• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. KARWELL INDONESIA TBK DAN ANAK PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT. KARWELL INDONESIA TBK DAN ANAK PERUSAHAAN"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

PER 31 MARET 2010 DAN 2009

PT. KARWELL INDONESIA TBK

DAN

(2)

Halaman

N E R A C A K O N S O L I D A S I 1 - 2

LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI 3

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI 4

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI 5

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 6 - 27

(3)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI

31 MARET 2010 DAN 2009

AKTIVA

AKTIVA LANCAR

Kas dan setara kas

Saham tersedia untuk dijual

Piutang usaha (setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar nihil pada tahun 2010 dan 2009) Piutang lain-lain (setelah dikurangi penyisihan piutang

ragu-ragu sebesar nihil pada tahun 2010 dan 2009) Persediaan

Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka Aktiva lain-lain

JUMLAH AKTIVA LANCAR AKTIVA TIDAK LANCAR

Piutang hubungan istimewa Aktiva pajak tangguhan-bersih Investasi jangka panjang

Aktiva tetap (setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 30.762 juta pada tahun 2010 dan Rp.38.279 juta pada tahun 2009)

Properti Investasi

Aktiva tetap yang tidak digunakan Aktiva lain-lain

JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR JUMLAH AKTIVA

2h, 10

74,339 84,754 123,351

Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini. 89,006 11 47,371 52,315 12b 25 13 0 0 2g,2i,9 9,806 21,829 Catatan 14c 0 0 38,598 3.8

(dalam jutaan Rupiah)

73 8,352 0 0 31 Mar. 2010 31 Mar. 2009 2c,4 2e,3,5 0 0 0 10,596 14,667 1,117 13,525 340 1,547 7,844 10,514 4,320 12 2d 2j 2f,6 7 1,000 4,621 6,792 10,346 1

(4)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI - Lanjutan

31 MARET 2010 DAN 2009

KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR

Hutang bank Hutang usaha Hutang pajak

Beban masih harus dibayar

Bagian kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun: Hutang bank

Hutang sewa guna usaha Kewajiban lain-lain

JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Kewajiban pajak tangguhan-bersih Bagian kewajiban jangka panjang, setelah

dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:

Hutang bank

Hutang sewa guna usaha Hutang hubungan istimewa Kewajiban manfaat pensiun

JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR HAK MINORITAS

EKUITAS

Modal saham, nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar 1.200.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 587.152.700 saham

Tambahan modal disetor

Selisih modal Keppres No. 26/1984 Rugi belum direalisasi atas saham tersedia

untuk dijual Saldo rugi

JUMLAH EKUITAS

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

3.8 0 164 19 (393,189) 0 (389,965) 812 671 2b,17

Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini. 2d 293,576 5,500 293,576 5,500 76 76 2i 0 0 0 18 60,872 145 50,127 29 2o,26 0 324 16 47,936 58,496 148,967 129,663 156,371 2l,15c 1,380 1,541 16 0 0 2i 2l,15 333 2,620 13 116,607 919 (94,036) 31 Mar. 2009 0 3,922 1,125 31 Mar. 2010 123,351 89,006

(dalam jutaan Rupiah)

3,14 7,883 3,335 Catatan

(5)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Mar 2010 Dan 2009

PENJUALAN

BEBAN POKOK PENJUALAN LABA KOTOR

BEBAN USAHA

Beban penjualan

Beban umum dan administrasi

JUMLAH BEBAN USAHA LABA (RUGI) USAHA

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Pendapatan bunga Beban bunga, provisi kredit Laba (rugi) kurs-bersih

Laba (rugi) penjualan investasi jangka panjang Pendapatan (beban) lainnya-bersih

JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK

PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK

LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS HAK MINORITAS ATAS (LABA) RUGI BERSIH

ANAK PERUSAHAAN LABA (RUGI) BERSIH

Laba (rugi) bersih per saham dasar (dalam Rupiah penuh)

Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini

2m,25 (3.55) (20.88) - - (2,085) (2,085) (12,257) (12,257) - - (2,085) (12,257) 2j,24 623 (13) 2,557 (13,273) (3,346) (3,760) (4,642) 1,015 1b 2 2 (1,851) (4,452) 2k 3,784 (8,810) - - (1,296) 4,775 2l,15 22 (535) (372) 23 (2,811) (3,388) 2j,3,20 11,138 25,677 (12,434) (20,902) 2f,3,21

(dalam jutaan Rupiah) Catatan 2010 2009

(6)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Mar. 2010 Dan 2009

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan

Pembayaran kas kepada pemasok dan aktivitas operasi Kas yang dihasilkan dari operasi

Pembayaran bunga, provisi kredit Penerimaan bunga

Penerimaan kembali (pembayaran) pajak penghasilan, bersih

Kas bersih (digunakan untuk) aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penarikan (penempatan) deposito jangka pendek Pembelian aktiva tetap

Penjualan aktiva tetap

Kenaikan aktiva tetap yang tidak digunakan Penurunan/penjualan saham tersedia untuk dijual Hasil penjualan investasi jangka panjang

Kas bersih diperoleh dari aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

(Kenaikan) penurunan piutang/hutang hubungan istimewa Penambahan (pengurangan) hutang dan cerukan

Pembayaran hutang sewa guna usaha

Kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN

(129) (2,489) (5,791) 9,490 1,117 1,547 (126) 999 1,673 118 0 0 0 0 7,789 (2,067) 0 0 0 0 0 (7,003)

Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini.

0 (124) (5,921) 6,878 0 0 0 6,038 98 (486) 0 0 (1,851) (4,452) 2 2 (10,480) (26,440)

(dalam jutaan Rupiah)

2010 2009

(7)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

Saldo 1 Januari 2009

Rugi belum direalisasi atas saham

tersedia untuk dijual

Koreksi tahun lalu

Laba bersih periode Jan - Mar 2009

Saldo 31 Maret 2009

Saldo 1 Januari 2010

Laba belum direalisasi atas saham

tersedia untuk dijual

Koreksi tahun lalu

Laba bersih periode Jan - Mar 2010

Saldo 31 Maret 2010

(88,728)

-

- -

(94,036)

- -

(387,880)

5,500

(389,965)

(2,085)

0 (393,189)

-

- - -

5,500

0

76

- -

76

-

-

0

76 0

293,576 5,500

293,576 5,500

-

293,576

293,576

-

Catatan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi ini.

(90,813)

-

-

0

-

(12,257)

76

(12,257)

-Saldo

Jumlah

Keppres

untuk dijual

rugi

tersedia

(380,931)

atas saham

ditempatkan

(81,779)

dan disetor

disetor

No. 26/1984

modal

penuh

Tambahan

Selisih modal

(dalam jutaan Rupiah)

Laba (rugi)

direalisasi

Modal

belum

(2,085)

-

- - -

- - -

-

5

(8)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

1. UMUM

a. Induk perusahaan PT Karwell Indonesia Tbk ("Perseroan").

Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasarnya, Perseroan bergerak di bidang industri pakaian jadi. Produksi komersial dimulai tahun 1978.

Perseroan didirikan dengan nama PT Karwell Indonesia Knitting & Garment Industry (disingkat PT Karwell Indonesia), didirikan dalam rangka penanaman modal dalam negeri berdasarkan Undang-Undang No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang-Undang-Undang No. 12 tahun 1970, dengan akta notaris Soetanto, SH No. 11 tanggal 18 Pebruari 1978, diubah dengan akta-akta notaris yang sama, tanggal 29 Juli 1978 No. 70, tanggal 16 Juni 1979 No. 28 dan tanggal 25 Juli 1980 No. 23; akta-akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan No. YA5/36/17 tanggal 18 Pebruari 1981, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan No. 1546/1990, 1547/1990, 1548/1990 dan 1549/1990 tanggal 21 Juli 1990 serta diumumkan dalam Tambahan No. 3668 pada Berita Negara No. 78 tanggal 28 September 1990.

Perseroan memperoleh status PMDN dengan Surat Persetujuan Tetap BKPM No. 124/I/PMDN/78 tanggal 22 Juli 1978.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Imas Fatimah, SH, No. 09 tanggal 9 Juli 2008, mengenai perubahan dan penyesuaian anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Akta perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-86994.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 18 November 2008.

Sesuai dengan surat Ketua Bapepam No. S-1975/PM/1994 tanggal 18 Nopember 1994 mengenai Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perseroan telah melakukan penawaran umum kepada masyarakat melalui pasar modal sejumlah 20.000.000 saham dengan nominal Rp 1.000 per saham. Dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No. S-350/BEJ.1.1/XII/1994 tanggal 19 Desember 1994 telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa Efek Jakarta, seluruh saham Perseroan yang beredar, yaitu sebanyak 65.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham. Dalam tahun 1996 telah dilakukan pemecahan nilai nominal saham (“stock split”) dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham dan pengeluaran satu saham bonus untuk dua saham yang beredar, sehingga jumlah saham beredar bertambah dari 65.000.000 menjadi 195.000.000. Sesuai dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No. S-411/BEJ.1-2/0896 tanggal 12 Agustus 1996, seluruh saham Perseroan yang beredar, yaitu sebanyak 195.000.000 saham, telah dicatatkan seluruhnya di Bursa Efek Jakarta.

Sesuai dengan surat Ketua Bapepam No. S-953/PM/1997 tanggal 15 Mei 1997 mengenai Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran, Perseroan telah melakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada Para Pemegang Saham Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu Untuk Membeli Paket Saham Biasa Dengan Waran, yang terdiri dari 390.000.000 saham biasa atas nama dan 78.000.000 waran. Dengan surat PT Bursa Efek Jakarta No. S-984/BEJ-1.2./0697 tanggal 4 Juni 1997 telah disetujui untuk dicatatkan di Bursa Efek Jakarta seluruh saham Perseroan yang beredar, yaitu sebanyak 585.000.000 saham dan seluruh waran sebanyak 78.000.000 waran.

(9)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

1. UMUM - Lanjutan

b.

Anak Perusahaan atas tempat kedudukan dan total aktivanya

-Total Aktiva sejumlah Rp. 11.866.373.475,

-Total Aktiva sejumlah Rp.

2.500.000.000,-c.

Presiden Komisaris : Tn. Drs. Frans Seda (Almarhum) Tn. Drs. Frans Seda (Almarhum) Komisaris-komisaris : Tn. Mardi Loho Tn. Mardi Loho

Komisaris Independen : Tn. Mayor Jenderal TNI Tn. Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) (Purnawirawan) Raden Pramono, SE Raden Pramono, SE Tn. Mardi Loho Tn. Mardi Loho Tn. Ardyan Susanto Tn. Ardyan Susanto

Presiden Direktur : Tn. Susanto Tn. Susanto Direktur-direktur : Tn. Harijanto Witono Tn. Harijanto Witono

Tn. Ridwan Halim Tn. Ridwan Halim Tn. Pramudyo Tamtomo Tn. Pramudyo Tamtomo Tn. Ir. Bundani Karlan, MM Tn. Ir. Bundani Karlan, MM

d.

PT Karya Investama 99,00% Investasi Indonesia

Centralgraha

Jenis Usaha 99,97%

PT Karinwashindo

Perseroan memiliki anak perusahaan yang bergerak dalam bidang-bidang sebagai berikut:

Dimulainya Produksi / Kepemilikan

Pencucian pakaian 1994

Per 31 Maret 2010 dan 2009 Perseroan dan anak perusahaan mempekerjakan masing-masing 1.690 dan 2.978 karyawan.

31 Mar. 2009

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 16 Desember 1998 (risalah dibuat oleh notaris Imas Fatimah, SH dengan akta No. 25) antara lain memutuskan untuk sementara waktu operasional anak perusahaan PT Karinwashindo Centralgraha dibekukan/dinonaktifkan, sambil melihat perkembangan situasi moneter di dalam negeri.

Nama Perusahaan

Per 31 Maret 2010 dan 2009, susunan pengurus Perseroan adalah sebagai berikut: 31 Mar. 2010 31 Mar. 2009

31 Mar. 2010

Operasi Komersial

Per 30 Juni 2009 dan 2008, susunan pengurus Perseroan adalah sebagai berikut:

PT. Karinwashindo Central Graha Jl. Bisma Raya Blok A No. 3-4 Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara

(10)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

1. UMUM - Lanjutan e.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING

a. Dasar penyusunan laporan keuangan

b. Prinsip konsolidasi

Nama Perusahaan

PT Karinwashindo Centralgraha per 31 Maret 2010 dan 2009) PT Karya Investama Indonesia per 31 Maret 2010 dan 2009)

- piutang dan hutang antar perusahaan - penjualan dan pembelian antar perusahaan - pendapatan dan beban antar perusahaan.

c. Kas dan setara kas

Untuk memenuhi definisi sebagai setara kas, Perseroan dan anak perusahaan memperhitungkan deposito berjangka yang jatuh temponya tidak lebih dari tiga bulan dari tanggal perolehannya.

Perseroan dan anak perusahaan berdomisili di Indonesia dengan Kantor Pusat di Jl. Gunung Sahari I No. 48-50, Jakarta dan pabrik di desa Setiadarma, Bekasi, Jawa Barat, di Jl. Pelabuhan Nusantara II

Laporan arus kas menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas disusun dengan metode langsung (direct method).

Perusahaan melakukan transaksi dengan beberapa pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 mengenai "Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa".

