• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI IMAN KEPADA HARI AKHIR DENGAN STRATEGI DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS XII B BKP SMK NEGERI 1 KUALA PEMBUANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI IMAN KEPADA HARI AKHIR DENGAN STRATEGI DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS XII B BKP SMK NEGERI 1 KUALA PEMBUANG"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

464

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI IMAN KEPADA HARI AKHIR DENGAN STRATEGI DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS XII B BKP SMK NEGERI 1

KUALA PEMBUANG

Mursyidah

[email protected]

ABSTRAK

Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Dengan strategi Discovery Learning telah diteliti pada Siswa kelas XII B BKP SMK NEGERI 1 KUALA PEMBUANG. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) bagaimana penerapan strategi Discovery Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas XII B BKP SMK NEGERI 1 KUALA PEMBUANG dan (2) apakah strategi Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa kelas XII B BKP SMK NEGERI 1 KUALA PEMBUANG.

Jenis Penelitian ini adalah menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dua rangkaian siklus kegiatan dimana setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif yang bersumber dari lembar observasi dan lembar kerja siswa.

Hasil penelitian ini ditemukan bahwa penerapan strategi Discovery Learning dalam pembelajaran PAI pada kelas XII B BKP SMK NEGERI 1

(2)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

465

KUALA PEMBUANG dapat meningkatkan peran aktif siswa dalam belajar dan mengurangi kecenderungan guru mendominasi kegiatan pembelajaran.

Hal ini dilihat dari terjadinya peningkatan siswa yang aktif dari siklus I dengan rata-rata jumlah siswa yang aktif 19 orang dengan persentase 25,34%

dan pada siklus II meningkat menjadi 21 orang siswa atau 24,70% dari 25 orang siswa disamping itu, persentase aktivitas guru meningkat dari skor rata-rata 3,09 (kategori cukup baik) menjadi rata-rata 3,90 (kategori baik).

Selain itu, ketuntasan belajar siswa melalui metode metode Discovery Learning menunjukan peningkatan, hal ini tergambar pada Siklus I, siswa yang tuntas 17 orang atau 68% dan siswa yang belum tuntas 8 orang atau 32%. Pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yakni jumlah siswa yang tuntas 21 orang atau 84% dan siswa yang belum tuntas menjadi berkurang yaitu sisa 4 orang atau 16%.

Kata Kunci : Hasil Belajar,Discovery Learning, Pendidikan Agama Islam

PENDAHULUAN

Pendidikan memegang peranan penting dalam upaya peningkatan kualitas manusia, baik sosial, spiritual, intelektual maupun kemampuan profesional. Manusia merupakan kekuatan utama pembangunan, untuk itu kualitas mutu pendidikan harus dipacu dalam penyelenggaraan sistim pendidikan nasional. Lembaga pendidikan sekolah adalah sarana yang telah dilaksanakan pemerintah sebagai tempat berlangsungnya kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan secara terorganisir, teratur, terencana, guna mengubah tingkah laku individu kearah peningkatan sumber daya manusia

(3)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

466

Indonesia yang berkualitas secara berkesinambungan. Hal tersebut sesuai dengan yang diamantkan oleh undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional pasal 1 sebagai berikut :

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan. Ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Tujuan pendidikan nasional tidak akan mudah tercapai jika kualitas profesionalisme seorang pendidik belum dipenuhi secara utuh. Pendidikan hidup dan berkembang sebagai sebuah realita sosial, membutuhkan media konseptual dan praktis sebagai sarana yang menjembatani antara tujuan pendidikan dengan realita sosial. Berbagai strategi yang sifatnya cenderung untuk membangun karakter anak didik, agar lebih memiliki watak, sikap dan perilaku yang sesuai nilai-nilai moral dan budaya sangat dibutuhkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah merupakan mata pelajaran wajib bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII. Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan jasmani, rohani berdasarkan hukum- hukum Agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam, yaitu kepribadian yang memiliki nilai-nilai Agama Islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab.

