Menembus Batas
Penerbitan Saham dan Obligasi Share and Bond Issuance
Laporan Dewan Komisaris
Report of the Board of Commissioners
Laporan Direksi
Report of the Board of Commissioners
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen Analysis and Discussion by the Management
Umum | General
Transaksi Efek | Securities Trading Pembiayaan Nasabah | Customer Financing Corporate Finance
Asset Management
Portofolio Efek | Securities Portfolio Pemasaran | Marketing Riset | Research
Teknologi Informasi | Information Technology Prospek dan Strategi Usaha | Business Prospect and Strategies
Tata Kelola Perusahaan Corporate Governance
Laporan Komite Audit Report of the Audit Committee
Manajemen Risiko
Statement of the Board of Commissioners and the Board of Directors
Referensi untuk
Peraturan Bapepam-LK No. X.K.6 Reference for
00 2
Riwayat Singkat
Brief History
Didirikan dengan nama PT PANIN SEKURITASINDO. Established under the name of PT PANIN SEKURITASINDO.
1989
Berubah nama menjadi PT NUSAMAS PANIN. The Company’s name was changed to PT NUSAMAS PANIN.
1991
Berubah nama menjadi PT PANIN SEKURITAS. The Company’s name was changed to PT PANIN SEKURITAS.
1995
Pembukaan Kantor Cabang Medan-Diponegoro. Opened Branch ofice in Medan-Diponegoro.
1999
Perusahaan efek pertamayang mendapatkan ijin pemberian Fasilitas Pembiayaan Transaksi Nasabah.
The irst securities company licensed for Margin Financing.
1997
Penawaran Umum Perdana dan Pencatatan Saham di Bursa Efek Jakarta.
Initial Public Offering and share listing at the Jakarta Stock Exchange.
2000
Pembukaan Kantor Cabang Pluit, Jakarta Utara. Opened Branch Ofice in Pluit Village-North Jakarta.
2001
Pemecahan Nominal Saham. Stock Split.
2002
Penerbitan Obligasi Panin Sekuritas I Tahun 2003
dan Pencatatan di Bursa Efek Surabaya. Bond issuance of Panin Sekuritas I Tahun 2003 and listing at Surabaya Stock Exchange.
2003
Peningkatan Modal Disetor melalui dividen saham; Increase of Paid–in Capital through stock dividend;
Pembukaan Kantor Cabang Bandung; Opened Branch Ofice in Bandung;
2004
Penerbitan Obligasi Panin Sekuritas II Tahun 2005 dan Pencatatan di Bursa Efek Surabaya; Bond issuance of Panin Sekuritas I Tahun 2005 and listing at Surabaya Stock Exchange; Peluncuran Logo Baru Perusahaan. Launched Company’s New Logo.
2005
Pelunasan Obligasi
Panin Sekuritas II Tahun 2005 Seri A; Bond Payment of
Obligasi Panin Sekuritas II Tahun 2005 Seri A; Pembukaan Kantor Cabang Kelapa Gading, Jakarta Utara. Opened Branch Ofice in Kelapa Gading-North Jakarta.
00 3 Pelunasan Obligasi
Panin Sekuritas II Tahun 2005 Seri B. Bond Payment of
Obligasi Panin Sekuritas II Tahun 2005 Seri B. Penerbitan Obligasi Panin Sekuritas III Tahun 2007 dan Pencatatan di Bursa Efek Surabaya; Bond issuance of
Obligasi Panin Sekuritas III Tahun 2007 and listing at Surabaya Stock Exchange; Pembukaan Kantor Cabang Surabaya-HR Muhammad. Opened Branch Ofice in Surabaya-HR Muhammad.
2007
Pembukaan Kantor Cabang di Gading Serpong-Tangerang, Medan-Pemuda, Palembang, Semarang, Jembatan Lima-Jakarta Barat dan Batam. Opened Branch Ofices in Gading Serpong-Tangerang, Medan-Pemuda, Palembang, Semarang, Jembatan Lima-West Jakarta and Batam.
2010
Pembukaan Kantor Cabang di
Denpasar, Pondok Indah - Jakarta
Selatan dan Medan-Iskandar Muda.
Opened Branch Ofices in Denpasar,
Pondok Indah - South Jakarta and
Medan-Iskandar Muda.
2011
Pemecahan Nilai Nominal Saham;Stock Split; Pelunasan Obligasi Panin Sekuritas I Tahun 2003. Bond Payment of
Obligasi Panin Sekuritas I Tahun 2003. Peluncuran Panin Sekuritas Online Stock Trading (“POST”) Launched Panin Sekuritas Online Stock Trading (“POST”) Pembukaan Kantor Cabang Puri, Jakarta Barat;
Opening of Puri, West Jakarta Branch;
2008
Pembukaan Kantor Cabang di Pluit Sakti-Jakarta Utara, Tanah Abang-Jakarta Pusat, Padang, Pekanbaru, Pontianak dan Surabaya-Mayjen Sungkono. Opened Branch Ofices in Pluit Sakti-North Jakarta, Tanah Abang-Central Jakarta, Padang, Pekanbaru, Pontianak and Surabaya-Mayjen Sungkono.
00 4
Pemegang Saham
Shareholders
Nama
Name
Nilai Nominal Rp 125 per share
Nominal Value Rp 125 per share Persentase Percentage
(%)
Jumlah Saham
Number of Shares
Jumlah Nominal
Total Nominal (Rp)
Modal Dasar | Authorized Capital 1.280.000.000 160.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Issued and Fully Paid Capital
PT Bank Pan Indonesia Tbk 208.800.000 26.100.000.000 29,00
PT Patria Nusa Adamas 216.000.000 27.000.000.000 30,00
Publik (kepemilikan dibawah 5%)
Public (ownership below 5%) 295.200.000 36.900.000.000 41,00
Jumlah | Total 720.000.000 90.000.000.000 100,00
Komposisi pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut :
Composition of the Company’s shareholders as of 31 December 2010 is as follows:
PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Patria Nusa Adamas
Public
2010
29%
5
Visi dan Misi
Vision and Mission
Visi /
Vision
Menjadi perusahaan efek andalan dan terpercaya dalam kegiatan pasar modal yang dapat memberikan solusi inansial optimal bagi nasabah.
To become a leading and trusted securities company in the capital market by delivering optimal inancial solutions to our clients.
Misi /
Mission
Mengembangkan Perseroan dengan membangun sumber daya manusia yang profesional, dedikatif dan memiliki integritas tinggi, serta didukung sumber daya keuangan yang kuat dan teknologi informasi yang tepat guna.
To develop the Company by fostering professional, dedicated and high integrity human resources supported by strong inancial resources and effective information technology.
Membangun kepercayaan nasabah dengan memberikan kepuasan dan kenyamanan melalui layanan jasa keuangan yang menyeluruh dan solusi cerdas bagi nasabah.
To solidify clients’ trust by providing satisfaction and convenience through integrated inancial services and innovative solutions.
Meningkatkan enterprise value Perseroan melalui upaya yang konsisten dan berorientasi pada hasil dengan tetap menerapkan sikap prudent.
To increase enterprise value through consistent and goal-oriented efforts, while continuing to be prudent.
Menjadi mitra kerja yang menguntungkan bagi para stakeholders dan menciptakan sinergi kepada hasil kerja bersama.
6
Prestasi
Achievements
2006
Perusahaan Sekuritas Terbaik 2006, penghargaan oleh Majalah Investor
The Best Securities Company of 2006, awarded by Investor Magazine.
2007
Reksa Dana Terbaik 2007 untuk kategori Reksa Dana Pendapatan Tetap Kinerja Satu Tahun, penghargaan oleh Majalah Investor.
Best Mutual Fund in Fixed Income Mutual Fund Category based on One Year Performance, awarded by Investor Magazine in 2007.
Emiten Terbaik 2007 untuk Sektor Sekuritas dan Reksa Dana, penghargaan oleh Majalah Investor;
The Best Publicly Listed Company in the Securities and Mutual Fund Sector of 2007, awarded by Investor Magazine.
Anggota Bursa Teraktif dalam Transaksi Efek Ekuitas berdasarkan Nilai Transaksi, penghargaan oleh Bursa Efek Surabaya.
The Most Active Members in Equity Trading Based on Transaction Value, awarded by Surabaya Stock Exchange.
