BAB II PROFIL STASIUN PSDKP PONTIANAK...

102 

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

ii Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii DAFTAR TABEL ... iv DAFTAR GAMBAR ... v DAFTAR GRAFIK ... vi BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Maksud Dan Tujuan ... 3

1.3. Dasar Hukum ... 3

BAB II PROFIL STASIUN PSDKP PONTIANAK ... 5

2.1. Struktur Organisasi ... 5

2.2. Keragaan Sumber Daya Pengawasan ... 7

2.3. Renstra, Visi, Misi, Tujuan Strategis dan Sasaran Strategis ... 10

2.4. Tugas Dan Fungsi ... 12

2.5. Lingkup Pelaporan ... 13

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN PENGAWASAN SDKP ... 15

3.1. Pemantauan dan Operasi Armada ... 15

3.1.1 Operasional Kapal Pengawas, Speed Boat dan RIB ... 15

3.1.2 Pemantauan SDKP ... 20

3.1.3 Pengembangan Infrastrukur Pengawasan dan Pengadaan Barang/Jasa ... 27

3.2. Penanganan Pelanggaran Bidang Kelautan dan Perikanan ... 27

3.2.1.Penanganan Barang Bukti ... 28

3.2.2.Penanganan Awak Kapal ... 30

3.2.3.Perkembangan Penyelesaian Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan ... 32

3.3. Pengawasan Sumber Daya Perikanan ... 32

3.3.1 Pengawasan Kapal Perikanan ... 33

3.3.2Pengawasan Usaha Budidaya Ikan ... 45

3.3.3 Pengawasan Usaha Pengolahan Hasil Perikanan ... 53

3.3.4 Pengawasan Usaha Distribusi Hasil Perikanan ... 55

3.4. Pengawasan Sumber Daya Kelautan ... 59

3.4.1. Pengawasan Pemanfaatan Wilayah Pesisir ... 59

3.4.2. Pengawasan Pencemaran Perairan ... 65

3.4.3. Pengawasan Jenis Ikan yang dilindungi Undang-Undang.... 69

3.5.Dukungan Manejemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya ... 71

3.5.1 Perencanaan dan Penganggaran ... 72

3.5.2 Administrasi Kepegawaian ... 76

(4)

iii Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

3.5.4 Realisasi Anggaran ... 78

3.5.5 Pengelolaan Barang Milik Negara ... 91

3.5.6 Pelaporan dan Publikasi ... 93

BAB IV KENDALA DAN TINDAK LANJUT ... 95

4.1 Kendala ... 95

(5)

iv Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Komposisi Pegawai Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak Tahun 2019 ... 8

2. Database Kapal Pengawas Wilker UPT Stasiun PSDKP Pontianak ... 17

3. Jumlah Hari Operasi Armada ... 17

4. Rekapitulasi Hasil Pemantauan Keaktifan Transmitter VMS ... 24

5. Rekapitulasi Hasil Analisis Tracking/Pergerakan Kapal Perikanan Di Wilayah Kerja Stasiun PSDKP Pontianak ... 25

6. Rekapitulasi Perkara Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan Yang Ditangani PPNS Perikanan Lingkup UPT. Stasiun PSDKP Pontianak ... 28

7. Penanganan Barang Bukti TPP bulan Januari sampai Bulan Desember 2019 ... 29

8. Penanganan Awak Kapal Pelaku TPP di Lingkup UPT Stasiun PSDKP Pontianak bulan Januari sampai Desember 2019 ... 31

9. Perkembangan Proses Hukum Tindak Pidana Perikanan sampai dengan Bulan Desember 2019 Lingkup UPT. Stasiun PSDKP Pontianak ... 32

10. Capaian Kinerja Pengawasan Kapal Perikanan Lingkup Stasiun PSDKP Pontianak .. 34

11. Jumlah hasil tangkapan ikan lingkup Stasiun PSDKP Pontianak ... 37

12. Rekapitulasi Ketaatan Kapal Perikanan Izin Pusat Melalui Penerbitan HPK & SLO Wilker Stasiun PSDKP Pontianak ... 38

13. Rekapitulasi Ketaatan Kapal Perikanan Izin Daerah Melalui Penerbitan HPK & SLO Wilker Stasiun PSDKP Pontianak ... 39

14. Rekapitulasi Penerapan HPK & SLO Wilker Stasiun PSDKP Pontianak ... 40

15. Rekapitulasi Verifikasi Pendaratan Ikan Wilker Stasiun PSDKP Pontianak ... 41

16. Rekapitulasi Jumlah Kapal Perikanan Yang Melakukan Verifikasi Pendaratan Ikan Wilker Stasiun PSDKP Pontianak ... 42

17. Rekapitulasi Pengawasan Jenis Kegiatan Unit Usaha Budidaya Ikan yang Taat Terhadap Peraturan Perundang - Undangan Tahun 2019 ... 46

18. Rekapitulasi Penggunaan Sarana Budidaya Perikanan yang Tidak Tertelusur dan Teregister KKP Tahun 2019 ... 48

19. Rekapitulasi Kelengkapan Dokumen Perizinan Unit Usaha Budidaya Ikan Yang Taat Terhadap Peraturan Perundang – Undangan Tahun 2019 ... 51

20. Rekapitulasi Capaian Kinerja Pengawasan Unit Usaha Pengolahan Ikan Tahun 2019 ... 53

21. Rekapitulasi Unit Distribusi Hasil Perikanan yang Terawasi pada Tahun 2019 ... 55

22. Rekapitulasi Unit Ekspor Impor di Wilayah Perbatasan ... 59

23. Daftar Pelaksanaan Pengawasan Ekosistem Perairan ... 60

24.Daftar Pelaksanaan Pemeriksaan Muatan Kapal ≤ 10 GT ... 62

25.Daftar Pelaksanaan Pengawasan Pencemaran Perairan ... 67

26. Rekapitulasi Surat Menyurat Tahun 2019 ... 78

27. Realisasi Anggaran Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 78

28. Rekapitulasi Nilai Capaian Kinerja Pelaksanaan Angaran ... 79

29. Rincian anggaran belanja Stasiun PSDKP Pontianak 2019 ... 80

30. Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja TA 2019 ... 81

(6)

v Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Struktur Organisasi Stasiun PSDKP Pontianak ... 5

2. Wilayah Kerja Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak ... 7

3. Kapal Perikanan Aktif Terpantau Selama Periode Pemantauan ... 22

4. Kapal Perikanan Terpantau Tidak Kontinyu Selama Periode Pemantauan ... 22

5. Kapal Perikanan Tidak Terpantau Selama Periode Pemantauan ... 23

6. Kapal Perikanan Tidak Dapat Dipantau Selama Periode Pemantauan ... 23

7. Alur Proses Penanganan Tindak Pidana Perikanan ... 27

8. Kegiatan Pengawasan Ekosistem Perairan Tahun 2019 ... 61

9. Kegiatan Pemeriksaan Muatan Kapal ≤ 10 GT ... 65

10. Kegiatan Pengawasan Pencemaran Perairan Tahun 2019 ... 69

11.Peta lokasi Pengawasan Ikan yang dilindungi (Penyu) ... 71

12.Kegiatan Pengawasan ikan yang dilindungi ... 71

13. Capaian Kinerja pada Aplikasi Kinerjaku ... 72

(7)

vi Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

DAFTAR GRAFIK

Grafik Halaman

1. Hasil Analisis Keaktifan Transmitter ... 25 2. Hasil Analisa pergerakan/Tracking Kapal Perikanan ... 26 3. Persentase Kapal Perikanan Yang Terawasi Berdasarkan Jenis Kapal Lingkup Stasiun

PSDKP Pontianak ... 35 4. Persentase Kapal Perikanan Yang Terawasi Lingkup Stasiun PSDKP Pontianak ... 36 5. Rekapitulasi Penggunaan Alat Tangkap Pada Kapal PerikananYang Terawasi Lingkup

Stasiun PSDKP Pontianak ... 36 6. Persentase Kapal Perikanan Tidak Laik Operasi Berdasarkan Jenis Kapal Lingkup

Stasiun PSDKP Pontianak ... 43 7. Persentase Kapal Perikanan Tidak Laik Operasi Berdasarkan Alat Tangkap Lingkup

Stasiun PSDKP Pontianak ... 44 8. Persentase Kapal Perikanan Tidak Laik Operasi Berdasarkan Izin Kapal Perikanan

Lingkup Stasiun PSDKP Pontianak ... 45 9. Pengawasan Jenis Unit Usaha Budidaya Ikan yang Taat Terhadap Peraturan

Perundang - Undangan Wilayah kerja Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 46 10. Penggunaan Sarana Budidaya Perikanan yang Tidak Tertelusur Dan Tidak Teregister

KKP di Wilayah kerja Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 47 11. Pengawasan Kelengkapan Dokumen Perizinan Usaha Budidaya Perikanan Wilayah

kerja Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 51 12. Persentase Ketaatan Unit Usaha Budidaya Ikan yang Taat Terhadap Peraturan

