• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN SPIP TRIWULAN III PILAR PSDKP Professional, Integritas, Loyalitas, inovatif, sinergi i

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN SPIP TRIWULAN III PILAR PSDKP Professional, Integritas, Loyalitas, inovatif, sinergi i"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

PILAR PSDKP – Professional, Integritas, Loyalitas, inovAtif, sineRgi

i Kementerian Kelautan Dan Perikanan

Direktorat Jenderal Pengawasan Dan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Batam

LAPORAN SPIP

TRIWULAN III 2021

(2)

ii KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya Laporan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pangkalan PSDKP Batam Triwulan III Tahun 2021 dapat diselesaikan. Penyusunan Laporan ini merupakan pelaksanaan amanat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN- KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Laporan ini merupakan akuntabilitas Pangkalan PSDKP Batam Triwulan II Tahun 2021 dalam melaksanakan pengendalian intern. Implementasi SPIP dilaksanakan melalui penerapan 5 (lima) unsur, yaitu: (1) Lingkungan Pengendalian; (2) Penilaian Risiko; (3) Kegiatan Pengendalian; (4) Informasi dan Komunikasi; (5) Pemantauan Pengendalian Intern.

Penyusunan Laporan SPIP Pangkalan PSDKP Batam Triwulan III tahun 2021 ini mencakup SPIP Berkala yang terdiri dari SPIP Sumber Daya Manusia (SPI-SDM), SPIP Anggaran (SPI-ANG), SPIP Pengadaan Barang dan Jasa (SPI-PBJ), SPIP Barang Milik Negara (SPI-BMN), SPIP Kerugian Negara (SPI-KN), SPIP Penyerapan Anggaran (SPI- PA), SPIP Rutin, serta SPIP Penilaian Resiko.

Diharapkan di masa datang Laporan SPIP Pangkalan PSDKP Batam dapat lebih ditingkatkan baik kualitas maupun ketepatan laporan. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan terlibat dalam penyusunan laporan ini. Berbagai masukan dan saran terbuka untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Batam, 5 Oktober 2021

Kepala Pangkalan PSDKP Batam

Salman Mokoginta,.S.St.Pi., M.Si NIP. 19750102 200502 1 002

(3)

iii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

DAFTAR LAMPIRAN ... v

DAFTAR TABEL ... vi

RANGKUMAN EKSEKUTIF ... vii

BAB I ... 1

GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN SPIP PSDKP BATAM ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Dasar Hukum... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 3

1.4 Ruang Lingkup ... 3

1.5 Sistematika Penyajian Laporan ... 4

BAB II ... 5

STRATEGI PENYELENGGARAAN SPIP ... 5

2.1 Struktur Organisasi, Visi, Misi dan Tujuan Strategis UPT Pangkalan PSDKP Batam 5 2.2 Pembentukan Tim SPIP UPT Pangkalan PSDKP Batam ... 6

2.3 Kondisi Pelaksanaan SPIP UPT Pangkalan PSDKP Batam ... 7

BAB III ... 12

PENYELENGGARAN SPIP UPT PANGKALAN PSDKP BATAM ... 12

3.1 Pelaksanaan Pengendalian Rutin yang telah dilakukan ... 12

3.2 Pelaksanaan Pengendalian Berkala yang telah dilakukan ... 15

3.3 Pelaksanaan Pengendalian dengan Pendekatan MR yang telah dilakukan 20 BAB IV ... 28

MONITORING EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PELAKSANAN SPIP LINGKUP UPT PANGKALAN PSDKP BATAM ... 30

4.1 Monitoring Evaluasi Pelaksanaan SPIP ... 30

4.2 Tindak Lanjut Evaluasi Pelaksanaan SPIP ... 30

BAB V ... 31

KESIMPULAN DAN SARAN ... 31

5.1 Kesimpulan ... 31

5.2 Saran ... 31

(4)

iv DAFTAR GAMBAR

Gambar

1. Struktur Organisasi Pangkalan PSDKP Batam ... 5 2. Grafik Realisasi Anggaran terhadap Pagu Anggaran ... 19 3. Screenshot Website Pangkalan PSDKP Batam ... 32

(5)

v DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

1. Form Pengendali Rutin ... 34

2. Form Pengendalian SDM ... 35

3. Form Pengendalian PBJ ... 36

4. Form Pengendalian Penyusunan Anggaran ... 37

5. Form Pengendalian BMN ... 38

6. Pengendalian Penyerapan Anggaran ... 39

(6)

vi DAFTAR TABEL

Tabel

1. Satuan Pengawasan (Satwas) dan Wilayah Kerja PSDKP Batam ... 6

2. Rekapitulasi Pegawai Pangkalan PSDKP Batam ... 13

3. Pejabat Pengelola Keuangan Pangkalan PSDKP Batam ... 15

4. Paket Pengadaan Triwulan III Pangkalan PSDKP Batam ... 17

5. Penetapan Status Penggunaan BMN Bangunan S.D 30 September 2021 18 6. Laporan Posisi BMN per tanggal 30 September 2021 ... 18

7. Realisasi Anggaran Tanggal s/d 30 September 2021 ... 19

(7)

vii RANGKUMAN EKSEKUTIF

Laporan SPIP Triwulan III Tahun 2021 Pangkalan PSDKP Batam merupakan gambaran pelaksanaan pengendalian intern di lingkup Pangkalan PSDKP Batam.

Pengendalian intern dilaksanakan dalam rangka menciptakan pelaksanaan kegiatan yang handal sehingga dapat meminimalisir temuan oleh aparat pengawas baik intern maupun ekstern.

Adapun tujuan penyusunan Laporan SPIP Triwulan III Tahun 2021 Pangkalan PSDKP Batam ini adalah untuk menjelaskan secara rinci mengenai kondisi SPIP di lingkup Pangkalan PSDKP Batam. Berdasarkan kondisi tersebut, ke depan diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam meningkatkan pelaksanaan SPIP lingkup Pangkalan PSDKP Batam.

Ruang lingkup dari laporan SPIP Triwulan III Tahun 2021 Pangkalan PSDKP Batam adalah mencakup laporan SPIP Triwulan III Tahun 2021 Pangkalan PSDKP Batam dan laporan SPIP Satker dan Wilker Pengawasan SDKP sebagai pendukung penyusunan laporan tingkat Eselon III.

Kesimpulan dalam laporan SPIP Triwulan III Tahun 2021 ini adalah a) Penyusunan Laporan SPIP merupakan kewajiban Pangkalan PSDKP Batam yang akan dievaluasi dan dipantau guna peningkatan implementasi di masa yang akan datang, b) Laporan SPIP Pangkalan PSDKP Batam menyajikan gambaran implementasi SPIP, c) Pangkalan PSDKP Batam telah berupaya meningkatkan implementasi SPIP, namun masih banyak kelemahan dalam pelaksanaannya, d) Masih minimnya pejabat pengadaan barang dan jasa pemerintah yang memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Rekomendasi yang bisa kami berikan adalah: a) Mengingat masih adanya kelemahan dalam implementasi SPIP lingkup Pangkalan PSDKP Batam, maka diperlukan komitmen yang kuat baik dari pimpinan maupun seluruh pegawai dalam bentuk upaya strategis dan konkrit untuk meningkatkan kualitas implementasi SPIP di masa yang akan datang.

(8)

1 BAB I

GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN SPIP PSDKP BATAM

1.1 Latar Belakang

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) telah lama didengung- dengungkan dalam penyelenggaran pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 menyebutkan bahwa untuk meningkatkan kehandalan Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja, setiap Entitas Pelaporan dan Akuntansi wajib menyelenggarakan SPIP sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan terkait.

Sebagai salah satu pilar Reformasi Birokrasi sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010. SPIP memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik dengan birokrasi pemerintahan yang profesional, berintegritas tinggi, menjadi pelayan masyarakat dan abdi negara.

Indikator Utama Kementerian Kelautan dan Perikanan salah satunya adalah dalam rangka mewujudkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam penyusunan Laporan Keuangan. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, dalam implementasi SPIP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih berfokus pada pengelolaan keuangan, pengamanan aset dan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dengan demikian implementasi dari Pangkalan PSDKP Batam searah dengan pelaksanaan yang ada di lingkup KKP.

