HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
83
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan
HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan diuraikan hasil-hasil penelitian secara keseluruhan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan pada bagian pendahuluan. Hasil penelitian dan pembahasan meliputi implementasi model pembelajaran dalam pembelajaran materi tekanan yang meliputi ; (1) Peningkatan kemampuan kognitif; (2) Peningkatan keterampilan berpikir kreatif ; (3) Keterkaitan model Learning Cycle 5E dengan aktivitas guru dan siswa ; (4) Tanggapan siswa terhadap model Learning Cycle 5E.
A.Hasil Penelitian
Data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah skor hasil tes kemampuan
kognitif dan skor hasil tes keterampilan berpikir kreatif, aktivitas guru dan siswa selama implementasi model pembelajaran Learning Cycle 5E dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran. Adapun data lengkap dari tes kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kreatif dapat dilihat pada lampiran.
1. Peningkatan Kemampuan Kognitif
Hasil penelitian tentang peningkatan kemampuan siswa materi tekanan, melalui tes kemampuan kognitif dalam bentuk pilihan ganda. Tes dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran dengan model Learning Cycle 5E, yang terdiri dari empat pertemuan. Setiap pertemuan dilakukan pretes-postes, kemudian hasilnya dianalisis. Peningkatan kemampuan siswa setelah diterapkan model Learning Cycle 5E,dapat ditentukan dengan menghitung selisih persentase skor pretes-postes dan nilai effect size.
HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1. Peningkatan kemampuan kognitif siswa setelah diimplementasikan pembelajaran model Learning Cycle 5E setiap pertemuan menunjukkan hasil effect size dengan kategori besar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa model Learning Cycle 5E memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa.
2. Peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa setelah diimplementasikan pembelajaran model Learning Cycle 5E setiap pertemuan menunjukkan hasil effect size dengan kategori besar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa model Learning Cycle 5E memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa
3. Implementasi model Learning Cycle 5E, mempunyai keterkaitan dengan aktivitas guru dan siswa dalam fase-fase pembelajaran yang telah direncanakan, dan sudah terbukti siswa lebih mudah untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan terbiasa terlatih untuk keterampilan berpikir kreatif dalam pembelajarn maupun menyelesaikan soal latihan.
4. Siswa mempunyai tanggapan yang positif, dengan pembelajaran model Learning Cycle 5E. Implementasi model ini dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran di kelas, sehingga pembelajaran IPA, khususnya fisika pada materi tekanan dapat dipelajari dengan mudah,
HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Alnurjanah. (2009). Penerapan Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Tekanan Dan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa MTs. Bandung : SPS UPI.
Arifin, Z. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Arikunto, S. (2012). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
__________ (2013).Prosedur Penelitian Suatu Pendekata Praktik. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Bybee, W.R dan Trowbridge, L.W. (1996) Teaching Secondary School Science : Strategies for Develoving Scientific Literacy . New Jersey :Merrill Publishing
Cheng, K. (2004). “Using an Online Homework System Enhances Students’
Learning Of Physics Consepts in an Introdutory Physics Couse” Journal American Association of Physic Teacher. 72,11,1447-1453.
Carin, A.A . (1993). Teaching Science Through Discovery . Seventh Edition .New York : Mcmillan Publishing Company.
Cohen, J. (1992). A Power Primer. Psychological Bulletin. 112 (1), hlm.155-159. Dahar. R.W. (1996). Teori-teori Belajar. Jakarta : Erlangga.
Djamaroh. S.B. (2005) Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis. Jakarta : PT Asdi Mahasatya.
Dunst, C.J., dkk. (2004). Guidelines for Calculating Effect Sizes for Practice-Based Research Syntheses. Centerscope. 3(1).hlm.1-10.
Depdiknas. (2004). Silabus Kurikulum 2004. Jakarta : Dirjen Dikdasmen Direktorat Menengah.
Fikriyati, A. (2013). Pembelajaran Koloid Berbasis Learning Cycle 7E dengan Metode Praktikum untuk Meningkatkan Kerampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep Siswa SMA. Bandung: UPI. Tidak Diterbitkan.
