat alat timbang yang hanya dapat

Brief konten disampaikan ke penulis biasanya hanya tema atau referensinya saja, lalu penulis mengerjakan motion graphic berdasarkan referensi yang sudah diberikan.. Sedangkan,

Gallery report merupakan fitur pada bagian admin untuk melihat Gallery yang berisi semua pengguna yang mendapatkan pelaporan tetapi masih dalam jumlah dibawah batas

Penulis hanya melihat satu masalah kebijakan yaitu masalah kedisiplinan mengenai kehadiran. Masalah terjadi karyawan dating terlambat, ini dikarenakan beberapa pegawai

Penulis mencoba merancang design 3D yang lebih simpel, tetapi supervisor meminta revisi kepada penulis untuk membuat model tersebut lebih keliatan dari poligon 3D

Selain schedule dan timeline, penulis juga sempat membuat call sheet untuk pembuatan video mata pelajaran Fisika bab Dinamika Partikel tetapi pada akhirnya penulis merasa

Setelah penulis mendapatkan moodboard dan storyboard, dan brief, penulis langsung membuat Set design dan prop list untuk produksi ini agar director, agency, dan klien dapat

Penulis bekerja di bidang media analysis seperti melakukan media monitoring koran dan digital, melakukan clipping berita, mengerjakan first report, weekly report, dan