2010
Reksa Dana Terbaik 2010 untuk kategori Reksa Dana Saham periode satu tahun dengan Jumlah Aset Rp 100 miliar – Rp 1 Triliun (Panin Dana Prima), penghargaan oleh Majalah Investor;
Best Mutual Fund 2010 in Equity Mutual Fund Category based on one year performance with Total Assets of Rp 100 Billion – Rp 1 Trilion (Panin Dana Prima), awarded by Investor Magazine;
Reksa Dana Terbaik 2010 untuk kategori Reksa Dana Saham periode tiga, lima dan tujuh tahun dengan Jumlah Aset Rp 100 miliar – Rp 1 Triliun (Panin Dana Maksima), penghargaan oleh Majalah Investor.
Best Mutual Fund 2010 in Equity Mutual Fund Category based on three, ive and seven years performance with Total Assets of Rp 100 Billion – Rp 1 Trilion (Panin Dana Maksima), awarded by Investor Magazine.
Sekuritas Terbaik 2010 untuk kategori Jumlah Aset diatas Rp 1 Triliun, penghargaan oleh Majalah Investor.
Best Securities Company 2010 with Total Assets above Rp 1 Trilion, awarded by Investor Magazine.
Asia’s Best Companies 2010, penghargaan oleh Majalah FinanceAsia
7
2011
Indonesia Brand Champion 2011,
Kategori Merk Perusahaan Efek Paling Populer, penghargaan oleh MarkPlus, Inc.
Indonesia Brand Champion 2011, category: Most Popular Brand of Brokerage House, awarded by MarkPlus, Inc.
Indonesia Brand Champion 2011, Kategori Merk Perusahaan Efek Pilihan Konsumen, penghargaan oleh MarkPlus, Inc.
Indonesia Brand Champion 2011, category: Customer’s Brand Choice of Brokerage House, awarded by MarkPlus, Inc.
Reksa Dana Terbaik 2011 untuk kategori Reksa Dana Saham periode satu, tiga, lima dan tujuh tahun dengan Jumlah Aset diatas Rp 1 Triliun (Panin Dana Maksima), penghargaan oleh Majalah Investor.
Best Mutual Fund 2011 in Equity Mutual Fund Category based on one, three, ive and seven years performance with Total Assets above of Rp 1 Trilion (Panin Dana Maksima), awarded by Investor Magazine.
Reksa Dana Terbaik 2011 untuk kategori Reksa Dana Saham periode satu dan tiga tahun dengan Jumlah Aset Rp 100 miliar – Rp 1 Triliun (Panin Dana Prima), penghargaan oleh Majalah Investor.
Best Mutual Fund 2011 in Equity Mutual Fund Category based on one and three years performance with Total Assets of Rp 100 Billion – Rp 1 Trilion (Panin Dana Prima), awarded by Investor Magazine.
Reksa Dana Terbaik 2011 untuk kategori Reksa Dana Campuran periode satu tahun (Panin Dana Bersama), penghargaan oleh Majalah Investor.
Beyond the Solutions
Solving problems is one of our main duties, and we believe
that there’s always more than one solution to any problems.
We constantly aim for compelling answers, better outcome
and bigger solutions.
10
Ikhtisar Keuangan
Financial Highlights
*) Laba dari Usaha per Saham dan Laba Bersih per Saham telah disesuaikan setelah adanya Pemecahan Nilai Nominal Saham pada tahun 2002, 2008 dan Dividen Saham tahun 2004.
Proit from Operation per Share and Net Proit per Share have been adjusted following Stock Split in 2002, 2008 and Stock Dividend in 2004.
TAHUN
2006
2007
2008
2009
2010
YEAR
NERAcA KoNSolIDASIAN (Rp miliar)
coNSolIDATED BAlANcE SHEETS (Rp billion)
Jumlah Aset 781,41 1.298,15 933,56 1.030,85 1.411,33 Total Assets
Jumlah Kewajiban 571,38 1.011,81 628,94 594,01 774,83 Total Liabilities
Hak Minoritas 0,96 1,14 0,95 1,80 2,99 Minority Interest
Jumlah Ekuitas 209,08 285,19 303,67 435,04 633,51 Total Shareholders’ Equity
lAPoRAN lABA RUGI KoNSolIDASIAN (Rp miliar)
coNSolIDATED STATEMENTS oF INcoME
(Rp billion)
Jumlah Pendapatan Usaha 144,06 220,66 173,89 222,26 363,14 Total Revenue
Laba dari Usaha 114,00 171,18 132,01 167,10 275,45 Proit from Operation
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 65,20 101,14 47,55 153,38 250,79 Proit before Income Tax
Laba Bersih 62,46 86,92 36,48 149,37 239,53 Net Proit
Jumlah Saham Beredar
(juta lembar) 360,00 360,00 720,00 720,00 720,00 Issued Shares (million shares) Laba dari Usaha per Saham (Rp)* 158,33 237,75 183,35 232,09 382,57 Proit from Operation per Share (Rp)*
Laba Bersih per Saham (Rp)* 86,75 120,72 50,66 207,45 332,67 Net Proit per Share (Rp)*
MoDAl (Rp miliar) cAPITAl (Rp billion)
Modal Disetor 90,00 90,00 90,00 90,00 90,00 Paid-in Capital
11
TAHUN
2006
2007
2008
2009
2010
YEAR
RASIo PERTUMBUHAN (%) GRoWTH RATIo (%)
Jumlah Pendapatan Usaha 84,58 53,17 (21,19) 27,81 63,39 Total Revenues
Laba dari Usaha 86,63 50,16 (22,88) 26,58 64,84 Proit from Operation
Laba Bersih 98,18 39,16 (58,03) 309,48 60,36 Net Proit
Jumlah Aset 62,80 66,13 (28,09) 10,42 36,91 Total Assets
Jumlah Kewajiban 74,59 77,08 (37,84) (5,55) 30,44 Total Liabilities
Jumlah Ekuitas 37,54 36,41 6,48 43,26 45,62 Total Shareholders’ Equity
RASIo EFISIENSI (%) EFFIcIENcY RATIo (%)
Marjin Laba dari Usaha 79,13 77,58 75,92 75,18 75,85 Proit from Operation Margin
Marjin Laba Bersih 43,36 39,39 20,98 67,20 65,96 Net Proit Margin
RASIo PRoFITABIlITAS (%) PRoFITABIlITY RATIo (%)
Laba dari Usaha terhadap
Rata-rata Aset 18,07 16,46 11,83 17,01 22,56
Proit from Operation to Average Assets
Laba Bersih terhadap
Rata-rata Aset 9,90 8,36 3,27 15,21 19,62
Net Proit to Average Assets (ROAA)
Laba dari Usaha terhadap
Rata-Rata Ekuitas 63,14 69,27 44,84 45,24 51,56
Proit from Operation to Average Shareholders’ Equity
Laba Bersih terhadap
Rata-rata Ekuitas 34,59 35,17 12,39 40,44 44,83
Net Proit to Average Shareholders’ Equity (ROAE)
RASIo SolVABIlITAS (%) SolVABIlITY RATIo (%)
Jumlah Aset Lancar terhadap
Jumlah Kewajiban Lancar 184,02 181,07 214,94 259,06 243,32
Total Current Assets to Total Current Liabilities
Jumlah Kewajiban terhadap
Ekuitas 273,29 354,78 207,11 136,54 122,31
Total Liabilities to Total Equity
Jumlah Kewajiban terhadap
Jumlah Aset 73,12 77,94 67,37 57,62 54,90
Total Liabilities to Total Assets
PERINGKAT oBlIGASI BoNDS RATING
Peringkat A A1.id A1.id A- (idn) A(idn) Rating
12
Angka-angka pada seluruh tabel dan graik dalam laporan tahunan ini menggunakan notasi bahasa Indonesia
Numerical notations in all tables and graphs in this annual report are in Indonesia
Jumlah Aset
Total Assets
(Rp miliar | Rp billion)
36,91%
2006 781,41
2007 1.298,15
2008 933,56
2009 1.030,85
2010
1.411,33
Laba Bersih
Net Income
(Rp miliar | Rp billion)
60,36%
2006 62,46
2007 86,92
2008 36,48
2009 149,37
2010
239,53
Jumlah Ekuitas
Total Equities
(Rp miliar | Rp billion)
45,62%
2006 209,08
2007 285,20
2008 303,67
2009 435,04
2010
633,51
64,84%
2006 114,00
2007 171,18
2008 132,01
2009 167,10
2010
275,45
Jumlah Kewajiban
Total Liabilities
(Rp miliar | Rp billion)
30,44%
2006 571,38
2007 1011,81
2008 628,94
2009 594,01
2010
774,83
Jumlah
Pendapatan Usaha
Total Revenues
(Rp miliar | Rp billion)
63,39%
2006 144,06
2007 220,66
2008 173,89
2009 222,26
2010
13
Imbal Hasil
Rata-Rata Ekuitas
Return on Average
Shareholders Equity
(Rp miliar | Rp billion)
0,39%
2006 34,59%
2007 35,17%
2008 12,39%
2009 40,44%
2010
44,83%
1,24%
2006 43,36%
2007 39,39%
2008 20,98%
2009 67,20%
2010
65,96%
Imbal Hasil
Rata-Rata Aset
Return on
Average Assets
(Rp miliar | Rp billion)
4,41%
2006 9,90%
2007 8,36%
2008 3,27%
2009 15,21%
2010
19,62%
0,67%
2006 79,13%
2007 77,58%
2008 75,92%
2009 75,18%
00 14
Informasi Saham
Share Information
Perkembangan Harga Saham PANS di Bursa Efek Indonesia
Price Movement of PANS at Indonesia Stock Exchange
Tahun
Year
Kwartal
Quarter
Harga Saham | Share Price Volume Transaksi di Pasar Reguler
Transaction Volume in Regular Market
Kapitalisasi Pasar pada akhir periode
Market Capitalization at the end of period
Tertinggi
Highest
Terendah
Lowest
Penutupan
Closing
(Rp) (Rp) (Rp) (Unit) (Rp)
2005 200 118 133 45.029.000 95.400.000.000
2006 248 115 233 66.826.000 167.400.000.000
2007 700 235 670 101.652.000 482.400.000.000
2008 680 300 390 9.164.000 280.800.000.000
2009 540 240 510 23.833.000 367.200.000.000
I 375 240 360 215.500 259.200.000.000
II 400 250 360 10.584.500 259.200.000.000
III 530 365 510 10.017.000 367.200.000.000
IV 540 500 510 3.016.000 367.200.000.000
2010 1.460 460 1.150 122.759.000 828.000.000.000
I 640 460 580 13.411.500 417.600.000.000
II 720 550 710 6.068.000 511.200.000.000
III 940 700 930 33.644.000 669.600.000.000
IV 1.460 930 1.150 69.635.500 828.000.000.000
31-Dec-05 30-Jun-06 31-Dec-06 30-Jun-07 31-Dec-07 30-Jun-08 31-Dec-08 30-Jun-09 31-Dec-09 30-Jun-10 31-Dec-10
1400
1200
1000
800
600
400
200
0
*Catatan :
Harga Saham telah disesuaikan akibat adanya pemecahan nilai nominal saham tahun 2002 dan 2008 serta dividen saham tahun 2004.