(4)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

467

Masalah besar dalam pendidikan selama ini adalah kuatnya dominasi pusat dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga yang muncul adalah metode hafalan dan monolog, materi ajar yang banyak, serta kurang menekankan pada pembentukan karakter bangsa.. Sehingga permasalahan yang sering dijumpai dalam pengajaran, khususnya pengajaran agama Islam adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Disamping masalah lainnya yang juga muncul adalah kurangnya perhatian guru agama terhadap variasi penggunaan strategi pembelajaran dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran secara baik. Begitu juga permasalahan yang terjadi di SMK Negeri 1 Kuala Pembuang, masalah yang terjadi pada siswa kelas XII B BKP, yaitu rendahnya hasil belajar siswa pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya materi Iman kepada Hari Akhir.

Rendahnya hasil belajar siswa tersebut tidak semata-mata disebabkan Oleh faktor lemahnya kemampuan siswa, tetapi juga disebabkan kurangnya kemampuan guru dalam menarik minat siswa untuk lebih menguasai materi yang pembelajaran yang disampaikan, Karena salah satu tugas guru adalah sebagai pengajar penyaji konten / materi pembelajaran, yang lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran.

Dalam hal ini guru dituntut memiliki seperangkat pengetahuan dan keterampilan teknis mengajar, disamping menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan.

Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Ketiga komponen tersebut

(5)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

468

adalah (1) kondisi pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) hasil pembelajaran. Terkait tentang ketiga komponen tersebut maka guru harus mampu memadukan dan mengembangkannya, supaya kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai yag diharapkan, tujuan pembelajaran tercapai dan menuai hasil yang maksimal. Oleh karena itu, dengan bekal kemampuan dan keterampilan yang dimiliki guru diharapkan mampu menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, sehingga memperoleh hasil belajar yang optimal.

Ketrampilan guru dalam proses pembelajaran sangatlah penting dan harus ditingkatkan. Keterampilan tersebut meiputi keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi. Upaya yang dimaksud adalah penggunaan strategi dalam pembelajaran. Dengan penggunaan strategi dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar para siswa. Oleh karena itu, sebagai seorang guru harus dapat menentukan strategi yang paling cocok untuk digunakan dalam pembelajaran meskipun tidak dapat dipungkiri kalau dalam penggunaan strategi tersebut terdapat kekurangan.

Untuk mencapai kualitas pembelajaran maka seorang guru harus memiliki keberanian untuk melakukan berbagai uji coba terhadap suatu metode mengajar, membuat suatu media murah atau penerapan suatu strategi mengajar tertentu yang secara teoritis dapat dipertangung jawabkan untuk memecahkan permasalahan pembelajaran.

Berangkat dari pentingnya perubahan pembelajaran dan peningkatan output pendidikan, maka penelitian tentang Peningkatan hasil belajar siswa pada materi Iman Kepada Hari Akhir dengan strategi Discovery learning

(6)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

469

pada Siswa kelas XII B BKP SMK Negeri 1 Kuala Pembuang perlu dilaksanakan.

Penerapan strategi Discovery learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam tersebut diharapkan dapat meningkatkan perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal, pembelajaran yang sebelumnya membosankan bagi siswa dan terkesan biasa-biasa saja kini dapat beralih peran menjadi pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi siswa, memudahkan kemampuan kerjasama, berpikir kritis, dan mengembangkan sikap sosial, serta dapat meningkatkan motivasi, hasil belajar dan penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama terhadap siswa.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan strategi Discovery learning. Groundy dan Kemmis mengemukakan bahwa karakteristik yang khas dari Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah adanya tindakan-tindakan tertentu untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Pendapat lain dikemukakan oleh Madya bahwa Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian tindakan yang digunakan untuk meningkatkan kualitas praktek dalam berbagai situasi kehidupan nyata.

Basuki Wibowo dalam bukunya” Penelitian Tindakan Kelas”

menjelaskan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah :

Suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai aksi atau tindakan yang dilakukan oleh guru/pelaku, mulai dari perencanaan sampai dengan penilaian terhadap tindakan nyata di dalam

(7)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

470

kelas yang berupa kegiatan belajar mengajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan.3

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di kelas XII BKP b SMK Negeri 1 Kuala Pembuang pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kuala Pembuang terletak di kelurahan Kuala Pembuang II Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan, dengan NPSN 30203084, yang berjarak hanya 1 km dari pusat kabupaten Seruyan.

Subjek penelitian adalah siswa kelas XII BKP b yang berjumlah 25 orang, yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 10 orang siswa perempuan, tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah dengan melakukan pengamatan, tes dan wawancara.

