• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagian mahasiswa baru merupakan siswa-siswi yang baru saja lulus sekolah menengah atas (fresh graduate). Menurut Gunarsa (dalam Aisyah, 2013), pada saat memasuki kuliah mahasiswa baru tumbuh dan terbiasa oleh budaya akademik Sekolah Menengah Atas (SMA), yang banyak diterapkan dengan materi-materi program studi atau yang sering disebut dengan kurikulum dalam buku paket serta Lembar Kerja Siswa (LKS). Menurut Mudhovozi (dalam Wiyono, 2017), ketika siswa lulus dari sekolah menengah ke perguruan tinggi akan menghadapi masa transisi menuju tanggung jawab baru, tantangan baru, pengalaman baru, serta penyesuaian lingkungan sosial dan penyesuaian akademik. Siswa yang melakukan masa transisi dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ke perguruan tinggi diharapkan untuk bekerja keras, mengubah kebiasaan belajar, serta mengatur ulang prioritas mereka untuk beradaptasi.

Mahasiswa baru mengalami masa perubahan dari masa remaja akhir menuju masa dewasa awal. Hal tersebut merupakan masa beradaptasi dengan gaya hidup baru dan harapan sosial baru. Sebagai mahasiswa baru yang berada pada kategori atau rentang usia (18 tahun ke atas) menjadi suatu keharusan untuk dapat menyesuaikan diri dengan gaya atau pola hidup yang baru. Dalam hal ini adalah bidang akademik di mana seorang mahasiswa baru tentu mengalami perubahan sistem pembelajaran (Harlock, 1996). Masa dewasa awal juga merupakan masa di mana individu dihadapkan pada banyak tekanan, dan tekanan tersebut cenderung

(2)

bereaksi sebagai penyebab stres sehingga menimbulkan kecemasan dan ketidakstabilan emosi (Wiyono, 2017).

Menjadi seorang mahasiswa-mahasiswi baru, pasti belum mengetahui sistem serta proses belajar mengajar yang ada di diperguruan tinggi, serta fasilitas yang digunakan untuk membantu segala proses pembelajaran yang ada diperguruan tinggi. Sebagai bagian dari lembaga pendidikan, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan berbagai potensinya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, peserta didik harus selalu menghadapi dan menyelesaikan tugas akademik dan non akademik (Saman, 2017). Menurut Siallagan (2011), sebagai mahasiswa mempunyai tugas utama yaitu belajar seperti membuat tugas, membaca buku, menghadiri seminar, membuat makalah, presentasi, diskusi, serta kegiatan- kegiatan lainnya yang bercorak kekampusan dan tugas non akademik mahasiswa diantara lain organisasi, kepanitiaan, volunteer, magang dan lain lain. Oleh sebab itu, menjadi sangat penting mengubah pola berpikir siswa ke tingkatan yang lebih tinggi. Dapat dikatakan, mengubah status siswa sebagai mahasiswa memerlukan upaya adaptasi. Dalam hal ini mahasiswa dibekali dengan kemampuan untuk lebih mandiri dari sebelumnya. Maka dari itu mahasiswa tidak akan menghadapi hambatan atau masalah penyesuaian diri untuk menuntaskan tugas-tugasnya sebagai mahasiswa baru di bangku kuliah.

Menurut Prayitno (dalam Damri, 2017), salah satu faktor penentu keberhasilan seorang mahasiswa di perguruan tinggi adalah sejauh mana mahasiswa mampu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen secara akurat dan tepat waktu.

Namun, sebagai mahasiswa baru tentunya mereka belum terbiasa dengan deadline

(3)

tugas yang banyak, ditambah lagi beberapa dosen yang tidak memberikan toleransi kepada mahasiswa dalam mengerjakan tugas–tugasnya. Hal ini tentu berbeda dengan kondisi sewaktu masih duduk di bangku sekolah.

Proses belajar mengajar tidak lepas dari kata peserta didik karena peserta didik merupakan salah satu objek pertama dari proses belajar mengajar. Namun, peserta didik saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa mengalami penurunan hasil belajar, salah satunya adalah kurangnya motivasi atau semangat belajar dan kurangnya konsistensi dalam belajar (Majid, 2019). Pesatnya perkembangan dunia pendidikan khususnya di Indonesia terkadang membuat masyarakat terlena dengan kecanggihan teknologi, baik di kalangan anak-anak, remaja maupun dewasa. Munculnya masalah ini kurang baik karena dapat menurunkan minat belajar pada individu.