Laporan keuangan merupakan konsolidasi dari laporan keuangan induk perusahaan PT Karwell Indonesia Tbk dan laporan keuangan anak perusahaan, dengan persentase pemilikan saham lebih dari 50% per 31 Maret 2010 dan 2009, sebagai berikut (lihat Catatan 1b):

Pemilikan 99,97% Laporan keuangan, yang disajikan dalam jutaan Rupiah, disusun atas dasar akrual dengan konsep harga perolehan/nilai historis, kecuali untuk saham tersedia untuk dijual (Catatan 2d).

Laporan Keuangan konsolidasi disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yaitu Pernyataan Stansar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengurus Pasar Modal (BAPEPAM) dan Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang diedarkan oleh BAPEPAM bagi perusahaan manufaktur yang menawarkan

Transaksi dan saldo antar perusahaan tersebut di atas dieliminasi dalam konsolidasi, sehingga laporan keuangan konsolidasi hanya menyajikan hasil transaksi/saldo dengan pihak ketiga.

99,00%

(11)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan d. Saham tersedia untuk dijual

e. Penyisihan piutang ragu-ragu

f. Penilaian persediaan

Bahan baku dan pembantu dicatat pada harga perolehan, yang dihitung dengan metode FIFO.

g. Aktiva tetap

Bangunan dan instalasi listrik Mesin-mesin

Peralatan, inventaris kantor/pabrik/mess, Kendaraan bermotor

Untuk aktiva tetap (diluar tanah) milik Perseroan dan anak perusahaan, penyusutan dihitung dengan metode garis lurus (straight-line method), berdasarkan taksiran masa manfaatnya dengan persentase tahunan dari harga perolehan sebagai berikut:

Harga perolehan persediaan barang jadi dihitung berdasarkan harga pokok produksi rata-rata sebenarnya, barang dalam pengolahan berdasarkan harga pokok produksi sesuai dengan tingkat

Persentase Tahun Saham yang dimiliki Perseroan diklasifikasikan sebagai saham tersedia untuk dijual (available for sale) dan dicatat sebesar nilai wajar/harga pasar, berdasarkan PSAK No. 50 mengenai "Akuntansi Investasi Efek Tertentu.: Laba atau rugi yang belum realisasi dimasukkan sebagai komponen ekuitas dan baru akan diakui sebagai penghasilan/beban pada saat realisasi.

Penyisihan piutang ragu-ragu dilakukan berdasarkan penelaahan manajemen atas status masing-masing debitur pada akhir tahun. Piutang yang tidak tertagih dihapuskan.

20

10% 10

Persediaan dinilai menurut harga yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang dapat direalisasi (net realizable value).

5%

Hak atas tanah tidak disusutkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 47. Hak atas tanah Perseroan merupakan hak guna bangunan atas nama Perseroan. Manajemen berkeyakinan tidak ada masalah untuk perpanjangan/pembaharuan hak atas tanah tersebut. Tanah disajikan dengan harga perolehan dan tidak disusutkan.

Aktiva tetap (diluar tanah) disajikan dengan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan.

5 - 10 5 20%

10% - 20%

Bila nilai tercatat suatu aktiva melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated recoverable amount), maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak dipergunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aktiva tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.

(12)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan h. Properti Investasi

i. Akuntansi sewa guna usaha

j. Pengakuan pendapatan dan beban

Aktiva tetap yang diperoleh melalui pembiayaan sewa guna usaha yang bersifat sale & leaseback dan capital lease disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap dalam kelompok tersendiri, sebesar jumlah nilai tunai pembayaran sewa guna usaha minimum ditambah nilai sisa (harga opsi), dan disusutkan dengan cara yang sama seperti aktiva tetap sejenis yang dimiliki. Rugi ditangguhkan (bersih) atas sale & lease back diamortisasi sesuai dengan metode dan masa penyusutan aktiva yang bersangkutan. Saldo nilai tunai pembayaran sewa guna usaha minimum yang belum dilunasi disajikan sebagai hutang sewa guna usaha. Bagian pokok pembayaran sewa guna usaha dicatat sebagai pelunasan hutang sewa guna usaha dan bagian bunga dicatat sebagai beban bunga.

Pendapatan penjualan/jasa dibukukan berdasarkan pengiriman barang atau penyerahan jasa kepada pembeli, sesuai dengan syarat penjualannya. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (metode akrual).

Properti investasi Perusahaan terdiri dari tanah dan bangunan yang dikuasai Perusahaan untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, kecuali tanah yang tidak disusutkan. Jumlah tercatat termasuk bagian biaya penggantian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya biaya, jika kriteria pengakuan terpenuhi; dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus sesuai umur manfaat bangunan selama 20 tahun.

Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi dalam tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut

Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Transfer dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan untuk dijual.

(13)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan k. Penjabaran mata uang asing

1 US Dollar 1 Singapura Dollar 1 HK Dollar

l. Perhitungan beban pajak

m. Laba/rugi per saham

n. Transaksi hubungan istimewa

o. Kewajiban Imbalan Kerja

Rp Rp 11,575

Perseroan dan anak perusahaan di Indonesia menyelenggarakan pembukuan dalam Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs tanggal transaksi.

Pada akhir tahun, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs tengah Bank Indonesia, sebagai berikut:

31 Mar. 2010 1,494 31 Mar. 2009 9,115

Laba/rugi kurs, yang telah maupun yang belum direalisasi, dikreditkan/dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.

6,505

7,617 1,174

Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang "Ketenagakerjaan" mewajibkan Perseroan membayar tunjangan, uang pesangon, uang penghargaan dan/atau ganti rugi yang bersifat besar kemungkinan (probable). Penerapan UU No. 13 ini sudah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 24 (Revisi 2004) mengenai "Imbalan Kerja". Perseroan telah menghitung kembali cadangan untuk pesangon karyawan dengan menggunakan asumsi tingkat kenaikan gaji rata-rata 10% per tahun. Perseroan dan anak perusahaan menerapkan metode aktiva dan kewajiban (asset and liability method) dalam menghitung beban pajaknya. Berdasarkan metode ini, aktiva dan kewajiban pajak tangguhan atas perbedaan temporer dalam pencatatan aktiva dan kewajiban untuk tujuan akuntansi dan perpajakan diakui pada setiap tanggal pelaporan. Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak untuk periode mendatang, misalnya rugi fiskal yang dapat dikompensasi apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasikan.

sesuai dengan PSAK No. 56 mengenai "Laba Per Saham", laba/rugi per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar/ditempatkan dalam tahun yang bersangkutan.

Dalam laporan ini, istilah pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa digunakan sesuai dengan perumusan dalam keputusan Ketua Bapepam No. KEP-06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000 mengenai pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK No. 7 mengenai "Pengungkapan Pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa"..

Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan maupun tidak dengan syarat dan kondisi yang wajar dibandingkan dengan transaksi serupa yang dilakukan dengan pihak lain yang tidak mempunyai hubungan istimewa, diungkapkan dalam laporan

(14)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

o. Kewajiban Imbalan Kerja - Lanjutan

p. Estimasi manajemen

3. TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA

Pembelian barang (Catatan 20) Saldo piutang usaha (Catatan 5)

Saldo piutang hubungan istimewa (Catatan 8) Saldo hutang hubungan istimewa (Catatan 8) Saldo uang jaminan impor (Catatan 11a) Saldo hutang usaha (Catatan 13)

4. KAS DAN SETARA KAS

Kas Bank:

Bank BNP Paribas Indonesia (termasuk 2010: USD 7.065 , 2009: USD 0 )

Citibank (termasuk 2010: USD 39.304 , 2009: USD 9.580) Bank Niaga (termasuk 2010:USD 2.094 , 2009:USD 2.205) Korea Exchange Bank Danamon (termasuk 2010: USD 0 ,

2009: USD 570 )

Bank lainnya (termasuk 2010:USD 4.844 , 2009:USD 49.113) Jumlah

Deposito berjangka pendek:

Citibank, Indonesia (termasuk 2010: USD 0 , 2009 USD 0) Jumlah Jumlah 100.00 100.00 0 31 Mar. 2009 240 157 0.00 10,596 0.00 13 0 0 0.00 0.00 31 Mar. 2009 0.00 % Ikhtisar transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa/pemegang saham adalah sebagai berikut:

0 31 Mar. 2010 0.00 0.00 0.00 164 63 1,060 1,547 0.00 1,117 211 4 1,117 0 57

(dalam jutaan Rupiah)

- - - 1,547 - 0 % 0 0 0 0.00 6,792 621 169 31 Mar. 2010 3 67

Perseroan hanya mencadangkan manfaat karyawan ini untuk karyawan yang statusnya karyawan tetap. Sedangkan untuk karyawan harian, Perseroan memberikan manfaat jaminan sosial, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja dan jaminan hari tua (Jamsostek).

Akrual atas kewajiban ini ditentukan berdasarkan perhitungan aktuaris independen oleh Rileos Pratama. Seluruh penyisihan dibebankan pada perhitungan laba rugi tahun berjalan.

Penyusunan laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi pelaporan jumlah aktiva dan kewajiban, dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontijensi pada tanggal laporan keuangan, dan jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode laporan. Hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut.

(15)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

5. PIUTANG USAHA

Piutang usaha berdasarkan pelanggan:

Pelanggan Dalam Negeri Jumlah

Jumlah piutang menurut umur adalah sebagai berikut:

Belum jatuh tempo Lewat 30 hari Lewat 60 hari Lewat 90 hari Jumlah

Jumlah piutang menurut mata uang adalah sebagai berikut

Dolar Amerika Serikat Rupiah

Jumlah

6. PERSEDIAAN

Barang jadi

Barang dalam pengolahan Bahan baku dan pembantu Jumlah

Piutang usaha ini dijaminkan untuk hutang pada Bank Rakyat Indonesia, Bank Niaga, Bank BNP Paribas Indonesia, Jakarta dan Banque Nationale De Paris, Singapura (Catatan 12).

Berdasarkan penelaahannya atas status masing-masing debitur pada akhir tahun, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan piutang ragu-ragu tidak diperlukan.

1,141 31 Mar. 2009 31 Mar. 2010 8,700 79 4,621

Persediaan ini dijaminkan untuk hutang pada Bank Rakyat Indonesia, Bank Niaga, Bank BNP Paribas Indonesia, Jakarta dan Banque Nationale De Paris, Singapura (Catatan 12).

Perseroan telah mengasuransikan persediaan dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp. 2.500.000.000 & US$ 2.000.610 per 31 Desember 2009 dan Rp. 2.500.000.000 per 31 Desember 2008 terhadap resiko kebakaran, ledakan, petir, pesawat udara dan huru-hara serta bencana alam. Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah pertanggungan asuransi ini memadai.

7,844 10,514 31 Mar. 2009

506 4,108

513

(dalam jutaan Rupiah)

13,525 4,621

13,019

831

2,746 Pelanggan Luar Negeri

31 Mar. 2010 31 Mar. 2010 13,525 742 673 6,271 46 68 106 4,390 10,698 14 31 Mar. 2009 31 Mar. 2010 31 Mar. 2009 4,621 13,525 4,108 513 13,019 506

(16)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

7. PAJAK DIBAYAR DIMUKA

Pajak Penghasilan pasal 23 Pajak Pertambahan Nilai Jumlah

8. PIUTANG/(HUTANG) HUBUNGAN ISTIMEWA

Piutang Hubungan Istimewa

PT Karintex Busana Pratama Yayasan Sosial Karwell

Dragon International Investment Ltd.

PT Karya Estetikamulia Jumlah

Hutang Hubungan Istimewa

PT Karya Estetikamulia International Wenoice Jumlah Pinjaman Pinjaman Pinjaman Kesamaan Pemegang Saham

(165) PT Kahoindah Citragarment 0 129 31 Mar. 2010 0 0 6,632

Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa 0 Afiliasi Pemegang Saham 30 30 4,684 0 33 0 988 31 Mar. 2009 12 3,166 4,320

(dalam jutaan Rupiah)

1,000

Kesamaan Pemegang Saham Pemegang Saham

PT. Indotex Bangun Bersama

(164) 1,154 31 Mar. 2010 31 Mar. 2009 PT Kahoindah Citragarment 5,848 6,792 1

Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut:

Pihak Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa Transaksi Manajemen berkeyakinan bahwa semua piutang dapat ditagih sehingga penyisihan piutang ragu-ragu nihil. Piutang hubungan istimewa terutama merupakan piutang atas transaksi pinjaman tanpa dikenakan bungan dan tanpa jangka waktu pembayaran pinjaman

10,596 PT. Indotex Bangun Bersama

0 0

0 0

PT. Karya Estetikamulia

Dragon International Investment LTD, British Virgin Islands

PT. Karintex Busana Pratama Yayasan Sosial Karwell

Pinjaman

(17)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

9. AKTIVA TETAP

Harga perolehan Pemilikan langsung

Tanah

Bangunan dan instalasi listrik

Mesin-mesin

Peralatan, inventaris kantor/ pabrik/mess

Kendaraan bermotor Jumlah

Aktiva sewa guna usaha

Kendaraan bermotor Jumlah harga perolehan

Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung

Bangunan dan instalasi listrik

Mesin-mesin

Peralatan, investaris kantor/ pabrik/mess

Kendaraan bermotor Jumlah

Aktiva sewa guna usaha

Kendaraan bermotor Jumlah akumulasi penyusutan

Nilai buku Reklasifikasi Saldo Pengurangan 6,516 0 0 0 0 30,701 61 0 0 9,806 0 0 8,387 0 0 0 0 0 11,987 0 0 5,784 40,568 40,450 118 0 0 6 4,755 8,176 0 8,216 0 0 1 Jan. 2010 Saldo 6,516

(dalam jutaan Rupiah)

