3
LANDASAN TEORI
2.1 Tinjauan Umum 2.1.1 Sumber data
A. Buku
1. Cartooning: Character Design oleh Sherm Cohen
Buku Cartooning: Character Design oleh Sherm Cohen mengajarkan bagaimana menciptakan suatu karakter dari awal sampai akhir melalui penggunaan bentuk dasar, garis, ekspresi, postur, peralatan dan kostum.
2. Designer’s Guide to Color
Buku Designer’s Guide to Color oleh Chronicle Books merupakan satu set kotak yang menyajikan lima volume buku yang berisi lebih dari 1000 kombinasi warna. Volume satu menyajikan kombinasi inovatif warna; volume kedua berkaitan dengan brightness; volume ketiga berkaitan dengan pola; volume keempat berkaitan dengan nada, dan volume kelima berkaitan dengan cara di mana kombinasi warna dapat digunakan untuk mewakili emosi.
3. The Farmer and His Sons
The Farmer and His Sons adalah salah satu dongeng barat yang menceritakan seorang petani yang memiliki tiga putra namun tidak ada satu pun dari mereka yang membantu dengan pekerjaannya. Namun, petani itu sangat khawatir tentang masa depan mereka. Suatu hari, petani itu jatuh sakit karena usia tua. Ia berkata kepada anak-anaknya bahwa dalam waktu dekat ia akan segera meninggal dan di tempat penyimpanan anggurnya, ada sebuah harta karun. Petani mencari harta karun tersebut setelah kematiannya. Petani itu akhirnya meninggal. Ketiga anaknya menggali setiap inci dari penyimpanan anggurnya tetapi tidak menemukan apa pun. Namun, penggalian
tersebut menyebabkan tanaman-tanaman menumbuh pesat tidak seperti sebelumnya bahkan ketika ayah mereka masih hidup. Ketiga anak itu akhirnya menyadari apa yang ayah mereka maksud dengan harta karun.
Penulis mengambil pesan moral yang tersimpan dari cerita dongeng ini, yakni bahwa kerja keras adalah kunci keberhasilan dan jika kita bekerja keras ke arah yang positif, kita bisa mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan dalam hidup.
B. Artikel
Penulis mengambil beberapa referensi dari internet untuk data umum, referensi cerita dan visual sebagai acuan. Website yang diambil beragam, mulai dari blogspot.com, wordpress.com, blogdetik.com, vimeo.com, www.youtube.com dan masih banyak lagi yang lainnya.
C. Video
Referensi video dipergunakan sebagai pendukung sumber data umum, environment dan referensi visual, di antaranya adalah:
1. The Artists
Referensi visual yang sesuai untuk penulis yaitu animasi film pendek “The Artists”, di mana kedua karakter terlihat sederhana sehingga dapat menarik perhatian para penonton.
Gambar 2.1. Animasi film pendek “The Artists” Sumber: http://vimeo.com/33670490
2.1.2 Data umum 2.1.2.1 Animasi
Animasi berasal dari bahasa latin yaitu anima yang berarti “memberi nyawa”, dengan menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga penonton merasakan adanya ilusi efek bergerak pada gambar yang ditampilkan. Animasi sering digunakan untuk menyampaikan pesan yang sulit. Dengan sulitnya menyampaikan pesan dan tujuan , animasi dengan lebih efektif untuk menyampaikannya, dengan bentuk visual yang membuat kita mudah dan cepat memahami pesan yang ingin disampaikan dari suatu produk tersebut.
2.1.2.2 Animasi 3D
Animasi 3D menggunakan koordinat X, Y dan Z sehingga memberikan kedalaman, volume, tekstur, pencahayaan dari sebuah karakter yang membuat mereka terlihat nyata dan hidup. Keuntungan dari animasi 3D adalah, dapat mengubah properti seperti posisi, rotasi, bentuk dan gaya permukaan.
Gambar 2.3. Film animasi 3D
Sumber: http://www.rockthe3d.com/wp-content/uploads/2010/08/Best-Wallpapers-of-DreamWorks-3D-Animated-Movies.jpg
2.1.2.3 Definisi fiksi
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, fiksi adalah:
“1. Cerita rekaan (roman, novel, dsb); 2. Rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan; 3. Pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran”.
2.1.2.4 Motivasi
Motivasi berasal dari kata motif yang berarti "dorongan" yang ada dalam diri seseorang. Motivasi adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Berikut beberapa definisi motivasi menurut ahli:
• Motivasi menurut Malayu
Menurut Malayu (2005: 143), motivasi berasal dari bahasa latin yaitu movere yang berarti “dorongan” atau pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja sama, bekerja efektif, dan terintegrasi dengan segala daya upayanya untuk mencapai kepuasan.
Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung prilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Sedangkan menurut Edwin B Flippo (dalam Malayu 2005: 143), menyebutkan bahwa motivasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai.