Menurunnya kemauan belajar akan membuat sulitnya membangun komitmen atau prinsip dalam belajar secara efektif (Majid, 2019).

Sebagai mahasiswa di perguruan tinggi selalu memiliki tugas dan tanggung jawab khususnya di bidang akademik yang dijalaninya. Mahasiswa dituntut untuk dapat menjalani setiap proses dan kegiatan perkuliahan secara baik, salah satunya dengan hadir kegiatan tatap muka yang sudah terjadwal secara klasikal dan berkewajiban untuk menyelesaikan semua tugas perkuliahan yang telah diberikan oleh dosen (Jamila, 2020). Mahasiswa juga dituntut untuk mampu menghadapi tuntutan dan tekanan seperti membaca literatur, melakukan penyajian materi ataupun menyerahkan tugas-tugas perkuliahan. Namun, pada kenyataannya banyak mahasiswa yang selalu melakukan penundaan dalam pengerjaan tugas

(4)

sampai mendekati waktu penyerahan tugas, atau sampai mendapat teguran terkait keterlambatan dalam mengumpulkan tugas (Jamila, 2020). Menjadi mahasiswa adalah suatu kehormatan sekaligus sebuah tantangan, karena mahasiswa selalu dihadapkan pada tugas-tugas, baik tugas akademik maupun non akademik. Pada kenyataannya, mahasiswa seringkali menghadapi tugas-tugasnya itu muncul rasa tidak ingin atau malas dalam menuntaskannya. Penolakan ini biasanya bermula dari keadaan psikologis yang dihadapinya serta mendorongnya untuk menghindari tugas yang sepatutnya di tuntaskan (Saman, 2017).

Perilaku individu dalam menunda menyelesaikan tugas ini disebut prokrastinasi akademik (Susanti & Nurwidawati, 2014). Ferarri (dalam Roza, 2018), menyatakan bahwa prokrastinasi ialah wujud perilaku khusus yang mana meliputi komponen prokrastinasi, apakah prokrastinasi tersebut berupa wujud mengawali ataupun dalam menuntaskan tugas dan aktivitas yang mampu menimbulkan dampak lebih lanjut, misalkan tugas. Procrastinator atau pelaku prokrastinasi dalam hal ini mempresepsikan bahwa tugas atau tanggungan jawab yang diberikan itu penting untuk dituntaskan, Contohnya tugas kantor, rumah ataupun tugas sekolah dan seorang procrastinator juga menciptakan karakter emosional yang tidak menyenangkan, misalnya perasaan takut, bersalah, marah, panik dan sebagainya. Menurut (Ghufron & Risnawita, 2010), menjelaskan bahwa prokrastinasi akademik ialah sebagai suatu prokrastinasi di adakan secara terencana, dan juga adanya suatu kegiatan yang kurang berfaedah, Dalam hal ini, suatu perilaku prokrastinasi tersebut dapat menimbulkan beban atau tekanan yang

(5)

dapat terjadi sehingga menyebabkan tidak berfokus untuk berpikir dengan tepat dalam memahami atau mengenali suatu tugas.

Menurut Ferari (dalam Fauziah, 2015), prokrastinasi akademik bisa dilihat melalui karakteristik seperti timbulnya kemalasan dalam menyelesaikan suatu tugas. Hal ini dikarenakan pelaku prokrastinasi lebih cenderung mengutamakan kegiatan atau tugas yang bukan menjadi tanggung jawab utama atau tugas yang tidak penting seperti, mengobrol, menonton film, mendengarkan musik, dan jalan- jalan yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan tugas utamanya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, prokrastinasi akademik merupakan karakter atau perilaku yang tidak dapat dikendalikan dalam suatu tugas atau tanggung jawab yang diberikan, sehingga mencegah terjadinya keterlambatan dalam suatu tugas.