0 0 0 Penambahan 0 0 0 0 0 8,146 0 8,216 112 30 12,289 0 0 0 89 11,875 8,387 5,043 40,450 118 30,442 0 55 0 28 4,726 0 0 259 30,762 31 Mar. 2010 5,043 12,289 265 10,071 30,497 5,695 0 40,568

(18)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

9. AKTIVA TETAP - Lanjutan

Harga perolehan Pemilikan langsung

Tanah

Bangunan dan instalasi listrik

Mesin-mesin

Peralatan, inventaris kantor/ pabrik/mess

Kendaraan bermotor Jumlah

Aktiva sewa guna usaha

Kendaraan bermotor Jumlah harga perolehan

Akumulasi penyusutan Pemilikan langsung

Bangunan dan instalasi listrik

Mesin-mesin

Peralatan, investaris kantor/ pabrik/mess

Kendaraan bermotor Jumlah

Aktiva sewa guna usaha

Kendaraan bermotor Jumlah akumulasi penyusutan

Nilai buku

Penyusutan dibebankan pada:

Beban produksi

Beban umum dan administrasi Jumlah

0

0

0

19,883 (dalam jutaan Rupiah)

13,371 0 5,616 1 Jan. 2009 4,745 14,247 0 141 30 Mar. 2009 60,109 59,734 375 5,043 13,057 8,379 339 0 4 0 Pengurangan 0 Penambahan 0 60,295 11 19,883 0 339 13,364 8 38,122 38,279 21,829 333 206 2009 0 0 0 0 0 339 153 0 36 0 0 4,874 224 539 224 95 60,295 13,984 10,937 145 263 8,012 224 37,807 Saldo 11,082 8,048 13,057 Saldo 0 157 0 695 0 157 539 (234) 234 0 0 0 (234) 8,375 37,807 22,488 2010 259 10 249 Reklasifikasi 0 0

(19)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

9. AKTIVA TETAP - Lanjutan

Perincian tanah per 31 Maret 2010 dan 2009: -10. PROPERTI INVESTASI Harga perolehan Tanah

Bangunan dan instalasi listrik

Jumlah

Akumulasi penyusutan

Bangunan dan instalasi listrik Jumlah Nilai buku 8,803 19,308 19,308 0 0 0 6,541 0 0 0 6,541 12,767 0 0

Perseroan telah mengasuransikan aktiva tetapnya (selain tanah) dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 10.298 juta dan Rp. 30.065 juta per 30 Juni 2009 dan per 30 Juni 2008 terhadap resiko kebakaran, ledakan, petir, pesawat udara dan huru-hara serta bencana alam. Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah pertanggungan asuransi ini memadai.

Reklasifikasi Saldo

31 Mar. 2010

10,346

Properti investasi dijadikan jaminan atas hutang bank yang diperoleh Perusahaan.

Berdasarkan penelaahan manajemen Perusahaan, tidak terdapat kejadian-kejadian atau perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai properti investasi pada tanggal 31 Desember 2009

38.076 m2 di Desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 92 19.245 m2 di Desa Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 93 6.390 m2 di Desa Setiadarma, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 23

Aktiva tetap tertentu dijaminkan untuk hutang pada Bank Rakyat Indonesia, Bank Niaga, Bank BNP Paribas Indonesia, Jakarta dan Banque Nationale De Paris, Singapura (Catatan 12 dan 15).

(dalam jutaan Rupiah)

78.785 m2 di Desa Setiadarma, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 22

66.547 m2 di Desa Gandasari, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, HGB No. 18

0 12,767 Saldo Penambahan 0 Pengurangan 1 Jan. 2010 160 0 242 m2 di Jl. Gunung Sahari I/43, Senen, Jakarta Pusat, HGB No. 1046

399 m2 di Jl. Gunung Sahari I/50, Senen, Jakarta Pusat, HGB No. 438

8,963 8,803

0 160

0 8,963 422 m2 di Jl. Gunung Sahari I/48, Senen, Jakarta Pusat, HGB No. 543

(20)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

11. AKTIVA TETAP YANG TIDAK DIGUNAKAN

Jumlah

12. AKTIVA LAIN-LAIN

a. Uang jaminan untuk impor bahan baku

b. Lainnya Jumlah

13 HUTANG BANK

Jumlah

Tingkat bunga per tahun atas pinjaman tersebut di atas:

Pinjaman USD Pinjaman Rupiah 4,944 31 Mar. 2009 31 Mar. 2010 37,113 13 31 Mar. 2010 13 31 Mar. 2009 25 25 0 0 0 40,513 30,937 31 Mar. 2009

Harga perolehan atas tanah seluas 193.094 m2, di Desa Gandasari dan Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, telah disertifikasi untuk tanah seluas 169.358 m2, sedangkan sisanya seluas 23.736 m2, HGB sedang dalam pengurusan.

Harga perolehan atas tanah berikut bangunan yang didirikan diatasnya seluas 3.192 m2di kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, HGB No. 2297.

Tanah seluas 123.868 m2 di desa Gandasari dan Cibuntu dijaminkan untuk hutang pada Bank Rakyat Indonesia, Jakarta (Catatan 12).

47,371 47,371 12% - 14% 43,844 116,607 2009 41,825 2,9% - 9,5% 29,516 41,825 2,9% - 9,5% Bank Artha Graha, Jakarta, Jumlah pokok pinjaman akhir 2010 dan

2009: Rp 41.825 juta.

148,967 47,371

52,315

Bank Rakyat Indonesia, Jakarta, jumlah pokok pinjaman akhir 2010: USD 3.394,069, 2009:USD 3,206,296.

Banque Nationale De Paris, Singapura, jumlah pokok pinjaman akhir 2010 USD 4.810.143 dan 2009 USD 2.550.000.

31 Mar. 2010

Bank BNP Paribas Indonesia, Jakarta, jumlah pokok pinjaman akhir 2010: USD 0 , 2009: USD 3.500.000.

13% - 15% 2010

(21)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

13 HUTANG BANK - Lanjutan

-- : - : -- : - : -- : - :

-Banque Nationale De Paris: fasilitas modal kerja dengan tingkat bunga sebesar 2% di atas SIBOR. Saat ini Perusahaan sedang dalam proses negosiasi untuk perpanjangan kredit ini., dijamin dengan:

jaminan pribadi Tn. Susanto, Direktur Utama Perseroan.

