• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNDUHAN - BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI MINERAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UNDUHAN - BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI MINERAL"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

TAHUN 2013

TIM PENYUSUN

Fajar Nurjaman, Ulin Herlina, Jamhuri,

Fika Rofiek Mufakhir, Taufik Hidayat,Yoka Pramadi

(3)

2013

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung - LIPI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan petunjuknya-Nya, Laporan Tahunan 2013 terselesaikan. Laporan Tahunan UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung (UPT BPML)-LIPI Tahun 2013 memuat rangkuman berbagai kegiatan UPT BPML-LIPI yang berkaitan dengan organisasi, penelitian dan hasil, kerjasama dan promosi hasil litbang, kegiatan ilmiah, serta SDM dan anggaran.

Laporan tahunan ini merupakan salah satu media untuk menginformasikan berbagai kegiatan yang menjadi tugas dan fungsi UPT BPML-LIPI kepada para pemangku kepentingan. Pada Tahun 2013, UPT BPML-LIPI telah melaksanakan 6 (enam) kegiatan penelitian, yang terdiri dari 3 (tiga) kegiatan tematik, 2 (dua) kegiatan Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (SINas)-KNRT, dan 1 (satu) kegiatan Kompetitif-LIPI. Dalam upaya meningkatkan SDM, beberapa peneliti maupun staff di lingkungan UPT BPML-LIPI diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi, maupun pendidikan non-formal, seperti seminar, diklat,training,danworkshop.

Akhirnya, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Laporan Tahunan 2013. Semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan. Saran dan kritik bagi perbaikan Laporan Tahunan selanjutnya sangat diharapkan.

Lampung Selatan, Januari 2014

Kepala UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung – LIPI

(4)

Cover

1

Tim Penyusun dan Penanggung Jawab Laporan

2

Kata Pengantar

3

Daftar Isi

4

Struktur Pimpinan UPT BPML-LIPI

5

Summary: Perjalanan Satu Tahun

6

Sekilas UPT BPML-LIPI

8

Kegiatan dan Hasil Penelitian

10

Tematik UPT BPML-LIPI

12

Insentif SINas-KNRT

18

Kompetitif-LIPI

23

Hak Kekayaan Intelektual

25

Publikasi Ilmiah

26

Kerjasama dengan Stakeholders

28

Kegiatan Ilmiah: Pameran & Organisasi

29

SDM UPT BPML-LIPI

31

Anggaran Riset UPT BPML-LIPI

33

Penghargaan

34

Promosi & Pemasyarakatan Iptek

35

Struktur Organisasi UPT BPML-LIPI

37

(5)

Periode Tahun 2013

UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung-LIPI

STRUKTUR PIMPINAN

UPT BPML-LIPI

Kepala UPT BPML-LIPI Ir. Suharto, MT

Ka. Subbag Tata Usaha Jamhuri, S. Sos

Ka. Sie. Pengolahan Mineral Logam Fajar Nurjaman, ST, MT

Ka. Sie. Pengolahan Mineral Non-Logam Kusno Isnugroho, ST

Ka. Sie. Sarana dan Prasarana Agus Junaedi, S.Si

(6)

SUMMARY

Perjalanan Satu Tahun

(Januari 2013-Desember 2013)

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, maka salah satu bentuk kegiatan UPT BPML-LIPI

adalah melakukan penelitian dibidang pengolahan mineral dalam upaya untuk

meningkatkan nilai tambah mineral tersebut. Pada tahun 2012, UPT BPML-LIPI memiliki 6

buah kegiatan penelitian. Sebanyak 3 buah kegiatan penelitian didanai oleh DIPA UPT

BPML-LIPI (Rp. 624.350.000,-) melalui program kegiatan penelitian Tematik; 2 buah

kegiatan didanai oleh DIPA KNRT (Rp. 700.000.000,-) melalui program Insentif Riset SINas,

dan 1 buah kegiatan didanai oleh DIPA P2 Metalurgi-LIPI (Rp. 260.000.000,-) melalui

program Kompetitif-LIPI.

Berikut ini adalah judul dari kegiatan penelitian tersebut: (1) Rancang Bangun Tungku

Pengolahan Bijih Mangan menjadi Ferromangan, (2) Pengolahan Bijih Mangan Kadar

Rendah Melalui Pelindian Reduktif, Purifikasi dan Elektrowinning, (3) Proses Pengolahan

MineralFeldspar sebagai Bahan Baku Keramik, (4) Teknik ProduksiSponge Irondari Bijih

Besi menggunakanRotary Kiln,(5) PembuatanNickel Pig Iron(NPI) dari Bijih Nikel Laterit

Indonesia MenggunakanBlast Furnace,(6) Pengolahan Bijih Mangan Kadar Rendah dengan

memanfaatkan Limbah Industri Pengalengan Nanas dan Tapioka.

Selain kegiatan penelitian, UPT BPML-LIPI juga melakukan beberapa kegiatan dalam

rangka memperoleh anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), diantaranya: (1)

(7)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung - LIPI

2013

2013

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung - LIPI

batubara dan jasa pengolahan non-logam lainnya; (3) Jasa pengecoran logam paduan; (4)

Jasa perbengkelan dan permesinan. Dari keempat kegiatan tersebut, total perolehan

anggaran PNBP per 31 Desember 2013 adalah sebesar Rp. 533.296.896,-. Dari kegiatan

PNBP tersebut di atas, UPT BPML-LIPI telah menghasilkan sebanyak 3 (tiga) buah

kerjasama yang dilakukan antara UPT BPML-LIPI dengan pihakstakeholdersdalam bentuk

pemanfaatan hasil riset serta penggunaan sarana dan prasarana. Terealisasinya kerjasama

tersebut, tentunya tidak terlepas dari peran serta UPT BPML-LIPI dalam kegiatan promosi

IPTEK pada Tahun 2013, terkait hasil-hasil kegiatan penelitian, dalam berbagai event

pameran, baik berskala regional (2 buah) maupun nasional (1 buah).