Untuk memberikan kesamaan arah dan menciptakan implementasi SPIP yang komprehensif dan sistematis, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016 yang mengatur pelaksanaan SPIP secara menyeluruh termasuk kewajiban penyusunan Laporan SPIP. Laporan SPIP Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam ini disusun untuk menjelaskan mengenai akuntabilitas di seluruh Satwas dan Wilker lingkup Pangkalan PSDKP Batam, kondisi pelaksanaan SPIP, serta kendala dalam implementasinya. Sehingga ke depan semua kendala tersebut dapat menjadi prioritas dalam penyelesaian setiap permasalahan pelaksanaan kegiatan di lingkup Pangkalan PSDKP Batam.

(9)

2 1.2 Dasar Hukum

Dasar Hukum pelaksanaan SPIP di lingkup Pangkalan PSDKP Batam adalah sebagai berikut:

a. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian;

b. Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;

c. Undang-undang Nomor17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

d. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

e. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

f. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;

h. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil

i. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015;

j. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara;

k. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan;

l. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pembentukan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional sebagaimana diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pembentukan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional;

m. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan;

n. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan;

(10)

3 o. Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nomor 315/DJ-PSDKP/2013tentang Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tahun 2013;

p. Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nomor 20/KEP-DJ PSDKP/2017 tentang Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tahun 2017;

q. Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nomor 19/KEP-DJ PSDKP/2017 tentang Tim Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

1.3 Maksud dan Tujuan

Laporan SPIP Triwulan III Tahun 2021, Pangkalan PSDKP Batam merupakan gambaran pelaksanaan pengendalian intern di lingkup Pangkalan PSDKP Batam. Adapun tujuan penyusunan Laporan SPIP Triwulan III Tahun 2021 Pangkalan PSDKP Batam ini adalah untuk menjelaskan secara rinci mengenai perkembangan pelaksanaan SPIP di lingkup Pangkalan PSDKP Batam, tingkat keberhasilan yang telah dicapai, permasalahan/kendala yang dihadapi serta solusi penyelesaiannya. Adapun tujuan penyusunan Laporan SPIP ini merupakan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan seluruh kegiatan di lingkup Pangkalan PSDKP Batam pada Triwulan III Tahun 2021 sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari laporan SPIP Triwulan III Tahun 2021 Pangkalan PSDKP Batam mencakup:

a. Konsep Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang terdiri dari: definisi, tujuan, dan fokus pelaksanaan SPI; dan

b. Implementasi pelaksanaan SPIP yang terdiri dari: penjelasan organisasi dan tugas fungsi, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, dan pemantauan pengendalian.

(11)

4 Penyusunan laporan SPIP Triwulan III Tahun 2021 Pangkalan PSDKP Batam sebagai pendukung penyusunan laporan ditingkat Eselon III.

1.5 Sistematika Penyajian Laporan

Agar laporan ini dapat mudah dipahami oleh pembaca dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, maka laporan ini akan disajikan dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I. Pendahuluan

Bab ini menyajikan mengenai latar belakang penyusunan laporan SPIP. Bab ini juga menjelaskan mengenai dasar hukum penyusunan laporan. Selanjutnya di bab ini dijelaskan juga maksud dan tujuan laporan. Ruang lingkup laporan juga dijelaskan untuk menggambarkan meliputi apa saja laporan SPIP yang disusun.

Pada bagian akhir bab ini disajikan mengenai sistematika penyajian laporan.

BAB II. Konsep SPIP

Bab ini menjelaskan secara umum mengenai definisi dan karakteristik SPIP.

Tujuan pelaksanaan SPIP, unsur-unsur SPIP, tahapan pelaksanaan, fokus pelaksanaan SPIP serta kondisi SPIP Pangkalan PSDKP Batam hingga saat ini.

BAB III. Implementasi SPIP

Bab ini menyajikan analisa yang dilaksanakan terhadap pelaksanaan SPIP di lingkup Pangkalan PSDKP Batam. Penyajian analisa berdasarkan Form SPIP yang disusun oleh masing – masing Satwas dan Wilker. Dibagian akhir Bab ini menyajikan analisa terhadap permasalahan dalam pelaksanaan SPIP Pangkalan PSDKP Batam.

BAB IV. Kesimpulan dan Saran

Bab ini menyimpulkan hasil analisa yang telah dilakukan. Selanjutnya atas kekurangan dan kelemahan yang ditemui diberikan saran perbaikan untuk peningkatan kualitas pelaksanaan SPIP Pangkalan PSDKP Batam di masa yang akan datang.

(12)

5 BAB II

STRATEGI PENYELENGGARAAN SPIP

2.1 Struktur Organisasi, Visi, Misi dan Tujuan Strategis UPT Pangkalan PSDKP Batam

a. Organisasi UPT Pangkalan PSDKP Batam

Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Batam (sebelumnya Satuan Kerja PSDKP Batam) terletak di Pulau Nipah, tepatnya di Jl. Trans Barelang Jembatan II – Kel. Setokok – Kec. Bulang – Kota Batam – Provinsi Kepulauan Riau. Pangkalan Pengawasan SDKP Batam dibentuk melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 33/PERMEN-KP/2016 tanggal 3 Agustus 2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Pangkalan PSDKP Batam di pimpin oleh Kepala Pangkalan yang merupakan jabatan struktural eselon III.a atau jabatan administrator. Kepala Pangkalan membawahi Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Kepala Seksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran serta Kelompok Jabatan Fungsional.

Gambar 1. Struktur Organisasi Pangkalan PSDKP Batam Kepala Pangkalan PSDKP

Sub Koordinator Sarana dan Prasarana

Kelompok Jabatan Fungsional

Sub Koordinator Operasional Pengawasan

dan Penanganan Pelanggaran Subkoordinator

Tata Usaha

(13)

6 Secara umum wilayah kerja operasional kegiatan pengawasan sumber Daya kelautan dan perikanan di Pangkalan Pengawasan SDKP Batam mencakup WPP-711 dengan 7 Satuan Pengawasan (Satwas) SDKP dan wilayah kerjanya masing-masing seperti yang terdapat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 1. Satuan Pengawasan (Satwas) dan Wilayah Kerja (Wilker Lingkup Pangkalan PSDKP Batam

NO UPT/SATWAS WILAYAH KERJA

1 Pangkalan PSDKP Batam

Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga

2 Satwas Natuna Kabupaten Natuna 3 Satwas Kepulauan

Anambas

Kabupaten Kepulauan Anambas 4 Satwas Tanjung

Pinang

Kabupaten Bintan, Kota Tanjung Pinang 5 Satwas Palembang Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kota

Pagar Alam, Kabupaten Lahat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Muara enim, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, Kota Prabumulih, Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Empat Lawang, Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir 6 Satwas Bangka Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka

Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka, Kota Pangkal Pinang 7 Satwas Belitung Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung

Timur 8 Satwas Tanjung

Jabung Barat

Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Merangin, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro

Jambi, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kota Sungai Penuh

2.2 Pembentukan Tim SPIP UPT Pangkalan PSDKP Batam Tim SPI

a. Tim SPI ditetapkan dengan Keputusan Kepala Pangkalan PSDKP Batam Nomor KEP.6/ LAN.2/HP.420/I/2021 Tentang Satuan Tugas Penanggung Jawab Penyelenggaraan SPIP Pangkalan Pengawasan SDKP Batam yaitu:

(14)

7

 Ketua Tim : Salman Mokoginta, S.St.Pi., M.Si

 Sekretaris : Muslani, S.St.Pi., M.H

 Koordinator 1 : Martin Yermias L, S.H, M.Si

 Koordinator 2 : Muhamad Syamsu Rokhman, S.Pi

 Anggota : Dea Mutiara Nabila, S.Pi

 Anggota : Fabriansyah Adrianto, S.St.Pi

 Anggota :Tri Warni, S.Pi.

 Anggota : Hasnul Barki, S.PKP

 Anggota : Heri Setiawan, S.Pi

 Anggota : Fitria Anggraini, S.Pi

 Anggota : Tara Pitaloka, Amd.Pi 2.3 Kondisi Pelaksanaan SPIP UPT Pangkalan PSDKP Batam

Desain Penyelenggaraan SPIP disesuaikan dengan karakteristik, fungsi, sifat, tujuan dan kompleksitas serta perencanaan anggaran, dimaksudkan untuk mendekatkan konsep pengendalian intern terhadap kegiatan di UPT Pangkalan PSDKP Batam. Untuk kemudahan dan kelancaran penyelenggaraan SPIP dilakukan pengintegrasian antar unsur SPIP dan pengaturan langkah-langkah yang dilaksanakan dalam mengembangkan masing-masing unsur sebagai bentuk konkrit penyelenggaraan SPIP. Penyelenggaraan SPIP di lingkungan UPT Pangkalan PSDKP Batam dimulai dari pemahaman terhadap peran strategis organisasi. Dengan mengacu kepada tugas, fungsi dan peran dan definisi SPIP dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10 Tahun 2016, maka penyelenggaraan SPIP pada UPT Pangkalan PSDKP Batam merupakan suatu proses yang integral atas tindakan manajerial dan kegiatan operasional yang dilakukan secara terus menerus oleh seluruh pejabat struktural dan pegawai, untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan UPT Pangkalan PSDKP Batam melalui:

a. Kegiatan yang efektif dan efisien;

b. Keandalan pelaporan keuangan;

c. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan;

d. Pengamanan aset di lingkungan UPT Pangkalan PSDKP Batam.

