• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kapal Tunda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kapal Tunda"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

Secara Umum, Kapal Tunda atau Tug boat diperlukan untuk membantu menyandarkan kapal Secara Umum, Kapal Tunda atau Tug boat diperlukan untuk membantu menyandarkan kapal ke dan dari dermaga, sesuai dengan kemampuan tenaga pendorong dan peruntukannya yang ke dan dari dermaga, sesuai dengan kemampuan tenaga pendorong dan peruntukannya yang ditetapkan oleh syahbandar

ditetapkan oleh syahbandar..

A.

A. Defnisi Dan Pengelompokan Kapal Tunda ( Defnisi Dan Pengelompokan Kapal Tunda ( TTug Boat )ug Boat )

Kapal Tunda ( Tug Boat) Kapal Tunda ( Tug Boat) Kapal tunda

Kapal tunda (bahasa Inggris: (bahasa Inggris: tugboat tugboat ) adalah kapal yang dapat digunakan untuk melakukan) adalah kapal yang dapat digunakan untuk melakukan manuver / pergerakan, utamanya menarik atau mendorong kapal lainnya di pelabuhan, laut manuver / pergerakan, utamanya menarik atau mendorong kapal lainnya di pelabuhan, laut lepas atau melalui sungai atau terusan Kapal tunda digunakan pula untuk menarik tongkang, lepas atau melalui sungai atau terusan Kapal tunda digunakan pula untuk menarik tongkang, kapal rusak, dan peralatan lainnya

kapal rusak, dan peralatan lainnya Karakterisk Kapal Tunda (Tug Boat) Karakterisk Kapal Tunda (Tug Boat) !

! KapKapal tunda meal tunda memilimiliki tenaki tenaga yanga yang besar bila dig besar bila dibandbandingkingkan dengan dengan ukuran ukurannannyaya "

" #es#esin in InInduk kapduk kapal al tuntunda biasada biasanynya a berberkekekukuatatan antaan antara $%& ra $%& sasampampai i '&&'&&& & tentenagaga a kukudada (%&

(%&& & ssd d "&&"&&& & kk), ), tetetatapi pi kakapal pal yayang ng leblebih ih besbesar ar (d(diguigunaknakan an di di lalaut ut leplepasas) ) dapdapatat berkekuatan sampai "% &&& tenaga kuda ("& &&& k)

berkekuatan sampai "% &&& tenaga kuda ("& &&& k) '

' UntUntuk kuk keselaeselamatmatan biasan biasanyanya diguna digunakaakan minimn minimum dua bum dua buah mesuah mesin induin indukk Kapal Khusus ( Special Ship )

Kapal Khusus ( Special Ship ) 11

K

(2)
(3)

*

* KapKapal tunda meal tunda memilimiliki kemki kemampuampuan manuvan manuver yang +ngger yang +nggi, tergi, tergantantung dari uniung dari unit pengget penggerarakk %

% KapKapal Tal Tunda dengunda dengan penggan penggerak kerak konvonvensioensional memilnal memiliki baliki balingingbalibaling di belakng di belakang, e-siang, e-sienen untuk menarik kapal dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya

untuk menarik kapal dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya .

. enenis penggis penggererak lainak lainnynya a serserining g didisebsebut Schout Scho0e0el l prpropopulsulsion syion syststem (em (azimuth thruster/Z-azimuth thruster/Z- peller 

 peller ) di mana balingbaling di ba1ah kapal dapat bergerak '.&2 atau sistem propulsi) di mana balingbaling di ba1ah kapal dapat bergerak '.&2 atau sistem propulsi 3oithSchneider yang menggunakan semacam pisau di ba1ah kapal yang dapat membuat 3oithSchneider yang menggunakan semacam pisau di ba1ah kapal yang dapat membuat kapal berputar '.&2

kapal berputar '.&2

Jenis kapal tunda Jenis kapal tunda !

! KKaappaal l ttuunndda a kkoonnvveennssiioonnaal l //Towing or Pusher TugTowing or Pusher Tug "

" KKaappaal l ttuunndda a sseerrbbaagguunna a //Ulity TugUlity Tug '

' KKaappaal l ttuunndda a ppeellaabbuuhhaan /n /Harbour TugHarbour Tug erdasarkan lokasi operasi kapal tunda:

erdasarkan lokasi operasi kapal tunda: !

! SSeaeaggoioinng Tg Tug ug ooaatt "

" 44ssccoorrt t ttuugg '

' 55aarrbboouur r TTuuggss

Types o6 tugboats Types o6 tugboats

Kapal Khusus ( Special Ship )

(4)

1.

1. Seagoing tugboatsSeagoing tugboats 2.

2. 5arbour tugboats5arbour tugboats 3.

3. 7iver tugboats7iver tugboats

Tug Boat (Kapal Tunda) Sebagai Sarana Bantu Operasi Tug Boat (Kapal Tunda) Sebagai Sarana Bantu Operasi Kapal Tunda dibagi beberapa +pe, yaitu :

Kapal Tunda dibagi beberapa +pe, yaitu : !

! KKaappaal Tl Tuundnda 8a 8elelaabbuhuhaan (n (88oort rt TTug ug oaoatt)) "

" KaKapapal Tl Tununda da SaSamumudederra a (9(9cecean an ooining g TTug ug ooaat)t)

Kapal Tunda Pelabuhan (Port Tug Boat Kapal Tunda Pelabuhan (Port Tug Boat

Kapal Tunda Samudera (9cean oing Tug oat) Kapal Tunda Samudera (9cean oing Tug oat)

Kapal Khusus ( Special Ship )

(5)

8ada ar+kel ini, mungkin saya sedikit lebih banyak membahas mengenai Kapal Tunda 8elabuhan (8ort Tug oat)

Secara Umum, Kapal Tunda atau Tug boat diperlukan untuk membantu menyandarkan kapal ke dan dari dermaga, sesuai dengan kemampuan tenaga pendorong dan peruntukannya yang ditetapkan oleh syahbandar.

;ungsi utama Tug oat, adalah sebagai berikut :

! #embantu pelaksanaan mooringunmooring tanker " #emantau kondisi cuaca

' #embantu peker<aan pemeliaharaan/perbaikan S8#

4. #elaksanakan penanggulangan tumpahan minyak, kebakaran dan penyelamatan

ika ter<adi keadaan darurat diperrairan S8#, termasuk melakukan la+han kebakaran dan penanggulangan tumpahan minyak berkala

Kapal tunda pelabuhan (8ort Tug oat) bertugas melayani kapal untuk merapat di dermaga Untuk melaksanakan tugas ini tergantung dari ukuran kapal, dapat menggunakan satu atau dua buah kapal tunda, atau bahkan +ga kapal 8osisi ke+ga kapal tunda ini akan berbeda saat menunda kapal, oleh karena itu kapal tunda dibedakan menurut posisinya saat menunda kapal, yaitu :

 To1ing Tug oat (Kapal Tunda Tarik)  8ushing Tug boat (Kapal Tunda =orong)  Side Tug oat (Kapal Tunda Tempel)

KAPA T!"DA

Kapal tunda merupakan <enis kapal khusus yang di gunakan untuk menarik atau mendorong kapal di pelabuhan, laut lepas atau melalui sungai Kapal ini digunakan pula untuk menarik tongkang, kapal rusak dan peralatan lainnya dan memiliki tenaga yang besar bila dibandingkan dengan ukurannya

berikut ini adalahgambar !apal tunda

(6)

gambar !apal tunda

Sesuai dengan daerah pelayarannya (menurut Tasrun S<ahrun) kapal tunda dapat digolongkan men<adi:

a) Kapal tunda pelayaran besar (9cean oing Tug) merupakan salah satu <enis kapal tunda yang daerah pelayarannya di laut luar dan kapal ini biasanya digunakan sebagai penyuplai bahan bakar dari hasil kilang minyak (>nchor 5andling Suplay 3essel)

b) Kapal tunda pelayaran pantai (?oast1ise and 4stuary Tug) merupakan <eniskapal tunda yang daerah pelayaran hanya disekitar perairan pantai

c) Kapal tunda pelabuhan dan pengerukan (4stuary and 5arborur), merupakan salah satu <enis kapal tunda yang digunakan untuk menarik atau mendorong kapal yang ada di pelabuhan dan <uga ber6ungsi sebagai penarik kapal keruk

d) Kapal tunda perairan dangkal (Shallo1 =raught 8usher Tug) merupakan <enis kapal tunda yang memiliki sarat rendah

e) Kapal tunda sungai dan dok (7iver and =ock Tug) merupakan <enis kapal tunda yang memiliki kemampuan tarik kurang dari ' knot dan hanya menunda kapal disekitar area sungai

6) angunan kapal tunda hampir sama dengan bangunan kapal barang 5anya sa<a +dak dilengkapi dengan palka barang besar, sehingga ukurannya lebih kecil untuk tenaga penggerak yang sama Karena kapal tunda dirancang untuk dapat melakukan bermacam peker<aan seper+ menarik, menunda, menggandeng dan menambatkan kapalkapal dan alat apung lainnya yang mempunyai bobot <auh

(7)

lebih besar egitupula dengan konstruksi nya dirancang lebih kuat untuk menahan getaran dan kapal ini dilengkapi dengan peralatan tarik seper+ to1ing hook, stabili@her guilding ring, to1ing beam, dan <uga derek tambang tarik pada geladak tengah kapal