Menurut Bernard (Dalam Fauziah,2015), mengemukakan bahwa karakteristik mahasiswa yang sering kali menunda bahkan lambat dalam menyelesai tugas utamanya yaitu lebih memilih suatu kegiatan atau tugas yang tidak penting dan membuang waktu. Hal ini menyebabkan individu tidak mampu atau tidak bisa berkonsentrasi dalam menuntaskan tugas utama, menimbulkan rasa khawatir, bingung harus memulai dari mana, sulit dalam menentukan waktu pengerjaan, terpengaruh dampak dari lingkungan sekitar, memiliki rasa khawatir, menimbulkan kecemasan pada diri jika kemampuannya di evaluasi dan menimbulkan depresi, stres serta kecapean pada diri. Prokrastinasi akademik yang dihadapi jika tidak diidentifikasi dan berusaha di atasi akan berpengaruh buruk untuk individu. Selain beberapa dampak alasan tersebut juga dapat berpengaruh terhadap faktor lain yang tidak termaksud dalam pengelompokkan internal dan

(6)

eksternal, Misalnya karakter dan penilaian sifat dosen, seperti dosen yang jarang memberikan bimbingan atau lebih mengutamakan urusan pribadi dan sifat penilain dosen yang cenderung bersifat killer yang menimbulkan rasa tegang dan panik bagi mahasiswa saat mengajar.

Menurut Ferrari (dalam Purnama, 2014), prokrastinasi tugas banyak mengakibatkan dampak yang tidak baik ketika melakukan prokrastinasi, seperti terbuangnya waktu secara percuma, tugas-tugas menjadi terabaikan, dan juga jika dikerjakan hasilnya kurang maksimal. Menurut Salomon

& Rothblum (dalam Legowo, 2017), mengemukakan bahwa prokrastinasi berkaitan dengan rendahnya harga diri, tekanan mental, pikiran-pikiran irasional, kebimbangan, dan merasa kurang percaya diri terhadap kemampuannya sendiri.

Prokrastinasi juga dapat menyebabkan individu kehilangan kesempatan dan peluang pada masa depan. Jika prokrastinasi terus berlanjut, maka akan mumcul beberapa masalah dari perilaku prokrastinasi akademik yang telah dijabarkan tersebut dan berpengaruh pada hasil akhir atau prestasi akademik mahasiswa (Purnama, 2014).

Prokrastinasi akademik dapat dinilai dan diamati berdasarkan aspek-aspek tertentu, misalkan keterlambatan dalam memulai atau menyelesaikan tugas, kelambanan dalam menyelesaikan tugas, kesenjangan waktu antara rencana atau kinerja aktual, melakukan aktivitas lain yang lebih mengasyikan dibandingkan menyelesaikan tugas (Ferrari dalam Roza, 2018). Bersumber dari hasil wawancara dengan 8 Mahasiswa baru Prodi Psikologi angkatan 2021 UNMUH Jember dan 8 Mahasiswa Prodi Psikologi angkatan 2021 UIN KHAS Jember menyatakan

(7)

bahwa Mahasiswa Prodi psikologi UNMUH Jember sering menunda tugas karena berbagai alasan yaitu, cenderung pada pengelolaan emosinya, faktor llingkungan, terdistract hal lain seperti membuka aplikasi tiktok serta shopee, faktor pekerjaan,

melaksanakan perintah orang tua terlebih dahulu, dan mengumpulkan beberapa jurnal terlebih dahulu agar mudah mengerjakan. Hal ini mencerminkan perilaku prokrastinasi pada aspek pertama yaitu prokrastinasi untuk memulai ataupun menuntaskan tugas.

Sedangkan pada Mahasiswa Prodi Psikologi UIN KHAS Jember terdapat 2 model mahasiswa yang berbeda dalam mengerjakan tugas. Pertama, ada mahasiswa yang tidak menunda menuntaskan tugas dan ada mahasiswa yang menunda mengerjakan tugas. Mahasiswa tidak menunda tugas agar tidak menambah beban dan agar bisa bersantai, sedangkan bagi mahasiswa yang menunda adalah dikarenakan pengelolaan emosi, terlalu mengentengkan tugas, terdistract hal lain seperti membuka aplikasi shopee serta tiktok, faktor pekerjaan

serta melaksanakan perintah orang tua dan mengumpulkan jurnal terlebih dahulu agar mudah mengerjakan.