Penerapan 8 (delapan) unsur SPIP dilaksanakan menyatu serta menjadi bagian integral dari akuntabilitas seluruh kegiatan UPT Pangkalan PSDKP Batam yang meliputi:

(15)

8 2.2.1 Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian adalah kondisi dalam Instansi Pemerintah yang memengaruhi efektivitas pengendalian intern. Unsur ini menekankan bahwa Pimpinan Instansi Pemerintah dan seluruh pegawai harus menciptakan dan memelihara keseluruhan lingkungan organisasi sehingga dapat menimbulkan perilaku positif dan mendukung pengendalian intern dan manajemen yang sehat.

Lingkungan pengendalian dapat diwujudkan melalui:

1. Penegakan integritas dan nilai etika;

2. Komitmen terhadap kompetensi;

3. Kepemimpinan yang kondusif;

4. Pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan;

5. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat;

6. Penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sumber daya manusia;

7. Perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif;

8. Hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah terkait.

2.2.2 Penilaian Resiko

Penilaian risiko adalah kegiatan penilaian keseluruhan proses atau aktivitas yang meliputi identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko atas kemungkinan kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah.

Penilaian risiko dimaksudkan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengantisipasi, dan menetapkan cara menangani risiko secara efektif dan efisien. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, bahwa pimpinan instansi pemerintah wajib melakukan penilaian risiko, menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi instansi pemerintah yang bersangkutan, dan kegiatan pengendalian harus dikaitkan dengan proses penilaian risiko.

Pelaksanaan kegiatan pengendalian tidak dapat dilepaskan dari adanya risiko dan adanya kewajiban pimpinan untuk mengendalikan risiko dalam suatu instansi. Untuk mengetahui adanya risiko dalam suatu instansi yang berasal dari kegiatan dan aktivitas maka diperlukan adanya penilaian risiko. Salah satu titik tolak dalam kegiatan pengendalian adalah penilaian risiko, sehingga penilaian

(16)

9 risiko menjadi tahapan yang penting bagi pimpinan instansi pemerintah untuk menjalankan pengendalian dalam rangka mencapai suatu tujuan instansi.

Kepala Pangkalan PSDKP Batam sebagai pemilik risiko berkewajiban:

a. Menyusun rencana pengendalian terhadap rencana kebijakan dan kegiatan/aktivitas melalui pelaksanaan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko sebagai dasar untuk pelaksanaan kegiatan pengendalian;

b. Mengendalikan risiko dalam pelaksanaan seluruh kegiatan pemerintahan di lingkungannnya dengan mengintegrasikan pengendalian secara rutin, pengendalian berkala, dan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pertanggung jawaban, pemanfaatan dan evaluasi kinerja termasuk pembuatan kebijakan;

c. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan pengendalian risiko dan memastikan risiko sudah diminimalisasi dan tidak menjadi hambatan dalam pencapaian tujuan.

2.2.3 Kegiatan Pengendalian

Kegiatan pengendalian adalah tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko serta penetapan dan pelaksanaan kebijakan dan prosedur untuk memastikan bahwa tindakan mengatasi risiko telah dilaksanakan secara efektif.

Unsur ini menekankan bahwa Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran kompleksitas dan sifat dari tugas dan fungsi Instansi Pemerintah yang bersangkutan.

Penyelenggaraan SPIP diintegrasikan pada semua kegiatan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban sampai dengan pemanfaatan yang dilaksanakan melalui kegiatan pengendalian rutin, pengendalian berkala, dan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko.

Pengendalian rutin meliputi: pengelolaan organisasi, Pengelolaan perencanaan, pengelolaan keuangan negara, pengelolaan kinerja, Pengendalian rutin dilaksanakan untuk mendeteksi dan mencegah adanya penyimpangan dan selanjutnya untuk segera dilakukan perbaikan agar tidak menimbulkan kesalahan dan kerugian. Pengendalian berkala meliputi:

a. Pengendalian kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola keuangan;

b. Pengendalian penyusunan anggaran;

c. Pengendalian barang/jasa;

(17)

10 d. Pengendalian Barang Milik Negara (BMN);

e. Pengendalian penyelesaian kerugian negara; dan f. Pengendalian penyerapan anggaran.

Pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko dirancang dan dimulai sejak perencanaan kebijakan dan kegiatan/aktivitas yang digunakan sebagai dasar menyusun rencana pengendalian dan menjadi data dukung dan dasar dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA). Pimpinan satuan kerja melakukan pengendalian yang lebih memadai dengan pendekatan manajemen risiko untuk mencapai tujuan suatu aktivitas/kegiatan apabila kebijakan dan aktivitas/kegiatan yang diperkirakan tidak cukup hanya dengan pengendalian rutin. maka untuk mencapai tujuan suatu aktivitas/kegiatan tersebut pimpinan satuan kerja sebagai pemilik risiko melakukan pengendalian yang lebih memadai dengan pendekatan manajemen risiko.

2.2.4 Informasi dan Komunikasi

Informasi adalah data yang telah diolah yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah. Sedangkan komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dengan menggunakan simbol atau lambang tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan umpan balik. Informasi harus dicatat dan dilaporkan kepada pimpinan Instansi Pemerintah dan pihak lain yang ditentukan. Informasi disajikan dalam suatu bentuk dan sarana tertentu serta tepat waktu sehingga memungkinkan pimpinan melaksanakan pengendalian dan tanggung jawabnya.

Dalam hal ini pimpinan Instansi Pemerintah wajib mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan informasi dalam bentuk dan waktu yang tepat.

Untuk menyelenggarakan komunikasi yang efektif tersebut, pimpinan Instansi Pemerintah harus sekurang – kurangnya:

1. Menyediakan dan memanfaatkan berbagai bentuk dan sarana komunikasi;

dan

2. Mengelola, mengembangkan dan memperbarui sistem informasi secara terus menerus.

(18)

11 2.2.5 Pemantauan

Pemantauan pengendalian intern adalah proses penilaian atas mutu kinerja sistem pengendalian intern dan proses yang memberikan keyakinan bahwa temuan audit dan evaluasi lainnya segera ditindaklanjuti. Pemantauan harus dapat menilai kualitas kinerja dari waktu ke waktu dan memastikan bahwa rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya dapat segera ditindaklanjuti. Pemantauan juga berguna untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko utama seperti penggelapan, pemborosan, penyalahgunaan, dan salah-kelola (mismanagement).

Pimpinan instansi harus memberikan perhatian serius terhadap kegiatan pemantauan atas pengendalian intern dan perkembangan misi organisasi.

Pengendalian yang tidak dipantau dengan baik cenderung memberikan pengaruh yang buruk dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu. agar kegiatan pemantauan menjadi lebih efektif, seluruh pegawai perlu mengerti misi organisasi, tujuan, tingkat toleransi risiko dan tanggung jawab masing-masing.

Dalam menerapkan unsur SPIP, setiap pimpinan Instansi Pemerintah bertanggung jawab untuk mengembangkan kebijakan, prosedur dan praktik detail untuk menyesuaikan dengan kegiatan Instansi Pemerintah dan untuk memastikan bahwa unsur tersebut telah menyatu dan menjadi bagian integral dari kegiatan Instansi Pemerintah.

Untuk memperkuat dan menunjang efektivitas penyelenggaraan SPIP dilakukan pengawasan intern dan pembinaan penyelenggaraan SPIP, Pengawasan intern merupakan salah satu bagian dari kegiatan pengendalian intern yang berfungsi melakukan penilaian independen atas pelaksanaan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah. Lingkup pengaturan pengawasan intern ini mencakup kelembagaan, lingkup tugas, kompetensi sumber daya manusia, kode etik, standar audit, pelaporan, dan telaahan sejawat. Sedangkan Pembinaan penyelenggaraan SPIP meliputi penyusunan pedoman teknis penyelenggaraan, sosialisasi, pendidikan dan pelatihan, pembimbingan dan konsultansi SPIP, serta peningkatan kompetensi auditor aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) pada setiap Instansi Pemerintahan.

