• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PROFIL DAN KEPENGURUSAN DEWAN PIMPINAN WILAYAH NASIONAL DEMOKRAT SUMATERA UTARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II PROFIL DAN KEPENGURUSAN DEWAN PIMPINAN WILAYAH NASIONAL DEMOKRAT SUMATERA UTARA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

36

BAB II

PROFIL DAN KEPENGURUSAN DEWAN PIMPINAN

WILAYAH NASIONAL DEMOKRAT SUMATERA UTARA

2.1. Sejarah Partai Nasional Demokrat

Partai NasDem adalah sebuah partai politik di Indonesia yang baru diresmikan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 26 Juli 2011. Partai ini didanai oleh Surya Paloh yang merupakan pendiri organisasi bernama sama yaitu Nasional Demokrat. Meskipun demikian, ormas tersebut mengatakan bahwa partai tersebut tidak memiliki kaitan apapun dengan partai ini. 31

Partai NasDem lahir berawal dari ormasnya yaitu ormas Nasional Demokrat. Nasional demokrat adalah ormas yang sadar politik dan berpolitik. Kita hidup untuk satu tujuan dan berusaha keras untuk mencapainya. Kita juga membangun harapan. Harapan datang dari sikap atau persepsi kita sendiri tentang masa depan negara kita. Kita sendiri yang membentuk dan membangun harapan itu, agar memiliki keyakinan bahwa hari esok akan lebih baik dari hari kemarin, seraya belajar dari keberhasilan dan kegagalan kita atau orang lain. Dan tak kalah penting adalah berdoa, Ora et labora.32

Berpolitiknya Ormas Nasional demokrat juga harus memiliki tujuan. Politik bukanlah semata-mata percaturan kekuasaan dan pergesekan kepentingan. Namun, untuk terjun ke politik untuk suatu tujuan yang mulia dan memasuki gelanggang politik untuk mencapai tujuan-tujuan besar, memantapkan eksistensi negara, memperkuat persatuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat;

31 Willy Aditya.,Op.,Cit,hal. 2.

32 Buku Pegangan Partai Nasional Demokrat, Jakarta : Dewan Pimpinan Pusat Partai

(2)

37

mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi; mendorong keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Berpolitik untuk mewujudkan hal-hal besar itu. Inilah yang akan membuat berpolitik menjadi lebih bermakna.33

Ormas Nasional Demokrat akan mengisi panggung politik tanah air kita dengan pertanyaan-pertanyaan yang tajam serta pertarungan ide lewat gagasan yang cemerlang serta manuver politik yang terhormat, mengenai hal-hal yang mendasar, yang besar dan yang diperlukan oleh Indonesia.

Secara politik ormas Nasional Demokrat berjuang agar demokrasi di Indonesia menemukan kesejatiannya, menjelma menjadi demokrasi substansial, bukan sekedar prosedural. Demokrasi harus berujung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Tanpa menjadikan rakyat sejahtera, demokrasi ibarat pohon yang berbunga tapi tanpa berbuah. Indah dipandang, tapi tak dapat dinikmati. Demokrasi yang menghasilkan kekacauan juga bukanlah tujuan kita. Demokrasi harus menghasilkan kesejahteraan rakyat. Maka kegiatan politik harus menambah energi sosial ekonomi rakyat. Kegiatan politik saat ini sangat menguras energi sosial ekonomi rakyat.34

Menyadari bahwa ormas tidak dapat menyampaikan aspirasi dalam hal berpolitik para pengurus ormas Nasional Demokrat berinisiatif untuk membuat sebuah partai politik sebagai wadah penyampaian aspirasi rakyat. Akhirnya ormas Nasional Demokrat membentuk sebuah Partai politik yang bernama Partai NasDem. Partai NasDem berdiri untuk merestorasi cita-cita Republik Indonesia. Partai NasDem mengusung mandat konstitusi untuk membangun sebuah negara kesejahteraan berdasarkan prinsip demokrasi ekonomi, negara hukum yang

33 Willy Aditya.,Op.,Cit,hal. 6.

34

(3)

38

menjunjung tinggi hak asasi manusia dan negara yang mengakui keberagaman sesuai prinsip bhineka tunggal ika.35

Partai NasDem lahir sebagai sebuah keharusan sejarah. Partai NasDem lahir dari pergulatan pemikiran para pendiri bangsa dan lahir sebagai jawaban atas kekosongan politik gagasan pasca reformasi. Partai NasDem berdiri tegak, dengan semangat kebangsaan yang kuat untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, sejahtera dan berdaulat melalui gerakan perubahan, restorasi Indonesia. Partai NasDem adalah perwujudan dari nasionalisme kebangsaan, kedaulatan nasional yang bertumpu pada masyarakat yang sejahtera, kekuatan demokratik seluruh komponen bangsa, kemandirian ekonomi dan negara bangsa yang memiliki martabat dalam pergaulan internasional.36