Tenaga penggerak kapal tunda ini biasanya didasarkan pada permintaan pemilik yang umumnya bervariasi antara '&&!%&& hp dengan kecepatan <arak kurang dari !* knot 5ampir semua sistem propulsi nya memakai satu atau dua balingbaling dengan tenaga penggerak berupa mesin diesel yang dapat dikendalikan langsung, baik untuk tenaga kecil maupun tenaga besar

Secara umum kecepatankapal tunda ditentukan oleh besar daya mesin dan +pe propeller, oleh karena itu pada saat perencanaan kapal baru kecepatan kapal sudah ditentukan untuk memprediksikan sistem propulsi yang dipergunakan untuk mengetahui daya mesin sebuah kapal terlebih dahulu harus diketahui tahanan total kapal dan mengacu pada dimensi kapal atau bentuk badan kapal 8erubahan kecepatan akan berdampak pada perbedaan daya mesin dalam hal ini yaitu nilai rake 5orse 8o1er (58) kapal tersebut

kapal tunda memiliki kemampuan manuver yang +nggi, tergantung dari unit penggerak Kapal Tunda dengan penggerak konvensional memiliki balingbaling di belakang, e-sien untuk menarik kapal dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya enis penggerak lainnya sering disebut Scho0el propulsion system (a@imuth thruster/Apeller) di mana balingbaling di ba1ah kapal dapat bergerak '.&2 atau sistem propulsi 3oithSchneider yang menggunakan semacam pisau di ba1ah kapal yang dapat membuat kapal berputar '.&2 adalah karakter dari kapal tugboat atau sering disebut kapal tunda

B. Penentuan Ta#anan Kapal ( Tug Boat ) Tugboat propulsion

Tugboat engines typically produce %&& to ",%&& k (B .C& to ',*&& hp), but larger boats (used in deep 1aters) can have po1er ra+ngs up to "&,&&& k (B "$,"&& hp) and usually have an eDtreme po1er:tonnagera+o (normal cargo and passenger ships have a 8:Tra+o (in k:7T) o6 &'% to !"&, 1hereas large tugs typically are ""& to *%& and small harbourtugs

(8)

*& to E%)F*G The engines are oHen the same as those used in railroad locomo+ves, but typically drive the propeller mechanically instead o6 conver+ng the engine output to po1er electric motors, as is common 6or dieselelectric locomo+ves ;or sa6ety, tugboats engines oHen 6eature t1o o6 each cri+cal part 6or redundancyF%G

> tugboats po1er is typically stated by its engines horsepo1er and its overall bollard pull

Diagram with components named

(9)

Rough calculation of required Bollard Pull in case of ship-shaped tows:

y using this 6ormula, 1hich is providing a ollard 8ull value corresponding 1ith the hydrodynamic resistance o6 the ship in calm 1aters, bear in mind that other 6actors like roughness o6 the submerged area, ya1ing o6 the to1, aerodynamic resistance and sea state are disregarded > 6actor o6 "  ', depending to the circumstances, seems adeJuate

$. %ollo&ing 'ormula allo&s a roug# alulaon o' BP (Break orse Po&er)*

58 calculated by using the above 6ormula have to be divided by !&& and mul+plied by !,* The result 1ill be the reJuired ollard 8ull in tL 6or a tug 1ith controllable pitch propellers in Kort no@@les (see page !)

In case non shipshape to1s are involved it might be necessary to double the determined values

(10)

Seite C von !&

+. Anot#er 'ormula to roug#l, determine t#e re-uested Bollard Pull under onsideraon o' aerod,nami resistane and Seas state*

. A simplifed 'ormula 'or t#e roug# alulaon o' re-uired Bollard Pull reads as 'ollo&*

In this case the minimum ollard 8ull is ascertained by the summand *&, there6ore 6or smaller to1s, reJuiring less than *& t o6 ollard 8ull, this 6ormula is not applicabl

C. Beban Stabilitas Kapal Tug Boat

Tenaga penggerak kapal tunda ini biasanya didasarkan pada permintaan pemilik yang umumnya bervariasi antara '&&!%&& hp dengan kecepatan <arak kurang dari !* knot 5ampir semua sistem propulsi nya memakai satu atau dua balingbaling dengan tenaga penggerak berupa mesin diesel yang dapat dikendalikan langsung, baik untuk tenaga kecil maupun tenaga besar

(11)

Secara umum kecepatan kapal tunda ditentukan oleh besar daya mesin dan +pe propeller, oleh karena itu pada saat perencanaan kapal baru kecepatan kapal sudah ditentukan untuk memprediksikan sistem propulsi yang dipergunakan untuk mengetahui daya mesin sebuah kapal terlebih dahulu harus diketahui tahanan total kapal dan mengacu pada dimensi kapal atau bentuk badan kapal 8erubahan kecepatan akan berdampak pada perbedaan daya mesin dalam hal ini yaitu nilai rake 5orse 8o1er (58) kapal tersebut

kapal tunda memiliki kemampuan manuver yang +nggi, tergantung dari unit penggerak Kapal Tunda dengan penggerak konvensional memiliki balingbaling di belakang, e-sien untuk menarik kapal dari pelabuhan ke pelabuhan lainnya enis penggerak lainnya sering disebut Scho0el propulsion system (a@imuth thruster/Apeller) di mana balingbaling di ba1ah kapal dapat bergerak '.&2 atau sistem propulsi 3oithSchneider yang menggunakan semacam pisau di ba1ah kapal yang dapat membuat kapal berputar '.&2 adalah karakter dari kapal tugboat atau sering disebut kapal tunda

(12)

erdasarkan spesi-kasinya yang khusus, kapal bulk carrier memiliki karakterisik umum yang menon<ol eberapa ciri kapal bulk carrier adalah sebagai berikut :

!) #emiliki single deck Kapal muatan curah +dak memerlukan deck tambahan di ruang muat karena muatannya di+mbun begitu di atas pelat alas dalam kapal hingga pada batas tertentu Untuk itu konstruksi alas pada kapal bulk carrier harus lebih diperkuat

") 8osisi kamar mesin di belakang kapal, alasan yang dipilih adalah :

') #emiliki top side tank dan hopper side tank =i pakai untuk mengurangi pergeseran muatan

*) 9rrientasi perencanaan kapal adalah kapasitas muatan sebesarbesarnaya Mamun ukuran kapal di batasi kedalaman pelabuhan esar ukuran kapal ? bergantung pada ukuran/kedalaman dermaga (port) tu<uan Sebab bongkar muat bulk carrier harus merapat sedekat mungkin dengan dermaga (maksimal !& m) erbeda dengan kapal tanker, bongkar muat kapal tanker dapat dilakukan dari <aak yang <auh

(13)

A. Defnisi dan 'ungsi kapal /ura# (Bulk /arrier)

Kapal ini memiliki khusus / spesi-kasi mengangkut muatan curah =ikatakan curah karena cara meletakkan muatan dengan cara mencurahkan/menuangkan bu+ran/bi<ibi<ian 8roduk muatan yang berbentuk curah terdiri dari berbagai macam

erdasarkan <enis muatannnya kapal bulk carrier terbagi atas beberapa kelompok : ! rain carrier (bi<i tumbuhtumbuhan), contohnya O

 gandum  <agung  kedelai

" 9re ?arrier (bi<ih tambang), contohnya O  besi

 chrom  mangan  bauksit

' ?oal ?arrier (disingkat : collier) atau muatan batu bara * 9

il9re ?arrier, muatan yang diangkut batu bara dan minyak secara bergan+an % ?oal9re ?arrier, memuat batu bara dan bi<ih besi secara bergan+an

O01 /A00210

#erupakan Kapal ? yang memiliki spesi-kasi mengangkut hasil tambang / bi<ih besi (menumpuk di bagian ba1ah), sehingga berat muatan terpusat pada bagian ba1ah kapal Usaha menaikkan ++k berat perlu dilakukan untuk men<aga stabilitas kapal

eberapa cara yang dilakukan adalah :

a) #emasang top side tank dan diisi dengan air ballast sedangkan hopper side tank, mengurangi lebar alas ruang muat sehingga menyebab muatan mengunung ke atas sehingga ++k berat kapal naik

 ! #emasang 1ing tank, tu<uannya sama untuk mengurangi lebar ruang muat Selain itu pemasangan 1ing tank dapat ber6ungsi untuk mengangkut minyak ke+ka kapal

(14)

kembali ke dermaga a1al Sehingga lebih menguntugkan daripada saat kapal kembali dengan keadaan kosong Kapal seper+ ini disebut ore carrier

8ermasalahan yang ter<adi pada kapal oreoil carrier adalah bagaiman mengatur sekat meman<ang sedemikian sehingga sarat kapal ke+ka mengangkut ore sama dengan sarat saat mengangkut minyak

eneral 6eatures o6 bulk carriers are:

! ?arrying capacity varying 6rom ',&&& tonnes to '&&,&&& tonnes " >verage speed o6 !" B !% knots

' Single deck ships, ie no t1eendecks

* Small to medium si@ed bulk carriers (carrying capacity up to *&,&&& tonnes) generally have cargo handling gear -0ed, 1hile larger vessels use shore based 6acili+es 6or loading and unloading

% The cargo holds are usually large, 1ithout any obstruc+ons, 1ith larger hatch si@es to allo1 easy loading/unloading o6 cargoes