• Motivasi menurut American Encyclopedia
Menurut American Enyclopedia (dalam Malayu 2005: 143), menyebutkan bahwa motivasi sebagai kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentang) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya. Sedangkan menurut G.R. Terry (dalam Malayu 2005: 145) mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan.
Motivasi itu tampak dalam dua segi yang berbeda, yaitu dilihat dari segi aktif/dinamis, motivasi tampak sebagai suatu usaha positif dalam menggerakkan, mengerahkan, dan mengarahkan daya serta potensi tenaga kerja, agar secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Sedangkan apabila dilihat dari segi pasif/statis, motivasi akan tampak sebagai kebutuhan sekaligus sebagai
perangsang untuk dapat menggerakkan, mengerahkan, dan mengarahkan potensi serta daya kerja manusia tersebut ke arah yang diinginkan.
• Motivasi menurut Mc. Donald
Menurut Mc. Donald (dalam Sardiman 2007: 73), menyebutkan bahwa motivasi sebagai perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian Mc. Donald ini mengandung tiga elemen penting yaitu: bahwa motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia (walaupun motivasi itu muncul dari dalam diri manusia), penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.
Motivasi ditandai dengan munculnya, rasa (feeling) yang relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, efek dan emosi serta dapat menentukan tingkah laku manusia. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan dan tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.
• Motivasi menurut Sardiman
Menurut Sardiman (2007: 73), menyebutkan motif dapat diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat dikatakan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Berawal dari kata motif itu, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan atau mendesak.
• Motivasi menurut Azwar
Menurut Azwar (2000: 15), motivasi adalah rangsangan, dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekelompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerjasama secara optimal dalam
melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
• Motivasi menurut Samsudin
Menurut Samsudin (2005), menyebutkan bahwa motivasi sebagai proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan. Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan mempertahankan kehidupan.
• Motivasi menurut Uno
Menurut Uno (2007), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya; hasrat dan minat; dorongan dan kebutuhan; harapan dan cita-cita; penghargaan dan penghormatan. Motivasi adalah sesuatu apa yang membuat seseorang bertindak (Sargent, dikutip oleh Howard, 1999) menyatakan bahwa motivasi merupakan dampak dari interaksi seseorang dengan situasi yang dihadapinya (Siagian, 2004).
2.1.2.5 Pantang menyerah
Pantang menyerah adalah sikap yang tidak mudah patah semangat dalam menghadapi berbagai rintangan, selalu bekerja keras untuk mewujudkan tujuan, menganggap rintangan atau hambatan selalu ada dalam setiap kegiatan yang harus dihadapi. Mereka yang menyerah sebelum mencapai tujuan, mereka adalah orang-orang yang gagal dan tak akan pernah sukses.
• Perilaku yang terkait dengan sikap pantang menyerah, antara lain: - Kerja keras
Sikap perilaku dimana dalam mengerjakan sesuatu dilakukan secara bersungguh-sungguh, tanpa mengenal lelah demi tercapainya tujuan yang diinginkan.
- Optimis
Sikap perilaku yang tidak ragu-ragu, selalu percaya diri bahwa sesuatu yang diinginkan pasti akan tercapai.
- Mempunyai semangat/kemauan keras
Sikap perilaku yang mempunyai kemauan yang tinggi, didorong oleh semangat yang tinggi. Mereka yang memiliki sikap pantang menyerah, akan selalu dalam keadaan bersemangat.
- Senang dengan pekerjaannya
Sikap perilaku dimana waktu kerja yang lama akan terasa singkat, pekerjaan yang berat akan terasa ringan, perjalanan yang jauh akan terasa dekat, ini semua jika kita mampu menyenangi pekerjaan.
• Manfaat sikap pantang menyerah, antara lain: - Memberikan semangat dalam berusaha. - Meningkatkan prestasi kerja.
- Meningkatkan keberhasilan kerja.
2.1.2.6 Warung
Warung adalah bangunan kecil yang dipakai untuk berjualan. Letak warung berada di dekat rumah pemiliknya atau terkadang menyatu dengan rumah pemiliknya. Warung juga banyak terdapat di sudut jalan dan tempat-tempat yang ramai dikunjungi. Jumlah dan jenis barang yang dijual di warung sedikit. Biasanya hanya berupa barang kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, minuman, sabun mandi, sikat gigi, dan lainnya.
Dari segi manfaat, warung menunjang perekonomian keluarga karena selain memperoleh keuntungan secara finansial juga bisa dikonsumsi sendiri (memenuhi kebutuhan sehari-hari) jika suatu waktu ada kebutuhan mendesak. Semua anggota keluarga yang terlibat atau tidak dapat menikmati manfaatnya.
