• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Teori Warna

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 KONSEP DESAIN 4.1 Landasan Teori Teori Warna"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

15

KONSEP DESAIN

4.1 Landasan Teori 4.1.1 Teori Warna

Warna adalah salah satu unsur yang penting dalam sebuah desain, karena dengan warna suatu karya desain akan memiliki arti dan nilai yang lebih dari utilitas karya tersebut. Warna juga bisa memberikan pengaruh emosional kepada suasana yang diciptakan.

Karena animasi edukasi ini akan menerangkan mengenai penghematan kertas akan membantu mengurangi penebangan pohon, maka warna-warna yang akan dipakai adalah putih, hijau dan merah.

Putih : karena warna putih memberikan kesan yang bersih yang dapat melambangkan kertas itu sendiri.

Hijau : karena warna hijau memberi kesan warna yang alami, dan memberikan kesan untuk pembaharuan, ini dapat melambangkan pohon itu sendiri dan memberikan makna untuk sebuah perubahan yang penulis ingin sampaikan dalam film animasi edukasi ini.

Coklat : karena warna coklat dapat melambangkan tanah atau bumi, dapat dipercaya, nyaman, berthan, organik dan maskulin, yang dapat mewakili warna dari batang pohon atau kayu itu sendiri serta latar belakang yang dipakai.

Merah : karena merah melambangkan bahaya dan kecepatan, dimana ini dapat dilambangkan sebagai tanda bahwa konsumsi kertas telah meningkat drastis. Sumber: http://books.google.co.id/books?id=xsBc9kzVVQUC&pg=PA136&lpg=PA1 36&dq=Color+Design+by+Adams+Morioka&source=bl&ots=e67t62qD_8& sig=0WVjgCK9uofBkL14w0MNfAhuyu8&hl=en&sa=X&ei=trryUd-IKMvhrAf524CIAg&redir_esc=y#v=onepage&q=Color%20Design%20by% 20Adams%20Morioka&f=false

(2)

4.1.2 Mix Media dan Multimedia Art

Mix Media dalam seni visual, mengacu pada karya seni dalam pembuatan yang menggunakan lebih dari satu media. Campuran media yang digunakan ini lebih cenderung mengacu pada karya seni visual yang menggabungkan berbagai media tradisional berbeda dalam seni visual. Sedangkan Multimedia Art dapat diartikan sebagain lingkup yang lebih luas dari mix media itu sendiri. Disini, seni rupa digabungkan dengan elemen yang non-visual (seperti rekaman suara, musik, gerak). Dalam lingkup ini, stop motion dan motion graphic termasuk didalamnya.

Pengertian dari stop motion sendiri adalah teknik menggerakan objek sedikit demi sedikit dengan pengambilan gambar pada setiap perubahan gerak dari karakter atau objek itu sendiri. Atau pengambilan gambar frame by frame yang kemudian dijadikan satu menjadi sebuah gambar yang bergerak.

Sedangkan pengertian dari motion graphic adalah grafis yang menggunakan rekaman video dan atau teknologi animasi untuk menciptakan ilusi gerak atau rotasi, biasanya dikombinasikan dengan audio untuk digunakan dalam proyek-proyek multimedia.

Sumber : http://riia-cintia.blogspot.com/2012/03/pengertian-stop-motion.html

4.1.3 Teori Narasi

Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraph dalam sebuah tulisan yang rangkaian cerita atau peristiwa dari waktu ke waktu, dijabarkan dengan urutan. Narasi juga sebuah studi yang mempelajari tentang jakikat narasi, bercerita, tulisan atau sebaliknya.

4.1.4 Teori Tipografii

Tipografi merupakan salah satu unsure penting dalam sebuah desain. Tipografi atau tatahuruf merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia,

(3)

untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.Tipografi sendiri adalah representasi visual dari komunikasi berbentuk verbal dan property visual yang utama dan efektif. Tipografi dapat menterjemahkan suasana yang terkandung dalam sebuah komunikasi verbal yang berbentuk visual.