(19)

12 BAB III

PENYELENGGARAN SPIP UPT PANGKALAN PSDKP BATAM

3.1 Pelaksanaan Pengendalian Rutin yang telah dilakukan

Pengendalian Rutin adalah pengendalian secara simultan terhadap proses bisnis kegiatan/ aktivitas sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku dan dilakukan setiap hari sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

pengendalian rutin dilaksanakan terhadap 8 kegiatan yaitu: 1) Organisasi, 2) Perencanaan, 3) Pelaksanaan Anggaran, 4) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), 5) Akuntansi dan Pelaporan, 6) Kerugian Negara, 7) Kepegawaian, dan 8) Kinerja. Pengendalian rutin telah dilakukan di Pangkalan PSDKP Batam dengan tujuan menciptakan pengendalian intern (internal control culture) dalam rangka menciptakan pengendalian intern yang handal agar tercapai keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efisien dan efektif, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan KKP, melalui pelaksanaan kegiatan pengendalian rutin (tabel pengendalian rutin terlampir).

a) Organisasi

Sesuai dengan Permen KP Nomor 69/PERMEN-KP/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksna Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan bahwa Pangkalan PSDKP Batam memiliki tugas melaksanakan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan fungsi sebgai berikut :

1) penyusunan, pemantauan, dan evaluasi rencana, program, dan anggaran, serta pelaporan dibidang pengawasan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan;

2) pelaksanaan operasional pengawasan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan;

3) pelaksanaan bimbingan kepada kelompok masyarakat pengawas;

4) pelaksanaan penyiapan logistik dan pemeliharaan kapal pengawas perikanan;

5) pelaksanaan penanganan pelanggaran pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan;

6) pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana pengawasan; dan 7) pelaksanaan urusan ketatausahaan.

(20)

13 b) Pelaksanaan Anggaran

Pelaksanaan Anggaran mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan PMK No.119/PMK.02/2020 tentang Standar Biaya Masukan (SBM) Tahun Anggaran 2021.

c) PNPB

Pangkalan PSDKP Batam tidak ada menerapkan PNPB.

d) Akuntansi dan Pelaporan

Terkait dengan Pengendalian Rutin Akuntansi dan Pelaporan Pangkalan PSDKP Batam, dapat disampaikan bahwa Selama Triwulan III mempunyai realisasi anggaran sampai dengan 30 September 2021 menurut OM SPAN senilai Rp47,530,551,787.- atau 70,15% dari total pagu anggaran senilai Rp67,770,785,000,-.

e) Kerugian Negara

Pangkalan PSDKP Batam tidak mengalami kerugian negara.

f) Kepegawaian

Pangkalan PSDKP Batam pada Triwulan III Tahun 2021 mempunyai jumlah pegawai sabanyak 140 pegawai yang terdiri dari ASN dan PPNPN UPT Pangkalan PSDKP Batam serta tenaga kontrak Kapal Pengawas Perikanan 10 orang. Sedangkan PNS Pemerintah Daerah (PEMDA) yang diperbantukan di Satwas sebanyak 0 orang. Berikut rincian pegawai berdasarkan penempatan kerja selama 3 (tiga) tahun terakhir:

Tabel 2. Rekapitulasi Pegawai Pangkalan PSDKP Batam

N

o. Unit Kerja

PNS PUSAT PNS PEMDA Tenaga Kontrak Jumlah Orang

20 18

20 19

20 20

20 21

20 18

20 19

20 20

20 21

201 8

20 19

20 20

20 21

201 8

20 19

20 20

20 21 1

Pangkalan PSDKP Batam

24 24 30 31 2 2 - - 26 27 27 28 52 53 57

59 2

Satwas SDKP Natuna

3 3 3 3 - - - - 5 5 5 5 8 8 8

8

3

Satwas SDKP Kep.

Anambas

2 2 2 2 - - - - 3 3 3 3 5 5 5

5

4

Satwas SDKP Tanjungpi nang

4 4 4 4 - - - - 4 4 4 4 8 8 8

8

(21)

14

5

Satwas SDKP Palemban g

3 5 6 5 3 - - - 5 5 5 5 11 10 11

10

6

Satwas SDKP Tj.

Jabung Barat

3 3 2 2 - - - - 4 4 4 4 7 7 6

6 7

Satwas SDKP Bangka

4 3 5 5 2 2 - - 5 5 5 5 11 10 10

10 8

Satwas SDKP Belitung

5 5 6 6 2 - 1 - 5 5 5 5 12 10 11

11

9 Awak Kapal Pengawas

27 27 27 23 - - - - 8 8 9 10 35 35 36

33

Total 75 76 85 81 9 4 1 - 65 66 67 69 149 14

6 15

2 15

0

 Tahun 2021 Triwulan III jumlah Pegawai Lingkup Pangkalan PSDKP Batam sebanyak 150 pegawai. Ada mutasi pegawai pada triwulan ini yaitu 9 AKP KP HIU 4 ke Stasiun PSDKP Jakarta dan 9 AKP HIU 6 ke Pangakalan PSDKP Jakarta.

Serta Mutasi dari Stasiun PSDKP Cilacap Sebanyak 14 AKP HIU Macan 05.

 Tahun 2021 Triwulan III terdapat 59 (lima puluh sembilan) orang pegawai kontrak di seluruh Satwas dan Wilker Lingkup Pangkalan PSDKP Batam dan 10 orang tenaga kontrak di Kapal Pengawas untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Pengawasan Pangkalan Pengawasan SDKP Batam;

 Tenaga kontrak Awak Kapal Pengawas sebanyak 10 (sembilan) orang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengawasan pada KP. HIU 03, 17 dan Hiu Macan 05;

 Tingkat pendidikan yaitu: Pascasarjana (S2) sebanyak 5 (lima) orang, Sarjana (S1) 32 (tiga puluh dua) orang, D4 sebanyak 13 (tiga belas) orang, D3 sebanyak 9 (sembilan) orang dan tingkat SLTA sebanyak 22 (dua puluh dua) orang;

 Jumlah pegawai dengan kualifikasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan sebanyak 20 (dua puluh) orang;

 Jumlah pegawai dengan kualifikasi Pengawas Perikanan sebanyak 34 (tiga puluh Empat) orang;

 Jumlah pegawai dengan kualifikasi Polisi Khusus (Polsus) WP3K sebanyak 9 (sembilan) orang;

 Data pegawai Pangkalan PSDKP Batam telah di input dalam data base SIMPEG KKP dan dilakukan update data apabila terdapat perubahan data pegawai; dan

(22)

15

 Peningkatan kedisiplinan pegawai dilakukan dengan menggunakan pemantauan secara ketat melalui aplikasi epresensi.kkp.go.id saat hari kerja yang dimulai pagi pukul 08.00-09.00 dan sore pukul 16.00 untuk hari Senin – Kamis sedangkan untuk hari Jum’at sore pukul 16.30.

g) Kinerja

Pengelolaan Kinerja Organisasi merupakan rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kinerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Agar tujuan organisasi dapat tercapai maka ditetapkan IKU tahun 2021. Pengelolaan Kinerja Pangkalan PSDKP Batam pada Triwulan III dengan cara menyampaikan Laporan Kinerja ke Eselon I Ditjen PSDKP.

3.2 Pelaksanaan Pengendalian Berkala yang telah dilakukan

Hasil pengendalian berkala dari UPT Pangkalan PSDKP Batam sampai dengan Triwulan III Tahun Anggaran 2021 adalah sebagai berikut:

3.2.1 SPI Sumber Daya Manusia (SPI-SDM)

Pada tahun 2021, data Pengelola keuangan lingkup Pangkalan PSDKP Batam sampai dengan 30 September 2021 disajikan Sebagai berikut :

Tabel 3. Pejabat Pengelola Keuangan Pangkalan PSDKP Batam No Nama Pejabat Pengelola

Keuangan

Jabatan Pendidikan

1 Salman Mokoginta, S.St.Pi, M.Si

KPA Pangkalan PSDKP Batam

S2

2 Muslani, S.St.Pi, M.H PPK (032.05.WA) S2

3 Martin Yermias L, S.H, M.Si PPK (032.05.HB) S2

4 M. Syamsu Rokhman, S.Pi PPSPM S1

5 Vina Maira Sari, SPi Bendahara S1

Pejabat Pengelola Keuangan Negara ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. 82 /MEN/KU.611/2019 tentang perubahan kesatu atas keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.