Fraenkel, J.R, Wallen, N.E, & Hyun, H.H. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education (eight ed). New York: Mc.Graw-Hill.
Furqon. (2011). Statistik Terapan untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta
HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN
KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN
TESIS
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh
Gelar Magister Pendidikan Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam
Oleh
HERU PURWANTI
NIM 1204853PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
SEKOLAH PASCASARJANA
HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Ilmu pengetahuan semakin lama semakin berkembang dengan pesat, demikian pula dengan Sains/Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) telah banyak
memberikan manfaatnya dalam kehidupan dan kebutuhan manusia. Namun demikian masih banyak tantangan yang semestinya kita hadapi dalam perkembangannya, terutama kalangan pendidikan untuk menyiapkan generasi yang peduli terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) ini. Pemerintah dalam memperhatikan Pendidikan telah mengeluarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang pendidikan Nasional, yang mempunyai tujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Menghasilkan produk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006, telah dipakai dalam pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah. KTSP ini masih dipakai walaupun pada tahun 2014 sudah ada kurikulum tahun 2013.Hal ini disebabkan kurikulum tahun 2013 masih belum semua sekolah memakainya, hanya beberapa sekolah saja yang menerapkan.
Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa hasil prestasi siswa belum sesuai yang diharapkan. Hal ini karena kurangnya fasilitas guru untuk melatihkan kemampuan kognitif pada level yang lebih tinggi. Walaupun sudah diterapkan sampai tingkat aplikasi konsep, tetapi masih sederhana dan belum komplek. Siswa belum terlatih keterampilan berpikir kreatif. Sehingga akan menyebabkan minat belajar dan motivasi siswa berkurang, belajar hanya sekedar menghafal, metode
pembelajaran yang kurang menarik, dan model pembelajaran yang tidak bervariatif, sehingga hasil prestasi siswa bisa menurun.
HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB II
MODEL LEARNING CYCLE 5E DAN KETERKAITAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN KETERAMPILAN
BERPIKIR KREATIF PADA MATERI TEKANAN
A. Pembelajaran Model Learning Cycle 5E
Pengajaran Model Learning Cycle pertama kali oleh Robert Karplus dan rekan-rekannya di akhir tahun 1960 yang diimplementasikan dalam kurikulum Science ( Qurareh, 2012), dikembangkan oleh Their pada tahun 1967 untuk Science Curriculum Improvement Study (SCIS) dan berbasis pendekatan pengajaran ( Nuhoglu & Yalcin, 2006 ; Hanuscin dan Lee, 2008), telah dianggap
sebagai filsafat pengajaran umum dan pembelajaran kontruktivisme, dipandang sebagai orientasi terhadap pengajaran ( Liu, Peng, Wu & Lin, 2009) dan melihat
bagaimana cara mengajar dan terjadinya belajar atau cara berfikir tentang belajar ( Yilmaz, Cavas, 2006). Metode pembelajaran Learning Cycle didasarkan pada teori Piaget ( Yilmaz, Cavas, 2006; Nuhoglu & Yalcin, 2006). Pengajaran Model Learning Cycle dikembangkan pada awal tahun 1990 dalam proyek Biologi oleh komite Studi Sains yang dirancang oleh Science Curriculum Improvement Study (SCIS), mencapai hasil yang baik dalam pengajarn sains ( Qarareh, 2012).
Pada awalnya Model Learning Cycle terdiri dari 3 tahapan: eksplorasi, pencapaian konsep dan aplikasi ( Nuhoglu & Yalcin, 2006; Hanuscin & Michele Lee., 2008; Qarareh, 2012). Berkembang menjadi 4-E yang terdiri dari : Eksplorasi, Eksplanasi, Ekspansi dan Evaluasi ( Yilmaz, Cavas, 2006). Sekarang telah berkembang menjadi 5-E yang meliput 5 fase : Engagement, Explorasi,
Explanasi, Elaborasi Evaluasi ( Hanuscin & Lee, 2008; Liu, Peng, Wu & Li, 2009; Mughal & Zafar, 2011; Qarareh, 2012).