Sumber : http://dandi.blog.stisitelkom.ac.id/author/dyunidar/page/11/

4.1.5 Teori Komunikasi

Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik)

Ciri-ciri komunikasi massa :

1. Menggunakan media masa dengan organisasi (lembaga media) yang jelas. 2. Komunikator memiliki keahlian tertentu

3. Pesan searah dan umum, serta melalui proses produksi dan terencana 4. Khalayak yang dituju heterogen dan anonim

5. Kegiatan media masa teratur dan berkesinambungan 6. Ada pengaruh yang dikehendaki

7. Dalam konteks sosial terjadi saling memengaruhi antara media dan kondisi masyarakat serta sebaliknya.

8. Hubungan antara komunikator (biasanya media massa) dan komunikan (pemirsanya) tidak bersifat pribadi.

Sumber : http://cecep1986.blogspot.com/2013/05/komunikasi-massa.html

4.1.6 Teori Taksonomi Bloom

Penulis menggunakan teori taksonomi domain kognitif sebagai landasan teori edukasi animasi ini :

Domain Kognitif di bagi ke dalam enam tingkatan. Domain ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertama berupa pengetahuan (kategori 1), dan

(4)

bagian kedua berupa kemampuan dan keterampilan intelektual (kategori 2-6). Keenam tingkatan dan bagian itu meliputi :

a. Pengetahuan (knowledge)

Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dan sebagainya. Sebagai contoh, misalnya dalam mata pelajaran IPS, dalam KD disebutkan mengidentifikasi permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya, berarti peserta didik yang mempelajari materi ini dituntut untuk bisa menjelaskan dengan baik pengertian permasalahan kependudukan, faktor-faktornya, pertumbuhan penduduk, kelahiran dan kematian, dan sebagainya.

b. Pemahaman (comprehension)

Diperkenalkan terhadap kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dan sebagainya. Sebagai contoh, peserta didik dituntut bisa memahami apa yang diuraikan dalam gambar piramida penduduk, tabel atau diagram pertumbuhan penduduk, dan sebagainya.

c. Aplikasi (application)

Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dan sebagainya di dalam kondisi pembelajaran. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang ledakan penduduk atau kelahiran dan kematian, peserta didik dituntut untuk mampu menghitung angka pertumbuhan penduduk, angka kelahiran dan angka kematian, dan/atau mampu merangkum dan menggambarkan penyebab dan angka ledakan penduduk, angka kelahiran dan kematian dalam bentuk diagram, tabel, dan sebagainya.

(5)

d. Analisis (analysis)

Di tingkat analisis, peserta didik akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang rumit. Sebagai contoh, di level ini peserta didik diarahkan untuk mampu memilah-milah penyebab ledakan penduduk di beberapa daerah di Indonesia, membanding-bandingkan faktor penyebab ledakan penduduk di beberapa daerah di Indonesia, dan menggolongkan setiap penyebab berdasarkan karakteristiknya, atau menggolongkan faktor yang menonjol dalam ledakan penduduk tersebut.

e. Sintesis (synthesis)

Peserta didik di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini peserta didik mampu memberikan solusi untuk menurunkan jumlah penduduk berdasarkan pengamatannya terhadap semua faktor penyebab terjadinya ledakan penduduk.

f. Evaluasi (evaluation)

Peserta didik diperkenalkan tentang kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dan sebagainya dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, peserta didik mampu menyimpulkan atau menilai alternatif solusi yang paling sesuai (cocok) diambil dalam usaha menurunkan jumlah penduduk berdasarkan efektivitas, keadaan sosial ekonomi dan sosial budaya masyarakat Indonesia, kebermanfaatannya, dan sebagainya.

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/05/mengingat-dan-memahami-kembali-tentang-teori-taksonomi-bloom-531087.html

(6)

4.2 Strategi Kreatif

4.2.1 Strategi Komunikasi

4.2.1.1 Masalah yang Akan Dikomunikasikan

Masalah yang akan dikomunikasikan yaitu mengenai penggunaan kertas secara berlebihan akan berpengaruh pada banyaknya penebangan pohon secara berkelanjutan, yang semakin lama semakin meningkat. Dengan cara penghematan penggunaan kertas yang mduah akan membantu mengurangi penebangan pohon.

4.2.1.2 Tujuan Komunikasi

Tujuan komunikasi animasi edukasi ini adalah memberikan informasi guna menambah pengetahuan penonton akan guna penghematan penggunaan kertas dapat membantu mengurangi penebangan pohon. Sehingga diharapkan penonton merasa terajak untuk mengurangi penggunaan kertas dalam kehidupan sehari-hari.