Keberhasilan UPT BPML-LIPI dalam menghasilkan beberapa capaian penting di atas pada

Tahun 2013, sangat ditentukan oleh kualitas SDM UPT BPML-LIPI. Sebanyak 2 buah

penghargaan, 29 buah publikasi ilmiah, serta 1 buah dokumen HKI, telah dihasilkan selama

kurun waktu Tahun 2013. Peningkatan terhadap kualitas SDM UPT BPML-LIPI terus

dilakukan, diantaranya dengan mengikut sertakan pegawai UPT BPML-LIPI ke dalam

berbagai seminar, diklat/training, serta dukungan untuk melanjutkan pendidikan ke

tingkat yang lebih tinggi. Pada Tahun 2013, sebanyak 4 pegawai melanjutkan

pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi, 18 pegawai mengikuti berbagai diklat/training,

serta keikutsertaan pegawai pada 20 kegiatan seminar berskala Nasional dan

Internasional.

Total realisasi anggaran UPT BPML-LIPI pada Tahun 2013 adalah sebesar Rp.

7.747.596.119,-. Anggaran tersebut lebih besar dibandingkan dengan anggaran pada Tahun

2012. Kenaikan anggaran ini berdampak positif terhadap peningkatan capaian kinerja UPT

BPML-LIPI (seperti yang telah diuraikan di atas), jika dibandingkan dengan Tahun 2012.

Semoga pada tahun yang akan datang, UPT BPML-LIPI dapat memberikan capaian kinerja/

(8)

SEKILAS UPT BPML

UPT BPML-LIPI mempunyai tuga

sehingga memiliki nilai tambah

tugasnya tersebut, UPT BPML

Persiapan dan penyusunan program

dan pengolahan mineral logam da

memiliki nilai ekonomi tinggi; (3)

dan rekayasa mineral; (4) Pemb

teknologi mineral. Dalam melaksa

selalu mengacu pada Visi dan

Gambar 1. Kantor UPT Balai Pengol

Mineral Lampung-LIPI

UPT BPML-LIPI

UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung (UPT

Unit Pelaksana Teknis di Bidang Pengolahan

berada dalam naungan Lembaga Ilmu Pengetah

(LIPI), berlokasi di Jl. Ir. Sutami Km. 15, Tan

Lampung Selatan.

mempunyai tugas untuk melaksanakan kegiatan pengol

miliki nilai tambah ekonomi yang tinggi. Dalam rangka me

ebut, UPT BPML-LIPI menyelenggarakan fungsinya sebagai

penyusunan program dan sarana produksi; (2) Pelaksanaan

n mineral logam dan mineral bukan logam atau produk sam

tinggi; (3) Pelaksanaan pengembangan teknologi, p

mineral; (4) Pemberian serta pelayanan jasa dan informa

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut, UP

pada Visi dan Misi LIPI.

UPT Balai Pengolahan LIPI

eral Lampung (UPT BPML) adalah

Bidang Pengolahan Mineral yang

mbaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Sutami Km. 15, Tanjung Bintang,

an kegiatan pengolahan mineral

ggi. Dalam rangka melaksanakan

n fungsinya sebagai berikut: (1)

ksi; (2) Pelaksanaan penambangan

am atau produk sampingan yang

mbangan teknologi, proses, desain,

n jasa dan informasi di bidang

(9)

2013

2013

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung - LIPI

Turut serta dalam proses pencerahan kehidupan masyarakat dan kebudayaan berdasarkan

prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan kaidah etika keilmuan; Memperkuat peran

Indonesia (yang didukung ilmu pengetahuan) dalam pergaulan internasional; Memperkuat

infrastruktur kelembagaan (penguatan manajemen dan sistem).

VISI LIPISI LIPI

VISI LIPI

Menjadi lembaga ilmu pengetahuan yang

berada dalam peringkat kelompok terbaik

dunia dalam menghasilkan IPTEK guna

peningkatan kualitas SDM dan memperkuat

daya saing perekonomian nasional

MISI LIPI

Menciptakan “great science”(ilmu pengetahuan

berdampak penting) dan invensi yang dapat

mendorong inovasi dalam rangka

meningkatkan daya saing perekonomian

nasional; Mendorong peningkatan

pemanfaatan pengetahuan dalam proses

penciptaan good governance dalam rangka

memantapkan NKRI;

Gambar 2. Kantor LIPI Pusat, Jakarta

(10)

KEGIATAN DAN HASIL

PENELITIAN

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya mineral dan batubara. Berbagai

mineral seperti bijih besi, tembaga, nikel, khrom, silika, kapur, emas, dan lain sebagainya

terkandung di perut bumi nusantara. Namun potensi tersebut ternyata tidak mampu

dimanfaatkan secara optimal oleh bangsa Indonesia, yang diindikasikan dengan maraknya

aktivitas ekspor batuan mineral mentah tanpa diolah terlebih dahulu. Kurangnya

penguasaan teknologi di bidang pengolahan mineral, serta biaya investasi pengolahan

mineral yang tinggi menjadi salah satu penyebab hal tersebut di atas. Dukungan

pemerintah untuk menumbuh kembangkan industri sektor pengolahan mineral di

Indonesia, salah satunya dilakukan melalui rencana aksi pemerintah untuk mulai

memberlakukan Undang-Undang Mineral dan Batubara (UU Minerba) No. 4 pada tanggal

12 Januari 2014.

(11)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung

2013

UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung (BPML)-LIPI, merupakan salah satu lembaga

