Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 i
LAPORAN KINERJA TRIWULAN 2
DIREKTORAT PERENCANAAN RUANG LAUT
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN RUANG LAUT KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TAHUN 2021
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan ridho- Nya, penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Triwulan III Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 dapat diselesaikan dengan baik. Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 disusun sebagai salah satu wujud transparansi dan akuntabilitas Direktorat Perencanaan Ruang Laut dalam melaksanakan berbagai kewajiban pembangunannya, serta sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi organisasi.
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 berupaya memberikan gambaran dan informasi terkait upaya dan langkah-langkah strategis Direktorat Perencanaan Ruang Laut dalam pelaksanaan kegiatan dan pencapaian target khususnya pada Triwulan II tahun 2021, memberikan penjelasan mengenai hambatan atau permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan, serta rencana aksi pada periode berikutnya.
Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan, pencapaian kinerja, dan penyusunan Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 ini, serta berharap Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 menjadi salah satu pertimbangan oleh para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam rangka melakukan perbaikan dan pengembangan perencanaan ruang laut.
Kami juga menyadari kemungkinan masih terdapat kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, kami mohon maaf dan masukan yang membangun demi perbaikan pada periode berikutnya.
Jakarta, Juli 2021 Direktur Perencanaan Ruang Laut
Suharyanto
NIP. 19621230 199003 1 006
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 ii RINGKASAN EKSEKUTIF
Pengelolaan kinerja di Direktorat Perencanaan Ruang Laut mengacu kepada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 68 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Kinerja Organisasi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Secara garis besar, pengelolaan kinerja tersebut mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan evaluasi kinerja, serta pelaporan kinerja. Aspek-aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pengelolaan kinerja dan akan menentukan keberhasilan kinerja organisasi.
Laporan kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 merupakan salah satu wujud pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) serta dapat menjadi media yang menggambarkan capaian kinerja Direktorat Perencanaan Ruang Laut khususnya selama Triwulan II tahun 2021 kepada para pemangku kepentingan (stakeholders). Capaian Indikator kinerja Dit. Perencanaan Ruang Laut pada triwulan 2 tahun 2021 yaitu :
1. Lokasi yang dilakukan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut di Ruang Laut (Lokasi) target indicator ini 7 lokasi (tahunan) dan pada triwulan II sudah tercapai 4 lokasi : Jawa barat, NTB, Kalimantan Timur dan Jawa Timur.
2. Indeks Profesionalitas ASN Direktorat PRL (Indeks), indikator ini dihitung pada semesteran yang targetnya 65 capaiaannya pada triwulan II yaitu : 67,47
3. Persentase Unit Kerja Direktorat PRL Yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan Yang Terstandar (%) indikator ini dihitung pada triwulanan yang targetnya 84 capiaannya pada triwulan II yaitu : 90
4. Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan Lingkup Direktorat PRL Yang Dokumen Tindak Lanjutnya, indikator ini dihitung pada triwulanan yang targetnya 65 capiaannya pada triwulan II yaitu : 100
5. Nilai IKPA Direktorat PRL (Nilai), indikator ini dihitung pada semesteran yang targetnya 80 capiaannya pada triwulan II yaitu : 74,2.
Kondisi sumberdaya yang dimiliki oleh Direktorat Perencanaan Ruang Laut khususnya SDM (ASN) dan jumlah pagu anggaran pada tahun 2021 sebagai berikut:
1. Jumlah ASN Direktorat Perencanaan Ruang Laut berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 2 Tahun 2021 tanggal 14 Januari 2021 tentang Penataan Sumberdaya Manusia Aparatur dan Organisasi di Linkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut adalah sebanyak 63 orang. Di samping ASN, Direktorat Perencanaan Ruang Laut dibantu juga oleh tenaga selain ASN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri/PPNPN) sebanyak 18 orang. Posisi tenaga selain ASN ini, antara lain: 2 operator komputer Tata Usaha (TU), 1 sekretaris Tata Usaha, 1 operator data TU, 1 tenaga ahli GIS Zonasi Daerah (ZD), 1 orang tenaga GIS/kartografi ZD, 1 tenaga administrasi ZD, 1 tenaga ahli Kawasan Strategis (KS), 1 tenaga pendukung teknis GIS KS, 1 tenaga administrasi KS, 1 tenaga pendukung teknis GIS PPRL, 2 tenaga pendukung teknis GIS TRLN, 2 pramubakti TU, dan 1 pengemudi TU.
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 iii 2. Jumlah pagu anggaran awal Direktorat Perencanaan Ruang Laut pada tahun 2021 adalah sebesar Rp 19.300.000.000 pada KRO Direktorat Perencanaan Ruang Laut sedangkan alokasi anggaran TU pada KRO yang berbeda sebesar Rp. 1.923.530.000 total anggaran Dit. PRL sebesar Rp 21.223.530.000. Realisasi anggaran sampai dengan periode Triwulan II tahun 2021 sebesar Rp 5.646.380.350 atau sebesar 29,25 %.
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 iv
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
RINGKASAN EKSEKUTIF ... ii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR TABEL ... vi
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Maksud dan Tujuan ... 2
1.3 Penjelasan Umum Organisasi Direktorat Perencanaan Ruang Laut ... 2
1.4 Kepegawaian Direktorat Perencanaan Ruang Laut ... 3
1.5 Aspek Strategis Direktorat Perencanaan Ruang Laut ... 8
1.6 Permasalahan Utama (Strategic Issued) ... 9
1.7 Sistematika Penyajian Laporan Kinerja ... 10
BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 2.1 Visi, Misi, Arahan Presiden, dan Agenda Pembangunan Nasional ... 12
2.2 Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2020-2024 ... 12
2.3 Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Tahun 2020-2024 ... 14
2.4 Rencana Strategis Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 ... 16
2.5 Perjanjian Kinerja Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 ... 18
2.6 Pengukuran Kinerja Tahun 2021 ... 19
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 3.1 Capaian Kinerja Organisasi ... 20
3.2 Sasaran Kegiatan 1. Tersusunnya Perencanaan Ruang Laut dan Zonasi Pesisir ... 21
IKU 1. Perairan Laut Antarwilayah Yang Memiliki Dokumen RZ Kawasan Antarwilayah (Kawasan) ... 22
IKU 2. Kawasan Strategis Nasional Yang Memiliki Rencana Zonasi KSN (Kawasan) 26 IKU 3. Kawasan Strategis Nasional Tertentu Yang Memiliki Rencana Zonasi KSNT (Pulau) ... 32
IKU 4. Provinsi Yang Memiliki Dokumen Penyelenggaran Rencana Zonasi Di WP3K (Provinsi) ... 38
3.3 Sasaran Kegiatan 2. Terkendalinya Pemanfaatan Ruang Laut ... 42
