LAPORAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) TRIWULAN III

Teks penuh

(1)

i

LAPORAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH

(SPIP)

TRIWULAN III

PILAR PSDKP – Professional, Integritas, Loyalitas, inovAtif, sineRgi

Kementerian Kelautan Dan Perikanan

Direktorat Jenderal Pengawasan Dan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Batam

(2)

ii KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya Laporan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pangkalan PSDKP Batam Triwulan III Tahun 2020 dapat diselesaikan. Penyusunan Laporan ini merupakan pelaksanaan amanat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN- KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Laporan ini merupakan akuntabilitas Pangkalan PSDKP Batam Triwulan III Tahun 2020 dalam melaksanakan pengendalian intern. Implementasi SPIP dilaksanakan melalui penerapan 5 (lima) unsur, yaitu: (1) Lingkungan Pengendalian; (2) Penilaian Risiko; (3) Kegiatan Pengendalian; (4) Informasi dan Komunikasi; (5) Pemantauan Pengendalian Intern.

Penyusunan Laporan SPIP Pangkalan PSDKP Batam Triwulan III tahun 2020 ini mencakup SPIP Berkala yang terdiri dari SPIP Sumber Daya Manusia (SPI-SDM), SPIP Anggaran (SPI-ANG), SPIP Pengadaan Barang dan Jasa (SPI-PBJ), SPIP Barang Milik Negara (SPI-BMN), SPIP Kerugian Negara (SPI-KN), SPIP Penyerapan Anggaran (SPI- PA), SPIP Rutin, serta SPIP Penilaian Resiko.

Diharapkan di masa datang Laporan SPIP Pangkalan PSDKP Batam dapat lebih ditingkatkan baik kualitas maupun ketepatan laporan. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan terlibat dalam penyusunan laporan ini. Berbagai masukan dan saran terbuka untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Batam, 30 September 2020 Kepala Pangkalan PSDKP Batam

Salman Mokoginta,.S.St.Pi., M.Si NIP. 19750102 200502 1 002

(3)

iii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iv

DAFTAR LAMPIRAN ... v

DAFTAR TABEL ... vi

RANGKUMAN EKSEKUTIF ...vii

BAB I ... 1

GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN SPIP PSDKP BATAM ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Dasar Hukum ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 3

1.4 Ruang Lingkup... 3

1.5 Sistematika Penyajian Laporan ... 4

BAB II ... 5

STRATEGI PENYELENGGARAAN SPIP ... 5

2.1 Struktur Organisasi, Visi, Misi dan Tujuan Strategis UPT Pangkalan PSDKP Batam ... 5

2.2 Pembentukan Tim SPIP UPT Pangkalan PSDKP Batam ... 6

2.3 Kondisi Pelaksanaan SPIP UPT Pangkalan PSDKP Batam ... 7

BAB III ... 13

PENYELENGGARAN SPIP UPT PANGKALAN PSDKP BATAM ... 13

3.1 Pelaksanaan Pengendalian Rutin yang telah dilakukan ... 13

3.2 Pelaksanaan Pengendalian Berkala yang telah dilakukan... 13

3.3 Pelaksanaan Pengendalian dengan Pendekatan MR yang telah dilakukan 23 BAB IV ... 31

MONITORING EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PELAKSANAN SPIP LINGKUP UPT PANGKALAN PSDKP BATAM ... 31

5.1 Monitoring Evaluasi Pelaksanaan SPIP ... 31

5.2 Tindak Lanjut Evaluasi Pelaksanaan SPIP ... 31

BAB V ... 32

KESIMPULAN DAN SARAN ... 32

6.1 Kesimpulan ... 32

6.2 Saran ... 32

(4)

iv DAFTAR GAMBAR

Gambar

1. Struktur Organisasi Pangkalan PSDKP Batam ... 5 2. Progress Pembangunan Kapal Pengawas Kelas C ... 6 3. Monitoring Tim SPIP pada Pelaksanaan Pekerjaan Kapal ... 6

(5)

v DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

1. Form Pengendali Rutin ... 31

2. Form Pengendalian SDM ... 32

3. Form Pengendalian PBJ ... 33

4. Form Pengendalian Penyusunan Anggaran ... 34

5. Form Pengendalian BMN ... 35

6. Pengendalian Penyerapan Anggaran ... 36

(6)

vi DAFTAR TABEL

Tabel

1. Satuan Pengawasan (Satwas) dan Wilayah Kerja PSDKP Batam ... 6

2. Rekapitulasi Pegawai Pangkalan PSDKP Batam ...14

3. Realisasi Anggaran Tanggal s/d 30 September 2020 ...17

4. Laporan Posisi BMN per tanggal 30 September 2020 ...19

5. Rekap Pengadaan Barang dan Jasa ...21

(7)

vii RANGKUMAN EKSEKUTIF

Laporan SPIP Triwulan III Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam merupakan gambaran pelaksanaan pengendalian intern di lingkup Pangkalan PSDKP Batam.

Pengendalian intern dilaksanakan dalam rangka menciptakan pelaksanaan kegiatan yang handal sehingga dapat meminimalisir temuan oleh aparat pengawas baik intern maupun ekstern.

Adapun tujuan penyusunan Laporan SPIP Triwulan III Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam ini adalah untuk menjelaskan secara rinci mengenai kondisi SPIP di lingkup Pangkalan PSDKP Batam. Berdasarkan kondisi tersebut, ke depan diharapkan dapat menjadi bahan masukan dalam meningkatkan pelaksanaan SPIP lingkup Pangkalan PSDKP Batam.

Ruang lingkup dari laporan SPIP Triwulan III Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam adalah mencakup laporan SPIP Triwulan II Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam dan laporan SPIP Satker dan Wilker Pengawasan SDKP sebagai pendukung penyusunan laporan tingkat Eselon III.

Kesimpulan dalam laporan SPIP Triwulan III Tahun 2020 ini adalah a) Penyusunan Laporan SPIP merupakan kewajiban Pangkalan PSDKP Batam yang akan dievaluasi dan dipantau guna peningkatan implementasi di masa yang akan datang, b) Laporan SPIP Pangkalan PSDKP Batam menyajikan gambaran implementasi SPIP, c) Pangkalan PSDKP Batam telah berupaya meningkatkan implementasi SPIP, namun masih banyak kelemahan dalam pelaksanaannya, d) Masih minimnya pejabat pengadaan barang dan jasa pemerintah yang memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Rekomendasi yang bisa kami berikan adalah: a) Mengingat masih adanya kelemahan dalam implementasi SPIP lingkup Pangkalan PSDKP Batam, maka diperlukan komitmen yang kuat baik dari pimpinan maupun seluruh pegawai dalam bentuk upaya strategis dan konkrit untuk meningkatkan kualitas implementasi SPIP di masa yang akan datang.

(8)

1 BAB I

GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN SPIP PSDKP BATAM 1.1 Latar Belakang

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) telah lama didengung- dengungkan dalam penyelenggaran pemerintahan. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 menyebutkan bahwa untuk meningkatkan kehandalan Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja, setiap Entitas Pelaporan dan Akuntansi wajib menyelenggarakan SPIP sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan terkait.

Sebagai salah satu pilar Reformasi Birokrasi sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010. SPIP memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik dengan birokrasi pemerintahan yang profesional, berintegritas tinggi, menjadi pelayan masyarakat dan abdi negara.

Indikator Utama Kementerian Kelautan dan Perikanan salah satunya adalah dalam rangka mewujudkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam penyusunan Laporan Keuangan. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, dalam implementasi SPIP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih berfokus pada pengelolaan keuangan, pengamanan aset dan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dengan demikian implementasi dari Pangkalan PSDKP Batam searah dengan pelaksanaan yang ada di lingkup KKP.

Untuk memberikan kesamaan arah dan menciptakan implementasi SPIP yang komprehensif dan sistematis, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016 yang mengatur pelaksanaan SPIP secara menyeluruh termasuk kewajiban penyusunan Laporan SPIP. Laporan SPIP Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam ini disusun untuk menjelaskan mengenai akuntabilitas di seluruh Satwas dan Wilker lingkup Pangkalan PSDKP Batam, kondisi pelaksanaan SPIP, serta kendala dalam implementasinya. Sehingga ke depan semua kendala tersebut dapat menjadi prioritas dalam penyelesaian setiap permasalahan pelaksanaan kegiatan di lingkup Pangkalan PSDKP Batam.