Kongres I Partai NasDem yang digelar pada 25-26 Januari 2013 di Jakarta menjadi tonggak sejarah perjalanan Partai NasDem. Berbagai keputusan penting dikeluarkan dalam kongres ini. Satu di antaranya ialah memilih dan menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem periode 2013-2018. Ibarat perahu, layar telah terkembang, lengkap dengan nakhoda dan awak kapal. Keputusan tersebut diambil pada sidang pleno pertama tanggal 25 Januari 2013 sekitar pukul 23.00 WIB. Seluruh 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 497 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan empat organisasi sayap (Gerakan Massa Buruh, Liga Mahasiswa, Badan Avokasi Hukum dan Petani NasDem), bersatu suara memercayakan Surya Paloh menjadi nakhoda Partai NasDem selama lima tahun. 37

35 Willy Aditya, Indonesia di Jalan Restorasi Politik gagasan Surya Paloh, 2014, Jakarta : KPG.

hal.23.

36 Ibid., Willy Aditya.,hal.35.

37

(4)

39

Kongres juga memberi mandat penuh kepada Surya Paloh untuk menyusun kepengurusan dan perangkat partai. Amanah kongres ini harus selesai selambat-lambatnya 14 hari sejak Surya Paloh terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum. Bukan cuma itu, Kongres juga memberi mandat penuh kepada Dewan Pimpinan Pusat di bawah kepemimpinan Surya Paloh untuk menetapkan strategi dan kebijakan guna memenangi Pemilihan Umum Legislatif 2014.38

Mengapa Kongres memberikan mandat penting itu kepada Surya Paloh? Pasalnya, Pemilu 2014 sudah di depan mata. Oleh sebab itu, Kongres memandang, rekrutmen calon anggota legislatif (caleg) merupakan bagian penting dan strategis dalam upaya memenangi Pemilu 2014. Kongres I Partai NasDem saat itu diikuti 66 orang yang mewakili 33 DPW, 994 orang mewakili 497 DPD, 9 orang mewakili Majelis Tinggi dan 2 orang anggota Dewan Pakar. Selain peserta yang memiliki hak suara, kongres juga dihadiri 800 orang peninjau yang datang dari seluruh penjuru Indonesia. 39

Dalam pidatonya setelah terpilih menjadi ketua umum, Surya Paloh antara lain menjelaskan, jabatan ketua umum bukanlah kredit poin. Pasalnya, Surya Paloh-lah yang mendirikan Partai NasDem dan sempat menjadi Ketua Majelis Tingggi Partai NasDem, sejak partai ini didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Sebelum Surya Paloh terpilih secara resmi menjadi ketua umum Partai NasDem adalah Patrice Rio Capella yang dipercaya sebagai ketua umum. Kongres I Partai NasDem 25-26 Januari 2013 disebut Surya Paloh sebagai

38 Sejarah Partai Nasdem https://www.partainasdem.org/sejarah diunduh tanggal 13 september

2015 pukul 17.20 wib

39

(5)

40

tonggak sejarah partai ini dalam melakukan gerak dan langkah kedepan untuk melakukan perubahan melalui gerakan Restorasi Indonesia.40

Partai ini, demikian Surya Paloh, harus mampu memberi catatan dengan tinta emas dalam lembaran perjalanan partai-partai politik di Indonesia. Meskipun baru, Partai NasDem telah membuat prestasi yang luar biasa. Prestasi luar biasa yang dimaksudkan Surya Paloh adalah partai ini telah memiliki visi dan misi yang konkret (Restorasi Indonesia), sementara itu orang-orang yang ada di dalamnya memiliki kemampuan yang luar biasa, baik prestasi, maupun militansinya dalam melakukan gerakan perubahan.

Surya Paloh lalu menunjuk Rio Capella yang berhasil memimpin partai hingga menggelar kongres partai yang pertama pada 25-26 Januari 2013. Jika kemudian Rio Capella menyerahkan kepemimpinan partai periode berikutnya kepada Surya Paloh, “Amanah kongres ini merupakan kepercayaan yang harus

saya pertanggungjawabkan,” kata Surya Paloh. Prakongres I: Deklarasi Partai

NasDem Partai NasDem sendiri dideklarasikan kelahirannya pada tanggal 26 Juli 2011 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.41

Deklarasi Partai NasDem hanyalah salah satu tahapan dari satu rangkaian proses panjang perjalanan partai ini. Guna mendapatkan status resmi sebagai badan hukum, Partai NasDem didaftarkan ke Kemeterian Hukum dan Hak-hak Asasi Manusia pada bulan Maret 2011. Kelahiran Partai NasDem tidak bisa dipisahkan lepas dari visi dan misi utama organisasi kemasyarakatan (ormas) Nasional Demokrat yaitu menggalang Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia.