Perundang - Undangan Wilayah kerja Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 52 13. Pengawasan Jenis UPI Yang Taat Terhadap Peraturan Perundang-undangan Wilayah

kerja Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 53 14. Kelengkapan Dokumen Perizinan Unit Pengolahan Ikan Skala Besar Wilayah kerja

Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 54 15. Kelengkapan Dokumen Perizinan Unit Pengolahan Ikan Skala Kecil Wilayah kerja

Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 54 16. Tingkat Ketaatan Distribusi Hasil Perikanan Tahun 2019 ... 55 17. Target Kinerja Usaha Distribusi Hasil Perikanan yang taat terhadap peraturan

Perundang-undangan di Wilayah kerja Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 56 18. Kelengkapan Dokumen Perizinan Usaha Distribusi Hasil Perikanan Wilayah kerja

Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 57 19. Pengawasan Ekspor Impor Ikan di Wilayah Perbatasan ... 58 20. Bentuk pelaku usaha pemanfaatan ekosistem perairan ... 61 21.Jenis kapal perikanan terperiksa pada kegiatan Pemeriksaan muatan kapal ≤ 10 GT

di Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 63 22.Jenis API pada kapal penangkap ikan terperiksa pada kegiatan Pemeriksaan muatan

kapal ≤ 10 GT di Stasiun PSDKP Pontianak Tahun 2019 ... 63 23. Jenis Usaha Objek Pengawasan Pencemaran Perairan ... 68 24. Realisasi Belanja TA 2019 ... 82

(8)

1 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Sumberdaya perikanan Indonesia merupakan bagian dari kekayaan alam sesuai yang diamanatkan dalam “pasal 33 (3) UUD 1945” Jika dapat dikelola dengan baik merupakan Sumber Ekonomi Potensial. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya “dikuasai” oleh “Negara” dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Arti “dikuasai” oleh “Negara” pada kalimat diatas bisa diartikan Negara atau Pemerintah mempunyai wewenang untuk mengatur atau mengelola pemanfaatan sumberdaya perikanan pada batas wilayah yang sudah ditentukan.

Pengelolaan di sektor Kelautan dan Perikanan pada hakekatnya merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dengan jalan melakukan pengelolaan sumberdaya alam tersebut, baik yang berupa sumberdaya hayati perikanan maupun sumberdaya manusia yang merupakan obyek dan subyek pembangunan dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan perikanan yang telah ditetapkan. Hal ini menuntut pelaksanaan manajemen yang baik dan profesional dengan menerapkan prinsip–prinsip perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan harus dipandang sebagai bagian integral dari sistem manajemen pengelolaan perikanan yang diterapkan. Kenyataannya sampai dengan saat ini kondisi ideal yang diharapkan untuk melaksanakan tertib pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang–undangan belum terwujud.

Permasalahan di laut lebih banyak diwarnai oleh pelanggaran batas wilayah pengelolaan perikanan serta aspek-aspek pelanggaran perikanan lainnya, seperti: penggunaan alat tangkap yang dilarang, transhipment, penangkapan ikan dengan racun dan bom, dan masih banyak lagi kasus illegal fishing yang dilakukan oleh kapal asing, seperti thailand, malaysia, Vietnam dan cina yang mana mereka menangkap dan mencuri ikan di perairan zona ekonomi eksklusive (ZEE) Indonesia. Lain halnya permasalahan di darat terutama di perbatasan antar wilayah seperti di batas wilayah RI dengan Malaysia banyak ditemukan kegiatan penangkapan ikan di perairan umum dengan menggunakan cara-cara yang tidak ramah lingkungan yaitu menggunakan lanid yang didapat dari

(9)

2 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 Malaysia. Lanid tersebut direndamkan pada bahan makanan seperti roti dan disebar ke sungai biasanya ikan–ikan yang lemah karena racun langsung ditangkap, namun ikan yang diambil ikan-ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi seperti ikan semah, tengadak, jelawat, dan lain sebagainya. Hasil tangkapan tersebut dalam penyimpanannya sering kali menggunakan bahan pengawet (formalin) karena dirasa lebih murah biaya penyimpanannya. Kegiatan ini banyak ditemukan oleh para pedagang kecil yang melalui jalan tikus antar kedua wilayah tersebut diatas.

Banyaknya pelanggaran diatas berindikasi bahwa dibutuhkannya sistem pengawasan yang solid dan tersistem dengan baik guna penegakan peraturan perikanan yang ada. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan melalui Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Stasiun PSDKP Pontianak memiliki tanggung jawab yang besar dalam melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku pelanggaran tindak pidana kelautan dan perikanan baik di bidang penangkapan ikan, budidaya ikan, pengangkutan dan pengolahan perikanan. Sampai saat ini, upaya pengawasan dan penegakan hukum yang ada masih belum optimal. Namun hal ini pembenahan disemua sektor di wilayah kerja UPT Stasiun PSDKP Pontianak telah diusahakan guna mencapai sistem pengawasan yang solid sehingga tercapai pengelolaan perikanan yang optimal.

Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor : Permen KP Nomor 33 Tahun 2016 Tentang OTK UPT PSDKP di Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas Melaksanakan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan fungsi sebagai berikut: (1) Penyusunan rencana, program, dan evaluasi di bidang pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan; (2) Pelaksanaan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan; (3) Pelaksanaan dan evaluasi penanganan pelanggaran sumberdaya kelautan dan perikanan; (4) Pelaksanaan operasional dan penyiapan logistik kegiatan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan; (5) Pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana pengawasan; (6) Pelaksanaan perencanaan dan

(10)

3 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 pengembangan pengawakan kapal pengawas; serta (7) Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

1.2. Maksud Dan Tujuan

Laporan Tahunan UPT Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak dimaksudkan sebagai informasi dari kegiatan UPT Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak dalam upaya meningkatkan pengawasan di wilayah kerja UPT Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak. Tujuan laporan ini sebagai bahan kajian dan evaluasi dalam penyusunan program dalam mengimplementasikan kebijakan Direktorat Jenderal PSDKP agar sasaran pelaksanaan kegiatan pengawasan di wilayah kerja UPT Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak dapat berjalan efektif, efisien dan kompetibel sehingga tujuan tercapai dengan baik.

1.3. Dasar Hukum

Landasan hukum yang acuan dalam melaksanakan tugas

Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, yaitu : - UNCLOS Tahun 1982 tentang Hukum Laut Internasional;

- Undang–Undang No. 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia;

- Undang–Undang No. 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa–Bangsa tentang Laut;

- Undang–Undang No. 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia;

- Undang–undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;

- Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan

sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan;

- Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2002 tentang Usaha Perikanan; - Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2011 tentang perlindungan

nelayan, yang mengamanatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menindak tegas setiap pelaku penangkapan ikan secara melawan hukum, tidak dilaporkan, tidak diatur (illegal, Unreported, Unregulated fishing) dan penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing) di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

(11)

4 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 - Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.04/MEN/2006

tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan;

- Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.08/MEN/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan;

- Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.07/MEN/2010 Tentang Surat Laik Operasi Kapal Perikanan;

- Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 10/PERMEN-KP/2013 tentang Sistem Pemantauan Kapal Perikanan;

- Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 12/PERMEN-KP/2013 tentang Pengawasan Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;

- Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 26/PERMEN-KP/2013 Tentang perubahan atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.30/MEN/2012 Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia;

- SK Dirjen P2HP No. 033/DJ-P2HP/2008 Tentang Jenis Ikan Laut Hasil Tangkapan Yang Menurut Sifatnya Tidak Memerlukan Pengolahan;

- Keputusan Direktur Jenderal PSDKP Nomor:

KEP.042/DJ-P2SDKP/2008 Tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran Ikan;

- Keputusan Direktur Jenderal PSDKP Nomor:

KEP.154/DJ-PSDKP/2010 Tentang Petunjuk Teknis Operasional Pengawasan Usaha Pembudidayaan Ikan;

- Keputusan Direktur Jenderal PSDKP Nomor: KEP.58/DJ-PSDKP/2011

Tentang Petunjuk Teknis Pengawasan Ekosistem Perairan;

- Keputusan Direktur Jenderal PSDKP Nomor: KEP.59/DJ-PSDKP/2011

Tentang Petunjuk Teknis Pengawasan Pencemaran Perairan;

- Keputusan Direktur Jenderal PSDKP Nomor:

KEP.287/DJ-PSDKP/2011 Tentang Petunjuk Teknis Pemantauan dan Evaluasi Penanganan Pelanggaran.

(12)

5 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

BAB II

PROFIL STASIUN PSDKP PONTIANAK 2.1. Struktur Organisasi

Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.04/MEN/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, maka struktur Organisasi Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak terdiri dari Kepala Stasiun yang merupakan Pejabat Eselon IV membawahi Pelaksana Urusan Tata Usaha yang terdiri dari program & monev, kepegawaian, kesekertariatan, bendahara, administrasi keuangan dan humas & publikasi. Sementara itu 2 sub seksi lainnya yaitu sub seksi operasional pengawasan dan penanganan pelanggaran dan sub seksi sarana dan prasarana. Kepala Stasiun membawahi langsung kelompok jabatan fungsional pengawas perikanan dan Kepala Satker dan Koordinator Pos lingkup Stasiun PSDKP Pontianak (Gambar 1).