IKU 5. Lokasi yang dilakukan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut di Ruang Laut (Lokasi) ... 42
3.4 Sasaran Kegiatan 3. Terkelolanya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Maluku Barat Daya (Moa) Yang Mandiri ... 49
IKU 6. Tingkat Kemandirian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Maluku Barat Daya (Moa) (Skala 1-5) ... 49
3.5 Sasaran Kegiatan 4. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup Direktorat PRL 54 IK 7. Indeks Profesionalitas ASN Direktorat PRL (Indeks) ... 54
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 v
IK 8. Nilai Rekonsiliasi Kinerja Direktorat PRL (Nilai) ... 59
IK 9. Persentase Unit Kerja Direktorat PRL Yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan Yang Terstandar (%) ... 62
IK 10. Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan Lingkup Direktorat PRL Yang Dokumen Tindak Lanjutnya Telah Dilengkap Dan Disampaikan (%)... 68
IKU 11. Nilai IKPA Direktorat PRL (Nilai) ... 71
IKU 12. Nilai Kinerja Anggaran Direktorat PRL (Nilai) ... 78
IK 13. Persentase Penyelesaian Temuan LHP BPK Direktorat PRL (%) ... 80
3.6 Realisasi Anggaran ... 83
BAB IV. PENUTUP 86 4.1 Simpulan ... 86
4.2 Rekomendasi ... 87
LAMPIRAN Lampiran 1. Perjanjian Kinerja (PK) Direktorat Perencanaan Ruang Laut Yang Ditandatangani Pada Tanggal 15 Januari 2021 ... 88
Lampiran 2. Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2021 Direktorat Perencanaan Ruang Laut Berdasarkan Aplikasi Online kinerjaku.kkp.go.id ... 91
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Jumlah ASN Direktorat Perencanaan Ruang Laut Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal PRL Nomor 2 Tahun 2021
5 Tabel 2 Sasaran Kegiatan Direktorat Perencanaan Ruang Laut tahun 2021 19 Tabel 3 Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja (IK) Direktorat
Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021
19 Tabel 4 Perjanjian Kinerja Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 20 Tabel 5 Target dan Realisasi Direktorat Perencanaan Ruang Laut Triwulan II Tahun
2021
22 Tabel 6 Capaian Indikator Kinerja Utama "Perairan Laut Antarwilayah Yang Memiliki
Dokumen RZ Kawasan Antarwilayah (Kawasan)" Triwulan II Tahun 2021
25 Tabel 7 Perbandingan Capaian Kinerja RZ KAW Triwulan II Tahun 2020 dan 2021 26 Tabel 8 Capaian Indikator Kinerja Utama Kawasan Strategis Nasional Yang Memiliki
Rencana Zonasi KSN (Kawasan) Triwulan II Tahun 2021
29 Tabel 9 Perbandingan Capaian Kinerja RZ KSN Triwulan II Tahun 2020 dan 2021 30 Tabel 10 Perbandingan Renstra 2020-2024 KKP, Ditjen PRL dan Capian Dit. PRL 31 Tabel 11 Capaian Indikator Kinerja Utama "Kawasan Strategis Nasional Tertentu Yang
Memiliki Rencana Zonasi KSNT (Pulau)" Triwulan II Tahun 2021
34 Tabel 12 Perbandingan Kemajuan Kegiatan RZ KSNT Triwulan II Tahun 2020 dan 2021 35 Tabel 13 Capaian Indikator Kinerja Utama "Provinsi Yang Memiliki Dokumen
Penyelenggaraan Rencana Zonasi Di WP3K (Provinsi)" Triwulan II Tahun 2021
38 Tabel 14 Perbandingan Kemajuan RZ Provinsi Triwulan II Tahun 2020 dan 2021 40 Tabel 15 Perkembangan Penyusunan RZ WP3K Triwulan IV Tahun 2020 40 Tabel 16 Capaian Indikator Kinerja Utama "Lokasi yang dilakukan Pengendalian
Pemanfaatan Ruang Laut di Ruang Laut (Lokasi)" Triwulan II Tahun 2021
43 Tabel 17 Perbandingan Target Renstra dengan Capaian Dit. PRL
Tabel 18 Alat Monitoring dan Evaluasi Pembangunan SKPT 50
Tabel 19 Penilaian Status Pengelolaan Sentra Kelautan Dan Perikanan Terpadu (SKPT) Mandiri
51 Tabel 20 Perbandingan Capaian SKPT Moa Tahun 2018, 2019 dan 2020 51 Tabel 21 Capaian Indikator Kinerja Utama Tingkat Kemandirian SKPT Kabupaten
Maluku Barat Daya (Moa) (Skala 1-5) Triwulan II Tahun 2021
52 Tabel 22 Perbandingan Kemajuan Pelaksanaan Kegiatan SKPT Moa Triwulan II Tahun
2020 dan 2021
52 Tabel 23 Capaian Indikator Kinerja "Indeks Profesionalitas ASN Direktorat Perencanaan
Ruang Laut (Indeks)" Triwulan II Tahun 2021
56 Tabel 24 Penilaian Indikator Kinerja Indeks Profesionalitas ASN Direktorat Perencanaan
Ruang Laut (Indeks) Pada Tahun 2019 dan 2021
57 Tabel 25 Capaian Indikator Kinerja Utama "Nilai Rekonsiliasi Kinerja Direktorat PRL
(Nilai)" Triwulan II Tahun 2021
61 Tabel 26 Penilaian Indikator Kinerja "Nilai Rekonsiliasi Kinerja Direktorat PRL (Nilai)"
Pada Tahun 2020
61
Tabel 27 Capaian Indikator Kinerja Utama "Persentase Unit Kerja Direktorat PRL Yang 65
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 vii Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan Yang Terstandar (%)" Triwulan
II Tahun 2021
Tabel 28 Capaian IK "Persentase Unit Kerja Direktorat PRL Yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan Yang Terstandar (%)" Triwulan II Tahun 2021
65 Tabel 29 Penilaian Indikator Kinerja "Persentase Unit Kerja Direktorat PRL Yang
Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan Yang Terstandar (%)" Pada Tahun 2019 dan 2020
66
Tabel 30 Capaian Indikator Kinerja Utama "Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan Lingkup Direktorat PRL Yang Dokumen Tindak Lanjutnya Telah Dilengkapi Dan Disampaikan (%)" Triwulan II Tahun 2021
68
Tabel 31 Komponen Penghitungan Nilai IKPA Tahun 2021 70
Tabel 32 Perbedaan Komponen dan Bobot dalam Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Antara Tahun 2019 dengan Tahun 2020 dan 2021
72 Tabel 33 Capaian Indikator Kinerja Utama "Nilai IKPA Direktorat PRL (Nilai)" Triwulan II
Tahun 2021
73 Tabel 34 Target dan Capaian "Nilai IKPA Direktorat Perencanaan Ruang Laut" Triwulan
II Tahun 2020 dan 2021
73 Tabel 35 Langkah-Langkah Strategis Meningkatkan Nilai IKPA 75 Tabel 36 Capaian Indikator Kinerja Utama "Nilai Kinerja Anggaran Direktorat PRL"
Triwulan II Tahun 2021
77 Tabel 37 Capaian Indikator Kinerja "Persentase Penyelesaian Temuan LHP BPK
Direktorat Perencanaan Ruang Laut" Triwulan II Tahun 2021
80
Tabel 38 Jumlah Pagu Angaran Direktorat Perencanaan Ruang Laut dan Realisasi Anggaran Sampai Dengan Triwulan II Tahun 2021
82
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu acuan Direktorat Perencanaan Ruang Laut dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi adalah Undang-Undang Nomor Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kalautan. Pasal 43 ayat 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan menyebutkan bahwa perencanaan ruang laut meliputi: (a) perencanaan tata ruang Laut nasional, (b) perencanaan zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dan (c) perencanaan zonasi kawasan Laut. Pasal 43 ayat 2 dan 3 menegaskan bahwa pengelolaan ruang Laut meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian yang dilaksanakan berdasarkan karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan dan mempertimbangkan potensi sumber daya dan lingkungan kelautan. Pasal 43 ayat 4 menyatakan bahwa perencanaan zonasi kawasan laut merupakan perencanaan untuk menghasilkan rencana zonasi kawasan strategis nasional, rencana zonasi kawasan strategis nasional tertentu, dan rencana zonasi kawasan antarwilayah.
Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (RZ KSN) merupakan rencana yang disusun untuk menentukan arahan pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional. Penyusunan RZ KSN juga merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI) yang menyebutkan bahwa salah satu misi Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI) adalah terlaksananya tata kelola kelautan yang baik dan terselesaikannya aturan tentang tata ruang laut. Untuk mewujudkan misi tersebut diperlukan adanya pengelolaan ruang laut yang terencana.
Perencanaan Tata Ruang Laut Nasional diatur oleh Peraturan Pemerintah, sedangkan perencanaan zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil diatur oleh Undang Undang Nomor 27 Tahun 2007 juncto Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dimana pasal 7 ayat 3 menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah wajib menyusun semua rencana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (RSWP-3-K, RZWP-3-K, RPWP-3- K, RAPWP-3-K) sesuai dengan kewenangan masing-masing dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23/PERMEN-KP/2016 tentang Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Adanya UU Cipta kerja dan PP No. 21 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perencanaan Ruang mempengaruhi penyusunan dokumen rencana zonasi di Dit. Perencanaan Ruang Laut yang memberikan mandat, antara lain :
▪ Penyusunan materi teknis Rencana Tata Ruang Laut (RTRL) yang akan diintegrasikan dengan PP tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).
▪ Penyusunan materi teknis Rencana Tata Ruang Laut (RTRL) yang akan diintegrasikan dengan PP tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 2
▪ Penyusunan materi teknis ruang perairan Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang akan diintegrasikan dengan Perpres tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTR KSN).
▪ Penyusunan dan penetapan Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZ KSNT) untuk fungsi perlindungan lingkungan hidup dan situs warisan dunia di Laut dengan Peraturan Presiden tersendiri.
▪ Penyusunan materi teknis ruang perairan di sekitar PPKT (Pulau-Pulau Kecil Terluar) yang akan diintegrasikan dengan Perpres tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTR KSN) sudut kepentingan Pertahanan Keamanan di Kawasan Perbatasan Negara.
▪ Pemberian persetujan teknis materi teknis Perairan Pesisir yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi, yang akan diintegrasikan dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRW-P).
Dokumen perencanaan merupakan dokumen yang dapat menjadi dasar pemberian izin.
Selain itu, dokumen perencanaan bermanfaat juga untuk: (1). Meminimalisasi konflik pemanfaatan, penggunaan ruang dan sumberdaya sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan, (2). Menetapkan wilayah yang penting sehingga mengurangi risiko konflik pembangunan, (3). Menjamin ruang laut untuk keanekaragaman hayati dan konservasi hayati, (4). Memperhatikan aspek keanekargaman hayati sebagai dasar dalam perencanaan dan pengelolaan, (5). Memberikan kepastian pada pihak swasta dalam melakukan investasi, dan (6).
Memberikan dasar dalam pembentukan jejaring kawasan konservasi.
Rencana zonasi adalah rencana yang menentukan arah penggunaan sumber daya tiap- tiap satuan perencanaan disertai dengan penetapan struktur dan pola ruang pada kawasan perencanaan yang memuat kegiatan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan serta kegiatan yang hanya dapat dilakukan setelah memperoleh izin.
Pelaksanaan kegiatan perencanaan ruang laut dapat terselenggara dengan akuntabel, efektif, dan efisien jika diterapkan pengelolaan kinerja organisasi yang baik. Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Perpres Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), serta Permen PAN dan RB RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, menyatakan bahwa setiap kementerian berkewajiban menyusun Laporan Kinerja (LKj) sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan berdasarkan Renstra maupun Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dibuat sebelumnya. Pengelolaan kinerja di Direktorat Perencanaan Ruang Laut juga sesuai dengan Peraturan Menteria Kelautan dan Perikanan Nomor 68 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Kinerja Organisasi di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Secara garis besar, pengelolaan kinerja tersebut mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan evaluasi kinerja, serta pelaporan kinerja. Aspek-aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam pengelolaan kinerja, dan akan menentukan keberhasilan kinerja organisasi.
Laporan Kinerja (LKj) juga merupakan sarana untuk menilai dan mengevaluasi pencapaian
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 3 kinerja berdasarkan indikator sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab (good governance) dapat diwujudkan.
1.2 Maksud dan Tujuan
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 merupakan salah satu bentuk media informasi atas pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan anggaran Direktorat Perenca
naan Ruang Laut khususnya pada Triwulan II tahun 2021. Adapun tujuan penyusunan LKj Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 adalah untuk menilai dan mengevaluasi pencapaian kinerja dan sasaran Direktorat Perencanaan Ruang Laut khususnya pada Triwulan II tahun 2021. Berdasarkan hasil evaluasi, lalu dirumuskan suatu simpulan yang dapat menjadi salah satu bahan masukan dan referensi dalam melakukan perbaikan dan pengembangan perencanaan ruang laut di tahun berikutnya.
1.3 Penjelasan Umum Organisasi Direktorat Perencanaan Ruang Laut
Struktur organisasi Direktorat Perencanaan Ruang Laut berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 48/PERMEN-KP/2020 tanggal 25 September 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Direktorat Perencanaan Ruang Laut dibantu oleh 4 koordinator, 1 subkoordinator tata usaha, dan kelompok jabatan fungsional.
Empat koordinator dalam Direktorat Perencanaan Ruang Laut sebagai berikut:
a. Koordinator Tata Ruang Laut Nasional.
b. Koordinator Kawasan Strategis.
c. Koordinator Zonasi Daerah.
d. Koordinator Perizinan Pemanfaatan Ruang Laut.
Direktorat Perencanaan Ruang Laut mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta evaluasi dan pelaporan di bidang tata ruang laut nasional, rencana zonasi teluk, selat, laut, rencana zonasi Kawasan Strategis, pesisir, dan pulau-pulau kecil
Direktorat Perencanaan Ruang Laut menyelenggarakan fungsi:
a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang tata ruang laut nasional, teluk, selat, dan laut, rencana zonasi kawasan strategis, rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil daerah, data spasial, dan perizinan pemanfaatan ruang laut;
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 4 b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang tata ruang laut nasional, rencana zonasi teluk, selat, dan laut, rencana zonasi kawasan strategis, rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil daerah, data spasial, dan perizinan pemanfaatan ruang laut;
c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang, rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil daerah, data spasial, dan perizinan pemanfaatan ruang laut;
d. penyiapan pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang, rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil daerah, data spasial, dan perizinan pemanfaatan ruang laut;
e. penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang tata ruang laut nasional, rencana zonasi teluk, selat, dan laut, rencana zonasi kawasan strategis, rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil daerah, data spasial, dan perizinan pemanfaatan ruang laut;
dan
f. pelaksanaan urusan ketatausahaan.