. #ost bulk carriers have one cargo hold dedicated as a ballast hold This can be used on ballast voyages 6or improved stability 9ne or t1o 6urther holds may be permi0ed 6or par+ally ballas+ng but only in port

$ They have hydraulic, single pull or stacking (piggy back) type steel hatch covers C These ships usually have 6our types o6 ballast tanks:

-

sloping topside 1ing tanks

-

sloping bo0om side 1ing tanks

-

double bo0om tanks

-

6ore peak and aHer peak ballast 1ater tank Spesi-c volume beberapa <enis muatan ore adalah : ! chroom S3 P &"C N &'* m'/ton S3 P !& N !" H'/ton " besi S3 P &'* N &%! m'/ton

S3 P !" N !C H'/ton ' mangan S3 P &%! N &$ m'/ton

S3 P !C N "% H'/ton * bauksit S3 P &E N !"$ m'/ton

(15)

S3 P '% N *% H'/ton

Spesi-c volume merukan pangkat nega+6 satu dari masa <enis muatan

erdasarkan ukuran bobot ma+, +pe bulk carrier di bedakan men<adi : ! 5andy si@e ? berukuran !&&&&'%&&& =T

" 5andy maD ? berukuran '%&&&%&&&& =T ' 8anamaD ? berukuran %&&&&C&&&& =T * ?apasi@e berukuran lebih dari C&&&& =T

B. Penentuan 0uangan 3 0uangan Pada Kapal /ura# ( Bulk /arrier ) 0uang muat.

3olume ruang muat bergantung pada <enis muatan Untuk payload yang sama, volume muatan batu bara akan berbeda dengan volume yang dibutuhkan untuk mengangkut gandum 8erbedaan volume ini digambarkan dalam sebuah koe-sien ruang muat yang biasanya disebut spesi-c volume, nilainya berbedabeda untuk se+ap <enis muatan Sebagai contoh:

! Tumbuhtumbuaan P %C H'/ton " 5asil tambang P !* N "& H'/ton ' atu bara P *C H'/ton

Karena muatannya yang sangat berat (membutuhkan volume displasmen yang besar), maka kapasitas ruang muat kapal ? biasanya hanya terisi '& N *&Q dari volume ruang muat keseluruhan

Speci-c volume berbeda dengan sto1age 6actor, sto1age 6actor digunakan pada kapal yang memerluka penataan tata letak muatan, misalnya kapal general cargo Sto1age 6actor general cargo berkisar antara !" N !$ m'/ton

Kapal ? memiliki persyaratan ballast tersendiri, menurut rumus = >nderson, seorang designer harus mampu mengatur volume ballast sedemikian sehingga dapat memenuhi kondisi berikut :

T6 P &&"$ N &&'& R1l Ta P &&*& N &&*% R1l

(16)

enis kapal transportasi yang mengangkut bahan baku seper+ bi<ih besi, batubara, nikel dll ?iricirinya ada alat pengangkat (hatch) yang dinaikkan di atas dek yang dapat mencakup/mengangkat muatan lebih banyak

(17)

C. Penentuan Bentuk Dan 4olume 0uang 5uat Kapal /ura# ( Bulk /arrier )

;ig : Transverse sec+on o6 a typical bulk carrier

Bagian # bagian pada penampang melintang $uang %uat Kapal &urah ( bulk carrier) a! Topside tan! :

 ! Bilge hopper :

c! 'irder and oor in double bo)om d! Trans*erse web in topside tan!s e! Trans*erse web in bilge hopper tan!s "! +raming o, *arious !inds

(18)

;igure "- Typi"al "ross-se"on o, "argo ship (bul! "arrier

(19)

D. Sistem Bongkar 5uat ( oading !nloading ) Kapal /ura# ( Bulk /arrier ) oading and unloading

Roading and unloading a bulker is +meconsuming and dangerous The process is planned by the ships captain, oHen 1ith assistance 6rom the chie6 mate Interna+onal regula+ons reJuire that the captain and terminal master agree on a detailed plan be6ore opera+ons begin =eck ocers and stevedores oversee the opera+ons 9ccasionally loading errors are made that cause a ship to capsi@e or break in hal6 at the pier The loading method used depends on both the cargo and the eJuipment available on the ship and on the dock In the least advanced ports, cargo can be loaded 1ith shovels or bags poured 6rom the hatch cover This system is being replaced 1ith 6aster, less labor intensive methods

=oublear+cula+on cranes, 1hich can load at a rate o6 !,&&& tons per hour, represent a 1idely used method, and the use o6 shorebased gantry cranes, reaching ",&&& tons per hour, is gro1ing > cranes discharge rate is limited by the buckets capacity (6rom . to *& tons) and by the speed at 1hich the crane can take a load, deposit it at the terminal, and to return to take the neDt ;or modern gantry cranes, the total +me o6 the grab depositreturn cycle is about %& seconds

?onveyor belts oer a very ecient method o6 loading, 1ith standard loading rates varying bet1een !&& and $&& tons per hour, although the most advanced ports can oer rates o6 !.,&&& tons per hour Startup and shutdo1n procedures 1ith conveyor belts, though, are complicated and reJuire +me to carry out Sel6discharging ships use conveyor belts 1ith load rates o6 around !,&&& tons per hour

9nce the cargo is discharged, the cre1 begins to clean the holds This is par+cularly important i6 the neDt cargo is o6 a dierent type The immense si@e o6 cargo holds and the tendency o6 cargoes to be physically irrita+ng add to the diculty o6 cleaning the holds hen the holds are clean, the process o6 loading begins

It is crucial to keep the cargo level during loading in order to maintain stability >s the hold is -lled, machines such as eDcavators and bulldo@ers are oHen used to keep the cargo in check Reveling is par+cularly important 1hen the hold is only partly 6ull, since cargo is more likely to shiH 4Dtra precau+ons are taken, such as adding longitudinal divisions and

(20)

securing 1ood atop the cargo I6 a hold is 6ull, a techniJue called tomming is used, 1hich involves digging out a . 6eet (" m) hole belo1 the hatch cover and -lling it 1ith bagged cargo or 1eights

> typical bulker ooad

(21)

The bulldo@er pushes cargo to the center o6 the hold

(22)

The gantry crane removes the cargo 6rom the ship

The gantry crane moves the cargo to a bin on the pier

#. Stabilitas Kapal /uras ( Bulk /arrier dengan ) 5uatan Berat ( Bi6i# Besi )

8eraturan yang di<elaskan diba1ah ini adalah peraturan yang khusus hanya diaplikasikan di dalam kapal curah, karena hampir seluruh peraturan berlaku untuk semua kapal khususnya kapal ker<a dan kapal niaga

ulk ?arier 7ule 7e6erence

Interna+onal Tonnage ?er+-cate (!E.E)

>n Interna+onal Tonnage ?er+-cate (!E.E) shall be issued to every ship, the gross and net tonnage o6 1hich have been determined in accordance 1ith the ?onven+on

Tonnage

?onven+on, art $

(23)

Interna+onal Road Rine ?er+-cate

>n Interna+onal Road Rine ?er+-cate shall be issued under the provisions o6 the Interna+onal ?onven+on on Road Rines, !E.., to every ship 1hich has been surveyed and marked in accordance 1ith the ?onven+on or the ?onven+on as modi-ed by the !ECC RR 8rotocol, as appropriate

VRR ?onven+on, art !.O V!ECC RR 8rotocol, art !C

Interna+onal Road Rine 4Demp+on ?er+-cate

>n Interna+onal Road Rine 4Demp+on ?er+-cate shall be issued to any ship to 1hich an eDemp+on has been granted under and in accordance 1ith ar+cle . o6 the Road Rine ?onven+on or the ?onven+on as modi-ed by the !ECC RR 8rotocol, as appropriate VRR ?onven+on, art .OV!ECC RR 8rotocol, reg !& =amage control booklets

9n passenger and cargo ships, there shall be permanently eDhibited plans sho1ing clearly 6or each deck and hold the boundaries o6 the 1ater+ght compartments, the openings therein 1ith the means o6  closure and posi+on o6 any controls thereo6, and the arrangements 6or the correc+on o6 any list due to Wooding ooklets containing the a6oremen+oned in6orma+on shall be made available to the ocers o6 the ship S9R>S !E$*, regs II!/"', "' !, "%C #inimum sa6e manning document

4very ship to 1hich chapter I o6 the ?onven+on applies shall be provided 1ith an appropriate sa6e manning document or eJuivalent issued by the >dministra+on as evidence o6  the minimum sa6e manning

VS9R>S !E$* (!ECE amdts), regula+on 3/!'(b)OVST? ?ode, sec+on > I/"

(24)

?er+-cates 6or masters, ocers or ra+ngs

?er+-cates 6or masters, ocers or ra+ngs shall be issued to those candidates 1ho, to the sa+s6ac+on o6 the >dministra+on, meet the reJuirements 6or service, age, medical -tness, training, Juali-ca+ons and eDamina+ons in accordance 1ith the provisions o6  the ST? ?ode anneDed to the ?onven+on on Standards o6 Training, ?er+-ca+on and atchkeeping 6or Sea6arers, !E$C ;ormats o6  cer+-cates are given in sec+on >I/" o6 the ST? ?ode ?er+-cates must be kept available in their original 6orm on board the ships on 1hich the holder is serving