Gambar 1. Struktur Organisasi Stasiun PSDKP Pontianak

(Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 33/PERMEN-KP/2016 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan. Tertanggal 28 September 2016)

Wilayah kerja yang menjadi kewenangan Stasiun PSDKP Pontianak, merupakan daerah fishing ground yang memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang melimpah dengan berbagai keragaman hayati dan non hayati. Selain melaksanakan pengawasan bidang penangkapan ikan juga sering menerima kapal yang ditangkap oleh kapal pengawas perikanan yang di ad-hock ke Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak dari perairan ZEEI Laut China Selatan, perairan Laut Natuna, dan juga ada yang ditangkap di laut teritorial. Seiring dengan

(13)

6 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 terjadinya pengembangan kelembagaan Unit Pelaksana Teknis pada Direktorat Jenderal PSDKP berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 33/PERMEN-KP/2016 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan per Tanggal 28 September 2016 maka wilayah kerja Stasiun PSDKP Pontianak berubah menjadi 3 Satwas dan 10 Wilker Pengawasan, yaitu:

 Satwas PSDKP Sambas;

 Satwas PSDKP Kayong Utara;

 Satwas PSDKP Kotawaringin Barat;

 Wilker PSDKP Sungai Rengas;

 Wilker PSDKP Sungai Kakap;

 Wilker PSDKP Mempawah;

 Wilker PSDKP Entikong;

 Wilker PSDKP Badau;

 Wilker PSDKP Singkawang;

 Wilker PSDKP Sajingan;

 Wilker PSDKP Jagoi Babang;

 Wilker PSDKP Ketapang

 Wilker PSDKP Seruyan.

Sebagai gambaran wilayah kerja Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak disajikan Peta wilayah Kerja Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak. Peta wilayah kerja Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak dapat dilihat pada Gambar 2 berikut ini:

(14)

7 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

Gambar 2. Wilayah Kerja Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak 2.2. Keragaan Sumber Daya Pengawasan

2.2.1. SDM Pengawasan

Sumber Daya Manusia yang dimiliki Stasiun PSDKP Pontianak pada Tahun 2019 adalah 63 orang yang tersebar di UPT dan Satwas/Wilker mengacu kepada Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nomor 46/KEP-DJPSDKP/2015 tentang Penempatan Personel pada Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dan Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Dari 63 orang Aparatur Sipil Negara (Pegawai Negeri Sipil) dibawah naungan DJPSDKP tersebut, 17 orang adalah Pengawas Perikanan sebagaimana telah ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Nomor 47/KEP-DJPSDKP/2015 tentang Penetapan Pengawas Perikanan Lingkup Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

(15)

8 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

Tabel 1. Komposisi Pegawai Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak Tahun 2019

No Unit Kerja Jumlah SDM S T ST+PP FU +PP FU FU +P O F P P FP P+P O FP P+P P FP P+P O+ PP P D Jumlah

1. UPT Stasiun PSDKP Pontianak 1 3 7 1 3 2 1 18 2. Satwas PSDKP Sambas 1 1 1 3 3. Satwas PSDKP Kayong Utara 1 1 2

4. Satwas PSDKP Kota Waringin

Barat 2 2

5. Wilker PSDKP Sungai Rengas 1 1 2 1 5 6. Wilker PSDKP Sungai Kakap 7. Wilker PSDKP Mempawah 1 1 8. Wilker PSDKP Entikong 1 1 9. Wilker PSDKP Badau 1 1 10 . Wilker PSDKP Singkawang 1 1 11 . Wilker PSDKP Sajingan 1 1 12

. Wilker PSDKP Jagoi Babang 1 1 13 . Wilker PSDKP Ketapang 1 1 1 3 14 . Wilker PSDKP Seruyan 15 KP. Hiu Macan 01 13 1 14 16 KP. Hiu 11 9 1 10 Jumlah Total 63 Keterangan : ST = Struktural PP = PPNS FU = Fungsional Umum PO = Polsus PWP3K

FPP = Fungsional Pengawas Perikanan PD = Pegawai Dinas

(16)

9 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

2.2.2. Sarana dan Prasarana Pengawasan a. Bangunan Pengawasan

Sarana dan prasarana yang terdapat di Wilayah kerja Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak meliputi:

• Gedung Kantor Pengawasan

Lingkup Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak terdapat beberapa Satwas/Wilker yang masih belum dibangun sehingga pihak Stasiun PSDKP Pontianak bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat yang terkait dengan Perikanan dan Kelautan untuk pinjam pakai kantor gedung atau ruangan yang digunakan sebagai kantor pengawasan, Satker/Wilker PSDKP yang dimaksud adalah Wilker PSDKP Sungai Kakap, Wilker PSDKP Sungai Rengas, Wilker PSDKP Mempawah, Wilker PSDKP Singkawang, Wilker PSDKP Jagoi Babang, dan Wilker PSDKP Seruyan. Sedangkan kantor Wilker PSDKP Sajingan dan Wilker PSDKP Badau, statusnya sampai dengan saat ini adalah menyewa rumah milik masyarakat setempat yang difungsikan sebagai kantor pengawasan. • Detention Centre (DTC)

Detention Center yang terdapat di Stasiun PSDKP Pontianak dengan kapasitas maksimal 150 orang.

• Dermaga

Dermaga yang berada di Stasiun PSDKP Pontianak dengan panjang 100 m dan lebar 4 m.

• Gedung Penyimpanan Barang Bukti

Gedung Penyimpanan Barang Bukti yang terdapat di Stasiun PSDKP Pontianak berukuran 40 m2

• Mess Operator

Tempat tinggal Pegawai Negeri Sipil Stasiun PSDKP Pontianak dengan jumlah 8 unit.

• Mess AKP

Tempat menginap bagi Awak Kapal Pengawas yang sandar di Stasiun PSDKP Pontianak dengan jumlah 12 kamar dimana setiap kamar maksimal dihuni oleh 4 orang

• Kolam Labuh

Kolam tempat barang bukti kapal yang di adhock di Stasiun PSDKP Pontianak dengan ukuran 13.920 m3

(17)

10 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

b.Kapal Pengawas

Stasiun PSDKP Pontianak sampai saat ini mengelola 2 unit Kapal Pengawas yaitu KP. Hiu Macan 001 dan KP. Hiu 11 dan 5 unit Speed Boat Pengawasan yang penempatannya dialokasikan pada Stasiun PSDKP Pontianak (2 unit), Satwas PSDKP Kayong Utara (1 unit), Satwas PSDKP Sambas (1 unit) dan Wilker PSDKP Badau (1 unit).

2.3. Renstra, Visi, Misi, Tujuan Strategis dan Sasaran Strategis

Rencana Strategis (Renstra) Ditjen. PSDKP 2015-2019 merupakan perencanaan jangka menengah yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun beserta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai tugas dan fungsi yang diamanatkan.

Renstra tersebut disusun selaras dengan arah kebijakan strategis nasional bidang kelautan dan perikanan 2015-2019 sebagaimana tertuang dalam Renstra KKP 2015-2019. Renstra tersebut juga disusun dengan menggunakan berbagai asumsi serta kombinasi pendekatan bottom up dan top down dengan keterlibatan Eselon I, Eselon II, Eselon III dan Eselon IV lingkup Ditjen PSDKP. Pendekatan top down mengandung makna bahwa perencanaan ini memperhatikan pula ketersediaan anggaran sesuai dengan estimasi APBN. Sedangkan pendekatan bottom up dilakukan untuk memperoleh gambaran kebutuhan pendanaan guna mewujudkan kondisi ideal.

Renstra Ditjen. PSDKP ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan nomor: 57/KEP.DJ-PSDKP/2015 tentang Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tahun 2015-2019. Perubahan ini tentunya untuk dapat menyelaraskan dengan visi, misi dan arah kebijakan KKP.

Dalam rangka memberikan arah pandangan kedepan terkait dengan kinerja dan peranan Ditjen. PSDKP serta untuk memberikan gambaran tentang kondisi masa depan yang ingin diwujudkan oleh Ditjen PSDKP, maka dirumuskan visi Ditjen PSDKP yang mencerminkan keadaan yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan.

(18)

11 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 Visi:

“Perairan Indonesia bebas Illegal, Ureported dan Unregulated (IUU) Fishing dan kegiatan yang merusak Sumber Daya Kelautan dan Perikanan untuk mewujudkan Kedaulatan dalam Mengelola Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Secara Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat”

Sejalan dengan visi Ditjen PSDKP, diperlukan rumusan mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi yang mencerminkan apa yang akan dapat dicapai (pada level dampak) dan bagaimana mencapainya dalam periode tertentu, beserta ukuran-ukuran pencapaiannya. Misi yang dirumuskan menggambarkan tindakan atau upaya sesuai dengan tugas dan fungsi Ditjen PSDKP.