Analisis data dilakukan dengan membandingkan antara skor nilai tiap siklus dengan KKM yang telah ditentukan yaitu 65 (sesuai KKM yang berlaku di SMKN 1 Kuala Pembuang ). Oleh karena itu, setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya atau sudah mencapai KKM jika nilai perolehan siswa lebih dari atau sama dengan 65. Sebaliknya siswa dikatakan belum tuntas belajarnya atau belum mencapai KKM jika nilai perolehan siswa kurang dari 65. Dengan perhitungan menggunakan rumus:

1. Menghitung nilai rata-rata kelas:

x = ∑ 𝑥 n Keterangan:

x = Nilai rata-rata

(8)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

471 ∑x = Jumlah nilai semua siswa

n = Jumlah siswa (Arikunto,2007: 264) 2. Menghitung ketuntasan belajar klasikal:

P = 𝐹 x 100%

N Keterangan:

P = Presentase F = Frekuensi N = Jumlah siswa

100% = Bilangan tetap (Anas Sudjiono,2018:40)

Peneliti melakukan penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Perencanaan

Sebelum pelaksanaan penelitian, peneliti melakukan perencanaan tindakan yang tersusun dalam berbagai kegiatan:

a. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

b. Membuat lembar observasi baik untuk pendidik (guru) maupun untuk peserta didik (siswa) untuk melihat bagaiman kondisi dan proses pembelajaran di kelas ketika strategi pembelajaran Discovery Learning diaplikasikan.

c. Menyiapkan alat bantu pembelajaran yang dalam rangka membantu siswa memahami konsep-konsep pembelajaran PAI dengan baik.

d. Mendesain alat evaluasi untuk melihat apakah materi pelajaran telah dikuasai oleh siswa.

2. Pelaksanaan.

(9)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

472

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah melaksanakan rencana pembelajaran yang telah dibuat sesuai dengan kurikulum dengan menggunakan strategi Discovery learning.

3. Pengamatan.

Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan yakni berkolaborasi dengan salah seorang guru PAI yang selanjutnya dilaksanakan evaluasi.

4. Refleksi.

Refleksi dalam penelitian ini adalah jika penerapan strategi Discovery learning belum memperlihatkan hasil prestasi yang baik maka bersama kolaborator mengumpulkan serta menganalisis kelemahan-kelemahan atau kekurangan- kekuranga yang terjadi pada setiap pertemuan dalam satu siklus akan diperbaiki pada pertemuan berikutnya atau pada siklus berikutnya.

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian pembelajaran pada siklus I adalah sebagai berikut :

Hasil pengamatan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran pada siklus I dideskripsikan dalam bentuk persentase untuk setiap siklus, jumlah dan rata- rata persentase secara keseluruhan. Hasil analisis pengamatan aktivitas siswa pada siklus I di sajikan pada tabel berikut ini :

(10)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

473

Tabel 1 . Analisis Pengamatan Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran Siklus I No Aspek Yang Diamati Jumlah Siswa Persentase Aktivitas

(%) 1 Mendengarkan/memperhatik

an penjelasan guru 12 15,35

2 Membaca materi ajar ( LKPD) 11 14,67

3 Mengerjakan LKPD dalam kelompok belajar

11 14,65

4 Berdiskusi dalam kelompok belajar

19 25,34

5 Mengajukan

pertanyaan/menanggapi Pertanyaan

10 13,33

6 Menghargai/menerima pendapat

10 12,67

7 Mempresentasikan hasil kerja kelompok

3 3,99

J u m l a h 100

Sumber : Diolah dari data penelitian.

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa rata-rata persentase pada setiap komponen aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran pada siklus I menunjukan nilai yang bervariasi. Persentase rata-rata komponen aktivitas siswa yang tertinggi adalah berdiskusi dalam kelompok belajar yakni 25,34%

dan yang paling rendah adalah mempresentasikan hasil kerja kelompok sebesar 3,99%. Dari data ini telah menunjukan bahwa proses pembelajaran mulai mengarah pada dominasi kegiatan siswa.

Disamping itu, kemampuan siswa dalam bekerjasama yang masih kurang efektif menyebabkan dalam penyelesaian tugas yang ada dalam Lembar Kerja Siswa ( LKPD) belum sesuai dengan waktu yang disediakan.

Hal ini ditunjukan dalam data bahwa persentase mengerjakan LKPD hanya mencapai 14,65%, sedangkan berdiskusi dalam kelompok mencapai 25,34%, serta menanggapi pertanyaan mencapai 13,33%.