1.4 Kepegawaian Direktorat Perencanaan Ruang Laut
Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Direktorat Perencanaan Ruang Laut berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 2 Tahun 2021 tanggal 14 Januari 2021 tentang Penataan Sumberdaya Manusia Aparatur dan Organisasi di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut adalah sebanyak 63 orang. Nama ASN, Nomor Induk Pegawai (NIP), Jabatan, serta Unit Kerja di Direktorat Perencanaan Ruang Laut sebagaimana terdapat pada tabel di bawah ini.
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 5 Tabel 1. Jumlah ASN Direktorat Perencanaan Ruang Laut Berdasarkan Keputusan
Direktur Jenderal PRL Nomor 2 Tahun 2021
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 6
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 7
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 8 Sumber: Keputusan Dirjen PRL Nomor 2 Tahun 2021 Tanggal 14 Januari 2021
Di samping ASN, Direktorat Perencanaan Ruang Laut dibantu juga oleh tenaga selain ASN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri/PPNPN) sebanyak 18 orang. Posisi tenaga selain ASN ini, antara lain: 2 operator komputer Tata Usaha (TU), 1 sekretaris Tata Usaha, 1 operator data TU, 1 tenaga ahli GIS Zonasi Daerah (ZD), 1 orang tenaga GIS/kartografi ZD, 1 tenaga administrasi ZD, 1 tenaga ahli Kawasan Strategis (KS), 1 tenaga pendukung teknis GIS KS, 1
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 9 tenaga administrasi KS, 1 tenaga pendukung teknis GIS PPRL, 2 tenaga pendukung teknis GIS TRLN, 2 pramubakti TU, dan 1 pengemudi TU.
1.5 Aspek Strategis Direktorat Perencanaan Ruang Laut
Pasal 42 ayat 2 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan menyebutkan bahwa pengelolaan ruang laut meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian. Selanjutnya, Pasal 43 ayat 1 menyebutkan bahwa perencanaan ruang Laut meliputi:
a. Perencanaan tata ruang laut nasional.
b. Perencanaan zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Perencanaan zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pada UU Nomor 27 Tahun 2007 juncto UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23/PERMEN-KP/2016 Tentang Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
c. Perencanaan zonasi kawasan laut.
Perencanaan zonasi kawasan laut merupakan perencanaan untuk menghasilkan rencana zonasi kawasan strategis nasional, rencana zonasi kawasan strategis nasional tertentu, dan rencana zonasi kawasan antarwilayah.
d. Dalam hal pengawasan, Direktorat Perencanaan Ruang Laut melaksanakan amanat Pasal 46 dimana dalam pasal ini disebutkan bahwa pengendalian pemanfaatan ruang Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat 2 dilakukan melalui perizinan, pemberian insentif, dan pengenaan sanksi.
e. Selain UU Nomor 32 tahun 2014, Direktorat Perencanaan Ruang Laut menindaklanjuti amanat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 juncto UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Pasal 7 UU Nomor 1 Tahun 2014 menyebutkan bahwa pemerintah daerah wajib menyusun RZWP3K sesuai dengan kewenangan masing-masing. Peran Direktorat Perencanaan Ruang Laut dalam hal penyusunan RZWP3K oleh pemerintah daerah adalah mendampingi penyusunan rencana zonasi sesuai dengan tata cara penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil (RZWP3K) dengan mengacu kepada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23/PERMEN-KP/2016 tentang Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil. Pasal 23 sampai pasal 33 UU Nomor 1 Tahun 2014 menjelaskan bahwa proses penyusunan RZWP3K sebagai berikut: pembentukan kelompok kerja, pengumpulan dan pengelolahan data, konsultasi teknis peta dasar dan tematik, penyusunan dokumen awal, konsultasi teknis dokumen awal, konsultasi publik dokumen awal, penyusunan dokumen antara, konsultasi teknis dokumen antara, konsultasi publik dokumen antara dan penyusunan dokumen final, permohonan tanggapan dan/atau saran, perbaikan hasil tanggapan dan/atau saran.
Adanya PP Penyelenggaraan Perencanaan Ruang mempertegas kewenangan KKP diwilayah laut diantaranya :
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 10 (1) Perencanaan Ruang Laut meliputi penyusunan:
a. Materi Teknis muatan Ruang Laut pada RTRWN;
b. Materi Teknis Ruang perairan pada RTR KSN;
c. Materi Teknis muatan Perairan Pesisir pada rencana tata ruang wilayah provinsi;
d. RZ KAW; dan e. RZ KSNT.
(2) Pemanfaatan Ruang Laut meliputi:
a. pelaksanaan KKPRL;
b. pengelolaan data KKPRL; dan
c. pendelegasian kewenangan pelaksanaan dan pengelolaan data KKPRL.
(3) Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut meliputi:
a. penilaian pelaksanaan KKPRL;
b. penilaian perwujudan RTR dan/atau RZ;
c. insentif dan disinsentif;
d. pengenaan sanksi; dan
e. penyelesaian sengketa Penataan Ruang.
(4) Pengawasan Penataan Ruang Laut meliputi:
a. audit;
b. reviu;
c. pemantauan;
d. evaluasi; dan e. pelaporan.
(5) Pembinaan Penataan Ruang Laut diselenggarakan melalui:
a. peningkatan kualitas dan efektifitas Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut; dan b. peningkatan peran Masyarakat dalam Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut.
(6) Bentuk pembinaan Penataan Ruang Laut meliputi:
a. koordinasi Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut;
b. sosialisasi peraturan perundang-undangan dan pedoman bidang Penataan Ruang Laut;
c. pemberian bimbingan, supervisi, dan konsultasi pelaksanaan Penataan Ruang Laut;
d. pendidikan dan pelatihan;
e. penelitian, kajian, dan pengembangan;
f. pengembangan sistem informasi dan komunikasi Penataan Ruang Laut;
g. penyebarluasan informasi Penataan Ruang Laut kepada Masyarakat;
h. peningkatan pemahaman dan tanggung jawab Masyarakat; dan/atau pengembangan profesi perencana Tata Ruang Laut.
Dokumen perencanaan yang sudah disusun dapat menjadi dasar pemberian izin atau KKPRL (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut). Hal ini didasarkan oleh :
1. Pasal 17 UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 27 Tahun 2007 menyebutkan bahwa izin lokasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 16 ayat 1 diberikan berdasarkan rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
2. Pasal 42 ayat 2 UU Nomor 32 Tahun 2014 menyatakan bahwa pengelolaan ruang Laut meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian. Pasal 46
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 11 menyebutkan bahwa pengendalian pemanfaatan ruang Laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat 2 dilakukan melalui perizinan, pemberian insentif, dan pengenaan sanksi.
Selanjutnya, pada Pasal 47 ayat 1 bahwa Setiap orang yang melakukan pemanfaatan ruang Laut secara menetap di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi wajib memiliki izin lokasi.