*Note :
00 15
Kebijakan Dividen
Dividend Policy
Dividen Kas
cash Dividend
Dividen Saham
Stock Dividend
*Catatan :
Jumlah Saham telah disesuaikan akibat adanya pemecahan nilai nominal saham tahun 2002 dan 2008 serta dividen saham tahun 2004.
Dividen tahun 2010 belum ditentukan
*Note :
Number of shares has been adjusted for the stock split in 2002, 2008 and stock dividend in 2004.
Dividend for 2010 has not been determined. Tahun
Year
Jenis Dividen
Type of Dividend
Tanggal Pembayaran
Payment Date
Jumlah Dividen
Total Dividend (Rp)
Sebelum Penyesuaian
Before Adjustment
Setelah Penyesuaian*
After Adjustment *
Jumlah Saham
Number of Shares
Dividen (Rp/saham)
Dividend (Rp/share)
Jumlah Saham
Number of Shares
Dividen (Rp/saham)
Dividend (Rp/share)
2005 Final 07-08-2006 5.400.000.000 360.000.000 15,00 720.000.000 7,50
2006 Final 06-08-2007 10.800.000.000 360.000.000 30,00 720.000.000 15,00
2007 Final 29-08-2008 18.000.000.000 720.000.000 25,00 720.000.000 25,00
2008 Final 26-08-2009 18.000.000.000 720.000.000 25,00 720.000.000 25,00
2009 Final 10-08-2010 36.000.000.000 720.000.000 50,00 720.000.000 50,00
Tahun Year
Tanggal Pembagian Distribution Date
Jumlah Dividen Saham
Number of Stock Dividen
Nilai Nominal (Rp/saham)
Nominal Value (Rp/share)
Rasio Saham lama terha-dap Saham Baru
Ratio of Old Shares to New Shares
Harga Pelaksanaan
(Rp/saham)
Exercise Price (Rp/share)
Nilai Dividen (Rp)
Dividend Value (Rp)
16
Penerbitan Saham dan Obligasi
Share and Bond Issuance
Penerbitan Saham
Tahun 2000
Pada bulan Mei 2000, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak 80.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan Nilai Nominal Rp 500 per saham pada Harga Penawaran Rp 550 per saham yang disertai dengan penerbitan 24.000.000 Waran Seri I. Seluruh saham dan Waran telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 31 Mei 2000. Sampai dengan akhir masa laku waran, yaitu 2 Juni 2003, tidak ada waran yang dikonversi menjadi saham.
Seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham telah digunakan sesuai dengan rencana penggunaan dana, yaitu untuk memperkuat modal kerja.
Tahun 2002
Pada bulan September 2002, Perseroan melakukan pemecahan nilai nominal saham dimana setiap 1 (satu) saham lama dengan nilai nominal Rp 500 per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham baru dengan nilai nominal Rp 250 per saham. Saham dengan nilai nominal baru tersebut mulai dicatatakan di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 23 September 2002.
Share Issuance
Year 2000
In May 2000, the Company conducted an Initial Public Offering of its 80,000,000 shares at a par value of Rp 500 per share at an offering price of Rp 550 per share, which were accompanied by 24,000,000 in Seri I Warrants. All of the shares and warrants were listed at the Jakarta Stock Exchange on 31 May 2000. None of the warrants were exercised prior to the expiration date of 2 June 2003.
All of the proceeds from the Initial Public Offering have been used according to the capital allocation plan, which is to strengthen the working capital.
Year 2002
In September 2002, the Company conducted a stock split, whereby 1 (one) old share with a par value of Rp 500 was split into 2 (two) new shares of with a par value of Rp 250 per share. The new par value shares were listed on the Jakarta Stock Exchange on 23 September 2002.
Uraian
Description
Sebelum Penawaran Umum (Nilai Nominal Rp 500 per saham)
Before Initial Public Offering (Par Value Rp 500 per share)
Setelah Penawaran Umum (Nilai Nominal Rp 500 per saham)
After Initial Public Offering (Par Value Rp 500 per share)
Jumlah Saham
Number of Shares
Jumlah Nilai Nominal
Total Nominal Value (Rp)
Jumlah Saham
Number of Shares
Jumlah Nilai Nominal
Total Nominal Value (Rp)
Modal Dasar
Authorized Capital 320.000.000 160.000.000.000 320.000.000 160.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Issued and Fully Paid Capital
80.000.000 40.000.000.000 160.000.000 80.000.000.000
Jumlah Saham Sebelum dan Setelah Penawaran Umum Perdana
17
Tahun 2004
Pada bulan Juli 2004, Perseroan membagikan dividen saham dimana setiap 8 (delapan) saham lama mendapat 1 (satu) saham baru. Pencatatan saham tambahan hasil pembagian dividen saham tersebut dilakukan pada tanggal 8 Juli 2004 di Bursa Efek Jakarta.
Tahun 2008
Pada bulan Januari 2008, Perseroan melakukan pemecahan nilai nominal saham dimana setiap 1 (satu) saham lama dengan nilai nominal Rp 250 per saham dipecah menjadi 2 (dua) saham baru dengan nilai nominal Rp 125 per saham. Saham dengan nilai nominal baru tersebut mulai dicatatakan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 21 Januari 2008.
Year 2004
In July 2004, the Company distributed a stock dividend, with each 8 (eight) existing shares receiving 1 (one) new share. The share dividend was listed on 8 July 2004 at the Jakarta Stock Exchange.
Year 2008
In Januari 2008, the Company conducted a stock split, whereby 1 (one) old share with a par value of Rp 250 was split into 2 (two) new shares of with a par value of Rp 125 per share. The new par value shares were listed on the Indonesia Stock Exchange on 21 January 2008.