Misi:

a. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pengawasan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan

b. Meningkatkan efektifitas penanganan pelanggaran terhadap pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan

c. Terwujudnya reformasi birokrasi di lingkungan Direktorat Jenderal PSDKP

Tujuan Strategis Stasiun PSDKP Pontianak merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 s/d 5 tahun. Perumusan tujuan menggambarkan hasil-hasil serta manfaat yang akan diberikan oleh Ditjen. PSDKP. Berdasarkan pada hasil analisis lingkungan internal dan eksternal, maka tujuan Ditjen. PSDKP dirumuskan sebagai berikut:

Tujuan Strategis:

a. Terwujudnya Kepatuhan (Compliance) terhadap peraturan

perundang-undangan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan

b. Terlindunginya sumber daya kelutan dan perikanan dari kegiatan Illegal,Unreported and Unregulated (IUU) Fishing dan kegiatan yang merusak sumber daya kelautan dan perikanan

c. Terlaksananya tata kelola pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang efektif

(19)

12 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 Sasaran Strategis:

Berdasarkan tujuan tersebut, maka ditetapkan sasaran strategis Stasiun PSDKP Pontianak dimana seiring dengan Direktorat Jenderal PSDKP tahun 2015-2019 yaitu melalui pendekatan Balanced Scorecard (BSC) kedalam 3 perspektif yaitu Customer Perspective, internal process perspective dan learn and grow perspective, sebagai berikut:

a. Customer Perspective:

1. Terwujudnya kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan

b. Internal Process Perspective:

2. Tersedianya infrastruktur pengawasan SDKP dan sistem Informasi dan Komunikasi pengawasan SDKP

3. Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan SDKP secara profesional dan partisipasif

c. Learning and Growth Perspective:

4. Tersedianya Aparatur Sipil Negara Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak yang kompeten, profesional dan berintegritas

5. Tersedianya manajemen pengetahuan yang handal dan mudah diakses

6. Terwujudnya Birokrasi Stasiun PSDKP POntianak yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima

7. Terkelolanya anggaran Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak secara efisien.

2.4. Tugas Dan Fungsi

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: PER.04/MEN/2006 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana teknis (UPT) di bidang pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan, Stasiun Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Pontianak mempunyai tugas melaksanakan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak menyelenggarakan fungsi:

- Penyusunan rencana, program dan evaluasi dibidang pengawasan SDKP;

(20)

13 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 - Pelaksanaan dan evaluasi penanganan pelanggaran sumberdaya

kelautan dan perikanan;

- Pelaksanaan operasional dan penyiapan logistik kegiatan pengawasan SDKP;

- Pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana pengawasan;

- Pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pengawasan kapal

pengawas;

- Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

2.5. Lingkup Pelaporan

Ruang lingkup Laporan Tahunan ini meliputi kegiatan yang dilaksanakan oleh stasiun Pengawasan SDKP Pontianak selama Tahun 2019 yang meliputi :

- Peningkatan Operasional Kapal Pengawas; Cakupan Wilayah

Pengelolaan Perikanan (WPP-NRI) UPT Stasiun PSDKP Pontianak yang terawasi dari kegiatan illegal fishing.

- Penanganan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan; antara lain: Penyelesaian Tindak Pidana Perikanan, Penyelesaian Barang Bukti Tindak Pidana Perikanan, Penanganan ABK Justitia dan Non Justitia;

- Peningkatan Operasional Pengawasan Sumber Daya Kelautan;

Pengawasan Ekosistem Perairan, Pengawasan Pencemaran Perairan, Pengawasan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Pengawasan Sumber Daya Non Hayati (SDNH) dan Jasa Kelautan (JASLA), Pengawasan Pemanfaatan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT).

- Peningkatan Operasional Pengawasan Sumber Daya Perikanan;

Pengawasan Bidang Penangkapan dan Pengangkutan Ikan, Pengawasan Usaha Budidaya Perikanan, Pengawasan Usaha Pengolahan, Pengangkutan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Pemeriksaan Tonase Ekspor-Impor Produk Perikanan.

- Peningkatan Operasional Pemantauan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dan Pengembangan Infrastruktur Pengawasan; Sarana dan Prasarana Pengawasan, Pemantauan Sumber Daya Kelautan dan Pemantauan Sumber Daya Perikanan.

- Dukungan Managemen dan Pelaksanaan Tugas Lainnya Lingkup

(21)

14 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 Administrasi Kepegawaian, Kegiatan Penatausahaan, Realisasi Anggaran, Kegiatan dan Acara di Stasiun PSDKP Pontianak.

(22)

15 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

BAB III

PELAKSANAAN KEGIATAN PENGAWASAN SDKP

Stasiun PSDKP Pontianak pada Tahun Anggaran 2019 melaksanakan beberapa kegiatan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, antara lain:

- Pemantauan dan Operasi Armada;

- Penanganan Pelanggaran Bidang Kelautan dan Perikanan; - Pengawasan dan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan; - Pengawasan dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan;

- Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Lainnya Direktorat Jenderal PSDKP.

Dasar yang digunakan dalam pelaksanaan Kegiatan Stasiun Pengawasan SDKP Pontianak adalah:

- DIPA No.032.05.2.440847/2019. tanggal 05 Desember 2018;

- Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tanggal 11 Januari 2019 Nomor: 01/MEN/KU.611/2019 Perubahan atas Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 71/MEN/KU.611/2018 Tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penguji Tagihan / Penandatanganan Surat Perintah Membayar (SPM) dan pengangkatan Bendahara Pengeluaran dan/atau Bendahara Penerimaan pada Satuan Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

3.1. Pemantauan dan Operasi Armada

3.1.1 Operasional Kapal Pengawas, Speed Boat dan RIB

Pelaksanaan operasional Pengawasan SDKP di laut, pengawas perikanan dilengkapi dengan Kapal Pengawas, Speed Boat dan RIB, sehingga operasional pengawasan yang dilaksanakan lebih optimal dan dapat langsung melakukan pengawasan dan pemantauan objek pengawasan yang menjadi target operasional meliputi : kapal perikanan, usaha budidaya di laut, terumbu karang, mangrove, Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), pencemaran perairan.

Tujuan dilaksanakannya Operasional Kapal Pengawas adalah Untuk meminimalisasi IUU Fishing yaitu mengurangi dan mengantisipasi Ilegal fishing (melakukan pelanggaran penangkapan) Unreported (tidak dilaporkan)dan Unregulated (tidak diatur), Untuk itu dengan adanya

(23)

16 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 Pengawasan Pengelolaan Sumberdaya Ikan di Laut, dan Perairan umum maupun di Pelabuhan tempat pendaratan ikan maka akan terlaksana tertib peraturan dan perundang-undangan bagi pelaksanaan pengelolaan Sumberdaya Ikan secara bertanggung jawab, agar dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Pelaksanaan operasi speedboat meliputi pengawasan sumberdaya perikanan Stasiun Pengawasan Sumberdaya Perikanan ini dilaksanakan pada kapal perikanan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan di lingkup Stasiun PSDKP Pontianak.

Pemeriksaan dokumen dan fisik kapal dilakukan oleh pengawas perikanan pada operasi pengawasan kapal perikanan saat ditemukan sedang beroperasi di laut, terhadap kapal perikanan yang diperiksa adalah :

- Pemeriksaan SIPI/SIKPI.

- Pemeriksaan Tanda Pelunasan Pungutan Perikanan.

- Pemeriksaan Sticker Barcode.

- Pemeriksaan SKAT Vessel Monitoring System (VMS).

- Pemeriksaan Pas Tahunan.

- Pemeriksaan Surat Ukur.

- Pemeriksaan Surat Ijin Berlayar (SIB)

- Pemeriksaan Surat Laik Operasi (SLO)

- Pemeriksaan Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kapal Penangkap/ Pengangkut Ikan pada saat keberangkatan

- Pemeriksaan kesesuaian alat penangkap ikan.

- Pemeriksaan kesesuaian alat bantu penangkapan ikan.

- Pemeriksaan kesesuaian ukuran fisik kapal.

- Pemeriksaan kesesuaian jumlah dan jenis hasil tangkapan yang diangkut.

- Pemeriksaan keberadaan dan keaktifan alat pemantauan kapal perikanan Vessel Monitoring System (VMS).

- Pemerikasaan Fisik kapal perikanan, wajib dilakukan:

- Pemeriksaan kesesuaian ukuran alat penangkap ikan

(24)

17 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

- Pemeriksaan kesesuaian alat bantu penangkapan ikan yang

digunakan.

- Pemeriksaan kesesuaian jumlah dan jenis hasil tangkapan yang diangkut.

- Pemeriksaan keberadaan dan keaktifan alat pemantauan kapal perikanan Vessel monitoring system (VMS).