40 Willy Aditya,.,Op.,cit.,hal.36. 41

(6)

41

2.2. Visi Misi dan Pengurus Awal Partai Nasional Demokrat

Kelahiran Partai Nasional Demokrat bukanlah semata-mata hadir dalam percaturan kekuasaan dan pergesekan kepentingan. Partai Nasional Demokrat terjun kepolitik untuk suatu tujuan yang mulia. Partai Nasional Demokrat memasuki gelanggang politik untuk mencapai tujuan-tujuan besar. Maka partai Nasional Demokrat Sumatra Utara memiliki visi :42 Memantapkan eksistensi Negara, memperkuat persatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan mendorong keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Partai Nasional Demokrat adalah sebuah gerakan perubahan yang didasari oleh kenyataan bahwa kehidupan seperti yang dicita-citakan oleh Proklamasi 1945 yang belum terwujud hingga saat ini. Partai Nasional Demokrat bertujuan untuk menggalang kesadaran dan kekuatan masyarakat untuk melakukan Gerakan Perubahan untuk Restorasi Indonesia. Restorasi Indonesia adalah gerakan mengembalikan Indonesia kepada tujuan dan cita-cita Proklamasi 1945, yaitu Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian secara kebudayaan.

Maka misi yang diemban oleh partai Nasional Demokrat adalah Membangun Politik Demokratis Berkeadilan berarti menciptakan tata ulang demokrasi yang membuka partisipasi politik rakyat dengan cara membuka akses masyarakat secara keseluruhan. Mengembangkan model pendidikan kewarganegaraan untuk memperkuat karakter bangsa serta melakukan perubahan menuju efisiensi sistem pemilihan umum. Memantapkan reformasi birokrasi

42

(7)

42

untuk menciptakan sistem pelayanan masyarakat. Melakukan reformasi hukum dengan menjadikan konstitusi UUD 1945 (Undang-Undang Dasar tahun seribu sembilan ratus empat puluh lima) sebagai kontrak politik kebangsaan.43

Melalui tatanan demokrasi ekonomi maka akan tercipta partisipasi dan akses masyarakat dalam kehidupan ekonomi negara, termasuk di dalamnya distribusi ekonomi yang adil dan merata yang akan berujung pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Dalam mewujudkan cita-cita ini maka perlu untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, sistem jaminan sosial nasional, penguatan industri nasional serta mendorong kemandirian ekonomi di level lokal.44

Dalam mewujudkan misi ini, maka sistem yang menjamin terlaksananya sistem pendidikan nasional yang terstruktur dan menjamin hak memperoleh pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Menyelenggarakan pendidikan kewarganegaraan yang menciptakan solidaritas dan soliditas nasional, sehingga seluruh rakyat Indonesia merasakan cita rasa sebagai sebuah bangsa dan menjadikan gotong royong sebagai amalan hidup keseharian. Kebudayaan ini akan menciptakan karakter bangsa yang bermartabat dan menopang kesiapan Negara dalam kehidupan global.

Nasional demokrat dideklarasikan oleh 45 orang dengan dua inisiator yakni Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Para deklaratornya memiliki latar yang beragam dan dari berbagai partai politik. Dari kalangan akademisi misalnya muncul nama Bachtiar Aly dan Anies Baswedan. Dari kalangan tokoh masyarakat seperti Syafii Maarif dan Syamsul Mu’arif. Dari kalangan politisi misalnya Ferry mursyidan Baldan (Golkar), Akbar Faisal

43Visi Misi Partai Nasdem https://www.partainasdem.org/visi-misi. diunduh tanggal 13 september

2015 pukul 17.20 wib

44

(8)

43

(Hanura), Didik J Rachbini (PAN), Budiman Sudjatmiko (PDIP) dan A Malik Haraiman (PKB).45

Seperti yang ditayangkan disitus resmi Nasional Demokrat yang dideklarasikan 1 Februari 2010 ini, berikut 45 deklarator Nasional Demokrat: Inisiator nasional diwakili oleh dua tokoh nasional Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Kemudian Deklator Nasional berjumlah 45 orang yaitu Prof. Dr. Syafii Maarif (Tokoh masyarakat), DR.(HC) Ir. H Siswono Yudo Husodo (Anggota DPR RI Jawa tengah I), H. Syamsul Mu’arif, B.A. (Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, 2001-2004), Dra. Khofifah Indar Parawawansa (Menteri Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak 1999-2004), Prof. Dr. Soleh Solahuddin (Menteri Pertanian 1998-1999), Prof. Dr. Thomas asuyatni (Guru Besar universitas Atma Jaya), Prof. Dr. Bachtiar Aly, M.A (Guru Besar Universitas Indonesia), Prof. Dr. Didik J. Rachbini (Ekonomi dan Akademisi), Prof. Dr. Fredik l. Benu, M.Si, Ph.D (Guru Besar Universitas Nusa Cendana), Prof. Dr. T. Bahri Anwar (Guru Besar Universitas Sumatera Utara), Prof. Dr. Tarnama Sinambela (Guru Besar Universitas Mpu Tantular), Anies baswedan, Ph.D (Rektor Universitas Paramadina), Dr. Rizal Sukma, (Direktur eksekutif CSIS), H. Sayed Fuad Zakaria,S.E (Anggota DPR RI NAD I), Danny P Thaharyah (Anggota DPR RI Sumatera Barat I), Jeffrie Geovanie (Anggota DPR RI Sumatera Barat I), Ir.Basuki Tjahaja Purnama,M.M (Anggota DPR RI Bangka Belitung).46