ST? !E$C (!EE% amdts), art 3I, reg I/"O

Interna+onal 9il 8ollu+on 8reven+on ?er+-cate

>n Interna+onal 9il 8ollu+on 8reven+on ?er+-cate shall be issued aHer survey in accordance 1ith regula+on * o6 >nneD I o6 #>789R $'/$C, to any oil tanker o6 !%& gross tonnage and above and any other ships o6 *&& gross tonnage and above 1hich are engaged in voyages to ports or oshore terminals under the <urisdic+on o6 other 8ar+es to #>789R $'/$C The cer+-cate is supplemented by a 7ecord o6  ?onstruc+on and 4Juipment 6or Ships 9ther Than 9il Tankers (;orm >) or a 7ecord o6 ?onstruc+on and 4Juipment 6or 9il Tankers (;orm ), as appropriate

#>789R $'/$C, >nneD I, reg %

9il 7ecord ook 4very oil tanker o6 !%& gross tonnage and above and every ship o6 *&& gross tonnage and above other than an oil tanker shall be provided 1ith an 9il 7ecord ook, 8art I (#achinery space opera+ons) 4very oil tanker o6  !%& gross tonnage and above shall also be provided 1ith an 9il 7ecord ook, 8art II (?argo/ballast

#>789R $'/$C, >nneD I, reg "&

(25)

Shipboard 9il 8ollu+on 4mergency 8lan

4very oil tanker o6 !%& gross tonnage and above and every ship other than an oil tanker o6 *&& gross tonnage and above shall carry on board a Shipboard 9il 8ollu+on 4mergency 8lan approved by the >dministra+on

#>789R $'/$C, >nneD I, reg ".

arbage #anagement 8lan

4very ship o6 *&& gross tonnage and above and every ship 1hich is cer+-ed to carry !% persons or more shall carry a garbage management plan 1hich the cre1 shall 6ollo1

#>789R $'/$C, >nneD 3, reg E

arbage 7ecord ook 4very ship o6 *&& gross tonnage and above and every ship 1hich is cer+-ed to carry !% persons or more engaged in voyages to ports or oshore terminals under the  <urisdic+on o6 other 8ar+es to the ?onven+on and every -Ded and Woa+ng plaXorm engaged in eDplora+on and eDploita+on o6 the seabed shall be provided 1ith a arbage 7ecord ook

#>789R $'/$C, >nneD 3, reg E

?argo Securing #anual

?argo units, including containers, shall be loaded, sto1ed and secured throughout the voyage in accordance 1ith the ?argo Securing #anual approved by the >dministra+on The ?argo Securing #anual is reJuired on all types o6 ships engaged in the carriage o6 all cargoes other than solid and liJuid bulk cargoes, 1hich shall be dra1n up to a standard at least eJuivalent to the guidelines developed by the 9rgani@a+on VS9R>S !E$*, regs 3I/%, 3II/.OV#S?/?irc$*% =ocument o6   ?ompliance

> document o6 compliance shall be issued to every company 1hich complies 1ith the reJuirements o6 the IS# ?ode > copy o6 the document shall be kept on board

VS9R>S !E$*, reg IY/*OVIS# ?ode, paragraph !'

(26)

Sa6ety #anagement ?er+-cate

> Sa6ety #anagement ?er+-cate shall be issued to every ship by the >dministra+on or an organi@a+on recogni@ed by the

>dministra+on The

>dministra+on or an organi@a+on recogni@ed by it shall, be6ore issuing the Sa6ety #anagement ?er+-cate, veri6y that the company and its shipboard

management operate in

accordance 1ith the approved sa6ety management system

VS9R>S !E$*, reg IY/*OVIS# ?ode, paragraph !'

SOAS /#apter 722 8 Addional Sa'et, 5easures 'or Bulk /arriers 722

a) Semua kapal curah baru !%& meter atau lebih pan<ang (dibangun setelah ! uli !EEE) kargo memba1a dengan kepadatan !&&& kg/m' dan di atas harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan ban<ir dari kargo satu, dengan memper+mbangkan dinamis e6ek yang dihasilkan dari adanya air di dalam palka dan memper+mbangkan rekomendasi diadopsi oleh I#9

b) Untuk kapal yang ada (dibangun sebelum ! uli !EEE) tercatat kargo curah dengan kepadatan !$C& kg/m' dan atas, sekat kedap air melintang antara dua kargo terkemuka memegang dan bagian ba1ah ganda dari kargo terkemuka harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan ban<ir dan e6ek dinamis terkait di kargo terkemuka

c) Kargo dengan kepadatan !$C& kg/m' dan atas (kargo berat mencakup bi<ih besi, pigiron, ba<a, bauksit dan semen, tetapi dengan kepadatan lebih dari !&&& kg/m', termasuk bi<ibi<ian seper+ gandum dan beras, dan kayu

d) ulk carrier yang "& tahun dan lebih dari ! uli !EEE harus memenuhi dengan tanggal survei antara atau periodik pertama setelah tanggal tersebut, mana yang lebih cepat

e) ulk carrier berusia !%"& tahun harus memenuhi oleh survei berkala pertama setelah ! uli !EEE, tetapi +dak lebih dari ! uli "&&"

(27)

6) ulk pemba1a kurang dari !% tahun harus memenuhi dengan tanggal survei berkala pertama setelah kapal mencapai !% tahun, tetapi +dak lebih dari tanggal kapal mencapai !$ tahun

g) Se<ak =esember "&&* 8anamaD dan bulkers ?apesi@e telah diminta untuk memba1a sekoci <atuh bebas yang terletak di buritan, belakang rumah pengaturan ini memungkinkan para kru untuk meninggalkan kapal cepat dalam kasus darurat bencana Salah satu argument terhadap penggunaan sekoci <atuh bebas adalah bah1a pengungsi membutuhkan <atuh secara aman misalnya pen<aminan sabuk pengaman

h) 8ada bulan =esember "&&", ab YII dari konvensi S9R>S diubah men<adi memerlukan instalasi alarm air +ngkat +nggi dan sistem monitoring pada semua bulkers Ini mengukur keamanan cepat alert standers menonton di <embatan dan diru ang mesin dalam kasus ban<ir di memegang =alam kasus bencana ban<ir,detektor da pat mempercepat proses meninggalkan kapal

i) 8eraturan mengenai hatch cover telah berevolusi se<ak penyelidikan menyusul hilangnya =erbyshire #3 The Road Rine !E.. Kon6erensi dikenakan Syarat hatchcove r melipu+ mampu menahan beban !,$* ton / mZ karena air laut, dan minimum

scantling penun<ang dari . mm untuk puncak hatch cover

Interna+onal >ssocia+on o6 ?lassi-ca+on Socie+es kemudian meningkatkan standar ini kekuatan dengan menciptakan perusahaan Uni-ed Kebutuhan S"! pada tahun !EEC 8ernyataan ini mensyaratkan bah1a tekanan karena air laut dapat dihitung sebagai 6ungsi dari 6reeboard dan kecepatan, terutama untuk hatch melipu+

terletak di bagian depan kapal

iasanya untuk <enis kapal bulk carrier ini +dak di lengkapi peralatan bongkar muat dan oleh karena itu di haruskan beker<a sama dengan perusahaan bongkar muat Untuk melakukan bongkar muat maka harus di gunakan pompa dan sistem perpipaan* Ketentuan =ari >turan yang berlaku ulk carrier dikembangkan pada tahun !E%& untuk memba1a se<umlah besar komoditas nondikemas seper+ bi<ibi<ian, batu bara dan bi<ih besi Some %,&&& eberapa %&&& bulk carrier perdagangan di seluruh dunia, menyediakan layanan pen+ng untuk transportasi komoditas duniaulk carrier operator harus menyadari permasalahan keamanan spesi-k yangberhubungan untuk <enis kapal #uatan

(28)

kapal harus dilakukan dengan ha+ha+, untuk memas+kan kargo +dak bisa mengalihkan selama per<alanan menu<u masalah stabilitasbesar mencakup harus kedap air dan aman

2nternaonal 5arime Solid Bulk /argoes /ode (25SB/ /ode)

#ari+m Internasional Solid ulk Kargo ?ode (I#S? ?ode), dan amandemen S9R>S bab 3I untuk membuat Kode 1a<ib, yang diadopsi oleh Komite Keselamatan #ari+m (#S?), sesi keC%, pada tahun "&&C 8erubahan diharapkan mulai berlaku padatanggal ! anuari "&!! Kode I#S? akan menggan+kan Kode >man 8rak+k untuk Solid ulk Kargo (S# ?ode), yang pertama kali diadopsi sebagai kode rekomendasi tahun !E.% dan telah diperbarui secara berkala se<ak ituTu<uan dari Kode I#S? 1a<ib untuk mem6asilitasi penyimpanan yang aman danpengiriman kargo bulk solid dengan memberikan in6ormasi mengenai bahaya yang terkaitdengan pengiriman beberapa <enis kargo dan petun<uk pada prosedur yang tepat untuk diadopsiKode internasional >man 8rak+k untuk Solid ulk Kargo (S# Kode) mencakuprekomendasi kepada 8emerintah, operator kapal dan shipmasters Tu<uannya adalah untuk memba1a kepada perha+an mereka yang peduli metode yang diterima secarainternasional berurusan dengan bahaya keamanan yang mungkin ditemui ke+ka memba1amuatan dalam <umlah besarKode menyoro+ bahaya yang terkait dengan pengiriman beberapa <enis barang curahOmemberikan panduan mengenai berbagai prosedur yang harus diadopsiO daHar produk khas yang dikirimkan secara massalO memberikan nasihat tentang si6at mereka danbagaimana mereka harus ditangani, dan men<elaskan berbagai U<i prosedur yang harusdigunakan untuk menentukan si6atsi6at karakteris+k kargo Kode berisi se<umlahperingatan umum dan mengatakan itu adalah pen+ng mendasar yang kargo massal secarabenar didistribusikan ke seluruh kapal sehingga struktur +dak tertekan dan kapal tersebutmemiliki standar yang memadai stabilitasSebuah versi revisi Kode diadopsi tahun "&&*sebagai 7esolusi #S?!E' ($E) Tata cara pelaksanaan yang aman untuk kargo bulk solid,"&&*