(9)

2 1.2 Dasar Hukum

Dasar Hukum pelaksanaan SPIP di lingkup Pangkalan PSDKP Batam adalah sebagai berikut:

a. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian;

b. Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;

c. Undang-undang Nomor17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

d. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

e. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

f. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;

h. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil

i. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015;

j. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara;

k. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan;

l. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pembentukan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional sebagaimana diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2010 tentang Pembentukan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi dan Tim Reformasi Birokrasi Nasional;

m. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan;

n. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan;

(10)

3 o. Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nomor 315/DJ-PSDKP/2013tentang Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tahun 2013;

p. Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nomor 20/KEP-DJ PSDKP/2017 tentang Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tahun 2017;

q. Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nomor 19/KEP-DJ PSDKP/2017 tentang Tim Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

1.3 Maksud dan Tujuan

Laporan SPIP Triwulan III Tahun 2020, Pangkalan PSDKP Batam merupakan gambaran pelaksanaan pengendalian intern di lingkup Pangkalan PSDKP Batam. Adapun tujuan penyusunan Laporan SPIP Triwulan III Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam ini adalah untuk menjelaskan secara rinci mengenai perkembangan pelaksanaan SPIP di lingkup Pangkalan PSDKP Batam, tingkat keberhasilan yang telah dicapai, permasalahan/kendala yang dihadapi serta solusi penyelesaiannya. Adapun tujuan penyusunan Laporan SPIP ini merupakan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan seluruh kegiatan di lingkup Pangkalan PSDKP Batam pada Triwulan III Tahun 2020 sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10/PERMEN-KP/2016.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari laporan SPIP Triwulan II Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam mencakup:

a. Konsep Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang terdiri dari: definisi, tujuan, dan fokus pelaksanaan SPI; dan

b. Implementasi pelaksanaan SPIP yang terdiri dari: penjelasan organisasi dan tugas fungsi, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, dan pemantauan pengendalian.

Penyusunan laporan SPIP Triwulan III Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam sebagai pendukung penyusunan laporan ditingkat Eselon III.

(11)

4 1.5 Sistematika Penyajian Laporan

Agar laporan ini dapat mudah dipahami oleh pembaca dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, maka laporan ini akan disajikan dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I. Pendahuluan

Bab ini menyajikan mengenai latar belakang penyusunan laporan SPIP. Bab ini juga menjelaskan mengenai dasar hukum penyusunan laporan. Selanjutnya di bab ini dijelaskan juga maksud dan tujuan laporan. Ruang lingkup laporan juga dijelaskan untuk menggambarkan meliputi apa saja laporan SPIP yang disusun.

Pada bagian akhir bab ini disajikan mengenai sistematika penyajian laporan.

BAB II. Konsep SPIP

Bab ini menjelaskan secara umum mengenai definisi dan karakteristik SPIP.

Tujuan pelaksanaan SPIP, unsur-unsur SPIP, tahapan pelaksanaan, fokus pelaksanaan SPIP serta kondisi SPIP Pangkalan PSDKP Batam hingga saat ini.

BAB III. Implementasi SPIP

Bab ini menyajikan analisa yang dilaksanakan terhadap pelaksanaan SPIP di lingkup Pangkalan PSDKP Batam. Penyajian analisa berdasarkan Form SPIP yang disusun oleh masing – masing Satwas dan Wilker. Dibagian akhir Bab ini menyajikan analisa terhadap permasalahan dalam pelaksanaan SPIP Pangkalan PSDKPBatam.

BAB IV. Kesimpulan dan Saran

Bab ini menyimpulkan hasil analisa yang telah dilakukan. Selanjutnya atas kekurangan dan kelemahan yang ditemui diberikan saran perbaikan untuk peningkatan kualitas pelaksanaan SPIP Pangkalan PSDKP Batam di masa yang akan datang.

(12)

5 BAB II

STRATEGI PENYELENGGARAAN SPIP

2.1 Struktur Organisasi, Visi, Misi dan Tujuan Strategis UPT Pangkalan PSDKP Batam

a. Organisasi UPT Pangkalan PSDKP Batam

Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Batam (sebelumnya Satuan Kerja PSDKP Batam) terletak di Pulau Nipah, tepatnya di Jl. Trans Barelang Jembatan II – Kel. Setokok – Kec. Bulang – Kota Batam – Provinsi Kepulauan Riau. Pangkalan Pengawasan SDKP Batam dibentuk melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 33/PERMEN-KP/2016 tanggal 3 Agustus 2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Pangkalan PSDKP Batam di pimpin oleh Kepala Pangkalan yang merupakan jabatan struktural eselon III.a atau jabatan administrator. Kepala Pangkalan membawahi Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Kepala Seksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran serta Kelompok Jabatan Fungsional.

Gambar 1. Struktur Organisasi Pangkalan PSDKP Batam Kepala Pangkalan PSDKP

Seksi Sarana dan Prasarana

Kelompok Jabatan Fungsional

Seksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Subbagian Tata

Usaha

(13)

6 Secara umum wilayah kerja operasional kegiatan pengawasan sumber Daya kelautan dan perikanan di Pangkalan Pengawasan SDKP Batam mencakup WPP-711 dengan 7 Satuan Pengawasan (Satwas) SDKP dan wilayah kerjanya masing-masing seperti yang terdapat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 1. Satuan Pengawasan (Satwas) dan Wilayah Kerja (Wilker Lingkup Pangkalan PSDKP Batam

NO UPT/SATWAS WILAYAH KERJA

1 Pangkalan PSDKP Batam

Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga

2 Satwas Natuna Kabupaten Natuna 3 Satwas Kepulauan

Anambas

Kabupaten Kepulauan Anambas 4 Satwas Tanjung

Pinang

Kabupaten Bintan, Kota Tanjung Pinang 5 Satwas Palembang Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kota

Pagar Alam, Kabupaten Lahat, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Muara enim, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, Kota Prabumulih, Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Empat Lawang, Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir 6 Satwas Bangka Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka

Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka, Kota Pangkal Pinang 7 Satwas Belitung Kabupaten Belitung, Kabupaten Belitung

Timur 8 Satwas Tanjung

Jabung Barat

Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, Kabupaten Merangin, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kabupaten Muaro

Jambi, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kota Sungai Penuh

2.2 Pembentukan Tim SPIP UPT Pangkalan PSDKP Batam

Tim Pelaporan Sistem Akuntansi Pemerintah ditetapkan dengan Keputusan KPA Nomor KEP.22/ KPA-LAN.2/ KP.131/I/2020 tanggal 31 Januari 2020 tentang Penunjukan Operator Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik/Kekayaan Negara (SIMAK-BMN) dan Sistem Keuangan Akuntansi (SAK) pada Pangkalan PSDKP Batam:

(14)

7

 Penanggung Jawab : Danar Riangga, S.Pi

 Ketua : Seivo Greivo Wewengkang, A.Md

 Operator SAI : Tara Pitaloka, A.Md.Pi

 Operator BMN : Tri Warni, S.Pi

a. Tim SPI ditetapkan dengan Keputusan Kepala Pangkalan PSDKP Batam Nomor KEP.5/ LAN.2/HP.420/I/2020 Tentang Satuan Tugas Penanggung Jawab Penyelenggaraan SPIP Pangkalan Pengawasan SDKP Batam yaitu:

 Ketua Tim : Salman Mokoginta, S.St.Pi., M.Si

 Sekretaris : Muslani, S.St.Pi., M.H

 Koordinator 1 : Martin Yermias L, S.H, M.Si

 Koordinator 2 : Muhamad Syamsu Rokhman, S.Pi

 Anggota : Dea Mutiara Nabila, S.Pi

 Anggota : Fabriansyah Adrianto, S.St.Pi

 Anggota :Tri Warni, S.Pi.