(dalam jutaan Rupiah)

tanah-tanah berikut segala sesuatu yang didirikan, ditanam dan ditempatkan di atas tanah-tanah tersebut, seluas 210.106 m2yang terletak di Jakarta (Senen, Ancol dan Gunung Sahari) serta di Bekasi, Jawa Barat (di Desa Setiadarma, Gandasari dan Cibuntu).

jaminan pribadi Tn. Susanto, Direktur Utama Perseroan.

persediaan dan piutang usaha (Perseroan) secara pari passu dengan hutang Bank BNP Paribas Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia, Jakarta, dan

Pagu Pinjaman US$ 2,500,000 Kredit Modal Kerja Investasi (KMKI/PJI) - 01:

Pagu Pinjaman US$ 3,200,000 Kredit Modal Kerja (KMK) - 01:

persediaan dan piutang usaha (Perseroan) pada setiap saat harus tidak boleh kurang dari 120% dari jumlah pokok pinjaman terhutang pada Banque Nationale De Paris, Singapura dan Bank Rakyat bangunan, mesin dan peralatan, kendaraan bermotor dan inventaris

piutang usaha Suku Bunga

Pinjaman ini dijaminkan dengan:

Suku Bunga 8% per tahun 8% per tahun

Pagu Pinjaman US$ 5,800,000 Kredit Modal Kerja (KMK) - 03:

Bank BNP Paribas Indonesia : fasilitas modal kerja yang jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2009, dijamin dengan:

jaminan gadai sebanyak 30.000.000 saham Perseroan yang dimiliki oleh PT Karya Estetikamulia (pemegang saham)

jaminan pribadi Tn. Susanto, Direktur Utama Perseroan.

tanah, bangunan dan mesin di Sunter milik PT Karinwashindo Centralgraha (anak perusahaan) secara pari passu dengan hutang Banque Nationale De Paris, Singapura

tanah, bangunan dan mesin di Sunter milik PT Karinwashindo Centralgraha (anak perusahaan) secara pari passu dengan hutang Bank BNP Paribas Indonesia

persediaan dan piutang usaha (Perseroan) secara pari passu dengan hutang Banque Nationale De Paris, Singapura dan Bank Rakyat Indonesia, Jakarta

persediaan

Suku Bunga 8% per tahun

Bank Rakyat Indonesia: fasilitas kredit ekspor, kredit modal kerja dan post import financing (PIF), Pada tahun 2007 fasilitas pinjaman jangka pendek menjadi pinjaman jangka panjang berdasarkan surat BRI No. R.II-398-ADK/DKR/08/2007 tanggal 30 Agustus dinyatakan bahwa Perusahaan memperoleh perpanjangan jangka waktu kredit sampai dengan tanggal 30 Juni 2009, yang terdiri dari:

(22)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

13 HUTANG BANK - Lanjutan

- tanah kosong seluas 45.490 m2 di kampung Cibuntu dan desa Gandasari, Bekasi, Jawa Barat

-Persyaratan lain yang penting terkait dengan perolehan Hutang Bank adalah Debitur tanpa persetujuan tertulis dari kreditur tidak diperkenankan untuk:

-- melakukan perubahan terhadap anggaran dasar debitur - melakukan perubahan terhadap komposisi pemegang saham - melakukan perubahan terhadap bidang usaha debitur - melakukan pembagian dividen

- sebagai penjamin dan menjamin harta kekayaan kepada pihak lain - menerima pinjaman/kredit baru dari Bank atau lembaga keuangan lain.

14 HUTANG USAHA

Hutang usaha, berdasarkan pemasok: Pemasok dari Luar Negeri Pemasok dari Dalam Negeri

Jumlah

Hutang usaha, berdasarkan mata uang: Dolar Amerika Serikat

Rupiah

Jumlah

Hutang usaha, berdasarkan hubungan: Hutang kepada pihak ketiga

Hutang kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa

Jumlah 1,812 1,523 6,374 1,509 31 Mar. 2009 jaminan pribadi Tn. Susanto, Direktur Utama Perseroan

saham Perseroan yang dimiliki oleh PT Karya Estetikamulia (pemegang saham) 2006 dan 2005: 113.500.000 saham.

tanah dan bangunan pabrik, LT/LB 19.163 m2/8.580 m2 atas nama PT Karintex Busana Pratama di desa Sukaresmi, Lemah Abang, Jawa Barat

3,335 1,812

3,335 1,509

Bank Artha Graha: 2006 dan 2005: fasilitas pinjaman berulang (Revolving Loan), Berdasarkan surat dari Artha Graha No. 201/OL/MKT-KCPJ/VIII/2007 tanggal 14 Agustus 2007 dinyatakan bahwa Perusahaan memperolah persetujuan penurunan plafond kredit dari Rp. 52.000.000.000 menjadi Rp. 42.000.000.000. Fasilitas pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 16% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 31 Januari 2010. Pinjaman ini dijamin dengan:

1,523

7,883 7,883

6,374

(dalam jutaan Rupiah)

31 Mar. 2010

melakukan merger atau konsolidasi dengan badan usaha lain, akuisisi dan penjualan asset (aktiva tetap) perusahaan yang dijaminkan

7,883 3,335 0 0

(23)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

14 HUTANG USAHA - Lanjutan

Jumlah piutang menurut umur adalah sebagai berikut:

Belum jatuh tempo Lewat 30 hari Jumlah

15 HUTANG PAJAK

Pajak Pertambahan Nilai PPh pasal 21

PPh pasal 23 , 26 dan PPh Final Jumlah

a. Komponen penghasilan (beban) pajak adalah sebagai berikut:

Pajak kini: Jumlah Pajak tangguhan: PT Karwell Indonesia Tbk PT Karinwashindo Centralgraha Jumlah

Jumlah penghasilan (beban) pajak

b.

c.

Aktiva pajak tangguhan, bersih:

PT Karwell Indonesia Tbk 0

Jumlah aktiva pajak tangguhan-bersih Kewajiban pajak tangguhan, bersih:

PT Karwell Indonesia Tbk PT Karinwashindo Centralgraha Jumlah kewajiban pajak tangguhan-bersih

300 31 Mar. 2009

2,620 2,244 (dalam jutaan Rupiah)

21 3

31 Mar. 2010

0 0

Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Perseroan dan anak perusahaan melaporkan/menyetorkan pajak-pajaknya berdasarkan sistem self-assesment. Fiskus dapat menetapkan/mengubah pajak-pajak tersebut dalam waktu 10 tahun sejak saat terutangnya pajak. Pajak penghasilan dihitung untuk setiap perusahaan sebagai suatu badan hukum yang berdiri sendiri (laporan keuangan konsolidasi tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan).

1,380 0 309 333 76 0 31 Mar. 2009 0 0 1,541 1,541 1,380 0 0 0 0 31 Mar. 2009 0 0 0 31 Mar. 2010

Rincian aktiva dan kewajiban pajak tangguhan masing-masing perusahaan per 31 Maret 2010 dan 2009 terdiri dari: 31 Mar. 2010 0 0 31 Mar. 2010 31 Mar. 2009 6,374 1,523 1,509 1,812 7,883 3,335

(24)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

16 HUTANG BANK JANGKA PANJANG

Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun

Setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan, 2010: 5,259,012, 2009: USD 4.715.960

Jumlah pokok pinjaman akhir: 2009: USD 0

Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun: 2009: USD 0

Setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2009: USD 0

Total pokok pinjaman akhir:

2010: USD 5,259,012, 2009: USD 5.053.620 Bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun:

2009: USD 0

Setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2010: USD 5,259,012, 2009: USD 4.715.960

17 HAK MINORITAS

2010: USD 5,259,012, 2009: USD 5.053.620 Jumlah pokok pinjaman akhir:

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta. Jumlah pokok pinjaman pada akhir Maret 2008 telah diklasifikasikan sebagai hutang bank jangka panjang.