3.1.1.1. Armada Pengawasan di Laut

Operasional Kapal Pengawas, Speed Boat dan RIB Lingkup Stasiun PSDKP Pontianak terdiri dari:

Tabel 2. Database Kapal Pengawas Wilker UPT Stasiun PSDKP Pontianak

NO LOKASI NAMA ARMADA UKURAN (M) STATUS

1 STASIUN PSDKP PONTIANAK

KP. HIU MACAN 01 36 AKTIF

KP. HIU 11 32 AKTIF

NAPOLEON 037 12 AKTIF

SEA RIDER 05 12 AKTIF

2 SATWAS PSDKP SAMBAS NAPOLEON 038 12 AKTIF

3 SATWAS PSDKP KAYONG UTARA NAPOLEON 003 12 AKTIF

4 WILKER PSDKP BADAU TB 01 6 AKTIF

Tabel 3. Jumlah Hari Operasi Armada N O SPEED BOAT dan KAPAL PENGAWAS PERIKANAN UNIT KERJA BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 TOT

1 NAPOLEON 003 Stasiun PSDKP Pontianak Satwas

Kayong Utara 0 3 0 7 7 0 0 6 6 0 6 0 35 2 NAPOLEON 037 Stasiun PSDKP Pontianak 0 0 5 0 8 0 2 3 0 8 0 7 33 3 NAPOLEON 038 Satwas PSDKP Sambas 1 0 0 0 0 0 0 6 6 3 10 8 34 4 SEARIDER Stasiun PSDKP Pontianak 0 0 0 0 8 0 3 0 0 8 12 12 43 5 TB-01 Wilker PSDKP Badau 0 5 0 0 0 0 0 5 0 5 8 2 25 6 HIU MACAN 01 Stasiun PSDKP Pontianak 0 10 13 36 16 0 15 0 3 3 0 19 115 7 HIU 11 Stasiun PSDKP Pontianak 0 0 25 10 21 0 26 0 0 11 0 22 115

3.1.1.2. Hasil Operasi Kapal Pengawas Hiu Macan 01

Kapal Pengawas Hiu Macan 01 pada Tahun 2019 melakukan Operasi Pengawasan sebanyak 115 Hari Operasi dengan jumlah kapal yang di awasi sebanyak 52 Kapal Penangkap Ikan dari 52 Kapal tersebut terdapat 6 kapal tidak taat administrasi, 6 kapal tidak taat tersebut

(25)

18 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 merupakan Kapal Ikan Asing berasal dari Vietnam yang kemudian kapal tersebut diadhock ke Stasiun PSDKP Pontianak untuk proses penyidikan.

3.1.1.3. Hasil Operasi Kapal Pengawas Hiu 11

Kapal Pengawas Hiu 11 pada Tahun 2019 melakukan Operasi Pengawasan sebanyak 115 Hari Operasi dengan jumlah kapal yang di awasi sebanyak 66 Kapal Penangkap Ikan dengan hasil pemeriksaan 62 Kapal Taat Administrasi dan 4 kapal tidak taat administrasi, ke 4 Kapal tidak taat tersebut merupakan Kapal Ikan Asing berasal dari Vietnam yang kemudian di adhock ke Satwas SDKP Natuna sebanyak 3 KIA dan 1 KIA di adhock ke Pangkalan PSDKP Batam untuk diproses lebih lanjut.

3.1.1.4. Hasil Operasi Speed Boat Napoleon 037

Speedboat Pengawas Napoleon 037 di Stasiun PSDKP Pontianak melaksanakan operasi melebihi target yaitu selama 33 (Tiga puluh tiga) hari pada Tahun 2019 dari total yang ditargetkan 34 (Tiga puluh empat) Hari Operasi. Hasil operasi yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen perizinan terhadap kapal perikanan sejumlah 48 (Delapan puluh delapan) unit kapal perikanan dengan hasil pemeriksaan yaitu semua kapal sesuai dengan ketentuan atau taat ketentuan.

3.1.1.5. Hasil Operasi Speed Boat Napoleon 038

Speedboat Pengawas Napoleon 038 di Satwas PSDKP Sambas melaksanakan operasi selama 34 (Tiga puluh empat) hari dari target 34 (Tiga puluh empat) Hari Operasi pada Tahun 2019 dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen perizinan terhadap kapal perikanan sejumlah 29 (Dua puluh sembilan) kapal perikanan dengan hasil pemeriksaan yang sesuai ketentuan sejumlah 25 (Dua puluh lima) kapal perikanan dan 4 (empat) kapal perikanan yang tidak taat terhadap peraturan perundangan dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang selanjutnya nelayan menyerahkan alat tangkap secara sukarela kepada petugas.

3.1.1.6. Hasil Operasi Speed Boat Napoleon 003

Speedboat Pengawas Napoleon 003 melaksanakan operasi total dalam setahun selama 35 (Tiga puluh lima) Hari Operasi dari target 34 (tiga puluh empat) Hari Operasi dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen perizinan terhadap 85 (Delapan puluh lima) kapal

(26)

19 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 perikanan di laut yang terdiri dari 61 (Enam puluh satu) kapal perikanan yang sesuai dengan ketentuan dan 24 (Dua puluh empat) kapal perikanan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Diantaranya pelanggaran tersebut yaitu menggunakan alat tangkap yang dilarang, dokumen perizinan yang sudah tidak berlaku maupun yang belum membuat dokumen perizinan tindak lanjut terkait alat tangkap yang dilarang diserahkan secara sukarela kepada petugas sedangkan untuk dokumen yang sudah tidak berlaku diberikan surat peringatan.

3.1.1.7. Hasil Operasi Speed Boat TB 01

Speedboat Pengawas TB 01 melaksanakan operasi dengan jumlah hari operasi 25 (Dua puluh lima) Hari Operasi dari target 25 (Dua puluh lima) Hari Operasi dengan hasil operasi melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen perizinan terhadap 7 (Tujuh) Kapal perikanan yang terdiri dari 6 (Enam) kapal perikanan yang taat dan 1 (satu) kapal perikanan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu dengan menggunakan alat tangkap setrum alat bukti speedboat, hasil ikan tangkapan beserta alat setrum diserahkan ke Polres Kapuas Hulu untuk dilakukan penyidikan.

3.1.1.8. Hasil Operasi Speed Boat RIB 05

Operasi Speedboat Pengawas KP. Sea Rider di Stasiun PSDKP Pontianak melakukan operasi total selama 43 (Empat puluh tiga) Hari Operasi sesuai dengan target yang telah ditentukan. Adapun hasil operasi pengawasan melaksanakan pemeriksaan kelengkapan dokumen terhadap 50 (Lima puluh) kapal perikanan diatas laut yang terdiri dari 46 (Empat puluh enam) kapal perikanan yang sesuai dengan ketentuan dan 4 (Empat) kapal perikanan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu dengan menggunakan alat tangkap yang dilarang dengan tindak lanjut membuat surat pernyataan tidak melakukan kembali kegiatan tersebut serta penyerahan alat tangkap secara sukarela kepada petugas.

3.1.1.9. Perawatan dan Pemeliharaan Kapal Pengawas

Kapal pengawas perikanan yang dimiliki oleh Ditjen PSDKP, KKP memiliki tugas yang cukup berat dalam melaksanakan operasional pengawasan di laut sehingga diperlukan kapal yang laik laut dan laik operasi. OIeh karena itu maka perlu dilaksanakan perawatan terhadap

(27)

20 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 kapal - kapaltersebut yang penanganannya secara terencana dan berkelanjutan.

Perawatan tahunan adalah perawatan konstruksi kapal yang dilakukan diatas air (dock yard) setiap 1 (satu) tahun, meliputi kontruksi kapal yang berada dibawah maupun di atas permukaan air laut.

Maksud dan tujuan dilaksanakan perawatan tahunan adalah mempertahankan dan mengembalikan kondisi mesin dan peralatan kapal agar kapal laik laut dan dapat beroperasi kembali sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan. Kegiatan perawatan kapal tahunan / docking TA. 2019 pada UPT Stasiun PSDKP Pontianak (KP. HIU MACAN 01 dan KP. HIU 11) ditaksanakan oleh galangan sesuai dengan kontrak yang telah di buat. Dan untuk menjaga mutu pekerjaan perawatan tahunan maka perlu dilakukan pengawasan agar pekerjaan perawatan tahunan bermutu baik dan berjalan sesuai waktu yang telah di tetapkan.

3.1.2 Pemantauan SDKP

Salah satu pengaplikasiannya pemantauan kegiatan/aktivitas kapal adalah Vessel Monitoring System (VMS) atau Sistem Pemantauan Kapal Perikanan (SPKP) yang menggunakan satelite dan peralatan transmitter VMS yang ditempatkan pada kapal perikanan berdasarkan posisi kapal yang terpantau di Pusat Pemantauan Kapal/Fisheries Monitoring Center (FMC).

3.1.2.1 Pemantauan Keaktifan Transmitter VMS

Kegiatan pemantauan keaktifan Transmitter VMS dilakukan untuk mengetahui ketaatan kapal perikanan yang terdiri darai kapal penangkap ikan, kapal pengangkut ikan dan kapal pengangkut ikan hasil pembudidayaan terhadap ketentuan pasal 22 ayat 2 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 42/PERMEN-KP/2015 tentang SPKP, bahwa pengguna Sistem Pemantauan Kapal Perikanan (SPKP) wajib mengaktifkan transmitter SPKP secara terus-menerus. Pemantauan keaktifan transmitter VMS dilakukan terhadap seluruh kapal perikanan dengan ukuran >30 GT dan/atau kapal yang telah memasang transmitter VMS dan telah memiliki Surat Keterangan Aktivasi Transmitter (SKAT).