Dalam aspek kedua yaitu kelambanan dalam mengerjakan tugas pada Mahasiswa Prodi Psikologi UNMUH Jember diperoleh informasi, bahwa mahasiswa memerlukan waktu yang lebih lama dalam menuntaskan tugas dikarena ketika deadline masih lama mahasiswa bisa lebih tenang dan bersantai terlebih dahulu dan ketika sudah mendekati wakyu deadline, mahasiswa langsung bergegas mengerjakannya karena mahasiswa merasa cemas akibat takut waktunya habis dan takut ada kendala lainnya seperti gangguan sinyal. Selain itu,

(8)

mahasiswa yang suka mengerjakan dimalam hari dengan alasan lebih fokus mengerjakan di dini hari. Mahasiswa juga menunda tugas dikarenakan terdistract hal lain, seperti kelelahan dikarena faktor freelance dan organisasi serta faktor lingkungan lainnya seperti, mencari referensi atau informasi sampai lengkap terlebih dahulu agar ketika mengerjakan tugasnya lebih bersemangat.

Sedangkan pada Mahasiswa Prodi Psikologi UIN KHAS Jember diperoleh informasi bahwa, mahasiswa lebih suka mengerjakan tugas secara langsung dan memerlukan waktu yang tidak lama. Namun, ada pula mahasiswa yang membutuhkan waktu lama dikarenakan faktor emosional dan lingkungannya.

Pada aspek ketiga yaitu kesenjangan waktu antara rencana atau kinerja aktual diperoleh informasi bahwa dimana Mahasiswa Baru Prodi Psikologi di UNMUH Jember dan Mahasiswa Baru Prodi Psikologi di UIN KHAS Jember ada yang membuat schedule dan ada mahasiswa yang tidak membuat schedule. Mahasiswa yang membuat schedule memprioritaskan yang mendekati deadline terlebih dahulu namun terkadang planning tersebut tidak sesuai dengan schedule dikarenakan beberapa faktor pengelolaan emosi dan faktor lingkungan misalkan faktor teman yang susah diajak diskusi yang pada akhirnya menunda untuk mengerjakan tugas kelompok dan faktor kelelahan dikarenakan organisasi, pekerjaan, serta kesulitan dalam mengetur waktu yang pada akhirnya menunda tugas untuk beberapa jam dan melanjutkan tugas tersebut ketika rasa lelahnya hilang.

Aspek yang terakhir yakni mengerjakan kegiatan lain yang lebih menyenangkan dari pada menuntaskan tugas diperoleh informasi dimana

(9)

Mahasiswa Baru Prodi Psikologi di UNMUH Jember dan Mahasiswa Baru Prodi Psikologi di UIN KHAS Jember melakukan prokrastinasi dikarenakan faktor lingkungan dan pengelolaan emosi. Misalkan mahasiswa lebih memilih pekerjaan yang menyenangkan seperti hangout bersama orang yang disayang, menonton drama korea, scrolling tiktok, serta membuka media sosial lainnya. Terkadang, mahasiswa lebih memilih rebahan terlebih dahulu dikarenakan waktu deadline masih lama.

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Andhika Mustika Dharma (2020), diketahui prokrastinasi mahasiswa berada pada tingkatan yang berbeda- beda, antara lain: 10% pada kategori sangat tinggi, 60% kategori tinggi, 13,3%

kategori sedang, 6,7 % kategori rendah, dan 10% kategori sangat rendah.

Mahasiswa yang mempunyai perilaku prokrastinasi dapat menyebabkan terbuangnya waktu secara sia-sia tanpa menghasilkan sesuatu yang berfaedah, tugas menjadi menumpuk dan jika selesai maka hasil tugas tidak maksimal (Saraswati, 2017). Senada dengan pendapat tersebut, Ferrari dan Morales (dalam Ursia, 2013), berpendapat bahwa prokrastinasi akademik dapat menyebabkan rendahnya kualitas diri dengan menyebabkan penurunan kapasitas individu dan etos kerja. Prokrastinasi juga dapat menyebabkan gangguan emosi dan dapat berdampak pada disfungsi psikologis individu. Hal ini dikarenakan seseorang yang suka menunda-nunda akan memiliki deadline dan masalah ini berdampak pada tekanan sampai stres.