0 0 N.V. De Indonesische Overseeze Bank (The Indonesia

31 Mar. 2009 0 58,496 0 31 Mar. 2010 47,936 0

(dalam jutaan Rupiah)

58,496 Tingkat bunga per tahun atas pinjaman US Dollar tersebut diatas masing-masing sebesar 2,9%-9,5% per 31 Maret 2010 dan 2,9%-9,5% per 31 Maret 2009.

58,496 47,936 47,936 0 0 58,496 0 2010: USD 0, 2009: 47,936

Pada tanggal 31 Maret 2010 dan 2009, akun ini merupakan hak pemegang saham minoritas atas aktiva bersih PT. Karinwashindo Centralgraha dan PT. Karya Investama Indonesia, Anak Perusahaan.

0

(25)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

18 MODAL SAHAM

Modal dasar: Jumlah saham

Nilai nominal per saham Jumlah nominal

Modal ditempatkan dan disetor penuh: Jumlah saham

Jumlah nominal

PT Karya Estetikamulia

Dragon International Investment Ltd., British Virgin Islands

Masyarakat lainnya Jumlah

19 TAMBAHAN MODAL DISETOR

20 PENJUALAN Penjualan Ekspor Penjualan Lokal Jumlah 587.152.700 saham Rp 600.000.000.000 587.152.700 saham 31 Mar. 2010 Jumlah nominal 312,550,000 156,275 53.23

Merupakan selisih antara harga penawaran saham Rp 2.900 per saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dari 20.000.000 saham yang dijual dalam masa penawaran perdana 24-30 Nopember 1994, dimana sejumlah Rp 32.500 juta telah direklasifikasi menjadi modal saham dengan pengeluaran saham bonus dalam tahun 1996 (Catatan 1a).

Rp 293.576.350.000 31 Mar. 2009

Rp 500

Seluruh saham Perseroan yang beredar/ditempatkan berjumlah 587.152.700 telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (Catatan 1a).

100.00 293,577 10,318 126,984 253,967,200 20,635,500 587,152,700 25,677

Rincian penjualan kepada pelanggan yang melebihi 10% adalah sebagai berikut:

3.52 1.200.000.000 saham Rp 600.000.000.000 11,138 6,683 0

Pada tahun 2010 dan 2009, tidak ada penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

2,854 849

5,410 3,828 24,828

8,284

(dalam jutaan Rupiah)

31 Mar. 2009 31 Mar. 2010

Rp 500

Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Maret 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

Jumlah saham % 1.200.000.000 saham

Rp 293.576.350.000

Schiesser AG

Merupakan penjualan bersih (setelah dikurangi retur penjualan dan potongan penjualan) :

43.25

4,558 New Yorker Textilegrosshandels

(26)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

21 BEBAN POKOK PENJUALAN

Pemakaian bahan baku dan bahan pembantu Upah langsung

Beban produksi tidak langsung* Jumlah beban produksi

Persediaan awal barang dalam pengolahan Persediaan akhir barang dalam pengolahan Beban pokok produksi

Persediaan awal barang jadi Persediaan akhir barang jadi Beban pokok penjualan

22 BEBAN PENJUALAN

Beban ekspor, pengangkutan

Beban KBN (Kawasan Berikat Nusantara) Lainnya

Jumlah

23 BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

Kompensasi karyawan (Catatan 25)

Jasa profesional, beban bank, keperluan kantor, komunikasi

Perjalanan dinas, asuransi, reparasi dan pemeliharaan Penyusutan aktiva tetap

Lainnya Jumlah

24 PENDAPATAN (BEBAN) LAINNYA

Laba (rugi) penjualan aktiva tetap Lainnya Jumlah 1 623 (14) (13) 31 Mar. 2010 31 Mar. 2009 2,811 333 215 249 1,571 372 0 2,065 3,388 31 Mar. 2010 31 Mar. 2009 0 623 147 158 31 Mar. 2010 6,578 243 495 250 6 617 593 535 34 128 10,811 13,826 (831) 17,563 31 Mar. 2009 (673)

*Beban produksi tidak langsung terdiri dari kompensasi karyawan, biaya pemeliharaan dan perbaikan, biaya sub kontrak, biaya impor, penyusutan aktiva tetap, biaya bahan baku dan penolong, biaya telepon, listrik dan air.

4,980

2,365

(dalam jutaan Rupiah)

4,878 3,504 (1,141) 4,011 20,902 (742) 31 Mar. 2010 12,434 31 Mar. 2009 4,340 8,137 1,288 1,870 2,908

(27)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

25 LABA/RUGI PER SAHAM

Laba/rugi per saham dasar:

Laba (rugi) bersih (dalam jutaan Rupiah) Jumlah saham beredar (rata-rata tertimbang) Laba (rugi) per saham dasar (dalam Rupiah penuh)

26 MANFAAT KARYAWAN

a. Beban imbalan kerja:: Biaya jasa kini Biaya bunga Biaya jasa lalu

Amortisasi keuntungan aktuarial Jumlah

b. Kewajiban imbalan kerja:

Nilai kini kewajiban imbalan kerja Keuntungan aktuari yang belum diakui Kewajiban imbalan kerja

c. Mutasi kewajiban imbalan kerja: Saldo awal tahun

Beban imbalan kerja tahun berjalan Saldo akhir tahun

Umur pensiun Tingkat diskonto Tingkat kenaikan gaji Tingkat kematian

14,650,671 21,855,072 11,780,600 65,241,800 Perusahaan mencatat penyisihan imbalan kerja untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu

55 tahun sesuai dengan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 dan PSAK 24 (Revisi 2004) mengenai “Imbalan Kerja”.

Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban imbalan kerja yang diakui di laporan laba rugi konsolidasi dan kewajiban imbalan kerja yang diakui di neraca konsolidasi berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh PT Rileos Pratama, aktuaris independen, berdasarkan laporannya masing-masing bertanggal 12 Maret 2010 untuk tahun 2009 dan 5 Maret 2009 untuk tahun 2008.

(3.55) 587,152,700

188,773,886 (dalam jutaan Rupiah)

Masa berlaku pelaksanaan waran telah berakhir tanggal 28 Juni 2002. Sejak tanggal tersebut tidak terdapat perhitungan saham dilusian.