Gambar 2.4. Warung Sumber: blogdetik.com
2.1.2.6.1 Jenis-jenis warung
- Warung kelontong, warung yang menjual kebutuhan sehari-hari. - Warung tegal, warung nasi khas Tegal dengan harga terjangkau. - Warung telekomunikasi, warung yang menyewakan sambungan
telepon.
- Warung internet, warung yang menyewakan komputer yang terhubung ke internet.
- Warung kopi, warung yang menjual kopi dan kudapan.
- Warung nasi, warung yang menjual nasi dan lauk pauk, semacam rumah makan sederhana.
2.1.2.6.2 Rumah makan (warung makan)
Rumah makan, atau biasa disebut sebagai warung makan, merupakan suatu usaha gastronomi yang menyajikan hidangan kepada masyarakat dan menyediakan tempat untuk menikmati hidangan tersebut serta menetapkan tarif tertentu untuk makanan dan pelayanannya. Meski pada umumnya rumah makan menyajikan
makanan di tempat, tetapi ada juga beberapa yang menyediakan layanan take-out dining dan delivery service sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada konsumennya. Rumah makan biasanya memiliki spesialisasi dalam jenis makanan yang dihidangkannya. Sebagai contoh yaitu rumah makan Padang, rumah makan Chinese food, dan sebagainya.
2.1.3 Data target A. Target primer a. Demografi
Jenis kelamin : Laki-laki atau perempuan.
Usia : 17-20 tahun.
Tingkat pendidikan : Pendidikan menengah – pendidikan tinggi. b. Psikografi
Menyukai film animasi. c. Geografi
Berada di kota besar.
B. Target sekunder a. Demografi
Jenis kelamin : Laki-laki atau perempuan.
Usia : 21-25 tahun.
Tingkat pendidikan : Pendidikan tinggi. b. Psikografi
Terbuka, menyukai film animasi. c. Geografi
Selain di kota besar.
2.1.4 Data pembanding A. Dalam negeri
Untuk pembanding industri film animasi dalam negeri sudah ada beberapa produk-produk Indonesia yang berkualitas dan tidak kalah bagus dengan animasi luar negeri, antara lain Transformer Bajaj dan Battle of Surabaya.
Gambar 2.5. Transformer Bajaj (kiri), dan Battle of Surabaya (kanan). Sumber: http://www.youtube.com/
B. Luar negeri
Untuk pembanding industri film animasi luar negeri yang paling menonjol adalah film-film animasi dari Pixar. Pixar menghasilkan film-film animasi layar lebar full 3D dan juga animasi pendek yang sangat menarik.
Gambar 2.6. Film-film animasi Pixar. Sumber:
http://images.nymag.com/images/2/daily/entertainment/08/06/26_pixar_lg.jpg
2.1.5 Tempat survei
Penulis mengunjungi berbagai bentuk warung yang mendukung sebagai bahan animasi film pendek ini. Berikut adalah beberapa gambar yang dapat menunjukkan berbagai bentuk warung:
Gambar 2.7. Warung tegal Sumber: Pribadi
2.1.6 Faktor pendukung dan faktor penghambat 2.1.6.1 Faktor pendukung
- Film animasi sudah mulai disukai masyarakat.
- Anak-anak lebih menyukai animasi daripada membaca buku.
2.1.6.2 Faktor penghambat
- Kurangnya peminatan masyarakat untuk melihat animasi dari produk dalam negeri.
- Waktu yang terbatas dalam pembuatan animasi.
2.1.7 Sinopsis cerita
Kisah ini bercerita tentang Joko yang sehari-harinya bekerja sebagai pemilik warung makan yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya. Malam harinya, datang seorang pekerja konstruksi untuk memberikan sebuah surat mengenai akan digusurnya warung tersebut, namun Joko menolak surat tersebut. Keesokan
harinya, pekerja konstruksi itu menyuruh Joko beserta anaknya untuk keluar dari warungnya. Ia menarik Joko secara paksa untuk keluar dari warungnya, kemudian warung makan Joko digusur. Joko dan Tito pun akhirnya berjalan untuk mencari tempat tinggal yang baru. Mereka terus berjalan hingga malam yang pada akhirnya menemukan sebuah tempat nyaman untuk dijadikan sebagai tempat tinggal sementara. Disekitarnya terdapat banyak tumpukan kardus dan sampah. Mereka memutuskan untuk tidur disitu. Tito tidur karena kelelahan, sementara Joko tidak bisa tidur karena adanya banyak sampah yang mengelilingi tempat tersebut sehingga ia memutuskan untuk membersihkan dan mengumpulkan sampah-sampah, kardus dan plastik yang ada di sekitar tempat mereka tinggal. Karena sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan barunya, yaitu sebagai pemulung, tiap malam Joko mengumpulkan sampah-sampah hingga ke perumahan. Ditemukan sebuah flyer dijalanan. Flyer itu berisi tentang sebuah kontes masak di mana pemenang akan mendapat sebuah restoran dan uang tunai. Ia segera lari kembali ke tempat tinggal mereka sementara untuk menunjukkannya kepada Tito. Joko akhirnya memutuskan untuk mengikuti kontes tersebut. Joko tidak dapat mempercayai bahwa ia telah memenangkan kontes tersebut.