(11)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

474

data hasil penelitian formatif pada siklus I nampak bahwa siswa yang tuntas sebanyak 17 orang atau 68% dan yang tidak tuntas sebanyak 8 orang atau 32%. Berdasarkan persentase hasil belajar yang dicapai tersebut maka dapat disimpulkan sementara bahwa ketuntasan belajar pada siklus I belum mencapai standar ketuntasan yang telah ditetapkan yakni 75%.

Hasil penelitian pembelajaran pada siklus II menunjukkan sebagai berikut : Hasil analisis pengamatan aktivitas siswa pada siklus II disajikan pada tabel berikut ini :

Tabel 4 Analisis Aktivitas Siswa Siklus II

No Aspek Yang Diamati Jumlah

Siswa

Persentase Aktivitas

(%) 1 Mendengarkan/memperhatikan penjelasan

Guru

12 13,84

2 Membaca materi Ajar ( LKPD) 13 15,65

3 Mengerjakan LKPD dalam kelompok belajar

11 12,68

4 Berdiskus dalam kelompok belajar 21 24,70 5 Mengajukan

pertanyaan/menangga pi

Pertanyaan

11 12,64

6 Menghargai menerima pendapat 11 13,29

7 Mempersentasekan hasil kerja kelompok 6 7,2

J u m l a h 100

(12)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

475

Sumber : Diolah dari data penelitian Tahun 2022

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa rata-rata persentase tiap komponen aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran pada siklus II memperlihatkan adanya peningkatan siswa. Persentase rata-rata sebesar 24,86% sedangkan komponen aktivitas siswa yang paling rendah dalam mempersentasekan hasil kerja kelompok sebesar 7,24 %. Hal ini telah memberikan gambaran bahwa proses pembelajaran telah mengarah pada peningkatan, yakni siswa sudah mendominasi jalannya proses pembelajaran, hal ini sesuai dengan startegi pembelajaran Discovery Learning.

Analisis data hasil penilaian formatif siklus II siswa yang telah tuntas sebanyak 21 orang atau mencapai 84% sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 4 orang atau sisa 16%. Ini berarti indikator keberhasilan dari 25 orang siswa telah tercapai pada siklus II ini. Bahkan secara klasikal dari 25 orang siswa yang mengikuti tes menurut kriteria ketuntasan klasikal ( ≥ 80% ) tuntas dalam belajar. Ketuntasan klasikal yang dicapai yaitu 84%, dengan demikian secara klasikal hasil belajar PAI dan Budi Pekerti untuk materi Beriman Kepada Hari Akhir dinilai tuntas.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil penelitian maka dapat ditarik beberapa kesimpilan sebagai berikut :

1. Pembelajaran dengan menggunakan strategi Discovery Learning sangat berperan dalam meningkatkan proses pembelajaran PAI kelas XII BKP b SMK NEGERI 1 KUALA PEMBUANG hal ini dilihat dari terjadinya peningkatan siswa yang aktif dari siklus I dengan rata-rata jumlah siswa yang

(13)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

476

aktif 19 orang dengan persentase 25,34% dan pada siklus II meningkat menjadi 21 orang siswa atau 24,70% dari 25 orang siswa.

2. Ketuntasan belajar siswa dengan menggunakan strategi Discovery Learning menunjukan peningkatan, hal ini tergambar pada Siklus I siswa yang tuntas 17 orang atau 68% dan siswa yang belum tuntas 8 orang atau 32%. Pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yakni jumlah siswa yang tuntas 21 orang atau 84% dan siswa yang belum tuntas menjadi berkurang yaitu sisa 4 orang atau 16%.

DAFTAR PUSTAKA

Anas Sudijono.(2018) Pengantar Statistik Pendidikan.Cet. 27; Depok : Rajawali Pers

Arikunto Suharsimi, Suhardjono dan Supardi (2012) Penelelitian Tindakan Kelas.

Jakarta:

Bumi Aksara.

Arikunto Suharsimi.(2000) Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Yokyakarta:

Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. (2007) Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:

Bumi Aksara.

Ahyadi, Aziz Abdul.(1991) Psikologi Agama. Bandung : Sinar Baru. 1991

Anonim.Kurikulum 2004. ( 2 0 0 4 ) Kompetensi Mata Pelajaran PAI. Jakarta : Ditjen Litbag Dirjen Dikdasmen Depdiknas.