4.2.1.3 Target Audience Geografis :

Pelajar yang tinggal di kota besar Demografi :

Usia: 19-25 tahun

Jenis Kelamin : Pria dan Wanita Tingkat Pendidikan: Universitas Psikografi :

Target Primer : Para pelajar yang kurang memahami akan penghematan kertas dapat mengurangi penebangan pohon.

Target Sekunder : Semua orang yang tertarik dan ingin mengetahui lebih mengenai penghematan kertas dapat mengurangi penebangan pohon.

(7)

4.2.1.4 Premis

Memberikan informasi akan penghematan kertas bisa membantu mengurangi penebangan pohon. Dimulai dari hal-hal kecil yang mudah dilakukan ternyata bisa membawa perubahan yang besar.

4.2.1.5 Penetapan Judul Animasi Edukasi

Judul Animasi Edukasi yang digunakan yaitu “Save Paper Save Tree”

4.2.1.6 Startegi Visual Referensi visual

Gambar 4.1 Waiting For ‘Superman’ Sumber : http://vimeo.com/12677264

Gambar 4.2 Growing Up Sumber : http://vimeo.com/5325410

(8)

Gambar 4.3 Oil’d Sumber : http://vimeo.com/22655744

Gambar 4.4 The Proof that we are soulmates Sumber : http://vimeo.com/43457382

4.3 Ringkasan Cerita Sinopsis

Animasi edukasi ini akan dimulai dengan memperlihatkan banyaknya kertas yang dibuang, kemudian akan dilanjutkan dengan memperlihatkan bagaimana hutan kita akan rusak akan adanya penebangan pohon secara terus-menerus. Kemudian, diceritakan bagaimana kertas bisa memengaruhi penebangan pohon, serta akibat yang dihasilkan jika pohon terus-menerus ditebang, setelah itu akan dijelaskan cara yang bisa kita lakukan untuk menghemat kertas.

(9)

INTRO

FADE IN Stop motion kertas yang sudah dibuang, kembali terbuka. Kemudian terlihat bola dunia yang berputar dengan berbagai bendera Negara.

“Diseluruh dunia, kertas telah menjadi konsumsi utama manusia” CUT SCENE 1

Terlihat gambar buku, tissue, majalah, koran, bon, dan tiket parker.

“Seperti kertas, tissue, majalah, buku, koran, uang, bon, tiket parkir”

CUT SCENE 2

Terlihat gambar tanda tanya.

“Pernahkan kita berpikir berapa banyak kertas yang kita gunakan?” Gambar stop motion pohon yang dihancurkan oleh tangan manusia. “Sadarkah kita bahwa kita adalah musuh terbesar pohon?”

FADE BLACK

SCENE 3

Terlihat gambar lampu meja menyala. Kemudian printer yang terus mencetak dan seseorang yg membuang kertas terus menerus.

“Sudahkah kita mengkonsumsi kertas dengan hemat?”

CUT SCENE 4

Terlihat gambar tong sampah dengan kertas yang dibuang. “Kita masih tidak bijaksana dan BOROS”

CUT SCENE 5

Terlihat gambar dan tulisan “SAVE PAPER SAVE TREE” “SAVE PAPER SAVE TREE”

(10)

SCENE 6

Terlihat gambar kantor dan rumah serta tumpukan kertas. “Setiap hari penggunaan kertas terus meningkat”

CUT SCENE 7

Terlihat tulisan 400.000.000 ton.

“Konsumsi kertas di dunia telah mencapai 400juta ton.”

CUT SCENE 8

Terlihat gambar timbangan dengan kertas dan gajah.

“Setiap harinya kita menggunakan lebih dari 1 juta ton kertas ataus sama dengan 250.000 gajah/hari”

CUT SCENE 9

Terlihat gambar peta Indonesia serta bendera Indonesia dan tulisan 2020 berlanjut menjadi tulisan 19.800.000 ton.

“Di Indonesia sendiri berdasarkan kementerian perindustrian, Industri kertas di tahun 2020 akan mencapai 19.8 juta ton”

Dilanjutkan dengan tulisan 25kg / kapita 36kg / kapita

“ini karena konsumsi kertas nasional kita telah meningkat sebesar 25 kg/kapita di tahun 2009, akan mencapai 36 kg/kapita”

CUT SCENE 10

Terlihat bola dunia yang dikelilingi pohon, dan pohon segera menghilang satu-persatu.