Drs. H.M. Ade Surapriatna, S.H, M.H (Anggota DPR RI Jakarta III), Erik Satrya Wardhana (Anggota DPR RI Jawa Barat III), Drs. Enggartiasto Lukita

45 Ibid., Willy Aditya.,hal.23. 46

(9)

44

(Anggota DPR RI Jawa Barat VIII), Budiman Sudjatmiko, M.Sc, M.Phil (Anggota DPR 5 Jawa Tengah VIII), Budi Supriyanto, S.H, M.H, (Anggota DPR RI Jawa Tengah X), A. Malik Haramain, M.Si (Anggota DPR RI Jawa Timur II), Ir. H. Zulfadhli (Anggota DPR RI daerah Kalimantan Barat), Edison Betaubun, S.H, M.H. (Anggota DPR RI Maluku), Drs. Akbar Faizal, M.Si, (Anggota DPR RI Sulawesi Selatan II), Ir. A. Edwin Kawilarang (Anggota DPR RI Sulawesi Utara), Paskalis Kossay, S.Pd. M.M (Anggota DPR RI Papua), Ali Umri, S.H, M.Kn (Walikota Binjai, Sumatera Utara), Ilham Arif Siradjudin, M.M, (Walikota Makassar, Sulawesi Selatan), Franky Sahilatua (Budayawan), Drs. Djaffar H. Assegaff (Wartawan Senior), Sugeng Suparwoto (Wartawan Senior), Ferry Mursyidan Baldan (Politisi), Drs. Zulfan Lindan (Politisi), Patrice Rio Capella, S.H, (Politisi), DR. Pompida Hidayatulloh, B. Eng.Ph.D. DIC (Politisi), Meutya Viada Hafid, B.Eng (Politisi), Martin Manurung, S.E, M.A (Penggiat Sosial), Eep Saefulloh Fattah (Pengamat Politik), Willy Aditya,S Fil., MDM, (Aktivis 1998), Romy .R Soekarno (Seniman), Samuel Nitisaputra (Politisi), Melkiades Laka Lena (Politisi) dan Ir. Ahmad Rofiq (Tokoh Pemuda).47

Sementara Pengurus Pusat dan Badan Nasional Demokrat diketuai oleh Surya Paloh dan bidang-bidang yang telah disusunnya dan Dewan pertimbangan Nasional Demokrat yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono (Ketua) Prof. Dr. Thomas Suyatno (Sekertaris), Prof. Bachtiar Aly, M.A (Anggota), Prof. Dr. Ir. Soleh Salahudin (Anggota), Prof. Dr.M. Surya (Anggota), Prof. Dr. KRHT. Tarnama Sinambela Kusumonagoro (Anggota), Prof. Wegy Ruslan (Anggota), Dr. Setyo sudrajat (Anggota), Djaffar H. Assegaff (Anggota), MTH Pardede

47 Ibid., Willy Aditya.,hal.23.

(10)

45

(Anggota), Jan Darmadi (Anggota), Bambang Sulistyo (Anggota), Prahastoeti Adhitama (Anggota) dan Hatta Mustafa (Anggota).48

Sementara Dewan pakar Nasional Demokrat terdiri atas Dr. (HC) Ir.H. Siswono Yudo husodo (Ketua), Dr. Silverius Sony Y Soeharso (Sekertaris), Prof. Dr.O.C Kaligis SH, MH (Anggota), Prof. Dr. T. Bahri Anwar (Anggota), Prof. Dr. Soediarto (Anggota), Prof. Idrus Paturusi (Anggota), Prof. Dr.Fredrik L.Benu, M.Si,Ph.D (Anggota), Ir. A. Edwin Kawilarang (Anggota) dan Dr. Poempida Hidayatulloh, Ph.D, DIC (Anggota).49

2.3. Sejarah dan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Nasional Demokrat Sumatera Utara

Dalam susunan struktur dan kepengurusan partai Nasional Demokrat, khususnya DPW partai Nasional Demokrat Sumatra Utara memiliki tingkatan kepengurusan yakni dalam Dewan Pimpinan Wilayah terdiri dari Dewan Pembina Wilayah dan Dewan Pimpinan Wilayah dimana Dewan Pimpinan Wilayah meliputi Ketua Umum, Sekretaris, Bendahara dan perangkat partai lainnya sesuai dengan keperluan Partai. Dewan Pimpinan Wilayah berkedudukan sebagai unsur pelaksana pada tingkat provinsi yang bersifat kolektif dan bertugas untuk menyelenggarakan fungsi teknis partai di wilayah provinsi tersebut.50