Model Learning Cycle memiliki beberapa tahapan dalam pembelajaran sehingga diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan belajar di kelas. Adapun tahapan-tahapan 5E dalam Learning Cycle adalah : 1. Engagement, tahap Engagement dirancang untuk membantu siswa dalam
HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi, Subyek dan Sampel Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu SMPN di Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Subyek penelitian menurut Arikunto (2009) adalah benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat dan yang
dipermasalahkan. Subyek dalam penelitian seluruh siswa kelas VIII, yang terdiri dari 5 kelas.
Menurut Arikunto (2013) populasi adalah keseluruhan subyek penelitian, dan semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, sedangkan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti, bermaksud untuk mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII pada salah satu SMPN yang terdiri dari 5 kelas paralel. Sampelnya kelas VIIIC sebagai kelas eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 20013/2014.
B. Desaian Penelitian
Desain penelitiannya The One-Group Pretest-Postest Design menurut Fraenkel (2012) adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1. Desaian Penelitian
Pretes Perlakuan Postes
O1, O2 X O1, O2
Keterangan :
X = perlakuan model pembelajaran Learning Cycle 5E O1 = kemampuan kognitif
HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. Peningkatan kemampuan kognitif siswa setelah diimplementasikan
pembelajaran model Learning Cycle 5E setiap pertemuan menunjukkan hasil effect size dengan kategori besar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa model Learning Cycle 5E memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa.
2. Peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa setelah
diimplementasikan pembelajaran model Learning Cycle 5E setiap
pertemuan menunjukkan hasil effect size dengan kategori besar. Hal tersebut mengindikasikan bahwa model Learning Cycle 5E memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif
siswa
3. Implementasi model Learning Cycle 5E, mempunyai keterkaitan dengan aktivitas guru dan siswa dalam fase-fase pembelajaran yang telah
direncanakan, dan sudah terbukti siswa lebih mudah untuk meningkatkan
kemampuan kognitif dan terbiasa terlatih untuk keterampilan berpikir
kreatif dalam pembelajarn maupun menyelesaikan soal latihan.
4. Siswa mempunyai tanggapan yang positif, dengan pembelajaran model
Learning Cycle 5E. Implementasi model ini dapat melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran di kelas, sehingga pembelajaran IPA,
khususnya fisika pada materi tekanan dapat dipelajari dengan mudah,
menyenangkan dan bermakna bagi siswa.
B. Saran
Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan tentang
HERU PURWANTI, 2014
IMPLEMENTASI MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI TEKANAN Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
kognitif dan keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi tekanan, peneliti
memberikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Implementasi model Learning Cycle 5E memerlukan penguasaan materi dan langkah-langkah yang matang dalam menyusun rencana pembelajaran.
2. Sebaiknya guru mengadakan penilaian dalam setiap fase-fase model
Learning Cycle 5E tidak hanya pada fase tertentu, untuk mengamati siswa belajar dan mengevaluasi kemajuan siswa.
3. Pada fase Engagement diharapkan guru menghadirkan fenomena-fenomena yang dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dapat
mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.
4. Lembar Kerja Siswa (LKS) sebaiknya disusun dengan menggali kreatif
siswa sendiri, bukan kreatifitas guru. Misalnya membuat prosedur
pengamatan yang dirancang oleh siswa, sehingga dapat terlatih untuk
berpikir kreatif.
5. Guru sebaiknya mempunyai kreativitas dalam merancang, mengelola kelas
dan melaksankan pembelajaran yang terencana dan terorganisasi.
6. Waktu untuk melakukan implementasi dengan model ini, memerlukan
waktu yang cukup, supaya fase-fase pembelajaran dapat terlaksana dengan
baik.
7. Adanya pengarahan dan motivasi kepada siswa, tentang model
pembelajaran yang akan diterapkan sehingga siswa belajar dengan serius,
menggunakan waktu seefektif mungkin dalam melakukan percobaan,