3. Pasal 4 Peraturan Pemerintah RI Nomor 62 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) menyebutkan bahwa pemanfaatan PPKT dilakukan berdasarkan rencana zonasi yang ditetapkan oleh Menteri dengan mempertimbangkan masukan menteri/pimpinan lembaga pemerintah non-kementerian terkait.
4. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No.28/PERMEN-KP/2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 17/PERMEN- KP/2013 Tentang Perizinan Reklamasi di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
5. Adanya UU No.11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja melahirkan 3 Peraturan Pemerintah salah satunya PP NO. 5 TH 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, yang proses bisnisnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
1.6 Permasalahan Utama (Strategic Issued)
Permasalahan utama yang dihadapi oleh Direktorat Perencanaan Ruang Laut dalam proses penyusunan dokumen perencanaan dan implementasinya, antara lain :
1. Permasalahan penyusunan rencana zonasi KSN, antara lain:
a. Tidak tersedianya data yang sesuai dengan yang dibutuhkan dari segi kualitas maupun kuantitas.
b. Peta tematik tidak sesuai dengan format baku yang telah ditentukan.
c. Konsultasi publik tidak menghasilkan output sesuai kebutuhan.
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 12 2. Permasalahan penyusunan rencana zonasi KSNT, antara lain:
a. Kurangnya tingkat kedetailan peta kerja awal.
b. Keterbatasan data pendukung.
c. Lokasi yang jauh.
d. Data sekunder yang dikumpulkan kurang memenuhi syarat.
e. Kesulitan mobilisasi alat survey.
f. Kendala cuaca pada saat survey.
g. Peserta konsultasi publik di daerah kurang memberikan masukan yang diharapkan sesuai maksud dan tujuan.
3. Permasalahan perizinan pemanfaatan ruang laut, antara lain:
a. Adanya UU Cipta kerja perlu disusun regulasi turunannya yang mempengaruhi dokumen perencanaan dan perizinan.
b. Masih banyak Dokumen RZ yang belum ada regulasinya. Sampai dengan tahun 2021, telah terbit 28 Peraturan Daerah tentang RZWP-3-K, 1 RZ KAW (Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2020 Tentang Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah Selat Makassar), dan 6 Peraturam Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) RZ KSNT untuk 12 pulau.
4. Permasalahan penyusunan rencana zonasi kawasan antar wilayah, antara lain:
a. Data tidak tersedia dan data yang tersedia kualitasnya kurang.
b. Tidak ada komponen survey data primer.
c. Konsultasi publik kurang partisipasi dari para pemangku kepentingan (stakeholders).
d. Status batas dengan negara lain masih ada yang belum selesai.
e. Kurang jelas posisi Indonesia terkait pemanfaatan di wilayah yurisdiksi.
f. Finalisasi dokumen final menjadi Peraturan Presiden (Perpres) mengalami kesulitan disebabkan oleh ego sektoral, sulitnya koordinasi, susah mengambil keputusan dan keterbatasan waktu.
1.7 Sistematika Penyajian Laporan Kinerja
Sistematika penyajian Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN
Menguraikan secara ringkas tentang latar belakang, maksud dan tujuan, penjelasan umum organisasi Direktorat Perencanaan Ruang Laut, kepegawaian Direktorat Perencanaan Ruang Laut, aspek strategis Direktorat Perencanaan Ruang Laut, serta sistematika penyajian laoran kinerja.
BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
Menguraikan secara ringkas tentang Visi, Misi, Arahan Presiden, dan Agenda Pembangunan Nasional; Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2020- 2024; Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Tahun 2020-2024; Rencana
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 13 Strategis Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021; dan Perjanjian Kinerja Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021. .
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2021
Menguraikan hasil pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis capaian Direktorat Perencanaan Ruang Laut periode Triwulan II tahun 2021, serta realisasi anggaran sampai dengan periode Triwulan II tahun 2021.
BAB IV. PENUTUP
Menjelaskan simpulan dan merekomendasikan perbaikan kinerja pada periode berikutnya.
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 14
BAB II.
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
2.1 Visi, Misi, Arahan Presiden, dan Agenda Pembangunan Nasional
Visi Presiden tahun 2020-2024 disusun berdasarkan arahan RPJPN tahun 2020-2025 yaitu “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Visi tersebut diwujudkan dalam 9 (sembilan) Misi yang dikenal sebagai Nawacita Kedua, yaitu: (1) Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia, (2) Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing, (3) Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan, (4) Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan, (5) Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa, (6) Penegakan Sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat dan Terpercaya, (7) Perlindungan bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman pada Seluruh Bangsa, (8) Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya, dan (9) Sinergi Pemerintah Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan. Sebagai salah satu kementerian yang membantu Presiden untuk urusan kelautan dan perikanan, maka visi KKP tahun 2020-2024 ditetapkan untuk mendukung terwujudnya Visi Presiden.
Presiden menetapkan lima arahan utama sebagai strategi dalam pelaksanaan misi Nawacita dan pencapaian Visi Indonesia tahun 2045. Kelima arahan tersebut mencakup pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.
Kelima arahan utama Presiden tersebut dituangkan dalam dokumen perencanaan melalui tujuh agenda pembangunan nasional dalam RPJMN tahun 2020-2024. Tujuh agenda pembangunan nasional tersebut terdiri dari:
1. memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan;
2. mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan;
3. meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing;
4. revolusi mental dan pembangunan kebudayaan;
5. memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar;
6. membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim;
dan
7. memperkuat stabilitas politik, hukum, pertahanan, dan kemananan, dan transformasi pelayanan publik.
2.2 Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2020-2024
Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (Renstra KKP) tahun 2020-2024 ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17/PERMEN-KP/2020 tanggal 26 Juni 2020. Renstra KKP merupakan dokumen perencanaan jangka menengah lima
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 15 tahunan yang bersifat indikatif, memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang disusun berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan dapat direviu sesuai aturan yang berlaku.
RPJMN tahun 2020-2024 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025 sehingga menjadi sangat penting dan merupakan titik tolak dalam mencapai sasaran Visi Indonesia 2045 yaitu Indonesia Maju. RPJMN tahun 2020-2024 juga menjadi pedoman bagi setiap Kementerian/Lembaga (K/L), termasuk KKP dalam menyusun Renstra K/L tahun 2020-2024.
Visi KKP tahun 2020-2024 adalah “Terwujudnya Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang Sejahtera dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan untuk Mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.
KKP menjalankan 4 (empat) dari 9 (sembilan) Misi Presiden, yaitu :
1. Misi ke-1: "Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia" melalui "Peningkatan Daya Saing Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan (SDM KP) dan Pengembangan Inovasi dan Riset Kelautan dan Perikanan".
2. Misi ke-2: "Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing" melalui
"Peningkatan Kontribusi Ekonomi Sektor Kelautan dan Perikanan terhadap Perekonomian Nasional".
3. Misi ke-4: "Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan" melalui Peningkatan Kelestarian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan".
4. Misi ke-8: "Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya" melalui
"Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan di KKP".