SOAS /#apter 722 Addional Sa'et, 5easures 'or Bulk /arriers

Setelah serentetan kerugian kapal curah pada a1al !EE&an, I#9 pada bulan Movember !EE$ yang diadopsi peraturan baru dalam S9R>S berisi persyaratankeselamatan khusus untuk kapal curah, ab YII  Keselamatan Tambahan Usaha ulk ?arriers 8ada bulan yang

(29)

sama, #a<elis "& I#9 mengadopsi [RU Kode[  Kode TataRaku untuk bongkar muat aman dan kapal curah (resolusi >C." ("&)Setelah publikasi !EEC laporan ke dalam tenggelamnya bulk carrier =erbyshire, Komite Keselamatan #ari+m (#S?) memulai penelaahan lebih lan<ut keselamatan bulk carrier, yang melibatkan penggunaan ;ormal Sa6ety >ssessment (;S>) studi untuk membantu menilai apa lebih lan<ut perubahan peraturan mungkin dibutuhkan8ada bulan =esember "&&", pada sidang $. nya, #S? mengadopsi amandemenS9R>S bab YII dan !ECC Road Rines 8rotokol dan <uga setu<u untuk se<umlahrekomendasi untuk lebih meningkatkan keselamatan bulk carrier8ada bulan =esember "&&*, #S? mengadopsi teks baru untuk S9R>S bab YII,menggabungkan revisi beberapa peraturan dan persyaratan baru yang berkaitan dengansisi ganda bulk carrier kulit 8erubahan ini mulai berlaku pada tanggal ! uli "&&. S9R>S ?hapter YII  >ddi+onal Sa6ety #easures 6or ulk ?arriers YII 8ara S9R>S baru bab YII Tindakan Keselamatan tambahan untuk ulk ?arriers diadopsi oleh Kon6erensi diselenggarakan pada bulan Movember !EE$ dan mulai berlakupada tanggal ! uli !EEE8eraturan menyatakan bah1a semua kapal curah baru !%& meter atau lebih pan<ang(dibangun setelah ! uli !EEE) kargo memba1a dengan kepadatan !&&& kg/m' dan di atas harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan ban<ir dari kargo satu, denganmemper+mbangkan dinamis e6ek yang dihasilkan dari adanya air di dalam palka dan memper+mbangkan rekomendasi diadopsi oleh I#9Untuk kapal yang ada (dibangun sebelum ! uli !EEE) tercatat kargo curah dengan kepadatan !$C& kg/m' dan atas, sekat kedap air melintang antara dua kargo terkemukamemegang dan bagian ba1ah ganda dari kargo terkemuka harus memiliki kekuatan yangcukup untuk menahan ban<ir dan e6ek dinamis terkait di kargo terkemukaKargo dengan kepadatan !$C& kg/m' dan atas (kargo berat) mencakup bi<ih besi, pigiron, ba<a, bauksit dan semen, tetapi dengan kepadatan lebih dari !&&& kg/m', termasuk bi<ibi<ian seper+ gandum dan beras, dan kayu=alam ab YII, surveyor dapat memper+mbangkan pembatasan rekening pada kargoyang diangkut dalam memper+mbangkan kebutuhan, dan luasnya, penguatan sekat kedapair melintang atau ba1ah ganda Ke+ka pembatasan kargo yang dikenakan, bulk carrierharus permanen ditandai dengan segi+ga yang solid pada shell sisinya Tanggal penerapanab baru untuk kapal curah yang ada tergantung pada usia mereka ulk carrier yang "&tahun dan lebih dari ! uli !EEE harus memenuhi dengan tanggal survei antara atauperiodik

(30)

pertama setelah tanggal tersebut, mana yang lebih cepat ulk carrier berusia !%"& tahun harus memenuhi oleh survei berkala pertama setelah ! uli !EEE, tetapi +dak lebih dari ! uli "&&" ulk pemba1a kurang dari !% tahun harus memenuhi dengan tanggal survei berkala pertama setelah kapal mencapai !% tahun, tetapi +dak lebih daritanggal kapal mencapai !$ tahun

Deember $99$ SOAS amendments relang to bulk arrier sa'et,

#S? pada sesi ke$. pada bulan =esember "&&" mengadopsi amandemen ke bab YII (Ukuran Keselamatan Tambahan untuk ulk ?arriers) dari Konvensi Internasional untuk Keselamatan i1a di Raut (S9R>S), !E$*, sebagaimana diubah untuk memerlukanpemasangan alarm +ngkat +nggi dan sistem pemantauan +ngkat di semua operator curah,untuk mendeteksi masuknya air7ekomendasi untuk pemasangan alarm tersebut pertama kali disorot dalampertemuan Kelompok Ker<a pada ulk ?arrier Keselamatan diadakan selama sesi $* #S? pada bulan =esember "&&!, sebagai lan<utan dari rekomendasi dari Inggris Raporandibuka kembali penyelidikan 6ormal ke hilangnya =erbyshire

8ara YII/!" peraturan baru di Tahan, ballast air dan detektor ruang +ngkat keringakan memerlukan pemasangan alarm tersebut pada semua kapal curah tanggal berapapun mereka konstruksi 8ersyaratan ini diharapkan mulai berlaku pada tanggal ! uli "&&*,menurut prosedur penerimaan diamdiam#>789R>dalah sebuah peraturan Internasional yang bertu<uan untuk mencegah ter<adinyapencemaran di laut Se+ap system dan peralatan yang ada di kapal yang bersi6atmenun<ang peraturan ini harus mendapat ser+-kasi dari klas erikut ruang lingkup#>789R, dimana se+ap kapal harus dilengkapi berbagai system yang sesuai denganregulasi ini:#arpol untuk ulk ?arrier O>nneD !uidelines on enhanced programme o6 inspec+ons during surveys o6 bulk carriersand oil tankers ("&&! edi+on)I#9".%47esolusi >$** (!C), sebagaimana telah diubah berar+ 8edoman8eningkatan 8rogram Inspeksi selama Survei ulk ?arriers danTanker #inyak diadopsi oleh #a<elis dari #ari+m Internasional9rganisasi dengan resolusi >$** (!C), sebagaimana telah diubah dengan resolusi " dariS9R>S !EE$ Kon6erensi dan oleh #S?*E resolusi (..) dan#S?!&% ($')

(31)

kalau mau di <abarkan lagi, akan lebih pan<ang ceritanya seper+ contoh untuk satu kapal sa<a seper+ tanker sudahh banyak <enisnya dari ?hemical tanker, 9il tanker, RM carrier, R8 carrier, dan sebagainyarangkuman di atas hanya sekedar garis besarnya sa<a yg memudah orang mengenali dari scope ker<a kapal kapal yg ada saat ini

(32)

KapalI kan (%is#ing :essel )

=ide-nisikan sebagai kapal atau perahu atau alat apung lainnya yang digunakan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan termasuk melakukan survei atau eksplorasi perikanan

Kapal Ikan merupan kapal khusus yang ber6ungsi untuk : ! #enangkap ikan

" #enampung Ikan ' #engolah Ikan

* #enangkap, menampung dan mengolah ikan enis Kapal Ikan :

a) Kapal penangkap ikan

adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk menangkap ikan termasuk menampung, menyimpan, mendinginkan atau menga1etkan

b) Kapal pengangkut ikan

adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk mengangkut ikan termasuk memuat, menampung menyimpan, mendinginkan atau menga1etkan ( mengolah ) erdasarkan de6eniside-nisi tersebut di atas, maka dapat diketahui bah1a kapal ikan sangat beragam dari kekhususan penggunaannya hingga ukurannya Kapalkapal ikan tersebut terdiri dari kapal atau perahu berukuran kecil berupa perahu sampan (perahu tanpa motor) yang digerakkan dengan tenaga dayung atau layar, perahu motor tempel yang terbuat dari kayu hingga pada kapal ikan berukuran besar yang terbuat dari kayu, -bre glass maupun besi ba<a dengan tenaga penggerak mesin diesel enis dan bentuk kapal ikan ini berbeda sesuai dengan tu<uan usaha, keadaan perairan, daerah penangkapan ikan (-shing ground) dan lainlain, sehingga menyebabkan ukuran kapal yang berbeda pula

(33)