Pemantauan keaktifan transmitter VMS kapal perikanan dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya adalah: melakukan pengecekan langsung alat transmitter VMS yang terdapat di atas kapal dan melakukan

(28)

21 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 pengecekan keaktifan transmitter VMS melalui aplikasi khusus yang dapat diakses melalui internet. Untuk pengecekan langsung alat transmitter dilakukan oleh pengawas perikanan pada saat kapal perikanan mengajukan permohonan penerbitan SLO sesuai dengan tugas dan kewajiban pengawas perikanan. Sedangkan pemantauan keaktifan dengan menggunakan aplikasi pemantauan dilakukan melalui perangkat komputer dan aplikasi khusus.

Kegiatan pemantauan keaktifan Transmitter VMS dan pergerakan kapal perikanan di wilayah kerja Stasiun PSDKP Pontianak dilakukan dengan menggunakan aplikasi khusus pemantauan, yaitu aplikasi berbasis web, Webtrack (http://180.250.247.85/webtrack/public/login). Keaktifan transmitter VMS dan pergerakan kapal dilakukan pada semua kapal ikan dengan ukuran >30GT untuk semua jenis kapal penangkap ikan, kapal pengangkut dan kapal pengangkut ikan hidup. Metode Pemantauan yang digunakan ialah dengan cara memantau keaktifan transmitter VMS dengan aplikasi webtrack dan aplikasi cek keaktifan (http://180.250.247.85:8088/cek_keaktifan). Transmitter VMS tersebut secara otomatis akan mengirimkan sinyal posisi kapal sehingga akan dapat diketahui keberadaannya. Kemudian dari data tersebut, aktifitas kapal ikan di laut akan dapat dianalisis

Metode Pemantauan yang digunakan ialah dengan cara memantau keaktifan transmitter VMS dengan cara memantau kapal perikanan berdasarkan trip dari setiap kapal perikanan yang dihitung mulai dari tanggal penerbitan Surat Laik Operasi (SLO) sampai kapal tersebut melaporkan kembalai kedatangannya di pelabuhan pangkalan atau pelabuhan muat singgahnya. Hasil kegiatan pemantauan keaktifan transmitter VMS tersebut dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu:

 Aktif Terpantau, yaitu kapal ikan yang taat menyalakan

transmitternya secara terus menerus pada saat melakukan kegiatan penangkapan ikan di laut, mulai berangkat dari pelabuhan pangkalannya sampai dengan melaporkan kembali kedatangannya ke pelabuhan pangkalannya;

(29)

22 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

Gambar 3. Kapal Perikanan Aktif Terpantau Selama Periode Pemantauan

 Terpantau tidak kontinyu; yaitu kapal ikan yang transmitternya terpantau namun tidak secara kontinyu/terus-menerus pada saat melakukan kegiatan perikanan mulai dari pelabuhan pangkalan, menangkap ikan dan kembali lagi ke pelabuhan pangkalan;

Gambar 4. Kapal Perikanan Terpantau Tidak Kontinyu Selama Periode Pemantauan

 Tidak Terpantau; yaitu Kapal ikan yang sama sekali tidak terpantau, tidak menyalakan transmitternya pada saat melakukan kegiatan perikanan

(30)

23 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

Gambar 5. Kapal Perikanan Tidak Terpantau Selama Periode Pemantauan

 Tidak dapat dipantau yaitu kapal ikan yang transmitternya sama sekali tidak dapat dipantau disebabkan oleh kondisi darurat atau force majeure seperti kerusakan transmitter, atau tidak dapat dipantau karena data kapal dan data transmitter belum ada pada aplikasi pemantauan.

Gambar 6. Kapal Perikanan Tidak Dapat Dipantau Selama Periode Pemantauan

Selama tahun 2019 pemantauan kapal perikanan dilaksanakan terhadap 597 unit kapal dengan jumlah trip sebanyak 659 trip hasil tersebut didapat dari hasil rekapitulasi pada tiap bulannya namun pada bulan April dan Mei terdapat gangguan pada webtrack, sehingga mengakibatkan tidak dapat memantau keaktifan transmitter sehingga

(31)

24 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 tracking hanya dilakukan sebanyak 10 bulan. Hasil dari pemantauan tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Pemantauan Keaktifan Transmitter VMS

No. Bulan Jumlah Kapal yang dipantau Jumlah Trip yang dipantau

Hasil Pemantauan Keaktifan Transmitter* Aktif

Terpantau Terpantau Tidak

Terpantau tidak kontinyu Tidak dapat dipantau 1 Januari 35 40 32 0 8 0 2 Februari 21 24 20 1 3 0 3 Maret 36 42 26 3 13 0 4 April - - - - 5 Mei - - - - 6 Juni 70 78 67 4 7 0 7 Juli 60 60 53 1 6 0 8 Agustus 63 66 54 4 8 0 9 September 74 81 64 4 13 0 10 Oktober 73 83 67 5 11 0 11 November 86 96 75 2 19 0 12 Desember 79 89 75 0 14 0 TOTAL 597 659 533 24 102 0 PERSENTASE 80.9 3.6 15.5 0

Berdasarkan hasil pemantauan keaktifan transmitter VMS kapal perikanan selama tahun 2019, dapat diketahui bahwa ketaatan kapal untuk mengaktifkan transmitter yaitu aktif terpantau sebesar 80.9%, tidak terpantau 3.6%, terpantau tidak kontinyu 15.5%, sedangkan yang tidak dapat dipantau sebesar 0% . Beberapa penyebab Transmitter VMS yang terpantau tidak kontiyu disebabkan beberapa hal antara lain adanya kesengajaan mematikan transmitter, kerusakan alat dan gangguan provider.

(32)

25 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

Grafik 1. Hasil Analisis Keaktifan Transmitter

Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa kapal perikanan yang Aktif terpantau dengan garis biru jumlahnya di atas kapal perikanan yang tidak terpantau, terpantau tidak kontinyu dan tidak dapat dipantau. Sehingga selain gangguan pada bulan April dan Mei pada webtrack dapat dikatakan mayoritas kapal perikanan sudah memiliki vms yang baik.

3.1.2.2 Analisa Tracking/Pergerakan Kapal Perikanan

Analisa pergerakan/tracking kapal perikanan dilakukan untuk mengetahui kepatuhan kapal perikanan terhadap ketentuan SPKP pada SIPI/SIKPI saat melakukan aktifitas perikanan di laut. Analisa pergerakan/tracking dilakukan dengan cara menelusuri pergerakan kapal mulai berangkat dari pelabuhan pangkalannya sampai kembali lagi di pelabuhan pangkalannya. Khusus untuk kapal penangkap dilakukan analisis terhadap pergerakan kapal tersebut pada saat melakukan kegiatan penangkapan ikan dan kesuaian dengan daerah penangkapan ikan yang telah ditetapkan dalam masing-masing SIPI kapal penangkap tersebut.

Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Analisis Tracking/Pergerakan Kapal Perikanan Di Wilayah Kerja Stasiun PSDKP Pontianak

No. Bulan Jumlah Kapal yang dipantau Jumlah Trip yang dipantau

Hasil analisis pergerakan/tracking kapal* Tidak Melanggar Diduga Melanggar Jalur/DPI Melanggar Pelabuhan Terindikasi menonaktifkan transmitter 1 Januari 35 40 28 4 1 7 2 Februari 21 24 11 8 3 2 3 Maret 36 42 19 9 4 10 4 April - - - - 0 10 20 30 40 50 60 70 80

(33)

26 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 5 Mei - - - - 6 Juni 70 78 58 10 0 10 7 Juli 60 60 46 7 0 7 8 Agustus 63 66 46 9 0 11 9 September 74 81 31 38 0 12 10 Oktober 73 83 67 5 11 0 11 November 86 96 75 2 19 0 12 Desember 79 89 64 13 0 12 TOTAL 597 659 445 105 38 71 PERSENTASE 67.5 15.9 5.8 10.8

Berdasarkan pemantauan keaktifan transmitter VMS pada tahun 2019 dilakukan terhadap 597 unit kapal ikan dengan jumlah trip sebanyak 659 trip yang terdiri dari 445 trip kapal yang tidak melanggar DPI, 105 trip kapal diduga melanggar Jalur/DPI, 38 trip kapal terindikasi melanggar pelabuhan, serta 71 trip kapal yang terindikasi menonaktifkan transmitter.

Grafik 2. Hasil Analisa pergerakan/Tracking Kapal Perikanan

Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa, kapal perikanan yang pergerakan trackingnya sesuai SIPI/SIKPI menunjukkan trend yang naik, terdapat kenaikan jumlah trip sampai dengan Bulan Desember 2019. Sedangkan Trip melanggar jalur menunjukkan kenaikan sampai dengan Bulan September dan turun di akhir tahun 2019. Yang diduga menonaktifkan transmitter sebanyak 71 trip dengan trend yang fluktuatif.

0 10 20 30 40 50 60 70 80

Diduga Melanggar Jalur/DPI Tidak Melanggar

(34)

27 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

3.1.3 Pengembangan Infrastrukur Pengawasan dan Pengadaan Barang/Jasa

Pengembangan Infrastruktur Pengawasan di Lingkup Stasiun PSDKP Pontianak pada Tahun 2019 dialokasikan untuk kegiatan overhaul kapal pengawas yaitu pada kapal pengawas Hiu Macan 01 dan kapal pengawas Hiu 11 dimana kegiatan tersebut selesai dilaksanakan pada tahun 2019.