 Anggota : Hasnul Barki, S.PKP

 Anggota : Heri Setiawan, S.Pi

 Anggota : Fitria Anggraini, S.Pi

 Anggota : Tara Pitaloka, Amd.Pi

2.3 Kondisi Pelaksanaan SPIP UPT Pangkalan PSDKP Batam

Desain Penyelenggaraan SPIP disesuaikan dengan karakteristik, fungsi, sifat, tujuan dan kompleksitas serta perencanaan anggaran, dimaksudkan untuk mendekatkan konsep pengendalian intern terhadap kegiatan di UPT Pangkalan PSDKP Batam. Untuk kemudahan dan kelancaran penyelenggaraan SPIP dilakukan pengintegrasian antar unsur SPIP dan pengaturan langkah-langkah yang dilaksanakan dalam mengembangkan masing-masing unsur sebagai bentuk konkrit penyelenggaraan SPIP. Penyelenggaraan SPIP di lingkungan UPT Pangkalan PSDKP Batam dimulai dari pemahaman terhadap peran strategis organisasi. Dengan mengacu kepada tugas, fungsi dan peran dan definisi SPIP dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 10 Tahun 2016, maka penyelenggaraan SPIP pada UPT Pangkalan PSDKP Batam merupakan suatu proses yang integral atas tindakan manajerial dan kegiatan operasional yang dilakukan secara terus menerus oleh seluruh pejabat struktural dan pegawai,

(15)

8 untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan UPT Pangkalan PSDKP Batam melalui:

a. Kegiatan yang efektif dan efisien;

b. Keandalan pelaporan keuangan;

c. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan;

d. Pengamanan aset di lingkungan UPT Pangkalan PSDKP Batam.

Penerapan 8 (delapan) unsur SPIP dilaksanakan menyatu serta menjadi bagian integral dari akuntabilitas seluruh kegiatan UPT Pangkalan PSDKP Batam yang meliputi:

2.2.1 Lingkungan Pengendalian

Lingkungan pengendalian adalah kondisi dalam Instansi Pemerintah yang memengaruhi efektivitas pengendalian intern. Unsur ini menekankan bahwa Pimpinan Instansi Pemerintah dan seluruh pegawai harus menciptakan dan memelihara keseluruhan lingkungan organisasi sehingga dapat menimbulkan perilaku positif dan mendukung pengendalian intern dan manajemen yang sehat.

Lingkungan pengendalian dapat diwujudkan melalui:

1. Penegakan integritas dan nilai etika;

2. Komitmen terhadap kompetensi;

3. Kepemimpinan yang kondusif;

4. Pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan;

5. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat;

6. Penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sumber daya manusia;

7. Perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah yang efektif;

8. Hubungan kerja yang baik dengan Instansi Pemerintah terkait.

2.2.2 Penilaian Resiko

Penilaian risiko adalah kegiatan penilaian keseluruhan proses atau aktivitas yang meliputi identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko atas kemungkinan kejadian yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah.

Penilaian risiko dimaksudkan untuk mengidentifikasi, mengukur, mengantisipasi, dan menetapkan cara menangani risiko secara efektif dan efisien. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, bahwa pimpinan instansi pemerintah wajib melakukan penilaian

(16)

9 risiko, menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, dan sifat dari tugas dan fungsi instansi pemerintah yang bersangkutan, dan kegiatan pengendalian harus dikaitkan dengan proses penilaian risiko.

Pelaksanaan kegiatan pengendalian tidak dapat dilepaskan dari adanya risiko dan adanya kewajiban pimpinan untuk mengendalikan risiko dalam suatu instansi. Untuk mengetahui adanya risiko dalam suatu instansi yang berasal dari kegiatan dan aktivitas maka diperlukan adanya penilaian risiko. Salah satu titik tolak dalam kegiatan pengendalian adalah penilaian risiko, sehingga penilaian risiko menjadi tahapan yang penting bagi pimpinan instansi pemerintah untuk menjalankan pengendalian dalam rangka mencapai suatu tujuan instansi.

Kepala Pangkalan PSDKP Batam sebagai pemilik risiko berkewajiban:

a. Menyusun rencana pengendalian terhadap rencana kebijakan dan kegiatan/aktivitas melalui pelaksanaan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko sebagai dasar untuk pelaksanaan kegiatan pengendalian;

b. Mengendalikan risiko dalam pelaksanaan seluruh kegiatan pemerintahan di lingkungannnya dengan mengintegrasikan pengendalian secara rutin, pengendalian berkala, dan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pertanggung jawaban, pemanfaatan dan evaluasi kinerja termasuk pembuatan kebijakan;

c. Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan pengendalian risiko dan memastikan risiko sudah diminimalisasi dan tidak menjadi hambatan dalam pencapaian tujuan.

2.2.3 Kegiatan Pengendalian

Kegiatan pengendalian adalah tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko serta penetapan dan pelaksanaan kebijakan dan prosedur untuk memastikan bahwa tindakan mengatasi risiko telah dilaksanakan secara efektif.

Unsur ini menekankan bahwa Pimpinan Instansi Pemerintah wajib menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran kompleksitas dan sifat dari tugas dan fungsi Instansi Pemerintah yang bersangkutan.

Penyelenggaraan SPIP diintegrasikan pada semua kegiatan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban sampai dengan pemanfaatan yang dilaksanakan melalui kegiatan pengendalian rutin,

(17)

10 pengendalian berkala, dan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko.

Pengendalian rutin meliputi: pengelolaan organisasi, Pengelolaan perencanaan, pengelolaan keuangan negara, pengelolaan kinerja, Pengendalian rutin dilaksanakan untuk mendeteksi dan mencegah adanya penyimpangan dan selanjutnya untuk segera dilakukan perbaikan agar tidak menimbulkan kesalahan dan kerugian. Pengendalian berkala meliputi:

a. Pengendalian kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola keuangan;

b. Pengendalian penyusunan anggaran;

c. Pengendalian barang/jasa;

d. Pengendalian Barang Milik Negara (BMN);

e. Pengendalian penyelesaian kerugian negara; dan f. Pengendalian penyerapan anggaran.

Pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko dirancang dan dimulai sejak perencanaan kebijakan dan kegiatan/aktivitas yang digunakan sebagai dasar menyusun rencana pengendalian dan menjadi data dukung dan dasar dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA). Pimpinan satuan kerja melakukan pengendalian yang lebih memadai dengan pendekatan manajemen risiko untuk mencapai tujuan suatu aktivitas/kegiatan apabila kebijakan dan aktivitas/kegiatan yang diperkirakan tidak cukup hanya dengan pengendalian rutin. maka untuk mencapai tujuan suatu aktivitas/kegiatan tersebut pimpinan satuan kerja sebagai pemilik risiko melakukan pengendalian yang lebih memadai dengan pendekatan manajemen risiko.

2.2.4 Informasi dan Komunikasi

Informasi adalah data yang telah diolah yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah. Sedangkan komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau informasi dengan menggunakan simbol atau lambang tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan umpan balik. Informasi harus dicatat dan dilaporkan kepada pimpinan Instansi Pemerintah dan pihak lain yang ditentukan. Informasi disajikan dalam suatu bentuk dan sarana tertentu serta tepat waktu sehingga memungkinkan pimpinan melaksanakan pengendalian dan tanggung jawabnya.

Dalam hal ini pimpinan Instansi Pemerintah wajib mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikasikan informasi dalam bentuk dan waktu yang tepat.

(18)

11 Untuk menyelenggarakan komunikasi yang efektif tersebut, pimpinan Instansi Pemerintah harus sekurang – kurangnya:

1. Menyediakan dan memanfaatkan berbagai bentuk dan sarana komunikasi;

dan

2. Mengelola, mengembangkan dan memperbarui sistem informasi secara terus menerus.

2.2.5 Pemantauan

Pemantauan pengendalian intern adalah proses penilaian atas mutu kinerja sistem pengendalian intern dan proses yang memberikan keyakinan bahwa temuan audit dan evaluasi lainnya segera ditindaklanjuti. Pemantauan harus dapat menilai kualitas kinerja dari waktu ke waktu dan memastikan bahwa rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya dapat segera ditindaklanjuti. Pemantauan juga berguna untuk mengidentifikasi dan mengatasi risiko utama seperti penggelapan, pemborosan, penyalahgunaan, dan salah-kelola (mismanagement).

