• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dari tahun ke tahun pertumbuhan ekonomi di Indonesia terus meningkat. Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2013 meningkat dari 5,63% (year on year) pada triwulan III 2013 menjadi 5,72%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2013 tercatat 5,78%. Hal tersebut di sampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara.

(sumber:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/02/13/1701467/BI.Pert umbuhan.Ekonomi.Indonesia.Lebih.Baik.dari.Perkiraan).

Pertumbuhan ekonomi ini mempengaruhi berbagai industri salah satu industri yang ikut terpengaruh oleh meningkatnya ekonomi di indonesia adalah industri makanan dan minuman ringan. “ Pangsa pasar produk makanan dan minuman impor pada tahun lalu mencapai 6%, setara US$

4miliar dari total omset industri makanan dan minuman nasional. “ ungkap Franky Sibarani, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). Franky menjelaskan akibat permintaan meningkat maka pangsa pasar makanan dan minuman impor naik 8%.

(sumber: http://www.kemenperin.go.id/artikel/5356/Pangsa-Pasar-Mamin Impor-Naik-8).

Hal ini ikut berpengaruh pada peningkatan penjualan di PT Ranjani Jaya Lestari. Oleh karena itu agar perusahaan tetap bisa berjalan dan tidak mengalami kehancuran diperlukan berbagai macam cara agar tidak dapat di goyahkan oleh pesaing baru maupun pesaing lama.

Salah satu aspek penting dalam keberhasilan suatu perusahaan dalam bersaing adalah melalui kelancaran proses sistem distribusi kepada berbagai segmen tertentu pada daerah geografis yang berbeda.Menurut Warren J Keegan (2004), saluran distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri. Sedangkan menurut Philip Kotler

1

(2)

(2007:122) saluran distribusi adalah suatu perangkat organisasi yang tergantung yang tercakup dalam proses yang membuat produk atau jasa menjadi untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis. Pemilihan saluran distribusi ini sangat penting sebab kesalahan dalam pemilihan saluran yang dipergunakan dapat memperlambat atau menghambat usaha penyaluran barang atau jasa yang dihasilkan telat sesuai dengan selera konsumen, tetapi jika saluran distribusi yang dipergunakan tidak mempunyai kemampuan,tidak mempunyai inisiatif dan kreatif serta kurang bertanggung jawab dalam menciptakan transaksi,maka usaha untuk penyaluran akan mengalami keterlambatan dan.Karenanya perusahaan harus dapat memilih saluran distribusi yang efektif dan efisien.

Terutama di tahun 2015 mendatang, masuknya perdagangan bebas di Indonesia membuat para industri dituntut untuk mampu bersaing dengan industri lainnya terutama industri dari luar negeri.Sama halnya industri- industri importir dari luar negeri.Mereka mampu mengirim atau menjual barangnya sendiri tanpa harus melalui importir di Indonesia.Untuk itu industri importir di Indonesia harus segera mempersiapkan senjata yang dapat menanggulangi permasalahan yang ada.Salah satunya dengan mengambil pasar dalam negeri supaya pasar dalam negeri bisa loyal terhadap kita.Salah satu industri di Indonesia yang merasakan dampak dari perdagangan bebas tersebut adalah perusahaan importir permen.PT. Ranjani Jaya Lestari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang importir permen dan mendistribusikannya di Indonesia.Perusahaan ini merupakan perusahaan yang sedang berkembang. Produk yang di jual oleh PT. Ranjani Jaya Lestari adalah permen marshmallow dan Gummy candy yang kebanyakan pasarnya adalah pasar tradisional. PT. Ranjani Jaya Lestari dengan Brand produknya Youka, Vekiss dan Lutti yang untuk saat ini di jual dengan harga eceran Rp500,- PT. Ranjani Jaya Lestari ini memiliki sebuah produk unggulan di Brand Youka dengan merk produknya yaitu Youka Roll. Produk Youka Roll ini merupakan produk unggulan dari perusahaan karena permintaan barangnya di atas 50% dibandingkan produk lain. Perusahaan ini bertempat di Kompleks Duta Harapan Indah Blok UU No. 22 Jalan Teluk Gong, Jakarta Utara 14460.Berdasarkan wawancara awal yang dilakukan dengan pemilik dari perusahaan tersebut, perusahaan kerap kali mengalami kendala dalam hal