Dewan Pimpinan Wilayah partai Nasional Demokrat Sumatra Utara pertama kali ditetapkan pada tanggal 25 Januari 2012. Hingga 23 oktober 2015 kepengurusan yang dimiliki oleh Partai Nasional Demokrat Sumatra Utara masih

48 Nurul Radiatu l Adwiah,. 2013. Internal Partai Nasdem, Makasar : Universitas Hasanuddin,

hal.67

49 Willy Aditya, Op.,Cit.,hal.67. 50

(11)

46

bersifat sementara karena hendak mengejar terpenuhinya persyaratan untuk mengikuti Pemilu yang akan diadakakan pada 2014. 51

Pada awalnya partai Nasional Demokrat Sumatra Utara didirikan atas inisiatif beberapa orang yakni, H.M. Ali Umri, SH, M.Kn, Prof. Dr. T. Bahri Anwar, Hasan Simatupang, H. Ok.Tun Hidayat, SE dan Ir. Abdullah Amra, MH. Semenjak berdiri pada awal tahun 2012 di Medan hingga saat ini telah terjadi penambahan anggota di bagian kepengurusan sejak tanggal 11 September 2012. Penambahan anggota ini dimaksudkan untuk mempercepat proses kegiatan dalam partai.

Berikut adalah susunan kepengurusan DPW partai Nasional Demokrat Sumatra Utara berdasarkan pada SK Partai : 1186-SK/DPP-Nasional Demokrat/IX/2012.Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Sumatera Utara memiliki struktur kepengurusan partai berupa ketua partai, wakil ketua internal dan eksternal, sekretaris, wakil sekretaris internal dan eksternal, bendahara serta wakil-wakil bendahara yang dibentuk dan disahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 750-SK/DPP-NasDem/I/2012.52

Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan dewan pimpinan pusat sendiri berisi tentang Pengesahan Perubahan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Propinsi Sumatera Utara dan mengesahkan SK DPP Partai NasDem nomor : 750-SK/DPP-NasDem/I/2012.

Surat keputusan juga disampaikan kepada masing-masing yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagai amanat, dengan ketentuan

51 DPW Nasional Demokrat Sumatera Utara. 52

(12)

47

apabila diketahui dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diperbaiki atau disempurnakan sebagaimana mestinya. Adapun struktur kepengurusan dewan pimpinan wilayah partai NasDem Propinsi Sumatera Utara berdasarkan SK nomor 750-SK/DPP-NasDem/I/2012, sebagai berikut Dewan Pembina Wilayah yang diketuai oleh Prof.Dr.T.Anwar Bahri dan terdiri dari dua anggota yaitu Rosmawati L.Tobing dan Juswan.53

Sementara Dewan Pimpinan Wilayah diketuai oleh H. M.Ali Umri, SH,M.Kn serta Ir. Abdullah Amra, MH (Wakil Ketua Internal), M. Syarifuddin, SH (Wakil Ketua Eksternal), Drs. H. Anhar Monel, M.AP (Sekretaris), Tetty Juliaty, SE, M.Si (Wakil Sekretaris Internal), H. OK. Tun Hidayat, SE (Wakil Sekretaris Eksternal) dan Hj. Zakiah (Wakil Bendahara).54

Agar dapat berjalannya cita-cita Restorasi Indonesia keseluruh Nusantara dan segala lapisan masyarakat, maka di bentuklah beberapa organisasi sayap yang dapat membantu dan mengembangkan Ormas Nasional Demokrat dan Partai NasDem. Sesuai amanat Rapimnas Nasional Demokrat 2011 tentang pendirian sayap-sayap organisasi, Garda Wanita beserta Garda Pemuda NasDem dibawah Ormas Nasional Demokrat. Garda Wanita dideklarasikan pada 1 Mei 2011, Garda Pemuda NasDem dideklarasikan di Balai Kartini Jakarta pada 14 Juli 2011. 55

Partai NasDem sendiri juga memiliki organisasi sayap untuk merangkul segala golongan. Sampai saat ini, Partai NasDem telah membangun dua organisasi sayap yaitu Liga Mahasiswa Partai NasDem yang di dirikan pada 28 Oktober 2011 dan Badan Advokasi Hukum pada 1 Maret 2012.