litbang pemerintah yang bertugas untuk melakukan kegiatan (penelitian dan

pengembangan) terkait pengolahan mineral sehingga mempunyai nilai tambah ekonomi

yang tinggi. UPT BPML-LIPI memiliki peran dan tanggung jawab yang besar untuk

mendukung program pemerintah terkait pemberlakuan UU Minerba, salah satunya melalui

penguasaan teknologi pengolahan mineral, khususnya peningkatan nilai tambah dari

batuan mineral berkadar rendah (benefisiasi), serta mengembangkan teknologi

pengolahan mineral berinvestasi rendah. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut

ditunjukkan dengan dilakukannya enam buah kegiatan penelitian di UPT BPML-LIPI pada

Tahun 2013, seperti yang dapat dilihat pada Tabel 1. Sebanyak 3 buah kegiatan penelitian

didanai oleh DIPA UPT BPML-LIPI (Rp. 624.350.000,-) melalui program kegiatan penelitian

Tematik; 2 buah kegiatan didanai oleh DIPA KNRT (Rp. 700.000.000,-) melalui program

Insentif Riset SINas, dan 1 buah kegiatan didanai oleh DIPA P2 Metalurgi-LIPI (Rp.

260.000.000,-) melalui program Kompetitif-LIPI.

Pada Tahun 2013 terjadi peningkatan anggaran untuk kegiatan penelitian tematik yang di

danai oleh UPT BPML-LIPI, namun total keseluruhan anggaran penelitian UPT BPML-LIPI

mengalami sedikit penurunan (Gambar 4). Walaupun demikian, hal tersebut tidak

mengurangi upaya untuk memperoleh hasil/ouput kegiatan penelitian yang optimal.

(12)

Peneliti: Fajar Nurjaman

Jabatan: Peneliti Muda

Email:[email protected]

Ferromangan merupakan logam paduan antara mangan dengan besi. Di dalam industri baja, Ferromangan banyak sekali kegunaanya. Sebagai contoh misalnya untuk deoxidizing agent, desulfurizing agent, dan sebagai logam pemadu. Penambahann mangan dalam bentuk ferromangan ke dalam baja biasanya ditujukan untuk memperbaiki sifat-sifat kekuatan dan keuletan dari baja tersebut. Bahan baku untuk membuat ferromangan yaitu bijih mangan dan bijih besi cukup tersedia di Indonesia. Namun selama ini bahan baku ini lebih banyak diekspor dalam keadaan wantah tanpa melalui proses peningkatan nilai tambah secara berarti. Padahal baru-baru ini pemerintah mengeluarkan Permen ESDM RI No. 7 tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral dimana isinya mengatur batasan produk minimum mineral tambang yang dapat dijual ke luar negeri yang salah satunya yaitu Mangan dengan produk berupa logam paduan (Alloy) > 60% Mn atau dapat berupa MnO2 > 98%. Hal ini diperkuat juga dengan INPRES No.1 Tahun 2012. Kondisi ini menyebabkan pengusaha tentunya membutuhkan teknologi untuk mengolah hasil tambangnya dalam hal ini bijih mangan agar memperoleh nilai tambah sehingga dapat dijual.

Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan tungku pengolahan ferromangan dan uji coba pengolahan bijih mangan Indonesia menjadi ferromangan dengan tungku yang telah dibuat tersebut. Uji coba proses dilakukan untuk mengetahui performance tungku yang telah dibuat. Dari hasil penelitian ini diperoleh pilot plant alat pengolahan bijih mangan menjadi ferromangan dan penguasaan teknologi pengolahan bijih mangan Indonesia menjadi ferromangan dengan kadar mangan lebih dari 60%.

Kata kunci: Ferromangan, bijih mangan Indonesia, tekno-ekonomi KEGIATAN TEMATIK 1

(13)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung

2013

Gambar 5.Pilot planttungku Busur Listrik (Arc Furnace)

Spesifikasi Tungku Arc Furnace untuk Pembuatan Ferro mangan:

 Kapasitas produk/Ferromangan: 150 Kg/Batch  Type : 3Phase, 3Electrode

Mechanical Tilting

Mechanical Electrode holder

(14)

Peneliti: Fika Rofiek Mufakhir

Jabatan: Peneliti Pertama

Email: [email protected]

Batuan mangan (Mn) dengan kadar rendah (subekonomis, Mn< 40%) nyaris belum termanfaatkan dikarenakan terbatasnya pengetahuan mengenai teknologi pengolahannya. Selama ini batuan mangan kadar rendah ini hanya dipandang sebagai limbah penambangan yang sama sekali tidak memberikan nilai tambah dan bahkan keberadaannya dalam jangka panjang mengakibatkan permasalahan lingkungan. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses ekstraksi mangan dari batuan berkadar mangan rendah melalui proses pelindian, purifikasi dan elektrowinning dimana limbah industri lokal (molasse) akan dimanfaatkan sebagai agen pelindi. Molasse sejauh ini berdasarkan studi di laboratorium telah terbukti dapat dimanfaatkan sebagai agen pelindi.

