• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Penyadapan Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Perkebunan Karet di Simalungun, Sumatera, Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Manajemen Penyadapan Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Perkebunan Karet di Simalungun, Sumatera, Utara"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Pembagian luas areal penggunan lahan Divisi III
Tabel 2. Perkembangan produksi dan produktivitas tanaman Divisi III tahun 2005–2012
Tabel  4.  Populasi  tanaman  siap  sadap  per-hanca  di  Sub-Divisi  I,  Divisi  III  di  salah  satu  perkebunan  karet  di  Simalungun, Sumatera Utara
Tabel  6. Konsumsi kulit sadapan sistem sadap sorong panel HOI-2 di Sub-Divisi I, Divisi III tahun 2014
+6

Referensi

Dokumen terkait

Koefisien keragaman genetik (KKG) dan heritabilitas (h 2 ) dari genotipe yang diteliti cukup tinggi untuk rata-rata produksi karet kering, tinggi tanaman, lilit batang, tebal

Dalam kegiatan magang terdapat beberapa parameter khusus yang diamati, yaitu mengenai aspek khusus sistem penyadapan karet, seperti : persentase pohon yang dapat disadap per

Penyadapan lebih awal dilakukan pada tanaman yang telah diaplikasikan stimulansia yang tujuannya adalah untuk mengoptimalkan produksi lateks dengan bantuan stimulansia

Dari data studi korelasi antar karakteristik pertumbuhan pada tanaman F1 dapat dilihat bahwa korelasi antara produksi karet kering dengan tebal kulit berkorelasi positif

Data primer diperoleh dengan mengamati parameter keberhasilan okulasi yaitu (1) persentase keberhasilan okulasi pada berbagai kondisi batang bawah, (2) persentase

Ketepatan dosis stimulansia cair yang digunakan di Afdeling Sumber Jambe sudah sesuai standar yang dianjurkan yaitu 1 g/pohon/bulan tetapi ketepatan waktu aplikasi

Data primer diperoleh dengan mengamati parameter keberhasilan okulasi yaitu (1) persentase keberhasilan okulasi pada berbagai kondisi batang bawah, (2) persentase

Ketepatan dosis stimulansia cair yang digunakan di Afdeling Sumber Jambe sudah sesuai standar yang dianjurkan yaitu 1 g/pohon/bulan tetapi ketepatan waktu aplikasi