Uraian
Description
Sebelum Pemecahan Saham (Nilai Nominal Rp 500 per saham)
Before Stock Split (Par Value Rp 500 per share)
Setelah Pemecahan Saham (Nilai Nominal Rp 250 per saham)
After Stock Split (Par Value Rp 250 per share)
Jumlah Saham
Authorized Capital 320.000.000 160.000.000.000 640.000.000 160.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Issued and Fully Paid Capital
160.000.000 80.000.000.000 320.000.000 80.000.000.000
Jumlah Saham Sebelum dan Setelah Pemecahan Nilai Nominal
The Number of Shares Before and After the Split
Uraian
Description
Sebelum Dividen Saham (Nilai Nominal Rp 250 per saham)
Before Stock Dividend (Par Value Rp 250 per share)
Setelah Dividen Saham (Nilai Nominal Rp 250 per saham)
After Stock Dividend (Par Value Rp 250 per share)
Jumlah Saham
Authorized Capital 640.000.000 160.000.000.000 640.000.000 160.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Issued and Fully Paid Capital
320.000.000 80.000.000.000 360.000.000 90.000.000.000
Jumlah Saham Sebelum dan Setelah Dividen Saham
18
Penerbitan obligasi
Tahun 2003
Pada tanggal 18 September 2003, Perseroan menerbitkan Obligasi Panin Sekuritas I Tahun 2003 Dengan Tingkat Bunga Tetap. Obligasi ini memiliki Jumlah Pokok sebesar Rp 100 miliar dan berjangka waktu 5 (lima) tahun, dengan tingkat bunga tetap sebesar 14,25% (empat belas koma dua lima persen) per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan.
Obligasi ini dicatatkan di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 19 September 2003. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dilunasi tepat waktu pada tanggal 18 September 2008.
Seluruh dana hasil penerbitan Obligasi digunakan untuk memperkuat modal kerja, khususnya meningkatkan
pembiayaan fasilitas perdagangan marjin sebagai fasilitas pinjaman perdagangan nasabah Perseroan.
Tahun 2005
Pada tanggal 15 Maret 2005, Perseroan menerbitkan Obligasi Panin Sekuritas II Tahun 2005 Dengan Tingkat Bunga Tetap. Obligasi ini memiliki Jumlah Pokok seluruhnya sebesar Rp 75 miliar, yang terdiri dari 2 (dua) seri, yaitu :
• Seri A, memiliki Jumlah Pokok sebesar Rp 25 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,5 % (sepuluh koma lima persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 370 hari, telah jatuh tempo dan dilunasi tepat waktu pada tanggal 20 Maret 2006.
Bond Issuance
Year 2003
On 18 September 2003, the Company issued the ixed-coupon Obligasi Panin Sekuritas I Tahun 2003. This bond issue had a principal value of Rp 100 billion, a maturity of 5 (ive) years and a ixed coupon of 14.25% (fourteen point two ive percent) payable every 3 (three) months.
This bond issue was listed at the Surabaya Stock Exchange on 19 September 2003. The bond has matured and fully paid at 18 September 2008.
All of the proceeds from the bond have been used to strengthen working capital, especially to increase the Company’s capability to facilitate the inancing of Margin Financing as a facility for clients to leverage their trades.
Year 2005
On 15 March 2005, the Company issued the ixed-coupon Obligasi Panin Sekuritas II Tahun 2005. This bond issue had a principal value of Rp 75 billion, consisting of 2 (two) series:
• Serie A has a Principal of Rp 25 billion with a ixed coupon of 10.5% (ten point ive percent) per annum. The bond has a maturity of 370 days. The bond has matured and fully paid at 20 March 2006.
• Serie B has a principal of Rp 50 billion with (Nilai Nominal Rp 250 per saham)
Before Stock Split (Par Value Rp 250 per share)
Setelah Pemecahan Saham (Nilai Nominal Rp 125 per saham)
After Stock Split (Par Value Rp 125 per share)
Jumlah Saham
Authorized Capital 640.000.000 160.000.000.000 1.280.000.000 160.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Issued and Fully Paid Capital
360.000.000 90.000.000.000 720.000.000 90.000.000.000
Jumlah Saham Sebelum dan Setelah Pemecahan Nilai Nominal
19 • Seri B, memiliki Jumlah Pokok sebesar
Rp 50 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,625% (sebelas koma enam dua lima persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah 2 (dua) tahun, telah jatuh tempo dan dilunasi tepat waktu pada tanggal 15 Maret 2007.
Obligasi ini dicatatkan di Bursa Efek Surabaya mulai tanggal 16 Maret 2005 sampai dengan tanggal jatuh tempo.
Seluruh dana hasil penerbitan Obligasi digunakan untuk memperkuat modal kerja, khususnya meningkatkan
pembiayaan fasilitas perdagangan marjin sebagai fasilitas pinjaman perdagangan nasabah Perseroan.
Tahun 2007
Pada tanggal 15 Juni 2007, Perseroan menerbitkan Obligasi Panin Sekuritas III Tahun 2007 Dengan Tingkat Bunga Tetap. Obligasi ini memiliki Jumlah Pokok sebesar Rp 200 miliar dan berjangka waktu 5 (lima) tahun, dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,75% (sebelas koma tujuh lima persen) per tahun yang dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan. Obligasi ini dicatatkan di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 18 Juni 2007. Tanggal jatuh tempo Obligasi adalah 15 Juni 2012.
Seluruh dana hasil penerbitan Obligasi akan digunakan untuk memperkuat modal kerja, khususnya meningkatkan pembiayaan fasilitas perdagangan marjin sebagai fasilitas pinjaman perdagangan nasabah Perseroan. Pada 31 Desember 2010, dana Obligasi yang digunakan sesuai dengan rencana adalah sejumlah Rp. 91,27 miliar, sedangkan sisanya ditempatkan pada Kas dan Setara Kas.
Berdasarkan publikasi oleh PT Fitch Ratings Indonesia pada tanggal 12 Juli 2010, Obligasi Panin Sekuritas III Tahun 2007 memperoleh peringkat A(idn) dengan outlook stabil.
This bond was listed at the Surabaya Stock Exchange from 16 March 2005 until maturity date.
All of the proceeds from the bond have been used to strengthen working capital, especially to increase the Company’s capability to facilitate the inancing of Margin Financing as a facility for clients to leverage their trades.
Year 2007
On 15 June 2007, the Company issued the ixed-coupon Obligasi Panin Sekuritas III Tahun 2007. This bond issue had a principal value of Rp 200 billion, a maturity of 5 (ive) years and a ixed coupon of 11.75% (eleven point seven ive percent) payable every 3 (three) months. This bond issue was listed at the Surabaya Stock Exchange on 18 June 2007. The bonds will mature on 15 June 2012.
All of the proceeds from the bond would be used to strengthen working capital, especially to increase the Company’s capability to facilitate the inancing of Margin Financing as a facility for clients to leverage their trades. As of December 31, 2010, total bond fund that had been used as its plan was Rp 91.27 billion, while the remainder was placed at Cash and Cash Equivalents.
22
Laporan Dewan Komisaris
Report of the Board of Commissioners
Pemegang saham yang kami hormati,
Indonesia menutup lembaran tahun 2010 dengan pencapaian kinerja perekonomian yang cukup menggembirakan. Setelah melewati krisis keuangan global tahun 2008, Indonesia menjadi salah satu dari hanya segelintir negara Asia yang secara konsisten membukukan pertumbuhan ekonomi secara positif dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Perekonomian
nasional pada tahun 2009 tumbuh
sebesar 4,5% dan meningkat pada
tahun 2010 menjadi sebesar 6,1%.
Prestasi tersebut dicapai ditengah dinamika perekonomian dan pasar inansial global yang penuh tantangan serta bergejolak.Tahun 2010 juga merupakan tahun yang menggembirakan bagi kinerja pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan yang cukup signiikan dari level 2.534,36 pada akhir 2009 ke level 3.703,51 pada tanggal 30 Desember 2010 atau mengalami kenaikan sebesar 46,13%, sehingga berhasil menjadi salah satu indeks saham dengan kinerja terbaik di kawasan Asia Pasiik sepanjang tahun 2010. Sementara nilai kapitalisasi pasar saham di BEI pada akhir Desember 2010 mencapai nilai Rp 3.247,10 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 60,80% dibandingkan pada akhir Desember 2009 yang sebesar Rp 2.019,38 triliun.
Dear Shareholders,
The Indonesian economy ended 2010 on an encouraging note. After undergoing global inancial crisis in 2008, Indonesia has become one of the few Asian countries that has consistently recorded positive economic growth over the past two years.
Gross
domestic product grew by 4.5% in
2009 and increased to 6.1% in 2010.
The achievement was attained amid the dynamics of the economy and volatile and challenging global inancial markets.The year 2010 was also an exciting year for the perfomance of the Indonesian capital market. Jakarta Composite Index (JCI) in the Indonesia Stock Exchange (IDX) experienced a signiicant increase from 2,534.36 in late 2009 to 3.703,51 on December 30, 2010, or up 46.13%, naming it the single best-performing stock market index in the Asia Paciic region throughout 2010. Meanwhile, market capitalization in IDX at the end of December 2010 reached Rp. 3,247.10 trillion, or an increase of 60.80% compared to Rp. 2,019.38 trillion at the end of December 2009.