Berdasarkan fenomena yang terjadi di atas, peneliti tertarik untuk mendeskripsikan bagaimana perbandingan prokrastinasi akademik di kampus

(10)

swasta dan kampus negeri. Penelitian ini akan menganggambarkan prokrastinasi yang terjadi baik mahasiswa baru prodi psikologi UIN KHAS Jember dan mahasiswa baru prodi UNMUH Jember. Dengan demikian diharapkan dapat mencegah prokrastinasi di mahasiswa sehingga tidak menjadi sebuah kebiasaan dikarenakan prokrastinasi dapat berdampak buruk ke pada diri sendiri dan akan berpengaruh terhadap lamanya masa studi. Berdasarkan fenomena yang terjadi di atas, peneliti tertarik untuk mendeskripsikan bagaimana perbandingan prokrastinasi akademik di kampus swasta dan kampus negeri.

Berdasarkan hasil wawancara kepada kaprodi fakultas Dakwah UIN KHAS Jember menyatakan bahwa proses pembelajaran rata-rata dimulai pukul 06.00 pagi. Prodi psikologi merupakan salah satu prodi di fakultas Dakwah, prodi psikologi merupakan prodi baru di UIN KHAS Jember yaitu berdiri pada tanggal 05 Oktober 2017, Mahasiswa tidak diwajibkan untuk mengikuti organisasi dan PKM, tetapi mahasiswa diwajibkan untuk setor hafalan. Sedangkan, di UNMUH Jember proses pembelajaran rata-rata dimulai pukul 07.00 pagi. Prodi psikologi merupakan prodi satu-satunya di fakultas psikologi yang berdiri pada tanggal 2 Oktober 2000. Mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti organisasi dan PKM.

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi prokrastinasi yakni diantaranya, muncul pikiran irasional dari prokrastinator, muncul timbul kecemasan karena penilaian kemampuan yang dimiliki dievaluasi, menimbulkan kemalasan sehingga kesulitan dalam mengatur waktu serta tidak menyukai atau menghindar dari tugas pribadi dan faktor lingkungan. Berdasarkan hasil wawancara pada mahasiswa baru prodi psikologi UNMUH Jember sebagian mahasiswa menyatakan bahwa

(11)

mereka tidak yakin dengan hasil tugasnya dan mereka kurang percaya diri terhadap tugas yang mereka kerjakan tersebut, ketika hasil tugasnya di evaluasi mahasiswa merasa cemas, Berdasarkan faktor lingkungan, mahasiswa merasa kelelahan dan merasa kesulitan dalam mengatur waktu. Hal ini di karenakan mahasiswa harus membagi waktu antara kewajiban belajar dengan kewajiban berkegiatan keoorganisasi dan PKM.

Sedangkan, mahasiswa baru prodi psikologi UIN KHAS Jember sebagian mahasiswa menyatakan bahwa mereka tidak yakin dengan hasil tugasnya dan mereka kurang percaya diri terhadap tugas yang mereka kerjakan tersebut.

Sebagian mahasiswa merasa lebih nyaman mengerjakan tugas dimalam hari.

Mahasiswa juga menyatakan kesulitan dalam mengatur waktu dikarenakan proses pembelajaran dimulai pukul 06,00 pagi. Mahasiswa mengeluh dikarenakan harus bangun lebih awal dan mahasiswa juga harus rutin menyetor hafalannya kepada dosen pendampingnya tersebut. Mahasiswa juga merasa malas ketika membaca teori dan mahasiswa hanya sekedar membaca saja tanpa mengetahui makna dalam teori tersebut.

(12)

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana perbedaan perilaku prokrastinasi antara Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UNMUH Jember dan Mahasiswa Baru prodi Psikologi UIN KHAS Jember angkatan 2021 yang menyelesaikan tugas mata kuliah yang diberikan oleh dosen.

C. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui perbedaan prokrastinasi akademik pada Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UNMUH Jember dan Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UIN KHAS Jember angkatan 2021 yang sedang menempuh tugas mata kuliah yang diberikan oleh dosen.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoritik

Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan studi literatur mengenai perbedaan perilaku prokrastinasi pada Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UNMUH Jember dan Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UIN KHAS Jember angkatan 2021. khususnya dalam bidang pendidikan yaitu psikologi pendidikan, dan dapat dijadikan sebagai referensi dukungan atau pembanding bagi peneliti selanjutnya yang terkait dengan penelitian ini.