Pimpinan instansi harus memberikan perhatian serius terhadap kegiatan pemantauan atas pengendalian intern dan perkembangan misi organisasi.

Pengendalian yang tidak dipantau dengan baik cenderung memberikan pengaruh yang buruk dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu. agar kegiatan pemantauan menjadi lebih efektif, seluruh pegawai perlu mengerti misi organisasi, tujuan, tingkat toleransi risiko dan tanggung jawab masing-masing.

Dalam menerapkan unsur SPIP, setiap pimpinan Instansi Pemerintah bertanggung jawab untuk mengembangkan kebijakan, prosedur dan praktik detail untuk menyesuaikan dengan kegiatan Instansi Pemerintah dan untuk memastikan bahwa unsur tersebut telah menyatu dan menjadi bagian integral dari kegiatan Instansi Pemerintah.

Untuk memperkuat dan menunjang efektivitas penyelenggaraan SPIP dilakukan pengawasan intern dan pembinaan penyelenggaraan SPIP, Pengawasan intern merupakan salah satu bagian dari kegiatan pengendalian intern yang berfungsi melakukan penilaian independen atas pelaksanaan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah. Lingkup pengaturan pengawasan intern ini mencakup kelembagaan, lingkup tugas, kompetensi sumber daya manusia, kode etik, standar audit, pelaporan, dan telaahan sejawat. Sedangkan Pembinaan penyelenggaraan SPIP meliputi penyusunan pedoman teknis penyelenggaraan, sosialisasi, pendidikan dan pelatihan, pembimbingan dan konsultansi SPIP, serta

(19)

12 peningkatan kompetensi auditor aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) pada setiap Instansi Pemerintahan.

(20)

13 BAB III

PENYELENGGARAN SPIP UPT PANGKALAN PSDKP BATAM 3.1 Pelaksanaan Pengendalian Rutin yang telah dilakukan

Pengendalian Rutin adalah pengendalian secara simultan terhadap proses bisnis kegiatan/ aktivitas sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku dan dilakukan setiap hari sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

pengendalian rutin dilaksanakan terhadap 8 kegiatan yaitu: 1) Organisasi, 2) Perencanaan, 3) Pelaksanaan Anggaran, 4) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), 5) Akuntansi dan Pelaporan, 6) Kerugian Negara, 7) Kepegawaian, dan 8) Kinerja. Pengendalian rutin telah dilakukan di Pangkalan PSDKP Batam dengan tujuan menciptakan pengendalian intern (internal control culture) dalam rangka menciptakan pengendalian intern yang handal agar tercapai keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efisien dan efektif, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan KKP, melalui pelaksanaan kegiatan pengendalian rutin (tabel pengendalian rutin terlampir).

3.2 Pelaksanaan Pengendalian Berkala yang telah dilakukan

Hasil pengendalian berkala dari UPT Pangkalan PSDKP Batam sampai dengan Triwulan III Tahun Anggaran 2020 adalah sebagai berikut:

3.1.1 Pengendalian Sumber Daya Manusia

Pangkalan PSDKP Batam pada Triwulan III Tahun 2020 mempunyai jumlah pegawai sabanyak 143 pegawai yang terdiri dari ASN dan PPNPN UPT Pangkalan PSDKP Batam serta tenaga kontrak Kapal Pengawas Perikanan 9 orang. Sedangkan PNS Pemerintah Daerah (PEMDA) yang diperbantukan di Satwas sebanyak 1 orang yaiut di Satwas SDKP Belitung. Berikut rincian pegawai berdasarkan penempatan kerja selama 3 (tiga) tahun terakhir:

(21)

14 No. Unit Kerja

PNS PUSAT PNS PEMDA Tenaga

Kontrak

Jumlah Orang 201

8 2019 2020 2018 2019 202

0 2018 2019 2020 201 8

201 9 2020 1 Pangkalan

PSDKP Batam 24 24 33 2 2 - 26 27 27 52 53 60 2 Satwas SDKP

Natuna 3 3 3 - - - 5 5 5 8 8 8

3 Satwas SDKP

Kep. Anambas 2 2 2 - - - 3 3 3 5 5 5 4 Satwas SDKP

Tanjungpinang 4 4 4 - - - 4 4 4 8 8 8 5 Satwas SDKP

Palembang 3 5 6 3 - - 5 5 5 11 10 11

6 Satwas SDKP Tj.

Jabung Barat 3 3 2 - - - 4 4 4 7 7 6 7 Satwas SDKP

Bangka 4 3 3 2 2 - 5 5 5 11 10 8

8 Satwas SDKP

Belitung 5 5 5 2 - 1 5 5 5 12 10 11

9 Awak Kapal

Pengawas 27 27 27 - - - 8 8 9 35 35 36 Total 75 76 85 9 4 1 65 66 67 149 146 153

Tabel 2. Rekapitulasi Pegawai Pangkalan PSDKP Batam

a) Tahun 2020 Triwulan III jumlah Pegawai Negeri Sipil Pangkalan PSDKP Batam sebanyak 152 pegawai. Pada tanggal 1 Oktober 2020 terdapat Rolling Awak Kapal Pengawas Perikanan baik itu ASN dan Tenaga Kontrak Pelaut. Terdapat 4 (Empat) orang PNS Awak Kapal Pengawas yang mutasi ke UPT lain yaitu Andi Rahmat Sawalludin (Markonis KP HIU 3), Adhi Krisna Toto Yulianto (Oiler KP HIU 3), Untung Kurniawan (Juru Mudi KP HIU 04), Adhi Susanto (serang KP HIU 6) dan terdapat 4 (Empat) PNS Awak kapal Pengawas Perikanana yang dimutasikan ke Kapal Pengawas Pangkalan PSDKP Batam yaitu Arief Faruddin (Markonis KP HIU 3), Siswo Wijanarko (Oiler KP HIU 3), Santang Yuana Putra (Oiler), dan Nurholis (Serang KP HIU 6) ;

(22)

15 b) Tahun 2020 Triwulan III terdapat 58 (empat puluh) orang pegawai kontrak di seluruh Satwas dan Wilker Lingkup Pangkalan PSDKP Batam dan 9 orang tenaga kontrak di Kapal Pengawas untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Pengawasan Pangkalan Pengawasan SDKP Batam;

c) Tenaga kontrak Awak Kapal Pengawas sebanyak 9 (sembilan) orang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pengawasan pada KP. HIU 03, 04 dan 06;

d) Tingkat pendidikan yaitu: Pascasarjana (S2) sebanyak 4 (empat) orang, Sarjana (S1) 33 (tiga puluh tiga) orang, D4 sebanyak 13 (tiga belas) orang, D3 sebanyak 10 (sepuluh) orang dan tingkat SLTA sebanyak 25 (dua puluh lima) orang;

e) Jumlah pegawai dengan kualifikasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan sebanyak 18 (delapan belas) orang;

f) Jumlah pegawai dengan kualifikasi Pengawas Perikanan sebanyak 32 (tiga puluh tiga) orang;

g) Jumlah pegawai dengan kualifikasi Polisi Khusus (Polsus) WP3K sebanyak 9 (sembilan) orang;

h) Data pegawai Pangkalan PSDKP Batam telah di input dalam data base SIMPEG KKP dan dilakukan update data apabila terdapat perubahan data pegawai; dan i) Peningkatan kedisiplinan pegawai dilakukan dengan menggunakan pemantauan

secara ketat melalui aplikasi epresensi.kkp.go.id saat hari kerja yang dimulai pagi pukul 08.00-09.00 dan sore pukul 16.00 untuk hari Senin – Kamis sedangkang untuk hari Jum’at sore pukul 16.30.

a. Kuasa Pengguna Anggaran, PPK, PPSPM dan Bendahara Pengeluaran Pejabat Pengelola Keuangan Negara ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. 82 /MEN/KU.611/2019 tentang perubahan kesatu atas keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.

79 /MEN/KU.611/2019 Tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran Pada Satuan Kerja Kantor Daerah (UPT) di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penguji Tagihan/Penandatanganan Surat Perintah Membayar (PPSPM), ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.21/ KPA- LAN.2/KU.611/II/2020 tentang perubahan kesatu atas keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. 10 /KPA-LAN.2/KU.611/1/2020 Tentang Penetapan

(23)

16 Pejabat Pembuat Komitmen dan Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar Pada Satuan Kerja UPT Pangkalan PSDKP Batam.