Aqib, Zainal. (2006)Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru. Bandung:

Yrama Widtya.

Aqib, Zainal, Elham Rohmanta.(2007) Membangun Profesionalisme Guru dan Pengawas Sekolah. Bandung:

CV. Irama Widya.

(14)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

477

Aliasmin. (2020) Penggunaan Metode Discovery Learning Pada Pembelajaran PAI Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Seluma,

Chairul Anwar.(2019) Penerapan Model Pembelajaran Discovery learning Dalam Meingkatkan Prestasi Belajar Fiqih di Kelas VII MTS. Darul Ma’arif Jakarta.

Dirjen Bimas Islam dan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah.(2017) Al Qur’an dan terjemah.

Daradjad, Zakiah.(1992) Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta:

Bumi Aksara.

Departemen Agama RI.(2002) Al-Quran dan terjemahannya. Surabaya Surabaya Mekar

Groundy, Shirley dan Stephen Kemmis.(1990) Education Action Research in Australia.Victoria:

Deaken University.

Hamalik, Oemar.(1983) Metode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung:

Tarsito.

Hisyam, dkk.(2001) Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Yogyakarta:

CTSD.

Madya, Suwarsih.(2007) Teori dan Praktek Penelitian Tindakan Action Research.

Bandung:

Alfabeta.

Kemendikbud.(2016) Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ( Pegangan siswa ) Kelas XII.

PT.Erlangga

Kemendikbud(2013) Buku pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ( Pegangan Guru ) kelas XII Jakarta:

PT.Erlangga.

Majid, Abdul dan Andayani, Dian. (2006) Pendidikan Agama Berbasis kompetensi, Konsep dan Imlementasi Kurikulum. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Margono. (2003) Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rieneka Cipta.

Melvin L.Silbermen,(2006) Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif.

Bandung: Nuansa.

Muhaim,dkk. (2004) Paradigma Pendidikan Islam (Upaya Pengefekifan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung:

PT.Rosdakarya.

Muhaimin. (1996) Strategi Belajar Mengajar. Surabaya:

Citra Media.

(15)

Vol. 2 No. 2 Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema:

478

Muhibbin, Syah. (2003) Psikologi Belajar Jakarta:

PT. Raja Grafindo Persada.

Norhidayah ( 2020) Penerapan model pembelajaran Discovery learning Dalam Meningkatkan Prestasi belajar PAI SMP Negeri 4 Alalak.

Riduwan. (2005) Dasar-Dasar Statistik. Jakarta:

Alfabeta.

Sam Arianto. Pengertian Pendidikan Agama Islam. Html, …. Diakses 02/10/22 Sanjaya Wina.(2006) Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Jakarta: Kencana.

Slameto. (1998) Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta:

Bina Aksara.

Strawaji. Pengertian Pendidikan Agama Islam Menurut Berbagai Pakar.http://strawaji.wordpress.com/, diakses 02/10/2022

Sudjana, Nana.(2005) Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung:

Sinar Baru Algasindo.

Surachmad, winarno. (1998)Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung:

CV Alfabeta.

Uhbiyati, Nur. (2010) Ilmu Pendidikan Islam. Bandung:

CV Pustaka Setia.

Undang-Undang RI No 20 Tahun 2010 . Bandung:

Citra Umbara

Uno B.hamzah. (2007) Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta:

Bumi Aksara.

Referensi

Dokumen terkait

“Eksperimen Pembelajaran Matematika dengan Strategi Explicit Instruction dan Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Konsentrasi Belajar

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KEAGAMAAN.. DI SMK

Untuk mengetahui dan mendiskripsikan implementasi strategi interactive learning dalam peningkatan kemampuan komunikasi siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)

pembelajaran yang sudah lakukan dengan menggunakan Discovery Learning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen hasilnya belum menunjukkan nilai yang signifikan

Hasil belajar (PAI) Pendidikan Agama Islam siswa diketahui.. Melihat kenyataan yang terjadi bahwa proses pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan strategi modelling

Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam menuntut agar pendidik mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan peserta didik

1 September 2021| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam PENERAPAN STRATEGI SMALL GROUP DISCUSSION UNTUK MENINGKATKAN KOSENTRASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PAI DI

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dapat dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan Pada Peserta Didik Kelas