• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengendalian Kualitas Proses Produksi Produk Airbus A-380 Menggunakan Pendekatan Konsep Lean Six Sigma Di PT Dirgantara Indonesia Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Analisis Pengendalian Kualitas Proses Produksi Produk Airbus A-380 Menggunakan Pendekatan Konsep Lean Six Sigma Di PT Dirgantara Indonesia Bandung"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Diagram Histogram Jumlah Cacat/Produk
Gambar 3. Value Stream Mapping Riblet
Tabel 1. Failure Mode and Effect Analysis Jenis Cacat  Thinned Pada Produk Riblet
Tabel 2. Failure Mode and Effect Analysis Jenis Cacat  Undercut Pada Produk Riblet
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan pendekatan Lean Six Sigma diperoleh penyebab utama kecacatan produk yaitu tidak adanya pelatihan kerja dan jarangnya dilakukan perawatan mesin produksi..

Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka akan dirumuskan tujuan dari penelitian yaitu penerapan Lean Six Sigma dan pemberian usulan perbaikan terhadap kecepatan proses

Salah satu metode pendekatan yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas dan meminimisasi masalah waste adalah pendekatan menggunakan lean six sigma.. Lean six sigma

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah adanya cacat (defect) yang melebihi standar perusahaan sehingga kualitas produk tidak sesuai dengan keinginan konsumen dan

Tahap analyze dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan menemukan penyebab-penyebab kecacatan yang terjadi pada kualitas produk. Alat yang digunakan pada tahap

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah adanya produk cacat diatas batas yang ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 10% dan adanya kegiatan yang tidak bernilai tambah selama

Pada Gambar 5, 6 dan 7 akan ditampilkan akar penyebab masalah yang menyebabkan terjadinya cacat slag inclusion, lack of fusion dan porosity pada proses pengelasan

Rekomendasi usulan perbaikan yang diberikan berdasarkan nilai RPN tertinggi untuk masing-masing waste, untuk waste defect eye forming sesak dari potensi penyebab proses penekukan kurang