Bendahara Pengeluaran ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP. 1/ KPA-LAN.2/I/2020 Tentang Pengangkatan Bendahara Pengeluaran dan telah memiliki sertifikasi Bendahara Negara Tersertifikasi (BNT).

Susunan Pejabat Pengelolaan Keuangan Negara Pada Satuan Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pangkalan PSDKP Batam, yaitu adalah sebagai berikut:

 Kuasa Pengguna Anggaran : Salman Mokoginta, S.St.Pi., M.Si

 Pejabat Pembuat Komitmen : Martin Yermias L, S.H., M.Si (Kode Kegiatan 2350)

 Pejabat Pembuat Komitmen : Muslani, S.St.Pi., M.H (Kode Kegiatan 2351, 2352,

2353, 2355)

 PPSPM : Muhamad Syamsu Rokhman, S.Pi

 Bendahara Pengeluaran : Vina Maira Sari, S.Pi, BNT

Form Pengendalian Kapasitas SDM Pengelola Keuangan Negara pada Triwulan III Tahun Anggaran 2020 terlampir pada lampiran 1.

b. Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa

Penunjukan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa ditetapkan dengan Surat Keputusan KPA Nomor KEP.2 /KPA-LAN.2/KP.131/I/2020 tanggal 1 Januari 2020 tentang Penunjukkan Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Batam, yaitu Dea Mutiara Nabila, S.Pi dan telah memiliki sertifikasi Ahli Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah.

c. Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP)

Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) ditetapkan dengan Keputusan KPA Nomor KEP.22/ KPA-LAN.2/ KP.131/I/2020 tanggal 31 Januari 2020 Tentang Penunjukan Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) Satuan Kerja dan Pos Pengawasan Wilayah Kerja Pangkalan PSDKP Batam, yang terdiri dari 7 orang yang bertempat di Satwas PSDKP Bangka, dan Satwas PSDKP Belitung, Satwas PSDKP Tanjung Jabung Barat, Satwas PSDKP Palembang, Satwas PSDKP Tanjung Pinang, Satwas PSDKP Kepulauan Anambas, Satwas PSDKP Natuna.

(24)

17 d. Sistem Akuntansi Instansi

Tim Pelaporan Sistem Akuntansi Pemerintah ditetapkan dengan Keputusan KPA Nomor KEP.22/ KPA-LAN.2/ KP.131/I/2020 tanggal 31 Januari 2020 tentang Penunjukan Operator Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik/Kekayaan Negara (SIMAK-BMN) dan Sistem Keuangan Akuntansi (SAK) pada Pangkalan PSDKP Batam:

 Penanggung Jawab : Danar Riangga, S.Pi

 Ketua : Seivo Greivo Wewengkang, A.Md

 Operator SAI : Tara Pitaloka, A.Md.Pi

 Operator BMN : Tri Warni, S.Pi

3.1.2 Pengendalian Laporan Keuangan

Anggaran Satuan Kerja Pangkalan Pengawasan SDKP Batam berdasarkan DIPA-032.05.2.325156/2020 tanggal 12 November 2019 Tentang Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran/DIPA Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp.53,737,619,000, Sampai dengan Triwulan III telah dilakukan Empat kali revisi yaitu tanggal 13 Januari 2020 (Kanwil DJPb) dan 20 Februari 2020 (Kanwil DJPb), 29 April 2020 (Kewenangan DJA) dan tanggal 19 Juni 2020, 8 September 2020(DJA), dan 29 September 2020 (Kanwil DJPb). Realisasi Anggaran sampai dengan Triwulan III TA 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel 3. Realisasi Anggaran Tanggal s/d 30 Juni 2020

No Jenis Belanja Pagu Realisasi %

1 Belanja Pegawai 9.344.014.000 6.630.812.792 70.98 2 Belanja Barang 27.575.841.000 15.720.934.116 57.54 3 Belanja Modal 16.820.764.000 6.665.855.535 39.07

Jumlah 53.737.619.000 29.107.602.443 54.01

Sumber: Laporan Realisasi Anggaran (Om Span-Kemenkeu) Tahun 2020 Pangkalan PSDKP Batam.

Kegiatan yang telah dilakukan dalam pengendalian Laporan Keuangan adalah sebagai berikut:

a. Bendahara pengeluaran bertanggung jawab atas Uang Persediaan (UP) dan telah melakukan penatausahaan keuangan melalui Buku Kas Umum

(25)

18 (BKU), menguji dan meneliti kelengkapan perintah pembayaran yang diterbitkan PPK;

b. Bendahara Pengeluaran telah melakukan pemotongan/pemungutan penerimaan Negara dan menyampaikan laporan pajak bulanan ke KPP Pratama Batam;

c. Bendahara Pengeluaran telah menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Bendahara setiap bulan dan disampaikan ke KPPN Batam paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya;

d. Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) telah melakukan transaksi UP, melakukan pembayaran dan pengujian atas tagihan UP serta melakukan pemotongan/pemungutan penerimaan Negara;

e. Pengendalian terhadap kewajiban penyetoran pajak, PNPB, dan sisa uang ke kas negara sesuai dengan peraturan perundang-undangan berkenan dengan batas waktu penyetorannya telah sesuai ketentuan.

f. KPA telah melakukan pemeriksaan kas terhadap bendahara pengeluaran dan/atau Bendahara Penerimaan sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan sekali dalam 1 (satu) tahun anggaran.

g. Operator SAK akan melakukan rekonsiliasi transaksi keuangan dengan KPPN Batam melalui e-rekon paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya.

3.1.3 Pengendalian Laporan Barang Milik Negara (BMN)

Kegiatan yang telah dilakukan dalam pengendalian Laporan BMN adalah sebagai berikut:

a. Operator BMN mencatat setiap perolehan BMN dan melakukan pemberian label pada setiap aset BMN;

b. Operator BMN akan melakukan rekonsiliasi data BMN dengan Kepala KPKNL Batam untuk bulan Januari - September 2020 dan akan dituangkan dalam BA Rekonsiliasi.

c. Petugas persediaan akan melakukan opname barang persediaan per bulan mulai Januari S/d September 2020 dan akan dituangkan dalam BA Opname Fisik Persediaan.

(26)

19 Tabel 4. Laporan Posisi BMN per tanggal 30 September 2020 No

Akun Neraca Jumlah

Kode Uraian Nilai BMN Akumulasi

Penyusutan Nilai Netto

1 131111 Tanah 34,620,380,150 0 34,620,380,150

2 132111 Peralatan dan Mesin 36,058,696,527 31,698,760,342 4,359,936,185 3 133111 Gedung dan

Bangunan 37,845,038,015 5,920,878,596 31,924,159,419 4 134111 Jalan, Irigasi dan

Jaringan 38,610,411,050 10,608,467,884 28,001,943,166 5 135111 Aset Tetap dalam

renovasi - - -

6 135121 Aset tetap lainnya - - -

No

Akun Neraca Jumlah

Kode Uraian Nilai BMN Akumulasi

Penyusutan Nilai Netto 8 166112 Aset Tetap yang

tidak Digunakan 2.001.532.970 1.945.097.658 56,435,312

JUMLAH 147,134,525,742 50,173,204,480 98,962,854,232

3.1.4 Pengendalian Terhadap Pengadaan Barang dan Jasa

Kegiatan yang telah dilakukan dalam pengendalian terhadap pengadaan barang dan jasa adalah:

a. KPA telah menyusun rencana pengadaan barang dan jasa untuk Tahun Anggaran 2020 dan telah diumumkan secara terbuka melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP);

b. PPK telah membuat, menandatangani dan melaksanakan perjanjian/kontrak dengan penyedia Barang/Jasa;

c. PPK telah menandatangani Pakta Integritas sebelum pelaksanaan pengadaan barang dan jasa;

d. Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa melaksanakan proses pengadaan dengan berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang perubahan kedua Perpres Nomor 54 Tahun 2010 tentang Barang dan Jasa sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015;

(27)

20 e. Pejabat Penerima Barang dan Jasa telah melakukan pemeriksaan terhadap barang dan jasa sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dan hasilnyadituangkan dalam BA Pemeriksaan dan Penerimaan Barang dan Jasa;

f. Pengadaan Barang/Jasa yang telah dilaksanakan Per tanggal 30 September 2020 adalah sebagai berikut:

(28)

21

Nama Paket PBJ Pagu (Rp)

KONTRAK

PERKEMBANGAN KEG.