Secara teknis teknologi pelindian cukup sederhana serta tidak membutuhkan peralatan dan suplai energi tinggi dan secara ekonomis lebih murah karena bahan baku limbah industri yang melimpah dan selalu terbarukan, sehingga dapat diaplikasikan oleh industri pertambangan mangan skala kecil dan menengah. Pada tahun pertama dilakukan karakterisasi bijih Mn, dan optimasi proses pelindian, dengan ukuran partikel dan kecepatan pengadukan dijadikan sebagai variabel tetap sedangkan variabel bebasnya yaitu penambahan jumlah konsentrasi H2SO4, dosis molasse, persen solid dan suhu. Hasil penelitian

sebagai berikut sampel bijih mangan didapatkan dari tambang Way Kanan yang mempunyai kadar 18,03% Mn yang berasosiasi dengan mineral ikutan SiO2dan termasuk kelompok bijih

Mn kadar rendah. Persen recovery ekstraksi Mn tertinggi 98, 92% tercapai pada kondisi persen solid =10 %, dosis molasse = 80 gram/liter, kecepatan pengadukan = 300 RPM, konsentrasi H2SO4 = 3 M, suhu = 85 oC ,ukuran partikel -100 mesh. Sedangkan persen Fe

terlarut tertinggi terjadi 62.17 % pada kondisi persen solid = 10%, konsentrasi H2SO4= 3 M,

molasse = 80gram/L, kecepatan pengadukan = 300 rpm, suhu = 85oC , ukuran partikel = -100

mesh.

Kata kunci: mangan kadar rendah, pelindian, purifikasi, electrowinning, hidrometallurgi. KEGIATAN TEMATIK 2

(15)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung

2013

(a) (b) (c)

(16)

Peneliti: Muhammad Amin

Jabatan: Peneliti Muda

Email: [email protected]

Feldspart merupakan salah satu bahan baku keramik jenis material industri yang keberadaannya sangat banyak di Indonesia, akan tetapi dalam penggunaanya harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar dapat meningkat kualitas kemurnian dari feldspart tersebut. Peningkatan kemurnian dari kualitas feldspart di sebut benefisiasi yaitu menghilangkan oksida pengotor yang ada di feldspart yaitu Fe2O3 dengan dilakukan

perendaman dan pengadukan dengan bahan kimia yaitu HCl 0,1M,0,5M,1,5M,2M,3M,5M,7M dan H2SO4 0,1M,0,5M,1,5M,2M,3M,5M,7M dengan variabel tingkat kehalusan mesh 100 dan mesh 120 sehingga akan menghasilkan kandungan Fe2O3< 0,5 %. Pada pembuatan semen

gigi bahan baku yang digunakan adalah Clay atau kaolin, pasir kuarsa dan peldsfart adapun komposisi untuk pembuatan semen gigi akan dilakukan variabel komposisi yaitu: komposisi I = feldspart:pasir:kaolin (50%:10%:40%), komposisi II = feldspart:kaolin (50%:50%), komposisi III = feldspart:kaoloin (67%:33%), komposisi IV = feldspart:pasir kuarsa (67%:33%) dan akan dilakukan uji kimia metode XRF, uji fisik yaitu: uji kehalusan bahan, uji susut bakar, dan uji kekerasan.

Kata Kunci :feldspart,kaolin,pasir kuarsa,komposisi,keramik,gigi palsu.

(a) (b)

(17)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung

2013

(c) (d)

Spesifikasi:

Feldspar dengan kandungan Fe2O3 kurang dari 0.5%. Berdasarkan hasil leacing dengan menggunakan pelarut HCl dan H2SO4 pada ukuran butir felspart mesh 100 dan mesh 120 makadapat di lihat hasil analisis Fe2O3 yang dihasilkan dalam keadaan optimum adalah sebagai berikut : (1) Untuk leacing dengan pelarut HCl 2 M pada mesh 100 = % Fe2O3 = 0,458, (2) Untuk leacing dengan pelarut H2SO4 1,5 M pada mesh 120 = % Fe2O3 = 0,422.

(18)

Peneliti: Suharto

Jabatan: Peneliti Muda

Email: [email protected]

Ketersediaan sumberdaya mineral yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai negara yang berpotensi dalam pengembangan dan pengolahan material. Indonesia memiliki cagangan material yang berlimpah berupa bijih besi dan material pendukung lainnya. Tetapi keterbatasan penerapan teknologi menyebabkan ketergantungan Indonesia pada salah satu impor berupa sponge iron dan besi kasar (pig iron) sebagai bahan baku industri logam masih tinggi. Proses reduksi pellet bijih besi dalam tungku putar (rotary kiln) telah dilakukan dengan hasil yang cukup memuaskan. Pada Insentif Riset SINas tahun 2012 ini proses reduksi dilakukan dalam rotary kiln milik PT Citra Tania Sejahtera sebagai mitra industri untuk memproduksi sponge iron dengan perolehan Fe metal mencapai 63% dari target minimal Fe metal 80%. Variabel operasi penting yang menjadi fokus perhatian pada unit rotary kiln meliputi komposisi umpan pellet bijih besi, ukuran umpan, laju alir umpan, profil temperatur operasi, kecepatan putar rotary kiln, sudut kemiringan kiln, waktu tinggal, laju alir dan temperatur burner. Proses reduksi pellet bijih besi dilaksanakan pada temperatur 950 – 1100

oC dilakukan dalam rotary kiln menggunakan pulverized burner dengan bahan bakar batu

bara lokal dan sumber energi lainnya yang berbasis biomassa. Target kualitas sponge iron komersial yang diharapkan pada tahun ini memiliki kadar Fe metal 80% dan derajat metalisasi≥90%.