Indonesia has become one
of the few Asian countries
that has consistently
recorded positive
economic growth over
the past two years. Gross
domestic product grew by
4.5% in 2009 and increased
to 6.1% in 2010.
23 Dalam kondisi pasar modal yang
kondusif tersebut, Perseroan mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Jumlah Aset pada akhir tahun 2010 mencapai Rp 1,41 triliun atau tumbuh 36,91% dibandingkan akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,03 triliun, sementara Laba Bersih mencapai Rp 239,53 miliar atau naik sebesar 60,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang Rp 149,37 miliar.
Dewan Komisaris menyampaikan laporan bahwa kegiatan pengawasan selama tahun 2010 telah dilaksanakan sesuai dengan tugas dan wewenang sebagaimana yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Perseroan. Pengawasan secara rutin dilakukan melalui Rapat Bulanan dengan Direksi guna memantau perkembangan usaha dan memberikan arahan untuk memastikan bahwa kinerja perseroan berjalan sesuai dengan strategi dan kebijakan serta sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku khususnya yang terkait “Good Corporate Governance”. Dewan Komisaris secara proaktif memberikan masukan dan informasi pasar kepada Direksi agar senantiasa mengantisipasi perubahan yang terjadi di pasar modal yang dapat berdampak terhadap kinerja Perseroan.
Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit yang diketuai oleh Komisaris Independen. Komite Audit melaporkan bahwa selama tahun 2010 telah dilakukan penelaahan atas informasi keuangan dan non keuangan serta dilakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan terhadap peraturan-peraturan yang berhubungan dengan kegiatan usaha. Komite Audit menyimpulkan bahwa tidak terdapat hal-hal material yang dapat berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha dan posisi keuangan Perseroan.
Jumlah Aset pada akhir tahun 2010 mencapai
Rp 1,41 triliun atau tumbuh 36,91% dibandingkan
akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,03 triliun
Total assets at the end of 2010 reached Rp. 1.41 trillion, or up 36.91% compared to the
previous year’s Rp. 1.03 trillion
Jumlah Aset
Under such favorable conditions to capital markets, The Company was able to take advantage of existing opportunities to further improve its performance. Total assets at the end of 2010 reached Rp. 1.41 trillion, or up 36.91% compared to the previous year’s Rp. 1.03 trillion, while net income reached Rp. 239.53 billion or up 60.36% compared to the previous year’s Rp. 149.37 billion.
The Board of Commissioners reports that supervisory activities during the year 2010 has been implemented in accordance with the duties and authority stipulated in the statutes. Routine supervision was done through monthly meetings with the Board of Directors in order to monitor business progress and provide direction to ensure that the performance of The Company is in accordance with the strategies and policies as well as the regulations that are speciically related to “Good Corporate Governance.” The Board of Commissioners proactively provides input and market information to the Board of Directors to consistently anticipate the changes that occur in capital markets that could be pertinent to Company’s performance.
24
Sehubungan dengan itu, Kantor Akuntan Publik ”Tanubrata Sutanto Fahmi dan Rekan” memberikan pendapat bahwa laporan keuangan konsolidasi Perseroan dan Anak Perusahaan telah menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan tanggal 31 Desember 2010 dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Dewan Komisaris sependapat bahwa Direksi telah melakukan tugasnya dengan baik dan berhasil dalam mengembangkan usaha Perseroan sebagaimana ditarget-kan. Pada kesempatan ini Dewan Komisaris menyampaikan penghargaan kepada Direksi dan seluruh jajaran karyawan Perseroan atas kontribusi yang telah diberikan sehingga memungkinkan dicapainya hasil kinerja selama tahun 2010 yang cukup memuaskan.
Selanjutnya, tahun 2011 perekonomian nasional diperkirakan masih akan
menghadapi tantangan akibat berlarutnya upaya penyelesaian krisis ekonomi di kawasan Eropa, gejolak politik di kawasan Timur Tengah dan iklim ekstrim global yang berpengaruh terhadap meningkat-tajamnya harga komoditi serta energi. Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap perkembangan pasar keuangan global, yang juga berdampak pada pasar keuangan nasional.
Dewan Komisaris telah menerima rencana bisnis dan prospek usaha Perseroan dan berpendapat bahwa pertumbuhan usaha yang telah dicanangkan Perseroan cukup realistis. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tahun 2011 akan mencatat perubahan bagi Perseroan, kegiatan usaha Manajer Investasi akan dialihkan ke anak perusahaan, dan selanjutnya Perseroan akan fokus untuk menjalankan kegiatan usaha Perantara Pedangan Efek dan Penjamin Emisi Efek. Transformasi kegiatan tersebut bertujuan agar Perseroan dan anak perusahaan dapat lebih optimal dalam mengembangkan setiap kegiatan usahanya dan dapat memanfaatkan setiap peluang usaha untuk lebih berkembang secara berkesinambungan.
the year 2011 will bring
forth changes to the
company, Investment
Manager activities
will be transferred to
the subsidiary, and
subsequently the company
will focus on running the
Brokerage & Dealing and
Underwriting activities.
Accordingly, the Ofice of the Public Accountants’ “Tanubrata Sutanto Fahmi & Partners” gave an opinion that the consolidated inancial statements of the Company and its subsidiaries have been presented fairly, in all material respects, the inancial position at December 31, 2010 and results of operations and cash lows for the year ended on these dates in accordance with generally accepted accounting principles in Indonesia.
The Board of Commissioners agreed that the Board of Directors has succeeded in developing the Company’s business as targeted. On this occasion the Board of Commissioners would like to express its appreciation to the Board of Directors and all employees of the Company for its contributions that has enabled the exceptional perfomance for the year 2010.
Furthermore, in 2011 the national economy is predicted to face challenges due to lingering efforts to settle European economic crisis, the political tension in the Middle East and weather anomalies which may trigger a sharp increase in commodity prices as well as energy. The condition may affect global inancial market developments, which will also have an impact on national inancial market.
25 Pada kesempatan ini, kami
menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pemegang saham dan pemegang obligasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Perseroan. Kami juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh nasabah dan relasi usaha atas kerja sama kita. Kepada Otoritas Pasar Modal kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan arahan yang senantiasa diberikan. Dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, kami yakin Perseroan dapat mewujudkan visinya untuk menjadi perusahaan efek yang terbaik, andal dan terpercaya.
26
Pemegang saham yang terhormat,
Tahun 2010 merupakan tahun
yang cukup menggembirakan bagi
kinerja Perseroan. Seluruh aspek
usaha mengalami pertumbuhan
yang tercermin dalam laporan
keuangan Perseroan.
Keberhasilan initentunya tidak terlepas dari membaiknya kinerja pasar modal sepanjang tahun 2010, strategi pengembangan usaha yang tepat serta dukungan dan kepercayaan seluruh stakeholders kepada Perseroan.
Total Aset Perseroan pada akhir tahun 2010 mencapai Rp 1,41 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 36,91% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,03 triliun. Sementara Jumlah Ekuitas mencapai Rp 633,51 miliar atau tumbuh 45,62%, dan menjadikan Perseroan sebagai salah satu perusahaan efek nasional dengan struktur permodalan yang cukup kuat. Pendapatan Usaha dalam tahun 2010 meningkat signiikan atau 63,39% menjadi sebesar Rp 363,14 miliar, sementara Laba Usaha dan Laba Bersih masing-masing sebesar Rp 275,45 miliar dan Rp 239,53 miliar, atau meningkat 64,84% dan 60,36% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kegiatan Transaksi Efek oleh Perseroan di Bursa Efek Indonesia, khususnya untuk transaksi saham, mencatat kenaikan dari Rp 23,07 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp 26,17 triliun pada tahun 2010. Peningkatan aktivitas ini berdampak
Dear Shareholders,
The year 2010 was a quite
astounding year for the Company’s
performance. All business aspects
experienced growth that is relected
in the inancial statements of
the Company.