3.2. Penanganan Pelanggaran Bidang Kelautan dan Perikanan

Proses penanganan tindak pidana perikanan dimulai sejak dilakukan proses serah terima tersangka dan barang bukti dari Kapal Pengawas / Pengawas Perikanan / TNI AL/ Polri / Dinas yang membidangi pengawasan/perikanan kepada PPNS Perikanan di Stasiun PSDKP Pontianak. Kepala Stasiun menindak lanjuti penyerahan tersebut dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan kepada PPNS Perikanan dan Surat Perintah Tugas. Penyidik dapat melakukan pemeriksaan pendahuluan (verifikasi) terhadap barang bukti dan tersangka sejak serah terima, untuk memberikan penilaian secara yuridis, kelaikan suatu kasus pelanggaran ditingkatkan ke tahap penyidikan atau proses hukum lainnya. Kasus pelanggaran yang ditingkatkan status proses hukumnya ke tahap penyidikan, maka dalam maksimum waktu 7 hari Penyidik menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Penuntut Umum.

(35)

28 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 Kegiatan pemantauan penyelesaian tindak pidana perikanan yang terjadi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun dilakukan dengan cara mendata/menginventarisasi data dan memonitoring perkembangan penyelesaian kasus tindak pidana perikanan. Untuk tindak pidana perikanan yang terjadi di darat adalah menggunakan pedoman penyidikan tindak pidana umum. Proses Penyidikan berakhir apabila :

a) P-21 diterbitkan oleh Kejaksaan;

b) Bukan merupakan tindak pidana perikanan;

c) Bukan merupakan kewenangan PPNS Perikanan;

d) Tersangka meninggal dunia;

e) Tersangka mengalami gangguan jiwa sesuai keterangan dokter ahli jiwa;

f) Tidak terdapat cukup bukti untuk dilanjutkannya proses penyidikan.

Tabel 6. Rekapitulasi Perkara Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan Yang Ditangani PPNS Perikanan Lingkup UPT. Stasiun PSDKP Pontianak

No UPT / Satwas Jumlah Kasus

Tindak Pidana Perikanan

(kasus) Tindak Pidana Kelautan (kasus) Penangkapan Ikan Budidaya P3 1 Stasiun PSDKP Pontianak 7 7 - - - 2 Satwas PSDKP Sambas - - - - -

3 Satwas PSDKP Kayong Utara - - - - - Data dihimpun tanggal 01 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2019

Penjelasan :

a. Berdasarkan Tabel 6 kategori perkara tindak pidana kelautan dan perikanan terdiri atas pidana bidang penangkapan ikan, pidana bidang budidaya, pidana bidang pengolahan, pengangkutan dan pemasaran (P3) serta pidana bidang kelautan;

b. Tindak Tindak pidana yang ditangani PPNS Perikanan dari Januari 2019 hingga bulan Desember 2019 berjumlah total 7 kasus tindak pidana perikanan (bidang penangkapan ikan), tindak pidana yang dilaporkan atau diserahkan kepada penyidik, dengan Rincian 7 kasus di tangani oleh PPNS Stasiun PSDKP Pontianak.

3.2.1.Penanganan Barang Bukti

Barang bukti merupakan salah satu objek pemantauan dan evaluasi penanganan tindak pidana perikanan. Penanganan barang bukti secara

(36)

29 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 akuntabel mutlak dilakukan oleh Penyidik guna menjamin penyelesaian perkara tindak pidana yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Penanganan secara akuntabel dapat tercapai apabila barang bukti yang menjadi tanggung jawab penyidik dapat dikelola sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, serta dapat menjamin keamanan dan kondisi barang bukti saat diperlukan selama masa penyidikan hingga perkara dilimpahkan kepada Penuntut Umum.

Putusan pengadilan terkait dengan Tindak Pidana Perikanan yang dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana perikanan tidak hanya kepada terdakwa tetapi juga kepada barang sitaan dengan amar putusan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan (berkekuatan hukum yang tetap / Inkracht). Hal tersebut merujuk kepada Pasal 76A Undang-Undang No. 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas Undang-Undang-Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan yang menyebutkan bahwa benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atauyang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan ketua pengadilan negeri. Terkait dengan hal tersebut maka Direktorat Jenderal PSDKP – Kementerian Kelautan dan Perikanan siap mendukung pelaksanaan pemusnahan barang bukti TPP khususnya pemusnahan kapal TPP yang amar putusannya berisi dirampas oleh negara untuk dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan.

Tabel 7. Penanganan Barang Bukti TPP bulan Januari sampai Bulan Desember 2019

No UPT / Satwas

Penanganan Barang Bukti Disita

Penyidik Dilimpahkan ke PU Dikembalikan

1 Stasiun PSDKP Pontianak 7 7 0

2 Satwas PSDKP Sambas - - -

3 Satwas PSDKP Kayong Utara - - -

Jumlah 7 7 0

Data dihimpun tanggal 01 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 Penjelasan :

1. Barang bukti yang ditangani berupa kapal perikanan, alat penangkapan ikan (API), alat bantu penangkapan ikan (ABPI), alat navigasi, alat komunikasi, ikan hasil tangkapan, dokumen kapal, dsb;

(37)

30 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 2. Penanganan barang bukti yang dilakukan oleh PPNS Perikanan

meliputi proses penyitaan, pelimpahan tanggung jawab kepada Penuntut Umum (PU) melalui mekanisme penyerahan tersangka dan barang bukti (P-21 Tahap II), dan pengembalian kepada pemilik barang;

3. Selama periode Tahun Anggaran 2019 (per 01 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2019), barang bukti kapal yang diserahkan kepada PPNS Perikanan berjumlah 7 kasus, yaitu BV 9845 TS, BV 927474 TS, BV 92746 TS, BV 4939 TS, BV 5156 TS, BV 93817 TS dan BV 93816 TS yang merupakan kapal perikanan Asing Vietnam.

3.2.2.Penanganan Awak Kapal

Awak kapal pelaku tindak pidana merupakan bagian penting dalam proses penyidikan, sehingga perlu dilakukan rangkaian penanganan dalam rangka pengamanan dan perlindungan hak asasi manusia selama dalam proses penyidikan. Penanganan awak kapal pelaku tindak pidana perikanan meliputi tata cara penyerahan awak kapal pelaku tindak pidana perikanan, penyerahan dari PPNS Perikanan kepada Petugas Penanganan Awak Kapal Tindak Pidana Perikanan, penampungan, perawatan, pengamanan, dan pengeluaran awak kapal untuk kepentingan penyidikan, diserahkan kepada pihak Imigrasi/Perwakilan negara asal awak kapal ikan asing, dan untuk pemulangan ke daerah asal (bagi awak kapal ikan asal Indonesia).

Penanganan awak kapal pelaku tindak pidana perikanan dimulai sejak diterimanya awak kapal tersebut oleh Penyidik sampai dengan penyerahan tersangka san barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum, atau diserahkan kepada Kantor Imigrasi selaku otoritas yang berwenang dalam penanganan warga negara asing, atau dipulangkan ke daerah asal (bagi awak kapal Indonesia). Proses penanganan awak kapal pelaku tindak pidana perikanan meliputi :

a. Penyerahan awak kapal pelaku tindak pidana perkanan;

 Penyerahan dari Kapal Pengawas Perikanan dan/atau pihak lain yang melakukan penangkapan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perikanan;

(38)

31 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

 Penyerahan dari PPNS Perikanan kepada Petugas Penanganan

Awak Kapal Tindak Pidana Perikanan

b. Penampungan

c. Perawatan

d. Pengamatan

e. Pengeluaran awak kapal pelaku tindak pidana perikanan :

 Untuk keperluan penyidikan

 Untuk penyerahan kepada JPU (P-21 tahap II)

 Untuk diserahkan kepada Kantor Imigrasi/Perwakilan negara asal awak kapal asing atau untuk dipulangkan ke daerah asal (bagi awak kapal Indonesia)

f. Pelaporan

Tabel 8. Penanganan Awak Kapal Pelaku TPP di Lingkup UPT Stasiun PSDKP Pontianak bulan Januari sampai Desember 2019

No Kebangsaan

Diterima dari Kapal Pengawas Perikanan / TNI AL / Polri / Masyarakat

Awak Kapal Pro

Justitia Awak Kapal Non Justitia Jumlah

1 Vietnam 7 36 43 2 Thailand - - - 3 Laos - - - 4 Myanmar - - - 5 Kamboja - - - 6 Malaysia - - - 7 Indonesia - - - 8 China - - - Jumlah 7 36 43

Data dihimpun tanggal 01 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 Penjelasan :

Berdasarkan data yang ditampilkan pada Tabel 8 diperoleh informasi bahwa awak kapal (awak kapal pro justitia dan non justitia) yang di tangani oleh PPNS Lingkup UPT. Stasiun PSDKP Pontianak berjumlah 43 orang. Awak kapal pro justitia yang tertangkap berjumlah 7 orang;. awak kapal non justitia yang diterima PPNS Perikanan berjumlah 36 orang, dengan rincian; 43 orang semuanya berkebangsaan Vietnam.