> enis dan macam kapal ikan berdasarkan alat tangkapnya

8enggolongan +pe kapal ikan didsarkan pada <enis alat tangkapnya, sedangkan <enis alat tangkap ditentukan berdasarkan <enis dan lokasi ikan

erdasarkan alat tangkapnya kapal ikan dibedakan : a ill Me0er ( alat tangkapnya <aring gill net ) b Rong Riner ( alat tangkapnya long line )

c 8use Seiner ( alat tangkapnya <aring purse seine ) d Tra1ler ( alat tangkapnya <aring tra1l )

e Skip<ack 8ole and Riner ( alat tangkapnya pole and line )

;2"1TT10

illnet atau disebut <aring kli+k atau <aring insang  <aring empat persegi pan<ang

perangkap

 <enis kapal ikan pasi6

Kapal 2kan ;ill "e<er

Kalsi-kasi

! erdasarkan letak alat tangkap dalam perairan : a ilnet permukaan ( sur6ace gillnet ) b illnet pertengahan ( mid1ater gillnet ) c illnet dasar ( bo0om gillnet )

" erdasarkan kedudukan alat tangkap 1aktu dipasang a ilnet hanyut

gillnet yang sudah dipasang diperairan dibiarkan hanyut terba1a arus

b illnet tetap

gilnet yang setelah dipasang di suatu perairan dibiarkan menetap pada tempat dimana gillnet tersebut dipasang

(34)

Jaring ;ill "et

! entuk Umum

alaupun terdapat perbedaan pokok pada +ap N +ap <enis gillnet, namun bentuk secara umum gillnet adalah empat persegi pan<ang dan bentuk ini adalah merupakan bentuk alat tangkap ikan yang paling sederhana

agian N bagian alat tangkap illnet a) aring utama

#erupakan sebuah lembaran <aring yang tergantung pada tali ris atas b) Tali ris atas

Tempat untuk menggantungkan <aring utama dan tali pelampung Untuk menghindari terbelit maka tali ris dibuat rangkap " denga arah pintalan tali berla1anan ( S N A )

c) Tali ris ba1ah

Tali ini digunakan untuk <enis gillnet pertengahan dan gilnet dasar yang ber6ungsi untuk mengikat pemberat

d) Tali 8elampung

er6ungsi sebagai tanda tempat gillnet dioperasikan, dipasang pada +ap piece ( sambungan antara pice dengan piece )

e) 8elampung

er6ungsi utuk mengapungkan seluruh alat 6) 8emberat

(35)

2lustrasi ong iner

8enger+an

>lat penangkap ikan ini disebut ra1ai, karena se1aktu dioperasikan adalah ra1ai ra1ai ( sesuatu yang u<ungnya bergerak bebas ) Rong line yang secara har-ah di ar+kan sebagai tali pan<ang adi long line adalah salah satu alat penangkapan ikan yang terdiri atas rangkaian tali temali yang bercabang dan pada +ap+ap u<ung cabangnya diikatkan sebuah pancing

8rinsip 8enangkapan

Termasuk <enis perangkap ( pasi6 ), karena dalam operasinya +ap N +ap pancing diberi umpan

Kalsi-kasi

! erdasarkan letak pemasangan alat tangkap dalam perairan : a 7a1ai permukaan ( sur6ace long line )

b 7a1ai pertengahan ( mid1ater long line ) c 7a1ai dasar ( bo0om long line )

" erdasarkan susunan mata pancing pada tali utama a 7a1ai tegak ( ver+cal long line )

b 8ancing ladung

c 7a1ai mendatar ( hori@ontal long line )

(36)

a 7a1ai tuna ( tuna long line )

b 7a1ai albacore ( albacore long line ) c 7a1ai cucut, dll

Main Line . Branch Line Tegus

Snap with Swivel  Clip

Hook & Ring

Floang Buoy  Ra!io Buoy    "ight Buoy 

Fishing Ru##er 

(37)

P!0S1 S12"10

Pengeran

8urse seine biasanya disebut <aring kantong karena bentuk <aring tersebut 1aktu dioperasikan menyerupai kantong 8urse seine disebut <uga <aring kolor karena pada bagian ba1ah <aring ( tali ris ba1ah ) dilengkapi dengan tali kolor yang gunanya untuk menyatukan bagian ba1ah <aring se1aktu operasi dengan cara menarik tali kolor tersebut

(38)

ambar entuk <aring 8urse seine

Konstruksi Jaring Purse Seine.

>da bermacam N macam bentuk purse seine namun secara garis besar purse seiner mempunyai bentuk umum dan bagian N bagian yang sama entuk umum purse seine beserta bagianbagiannya dapat diperha+kan pada gambar berikut

(39)

Ket :

aring Utama terdiri atas : g) sayap ( 1ing ) h) #idel ( perut ) i) bahu

 <) Kantong ( bunt ) k) Selvedge

l) Tali ris atas m) Tali pelampung n) 8elampung o) Tali ris ba1ah p) 8emberat

J) Tali ring ( kang ) r) 7ing ( cincin )

(40)

5aam 8 maam Purse Seine. 5aam 8 maam Purse Seine.

erbagai macam purse seine dibuat disesuaikan dengan keperluan dan penggunaannya erbagai macam purse seine dibuat disesuaikan dengan keperluan dan penggunaannya 8ada umumnya

8ada umumnya macammacam purse seine dapat macammacam purse seine dapat dikelompokan berdasarkan dikelompokan berdasarkan :: erdasarkan bentuk <aring utama

erdasarkan bentuk <aring utama a)

a) bebentntuk uk sesegi gi emempapatt b)

b) eentntuk uk trtrapapesesiuiumm c)

c) eenntutuk k llekekuukk

erdasarkan <umlah kapal 1aktu beroperasi ( operasi penangkapan ) erdasarkan <umlah kapal 1aktu beroperasi ( operasi penangkapan ) a)

a) 8urs8urse seie seine typne type dua ke dua kapal ( apal ( t1o bot1o boats sats systystem )em )

b)

(41)

erdasarkan spesies ikan yang ditangkap erdasarkan spesies ikan yang ditangkap a)

a) 8u8ursrse se seieine ne sasardrdininee b)

b) 8u8urrse se seseinine te tununaa c)

c) 8u8ursrse e seseinine e lalayayangng d)

d) 8ur8urse se seseine ine kekembumbung, ng, dlldll

ack #ackeral caught by purse seine ack #ackeral caught by purse seine erdasarkan 1aktu operasional

erdasarkan 1aktu operasional a

a)) 8u8urrsse e seseinine e sisiaangng b)

(42)

Desain Purse Seine. Desain Purse Seine.

Proses Penangkapan. Proses Penangkapan.

(43)
(44)
(45)

T0A=10

8enger+an

8ukat udang adalah merupakan hasil modi-kasi dari pukat harimau Sebagaimana telah diketahui bah1a se<ak tanggal ! uli !EC& berdasarkan Keppres Mo 'E pengoperasian pukat harimau +dak boleh beroperasi di beberapa daerah terutama di sekitar Raut a1a, Sumatra dan ali dilarang sama sekali 

Sebagai penggan+ berdasarkan Keppres no C% tahun !EC", diperkenankan pukat udang untuk dioperasikan di perairan  Untuk konstruksi pukat udang diatur berdasarkan Surat keputusan =ir<en 8erikanan Mo IK &!&/s'C&$%/C"

#acam dan <enis pukat ( tra1l )

eberapa <enis tra1l dapat dikelompokan berdasarkan ?ara terbukannya mulut <arring

(46)

eam tra1l

-

90er tra1l

(47)

?ara =aerah operasinya

(48)

B. !kuran !tama Kapal 2kan Teori Tasrun S6a#run

Teori berdasarkan persamaan displacement kapal :

=ispacement ( ) P 3    w P R    d  C b   w ( ton ) P RT \ =T

#assa ( 8 ) P  P  sch \  P ant  \  P br   \  P bes  \ P lad 

P R    =   P  sch  \  N e   P ant  \ 1000 . . N e be v d  \  P bes  \  P lad  Karena : =ispacement (  ) P #assa ( 8 ) R    d  C b   w P R    =   P  sch  \  N e   P ant  \ 1000 . . N e be v d  \  P bes  \  P lad  ]]!