79 /MEN/KU.611/2019 Tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran Pada Satuan Kerja Kantor Daerah (UPT) di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPA Pangkalan PSDKP Batam adalah Kepala Pangkalan PSDKP Batam.

(23)

16 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penguji Tagihan/Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PPSPM), ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.1/ KPA- LAN.2/KU.611/I/2021 Tentang Penetapan Pejabat Pembuat Komitmen dan Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar Pada Satuan Kerja UPT Pangkalan PSDKP Batam. PPK telah memiliki sertifikat PBJ.

Bendahara Pengeluaran ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. 2/ KPA-LAN.2/I/2021 Tentang Pengangkatan Bendahara Pengeluaran dan telah memiliki sertifikasi Bendahara Negara Tersertifikasi (BNT).

Form Pengendalian Kapasitas SDM Pengelola Keuangan Negara pada Triwulan III Tahun Anggaran 2021 terlampir pada lampiran 1.

3.2.2 SPI Anggaran (SPI – ANG)

Pangkalan PSDKP Batam dalam menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) mengacu kepada bagan akun standar (BAS), standar biaya , dan standar biaya keluaran RKA ini juga telah didiskusikan atau dibahas dengan pihak berkompeten, seperti Perencanaan KKP dan Itjen KKP. Seluruh kegiatan tersebut juga telah memenuhi surat pernyataan tanggung jawab mutlak(SPTJM) sebagai salah satu kriteria persyaratan perencanaan anggaran.

Terkait SPI Anggaran, dapat disimpulkan Pangkalan PSDKP Batam sudah dilakukan pengendalian terhadap dokumen RKAKL oleh bagian perencanaan dan keuangan, serta telah dilakukan pengendalian oleh Biro Perencanaan, Biro Keuangan dan Inspektorat Jendral.

3.2.3 SPI Barang dan Jasa (SPI- PBJ)

Pada Triwulan III tahun 2021, tim pokja pengadaan barang/jasa Pangkalan PSDKP Batam telah menginput kegiatan yang berhubungan dengan pengadaan barang /jasa ke dalam sistem informasi rencana umum pengadaan barang/jasa (SIRUP) beralamat website : sirup.lkpp.go.id.

 Pengadaan barang/jasa yang akan dilaksanakan pada TA 2021 adalah sebagai berikut :

 Pengadaan Suku Cadang Kapal Pengawas;

 Pengadaan Perlengkapan Kapal Pengawas Perikanan;

 Pengadaan Kendaraan Operasional Lapangan Pangkalan PSDKP Batam;

 Pengadaan Perangkat Pengolah Data Lingkup Pangkalan PSDKP Batam;

 Pengadaan peralatan fasilitas perkantoran;

(24)

17

 Pengadaan Peralatan Fasilitas ORTALA;

 Pengadaan Sarana Pengawasan SDKP lainnya Pangkalan PSDKP Batam;

 Pengadaan Perlengkapan Pendukung Operasional Kapal Pengawas Pangkalan PSDKP Batam;

 Pengadaan Perlengkapan Pendukung Operasional Kapal Pengawas Pangkalan PSDKP Batam;

 Pekerjaan Top Overhaul KP. Hiu 03 Pangkalan PSDKP Batam;

 Pekerjaan Docking Kapal Pengawas Pangkalan PSDKP Batam;

 Pengadaan Forklift Kapal Pengawas Pangkalan PSDKP Batam;

 Perencanaan Bangunan Pendukung Pengawasan Pangkalan PSDKP Batam;

 Pengawasan Pekerjaan Bangunan Pendukung Pengawasan Pangkalan PSDKP Batam;

 Perencanaan Revitalisasi Pagar Pangkalan PSDKP Batam;

 Perencanaan Pembangunan Pagar Wilker PSDKP Tanjung Balai Karimun;

 Pengadaan Barang/Jasa yang telah dilaksanakan sampai dengan tanggal 30 September 2021 adalah sebagai berikut :

Tabel 4. Paket Pengadaan Triwulan III Pangkalan PSDKP Batam

No Nama Paket Pengadaan Pagu Anggaran (Rp) Metode PBJ

>5 Milyar

1 Kontrak Jual Beli BBM Kapal Pengawas Pangkalan PSDKP Batam

18,750,973,000 Penunjukan Langsung

3.2.4 SPI Barang Milik Negara (BMN)

Pangkalan PSDKP Batam telah berupaya melakukan langkah – langkah pengamanan, pengawasan, dan pengendalian aset negara/barang milik negara (BMN) dengan cara mengupayakan ketersediaan laporan terkait BMN tersebut antara lain : Laporan Kuasa Penggunaan Barang (intrakomptable, ekstrakomptable, dan gabungan), laporan penghapusan BMN/pemindahtanganan BMN, laporan pengawasan dan pengendalian BMN, laporan penetapan status BMN, laporan rencana kebutuhan BMN (RKBMN), laporan stock opname fisik persediaan, dan laporan persediaan (mutasi, buku, rincian persediaan).

(25)

18 a. Penatausahaan BMN dari belanja Modal

Realisasi belanja modal Pangkalan PSDKP Batam sampai dengan Triwulan III Tahun 2021 belum dicatat dalam neraca SIMAK BMN karena menunggu Aplikasi SIMAK BMN Tahun 2021 dari Kemenkeu.

b. Usulan Penghapusan BMN

Pangkalan PSDKP Batam sampai dengan tanggal 30 September 2021 mengusulkan penghapusan BMN senilai Rp1.710.752.174.

c. Penetapan PSP

Tabel 5. Penetapan Status Penggunaan BMN Bangunan S.D 30 September 2021

No. Uraian Sudah Ditetapkan

Status Penggunaan (Rp)

Belum Ditetapkan Status Penggunaan (Rp)

1 Tanah 28.199.436.100 5.334.122.712

2 Peralatan dan Mesin 42.676.668.416 28.394.900.750 3 Gedung dan Bangunan 37.596.804.110

4 Jalan, Irigasi, dan Jaringan

38.829.408.821

Total 147.302.317.447 33.729.023.462

Tabel 6. Laporan Posisi BMN per tanggal 30 September 2021 No

Akun Neraca Jumlah

Kode Uraian Nilai BMN Akumulasi

Penyusutan Nilai Netto

1 131111 Tanah 33,533,558,812 0 33,533,558,812

2 132111 Peralatan dan Mesin 71,954,201,217 40,157,464,095 31,796,737,122 3 133111 Gedung dan

Bangunan 37,596,804,110 6,506,993,992 31,089,810,118 4 134111 Jalan, Irigasi dan

Jaringan

38,829,408,110 12,659,226,015

26,170,182,095

No

Akun Neraca Jumlah

Kode Uraian Nilai BMN Akumulasi

Penyusutan Nilai Netto 1 166112 Aset Tetap yang tidak

Digunakan 2,520,451,279 2,265,202,075

4,785,653,354

JUMLAH 184,434,423,528 61,588,886,177 89,311,978,539

(26)

19 3.2.5 SPI Pengendalian Penyerapan Anggaran

Anggaran Satuan Kerja Pangkalan Pengawasan SDKP Batam berdasarkan DIPA-032.05.2.325156/2021 tanggal 23 November 2020 Tentang Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran/DIPA Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 66,167,165,000,- sampai dengan Triwulan III telah dilakukan Lima kali revisi yaitu revisi Ke – 3 pada tanggal 2 Juni 2021 (Revisi DJA) sebesar Rp 79,926,165,000 ,-. Revisi ke – 4 pada tanggal 22 Juli 2021 (Revisi DJA) sebesar Rp75,094,832,000,-. Revisi ke -5 pada tanggal 13 Agustus 2021 (Revisi DJA) sebesar Rp67,770,785,000,-. Realisasi Anggaran sampai dengan Triwulan III TA 2021 adalah sebagai berikut.

Tabel 7. Realisasi Anggaran Tanggal s/d 30 September 2021

No Jenis Belanja Pagu Realisasi %

1 Belanja Pegawai 9,753,954,000 6,728,983,556 68,99 2 Belanja Barang 38,524,392,000 24,919,766,081 64,69 3 Belanja Modal 19,492,439,000 15,881,802,150 81,48 Jumlah 67,770,785,000 47,530,551,787 70,15 Sumber: Laporan Realisasi Anggaran (Om Span-Kemenkeu) Tahun 2021 Pangkalan PSDKP Batam.