This success is notindependent of the improving capital market performance during the year 2010, deft business strategy, as well as support and trust of all stakeholders to the Company. Total assets of the Company at the end of 2010 reached Rp. 1.41 trillion, or up 36.91% compared to the previous year’s Rp. 1.03 trillion. Meanwhile, Total Equity reached Rp. 633.51 billion or up 45.62%, and naming the Company as one of the national securities company with a sound capital structure. Revenue in 2010 increased signiicantly by 63.39% to Rp. 363.14 billion, while Operating Proit and Net Income amounted to Rp. 275.45 billion and Rp. 239.53 billion, or up 64.84% and 60.36% year-on-year. Securities transactions by the Company, especially for shares, recorded an increase from Rp. 23.07 trillion in 2009 to Rp. 26.17 trillion in 2010. This increased activity resulted in an increase in Brokerage
Laporan Direksi
Report of the Board of Directors
Pendapatan Usaha
27 terhadap peningkatan Komisi Transaksi
Perantara Pedagang Efek, yaitu dari Rp 38,92 miliar pada tahun 2009 menjadi Rp 45,37 miliar atau tumbuh 16,57%.
Untuk kegiatan Pembiayaan Nasabah, penggunaan fasilitas Margin Financing sepanjang tahun 2010 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata penggunaan fasilitas Margin Financing pada tahun 2010 sebesar Rp 112,85 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 69,88 miliar. Sementara rata-rata transaksi Beli Efek Dengan Janji Jual Kembali (Reverse Repo) pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 203,64 miliar atau meningkat 44,01% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 141,41 miliar. Kegiatan Pembiayaan Nasabah memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp 67,81 miliar atau tumbuh 84,30% dibandingkan tahun 2009.
Guna meningkatkan pendapatan usaha, Perseroan telah menempatkan sebagian dananya dalam portofolio efek terutama berupa Reksa Dana. Rata-rata nilai portofolio efek Perseroan pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 395,14 miliar atau tumbuh 47,39% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 268,10 miliar. Portofolio efek memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp 168,84 miliar, atau meningkat sebesar 44,11% dibandingkan tahun 2009.
Dalam tahun 2010, Perseroan telah bertindak selaku Penjamin Emisi untuk 20 emisi efek berupa saham dan obligasi dengan total nilai penjaminan sebesar Rp 244,87 miliar. Nilai penjaminan tersebut meningkat dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp 26,08 miliar untuk 9 emisi efek. Jasa Penjamin Emisi Efek telah memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp 986,51 miliar atau meningkat 139,62% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam kegiatan Asset Management, jumlah dana kelolaan Reksa Dana mengalami peningkatan mencapai Rp 4,30 triliun pada akhir tahun 2010, atau meningkat 91,96% dibandingkan akhir tahun sebelumnya yang sebesar 2,24 triliun. Peningkatan jumlah dana kelolaan tersebut telah meningkatkan pendapatan Jasa Manajer Investasi menjadi sebesar Rp 57,42 miliar atau naik 126,44% dibandingkan perolehan tahun 2009.
Rata-Rata Nilai
Transactions Commission from Rp. 38.92 billion in 2009 to Rp. 45.37 billion, or up 16.57%.
For Customer Financing activities, the use of Margin Financing facilities throughout 2010 has increased compared to the previous years. Average Margin Financing facilities usage in 2010 amounted to Rp. 112.85 billion, compared to Rp. 69.88 billion in the previous year. On another note average transactions for Reverse Repo in 2010 reachedRp. 203.64 billion, or up 44.01% compared to the previous year’s Rp. 141.41 billion. Customer Financing activities contributed Rp. 67.81 billion or up 84.30% year-on-year.
To increase operating revenues, the Company has placed a portion of its funds in a portfolio of securities mainly in the form of Mutual Funds. The average value of portfolio securities of the Company in 2010 was Rp. 395.14 billion or up 47.39% year-on-year. Securities portfolio contributed Rp. 168.84 billion, or up 44.11% year-on-year.
28
Keberhasilan usaha yang dicapai Perseroan sepanjang tahun 2010 tersebut didukung pula oleh strategi pengembangan pangsa pasar. Perseroan telah membuka 6 kantor cabang baru sepanjang tahun 2010 dan 3 kantor cabang baru pada kwartal pertama 2011. Dengan demikian Perseroan telah memiliki 21 kantor cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia yang memasarkan seluruh layanan dan produk Perseroan. Perseroan juga telah memiliki fasilitas perdagangan saham melalui internet (online trading) dengan nama Panin Sekuritas Online Stock Trading (“POST”) yang berhasil mendukung kegiatan transaksi saham.
Dari sisi pengelolaan dapat kami laporkan bahwa pada tahun 2010 Perseroan telah melakukan berbagai perbaikan organisasi guna mendukung terwujudnya tata kelola perusahaan yang baik. Salah satunya adalah melalui restrukturisasi organisasi melalui pemisahan dan pemenuhan kelengkapan fungsi-fungsi pada Divisi Asset Management. Sejalan dengan peraturan Bapepam dan LK nomor V.D.11 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi, pada tahun 2010 Divisi Asset Management telah memiliki kelengkapan fungsi-fungsi yang meliputi fungsi Investasi, Manajemen Risiko, Kepatuhan, Pemasaran, Perdagangan (Dealing), Penyelesaian Transaksi Efek, Penanganan Keluhan Investor, Riset dan Teknologi Informasi, Pengembangan Sumber Daya Manusia serta Akuntansi dan Keuangan.
Pada tahun 2010 Divisi Asset Management telah memiliki kelengkapan
fungsi-fungsi yang meliputi fungsi Investasi, Manajemen Risiko, Kepatuhan,
Pemasaran, Perdagangan (Dealing), Penyelesaian Transaksi Efek, Penanganan
Keluhan Investor, Riset dan Teknologi Informasi, Pengembangan Sumber Daya
Manusia serta Akuntansi dan Keuangan.
In the year 2010 the Asset Management Division has fulilled the functions including of Invesment, Risk Management, Compliance, Marketing, Dealing, Settlement of Securities Transactions, Complaint Handling, Research and Information Technology, Human Resources Development as well as Accounting and Finance.
The success achieved by the Company during the year 2010 was also supported by the market share development strategy. The Company opened 6 news branches throughout 2010 and 3 new branches in the irst quarter of 2011. As such, the Company has a total of 21 branches spread across various cities in Indonesia to market its products and services. The Company also has an online trading facility under the name Panin Sekuritas Online Stock Trading (“POST”) which has managed to support trading activities.
From management perspective we can report that in 2010 the Company has made a variety of organizational improvements to support the realization of good corporate governance. One is through organizational restructuring through separation and fulillment of Asset Management Division functions. As instated with Bapepam and LK No. V.D.11 on Guidelines for Functions of Investment Managers, in the year 2010 the Asset Management Division has fulilled the functions including of Invesment, Risk Management, Compliance, Marketing, Dealing, Settlement of Securities Transactions, Complaint Handling,
29 Sesuai dengan ketentuan yang berlaku,
Perseroan akan melakukan perubahan strategis terkait pengembangan organisasi, yaitu melakukan perubahan kegiatan usaha dengan mengalihkan kegiatan Manajer Investasi ke anak perusahaan, dan selanjutnya Perseroan akan fokus untuk mengelola dan mengembangkan kegiatan usaha Perantara Pedagang Efek dan Penjamin Emisi Efek. Perubahan kegiatan usaha utama tersebut diharapkan dapat berdampak positif bagi pengelolaan dan pertumbuhan Perseroan dan Anak Perusahaan di masa mendatang.
Kami menyadari bahwa keberhasilan Perseroan memerlukan pengembangan usaha yang berkesinambungan. Kami akan terus melakukan berbagai terobosan guna mendukung pertumbuhan usaha. Selain melakukan pengembangan organisasi, Perseroan juga akan terus memperluas jaringan pemasaran dengan membuka kantor cabang di lokasi-lokasi strategis serta akan mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi untuk memasarkan produk jasa yang tersedia. Perseroan masih akan merekrut serta melatih tenaga-tenaga pemasaran dan meluncurkan produk-produk yang inovatif. Untuk meningkatkan aktivitas transaksi efek, Perseroan akan menyediakan pelayanan dengan berbagai kemudahan bagi nasabah, antara lain peningkatan fasilitas pembiayaan transaksi (margin inancing), pengembangan online trading dan mobile trading. Perseroan juga akan mengembangkan aktivitas Penjamin Emisi atas efek-efek yang berkualitas dan memiliki fundamental yang baik. Sementara kegiatan Asset Management diharapkan dapat tumbuh lebih eisien setelah dilakukan pemisahan usaha dan dikelola secara terpisah oleh anak perusahaan.
Akhir kata, perkenankanlah Direksi menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Otoritas Pasar Modal, para pemegang saham, pemegang obligasi, dan kepada para nasabah, relasi serta jajaran staff dan karyawan, atas kepercayaan serta kerjasama yang telah diberikan. Mudah-mudahan kami dapat mempersembahkan kinerja yang lebih baik lagi ditahun mendatang.