587,152,700 (20.88) 31 Mar. 2010 31 Mar. 2009 (2,085) (12,257) 118,142,721 31 Mar. 2010 31 Mar. 2009 (3,945,650) 0 140,628,342 275,870,758 431,466,313 546,458,957 380,155,800 124,534,812 811,622,113 670,993,769 670,993,770 395,123,012

Asumsi-asumsi dasar yang digunakan dalam menentukan penyisihan imbalan kerja karyawan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:

31 Mar. 2010 31 Mar. 2009

140,628,342 275,870,758 811,622,112 670,993,770

TMI 2 TMI 2 55 tahun 55 tahun 11% per tahun 10% per tahun 5% per tahun 7% per tahun

(28)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

27 AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING

Aktiva:

Kas dan setara kas Piutang usaha

Piutang hubungan istimewa Aktiva lain-lain

Kewajiban:

Hutang bank jangka pendek Hutang usaha

Beban masih harus dibayar Hutang bank jangka panjang

Kewajiban melebihi aktiva dalam mata uang asing-bersih

28. INFORMASI SEGMEN USAHA

Penjualan/pendapatan usaha:

PT Karwell Indonesia Tbk, Tanjung Priok (Kemeja) PT Karwell Indonesia Tbk, Tambun (Jaket)

Jumlah, sebelum eliminasi Eliminasi

Setelah eliminasi

28. INFORMASI SEGMEN USAHA - Lanjutan

Laba (rugi) usaha:

PT Karwell Indonesia Tbk, Tanjung Priok (Kemeja) PT Karwell Indonesia Tbk, Tambun (Jaket)

Jumlah Aktiva:

PT Karwell Indonesia Tbk, Tanjung Priok (Kemeja) PT Karwell Indonesia Tbk, Tambun (Jaket) PT Karinwashindo Centralgraha

Jumlah, sebelum eliminasi Eliminasi 31 Mar. 2009 31 Mar. 2010 506,932 58,072 USD USD 61,752 Aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing, ekuivalen dalam US Dollar, adalah sebagai berikut:

0 0 1,168,485 5,259,012 5,053,621 601 0 131,561 0 699,239

(dalam jutaan Rupiah)

0 25,677 (159,927) 283,278 4,944 (41) 31 Mar. 2009 764 1,230,839 11,138 31 Mar. 2009 11,138 9,256,297 565,768 8,204,213 14,441,478 25,677 31 Mar. 2010 (1,910) 1,164 (135,637) 170,435 224,643 11,866 42,342 93,533 184,802 14,162,464 0 11,138 25,677 13,210,640 13,596,696 31 Mar. 2010 0 0 (1,910) 0 1,204

(29)

PT KARWELL INDONESIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Lanjutan

Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Maret 2010 Dan 2009

29. KEADAAN EKONOMI

-Kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan telah dipengaruhi dan akan terus dipengaruhi pada masa yang akan datang oleh kondisi ekonomi makro dan industri tekstil. Sebagai akibatnya, terdapat ketidakpastian yang dapat mempengaruhi operasi di masa yang akan datang, pemulihan aset dan kemampuan untuk membayar kewajiban ketika jatuh tempo pada kegiatan usaha normal.

Oleh karena itu, tidaklah mungkin untuk menentukan dampak masa depan terus memburuknya kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan pendapatan Perusahaan dan Anak Perusahaan termasuk dampaknya terhadap pelanggan, kreditur, rekanan dan pemegang saham. Penyelesaian masalah tersebut tidak dapat ditentukan saat ini. Laporan keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul yang diakibatkan oleh ketidakpastian tersebut. Dampak yang berkaitan akan dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasi pada saat diketahui dan dapat diperkirakan.

Melakukan negosiasi dengan pemasok bahan baku, untuk memperoleh perpanjangan jangka waktu pembayaran serta potongan harga pembelian.

Melakukan negosiasi dengan para kreditur, untuk memperoleh perpanjangan jangka waktu pembayaran dan penyesuaian tingkat bunga;

Pada saat ini kondisi ekonomi dan politik di Indonesia relatif stabil. Persaingan usaha terutama pada industri garmen di Indonesia sangat kompetitif terutama karena alasan efisiensi dan produktivitas. Disamping itu persaingan dengan produsen garmen dari luar negeri di pasar internasional juga turut mempengaruhi daya saing industri garmen di Indonesia. Laporan keuangan mencakup dampak kondisi persaingan pada industri garmen terhadap Perusahaan sepanjang hal tersebut dapat ditentukan dan diperkirakan.

(dalam jutaan Rupiah)

Meningkatkan produktivitas;

Melakukan penghematan dan efisiensi di semua departemen;

Perusahaan dan Anak Perusahaan melaporkan rugi bersih konsolidasi masing-masing sejumlah Rp 6,9 miliar dan Rp 60,4 miliar pada tahun 2009 dan 2008. Penjualan menurun dari Rp 277 miliar pada tahun 2008 menjadi Rp 70 miliar pada tahun 2009 dikarenakan penghentian operasi divisi jaket pada bulan Oktober 2008. Disamping itu pada tahun 2009, Perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga atas pinjaman dari bank tertentu, atas wanprestasi tersebut, bank tersebut setiap saat dapat meminta pembayaran atau mengambilalih semua jaminan Perusahaan atau melakukan tindakan tertentu yang dapat menyebabkan operasi Perusahaan terhenti. Saat ini Perusahaan telah mengadakan negosiasi untuk merestrukturisasi perjanjian kredit bank tertentu tersebut. Sampai dengan tanggal laporan auditor independen, proses negosiasi mengenai restrukturisasi perjanjian kredit belum mencapai kesepakatan.

Sebagai tanggapan terhadap kondisi tersebut di atas, manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan telah dan akan terus melakukan hal-hal sebagai berikut:

Melakukan penjualan beberapa aset Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk pelunasan hutang bank agar beban bunga berkurang pada tahun mendatang;

Gambar

Tabel berikut ini merangkum komponen-komponen atas beban imbalan kerja yang diakui di laporan laba rugi konsolidasi dan kewajiban imbalan kerja yang diakui di neraca konsolidasi berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh PT Rileos Pratama, aktuaris independen, berdasarkan laporannya masing-masing bertanggal 12 Maret 2010 untuk tahun 2009 dan 5 Maret 2009 untuk tahun 2008.

Referensi

Dokumen terkait

Laporan keuangan konsolidasian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan anak perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum

Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasi Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk periode yang berakhir

Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan dengan pemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung, kecuali

Menurut pendapat kami, Laporan Keuangan Konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, Posisi Keuangan PT Inter Delta Tbk dan

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi tersebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Multipolar Corporation Tbk dan

Kami telah melakukan review atas neraca konsolidasi PT Citra Tubindo Tbk dan Anak perusahaan tanggal 30 Juni 2005 dan 2004, serta laporan laba rugi konsolidasi,

PT PRASIDHA ANEKA NIAGA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) Untuk Enam Bulan yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2007 dan

Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Modern Photo Tbk dan