(3)

pendistribusiannya.Yaitu biaya yang mengalami peningkatan, karena kurangnya kontrol dan perencanaan yang matang. Hal ini didukung dengan adanya data biaya transportasi untuk distribusi 4 bulan terakhir untuk wilayah Jakarta:

Tabel 1.1 Biaya Transportasi PT. Ranjani Jaya Lestari (dalam kisaran)

Bulan Unit/ dus Biaya Biaya rata –

rata/dus

Mei 9555 Rp 6.592.950,- Rp 690,-

Juni 9898 Rp 7.027.580,- Rp 710,-

Juli 10241 Rp 7.475.930,- Rp 730,-

Agustus 10584 Rp 7.938.000,- Rp 750,-

Sumber: Data Perusahaan (2014)

Dilihat dari data biaya 4 bulan terakhir tahun 2014, biaya transportasi untuk distribusi barang di perusahaan tersebut mengalami peningkatan yang cukup tinggi dari setiap bulannya. Di sisi lain, komplain konsumen juga sangat dirasakan oleh perusahaan yang dikarenakan keterlambatan pengiriman barang.

Berikut di bawah ini adalah data komplain dari konsumen selama 4 bulan terakhir:

Tabel 1.2 Komplain Konsumen karena Keterlambatan Pengiriman Barang pada PT. Ranjani Jaya Lestari

Bulan Jumlah Komplain

Januari 5

Februari 9

Maret 13

April 15

Sumber: Data Perusahaan(2014)

Dengan adanya data-data yang diberikan oleh perusahaan, sangat mendukung permasalahan yang terjadi di perusahaan tersebut.Untuk itu permasalahan ini sangat penting untuk diteliti dan ditemukan solusinya demi kelancaran dan kelangsungan hidup perusahaan. Terutama di tahun 2015 nanti akan masuk perdangan bebas di Indonesia. Perusahaan harus segera dengan cepat menanggulangi permasalahan-

(4)

permasalahan yang ada terutama dalam hal pendistribusiannya agar bisa lebih unggul dibandingkan pesaing.

Berdasarkan jurnal “EFISIENSI BIAYA TRANSPORTASI DENGAN PENDEKATAN NORTH WEST CORNER DAN STEPPING STONE” pengiriman produk dapat dikatakan optimal jika didukung dengan adanya rencana pengalokasian yang tepat, sehingga akan menghasilkan biaya transportasi yang minimum.

Dari permasalahan yang ada juga, perusahaan memerlukan solusi untuk dapat menentukan alternatif-alternatif yang dapat dilakukan oleh perusahaan, dan mengambil keputusan untuk memilih alternatif mana yang harus dipilih oleh perusahaan untuk melakukan distribusi dengan sistem transportasi yang tertata rapi dan terstruktur.

Dari uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini akan dilanjutkan guna

menerapkan metode transportasi pada PT. Ranjani Jaya Lestari agar dapat melakukan pendistribusian secara tepat dengan waktu dan biaya seefektif dan seefisien mungkin dan selanjutnya penelitian ini akan diberi judul “PENERAPAN METODE

TRANSPORTASI UNTUK MEMINIIMALISASI BIAYA DISTRIBUSI PADA PT. RANJANI JAYA LESTARI”

1.2 Indentifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, identifikasi masalah yang akan diteliti yaitu:

1. Metode peramalan mana yang paling tepat dan efektif bagi PT. Ranjani Jaya Lestari?

2. Berapakah biaya minimum distribusi PT. Ranjani Jaya Lestari dengan menggunakan metode transportasi?

1.3 Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari pembahasan penelitian ini adalah :

1. Metode transportasi hanya menghitung minimum cost saja tanpa membandingkan dengan metode lainnya

2. Data primer perusahaan meliputi : data jumlah permintaan, data biaya jasa angkutan dan data kapasitas jasa angkutan

(5)

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk menentukan metode peramalan permintaan yang paling tepat dan efektif diantara metode-metode Naive Method, Moving Average,Weighted Moving Average, Linear Regression, Exponential Smoothing, Exponential Smoothing with Trend pada PT. Ranjani Jaya Lestari.

2. Untuk mengetahui biaya minimum distribusi pada PT. Ranjani Jaya Lestari dengan menggunakan metode transportasi

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pihak PT. Ranjani Jaya Lestari

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran untuk perusahaan dalam menentukan pilihan alternatif yang seharusnya diambil agar mendapatkan biaya transportasi yang optimal.

2. Bagi Penulis

Penulis dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah dipelajari selama mengikuti perkuliahan.