Pada kegiatan Insentif Riset SINas tahun 2013, masih perlu dilakukan optimalisasi proses reduksi pellet bijih halus dalam rotary kiln untuk mencapai hasil yang optimal. Sponge iron yang diperoleh selanjutnya akan dilebur dalam tungku kupola menjadi besi kasar (pig iron) berkapasitas mencapai 2 ton pig iron per hari. Pada tungku kupola variabel penting yang akan dikendalikan meliputi, komposisi umpan (rasio besi scrap/cor terhadap sponge iron), rasio kokas terhadap umpan, laju alir udara, temperatur dan tekanan udara masuk kupola, temperatur hearth dan jumlah flux yang ditambahkan. Tungku kupola sangat cocok dikembangkan untuk usaha kecil disamping tidak memerlukan investasi yang besar juga juga pengoperasiannya relatif mudah. Target contoh produk yang diharapkan berupa pig iron dengan kualitas kadar Fe minimal 94% sesuai dengan Permen ESDM No. 7 Tahun 2012.

KEGIATAN INSENTIF SINAS KNRT 1

(19)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung

2013

termasuk tinggi HE 120 cm). Hasil percobaan peleburan sponge iron dan scrap besi cor memberikan perolehan pig iron/scrap sebesar 98,6 % dengan rasio konsumsi kokas terhadap perolehan hot metal sebesar 0,4.

Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi pembangunan Indonesia diantaranya menggali dan mengolah potensi lokal berupa pemanfaatan bijih besi dan batubara, meningkatkan penggunaan bahan bakar lokal (batu bara lokal dan sumber energi lainnya berbasis biomassa), sangat diharapkan partisipasi pihak industri untuk dapat berinvestasi dan pada gilirannya berpotensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kata kunci: bijih besi; tungku kupola; reduksi; rotary kiln; pig iron; sponge iron

Gambar 8. (a) Bahan baku umpan pembuatanpig iron; (b) proses peleburan bahan baku pada tungku kupola, (c) produk hasil peleburanpig iron.

(a) (b)

(20)

Spesifikasi Produk:

 Pig Iron min > 94% Fe

 Coke-pig Iron/scrap ratio : 0.4

Tabel 2.Hasil analisa produk pig iron menggunakan Spark Oes

Unsur Kadar (%) Unsur Kadar (%)

C 3,017 W 0,009

Si 0,516 Ti 0,009

S 0,100 Sn 0,014

P 0,061 Al 0,004

Mn 0,125 Pb 0,009

Ni 0,003 Nb 0,004

Cr 0,005 Zr 0,004

Mo 0,004 Zn 0,009

(21)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung

2013

Peneliti: Achmad Shofi

Jabatan Peneliti: Kandidat Peneliti

Email: [email protected]

[email protected]

Indonesia memiliki cadangan bijih nikel laterit yang cukup besar yaitu sekitar 1576 Mt dan tersebar di beberapa wilayah. Jumlah tersebut merupakan 15% dari cadangan nikel di dunia, tetapi dengan jumlah yang sebesar itu sebagian besar bijih terutama bijih nikel kadar rendah masih diekspor dalam bentuk mentah dan sisanya belum dimanfaatkan secara maksimal. Di China, bijih laterit kadar rendah diolah menjadi nickel pig iron (NPI) sebagai bahan baku stainless steel. Penggunaan blast furnace untuk membuat NPI dari bijih nikel laterit pada skala industri telah terbukti berhasil dilakukan di China di mana sebagian besar produksi NPI dilakukan menggunakan blast furnace. Blast furnace merupakan salah satu jenis tungku tegak yang digunakan untuk mereduksi sekaligus melebur bijih besi atau bijih nikel laterit menjadi produk jadi seperti pig iron dan nickel pig iron. Penelitian tentang proses reduksi bijih nikel laterit menggunakan tungku tegak terus berkembang. Selain blast furnace, tungku tegak yang lain seperti tungku kupola, tungku kupola yang termodifikasi dan tungku oxicup terus dikembangkan dengan modifikasi proses. UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung telah mengembangkan beberapa jenis tungku tegak untuk mencari kondisi terbaik dan ekonomis dalam pengolahan bijih besi hematit. Hasil ujicoba dan pengembangan yang dilakukan oleh UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung tersebut dapat digunakan untuk penelitian pengolahan bijih nikel laterit karena adanya kesamaan komposisi dan bentuk kristal mineral kedua bijih tersebut. Dengan modal pengalaman dan sarana prasarana yang ada di UPT BPML - LIPI tersebut serta dukungan dari pihak lain seperti akademisi dan industri,maka dilakukan kegiatan riset pembuatan NPI dari bijih nikel laterit menggunakan blast furnace LIPI yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan proses produksi NPI. Sasaran kegiatan yang akan dicapai pada tahun kedua yaitu tahun 2013 adalah (1) Dilakukan proses optimasi pembuatan NPI dari bahan baku bijih laterit(saprolit dan limonit) dalam tungku tegak menyerupai Blast Furnace, yaitu jenis hot blast cupola furnace dengan investasi yang

KEGIATAN INSENTIF SINAS KNRT 2

(22)

dari tambang rakyat di daerah Morowali, Sulawesi Tenggara berpotensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan nickel pig iron (NPI) dengan menambahkan proses sintering dalam tunnel kiln untuk aglomerasi bahan dan rotary kiln untuk proses reduksi sebelum dilebur dalam hot blast cupola furnace (2) Rotary kiln dapat digunakan untuk proses reduksi pellet nikel laterit, dengan temperatur 1100°C dan waktu tahan 1 jam sebagai variasi temperatur yang paling optimal (3) Hot blast cupola furnace dapat digunakan untuk melebur bijih nikel saprolit dengan kadar Ni tertinggi diperoleh pada perbandingan 60% srap dan 40% sponge nikel saprolit sebesar 1,219% Ni, sedangkan pada bijih nikel limonit persentase nikel limonit tertinggi pada NPI diperoleh dari input 100% sponge nikel limonit sebesar 2,016% Ni dengan nilai recovery total 58,23%, recovery Ni 89,94% dan Recovery Fe sebesar 70,88%.