Tujuan pembangunan kelautan dan perikanan sebagai berikut :
1. "Peningkatan Daya Saing SDM Kelautan dan Perikanan (SDM KP) dan Pengembangan Inovasi dan Riset Kelautan dan Perikanan", dengan tujuan:
a. meningkatnya kapasitas dan kompetensi SDM kelautan dan Perikanan; dan b. menguatnya inovasi dan riset kelautan dan perikanan.
2. "Peningkatan Kontribusi Ekonomi Sektor Kelautan dan Perikanan terhadap Perekonomian Nasional" dengan tujuan:
a. optimasi pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya dan perikanan tangkap;
b. meningkatnya mutu, daya saing, dan penguatan sistem logistik hasil kelautan dan perikanan;
c. meningkatnya pengawasan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan;
d. meningkatnya sistem perkarantinaan ikan, pengendalian mutu, keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan; dan
e. optimalnya pengelolaan ruang laut.
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 16 3. "Peningkatan Kelestarian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan", dengan tujuan optimalnya
konservasi dan pengelolaan kerusakan pesisir dan pulau-pulau kecil.
4. "Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan di KKP" dengan tujuan meningkatnya kinerja reformasi birokrasi KKP.
Sasaran Strategis (SS) pembangunan kelautan dan perikanan merupakan kondisi yang ingin dicapai oleh KKP sebagai suatu hasil dan dampak dari beberapa program yang dilaksanakan. Sasaran Strategis (SS) KKP tahun 2020-2024 sebagai berikut:
SS-1 Kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan yang meningkat.
SS-2 Ekonomi sektor kelautan dan perikanan (KP) yang meningkat.
SS-3 Sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
SS-4 Kapasitas dan kompetensi SDM KP yang meningkat.
SS-5 Hasil riset dan inovasi yang dimanfaatkan.
SS-6 Tata kelola sumberdaya kelautan dan perikanan (SDKP) yang bertanggung jawab.
SS-7 Industrialisasi KP yang berdaya saing.
SS-8 Pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang Integratif.
SS-9 Tata kelola pemerintahan yang baik.
2.3 Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Tahun 2020-2024
Rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Tahun 2020- 2024 ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 1 Tahun 2021 tanggal 14 Januari 2021. Rencana strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Tahun 2020-2024 disusun dalam rangka mencapai tujuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17/PERMEN-KP/2020 tanggal 26 Juni 2020 tentang Renstra KKP Tahun 2020-2024.
Visi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut tahun 2020-2024 mendukung terwujudnya visi KKP, maka visi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut tahun 2020-2024 adalah: "Pengelolaan Ruang Laut Yang Mensejahterakan dan Berkelanjutan Menuju Terwujudnya Visi KKP".
Misi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut tahun 2020-2024 mendukung terwujudnya misi KKP, maka misi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut tahun 2020-2024 sebagai berikut:
1. Peningkatan kontribusi ekonomi subsektor kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
2. Peningkatan kelestarian sumberdaya kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil.
3. Peningkatan tata kelola pemerintahan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.
Menjabarkan misi di atas, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut merumuskan tujuan pengelolaan ruang laut tahun 2020-2024 sebagai berikut:
1. Misi penngkatan kontribusi ekonomi subsektor kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil, dengan tujuan:
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 17 a. meningkatnya tata kelola ruang laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil;
b. meningkatnya penataan dan pemanfaatan jasa-jasa kelautan;
c. meningkatnya pengendalian pemanfaatan ruang laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil;
d. meningkatnya daya guna wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
2. Misi peningkatan kelestarian sumberdaya kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil, dengan tujuan:
a. meningkatnya pengelolaan kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati perairan;
b. meningkatnya pencegahan dan pemulihan kerusakan pesisir dan pulau-pulau kecil.
3. Misi peningkatan tata kelola pemerintahan di lingkungan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut dengan tujuan meningkatnya kinerja reformasi birokrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut.
Sasaran Program Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut tahun 2020-2024 sebagai berikut:
1. Program Pengelolaan Kelautan dan Perikanan
a. Sasaran "Kesejahteraan Petambak Garam Meningkat".
b. Sasaran "Ekonomi Sektor Kelautan dan Perikanan Meningkat".
c. Sasaran "Meningkatnya Lokasi Kawasan Laut dan Wilayah Pesisir Yang Memiliki Rencana Zonasi Yang Akan Ditetapkan Menjadi Peraturan Perundang-Undangan".
d. Sasaran "Produktivitas dan Usaha Garam Nasional Meningkat".
e. Sasaran "Terkelolanya Kawasan Wisata Bahari dan BMKT".
f. Sasaran "Masyarakat Hukum Adat, Masyarakat Tradisional, dan Masyarakat Lokal di Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang Diakui dan Dikuatkan Kelembagaannya.
g. Sasaran "Tingkat Kemandirian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Meningkat".
2. Program Kualitas Lingkungan Hidup
a. Sasaran "Pengelolaan Kawasan Konservasi Yang Berkelanjutan".
b. Sasaran "Meningkatnya Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Perairan Yang Dilindungi, Dilestarikan dan/atau Dimanfaatkan".
c. Sasaran "Meningkatnya Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Yang Pulih Kembali".
d. Sasaran "Tingkat Kemandirian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Meningkat".
3. Program Dukungan Manajemen
Sasaran "Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik Lingkup Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut".
Program dan kegiatan yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut terkait perencanaan ruang laut sampai dengan tahun 2020, antara lain:
1. Inisiasi penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut, dan pada tahun 2020 telah diselesaikan penetapan Penerjemahan PP Nomor 32 tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut.
2. Penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2020 tentang Rencana Zonasi Kawasan Antarwilayah di Selat Makassar.
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 18 3. Fasilitasi dan pendampingan penyusunan Dokumen Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3-K) sehingga telah ditetapkan 27 Peraturan Daerah (Perda) tentang RZWP-3-K.
4. Inisiasi ditetapkannya 6 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) terkait Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZ KSNT) yang terdiri dari 12 Pulau- Pulau Kecil Terluar.
5. Pengaturan terkait Sempadan Pantai, yaitu melalui inisiasi penerbitan Penyusunan Perpres Nomor 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai yang diikuti dengan diterbitkannya Permen KP Nomor 21 Tahun 2018 tentang Tata Cara Perhiungan Batas Sempadan Pantai.
6. Pegaturan Izin Lokasi Perairan dan izin Pengelolaan Perairan, yaitu melalui inisiasi penerbitan penyusunan Permen KP Nomor 54/PERMEN-KP/2020 tentang Izin Lokasi, Izin Pengelolaan, dan Izin Lokasi di Laut.
7. Penerbitan perizinan pemanfaatan ruang laut, sampai denga akhir tahun 2020 telah diterbitkan 33 izin lokasi perairan/di laut dan 11 penetapan lokasi, dengan total PNBP sebesar Rp 6.349.994.200 (enam miliar tiga ratus empat puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh empat ribu dua ratus rupiah).