Selan<utnya mencari hubungan antara ukuran utama kapal :

a  B  L   O h d   B   O l  d   D 

(49)

h a   C b   w  B3 P h a l 3  B  P sch \  N e    P ant  \ 1000 . . N e be v d  \  P bes  \  P lad  ]]"

=ari persamaan " didapat harga :

3  B P  sch w lad  bes e e ant  e  P  l  h a h a  P   P  b  N  v d   P   N  . . . C . 1000 . . .           ( 3 m ) =imana :  P Rebar kapal ( m )

Me P Tenaga gerak e6ek+6 dalam 8Se

ant 

 P  P Satuan massa alat penggerak dalan ton/8 e

= P 7adius tempuh dalam m

3 P Kecepatan rata N rata dalam knot

e

b P 8emakaian bahan bakar dalam kg/ 8 eh

bes

 P  P #assa >K dalam ton

lad 

 P  P #assa muatan dalam ton

w

   P Kerapatan air laut dalam ton/ m3

b

P Koee-sien block

 sch

 P  P Satuan massa badan kapal yang telah dilengkapi dalam ton/ 3

m

ant 

 P  P &,"* s/d &,!' ton/8e

( untuk mesin penggerak diesel langsung dengan rpm propeller !&& s/d "&& &,!* s/d &,&C ton/8S e

( untuk mesin penggerak diesel langsung dengan rpm propeller "&& s/d '&& &,!% s/d &,&$ ton/8S e

( untuk mesin penggerak dengan kotak gigi reduksi ( gear boD ) dengan rpm propeller !&& s/d "&&

bes

 P  P erat >K per orang $% kg, dengan 8roviant, air dan lain N lain

P !! kg per hari

lad 

(50)

 sch

 P  P Untuk Kapal Ikan

P &,!$ s/d &,"" s P   sch  P  P &,*& s/d &,%% m P  ant   P  P &,!% s/d &,"& t P  lad   P  P &,*& s/d &,'&

5arga s, m dan t adalah bagian dari badan kapal, alat penggerak dan daya angkut terhadap diaplacement kapal yang dinyatakan dalam persen

Untuk massa dari bagian kapal ( P sch ) dirumuskan :  sch

 P  P s P s !,&&%  3 w

    ( ton )

Koesien !,&&% s/d !,&&. diambil untuk bagian dinding kapal , karena  diukur dari bagian dalam dinding kiri dan kanan kapal untuk menghitung 3

e  N  P w $ PS e! t   N    dimana, w  N  P a c v3.2%3  ( 8S ) =imana :

M1 P Tenaga gerak poros propeller ( 8S ) Me P Tenaga gerak e6ek+6 ( 8S )

3 P Kecepatan rata N rata ( knot )

>m P 8enampang tengah yang terendam ( 3

m )

 P Rebar kapal ( m ) d P Sarat kapal ( m )

mw P Konstanta pelayaran percobaan

P '" s/d %*

a

(51)

 P >ngka e-siensi gear boD reduksi t 

 P &,E. s/d &,EC untuk tenaga gerak langsung t 

 P &,E" s/d &,E. untuk tenaga gerak dengan gear boD t 

 P &,CC s/d &,E% untuk tenaga gerak listrik

Kapal Ikan Spesi-kasi Teknis :

-

=T P ( &,' s/d &,* ) 

-

S P ( &,*& s/d &,%& ) 

-

M P ( &,!% s/d &,"& ) 

-

k P&,'%

-

K P ( &,$& s/d &,$% ) 5

-

?b P &,%* s/d &,.'

-

?p P &,%%C s/d &,..*

-

?m P &,$' s/d &,CC

-

?1 P &,$" s/d &,C!

- L v P &,C& s/d !,!&

-

/T P !,E& s/d ",'&

-

R/ P *,*& s/d %,C&

-

5/T P !,!% s/d !,'&

-

R/5 P E,&& s/d !!,&

-

  ( periode oleng ) P % s/d E de+k

-

R? aH midship P ( ",& s/d .,& ) Q Rpp

-

K P &,%C s/d &,.% T ( sarat )

-

# P &,.& s/d &,E& m

-

0

30

h ( lengan stabilitas pada sudut '& dera<at ) P &,"& m

-

  range P 600

-

  f  r  min ( pan<ang gelombang minimum ) P !/$% R1l

=ari eberapa sumber lain ( tsarun s<ahrun )

-

R/ P %,' s/d .,&

(52)

-

=/d P !,!% s/d !,'

-

R/= P E,& s/d !!,&

-

?b P &,% s/d &,.

-

?m P &,$' s/d &,CC

-

?1l P &,$" s/d &,C!

-

?p P &,.! s/d &,$&

-

k P &,C" s/d &,CC

- L v P !,% s/d !,E

-

Retak R? P ! s/d " Q R dibelakan midship

-/. %is#ing ;round ( Daera# Penangkapan 2kan )  ( Daera# Penangkapan 2kan )

;ishing ground ( daerah penangkapan ikan ) adalah tempat yang berpotensi keberadaan berkumpulnya ikan Untuk menentukan -shing ground dapat menggunakan beberapa teknik :

! Teknik Tradisional (bulan dan bintang)

2. #enggunakan satelit 9seanogra-

Syarat N syarat yang dianggap baik sebagai daerah penangkapan ( -shing ground ) a 8erairan yang terdapat ikan hidup yang bergerombol

b <enis ikan N ikan tersebut dapat dikumpulkan dengan alat pengumpul ( lampu / rumpon )

c =alam peraian lebih dalam dari pada alat yangdigunakan 8encarian ;ishing ground

a 7umpon

rumpon dipasang, pada beberapa hari sebelumnya b Mon 7umpon ( menggunakan lampu )

8encarian -shing ground bebas dengan menuru+ kebiasaan berkumpulnya ikan N ikan dalam suatu saat tertentu

Tempat berkumpulnya ikan dapat diketahui dengan melihat tanda tanda, sbb : a 8erubahan 1arna air laut

(53)

b Rompatan ikan N ikan ke permukaan laut c 7iak N riak kecil di atas permukaan laut d adanya buih N buih di permukaan laut

e urungburung yang menukik menyambar ikan di permukaan laut

%is#ing ground >one berdasarkan kedalaman laut *

8elagic ( kurang lebih %& 6athom ) enis ikan :

! >nchory . 5ake " Salmon $ Tuna ' #ackerel C Shark * Sardine E S1ord-on % 5erring

Pelagi %is# *

=emersal ( kurang lebih !&& 6athom ) enis ikan :

(54)

' ?od C 8laice * 5addock E ;allack % ^ello1tail !& urnard

Shell-sh ( kurang lebih "&& 6athom ) enis ikan : ! ?rab " Robster ' #usoel * ?lam % rab

D. Jalur Penangkapan 2kan di 2ndonesia.

%is#ing ;round berdasarkan Jalur Penangkapan 2kan di 2ndonesia.

=engan adanya perkembangan teknologi penangkapan ikan perlu diatur kembali mengenai aluralur 8enangkapan Ikan

=engan +dak mengurangi ketentuan mengenai aluralur pelayaran yang ditetapkan 8emerintah, menetapkan alur<alur 8enangkapan Ikan di ilayah 8erikanan 7epublik Indonesia Untuk menghindari konWik antar nelayan didaerah perlu diatur kembali mengenai aluralur 8enangkapan Ikan

(55)

T1"TA"; JA!08JA!0 P1"A";KAPA" 2KA"

ilayah 8erikanan 7epublik Indonesia dibagi men<adi ' (+ga) alur 8enangkapan Ikan, yaitu :

! alur 8enangkapan Ikan I " alur 8enangkapan Ikan II ' alur 8enangkapan Ikan III Jalur Penangkapan 2kan 2.

alur 8enangkapan Ikan I sebagaimana dimaksud dalam 8asal " huru6 a, melipu+ perairan pantai diukur dari permukaan air laut pada surut yang terendah pada se+ap pulau sampai dengan . (enam) mil laut ke arah laut alur 8enangkapan Ikan I sebagaimana dimaksud dalam ayat (!) dibagi men<adi sebagai berikut :

a. perairan pantai yang diukur dari permukaan air laut pada surut yang terendah sampai dengan ' (+ga) mil lautO

b perairan pantai di luar ' (+ga) mil laut sampai dengan . (enam) mil laut

c 8erairan pantai yang diukur dari permukaan air laut pada surut yang terendah sampai dengan' (+ga) mil laut sebagaimana yang dimaksud dalam ayat (") huru6 a, hanya diperbolehkan bagi :

-

>lat 8enangkap Ikan yang menetapO

-

>lat 8enangkap Ikan +dak menetap yang +dak dimodi-kasiO dan/atau

d Kapal 8erikanan tanpa motor dengan ukuran pan<ang keseluruhan +dak lebih dari !& m

e 8erairan pantai di luar ' (+ga) mil laut sampai dengan . (enam) mil laut, sebagaimana dimaksud dalam ayat (") huru6 b, hanya dibolehkan bagi :

-

>lat 8enangkap Ikan +dak menetap yang dimodi-kasiO

-

Kapal 8erikananan :

tanpa motor dan atau bermotortempel dengan ukuran pan<ang keseluruhan +dak lebih dari !& mO

bermotor tempel dan bermotordalam dengan ukuran pan<ang keseluruhan maksimal !" m atau

(56)

-

'pukat cincin (purse seine) berukuran pan<ang maksimal !%& mO*<aring insang hanyut (driH gill net)

-

ukuran pan<ang maksimal !&&& m

6 Se+ap Kapal 8erikanan yang beroperasi di alur 8enangkapan Ikan I 1a<ib diberi tanda pengenal dengan mengecat minimal !/* (seperempat) lambung kiri dan kanan :

-

dengan 1arna pu+h bagi Kapal 8erikanan yang beroperasi di perairan sampai dengan ' (+ga) mil laut diukur dari permukaan air laut pada surut yang terendahO

-

dengan 1arna merah bagi Kapal 8erikanan yang beroperasi di perairan pantai di luar ' (+ga) mil laut sampai dengan . (enam) mil

Jalur Penangkapan 2kan 22.

alur 8enangkapan Ikan II sebagaimana dimaksud dalam pasal " huru6 b melipu+ perairan di luar alur 8enangkapan Ikan I sampai dengan !" (dua belas) mil laut ke arah laut

8ada alur 8enangkapan Ikan II sebagaimana dimaksud dalam ayat (!), dibolehkan bagi : a Kapal 8erikanan bermotordalam berukuran maksimal .& TO

b Kapal 8erikanan dengan menggunakan >lat 8enangkap Ikan :