Kata kunci: nikel laterit, nickel pig iron (NPI), blast furnace, hot blast cupola furnace, Indonesia

Spesifikasi produk:

 NPI dengan komposisi 1.678 C – 2.016 Ni  Coke to NPI ratio: 0.3

Gambar 9. (a) Bahan baku pellet komposit bijih nikel, (b) proses peleburan bijih nikel, (c) produkNickel Pig Iron(NPI).

(c)

(23)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung

2013

Peneliti: Slamet Sumardi

Jabatan: Peneliti Muda

Email: [email protected]

Bijih mangan merupakan salah satu bahan tambang yang terdapat di Indonesia yang belum diolah sendiri di dalam negeri menjadi produk yang bernilai tambah. Selain proses ekstraksi dengan jalur pirometalurgi untuk menghasilkan paduan ferromangan dan silikon-mangan, alternatif pengolahan bijih mangan adalah dengan jalur hidrometalurgi untuk menghasilkan beberapa tipe produk seperti serbuk mangan dioksida (MnO2), kalium permanganat (KMnO4), mangan sulfat (MnSO4) dan Mn murni. Salah satu aspek penting dalam proses hidrometalurgi bijih mangan yang banyak diteliti adalah pemilihan jenis reduktor yang efektif dan murah untuk proses pelindian langsung bijih mangan tipe pirolusit. Selama ini batuan mangan kadar rendah ini hanya dipandang sebagai limbah penambangan yang sama sekali tidak memberikan nilai tambah dan bahkan keberadaannya dalam jangka panjang mengakibatkan permasalahan lingkungan. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan suatu teknologi ekstraksi mangan dari batuan berkadar mangan rendah melalui proses pelindian (leaching) dimana limbah industri lokal (pengalengan nanas dan tapioca) akan dimanfaatkan sebagai agen pelindi. Secara teknis teknologi pelindian cukup sederhana serta tidak membutuhkan peralatan dan suplai energi tinggi dan secara ekonomis lebih murah karena bahan baku limbah industri yang melimpah dan selalu terbarukan (renewable), sehingga dapat diaplikasikan oleh industri pertambangan mangan skala kecil dan menengah. Dalam penelitian tahun 2013 ini akan dilakukan optimasi terhadap variabel penelitian yang digunakan diantaranya suhu pelindian, konsentrasi asam sulfat sebagai reagen pelindi,persen solid dan dosis penggunaan limbah nanas dan tapioka.

Kata kunci:mangan kadar rendah, pelindian, hidrometallurgi, limbah nanas, tapioka. KEGIATAN KOMPETITIF-LIPI 1

(24)

Gambar 10. (a) Pilot plant pengolahan bijih mangan kadar rendah, (b) proses pelindian

(25)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung

2013

HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI)

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang timbul bagi hasil olah pikir yang

menghasikan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Objek yang diatur

dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual

manusia. Secara garis besar HKI terbagi kedalam dua kelompok, yaitu: (1) Hak Cipta

(copyright), dan (2) Hak kekayaan industri (industrial property rights), yang mencakup:

Paten (patent); Desain industri (industrial design); Merek (trademark); Penanggulangan

praktek persaingan curang (repression of unfair competition); Desain tata letak sirkuit

terpadu(layout design of integrated circuit); Rahasia dagang (trade secret).

Pada Tahun 2013, UPT BPML-LIPI menghasilkan 1 buah HKI berupa paten, yang berasal

dari salah satu kegiatan penelitian Tematik pada Tahun 2013.

Hasil kegiatan berupa paten pada Tahun 2013

No. Nama Inventor Judul Paten No. Pendaftaran

1

(26)

PUBLIKASI ILMIAH

Salah satu hasil/output yang diharapkan dari suatu kegiatan penelitian adalah berupa informasi terkait yang disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai media, salah satu diantaranya adalah dalam bentuk karya tulis ilmiah (jurnal, prosiding, artikel semi popular/surat kabar). Selama Tahun 2013, UPT BPML-LIPI telah menghasilkan 29 buah karya tulis, yang terdiri dari 22 buah Prosiding Nasional, 2 buah Prosiding Internasional, 4 buah Jurnal Nasional, 1 buah Jurnal Internasional). Berikut adalah uraian dari keseluruhan publikasi tersebut, yang tersaji dalam bentuk Tabel di bawah.

Tabel 3.Daftar publikasi KTI Jurnal Nasional pada Tahun 2013

Tabel 4.Daftar publikasi KTI Jurnal Internasional pada Tahun 2013

(27)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung

2013

(28)

DENGAN

STAKEHOLDERS

Salah satu fungsi UPT BPML-LIPI adalah melaksanakan pelayanan jasa dan informasi di bidang

teknologi pengolahan mineral dan pengerjaan material logam, yang terakomodasi dalam bentuk

kegiatan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Hal tersebut tertuang dalam bentuk kerjasama

antara UPT BPML-LIPI dengan pihak industri/stakeholders. Selain itu, kerjasama tersebut ditujukan

dalam rangka untuk memperkuat jaringan antara UPT BPML-LIPI dengan pihak stakeholders dalam

meningkatkan adopsi dan inovasi hasil litbang. Pada Tahun 2013, sebanyak 3 buah kerjasama telah

terjalin dengan beberapa pihak industri/stakeholders, seperti yang tersaji dalam Tabel di bawah ini.