8. Inisiasi penetpan 5 Rancangan Perpres Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Tertentu (RZ KSNT) oleh Presiden dimana 3 selesai Rapat Panitia Antar-Kementerian, yaitu: RZ KSNT Batumandi, Pulau Rupat, Pulau Bengkalis, dan Pulau Rangsang, RZ KSNT Pulau Sebatik dan Karang Unarang, dan RZ KSNT Pulau Selaru, Pulau Batarkusu, dan Pulau Asutubun, dan 2 Rancangan Perpres selesai harmonisasi di Kemenkumham, namun karena amanat UU Nomor 11 Tahun 2020 kedua Rancangan Perpres tersebut akan dilakukan harmonisasi kembali di Kemenkumham, yaitu: RZ KSNT Pulau Batek dan RZ KSNT Pulau Mangudu.
9. Penyusunan 11 Dokumen RZ KSNT untuk PPKT dimana sebanyak 8 Dokumen Final RZ KSNT untuk 28 PPKT selesai dilakukan pembahasan internal KKP dan 3 Dokumen Final RZ KSNT untuk 6 PPKT yang telah selesai disusun.
10. Penyusunan 16 Dokumen Final RZ KSN, dimana proses penyusunan Perpresnya terdiri atas 3 Rancangan Perpres dalam proses harmonisasi, 2 Rancangan Perpres dalam proses pengembalian dari kemenkumham, 4 Rancangan Perpres dalam proses menunggu harmonisasi di Kemenkumham, 2 Rancangan Perpres dalam proses pengajuan rapat Panitia Antar-Kementerian (PAK) di Biro Hukum KKP, dan 2 RZ KSN telah disusun Dokumen Finalnya di tahun 2020.
2.4 Rencana Strategis Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021
Ada 4 (empat) Sasaran Kegiatan Direktorat Perencanaan Ruang Laut tahun 2021 sebagaimana terdapat dalam tabel di bawah ini.
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 19 Tabel 2. Sasaran Kegiatan Direktorat Perencanaan Ruang Laut tahun 2021
No. Nama Sasaran Kegiatan
1. Tersusunnya Perencanaan Ruang Laut dan Zonasi Pesisir 2. Terkendalinya Pemanfaatan Ruang Laut
3. Terkelolanya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Maluku Barat Daya (Moa) Yang Mandiri
4. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup Direktorat PRL Sumber: Direktorat Perencanaan Ruang Laut (2021)
Direktorat Perencanaan Ruang Laut mempunyai 13 indikator kinerja (Indikator Kinerja Utama/IKU dan Indikator Kinerja/IK) pada tahun 2021 sebagaimana disajikan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 3. Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja (IK) Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021
Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja
(Semula)
Target
2021 Frekuensi Hitung
Status IKU / IK 1. Tersusunnya
Perencanaan Ruang Laut dan Zonasi Pesisir
1. Perairan Laut Antarwilayah Yang Memiliki Dokumen RZ Kawasan Antarwilayah (Kawasan)
4 Tahunan IKU
2. Kawasan Strategis Nasional Yang Memiliki Rencana
Zonasi KSN (Kawasan) 5 Tahunan IKU
3. Kawasan Strategis Nasional Tertentu Yang Memiliki
Rencana Zonasi KSNT (Pulau) 13 Tahunan IKU
4. Provinsi Yang Memiliki Dokumen Penyelenggaraan
Rencana Zonasi Di WP3K (Provinsi) 8 Tahunan IKU
2. Terkendalinya Pemanfaatan Ruang Laut
5. Lokasi yang dilakukan Pengendalian Pemanfaatan
Ruang Laut di Ruang Laut (Lokasi) 7 Tahunan IKU
3. Terkelolanya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Maluku Barat Daya (Moa) Yang Mandiri
6. Tingkat Kemandirian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Maluku Barat Daya (Moa) (Skala 1-5)
3 Tahunan IKU
4. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup Direktorat PRL
7. Indeks Profesionalitas ASN Direktorat PRL (Indeks) 73 Semesteran IK
8. Nilai Rekonsiliasi Kinerja Direktorat PRL (Nilai) 91 Tahunan IK
9. Persentase Unit Kerja Direktorat PRL Yang
Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan Yang Terstandar (%)
84 Triwulanan IK
10. Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan Lingkup Direktorat PRL Yang Dokumen Tindak Lanjutnya Telah Dilengkap Dan Disampaikan (%)
65 Triwulanan IK
11. Nilai IKPA Direktorat PRL (Nilai) 89 Semesteran IKU
12. Nilai Kinerja Anggaran Direktorat PRL (Nilai) 86 Tahunan IKU
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 20 Sumber: Direktorat Perencanaan Ruang Laut (Triwulan II Tahun 2021)
Tujuan Direktorat Perencanaan Ruang Laut antara lain : 1. Mengurangi konflik pemanfaatan ruang laut.
2. Mengupayakan penggunaan ruang dan sumberdaya yang efisien sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan.
3. Menetapkan wilayah yang penting sehingga mengurangi risiko konflik pembangunan.
4. Menjamin ruang laut untuk keanekaragaman hayati dan konservasi hayati.
5. Menjamin aspek keanekaragaman hayati sebagai dasar dalam perencanaan dan pengelolaan.
6. Memberikan kepastian pada pihak swasta dalam merencanakan investasi.
2.5 Perjanjian Kinerja Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021
Perjanjian Kinerja (PK) merupakan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan memertimbangkan sumberdaya yang dikelola.
Tujuan khusus Perjanjian Kinerja (PK) adalah untuk:
a. Meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah.
b. Dasar penilaian keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.
c. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja.
Direktorat Perencanaan Ruang Laut telah menyusun Perjanjian Kinerja (PK) tahun 2021 sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya serta memerhatikan Perjanjian Kinerja (PK) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut tahun 2021. Sasaran kegiatan, indikator kinerja (baik IKU maupun IK), dan target tahun 2021 terdapat dalam Perjanjian Kinerja (PK) Direktorat Perencanaan Ruang Laut tahun 2021 seperti yang disajikan dalam Tabel di bawah ini.
Tabel 4. Perjanjian Kinerja Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021
13. Persentase Penyelesaian Temuan LHP BPK Direktorat PRL (%)
100 Tahunan IK
Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja
(Semula)
Target 2021
1. Tersusunnya Perencanaan Ruang Laut dan Zonasi Pesisir
1. Perairan Laut Antarwilayah Yang Memiliki Dokumen RZ Kawasan Antarwilayah (Kawasan)
4
2. Kawasan Strategis Nasional Yang Memiliki Rencana Zonasi KSN
(Kawasan) 5
3. Kawasan Strategis Nasional Tertentu Yang Memiliki Rencana Zonasi
KSNT (Pulau) 13
4. Provinsi Yang Memiliki Dokumen Penyelenggaraan Rencana Zonasi
Di WP3K (Provinsi) 8
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 21
Sumber: Perjanjian Kinerja (PK) Direktorat Perencanaan Ruang Laut Yang Ditandatangani tanggal 15 Januari 2021.
Keterangan : Indikator Kinerja Utama (IKU) Nomor 1-6 dan 11-12.
Indikator Kinerja (IK) Nomor 7-10, dan 13.
2.6 Pengukuran Kinerja Tahun 2021
Pengukuran kinerja merupakan salah satu komponen utama dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Pengukuran kinerja Direktorat Perencanaan Ruang Laut dilakukan dengan berpedoman pada formula atau rumus atau teknik penghitungan yang telah ditetapkan dalam Informasi Indikator Kinerja atau Manual IKU.