-

pukat cincin (purse seine) berukuran pan<ang maksimal .&& m

-

dengan cara pengoperasian menggunakan ! (satu) kapal (tunggal)

-

yang bukan grup atau maksimal !&&& m dgn cara pengoperasian

-

menggunakan " (dua) kapal ganda yang bukan grupO

-

"tuna long line (pancing tuna) maksimal!"&& buah mata pancingO

-

'<aring insang hanyut (driH gill net), berukuran pan<ang maksimal

-

"%&& m

d. Se+ap Kapal 8erikanan yang beroperasi di alur 8enangkapan Ikan II, 1a<ib diberi tanda pengenal dengan mengecat minimal !/* (seperempat) lambung kiri dan kanan dengan 1arna oranye

(57)

alur 8enangkapan Ikan III, sebagaimana dimaksud dalam 8asal " huru6 c melipu+ perairan di luar alur 8enangkapan Ikan II sampai dengan batas terluar Aona 4konomi 4ksklusi6  Indonesia (A44I)

8ada alur 8enangkapan Ikan III sebagaimana dimaksud dalam ayat (!), diatur sebagai berikut :

a 8erairan Indonesia dibolehkan bagi Kapal 8erikanan berbendera Indonesia berukuran maksimal "&& T, b kecuali yang menggunakan >lat 8enangkap Ikan 8urse Seine 8elagis esar

di Teluk Tomini, Raut #aluku,

c Raut Seram, Raut anda, Raut ;lores dan Raut Sa1u dilarang untuk semua ukuran O

d b8erairan A44I Selat #alaka dibolehkan bagi Kapal 8erikanan berbendera Indonesia berukuran maksimal "&&

e T, kecuali yang menggunakan >lat 8enangkap Ikan 8ukat Ikan (;ish Met) minimal berukuran .& TO

6 8erairan A44I di luar A44I Selat #alaka dibolehkan bagi :

-

!Kapal 8erikanan berbendera Indonesia dan berbendera >sing berukuran maksimal

-

'%&T bagi semua >lat 8enangkap IkanO

-

"Kapal 8erikanan berukuran di atas '%& T  C&& T yang menggunakan >lat 8enangkap ikan 8urse

-

Seine, hanya boleh beroperasi di luar !&& (seratus) mil laut dari aris 8angkal Kepulauan Indonesia O

-

'Kapal 8erikanan dengan >lat 8enangkap Ikan 8urse Seine dengan sistem roup hanya boleh

-

beroperasi di luar !&& (seratus) mil laut dari aris 8angkal Kepulauan Indonesia

b Kapal 8erikanan berbendera >sing boleh dioperasikan pada alur 8enangkapan Ikan III sebagaimana dimaksud dalan ayat (") huru6 c sepan<ang dimungkinkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku

(58)

c Se+ap kapal perikanan yang beroperasi di alur 8enangkapan Ikan III, 1a<ib diberi tanda pengenal <alur dengan mengecat minimal !/* (seperempat) lambung kiri dan kanan dengan 1arna kuning

#. ambatan ( 0esiatane) kapal ikan

Per#itungan Ta#anan Kapal Penangkap 2kan

Komponen tahanan kapal pada 1aktu operasi penangkapan ikan di -shing ground melipu+ komponen sebagai berikut :

 A. Tahanan esek

#enurut  Schi_aukalender  besarnya tahanan gesek dirumuskan sebagai berikut : 17 P kr D

  w 2  D v

" D S>( M )

dimana :

kr P angka tahanan gesek yang harganya tergantung dari angka K/R dan angka reynold ( 7e P v L

.

   ) 7e P v L

.

 

Untuk kapal penangkap ikan hargaharga tersebut adalah : kr P &,"% mm

R P pan<ang kapal pada garis air ( meter ) v P kecepatan kapal ( meter/de+k )

 P koesien kinema+s ( meter"/de+k )

P pada suhu '&& ? harganya !,C D !&. ( m"/s ) 1 P massa <enis air laut

P !&"% kg/m'

S> P luas permukaan basah ( m" )

B. Tahanan entuk

(59)

1; P k; D   w

2  D v

" D S> ( M )

dimana :

k; P angka tahanan bentuk yang harganya tergantung pada angka ;roude ( ;r P

v  g L

.

 )

C. Tahanan >ngin

esarnya tahanan angin sangat dipengaruhi oleh :

Kecepatan rela+6 kapal yang berla1anan dengan arah angin

Ruas penampang tengah kapal diatas garis air berikut bangunan atas

#enurut  Schi_aukalender  besarnya tahanan angin dirumuskan sebagai berikut :

1 P k1 D

  w

2  D v rel

" D > ( M )

dimana :

k1 P koesien tekanan angin

untuk bangunan atas yang stream line k1 P &,.  &,$ untuk bangunan atas umumnya k1 P !,&  !,'

k1 P !,&&

R P pan<ang kapal pada garis air ( meter )

v rel P kecepatan kapal real+6 mela1an arah angin

P 3s \ 31 dimana :

3s P kecepatan kapal ( !& knot )

31 P kecepatan angin, biasanya ditentukan

padakekuatan angin pada beau6ort '

1 P kerapatan udara

P !,""%C kg/m'

> P luas penampang tengah kapal diatas air beserta bangunan atas ( m" )

(60)

>lat tangkap yang cukup pan<ang terbenam dalam perairan akan menimbulkan suatu tahanan tambahan yang bisa disebut Tahanan >lat Tangkap yang menurut  Schi_aukalender  besarnya tahanan alat tangkap dirumuskan :

at P kn  kat    at 

2  D v at

"  l  d 

 at ( M ) dimana :

kn P koesien kelicinan bahan alat tangkap untuk bahan ba<a kn P !,"

untuk bahan serat manila kn P !,"  ",& kn P ",&

kat P koesien tahanan alat tangkap kn P !,"&

 at P Kerapatan bahan alat tangkap ( kg/m' ) P !,!* kg/m'

l P 8an<ang bentang alat tangkap d P diameter alat tangkap

 at P Koe-sien amplitudo alat tangkap P &,*

v at P kecepatan kapal pada saat menarik <aring ( m/s ) P ( '  * ) knot

=engan demikian tahanan total ( 7t ) kapal penangkap ikan adalah 7t P 7 \  \ ; \ >T ( Me1ton )

8erhitungan 58 #esin Induk Kapal 8erhitungan aya dorong ( Thrust ) :

458tr P 7T D 3 dimana :

7T P tahanan total ( kM ) 3 P kecepatan kapal ( m/s )

#enentukan 4ek+6 5orse 8o1er pada kondisi berlayar ( 458s ) : 458s P r! D 458tr

(61)

berlayardirule posi+6allo1ance ( "% s/d *& )Q diambil *&Q

#enghitung =elivery 5orce 8o1er yaitu besarnya daya yang diberikan oleh sistem transmisi ke propeller ( =58 ) :

=58 P  EHPs  Pc g  dimana :

8c P Total propulsive esiensi P5 7 9 P $ ! $ ! . 1 1   t  w  R o

#enghitung koesien propulsive dengan menggunakan methode holtrop 8c P $ ! $ ! . 1 1   t  w  R o ( dari 8M> hal !%' ) dimana :

t P 6raksi deduksi gaya dorong ( thrust deduc+on 6rac+on) P &,%  ?b \ &,"&

( dari 7esistance 8ropulsi and Stearing by 3an Rammerance ) dimana :

?b P koe-sien block ( ?b P &,.& )

1 P 6raksi gaya gesekan ( 1ake 6rac+on ) P &,%  ?b \ &,&%

(dari 7esistance 8ropulsi and Stearing by 3an Rammerance) dimana :

?b P koesien block

Koreksi 9ver Road ( van Rammeran hal "E' )

g P koreksi over load pada kondisi service yaitu pengurangan !/'Q +ap!&Q over load

#enghitung Q over load ( p ) p P  EHPs EHPtr 

 EHPtr 

 D !&& Q Koreksi over load ( g )

Gambar

Diagram with components named

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 3 menunjukkan perbandingan perawat dalam penerapan budaya keselamatan pasien antara kelompok yang mendapatkan program mentoring dengan kelompok yang tidak mendapatkan

Permasalahan yang muncul adalah seberapa besar preferensi pasar terhadap produk baru dan variabel apa saja yang mempengaruhi pasar dalam pemilihan produk baru

Pembuatan media tumbuh yang digunakan yaitu media King’s B broth dan agar (spesifik untuk bakteri Pseudomonas aeruginosa) yang juga.. mengalami

Dari hasil analisis data, keterampilan menulis argumentasi siswa untuk indikator berdasarkan fakta dan dapat diuji kebenarannya diperoleh jumlah nilai keterampilan

dioperasikan untuk tujuan non-komersial. Pasal 29 UNCLOS memberikan definisi kapal perang yaitu suatu kapal yang dimiliki oleh angkatan bersenjata suatu Negara yang memakai tanda

In this study using digital image processing program to help color blind people to recognize the existing colors in theimage Ishihara using color segmentation

Terdapat 6 kelas XI IPA di SMA N 2 Kota Jambi, sampel yang akan digunakan 2 kelas XI IPA, maka dilakukan lah uji homogenitas menggunakan uji levene dengan

Pada penelitian ini pendekatan ARDL dan VAR digunakan untuk mengetahui kebutuhan aluminum di masa mendatang dengan menggunakan variabel kebutuhan/konsumsi aluminium, GDP