Tabel 7.Kerjasama UPT BPML-LIPI dengan pihakstakeholders

(a)

(c)

(29)

2013

2013

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung - LIPI

KEGIATAN ILMIAH

Keikusertaan SDM UPT BPML-LIPI dalam Berbagai Kegiatan Seminar

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM, baik peneliti maupun non-peneliti, yaitu dengan cara mengikut sertakan pada berbagai kegiatan seminar, sehingga mereka dapat meningkatkan pengetahuannya dengan cara berinteraksi dan saling bertukar informasi/ilmu pengetahuan dalam kegiatan seminar tersebut. Pada Tahun 2013, sebanyak 20 kegiatan seminar telah diikuti oleh beberapa pegawai UPT BPML-LIPI, seperti yang tersaji pada tabel di bawah ini.

Tabel 8.Keikutsertaan SDM dalam kegiatan ilmiah

(30)

Peran serta UPT BPML-LIPI dalam memajukan ilmu pengetahuan di Indonesia, salah satunya ditunjukkan dengan keikut sertaan dalam organisasi (ilmiah) Nasional dan Internasional. Keikut sertaan beberapa peneliti UPT BPML-LIPI sebagai anggota Himpenindo (Himpunan Peneliti Indonesia) pada bulan Oktober 2013 menunjukkan bahwa peneliti UPT BPML-LIPI bersedia untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan Nasional, khususnya dibidang pengolahan mineral logam dan bukan logam.

(a) (b)

(31)

2013

2013

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung - LIPI

SUMBER DAYA MANUSIA

UPT BPML-LIPI

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor penting bagi UPT BPML-LIPI dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Pada akhir Tahun 2013, SDM UPT BPML-LIPI berjumlah 40 orang. Sebanyak 2 orang pegawai UPT BPML-LIPI pensiun pada Tahun 2013.

Fathan Bahfie, ST Yusup Hendronursito, ST

SDM UPT BPML-LIPI , didominasi oleh golongan III, sebanyak 32 pegawai. Jumlah SDM yang menempati Golongan IV, masih sangat minim, yaitu sebanyak 1 orang.

Ditinjau dari segi usia, kondisi SDM UPT BPML-LIPI cukup memprihatinkan, dimana sebanyak 7 orang pegawai memiliki usia di atas 50 tahun. Hal tersebut menggambarkan banyaknya pega-wai yang akan pensiun dalam 3-5 tahun ke depan. Penerimaan CPNS baru masih perlu terus dilakukan.

Pada Akhir Tahun 2013, sebanyak 2 orang CPNS telah bergabung bersama UPT BPML-LIPI, yaitu Fathan Bahfie (S1-Teknik Metalurgi) dan Yusup Hendronursito (S-1 Teknik Mesin)

Gambar 14.Komposisi SDM berdasarkan Golongan Tahun 2013

Gambar 15.Jumlah SDM berdasarkan Usia Tahun 2013

(32)

Jumlah rasio ideal pegawai dalam suatu lembaga litbang, berdasarkan tingkat pendidikan pegawai, adalah: 1 (S2) : 2 (S1) : 4 (SLTA/D3/SD). Pada Tahun 2013, rasio pegawai UPT BPML-LIPI adalah 1 : 2.3 : 2.4, dimana komposisi tersebut telah mendekati ideal.

Jumlah pegawai fungsional dalam sebuah lembaga litbang dapat dijadikan sebagi tolak ukur kualitas pembinaan SDM serta output kegiatan litbang. Pada tahun 2013, pegawai UPT BPML-LIPI terdiri dari 9 fungsional peneliti (22.5%), 2 fungsional non peneliti (5%), dan 28 non-fungsional (70%). Tingginya jumlah pegawai non-fungsional perlu dijadikan perhatian oleh UPT BPML-LIPI.

Pada Tahun 2013, pegawai UPT BPML-LIPI yang bekerja sebagai administrasi dan teknisi masih dominan. Jumlah peneliti (22.5%) masih rendah. Masih perlu dilanjutkan kebijakan penerimaan CPNS untuk dialokasikan sebagai peneliti di UPT BPML-LIPI. Selain itu pembinaan para kandidat peneliti untuk menjadi peneliti perlu ditingkatkan.

Gambar 17.Komposisi SDM berdasarkan pendidikan Tahun 2013

Gambar 18.SDM berdasarkan jabatan fungsional Tahun 2013

(33)

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung - LIPI

2013

ANGGARAN UPT BPML-LIPI

Jumlah anggaran riset UPT BPML-LIPI pada Tahun 2013 adalah berjumlah Rp

9,179,972,000,- yang terdiri dari beberapa sumber anggaran, diantaranya: (1) DIPA

UPT BPML-LIPI (Rp 8,219,972,000,-), DIPA P2 Metalurgi-LIPI untuk anggaran kegiatan

Kompetitif LIPI (Rp. 260.000.000), dan DIPA KNRT berupa anggaran untuk kegiatan

penelitian SINas (Rp 700,000,000,-). Berikut adalah rincian anggaran tersebut. Secara

keseluruhan realisasi anggaran UPT BPML-LIPI pada tahun 2013 adalah 94.85%,

dimana nilai realisasi anggaran tersebut berada diatas nilai rata-rata capaian Nasional,

yaitu sebesar 89.48%.