53 DPW Nasional Demokrat Sumatera Utara. 54 DPW Nasional Demokrat Sumatera Utara. 55

(13)

48

2.4. Organisasi Sayap Nasional Demokrat Sumatera Utara.

Agar dapat berjalannya cita-cita Restorasi Indonesia keseluruh Nusantara dan segala lapisan masyarakat, maka di bentuklah beberapa organisasi sayap yang dapat membantu dan mengembangkan Ormas Nasional Demokrat dan Partai NasDem. Sesuai amanat Rapimnas Nasional Demokrat 2011 tentang pendirian sayap-sayap organisasi, Garda Wanita beserta Garda Pemuda NasDem dibawah Ormas Nasional Demokrat. Garda Wanita dideklarasikan pada 1 Mei 2011, Garda Pemuda NasDem dideklarasikan di Balai Kartini Jakarta pada 14 Juli 2011.56

Partai NasDem sendiri juga memiliki organisasi sayap untuk merangkul segala golongan. Sampai saat ini, Partai NasDem telah membangun dua organisasi sayap yaitu Liga Mahasiswa Partai NasDem yang di dirikan pada 28 Oktober 2011 dan Badan Advokasi Hukum pada 1 Maret 2012.

Sesuai dengan mukadimah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Garda Wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahayati sebuah rumah gerakan perempuan yang menghimpun dan membangun solidaritas sesama perempuan secara lintas golongan tanpa diskriminasi. Menolak segala bentuk kekerasan dan ketidakadilan gender yang mengatasnamakan agama atau keyakinan, adat istiadat dan idiologi tertentu, yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kemaslahatannya terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender, sehinnga perempuan mendapat kesempatan, akses dan control serta penikmatan hasil yang sama atas pembangunan dan pengelolaan Negara. Garda Wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahayati didirikan pada tanggal 1 Mei 2011.57

56 Risa Ayuningtyas, 2009. Strategi Metro TV Menghadapi Persaingan di Industri Pertelevisian

Nasional. Binus University: tidak dipublikasikan, hal.34.

57

(14)

49

Bedasarkan Anggaran dasar Garnita Malahayati BAB I Pasal 1 organisasi ini adalah organisasi kemasyarakatan yang beranggota perempuan yang merupakan perwujudan dari cita-cita Restorasi Indonesia dari Nasional Demokrat bernama Garda wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahayati. Yang memiliki cita-cita agar tercapainya keterwakilan perempuan secara proporsional guna memperjuangkan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera dan beradab bagi segenap warga Negara. 58

Melalui sosialisasi konsep Restorasi Indonesia dan menumbuh kembangkan pemahaman pentingnya partisipasi aktif dalam tata kelola Negara yang efektif, berbangsa dan bernegara guna meningkatkan posisi tawar dan daya saing bangsa Indonesia diera globalisasi. Membangun kesadaran masyarakat pentingnya posisi setara antara laki-laki dan perempuan dalam partisipasi aktif di segala aspek kehidupan, baik di area domestik dan publik. Mendorong perempuan meningkatkan kapasitasnya untuk merebut peran dan posisi yang lebih strategis dan signifikan dalam menentukan kebijakan Negara.

Garda Wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahayati memiliki azas yang merupakan rumah bersama pergerakan Wanita yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang terdapat dalam anggaran dasar Garnita Malahayati Pasal 2. Berdasarkan anggaran dasar Garnita Malahayati dalam Pasal 3 Garda Wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahatyati bersifat:

1. Nirlaba yaitu dalam melaksanakan program-programnya tidak mencari keuntungan semata-mata untuk memperkaya pribadi dan kelompok.

58

(15)

50

2. Non Sektarian yaitu dalam melaksanakan program-programnya Garda Wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahayati bukan organisasi yang menganut paham agama atau aliran kepercayaan tertentu.59

Garda Wanita Nasional Demokrat atau yang disebut Garnita Malahayati memiliki tujuan dan maksud. Maksud dan tujuan Garda Wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahayati dalam pasal 6 anggaran dasarnya adalah menghimpun, membina dan memberdayakan potensi untuk memperkuat peran dan posisi wanita secara nasional demi terwujudnya kader muda yang sejalan dengan cita-cita Indonesia yang adil dan makmur dengan menempatkan wanita sebagian yang tidak terpisahkan dan setara dengan kedudukannya dengan laki-laki dalam pengelolaan kehidupan berbangsa dan bernegara.60

Sesuai dengan Surat Keputusan Nomor : 0012/SK-P/DPP-GM/III/2012 tentang pengangkatan dan penetapan Dewan Pembina dan Dewan Pimpinan Wilayah Garda Wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahayati Provinsi Sumatera Utara memutuskan bahwa susunan kepengurusan Dewan Pembina Garda Wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahayati Provinsi Sumatera Utara Periode 2012-2016 adalah sebagai beriku H. M Ali Umri, SH, M.Kn, Prof. Dr. Ida Yustina, Dr. Geete, Sisil Ahmad Sastrol dan Rosmawaty L Tobing, Apt. Susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah Garda Wanita Nasional Demokrat atau Garnita Malahayati Provinsi Sumatera Utara Periode 2012-2016 adalah sebagai berikut: Tetty Juliaty, SE.,Msi (Ketua), Dra. Hj. Hermawaty Harahap (Sekretaris) dan 4 Wakil sekretaris yaitu Soraya Siahaan, SE, Zairani