(39)

32 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

3.2.3.Perkembangan Penyelesaian Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan

Proses penting dari kegiatan pemantauan dan evaluasi penanganan tindak pidana kelautan dan perikanan adalah rekam perkembangan proses hukum. Rekam perkembangan proses hukum dimaksudkan untuk memantau jalannya setiap tahap yang harus dilalui perkara sejak dilakukan penyidikan sampai dengan pelimpahan tanggung jawab kepada Penuntut Umum, sehingga kinerja PPNS Perikanan pada tahap tersebut dapat dikategorikan memenuhi sasaran penanganan tindak pidana secara akuntabel. Namun, dalam konteks penyelesaian secara hukum maka suatu perkara tindak pidana kelautan dan perikanan dapat disebut selesai apabila telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Tabel 9. Perkembangan Proses Hukum Tindak Pidana Perikanan sampai dengan Bulan Desember 2019 Lingkup UPT. Stasiun PSDKP Pontianak

No Satwas UPT / Jumlah Kasus Penyidikan Proses P-19 P-21 Sidang Proses Penuntutan Inkracht

1 Stasiun PSDKP Pontianak 7 - - - 7 2 Satwas PSDKP Sambas - - - - - - - 3 Satwas PSDKP Kayong Utara - - - -

Data dihimpun tanggal 01 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2019 Penjelasan :

Perkembangan Perkembangan proses hukum yang telah berjalan, data yang tercatat sampai dengan 31 Desember 2019, Lingkup Stasiun PSDKP Pontianak berjumlah 7 Kasus, yaitu 7 kasus kapal perikanan yang di tangani oleh PPNS perikanan telah mencapai INKRACHT (berkekuatan hukum tetap).

3.3. Pengawasan Sumber Daya Perikanan

Kegiatan Pengawasan Sumberdaya Perikanan ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya IUU Fishing, maka dari itu perlunya upaya pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan yang berkelanjutan, ada pun upayanya sebagai berikut :

(40)

33 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019

- Sumberdaya perikanan terutama diperuntukkan bagi

nelayan/pengusaha perikanan Indonesia untuk kemakmuran / kesejahteraan masyarakat.

- Pemanfaatan sumberdaya perikanan dilakukan untuk mencapai prinsip pengelolaan yang bertanggung jawab melalui upaya yang mengarah kepada kelestarian sumberdaya.

- Sumberdaya perikanan dapat menjadi sumber pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah/wilayah/nasional, baik sebagai lahan mata pencaharian maupun sumber devisa dan sumber pangan bergizi tinggi.

3.3.1 Pengawasan Kapal Perikanan

Pengawasan kapal perikanan dilakukan terhadap kapal-kapal perikanan yang berpangkalan pada pelabuhan perikanan dimana Satwas dan Wilker SDKP berada.Pengawasan kapal perikanan dilakukan dengan instrumen HPK, baik HPK keberangkatan maupun kedatangan serta penerbitan Surat Laik Operasi (SLO) bagi kapal perikanan.

Tingkat kelaikan kapal perikanan merupakan persentase yang menunjukkan perbandingan antara jumlah Surat Laik Operasi (SLO) dengan Hasil Pemeriksaan Kapal (HPK) Keberangkatan. Melalui tingkat kelaikan dapat diketahui tinggi rendahnya kelaikan kapal perikanan di Satwas/Wilker PSDKP di wilayah kerja Stasiun PSDKP Pontianak. Tingkat kelaikan tinggi bila jumlah SLO sama atau mendekati dengan jumlah HPK Keberangkatan yang diterbitkan. Hal ini berarti bahwa setiap kapal yang akan melakukan operasional penangkapan ikan setelah dilakukan pemeriksaan oleh pengawas perikanan yang dituangkan dalam HPK keberangkatan dinyatakan laik operasi dan diterbitkan SLO.

3.3.1.1. Kapal Perikanan Yang Terawasi

Stasiun PSDKP Pontianak telah melaksanakan kegiatan pengawasan kapal perikanan yang menjadi tugas dan fungsinya dalam rangka mencapai sasaran kinerja yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, kapal perikanan yang terawasi meliputi kapal perikanan yang sesuai ketentuan atau kapal perikanan yang taat dan kapal perikanan yang tidak sesuai ketentuan atau kapal perikanan yang tidak taat berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal PSDKP Nomor: 12/PER-DJPSDKP/2017 Tentang Petunjuk Teknis Pengawasan Kapal Perikanan.

(41)

34 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 Pelaksanaaan pengawasan kapal perikanan pada lingkup Stasiun PSDKP Pontianak di Tahun 2019, telah dilakukan kepada kapal perikanan yang terawasi sebanyak 816 kapal perikanan.

Kapal perikanan yang terawasi berdasarkan jenis kapal yaitu kapal penangkap ikan 734 kapal perikanan dan kapal pengangkut ikan 82 kapal perikanan dapat dilihat pada grafik 4.

Kapal Perikanan yang terawasi berdasar ijin yaitu kapal perikanan izin Kementerian Kelautan dan Perikanan (> 30 GT) sebanyak 204 kapal perikanan dan kapal perikanan izin Pemerintah Daerah (< 30 GT) sebanyak 612 kapal perikanan dapat dilihat pada grafik 5.

Terdapat beberapa jenis alat tangkap yang digunakan pada kapal penangkap ikan yang terawasi di lingkup Stasiun PSDKP Pontianak, yang terdiri dari Gillnet, Bouke Ami. PurseSeine, Lampu, Jala Jatuh Berkapal, Bubu, Mini Purse Seine, Cast Net, Pancing, Rawai, Long Line, Jaring Insang Oseanik dan Hand Line grafik 6.

Hasil tangkapan ikan yang didaratkan pada Tahun 2019 mencapai 19.783.280 Kg. Hasil tangkapan yang paling dominan di wilayah kerja Stasiun PSDKP Pontianak adalah ikan Layang dengan jumlah tangkapan sebanyak 5.280.588 Kg pada tabel 11.

3.3.1.2. Capaian Kinerja Pengawasan Kapal Perikanan Yang Sesuai Ketentuan

Target kapal perikanan yang Sesuai ketentuan pada Tahun 2019 sebanyak 557 kapal perikanan dan capaian kapal perikanan yang sesuai ketentuan sebanyak 646 kapal perikanan. Grafik Capaian kinerja Pengawasan Kapal Perikanan dapat dilihat pada Tabel berikut ini

Tabel 10. Capaian Kinerja Pengawasan Kapal Perikanan Lingkup Stasiun PSDKP Pontianak

Parameter Target 2019 Capaian 2019 %

Kapal Terawasi 816

Terawasi Dan Sesuai Ketentuan 557 646 116%

ZEEI 141 192 136%

Teretorial Pedalaman 416 454 109%

Terawasi Tidak Sesuai Ketentuan 170

Berdasarkan tabel target capaian kapal perikanan lingkup Stasiun PSDKP Pontianak sebanyak kapal perikanan dan realisasi

(42)

35 Laporan Kegiatan Stasiun PSDKP Pontianak - Tahun 2019 capaian target kapal perikanan yang sesuai ketentuan sebanyak 646 kapal perikanan pada Tahun 2019 dengan persentase 116% dan kapal perikanan yang tidak sesuai ketentuan atau tidak dikelaurkn SLO 170 kapal perikanan. Salah satu faktor penyebab terpenuhnya target capaian kapal perikanan Tahun 2019 adalah dikarenakan kelengkapan adminstrasi yang lengkap sesuai dengan Pasal 5, 6, 7, 8 dan Pasal 9 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/PERMEN-KP/2017 tentang Surat Laik Operasi Kapal Perikanan.

3.3.1.3. Kapal Perikanan Yang Terawasi Berdasarkan Jenis Kapal

Pengawasan kapal perikanan pada lingkup Stasiun PSDKP Pontianak didominasi kepada kapal penangkap ikan sedangkan untuk kapal pengangkut ikan lebih sedikit dari jumlah kapal perikanan yang terawasi dapat dilihat pada grafik 4.

Grafik 3. Persentase Kapal Perikanan Yang Terawasi Berdasarkan Jenis Kapal Lingkup Stasiun PSDKP Pontianak

Berdasarkan Grafik diatas kapal perikanan yang terawasi yaitu kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan. Kapal penangkap ikan yang terawasi sebanyak 734 kapal perikanan (90%) dari jumlah kapal perikanan yang terawasi sesuai ketentuan, sedangkan untuk kapal pengangkut ikan yang terawasi sebanyak 82 kapal perikanan (10%) dari jumlah kapal perikanan yang terawasi.

3.3.1.4. Kapal Perikanan Yang Terawasi Berdasarkan Perizinannya

Kapal Perikanan yang terawasi berdasar ijin dibagi menjadi 2 (Dua) berdasarkan kewenangan pengeluar ijin berdasarkan ukuran GT

KAPAL PENANGKAP, 734, 90% KAPAL PENGANGKUT, 82, 10%

Figur

Memperbarui...