In accordance with applicable regulations, the Company will implement strategic changes related to organizational
development, namely to spin-off Investment Manager activities to a subsidiary, and then the Company will focus on managing and developing Brokerage and Underwriting activities. Changes in the main business activities are expected to bring forth a positive impact for the management and growth of the Company and its subsidiaries in the future.
30
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen
Analysis and Discussion by the Management
Umum
Tahun 2010 merupakan tahun yang menggembirakan bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signiikan diikuti dengan kenaikan nilai kapitalisasi pasar. IHSG naik dari level 2.534,36 pada akhir 2009 ke level 3.703,51 pada tanggal 30 Desember 2010 atau mengalami kenaikan sebesar 46,13%. IHSG juga sempat mencapai level tertinggi di posisi 3.786,10 pada tanggal 9 Desember 2010. Nilai kapitalisasi pasar saham di akhir Desember 2010 mencapai nilai Rp 3.247,10 triliun, mengalami kenaikan sebesar 60,80% dibanding pada akhir Desember 2009 yang sebesar Rp2.019,38 triliun.
Pada tahun 2010, kinerja Perseroan meng-alami pertumbuhan seiring dengan mem-baiknya kinerja pasar modal. Jumlah Aset pada akhir tahun 2010 sebesar Rp 1.411,33 miliar atau naik 36,91% dibandingkan akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.030,85 miliar. Pendapatan usaha pada tahun 2010 sebesar Rp 363,14 miliar atau naik 63,39% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 222,26 miliar. Sementara laba bersih pada tahun 2010 meningkat cukup signiikan yang sebesar Rp 239,53 miliar atau naik 60,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 149,37 miliar.
Peningkatan kinerja Perseroan pada tahun 2010 tidak terlepas dari semakin membaiknya kondisi makro ekonomi dan peningkatan aktivitas di pasar modal, serta kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan momentum tersebut.
General
Year 2010 was an impressive year for Indonesian capital market. Jakarta Composite Index (JCI) experienced signiicant growth followed by the increase of equity market capitalization. JCI achieved highest level at 3,786.10 on 9 December 2010 and closed at 3,703.51 or increased 46.13% compared to the previous year at 2,534.36. The equity market capitalization at Indonesia Stock Exchange (IDX) also increased by 60.80% from Rp 2,019.38 trillion at the end of trading day in 2009 to Rp 3,247.10 trillion at the last trading day of 2010.
In 2010, the Company’s performance grew in line with the improvement in capital markets. Total Assets at end of 2010 were Rp 1.411,33 billion, 36.91% growth compared to previous year’s igure of Rp 1,030.85 billion. Operating revenues in 2010 were Rp 363.14 billion, increased 63.39% compared to previous year‘s igure Rp 222.26 billion. While Net Proit in 2010 was Rp 239.53 billion, a signiicant increase of 60.36% compared to previous year which was Rp 149.37 billion.
The improvement of the Company’s performance in 2010 was partly because of better macroeconomic condition and increasing activity in capital market as well as the Company’s ability to make use of that momentum.
Pada tahun 2010, kinerja Perseroan mengalami pertumbuhan seiring dengan membaiknya
kinerja pasar modal. Jumlah Aset pada akhir tahun 2010 sebesar Rp 1.411,33 miliar atau
naik 36,91% dibandingkan akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1.030,85 miliar.
In 2010, the Company’s performance grew in line with the improvement in capital markets. Total Assets at end of 2010 were
Rp 1.411,33 billion, 36.91% growth compared to previous year’s igure of Rp 1,030.85 billion.
31 Pada tahun 2010 Pendapatan Usaha
Perseroan mengalami pertumbuhan yang signiikan dengan kontribusi pertumbuhan terutama berasal dari aktivitas pada Perantara Perdagangan Efek, Manajemen Aset dan Treasury.
Transaksi Efek
Aktivitas transaksi efek oleh Perseroan meliputi efek ekuitas (saham, right dan waran) serta efek pendapatan tetap (obligasi atau surat utang). Pada tahun 2010, sebagian besar pendapatan transaksi efek Perseroan berasal dari transaksi saham.
Nilai transaksi saham yang dilaksanakan oleh Perseroan di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 sebesar Rp 26,17 triliun, atau naik 13,43% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 23,07 triliun. Peningkatan aktivitas tersebut berdampak terhadap pendapatan usaha Perseroan, dimana Komisi dari Transaksi Perantara Pedagang Efek pada tahun 2010 sebesar Rp 45,37 miliar, atau naik 16,57% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 38,92 miliar. Aktivitas Transaksi Efek memberikan kontribusi sebesar 12,49% terhadap Jumlah Pendapatan Usaha tahun 2010.
Kenaikan aktivitas transaksi efek ini terjadi mulai awal tahun 2010, seiring dengan membaiknya kinerja pasar keuangan global sehingga dana investor kembali masuk ke pasar modal. Kenaikan transaksi juga didukung oleh peningkatan pelayanan kepada nasabah, yaitu dengan adanya penambahan kantor cabang baru serta pertumbuhan perdagangan saham melalui internet (online trading). Sejak diluncurkan pada tahun 2008, penggunaan fasilitas online trading terus
Transaksi Saham oleh Perseroan di BEI
The company’s Stock Trading at IDX
Nilai Transaksi Saham (Rp Triliun)
Stock Transaction Value (Rp Trillion)
Komisi Perantara Pedagang Efek (Rp Miliar)
Brokerage Comission (Rp Billion)
2006 2007 2008 2009
2010
11,33
In 2010, the Company’s revenue experienced a signiicant growth with main contribution from activity at Securities Brokerage, Asset Management and Treasury.
Securities Trading
Securities Trading activities by the Company includes equity trading (stocks, rights and warrants) as well as ixed income trading (government and corporate bonds). In 2010, the Company’s revenue from Securities Trading mostly came from stock trading.
Value of stock transactions conducted by the Company in Indonesia Stock Exchange in 2010 amounted to Rp 26.17 trillion or a 13.43% increase compared to previous year’s Rp 23.07 trillion. The increase of those activities have affected the Company’s Revenues, whereas the Brokerage
Commissions in 2010 reached Rp 45.37 billion, a 16.57% increase compared to previous year which was Rp 38.92 billion. Securities Transaction contributed 12.49% of Total Revenues obtained in 2010.
32
mengalami peningkatan. Pada tahun 2010, fasilitas online trading telah memberikan konstribusi sekitar 20% dari total nilai transaksi efek ekuitas oleh Perseroan.
Pembiayaan Nasabah
Kegiatan Pembiayaan Nasabah meliputi Fasilitas Pembiayaan Marjin dan Beli Efek Dengan Janji Jual Kembali. Fasilitas Pembiayaan Marjin merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada nasabah untuk melakukan transaksi efek di bursa efek. Dengan adanya fasilitas ini, nasabah dapat melakukan transaksi efek yang lebih besar dari nilai deposit yang dimilikinya, karena sebagian transaksi tersebut dibiayai oleh Perseroan, sehingga nasabah dapat meningkatkan peluang untuk memperoleh keuntungan dari perubahan harga efek. Pemberian fasilitas ini mengikuti ketentuan yang berlaku di pasar modal, antara lain jumlah minimum deposit yang harus disetor oleh nasabah serta pemilihan saham-saham yang dapat ditransaksikan menggunakan pembiayaan marjin (marginable stocks).
Penggunaaan fasilitas pembiayaan marjin berdasarkan rata-rata pada akhir empat kwartal di tahun 2010 adalah sebesar Rp 112,85 miliar, mengalami kenaikan 61,48% dibandingkan rata-rata pada akhir empat kwartal di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 69,88 miliar. Kenaikan ini terjadi karena adanya kecenderungan nasabah untuk mengambil kesempatan dalam kondisi pasar modal yang
membaik untuk memperoleh keuntungan yang optimal.
Perseroan telah menjalankan aktivitas Pembiayaan Marjin sejak tahun 1997. Sampai dengan saat ini, Perseroan tidak pernah mengalami piutang marjin yang tidak dapat ditagih (zero bad debt). Hal ini dikarenakan Perseroan selalu bertindak hati – hati dan konsisten dalam mengawasi piutang margin, serta didukung dengan jaminan yang memadai dan likuid. Sistem back ofice yang telah terintegrasi secara real time dengan front ofice juga telah membantu dalam melakukan pemantauan marjin trading, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat.