Nilai capaian kinerja dihitung secara berkala (triwulanan, semesteran, dan tahunan) dengan membandingkan antara realisasi capaian dengan target yang telah ditetapkan. Hasil pengukuran kinerja tersebut dimasukan ke dalam sistem aplikasi kinerjaku berbasis informasi teknologi beralamat http://kinerjaku.kkp.go.id, selanjutnya dituangkan dalam Laporan Kinerja (LKj) yang dilengkapi dengan analisis dan pembahasannya.
2. Terkendalinya
Pemanfaatan Ruang Laut
5. Lokasi yang dilakukan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut di
Ruang Laut (Lokasi) 7
3. Terkelolanya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Maluku Barat Daya (Moa) Yang Mandiri
6. Tingkat Kemandirian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Maluku Barat Daya (Moa) (Skala 1-5)
3
4. Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup Direktorat PRL
7. Indeks Profesionalitas ASN Direktorat PRL (Indeks) 73
8. Nilai Rekonsiliasi Kinerja Direktorat PRL (Nilai) 91
9. Persentase Unit Kerja Direktorat PRL Yang Menerapkan Sistem
Manajemen Pengetahuan Yang Terstandar (%) 84
10. Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan Lingkup Direktorat PRL Yang Dokumen Tindak Lanjutnya Telah Dilengkap Dan Disampaikan (%)
65
11. Nilai IKPA Direktorat PRL (Nilai) 89
12. Nilai Kinerja Anggaran Direktorat PRL (Nilai) 86 13. Persentase Penyelesaian Temuan LHP BPK Direktorat PRL (%) 100
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 22
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 Capaian Kinerja Organisasi
Berdasarkan Perjanjian Kinerja (PK) Direktorat Perencanaan Ruang Laut yang ditandatangani pada tanggal 15 Januari 2021, Direktorat Perencanaan Ruang Laut mempunyai 13 indikator kinerja terdiri dari 8 Indikator Kinerja Utama/IKU (IKU Nomor 1-6 dan 11-12) dan 5 indikator kinerja/IK (IK Nomor 7-10, dan 13). Secara umum, Indikator Kinerja Utama (IKU) memberikan kontribusi kepada unit kerja level di atasnya, sedangkan indikator kinerja (IK) merupakan indikator kinerja lingkup unit kerja yang bersangkutan (atau level II).
Pengukuran capaian kinerja Direkorat Perencanaan Ruang Laut Triwulan II tahun 2021 dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja (IKU maupun IK). Secara rinci, target dan realisasi masing-masing sasaran kegiatan dan indikator kinerja (IKU maupun IK) Direktorat Perencanaan Ruang Laut Triwulan II Tahun 2021 ditampilkan dalam Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 5. Target dan Realisasi Direktorat Perencanaan Ruang Laut Triwulan II Tahun 2021
Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja (Semula)
Target
2021 Frekuensi Hitung
Target Triwulan II
2021
Realisasi Triwulan II
2021
% Capaian Triwulan II
2021
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7=(6/5)x10
0%) 1
.
Tersusunnya Perencanaan Ruang Laut dan Zonasi Pesisir
1. Perairan Laut Antarwilayah Yang Memiliki Dokumen RZ Kawasan Antarwilayah (Kawasan)
4 Tahunan - - -
2. Kawasan Strategis Nasional Yang Memiliki Rencana Zonasi KSN (Kawasan)
5 Tahunan - - -
3. Kawasan Strategis Nasional Tertentu Yang Memiliki Rencana Zonasi KSNT (Pulau)
13 Tahunan - - -
4. Provinsi Yang Memiliki Dokumen Penyelenggaraan Rencana Zonasi Di WP3K (Provinsi)
8 Tahunan - - -
2 .
Terkendalinya Pemanfaatan Ruang Laut
5. Lokasi yang dilakukan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut di Ruang Laut (Lokasi)
7 Tahunan - - -
3 .
Terkelolanya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten
6. Tingkat Kemandirian Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Kabupaten Maluku Barat Daya (Moa)
3 Tahunan - - -
Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Direktorat Perencanaan Ruang Laut Tahun 2021 23
Sumber: Direktorat Perencanaan Ruang Laut
Keterangan: 120* adalah batas tertinggi capaian yang diterima atau diizinkan oleh KKP
Tabel di atas menginformasikan bahwa Direktorat Perencanaan Ruang Laut belum mencapai target IKU bersifat teknis (IKU Nomor 1-6) pada Triwulan II tahun 2021 karena penghitungan IKU Nomor 1-6 tersebut bersifat tahunan dalam Manual IKU Direktorat Perencanaan Ruang Laut tahun 2021. Ini berarti bahwa IKU Nomor 1-6 masih dalam tahapan perkembangan (progress). Sedangkan Indikator Kinerja (IK) yang mempunyai frekuensi penghitungan bersifat triwulanan pada tahun 2021 adalah: IK Nomor 9 dan IK Nomor 10 dengan hasil capaian Triwulan II tahun 2021 sebagai berikut: IK Nomor 9 (capaian sebesar 49%) dan IK Nomor 10 (capaian sebesar 100). Indikator Kinerja yang frekwensi perhitungan Semesteran IK 7 (targetnya sebesar 65 capaian 67,26) dan IK 11 (targetnya sebesar 80 capaian belum sampai dengan laporan ini disusun)
Berdasarkan aplikasi online http://kinerjaku.kkp.go.id, capaian Direktorat Perencanaan Ruang Laut periode Triwulan II tahun 2021 sebesar 105,93 % dengan status warna hijau sebagaimana terdapat dalam Lampiran 2.
3.2 Sasaran Kegiatan 1. Tersusunnya Perencanaan Ruang Laut dan Zonasi Pesisir
Sasaran Kegiatan 1 "Tersusunnya Perencanaan Ruang Laut dan Zonasi Pesisir" terdiri dari 4 Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai berikut:
No. IKU Nama IKU
IKU 1. Perairan Laut Antarwilayah Yang Memiliki Dokumen RZ Kawasan Antarwilayah
Maluku Barat Daya (Moa) Yang Mandiri
(Skala 1-5)
4 .
Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup Direktorat PRL
7. Indeks Profesionalitas ASN
Direktorat PRL (Indeks) 73 Semesteran 65 67,26 103
8. Nilai Rekonsiliasi Kinerja
Direktorat PRL (Nilai) 91 Tahunan - - -
9. Persentase Unit Kerja Direktorat PRL Yang Menerapkan Sistem
Manajemen Pengetahuan Yang Terstandar (%)
84 Triwulanan 84 90 107
10. Persentase Rekomendasi Hasil Pengawasan Lingkup Direktorat PRL Yang Dokumen Tindak Lanjutnya Telah Dilengkap Dan Disampaikan (%)
65 Triwulanan 65 100 120*
11. Nilai IKPA Direktorat PRL (Nilai) 89 Semesteran 80 74,2 92,75 12. Nilai Kinerja Anggaran
Direktorat PRL (Nilai)
86 Tahunan - - -
13. Persentase Penyelesaian Temuan LHP BPK Direktorat PRL (%)
100 Tahunan - - -