(13)

2. Manfaat praktis a. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat memecahkan masalah–masalah yang sering terjadi terhadap mahasiswa, yang selalu menunda mengerjakan tugas dalam menyelesaikan suatu tugas kuliah, dikarenakan hal ini dapat berdampak buruk ke pada diri sendiri dan akan berpengaruh terhadap lamanya masa studi.

b. Bagi Mahasiswa

Dalam penelitian ini diharapkan kepada mahasiswa yang malakukan prokrastinasi memiliki kesadaran, sehingga waktu yang tersedia diharapkan tetap dapat digunakan secara positif agar tujuan penyelesaian pekerjaan dapat tercapai tepat waktu, sehingga perilaku prokrastinasi tidak menimbulkan dampak buruk bagi mahasiswa.

c. Bagi Prodi Psikologi

Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan bagi akademika untuk melakukan intervensi agar pelaku prokrastinasi dapat berkurang.

(14)

E. Keaslian Penelitian

Pada penelitian ini penulis memberikan hasil berdasarkan penelitian- penelitian terdahulu yang terkait dengan prokrastinasi akademik berdasarkan keaslian dan keabsahan bagi peneliti terdahulu :

1. Topik

Topik yang diangkat dalam penelitian ini berbeda dengan ketiga topik penelitian sebelumnya di atas, topik penelitian yang digunakan dalam penelitian (Andhika Mustika Dharma, 2020) menggunakan satu variabel yaitu suatu gambaran mengenai kondisi pada mahasiwa Dharma Acarya yang mengalami prokrastinasi akademik. Pada penelitian (Sutriyono, Riyani dan Berta E. A. Prasetya, 2012) menggunakan satu variabel yaitu untuk mengetahui perbedaan kepribadian menyelesaikan skripsi mahasiwa A dan mahasiswa B terhadap signifikansi tingkat prokrastinasi akademik diantara mahasiswa pskologi UKSW. Pada penelitian (Sariyatul Ilyana, Indah Sri Utami dan Ristiningsih Mulyawati, 2015) yaitu untuk menguji tingkat perbedaan prokrastinsasi akademik antara mahasiswa yang aktif dan tidak aktif dalam suatu organisasi kemahasiswaan fakultas ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Sedangkan penelitian ini menggunakan topik pada satu variabel yaitu untuk membedakan tingkat prokrastinasi Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UNMUH Jember dan Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UIN KHAS Jember angkatan 2021.

(15)

2. Subjek

Subjek dalam penelitian ini menggunakan Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UNMUH Jember dan Mahasiswa Baru Prodi Psikologi UIN KHAS Jember. Penelitian ini memiliki perbedaan subjek dengan penelitian sebelumnya, dimana pada penelitian (Andhika Mustika Dharma, 2020) adalah mahasiswa prodi Dharma Acarya di Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Cilincing-Jakarta Utara. Pada penelitian (Sutriyono, Riyani, dan Berta E. A. Prasetya, 2012) adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) ditinjau dari kepribadian tipe A dan tipe B.

pada penelitian (Sariyatul Ilyana, Indah Sri Utami, dan Ristiningsih Mulyawati, 2015) Mahasiswa angkatan 2012 dan 2013 yang sedang aktif menjalankan perkuliahan.

Referensi

Dokumen terkait

Yang disusun untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar sarjana strata satu pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammdiyah Surakarta sejauh

Variabel B t hitung Sign. Nilai R Square di atas dapat diartikan bahwa besarnya pengaruh variabel X terhadap Y adalah sebesar 55,2%, sedangkan sisanya 44,8%

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemaparan cuaca ( weathering ) terhadap karakteristik komposit HDPE–sampah organik berupa kekuatan bending dan

[r]

Masalah utama yang akan dijawab dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah : Apakah penerapan Metode pembelajaran Make a Match (Menjodohkan) dan MediaKartundapat

Dalam kedudukannya sebagai Pemilik Rekening (yang untuk selanjutnya disebut Pemilik Rekening ) dengan ini menyatakan tunduk pada ketentuan yang berlaku di PT

[r]

I ni bagi saya adalah petanda PAS akan menemui 'ajalnya' setelah terjebak dengan 'pakatan ahzab' bersama dengan Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan DAP untuk menjatuhkan Kerajaan