Aktivitas Beli Efek Dengan Janji Jual Kembali (Reverse Repo) pada tahun 2010 juga mengalami pertumbuhan positif.
facility has increased. In 2010, online trading facility has contributed about 20% of the Company’s trading value.
customer Financing
Customer Financing activities include Margin Financing Facility and Reverse Repo. Margin Financing Facility is a inancing facility given to clients for trading in the stock exchange. Given the facility, clients may trade larger than their deposit because the Company inances their trading, therefore clients may increase their opportunity to gain proit if the equity price increases. The facility is given according to market regulation, including minimum deposit and the selection of stocks that are able to be traded using margin inancing (marginable stocks).
The average usage of the Margin Financing Facility at the end of four quarters in 2009 was Rp 112.85 billion, a 61.48% increase compared to the average at the end of four quarters in previous year which was Rp 69.88 billion. The increase was due to the clients’ tendency to take opportunity in bullish market to gain optimal proit.
The Company has provided Margin Financing since 1997. Up to this date the Company has never experienced a non-collectible margin receivable (zero bad debts). This is possible because the Company is always prudent and consistent in monitoring margin receivables and because the receivables are backed by suficient liquid collateral. The integrated back ofice and front ofice systems assist in monitoring Margin Financing activities and enable quick and accurate decision making.
33 Rata-rata Reverse Repo pada akhir
empat kwartal di tahun 2010 sebesar Rp 203,64 miliar atau meningkat 44,01% dibandingkan rata-rata pada akhir empat kwartal di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 141,41 miliar. Kenaikan ini disebabkan kondisi pasar modal yang tumbuh sepanjang tahun 2010, sehingga permintaan Reverse Repo mengalami peningkatan. Peningkatan pengelolaan risiko perusahaan sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip kehati-hatian telah dapat meminimasi kemungkinan terjadinya cedera janji dalam aktivitas Reverse Repo.
Aktivitas Pembiayaan Marjin dan Reverse Repo sepanjang tahun 2010 telah
menghasilkan pendapatan Pembiayaan Nasabah Rp 67,81 miliar atau naik sebesar 84,30% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 36,79 miliar. Pendapatan Pembiayaan Nasabah memberikan kontribusi sebesar 18,67% terhadap Jumlah Pendapatan Usaha tahun 2010.
corporate Finance
Aktivitas Perseroan sebagai Penjamin Emisi Efek dan Penasehat Keuangan ditangani oleh Divisi Corporate Finance. Pada tahun 2010, Kegiatan Corporate Finance mengalami peningkatan seiring dengan membaiknya kinerja pasar modal, sehingga mendorong perusahaan-perusahaan untuk memperoleh sumber pendanaan dari pasar modal melalui penerbitan saham dan obligasi.
Berdasarkan laporan akhir tahun Bapepam-LK, jumlah emisi saham perdana pada tahun 2010 adalah sebanyak 22 emiten dengan nilai emisi Rp 29,30 triliun. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2009 terdapat 12 emisi saham perdana dengan nilai emisi Rp 3,72 triliun. Emisi HMETD tahun 2010 adalah sebanyak 31 emiten (Rp 48,67 triliun) atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 14 emiten (Rp 10,83 triliun). Penerbitan obligasi dan sukuk korporasi pada tahun 2010 sebanyak 26 emisi (Rp 35,40 triliun), sedangkan tahun sebelumnya sebanyak 36 emiten (Rp 31,09 triliun). Secara keseluruhan nilai emisi saham dan obligasi pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 113,37 triliun atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 45,64 triliun.
Sepanjang tahun 2010 Perseroan telah
Reverse Repo activities during 2010 also experienced positive growth. The average Reverse Repo at the end of four quarters in 2010 was Rp 203.64 billion, or 44.01% increase compared to the end of four quarters in previous year which was Rp 141.41 billion. The increase was due to the market stability/growth during 2010, thus the demand of Reverse Repo also increased. The improvement of risk management as an implementation of prudential principle has been able to minimize the possibility of default in Reverse Repo activities.
Margin Financing and Reverse Repo activities during 2010 had generated Revenue from the Customer Financing which was Rp 67.81 billion, an 84.30% increase from the Rp 36.79 billion booked in the previous year. Customer Financing contributed 18.67% of Total Revenues obtained in 2010.
corporate Finance
The Company’s activities as an Underwriter and as a Financial Advisor are handled by the Corporate Finance Division. In 2010, the Corporate Finance division experienced an increase in activities compared to the previous year. The improvement of capital market performance has driven companies to obtain source of funds in capital market through share issue and bond issue. According to year-end report by the Capital Market Supervisory Agency, during 2010, there were a total of 22 initial public offerings of equity with a value totaling Rp29.30 trillion. In comparison, during 2009, there were a total of 12 initial public offering of equity, for a total value of Rp 3.72 trillion. Number of Right Issue in 2010 was 31 issuers (Rp 48.67 trillion) or an increase compared to previous year‘s 14 issuers (Rp 10.83 trillion). Meanwhile, there was 26 corporate bond and sukuk issuance in 2010 (Rp 35.40 trillion) from 36 issuance (Rp 31.09 trillion) in previous year. In overall, Total value of stock and bond issuance in 2010 was Rp 113.37 trillion or an increase from the previous year‘s Rp 45.64 trillion.
34
bertindak sebagai Penjamin Emisi untuk 20 emisi saham dan obligasi dengan nilai penjaminan sebesar Rp 244,87 miliar. Sebagai perbandingan, pada tahun 2009 Perseroan bertindak sebagai Penjamin Emisi untuk 9 emisi saham dan obligasi dengan nilai penjaminan sebesar Rp 26,08 miliar.
Adanya peningkatan jumlah nilai penjaminan emisi telah berdampak pada oeningkatan pendapatan Perseroan dari Jasa Penjamin Emisi dan Penjualan Efek menjadi sebesar Rp 986,51 juta pada tahun 2010 atau meningkat 139,62% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 411,69 juta. Jasa Penjamin Emisi dan Penjualan Efek memberikan kontribusi sebesar 0,27% terhadap Jumlah Pendapatan Usaha tahun 2010.
Asset Management
Setelah terjadi koreksi akibat krisis keuangan global pada tahun 2008, industri reksa dana mulai mengalami pemulihan pada tahun 2009 dan mengalami pertumbuhan yang pesat pada tahun 2010. Nilai Aktiva Bersih (NAB) industri reksa dana mengalami kenaikan yang cukup signiikan dari Rp 116,73 triliun pada Desember tahun 2009 menjadi Rp 142,81 triliun pada akhir tahun 2010 atau meningkat sebesar 22,34%. Pertumbuhan yang pesat terutama terjadi pada reksa dana saham karena dapat memberikan imbal hasil yang sangat menarik seiring dengan pertumbuhan nilai saham di Bursa Efek Indonesia. Jumlah pemegang unit penyertaan juga mengalami pertumbuhan dari 69,68 miliar unit menjadi 81,59 miliar unit. Membaiknya kinerja pasar modal telah memotivasi investor untuk meningkatkan investasinya di reksa dana.
Nilai Aktiva Bersih reksa dana yang dikelola oleh Perseroan juga mengalami peningkatan dari Rp 2,24 triliun pada akhir 2009 menjadi lebih dari Rp 4,30 triliun pada akhir tahun 2010 atau mengalami kenaikan sebesar 91,96%. Peningkatan ini disebabkan karena peningkatan jumlah nasabah dan peningkatan nilai efek yang menjadi portofolio reksa dana. Pertumbuhan yang signiikan terjadi pada reksa dana berbasiskan saham, yaitu Panin Dana Maksima, Panin Dana Prima, Panin Dana Bersama dan Panin Dana Unggulan. Total NAB dari ke-empat reksa
During 2010, the Company acted as underwriter for 20 new equity and bond issues with a total underwriting commitment of Rp 244.87 billion. As a comparison, in 2009 the Company acted as an underwriter for 9 equity and bond issues with a total value of Rp 26.08 billion.
The increase in the number and value of underwritings led to an increase in revenue from Underwriting and Selling Fees to Rp 986.51 million in 2010 or an increase of 139.62% from the Rp 411.69 million in 2009. Underwriting and Selling Fees contributed 0.27% of Total Revenues obtained in 2010.
Asset Management
Following the correction due to global inancial crisis in 2008, the mutual fund industry began to revive in 2009 and saw a rapid growth in 2010. The mutual fund’s Net Asset Value (AUM) in the industry soared from Rp 116.73 trillion in December 2009 to Rp 142.81 trillion by the end of 2010, or grew 22.34%. The rapid growth particularly occurred to equity mutual fund as it could give attractive returns in line with the increasing share value on the Indonesia Stock Exchange. Number of participation unit also experienced growth from 69.68 billion units to 81.59 billion units. The improvement of the capital market has motivated the investor to increase their investment in mutual funds.