Target penyerapan anggaran per 30 September 2021 adalah Rp47,922,721,000,-,atau 70,71%, dengan realisasi anggaran sebesar Rp47,530,551,787,- atau sebesar 70,15%.

Gambar 2. Grafik realisasi anggaran terhadap Pagu anggaran per 30 September 2021

0 10,000,000,000 20,000,000,000 30,000,000,000 40,000,000,000

Belanja Pegawai

Belanja Barang

Belanja Modal

Grafik Realisasi Anggaran terhadap Pagu Anggaran Tahun 2021

Pagu Anggaran Target Realisasi

(27)

20 3.3 Pengendalian dengan Pendekatan MR yang telah dilakukan:

Tim SPIP Pangkalan PSDKP Batam bersama para kepala seksi selaku pemilik kegiatan telah melakukan identifikasi dan penyusunan rencana pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko untuk kegiatan Tahun Anggaran 2021, adapun hasil identifikasi dan penyusunan dokumen MR Pangkalan PSDKP Batam telah ditetapkan sebanyak 10 kegiatan, yaitu kegiatan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) yang di evaluasi keaktifannya, Operasi Pengawasan Sumber Daya Alam, Perawatan Prediktif (predictive) Kapal Pengawas, Armada Pengawasan SDKP yang dirawat, Prasarana pengawasan SDKP pendukung yang dibangun, Perkara tindak pidana kelautan dan perikanan yang disidik, : Barang bukti dan awak kapal tindak pidana kelautan dan perikanan yang ditangani, Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, dan Gaji dan Tunjangan. Pelaksanaan kegiatan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko yang telah dilakukan oleh Pangkalan PSDKP Batam sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah sebagai berikut:

1) Prasarana Pengawasan SDKP Pendukung Yang Dibangun

Pekerjaan Pekerjaan Kontruksi Bangunan Prasarana Pendukung Pengawasan Pangkalan PSDKP Batamdengan penilaian resiko yang meliputi:

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2021

a) Ketidak tepatan rincian pekerjaan dan RAB perencanaan Kontruksi Bangunan Prasarana Pendukung yang akan dilaksanakan)

Faktor Resiko Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian Ketidak

tepatan rincian pekerjaan dan RAB

perencanaan Kontruksi Bangunan Prasarana Pendukung yang akan dilaksanakan

1. melakukan perencanaan dan melakukan koordinasi dengan pihak yang berkompeten (Dinas Cipta Karya dan BPN);

melakukan perencanaan dan melakukan koordinasi dengan pihak yang berkompeten (Dinas Cipta Karya dan BPN)

2. meminta Pendampingan pembina teknis (es1) dan APIP dalam penyusunan dokumen

meminta Pendampingan pembina teknis (es1) dan APIP dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan sebelum dilakukan tender

(28)

21 perencanaan

pembangunan sebelum dilakukan tender

b) Validitas standar harga yang tertuang di RAB tidak sesuai dengan harga pasaran/ketentuan yang ada

Faktor Resiko

Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian

Validitas standar harga yang tertuang di RAB tidak sesuai dengan harga pasaran/ketentuan yang ada

melakukan survey harga pasar di wilayah setempat sebelum menyusun HPS

melakukan survey harga pasar di wilayah setempat sebelum menyusun HPS bulan Mei

c) Jumlah calon penyedia barang/jasa tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan

Faktor Resiko Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian Jumlah calon

penyedia barang/jasa tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan

Melakukan konsultansi ke pembina teknis sebelum penyusunan dokumen tender

Melakukan konsultansi ke pembina teknis sebelum penyusunan dokumen tender

Melakukan

pembuktian dokumen data dukung dan dokumen kualifikasi

Melakukan pembuktian dokumen data dukung dan dokumen kualifikasi

d) Waktu pelaksanaan tender terlambat Faktor Resiko Rencana Kegiatan

Pengendalian

Realisasi Pengendalian Waktu

pelaksanaan tender terlambat

menyusun jadwal PBJ dan berkonsultasi dengan Pembina teknis (es1) dan APIP

menyusun jadwal PBJ dan berkonsultasi dengan Pembina teknis (es1) dan APIP

e) Keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan Faktor Resiko Rencana Kegiatan

Pengendalian

Realisasi Pengendalian Keterlambatan

waktu pelaksanaan pekerjaan

Melakukan

pengawasan berkala dan memberikan surat peringatan terhadap setiap keterlambatan

Melakukan pengawasan berkala dan memberikan surat peringatan terhadap setiap keterlambatan

(29)

22

 Analisis sisa Resiko

Pangkalan PSDKP Batam telah melakukan langkah pengendalian resiko kegiatan pembangunan prasarana pengawasan SDKP yang dibangun.

2) Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) yang di evaluasi keaktifannya

 Realisasi Rencana Pengandalian

Pengendalian terhadap Kegiatan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) yang dievaluasi keaktifannya sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah :

Faktor Resiko Rencana Kegiatan

Pengendalian Realisasi Pengendalian Tidak terpantaunya

keaktifan POKMASWAS lingkup PSDKP Batam

Koordinasi dan

Komunikasi secara intens antara PSDKP Batam dengan pemerintah daerah dan

POKMASWAS

Koordinasi dan Komunikasi secara intens antara PSDKP Batam dengan pemerintah daerah dan POKMASWAS

 Analisis sisa Resiko

Realisasi pengendalian atas kegiatan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) yang di evaluasi keaktifannya telah dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait.

3) Operasi Pengawasan Sumber Daya Alam

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2021

Pengendalian terhadap Kegiatan Operasi Pengawasan Sumber Daya Alam sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah :

Faktor Resiko

Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian

Kapal Pengawas tidak dapat beroperasi

Rencana Gelar Operasi dan Penyediaan logistik Kapal Pengawas

Telah disusun RO KP

1.Laporan Gelar Operasi Kapal Pengawas Hiu Macan 5

2. Laporan Gelar Operasi KP. HIU 3 Tahun 2021;

3. .Laporan Gelar Operasi KP. HIU 17 Tahun 2021;

Telah adanya kontrak jual beli BBM dengan pertamina

Kontrak BBM dengan Pertamina Nomor kontrak:

054/PPK/Lan.2/PL.421/I/2021

(30)

23 Telah diajukan surat permintaan BBM dari Pangkalan PSDKP Batam kepada PT. Pertamina Persero Dokumen Pemesanan BBM Perbulan

Telah dibuat Laporan Pengisian BBM Hiu 17, Hiu Macan 5 dan Hiu 3

Penyediaan Logistik Awak kapal

Pengawas

Rencana Gelar Operasi, SPT Gelar Operasi

Telah dibuat Rencana Gelar Operasi, dan SPT 1.Laporan Gelar Operasi Kapal Pengawas Hiu Macan 5

2. Laporan Gelar Operasi KP. HIU 3 3. Laporan Gelar Operasi KP. HIU 17 Awak kapal

pengawas tidak memenuhi syarat untuk melaksanakan tugas operasi kapal

pengawas

'Menyelanggaran MCU untuk Awak KP dengan segera

Kegiatan MCU Awak Kapal Pengawas telah dilakukan pada bulan Juli Tahun 2021

Speedboat tidak dapat beroperasi

Menyusun Rencana Operasi Tahunan Speedboat Pengawasan

Telah disusun Laporan Pelaksanaan Gelar Operasi Rutin Speedboat Napoleon 035, Napoleon 015, Dolphin 008, Dolphin 023, Dolphin 024

Rigid tidak dapat beroperasi

Menyusun Rencana Operasi Tahunan Rigid Inlatable Boat Pengawasan

Telah dibuat Rencana Operasi Tahunan Rigid Inlfatable boat

Laporan Pelaksanaan Gelar Operasi Rutin Speedboaf RIB X8

Rubberboat tidak dapat beroperasi

Menyusun Rencana Operasi Tahunan Rubberboat Pengawasan

Laporan Riksa Kapal Rubberboat Sadai

 Analisis Sisa Resiko

Sisa Resiko kegitan Operasi Pengawasan Sumber Daya Alam dinilai 1, karena sebagaian besar kegiatan sudah dilakukan pemantauan,.