59 Risa Ayuningtyas.,Op.,Cit,hal.34.

60 Fadli, Tegar Arif. 2012. Suara Demokrat akan beralih ke Nasdem. Diakses

darihttp://news.okezone.com/read/2012/08/07/339/674590/2014-suara-demokrat-akan-beralihke- nasdem

(16)

51

Putri, Bunga Astina dan Vika Adesta, sementara Bendahara Nurul Afiati, SE dan 3 wakil bendahara Endang Tuti, Selvi Dwi P. dan Sabrina Ketaren, SH.61

Garda Pemuda Nasional Demokrat yang di singkat sebagai Garda Pemuda NasDem adalah suatu wadah bertautnya angkatan muda, gagasan muda dan energi progresif pemuda. Garda Pemuda Nasdem sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 2 peraturan dasar Garda Pemuda NasDem merupakan organisasi sayap Nasional Demokrat yang menghimpun generasi muda yang peduli akan perubahan dan nasib bangsa kedepan. Garda Pemuda NasDem dibentuk pada tanggal 14 Juli 2011 dan mendeklarasikan diri sebagai gerakan pemuda Indonesia dan mengambil pilihan untuk berperan aktif mengeluarkan kita dari kubangan krisis, melalui jalan Restorasi Indonesia. Garda Pemuda NasDem meyakini, bahwa hanya dengan mengembalikan nilai-nilai luhur Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 serta pada saat yang sama melakukan inovasi kebangsaan maka kita akan keluar dari segala keterpurukan ini.62

Adapun struktur dan komposisi Dewan Pembina dan Dewan Pimpinan Wilayah Sumatera Utara berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001/SK/DPW/DPP-GPNP/III/2012, sebagai berikut : H.M Ali Umri, SH.MKn (ketua) dan Drs.H. Anhar Monel, M.AP (Wakil Ketua) serta anggota-anggota lain seperti : M. Syarifuddin,SH, H. OK. Tun Hidayat,SE, Ir. Adullah Amra,MH, M. Nezar Djoeli,ST, Ir. Elmadon Kataren, Purnomo Sidi,SE, Masdani,SH.Mhum, H.M Husni Mustafa, SE.MM, Hasan Simatupang, S.Kom, Kekchin, Holden Tambunan, Edmansyah Ginting,SE dan Prof.Dr. Ida Yusnita. Msi.

61 Database DPW Nasional Demokrat Sumatera Utara : Susunan Kepengurusan dan Buku

Pegangan Partai Nasional Demokrat

62 Database DPW Nasional Demokrat Sumatera Utara : Susunan Kepengurusan dan Buku

(17)

52

Kemuian susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah Garda Pemuda NasDem Sumatera Utara, terdiri dari : Ir. Fikri Andi Akbar Ginting (Ketua), Bahrum Jamil S,ST (Sekretaris) dan Gerald P Siahaan,SE,MM (Bendahara).63 Liga Mahasiswa NasDem dideklarasikan pada tanggal 9 november 2011 dan diketuai oleh Willy Aditya selaku Ketua Umum Liga Mahasiswa yang juga merupakan salah satu penulis buku berjudul “Indonesia di Jalan Restorasi”.

Liga Mahasiswa NasDem dibentuk atas elemen-elemen kaum intelektual kampus dengan membawa restorasi demokrasi dan bertujuan untuk membangun organisasi mahasiswa yang mendobrak pakem yang sudah lama memasuki alam bawah sadar mahasiswa adalah tantangan sekaligus harapan. Liga Mahasiswa NasDem sebagai wadah pendidikan mahasiswa untuk mengerti dinamika politik dan mengawal anak-anak muda agar tidak larut dalam segala arus yang mendewakan materi.

Liga Mahasiswa hadir sebagai wadah perjuangan mahasiswa yang dengan terus terang membuka dirinya sebagi bagian dari kekuatan politik adalah momentum untuk mengembalikan mahasiswa kepada jati-dirinya dan mahasiswa harus kembali mendekatkan diri pada partai politik dan mengembalikan kehormatan politik. Liga Mahasiswa NasDem dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen mulai merangkul mahasiswa melalui diskusi politik dan mahasiswa di Pualam (Selasa, 17 April 2013). Diskusi ini menghadirkan Ketua Badan Pelaksana.64

Harian (BPH) Unismuh Syaiful Saleh, pengamat politik Arqam Azikin dan Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasdem, Willy Aditya. Gerakan Liga

63 Ibid.,Database,hal.3.

64 Database DPW Nasional Demokrat Sumatera Utara : Susunan Kepengurusan dan Buku

(18)

53

Mahasiswa NasDem dalam meraih simpati untuk meningkatkan elektabilitas organisasinya dan partai yang berafiliasi dengannya memang sangat penting. Terbukti dengan melakukan diskusi seperti yang telah dijelaskan diatas merupakan salah satu gerakan yang dilakukan Liga Mahasiswa NasDem dalam meraih simpati para mahasiswa untuk bergabung di dalam organisasi tersebut.