2.2 Tinjauan Khusus 2.2.1 Landasan teori
2.2.1.1 Teori prinsip dasar film animasi
Prinsip dasar animasi pertama kali diperkenalkan sekitar pada tahun 1930 oleh Frank Thomas dan Ollie Johnston, animator dari Studio Walt Disney yang ditulis dalam bukunya berjudul The Illusion of Life. Terdapat dua belas prinsip dasar animasi, yang berfungsi untuk membuat animasi kelihatan menarik, dramatis, dengan gerakan yang alami. Prinsip dasar animasi yang akan digunakan adalah:
- Pose to pose
Merupakan penentuan posisi gambar key animation dan in between dan menjadi cara animator untuk menentukan posisi gerak karakter dari posisi awal gerak, posisi gerak selanjutnya hingga pada posisi akhir gerak.
- Timing
Menentukan kapan sebuah gerakan karakter atau obyek dilakukan. - Slow in & slow out
Memberikan efek perlambatan atau percepatan dari gerakan awal dan akhir dari sebuah aksi.
- Anticipation
Gerakan persiapan sebelum melakukan gerakan utama. Contohnya, pada gerakan berdiri, seseorang yang tadinya duduk harus ada gerakan ‘membungkuk’ terlebih dulu sebelum akhirnya berdiri.
- Arch
Gerakan lengkungan untuk menganimasikan sebuah gerakan obyek atau karakter dalam animasi agar terlihat lebih bagus dan natural.
2.2.1.2 Teori warna
Dalam membuat sebuah desain, warna memiliki peranan yang sangat penting karena suatu desain akan mempunyai arti dan nilai lebih dengan adanya warna tersebut. Warna juga mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Warna mempunyai beberapa fungsi, antara lain:
1. Identitas.
2. Isyarat atau media komunikasi. 3. Psikologis.
4. Alamiah.
Warna-warna yang akan dipakai adalah earth tone agar penonton dapat merasakan kehangatan yang terdapat dalam animasi film pendek ini.
2.2.1.3 Teori komposisi
Framing atau komposisi dalam kamera menentukan ukuran dan jarak objek dalam sebuah frame. Komposisi yang akan digunakan pada animasi film pendek “Rumah Makan Joko & Tito”, antara lain:
- Close Up (CU)
- Medium Close Up (MCU)
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga dada. - Medium shot (MS)
Pengambilan gambar dari atas kepala hingga pinggang. - Long shot (TS)
Pengambilan gambar dengan memberikan porsi background atau foreground lebih banyak sehingga objek terlihat kecil atau jauh.
2.2.1.4 Teori logo
Sebuah logo merupakan bentuk ekspresi dan bentuk visual dari konsepsi perusahaan, produk, organisasi maupun institusi. Logo biasanya menggunakan elemen bentuk yang memiliki filosofi khusus, misalnya lingkaran sebagai simbol persatuan, daun sebagai simbol pemerintahan, dan lain sebagainya yang dianggap membutuhkan hal yang singkat dan mudah diingat sebagai ganti dari nama sebenarnya.
2.2.1.5 Teori tipografi
Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga pembaca dapat merasakan kenyamanan saat membaca semaksimal mungkin.
Pemilihan huruf merupakan hal yang penting dalam pembuatan media visual berupa buku, poster atau iklan dalam media cetak, karena dapat memperkuat keberhasilan karya tersebut dalam berkomunikasi, namun dapat juga menjatuhkan kualitas desain apabila tidak dipergunakan dengan tepat.
Kriteria yang harus diperhatikan dalam menentukan jenis tipografi, yaitu:
- Clarity, kejelasan suatu huruf untuk dilihat. - Readability, keterbacaan dari suatu huruf. - Legability, kemudahan suatu huruf untuk dibaca. - Visibility, kemudahan suatu jenis huruf untuk dilihat.
2.2.2 Analisis SWOT • Strength
- Memiliki visual yang lucu dan menarik untuk penonton. - Cerita mempunyai pesan moral yang positif.
• Weakness
- Kurangnya minat masyarakat terhadap animasi buatan dalam negeri. • Opportunity
- Cerita yang diangkat berbeda dengan cerita-cerita yang sudah ada.
- Animasi dibuat secara menarik sehingga tidak membosankan bagi penonton.
- Cerita animasi yang dapat memberikan inspirasi kepada penontonnya. • Threat
- Animasi luar mempunyai visual, karakter, cerita, dan animasi yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan animasi dalam negeri.