4) Perawatan Prediktif (predictive) Kapal Pengawas

 Realisasi Rencana Pengendalian

Pengendalian terhadap pelaksanaan Perawatan Prediktif Kapal Pengawas sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah :

Faktor Resiko Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian

Ketidak tepatan rincian pekerjaan

Menjadikan Laporan kondisi teknis kapal

Menjadikan Laporan kondisi teknis kapal dan rekomendasi teknisi pada saat docking

(31)

24 dan RAB

perencanaan Docking Kapal Pengawas yang akan dilaksanakan

dan rekomendasi teknisi pada saat docking sebelumnya sebagai referensi perencanaan docking di tahun ini

sebelumnya sebagai referensi perencanaan docking di tahun ini

meminta Pendampingan pembina teknis (es1) dan APIP dalam penyusunan dokumen perencanaan

pembangunan sebelum dilakukan tender

meminta Pendampingan pembina teknis (es1) dan APIP dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan sebelum dilakukan tender

-Surat Tugas (SPT) nomor 1533/Lan.2/KP.444/VI/2021 tanggal 11 Juni 2021;

-Laporan Perjalanan Dinas Dalam Rangka Koordinasi dan Reviu untuk Persiapan Pengadaan Docking Kapal Pengawas Tanggal 17-20 Juni 2021

Validitas standar harga yang tertuang di RAB tidak sesuai dengan harga pasaran/ketentuan yang ada

melakukan survey harga pasar di wilayah setempat sebelum menyusun HPS

melakukan survey harga pasar di wilayah setempat sebelum menyusun HPS, dilaksanakan pada bulan Mei 2021

Jumlah calon penyedia barang/jasa tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan

Melakukan konsultansi ke pembina teknis sebelum penyusunan dokumen tender

Realisasi pengendalian akan dilakukan pada triwulan berikutnya disebabkan belum ada tender

Melakukan

pembuktian dokumen data dukung dan dokumen kualifikasi

Realisasi pengendalian akan dilakukan pada triwulan berikutnya disebabkan belum ada tender

Waktu pelaksanaan tender terlambat

menyusun jadwal PBJ dan berkonsultasi dengan Pembina teknis (es1) dan APIP

menyusun jadwal PBJ dan berkonsultasi dengan Pembina teknis (es1) dan APIP dilaksanakan pada bulan Mei 2021

Keterlambatan waktu

pelaksanaan pekerjaan

Melakukan

pengawasan berkala dan memberikan surat peringatan terhadap setiap keterlambatan

Realisasi pengendalian akan dilakukan pada triwulan berikutnya, belum dilaksanakan lelang

 Analisis Sisa Resiko

Analisis Sisa Resiko pada Kegiatan Perawatan Prediktif (predictive) Kapal Pengawas sisa 4, terdapat kegiatan yang belum dilaksanakan yaitu Melakukan konsultansi ke pembina teknis sebelum penyusunan dokumen tender, Melakukan pembuktian dokumen data dukung dan dokumen kualifikasi dan Melakukan pengawasan berkala dan memberikan surat peringatan terhadap setiap keterlambatan

(32)

25 5) Armada Pengawasan SDKP yang dirawat

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2021

Pengendalian terhadap pelaksanaan Armada Pengawasan SDKP yang dirawat sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah :

Faktor Resiko

Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian

Kerja Kapal Pengawas tidak optimal

Menyusun laporan kondisi teknis

(LAPKONIS) Kapal Pengawas

'Telah disusun LAPKONIS dan Laporan Gelar Operasi Kapal Pengawas Bulanan

1. LAPKONIS KP. HIU MACAN 5 dan Laporan Gelar Operasi Kapal Pengawas Hiu Macan 5 2. LAPKONIS KP. HIU 3 bulan Januari, Februari, Maret dan Laporan Gelar Operasi KP. HIU 3.

3. LAPKONIS KP. HIU 17 dan Laporan Gelar Operasi KP. HIU 17 Tahun 2021

Kebutuhan suku cadang dan

perlengkapan kapal

pengawas tidak tersedia

Menyusun laporan kondisi teknis

(LAPKONIS) Kapal

Pengawas dan BA Suku Cadang

'Telah disusun LAPKONIS Kapal Pengawas Perikanan Bulanan dan BA Suku Cadang Bulanan 1. LAPKONIS KP. HIU MACAN 5 dan Laporan Gelar Operasi Kapal Pengawas Hiu Macan 5;

2. LAPKONIS KP. HIU 3 dan Laporan Gelar Operasi KP. HIU 3 Tahun 2021;

3. LAPKONIS KP. HIU 17 dan Laporan Gelar Operasi KP. HIU 17 Tahun 2021;

4. Berita Acara Suku Cadang KP Hiu 3, dan Hiu Macan 5 dan KP Hiu 17

Kapal tidak dapat beroperasi

Menyusun laporan kondisi teknis

(LAPKONIS) Kapal Pengawas

'Telah disusun LAPKONIS Kapal Pengawas Perikanan Bulanan

1. LAPKONIS KP. HIU MACAN 5 dan Laporan Gelar Operasi Kapal Pengawas Hiu Macan 5;

2. LAPKONIS KP. HIU 3 dan Laporan Gelar Operasi KP. HIU 3 Tahun 2021;

3. LAPKONIS KP. HIU 17 dan Laporan Gelar Operasi KP. HIU 17 Tahun 2021

Mengusulkan tambahan anggaran kepada Direktorat Pemantauan Operasi Armada

Mengusulkan tambahan anggaran kepada Direktorat Pemantauan Operasi Armada

Revisi RKAKL revisi 5

Kerja

Speedboat/Rigit Inflatable Boat/Rubber Boat tidak optimal

Menyusun LAPKONIS Speedboat/Rigit Inflatabel Boat/Rubber Boat sebagai pemantauan pelaksanaan

'Telah disusun LAPKONIS RIB-X 2021

1. Laporan Kondisi Teknis Kapal Pengawas Sea Rider RIB-X

(33)

26 pemeliharaan

rutin Speedboat/Rigit Inflatabel Boat/Rubber Boat tidak dapat beroperasi

Menyusun LAPKONIS Speedboat/Rigit Inflatabel Boat/Rubber Boat sebagai pemantauan pelaksanaan pemeliharaan rutin

Telah disusun Laporan Pelaksanaan Gelar Operasi Rutin Speedboat Napoleon 035, Napoleon 015, Dolphin 008, Dolphin 023, Dolphin 024

Speedboat/Rigit Inflatabel Boat/Rubber Boat akan rusak

Berkoordinasi dengan es. 2 teknis terkait pelaksanaan perawatan tahunan

'Realisasi pengendalian akan dilakukan pada triwulan berikutnya

Speedboat/Rigit Inflatabel Boat/Rubber Boat tidak dapat beroperasi

Mengusulkan tambahan anggaran kepada Direktorat Pemantauan Operasi Armada

Realisasi pengendalian akan dilakukan pada triwulan berikutnya

Aktivitas Kapal Perikanan tidak terawasi

Melakukan koordinasi dengan Direktorat POA untuk

mengupdate data kapal perikanan

'Realisasi pengendalian akan dilakukan pada triwulan berikutnya

 Analisis Sisa Resiko

Analisis Resiko pada kegiatan Armada Pengawasan SDKP yang dirawat tersisa 2 karena sebagaian besar kegiatan sudah dilakukan pemantauan, adapun sisa resiko tersisa 2 karena kegiatan tersebut belum dilakukan pada triwulan III.

6) Perkara tindak pidana kelautan dan perikanan yang disidik

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2021

Pengendalian terhadap pelaksanaan Perkara tindak pidana kelautan dan perikanan yang disidik sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah :

Faktor Resiko Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian

Tidak selesainya

PPNS Perikanan Meningkatkan

Koordinasi dengan JPU

(34)

27 atau seringnya

perbaikan berkas perkara dari Jaksa Penuntut Umum

Koordinasi dengan JPU

 Analisis Sisa Resiko

Setelah dilakukan Pengendalian masih terdapat hambatan yaitu PPNS Perikanan yang kurang dibandingkan dengan jumlah kasus yang ditangani terutama apabila terdapat penyerahan perkara yang cukup banyak pada saat bersamaan dan usulan perbaikan yaitu mengusulkan penambahan tenaga PPNS di Pangkalan PSDKP Batam.

7) Barang bukti dan awak kapal tindak pidana kelautan dan perikanan yang ditangani

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2021

Pengendalian terhadap pelaksanaan Barang bukti dan awak kapal tindak pidana kelautan dan perikanan yang ditangani sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah :

Faktor Resiko

Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian

Awak kapal sakit, melarikan diri, berkelahi dengan sesama awak kapal

Melakukan Kontrol setiap hari terhadap awak kapal tangkapan.