HPS (Rp) TGL NOMOR NILAI (Rp) PENYEDIA Pengadaan BBM 14.486.946.000 14.486.946.000 13 Januari 2020 009/F10230/2020-S3 14.486.946.000 PT Pertamina

(Persero) Penunjukan Langsung Pengadaan Suku Cadang

dan Perlengkapan Kapal Pengawas

600.000.000 -

- - - -

Belum Lelang Pengadaan Perangkat

Pengolah Data dan Komunikasi

59.000.000 59.000.000

- - - - Proses pemesanan (e-

purchasing) Pengadaan Peralatan

Pelayanan SKAT 26.000.000 - - - -

Belum Lelang Pengadaan Peralatan

Fasilitas Perkantoran 26.000.000 26.000.000 - - - -

Belum Lelang

Pengadaan Kapal Pengawas Kelas C Pangkalan PSDKP Batam

42.243.310.000 32.696.605.153 10 Februari 2020 SP.401/PPK/Lan.2/PL.

421/II/2020 29.715.253.700 PT. Palindo Marine Batam

Pembayaran Uang Muka tgl 6 Maret 2020

Rp. 5,943,050,740 Supervisi Pengadaan Kapal

Pengawas Kelas C Pangkalan PSDKP Batam

470.000.000 419.298.000 10 Februari 2020 SP.403/PPK/Lan.2/PL.

421/II/2020 369.380.000 PT. Mulia

Arthaloka Sudah Lelang Renovasi Steiger

Pangkalan PSDKP Batam 396.000.000 - - - - -

Persiapan lelang Perencanaan Renovasi

Steiger Pangkalan PSDKP Batam

64.582.000

- - - - -

Persiapan lelang Pengawasan Renovasi

Steiger Pangkalan PSDKP Batam

38.601.000

- - - - -

Belum Lelang Pengadaan Kendaraan

Khusus AKT dan Barang Bukti

451.403.000 451.403.000

- - - -

Proses pemesanan (e- purchasing)

Tabel 5. Rekap Pengadaan Barang dan Jasa

(29)

22 3.2.1 Pengendalian terhadap Pengadaan Barang dan Jasa

Kegiatan yang telah dilaksanakan dalam pengendalian pelaksanaan anggaran dan kegiatan adalah sebagai berikut:

a. Kegiatan telah disusun berdasarkan visi dan misi KKP, Unit Eselon I, IKU, IKK, serta tugas dan fungsi UPT Pangkalan Pengawasan SDKP Batam;

b. Dalam penyusunan anggaran telah menyesuaikan dengan Standar Biaya Masukan (SBM) dan Standar Biaya Kegiatan (SBK) Tahun Anggaran 2020;

c. Menyusun rencana pelaksanaan kegiatan dan Rencana Penarikanan Dana (RPD) untuk tahun anggaran 2020;

d. Menyusun hasil pelaksanaan kegiatan dalam bentuk laporan kegiatan, melaksanakan rapat bulanan setiap bulan pada minggu pertama untuk monitoring dan evaluasi terhadap pencapaian kinerja, realisasi atau serapan anggaran, serta untuk mengetahui kendala yang timbul. Hasil tersebut dituangkan ke dalam laporan bulanan Pangkalan Pengawasan SDKP Batam untuk selanjutnya dilaporkan ke unit Eselon I.

e.Target penyerapan anggaran per 30 September 2020 adalah Rp 39.322.781.000 atau 73,72%, dengan realisasi anggaran sebesar Rp29.107.602.443 atau sebesar 54.01% %.

Gambar 1. Grafik realisasi anggaran terhadap Pagu anggaran per 30 September 2020

0 5,000,000 10,000,000 15,000,000 20,000,000 25,000,000 30,000,000

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

Grafik Realisasi Anggaran terhadap Pagu Anggaran Tahun 2020

Pagu Anggaran Target Realisasi

(30)

23 3.3 Pelaksanaan Pengendalian dengan Pendekatan MR yang telah

dilakukan:

Tim SPIP Pangkalan PSDKP Batam bersama para kepala seksi selaku pemilik kegiatan telah melakukan identifikasi dan penyusunan rencana pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko untuk kegiatan Tahun Anggaran 2020, adapun hasil identifikasi dan penyusunan dokumen MR Stasiun PSDKP Batam telah ditetapkan sebanyak 5 kegiatan dengan 1 kegiatan yang dinilai memiiki risiko yang tinggi yaitu kegiatan Pemantauan dan Operasi Armada, dengan output kegiatan Pembangunan Kapal Pengawas Tipe C. Pelaksanaan kegiatan pengendalian dengan pendekatan manajemen risiko yang telah dilakukan oleh Pangkalan PSDKP Batam sampai dengan triwulan III tahun 2020 adalah sebagai berikut:

1) Pemantauan Pembangunan Kapal Pengawas Tipe C

Pekerjaan Pengadaan Kapal Pengawas Kelas C dengan penilaian resiko yang meliputi penilaian dengan tahap:

- Perencanaan

Perencanaan kegiatan Pembangunan Kapal Pengawas Kelas C dilakukan dengan metode penunjukan langsung terhadap Konsultan Perencana dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yaitu Lembaga Pemerintah Non Departemen Republik Indonesia yang berada dibawah Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Perencanaan dilakukan dengan menggunakan DIPA Tahun Anggaran 2019 milik Direktorat Pemantauan dan Operasi armada, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

- Pemilihan Penyedia

Pemilihan penyedia Pengadaan Kapal Pengawas Kelas C melalui mekanisme tender untuk pelaksanaan pengadaan barang dengan nilai HPS Rp.

32.696.605.153,30. Tender dilaksanakan pada Bulan Januari 2020 dengan PT. Palindo Marine sebagai pemenang dengan nilai penawaran hasil reverse auction Rp. 29.715.253.700,00. Pekerjaan Pengadaan Kapal Pengawas Kelas C dilaksanakan sesuai Kontrak Perjanjian Kerja Nomor.

SP.401/PPK/Lan.2/PL.421 /II/2020 tanggal 10 Februari 2020 dengan nilai kontrak Rp. 29.715.253.700,00 termasuk PPN 10%, namun dengan pertimbangan bahwa Kota Batam tidak ada PPN 10% sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2011 sehingga dilakukan addendum I

(31)

24 tgl 24 April 2020 dengan nilai Kontrak sebesar Rp. 27.013.867.000,00 dengan waktu kontrak multi years dengan waktu penyelesaian pekerjaan selama 390 hari kalender atau sampai dengan tanggal 5 Maret 2021 dengan progrs fisik 65% pada akhir tahun 2020 dan 35% pada tahun anggaran 2021.

- Pelaksanaan Seleksi

Pemilihan penyedia Supervisi Pengadaan Kapal Pengawas Kelas C melalui mekanisme seleksi untuk jasa konsultan superivisi dengan nilai HPS Rp.

419.298.000,00. Seleksi dilaksanakan pada Bulan Januari 2020 dengan pemenang tender adalah PT. Mulia Arthaloka dengan nilai penawaran hasil negosiasi Rp. 369.380.000,00.

Hasil monitoring Tim SPIP Pangkalan PSDKP Batam sesuai dengan Surat Tugas Kepala Pangkalan PSDKP Batam Nomor 1770/Lan.2/KP.444/VI/2020 tanggal 26 Juni 2020, Perihal tugas monitoring dan pemantauan dalam rangka pengendalian pembangunan kapal pengawas kelas C progres pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan Kapal Pengawas Kelas C pada minggu ke – 34 adalah sebesar 59.41% dari target 49.26% dengan deviasi +10.15%;

Sehubungan dengan keadaan darurat wabah COVID-19 yang dimulai pada bulan Maret tahun 2020 dengan pertimbangan kebijakan nasional untuk penghematan anggaran yang akan digunakan untuk penanganan COVID-19, maka Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) melalui surat yang ditujukan kepada Kepala Pangkalan PSDKP Batam Nomor. 08449/DJPSDKP/IV/2020 tanggal 21 April 2020 Perihal Pelaksanaan Pengadaan Kapal Pengawas Tahun 2020. Salah satu poin dalam amanat surat Dirjen PSDKP adalah telah disepakati dan ditetapkan bahwa alokasi anggaran pengadaan kapal pengawas kelas C pada Ditjen PSDKP dikurangi untuk pemotongan anggaran sebesar Rp.