Namun, organisasi yang awalnya dengan konsisten mengajak mahasiswa untuk masuk ke Liga Mahasiswa NasDem sebagai wadah unutk pendidikan politik jangan sampai jatuh ke dalam ruang politik praktis yang menjadi trend masa kini disetiap ajang pemilihan umum. Mahasiswa dimanfaatkan untuk menjadi pencari suara karena dilihat dari aspek umur yaitu mahasiswa sebagai pemilih pemula dapat dengan mudah terpengaruh untuk masuk ke dalam ruang politik praktis.

Gerakan-gerakan yang dilakukan Liga Mahasiswa NasDem yang telah disebutkan di atas merupakan bukti nyata usaha-usaha organisasi tersebut dalam meraih simpati dan merangkul kader-kader untuk ikut bergabung dalam organisasi yang berafiliasi ke dalam Partai NasDem. Liga Mahasiswa NasDem secara historis berkaitan langsung dengan Partai NasDem tentu harus membuktikan fungsinya agar Partai NasDem mampu menjalankan fungsi berdirinya sebuah partai politik sekaligus menjadikan Partai NasDem sebagai partai yang dapat membuktikan kualitasnya bersaing dengan partai-partai yang sudah ada sebelumnya. 65

Seperti yang dilakukan organisasi masyarakat (Liga Mahasiswa NasDem) dan Partai NasDem. Hal menarik relevansi, efesiensi dan efektivitas organisasi

65 Da Database DPW Nasional Demokrat Sumatera Utara : Susunan Kepengurusan dan Buku

(19)

54

tersebut dalam mewujudkan tujuan bersama sesuai dengan mukadimah Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga yang mengatakan. Liga Mahasiswa Nasdem adalah sebuah perkumpulan mahasiswa yang menyadari pentingnya menghidupkan kembali gerakan mahasiswa yang tengah mati suri. Gerakan mahasiswa yang berniat merestorasi semangat gerakan pemuda-pelajar dulu, yang sadar bahwa politik adalah alat memajukan peradaban manusia. 66

Berdasarkan anggaran dasar Liga Mahasiswa NasDem BAB I pasal 2 Liga Mahasiswa NasDem ini didirikan pada tanggal 28 Oktober 2011. Komposisi Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Provinsi Sumatera Utara Solvia Karina Tarigan (Ketua), Ashari Adiatma (Wakil Ketua Bag. Universitas), Zulfadli (Wakil Ketua Bag. Institut), Muhammad Rizky Syahputra (Wakil Ketua Bag. Akademi dan Sekolah Tinggi), Lukman Ahmadi Pohan (Wakil Ketua Bag. Bimbingan Belajar), Mifta Fariz (Ketua Bidang Talenta dan Olahraga), Riadhi Al-Hayyan (Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda), Ahmad Junaedi Pulungan (Ketua Bidang Perjuangan Politik Kampus), Mahriza Alwi Harahap (Ketua Bidang Kuliah Kerja Lapangan), Ananda Jaka Pradana (Ketua Bidang Pengkaderan Partai). Sementara Sekretaris dipegang oleh Irsan Hidayat dan wakil sekretaris 3 orang yaitu Wita Winarni, Muhammad Hilal dan Adinda Dara. Serta Bendahara Siti Melisa Harahap dan wakil bendahara Putri Yoana Simatupang dan M Dwi Armanda.67

66 Willy Aditya,Op.,Cit.,hal.23.

67 Database DPW Nasional Demokrat Sumatera Utara : Susunan Kepengurusan dan Buku

Referensi

Dokumen terkait

Antara instrumen tersebut ialah: produk berstruktur deposit murabahah, pembiayaan modal kerja murabahah, kontrak sewaan kereta kadar terapung, sukuk musyarakah, sukuk ijarah

Semakin baik product quality (kualitas produk) yang di berikan oleh Happy Drink maka akan meningkatkan keputusan pembelian konsumen terhadap produk.. Kualitas produk ( product quality

Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah bagaimanakah kelimpahan dan variasi morfometrik Trichodina sp yang menginfeksi benih

Adapun kesimpulan yang dapat disampaikan adalah bahwa perlakuan padat tebar rumput laut ( Gracilaria sp.) yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan yaitu penambahan

Universitas Negeri

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Keputusan Bupati Bantul tentang Pembentukan Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

The atmosphere of teaching and learning in engineering classes, students are discussing, working on the task in front of the classroom, teachers and students are discussing.