Penulis mampu mengembangkan kemampuan dalam menganalisa kejadian dalam kehidupan ekonomi yang sebenarnya.

(6)

1.6 State of the Art

Tabel 1.3 Tinjauan Pustaka

Nama Penulis Judul Keterangan

Endang Siswati Prihastuti

EFISIENSI BIAYA

TRANSPORTASI DENGAN PENDEKATAN METODE NORTH WEST CORNER DAN STEPPING STONE

(Studi Kasus Industri Air Minum Kemasan di Lampung)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa biaya minimum yang dikeluarkan Perusahaan air minum kemasan dalam pendistribusian hasil produksi. Hipotesis yang diajukan

adalah bahwa metode North West Corner yang dilanjutkan dengan metode Stepping Stone berpengaruh

terhadap peminimuman biaya transportasi pada Perusahaan air minum kemasan di Lampung. Metode

analisis dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif.

Fuqing ZHAO,

Yang ZHUO (2012)

Journal of Computational

Information System 8: 20 (2012) 8487-8494

A Reactive Prediction Method for Dynamic Job Scheduling Problem

Masalah yang tidak menentu sangat mempengaruhi

penjadwalan pekerjaan. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa metode winter adalah metode yang paling akurat.

Metode kedua yang

menunjukkan nilai MAD dan MSE terkecil setelah metode winter adalah Naive Method.

Metode tersebut dapat digunakan dalam praktek

(7)

untuk memecahkan masalah- masalah pengurangan biaya produksi dan optimasi alokasi sumber daya.

Abraham Paul

V.Saravanan

P. Ranjit Jeba Thangaiah

Data Mining Analytics to Minimize Logistics Cost

transportasi dan logistik adalah sektor utama perekonomian; namun analisis data dalam domain ini memiliki sebagian esar di provinsi optimasi. potensi penggalian data dan pengetahuan teknik penemuan sebagian besar belum dimanfaatkan. jurnal ini adalah tentang pemecahan masalah berhubungan dengan rute kendaraan menggunakan operation research.

(8)

Arie Restu Wardhani

Widya teknika vol.18 No.1 ; Maret2010 ISSN 1411-0660: 6- 10

Perencanaa produksi yang kurang tepat. Diketahui dari produksi yang dilakukan berkaitan denganpersediaan yang selalu berlebihan.untuk mengatasi masalah tersebut, Penelitian ini menggunakan metode transportasi

Adwell Mhlanga , Immaculate S.

Nduna, Dr Florence matarise, Albert machisvo

Innovative application of Dantzig’s North –West Corner Rule to Solve a Transportation Problem

Metode NWC untuk memperoleh solusi yang layak dasar awal untuk masalah transportasi mengabaikan biaya.

Mengabaikan biaya . dalam mengabaikan biaya tentu menyebabkan tingginya jumlah iterasi untuk

optimalitas. Sebuah pencarian cara untuk memasukkan biaya dalam penggunaan metode NWC

Gambar

Tabel 1.1 Biaya Transportasi PT. Ranjani Jaya Lestari (dalam kisaran)
Tabel 1.3 Tinjauan Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Yuansa Abadi Lestari membutuhkan solusi untuk perencanaan jumlah produksi dan alternatif produksi yang dapat meningkatkan keefektifan dan keefisienan aktivitas

Alternatif Solusi  Untuk hambatan pertama Guru BK harus mencari Jenis layanan lain yang dapat mencakup seluruh siswa tanpa harus masuk kelas dengan menggunakan

Permasalahan kedua, memerlukan waktu yang cukup lama untuk Purchase Order (PO) sampai di tangan bagian Receiving. Diperlukan sekitar dua hingga tiga hari untuk

Untuk menciptakan layanan truckingnya, perusahaan bekerja sama dengan customer dalam hal ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang logistik yang memerlukan

Maka dari itu sebelum para karyawan mengambil tindakan untuk resign dari perusahaan, mereka pasti memiliki niat dan mempertimbangkannya, untuk itu, perusahaan

Penelitian dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilakukan proses perankingan yang akan menentukan alternatif yang optimal, yaitu

Cakra Energi memberikan solusi agar permasalahan – permasalahan pada sistem analog tersebut dapat diatasi dengan cara mengubah radio analog yang sekarang

Adapun tujuan umum dari kegiatan perancangan ini adalah untuk mengetahui pemecahan masalah atau solusi seperti apakah yang dapat dilakukan dalam permasalahan