Tabel 9.Anggaran UPT BPML-LIPI Tahun 2013

No Sumber Dana Pagu Anggaran Penerimaan Realisasi

Rp % 1 DIPA 8.219.972.000 - 7.747.596.119 94.25

 Tata kelola 6.816.136.000 - 6.632.269.886 97,30

 PNBP 779.306.000 563.769.500 533.296.896 68,43

 Tematik 624.530.000 - 582.029.337 93.19

2 Kompetitif 260.000.000 - 260.000.000 100

3 SINas 700.000.000 - 699.927.313 99.99

Jumlah total 9.179.972.000 563.769.500 8.690.641.119 94,85

Khusus untuk anggaran riset yang sumber pendanaannya berasal dari DIPA UPT BPML-LIPI, maka pada

Tahun 2013 terjadi kenaikan

(34)

PENGHARGAAN

Penghargaan yang diberikan oleh pihak luar kepada UPT BPML-LIPI, baik terkait dengan kegiatan hasil penelitian maupun dalam kegiatan promosi, merupakan salah satu bentuk pengakuan terhadap eksistensi UPT BPML-LIPI, baik skala Regional maupun Nasional. Pada Tahun 2013, UPT BPML-LIPI memperoleh 2 buah penghargaan.

Penghargaan atas salah satu hasil kegiatan penelitian UPT BPML-LIPI, diberikan oleh Bappeda Provinsi Lampung kepada Sdr. Fajar Nurjaman ST, MT, sebagai Juara II Lomba TTG Provinsi Lampung untuk kategori peneliti.

Penghargaan diperoleh Tim Jasa dan Informasi UPT BPML-LIPI saat mengikuti ajang pameran Lampung Fair di kota Bandar Lampung. Penghargaan tersebut diberikan oleh penyelenggara pameran atas kategori stand terbaik.

Gambar 21. Penghargaan 1

(35)

2013

2013

Laporan Tahunan UPT. Balai Pengolahan Mineral Lampung - LIPI

PROMOSI DAN

PEMASYARAKATAN IPTEK

Promosi Iptek merupakan salah satu upaya untuk mendiseminasikan hasil kegiatan penelitian

kepada masyarakat luas, yaitu dengan melakukan kegiatan promosi/pengenalan produk hasil

penelitian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan Pameran ataupun publikasi melalui media

cetak dan elektronik. Pada Tahun 2013, sebanyak 3 kegiatan pameran teknologi telah diikuti oleh

UPT BPML-LIPI pada Tahun 2013, yang terdiri dari 2 kegiatan pameran berskala lokal (Lampung),

yaitu Lampung Fair dan Pameran Harteknas, serta 1 kegiatan pameran berskala Nasional, yaitu

Pameran TTG Nasional XV di Padang.

Gambar 23. Keikutsertaan UPT BPML –LIPI dalam pameran: (a) Lampung Fair, Bandar Lampung, (b) Pameran Harteknas, Bandar Lampung, (c)

(c)

(36)

penelitian UPT BPML-LIPI pada media cetak. Pada Tahun 2013, sebanyak 1 buah artikel

hasil kegiatan penelitian telah dipublikasikan pada salah satu media cetak lokal, yaitu

Lampung Post, pada tanggal 28 September 2013.

(37)

37

STRUKTUR ORGANISASI

(38)

PENUTUP

Selama kurun waktu 2013, UPT BPML-LIPI dalam menjalankan tugas dan fungsinya telah menghasilkan beberapa capaian penting, diantaranya adalah: (a) 29 buah artikel KTI yang dipublikasikan pada berbagai jurnal dan prosiding, baik Nasional maupun Internasional; (b) 1 buah dokmen paten terdaftar; (c) 3 buah kerjasama dengan pihakstake holders; serta

(d) 3 kali ikut serta dalam kegiatan promosi IPTEK. Terealisasinya beberapa capaian penting di atas tidak terlepas dari faktor SDM UPT BPML-LIPI yang berkualitas, sarana dan prasarana, serta dukungan anggaran (baik DIPA, maupun Non-DIPA) UPT BPML-LIPI.

Gambar

Gambar 3. Kantor CSC-LIPI , Bogor
Tabel 1. Kegiatan Penelitian UPT BPML-LIPI Tahun Anggaran 2013
Gambar 4. Anggaran penelitian UPT BPML-LIPI Tahun 2012-2013
Gambar 5. Pilot plant tungku Busur Listrik (Arc Furnace)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berikut ini akan diuraikan mengenai perhitungan tekno ekonomi dalam pembuatan pabrik pengolahan bijih nikel laterit menjadi NPI menggunakan Hot Blast Cupola

Dalam tahun anggaran 2010, BBP2TP telah menetapkan lima sasaran yang akan dicapai. Kelima sasaran tersebut selanjutnya diukur dengan 15 indikator kinerja. Kelima sasaran

Dalam tahun anggaran 2015, BB PENGKAJIAN telah menetapkan lima sasaran strategis yang akan dicapai yaitu: (1) Tersedianya inovasi pertanian spesifik lokasi,

Pada tahun 2016, BPTP Papua Barat telah menetapkan lima sasaran strategis untuk dicapai yaitu: (1) Tersedianya teknologi pertanian spesifik lokasi komoditas strategis; (2)

Meningkatnya peran LIPI dalam pergaulan dunia internasional melalui peningkatan kerjasama Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi dengan lembaga litbang dan

UPT Balai Pengolahan Mineral Lampung (UPT BPML) merupakan satuan kerja yang berada di bawah naungan Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang merupakan

Tujuan utama yang ingin dicapai tahun 2020-2024 tersebut, menjadi dasar dalam menentukan sasaran strategis yang ingin dicapai pada tahun anggaran 2020 yang dituangkan

Tahun anggaran 2017, BPTP Balitbangtan Gorontalo telah menetapkan tujuh sasaran strategis yang akan dicapai yaitu: (1) Tersedianya teknologi