“Semakin banyak kertas dikonsumsi, maka semakin banyak pohon ditebang”

(11)

SCENE 11

Stop motion kertas bertuliskan “Mengapa kertas bisa memperburuk penebangan pohon?”

“Mengapa kertas bisa memperburuk penebangan pohon?”

CUT SCENE 12

Terlihat gambar pohon pohon, yang kemudian ditutup oleh truk yang membawa potongan kayu kemudian berlanjut ke pabrik PULP dan Kertas, kemudian terlihat banyaknya tumpukan kertas.

“Begini prosesnya, pohon ditebang, dipotong kecil-kecil, diolah menjadi PULP/bubur kertas”

“Dan diolah kembali salah satunya menjadi potongan RIM kertas seperti yang kita gunakan setiap harinya”

CUT SCENE 13

Terlihat gambar awan hitam.

“Tahukan kamu, produksi 1 ton kertas menghasilkan gas karbondioksida sebanyak lebih dari 2.6ton”

SCENE 14

Terlihat gambar sebuah pohon dan O2 beserta 3 gambar orang.

“Padahal 1 pohon hidup saja dapat menghasilkan oksigen untuk 3 orang bernafas”

CUT SCENE 15

Terlihat gambar lingkaran dengan tulisan 30% - 70%.

“Saat ini hanya 30% bahan baku kayu untuk kertas berasal dari Hutan Tanaman Industri, dan 70% lainnya diambil dari hutan alam”

CUT SCENE 16

Terlihat tulisan 107.000 hektar dan gambar 5 lapangan bola, yang perlahan menghilang satu per satu.

“Ini berarti sebesar 107.000hektar hutan akan ditebang setiap tahunnya , ini setara dengan menebang 5 lapangan bola/jamnya”

(12)

SCENE 17

Terlihat gambar banjir, tanah longsor dan awan hitam sebagai pencemaran udara.

“Ini semua akan mengancam kehidupan kita” “Seperti Banjir, longsor dan pencemaran udara”

CUT SCENE 18

Terlihat tulisan “HEMAT KERTAS”

“Mari kita menghemat kertas dari sekarang!”

CUT SCENE 19

Terlihat tulisan “BAGAIMANA?” “Caranya”

SCENE 20

Terlihat gambar kertas.

“Gunakan kertas dikedua sisinya”

CUT SCENE 21

Terlihat gambar computer dengan tulisan “email, picture, data/file” “Simpan File dalam bentuk digital”

CUT SCENE 22

Terlihat gambar computer dengan icon “facebook, twitter, yahoo, dll” “Manfaatkan sistem digital untuk menyebarkan informasi”

CUT SCENE 23

Terlihat gambar printer yang sedang mencetak kemudian muncul tanda silang.

“Tidak perlu mencetak file/email yang tidak penting”

(13)

SCENE 24

Terlihat gambar tissue gulung, tissue box dan sapu tangan.

““Gunakan tissue dengan bijak/gunakan sapu tangan sebagai pengganti tissue”

CUT SCENE 25

Terlihat semua gambar di scene 20 hingga scene 24.

“Dengan melakukan hal tersebut, kita sudah membantu mengurangi penebangan pohon dan melindungi bumi kita”

CUT SCENE 26

Terlihat gambar icon “wink” “MUDAHKAN!?”

CUT SCENE 27

Terlihat gambar dan tulisan “SAVE PAPER SAVE TREE” “ SAVE PAPER SAVE TREE!”

(14)

Referensi

Dokumen terkait

belajar peserta didik, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam menentukan tingkat pencapaian hasil belajar peserta didik, dalam penilaian hasil

Bagian Kelima : Tommy Tomato dan Kara Carrot akan menjelaskan manfaat yang di dapat dari mengkonsumsi sayuran organik.. Ending : Tokoh karakter akan pamit dengan

-Kurangnya informasi dalam bentuk animasi edukasi mengenai cara yang baik yang dapat dilakukan dalam merawat gigi.. 4.2.1.2 Masalah Yang

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter.Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk

Kampanye jalur sepeda di Jakarta ini memposisikan dirinya sebagai kampanye jalur sepeda yang dapat memberikan informasi secara lengkap tentang jalur sepeda dan

Media panduan wisata kota medan yang menjadi sebuah media baru bagi wisatawan yang berkunjung ke kota medan yang memberikan informasi seputar kota medan dengan

Masalah lainnya adalah materi english grammar: 12 basic tenses yang diajarkan kepada SD secara formal sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)