'Security PSDKP Batam Melakukan Kontrol setiap hari terhadap awak kapal tangkapan dan melakukan pencatatan ke dalam buku kontrol penjagaan awak kapal perikanan

 Analisis Sisa Resiko

Pengendalian Terhadap pelaksanaan Barang bukti dan awak kapal tindak pidana kelautan dan perikanan yang ditangani sisa 1 resiko dan tidak ada hambatan maupun usulan perbaikan.

(35)

28 8) Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2021

Pengendalian terhadap pelaksanaan Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah :

Faktor Resiko Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian

Pelaku destrucktive fishing membawa bom ikan buatan, membawa senjata tajam

Petugas Waspada dalam melakukan pengawasan destructive Fishing, melakukan

pendekatan dengan nelayan

Melaksanakan Pengawasan Destructive Fishing Dengan Nomor SPT 2265/Lan.2/KP.444/VIII/2021 Tanggal 26 Agustus 2021 dan bukti Laporan Pengawasan

Pelaku pencurian BMKT mengerahkan

masyarakat untuk melawan petugas dan menggunakan oknum aparat

Melakukan Koordinasi dengan Instansi terkait lainnya

'Melakukan Koordinasi dengan Instansi terkait lainnya

Penjarahan tanaman mangrove oleh masyarakat pesisir, penjualan terumbu karang oleh masyarakat dengan illegal

Melakukan

Pendekatan dengan masyarakat dan koordinasi dengan instansi terkait

'pengawasan mangrove di Wilker SDKP Sungsang dengan nomor SPT 2213/Lan.2/KP.444/VIII/2021 tanggal 12 Agustus 2021

 Analisis Sisa Resiko

Analisis Sisa Resiko sisa 2 sebagian kegiatan sudah dilakukan.

9) Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2020

Pengendalian terhadap pelaksanaan Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah :

Faktor Resiko Rencana Kegiatan Pengendalian

Realisasi Pengendalian

Kegiatan pengawasan kapal perikanan kurang berjalan dengan optimal

Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait; Melakukan pengawasan dan patroli bersama

'Pengawasan kapal Perikanan dengan sistem Piket HPK-SLO oleh Pengawas Perikanan

Kegiatan pengawasan UPI kurang berjalan dengan optimal

Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait; Melakukan pengawasan secara intensif

Pengawasan Unit Usaha Pengolahan Hasil Perikanan

2. Laporan Pengawasan Usaha Pengolahan Ikan disertai Foto Kegiatan

Kegiatan pengawasan UBI kurang

Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait; Melakukan pengawasan secara intensif

'Pengawasan Unit Usaha Budidaya

(36)

29 berjalan dengan

optimal Kegiatan pengawasan Usaha Distribusi Hasil Perikanan kurang berjalan dengan optimal

Melakukan koordinasi dengan Instansi terkait; Melakukan pengawasan secara intensif

Koordinasi Usaha Dsitribusi dengan BKIPM dan melakukan pengawasan Distribusi ke Unit Usaha Distribusi hasil perikanan

 Analisis Sisa Resiko

Pengendalian Terhadap kegiatan Pengawasan Sumber Daya Perikanan yang ditangani sisa resiko dan telah dilakukan kegiatan pemantauan,serta tidak ada hambatan maupun usulan perbaikan.

10) Gaji dan Tunjangan lingkup Ditjen. PSDKP

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2020

 Pengendalian terhadap pelaksanaan Gaji dan Tunjangan lingkup Ditjen.

PSDKP sampai dengan triwulan III tahun 2021 adalah : Faktor Resiko Rencana Kegiatan

Pengendalian

Realisasi Pengendalian

Terjadi kesalahan perhitungan dan input data

Meningkatkan pengawasan dalam proses pembayaran tunjangan kinerja

Melakukan monitoring SAS dan melakukan perbaikan pada uraian belanja pada SPM dengan dokumen :

'1. Monitoring SAS;

2. Data Koreksi SPM dari KPPN Terjadinya kesalahan

pembuatan SPP dan SPM

Meningkatkan pengawasan dalam proses pembayaran tunjangan kinerja

Nihil

Terjadinya Kesalahan Pengujian

Meningkatkan pengawasan dalam proses pembayaran tunjangan kinerja

Verifikasi berkas pembayaran belanja pegawai

Tertolaknya SPM Gaji Melaksanakan rapat koordinasi terkait pencegahan kemungkinan terjadinya penolakan SPM oleh KPPN karena kondisi pandemi

Nihil

 Analisis Resiko

Pengendalian Terhadap kegiatan Gaji dan Tunjangan lingkup Ditjen.

PSDKP yang ditangani sisa resiko 2 dan telah dilakukan kegiatan pemantauan,serta tidak ada hambatan maupun usulan perbaikan.

(37)

30 BAB IV

MONITORING EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PELAKSANAN SPIP LINGKUP UPT PANGKALAN PSDKP BATAM

4.1 Monitoring Evaluasi Pelaksanaan SPIP a. Saran atau Rekomendasi Sebelumnya

Saran Rekomendasi Untuk Triwulan III Tahun 2021 yaitu tetap Menginformasikan SPIP pada Wilker serta Satwas Lingkup Pangkalan PSDKP Batam.

b. Rekomendasi

Perlunya Sinkronisasi Data Dukung Implementasi SPIP seperti Dokumen Persuratan, Notulensi dan lain – lain.

4.2 Tindak Lanjut Evaluasi Pelaksanaan SPIP

Tindak lanjut laporan SPIP triwulan II tahun 2021 adalah menginformasikan SPIP kepada seluruh Pegawai UPT Pangkalan PSDKP Batam dan Stakeholder Pangkalan PSDKP Batam melalui Laporan SPIP TA 2021 yang diunggah ke Website Pangkalan PSDKP Batam.

(38)

31 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Laporan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Triwulan III tahun 2021 Pangkalan PSDKP Batam dapat disimpulkan bahwa sudah menjelaskan secara rinci mengenai kondisi SPIP di lingkup Pangkalan PSDKP Batam serta mewujudkan budaya pengendalian intern dalam rangka menciptakan pengendalian intern yang handal agar tercapai keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efisien dan efektif, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang – undangan di lingkungan Pangkalan PSDKP Batam.

5.2 Saran

Pada Triwulan III tahun 2021, penerapan implementasi SPIP di lingkungan Pangkalan PSDKP Batam masih terdapat beberapa kekurangan. Diperlukan komitmen kuat yang kuat dalam bentuk upaya strategis dan konkrit dari seluruh pegawai dari jajaran pimpinan sampai dengan pelaksana, agara kualitas implementasi SPIP di masa yang akan datang dapat meningkat , sehingga tujuan SPIP yang antara lain 1) Kegiatan yang efektif dan efisien, 2)Laporan Keuangan yang dapat diandalkan, 3) Pengamanan Aset Negara;

dan 4) Ketaatan terhadap peraturan perundang – undangan dapat terwujud.

Perlu adanya kesadaran bagi seluruh pegawai Pangkalan PSDKP Batam untuk penerapan manajemen resiko dalam setiap kegiatan sehingga dapat meminimalisir dampak dari pelaksanaan kegiatan tersebut serta didukung dengan pendokumentasian yang tepat.

Referensi

Dokumen terkait

3 DEFINISI Persentase pemenuhan logistik opeartor Speedboat Pengawas adalah jumlah dokumen yang diselesaikan dalam rangka pemenuhan logistik operator speedboat

Untuk pemindahan pembongkaran ikan dari TPI Lama ke TPI Baru (Higienis) perlu direncanakan matang, karena dalam proses pembongkaran ikan di PPN Brondong terdapat

Maksud dari penyusunan laporan SPIP ini adalah untuk memberikan gambaran tentang sistem pengendalian internal di Stasiun Pengawasan SDKP Belawan terkait dengan segala

Internalisasi adalah proses yang dilakukan oleh pimpinan dan pegawai untuk menerapkan SPI dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sehari-hari. Penerapan SPI dilaksanakan

1) pencegahan pencemaran dan kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan proyek prioritas pencegahan kehilangan keanekaragaman hayati dan kerusakan ekosistem

Dalam reformasi di bidang keuangan negara, perubahan yang signifikan adalah perubahan di bidang akuntansi pemerintahan. Perubahan di bidang akuntansi pemerintahan ini sangat

Laporan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) triwulan I Tahun 2020 BPPP Banyuwangi ini berisi tentang penyelenggaraan SPIP, Hambatan dalam pelaksanaan,

Laporan SPIP Triwulan III Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam merupakan gambaran pelaksanaan pengendalian intern di lingkup Pangkalan PSDKP Batam. Pengendalian intern