25.000.000.000,00 dan pelaksanaannya diperpanjang waktu pelaksanaannya dari single year menjadi multi years. Pemotongan anggaran lingkup Ditjen PSDKP dari nilai Rp. 25.000.000.000,00 untuk Pangkalan PSDKP Batam sendiri dilakukan pemotongan sebesar Rp. 12.500.000.000,00. Sebelumnya pagu anggaran Pangkalan PSDKP Batam untuk Pengadaan Kapal Pengawas Kelas C sebesar Rp. 42.243.310.000,00 kemudian di relokasi ke Ditjen Perikanan Budidaya sebesar Rp. 6.725.000.000,00, kemudian penghematan I sebesar Rp. 7.496.981.000,00, kemudian penghematan II seperti yang disebutkan diatas sebesar Rp. 12.500.000.000,00. Sehingga pagu akhir

(32)

25 menjadi Rp. 15.521.329.000,00. Sehingga Pembayaran dilakukan Menjadi 2 Termin :

Termin I sebesar Rp. 15.521.329.000,- dikurangi uang muka sebesar 5.943.050.740 yang akan dibayarkan bila presentasi pekerjaan mencapai 65% pada tahun anggaran 2020.

Termin II sebesar Rp. 11.492.538.000,- bila pekerjan selesai 100% pada tahun anggaran 2021.

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2020 - Perencanaan

Melakukan pemeriksaan intensif terhadap penyusunan maker list Pengadaan yaitu dengan Rapat yang dilakukan PPK dengan Dit Pengelola Operasi Armada dengan dokumen pengendalian yaitu Maker List Pengadaan Kapal Pengawas, dan Pemantauan pelaksanaan pekerjaan secara berkala dengan dokumen perencanaan pembangunan kapal pengawas, Penyesuaian Gambar dengan HPS dilakukan review gambar perencanaan oleh PPK yaitu dengan perbaikan gambar yang sudah di approve BKI (Badan Kualifikasi Indonesia), penyusunan HPS dilakukan review harga hasil perencanaan sebelum penetapan HPS dengan menyiapkan Dokumen persiapan tender.

- Pelaksanaan Tender

jadwal yang ditetapkan oleh Pokja telah sesuai dengan ketentuan yaitu berupa jadwal tender, calon penyedia memenuhi syarat kualifikasi tender yaitu dengan dokumen Berita acara hasil pemeriksaan,

- Pelaksanaan Pekerjaan

PPK melakukan koordinasi dengan pihak penyedia dalam rangka pencegahan keterlambatan waktu pelaksanaan yang disebabkan bencana nasional covid 19 dan meminta penyedia untuk mempercepat proses adendum dengan ketentuan hasil kick off meeting dengan dokumen Surat PPK ke Penyedia Nomor (1146/Lan.2/PL.321/IV/2020 perihal pemberitahuan pemotongan pagu anggaran pengadaan kapal pengawas Tipe C Pangkalan PSDKP Batam), Melakukan pembayaran sesuai jadwal yang tercantum pada SSKK realisasinya adalah PPK mendaftarkan kontrak tepat waktu ke KPPN Batam dengan dokumen pendukung SP2D Pembayaran uang muka pembangunan kapal pengawas tipe C.

Pemantauan pelaksanaan pekerjaan secara berkala yaitu Melakukan pengawasan berkala dengan menempatkan tim supervisi pembangunan

(33)

26 kapal yang secara rutin melaporkan progress pembangunan kapal dalam bentuk dokumen 1. Laporan Mingguan, 2. Laporan Kurva S Mingguan, 3.

Laporan Bulanan Soft copy maupun Hardcopy, 4. Laporan Bulanan Kurva S hardcopy maupun softcopy.

Sumber: Laporan Minggu ke 34 Progres Pembangunan Kapal Pengawas Kelas C oleh PT. Mulia Arthaloka

Gambar 2. Progress Pembangunan Kapal Pengawas Kelas C oleh PT. Mulia Arthaloka

Gambar 3. Monitoring Tim SPIP pada Pelaksanaan Pekerjaan Kapal

Pengawas Kelas C di Galangan Kapal PT. Palindo Marine, Batam.

(34)

27

 Analisis sisa Resiko

Pangkalan PSDKP Batam telah melakukan langkah pengendalian, akan tetapi belum efektif akibat pandemi covid-19 yang mengakibatkan pekerjaan tidak terlaksana tepat waktu sesuai perencanaannya.

2) Kegiatan Pengawasan Sumber Daya Kelautan

Kegiatan Pengawasan Sumber Daya Kelautan tidak terdapat kategori dengan resiko tinggi dengan penilaian sebanyak 6 komponen dan dijelaskan sebagai berikut :

 Realisasi Rencana Pengandalian a. Pengawasan Konservasi

Pengawasan Konservasi dengan resiko yaitu Nelayan masih menangkap ikan di Kawasan konservasi, masyarakat memanfaatkan kawasan mangrove atau melakukan penebangan pohon mangrove, kegiatan penangkapan ikan tidak ramah lingkungan didaerah terumbu karang untuk meminimalisir resiko tersebut maka dilakukan pengawasan Kawasan konservasi oleh pengawas perikanan.

b. Pengawasan Pengelolaan Jenis ikan yang dilindungi

Pengawasan Pengelolaan Jenis ikan yang dilindungi dengan resiko Pemanfaatan berlebih terhadap jenis ikan yang dilindungi/ atau Apendiks Cites, untuk meminimalisir resiko tersebut maka dilakukan pengawasan Pengelolaan Jenis ikan yang dilindungi oleh pengawas perikanan.

c. Pengawasan pengelolaan jasa kelautan

Pengawasan pengelolaan jasa kelautan dengan resiko Lokasi tempat usaha tidak sesuai dengan perizinan untuk meminimalisir resiko tersebut maka dilakukan pengawasan pengelolaan jasa kelautan oleh pengawas perikanan.

d. Pengawasan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil

Pengawasan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan resiko Lokasi tempat usaha pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil tidak sesuai dengan perizinan untuk meminimalisir resiko tersebut maka dilakukan pengawasan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil oleh pengawas perikanan.

(35)

28 e. Pengawasan Pemanfaatan Ruang Laut Nasional

Pengawasan Pemanfaatan Ruang Laut Nasional dengan resiko Beberapa UPI belum memiliki sarana IPAL atau tidak difungsikannya IPAL yang dimiliki, untuk meminimalisir resiko tersebut maka dilakukan pengawasan Pemanfaatan Ruang Laut Nasional oleh pengawas perikanan.

f. Pengawasan Destructive Fishing

Pengawasan destructive fishing dengan resiko Nelayan yang menggunakan bahan atau API yang tidak ramah lingkungan untuk meminimalisir resiko tersebut maka dilakukan pengawasan Destructive Fishing oleh pengawas perikanan.

 Analisis sisa Resiko

Realisasi pengendalian atas kegiatan tersebut dianggap telah efektif, sehingga mitigasi atas sisa resiko terkait kegiatan pengawasan Sumber Daya Kelautan tidak ada hambatan.

3) Kegiatan Pengawasan Sumber Daya Perikanan

 Realisasi Rencana Pengendalian Triwulan III Tahun 2020

Memeriksa Administrasi dan Fisik Kapal Perikanan memiliki faktor resiko yaitu Usaha perikanan tangkap yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk meminimalisir hal tersebut maka melakukan pengawasan dan memeriksa dokumen kelengkapan administrasi sesuai dengan fisik kapal perikanan oleh pengawas perikanan.

 Analisis Sisa Resiko

Realisasi pengendalian atas kegiatan tersebut dianggap telah efektif, sehingga mitigasi atas sisa resiko terkait kegiatan pengawasan Sumber Daya Perikanan tidak ada hambatan.

(36)

29 4) Kegiatan Penanganan Pelanggaran Bidang Kelautan dan Perikanan

Faktor risiko yang tinggi pada kegiatan penanganan pelanggaran bidang kelautan dan perikanan adalah kegiatan Penanganan TPKP. Adapun penjelasan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai berikut:

 Awak Kapal TPKP tidak Tertangani secara efektif dan effisien

Sebab Terbatasnya Jumlah Tenaga Keamanan dan memberikan dampak Awak Kapal yang ditahan melarikan diri dari rumah detensi.

 Tidak terpenuhinya Hak dasar Kemanusiaan

- Sebab Verifikasi status kewarganegaraan di kedutaan Negara yang Bersangkutan membutuhkan waktu yang lama yang memberikan dampak proses penyerahan ke imigrasi terhambat dan terjadi penumpukan awak kapal non justisia

- Biaya makan di PSDKP Batam terbatas di tingkat penyidikan (max 30 hari) namun WNA berada di PSDKP Batam melebihi tingkat penyidikan.

- Banyaknya awak kapal yang sakit terkadang sakit berat;

Sarana dan Prasarana tidak memadai sehingga menyebabkan terjadi over capacity dan rawan terjadi konflik antar penghuni awak kapal sehingga respon terhadap resiko tersebut adalah Surat pemindahan awak kapal ke Rudenim.

 Realisasi Rencana Pengendalian

Pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan Penanganan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan sampai dengan triwulan III tahun 2020 adalah : - Koordinasi percepatan pemindahan dan pemulangan dengan pihak imigrasi dengan dokumen Surat Pemindahan awak kapal ke Rudenim.

- Permohonan bantuan biaya yang tidak dapat terakomodir ke Ditjen PSDKP/Dit. Penanganan Pelanggaran yaitu melalui surat permohonan bantuan biaya ke Ditjen PSDKP/Dit. Penanganan Pelanggaran.

-Pengajuan penambahan / perluasan rumah penampungan sementara.

 Analisis Sisa Resiko

Hambatan Pada kondisi pandemi COVID - 19 di tingkat penyidikan tidak dianggarkan pemeriksaan Rapid Test khusus untuk awak kapal tangkapan sehingga rekomendasi perbaikan adalah dibuatkan anggaran khusus pemeriksaan Rapid Test khusus untuk awak kapal asing untuk mengantisipasi/ mencegah penularan COVID – 19.

(37)

30 5) Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Faktor risiko yang tinggi pada kegiatan ini adalah kegiatan pemeliharaan Gedung dan Bangunan dimana resiko yang ditetapkan adalah Nilai yang tercantum dalam HPS lebih tinggi / rendah dibandingkan dengan survey harga pasar. Adapun rencana pengendalian yang dilakukan Penyusunan HPS melakukan survey harga pasar di wilayah setempat.

 Realisasi Rencana Pengendalian:

Realisasi kegiatan pengendalian sampai dengan triwulan III TA. 2020 adalah dengan Pengawasan penyusunan Repair list Pemeliharaan Gedung dan Bangunan dengan Dokumen Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) Pemeliharaan Bangunan Pendukung PSDKP Batam Tahun Anggaran 2020, Pemilihan Pengadaan Langsung pekerjaan konstruksi Nomor 2196/PPBJ/Lan.2/PL.430.VIII/2020 dan Dokumen kerangka acuan kerja pengadaan jasa konstruksi.

 Analisis Sisa Resiko

Realisasi pengendalian atas kegiatan tersebut dianggap telah efektif, sehingga mitigasi atas sisa resiko terkait Penyusunan HPS, Pemilihan Pengadaan Langsung pekerjaan konstruksi, dokumen pertanggungjawaban ke Pangkalan PSDKP Batam sudah bisa diatasi.

(38)

31 BAB IV

MONITORING EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PELAKSANAN SPIP LINGKUP UPT PANGKALAN PSDKP BATAM

5.1 Monitoring Evaluasi Pelaksanaan SPIP a. Saran atau Rekomendasi Sebelumnya

Saran Rekomendasi Untuk Triwulan IV Tahun 2020 yaitu Perlunya Menginformasikan SPIP pada Wilker serta Satwas Lingkup Pangkalan PSDKP Batam.

b. Rekomendasi

Perlunya Sinkronisasi Data Dukung Implementasi SPIP seperti Dokumen Persuratan, Notulensi dan lain – lain.

5.2 Tindak Lanjut Evaluasi Pelaksanaan SPIP

Tindak lanjut laporan monev triwulan II tahun 2020 adalah menginformasikan SPIP kepada seluruh Pegawai UPT Pangkalan PSDKP Batam.

(39)

32 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

1. Sumberdaya Manusia Pangkalan PSDKP Batam pada Tri Wulan III Tahun 2020 mendapat tambahan sejumlah 10 (sepuluh) orang pegawai dari Penyuluh Perikanan, BRSDMKP;

2. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terdiri dari 2 (dua) orang Pejabat yaitu PPK untuk kegiatan 2350 dan PPK untuk kegiatan 2351, 2352, 2353 dan 2355;

3. Hasil monitoring Tim SPIP Pangkalan PSDKP Batam sesuai dengan Surat Tugas Kepala Pangkalan PSDKP Batam Nomor 1770/Lan.2/KP.444/VI/2020 tanggal 26 Juni 2020, Perihal tugas monitoring dan pemantauan dalam rangka pengendalian pembangunan kapal pengawas kelas C progres pelaksanaan Pekerjaan Pengadaan Kapal Pengawas Kelas C pada minggu ke 34 adalah sebesar 59.41%

dari target 49.26% dengan deviasi +10.15%;

4. Kegiatan dengan Resiko Sedang Yaitu Pengawasan Sumber Daya Kelautan, Pengawasan Sumber Daya Perikanan, Pengawasan Penanganan Pelanggaran Bidang Kelautan dan perikanan.

5. Realisasi Anggaran sampai dengan Triwulan III TA 2020 atau per 30 September 2020 adalah sebesar Rp. 29.017.602.443 atau sebesar 54.01 % dari total pagu anggaran Rp. 53.737.619.000;

6. Target penyerapan anggaran per 30 September 2020 adalah Rp.

39.322.781.000 atau 73,72%.

6.2 Saran

Mengingat masih adanya kelemahan dalam implementasi SPIP lingkup Pangkalan PSDKP Batam, maka diperlukan komitmen yang kuat baik dari pimpinan maupun seluruh pegawai dalam bentuk upaya strategis dan konkrit untuk meningkatkan kualitas implementasi SPIP di masa yang akan datang.

Figur

Gambar 1. Struktur Organisasi Pangkalan PSDKP Batam Kepala Pangkalan PSDKP

Gambar 1.

Struktur Organisasi Pangkalan PSDKP Batam Kepala Pangkalan PSDKP p.12
Tabel 1. Satuan Pengawasan (Satwas) dan Wilayah Kerja (Wilker Lingkup  Pangkalan PSDKP Batam

Tabel 1.

Satuan Pengawasan (Satwas) dan Wilayah Kerja (Wilker Lingkup Pangkalan PSDKP Batam p.13
Tabel 2. Rekapitulasi Pegawai Pangkalan PSDKP Batam

Tabel 2.

Rekapitulasi Pegawai Pangkalan PSDKP Batam p.21
Tabel 3. Realisasi Anggaran Tanggal s/d 30 Juni 2020

Tabel 3.

Realisasi Anggaran Tanggal s/d 30 Juni 2020 p.24
Tabel 5. Rekap Pengadaan Barang dan Jasa

Tabel 5.

Rekap Pengadaan Barang dan Jasa p.28
Grafik Realisasi Anggaran terhadap Pagu  Anggaran Tahun  2020

Grafik Realisasi

Anggaran terhadap Pagu Anggaran Tahun 2020 p.29
Gambar  2.  Progress  Pembangunan  Kapal  Pengawas  Kelas  C  oleh  PT.  Mulia                   Arthaloka

Gambar 2.

Progress Pembangunan Kapal Pengawas Kelas C oleh PT. Mulia Arthaloka p.33

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di